Karya Ilmiah Utama ke-2 (Okt. 2004)


sampul buku sap2000

Terbit secara nasional November 2004 , sampai Des 2004 : “terjual lebih dari 1000 eksemplar“.
Judul pertama ttg SAP2000 dari penerbit PT. Elex Media Komputindo.
tebal 417 hal dan CD
harga Rp. 75.800

Sinopsis

Komputer menjadi alat bantu yang menakjubkan dalam menyelesaikan problem-problem numerik maupun non-numerik (teks, grafis, suara, dan gambar) pada setiap aspek kehidupan bisnis yang ada. Demikian juga dalam bidang rekayasa konstruksi, dengan digunakan perangkat lunak khusus maka penyelesaian rekayasa untuk proyek-proyek konstruksi dapat dilakukan secara cepat dan akurat. Bahkan dapat menyelesaikan kasus-kasus yang cukup kompleks secara mudah dibandingkan jika diselesaikan manual. Perangkat lunak yang dimaksud adalah program komputer SAP2000, ETABS, STAAD-III, GT-STRUDL, ANSYS, ABAQUS, ADINA, dan banyak lagi.

SAP2000 cukup populer di kalangan praktisi maupun akademisi di Indonesia. Berbeda dengan program komputer yang umum (Word, Excel, Photoshop, AutoCAD, …), maka pemakai program rekayasa dituntut untuk memahami latar belakang metode penyelesaian, batasan-batasan penyelesaian program dan bertanggung jawab penuh atas hasil pemakaiannya.

Buku ini disusun untuk membantu pemakai program SAP2000 untuk mendapatkan penyelesaian rekayasa yang benar. Materinya ditata dan disajikan sedemikian rupa agar selain terampil juga paham apa yang dikerjakan komputer sehingga tahu hasilnya benar atau tidak, sebagaimana yang diperlihatkan pada bab-bab dalam buku ini :

  • Penyelesaian Rekayasa Berbasis Komputer
  • Formulasi Element FRAME pada SAP2000
  • Mengenal Program SAP2000 dan Cara Pemakaiannya
  • Penerapan Element Frame untuk Analisa Struktur
  • Desain Struktur Beton Bertulang dengan SAP2000
  • Desain Struktur Baja dengan SAP2000

Opini Pakar
Pakar dipilih dari kalangan praktisi dan akademisi dari Jakarta – Bandung – Yogyakarta – Surabaya

Saya menyambut gembira usaha keras saudara Wiryanto untuk menerbitkan buku yang sangat lengkap tentang pemakaian program komputer SAP2000. Buku ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin mempelajari bidang analisis struktur dengan komputer, karena disertai banyak contoh aplikasi.
Ir. Nathan Madutujuh, M.Sc.
Direktur Engineering Software Research Center (ESRC) , Bandung,

Sepengetahuan saya, ini adalah buku pertama tentang pemakaian SAP2000 yang disertai aplikasi praktis yang sangat bervariasi untuk elemen FRAME. Penulis menjelaskan secara mendetail langkah-langkah membuat Finite Element Model untuk SAP2000. Sangat diharapkan agar Penulis melanjutkan dengan buku sejenis yang membahas elemen-elemen lainnya dari SAP2000. Pembaca akan mendapatkan pelatihan yang berguna melalui buku ini.
Dr. Ir. Benjamin Indrawan, M.Eng
Direktur Pidelta Strukturindo, Dosen Luar Biasa di Universitas Trisakti, Tarumanagara, dan UPH.

SAP2000 punya banyak kelebihan khususnya untuk analisis dan perancangan bangunan baja atau beton bertulang. Kelebihan-kelebihan ini akan dapat dimanfaatkan secara lebih luas jika ditunjang buku-buku bermutu yang dapat membantu user lebih memahami dan menggunakan perintah-perintahnya secara benar sesuai problem yang dihadapi. Dengan pemahaman yang baik, kesalahan dapat diminimalisir sehingga didapatkan hasil rancangan yang lebih akurat. Menurut pengamatan saya, buku ini dapat digolongkan sebagai buku yang bermutu tersebut.
Dr.-Ing. Ir. Andreas Triwiyono
Ketua Pengelola Kelas Khusus Minat Studi Teknik Struktur, Program Pasca Sarjana UGM

Banyak buku mengenai aplikasi program komputer telah ditulis. Umumnya, buku-buku tersebut hanya berisi resep penggunaan program yang ada. Dalam buku ini, yang khusus membahas aplikasi SAP2000, penulis secara cermat dan jelas menunjukkan berbagai contoh penggunaan program tersebut untuk perhitungan rekayasa struktur. Disamping hal tersebut, penulis pada setiap contoh struktur, menjelaskan latar belakang atau dasar teori dari contoh tersebut sehingga setiap pengguna dapat mengerti / menguji kebenaran dari hasil komputer. Dapat disimpulkan, buku ini dapat dijadikan referensi bagi para insinyur yang tugas sehari-harinya membuat perancangan struktur dengan bantuan program SAP2000.
Prof. Dr.-Ing. Harianto Hardjasaputra
Guru Besar Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci.

Munculnya program-program komputer yang sangat “user friendly” sangat mengkhawatirkan, karena seseorang tanpa latar belakang teoritis yang cukup dapat memakai program tersebut dan menghasilkan perhitungan yang “benar”. Buku ini sangat baik, karena berusaha menunjukkan kemungkinan kesalahan yang dapat terjadi serta menekankan perlunya pemeriksaan atas hasil perhitungan yang dihasilkan oleh program komputer. Buku ini juga memberikan latar belakang yang memadai dan menjelaskan penggunaan program secara rinci. Tidak mudah untuk mengerti dengan jelas apa yang dijelaskan dalam buku pedoman SAP2000 yang asli, yang tentu saja ditulis dalam bahasa Inggris. Banyak sekali “jebakan-jebakan” yang dapat menimbulkan kesalahan yang fatal dalam penggunaan SAP2000. Buku ini perlu dibaca oleh setiap engineer yang akan menggunakan program SAP2000.
Prof. Benjamin Lumantarna M.Eng. Ph.D
Guru Besar Teknik Sipil , Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Sambutan Prof. Wiratman Wangsadinata
Guru Besar FTSP, Institut Teknologi Bandung, Bandung
Guru Besar FT, Universitas Tarumanagara, Jakarta
Direktur Utama PT. Wiratman & Associates

Perkembangan yang pesat dalam rekayasa struktur dalam dua dasa warsa terakhir ini, telah memungkinkan kita untuk merencanakan bangunan-bangunan teknik berskala besar dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Dengan kemajuan rekayasa struktur tersebut, juga pengaruh pembebanan apa pun yang bekerja pada struktur bangunan seperti beban gempa, angin, ledakan, akibat perubahan temperatur, dll., dapat dianalisis dengan seksama. Analisis struktur bangunan-bangunan demikian sudah tidak dapat dilakukan secara manual lagi, sehingga penggunaan komputer sebagai alat bantu tidak dapat dihindari lagi. Untuk itu harus dipakai perangkat lunak (program komputer) yang sesuai, yang pilihannya dewasa ini banyak terdapat di pasaran. Salah satu program komputer canggih yang di dalam praktek saat ini popular dipakai dalam perencanaan struktur-struktur kompleks, adalah SAP 2000 yang aplikasinya dibahas dalam buku ini. Metoda analisis yang dipakai dalam program ini didasarkan pada metoda elemen hingga, sehingga memang dapat mencakup segala macam jenis struktur dengan konfigurasi serumit apa pun.

Untuk dapat menggunakan program SAP 2000 dengan baik, diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai programnya itu sendiri dan cara-cara menggunakannya. Untuk itu, “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000” karangan Sdr. Wiryanto Dewobroto, yang pada awal karirnya bekerja di PT. Wiratman & Associates, dapat menjadi referensi yang baik. Dalam buku tersebut diberikan contoh-contoh yang secara detail menunjukkan cara pengoperasian programnya dan disertakan pula solusi alternatif secara manual. Dengan membandingkan ke dua solusi tersebut sekaligus dapat diperoleh pemahaman yang baik mengenai cara kerja program dalam menganalisis permasalahannya.

Semoga terbitnya buku ini dapat turut meningkatkan kualitas penanganan perencanaan bangunan-bangunan teknik di Indonesia, khususnya yang berskala besar dan yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku ini, semoga jerih payah penulisnya dapat membawa manfaat yang besar bagi pembacanya.

Jakarta, 22 Oktober 2004

Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata

Respons Buku Setelah Beredar
Karena materi buku ini spesifik yaitu untuk kalangan insinyur sipil, maka dari hasil diskusi bersama dengan pihak penerbit diperlukan suatu promosi khusus ke institusi pendidikan yang menyelenggarakan program studi teknik sipil . Dari promosi yang telah dilakukan , ada beberapa tanggapan yang diberikan , antara lain : 

Resensi Prof. Bambang Suryoatmono

Prof. Bambang berkenan menulis resensi ini karena beliau sebelumnya telah membaca buku karya saya yang pertama dan telah memakainya dalam kuliah pembelajaran pemrograman komputer di Jurusan Teknik Sipil UNPAR-Bandung

Sebelum terbitnya buku ini, telah ada beberapa buku mengenai penggunaan program SAP (SAP80, SAP90, maupun SAP2000). Namun, khususnya untuk penggunaan jenis elemen frame di dalam SAP2000, buku inilah yang membahasnya secara lengkap. Bahkan, di dalam buku ini juga disajikan tinjauan singkat tentang analisis struktur dengan matriks, desain struktur beton bertulang, serta desain struktur baja. Barangkali, latar belakang penulis buku ini, seorang dosen yang sekaligus berpengalaman praktik di bidang teknik struktur, mendorongnya untuk menulis begitu lengkap. Bahwa buku ini bukan pengganti buku teks untuk analisis maupun desain struktur beton bertulang dan baja memang benar, karena memang bukan itulah tujuan diterbitkannya buku ini. Setidaknya untuk pembaca yang ingin secara cepat dapat menggunakan SAP2000 khusus untuk elemen berjenis frame, buku ini adalah sarana yang tepat mempelajarinya.

Hal-hal khusus di dalam SAP2000 yang berkaitan dengan elemen frame, misalnya rigid end, end release, rotasi sumbu lokal, penampang tak prismatis, dan berbagai element loads dibahas dengan rinci di dalam buku ini. Metode analisis yang lanjut seperti efek P-delta juga dibahas di dalam buku ini, meskipun secara sangat singkat. Bukan hanya analisis statik, analisis dinamik juga dibahas di dalam buku ini. Semua hal ini ditunjukkan dalam berbagai contoh yang sebagian diverifikasi dengan sumber bacaan lain yang telah ada sebelumnya. Hal ini tentu saja bernilai positif apabila tujuan penulis adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa contoh-contoh yang diberikannya mengandung kebenaran. Namun, sebenarnya penulis dapat saja menghindari proses verifikasi tersebut karena SAP2000 telah memberikan banyak contoh verifikasi di dalam salah satu buku manualnya. Penulis dapat saja, misalnya, memberikan contoh-contoh dengan bebas, yang hanya dibatasi oleh kreativitasnya, sedemikian hingga contoh-contoh tersebut dapat lebih menyampaikan pesan mengenai topik yang ingin disampaikannya kepada pembaca.

Gaya bahasa dan sistematika yang digunakan penulis menarik untuk diperhatikan. Penulis buku ini tampaknya sengaja memilih gaya bahasa formal tetapi user friendly, mungkin dengan maksud agar buku ini lebih mudah difahami. Memang kadang-kadang gaya bahasa yang menyimpang dari tata bahasa, misalnya penggunaan tanda baca “!!!”, namun hal ini tidak menganggu makna yang ingin disampaikan penulis. Sistematika yang menyerupai modul memungkinkan pembaca langsung menuju bab atau bagian yang dibutuhkannya, tanpa harus terlebih dahulu membaca secara berurutan dari bagian depan buku ini.

Mengingat bahwa SAP2000 berkembang terus dari satu versi ke versi lainnya, maka amat dianjurkan untuk memberitahukan kepada pembaca mengenai versi apa yang digunakan dalam suatu buku mengenai SAP2000. Sebagai contoh, analisis P-delta dan pencarian beban tekuk yang dibahas di dalam buku ini sangat berbeda dengan yang ada di dalam SAP2000 versi terbaru (versi 9.03). Begitu pula dengan desain beton bertulang dan baja. Untuk mencari versi yang digunakan di dalam buku ini, pembaca tidak dapat menemukannya di dalam judul maupun di dalam kata pengantar, tetapi harus mencari agak ke dalam. Sebaiknya di dalam cetakan (atau edisi) berikutnya, versi SAP2000 yang dipakai disebutkan dengan jelas di dalam judul.

Satu hal yang terasa agak mengganggu justru terdapat pada judul buku ini. Pengertian rekayasa konstruksi justru berbeda jauh dengan apa yang terdapat di dalam isi buku. Rekayasa konstruksi mengandung pengertian cara-cara pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi, sedangkan segala yang dibahas di dalam buku ini, karena berkaitan dengan analisis dan desain (bukan pelaksanaan), lebih tepat disebut rekayasa struktur (structural engineering), yang merupakan salah satu bagian dari civil engineering.

Kalau ada rencana perbaikan untuk edisi berikutnya, barangkali patut dipertimbangkan untuk sedikit mengurangi contoh-contoh yang saling tumpang tindih (satu contoh dapat saja mengandung beberapa topik bahasan), namun digantikan dengan topik mengenai elemen lain yang ada di dalam SAP2000, misalnya elemen bidang (untuk analisis pelat, dinding geser, dan sebagainya).

Resensi Hanggoro Tri Cahyo – Semarang

Insinyur Sipil Alumni Universitas Diponegoro , aktif memberi response segera setelah buku-buku penulis diterbitkan. Beliau juga menyukai pemrograman komputer seperti halnya penulis, bahkan sempat saling berbagi program aplikasi untuk saling menambah wawasan keilmuan. Resensi yang beliau buat , dapat memberi gambaran bagaimana buku penulis yang ke-2 memberikan dampak yang positif bagi insinyur-insinyur di daerah.

Berbagi Pengetahuan versi Wiryanto

Kesenjangan pengetahuan dalam bidang perencanaan struktur antara pusat dan daerah merupakan realita yang layak mendapatkan perhatian. Bagaimana tidak, dengan segala kemudahan akses serta kesempatan untuk memperoleh sekaligus mengaplikasikan pengetahuan, para perencana struktur yang tinggal di kota besar dapat terus dan terus meng-upgrade kemampuannya. Sedangkan di daerah dengan segala keterbatasannya, terkadang membuat owner belum percaya sepenuhnya jika pekerjaan yang membutuhkan skill yang tinggi diserahkan begitu saja pada putra daerah. Perencana struktur di daerah kesulitan mendapatkan sosialisasi dan pencerahan tentang perkembangan pengetahuan terbaru. Sebagai gambaran, setelah lebih dari 10 tahun diterbitkannya peraturan beton tahun 1991, saat ini pun masih ada saja perencana yang mengacu PBI 71 dalam desainnya.

Buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 yang ditulis Wiryanto Dewobroto merupakan rangkuman dari sepenggal pengetahuan terkini tentang menganalisis dan mendesain struktur bangunan. Dengan bahasa yang mudah dipahami dan dikemas secara instant diharapkan dapat membuka kesempatan perencana struktur di daerah untuk meningkatkan skill-nya serta mengejar ketertinggalan pengetahuan melalui kasus-kasus kecil yang diulas secara membumi. Dalam menulis buku ini, rupanya penulis mengerti benar bahwa untuk memahami SAP2000 tidak semudah membaca komik dan perlu latar belakang pendidikan yang cukup. Diulasnya secara hati-hati bagaimana prinsip mendesain struktur secara benar merupakan keunikan dari buku ini. Pada dasarnya software SAP2000 hanyalah sebuah kalkulator yang mempercepat waktu untuk mendesain struktur, sehingga prinsip mendesain menjadi bagian terpenting dari buku ini. Ini dapat dilihat dari bab 1 dan 2 yang membahas teori dasarnya, kemudian bab 3 yang membahas cara menggunakan SAP2000 dan yang terakhir bab 4-6 membahas berbagai kasus desain dengan mengacu peraturan desain Indonesia.

Pengembangan buku ini tentu saja sangat diharapkan, terutama kasus desain bangunan secara keseluruhan dengan kombinasi beban statik dan dinamis jika menggunakan SAP2000. Mengingat masih banyak praktisi di daerah yang belum yakin benar apakah gedung atau jembatan yang mereka modelkan, asumsikan dan desain sudah layak bangun. Sebagai contoh apakah balok sloof atau tie beam pada sebuah gedung itu berfungsi sebagai apa, dan bagaimana permodelannya pada SAP2000. Meskipun materinya masih hanya terbatas pada elemen frame dan truss, nantinya buku ini diyakini masih dapat dikembangkan menjadi buku pegangan SAP2000 yang komprehensif dengan segmentasi pasar yang lebih luas lagi. Penghargaan penulis akan hak cipta software pada halaman 55 patut diacungi jempol. Walaupun dipersewaan CD bajakan SAP2000 telah mencapai versi 8.08, penulis tetap saja menggunakan versi 7.40 student version dengan jumlah node yang terbatas.

Tanggapan Pembaca

Berupa surat maupun email yang umumnya diberikan segera setelah selesai membaca buku

Saya sangat menghargai sekali atas jerih payah Pak Wiryanto dalam menulis buku tentang Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000. Sangat jarang pengajar mau menulis buku. Untuk itu saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku tersebut diatas. Terus terang saja, hampir semua mahasiswa memakai SAP2000, tetapi sangat sedikit yang mengerti dengan benar cara menggunakannya. Harapan kami, dengan terbitnya buku ini, mahasiswa akan bertambah pemahamannya dalam memanfaatkan software SAP2000.
Prof. Ir. Priyo Suprobo, MS., Ph.D
FTSP-ITS, Sukolilo, Surabaya

Saya mengucapkan selamat dan sukses atas peluncuran buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000, dan memang seperti perkiraan sebelumnya… tulisan Bapak pasti bermutu. Suatu tradisi yang membutuhkan tekad yang kuat untuk menulis dan menulis diantara beribu kesibukkan. Semoga penerbit internasional seperti  McGrawHill , Wiley atau Prentice Hall memberi kesempatan kepada penulis Indonesia yang bermutu seperti Bapak. Amin.
Hanggoro Tri Cahyo
Engineer di PT. POLA DWIPA Semarang

Sebelumnya saya ucapkan selamat atas 2 buku karangan Anda, khususnya untuk buku Aplikasi Rekayasa Kontruksi dengan SAP2000. Semoga buku tersebut bisa ikut memajukan dunia teknik sipil di Indonesia, karena sampai saat ini masih banyak insinyur kita yang merasa sudah ‘bisa’ melakukan perhitungan yang ‘hanya’ dikarenakan hasil analisis dari program tidak memberikan pesan ‘error’, padahal seringkali konsep dan pemahaman design struktur nya masih sangat kurang, sehingga bisa membahayakan dalam pelaksanaan kerja bilamana hasil ‘design’nya digunakan.
Johnny Setiawan
Alumni Universitas Kristen Maranatha – Bandung

Saya menyambut baik dengan pujian atas buku Bapak:  Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000. Tahun 2002 buku sejenis karangan Bpk. Haryanto Y. (Atmajaya – Yogyakarta) cukup menjelaskan dasar-dasar pemakaian SAP2000 untuk elemen frame, namun belum menjelaskan konvergensi dan verifikasi analisis/design. Buku yang Bapak tulis jauh lebih baik dari buku-buku SAP2000 yang sudah ada karena memberikan banyak peringatan kepada para perencana untuk tidak mempercayai penuh hasil dan mengkaji ulang data masukan beserta asumsi-asumsi dari engineering judgment.
Suyono Nt.
Jl. Abdulrahman Saleh, No.33 , Semarang, INDONESIA (50145)

Saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000, buku tersebut sangat membantu saya dalam memahami program tersebut.
Satya Pambudi

Nama saya Agus, junior engineer di BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). Sangat menarik dan mencerahkan apa yang disampaikan Bapak dalam buku Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000.
grahasabha@yahoo.com

Saya mahasiswa S2 UGM, diucapkan terima kasih atas terbitnya buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 yang sangat membantu bagi saya dalam mendesain suatu konstruksi. Setahu saya belum ada buku yang seperti ini dalam menjelaskan tentang cara penggunaan SAP2000 sampai filosofi desainnya.
Hana Adi Warsito

Saya membeli buku SAP2000  karangan Bapak, terima kasih  banyak  bahwa  saat ini Bapak  telah mengarang buku mengenai aplikasi komputer pada perhitungan konstruksi sehingga akan banyak membantu perkembangan  konstruksi di Indonesia.
Tonny Sugiarto
Jl. Morotai 84, Cinere 16514

Saya baru membeli dan membaca buku Bapak Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 dan isi bukunya sangat bagus untuk aplikasi structural engineering dan design terutama juga untuk penggunaan peraturan Indonesia yang baru.
Albertus Simbolon
Medan

Saya mahasiswa tingkat terakhir Jurusan Teknik Sipil, Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat. Saya sudah membeli sudah memiliki buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 , dan saya sangat tertarik dengan buku itu karena disitu saya bisa tahu lebih dalam lagi tentang SAP2000 dan hubungannya dengan mata kuliah Struktur Beton.
Handa Yanda.
Jln. Halmahera No.10 Blok P, Ulak Karang Padang-Sumatera Barat

About these ads

139 thoughts on “Karya Ilmiah Utama ke-2 (Okt. 2004)

  1. Koreksi anda betul sekali, hasilnya tentu saja berubah. Akan saya masukkan pada penerbitan berikutnya. Sedangkan illustrasi yang menyertainya sudah betul.

  2. Yth. Bapak Wiryanto Dewobroto

    Mohon perkenan saya mengenalkan diri,
    Nama : Darupratomo
    Profesi : Dosen Teknik Sipil Unwidha Klaten

    dalam memberikan aplikasi pengajaran Struktur Baja dengan menggunakan SAP2000, saya menggunakan Buku Karya Bapak. Kendala yang saya hadapi bahwa Define Material untuk Profil Z saya kesulitan untuk memberikan/input dimensinya, karena di defaultnya tidak tersedia. Apabila Bapak berkenan dan sudi memberikan pecerahan pada kami, mohon kiranya bantuan Bapak.

    Atas perhatian dan perkenan Bapak kami mengucapkan banyak terima kasih.

  3. Dengan hormat,
    Bersama surat ini kami mohon untuk dapat membeli buku Aplikasi Rekayasa konstruksi dengan SAP 2000 yang bapak karang . karena saya sudah mencarinya selama 6 bulan tapi tidak menemukannya. Besar harapan saya dapat memiliki buku tersebut bila memang masih ada . Atas perhatian bapak kami ucapkan terima kasih.

  4. Saya telah membeli buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000, menurut pendapat saya buku tersebut sangat baik dan mengupas sampai konsep dasar/filosofi perhitungan kontruksi.

    Saya koreksi :
    Di hal 330 (Bab 4.4.2), saya temui ada sedikit kesalahan :
    Qlantai =(100+500)*3.5=2100kg/m2
    Seharusnya :
    Qlantai =(100+500)*1.75=1050kg/m2

    Qlantai =(100+500)*3.5*2=4200kg/m2
    Seharusnya :
    Qlantai =(100+500)*1.75*2=2100kg/m2

    Saya bertanya :
    Bab 4.2.5 Balok Non-Prismatik Parabolik
    Anda menyebutkan Program tersebut tidak jelas apakah hitungan otomatisnya cekung atau cembung, tetapi saya amati melalui layer, dengan cara klik toolbar, kemudian klik pada check box Show Extrusions. Klik OK, (gambar 3 dimensi profil) tampaknya parabolic pada sisi atas dan bawah tetapi tidak jelas cembung atau cekung. (profil tsb sebenarnya tidak lazim)
    Sedangkan Anda berasumsi sisi atas datar sisi bawah parabolic. Apakah asumsi ini sama? Sebaiknya ditanyakan kepada sipembuat Software.

    Saya saran :
    Tolong Pak disusun juga buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan STAADPro dan ETABS.

    Mohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan dihati Bapak.

  5. Saya Alex telah membeli buku Bapak yaitu “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0″, saya terlambat mengetahui bahwa bapak juga telah membuat buku yang lain yaitu “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000″ yang saya inginkan, tetapi sudah tidak ada lagi di penerbit maupun ditoko buku. Saya mohon bantuannya agar saya dapat memiliki buku tersebut, kiranya bapak dapat membantu saya.

  6. Nama; Dinho Moniz, alumni teknik sipil its. consultant di Timor Leste.
    Saya sangat salut pada kemampuan pak Wiryanto. Boleh kah saya bertanya???. karena di negara saya belum ada buku SAP2000 tulisan pak Wir maupun yang lainya.
    1. saya ingin mendapatkan buku SAP2000 karya pak Wir..
    2. bagaimana hubungannya combinasi beban pada tools..define-combination dengan..assign -joint load ; frame/tendon/cable loads.
    3. saya minta example portal open frame
    4. bagaimana saya bisa edit pada pembebanan/loads maupun lainnya setelah saya running.
    5. tolong jelaskan tools design. dan bagaimana saya mengetahui bahwa desain saya benar.
    6. data SAP2000 v.10 kurang komplit: import material, zoning gempa dll. cara apa agar bisa import dengan benar.
    Thanks atas jawabannya. Semoga tetap berkarya untuk dunia….

  7. Salam dari anak-anak UGM pak…

    Tanggapan buku SAP2000-nya pak Wiryanto di UGM bagus sekali, teman-teman yang konsen dengan SAP2000 saya lihat sudah memilikinya. Malahan di Perpustakaan juga menyediakan. Karena memang saya akui, buku pak Wiryanto membantu kami terutama untuk tingkat advance, tidak cuma tutorial saja tetapi dengan verifikasinya juga. Sekali lagi terima kasih ..

    Senang sekali saya bisa berkenalan dengan pak Wiryanto,saya berharap suatu saat bisa bertatap muka. Tidak cuma itu saja saya ingin belajar banyak software-software teknik sipil dari bapak. Karena saya bermimpi bisa ikut merencanakan high rise building sekelas The Peak atau bahkan Millenium Tower..

    Segini dulu ya pak, bolehkan kalo saya kesulitan bertanya ke bapak ? Semoga tambah sukses untuk buku-buku selanjutnya..

  8. Saya membeli buku “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000″. Pembahasan buku ini begitu lugas dan jelas, amat mudah dipahami sehingga begitu membantu dalam pemecahan soal-soal konstruksi. Materi buku ini amat membantu sebagai sarana belajar di bidang Mekanika Teknik (Teknik Sipil).

    Melalui tulisan ini, saya ingin mengajukan pertanyaan yang sampai saat ini belum bisa saya temukan solusinya. Apabila suatu struktur (portal maupun balok menerus dengan beberapa buah bentang) memiliki nilai kekakuan yang berbeda untuk masing-masing membernya sedangkan berat sendiri diabaikan (self weight multiplier=0) bagaimanakah perintah dalam SAP2000 untuk menyelesaikannya. Untuk kasus di atas apabila dihitung dengan cara klasik dengan amat mudah dipergunakan cara Persamaan 3 Momen.

    Kemudian saya juga mengusulkan agar Bapak bisa menulis buku serupa untuk ETABS maupun Staad.Pro. Kedua aplikasi ini juga banyak yang mempergunakan, sedangkan literatur yang bermutu amat minim atau bahkan tidak ada sama sekali.

    Hal lain yang ingin saya tanyakan adalah, apakah Bapak mengetahui aplikasi rekayasa konstruksi sejenis SAP2000 yang berjalan di atas sistem operasi GNU/Linux?

  9. Terima kasih banyak Pak.

    Saya menunggu karya Bapak yang lainnya. Buku Bapak termasuk lengkap dibandingkan yang lain, disamping mudah dipahami.

  10. Soal anda sih itu sangat mudah. Saya selalu menggunakan program SAP2000 untuk mendapatkan perbandingan dengan metode Persamaan Tiga Momen, Cross dan lain-lain, khususnya pada waktu mengajar mata kuliah Mekanika Rekayasa V di UPH. Hasilnya selalu sama persis, asalkan parameter yang dijelaskan pada bab2 dipakai dengan benar sesuai dengan asumsi pada setiap metode yang ada.

    Ingat metode manual, asumsi yang digunakan sangat terbatas (sederhana) dibandingkan dengan SAP2000 yang canggih. Untuk itu pelajari bab 2 dengan lebih dalam mengenai parameter-parameter apa yang dipakai.

    Misal : jika hanya EI maka yang dipakai adalah E = 1 dan I3-3 = 1, kemudian nilai A= dibikin besar tak terhingga (aksial deformasi diabaikan), sedang Ageser = 0 agar deformasi geser diabaikan.

    Gitu, coba lihat manipulasi pada contoh 4.3.7

  11. PERMASALAHAN SAP2000

    Nama saya KADAR RIYANTA, saya seorang arsitek tetapi bidang pekerjaan saya sekarang ini lebih mengarah ke bidang sipil. Sebagai seorang civil engineer saya harus banyak belajar mengenai perhitungan struktur terutama SAP2000, untuk itu saya mohon dibantu mengatasi permasalahan saya.

    Setiap saya me-run suatu struktur baja terkadang muncul pesan :
    “ stress check message – l/r > 300 “
    “ stress check message – Kl/r > 200 “
    Untuk kedua pesan tersebut rasionya masih di bawah 1.

    Untuk pesan pertama saya pernah baca buku karangan Leonard Spiegel, P.E. dan George F. Limbrunner, P.E. diterjemahkan Ir. Bambang Suryoatmono, M.Sc bahwa batas atas l/r = 300 untuk batang yang dibebani tarik adalah suatu “anjuran” bukan “keharusan” karena pengaruhnya apabila l/r = 300 adalah tahanan batang terhadap getaran. Jadi kalau l/r > 300 apakah diperlukan perhitungan tersendiri ataukah diperlukan engineering judgement untuk pengambilan keputusan mengingat rasionya masih di bawah 1? (Pertanyaan Pertama).

    Untuk Pesan yang kedua karena merupakan batang tekan bagaimana solusinya mengingat angka kelangsingan untuk batang tekan dibatasi Kl/r

    CATATAN :

    Saya pernah mengikuti Seminar Ilmu Rekayasa Klasik sebagai Sarana Menguasai Program Aplikasi Rekayasa, pada Pemeran Buku Konstruksi Indonesia 2006 di Dep. PU.

    Bagaimana saya mendapatkan buku “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000″, soalnya sekarang sudah jarang ditemukan di toko buku.

  12. sdr Kadar yang arsitek dan sekaligus ingin menjadi civil engineer.

    Saya melihat respon anda terhadap keluaran dari komputer sudah cukup baik, yaitu dengan mempelajari setiap pesan yang ditampilkan dan memahaminya dengan cara mencari jawabannya dari literatur yang ada. Good, calon engineer yang baik.

    Untuk menjawab persoalan anda yang berlatar belakang arsitek mungkin perlu saya beri sedikit latar belakang tentang perencanaan struktur di bidang teknik sipil, khususnya perencanaan struktur beton, baja atau kayu.

    Prinsip pokok untuk struktur adalah aman dan nyaman. Untuk itu setiap perencanaan struktur harus memenuhi unsur kekuatan (berkaitan dengan forces / stress) dan kekakuan (berkaitan dengan deformasi / strain), serta tentu saja telah memenuhi unsur stabilitas.

    Selanjutnya juga diketahui bahwa analisa struktur yang dipergunakan sebagai dasar perencanaan hanya terbatas pada kondisi tertentu dari besarnya beban dan deformasi yang terjadi. Dimana kondisi tersebut harus memenuhi hukum Hooke yang disebut daerah elastis-linier. Elastis yaitu deformasi sebanding dengan beban, jika beban dihilangkan maka deformasi juga otomatis hilang. Linier adalah jika besarnya beban berbanding lurus dengan deformasi.

    Perlu diingat kondisi tersebut hanya terjadi jika :

    gaya-gaya internal yang terjadi pada elemen batang akibat beban luar akan menyebabkan tegangan yang besarnya tidak boleh lebih dari tegangan ijin dari elemen tersebut.

    besarnya deformasi yang terjadi relatif kecil sedemikian sehingga geometri struktur antara sebelum dan sesudah dibebani dapat dianggap tidak mengalami perubahan.

    Bagaimana jika kondisi tersebut diabaikan, jika diabaikan maka hasil analisa struktur menjadi tidak valid lagi. Agar valid maka diperlukan analisa struktur non-linier. Secara umum SAP2000 hanya dapat menganalisa stuktur elastik-linier, memang pada kasus tertentu dapat menganalisa struktur non-linier. Tetapi untuk mendapat hasil yang benar diperlukan effort yang lebih banyak.

    Lalu apa kaitannya dengan pertanyaan anda, adalah :

    rasio di bawah 1 hanya menyatakan bahwa tegangan yang terjadi lebih kecil dibanding tegangan ijinnya (untuk perencanaan ASD) atau Pu lebih kecil dibanding phi Pn untuk LRFD. Dikaitkan dengan penjelasan saya di atas, maka ini baru mengechek kekuatannya penampang.

    l/r > 300 itu merujuk pada stabilitas struktur. Lalu bagaimana dengan pernyataan “anjuran” dan bukan “keharusan”. Saya kira ke dua kalimat tersebut bisa menyesatkan bila tidak dipahami philosophinya. Intinya, nilai tersebut merupakan patokan empiris untuk menunjukkan bahwa batang tersebut cukup langsing untuk batang tarik (batang tekan jelas nggak bisa). Cukup langsing merupakan hal yang relatif, dan itu juga ditentukan oleh: bentuk penampang, dan juga cara penampang tersebut digunakan. Sebagai contoh, jika digunakan penampang batang bulat yang dipasang sebagai bracing dengan ditambah turn-buckle untuk mengencangkannya maka nilai tersebut tidak perlu diikuti (bukan keharusan). Bayangkan saja jika batang tariknya adalah kabel, khan berabe jika ngikuti aturan tersebut. Sedangkan di luar penampang bulat pejal (rod) tersebut, misal penampang L atau H maka harus hati-hati, bila lebih dari itu (L/r >> 300) maka dikuatirkan karena kelangsingannya batang tersebut bengkok pada waktu erection-nya. JIka mengalami bengkok maka jelas menjadi masalah.

    L/r >> 200, kalau ini persyaratan batang tekan. Ditakutkan jika lebih dari itu maka batang terlalu langsing dan beresiko terjadi tekuk –> fail. Diperlukan pemasangan bracing pada arah tekuk yang besar, sehingga panjang tekuknya berkurang.

    Kecuali di atas, perlu diingat bahwa memakai elemen batang yang langsing dapat beresiko deformasi yang besar ketika dibebani, sedemikian sehingga bisa saja hasil analisa strukturnya menjadi tidak valid lagi.

    Dalam perencanaan baja perlu juga diperhatikan pemodelan dan analisis sangat berkaitan, seperti yang pernah saya berikan dalam contoh di seminar tgl 2 des yang lalu.

    Itu kira-kira sedikit tanggapan dari saya.

    Semoga membantu.

  13. Saya pernah membaca buku SAP 2000 karya Bapak. Buku Bapak sangat bagus dan lengkap. Saya ingin membelinya tapi bukunya sudah habis. Dimanakah saya bisa memperoleh buku SAP 2000 karya Bapak??

  14. Bapak Wiryanto yang terhormat.

    Saya seorang mahasiswa yang masih belajar mengenai ilmu teknik sipil, khususnya bidang struktur gedung. Nama saya Nawafil. Saya kuliah di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Fak. Teknik Sipil. Sebagaimana yang Bapak ketahui, daerah kami masih berada dalam masa pembangunan kembali setelah beberapa waktu lalu ditimpa musibah tsunami yang sangat dahsyat.

    Gedung-gedung yang rusak tidak terhitung jumlahnya, dan saya diberi kesempatan bergabung ke dalam tim yang tugasnya merencanakan/membangun ulang beberapa gedung tersebut (hitung2 menambah ilmu dan pengalaman dalam mengerjakan tugas akhir saya). Tim ini berfokus pada perencanaan stuktural gedung tahan gempa.

    Sekarang kami sedang terbentur masalah. Saya berbeda pendapat dengan rekan saya tentang “massa gempa” (kami menganalisisnya dengan memakai metode dinamik, memakai program SAP2000).

    Menurut saya, massa suatu bangunan itu terdiri dari: massa dinding (pasangan bata atau sejenisnya), massa balok, massa kolom, dan massa plat lantai. Tetapi, rekan saya menolak untuk memasukkan unsur massa dinding sebagai salah satu massa bangunan. Alasannya, pada saat terjadinya gempa, elemen dinding akan runtuh (karena dinding tersebut tidak dicor monolit ke struktur balok atau kolom) sehingga tidak akan turut menahan gaya gempa yang terjadi – sebagaimana balok dan kolom menahan gaya gempa.

    Saya setuju dengan pendapatnya mengenai “dinding tidak menahan gaya gempa”, tetapi bukankah dinding membebani struktur pemikul gempa (balok & kolom) secara keseluruhan?

    Nah, adu argumen sudah berlangsung cukup lama dan sengit sehingga kami sepakat untuk menemukan jawabannya lewat pendapat orang-orang yang lebih ahli

    Baru-baru ini saya membaca buku yang Bapak karang, yaitu buku yang membahas penggunaan program SAP2000 dalam rekayasa teknik sipil. Buku yang bagus sekali !!! Itulah kesan saya setelah membacanya. Pujian saya ini didasari pada kenyataan bahwa isi buku itu secara garis besar membahas metode / teori struktur teknik sipil yang mendasari program SAP2000. Buku semacam ini sungguh sangat kami perlukan.

    Oleh karena kesan itulah, maka saya memberanikan diri untuk menanyakan persoalan “massa gempa” tersebut. Saya sangat mengharapkan jawaban dari Bapak. Sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf bilamana ada kata-kata yang kurang berkenan di hati, dan saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

    Salam sejahtera
    Nawafil

  15. Bapak Wiryanto yang saya hormati,

    Setelah membaca penjelasan Bapak, saya menjadi lebih mengerti dan paham mengenai massa gempa dinding dan juga perilaku struktur bangunan. Saya sangat berterima kasih karena Bapak mau menanggapi permasalahan saya.

    Mengenai pendetailan dinding sebagaimana yang Bapak telah singgung tadi, maka kami sekarang sedang mencoba memakai tulangan yang ditanamkan/dijangkarkan ke dinding (sistem penjangkaran dinding ke kolom utama dan kolom praktis).

    Kami juga memakai kolom praktis secara proporsional, sesuai dengan luasan dinding yang ada. bilamana luas dinding melebihi 6 m2 maka harus letakkan kolom praktis.

    Sebenarnya hal-hal tsb sudah ada (dan memang sudah lama ada) di dalam peraturan2 gedung, tapi seperti yang Bapak katakan bahwa hal ini sering diabaikan. terlebih lagi di Aceh. sangat disesalkan memang, terlebih lagi daerah Aceh merupakan wilayah rawan gempa.

    Tapi, sekurang-kurangnya, kami sudah memulainya. mudah-mudahan langkah kami ini diikuti banyak orang. Demikian harapan kami.

    Akhir kata, saya sangat berterima kasih atas jawaban yang sudah Bapak berikan (mungkin, saya akan lebih banyak mengganggu Bapak dengan pertanyaan-pertanyaan yang lain, he he….. ).

    Terima kasih banyak Pak !!!

    Salam sejahtera, dari Banda Aceh

    Nawafil

  16. Sdr Nawafil,

    Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas perhatian anda terhadap buku saya yang ke-2, apakah buku saya yang ke-3 tentang Struktur beton dengan Visual Basic 6.0 juga sudah nyampai di Banda Aceh?

    Berkaitan dengan pertanyaan anda tentang massa bangunan, analisis dinamik maupun analisa terhadap gempa. Terus terang saya belum bisa dikatakan pakar tentang gempa. Meskipun demikian ada beberapa tulisan saya yang dipublikasi secara nasional berkaitan dengan hal tersebut (ada di blog ini atau di web site saya yang lama di http://sipil-uph.tripod.com ). Anda dapat men-down-load-nya.

    Tentang kaitannya untuk memasukkan dinding dsb, mungkin perlu saya jelaskan sbb:

    Beban lateral rencana yang umum digunakan untuk perencanaan bangunan gedung tinggi adalah beban angin dan beban gempa. Untuk daerah anda mungkin bisa saja dimasukkan beban lateral air akibat tsunami.

    Karakteristik dasar dari beban angin dan gempa berbeda, tekanan angin adalah menekan (menghisap) bangunan tersebut. Jadi gayanya aktif sedangkan bangunan dan pondasi diam. Pada pembebanan angin maka bangunan yang berat dan masif akan memberi ketahanan yang baik.

    Sedangkan gempa adalah akibat gerakan tanah. Kalau bangunan anda bisa mengapung, istilah lain untuk struktur dengan base-isolation maka bangunan anda akan selamat dari gempa. Tetapi jika tidak maka bangunan akan mengalami gaya yang timbul akibat m (massa) dan a (percepatan). Ingat rumus newton f = m.a.

    jadi besarnya gaya dalam yang timbul pada bangunan adalah berbanding lurus dengan massa (properti bangunan) dan percepatan tanah (gempa). Secara bijak dapat dikatakan bahwa bangunan yang ringan akan menerima gaya yang lebih kecil dibanding bangunan yang berat.

    Ingat m dan a tersebut di atas, tidak ada hubungannya dengan kekuatan atau kekakuan bangunan. Bangunan konstruksi masonry (batu bata) mempunyai m yang besar tetapi kekuatan yang lebih kecil dibanding struktur baja yang mungkin mempunyai massa yang lebih kecil tetapi lebih kuat.

    Dalam sisi lain, semakin kaku bangunan maka gaya yang dipikul juga semakin besar. Penempatan dinding pada portal mempunyai pengaruh yang besar sekali (lihat makalah saya di Jurnal ITB – dapat di down load di blog atau web site saya ini ). Oleh karena itu kalau anda baca dengan baik peraturan gempa kita maka penempatan dinding perlu pendetailan khusus. Tapi rasanya jarang yang memperhatikan. Kejadian gempa di Turki menunjukkan banyak bangunan ruko dibawah kosong dan di atas penuh pakai batu bata pada saat kejadian gempa dapat mengalami keruntuhan fatal.

    Berkaitan dengan pemasukan berat dinding. Pertama anda harus buka peraturan gempa kita, sebelum anda mulai dgn analisis dinamik maka anda harus baca dulu analis gempa statik ekivalen. Pengalaman membuktikan bahwa mode 1 atau 2 dari analisis dinamik adalah identik dengan statik ekivalen. Hanya struktur-struktur yang khusus yang mengharuskan analisis dinamik. Dan ingat bahwa meskipun anda memakai analisis dinamik maka base shear minimal harus sama dengan 80% atau 90% (coba check lagi peraturan) dengan hitungan statik ekivalen.

    Dalam hitungan statik ekivalen, besarnya gaya lateral gempa sebanding dengan berat bangunan Wt . Dan Wt ini juga umumnya di check dengan beban yang diterima pondasi. Adapun reduksi yang diperbolehkan hanya pada beban hidup. Sedangkan beban mati, rasanya tidak ada klasul reduksi. Jadi kalau mau di abaikan maka kasusnya akan menjadi seperti reduksi beban. Ya jelas kalau Wt kecil maka beban gempa juga kecil, itu mungkin yang di inginkan. Ingat sekali lagi yang anda hitung dng komputer itu hanyalah model struktur, apakah model yang anda buat memberikan perilaku yang sama dengan bangunan yang sebenarnya itulah masalahnya. Hal tersebut belum bisa di ambil alih oleh komputer, itulah gunanya kita mengambil bidang teknik sipil dan selalu belajar, belajar lagi dan lagi (kapan selesai ? ). Buku saya secara tegas menyatakan hal tersebut. Itu (membuat model yang mewakili kenyataan di lapangan) adalah yang paling susah. Perlu pengalaman atau jam terbang tinggi, atau selalu mencari feed-back antara analisis model dan performance-nya di lapangan.

    Perencanaan bangunan yang berasumsi bahwa dindingnya akan retak boleh-boleh saja, sedangkan kalau hancur dan semuanya sampai jatuh kebawah sehingga tidak menjadi beban yang harus dipikul oleh bangunan tersebut rasanya sulit diterima. Saya tidak bisa membayangkan ada gempa lalu dinding luar pada jatuh kebawah sedangkan struktur nya tetap kokoh. Itu sangat berbahaya sekali, bagaimana dengan orang-orang di bawahnya atau yang mau keluar.

    Dinding yang pada retak saja di Jakarta sudah pada panik, apalagi runtuh. Perencana nya harus bertanggung jawab lho. O ya , kami akan menyelenggarakan seminar ttg “kegagalan bangunan, solusi dan pencegahannya”. di UPH. Jadi sekarang yang perencanaannya ngawur bisa kena sangsi. Ingat satu bata jatuh dari ketinggian 12 m kena kepala orang dibawah, bisa mati lho.

    Jadi kembali lagi ke masalah dinamis, faktor yang anda harus perhitungkan adalah [m] massa dan [k] kekakuan bangunan. Dinding yang rusak (retak) maka tidak menyumbang [k] tetapi [m] tetap. Trik untuk menghindari detail yang sulit adalah menganggap dindingnya relatif lemah sehingga pada waktu gempa dia mengalami retak sehingga tidak mengganggu kekakuan struktur utama (portal maupun dinding geser).

    Saya tidak tahu apakah ini menjawab masalah anda atau bukan. Meskipun demikian semoga menjadi bahan masukan untuk diskusi anda lebih lanjut.

    Salam dari kami di Universitas Pelita Harapan

  17. Pak Wiryanto,
    Salam kenal sebelumnya. Saya berkeinginan sekali untuk bisa mendapatkan buku karangan bapak dengan judul “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000″. Namun informasi yang saya dapatkan dari Elex Media Komputindo, stok yg mereka punya sudah tidak ada. Dan mereka pun tidak tahu kapan akan ada penerbitan lagi.

    Kira-kira bapak bisa bantu mengenai hal ini? Apakah saya bisa mendapatkan langsung dari bapak, atau bapak mungkin punya informasi lain di mana saya bisa mendapatkan buku tersebut ? Saat ini saya berdomisi di daerah Depok. Saya sudah check di Gramedia Depok jl Margonda Raya, tapi tetap saja saya tidak menemukannya. Besar harapan saya seandainya bapak bisa membantu mendapatkan buku tersebut.

    Terima kasih

  18. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas buku tentang SAP2000 yang Bapak susun. Saya merasa terbantu sekali. Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, apakah SAP2000 dapat digunakan untuk menghitung dan mendisain pondasi (telapak, strauss, dll). Terima kasi atas perhatiannya. ( Hardi natta)

  19. Sebelumya saya ucapkan terima kasih atas penjelasan singkatnya. Saya berasal dari Balikpapan, tapi saat ini masih tinggal di Malang ( alumni Universitas Brawijaya ).

    Saya pernah menggunakan SAP 2000 untuk menghitung pondasi telapak, dengan cara memodelkan pondasi sebagai plat, yang kemudian saya mesh ( plat pondasi berukuran 80×80 dengan kolom 20×20, saya mesh dengan jarak 10 (arah x dan y), sehingga nantinya tumpuan pondasi terdapat pada titik tertentu (titik hasil dari mesh pada tepi plat dengan jarak tiap titik 10). Untuk bebannya saya mendistribusikan ke titik-titik yang berada di tengah pada area kolom (kolom ukuran 20×20 setelah dimesh menjadi 4 bujur sangkar dengan ukuran sisi bujur sangkar 10) .

    Apakah cara yang saya lakukan sudah mewakili kondisi nyata/ aktual di lapangan. Mohon Bapak dapat memberi masukan.

    Saya ada sedikit masukan bagaimana kalau diterbitkan buku cara menghitung dan desain pondasi dengan SAP 2000, meskipun pada dasarnya tentu sudah ada software untuk menghitung pondasi, tapi apabila kita dapat mendayagunakan software yang sudah ada tentunya akan lebih hemat ( utamanya dalam segi biaya ), soalnya harga software-kan tidak murah.

    Terima kasih atas perhatiannya.

  20. Berkaitan dengan buku yang bapak karang ttg sap2000, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:

    Bagaimana membuka CD yang dilampirkan didalam buku tersebut. Menggunakan PDF atau apa. Sudah saya coba tapi tidak berhasil.
    Bagaimana me assign frame section/profie yang saya inginkan arahnya. Contoh, double U profile back to back sebagai column. Saya menginginkan web kearah sejajar sb-x dan flens sejajar sb-y. Tapi yang terjadi sebaliknya. Apakah bisa di rotate arahnya dan bagaimana ?

    Terima kasih atas tanggapan yang diberikan

  21. Yth. Bapak Wiryanto Dewobroto

    Saya mengucapkan terimakasih atas jawaban Bapak pada pertanyaan2 yang sangat saya butuhkan. Mungkin suatu saat, saya akan bertanya hal-hal yang belum saya mengerti.

    Dilihat dari pengalaman Bapak dalam konstruksi, bapak adalah expert dalam bidang ini. Saya akan selalu keep contact dengan Bapak.

    Maaf saya tidak bekerja di industri baja, tapi dibidang telecommunication shelter. Jika ada yang bisa saya bantu untuk Bapak, suatu kehormatan bagi saya.

    Sebelumnya saya bekerja dibidang composite fiber (carbon, glass, aramid) material and structure di industri pesawat terbang. Dimana sifat material ini adalah anisotropic.

    Sekali lagi saya ucapkan terimakasih.

    Hormat saya,
    Nugraha

  22. Yth. Bpk. Wiryanto,
    Maaf sebelumnya, saya sangat ingin mendalami SAP2000.
    Saya memiliki buku-buku yang Bapak tulis, terutama “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000″.
    Kalau berkenan saya ingin menanyakan desain tower / monopole / guyed mast dengan menggunakan sap2000.
    Terima Kasih Sebelumnya.

    Br.
    Hengki Silalahi

  23. Kepada Bpk Ir.Wiryanto Dewobroto

    Salam hormat pak, saya Adi PHW, saya mau konsultasi sedikit tentang buku Bapak “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000″, di halaman 54 tertulis bahwa bisa mendownload gratis SAP2000 stundent versi 7.40 di http://www.engr.csufresno.edu/~aelzeiny/instruct.html, tetapi saya coba mendownloadnya ternyata tidak bisa atau ‘can find server..’, saya coba cek lewat msn search juga tidak bisa ditemukan, dan saya juga mencoba lewat website di http://sipil-uph.tripod.com yang saya dapat dari buku bapak, saya klik icon sap2000 , tetapi tetap juga tidak bisa,…

    Apakah ada cara lain pak untuk bisa mendownload SAP2000 versi student tsb, .., terima kasih sebelumnya atas perhatian dan bantuan bapak.

  24. Halo pak Wiryanto.

    Salam Kenal.
    Nama saya tulus, mahasiswa semester 4 teknik sipil Universitas HKBP Nommensen Medan. Diperkuliahan kami ada mata kuliah Pemograman Struktur, dan saya sangat tertarik mengikuti mata kuliah tersebut. Namun satu hal yang menjadi kendala bagi saya saat ini yang menjadi penghambat dalam mendukung sistem belajar saya adalah, saya tidak memiliki Software Program tersebut, dan banyak di kota medan menjual software tersebut kesemuanya adalah copyan bajakan dan dosen kami sering menchek hasil kinerja kami tidak sesuai dengan hasil perhitungan manual ( lari dari hasil )

    Mohon maaf saya yang sebesar – besarnya saya sampaikan kepada bapak jika saya terlalu lantang untuk mengatakan hal ini kepada bapak. Apakah saya boleh memperoleh copy-an Software Program SAP 2000 V.7.40 dari bapak? kalaupun bisa berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk copyan software tersebut, saya juga sudah sering mencoba Down Load dari web-page Dr A Zeiny yang bapak cantumkan di buku bapak berjudul Aplikasi Rekayasa Konstruksi Dengan SAP 2000 namun selalu gagal.

    Mohon bantuan bapak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Atas perhatian dan bantuan bapak saya ucapkan banyak terima kasih

    Salam
    Tulus Parlindungan , di Medan

  25. Salam Sejahtera Pak Wiryanto,

    Saya telah membeli buku yang Bapak tulis tentang Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000, (sebelumnya juga saya sudah memiliki buku Visual Basic 6.0 ). Saya kira isinya sangat lengkap, berisi contoh-contoh sederhana dan disertai cara penyelesaian manualnya sehingga bisa kita bandingkan hasilnya.

    Mungkin salah satu kekurangnya adalah contoh yang disertakan sangat sederhana, kurang kompleks seperti : Contoh penyelesainya portal 3 dimensi untuk gedung 2 lantai atau 3 lantai dengan analisis dinamik. Tapi secara keseluruhan sudah bagus untuk pemula dan menengah.

    Saya sekarang sedang memulai karir saya sebagai struktur Engineer di salah satu konsultan perencana di Jakarta. Secara pribadi saya sangat salut kepada bapak dan mempunyai cita-cita menjadi penulis buku seperti Bapak. Kalau Bapak bersedia, Bolehkah Saya meminta manual atau silabus perancangan struktur tahan gempa, atau manual mengenai analisis dinamik?.

    Wiliyanto Wijaya,
    Jelambar, JAKBAR

  26. sdr Nugraha yg sdh membaca buku saya

    CD di dalamnya berisi file-file data dari program SAP2000 yang dibahas. Jadi memakainya harus punya SAP2000 versi 7.4 utk student , versi resmi untuk pembelajaran.

    Tentang assign frame section/profie dan arahnya : maka anda perlu memahaminya terlebih dahulu silahkan baca teori tentang orientasi elemen batang pada sumbu lokal di Bab 2.6 di hal. 33 – 40 , kemudian lihat contoh solusi penyelesaian di soal Kubah Gedung Bunda di hal 351 dan contoh tangga putar di hal 358.

    Anda di industri baja ya, saya sedang melakukan banyak penelitian ttg cold-formed, bisa saya mendapat info ttg hal tsb ?

    Salam
    wiryanto

  27. Sdr Wishnu

    Memakai sap2000 utk menghitung pondasi telapak dengan elemen Frame tergantung anda dalam memodelkan soil-spring nya. Parameter tersebut ditentukan oleh tanah dan yang ahli mengambil parameter tsb adalah orang geoteknik . Selanjutnya anda bisa analisis dengan tumpuan elastis. sehingga dapat diperoleh distribusi gaya-gaya pada pondasi yang anda analisis. Cara lain bisa saja pakai elemen solid, plane stress atau plane strain, yah tergantung bagaimana anda memodelkannya.
    gitu mas wisnu, dari mana nih ?

  28. Saya kurang jelas dengan penjelasan mas Wishnu, kalau tidak salah pondasi anda : telapak tunggal ya. Kalau pondasi telapak tunggal maka pertanyaannya mengapa harus pakai SAP2000, menurut perkiraan saya, bahkan pondasi telapak dengan kolom gabungan (memikul dua kolom) maka hitungan manual seperti yang ada dibukunya Mac Gregor akan lebih sederhana dan cukup konservatif. Kalau nggak salah, coba anda pakai program STAAD PRO, rasanya mereka telah menyediakannya module tersebut. Kalau saya cenderung akan memindahkan prosedur Mac Gregor tersebut untuk di programkan memakai Visual Basic. Mengenai caranya dipersilahkan untuk merujuk buku saya yang pertama dan ke tiga

    Selanjutnya FEM diperlukan jika anda ingin merencanakan pondasi rakit atau pondasi telapak dengan banyak kolom yaitu jadi struktur statis tak tentu. Kalau sudah demikian maka sebaiknya anda mempelajari software SAFE yang memang diperuntukan untuk itu. Silahkan anda lihat di website-nya CSI.

    Demikian penjelasan saya, semoga berguna.

  29. Yth. Sdr. Daru,

    Salam kenal kembali untuk anda.
    Terima kasih mau memakai buku saya sebagai acuan perkuliahan yang anda berikan.

    SAP2000 v 9.0.3 telah memungkinkan untuk memasukan section dengan tipe Cold Formed Z. Betul khan , rasanya tidak ada profil Z dari hot-rolled.

    Perlu ditekankan bahwa prosedur perencanaan profil Cold Formed berbeda sekali dengan profil Hot-rolled. Di Amerika untuk cold formed digunakan peraturan AISI sedang yang hot rolled pakai AISC. Peraturan baja kita belum mewadahinya. Negara yg cukup maju dengan profil cold-formed adalah Australia , Amerika (pertama kali penelitian tentang cold-formed untuk konstruksi).

    Design baja dengan SAP2000 ver 7 hanya mencakup profil hot-rolled (peraturan AISC). Jadi kalau yang anda maksud profil Z dari cold-formed , maka sap versi tersebut bisa. Sedangkan sap2000 v 9 ada kemungkinan bisa karena telah menyediakan section Z seperti di atas.

    Moga-moga info ini berguna.

  30. Yth. Bapak Wiryanto Dewobroto

    Terima kasih atas Pencerahan dari Bapak. Semoga informasi dari Bapak ini bermanfaat bagi kami, dan kebaikan Bapak dibalas oleh Tuhan YME.
    Amin.

  31. Selamat sore mas wiryanto,

    Mohon pencerahan, beberapa saat yang lalu saya dapat kesempatan site visit ke sebua jetty Pertamina di perbatasan Malaysia – P. Bunyu Kalimantan Timur. Jetty tersebut sudah berumum 20 tahun. Ada beberapa hal yang saya mohon pencerahan dari mas Wiryanto :

    1. Beton bagian bawah dari jetty (selimut beton) pada retak dan berjatuhan ke laut, sehingga tulangan beton mengalami korosi. Mohon pencerahannya mengapa beton tersebut bisa rontok ?

    2. Apakah bagian beton yang belum rontok tersebut masih memiliki fc yang sama ketika dibuat atau telah berkurang?

    Atas penjelasannya saya ucapkan terimakasih.

    Warm regards
    Badar

  32. Mas Wiryanto,

    Terima kasih ya atas penjelasannya, ok akan coba saya lihat buku mas Wir yang ke-3.

    By the way saat ini saya mengajar matakuliah Mekanika Bahan di Universitas Mulawarman, kalau mas Wiryanto punya referensi mengenai hal ini, boleh dong di share ke kami.

    Salam

    Badar

  33. Yth. Sdr. Badaruddin,

    Persoalan anda berkaitan dengan teknologi beton. Pengalaman saya lebih banyak ke struktur beton. Tapi coba akan saya jawab sedikit, semoga dapat menjadi pencerahan.

    Dari ACI SP-144 “Concrete Technology: past, present, and future” yang dihasilkan dari proceeding of V. Mohan Malhotral Symposium. Kasus anda menunjukkan durabilitas beton mengalami kegagalan, dan kalau dibiarkan ya tinggal menunggu kerusakan.

    Retak pada beton lama kelihatannya disebabkan oleh Alkali-Aggregate Reaction (AAR), dalam hal ini alkali disebabkan oleh pangaruh luar yaitu lingkungan air laut.

    AAR menyebabkan beton mengalami ekspansi sehingga mengalami retak. Retak menyebabkan tulangan korosi, korosi pada tulangan juga menyebabkan reaksi sehingga beton dapat mengelupas. Adanya ekspansi tersebut akan menambah regangan pada tulangan, artinya pada tulangan bertambah gaya yang harus dipikul.

    itu dulu ya.

    Oya, bagaimana , apakah anda sudah baca buku saya ke-3 tentang struktur beton. Kunjungi juga tulisan saya di blog ini atau web-site lama saya di http://sipil-uph.tripod.com

    salam

  34. Assalamu’alaikum.
    Sebelumnya salam kenal, nama saya Iwan, mahasiswa Mercu Buana, saya membeli buku yang Bapak karang, dan juga terdapat CD yang berisi file-file latihan, tapi kenapa file yang berisi program SAP2000 tidak bisa dibuka ?

    Apa karena versinya yang beda ? Program dikomputer saya versi 7.42 dan 8.08, apa memang tidak bisa dibuka ?

    Kalau program SAP2000nya tidak bisa dibuka, apa yang dapat saya pelajari dari file-file yang lain ? Soalnya semua file-file tidak bisa dibuka, hanya file-file yang dari internet yang bisa dibuka. Sebelumnya diucapkan terima kasih.

    Wassalamu’alaikum.

  35. Sudah saya coba, berhasil ! Terimakasih pak.

    Saya mau tanya lagi pa ! : Untuk desain stuktur baja 3 dimensi yang terdapat rangka kuda-kuda serta elevasi struktur yang tidak beraturan, antar ruang berbeda ketinggian. Bagaimana memasukan pembebanan dead load akibat penutup atap (seng), apakah menjadikan beban trapesium, merata atau beban terpusat, dan beban angin ? Bagaimana dengan gording ? Apakah menjadi beban mati atau bagian dari rangka struktur?

    Sebelumnya diucapkan terima kasih.
    Wassalamu’alaikum.

  36. Kalau untuk prarencana bagaimana pa?

    Khan harus memasukan berat profil kolom dan balok, sedangkan kita belum tahu harus menggunakan ukuran profilnya ?, kalau saya pernah lihat, beban ada yang diasumsikan, misalnya berat balok ditaksir sebesar 80kg, tapi saya tidak tahu asal dari harga taksiran tersebut.

    Saya sangat berterima kasih sekali, karena Bapak telah banyak membantu saya.

  37. assalamualaikum
    maaf pa saya mo tanya lagi nih!
    kalo mindahin gambar dari sap ke autocad gimana?
    saya udah coba, tapi ga bisa!
    klik Export, klik Autocad, tapi disana filenya berakhiran DXF, gimana tu pa?

  38. Hallo Iwan,

    Dalam pemodelan, prinsip yang harus dipegang : buatlah model sesederhana mungkin tetapi se “representatif” mungkin. Suatu kiat sederhana tetapi susah-susah gampang.

    Dengan program SAP (apalagi yang terbaru yg v 9.0.3) membuat model selengkap mungkin (mendekati aktual) sangatlah gampang, tetapi semakin banyak model maka outputnya semakin banyak dan semakin besar kemungkinan ada kesalahan. Untuk itu sebaiknya buatlah model yang terdiri dari struktur-struktur utama, jadi kaya gording anggap saja sebagai beban, bisa berupa beban terpusat, tetapi kalau itu repot dan jika gording cukup rapat maka dapat dianggap sebagai beban merata saja. Nggak usah pakai trap (pusing).

    O ya, beban atap bisa dimasukkan sebagai beban mati, atau dijadikan load case sendiri lalu nanti di kombinasikan. Toh baja kalau cara perencanan asd nggak pakai load faktor. Dengan terpisah maka lebih mudah mengechek, tapi itu tidak mengikat. Yang penting setiap data harus dapat dilacak dan sesuai dengan perkiraan manual.

    Hati-hati bikin struktur 3D dari baja, apakah metode pelaksanaannya juga telah disesuaikan. Contoh, bikin struktur gudang 3d — maka perilakunya juga tetap 2d, dll-nya. Kira-kira bikin struktur 3d dengan baja itu realisasinya lebih susah, dalam praktek kalau tidak disiapkan sebenarnya maka perilakunya bisa jadi 2d, jika demikian maka ada konsentrasi tegangan tertentu, ada frame yang mendapat stress lebih besar dibanding jika dianalisa sebelumnya pakai model 3d. Jika stress-nya terlalu besar maka bisa terjadi kegagalan struktur. Meskipun pemodelan dengan SAP2000 tidak ada masalah. Rasanya hal tersebut sudah saya singgung di buku saya.

    salam

  39. Ya betul,
    tetap butuh trial and error, toh komputer cepat khan, nggak masalah . Selain itu, berat sendiri struktur baja relatif ringan dibanding pembebanan yang diberikan.

  40. Yogyakarta, 10 Mei 2006
    Pak Wiryanto yang saya hormati,
    Saya mengucapkan terimakasih atas saran-saran yang telah Bapak berikan dan maafkan saya terlambat mengucapkan terimakasih kepada Bapak. Saya mengkonsultasikan terlebih dahulu SAP saya dengan Pak Andreas, mempelajari tulisan Bapak mengenai pushover bangunan baja baru kemudian mengirim email kepada Bapak. Pak Andreas menyarankan saya membuat penyederhanaan-penyederhanaan seperti memisahkan analisis prestress dengan bangunannya untuk memudahkan saya menyelesaikan skripsi ini. Saya juga menemukan beberapa kelemahan program SAP 2000 khususnya untuk versi 9 misalnya ketelitian fasilitas grid line yang ternyata hanya sampai pada ketelitian 0,1. Model yang saya buat error karena pada saat membuat tendon, saya menggunakan fasilitas move tendon (pada 1 balok terdapat 3-5 tendon dengan eksentrisitas dari as balok yang berbeda) pada posisi 0,05 dari sumbu lokal balok prestressnya. Ternyata program SAP secara otomatis akan menggandakan seluruh komponen struktur yang terdapat pada grid asal dibuatnya tendon tersebut. Jadi misalnya pada balok yang terletak di sumbu x=3 kemudian tendon yang kita buat pada sumbu tersebut dipindahkan ke sumbu x=3,05 maka secara otomatis SAP akan menggandakan tendon sekaligus baloknya pada sumbu x=3,05. Inilah yang kemudian membuat model saya error.

    Analisis pushover pada The Peak yang ditulis oleh Pak Budiono pada jurnal HAKI 20034 adalah ide utama saya dalam mencari tema skripsi saya. Model yang dibuat menggunakan program ETABS. Namun, JTS UGM tidak memiliki lisensi program tersebut sehingga tidak dapat saya gunakan. Saya telah mencoba membuat model saya pada ETABS dan ternyata design shearwall telah didetailkan pada program tersebut, berbeda dengan SAP.

    Saya melihat perbedaan pada analisis pushover yang Bapak dan Pak Budiono gunakan. Bapak menghitung target displacement yang akan dipakai untuk pushover sedangkan Pak Budiono tidak menggunakannya, beliau hanya menghitung boundary elements untuk core shearwall. Saya baru mengetahui kalau target displacement perlu dihitung pada tulisan Bapak. Sebelumnya senior-senior saya tidak memperhitungkan hal tersebut dan hanya mencoba-coba saja.

    Apakah target displacement itu yang kita masukkan pada input analisis pushover (pada parameter load application, di monitored displacement)? Apakah target displacement yang kita hitung akan menjamin titik kontrol kita leleh? Pada tulisan Pak Budiono diungkapkan bahwa kurva pushover baik arah x maupun arah y relatif masih linier, apakah itu berarti titik kontrolnya tidak leleh ? Dapatkah digunakan ? Kurva pushover yang saya buat tidak dapat menampilkan family demand spectra dan demand spectrum, apakah ini berarti pushover yang saya lakukan tidak berhasil dengan baik ? Dokumen FEMA 356 tampaknya dibutuhkan untuk menghitung target displacement, semoga saya bisa memperolehnya di perpustakaan.

    Saya mohon maaf karena bertanya terus kepada Bapak, saya berusaha memanfaatkan kesempatan ini dan belajar banyak dari Bapak. Terimakasih atas bantuan dan perhatian yang Bapak berikan.

    Hormat saya,
    Luna Ngeljaratan

  41. Dengan hormat,

    Saya adalah mahasiswi tingkat akhir di Jurusan Teknik Sipil UGM,Yogyakarta. Saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir saya mengenai penyelidikan terhadap perilaku seismik bangunan beton bertulang pada wilayah gempa 2 (bangunan tersebut terdapat di kota Makassar). Saya menggunakan bantuan program SAP 2000 versi 9,03 untuk permodelan bangunan serta analisisnya.Analisis yang saya gunakan adalah analisis pushover.

    Saat menjalankan (run) program, program tersebut menyatakan “Error in creating analysis model”. Namun program dapat terus melanjutkan analisis selama lebih dari 24 jam hingga tertulis “Analysis complete.” Tetapi kurva pushover masih lurus yang mengindikasikan bahwa bangunan belum runtuh. Saya telah menjalankan program ini berkali-kali, namun hasilnya tetap sama bahkan ada hasil analisis yang tidak dapat menampilkan kurva pushover.

    Saya telah membaca buku karangan Bapak yang berjudul “Aplikasi Rekayasa Komputer dengan Bantuan SAP 2000″. Buku tersebut sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas akhir, dan juga merupakan rekomendasi dari pembimbing saya, Bapak Andreas Triwiyono, yang juga telah memberikan testimony dalam buku Bapak. Namun masalah yang saya alami ini sangat kompleks,dan beberapa teman saya yang juga menggunakan analisis pushover ini juga menemui kendala yang sama. Untuk itu saya mohon dengan sangat Bapak dapat meluangkan sedikit waktu Bapak untuk melihat model bangunan yang telah saya buat dan saya kirimkan bersama email ini, dan memberitahukan dimana letak kesalahan saya dalam pembuatan model bangunan yang menyebabkan program SAP tidak dapat memberikan hasil yang diharapkan. Saya sangat berharap Bapak dapat menolong saya dan teman-teman saya karena bantuan Bapak sebagai seorang ahli dalam rekayasa komputer sangat kami butuhkan untuk kelancaran tugas akhir kami.

    Atas perhatian dan bantuan Bapak, saya mengucapkan terimakasih.

    Hormat saya,
    Luna Ngeljaratan

  42. Dengan hormat,

    Terimakasih atas bantuan Bapak.Saya akan browsing ke website yang Bapak berikan dan saya akan mencoba lagi program tersebut.Bila versi 9,0 tidak berhasil maka saya akan mentransfer model saya ke versi 8,0. awalnya saya telah menggunakan versi tersebut tetapi karena ada versi terbaru maka saya berniat untuk mencobanya.

    Bantuan yang Bapak berikan tentunya sangat membantu saya. Saya akan menyampaikan salam bapak kepada Pak Andreas.

    Sekali lagi,saya mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan Bapak.

    Hormat saya,
    Luna Ngeljaratan

  43. Dengan hormat,

    Saya memohon maaf karena telah mengganggu waktu Bapak lagi, namun saya sangat penasaran dengan program SAP 2000 yang sebenarnya mampu memberikan hasil yang akurat mengenai analisa pushover. Saya telah membuat model lagi pada versi 8 namun run program tetap tidak berhasil. Kemungkinan yang ada adalah saya yang telah salah membuat model, program yang saya pakai bukan program yang asli,atau karena model yang saya buat tersebut kapasitasnya sangat besar. Hal-hal apa sajakah yang memungkinkan program tidak dapat dijalankan?

    Saya memohon lagi kesediaan Bapak untuk meluangkan sedikit waktu melihat model yang telah saya buat yang saya kirimkan bersama email ini dalam bentuk archive agar kapasitasnya tidak terlalu besar. Saya mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan Bapak. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

    Hormat saya,
    Luna Ngeljaratan

  44. sdr Luna
    Mohon maaf file data SAP yang anda kirim melalui email terlalu besar, saya harus membuka email anda dari server CENTRIN dan mungkin harus menghapusnya.

    Apakah anda telah berkunjung ke web site pribadi saya di http://sipil-uph.tripod.com (sekarang sudah saya pindahkan ke blog ini)

    Saya pernah membuat makalah tentang pushover pada bangunan baja dengan sap2000 ver 8.5.6 sedangkan dengan sap2000 ver 9.0.3 tidak berhasil dengan baik.

    Makalah tersebut saya publikasikan di Unika Sugiyapranata di semarang pertengahan tahun lalu. Kalau anda tertarik, silahkan browsing ke web saya tersebut karena makalah dalam bentuk pdf lengkap dapat anda download untuk dipelajari

    Moga-moga berguna untuk anda. Salam untuk mas Andreas.

  45. Sdr Luna,
    Wah masih tekun saja dengan program SAP, sukses juga anda bisa menemukan suatu kelemahan program. Tentu anda sudah belajar banyak.

    Benar, jarang ada suatu program yang langsung sempurna. Untuk itulah dibutuhkan versi-versi baru.

    O anda butuh dokumen-dokumen FEMA ? Ya tentu jika anda mau mempelajari apa gunanya push-over untuk analisis gempa berbasis kinerja. Dokumen itu dapat anda cari di internet koq, untuk FEMA 356 ini alamatnya :

    http://www.degenkolb.com/0_0_Misc/0_1_FEMADocuments/fema356/ps-fema356.html

    Untuk FEMA 274, yaitu model awal yg masih sering juga dipakai sebagai rujukan adalah

    http://www.degenkolb.com/0_0_Misc/0_1_FEMADocuments/fema356/fema274pdf.html

    Untuk struktur beton sebaiknya pakailah ATC-40 yang memang dikhususkan untuk beton, sedang FEMA berlaku general, tetapi alamat di internet saya nggak ada.

    Target displacement perlu dihitung , khususnya yg mengacu FEMA. Kalau yg mengacu ATC-40 dia pakai kurva-spectrum (otomatis oleh program), pak Budiono pakai sistem ini .

    Lho bukannya yang suka push-over di UGM itu pak Iman Satyarno, beliau khan lulusan New-Zealand, dan kalau nggak salah topiknya juga pushover.

    Begitu dulu ya, untuk menguasai program memang perlu tekun. Saya sendiri kadang-kadang lupa tidur kalau lagi asyik.

    Sukses untuk anda.

  46. Sdr Luna,
    Model anda cukup rumit. Ingat tidak ada jaminan bahwa semakin rumit model maka hasilnya semakin akurat.
    Pengalaman menunjukkan bahwa semakin rumit model, kemungkinan kesalahan semakin besar.
    Saya telah mencoba me- RUN dengan sap2000 v 9, kelihatan sekali prosesnya cukup lama, saya curiga pada model anda jadi tidak saya teruskan.
    Coba lihat el Z 27 apa itu lantai mezanin, kolomnya dimana.

    Saya juga tidak yakin apakah model anda juga cukup berhasil untuk analisis biasa saja, termasuk memodelkan prestress. Ingat pemasangan prestress tidak menunggu seluruh bangunan jadi dulu, sedangkan jika anda masukan pada model artinya bangunan jadi dulu baru prestress dipasang. Jika demikian kekakuan kolom akan bekerja sehingga gaya prestress hilang dikolom. Anda sudah mengantisipasinya belum. Sebagai gambaran, umumnya prestress concrete (pc) dimasukkan sebagai super-imposed deadload, kemudian prestress juga dianalisis terpisah, biasanya pakai program ADAPT untuk mengecheck tegangan pada balok. Secara keseluruhan pengaruh pc dilihat pada sambungan dekat kolom untuk melihat efek tendon dan momen ultimatenya. Kalau anda hitung pc khan pakai allowable, selain itu dengan kabel sepanjang itu bagaimana anda memasukkan loss of prestress. Rasanya menjadi satu penelitian sendiri memodelkan pc dengan SAP2000.

    Sebagai gambaran juga, untuk menghitung push-over analisis maka diagram teg-reg (momen-rotasi) pada sendi plastis perlu dihitung. Untuk baja, SAP sudah punya library sendiri sehingga tinggal memasukkan ukuran penampang. Untuk balok dan kolom dari beton rasanya anda harus memasukkan tulangan, tapi bagaimana dengan shell (shear wall). SAP rasanya belum menyediakan. Dan selama ini saya belum melihat pemakaian push-over SAP dengan shear wall seperti punya anda. Apakah anda punya contohnya, terus terang saya belum pernah mempelajarinya. Kalau untuk ETABS, bapak Bambang Budiono pernah memodelkannya dan telah diseminarkan di HAKI tahun 2004 kalau tidak salah (coba pinjam pak Andreas, waktu itu beliau juga hadir).

    Tetapi jika anda ngotot tetap ingin mencobanya, saya sarankan mulailah dengan model yang paling sederhana, anda pelajari perilakunya dan yakini apakah sudah benar atau belum. O ya, saya sarankan, apakah balok anak perlu dimasukkan dalam model. Pengaruhnya untuk gempa khan relatif kecil, dan pula dapat menghemat d.o.f (memori). Bagaimana dengan diagframa lantai , sudah dimasukkan dalam model, kalau ETABS efek diagframa sudah otomatis masuk, tetapi SAP nggak.

    Sebagai gambaran, bentuk struktur yang anda RUN sebenarnya paling cocok dikerjakan dengan program ETABS. Pemakaian model shear wall memakai shell membuat d.o.f terlalu banyak sehingga memakan memori. Program ETABS telah menyederhanakan pemodelan shear wall sehingga memori lebih hemat. Itulah mengapa CSI mengembangkan ke-dua-duanya (SAP2000 dan ETABS) setiap program ada kekhasan-nya masing-masing. Rasanya jarang saya melihat bangunan gedung tinggi pakai shear wall dengan program SAP2000, kalaupun bisa maka mempelajari outputnya pasti lebih susah.

    Demikian komentar saya, semoga membantu.

    Salam

  47. Buku tersebut sudah habis !

    Tetapi, pihak Elex tidak ada rencana untuk mencetak ulang. Padahal aku merasa ini merupakan masterpiece-ku dan masih relevan untuk dibaca.

    Meskipun termasuk buku-buku komputer yang kata orang pendek masa edarnya, tetapi buku-ku tidak berbicara tentang bagaimana memakai software versi tertentu tetapi mengarah pada falsafah dibelakang pemakaian software dan kebetulan SAP2000 7.4 versi student adalah media yang tepat (legal , gratis dan cukup stabil). Materi dalam buku tersebut dapat secara mudah diaplikasikan pada program SAP2000 yang terbaru sekalipun.

    Buku ini edisi ke-2 nya sedang aku ajukan proposalnya ke beberapa penerbit. Tidak terlalu banyak perubahan sih, kecuali saya tambahkan beberapa materi yang pernah aku publikasikan dalam seminar atau konferensi, serta akan aku tambahkan contoh penyelesaian masalah dengan elemen shell. Jadinya akan semakin tebal saja.

    Mohon dukungan teman-teman atau pembaca sekalian.

    Salam

  48. wah telat bergabung. jadi tertarik ingin menyampaikan komentar.

    saya pernah memindah hasil gambar (hasil desain suatu model gedung) dari sap2000 (atau etabs) ke autocad. lewat tampilan menu export lalu di-save dalam format *.dxf. fungsi ini membantu sekali bagi engineer untuk mengolah gambar lebih lanjut, sebagai contoh denah pembalokan tiap lantai ke dalam gambar kerja via autocad. jadi peran sebagai drafter pun bisa kita kerjakan, walau mungkin sangat sederhana. apabila anda selanjutnya ingin menyimpan dalam format *.dwg pun juga bisa.

    atau sebaliknya, jika kita punya denah (gambar arsitek) dari autocad, lalu selanjutnya ingin membuat model dalam sap2000, tinggal file anda save dulu dlm format dxf, lalu dibuka via fasilitas import dalam sap2000, sehingga anda tidak perlu capek-capek membuat grid-grid di sap2000. hal ini membantu untuk denah2 pembalokan yg miring-miring (bangunan irregular).

    selamat mencoba. apabila ada kalimat yag kurang tepat mohon koreksinya.

  49. Trim ya Ji, tips-nya.

    Tempo hari ada yang nanya, tentang import-export ke AutoCAD. Aku belum jawab.

    Ada beda atau keunggulannya dengan cara import pakai file *.s2k. Itu andalanku je kalau bentuk geometrinya udah rumit dan udah terbukti untuk struktur dengan ribuan member dan joint, dengan konsep generate kita hanya berkutat pada titik-titik referen aja. Konsep tsb masih di pakai di ABAQUS lho.

    o ya, Ji. Aku sedang nego buku ini edisi ke-2 nya dengan salah satu penerbit di Jakarta. Jika mereka berani nerbitin di atas 2500 eks, deal deh. Keputusannya baru mau dirapatin dalam dua minggu ini. Jadi mbantu nyumbang nulis ttg SAP2000 ?

  50. Salam kenal. Saya dosen tetap pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Saya sangat mendukung diterbitkannya kembali buku Bapak dengan penyempurnaan, sebagai referensi bagi mahasiswa. Mohon info jika sudah terbit. Terima kasih.

  51. Salam kenal kembali Prof.

    Dukungan dari anda tentu sangat membantu, penerbit jadi tahu kalau pasarnya sudah menunggu.

    Yah, gampang-gampang susah meyakinkan penerbit, khususnya buku-buku teknik. Pantas di tanah air ini, buku-buku teknik relatif sedikit yang mau menerbitkannya. Orientasi mereka kebanyakan pada bisnis (keuntungan) semata. Belum ada yang benar-benar berorientasi pada kemajuan ilmu.

    Tapi itu mungkin juga dikaitkan dengan materi yang disajikan. Banyak saya melihat pada buku-buku teknik tersebut, mungkin karena harus keburu-buru (untuk kenaikan kum) maka illustrasi yang menyertainya tidak perfect, kelihatan sekali nye-scan-nya asal-asalan, kurang jelas juga disertakan. dsb-nya. Proporsi tulisan dan gambar nggak bener, karena tulisannya nggak kelihatan dsb.

    Berkaitan dengan mutu buku tersebut, saya sampai berbusa-busa kemarin meyakinkan editornya. Alasan klasik mereka bahwa “pengalaman mereka sebelumnya dengan buku-buku teknik kebanyakan agak seret”. Untung aku udah membaca buku teknik yang editor maksudkan. Langsung saja aku berkata :

    Ya pak, buku “itu” khan pak (sambil menyebut judul buku yang penerbit itu punya). Kalau itu sih , saya juga nggak beli. Kualitasnya pak. Buku saya lain !

    Agak nyombong sedikit nggak apa-apa yah, kalau penulis saja nggak PD bagaimana penerbitnya yakin kalau buku tersebut dapat terjual, begitu khan Prof.

    “Buku-buku teknik seret”, apa itu berarti, orang-orang teknik nggak suka beli buku? Jelas , bukan seperti itu maksudnya ! Buku bagi orang-orang seperti kita, penting ! Bahkan sangat-sangat penting. Tidak hanya di perguruan tinggi, bahkan sewaktu dulu di konsultan, temen-temen senior sering minjamin buku-buku teknik terbaru (dari luar tentunya). Artinya buku-buku yang dibeli orang teknik itu sangat selektif. Bahkan buku-buku tersebut sangat mahal (bagiku), bayangkan berkisar 100-200 USD. Buku-buku komputer aja kebanyakan hanya sekitar 50 USD.

    Jadi yang membuat seret penjualan buku-buku teknik itu, ya itu : kualitasnya itu sendiri, belum bisa dibandingkan dengan buku-buku teknik dari luar, kadang-kadang hanya di compile saja disana-sini (copy dan paste). Lalu aku sampaikan ke editornya bukuku nggak seperti itu. Saya ceritakan, semua illustrasi di buku saya tersebut sebagian besar orisinil, aku gambar sendiri satu persatu dengan AutoCAD dengan presisi dan kualitas seperti gambar teknik, sedangkan gambar hasil scan , aku tisir kembali dengan Photoshop. Semua karya tuliskan siap cetak, aku tunjukkan draft buku dan buku yang sudah di cetak, sama. Jadi penerbit yang lama waktu itu tinggal cetak aja. Aku bahkan bilang, coba pak dicari, apa ada buku yang penulisnya juga sebagai drafter, juga editor, khan susah.

    O ya, ttg buku SAP200 edisi ke-2 ku ini secara pokok tidak merubah materi lama.

    Pertama-tama ada penjelasan mengapa yang dipakai versi sap yg dipakai pada buku pertama, saya tekankan bahwa software rekayasa berbeda dengan software umum. Materi yang di run pakai software lama pasti hasilnya sama jika di run dengan software versi baru. Software baru memang lebih banyak option yang ditambahkan dan mungkin tampilannya sedikit beda. Tapi saya nyatakan bahwa option-option baru tersebut belum tentu dipakai khususnya untuk pembelajaran di tingkat 1.

    Buku edisi ke-2 nanti ada tambahan bab baru.

    Saat ini yang telah selesai adalah bab ttg bahaya pemakaian komputer rekayasa sehingga mengapa developer program sampai punya disclaimer khusus. Tentang materi ini, aku sudah pernah presentasikan di forum dosen-dosen teknik sipil di ITS dulu, sama kemarin sewaktu jadi pembicara bersama-sama dng Prof. Wiratman di PU. Dari materi tsb aku kemas kembali dan ditambah materi baru (yang mungkin belum pernah dibahas/diterbitkan orang lain.)

    Yang sedang aku tulis adalah tentang element dua-dimensi yaitu SHELL (pelat, cangkang dan membran). Tapi saya tidak membahas ketiga-tiganya. Saya pilih elemen membran, sederhana tapi banyak dijumpai untuk problem plane stress. Cukup baguslah untuk level S1 dan mungkin S2. Aku jelaskan mulai dari Patch-Test, aku lengkapi dengan gambar jadi bisa dipahami apa maksud keluarannya. Ternyata dengan menulis tsb aku bisa belajar banyak tttg elemen 2D sap2000, bener juga pepatah “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”.

    Yang jelas, materi yang ada di edisi ke-2 ini adalah benar-benar orisinil, jadi tidak sekadar menerjemahkan dari manualnya. Asli !

    O ya ada tambahan juga dari sdr Aji, dosen muda Maranatha yang ahli nge-hack. He, he, he. Mungkin nanti dalam bentuk bab tambahan atau lampiran tips ttg SAP juga.

    Ok sekian dulu ya Prof.

    O iya, hampir lupa. Kami di UPH September tahun depan akan menyelenggarakan Conference International (EACEF), infonya ada dibagian lain dari blog ini. Kerja sama dengan rekan-rekan dari Jerman yaitu Uni Stuttgart, ada Call Paper. Kalau Prof. Hamid belum ada rencana, mohon diagendakan ya Prof., nyambangin ke UPH di Lippo Karawaci. Kami tunggu.

    salam

  52. Hallo Pak Wiryanto, saya ingin sedikit ikut berbincang mengenai permasalahan dari Sdr/i Nawafil di Banda Aceh mengenai “massa bangunan”. Saya setuju dgn Bpk bahwa dinding pas. bata hanya akan mengalami retak tidak terpisah dengan struktur bangunannya (kecuali struktur collapse / cathastropics), sehingga tetap perlu ditinjau sebagai massa bangunan akibat beban mati. Justru dinding tersebut harus dihindari terhadap keruntuhan dengan dibatasinya defleksi struktur (dalam analisa design kekakuan dinding pengisi diabaikan). Namun dalam mempelajari perilaku struktur beton bangunan gedung sesungguhnya, dinding pengisi ini perlu dimasukkan pengaruhnya (dapat dilihat dari Report program IDARC2D)

    Kerusakan dinding pengisi pas bata biasanya besar dipengaruhi oleh beban gempa arah normalnya. Sedangkan untuk menghindari kerusakan dinding pengisi tersebut, yaitu dengan diberikannya kolom praktis. Mengenai jarak antar kolom itu tergantung dari ketinggian antar lantai (balok struktur/praktis). Penelitian mengenai batasan tersebut sudah ada/pernah dilakukan oleh Bpk. Takim Andriyono (Universitas Petra Surabaya) beliau meninjau berbagai kekuatan dinding pengisi dari f’msn = 5 MPa s/d 15 MPa, maaf saya sudah kehilangan link ke journal tersebut karena website sudah update. Namun jika Sdr/i Nawafil memerlukannya, dgn senang hati saya akan kirimkan via e-mail. Terima kasih, salam semua.

  53. Kerusakan dinding pengisi pas bata biasanya besar dipengaruhi oleh beban gempa arah normalnya

    Ada sedikit koreksi yang mungkin perlu saya tambahkan.

    Dinding pada arah normal (tegak lurus dinding) memang berpotensi rusak jika tidak ada ikatan kuat dengan frame-nya. Jadi detailnya juga perlu diperhatikan.

    Tetapi pengaruh kerusakan itu relatif kecil dibanding gempa searah dengan bidang dinding (pada bidang frame). Program IDARC meninjau searah pada bidang frame dan bukan tegak lurus (normal) frame. Lihat makalah saya ttg dinding pengisi yang diterbitkan pada Jurnal Teknik Sipil ITB Oktober 2005.

    Itu koreksi saya, yang lain. Ok.

    Eh pak Suyono, besok September 2007 datang ya ke konferensi international di UPH, dan jangan lupa buku SAP edisi ke-2, dilarisin ya kalau udah terbit. Ada tiga bab baru yang orisinil.

  54. Trims atas tanggapan dan juga infonya tentang Conference International (EACEF) September 2007 nanti. Sejauh ini saya masih belum ada rencana pada waktu tersebut. Mudah-mudahan dapat hadir di UPH kalau tidak ada acara mendadak yang tak dapat ditinggalkan. Oh ya, kalau ke Pontianak, jangan lupa mampir ke Fak. Teknik Untan.
    Selamat Tahun Baru 2007; Semoga sukses selalu.

  55. Terimakasih koreksinya, ya memang seharusnya saya membedakan 2 jenis tinjauan beserta penjelasannya. Pak Wiryanto tahun lalu pernah juga ya menulis Jurnal mengenai dinding pengisi, saya ketinggalan berarti :)

    iya Pak Wir saya baru sempat dapatkan buku yg ke-3 [Numerical? it's great solutions :) ], mengenai buku Aplikasi SAP2000 malah belum, dulu blm sempat memiliki (untuk nanti saya ingin tidak terlewatkan). Kalo boleh tahu 3 Bab tambahannya apa saja ya Pak? kalo boleh saya berharap memasukkan juga :
    – Integrasi CAD dgn SAP terutama proses Import DXF karena keterbatasan GUI pd SAP untuk pemodelan yg agak rumit grid, elemen Frame dan Plate (curved beams, mesh plate, etc).
    – Pengantar perhitungan pelat (2 ways slab) beton bertulang (balok penumpu) dgn pemodelan elemen Plate, tinjauan momen rencana, rekomendasi dari Bpk mengenai representasi kekakuan kolom penumpu.
    – Interakasi struktur dgn tanah (Balok, Pelat atau Tiang pada tumpuan pegas elastis atau mungkin dgn representasi P-y)

    Beberapa hal tersebut memang sudah pernah saya buat, namun karena masih berupa permulaan saya pikir masih kurang, belum ada perbandingan tambahan (atau rekomendasi dari buku yg Bpk.tulis)

    Dan seperti buku yang sudah, saya harap juga tidak lupa memberikan landasan teori serta verifikasi/konvergensinya. Terimakasih, selamat berkarya. Salam

  56. Tambahan mengenai diskusi dari Sdr Wishnu Hardynatta tentang perencanaan pondasi dengan elemen plate, representasi kekauan tanah diambil dari Modulus of Subgrade Reaction, nilainya perlu diambil dari konsultan geoteknik.Namun menurut J.E Bowles nilai ini tidak terlalu berpengaruh besar terhadap hasil Bending momen karena kekauan ponadasi (beton) jauh lebih kaku dibandingkan penumpunya (tanah). Untuk perhitungan plt yg saudara modelkan tersebut, menurut saya hal yg perlu diperhatikan adalah perhitungan design design moment (berdasarkan resultan (Section Cut) atau tambahan kombinasi torsi (Wood&Armer). Peninjauan Punching Shear (unbalanced moment). Itu saja dulu Trim’s.

  57. sdr Suyono, Nt.

    Ide tentang eksport-import pakai autoCAD memang telah dipikirkan, sdr. Aji (Maranatha) merencanakan membantu saya mewujudkannya di buku edisi ke-2.

    **mas Aji diperhatiin ya, usulan dari mas Suyono Nt**

    Plate dan soil-struktur interaction — belum ada di buku edisi ke-2. Alasannya: untuk slab, CSI sudah menyediakan program khusus yaitu SAFE, selain itu untuk soil-struktur-interaction itu agak grey-area (geoteknik dan struktur) dan menurut saya cukup advance (level S1 agak berat). Selain itu juga karena saya belum terlalu menguasai maka akan saya hindari terlebih dahulu. Masih banyak masalah lain di program sap yang perlu dibahas khususnya dengan elemen SHELL yang cocok untuk level S1, misalnya problem plane-stress memanfaatkan elemen Membrane (bagian kecil dari kemampuan elemen SHELL) ini cocok untuk menyelesaikan problem mekanika bahan, dan juga untuk memahami perilaku balok tinggi atau stress concentration yang dapat terjadi pada detail struktur tetapi tidak dibahas di mekanika teknik.

    Saya berharap buku saya nanti dapat menjadi jembatan dari ilmu mekanika teknik (bahan) klasik yang diajarkan di perguruan tinggi dan keberadaan program-program komputer canggih yang digunakan dalam praktek konsultan teknik di dunia kerja. Karena untuk orang yang awam, kadang-kadang melihat bahwa tidak ada kaitan antara materi perguruan tinggi (cara klasik / kuno) dengan kebutuhan user (konsultan / praktisi) yang umumnya ingin cepat-cepat dan hasilnya lebih ekonomis sehingga mengandalkan program asing yang canggih dan mahal yang menyediakan option-option yang hebat tetapi dipahami sebagai black-box (percaya buta) aja, dan menganggap apapun hasil program tersebut pasti OK.

    Stop dulu **waktunya ngajar**

  58. J.E Bowles memang tidak salah, tetapi bagi engineer tidak bisa ditelan bulat-bulat hal tersebut. Jika memang materi tanah dianggap sebagai material elastis homogen maka pendapat Bowles yang menjadi panutan mas suyono benar.

    Dalam kenyataan, tanah tidak bisa dipukul rata sebagai material elastis homogen. Pada suatu kasus memang bisa, tetapi dalam kasus lain tidak bisa. Itu tentunya tergantung dari problem yang akan ditinjau.

    Untuk kasus yang relatif kecil dan lokal, misalnya pondasi telapak, tanah dibawahnya dapat dianggap sebagai material elastis-homogen : memang nggak ada masalah. Shg jika mengambil parameter K sesuai anjuran Bowles maka ok-ok saja. Masalahnya : ngapain pakai m.e.h jika ada cara lain yang lebih sederhana dan tanpa mengurangi ketelitian perhitungan.
    Pakai m.e.h boleh-boleh aja, apalagi untuk belajar, atau peneliti, tapi bukan engineer profesional. Jangan-jangan nanti waktunya habis hanya utk nyiapin data m.e.h meskipun keluarannya ama aja. Ngabisin waktu! Produktivitas menurun.

    Engineer (structural engineer) sebaiknya belajar banyak hal (metode/ cara-cara perencanaan), mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing dan dapat menerapkannya dengan tepat. Meskipun m.e.h suatu alat yang ampuh, tapi kadang-kadang menghasilkan keluaran yang sulit atau harus hati-hati penerapannya, untuk kasus-kasus tertentu (spesifik) ada metode-metode lain yang mungkin lebih sederhana dan sama-sama teliti. Misalnya s.t.m (strut-and-tie-models) , kadang-kadang untuk detail penulangan struktur beton tertentu (balok tinggi berlobang, dsb) akan memberi solusi yang direct sehingga tahu penempatan tulangan yang perlu dibanding jika dianalisis pakai m.e.h.

    kembali ke masalah pondasi

    m.e.h baru berguna utk problem yang luas (lebar) dan statis tak tentu, misal pondasi rakit. Tetapi kalau pondasi rakit dengan mengganggap k sembarang dan bernilai sama untuk seluruh bagian tanah dibawah, bisa berbahaya ! Kenapa ? Kenyataannya : parameter tanah itu tidak sama, jadi ada kemungkin adanya differential settlement. Jika kita mengganggap k sama, maka terjadinya lendutan tanah (meskipun dng iterasi) hanya diakibatkan perbedaan reaksi beban dari atas. tetapi lendutan karena properti tanah yang beda belum diperhitungkan. Oleh karena itulah, jika digunakan m.e.h sebaiknya minta konsultasi orang geoteknik tentang kondisi tanah tersebut. Apakah bisa dianggap homogen atau tidak.

    Sebagai profesional , kita sebaiknya tidak perlu takut menyatakan tidak tahu tentang suatu masalah, shg untuk itu kita bisa minta tolong rekan ahli yang menguasainya. Profesional memang perlu tahu apa “yang diketahui dan yang tidak-diketahui”.

    O ya, masalah tanah yang berkonsolidasi juga tidak mudah di modelkan dengan m.e.h, apalagi ada bagian yang pasir ada bagian lempung (kohesif) . Wah bisa-bisa pakai m.e.h seperti SAP dengan menganggap k sama — bisa berabe hasilnya. Bangunan anda bisa retak-retak lho.

    ya, itu kira-kira komentar structural engineer.

  59. O ya Pak Wiryanto, terimakasih masukkannya pada diskusi pondasi. Saya juga masih bingung J.E Bowles menyatakan setlement tidak dapat diprediksi dengan FE/FD, penelitian Bpk Harry Christady UGM juga sama hasilnya (lalu bagaimana hubunganya dgn internal force pondasi tersebut ?). Saya tidak mempercayai penuh secara buta tentang rujukan-rujukan jika belum yakin. Hanya suatu perbandingan saja (study) dan berharap dapat kejelasan dari situ. Saya biasanya menggunakan cara konvensional terlebih dulu, setelah ada kesempatan saya membandingkannya dengan hasil FE. Namun saya kadang masih bingung juga dalam cara konvensionalpun banyak penyederhanaan (mengabaikan batasan2), yang artinya akan berkurang akurasinya. Seperti kondisi tumpuan apakah kenyataan sudah sesuai, sambungan pada truss baja apakah benar berupa sendi (tidak menyalurkan momen?) jika asumsi sendi memang aman berapakah faktor aman, tidak boros ?

    Seperti hasil design yang sudah-sudah ada diseluruh penjuru, baik itu menggunakan metode konvensional maupun FE tetap saja ada yang gagal (keduanya mempunyai resiko yang sama, tool tergantung yang menggunakan). Lagi pula suatu struktur yang gagal bukan selalu dari pihak perencana, pengawas atau pelaksana juga bisa bahkan mungkin instansi terkait atau pihak owner, itulah mengapa ada team forensic engineering, jadi ingat presentasinya Bp. Bambang Suhendro dari UGM tahun yg lalu :-) .

    Seperti pepatah structural engineer itu memang sulit karena harus menentukan pembebanan dan bahan yg tidak dapat diketahui secara pasti. Namun tetap harus menghindari kegagalan/kerugian baik materi sampai nyawa masyarakat sebagai pengguna. Sekali lagi terimakasih mengingatkan saya agar berhati-hati. Salam.

  60. Terima kasih kembali mas Suyono, Nt.
    Tanggapan anda sudah lebih dewasa dibanding saat pertama anda berkirim email (dua tahun lalu ya, kalau nggak salah), yak sudah mulai banyak makan asam-garam rekayasa ya. Good !
    Salam sukses dari saya di UPH.

  61. Kemarin kami memasang truss untuk kuda-kuda atap. Bentuk kuda-kuda kami bentuk berdasarkan dari program SAP 2000. Berarti kita kan udah tau kekuatan truss. Jadi pertanyaannya, seberapa lama kekuatan truss tersebut pada bangunannya sesuai dengan beban yang diangkatnya.

  62. **Berarti kita kan udah tau kekuatan truss.**

    Kita ?

    Lho mungkin anda sendiri maksudnya, karena kalau **kita* maka terus terang **saya** atau **orang lain** belum tentu tahu kekuatan truss yang anda maksud. **meskipun sudah pakai program SAP2000 sekalipun**

    Ingat, yang anda analisis dalam program SAP2000 hanyalah model struktur. Bisa saja model struktur dengan beban yang anda berikan memberikan hasil yang baik di program SAP2000 tersebut, tetapi ketika dilaksanakan di lapangan hasilnya ternyata memble.

    Pertanyaannya adalah :

    Apakah model yang anda analisis tersebut sudah sesuai dengan problem struktur yang sebenarnya, apakah beban-beban yang diberikan sudah sesuai dengan kenyataan, apakah parameter-parameter untuk perencanaan termasuk juga boundary condition-nya sudah sesuai. apakah parameter yang diberikan tersebut juga terpengaruh oleh waktu, misal creep pada beton, kondisi dry / wet pada kayu, korosi pada baja dll, mutu pelaksanaannya.

    Jadi pada prinsipnya kita tidak bisa mendapat jaminan dari program itu sendiri, yang bisa menjamin hanyalah engineer pemakai program tersebut. Ingat pembuat program SAP2000 atau program-program rekayasa lain yang sejenis **tidak bisa menjamin** bahwa setiap orang yang memakai programnya pasti akan mendapat sesuatu yang sama seperti pembuatnya.

    Jadi kata kuncinya bukan pada program SAP2000 tetapi pada orang yang memakainya.

    Ingat : tanpa memakai program SAP2000 pun jika engineer tsb berkompeten pasti bisa tahu seberapa reliable struktur yang direncanakannya, yaitu dengan memahami setiap parameter-parameter yang digunakannya.

  63. Dengan Hormat,
    Pak Wiryanto, saya seorang perencana dan sekarang bekerja pada salah satu konsultan yang berada di Lampung. Saya lulusan S1 Lampung, dan biasa mendesain gedung menggunakan ETAB dan SAP 2000. Saya juga telah membeli dua buku Bapak yang sangat membantu saya pak (sangat), kemudian saya rutin mengumpulkan Jurnal teknik sipil, program Doctor bapak juga.

    Satu Hal yang ingin saya tanyakan, dalam jurnal bapak Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No.1 Januari 2006, pada hal 17 tentang Evaluasi Gempa di situ di jelaskan berdasarkan SNI-1726-2002 bahwa V>0.8V1, dan ternyata perhitungan bapak lebih kecil sehingga spektrum respon arah x dan y perlu di perbesar. PERTANYAAN saya bagaimana cara memperbesarnya di Program SAP 2000, saya sangat membutuhkan penjelasan ini, karna kebetulan saya sedang mendesain gedung dengan SAP 2000, dan mempunyai masalah seperti ini.

    O ya, satu lagi pak, bagaimana berat dinding bata dalam perencanaan apakah kita masukan pembebanannya juga.

    Terima kasih atas perhatian dan penjelasannya Pak.

  64. Sdr. Yoga di Lampung

    Terima kasih untuk membaca tulisan-tulisan saya.

    **sehingga spektrum respon arah x dan y perlu di perbesar**
    Anda sudah punya buku SAP2000 karangan saya khan, kalau begitu lihat hal ttg “mengaktifkan data response spectrum” yaitu pada scale-faktor. Penjelasannya ada di buku saya hal 316. Contoh penyelesaian 4.3.9. Cukup lengkap bukan.

    **Berat dinding batu bata.**
    Sebaiknya dievaluasi cukup teliti, karena menambah massa bangunan, khususnya jika dinding tersebut menerus di setiap lantai. Semakin besar massa maka semakin besar gaya gempa yang dihasilkan bila ada percepatan tanah karena gempa.

  65. Selamat sore, Pak Wir,

    Saya tertarik dengan buku SAP2000nya dan langsung saya cari di Gramedia Batam, namun kata mereka buku yang saya maksud belum masuk ke Batam. Tapi akhirnya saya beli juga buku Pak Wir “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic”. Ada kendala setelah program saya jalankan (dari harddisk).

    1. Windows saya Win 2000, pada program di Bab 8 dan 9 muncul error “run time error : 11, divide by zero”.

    2. Program pada Bab 10, muncul “component MSFLXGRD.OCX not registerred”

    3. Pada point 1 dan 2 di atas, saya menjalankan file EXEnya. Padahal program yang di Bab 2 s/d 6 bagus.

    Apa ada yang salah dengan program saya? Apa saya harus punya Visual Basic 6?

    Terima kasih.

  66. Mas Aprinto,

    Error program di Bab 8 dan Bab 9. Ada data bernilai 0 yang digunakan sebagai pembagi, itu penyebab error. Pada program di buku tsb khususnya di bab 8 dan 9, data pertama kali dibaca dari file default.txt . Kebetulan namanya sama, tetapi isinya beda. Oleh karena itu coba copy ke program tsb sekaligus dengan folder dan dipisah. Masing-masing dengan file data default.txt sendiri-sendiri.

    Pada bab 10 kesalahan akibat ada ‘objek’ di Windows yang belum ada. Saya kurang tahu apakah hal tersebut diakibatkan anda memakai win2000 (saya belum pernah pakai sih) . Coba anda pindahkan ke window xp atau bahkan window 98.

    Kalau anda punya Visual Basic 6.0 ya mungkin lebih baik.

  67. Selamat sore, Pak Wir

    Buku SAP2000 karya Pak Wir sangat bagus dan membantu bagi pemula seperti saya. Saya menggunakan Program SAP2000 versi student untuk Tugas Akhir saya. saya binggung memakai program Proper untuk membuat data base profil yang akan digunakan. file textnya apa digunakan MS. Word atau ada cara lain???

    Terimakasih

  68. **Buku SAP2000 karya Pak Wir sangat bagus**
    Kalau begitu yang edisi barunya jangan ketinggalan ya mbak Marni.

    File text dapat dibuat dengan notepad, hanya masalahnya program tersebut secara otomatis menambahi dengan ekstension *.txt. Perhatikan hal tersebut. Coba aktifkan Window agar menampilkan ekstension dari file, sehingga terlihat. Program yang lain juga ada, tapi saya nggak hapal. Saya pakai notepad dengan strategi tadi ternyata bisa koq.

  69. Selamat Siang, Pak,

    Wah, problem saya ternyata dari Windows saya sendiri, Pak, yaitu : regional settingnya yang harus “EN”. Kebetulan selama ini saya pakai “ID” (digit pakai koma, ribuan pakai titik dan pemisah saya buat titik koma). Bentrok jadinya kalau disuruh baca data yang pakai koma, sehingga bisa timbul “divide by zero”.

    Kemudian, pertanyaan kedua saya kok belum Bapak jawab ya, yaitu tentang buku STAAD. Karena kebetulan saya sudah terlanjur memakai STAAD 2006.

    Terima kasih atas segala infonya.
    Sukses untuk Bp. Wir.

  70. Selamat siang, Pak Wir,

    Problem saya yang lalu sudah terpecahkan. Ternyata masalah bersumber dari regional setting “EN” windows 2000 saya. Untuk pemisah kebetulan saya gunakan tanda “;” dan tanda “,” saya pakai untuk desimal.

    Ya sudah, saya pakai “ID” sekarang dan program sudah berjalan baik.

    Yang kedua, tentang pertanyaan saya, kapan buku yang membahas STAAD diterbitkan? Kami di Batam sudah memesan STAAD 2006.

    Terima kasih.

  71. Syukurlah program dapat berjalan dengan baik.

    Untuk STAAD saya belum ada rencana untuk menerbitkannya dalam bentuk buku, karena yaitu saya tidak mendalaminya. Kalau hanya sekedar memakai saya kira sudah ada buku-buku yang diterbitkan untuk itu.

    Jika anda sudah bisa mengoperasikan program STAAD, misal belajar dari buku lain, kemudian anda pengin mendalami falsafah di belakang analisa struktur memakai program komputer maka buku saya rasanya juga bisa dipakai, tidak tergantung program. Prinsip antara program satu dengan yang lain mirip koq, yah seperti naik mobil gitu, merk-nya beda tapi cara pakai khan sama aja.

    Saya bahkan sedang berpikiran untuk mendalami program 3D semacam SOLIDWORKS karena ternyata sangat mendukung untuk digunakan pada program ABAQUS untuk mendapatkan sarana untuk melakukan SIMULASI REKAYASA berbasis komputer. Rasanya belum ada orang yang menggalinya.

    Gitu dulu ya. O ya, buku saya SAP2000 Edisi Baru udah beredar lho, tadi saya di toko Buku Gramedia Bekasi udah menjumpainya. Beli ya.

  72. Pak, saya ingin bertanya,

    1.bagaimana membuat file seperti file PROPJIS.PRO yang bapak buat?

    2. apakah bisa kita mengidealisasikan lattice column yang memikul
    beban crane di program sap 2000?

    3. setelah output sap 2000 keluar, dan saya jumlah kembali momen hasil output SAP 2000 pada join pertemuan balok kolom, hasilnya tidak nol.bagaimana kita memverifikasi hasil output SAP 2000 ini ?

    4.di SAP 2000 asumsi momennya, momen titik atau momen batang?
    sekian pertanyaan saya pak, saya tunggu jawaban bapak

    victor, mahasiswa teknik sipil petra

  73. sdr Viktor,

    Pertanyaan (1) sudah ada petunjuknya di buku saya.

    **apakah bisa kita mengidealisasikan lattice column **
    itu tergantung bentuknya, jika bisa diidealiasasikan sebagai rangka batang maka ya langsung dimodelkan. Jika tidak maka anggap sebagai frame kemudia kita check lattice tersebut dengan gaya aksial, geser dan momen yang keluar dari element frame tersebut.

    Semua hasil program komputer bila dikerjakan dengan baik mengikuti hukum keseimbangan yang berlaku pada cara manual. Bila dijumpai ada perbedaan itulah tugas engineer untuk memverifikasi. Di buku saya cukup banyak latihan-latihan yang dapat dipakai untuk memahami bagaimana cara memverifikasi yang baik. Sebagai contoh jika anda memodelkan secara tiga dimensi bisa saja momen pada kolom tidak memperlihatkan keseimbangan jika anda jumlah dalam momen karena bisa saja sebagaian lari menjadi torsi atau puntir.

    **asumsi momennya, momen titik atau momen batang**
    Untuk batang adalah momen batang, tetapi untuk reaksi tumpuan adalah momen titik.

    Apakah anda sudah membaca buku SAP2000 Edisi Baru, disitu ada tiga tambahan Bab yang berguna untuk anda pelajari.

    Salam untuk adik-adik mahasiswa di PETRA moga-moga pada mau beli buku tersebut.

  74. Terima kasih atas jawaban bapak. buku SAP2000 yang lama sudah saya baca pak. Edisi Barunya kapan beredar di Surabaya ?

    Sekarang saya sedang mengambil tugas disain struktur baja. Tugas saya yaitu mendesain gudang baja dengan beban crane . Gudang yang saya desain berukuran 20 m x 54 m. tinggi bangunan 7.5 m dengan sudut kemiringan rafter 12 derajat. masalah yang saya hadapi yaitu ketika mendesain rafter gudang, dari hasil analisa SAP 2000, saya mendapatkan dimensi profil yang besar sekali supaya kl/r>200 dan menurut saya profil hasil output SAP2000 itu tidak ekonomis jika dihitung estimasi biayanya , karena ukurannya besar ( WF 500). Pada rafter terdapat ikatan angin, dan gording sejarak 1.3 m, asumsi saya , rafter cukup kaku (tidak langsing) karena sudah diikat dengan ikatan angin. sedangkan di SAP2000 saya mengidealisasikan gudang saya secara 2D, sehingga hasil kl/r nya >200, menurut saya hal ini terjadi karena SAP2000 tidak tahu kalau di rafter ada ikatan angin, dan gording yang memperkaku rafter.
    pertanyaan saya:

    1. Apakah saya perlu mengidealisasikan gudang saya secara 3D?
    2. Menu Analyze-Set analysis option itu gunanya apa pak?
    3. bagaimana saya mengidealisasikan struktur gudang dengan crane ini dengan SAP2000, soalnya pada crane ada beban dari crane girder dan ada beban dari crane runway beam (beban dari crane runway beam tegak lurus bidang gambar). bidang gambar saya x-z plane
    4.profil crane saya memikul beban 5 ton, dan saya rencanakan pakai profil WF 900 (profil wf paling besar), sedangkan di pasaran crane bisa memikul beban sampai 50 ton adakah software yang bisa membantu saya untuk merencanakan gudang ini selain SAP2000 ?
    5. Bagaimana saya bisa mengetahui kalau kolom yang saya gambarkan di sap 2000 sudah terpasang pada sumbu kuatnya, kalau saya ingin merencanakannya dengan memakai profil gabungan (3 profil wf sekaligus seperti pada SNI 03 1729-2002) atau profil tersusun, bagaimana mengidealisasikan dan memverifikasikannya ?
    6. bagaimana merencanakan steel connections dengan SAP 2000?

    Saya ingin mandiri pak, dan tidak copy-paste dari senior-senior saya yang sudah mengerjakan tugas dengan tipe yang sama. Saya mohon bantuan bapak.

    Buku bapak akan saya promosikan kepada teman-teman lainnya di UK PETRA. saran saya, bapak juga bisa mempromosikan buku SAP2000 yang baru terbit ini kepada ibu Ima Muljati di UK PETRA. Salam hangat saya dari UK Petra untuk bapak.

  75. Ada yang kurang jelas, apakah frame anda bentangnya 20 m atau yang bentang 56 m.

    Mestinya bentang 20 m lalu di tempatkan paralel tiap jarak 6 m ya, sehingga perlu 7 frame khan.

    Jika demikian maka anda nggak perlu sampai analisa 3D, dianggap sebagai portal bidang sudah cukup.

    Kelihatannya permasalahan anda adalah pada pemodelan struktur. Permasalahan pemodelan struktur belum bisa digantikan komputer, itu tergantung kepiawaian engineer-nya.

    Bisa saja, karena anda suka menggambar 3D, semua komponen dimasukkan dalam analisis. Apakah kemudian dapat dipastikan bahwa hasilnya akan lebih baik jika hanya menganalisis 2D. Nggak ada jaminan tersebut. Intinya program hanya sekedar tool, tergantung siapa yang makai. Buku saya pada intinya adalah ingin menyampaikan pesan seperti itu.

    **Menu Analyze-Set analysis option itu.**
    Untuk mengatur DOF analysis, apakah 2D atau 3D gitu misalnya.

    **bagaimana saya mengidealisasikan struktur gudang dengan crane**
    Struktur crane yang mana, crane mestinya ada yang memanjang pada bentang 20 m atau sejajar dengan struktur utama dan ada stuktur crane yang tegak lurus struktur crane tadi bukan. Saya sarankan , kedua struktur di pisah, reaksi-reaksi dari struktur crane dijadikan beban luar bagi struktur utama.

    **Bagaimana mengetahui kolom sudah terpasang pada sumbu kuatnya**
    Ya anda harus memahami apa itu sumbu lokal dan apa itu sumbu global. Di buku saya khan udah jelas itu, banyak contohnya khususnya yang bangunan 3D di halaman-halaman agak terakhir.

    **steel connections dengan SAP 2000**
    tidak ada fasilitas pada SAP2000 untuk menghitungnya.

    **Saya ingin mandiri pak, dan tidak copy-paste dari senior-senior**
    Lha ya memang harus begitu, nanti anda kalau digaji khan ya hanya untuk anda sendiri, anda harus lebih baik dari senior-senior anda jika anda ingin mendapatkan hasil (salary) yang lebih baik dari senior-senior anda bukan.

    Kami di UPH juga demikian, jika kami hanya sama saja dengan institusi pendidikan yang lain, maka belum tentu kami punya murid (peminat) . Kami di UPH harus berani mandiri, berani berbeda, yah memang perlu kerja keras. Ingat , nggak ada makan siang gratis, gitu lho.

    **Buku bapak akan saya promosikan kepada teman-teman lainnya di UK PETRA**
    Terima kasih. Prof Benjamin Lumantarna juga telah berkenan memberi rekomendasi dengan opini positip beliau di buku saya. Jika yang paling senior di Petra aja udah ok, mestinya yang yunior khan tinggal ngikutin aja.

    Saya belum mengenal ibu Ima Muljati di UK PETRA, kalau begitu sampaikan salam kenalnya ya untuk beliau, dari Wiryanto di UPH. Yah sama-sama di institusi kristiani.

  76. 1. maaf, pak di e-mail yang pertama tidak saya sebutkan dengan jelas. memang benar potral saya yang 20 m dipasang tiap 6 m
    2. Saya sangat berterima kasih atas saran bapak.
    salam bapak akan saya sampaikan. Terima kasih.

  77. dimanakah saya bisa mendapatkan program sap terbaru dari bapak? apakah bisa didownload lewat internet atau tidak? dan dimana buku panduan dapat saya peroleh?
    terimakasih.
    (adi Irto samaya,ST/PAPUA-JAYAPURA).

  78. Anda salah tempat pak.
    Kami disini tidak menyediakan program sap terbaru dan juga tidak mempunyai kapasitas atau legalitas untuk menyediakan program tersebut.

  79. Selamat Malam, Pak Wir

    Saya seorang mahasiswa teknik sipil UGM.
    Terima kasih untuk referensi- referensi yang bapak berikan.
    Semuanya sangat membantu buat saya yang sedang menyusun tugas akhir mengenai jembatan kereta api tipe plate girder.
    Apakah bapak mempunyai referensi lain mengenai desain jembatan plate girder yang lengkap?.

    Atas waktu dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    Syalom

  80. Yth. Bapak Wiryanto Dewobroto
    Bisakah dimodelkan dengan SAP, kasus balok beton yang kedua sisinya terdapat pelat dengan tebal sama (ataupun tidak sama) tetapi elevasi pelat di kedua sisi balok tidak sama? (Semacam pelat bertingkat.) Bagaimana triknya?
    Terima kasih.

  81. sdr M. Yusuf
    Memodelkan kasus yang anda minta dengan program SAP2000 pada prinsipnya bisa. Program tersebut menyediakan element 1D (FRAME), element 2D (SHELL) dan element 3D (SOLID) yang dapat dimanfaatkan untuk maksud ada.

    O ya ada satu lagi element di SAP yaitu element ASOLID, tapi yang ini nggak bisa digunakan.

    Lalu bagaimana memodelkannya ?

    Ini tergantung dari apa yang ingin anda evaluasi. Perilaku lentur gedung secara keseluruhan, yang mana balok beton tadi hanya bagian kecil dari komponen struktur yang mendukungnya, atau anda ingin mengetahui perilaku satu balok beton secara detail.

    Itu semua mempengaruhi strategi pemodelan.

    Ingat yang disebut pemodelan adalah menangkap fenomena yang menentukan dalam suatu perencanaan. Yang tidak menentukan, bisa dihindari (disederhanakan).

    Meskipun era komputer sekarang ini, dimana pemasukan data dapat dilakukan secara mudah dan lengkap. Tapi itu tidak berarti bahwa dalam analisa struktur yang benar lalu semuanya dimasukkan.

    Kenapa ?

    Karena kalau datanya terlalu banyak, maka mengevaluasi hasilnya juga tidak gampang.

    Bisa-bisa bahkan salah karena bagaimanapun mata kita hanya terbatas sepasang aja. Iya khan.

    O ya. Untuk analisis gedung secara makro (keseluruhan) maka biasanya cukup pakai element 1D yaitu FRAME. Berkaitan dengan penempatan slab yang posisinya tidak sama tersebut maka anda harus punya batasan dalam pemodelan tersebut, misal torsi direstraint oleh adanya slab jadi pengaruhnya hanya lentur saja, selain itu cari lebar efektif slab yang dimasukkan dalam analisis. O ya, perlu diingat bahwa untuk beton maka pelat yang berpengaruh adalah bagian atas (tepi), sedang yang mendekati grs netral maka pengaruh lenturnya nggak signifikan.

    Selanjutnya karena tidak ada menghitung secara otomatis dari program maka data dimasukkan sebagai General Section.

    Gitu mas. Intinya setiap penyederhanaan pasti ada konsekuensinya. Masalahnya, apakah konsekuensi tersebut dapat diterima pada masalah yang anda tinjau tersebut. Tahunya dapat diterima atau tidak ya dari engineer itu sendiri.

    Jadi kunci ada pada si engineer dan bukan pada program SAP. Gitu. :mrgreen:

  82. Yth. Bapak Wiryanto Dewobroto
    Terima kasih atas tanggapannya.

    Pak Wir, saya sedang menghadapi kasus menggunakan SAP2000 v8 di mana hasil desain tiang pancang (pile) pipa baja yang saya gunakan mendapat warning kl/r>200 (baik metode ASD ataupun LRFD) padahal saya hitung manual kl/r=45.645 dan rasio tegangan juga masih <1.
    Kenapa ya?
    Terima kasih.

  83. Yth. Bapak Wiryanto Dewobroto
    Salam kenal, nama saya Livian Teddy, ST MT. Saya seorang staf pengajar arsitektur di universitas sriwijaya palembang. Oh ya, Pak Wir saya suka mengikuti dunia ke-teknik sipil-an seperti pada website bapak ini. Buku bpk. sap 2000 edisi baru saya udah beli. Harganya lumayan ….tapi untuk ilmu no problemo.
    Pak ada yg saya tanyakan ttg buku tsb tentang Pdelta Analysis bpk. menyebutkan :
    – Bangunan yg didisain baik tidak banyak terpengaruh oleh efek p-delta.
    – Efek p-delta dominan pada bangunan tinggi
    Kalo saya baca dr buku tsb. efek p-delta nampaknya suatu efek yang alami pada bangunan low rise maupun highrise yg mengalami gaya lateral. tetapi kalo saya kembalikan kepernyataan bapak diatas, saya jadi bingung. Mungkin pak wir punya komentar ttg kebingungan saya. thanks (Maaf pak, baru kenal udah banyak tanya he..he)

  84. Boleh saya bantu ya pak Wir

    Salam kenal pak Livian.

    P-delta secara teori pasti ada bahkan untuk bangunan rendah sekalipun selama ada gaya lateral. Prinsipnya sih sederhana, karena ada gaya lateral akan menimbulkan defleksi lateral, defleksi lateral yang terjadi ini akan mengakibatkan momen tambahan dari beban aksial pada kolom karena pergeseran titik kerjanya dari axis originnya(posisi sebelum berdefleksi). Selain itu akan ada defleksi lateral tambahan akibat aksial eksentris tadi, defleksi lateral tambahan jadi momen lagi dst. Momen dan defleksi ini bertamabh secara akumulatif yang disebut P-delta effect. Dengan intuisi saja kita tau kalau makin besar delta akan makin besar pengaruh p-delta jadi makin tinggi bangunan, makin tinggi efek p-delta. Untuk desain rumah tinggal ya abaikan saja gak akan pengaruh–hal ini sesuai dengan poin 2 pak Wir. Maksud pak wir untuk bangunan yang didesain dengan baik ini adalah bangunan harus dibatasi defleksi lateral atau driftnya terutama untuk bangunan tinggi. Peraturan gempa dan gedung2 gedung tinggi di Indonesia mensyaratkan pembatasan tersebut dengan tujuan untuk menghindari pengaruh p-delta itu. Cara membatasi defleksi lateral ya dengan memperkaku bangunan ke arah lateralnya dan biasanya dibangunan tinggi dilakukan dengan menambah shear wall.

    Sedikit2 uneg2 pak Wir anggap aja A Letter to Architects:

    Jadi pak Livian kalau mungkin bapak akan merencanakan suatu bangunan tinggi tolong pak diingat2 akan hal ini. Karena untuk membuat struktur makin kaku ya dimensi kolom atau wall harus cukup besar. Arsitek jaman sekarang modelnya minimalis, kolom dan wall ramping2, tapi fininshing penutupnya besar2 jadi keliatannya aja kolomnya besar. Juga untuk clear height suka make balok pendek dan lebar. Hal2 ini mengurangi kekakuan latera jadi tidak baik untuk struktur sebetulnya. Dan yang kadang menyebalkan arsiteknya malah ngebandingin dengan perencana lain “ah si A bisa koq kamu gak bisa”.. semoga saja generasi pak Livian bisa lebih bijak terhadap masalah2 struktur. Jadi gak selamanya estetika. Berikut saya upload paper yang saya punya judulnya “Learning Seismic Design from The Earthquake Itself”, biar dibaca oleh semua teman civil engineer bagaiman gempa memporak porandakan bangunan di Turki..kita liat saja nanti bangunan yang direncanakan si A tersebut apa bisa bertahan kalau ada gempa kaya di Turki ini.

    http://rapidshare.com/files/84137131/QSC000149.rar

  85. to : Donald

    makanya Nal, ngurusin jembatan jauh lebih enak ketimbang gedung.. :)

    kalo di jembatan, structure engineer berkuasa sepenuhnya… gak ada yg namanya arsitek atau ME yg reseh kyk di gedung.. :D hue hehehe…

    -Rp-

  86. to Donal :

    nambah lagi :

    kalo jaman dulu, paradigma structure engineer adalah bikin bangunan dengan sistem struktur sesederhana mungkin, kalo ada arsitek yg sedikit “nyentrik”, langsung dibilang : gak ngerti ilmu struktur. :)

    kalo jaman sekarang kyk nya trend nya udah beda deh, structure engineer harus lebih kreatif dan berani dalam desainnya (tentu saja butuh ilmu mumpuni supaya bentuk2 nyentrik pun bisa dijamin keamanannnya), seperti Santiago Calatrava.

    tapi tentu saja ada konsekuensi nya : yaitu penambahan biaya. hal inilah yang seharusnya disadari arsitek dan owner. Misalnya : karena pengen tinggi balok dibatasi, atau pengen bentang yang panjang, ya konsekuensinya butuh prestressed dan biaya jadi nambah.

    Celaka nya, banyak owner pengen enak semuanya : bangunan secara arsitek monumental, secara struktur “berani”, tapi pengennya murah kayak gedung rumah susun… ya ini yang bikin kacau dunia persilatan.. :)

    -Rp-

  87. To: Robby

    Setuju g rob. Owner2 di Jakarta ini kayanya gitu semua…trutama yang sering muncul di MetroTV itu lah hehehe.

    Sebetulnya g seneng aja kalo bisa ada inovasi struktur “berani” itu cuma jangan “kelewat berani”. Yang buat bete itu yang “kelewat berani” dijadikan bahan perbandingan sehingga terkesan kita yang “kurang berani” ini jadi kaya kurang pengalaman alias bego.

    Hehe btw 350 ton itu “kelewat berani” apa masih standar2 aja:p.

  88. maaf pak wir saya agus,
    saat ini saya kerja di bppt, pada balai besar teknologi kekuatan struktur, sebenarnya saya ingin membaca buku sap 2000 hasil karya pak wir, tapi saat ini kok sudah gak ada dipasaran ya, mohon bantuan pak wir sekiranya saya untuk menemukan buku karangan pak wir. terimakasih

    Wir’s responds: buku yang ini memang sudah lama habis bahkan sudah ada edisi Baru-nya. Kelihatannya juga sudah habis, meskipun demikian saya sdh dapat kabar dari editornya bahwa buku edisi Baru akan dicetak ulang. Hanya kapan, saya kurang tahu. nanti jika ada kabar pasti saya sampaikan di blog ini. Salam.

    **Wir’s up-dated 4 April 2008**
    buku SAP2000 edisi ke-2 sudah di cetak ulang, dan sudah tersedia di toko buku gramedia

  89. As pak saya indra anak civil iti saya baru lulus pak, saya ingin sekali bisa softwer sap, sebaiknya bagi pemula saya, saya pake softwer apa ya pak, terus kalo saya mau kursus alamatnya dimana pak

    Wir’s responds: hallo Dra, wah belum lama ini UPH ngadain kursus SAP2000 untuk pemula. Yah, waktu itu untuk mahasiswa cuma rp 50 rb, materinya menurut saya sangat cocok untuk yang baru lulus. Sayang terlambat. Kursus ditempat lain saya kurang tahu, apalagi materinya. Takutnya cuma nyobain tutorial dari manualnya, wah itu mah nggak cukup.

  90. bagai mana caranya aku punya judul skripsi tentang tegangan pada dinding geser bisa ndak akutahu tegangan apasaja yang ada pada aplikasi etabs gimana cara membuatnya jelaskan ??? trus gimana mengetahui kekakuan lateral pada da dinding geser (ETABS) jelas kan juga masalah deformasi di ETABS

  91. Yth. Bapak Wiryanto Dewobroto
    Syalom…kenalkan nama saya Roy K mahasiswa civil dari manado, pertama-tama terima kasih kepada Bapak yang sudi berbagi pengetahuan yang Bapak miliki..:). Saya tertarik dengan buku SAP 2000 yang bapak tulis terutama pada bagian analisa gempa dengan response spektrum..kalau saya boleh sedikit bertanya untuk scala factor nilainya dapat darimana..?soalnya saya lagi mencoba hitung dengan respon spektrum wil_gempa diindonesia dengan sni 2002 (contoh yang ada hanya r.spektrum dari chopra)…sebelumnya terima kasih atas informasinya……

  92. syallom,pak…
    nama saya yudha, dari fakultas teknik sipil universitas jember..

    saat ini saya sedang mengerjakan skripsi dengan judul “analisis tekuk pada kolom prismatis dg metode timosshenko”

    saya juga telah membeli Buku SAp bapak yang terbaru sebagai referensi saya,,sangat membantu sekali pak…

    saya ingin menanyakan..
    bagaimana pak cara memodelkan kolom [prismatis pada SAP, karena nantinya analisis saya akan saya bandingkan dengan output keluaran SAP..

    terima kasih,sukses buat anda pak!!!

    Wir’s responds: lho kalau buku SAP2000 Edisi Baru khan bahkan sudah ada contohnya, ada hitungan manual lengkap sekaligus penyelesaiannya dengan sap2000 ver 10.0. Itu satu bab sendiri lagi.

  93. Salam Pak,
    Saya saat ini sedang mendesain ulang struktur gedung dual system sebagai tugas akhir saya. Yang saya tanyakan…bagaimana mendesain dan memodelkan shearwall pada SAP2000 VERSI 10?
    Lalu apakah dibuat dua model tersendiri? yaitu SRPM dan Shearwall? Apakah shearwall menerus dari taraf sendi di bawah hingga puncak. Perlu Bpk. ketahui, gedung tsb 5 lantai dengan basement. Apakah pemodelannya 2 atau 3 dimensi (umtuk SRPM dan Shearwall)??
    Gedung tsb berukuran 24×40 m, dengan atap pelana struktur baja.
    Dan jika Bapak punya file yang membahas ttg. hal tersebut, mohon bantuannya.
    Terima kasih.

  94. salam ….
    pak wir, saya mantan mahasiswa asal medan yang memakai buku karangan bapak (Aplikasi Sains dan Teknik dengan VB 6.0)

    waktu itu saya beli buku itu sebagai referensi untuk mengerjakan tugas akhir saya. dan syukur saya berhasil cukup baik dalam presentase tugas akhir saya.

    terima kasih pak atas bukunya….

    joko

    Wir’s responds: syukurlah pak. Kita saling mendoakan ya pak, semoga karya-karya kita bisa saling berguna juga. Salam

  95. salam hormat, pak wir

    saya ade mahasiswa teknik sipil, sdang membuat skripsi tentang struktur gedung. namun saya kesulitan analisa dalam program sap nya.saya berlokasi di bandung. sudah 3 tiga bulan lebih saya mencari buku “aplikasi rekayasa konstruksi dengan sap2000″ karya bapak, namun tidak menemukannya.

    mungkin bapak bisa bantu di mana saya bisa mendapatkannya. besar harapan saya untuk biasa mendapatkan buku tersebut. akan sangat membantu sekali bagi saya. terima kasih

    Wir’s responds: buku saya tersebut yang edisi Baru telah dicetak ulang belum lama ini sebanyak 1500 eksp lagi, jadi mestinya masih banyak stock. Tempo hari saya lihat di Gramedia Matraman, Jakarta Pusat, bahkan buku saya ke-3 dan yang itu (ke-4) masih ada banyak. Coba telpon dulu kesana (nomer telpon di buku telpon aja ya). Juga saya baru lihat di Gramedia Mal Metropolitan Bekasi, masih ada koq.

  96. Pak,mohon petunjuk bagaimana memberi input gempa statik yang benar pada program SAP2000? seperti penempatan gaya gempa tiap lantainya dan hubungan pada titik tangkap gaya geser(kekakuan). Jika saya letakkan Gaya gempa statik tiap lantai pada pusat massa apakah bisa ? kemudian bagaimana hubungannya dan pengaruhnya dengan titik tangkap gaya geser?. Jika gaya gempa ada pada titik pusat masa maka yang saya harus contrainkan pusat massa tersebut atau pusat kekakuan? maafkan jika pertanyaan ini kurang teknik, saya agak sulit menungkannya dalam tulisan. terima kasih . salam

  97. Yth. pak Wir

    Sebelumnya salam kenal pak
    saya sangat salut kepada bapak yang begitu bermurah hati untuk membagi-bagikan ilmu pada blog ini, semoga segala kebaikan bapak memperoleh balasan yang setimpal dari-Nya (amin) .

    Oh iya pak saya sementara dalam proses penyusunan tugas akhir mengenai pushover dan kebetulan saya sangat tertarik dengan tulisan bapak mengenai pushover, tapi kok di buku bapak yang baru “Aplikasi Rekayasa Kostruksi pada SAP2000″ tidak di bahas masalah pushover, ada ngga ya langkah-langkah pushover pada Sap2000 yang bisa saya lihat dan Dokumen FEMA356/274 dan ATC40 yang bisa saya download karena di kampus saya blum ada Dokumen tersebut, saya hrs cari kemana.

    Tolong bantuannya Pak….

    salam Hormat Saya
    Ardy Azis

  98. YTH. Pak Wir
    Aku amat tertarik dengan buku Anda, tapi di Gramedia Cirebon ga ada tuch. Dimana bisa aku dapetin karya Bapak ?

    Salam,
    Hardianto
    Staff Pengajar FT Unswagati Cirebon

    Wir’s responds: kontak langsung penerbitnya. Di Gramedia Lippo Karawaci juga udah habis. Padahal kemarin baru aja cetak ulang lho.

  99. Ping balik: testimoni buku « The works of Wiryanto Dewobroto

  100. Dengan hormat, Salam kenal…Senang sekali bisa berbagi ilmu di dunia perancangan semoga dengan terbitnya buku2 teknik (seperti SAP 2000 karangan bapak) akan membuat para praktisi/akademisi semakin baik dalam mendisain..cahyo (belum ada tandingannya)

    Saat ini saya sedang mempelajari SAP 2000 v10. Saya mengalami permasalahan yang sama dengan mba Luna Ngeljaratan // 16 Maret 2006
    wah sudah lama sekali…;)

    Saat menjalankan (run) program, program tersebut menyatakan “Error in creating analysis model”. Namun program dapat terus melanjutkan analisis “Analysis complete.” tapi solusinya harus bagaimana?(udah dibaca dr atas ke bawah koq ga ktemu ya ;)..). Satu info yg diberikan semakin simple input struktur yg di buat di SAP maka faktor kesalahan sedikit.

    Saya mencoba mendisain rumah tinggal 2 lantai, pada disain SAP. Saya masukkan data geometri desain sloof,balok,ringbalok,dan kolom+kolom praktis …pada input saya mencoba membuat model mendekati realnya…ya tentu saja sesuai denah sloof/balok/kolom sesuai rencana…pada kolom praktis tidak saya input beban akibat beban atap hanya berat sendiri…Yg jadi pertanyaan apakah saya membuat model hanya u/kolom utama saja sedangkan denah tdk simetris jd semakin simple (jatuhnya menggantung u/kolom praktis) shg tdk error..?

    Terima kasih atas waktunya u/ membaca. Sekiranya dapat solusi shg bisa share dg rekan2 yg mengalami permasalahan yg sama..

    Mohon Maaf bila ada kata2 yg tdk berkenan

  101. Ping balik: perlunya berprestasi « The works of Wiryanto Dewobroto

  102. Aslam..
    Saya mahasiswa Renja pak Mahasiswa dari Universitas Bengkulu,..
    Saya sudah membeli buku bapak..
    dan saya sangat tertarik mendesain struktur dengan SAP.
    tapi saya masih blum menemukan judul yang tepat.
    Saya kira bapak bisa membantu saya..
    Trim’s

  103. Saya lulusan SMK T.Gambar bangunan,saya ingin sekali kuliah,karena suatu kendala klasik yaitu biaya.

    saya ingin sekali belajar sipil walaupun tidak di bangku kuliah, saya berburu kemana2 lewat buku web dan orang2 yang paham akan ilmu Teknik sipil juga. Kebetulan saya Lulus langsung di kontrak kerja oleh dinas PU Irigasi 1 Brantas jatim, mulai dari tukang batu, pekerja kasar dan hampir semua saya jadikan guru.

    Untuk P.wir sudikah Bapak berbagi ilmu dengan saya, terlebih dengan program SAP2000 untuk teman2 saya di sekolah itu sangat asing tapi bagi saya program itu sangat penting. Saya dapat dari teman sekaligus guru di konsultan waktu Prakerin dulu, karena minat yang besar akhirnya saya dicopykan filenya, namun saya masih kurang inform maukah bapak Wir. berbagi tutorial baik tulisan maupun Video dengan saya.

    Terima kasih sebelumnya,sekali lagi saya mohon ke P.wir agar mau berbagi dengan saya.

  104. Pak Wir, slmt pagi.
    mau tanya ada contoh perhitungan permodelan sap2000 utk shearpile.
    karena pit yg akan digali 10m, dengan lebar hanya 3 meter menurut saya harus pakai shear pile, cuma aku tidak begitu familiar dgn shear pile, bole di bantu contoh aplikasinya. salam

    Wir’s responds : kebetulan saya juga belum punya contoh untuk kasus bapak.

      • @Dina,
        Saya itu penginnya juga mencetak buku tersebut lagi, wong banyak peminatnya. Tetapi penerbitnya tidak merasa perlu, lalu gimana dik. Ada baiknya pembaca menkontak penerbit, untuk meminta mencetaknya lagi. Wah kalau ada yang seperti itu, wah pasti saya dengan senang hati meng-OK-khan, meskipun untuk itu ada sedikit tambahan di sana-sini biar ada sedikit pembaruan.

  105. Ping balik: workshop SAP2000 di UPH – 2011 | The works of Wiryanto Dewobroto

  106. Yth : Pak Wir.

    ‘ Pak, saya mau tanya,,, apakah masi ada buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000?

    ‘ soalnya, saya cari di Gramedia Malang, tidak ada semua pak.

    ‘ sebelumnya,, saya ucapkan terima kasih.

  107. pak wir. Bisakah saya mendapatkan defleksi lateral izin untuk jetty, misalnya jarak antar pancang 5 meter, ada balok diafragma 2.5 m, kedalaman tiang 12 meter, tiang diatas tanah 12 meter, air di atas tanah 10 meter. Defleksi yang saya hitung diperoleh 40 mm defleksi lateralnya. Saya berdiri di jetty tersebut terjadi goyangan, padahal cranenya cuma 60 ton, Padahal saya rencanakan crane 250 ton dengan muatan 70 ton terjadi defleksi 40 mm, apakah aman ya?

  108. Ping balik: MIDAS dan Jurusan Teknik Sipil UPH | The works of Wiryanto Dewobroto

  109. Ping balik: SAP2000 ver 7.40 student version « software structure

    • Nggak dibalas bagaimana maksudnya. Anda menulis komentar saja pada threat buku ini. Ini khan jelas sudah habis lama sekali. Jadi kalau mau beli buku ini khan jelas sudah tidak ada lagi. Sedangkan di sisi lain, saya sudah menuliskan banyak berita tentang buku kelanjutannya di sini:

      http://wiryanto.wordpress.com/2012/12/28/nantikan-buku-sap2000-edisi-2013/

      Jika anda memberi tanggapan pada buku yang baru, tentu saja pasti akan ditanggapi. Menulis ya menulis, tapi harus pada konteksnya dong. :D

  110. Yth. Bpk Wiryanto..
    saya adalah mahasiswa jur. T.Sipil Universitas Bung Hatta..
    Setelah mencari berbagai sumber referensi, saya belum jg menemukan solusinya pak. permasalhan yang saya hadapi pada saat pemodelan struktur beton pada sap 2000 adalah pada pemodelan pelat dengan penerapan meshing pelat. bagaimanakah meshing pada pelat tanpa tumpuan balok pada sisi2nya agar reaksi pelat dapat tersalurkan pada struktur penyangga pada sisi2nya, misalkan pelat dengan tumpuan sebidang dinding penahan tanah paada sisi2nya yang tanpa ada balok…
    mohon pencerahannya pak, sebelumnya saya ucapkan terima kasih…

    • Keinginan untuk mewujudkkan model yang secara fisik sama dengan struktur sebenarnya adalah boleh-boleh saja. Maklum mudah dipahami oleh awam. Meskipun demikian, bukan berarti model yang secara fisik bentuknya tidak sama, tidak dapat mengahasilkan hasil yang sama.

      Untuk kasus dinding penahan tanah. Jika strukturnya menerus (panjang sekali) dan juga jika pembebanannya merata, maka tentunya tidak harus dimodelkan sebagai pelat (pakai element shell), karena jika bisa ditinjau tiap meter panjang (misalnya) maka konstruksi dinding penahan tanah tersebut dapat dimodelkan sebagai balok kantiliever dengan akurasi yang sama.

      Kecuali memang, jika tumpuannya ada tiga sisi (bawah dan dua di samping) dengan pembebanan berupa terpusat, maka pemodelan dengan shell akan memberikan hasil yang signifikan.

      Intinya, jika kita bisa membuat pemodelan yang lebh sederhana dan haslnya sama atau mendekati, maka itu berarti model itu adalah yang paling baik.

  111. siang pak, saya mau menanyakan tentang buku ini. apakah ddlm buku ini menjelaskan tentang cara pushover analysis dengan program sap2000 ?
    terima kasih sebelumnya.

  112. @yanri : level buku tersebut diarahkan pada pembelajaran mendasar, yang utama. Karena pushover dianggap materi advanced maka pada buku tersebut belum dimasukkan. Hal yang baru pada buku tersebut adalah konsep perencanaan baja terbaru, yang saat ini harus memakai komputer, yaitu “Direct Analysis Method (DAM) menurut AISC (2010).

    Karena saya mengajar str baja, maka materi itu yang pertama-tama saya tambahkan pada seri tersebut.

    • Oke pak. terima kasih infonya.

      Berhubung basic saya cuma SMA. Saya mau nanya lagi pak.
      Untuk program SAP2000, bisa ga membuat model elemen hingga nonlinier yang sesuai untuk kolom beton bertulang dengan penampang persegi dan berlubang?
      Saya ingin mengamati sifat-sifat mekanik yang ada akibat pembebanan.
      Saya bisa minta masukan dari bapak ga?
      Saya baru belajar program SAP2000, menurut bapak, referensi yang mana yang cocok (dari buku bapak) untuk solusi dari penelitian saya tersebut.
      Terima kasih sebelumnya.

      • Pernyataan anda bahwa : “Berhubung basic saya cuma SMA”. , membuat saya merasa sia-sia untuk memberi penjelasan lebih lanjut. Apakah anda bisa memberi alasan yang kuat, mengapa anda perlu pemahaman pada tingkat itu.

      • sekarang kan saya masih kuliah pak a.k.a belum lulus.
        jadi saya bilang basic saya SMA.
        saya tertarik dengan penelitian teman saya secara ekspemental (laboratorium) tentang “kapasitas lentur kolom pendek beton bertulang penampang segiempat berongga dengan variasi lubang”. saya ingin membandingkan hasil penelitian tersebut dengan sebuah program (SAP2000) dengan variasi eksentrisitas beban dan variasi mutu beton.
        cakupan perbandingannya meliputi lendutan, kekakuan, dan daktilitas.
        teman saya merekomendasikan dua program : PCA COL dan SAP2000.
        kebetulan saya membuka blog bapak ketika sedang mencari manual penggunaan software tersebut.
        terima kasih sebelumnya.

  113. salam pak wir…
    saya mau bertanya pak….
    saat saya analisis tekuk struktur yg simetris…, hasilnya tinggi sekali pak… bgmna say antisipasi hal ini di SAP pak wir?
    trima kasih sebelumnya

    • tekuk, berarti analisis stabilitas ya, yang termasuk dalam unsur non-linier geometri. SAP menyediakan beberapa opsi untuk perencanaannya, salah satunya adalah tekuk eigen. Ini seperti yang ada di buku saya. Cocok untuk pendekatan Euler. Caranya saya kira nggak perlu diulas lebih lanjut, langsung saja baca di buku.

      Cara lain adalah dengan pendekatan P-delta, ini sesuai dengan non-linier geometri. Meskipun demikian di SAP2000 sendiri ada dunia, yang benar-benar non-linier geometri, yaitu yang mengakomodasi perpindahan yang terjadi atau sekedar P-delta yang pendekatan numerik, yang cocoknya hanya jika P besar, dalam arti kata displacement-nya kecil. Nah yang digunakan yang mana ?

      Jika anda memakai yang bukan eigen, maka pemilihan “imperfection” cukup penting. Mungkin kalau ditelusuri, ada beberapa makalahku yang terkait dengan analisis stabilitas. Maklum, itu yang sekarang lagi ramai di DAM (Direct Analysis Method)–nya AISC (2010). Moga-moga membantu.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s