Karya Ilmiah Utama ke-3 (2005)


sampul buku ke-3

Aplikasi Rekayasa Konstruksi dng Visual Basic 6.0
Kata sambutan dari Ir. Iswandi Imran MASc., Ph.D.

Jumlah Halaman : xvii dan 450
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo – Jakarta
Cetakan perdana : Desember 2005
Lampiran : disertai CD berisi file-file program
Harga : Rp 74.800,-

Sinopsis

Perkembangan teknologi komputer semakin maju, termasuk juga di bidang rekayasa teknik sipil, program komputer rekayasa yang canggih semakin banyak yang tersedia. Meskipun demikian pemakaian program seperti itu mempunyai karakter yang berbeda dengan program bisnis pada umumnya. Insinyur pemakainya dituntut harus memahami apa saja yang dikerjakan komputer, batasan-batasan yang harus dipenuhi dan bertanggung jawab penuh terhadap setiap keputusan yang diambil dari keluaran komputer. Setiap kesalahan dapat berpotensi pada kerugian finansial, bila terjadi kegagalan struktur bahkan nyawapun dapat menjadi taruhannya. Oleh karena itu para insinyur pemakai program harus mempunyai kompetensi yang mencukupi.

Untuk mendapatkan kompetensi yang cukup, maka ada berbagai cara yang dapat ditempuh, salah satunya adalah dengan menuliskan pemrograman komputer pada masalah yang akan ditingkatkan kompetensinya.

Pernyataan di atas bukanlah mengada-ada, untuk itu tentu suatu kompetensi dasar mengenai pemrograman komputer harus dikuasai terlebih dahulu. Umumnya mahasiswa di fakultas teknik telah mendapat mata kuliah bahasa pemrograman, minimal sebanyak satu semester (di Jurusan Teknik Sipil UPH mata kuliah tersebut diberikan di semester satu memakai Visual Basic 6.0). Dengan berbekal pengetahuan dasar tentang teknik pemrograman komputer selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk meraih kompetensi lain yang terkait dengan proses hitung-berhitung dalam penyelesaian rekayasa.

Perlu diingat bahwa untuk menjadi pemrogram komputer yang baik, selain diperlukan penguasaan bahasa pemrograman, juga pengetahuan tentang apa yang mau diprogramkan. Pengetahuan itu harus sampai detail langkah-langkah penyelesaiannya, karena tanpa mengetahui detailnya maka alur program tidak dapat dibuat. Dengan menuliskan program sendiri, pemrogram secara tidak sadar memahami alur kerja atau prinsip kerja dari program yang dibuatnya. Apalagi jika pada saat penulisan program tersebut ditemukan “error” dan dengan inisiatipnya sendiri sanggup mengatasinya.

Berbekal pendapat di atas dan dengan latar-belakang profesi dibidang teknik sipil, baik selaku praktisi maupun pengajar, maka penulis akan mengambil topik struktur beton bertulang untuk ditelaah lebih lanjut. Alasan lain dipilihnya struktur beton bertulang karena materi tersebut merupakan topik utama khususnya dalam dunia konstruksi di Indonesia. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa tulisan pada buku ini dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi perkembangan rekayasa konstruksi di Indonesia.

Adapun perencanaan struktur beton bertulang yang dibahas adalah terbatas pada analisa penampang beton bertulang saja, jadi tidak membahas suatu perencanaan struktur beton secara keseluruhan. Hanya membahas salah satu item utama perencanaan tetapi mendalam. Adapun pertimbangannya adalah:

  • Lembar / halaman yang tersedia adalah terbatas, untuk menyajikan suatu perencanaan struktur beton secara lengkap materinya sangat luas karena terkait juga dengan sistem struktur yang dipilih, tipe pembebanan dan pelaksanaan, cara pemodelan dan analisa strukturnya.
  • Analisis penampang beton bertulang relatif sederhana, adapun prosedur hitungannya terbatas pada material dan konfigurasi geometri penampang yang ditinjau serta sifatnya rutin. Kondisi tersebut sangat cocok untuk dibuatkan program komputer. Selain itu prosedur yang tersedia (yang umum diberikan di buku-buku teks) relatif terbatas pada penampang-penampang yang umum (persegi, T) . Karena bentuk penampang beton dapat dibuat bebas sesuai kreatifitas perencana (dalam hal ini arsitek) maka tentu diperlukan juga analisis bentuk-bentuk penampang yang lain.

Sebagaimana terbitan PT. Elex Media Komputindo tentang pemrograman, maka buku ini juga berisi cara membuat “program” dengan VB 6.0 dan sangat cocok untuk belajar pemrograman rekayasa di bidang teknik sipil. Tetapi karena maksud utama buku ini adalah penggunaan pemrograman komputer sebagai sarana meraih kompetensi yang lain (analisa penampang struktur beton bertulang), maka diberikan teori pendukungnya.

Teori-teori pendukung tersebut diberikan untuk menjawab hal-hal berikut :
mengapa rumus atau urutan perhitungan tersebut dipilih, apakah rumus itu adalah yang terbaik, darimana rumus tersebut diperoleh, siapa yang pertama mengusulkan (catatan: rumus tidak seluruhnya matematis ada yang bersifat empiris), bilamana rumus tersebut dapat dipakai, hal-hal apa yang membatasi rumus tersebut, dsb

Untuk menyajikan teori-teori tersebut, penulis berusaha menggali selain dari peraturan perencanaan yang berlaku, buku-buku teks beton yang standar, juga langsung dari jurnal-jurnal ilmiah yang baru, sehingga teori yang disajikan relatif lengkap bahkan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan tentang “analisa penampang struktur beton bertulang”.

Selama penulisan buku ini, penulis mendapat masukan yang berharga dari beberapa rekan sejawat, al. Dr. Ir. Yoyong Arfiadi (Universitas Atmajaya Yogyakarta) , Ir. Djoni Simanta, MSc. (Universitas Katolik Parahyangan).

Selanjutnya materi tentang analisis penampang beton bertulang diberikan secara lengkap dan bersifat up-to-date, yang tentu saja telah diselaraskan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia yaitu SNI 03 – 2847 – 2002.

Penulis mendapat kehormatan bahwa Ir. Iswandi Imran, MASc., Ph.D., sekretaris / anggota team pakar nasional penyusun SNI 03 – 2847 – 2002, pengajar dan peneliti di Laboratorium Mekanika Struktur – Ilmu Rekayasa, Institut Teknologi Bandung, berkenan membuat Kata Sambutan untuk buku ini. Untuk itu diucapkan banyak terima kasih atas kesediaannya.

Foto-foto ilustrasi dalam buku ini banyak diperoleh dari proyek dan belum pernah dipublikasikan. Kepada beberapa rekan sejawat yang mendukung dengan memberikan dokumentasi karya-karyanya, yaitu Ir. Sutopo B.C. (PT. Waskita Karya) , Ir. Ign. Toto Ismintarto (PT. Gistama Inti Semesta) dan Ir. Suwantini (PT. Putra Satria Prima) diucapkan banyak terima.

Universitas Pelita Harapan merupakan institusi dimana selama ini penulis bernaung, bekerja dan berkarya. Untuk itu diucapkan banyak terima kasih kepada para pimpinan, rekan sejawat, para karyawan serta mahasiswanya atas dukungan dan kerjasama yang diberikan selama ini.

Akhirnya semoga buku ini dapat digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan penulisannya.

Semoga Tuhan berkenan.

Kata Sambutan : Ir. Iswandi Imran, MASc., Ph.D.
Sekretaris / anggota team pakar nasional penyusun SNI 03 – 2847 – 2002, pengajar dan peneliti di Laboratorium Mekanika Struktur – Ilmu Rekayasa, Institut Teknologi Bandung

Peraturan beton Indonesia yang berlaku pada saat ini yaitu “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNI-03-2847-2002)” diterbitkan pertama kali pada tahun 2002. Secara konseptual, peraturan beton Indonesia tersebut sudah sesuai dengan ”state of the art” struktur beton yang berkembang saat ini, namun walaupun begitu pada kenyataannya peraturan tersebut sampai saat ini masih belum diterima secara luas di kalangan industri konstruksi Indonesia. Bahkan, di beberapa daerah, terutama di luar Jawa, masih banyak perencana ataupun pengajar di perguruan tinggi yang lebih suka menggunakan peraturan beton yang lama, yaitu PBI-71. Salah satu alasan mengapa hal ini terjadi adalah karena masih kurang tersedianya buku manual perencanaan beton bertulang yang bersifat praktis dan mudah dipahami, serta memberikan urutan-urutan perhitungan perencanaan yang rinci dengan contoh-contoh yang aplikatif.

Terbitnya buku ini mudah-mudahan dapat menjawab permasalahan atas kurang tersedianya buku-buku manual perencanaan seperti yang disampaikan di atas, khususnya di bidang konstruksi beton bertulang. Sehubungan dengan itu, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada penulis, yaitu Ir. Wiryanto Dewobroto, MT atas terbitnya buku ”Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0: Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai dengan SNI 03-2847-2002”. Buku ini membahas analisis dan perencanaan elemen struktur beton bertulang terhadap berbagai pengaruh pembebanan, seperti lentur, lentur dan normal, geser dan torsi sesuai dengan standar Beton Indonesia yang berlaku, yaitu SNI 03-2847-2002. Pembahasan yang disampaikan pada buku ini juga dilengkapi dengan algoritma dan list program untuk perhitungan perencanaan (yang juga dilampirkan dalam bentuk CD) serta contoh-contoh perhitungan.

Seperti diketahui upaya diseminasi suatu peraturan perencanaan yang paling efektif adalah melalui perguruan tinggi, yang pada dasarnya berfungsi sebagai sarana pembekalan bagi calon-calon sarjana teknik sipil dan sebagai ujung tombak dalam menghasilkan sarjana-sarjana teknik sipil baru. Sehubungan dengan itu, berdasarkan lingkup yang dibahas, buku ini juga dapat dimanfaatkan sebagai buku acuan dalam perkuliahan struktur beton bertulang. Dengan memanfaatkan buku ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara lebih mudah prosedur perencanaan elemen struktur beton bertulang berdasarkan SNI Beton yang berlaku.

Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kalangan akademisi dan dunia industri konstruksi serta dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi perkembangan dunia industri konstruksi di Indonesia.

Bandung, 18 November 2005

Ir. Iswandi Imran, MASc., Ph.D
Departemen Teknik Sipil ITB

<<up-dated 1 Februari 2014>>

Untuk mengatisipasi complaint CD yang rusak, maka file lampiran pada buku di atas sudah di up-load sbb: CDLampiran.rar (7 Mb). Semoga dapat digunakan.

Ingat, di dalam CD hanya berisi listing program dan mungkin sudah ada yang dicompile. Artinya bahwa tidak ada file *.exe khusus yang diperlukan oleh program, jadi jika sewaktu program menyatakan bahwa ada file *.exe yang kurang, berarti yang tidak lengkap adalah program anda.

About these ads

93 gagasan untuk “Karya Ilmiah Utama ke-3 (2005)

  1. Salam kenal kembali.
    Desember lalu saya presentasi di UTY yogyakarta, waktu itu saya ketemu dng dosen yg juga alumni UGM, apakah itu anda?

    Membuat buku ? wah pertanyaan yang menarik. Buku saya stlh ketemu ide, ada yang selesai 3 bulan saja. Yang lama adalah ketemu ide-nya.

    Suatu buku yang layak terbit adalah buku yang dipastikan ada pembelinya. Prinsipnya jika anda bisa menyakinkan penerbit bahwa buku anda laku, pasti diterbitkan.

    Yang susah adalah menyakinkan penerbit –> lha itu seninya. Apalagi penerbit yang terkenal, biasanya yang propose buku baru ya banyak sekali, redaksi tinggal mengadu masing-masing proposal buku tsb. Yang paling menarik (dari kaca mata awam) itu yang ditindak lanjuti.

    Tip : kirimkan satu bab buku anda yang sudah final ke mereka (penerbit) , mereka akan mengevaluasi. Jika layak maka anda akan di hubungi. Pastikan kiriman pertama atau buku yang pertama harus yg baik sehingga dipastikan laku, stlh yg pertama sukses maka selanjutnya sih gampang.

    Tentang siapa yang dihubungi maka coba lihat alamat di web site, saya dulu juga begitu, nggak kenal dengan orang dalam. Yang berbicara nanti adalah proposal anda.

    Untuk buku rekayasa sebaiknya pakai lisensi (pribadi atau univ ). Pada buku saya yang SAP2000, saya ada masalah dengan versi yg baru khususnya dengan perwakilan program tersebut di Jakarta. Cukup ramai waktu itu. Akhirnya saya pakai versi program yang memang disebarkan melalui buku dan memang ada down-load-nya gratis.

    O ya , jika pakai lisensi kampus, sebaiknya pada buku anda diberi ucapan terima kasih pada pengelola kampus tsb jadi kelihatan bhw anda pakai yg berlisensi (padahal di rmh pakai bajakan , he, he).

  2. Silahkan bertanya, kalau saya bisa dijawab ya akan saya jawab, jika tidak khan juga nggak apa-apa khan.

    Pertanyaan anda cukup menarik, masalahnya anda akan menganalisis pada kondisi elastis atau ultimate (in-elastis). Sangat berbeda sekali.

    Jika anda hanya ingin mengetahui kondisi elastis maka anda bisa memakai FEM dengan elemen Plane-Stress sebagai suatu struktur 2D, untuk itu anda bisa memakai program SAP2000. Tapi yang ada outputnya adalah contour tegangan, sedangkan trayektori tegangan -tegangan utama yang sangat membantu dalam membuat analisis strut-and-tie model nggak ada.

    Analisis yang lebih lengkap anda harus memakai program tingkat tinggi, misalnya ADINA, ABAQUS, LUSAS, kecuali ADINA rasanya program tsb sudah ada bajakannya. Kalau beli sih mahal sekali. Saya pernah memakai program ADINA lisensi dari UNPAR yaitu untuk analisis keruntuhan balok Toronto, makalahnya ada di web saya, anda bisa down-load, makalah tsb saya presentasikan di seminar ITENAS bandung. Makalah tsb saya buat pada waktu SBK utk program S3 dibawah bimbingan Dr.Ir. Iswandi Imran. Menggunakan program tersebut maka perilaku in-elastis beton bertulang dapat dimodelkan dengan baik, bahkan trakyektori tegangan utama juga akan terlihat. Wah pokoknya bagus sekali.

    Program ADINA kalah populer dibanding dengan program ABAQUS program ini lebih dahsyat dan banyak dipakai untuk penelitian. Rasanya hampir semua masalah dapat dengan mudah diselesaikan. Coba cari info di internet.

  3. Salam, semoga sehat selalu pak Wir.

    Perkenalkan dulu pak, nama saya, Achmad Basuki – alumnus Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret Solo.

    Membuka web pak Wir, selalu memberikan motivasi bagi saya. Dan rasanya saya begitu banyak mendapatkan informasi dari bappak — hal hal yang berkaitan dengan dunia ketekniksipilan. Namun begitu, saya ada pertanyaan yang mohon jawaban dari pak Wir selengkap-lengkapnya, kalau perlu referensi apa yang harus saya baca. Pertanyaan saya adalah :

    Bagaimana menganalisis struktur balok beton bertulang berlubang (web openings, lubang tegak lurus dengan sumbu memanjang balok), bagaimana menghitung tegangan pada penampangnya dan melukiskannya dalam bentuk kontur tegangan sepanjang bentang balok (struts dan tie). Apabila pada lubang diberi perkuatan, bagaimana juga analisisnya.

    Maaf pak Wir, mungkin terlalu banyak pertanyaan saya. Terima kasih banyak sebelumnya atas dijawabnya pertanyaan saya tersebut.

  4. Sebelumnya saya perkenalkan diri saya, nama saya Indra, alumnus Teknik Sipil UGM, sekarang bekerja sebagai dosen di Universitas Teknologi Yogyakarta, dengan spesialisasi Struktur. Saya banyak membaca buku-buku karangan bapak, yang juga sangat berguna untuk menambah ilmu bagi saya. Saya suka menulis juga, banyak menguasai software dibidang ketekniksipilan, seperti SAP2000,ETABS, MS.PROJECT, PRIMAVERA, PLAXIS, dll. Saya ingin juga bisa menulis seperti bapak, mungkin bapak bisa membantu saya.

    Saya ada beberapa pertanyaan

    1. Dalam penulisan buku, bagaimana memulainya agar cepat selesai. Saya juga sedang menulis materi bersama seorang teman, tapi tak kunjung selesai. Hal-hal yang terpenting agar suatu buku dapat/layak untuk diterbitkan?

    2. Siapa saja yang bisa dihubungi setelah naskah tulisan jadi (contact person Elex Media, Andi, dll) dan apakah prosedur penerbitan sulit / banyak revisi?

    3. Bagaimana saran bapak sebagai utk saya agar bisa jadi penulis buku meski masih awam.

    4. Utk penulisan buku dengan software tertentu dgn license, apakah kita harus memiliki licensenya terlebih dahulu? atau kita dapat menexplorenya dalam bentuk buku (tanpa license), karena kebanyakan yang software dimiliki adalah non license. Atau jika harus berlicense, dapatkah kita memakai license software yang dimiliki oleh kampus kita.

    Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih atas perhatian dan penjelasan bapak.

  5. bapak Wiryanto yang terhormat,
    Nama saya Haris seorang mahasiswa politeknik jurusan teknik sipil.
    Saat ini saya sedang mengerjakan Tugas akhir yang berhubungan dengan pemrograman dengan menggunakan VB 6. Saya mencoba membuat suatu aplikasi perhitungan pondasi dangkal dengan VB 6, tapi saya menemui kesulitan dalam pelaksanaannya, maklumlah krn saya belajar hanya melalui buku-buku dari anda. kalau boleh saya mau bertanya tentang cara membuat grafik ataupun diagram dari hasil perhitungan agar output dari program menjadi lebih aplikatif.
    Terima Kasih
    Tolong dibalas ya pak

  6. terima kasih atas balasan dari bapak,
    Saya sudah punya buku dari dari bapak tapi cuma “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan VB 6.0″,kalau buku yang pertama saya belum punya. Bapak Wiryanto yang terhormat, misalkan saya ada masalah mengenai penyelesaian struktur, bolehkah saya bertanya ataupun konsultasi kepada bapak? soalnya saya ingin sekali mengembangkan skill saya di bidang teknik sipil, apalagi saya sudah hampir lulus program D3 Politeknik Negeri Malang. Terus terang saya ingin mengembangkan kemampuan saya agar nantinya lebih kompetitif dalam bersaing di dunia kerja.
    Terima kasih.

  7. siang mas,
    Saya Denny mahasiswa teknik sipil Universitas Islam Riau (UIR) – PEKANBARU – RIAU
    oh ya saya sangat berminat dan mengagumi karya – karya mas yang beredar dipasaran, kebetulan saya sekarang berada di semester 7, dan akan praktek lapangan, tetapi saya udah harus mikir2x untuk TA dan minat saya di struktur, tolong dong mas bantu saya nyariin ide2x, mudah-mudahan mas tidak keberatan

  8. mas Wir yang terhormat,

    Saya mahasiswa di sebuah perguruan tinggi yang baru saja menyelesaikan kuliah saya, sudah lama mempelajari buku mas Wir yang ketiga yaitu “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0″ tapi saya mempunyai beberapa masalah yang harus saya tanyakan kepada mas Wir karena saya tidak menemukan solusinya setelah mencoba sendiri sampai sekarang.

    1. pada bab 10 tentang kolom komposit saya mencoba mengganti profil baja wide flange dengan profil baja circular hollow tetapi gagal terus hasilnya pada listing Sub konversi. bagaimana isi listing yang benar untuk penggunaan profil baja circular hollow pada Sub konversi?

    2. untuk bab 10 juga mas, bagaimana jika saya ingin membuat kolom profil baja saja. apakah diagram interaksi bisa dihasilkan? berapa titik minimum yang diperlukan untuk penggunaan profil baja saja dan titik apa sajakah itu?

    Saya tunggu jawabannya dan saya tunggu buku mas yang berikutnya seputar program vb pada aplikasi rekayasa konstruksi. oh iya mas yang struktur baja dengan peraturan SNI terbaru tolong dibahas juga. atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.

    Rizky Wirawan

  9. Kepada
    Yth. Bpk Ir. Wiryanto Dewobroto, MT

    Saya tertarik dan telah membeli buku yang bapak tulis, yaitu “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0 “, saya mempunyai masalah berikut yang mudah-mudahan bapak tidak keberatan untuk memberikan penjelasannya . Masalahnya adalah waktu saya me ‘run’ dalam lingkungan Visual Basic muncul pesan error “Run time error “53” file not found “, padahal file “default.txt” sudah ada, tapi kalau dijalankan dari file exe-nya jalan normal/tak ada error.
    Demikian masalah saya, atas batuan bapak saya ucapkan banyak terima kasih.

    Batam, 29 April 2006

    Zulbahri

  10. Kepada Bpk. Wiryanto Yth,

    Hallo, apa kabar Pa Wiryanto.

    Kebetulan beberapa hari ini saya sedang berencana mengontak pa Wiryanto, perihal buku ke 3 Anda dengan judul”Aplikasi Rekayasa Konstruksi dgn VB 6.0 “. Saya ucapkan selamat atas diterbitkannya buku tersebut, isinya sungguh bagus & menarik.

    Ketika saya membacanya, saya jadi terpikir suatu ide yang mungkin bisa lebih dikembangkan untuk kedepan. Saat ini saya sedang membuat aplikasi MobileCon untuk mobile device (PDA/PDAPhone/Smartphone) yang ber-platform PocketPC. Awalnya hanya untuk hobi, selain dikarenakan tertarik untuk belajar pemograman untuk PoketPC saya juga terpikir karena dibutuhkannya tools2 untuk engineer di lapangan. Kemudian saya coba mengembangkan aplikasi yang saya beri nama “MobileCon”, lalu ketika saya coba berikan untuk beberapa rekan yang bergerak di bidang konstruksi tanggapannya sungguh positif, pendapat mereka dikarenakan memang software seperti ini sangat mereka butuhkan, dimana saat ini belum ada software sejenis yang dibuat untuk jalan pada PocketPC.

    Pada buku Anda yang terbaru tersebut, ketika saya lihat ada beberapa modul yang sangat dibutuhkan oleh engineer selama di lapangan, bilamana Anda ijinkan tentunya…. “sourcecode” dari beberapa modul tersebut ingin saya kembangkan untuk tambahan pengembangan aplikasi MobileCon ini. Sementara ini, aplikasi tersebut masih dipakai untuk pribadi dan beberapa rekan di Bandung, atau mungkin jika Anda punya ide/saran lain untuk pengembangan ke depannya? Atau mungkin juga dikarenakan tanggapan yang ada selama ini cukup bagus, bisa juga aplikasi MobileCon yang nanti dikembangkan dengan tambahan modul dari sourcecode Anda, lalu bisa dibuat untuk jadi buku Anda selanjutnya? mungkin cukup menarik dengan judul “Aplikasi Rekayasa Konstruksi untuk PocketPC”?

    Mengenai pemikiran yang dulu saya ajukan untuk mendirikan suatu badan riset seperti ACECOMS di UPH bagaimana pa, apa untuk saat ini masih sulit terealisasi? Saat ini software tersebut sedang saya kembangkan secara spesifik untuk aplikasi design perusahaan baja.

    Terimakasih atas informasinya pa, semoga sukses selalu. Tuhan Memberkati.

    Hormat saya,
    Johnny Setiawan

  11. Ya pa, saya di Bandung.

    Ok, kalau sudah mendapat persetujuan Anda, nanti untuk beberapa modul dari buku Anda saya coba kembangkan untuk aplikasi PDA yang saya buat.

    Mengenai artikel, tertarik juga nih. Nanti deh saya kirimkan ke pa Wiryanto. Resensi untuk buku Anda yang ok itu, nanti saya kirim resensinya segera :)

    Aplikasi design yang sedang dibuat adalah untuk Cold-Formed Steel Design, untuk peraturannya saat ini masih mengacu ke AISI dari buku Wei Wen Yu.

    Mengenai ide membuat suatu badan riset adalah obsesi saya pa :), maksud saya sebetulnya kita sebetulnya bisa dan tidak kalah/bisa bersaing dengan ‘luar’ dalam hal pengembangan software engineering.

    Semoga sukses dan teruslah berkarya.

    GBU,
    Johnny Setiawan

  12. sdr Haris,
    saya membuat dua buku ttg VB 6.0
    1. tahun 2003 yaitu “Aplikasi Sain dan Teknik dengan Visual Basic 6.0″
    2. tahun 2005 yaitu “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0″
    Apakah anda sudah mempunyai ke-dua duanya, karena cara membuat grafik telah saya detailkan dalam buku pertama.
    Jadi kalau anda membaca buku ke-3 saya (buku ke-2 ttg SAP2000) anda langsung mendapat penerapannya.
    Penjelasan ttg grafik tidak secara mudah diajarkan lewat email. Silahkan anda baca dan pelajari buku yang pertama.
    Kalau di pasaran tidak ada, silahkan anda langsung ke Elexmedia atau ke toko buku UPH di gd B Kampus UPH Lippo Karawaci, kalau tidak salah masih ada stock.
    Kalau pusing dan masih belum jelas, silahkan ke kampus kami.
    salam

  13. Hallo pak Johnny,
    Masih di Bandung ?
    Terima kasih anda telah membaca buku saya. Jika ada ide dari buku saya yang ingin anda gunakan. Silahkan. Memang itu maksud buku tsb di publikasikan. Saya sekarang sudah masuk pada kawasan pendidikan, jadi tugas utama adalah membuat pencerahan.

    Mengenai PDA, wah saya belum pernah melakukannya. lha PDA aja nggak punya : ).

    Bikin artikel aja pak Johnny, lalu di publikasikan. Kalau bingung jurnalnya maka kirim ke Jurnal Teknik Sipil UPH, alamatnya ke jurnal_sipil [ at ] uph.edu .
    Jurnal tsb diterbitkan sebanyak 500 eks dan disebarkan ke seluruh indonesia.
    Info lebih lanjut lihat web saya http://jurnalsipiluph.wordpress.com

    O ya, jika anda udah baca buku saya ke-3, mau nggak bikin resensinya. Nanti resensi anda saya muat di jurnal saya.

    Tentang kerja sama tempo hari ya. Wah masih pesimis.

    Kapan pak Johnny main aja ke UPH. Mumpung ada seminar, siapa tahu nanti UPH bisa bikin seminar ttg teknologi informasi di bidang teknik sipil sehingga pak Johnny bisa ikut berpartisipasi aktif sebagai pembicara. Kita setiap tahun selalu aktif lho bikin seminar. Siapa tahu kalau udah mulai yang kecil-kecil, rencana ke depan bisa seperti ACECOM yang bapak maksud.

    Anda sekarang sedang mengembangkan software utk pabrik baja, design-nya ya.
    Pakai peraturan apa. SNI atau AISC atau apa. Baja hot-rolled atau cold-formed. Untuk baja Cold-formed kita belum punya peraturannya lho.

    gitu aja dulu ya pak Johnny.
    sampai ketemu di lain kesempatan.

  14. sdr Zulbahri
    Ya masalah anda biasanya terjadi jika anda mengaktifkan program VB terlebih dahulu lalu memanggil file *.vbp.

    Untuk mengatasinya maka anda masuk ke dalam direktori atau folder yang berisi file-file *.vbp memakai Explorer, kemudian ke file yang berekstension *.vbp klik ganda maka program VB (jika sudah di install) akan mengaktifkan file *.vbp di direktori dimana file-file pendukung lainnya bekerja.

    Jika anda tertarik mempelajari bahasa pemrograman VB maka sebaiknya anda membaca buku saya yang pertama, info tentang hal tersebut bisa di lihat pada bagian lain di blog ini.
    salam

  15. Sdr. Rizky di tempat.
    Selamat, anda menjadi sarjana sipil. Semoga tetap kommit pada bidang tersebut dan memberi sumbangan yang besar pada bangsa.

    Saya lagi prihatin dengan kejadian gempa di kota Yogyakarta, banyak korban akibat keruntuhan bangunan. Itu menunjukkan bahwa teknologi gempa yang telah dipelajari diberbagai kantong pendidikan teknik sipil tidak berguna atau tidak menjangkau rakyat pada umumnya. Gempa 5.9 skala richter adalah gempa sekala menengah, mestinya tidak ada kejadian parah seperti itu.

    Baiklah saya mencoba menjawab pertanyaan saudara.

    Prinsip konversi tsb mestinya juga berlaku untuk baja sirkular, tetapi hati-hati baja sirkular yang bagian dalamnya di isi dengan beton mempunyai efek confinement, efek tersebut membuat beton di dalamnya lebih kuat dan daktail. Kondisi tersebut belum dimasukkan dalam listing saya, meskipun sebenarnya dapat dimanipulasi dengan kondisi material yang dibedakan.

    Mengenai kegagalan yang anda temui, ini kayaknya problem pemrograman seperti biasa. Jadi anda harus memahami konsepnya dulu. Langkah awal mulailah dari program yang sudah bekerja, anda coba pelajari dengan fasilitas debugging (lihat penjelasan di buku saya yang pertama). Setelah tahu jalannya , anda boleh modifikasi sesuai dengan keinginan anda.

    Pertanyaan ke dua, untuk profil baja bi-simetri , saya rasa bisa.

    Mengenai bagaimana detail dari pelaksanaan ke dua ide diatas , saya nggak bisa membantu banyak. Selamat bekerja.

    Struktur baja dengan peraturan yang terbaru, untuk kalangan terbatas, saya sudah menerbitkan baja untuk elemen truss (tekan dan tarik) berdasarkan sni dan aisc lrfd terbaru, tetapi masih campur aduk. Sedang saya uji dalam kelas perkuliahan di jurusan teknik sipil UPH. Moga-moga dapat berlanjut.

    Saat ini saya sedang tertarik mengembangkan tema tentang baja cold-formed. Anda tahu nggak. Kalau anda tahu, wah cukup maju wawasan anda. Untuk itu saya sedang mempersiapkan materi untuk dipresentasikan di lokakarya pengajaran mekanika, beton dan baja yang akan diadakan di UNUD Bali di hadapan pakar-pakar / dosen-dosen baja, beton dan mekanika. Saya ingin melihat respon mereka.

    Menurut saya baja cold-formed mempunyai prospek sangat baik untuk membangun rumah tahan gempa (yg sesungguhnya) untuk rumah-rumah menengah kebawah. Teknologi rumah menengah kebawah tidak pernah dibahas atau diperhatikan oleh kalangan universitas padahal dari dua gempa besar ini korban terbesar dari kalangan mereka.

    gitu dulu ya

  16. Maaf pak, di buku Bapak yaitu “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0 (Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03-2847-2002)” hanya terdapat langkah dan diagram alir untuk analisisnya saja, sedangkan untuk desain hanya ada untuk penampang balok persegi, apakah Bapak bersedia mengirimkan langkah desain dan diagram alirnya untuk kesemuanya, komponen yang ada di buku itu (terutama balok tunggal-ganda, balok T tunggal-ganda, kolom).

  17. sdri chintya,
    Pertanyaan anda tentu berkaitan dengan strategi perencanaan struktur beton, yang umumnya adalah :

    1. estimasi dimensi penampang dan beban-beban yang bekerja
    2. analisa struktur untuk mendapatkan momen-momen rencana (ult)
    3. dihitung tulangan perlu dari dimensi penampang tersebut
    4. jika tidak masuk, dimensi di ubah, kalau perubahannya besar maka langkah 1 di mulai lagi.dst sampai puas (!?)

    Proses perencanaan di atas kita sebut sebagai desain penampang, yaitu dengan mengetahui dimensi dan Mu maka dapat dihitung tulangan perlu.

    Strategi perencanaan yang lain bisa saja seperti ini.

    1. diketahui ukuran penampang beton dan tulangan terpasang
    2. dari penampang dan tulangan yang ada dapat dilakukan analysis kekuatan penampang tersebut yaitu Mn
    3 perkirakan beban-beban yang bekerja dan analisa struktur mencari Mu (ult)
    3. bandingkan Mn dng Mu (tentu saja phi harus masuk)
    4. jika syarat perencanaan ok teruskan jika tidak ulangi lagi

    Proses yang terakhir umumnya kita sebut sebagai analisis.

    Intinya dari ke dua proses tersebut adalah masih adanya trial-error, semakin berpengalaman atau terbiasanya perencana dengan pekerjaan tersebut maka proses trial-error semakin kecil.

    Dikaitkan dengan permintaan anda utk disediakan algoritma desain utk semua penampang maka akan ditemui kendala-kendala berikut:

    desain –> diketahui Mu , variabel yang dicari adalah dimensi penampang dan tulangan. Untuk penampang yang sederhana saja yaitu penampang persegi dan tulangan tunggal maka jumlah variabel yang dicarai ada tiga yaitu b (lebar) ; h (tinggi) dan luas tulangan tarik (As). Dalam prakteknya, varibel b dan h telah di estimasi terlebih dahulu, sehingga hanya satu (1) yang di cari yaitu As. Jadi bagaimana jika itu penampang yang lain, kalau anda juga mengestimasi juga apa nggak tambah bingung. Itulah mengapa desain dibatasi untuk penampang persegi saja.

    Coba bandingkan dengan proses analysis berikut :

    analisis —> diketahui dimensi penampang dan tulangan , variabel yang dicari adalah Mn

    Karena hanya mencari satu output yaitu Mn maka proses analysis lebih jelas.

    Cara perencanaan yang diceritakan di atas memang menjadi penekanan pada era perhitungan manual. Karena prosesnya bisa berbeda : desain cepat dan asal aman, sedangkan analysis karena variabelnya banyak dan harus teliti maka relatif lebih panjang (lama).

    Tetapi pada era komputer, perbedaan desain dan analisis jika dikerjakan komputer secara awam mungkin tidak akan terlihat, karena prosesnya perhitungannya cepat sekali (sekejap). Yang lama hanya pada proses estimasi input data yg tetap kita kerjakan.

    Jadi dengan tersedianya program analisis maka perencanaan dapat tetap dilakukan dengan konsep trial-error, dalam hal ini adalah estimasi ukuran penampang maupun tulangan yang terpasang.

    Itulah mengapa sejak jaman dahulu sampai sekarang sepengetahuan penulis, desain penampang beton bertulang hanya berkutat pada penampang beton persegi dengan tulangan tunggal. Termasuk yang ada di program komputer rekayasa seperti SAP2000, baik tulangan positip dan negatif dihitung tersendiri dan lalu di super-posisikan.

    Moga-moga menjawab pertanyaan anda.

  18. Kepada Bapak Wiryato Dewobroto,
    Dengan Hormat,

    Saya Ivan Jansen, setelah membaca salah satu tulisan bapak dalam buku yang membahas analisis dan desain penampang pada elemen struktur beton, saya ingin meminta waktu bapak untuk memberikan masukan, nasehat/bantuan dalam hal analisis kolom, yang merupakan bahan tesis saya yang berkaitan dengan perhitungan numerik (program komputer) terhadap elemen kolom pendek komposit beton dengan kekangan yang berbentuk tubular baja dan FRP ( Fiber Reinforced Polymer ).

    Dimana, pembahasannya dalam menentukan “kurva momen-kelengkungan” dan “Kurva Interaksi kolom”. Kondisi apa saja yang berhubungan yang digunakan dalam penentuan Momen-Curvature dan juga Kurva Interaksi Kolom dari elemen struktur komposit diatas.
    Atas segala perhatian dan waktu yang bapak berikan, saya ucapkan banyak terima kasih, dan saya berharap untuk adanya kemungkinan bertanya lagi terhadap bapak.

    Hormat Saya,
    Ivan Jansen Saragih.

  19. Sdr Ivan,
    Program diagram kolom maupun momen kurvature yang saya susun pd buku ke-3 didasarkan pada prinsip stress-strain compatibility, artinya tegangan pada penampang didasarkan pada regangan yang terjadi. Dengan anggapan bahwa regangan pada setiap penampang linier, sedangkan hubungan stress-strain boleh tidak linier.

    Jadi pertama-tama jika anda akan menyusun program kolom pendek komposit beton dengan kekangan yg berbentuk tubular baja dan FRP tersebut. Anda perlu check dulu apakah asumsi di atas bisa diterima. Untuk itu coba cari jurnal eksperimental ttg masalah yang anda tinjau tersebut.

    Jika asumsi strain linier maka trik-trik yang ada pada buku dapat dipakai.

    Selanjutnya anda tinggal mencari perilaku material beton yang dikekang. Perilaku material beton tersebut diwakili sebagai diagram tegangan-regangan. Coba lihat bukunya Prietsley , atau gurunya Tom dan Paulay , kayaknya mereka-mereka udah membahas hal tsb cukup lama (khususnya tentang efek kekangan). Hanya saja kalau FRP kayaknya belum. coba cari dijurnal-jurnal , di rak-buku-ku udah ada belum ya.

    Jika udah ketemu maka selanjutnya ikuti aja cara di buku ku. Solusi numeriknya mirip.

    gitu dulu ya

  20. Dalam buku ini hal yang menarik adalah algoritma numerik pada proses trial error dengan fungsi (Do…Loop) untuk memenuhi suatu kesetimbangan tegangan pada penampang beton. Bagus sekali, dulu saat saya mengetahui program SAP2000 mampu menghitung kekuatan kolom dengan 3D failure surface, dalam manual dijelaskan langkah-langkahnya namun belum sempat berpikir algoritma perhitungan komputer. Setelah mengetahui dari buku ini, saya jadi ada kejelasan.

    Memang dalam buku hampir seluruh perhitungan adalah berupa peninjauan (investigation) bukan perencanaan (design). Menurut saya, hal ini perlu untuk meninjauan keadaan penampang beton. Selain itu proses investigasi lebih rumit dibandingkan dengan proses design karena berbagai faktor. Bahkan program Investigasi Penampang Beton yg sudah jadi seperti PCACol, SAP/TABS Section Designer, BIAX dll. mempunyai perbedaan dalam meninjau pemodelan material beton dan baja tulangan ini karena beberapa faktor misal kemudahan, kelayakan serta konvergensinya dengan hasil penelitian.

    Estimasi kebutuhan tulangan pada perencanaan awal untuk balok beton bertulang dapat dengan mudah dengan rumus pendekatan

    As = Mu / (250 h)

    dimana, As = Luas tul, mm^2
    Mu = Momen Perlu, N.mm (kN.m –> x 10^6)
    h = Tinggi penampang, mm

    Estimasi awal / pendekatan di atas dapat pula digunakan untuk estimasi awal kebutuhan tulangan pada pelat atau balok yang mengalami gaya aksial tekan kecil sampai besar (dapat dipahami dari diagram M-N). Untuk tinjauan balok/pelat dengan tulangan tunggal tanpa gaya aksial selisih biasanya kecil, sedangkan untuk keadaan lain bersifat konservatif (selisih besar). Silahkan dicoba sendiri :) namanya juga estimasi awal.

    Pendekatan lain dapat lebih teliti jika merujuk pada makalah dari D.A. Fannela (2002) SEAOC “Timesaving Design Aids for Reinforced Concrete”

    Sedangkan untuk tujuan praktis dan aman (pelaksanaan, lendutan) rasio tulangan tarik balok/pelat perlu dibatasi sebesar 0,25 ~ 0,375 Rho Balance. Batasan ini juga dapat dipakai sebagai estimasi maupun acuan pada tahap design.

    Ini dulu saja, salam semua :)

  21. Sebelumnya saya sangat berterima kasih kepada Bapak atas terbitnya buku SAP dan Program Visual Basic (terbitan Elex Media) tentang Rekayasa Struktur (Teknik Sipil).

    Adapun saya adalah alumnus dari Universitas Parahyangan Bandung.
    Ada kendala yang saya hadapi dalam mengerti buku yg Bapak tulis terutama tentang program SAP.

    Untuk mengerti Program SAP apakah saya harus benar benar mengenal finite element secara mendalam?

    Lalu untuk soal tentang kantilever (gambarnya seperti tempat halte,yg melengkung), ada yang saya bingung tentang satuannya?

    Ketika kita menggunakan Program SAP tentang pelat, bagaimana korelasi antara tegangan yg diperoleh dengan cara kita utk menerjemahkannya sehingga kita memperoleh luas tulangan yang akan dipasang?

    Untuk buku Program Visual Basic rekayasa struktur, adakah analisa tentang kolom langsing?

    Apakah Bapak mempunyai diktat kuliah lengkap tentang struktur beton, baja serta gempa. Kalau ada dimanakah saya bisa mendapatkannya? Saya sangat ingin belajar tentang struktur lebih banyak lagi dan lebih mendalam daripada apa yg saya dapatkan di S1 dulu.

    Terima Kasih atas bantuan dan perhatiannya.

  22. **Untuk mengerti Program SAP apakah saya harus benar benar mengenal finite element secara mendalam ? **

    Saya mempunyai buku karangan Cook dan kawan-kawan, judulnya : “Concepts and Applications of FEA” 4th Ed., John Wiley, 2002 . Ada pernyataannya di sana yang menjawab pertanyaan sdr.

    Why study the theory of FEA ?
    Satisfactory elements and versatile analysis procedures are already available in widely used software, and software has become so accommodating that even an inept user can obtain a result. Seasoaned practitioners stress that reliable results are obtained only when the analyst understands the problems, how to model it, behavior of finite elements, assumption and limitations builts into the software, input data format, and when the analyst checks for errors at all stages. It is not realistic to demand that analyst understand details of all elements and procedures, but misuse of FEA can be avoided only by whose who understand fundamentals

    **Lalu untuk soal tentang kantilever (gambarnya seperti tempat halte,yg melengkung), ada yang saya bingung tentang satuannya? **

    saya buka bukunya, kelihatan sekali lho kalau satuannya kN-m atau N-mm yang dipakai sesuai kebutuhan, dan tercantum semua koq. Masih bingung ya ? **saya jadi bingung juga jadinya**

    **Ketika kita menggunakan Program SAP tentang pelat, bagaimana korelasi antara tegangan yang diperoleh dengan cara kita untuk menerjemahkannya sehingga kita memperoleh luas tulangan yang akan dipasang?**

    rasanya saya belum membahas program SAP ttg pelat.
    Itu pertanyaan baru ya ?

    Saya sedang mempersiapkan buku SAP edisi ke-2, dan rencananya akan dicetak oleh penerbit lain (MOU sedang di proses, moga-moga lancar). Dalam buku tsb akan ada tambahan bab baru lagi. Ada satu bab membahas tentang element SHELL, tapi saya nggak membahas lengkap hanya tentang membran saja mulai dari intro dan aplikasi plane-stress yang dapat digunakan. Dari situ di coba dipahami bagaimana membaca output-nya. Mungkin dapat membantu anda. Nanti beli ya .

    **kolom langsing ? **
    Belum ada !

    **Apakah Bapak mempunyai diktat kuliah lengkap tentang struktur beton, baja serta gempa. Kalau ada dimanakah saya bisa mendapatkannya ? Saya sangat ingin belajar tentang struktur lebih banyak lagi dan lebih mendalam daripada apa yg saya dapatkan di S1 dulu.**

    saya belum ada diktat lengkap. Saya sarankan bacalah buku-buku karangannya
    - tom and paulay
    - mc gregor
    - nawy et. al
    kalau anda membaca tuntas dan memahaminya, itu sudah lebih dari cukup. Info lengkap tentang buku-buku tadi, sudah saya cantumkan dalam setiap bab dari buku saya yang paling baru VB6 utk struktur beton.

    Masih ingin mendalami lagi ttg struktur, saya sarankan sekolah lagi. Saat ini sy juga sedang mengambil program S3-nya UNPAR, nanti jadinya sama-sama alumni ya.

    Di sekolah tersebut yang penting adalah berinteraksi/berdiskusi dengan orang-orang yang mempunyai peminatan yang sama, jadi jangan hanya ngejar nilanya aja (ya penting, ttp ya sekedar ijazah aja, tp itu nggak jamin kalau jadi menguasai ilmu secara tuntas).

    salam sejahtera semua.

  23. Pak Wiryanto, diantara 4 buka yang bapak karang, saya sudah memiliki 3. Dan buku yang paling membantu adalah aplikasi teknik sipil dengan Visual Basic.

    Saya sendiri juga membuat beberapa program VB dan VBA excel yang cukup membantu dalam pekerjaan saya. Akan tetapi program yang saya buat itu running nya agak lama.

    Pertanyaan saya adalah :

    1. Dalam buku bapak, ada bagian yang mengatakan untuk mempercepat bisa memakai binary code. Tapi setelah saya coba, ternyata tidak bisa mencetak output dan membaca kembali dengan binary code. Sebenarnya bagaimana cara kerja binary code. Apakah sebelum mencetak output, kita harus mengubahnya menjadi binary code dengan subprogram dan kalo ingin membaca kembali juga harus mengunakan subprogram untuk mengubahnya jadi format text biasa.

    2. Apakah dengan menggunakan dbase programing bisa mempercepat proses membaca dan sortir?

    3. Adakah ActiveX yang bisa membuat tampilan grafik? Maksud saya, seperti program autocad, SAP dan ETABS, kalau batangnya di click, program akan mengenal batang yang kita click. Saya sudah mencoba menggunakan object line tapi tidak bisa di click.

    4. Apakah ada ActiveX yang bisa kita pakai untuk membuat peta kontur dan melacak nilai Z dari contour seperti Autodesk Civil. Atau kita bisa memakai ActiveX autodesk Civil?

    5. Untuk buku terakhir yang Bapak karang, sepertinya tidak menyingung masalah kolom biaxial. Kalau untuk bentuk yang tidak teratur dan biaxial gimana solusinya?

    Sekian Pertanyaan saya, semoga Bapak bisa memberikan tanggapan. Atau Mungkin Pak Wiryanto bisa mengarang buku Visual Basic untuk tingkat advance dan semoga semua pertanyaan saya, bisa terjawab disitu.

    Atas perhatiannya saya ucapkan ribuan terima kasih.

  24. Sdr. Hafibry

    Terima kasih atas partisipasi anda dalam kegiatan kami, dan juga terima kasih ternyata anda telah mengkoleksi buku saya.

    Saya coba menjawab pertanyaan anda berikut :

    **bagaimana cara kerja binary code**
    Binary code cara kerjanya adalah seperti memory komputer, yang bisa disimpan adalah isi dari suatu variabel. Hanya saja format dan lokasi penyimpanan kita serahkan sepenuhnya ke komputer. Kita hanya mengakses isinya, dan memang tidak untuk dibaca secara visual.

    **dbase programing bisa mempercepat proses**
    Jika anda berkaitan dengan data dengan struktur bisnis (misal: data ktp) maka penggunaan dbase programing membantu untuk digunakan, tetapi kalau numerik nggak perlu. Untuk sortir dsb pakailan metode numerik / algoritma numerik biasa (bentuk yang sederhana ada di buku saya yg pertama ).

    **ActiveX yang bisa membuat tampilan grafik, spt AutoCad**
    Mestinya bisa, tetapi saya sendiri belum memakainya.

    **ActiveX yang bisa kita pakai untuk membuat peta kontur**
    untuk masalah tsb, saya juga belum pernah melihatnya.

    **di buku karangan terakhir ttg kolom biaxial**
    Yah betul, tetapi sebenarnya bila kita bisa mendapatkan formulasi bentuk penampang yang tidak teratur, misalnya dengan membagi sebagai grid-grid kecil (variabel luasan beton dan jarak) maka sebenarnya nggak ada bedanya antara kolom biaksial atau bukan. Maksudnya untuk suatu penampang dilakukan transformasi sudut dari 0 sampai 90 derajat maka dapat dibentuk diagram interaksi 3D.

    Sebenarnya saya juga sudah memikirkan hal tersebut, bahkan juga yang sudah jadi adalah membuat program momen kurvature dari suatu penampang beton bertulang yang penting untuk analisis push-over. Tetapi karena tujuan buku tsb untuk buku bantu pada level S1 dan ketebalannya sudah cukup tebal >> 400 hal. Maka memang sengaja saya stop sampai di situ.

    **bisa mengarang buku Visual Basic untuk tingkat advance **
    Untuk topik VB untuk tahun ini belum ada ide.
    Saat ini saya sedang fokus ke Struktur Baja, karena ternyata buku baja di Indonesia relatif sangat jarang, padahal perkembangan di luar negeri sudah sangat maju. Sebagai contoh untuk struktur cold-formed saja maka peraturan di Indonesia belum ada, padahal di luar negeri sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1940-an.

    **terima kasih**
    Sama-sama

  25. ** yang dapat memperkuat beton ? **

    Untuk menjawab pertanyaan anda tentu harus tahu pemakaiannya terlebih dahulu, beton itu untuk apa, lalu kenapa harus diperkuat, bagian apa dari beton yang dianggap tidak kuat.

    Ini penting, karena jelas bahwa beton kalah kuat dibanding baja misalnya, tapi kalau untuk lantai bangunan maka material beton tersebut akan lebih baik dibanding jika dari baja yang menimbulkan kebisingan jika dipakai. Baja merupakan material struktur yang ideal, tetapi kalau berkaitan dengan daerah yang tinggi resiko mengalami korosi maka beton lebih baik, dll.

    Nggak ada yang mutlak lah. Jadi tidak ada jawaban yang manjur untuk semua. Kasus per-kasus.

    Kalau secara umum tentu harus dipahami terlebih dahulu ttg apa saja kelemahan dari beton, yaitu:
    1. Kuat tarik rendah
    2. Getas, tidak daktail
    3. Volume beton yang tidak stabil, fungsi waktu (shrinkage dan creep).
    4. Ratio kuat thd berat, relatif kecil.

    Dengan memahami hal-hal di atas maka dapat dilakukan strategi dan itu tidak berlaku secara umum. Misalnya.

    Untuk kuat tarik rendah, bisa saja kita pilih penyelesaiannya pakai prestressed shg dihasilkan beton yang hanya menerima tegangan tekan saja, meskipun untuk itu diperlukan kuat beton yang tinggi.

    Penggunaan beton mutu tinggipun hanya cocok untuk struktur kolom atau girder PC, jika hanya untuk balok biasa maka beton mutu tinggi tidak terlalu signifikan hasilnya.

    O ya, itu dari segi pemakaian beton sebagai elemen struktur.

    Bagaimana dari sisi teknologinya. **tema ini saya kurang mendalami**

    Cukup banyak peneliti yang masuk ke material, bikin kuat tekan tinggi (high performace concrete = hpc) sehingga dapat dijadikan alternatif pengganti material baja utk tekan. O ya, Prof. K.H Reineck dari Uni-Stuttgart pada acara Konferensi Int. di UPH (September 2007 mendatang) merencanakan membawa penelitian terbaru beliau ttg hpc utk dijadikan silo penampung air yang bersuhu tinggi.

    Selain hpc, usaha untuk meningkatkan mutu beton cukup banyak , misalnya ttg fiber-reinforced concrete, expansive cement conrete dan latex-modified-concretes.

    Sy pernah membaca penelitian prof. Bambang Suhendro (UGM) yg memakai paku bendart sb fiber-nya, pernah dengar juga dari Dr. Nurwaji (Atmajaya Yk) bhw rambut manusia dari hasil penelitian beliau paling baik sebagai komponen fiber, ada lagi rekan kandidat doktor Unpar, mbak Retno (Soegija Pranata Smg) meneliti pakai tali senar sbg serat fiber, dll.

    Itu ttg penelitian, tapi yang banyak dipakai sehari-hari rasanya masih produk pabrik misal dari SIKA atau FOSROC dan semacamnya. Rasanya mereka selalu ikut jadi sponsor pd pameran-pameran atau acara ilmiah teknik sipil. Omong-omong anda sering ikut acara semacamnya spt itu nggak. Banyak lho info menarik yang dpt diperoleh.

    **sekian dulu ya**

  26. gimana caranya hitung kubus beton dilihat dari :
    1. berat isi
    2. beban
    3. kuat tekan langsung
    4. faktor umur
    5. kuat tekan 28 hari

  27. Insinyur teknik sipil yang berkecipung dengan material beton dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

    1. Beton sebagai “material” di dunia konstruksi dan arsitektural, bagaimana menghasilkan material yang memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang disyaratkan (insinyur atau arsitek) dalam jumlah besar dengan mutu yang seragam, dengan biaya yang sesuai budget dan dapat di delivery sesuai waktu yang diminta. Ilmunya disebut teknologi beton yg disertai manajemen / logistik.

    2. Beton bersama-sama dengan baja atau prestressed untuk dijadikan “element struktur” untuk menghasilkan bangunan-bangunan teknik sipil (gedung, jembatan, bendung, jalan dsb). Dalam hal ini insinyur yang terlibat, menetapkan spesifikasi material beton (kekuatan, kelecakan/ kemudahan pelaksanaan, durabilitas) dan memproporsikan dimensi dan jumlah tulangan / prestressed serta merencanakan gambar kerja sedemikian sehingga dapat dilaksanakan di lapangan untuk berfungsi sesuai rencana. Ilmunya disebut struktur beton atau beton prategang.

    Pengalaman dan ketertarikan saya selama ini adalah pada kasus ke-2 yaitu struktur beton. Pertanyaan anda rasanya menyinggung ke teknologi beton. Berkaitan dengan materi teknologi beton, saya dulu pernah belajar dari bapak Dr. Ir. FX Supartono dari UI, sudah cukup lama, jadi lupa-lupa ingat.

    Mungkin ada teman-teman lain bisa bantu.

  28. Sebelumnya terima kasih atas terbitnya buku “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basics 6.0″ dalam bidang
    sipil, buku anda sangat membantu saya Pa.

    Ada yg mau saya tanyakan khususnya hal 304 tentang desain canopy. utk gaya normal q finish dan q ll misal contohnya utk x=0.375 meter, q finish=1.5 KN/m x 0.375 m = 0.5625 KN dan qll = 1 KN/m x 0.375 = 0.375 KN, sedangkan dalam cetakan tertulis q finish=0.06 KN dan q ll = 0.04 KN……?

    trims.

  29. Mas Christian, terima kasih telah membeli buku saya sekaligus telah membaca secara teliti dan memberi masukan.

    Setelah saya baca lagi, uraian pembebanan memang ada yang aneh, beban hidup terlihat kecil sekali dibanding berat sendiri (hanya 1/50-nya). Setelah saya telusuri kembali ternyata satuan yg saya gunakan untuk memasukkan adalah dalam ton, jadi seharusnya 1.5 jadinya 0.15 , jadi khusus utk beban merata (q finishing + q LL) hanya 1/10-nya. **koq bisa sampai nggak teliti ya waktu itu**

    Tapi kebetulan stlh sy check, ukuran pelat masih valid, shg masih relevan digunakan utk langkah berikutnya.

    Informasi tsb akan digunakan utk koreksi buku edisi mendatang.

    Sekali lagi diucapkan terimakasih atas masukan mas Christianto.

    salam

  30. berkenaan dengan surat saya yang pertama, jawaban bapak tersebut dapat mewakili.

    Tetapi yang saya tanyakan, bagaimana kaitannya dengan rasio tulangan, sehingga pada saat mengetahui suatu penampang (balok)membutuhkan tulangan ganda atau tidak, bisa dilihat dari rasio tulangannya lebih besar atau tidak dari rasio tulangan maksimumnya. (meskipun semua balok pasti bertulanagan ganda, karena kuat lentur positif ditentukan oleh batasan 50% kuat lentur negatif,jika kuat lentur positifnya, 50% neg, psl 23.3.2(2).).

    Jika bapak mempunyai langkah yang mencantumkan rasio tulangannya mhn dikirimkan ( seperti desain tulangan tunggal di buku bapak, hal 78-80).

  31. **(meskipun semua balok pasti bertulangan ganda, karena kuat lentur positif ditentukan oleh batasan 50% kuat lentur negatif, jika kuat lentur positifnya, 50% neg, psl 23.3.2(2).)**

    Ok, saya memahami kengototan anda untuk mendesain tulangan ganda. Karena anda bersiteguh dengan pasal di atas ya.

    Saya sarankan agar anda dalam memahami setiap pasal di peraturan juga mengetahui falsafahnya, dan apakah itu berlaku secara umum.

    Apa betul semua balok PASTI bertulangan ganda. Kalau itu pasti, ya mengapa masih perlu ada perhitungan tulangan tunggal. Khan pekerjaan sia-sia bukan. Mohon direnungkan. Jika masih belum dong coba tanya dosen anda lagi ! **jika masih kuliah**

    Pasal peraturan tersebut lebih ditujukan pada struktur bangunan tahan gempa, pertama untuk mengantisipasi beban bolak-balik (bila ada) , kedua untuk meningkatkan daktilitas , jg ketahanan thd creep (lihat penjelasan di buku saya ttg keuntungan tulangan ganda) dan bukan semata-mata untuk kekuatan.

    Tidak ada suatu keharusan bahwa semua tulangan HARUS double. Pada kasus-kasus tertentu, bisa saja hanya didesain tulangan TUNGGAL, meskipun dalam praktiknya ada tulangan di sisi lain untuk tempat sengkang atau stirrup.

    Ok.

  32. pak saya adalah mahasiswa teknik dan agak kesusahan mendapat peraturan beton dari SNI 2002. Dapatkah bapak membantu saya? Untuk tulisan bapak jangan pernah berhenti diterbitkan ya, karena bangsa ini butuh orang2 seperti bapak. Tetap Semangat. GBU

  33. **peraturan beton dari SNI 2002**
    Coba anda lihat di link yang ditemukan sdr Suyono Nt. , di
    http://wiryanto.wordpress.com/2007/01/31/sharing-knowledge/
    Moga-moga sesuai dengan yang anda cari.

    **tulisan bapak jangan pernah berhenti diterbitkan ya**
    Terima kasih mas Pieter, dukungan anda itu seperti memberi bahan bakar tambahan bagi saya, sehingga ibarat mobil, sehingga waktu jelajahnya juga semakin bertambah saja.

    Terima-kasih sekali atas dukungannya.
    God Bless You.

  34. pak bisa bantu cari bahan yg berhubungan dengan eksperimen pelat beton terhadap gempa ga ??? atau bapak punya ide buat penelitian yg berhubungan dengan pelat beton dan gempa.
    terima kasih sekali atas bantuannya pak….

  35. Pelat atau lantai, ya?

    Setahu saya pelat tidak terlalu signifikan sebagai sistem penahan lateral, berbeda jika pelat tersebut ditempatkan vertikal yaitu jadi dinding. Jika demikian maka namanya jadi dinding geser, yang sangat efektif bekerja sebagai sistem tahan gempa.

    Jika pelat mau dikembangkan sebagai sistem penahan lateral maka tinjaulah fungsingnya sebagai diagframa, yang bertugas menyatukan semua elemen vertikal (kolom, dinding) pada taraf lantai tersebut sehingga menghasilkan deformasi lateral yang sama.

    Sedangkan fungsi pasif jika anda meninjau berat lantai, bagaimanapun lantai mempunyai massa, jika massa-nya besar maka gaya gempa yang dihasilkan oleh adanya percepatan tanah akan besar (f = m.a) dan juga sebaliknya. Jadi jika gayanya kecil maka usahakan massa lantai menjadi ringan, misalnya pakai pelat beton ringan.

    Gitu mas Resi. Jika anda ingin penelitian tentang pelat (lantai) beton yang dikaitkan dengan gempa. Atau mungkin anda punya ide yang lain yang mungkin beda.

  36. Dear All,

    Pak Wir, dan rekan rekan , sekarang kami sedang menganalisis pondasi – mat foundation, bagi yang punya info lebih tentang hal tersebut share dong dengan kami
    Terimakasih

    Salam Pak Wir

  37. Pak saya mau bertanya, buku SAP2000 baru bapak akan segera terbit kapan ? , menggunakan peraturan SNI 2002 atau peraturan apa?, Dan apakah ada pembahasan tentang dinding di dalamnya?

    Oia, saya juga mau menanyakan, Apakah perencanaan umum struktur gedung dengan basement, harus dipisah mengacu kutipan (SNI 03-1726-2002 pasal 5.1.2)” Apabila tidak dilakukan analisis interaksi tanah-struktur, struktur atas dan struktur bawah dari suatu struktur gedung dapat dianalisis terhadap pengaruh Gempa Rencana secara terpisah, di mana struktur atas dapat dianggap terjepit lateral pada taraf lantai dasar. Selanjutnya struktur bawah dapat dianggap sebagai struktur tersendiri yang berada di dalam tanah yang dibebani oleh kombinasi beban-beban gempa yang berasal dari struktur atas, beban gempa yang berasal dari gaya inersia sendiri dan beban gempa yang berasal dari tanah sekelilingnya.”

    Mohon penjelasannya, terima kasih banyak.

  38. sdr. Adrianus

    Buku saya ke-4 yang terbaru sudah terbit, infonya ada di http://wiryanto.wordpress.com/2007/03/20/karya-ilmiah-utama-ke-4-april-2007/

    Buku dicetak terbatas, agar tidak kehabisan silahkan mencari di toko buku Gramedia terdekat.

    **menggunakan peraturan SNI 2002 **
    Peraturan jika anda ingin mendesain, untuk analisis tidak ada peraturannya, karena fokus buku ke-4 adalah analisis maka ya tidak tergantung peraturan. Jadi scope-nya lebih luas dan tidak terbatas pada peraturan tersebut.

    **interaksi tanah-struktur**
    Merupakan analisis yang menurut saya cukup advance, umumnya dipakai jika ingin lebih teliti, tetapi nggak gampang. Sekarang sudah mulai banyak dipakai karena software-nya memungkinkan karena jika anda lakukan itu maka solusi persamaan yang perlu diselesaikan oleh software lebih banyak jadi memerlukan hardware dan software yang lebih baik.

    Memisahka struktur atas dan struktur bawah sesuai yang anda uraikan di atas adalah hal biasa pada masa lalu, menurut saya lebih konservatif. Dan buktinya tidak banyak masalah dengan konsep tersebut. Hanya memang ada teman-teman yang terlalu komputer oriented menyatakan bahwa sebaiknya soil-structure-interaction diperhitungkan. Terus terang saya belum meneliti lebih lanjut tetapi sampai saat ini, berdasarkan pengalaman pribadi yang mendukung maka ada satu hal yang saya pegang dalam hal analisis strutur berbasis komputer yaitu

    pilihlah pemodelan struktur yang paling sederhana selama hal tersebut sudah cukup untuk menangkap fenomena real dari struktur.

    Bila model terlalu complicated maka memahami hasilnya juga semakin complicated sehingga perlu pengetahuan yang cukup advance. Jika tidak bisa saja over-estimated atau bahkan under-estimated (berbahaya).

  39. kira2 apa yang menjadi penyebab tidak tercapainya mutu beton yang direncakan?
    padahal smua standar telah dilakukan.

  40. Hallo Pak Wir,
    Hallo Pak Adrianus, Salam kenal.

    Hanya memang ada teman-teman yang terlalu komputer oriented menyatakan bahwa sebaiknya soil-structure-interaction diperhitungkan.

    Menurut saya, soil structure interaction yang sudah ada di software (i.e. Plaxis), dimana di-assumed sebagai sebuah nilai konstanta during loading-unloading, sudah cukup mendesign/mereview system secara keseluruhan.
    Detail dari analisa ini diperlukan jikalau kita ingin mengetahui detail dari suatu system, i.e. starting point dari keruntuhan (failure surface dari soil), kemanakah failure dari tanah itu akan bergerak.

    regards.

  41. Pa’ saya mau tanya nih.
    Ada ndak software untuk estimasi volume gedung?
    Sekarang ini saya bekerja sebagai quantity surveyor.

  42. salam kenal pak wir, nama saya yudi mahaiswa salah satu institut ternama di surabaya,

    saya mau mengerjakan tugas akhir mengenai analisa lentur penampang balok dengan meninjau efek pengekangan pak, yang saya mau tanyakan adalah ada ga’ refrensi berbahasa indonesia tentang model tegangan -regangan beton yang yang terkekang “confined concrete”

    kalau ada saya bisa dapat dimana?
    Thanks Pak Wir!

  43. ass…Pa Wir
    saya mahasiswi politeknik UI sangat membutuhkan data-data tentang instalasi lapangan pada proyek sipil .
    Apakah diterbitkan referensi tersebut dari instansi bapak?
    terima kasih…wass

  44. Ass.
    Pa Wiryanto yang terhormat, saya sedang menyelesaikan tugas tentang “perhitungan untuk struktur rangka beton bertulang dengan daktilitas penuh” referesi yang dibutuhkan dengan perhitungan yang cepat dan mudah dimengerti apa ya Pa Wiryanto?
    mohon penjelasannya Pa….
    Trims..
    Wss.

    Wir’s responds : sdr. Asepm, saya menyarankan mulailah dengan buku klasik “Reinforced Concrete Structures”, karangan R. Park and T. Paulay, terbitan John Wiley & Sons 1975. Menurut pengalaman saya, itu adalah buku klasik awal yang memulai meninjau daktilitas pada beton bertulang. Saya sangat yakin jika anda menguasai buku tersebut maka anda dapat menjawab dengan jelas ketidak-tahuan anda tersebut.

  45. kepada Yang terhormat ir.Wiryanto Dewobroto,MT.

    setelah saya mendownload Visual basic bapak tentang balok persegi ,balok T saya jadi tertarik untuk membeli buku bapak tersebut,karena saya ingin mengetahui penurunan rumus tersebut (khususnya balok T tulangan rangkap dan diagram interaksi kolom) .karena selama ini saya mencoba untuk menurunkan rumus nya sendiri tapi sampai sekarang saya menemui kebuntuan terus..
    masalahnya sekarang saya cari buku Pak Wiryanto di gramedia (Medan) tidak ada pak..yang ada cuma buku SAP2000.

    Semoga bapak bisa membantu saya…
    sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

  46. Selamat siang pak Wiryanto..

    maaf pak kalo saya mengirim dua kali ,soalnya pesan saya gak muncul.
    saya hanya ingin mendapat kan buku bapak tentang ” Aplikasi Rekayasa konstruksi dengan VB 6″.
    saya cari di gramedia udah ngak ada lagi.
    yang ada hanya buku ke 4 yaitu tentang sap 2000.

    mungkin bapak bisa kasih saya saran untuk mendapat kan buku tersebut.
    soalnya saya tertarik dan ingin tahu tentang filosofi penurunan rumus untuk Balok T tulangan rangkap dan Kolom.

    terimakasih..

  47. selamat sore pak Wiryanto,
    saya 3 bulan yang lalu baru saja membeli buku bapak “aplikasi rekayasa konstrksi dengan VB6″

    sungguh bagus sekali buku bapak itu,baru kali ini saya membeli buku tanpa penyesalan ,walaopun agak mahal sih…hehehe..tapi isinya memang bagus,belum ada referensi lain yang membahas tentang balok T rangkap dan diagram interaksi kolom yang begitu jelas…

    ngomong ngomong apa bapak juga ada rencana terbit buku yang baru lagi.misalnya yang membahas tentang pelat,pondasi atau yang lain..

    trus yang struktur baja juga ya pak?

    tetap semangat menulis ya pak

    terima kasih juga ,setelah membaca buku bapak saya jadi ngak kesulitan mengerjakan mata kuliah “Tugas struktur beton ” yang 1 sks itu.

    sekian dulu pak…kami menantikan terbitan baru tentang struktur baja…..

    trimakasih

    Wir’s responds:
    sdr Yusen, terima kasih telah bersusah payah untuk membeli buku saya. Kepuasan anda, membuat saya ingin terus untuk bisa menulis. Kebetulan saya juga mengajar baja, jadi dimungkinkan juga suatu saat akan menulis buku baja. Saat ini saya dan mahasiswa sedang akan melaksanakan riset tentang baja juga, tepatnya sambungan baja cold-formed dengan baut mutu tinggi. Pada riset tersebut akan banyak diteliti perilaku sambungan baut mutu tinggi, khususnya tipe geser. Semoga setelah mendapat banyak pengalaman empiris, maka apa yang dapat saya sampaikan akan lebih aktual lagi. Doakan ya.

  48. selamat sore pak Wiryanto yang terhormat,

    setelah membaca buku bpk tentang kolom,ada yang tak saya mengerti tentang diagram interaksi kolom yang bapak bikin itu.

    diagram interaksi kolom kan ada 2 :
    1) kurva Pn-Mn sebelum di kalikan dengan faktor reduksi 0.65 (untuk kolom)dan 0.8 (untuk balok)
    2) kurva setelah dikalikan dengan faktor reduksi

    saya coba memplotkan hasil Pn-Mn yang dari VB6 bapak ke microsoft excel ternyata untuk kurva ke (2) yang setelah di kalikan dengan faktor reduksi ,kurva nya tidak persis dengan kurva ke (2) punya pak Wir.

    mohon di jelaskan ya pak?

    atas perhatian bapak saya ucapkan terimakasih..

  49. maaf pak , kenapa belum ada balasan dari bapak….apa ada kata kata saya yang kurang enak didengar sehingga membuat bapak marah?

    kalo memang ada kata saya yang kurang berkenan di hati bapak ,mohon di maafkan pak…

    tapi saya sangat membutuhkan jawaban bapak tentang masalah yang di atas pak..

    trimakasih.

  50. Hallo Y. Wijaya
    Sorry baru sekarang menjawabnya, tempo hari kelupaan. Karena nggak langsung ngejawabnya maka ketimpa komentar yang lain, sehingga lupa itu tadi.

    Saya coba cerna inti pertanyaan anda. Kalau tidak salah, anda ambil hasil program VB sebelum di kali faktor reduksi, anda plotkan ke Excel. Lalu di Excel tersebut anda coba kalikan sendiri dengan faktor reduksi. Hasilnya nggak sama !

    Apakah seperti itu, maksudnya.

    Pertanyaan anda kalau begitu, bahwa pengalian faktor reduksi yang dibuku saya, ternyata beda dengan yang anda kerjakan. Begitu bukan !

    Untuk menjawab hal tersebut, tentu saya harus bandingkan cara anda mengalikan faktor reduksi dengan cara saya. Dari situ akan ketahuan kesalahannya dimana.

    Untuk reduksi yang saya lakukan maka anda bisa mempelajarinya dari listing program di halaman 350.

    Intinya ada tiga kondisi yang harus diperhatikan, yaitu:

    (1) jika nilai Pn 0.1*fc*Ag , maka gunakan faktor reduksi kolom, yaitu 0.65

    (2) jika nilai Pn=0 maka gunakan faktor reduksi balok, yaitu 0.8

    (3) jika nilai Pn > 0 tetapi Pn < 0.1*fc*Ag maka gunakan nilai interpolasi antaranya.

    Apakah anda juga telah lakukan seperti itu.

    Moga-moga bisa menjawab yang anda cari, dan tidak kapok untuk berkunjung ke sini lagi.

    salam

  51. selamat siang pak,
    sebelum nya terima kasih atas balasannya. saya akan coba memahami yang bapak jelaskan.

    saya sangat senang bisa melakukan tanya jawab dengan pak Wiryanto. semoga bapak tidak bosen bosen mendengar keluhan saya. sebenarnya buku bapak memang mudah di cerna, tapi untuk yang bab kolom itu langsung masuk ke contoh soal-nya sehingga saya agak kesulitan mempelajarinya.

    dan semoga Bapak bisa membantu menjawab pertanyaan saya jika saya menemui kesusahan lagi…..

    Terima kasih atas informasinya pak.

    salam

  52. nuwun sewu mas wir, buku jenengan :”Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 200 Edisi Baru” cetakan ke-2, untuk halaman 22 mengenai formulas1 matrik penjelasan Y4 kok tidak ada. matur nuwun

    Wir’s responds: wah benar itu. Kelihatannya ada yang salah ketik, itu khan Y3 nya double. Saya lihat dulu ya. Trim anda membaca dengan teliti.

  53. nuwun sewu mas wir, blog jenengan saya copy link ke website saya, untuk pembelajaran anak-anak SMK jurusan bangunan, Prog Studi: Konstruksi, kebetulan saya juga mengajar di SMK dan sekarang lagi transfer ke S1, matur nuwun sebelumya

    Wir’s responds: o kepakai juga tho di SMK. Wah monggo aja.

  54. maaf pak wir..

    bisa minta petunjuk tentang pembuatan aplikasi teknik sipil ga? apa aja gy bisa dibuatkan software agar memudahkan dalam perhitungan..

    saya beserta teman2 di informatika mencoba membuat LRFD & AISC digital, menurut bapak gimana?

  55. Pak wir…
    Saya mau tanya buku ke-3 bapak yang judulnya aplikasi rekayasa konstuksi dengan VB 6.0 bisa saya dapatkan dimana y???
    Udah semua tempat penjualan buku di kawasan jogja saya datangi,tapi ga satupun yang bisa meredakan penasaran saya..
    Saya interest bgt sama VB,apalagi aplikasinya di bid,teknik sipil.. Makanya setiap hari saya bela2in mubeng2 jogja cm buat cari buku bapak.. Tapi ampe sekarang saya belum dapat juga bukunya..
    Tolong dong pak infonya..
    Sekalian buku bapak yang pertama juga y..
    Thanx pak atas bantuannya…
    Matur Nuwun….

    Wir’s responds: kalau anda nyari buku-buku saya di tempat orang-orang yang “tahu”, ya pasti udah habis dong. Coba anda tanya ke penerbitnya, siapa tahu masih ada yang keselip sehingga nggak ditemu orang.

  56. pak wir,,
    kok sekarang buku – buku keluaran pak wir sudah sangat langka di pasaran,, bahkan di toko buku terbesar (gramedia) pun ga ada lagi…
    dimana saya mau mencari buku aplikasi rekayasa konstruksi dengan sap dan VB karangan pak Wir ??

    terima kasih sebelumnyaa..

    kalaupun sudah tidak ada lagi dipasaran,, mohon dicetak ulang dan dipublikasikan secara umum kembali..

    terima kasih…

    Wir’s responds: yah begitulah, kalau buku laris . ;)
    Saya mau juga buku tersebut di cetak ulang dan dipublikasikan kembali, tetapi itu khan keputusannya penerbit PT. Elex Media Komputindo yang melihatnya dari sisi bisnis, cukup menguntungkan atau tidak untuk menerbitkannya kembali.

  57. kalau menurut saya pasti menguntungkan..,
    soalnya hampir semua mahasiswa teknik sipil unsri pasti membelinya.. kendala di stok aja..,,

    karena semua dosen yang main software,, selalu menganjurkan buku-buku dari bapak..
    terutama aplikasi rekayasa konstruksi dengan menggunakan saP 200 itu..

    saya dapat di Palembang buku vB nya aja..
    mungkin karena vB belum terlalu diimplementasikan di studi kami pak,,

    sedangkan untuk versi saP nya saya minta kirim dari teman di Tanggerang,, kebetulan ada dan katanya di toko buku nya tinggal 2 lagi..

    niat sekaLi yaGh,, ^^v

    kapan rencana bapak menerbitkan buku lagi??
    pasti dibeli thu..
    saya mau koleksi,,

    apakah ada program lain yang bapak kembangkan untuk rekayasa konstruksi selain vB dan SAP 2000 ??

    terima kasih,,,
    ditunggu lhoo karya terbarunya. . . ^^v

  58. siang pak Wiryanto

    mau komentar dan sharing sedikit nih tentang buku pak wiryanto yang berjudul ” aplikasi rekayasa konstruksi dengan VB6 ” dan bertanya sedikit ..

    1) pada program bapak hanya menampilkan ” under reinforce rect.section ” dan ” over reinforce rect.section ” , sedangkan untuk luasan tulangan yang berada di bawah luasan tulangan minimum ( Asmin ) kok tidak ditampilkan pak ?? walaupun luasan tulangan yang < Asmin termasuk dalam kategori ” under reinforce rect section ” .
    2) Apa maksud dari pernyataan ” #O/S reinforcing required exceeds maximum allowed ” di dalam SAP ? apakah itu menyatakan kalau Luasan tulangan yang dihasilkan melebihi Luasan tulangan maksimum ( As_maks = 0,75 As_b ).? tetapi setelah saya menggunakan program VB pak Wir ,dengan memasukkan luasan tulangan yang dihasilkan dari SAP tersebut dan tertulis masih dalam keadaan ” Under reinforce rect.section ” loh.
    3) luasan tulangan maksimum untuk balok T yang berprilaku sebagai balok T murni adalah As_maks = 0,85 As_b ya pak ( percobaan dari SAP2000 )?kenapa bisa begitu ya pak ?
    mohon penjelasannya pak Wir ?

    sebelumnya saya ucapkan terimakasih dan tetap aktif menulis ya pak .

  59. @YW.
    under atau over adalah kondisi tulangan tarik. Under jika rengangan tulangan tarik melebihi regangan leleh , sedangkan over jika tulangan tarik masih elastis (kurang dari regangan leleh).

    Batasannya adalah kondisi balanced, dimana regangan tulangan tarik tepat pada kondisi yielding dan beton mengalami regangan ultimate.

    Kondisi under, over dan balanced menentukan cara atau metode perhitungan yang digunakan.

    Adapun As min nilainya 0.75 As balanced, adalah persyaratan yang ditetapkan Code (SNI atau ACI) yaitu untuk memastikan bahwa hasil perencanaan tidak mengalami over-reinforced. Jadi tidak ada pengaruhnya di metode hitungan. Jadi saya kira ini menjawab pertanyaan #2.

    Setahu saya, SAP menghitung sebagai balok persegi dan bukan balok T. Karena jika dia mendesain sebagai balok T maka perlu memasukkkan parameter b eff. Selain itu, balok T hanya efektif untuk tulangan lapangan .

    Sekali lagi perlu diingat bahwa analisis dan desain pada program adalah tidak secara otomatis konsisten kontinyu. Anda harus check betul batasan-batasan dari program tersebut.

    begitu Y.W

  60. maaf pak Wir, Asmin yang saya maksud adalah (1,4/fy)*bw*d atau rumus satunya lagi( saya lupa ).

    seandainya luasan tulangan yang saya masukkan pada program pak Wir lebih kecil dari Asmin tersebut, seharusnya pada bagian bawah “label.caption = warning , As < Asmin ” . bukankah begitu pak Wir ?

    rasaya saya belum menangkap maksud pak wir mengenai pertanyaan saya no#2 tentang
    “O/S reinforcing required exceeds maximum allowed ” di dalam SAP .
    . saya sangat penasaran kenapa SAP bisa mengeluarkan pernyataan tersebut, padahal kalau saya hitung secara manual , semuanya terpenuhi kok, baik itu kondisi tulangan balance dan tulangan minimum. seharusnya sih OK, tapi SAP malahan menyatakan sebaliknya.

    dan untuk pertanyaan no#3 , kalau menurut saya sih As_maks untuk balok T yang berprilaku sebagai balok T murni itu = 0,85 As_balance ( berdasarkan peraturan SAP ) . menurut saya aneh sih, kenapa ngak pake 0,75 .. hehe

    sebelumnya maaf pak Wir, kalo terlalu banyak pertanyaan saya, maklum masih mahasiswa dan penasaran tinggi.

    sebelumnya saya ucapkan terimakasih .

    Wir’s responds: saya kira ini dapat dijadikan kasus penelitian. Seperti pernah dilakukan mahasiswa saya dimana pada waktu itu topiknya adalah masalah perencanaan baja, sampai diketahui bahwa ternyata SAP menghitung batang tekan baja hanya valid utk penampang profil simetri ganda, untuk yang lain tidak tepat (dipaksakan). Itu menjadi keterbatasan program SAP ver 7 saat itu.

  61. siang pak Wiryanto
    ada pertanyaan dari teman saya, dan saya sendiri juga bingung menjawabnya, mudah mudahan bapak bisa menjawab pertanyaan temen saya .

    simple saja pak ,
    untuk apa kita susah payah belajar struktur beton bertulang dan struktur baja secara mendalam , bahkan sampai membuat program perhitungan penampangnya segala, seperti program penampang beton bertulang buku pak wir yang ke 3 ini. bukannya SAP2000 sudah bisa melakukan itu semua. jadi untuk apa lagi kita susah payah belajar beton , baja, analisa struktur dan pemograman secara mendalam ??? kata temen saya yang penting tau teori dasarnya ( kulitnya saja ) dah cukup ,supaya tidak terjadi kesalahan dalam input data ke SAP ..

    hehe pertanyaan yang sangat susah di jawab..

  62. Jagad Dewo Bathoro….!!
    Duh mas Dewobroto…takkiro bukumu ki gratisan gitu loh… kapan bagi-bagi gratisan?
    biar bisa buat belajar “tukang yang belajar nyipil dan nyarsitek” kayak aku ini….

  63. Ping-balik: perlunya berprestasi « The works of Wiryanto Dewobroto

  64. Bpk2 yang pintar2 , saya membutuhkan petunjuk menggunakan software plaxis dan bishop. Mohon sy diberi info bukunya apa dan harganya berapa?trus softwarenya jg karena untuk skripsi sya. Sy minta tolong…..terima kasih.

  65. Salam pak Wir. Saya sudah membeli buku bapak. Kebetulan juga saya sedang membuat TA tentang software yang membahas efek pengekangan pada Balok dengan metode Unified.

    Ada yang mau saya tanyakan pak. Pada buku Bapak ini, pada algoritma parametrik balok bertulangan rangkap. Ada analisis jika tulangan atas dan bawah mengalami tarik (hal 138), dengan menganggap bahwa kedua tulangan mengalami tarik dan leleh maka akan didapatkan Mn=(As+As’)fy(d-a/2). Yang mau saya tanyakan jika saya masukkan f’c yang terlalu besar maka akan masuk dalam kategori tersebut. Masalahnya akan didapatkan harga Momen Nominal yang amat besar pula. Di luar kewajaran. Tapi jika saya memasukkan data yang sama pada metode numerik, maka akan didapatkan hasil yang berbeda.

    Saya mohon petunjuknya pak. Kenapa perbedaan yang terjadi terlalu besar.

    Salam

    • pertanyaan kamu cukup menarik, analitis dan numerik mestinya mendekati. Jika tidak, pasti ada yang tidak benar salah satunya.

      Untuk melihatnya saya mencoba memulai dari nilai f’c yang kamu bilang terlalu besar. Mengapa bisa kamu bilang terlalu ?

      O ya, rumus di atas hanya berlaku jika d’ >> c
      apakah sudah terpenuhi. Kondisi ini di lapangan sangat sedikit kemungkinan untuk terjadi. Berapa sih dimensi dan mutu penampang yang kamu tinjau. Jangan-jangan datanya tidak masuk akal / tidak logis.

  66. Data yang saya masukkan cukup masuk akal pak.
    f’c=73
    fy=400 Mpa
    As=3000
    A’s=1000
    d=510
    d’=65
    b=400

    Saya hanya mengubah b dan f’c. Parameter lainnya sudah secara default mengikuti yang di CD lampiran.

    mohon koreksi dan sarannya. terimakasih

    • ok windu, saya langsung ngulik sebentar
      .
      .
      .
      eng i eng, . . . .nah sudah ketemu. :)

      ternyata code program untuk yang versi manual, ada yang salah. Momen masih dalam N-mm jadi perlu diubah ke kN-m, yaitu dengan dibagi 1000000.

      Lihat kode program yang telah dibetulkan, yang diberi penebalan, sbb:

      ‘tulangan atas dan bawah adalah tarik
      ‘anggap kedua tulangan tarik tersebut sudah leleh
      a = (As_ + As1) * fy / (0.85 * fc * b)
      Mn = (As1 + As_) * fy * (d – a / 2) / 1000000#
      t = “Both rebar in tension & yielding!”
      ‘check apakah betul tulangan atas sudah leleh
      If a > d1 Then
      ‘hitungan dikoreksi karena tulangan atas belum leleh
      AA = 0.85 * fc * b
      BB = As1 * 600 – As_ * fy
      Cc = -600 * As1 * Beta1(fc) * d1
      a = -BB + (BB ^ 2 – 4 * AA * Cc) ^ 0.5
      a = a / (2 * AA)
      Ts = As_ * fy
      Ts1 = As1 * 600 * (Beta1(fc) * d1 / a – 1)
      Mn = (Ts * (d – a / 2) + Ts1 * (d1 – a / 2)) / 1000000#
      t = “Both rebar in tension, one yields!”
      End If

  67. Pak Wir..saya seorang sarjana sipil yang senang menekuni struktur, baik baja maupun beton.Yang saya mau tanya ke Pak Wir ..bgmn caranya saya mendapakatkan karangan buku – buku Pak Wir secara lengkap..karena saya mencari di toko2 buku sangat susah saya dapatkan.. buku2 karangan Pak Wir yg saya cari..
    1.Buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dgn visul basic 6 ( buku karangan Pak Wir ke-3 )
    2.Buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Sap 2000 ( Buku karangan Pak Wir ke-2)
    3. Buku Aplikasi Sain dan Teknik dgn Visual Basic 6 ( Buku katangan Pak Wir ke-1)
    Untuk buku karangan Pak Wir yang ke -4 saya sudah punya..untuk karangan Pak Wir yang ke lima apakah sudah terbit ? Kalau sudah terbit saya mohon diberikan informasi judulnya dan cara mendapatkannya… Tksh Pak Wir…

  68. Pak Wiryanto, saya sudah menginput judul buku “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0″ karya bapak ke kotak search web PT Elex Media Komputindo, namun tidak muncul infonya. Bisa, kiranya, saya langsung membeli ke bapak ? Mohon no rek bapak di kirim lewat e-mail saya, jika bapak berkenan. Berapa saya harus mentransfer ? Saya sudah ngubyek ke toko2 buku di Bandung, nggak ketemu buku ini. Trims atas bantuannya.

    BTW, blognya bagus, pak. Trafik pengunjungnya tinggi. Kapan, ya, saya bisa nyusul ( he3x ). Sukses selalu untuk bapak.

  69. @Indah dan Ani,

    Buku-buku yang dimaksud memang telah habis dan tidak diterbitkan lagi. Jadi mohon maaf jika tidak dapat diperoleh.

    Saya sendiri memang masih mempunyainya, tetapi itu untuk koleksi pribadi, kenang-kenangan bagi anak-cucu, dan tidak diperjual-belikan. Tetapi jangan kuatir, saat ini saya sedang up-dated salah satunya agar dapat diterbitkan ulang. Mohon dukungannya ya.

    Salam semuanya

  70. Mau tanya nih pak ..sy mau coba donload link yg pak Wir kasih di forum ini ternyata sdh out of date apakah ada yg bsa bantu..? Terima kasih

  71. pak wiryanto,,saya kesulitan untuk mendapatkan Buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dgn visul basic 6 dan Buku Aplikasi Sain dan Teknik dengan Visual Basic 6..saya sudah cari di beberapa toko buku tapi tetapi masih belum dapat juga…saya sudah menghubungi PT.Elex Media Komputindo tapi katanya buku tersebut sudah tidak dicetak lagi…kira2 bagaimana supaya saya bisa mendapatkan kedua buku karangan bapak tersebut…
    mohon bantuannya…terima kasih

    Wir’s responds: saya juga sedih mas, apalagi kalau membaca surat seperti ini. Lha gimana lagi, itu memang buku sudah habis lama dan yang cetak nggak tertarik mencetak lagi, maklum itu khan penerbit buku-buku komputer bukan teknik sipil. Jadi dibilangnya karena softwarenya sudah lama, maka isinya juga sudah out-of-dated. He, he, gimana ya. . .

  72. Pak Wir,

    Saya sebenarnya sudah punya buku Pak Wir yang “Buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dgn visul basic 6″ waktu saya masih S2 di Bandung. Tapi karena pindahan, akhirnya buku itu belum ketemu sampai sekarang. saya mohon Pak wir bisa menerbitkan versi update-nya untuk d cetak ulang. saya sudah cari kemana2 sampai ke (mohon maaf) tempat buku bekas, tp masih tidak ketemu.

    Menurut saya buku Pak Wir tersebut termasuk orisinil (sangat sedikit buku yang membahas kedua topik ,sipil dan VB, berikut aplikasi-nya) sekaligus sangat praktis, baik dr sisi praktisi maupun developer.

    Saya tunggu cetak ulangnya Pak Wir.

    • PAK SAYA MAU BELI BUKU SAP 2000 VERSI 10 , DI MANA PAK ?
      DAN ADA BERAPA JUDUL BUKU , UNTUK VERSI 10 , TERIMAKASIH SEBELUM’NYA …

      • sdr Retno,
        Buku yang dimaksud belum ada, saat ini yang sedang dikerjakan adalah up-dated buku SAP2000. Tetapi fokusnya bukan pada versi program tetapi pada konsep rekayasanya. Itu berarti tidak dibatasi oleh versi program.

        salam
        wir

  73. Pak Wiryanto, untuk buku ini bagaimana cara mendapatkannya?
    apa ada rencana cetak ulang ya pak, dengan lumina press juga?

    thx pak.
    saya juga ga kebagian yg buku ini.

    • @Santoso Yusak,
      Kapan ya, terus teras belum ada di pemikiran saya dan penerbit. Maklum, saat ini pikirannya jadi kaya jadi penerbitnya saja. Lihat potensi pasarnya. Padahal di sisi lain, ketika melihat-lihat kembali materi pada buku tersebut kadang-kadang terbersit pikiran: “wah ini karya saya ya”, sambil tersenyum-senyum bangga. Maklum, selama aktif di dunia pendidikan, dan membaca-baca buku yang ada, apa yang saya tulis di materi buku tersebut, rasa-rasanya belum ada yang membuat. Bahkan setelah 8 tahun berlalu.

      Tapi masalahnya adalah, bahwa topik pemrograman visual basic, sangat jarang pembacanya. Itu saja. Jadi nanti jika yakin pembaca cukup menjanjikan, maka akan dipikirkan lagi.

      Tentang Visual Basic programming, ini kayaknya bisa dikaitkan juga dengan Struktur Baja, ini baru saja selesai bikin penyelesaian Batang Tekan (AISC 2010) dengan pemrograman komputer. Idenya sih untuk menyelesaikan soal-soal ujian yang diselesaikan secara parametrik. Jadi nanti buku bajanya juga akan disertakan program (mungkin). Kalau buku struktur baja khan peminatnya lebih banyak dari buku di atas.

      Begitu Santoso, apakah ada ide yang lain menarik.

  74. Ping-balik: rencana #1 : cetak ulang buku | The works of Wiryanto Dewobroto

    • @suropati, heran mengapa anda menanyakan buku SAP2000, bukankah bulan April 2013 lalu baru saja diterbit ulang. Kedepannya, yang sedang dikerjakan jelas bukan buku SAP2000 lagi, tetapi menerbitkan ulang buku beton dengan VB6 dan buku baja (baru). Itu saja pak, jadi usulan anda belum ada di agenda kami. :(

  75. Pak Wir, saya kebetulan punya buku ini VB untuk rekayasa konstruksi, tapi CD nya tidak ada lagi, raib ntah kemana, bisa minta link buat download isi cd nya lagi? soalnya baru mau buat sekarang.

    • Berkas pada link lama di atas sudah saya up-dated dan up-load kembali. Silahkan diakses semoga file-file yang tersimpan sebagai *.rar dapat di-download dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s