SAP2000 ver 7.40 student version (up-dated 16 Juni 2013)


Catatan : dengan telah diterbitkannya buku Komputer Rekayasa Struktur dengan SAP2000 pada bulan April 2013, maka threat ini rasanya relevan kembali untuk diperbaharui. Maklum, sebelumnya ada permasalahan dengan sharing file yang dipakai. Semoga dengan digunakannya Mediafire ini, permasalahan dapat diatasi.

Meskipun program SAP2000 yang beredar sudah sampai versi 10, tetapi tidak berarti bahwa program-program versi lama adalah program yang sudah out-of-dated. Pengalaman menunjukkan bahwa program-program baru memang memberikan option-option unggulan yang state-of-the-art (terkini) tetapi hal tersebut belum tentu dipakai, apalagi dalam pembelajaran tingkat S1.

Bahkan ada kemungkinan karena option yang ada terlalu canggih tetapi tidak dipahami dengan benar maka hasilnya dapat saja membingungkan atau menyesatkan sehingga menghasilkan output yang salah. Hal tersebut merupakan suatu kenyataan yang dapat saja terjadi. Salah satu kasus yang menunjukan bahwa hasil program SAP2000 versi ini lebih “benar” dibanding versi yang lebih baru sudah pernah penulis presentasikan di lokakarya dosen-dosen teknik sipil yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Sipil ITS tanggal 13 – 14 Juli 2005 tahun kemarin (lebih detail), selanjutnya kasus serupa penulis ulas kembali dalam seminar bersama dengan Prof. Wiratman Wangsadinanata yang diselenggarakan Departemen PU tanggal 2 Desember 2006 (lebih detail).

Adanya kasus tersebut sehingga sampai dapat diangkat dalam suatu forum resmi menunjukkan bahwa program komputer rekayasa masih terbatas sebagai alat saja, hasilnya tergantung dari siapa pemakainya. Tidak ada jaminan bahwa jika digunakan versi yang terbaru maka hasilnya akan lebih baik dari versi yang lama.

Selain itu, umumnya versi yang terbaru masih sulit ditemui yang gratisan (kalau ada info ya), sehingga apabila dalam pembelajaran tersebut penyelenggara harus ngotot untuk membeli program versi yang terbaru, maka diperlukan anggaran yang sangat banyak. Kalau punya duit sih nggak apa-apa (tetapi mestinya dapat dialokasikan ke hal yang lain sehingga lebih bervariasi) , sedangkan kalau memakai program bajakan, ini akan memberi contoh moral yang kurang baik. Bagaimanapun jika anda di dunia pendidikan maka cobalah mulai menghargai hak-cipta (copy-rights) . Untuk itulah mengapa di Jurusan Teknik Sipil UPH, program SAP2000 yang digunakan adalah versi berikut :

versi sap2000

Program tersebut terbatas hanya dapat menangani jumlah nodal kurang dari 100. Sedikit ya ? Kalau untuk komersil, ya memang iya, tetapi untuk pembelajaran lebih dari cukup. Ah masa ? Iya, kecuali anda tidak bisa membikin modul untuk mengekplorasi program tersebut secara benar.

Untuk pembelajaran tentang Structural Analysis Program maka program versi ini sangat cocok jika digabung dengan modul pembelajaran yang terdapat pada buku karangan saya yang telah diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo. Belum tahu ? Klik aja ini.

Versi SAP2000  Student Version 7.40 di atas dapat anda down-load secara bebas dan digunakan sesuai dengan maksud pembuatnya yaitu untuk sarana belajar dan bukan untuk maksud komersil (misal proyek). Karena ukurannya relatif cukup besar maka dibagi dalam beberapa bagian dalam bentuk file *.zip sebagai berikut :

  1. SAP2000 Student#1.zip (49,073 kb) , ini telah di up-load ulang << 16 Juni 2013 >> di  Mediafire (www.mediafire.com), semoga semakin lancar.

  2. SAP2000 Student#2.zip (2,702 kb) << up-dated 16 Juni 2013 >>

  3. System.zip (4,172 kb) << up-dated 16 Juni 2013 >>

  4. Tutorial.zip (15,903 kb) – optional , berisi fil-file multimedia untuk belajar SAP2000. << up-dated 16 Juni 2013>>

  5. Manual.zip (19,056 kb) – optional, berisi file-file pdf dan multimedia. <<up-dated 16 Juni 2013>>

  6. Example.zip (38 kb) – optional <<up-dated 16 Juni 2013>>

Untuk menjalankan program SAP2000 maka tentu saja anda harus men-down-load file-file di atas. Langkah ke-dua extract-lah file-file *.zip tersebut dalam direktori yang sama.

Langkah ke-tiga : cari file setup.exe. Jalankan. Beres.

<<up-dated 17 Juni 2013>>

About these ads

273 thoughts on “SAP2000 ver 7.40 student version (up-dated 16 Juni 2013)

  1. Pak Wir beberapa bulan ini (kira2 dua bln lalu) saya berusaha mencari buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000, tapi di toko buku gramedia baik di malang maupun di surabaya tidak dapat saya temukan. Apa betul buku tsb dicetak ulang kembali? Bisa ndak saya mendapatkan buku tersebut via blog ini, karena saya telp ke gramedia Jkt juga kosong waktu itu. Mudah2 an bisa ya Pak.

    Fauzi
    (Probolinggo, Jawa Timur)

  2. Mas Fauzi di Probolinggo, buku lama tidak dicetak ulang, tetapi jangan kawatir EDISI BARU-nya akan segera diterbitkan.

    Disebut edisi baru karena ada tambahan 3 Bab lagi (nambah sekitar 170 halaman), serta ada bab lama yang dibongkar tuntas, total halaman buku tersebut kira-kira sekitar 590 halaman, dan rasanya belum ada buku serupa setebal itu yang didedikasikan secara khusus untuk program SAP2000. Jadi untuk itu saya merasa bahwa buku tersebut adalah buku SAP2000 berbahasa Indonesia yang paling lengkap di dunia. :)

    Selain masih tetap pakai program SAP2000 v 7.4 di atas, versi sap yang paling bandel, jg akan dibahas SAP2000 v 10.0 untuk analisa struktur tingkat lanjut.

    Lihat info lengkap di blog ini

  3. Beberapa buku sudah saya saya beli, tapi kok isinya banyak yang cuma nerjemahin file helpnya saja yah untuk soal-soalnya… Kapan buku ini terbit pak ??? Tolong sajikan juga contoh perhitungan yang lengkap dari awal sampai akhir dalam mendesain sebuah bangunan… ::)

  4. He, he ini sdr Edi Supriyanto “hebat” !

    **Beberapa buku sudah saya saya beli, tapi kok isinya banyak yang cuma nerjemahin file helpnya**

    Bukunya siapa mas ? Bukunya Wiryanto Dewobroto ?

    Kebetulan ini forum terbuka, mas ! Silahkan tampilkan , tunjukkan kepada rekan-rekan di Indonesia bagian dari “buku saya” yang anda bilang “cuman nerjemain file help-nya”. Bila menurut anda, ada, berapa prosentasinya, coba bandingkan dengan pengarang lain.

    Ngomong aja gampang mas, typical indonesia (hrp kecil). **tersinggung**

    **Tolong sajikan juga contoh perhitungan yang lengkap dari awal sampai akhir dalam mendesain sebuah bangunan… :) **
    materi saya memang tidak mengarah ke situ mas, karena itu sudah biasa dikerjakan siswa saya. Nanti mereka pada nggak beli. Anda perlu ya ?

  5. Mas Wir,

    Kok dibuku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000 tidak dibahas tentang Constraint and Weld ( CMIIW) dan aplikasinnya dalam pemodelan……

    Terus pemodelan shear wall pada blast building apakah dengan Mesh Shell??karena harus kaku terhadap lentur juga. kdang masih bingung untuk mennetukankan typenya, apakah Shell, membran atau plate….untuk pemodelan plate???

    Anto
    Solo

  6. Ya mas, jumlah halaman buku dibatasi penerbit. Tapi untung untuk edisi baru saya bisa menyakinkan mereka sehingga buku lama bertambah sekitar 150 halaman, jadinya buku edisi baru ini ketebalannya jadi 590 halaman (tebal nggak sih).

    Jika buku EDISI baru ini laku keras (habis kurang dari 6 bulan) maka mereka mau menjanjikan cetak ulang, jika itu laku lagi maka tentunya buku tersebut dapat dikembangkan lagi materinya. Maunya sih sampai 1000 halaman. **mimpi nggak apa-apa khan**

    Tapi yang penting adalah laku tidaknya buku tersebut. Nanti bantu promosi bagi rekan-rekan di solo ya mas.

    Tentang Constraint dan Weld

    Utk Weld saya belum familiar, sedang untuk Constraint saya udah memakainya yaitu untuk memodelkan lantai diagframa (gedung high-rise 3D). Untuk yang lain saya belum melihat kegunaannya yang signifikan. Karena itu menyangkut jumlah nodal yang banyak , jadi kayaknya nggak cocok untuk SAP versi student.

    Sedangkan kalau mau membahas model analysis gedung high-rise 3D maka rasanya program yang cocok adalah ETABS dan bukan SAP2000. Oleh karena itu tidak saya bahas. Ada masukan dari anda, shg mungkin kesimpulan tsb salah dan dimungkinakan utk dibahas (di buku selanjutnya).

    **shear wall pada blast building **
    apa maksud blast building, saya kurang jelas (belum tahu).
    Tapi kalau shear wall jelas, itu merupakan model plane-stress, jadi yang dipakai adalah element membran (jumlah dof lebih sedikit). Konsep yang sama dipakai juga oleh ETABS.

    Dibuku EDISI baru ada bahasan sebanyak 80 halaman berkaitan dengan aplikasi element SHELL untuk pemodelan elemen membran. Siapa tahu berguna.

    O ya, semua materi baru yang terdapat pada EDISI BARU adalah benar-benar ORISINIL dan bukan sekedar menerjemahkan file help-nya saja.

  7. Mas Wir,

    Terima kasih atas tanggapannya. Kebetulan saya sekarang bekerja di EPC Company untuk project oil & gas and bangunan Industri.

    1. Dalam scope pekerjaan kami ada suatu item tentang design “Blast resistant Building” misalnya design untuk Control Buiding di sekitar hazardous area. Kebetulan clientnya itu meminta design menggunakan software, dalam hal ini kita memakai SAP V. 9. Padahal dalam buku Blast resitant building terbitan ASCE hanya dalam bentuk manual saja alias memakai spread sheet sudah bisa ( diasumsikan SDOF kena beban dinamik ). Dan disekeliling building itu designnya memakai shearwall termasuk roofnya (desain plat).

    Pertama saya asumsikan pemakaian elemen membran, terus saya pikir lagi…karena ada beban dinamik(akibat blast) itu memungkin bahwa wall itu harus kaku terhadap lentur..makainya saya memakai elemen shell…..CMIIW.
    Bisa minta advice mas Wir….

    2. Apakah untuk bangunan yg nggak high rise building , untuk constraints bisakah kita abaikan..karena dengan constraints kita mengurangi persamaan dalam sistem dan bisa eficient di computasinya ( CMIIW ) dan memastikan bahwa joint yg diconstraint berperilaku turun bersama jika ada beban diatasnya.Fungsi dari constraints itu sebenarnya apa sih mas??? Karena di program lain seperti STAAD PRO atau SACS 5.1..tidak ada istilah constraints ( CMIIW). Kebetulan di perusahaan saya tidak mempunyai software ETABS…….

    3. Ditunggu ya mas..buku edisi barunya. kira-kira kapan ya…???? Emang kalo saya bandingkan buku yg membahas tentang SAP….buku mas Wir yg paling bagus…..karena kalo yg lain it’s very simple dan basic knowledge tentang ilmu civilnya itu kurang.

    Sorry mas…kebanyakan nih

    Anto
    solo

  8. **disekeliling building memakai shearwall termasuk roofnya**
    O itu tho yang anda maksud sebagai shearwall, istilah itu anda dapat dari mana ? Kayaknya beda lho dengan shearwall yang saya maksud.
    Menurut pengertian saya, shearwall adalah struktur pelat (jika horizontal) atau dinding (jika vertikal) yang mekanisme kerjanya mengandalkan perilaku geser dan bukan perilaku lentur. Oleh karena itu gaya diberikan pada arah sejajar bidang pelat atau wall tersebut, jadi bukan tegak lurusnya.

    Kalau begitu maka elemen membran yang saya usulkan sebelumnya nggak akan bekerja. :(

    Yang disebut elemen membran, jika arah gaya sejajar dengan bidang element tersebut, sedangkan disebut pelat jika arah gaya tegak lurus bidang element tersebut, sedangkan disebut shell jika itu merupakan gabungan dari mekanisme membran dan pelat.

    Jika struktur pelatnya datar (bidang) dan diberi beban tegak lurus maka yang bekerja adalah mekanisme lentur (elemen pelat). Jika diinginkan bekerja sebagai shell maka pakailah bentuk kubah atau sejenisnya.

    **Fungsi dari constraints itu sebenarnya apa sih mas ???**
    secara prinsip uraian anda sudah tepat. Constraint sangat terkenal untuk membikin pelat lantai dapat bekerja sebagai Rigid Body Motion, menjadi satu kesatuan pada arah sebidang pelat tersebut. Yang lain apa ya, saya belum pernah pakai constraint selain utk pelat seperti itu.

    **Ditunggu ya mas..buku edisi barunya.**
    Trim mas Anto. Besok pagi saya baru mau ke Elex di Palmerah untuk mengambil print hasil evaluasi editornya, mbak Elly, yang berupa hardcopy, lalu saya baca dan periksa lagi, jika beres, maka baru bisa masuk percetakkan. **itu kata editornya**

  9. salam kenal mas wir,
    saya jalan-jalan dan ketemu ini blog yang bagus. udah beberapa kali saya baca-baca di blog mas dan isinya memang mantap.

    ini mas ini ada link untuk download NEW ETABS v9.0.7 Nonlinear (june 2006) with crack (tapi ilegal mas), mungkin mas anto butuh:

    http://rapidshare.de/files/30735323/l-ce97.rar.html

    Password: http://www.devilived.com

    saya juga punya kumpulan link-link untuk download buku-buku teknik dan software-software teknik khususnya civil yang bisa di akses di http://mybookmarks.com/public/harisk

    untuk sementara itu aja mas. semoga bisa berguna (tapi ilegal loh mas!)
    : :)

  10. Yth. Pak Wiryanto
    Terimakasih atas perhatiannya, setelah saya pelajari dari buku karangan bapak dan saya mendapatkan kesimpulan dengan mengganti nilai Scale Factor sesuai dengan nilai perkalian untuk sumbu x dan sumbu y, mohon di koreksi jika saya salah pak, dengan begitu nilai gravitasi menjadi lebih besar. mohon klarifikasi nya Pak.

  11. Klarifikasi apa mas Yoga, surat sebelumnya koq nggak ada ya. Kayaknya pernah diskusi, dimana ya ?

    Kalau nggak salah ttg gempa ya, analisa dinamik response spectrum. Kalau gitu, itu bukan scale factor untuk nilai gravitasi, itu untuk ningkatin nilai base-shear akibat beban dinamik. Anda check aja, dan dibandingin antara sebelum dan sesudah scale factor diberikan. Gitu.

  12. Maaf Pak Wiryanto mungkin bapak lupa tentang surat, tentang pertanyaan saya di jurnal teknik sipil (Program Doktor) Aplikasi Struktur Baja, menurut ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah nilai Scale Factor itu adalah nilai Gravitasi seperti 9.81m/dt2 (benar ga pak) atau satuan lainnya, jika benar berarti nilai gravitasi sangat berpengaruh terhadap Base Share sedikit tidak Logic
    Would u mind give more explenation

    Pada jurnal teknik itu bapak tulis pada analisa dinamis bahwa penyebaran beban pada kedua arah sb X. dan sb. Y perbandingannya adalah 100% dan 30% dan program SAP sudah default me RUN nya (benar Ga PAk)

    Di option mana saya dapat melihat nilai kombinasi ini perlu diketahui saya pakai SAP 2000 V 9.0.3, namun jika saya membuat kombinasi pembebanan sendiri dengan memasukan nilail pengali 0.3 pada masing” arah dapat dikatakan benar tidak

    Masalahnya saya pernah mencoba membandingkan hasil nya terlalu berbeda jauh

    Selanjutnya pada struktur baja kita dapat menentukan titik plastis pada balok baja pada daerah mana pak mungkin ada rumus praktis seperti di struktur beton.

    Mungkin ini dulu pak yang saya tanyakan. (mohon alamat E-mail bapak juga bisa kan)

  13. Ok sdr. Yoga.
    Sy mencari pertanyaa awal koq belum ketemu. Tapi baiklah kelihatannya anda ingin menanyakan konsep tulisan saya yang ada di Jurnal UPH. Makalah tsb juga pernah saya presentasikan di seminar teknik sipil di Unika Sugiyapranata semarang.

    Ini ya yang membuat anda bingung :

    Berdasarkan evaluasi diatas maka analisa spektrum respon dinamik harus dikoreksi menggunakan faktor pengali 1.77171 untuk arah x , dan 2.01366 untuk arah y , sedemikian sehingga pasal 7.1.3 dari peraturan gempa dapat terpenuhi,

    Jadi kuncinya khan tentang analisa spektrum respon dinamik khan ?

    Selanjutnya kebingungan anda khan tentang scale factor yang dipakai pada program untuk memenuhi pernyataaan saya tersebut khan.

    Scale factor di sini adalah yang dipakai untuk memasukkan Response Spectrum curve. Disitu anda dimintai memasukkan scale factor yang fungsinya adalah (sy kutip dari manualnya ya):

    You may specify a scale factor sf to multiply the ordinate (pseudo spectral acceleration re sponse) of the function. This is of ten needed to convert values given in terms of the acceleration due to gravity to units consistent with the rest of the model. See Figure (page 288).

    Memang sih ada kaitannya dengan g seperti yang anda jelaskan di depan, tetapi yang jelas g tidak diubah-ubah.

    **100% dan 30% dan program SAP sudah default**
    apa iya, kayaknya nggak lho. Itu khan kesepakatan, tergantung peraturan apa yang kita pakai.

    **Masalahnya saya pernah mencoba membandingkan hasil nya terlalu berbeda jauh**
    mulai aja dari kasus yang sederhana, jangan masukkan beban gravitasi. Untuk analisa responses spectrum yang penting hanya K (kekakuan) yaitu representasi geometri dan material bangunan (beban belum masuk) dan m (massa) definisi massa, maka gaya-gaya akibat analisa responses spectrum udah bisa keluar.

    **pada struktur baja kita dapat menentukan titik plastis pada balok baja pada daerah **
    Pihak program yang menentukan sesuai dengan FEMA 273. Pelajari lagi tentang push-over analysis pada sap yang dapat dikerjakan.

    Sebelum anda melangkah ke push-over analysis (menentukan titik plastis) kuasai dulu analisa dinamik dengan response spectrum. Push-over ini agak advance, dan juga baca dan pahami dulu FEMA 273. Rasanya di blog ini ada link yang pernah saya berikan. Dimana ya, coba deh lihat , kayaknya ke mhsi UGM ya.

    **mohon alamat E-mail bapak juga bisa kan**
    diskusi teknik di blog ini aja, biar yang lain juga bisa mempelajarinya bersama-sama. Eh siapa tahu ada masukan yang berharga.

    Selamat bekerja. :)

  14. Thanks a lot Mr. Wir maybe next time we can discuss more clearly, but your suggest for learning FEMA 2.7.3 it is good but for me.

    I will try find about Push Over analysis and FEMA link too, I wish i could ask to you more question. Thanks.

  15. salam kenal Pak.saya mahasiswa semester akhir teknik sipil ITS.saya tertarik melihat profil Bapak di website. saya perlu buku atau tutorial SAP / ETABS mengenai pushover,khususnya untuk pelat datar prategang. selain itu saya jg kesulitan mencari tutorial software ADAPT PT. kira2 di mana saya bisa dapatkan?dan berapa harganya?
    atas bantuannya saya ucapkan terimakasih ya Pak.

  16. **… pushover, khususnya untuk pelat datar prategang**
    Apa itu, saya kurang maksudnya.

    Tentang pushover , CSI mempunyainya : http://www.csiberkeley.com/Tech_Info/Pushover%20paper.pdf

    Tutorial ADAPT PT, saya kurang tahu. Itu bikinan Biyan O Alami ya, wah jadi teringat waktu di PT. Wiratman hampir 15 tahun yang lalu. Waktu itu masih DOS, kayak apa ya sekarang.

    **berapa harganya ? **
    Lho apa saya punya tampang pedagang ya ;)

  17. Yth Pa Wir,

    Saya seorang karyawan konsultan engineer swasta di Bandung, saya lihat blog bapak bagus sekali, membuat saya ikut termotifasi untuk juga ikut mengembangkan keilmuan dibidang teknik sipil. Kemarin saya download salah satu artikel bapak yang berjudul “Masih perlukah mempelajari Mekanika Teknik Klasik dalam Era Serba Komputer ?”, disitu membahas tentang “Kasus Rangka Batang dengan Masalah Ketidak-Stabilan”.

    Saya coba membuat modelnya dan melakukan analisis dengan SAP versi 8.28, dan option analysis optionnya telah saya set sebagai frame. Tetapi hasil yang saya dapat tidak ada error sama sekali tidak seperti yang bapak tunjukan di artikel.

    Error baru muncul jika seluruh rangka saya release, dan memang hasilnya seperti yang bapak tunjukan. Tapi mungkin struktur bisa diakali dengan cara:

    1. Membuat seluruh joint menjadi moment connection (di las misalnya), memang sih umumnya konsultan menghindari pengelasan di lapangan dengan banyak alasan diantaranya mutu pengelasan yang mungkin tidak memenuhi persyaratan.

    2. Membuat beberapa rangka secara fabrikasi, baru sisanya disusun dilapangan dengan shear connection

    demikian komentar saya mohon komentar.

  18. mas Ahmad,

    Paper saya membahas tentang ‘rangka batang’ atau ‘truss’, dan bukan ‘frame’, jadi tanggapan anda merupakan materi lain yang baru, misalnya :

    jika tidak mau ada masalah seperti yang ada pada papernya pak Wir maka sebaiknya untuk konfigurasi bangunan seperti terlihat pada paper tersebut pakailah struktur ‘frame’. Ok.

    Paper yang saya sampaikan di atas sebenarnya ingin mengungkapkan falfasah pemahaman mekanika dan hasil komputer, yaitu dengan memberi contoh kasus. Intinya bahwa sebagai engineer jangan terpukau dengan hasil komputer, kita yang kendalikan koq.

    Berkaitan dengan usulan anda, jika kita tetap commit pada truss. Apa sih truss, adalah sistem struktur yang paling efisien karena seluruh penampang menyalurkan gaya-gaya dalam arah aksial. Bandingkan dengan frame, karena ada momen maka bagian tengah penampang (garis netral) tegangan nol, yang besar hanya dipinggir-pinggir aja (nggak efisien khan), maka usulan anda bahwa seakan-akan merubah truss menjadi frame hanya sekedar merubah sambungan pin menjadi sambungan momen. Kayaknya nggak seperti itu mas. Ingat dalam kenyataannya, banyak struktur truss mempunyai sistem sambungan yang kaku (misalnya sambungannya las penuh) tapi mengapa perilakunya tetapi struktur truss. Jadi kenapa bisa truss dan kenapa bisa frame, ya itulah yang kita pelajari dengan mekanika klasik.

    Selanjutnya kita dapat memahami apa sih keunggulan truss dan frame, ingat istilah itu hanya ada pada analisa klasik. Jika pakai komputer, pakai metode matrik maka semua rangka yang stabil sama saja hitungannya. Struktur truss dan struktur frame aja bentuk penampang yang dipakai sudah berbeda.

    Dengan memahami apa itu truss, apa itu frame, grid, space truss atau space frame selanjutnya dapat dilakukan penyederhanaan dalam pemodelan sehingga dapat diperoleh model yang optimal. Ingat suatu model yang paling baik adalah jika bisa diberikan model yang paling sederhana yang memberi hasil yang mendekati aktual.

    Jika pemahaman itu semua sudah kita resapi, maka kita dapat dengan mudah menganalisis dari suatu bangunan yang ada, kira-kira bagaimana perilakunya yang dominan jika dikasih beban di situ (misalnya) tanpa harus terlebih dahulu menghitung dengan komputer. Akhirnya kita mempunyai apa yang prof. Wilson sebut sebagai ENGINEERING JUDGEMENT. He, he, istilah ini saya jadikan satu bab khusus dalam buku saya yang terbaru yang telah terbit.

    Usulan yang kedua berlaku baik untuk struktur truss maupun struktur frame.

    Catatan : engineer yang masih tergantung komputer (ikut apa aja yang dikatakan komputer) sebenarnya belum tepat disebut engineer tetapi operator komputer. ;)

  19. salam kenal…
    pak Wir… saya barusan beli buku anda yg terbaru.. dan cd bonusny udah say copy ke hardisk komputer saya…tapi kenapa setelah saya buka.. semua latihan tidak bisa terbaca oleh software sap 2000 versi student yang telah saya instal yaaa??? saya vcoba buka dengan sap2000 v8 yg saya punya juga tetep gak bisa tuh..??? apakah cd bonus dari buku pak Wir itu harus dibukanya lewat sap2000 v10 yaa????

  20. Nggak lho Wan, saya pakai SAP2000 7.4 Versi Student koq, kecuali Bab 7 (sebagian) dan Bab 9 yang membahas ttg Buckling.

    Sudah di copy semua ke hardisk ya, nggak pakai CD khan, kalau begitu coba ikuti petunjuk yang memakai file *.S2K, pakai fasilitas import. Sedangkan kalau ada file *.SBK itu yang baru dapat dipanggil langsung dengan program.

    Coba deh lagi, moga-moga beres. O ya, di CD aku sisipin SAP2000 versi Student juga, ketemu nggak.

  21. Sore pak Wir, sebelumnya saya udah ninggalin komentar tapi saya lupa dimana..Nama saya Zulfadli, semester VI di Universitas Komputer Indonesia. saya berencana untuk mengambil TA tentang struktur tahan gempa yang akan saya aplikasikan ke ETABS..masalahnya nih pak, bisa gak saya minta perhitungan manual untuk :
    – analisa statik ekivalen
    – analisa respon spektrum
    – pusat masa ltiap antai (eksentritas rencana)
    – simpangan antar lantai
    kala bisa beserta contohnya ya pak..
    saya juga udah coba mempelajari beberapa jurnal bapak dan buku SAP2000 bapak, serta SNI 2002 tentang gempa..tapi kayaknya saya belum terarahkan.

    mohon bantuannya…thank be 4

  22. Saya sudah lama nggak pegang ETABS dik, juga belum pernah bikin makalah tentang program tersebut. Kebetulan riset saya tidak banyak membahas tentang kegempaan, jadi ya belum ada.

    Mungkin ada teman-teman lain yang bisa membantu ?

  23. Terimakasih Pak Wir atas komentarnya, sebenernya saya hanya ingin menunjukan bahwa struktur tersebut tidak selamanya tidak stabil, tapi menurut saya tergantung dari bagaimana kita memperlakukan sambungannya, karena kami seringkali mendesain rangka kuda-kuda baja dengan pola tersebut dan itu so far itu bekerja dengan baik, tapi saya rasa bapak benar, jika kita tetap memperlakukan pola tersebut sebagai truss, maka itu akan tidak stabil.

    Btw ada hal lain yang ingin saya tanyakan, pada SAP2000, apakah program tersebut menyimpan hasil desain framenya di satu file database khusus ?, kalo iya mungkin bapak tau file yang manakah itu, dan bagaimana cara mengaksesnya, karena berkaitan dengan itu saya sekarang sedang mencoba menterjamahkan hasil desain dari SAP2000 (untuk struktur beton), dimana SAP2000 kan hanya mengeluarkan luas tulangan yang diperlukan, saya ingin coba menterjemahkannya secara otomatis ke dalam bentuk jumlah tulangan dengan diameter tulangan yang kita tentukan sendiri. Sementara program yang ingin saya coba buat basisnya Visual Basic.

    Terimakasih

  24. Pa Wir….., kok message saya nda di respon, pa Wir Pundung ya…..,=). btw ada yang ingin saya tanyakan, selama ini kan kita menghitung momen pelat kita pake faktor momen dari SNI atau dari tabel bares., sebenernya metode apakah yang dipakai untukmencari momen pelat tersebut (Selain Menggunakan metode Finite Elemen Mungkin), mungkin bapak bisa tunjukan referensi yang bisa saya baca, karena sering kali hasil output SAP atau etabs untuk momen pelat hasil nya aga berbeda cukup jauh jika dibandingkan dengan hasil perhitungan dengan menggunakan tabel bares.

    Lalu yang kedua, di ETABS itu kan option plate load distribution, lalu di option itu kita bisa pilih one way slab, tapi knp momen slabnya ga keluar sama sekali ya…, apa memang etabs tidak bisa menghitung momen pelat 1 arah atau ada faktor lain ya…

    Terimakasih sebelumnya atas Responnya.

  25. **file database khusus ?, **
    wah kalau itu saya nggak tahu itu. Jadi waktu itu belum saya respon biar teman lain yang tahu, yang merespon. O ternyata di tunggu-tunggu. Sorry ya. Ini tanggapan saya.

    Pertama : pertanyaannya, apa rencana anda itu bermanfaat, capek-capek bikin program sendiri. Salah satu keuntungan pakai program yang sudah jadi adalah bahwa kita tidak perlu meyakinkan ke orang lain bahwa program kita sudah benar. Kalau anda bikin sendiri untuk anda sendiri sih boleh-boleh aja, tapi kalau bikin untuk misalnya disampaikan ke TPKB, lalu ada pertanyaan apakah program yang anda bikin sudah pasti reliable. Wah kerja tambah lagi.

    Tabel Bares khan cocoknya jika punya pelat persegi (two-ways) dengan beban terpusat atau pelat bulat dsb yang sifatnya setempat. Tabel tersebut diderifasi dari perhitungan pelat elastis yang pada masa itu memang perlu penyelesaian persamaan differensial. Jadi dibuat tabel biar praktis hitungnya.

    Tabel bares belum tentu cocok untuk pelat beton bertulang, karena ada retak, timbul redistribusi momen khususnya untuk pelat-pelat menerus. Padahal pelat pada umumnya adalah menerus. Oleh karena itulah mengapa pada SNI dan ACI hanya menyediakan metode DDM (direct design method) dan Portal Equivalent, juga telah menghilangkan sistem pelat pada tabel PBI.

    O ya, sebagai informasi tabel PBI itu mungkin lebih banyak dipakai untuk perencanaan pelat di Indonesia dibanding dengan tabel Bares lho.

    O ya , ttg SAP atau ETABS dan Bares berbeda, ya bisa saja, karena pada prinsipnya perhitungan pelat dua dimensi sebenarnya cukup kompleks, padahal kita tahu sendiri bahwa pelat hanya memikul beban gravitasi aja (struktur sekunder, maksudnya bukan yang utama) jadi pada prinsipnya sebaiknya pelat setipis mungkin (persyaratan khan untuk lantai 12 cm). Kalau tebal khan nambah massa, pengaruh ke beban gempa. Jadi selama nggak ada batasan dari arsitek atau ME maka sistem balok-induk-anak dengan pelat yang pendek-pendek itulah yang paling optimal. O ya tapi ada argument lain, sistem balok-induk-anak menambah tinggi bangunan, pengaruh juga ke gaya gempa dan biaya ME (lift, escalator dsb). Memang perlu studi cari yang optimum. Itu tugas perencana struktur.

    Sekarang ini khan ada apartemen lagi booming. Konsep balok-induk-anak dengan pelat tipis nggak bisa diterapkan. Tinggi balok (induk dan anak) mengganggu sehingga maunya pakai flat-slab. Lha kalau udah gitu maka metode yang bisa dipakai adalah DDM dan Portal Eqivalent. Itu lho yang ada di buku SNI. Kenyataannya konsultan-konsulta perencana lebih suka pakai SAFE (lebih praktis) atau programnya PCA.

    Bagaimana dengan program SAP dan ETAB, kelihatannya tidak didedikasikan untuk perencanaan pelat, lebih kearah memudahkan penempatan pembebanan. Jadi ya begitulah. Nanti kalau secanggih SAFE, program SAFE nggak ada yang beli. Gitu lho.

  26. SAP2000 untuk analisa struktur makro, misalnya seperti rangka pesawat pengangkat dsb.

    Untuk analisa struktur mikro kelihatannya yang paling sip adalah ABAQUS dan ANSYS, sedang detail gambar solid 3D kayaknya yang bagus dan gampang adalah SOLIDWORKS, cara pakainya lebih gampang dari SOLID EDGE.

    Ini aku sedang nyoba mas, tapi nggak bisa disharing karena illegal (bajakan). Yang bisa disharing hanya versi student yang legal, dan belum punya.

  27. Selamat malam Pak wir……………..
    Beberapa hari yang lalu saya baru beli buku bapak yg berjudul “Aplilasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000, Edisi Baru. Saya rasa sebagai seorang pemula banyak sekali terbantu. Terima kasih atas dedikasi anda. Untuk contoh perhitungan mohon lengkapi lagi.

    Btw bisa carikan pekerjaan ga pak? Saya lulusan sipil 2006 belum dapat kerja tetep.

    THKS.

  28. Agentnya di Indonesia khan di UNPAR, pak Joni. Saya khan sering ketemu beliau. Juga tempo hari sudah punya dikasih beberapa CD , yah mungkin versi studentnya. Tapi sampai sekarang belum sempet sih kesentuh.

    Ini lagi fokus ke ABAQUS 6.5.1, lumayan transfer dari Solidworks ke file IGES dari situ baru di analysis. Hebat, ternyata yang dari m2m dapat bekerja dengan baik.

    Ansys Multiphisics 10 , juga jalan, tetapi kenapa ya, menurut saya kontrol grafiknya lebih canggih (smoth) pakai ABAQUS. Jadi sekarang fokus ke ABAQUS dulu.

    Sayang, padahal literatur tentang Ansys tentang cara belajarnya di internet lebih banyak di banding Abaqus.

    Tapi kalau jurnal kebanyakan orang pakai abaqus.

    Bingung ….

  29. GUInya Abaqus emang cakep abis untuk solid.
    Tapi soal kecepatan GUI, Ansys masih lebih cepat..di pentium II saja aja masih jalan..{ansys 6}, kalo abaqus/cae no hope :(
    Tapi untuk pemodelan solid [bukan import] ansys masih lebih mudah.. bikin kotak dibolongin, dan boundary bisa di permukaan, garis apapun meshnya.

    Coba bandingkan mesh quality abaqus/cae dan ansys..laen lho..

  30. Kapan ya bisa punya komputer secanggih itu…he he he
    Mantab emang UPH…
    Apalagi Abaqus, Ansys, Marc, Nastran bisa paralel computing
    tinggal kasih gigabit ethernet, terus semua komputer Lab Komputer UPH dihubungin….udah deh jadi super-komputer….
    mak nyuss….

  31. Halo mas wir,

    Ada kabar bagus nih buat mas Wir, buku SAP2000 karangan mas Wir yang edisi baru udah abis mas di toko-toko buku Gramedia Semarang, wuih…siip banget deh mas, sampe-sampe saya ngga kebagian tuh hahaha. Karena kemaren-kemarin belum sempet ke Gramedia, akhirnya yah gini deh gigit jari..hehehe.

    Kapan mas wir ada stock lagi di semarang ? Tolong konfirmasi di forum ini untuk pengiriman stock berikutnya ya mas…

    Viva Indonesian Civil Engineering

  32. hallo pak wir,
    salam kenal saya mahasiswa teknik sipil. saya mau menanyakan untuk program sap 2000 ataupun etab mengenai cara input data beban gempa untuk portal 2 dimensi jika diberikan kombinasi beban gempa arah x(100%), arah y(30%) secara bersamaan menurut arah tinjaunya dan sebaliknya.
    thanx

  33. **untuk portal 2 dimensi**
    anda harus menyiapkan portal arah x dan portal arah y secara tersendiri-sendiri. Selanjutnya kombinasi tersebut di atas hanya berlaku pada kolomnya saja, yaitu perlu analisis bi-aksial.

    Konsep dua dimensi di atas umumnya dilakukan sebelum era SAP2000 dan ETABS. Sekarang sudah dapat digunakan analisis 3D sehingga kombinasi dapat langsung diberikan, hasilnya lebih teliti.

  34. Salam kenal Pak. Saya ingin sekali memiliki software Nastran dan sudah lama mencarinya tetapi sampai detik ini saya tidak mendapatkannya. Melalui email ini, saya mohon bantuan Bapak. Barang kali Bapak bisa menunjukkan link Nastran yang full versi. Terima kasih pak atas bantuannya.

  35. di FEMAP v 9.0.1 yang saya install ada NX Nastran-nya. Apa itu yang anda maksud. Program dapat berjalan tanpa masalah, tapi saya belum mengeksplore keseluruhan. Saat ini sedang asyik belajar ABAQUS, selevel dengan Nastran, program tsb telah menjalankan program verifikasi dan berhasil dengan baik. Tapi itu semua bukan dari on-line. Dapetnya off-line di m2m.

  36. Selamat pak..buku SAP2000 NEW EDITION-nya udah terbit, saya harus pesan 1 minggu di gramedia bandung (he2)…Pak, kira2 menurut bapak langkah-langkah apa aja untuk memastikan bahwa hasil hitungan kita menggunakan program (mis pake SAP2000) udah sesuai dengan yang kita inginkan? sedangkan inputnya udah kita masukin dengan data yang ada/sebenarnya (yah kalau di buku bapak “ENGINEERING JUDGEMENT”)..Bisa dijelaskan dikit ya pak..

  37. Nah maksud saya kalau bapak di beri suatu pekerjaan menghitung konstruksi pada gedung(mis: 3 lantai), nah langkah apa yang bapak lakukan terlebih dahulu untuk memastikan hitungan make program udah benar..thank.

  38. He, he, he, terima kasih. Kenapa harus pesan dulu ya ? Apa nggak ada stock ? Di Gramedia Merdeka ya, tempo hari ke sana koq nggak ada ?

    Pertanyaan anda sederhana, tetapi esensial sekali. Jawabannya tergantung dari cara memandang program tersebut.

    Bagi saya, program komputer, apakah SAP2000, GTStrudl atau apapun, juga ABAQUS adalah hanya sekedar tools atau alat saja. Yang menentukan bahwa hasilnya betul atau tidak adalah dari kita pemakainya.

    Lho lalu gimana ?

    Ya gimana lagi, kita diwajibkan mempunyai pemahaman, kalau kita kasih data ini maka programnya akan ke sini dsb. Seperti kita dengan mobil, jika gas ditekan maka kecepatan bertambah, mobil akan maju, jika setir di puntir ke kiri maka mobil akan berbelok ke kiri, jika memuntirnya terlalu cepat pada kecepatan yang terlalu cepat maka dapat diperkiraan mobil akan terguling dsb. Jika anda dengan mobil (tools) sudah menyatu maka anda akan tahu bahwa jalannya mobil telah benar.

    Demikian juga dengan program komputer.

    Langkah pertama adalah anda memahami permasalahannya, misalnya untuk kasus di atas adalah anda harus tahu yang dimaksud dengan pekerjaan menghitung konstruksi pada gedung. Apa yang sebenarnya akan dihasilkan dengan pekerjaan tersebut. Jika dikerjakan tanpa komputer bagaimana, jika dipakai komputer apa keunggulannya, dsb.

    Langkah kedua, adalah memahami karakter dari program itu sendiri. Tidak setiap mobil, sama. Bahkan untuk mobil yang ber-merk sama-pun, kadang-kadang ada perbedaan (gas-nya terlalu dalam, rem-nya terlalu pakem, dsb). Pahami hal tersebut.

    Untuk memahami tentu harus memakainya terlebih dahulu, membiasakannya untuk menyelesaikan kasus-kasus yang mudah dipahami bahwa hasilnya salah atau benar. Jadi harus banyak latihan. Untuk itulah mengapa di buku saya yang baru terbit tersebut selalu ada contoh latihannya. Menurut Prof. J.M. Gere, mengerjakan latihan memang salah satu cara mempelajari problem-problem rekayasa.

    Tujuan utama kami memakai SAP2000 di Jurusan Teknik Sipil UPH adalah untuk memahami atau menguasai atau memperkuat mahasiswa saya di mata kuliah Analisa Struktur. Pada setiap mata kuliah tersebut (saya pegang Analisa Struktur I di semester 2 dan Analisa Struktur III di semester 5) saya selalu mendemokan bahwa setiap penyelesaian analisa struktur klasik adalah sama dengan hasil komputer. Ini nggak gampang lho, kalau anda nggak tahu setiap parameter yang diperlukan, bisa-bisa hasilnya berbeda, maksud hati ingin mempermudah dan memperjelas tapi hasilnya tambah bingung.

    Jadi dengan cara tersebut, tiap mahasiswa yang mengikuti kuliah saya akan paham bahwa mereka juga mempunyai ilmu yang hasilnya sama bahkan dengan program sekalipun. Jadi jika suatu saat dia menjumpai sesuatu analisis antara pemahamannya yang dulu dengan hasil komputer sekarang koq berbeda maka pasti “ada sesuatu”. Check lagi sampai yakin dan tidak ada keraguan lagi hasilnya. Jika itu dilakukan terus menerus maka akhirnya jika memakai program komputer tersebut kita secara otomatis dapat merasakan : yah ini sudah OK.

  39. Pagi Pak Wir.
    Sekedar informasi buat temen-temen, untuk design 3D untuk struktur baja yang sangat bagus menurut saya StruCad dan Tekla (X-Steel), diprogram ini sangat lengkap dalam mendesign struktur baja, baik kekuatan maupun gambar fabrikasi.

    Dari program tersebut akan keluar output kekuatan dalam bentuk seperti SAP2000 (Strucad) dan Staad Pro (Tekla-Xsteel), dan akan keluar gambar 3D dengan profil dan joint yang sangat lengkap sesuai design yang kita ingin kan( UK, Jepang, Amerika, Korea, dll), dan juga gambar fabrikasi baja yang sudah tergambar secara otomatis oleh program dengan sangat detail untuk semua profil baja yang kita design dalam suatu struktur baja.

    Untuk Design kekuatan baja saya masih suka memakai Sap 2000 dan Etabs kerana pengoprasiaannya mudah, dan Saya masih harus banyak belajar dari bapak. Saya Belajar Sap 2000 dari Buku Bapak juga, tahun 2002.

    Saya mau menanyakan tentang fungsi dan maksud tiap poin dari steel frame design overwrites (tool bar : steel frame design – view/revise overwrites). Terima kasih Pak Wir, sebelum saya minta maaf ada kalimat yang salah dalam pengetikan ini

    hormat saya Zaki

  40. Siang Pak Wir,
    saya sedang mengerjakan TUGAS AKHIR tentang rangka kuda-kuda baja, saya mau nanya tentang “release untuk rangka”. penjelasan singkat mengenai release itu apa dan mengapa momen 3-3 saja yg diberi tanda seperti yang dijelaskan dalam buku karangan bapak?
    Terimakasih

  41. Rasanya panjang lebar telah saya utarakan di buku saya. Mohon baca baik-baik pada Bab 2, selanjutnya berlatihlah dengan contoh-contoh yang telah disiapkan.

    Dengan membaca latar belakang teori dan mempraktekkannya, saya yakin anda memahami maksudnya.

  42. Iya pak harus nunggu, walaupun buku terbitan lama bapak udah saya miliki tetapi saya gak mau ketinggalan untuk memiliki versi yang baru.

    Wah..bagus banget kalau gitu pak…saya kini jadi mengerti bahwa untuk mendapat hasil tepat dan teliti didukung sejauh mana kita mengenal program yang kita gunakan.

    Oh untuk sekedar informasi kepada teman2 kemaren saya udah nyoba bandingin desain tulangan Balok SAP2000 (buku pak wir) dan MIDAS v.6.3 hasilnya sama dan gak beda jauh.

  43. Menarik sih. Sebenarnya udah lama tahu, bahkan sudah pernah down-load. Tetapi waktu menjalankan ada perintahnya yaitu :

    In order to run the ROBOT Millennium Freeware product, it is first necessary to Register. Please complete the registration …. our staff will activate your ROBOT Millennium Freeware licence via the internet ….

    koq ribet banget, kayaknya yang ngasih nggak rela gitu. :(

  44. Siang Pa Wir., tampak sudah lama ga buka2 webnya pa Wir….,

    Ada yang ingin saya tanyakan nih pa…,
    1. Di SAP2000 ketika kita akan mendefinisikan beban gempa, disitu ada option excitation angle.
    Sebenarnya option itu fungsinya apa sih pa?, apakah itu menunjukan arah gempa atau gimana?

    2. Pada option frame design overwrites, ada option frame type, dimana didalamnya ada sway special, intermediate, ordinary, non sway. yang ingin saya tanyakan, kapan kita tentukan bahwa struktur kita sway special, intermediate, ordinary, atau non sway?

    Terimakasih sebelumnya atas commentnya.

    Sukses selalu pak…..

  45. Acmad Taufik
    ya arah percepatan yang diberikan, jika modelnya 3D

    **kapan kita tentukan bahwa struktur kita sway special, intermediate, ordinary, atau non sway?**
    ya itu khan post-procesingnya sap2000, tepatnya model DESIGN, yang tergantung code yang akan dipakai. Jadi anda harus paham code-nya terlebih dahulu. Ingat analisis dan design nggak berhubungan, jadi jangan bayangkan bahwa jika di analisis sudah ok berarti tinggal ok di design. Ada parameter-parameter tertentu yang perlu dipilih.

    Jadi kapan anda milih, ya anda sendiri yang menentukan. Baca code-nya dengan baik. Ok.

  46. Wah tampak belum begitu jelas, mungkin saya aga lemot..

    1. mengenai excitation angle, saya pernah baca di handoutnya training etabs punya-nya Pa. Djoni Simanta, disitu bangunan yang dimodelkan bentuknya L, kemudian untuk gempa arah X, beliau memasukan arah U1 dengan excitation angle 45 deg, kemudian arah U2 dengan excitation angle 135 deg, kemudian angka itu munculnya dari mana ya?, apa karena sumbu simetrinya seperti itu?, lalu jika bangunanya bentuknya bujur sangkar, apakah kita juga harus menginput U1 dgn excitation angle 0 deg kemudian U2 dgn excitation angle 90 deg?, lalu bagaimana jika bangunannya tidak simetri?.

    Salah satu teman saya yang kerja di Wiratman pernah menunjukan perhitungan untuk menentukan excitation angle, tampak perhitungannya begitu panjang dan rumit. Mungkin Pa Wir ada bahan yang bisa menunjukan perhitungan tersebut?

    2. mengenai sway special, intermediate, ordinary, atau non sway. Saya sudah coba jika suatu design kita ubah2 frame type-nya, ternyata bedanya cukup signifikan pada tulangan.

    Dulu seingat saya frame type hanya ada dua type yaitu sway dan non sway. Mungkin pa Wir bisa memberikan sedikit pencerahan

    Trims atas komentarnya Pa…..

  47. Boleh ikut urun rembug?

    Dear Taufik,

    Umumnya bangunan yang simetri ukuran, beban dan geometri bangunannya, mempunyai excitation angle = 0 (nol) degree, artinya Garis Netral bangunan letaknya berhimpit dengan garis titik berat bangunan.

    Untuk bangunan berbentuk L, Garis Netral bangunan letaknya TIDAK berhimpit dengan garis titik berat bangunan namun ditransformasikan sebesar excitation angle tadi. Artinya U1 = Arah X’ dan U2 = Arah Y’ nya ditransformasikan sebesar excitation angle dari Sumbu X dan Sumbu Y.
    Inersia bangunan Ix dan Iy dan Ixy juga akan berubah, dipengaruhi besarnya excitation angle tadi. Jadi untuk bangunan yang tidak simetris, nilai tegangan maksimum pada struktur bukan lagi berdasarkan Sumbu X dan Sumbu Y melainkan berdasarkan Sumbu X’ dan Sumbu Y’ .

    Masih ingat kuliah mekanika bahan dan penampang bahan?

    Kalau salah, mohon dikoreksi..

    Syallom..

    nb: mohon maaf pa Wir belum sempat kirim, kan bapa tau “kesibukan” saya sekarang..hehehe.. ;)

  48. Siang Pak Wir..
    Pak Saya udah nyoba aplikasikan Analisa P-delta yang dibuku bapak ke SAP2000, saya ada pertanyaan kenapa analisanya dipakai yang 3D ya pak?mohon sedikit penjelasan Pak…

  49. Dear Pak, Wir.
    Akhirnya saya bisa mendapatkan buku anda di Gramedia tempat saya tinggal walaupun harganya sih lumayan mahal. Buku anda bagus. Membuat pengetahuan saya tentang desain struktur semakin nambah.
    Oya Pak Wir. Saya mau tanya. Ini masalah saya yang dari dulu ngak pernah tahu gimana solusinya.
    Bagaimana cara membuat profil HONEY COMB di SAP2000. atau yang mendekatinya lah.
    Cuma itu saja Pak Wir. Tolong banget ya di jawab.
    Makasih

  50. Selamat atas diterbitkannya buku sap yang luar biasa
    Langsung saja saya seorang mahasiswa, saat ini saya sedang mempelajari buku sap anda dengan menginstal sap yang ada didalamnya
    Yang ingin saya tanyakan pada saat proses run
    kadang terjadi error
    lalu muncul “EXCESSIVE LOSS OF ACCURACY DURING THE SOLUTION OF EQUATION, THE STRUCTURE IS UNSTABLE OR ILL-CONDITIONED”
    apa yang salah dalam proses yang saya lakukan
    Mohon bantuan
    Trmakasih sebelumnya

  51. Pak Wir tolong dong bilangin ke Penerbitnya, buku SAP karangan Pak Wir sudah susah carinya……hebat lho pak. Di Gramedia Depok saja sudah habis bulan February….

  52. Malang, 09 – 10 – 2007

    Dengan Hormat,

    Salut dan simpati buat bapak untuk perihal tersebut khusus buat bapak (mohon maaf bukan untuk yang lainnya) kami ingin menghadiahkan copy cd tentang ISO, SM-K3, GMP, 5S, Plastics, Sanitation dan HVAC. Guna menambah wawasan + ilmu yang kami kemas dalam bentuk CD (jumlah 1 keping) isi 675 MB/100Files, dengan format semuanya powerpoint (mudah dipelajarinya), dengan isi sebagai berikut :

    I. 5S :
    1. Penerapan 5-S
    2. 5S PRODUKTIVITAS, KETENAGAKERJAAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    3. Presentasi_5S
    4. 5R sosialisasi lomba 5 S
    5. Tatapapan Yang Baik
    6. 5S TPM activity

    II. c-GMP :
    1. Standar Pakaian kerja
    2. Contoh Pemahaman Global
    3. Gbr Cuci Tangan
    4. Training GMP K3 & SMK3

    III. HVAC :
    1. Clean Room Std
    2. Clean Room Seminar-Trane
    3. HVAC Concept & Design for Cleanroom
    4. Introduction to LPM & CF
    5. Why Air Filter
    6. HVAC & CR Air Filtration

    IV. ISO 9001 :
    1. MANAJEMEN PERSEDIAAN
    2. Strategi Manajemen Pembelian dan Supply Chain
    3. ISO Presentation umum
    4. Pengenalan ISO 9001 & Dokumnetasi
    5. Ketentuan Penggandaan dokumen
    6. Presentasi SNI 19-9001-2000
    7. Process FMEA
    8. M7-Risk-Anlysis-FMEA-HACCP
    9. Presentasi ISO 9001-2000
    10. Audit Internal_Trainer

    V. ISO 14001 :
    1. Pelatihan Internal Auditor
    2. OGSM pelatihan ISO 14001
    3. ISO 14001- OHSAS – SMK3 – Audit modifikasi
    4. OHSAS 18000
    5. 14001_certification
    6. Internal Audit Training ISO 14001

    VI. K3 or OHSAS :
    1. Perbandingan Penawaran ISO 14001
    2. PENGOLAHAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
    3. B-3 Training
    4. Handling B-3
    5. Presentation Penyebab kecelakaan
    6. Modul A-09 Performance Based Design
    7. Sistem Pengawasan K3
    8. RTM SMK3 & ISO KK
    9. P2K3
    10. Upaya Management K-3
    11. Rencana Tanggap Darurat
    12. Identifikasi Bahaya
    13. SMK3 – Manajemen Resiko (IBPR)
    14. Modul A-08 Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran
    15. Evaluasi Potensi Bahaya
    16. H 2 S
    17. POLWIL MALANG
    18. Modul A-02 Proteksi Bahaya Peledakan
    19. seminar_safety
    20. Modul Forklift Linde Yang Rusak
    21. Biomechanics of Spine
    22. ERGONOMI
    23. Prosedur K3 Khusus HIVAIDs
    24. Prinsip-Prinsip Ergonomi
    25. Ubaya OHSM _Accident & Insident Investigation
    26. Pelatihan Anggota BK-3 MODIFIKASI
    27. Defensif Driving
    28. Hazard Communication
    29. Sistem Pelaporan Kecelakaan
    30. K3 Listrik
    31. Hazard Communication ( MSDS )
    32. FIRE PROTECTION FACILITIES
    33. Modul AK3 Pengenalan SMK3___slide_6_20
    34. Konsep Emergency Response
    35. 18001_OHSAS
    36. Acccident & Behaviour
    37. Bapedalda Emisi B3
    38. Refresh K3L (Sifht Paradigm)
    39.IR Inspection
    40. Paradigma Baru Safety
    41. Fire Safety Management
    42. Organisasi Tanggap Darurat
    43. Modul A-03 Sistem Pengendalian Asap
    44. presentasi PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA1
    45. K3 di Industri Farmasi
    46. Perilaku Manusia Menghadapi Kebakaran
    47. Ubaya OHSM (Fenomena Kebakaran)
    48. Safety Training for family
    49. Modul A-06A Pengujian Sifat Bahan
    50. keselamatan & keamanan kerja

    VII. Plastics :
    1. Basic Molding Issues With Copolyesters
    2. Basic Design Issues With Copolyesters
    3. Keys to Successful Molding
    4. MOULD MATERIAL DOLPHIN
    5. Hot & Cold Runner
    6. Chem Eng Plastic
    7. General Medical
    8. ESPBU General
    9. MOLDING
    10. 2_Elements of the mold
    11. Applications
    12. EBM Mkt Tech Presentation

    VIII. Sanitation :
    1. Initial Healthcare
    2. SARS for Medixair
    3. Food Medixair
    4. Medical – Medixair
    5. WMMC Presentation
    6. Discreet presentation
    7. Presentation DCM
    8. calmic&sanitact product
    9. calmic&sanitact product rev
    10. Presentation for Caltex

    IX. Others :
    Sebagai bonus (pengetahuan ringan), terdiri 29 files.

    Demikian yang kami sampaikan, semoga bisa memberikan manfaat dan menjadikan ilmu yang berguna. Terima kasih banyak, dan sekali lagi mohon maaf bila tidak berkenan. Kami tunggu alamat lengkap bapak untuk segera kami kirimkan kebapak (free off charge).

    Hormat Kami,
    Agus Setiyawan MM, agus@fact.otsuka.co.id
    Tel. 0341 426 244 ext 100
    Fax 0341 426 644 (direct)

  53. Terima kasih mas Agus,

    Materi yang anda sampaikan tentu sangat menarik untuk ditelaah lebih lanjut.

    Alamat sudah saya sampaikan via email ke Bapak. Tapi jika mau maka dapat juga dikirim via UPH. Info lengkap ttg sy ada di sini

    salam

  54. salam kenal pak,

    saya adalah salah seorang yang sedang mempelajari SAP2000 melalui buku yang bapak tulis..
    saya ingin tau bisakah SAP2000 menganalisa struktur kabel seperti jembatan cable stayed atau jembatan gantung, pak? dan apakah bapak ada referensi mengenai konstruksi tersebut? misalnya prosedur perhitungan dan standar yang biasa digunakan? saya berencana untuk menjadikan konstruksi tersebut sebagai bahan TA.

    Sebelumnya terimakasih atas kehadiran blog ini, dan terimakasih kepada pak wiryanto yang pasti sudah mengorbankan banyak waktu dan tenaga untuk selalu mengupdate dan menjawab pertanyaan2 pengunjung..

    salam

  55. Malam Pak Wir,

    Saya baru gabung nih, biasanya saya cuma ambil file-file tentang konstruksi aja dari blog ini. Tapi sekarang mau pesan nih buat pak wir, kalo bisa setelah pak agus kirim cd nya langsung bagi-bagi di sini yah pak.

    Makasih sebelumnya

    salam

    Jo’ rendra

  56. Selamat siang pak,
    Saya sudah membeli buku SAP2000 karangan bapak atas saran Pak Djoni (Unpar). Saya (mahasiswa Unpar) sedang menyusun skripsi dengan bimbingan ibu Winarni tentang Analisis Balok Beton Prategang dengan SAP2000. Mungkin bapak sudah tahu dari Pak Djoni tentang hal ini.

    Hmm, saya mengalami kesulitan karena pada SAP2000 ver. 7 atau 8 ini option untuk tendon sangat terbatas. Option tersebut adalah P, dan bentuk tendon. Pada SAP2000 ver. 10 atau 11 (bajakan tentunya). Option untuk tendon lebih detail, dan sangking detailnya saya jadi bingung sendiri. Saya punya beberapa pertanyaan dan mungkin pertanyaan ini dasar seperti:
    Pada SAP2000 ver.7 atau 8, tendon prestress bekerja sebagai apa? karena pada SAP 2000 ver. 10 dan 11 tendon prestress bs bekerja “As element” atau “As load”. Saya sudah membuat model yang sederhana dengan SAP2000 ver.8 (bajakan), SAP2000 ver.11 (bajakan). Hasil yang diperoleh berbeda dan sangat drastis. Saya pun bingung dengan hasil output tersebut, karena saya masih “pemula” dan hanya mengerti kulitnya saja (seperti bentuk bidang momen yang sudah benar). Tapi valid atau tidaknya sistem struktur yang saya buat itu bila ditinjau dari segala bidang saya kurang mengerti.

    Maka dari itu saya mohon petunjuk dari bapak. Hmm, saat ini bapak berdomisili bandung? Kl ada waktu apa kita bisa bertemu untuk berdiskusi tentang SAP2000 pak?

    (maaf pak bila terkesan saya terburu2, karena memang saya dikejar2 deadline >..<)

  57. karena memang saya dikejar2 deadline

    Wah komentarnya yang terakhir ini, kesannya sekedar memenuhi persyaratan formalitas aja.

    Ah, apa memang sekarang mahasiswa seperti itu ya.

    “ngono yo ngono tapi ojo ngono”

    Formalitas ya penting, tapi yang lebih penting ini adalah pengalaman ilmiah yang anda dapat pada saat mengerjakan TA. Itu penting.

    Penjelasan anda saja, cukup meragukan. Misalnya anda melakukan uji coba dua program dan hasilnya berbeda satu sama lain. Dengan kondisi itu saja ada suatu pertanyaan yang perlu di jawab. pasti ada salah satu yang salah, yang mana ?

    Program lama atau yang baru.

    Jika itu saja tidak dapat diberikan berarti anda tidak bisa melangkah lebih lanjut. hasilnya fifty-fifty. Kalau diteruskan bisa-bisa salah, khan berabe.

    Kemampuan anda atau kita memakai program adalah bukannya bisa mendapat hasilnya, tetapi mampu menyatakan ini yang benar atau salah, minimal kalaupun salah bisa menunjukkan penyebabnya. Kenapa begitu.

    Anda sudah bisa mendefinisikan penyebabnya, misalnya yang lama menganggap sebagai “as load” sedang yang satu “as element”.

    Tentunya dari situ anda harus tahu, kapan pakai yang “as load” dan kapan pakai “as element”. Apa keuntungan satu dengan yang lainnya.

    Anda tahu nggak artinya ?

    Coba deh tanya pak Joni.

    Apakah cara “as load” seperti pada program yang lama adalah sudah ketinggalan ?

    Siapa bilang ?

    Statement ke-2, jangan menghakimi jika anda belum tahu. Pastikan itu terlebih dahulu. Logika saya mestinya mengatakan bahwa untuk kasus standar dengan batasan-batasan yang sama maka penyelesaian dengan “as load” dan “as element” mestinya menghasilkan hal yang sama.

    Seperti cara cross dengan sap2000, bilamana opsi yang dipakai sama maka hasilnya pasti sama.

    Saran saya, cobalah pahami dahulu hal-hal tadi (as load atau as element), ya pokoknya seperti yang saya urai di atas.

    Coba ambil penyelesaian yang ada di buku-buku PC yang sudah baku. Coba selesaikan itu dengan program, bandingkan hasilnya. Tanya kenapa, jika ada perbedaan.

    Sebagai bantuan,

    cara “as load” adalah cara-cara lama penyelesaian PC seperti yang ada di bukunya Naaman misalnya. Karena pengaruhnya hanya sebagai beban maka tendon tidak menyumbang kekakuan pada strukturnya. Untuk struktur-strutur elastis linier, rasanya konsep seperti ini sudah cukup.

    cara “as element” berarti dianggap sebagai komponen struktur, menyumbang kekakuan struktur. Mestinya sangat berguna jika digunakan pada kasus non-linier, misalnya geometri non-linier.

    Ada tambahan lagi, PC pada SAP2000 yang terbaru sudah bisa memasukkan loss of friction dari kabel, sehingga bisa dianalisis apakah ujung PC berupa angkur hidup atau angkur mati.

    Ya itu sedikit yang saya tahu tentang PC di program SAP terbaru.

    Terus terang belum sempat utak-atik, belum ada waktu khusus.

    salam untuk pak Joni dan bu Winarni.

    pesan : jangan dikemukakan kesan dikejar-kerjar dead-line. Malu. Anak unpar khan terkenal hebat. :mrgreen:

  58. Hehehe, thx pak atas quick reply-nya. Kl dibilang hebat2 jg ga sih pak :p.

    Penjelasan anda saja, cukup meragukan. Misalnya anda melakukan uji coba dua program dan hasilnya berbeda satu sama lain. Dengan kondisi itu saja ada suatu pertanyaan yang perlu di jawab. pasti ada salah satu yang salah, yang mana ? Program lama atau yang baru. Jika itu saja tidak dapat diberikan berarti anda tidak bisa melangkah lebih lanjut. hasilnya fifty-fifty. Kalau diteruskan bisa-bisa salah, khan berabe.

    Ya pak, saya setuju sekali dengan hal ini.

    Apakah cara “as load” seperti pada program yang lama adalah sudah ketinggalan ? Siapa bilang ? Statement ke-2, jangan menghakimi jika anda belum tahu. Pastikan itu terlebih dahulu. Logika saya mestinya mengatakan bahwa untuk kasus standar dengan batasan-batasan yang sama maka penyelesaian dengan “as load” dan “as element” mestinya menghasilkan hal yang sama.

    Saya juga setuju dengan hal ini, program lama belum tentu ketinggalan jaman. Malah biasanya lebih stabil daripada program versi baru. Tetapi option dan update baru pasti ada di program versi baru, seperti “As Element dan As Load” pada SAP2000v.11 dimana saya coba kedua option tersebut di SAP2000 v.11 menghasilkan nilai yang tidak jauh berbeda.

    Hanya saja yang saya bingung, bila “as element” diskritisasi (output stationnya) tidak dapat saya rubah, menyebabkan penampilan hasil bidang momen banyak sekali. (untuk sekedar preview saya beri link gambar.)
    (as element)
    (as load)

    Saran saya, cobalah pahami dahulu hal-hal tadi (as load atau as element), ya pokoknya seperti yang saya urai .

    terima kasih atas sarannya pak.

    Tentunya dari situ anda harus tahu, kapan pakai yang “as load” dan kapan pakai “as element”. Apa keuntungan satu dengan yang lainnya. Anda tahu nggak artinya ? Coba deh tanya pak Joni.

    Ya pak, saya coba tanya pak Djoni, belakangan ini beliau sangat super sibuk. Hal ini membantu saya sekali. terima kasih pak.

    Oke pak, terima kasih atas masukannya, saya merasa terbantu sekali.

    Terima Kasih
    Gary “Gr.”

  59. Oh iya pak, seandainya saya sudah posting, bs saya edit tdk pak? saya memasukkan link salah (sehingga 1album di photobucket saya bisa dilihat>.<) :p

  60. Slamat pagi, pak..
    Saya sudah membeli buku Aplikasi SAP 2000 karangan Bpk.
    Saya sedang mengerjakan TA tentang analisis dan desain kubah baja (Lamella Dome).
    Untuk memasukkan beban angin secara 3D, saya mengalami kesulitan. Apakah saya hrs memasukkan “include area object” atau “include frame object”? karena pada SAP v 8 tidak ada “include frame object”.
    Lalu pada output apakah perbedaan antara M2-2 dan M3-3 hsl analysis dengan Mmajor dan Mminor hsl desain?
    Untuk joint displacement, apakah yang dipakai hsl show table atau dengan klik kanan pada joint yang dituju? Karena hslnya berbeda..

    Makasi bgt y pak…

  61. Salam Kenal pak.
    Saya mo bertanya tentang SAP. Saya kesulitan dengan cara memasukkan beban gempa dinamis dengan respons spectrum di sap 2000 versi 11.
    mohon bapak bisa menjabar kan langkah-langkahnya. bagaimana define mass load nya..?? dan bagaimana output nya yang benar.??
    saya mo meminta referensi tentang buku yang membahas desain tulangan atap cangkang. Karena selama ini pustaka yang saya dapat sulit untuk dimengerti.
    Terima kasih pak, mohon sarannya.

  62. Salam kenal pak…
    Tahu program finite element Plaxis pak?
    Studi kasusnya untuk sungai bawah tanah yang di bendung beton seluruhnya.jadi bendung tersebut benar2 menutupi aliran sungai bawah tanah (tidak hanya menaikkan tinggi muka air)
    Bagaimana proses inputnya?

    Wir’s respond : ya tahunya itu program andalannya prof. Paulus dari UNPAR, tapi saya nggak pernah makai. Kelihatannya itu hebat untuk bidang geoteknik sih, padahal aku fokusnya di struktur / mekanik.

  63. pak wir. saya sudah lama memiliki buku sap karangan sampean dari yang warna biru jilid I dan warna merah.

    Tetapi karena dasar saya mengenai teknik sipil dangkal ( maklum kami kuliah di universitas lokal, di kampus kami belum mengenal aplikasi komputer untuk teknik ) sehingga hingga saat ini saya masih kesulitan.

    terbitkan juga dong buku yang isinya latihan total, dimulai dari studi kasus sampai penyelesaiannya, dan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, misalkan kita merancang suatu gedung, apa aja prosesnya, terus penjelasan beban – bebannya, hingga cara membaca output data sap, tulangan tarik yang mana tulangan tekan yang mana. kami belum paham soal itu.

    saya kira temen temen, di daerahpun sama dengan saya kesulitannya, insya alloh bukunya pasti laris.

    Wir’s responds : Usulan seperti yang sdr. Tibin sampaikan ternyata cukup banyak. Selain itu tempo hari ketika ketemu editor saya dari Elexmedia juga menanyakan buku saya lain yang baru. Jadi pada prinsipnya akan diperhatikan. Salam untuk teman-teman lokal, dengan tersambung dengan internet khan jadi nggak lokal lagi khan. :mrgreen:

  64. makasih pak wir, oh ya jangan lama lama terbitnya buku barune, saya pasti beli. tentunya isinya sangat jelas dan sesuai dengan pemikiran temen- temen S1, jangan sulit pak wir’s bahasanya. yang penting sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kalo bisa ada perbandingan manualnya, (secara analitis)……..

    detail gambarnya juga dibuat, selama ini khan gak ada buku yang kayak gitu, jadi ada kasusnya, terus pemecahannya, terus ada gambarnya juga ( penulangan) kalo beton, kalo Baja (dimensi Penampangnya………..

    Maklum Pak wir’s, saya anak desa, kuliah didesa heheheh. yang ngajar dosen lokal, heheheh… bukunya lokal.heheheheh. hubungannya lokal heheheheh. kalo gak aktif nyari sendiri. pemikirannya ya jadi lokal heheheh……

    semoga dengan bimbingan pak wir.. pemikiran saya jadi interlokal. terus main di tingkat lokal jadi bebas roming deh………

  65. Salam hangat pak wir
    Kapan buku SAP2000 bapak yang terbaru akan keluar. Saya sudah tidak sabar . Kalau bisa pak beserta sampel2x nya.
    Oya pak, saya boleh nanya kan. Tolong dijawab ya. Saya sering sekali mendapatkan pesan seperti dibawah ini ketika memasukan input CONSTRAINT untuk struktur plat lantai (SAP2000 ataupun ETABS).
    * * * W A R N I N G * * *
    THE SOLUTION LOST 8.8 DIGITS OF ACCURACY FOR DOF U1 OF CONSTRAINT 1
    LOCATED AT X = 1350.000, Y = 1500.000, Z = 850.000000,
    STIFFNESS MATRIX DIAGONAL VALUE = 5.8991E+13

    * * * W A R N I N G * * *
    THE SOLUTION LOST 8.7 DIGITS OF ACCURACY FOR DOF U2 OF CONSTRAINT 1
    LOCATED AT X = 1350.000, Y = 1500.000, Z = 850.000000,
    STIFFNESS MATRIX DIAGONAL VALUE = 3.7695E+13

    Pesan diatas itu artinya apa ya pak. Pesan itu sering sekali saya temui kalau saya membuat pemodelan pelat lantai yang ada voidnya. Gimana ya pak Solusinya. Padahal saya akan menganalisa beban gempa.
    Segitu dulu ya Pak Wir. Matur Nuhun. Terima kasih.

  66. @Tibin – Banyuwangi
    Yang sedang di desa, kebetulan ada seminar di UPH tentang SAP2000 dan murah lho, yaitu mahasiswa cuma Rp 50 ribu. Silahkan pikirkan untuk ikut. Toh suatu saat anda mesti ke pusat (jakarta). Iya khan.

    @Deddi Iskandar
    **Warning** itu berarti model yang anda analisis ada d.o.f yang di restraint secara otomatis oleh program SAP2000 karena jika tidak menyebabkan program tidak stabil. Kondisi seperti ini harus dipahami pemakai, karena kadang-kadang caranya memberi restraint sudah ok, tetapi kadang-kadang nggak sesuai dengan maksud pemakai. Jadi **Warning** gitu.

    @Ujang.
    Pesennya kayak gini khan “This user is out of bandwidth”.

    Itu khan penyakit lama, jatah bandwith yang maksimum 1 Gb per bulan telah dilewati, karena terlalu banyak yang download via http://www.box.net dari blog ini. Banyak lho yang link blog ini di copy-paste artikel orang-orang lain. Jadi meski nggak mampir ke blog ini tapi mereka makai jatah yang 1 Gb tersebut, jadi ya begitulah rebutan. Anda-anda yang jadi korban.

    Strategi, cobalah mampir pada tanggal bulan muda. Moga-moga masih kebagian.

  67. Rekan2x saya menggunakan etabs original V.8 dan saya butuh sekali file update terbaru ver 8.57 , tetapi pihak TBK(agen resmi etabs) katanya sudah tidak punya lagi file updatenya ,apakah rekan2x masih ada yang menyimpan file update etab V.8 terbaru yaitu V8.57, klu ada tolong di email japri ke frans@saag-utama.co.id ,toong yah

    terimakasih

  68. pak wir, saya mahasiswa teknik sipil ITS. Ada buku tentang perencanan pelabuhan ga ? seperti buku Technical Standard for Port and Harbour in Japan. klo ada tolong ditampilkan filenya. soalnya saya mencari cari buku itu di perpustakaan kok belum ketemu.
    terima kasih sebelumnya.

  69. Hello Pak wir, terima kasih atas sarannya waktu itu, sekarang saya sudah lulus dan telah di yudisium tgl 6 Februari kemarin. Tanggal 1 Maret ini saya akan di wisuda dan tanggal 3 Maret saya mulai kerja.

    Terima kasih banyak pak atas nasehat dan masukannya yang sangat berarti bagi saya.

    Gr.

  70. Salam kenal Pak Wir,
    Saya termasuk penggemar Pak Wir nih. Karena 2 buku pertama Pak Wir sudah saya baca lumayan lama.
    Setelah mempelajarinya saya tidak menjumpai pembahasan ttg sebaran stress pada elemen shell atau plat. Mungkin di buku edisi ke 2 Aplikasi SAP (?).

    Setelah mempelajari Problem S (kalo tidak salah) pada menu help SAP versi 9, ttg profil WF yang berlubang pada web, saya ingin memodelkan sambungan span WF ke tiang WF seperti pada model portal talang tinggi, kalo pernah mendengarnya.

    Portal talang tinggi adalah model solusi agar talang pada portal cukup dalam untuk menampung air hujan limpahan dari atap, dimana span WF disambung ke tiang WF yang relatif pendek ( kurang dari 1 mtr) kemudian tiang WF pendek ini disambungkan ke tiang WF utama, dalam posisi yang sejajar, flange WF pendek berimpit dgn flange tiang utama.

    Di sini saya kesulitan memodelkan flange yang berimpit karena tidak tahu bagaimana menentukan restraint pada pd flange tsb.

    Mohon pencerahannya. Terima kasih sebelumnya.

  71. sdr Cun,

    Memang di Edisi Terbaru saya membahas sedikit tentang pemakaian element SHELL, sebagai introduction aja. Tapi lumayan untuk memperlihatkan bahwa strategi penyelesaian dengan element Frame dan element Shell beda, yaitu adanya persyaratan konvergensi.

    Bahwa jumlah element, atau kehalusan penempatan elemen Shell menentukan ketelitian hasil.

    Selanjutnya melihat menu dan fasilitas yang ada pada program tersebut maka rasanya program SAP2000 hanya cocok untuk analisis struktur secara makro, dan bukan mikro (detail).

    Kalau masih ngotot untuk mendapat solusi mikro, cobalah pakai program ABAQUS atau ANSYS, disitu interprestasi tegangan dan regangan yang terjadi akan sangat-sangat canggih.

    Analisis mikro cenderung menampilkan output dalam bentuk tegangan dan regangan , tetapi analisis makro cenderung menampilkan gaya dan displacement.

    Kalau melihat kasus anda, silahkan analisis dengan makro pakai SAP2000, lalu dari gaya-gaya yang dihasilkan bisa dicheck tegangan dengan cara mekanika bahan. Toh kondisinya elastis aja khan.

  72. salam kenal pak Wir…
    wuih..setelah saya baca dari A-Z tentang pak Wir saya jadi terkesima..mungkin agak terlambat bagi saya untuk mengenal pak Wir.. tapi masih lebih baik kan daripada tidak sama sekali? he he he…

    Saya mahasiswi PTS di jkt yang sedang bingung dalam menyusun skripsi S-1 saya..niatnya saya mau menulis tentang analisis dan desain balok beton prategang pada rangka portal dengan cara “klasik” dan dengan SAP..tapiiii, saya gak bisa pake SAP untuk menghitung balok beton prategangnya.. :( saya sudah cari kemana-mana buku SAP yang berisi tentang perhitungan beton prategang tapi gak ada.. cuma ada di buku-nya “pak Wir” tapi saya masih bingung..

    tolong pak bantu saya.. saya pake SAP2000 V.11 (bajakan).. menurut bapak, terlalu “canggih” ga kalo saya ambil tema itu untuk skripsi S-1 saya ?? karena saya ga mau terlalu nekat, nanti kejebak ! sama seperti kasus Gr. saya cuma tau covernya aja.. jadi,bisa tolong jelaskan step-by-stepnya pak?

    Saya jadi nyesel ga ikut seminar SAP-nya padahal kampus saya diundang..(bukan penyesalan namanya kalo datang duluan.. hehe) maaf ya pak baru kenal tapi udah banyak permintaan…

    saya sangat berterima kasih jika bapak berkenan merespon…

  73. sdr Wi2n (wiwin ?)
    tentang

    analisis dan desain balok beton prategang pada rangka portal dengan cara “klasik” dan dengan SAP

    untuk level S1, o ya bagus, nggak apa-apa!

    Saya baru aja selesai mbimbing seorang mahasiswa saya, Budi, untuk nulis tema seperti itu (udah lulus sih, dapet A). Lumayan, dapat pengetahuan baru yang belum aku masukkan di buku karanganku. Yah untuk buku edisi baru nanti. :D

    Apa itu ?

    Ada dua hal pokok, bahwa :
    1. Pada rangka portal, keberadaan kolom juga dapat menyerap gaya prategang, jadi proses stressing dipengaruhi. Kalau kolomnya kaku, bisa-bisa gaya stressing tidak lari ke balok, tetapi ke kolom. Nggak efisien.

    2. Pengaruh beda dimensi pada balok menerus, juga berpengaruh. Ingat pemodelan anda tentang balok adalah pakai elemen 1 D, jadi beda tinggi suatu balok tidak terlihat, apakah rata atas, atau segaris pada sumbu netralnya atau apa gitu, padahalan posisi tendon ditentukan oleh jaraknya terhadap grs netralnya. Jadi perlu trik khusus agar perilaku stressing sesuai nature-nya.

    Jadi banyak variabel yang dapat dibahas dalam penelitian tersebut.

    Jadi jika di bukuku yang tebalnya 500 halaman saja anda masih bingung, lalu bagaimana anda bisa memahami yang baru saya ceritain di atas. Sebaiknya diskusi dulu dengan pembimbing anda, kira-kira beliau ok tidak.

    Menarik sih, menarik, apalagi digabung dengan “as load” atau “as element” yang telah saya ceritain ke Gr di UNPAR itu.

    Ingat, menarik itu bagi sebagian orang, bagi yang lain itu bisa jadi sumber stress. :D

  74. Salam kenal pak..
    Saya seorang karyawan disebuah perusahaan pengembang. Saya selalu ingin mengembangkan kemampuan saya dalam memahami SAP2000, yang saya pergunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dalam pekerjaan.

    Saya tertarik untuk membeli buku sap2000 versi baru, akhirnya bisa mendapatkannya di Gramedia MetMall, setelah saya susah payah cari-cari dibeberapa toko Gramedia.

    Wir’s responds: syukurlah anda sudah mendapatkannya, semoga buku tersebut juga membantu anda memahami lebih baik program SAP2000. Meskipun versi yang saya pakai pada buku tersebut relatif lama tetapi masih sangat relevan untuk kasus-kasus yang ada, apalagi hanya untuk belajar.
    Salam

  75. Yth Mas Wir,

    Mas saya tertarik dengan program ABAQUS 6.5, bagaimana cara dapatkanya ya mas, kalau beli berapa harganya? dari beberapa artikel yang sy baca program tsb bisa untuk memodelkan tulangan dalam beton. Kalau SAP kayaknya belum bisa? bisa ngak mas balasnya ke email sy aja, ngudiyono@gmail.com
    thank infonya ya mas

  76. Yth pak wir..
    saya S-1 teknik sipil. saya pengemar buku2 karangan anda.. buku anda”Aplikasi Rekayasa Konstruksi Dengan SAP 2000″ sangat membantu saya dalam penyelesaian SKRIPSI saya tahun 2005.
    Sekarang saya telah bekerja di salah satu perusahaan kontraktor di batam. walaupun agak terlambat, saya akhirnya menemukan blog bapak, yang isinya sangat berguna bagi komunitas sarjana teknik.
    dan tentunya kita bisa saling berbagi informasi di blog ini.
    terima kasih.

  77. yth.
    pak wiryanto

    pak saya kesulitan dengan sap pada cara memasukkan data bahannya, misal pake beton mutu. k275 ,kalo pake satuan N/m, terus tulangan utama pake mutu 32, sengkangnya mutu 24, pada
    berapa yang harus saya isi pada materialnya? Fc, Fy dan lain lain, trus kalo pake satuan Kg/m berapa pak? mohon bantuannya,

    Wir’s responds: saya sudah menulis banyak tentang cara memakai program SAP2000, bahkan lebih dari 500 halaman, dan telah dicetak ulang. Jawaban via blog ini, rasanya tidak akan bisa menjawab selengkap yang ada di buku tersebut. Untuk itu disarankan untuk duduk merenung dan membaca serta mengikuti petunjuk pada buku tersebut. Salam.

  78. DH Pak Wir,
    Salut berat sama blogsnya Pak Wir, jadi pusat informasi dan komunikasinya para CE nih pantesnya….

    Pak saya mau tanya, mudah2an Pak Wir Gak keberatan….

    Saya pernah dengar tentang pondasi sistem jaring laba2….
    Sama gak ya pak kalo saya coba modeling dengan menggunakan Tie beam tinggi, dengan kombinasi suspended slab, dan tanah yang ada di dalam web( jaring laba2) itu saya asumsikan spring area untuk memberi tambahan daya dukung tanah pada slab yang connect dengan tie beam….

    kebetulan saya pernah lihat satu proyek yang menggunakan sistem tersebut…saya agak lupa namanya, tapi kalo gak salah tu Pak Sucipto ya penemunya….(maaf..dan koreksi kalo saya salah..ya pak)
    dan yang saya lihat sistem tersebut menggunakan beam tinggi (untuk tie beam) dan ditengahnya diisi tanah dan kemudian dicompact….
    yang ada dalam pikiran saya apakah tanah tersebut akan dikondisikan menjadi slab dengan ketebalan asumsi setinggi tie beam tersebut ya pak?

    mohon penjelasannya ya Pak Wir…atau Bapak2 yang lain…

    maklum saya hanya berandai2 saja…dan saya takut hayalan saya ini menyalahi pakem2 CE
    BR

    Wir’s responds: terima kasih atas dukungannya, tentang pondasi sarang laba-laba saya pernah memberi komentar di sini.

  79. Yth. Pak Wiryanto
    Mohon bantuannya Pak.
    saya sedang belajar software ansys di bidang contact mechanics. Dimana saya bisa mendapatkan mendownload tutorialnya, buku2nya ato yg berhubungan dg itu yang lengkap. saya sangat mengharapkan infonya jika Bapak tahu.
    terima kasih

  80. sebelumnya trima kasih atas penjelasan bapak waktu itu…maaf telat!hehehe…

    tapi saya mau tanya lagi…di buku bapak (contoh soal hal. 233) dijelaskan bahwa data penampang tidak berpengaruh terhadap desain balok prategang (masing2 b’diri sendiri), sementara pada perhitungan manual (sumber:buku Edward G. Nawy), data penampang berpengaruh besar terhadap perhitungan desain balok prategang..

    saya jadi bingung. :(

    padahal dalam TA ini saya ingin membuat simulasi dengan berbagai perubahan data penampang dengan bantuan SAP yang kemudian akan saya bandingkan dengan perhitungan manual yag sudah saya kerjakan dalam format excel…

    selain itu,bagaimana menampilkan tegangan serat atas (ft) dan bawah (fb) penampang melintang jika menggunakan SAP ? mohon penjelasannya pak..

    trima kasih banyak…

    Wir’s responds: SAP2000 ver 7.4 belum mempunyai kemampuan mendesign balok prategang, tetapi baru mampu melakukan analisis tergaya gaya-gaya ekivalen dari tendon prategang.

    Dengan demikian pernyataan anda di atas tidak sesuai.

    Ingat analisis dan desain tidak sama lho. Dibuku saya hanya tentang analisis doang lho.

  81. pak wir.
    perkenalkan saya adalah mahasiswa arsitektur semester 6 di semarang. saya sedang mengerjakan tugas sebuah bank 2 lantai.dan saya ingin melakukan pengujian apakah konstruksi saya itu tahan gempa atau tidak.

    pertanyaan saya :
    1. software apakah yang paling mudah untuk menganalisa hal tersebut? apakah SAP2000?

    2. apakah SAP2000 dapat menampilkan hasil analisa secara grafis? jika tidak apakah ada software yang bisa menganalisa struktur secara grafis? (kalau bisa motion) sehingga nantinya saya mudah untuk mempresentasikannya.

    *dosen saya agak ngeyel mengenai struktur, jadi harus bener2 diyakinkan hehe*

  82. Yth. Pak Wiryanto, salam kenal..

    Saya ada pertanyaan mengenai PC..
    Dalam mendesain balok prestress,biasanya saya pakai software lain selain SAP..
    Jika saya ingin memodelkan bangunan 3D (RC) di SAP dimana hanya terdapat satu elemen balok saja yang merupakan balok prategang, apa saja yang perlu saya ‘assign’ di balok tersebut agar perilakunya menjadi seperti ‘balok prategang’?
    Yang saya tahu, beban imbang hasil desain PC saya, harus saya ‘assign’ ke balok tersebut,namun selain itu,apa ada hal2 lain (beban lain? seperti momen akibat beban sekunder?atau momen akibat beban balance?mana yang harus saya inputkan, dan apakah stiffness modifier PC sama dengan RC?)
    Lalu mengenai elastic shortening pada kolom akibat PC, bagaimana mengaplikasikannya dan menganalisisnya di software SAP?

    Terima kasih sebelumnya Pak Wir…
    Bila teman2 lain ada yang bersedia sharing n membantu saya mencari jawabannya, saya ucapkan terima kasih yang sedalam2nya…
    =>

  83. kalo gitu,SAP versi berapa donk pak yang sudah bisa digunakan untuk menganalisis sekaligus mendesain balok prategang..terima kasih pak
    eia, kalo ada temen-temen lain yang bisa membantu saya, saya ucapkan terima kasih..

  84. Pak Wir..

    perkenalkan saya mahasiswa Teknik Pertanian Universitas Syiah Kuala Aceh, yang sekarang sedang menyelesaikan Tugas Akhir, kebetulan saya mengambil TA (Tugas Akhir) mengenai “Analisa Tegangan dengan menggunakan Finite Element Method dibantu dengan Software Ansys 9.0″, dengan pembimbing Utama Dosen dari Teknik Mesin.

    Sebenarnya tidak ada masalah dalam menjalankan program Ansys tersebut, hanya saja yang membuat saya kebingungan adalah saya harus bisa membuktikan bahwa apa yang saya jalankan dengan program Ansys harus sama hasilnya dengan perhitungan manual yang saya kerjakan dengan (hitungan tangan), tetapi dalam kenyataannya sampai sekarang ini saya belum bisa membuktikan dengan benar dan sesuai hasilnya selalu beda pangkat sampai 2 digit, nah yang ingin saya tanyakan kepada bapak adalah :

    1. Bagaimana cara saya untuk mengetahui parameter apa digunakan di ansys, karena di ansys, user hanya diminta untuk memasukkan angka-angka saja tanpa kita tahu satuan apa yang digunakan, sehingga jujur saja sedikit menyulitkan saya untuk membuktikan paramater yang saya gunakan adalah sudah benar.

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuan bapak, maaf pak kalau pada kasus saya agak berbeda sedikit dengan Topik bapak.

    Wir’s responds: sdr Boy, perintah dosen anda sudah benar. Secanggih apapun program anda, pada langkah awal anda harus bisa membuktikan hasilnya dengan pengetahuan lain yang mempunyai batasan masalah yang sama. Cara manual adalah cocok untuk masalah elastis-linier. Jadi jika anda gunakan opsi elastis-linier pada Ansys maka harusnya cocok juga. strategi itu saya berikan sebagai contoh pada buku saya yang terbaru “SAP2000 edisi terbaru” yang telah dicetak ulang. Disitu dibandingkan antara hasil FEM pelat membran (model ini biasa juga dipakai oleh Ansys) dengan hitungan manual. Jadi silahkan melihat dibuku tersebut strategi yang saya pakai. Cukup panjang dan perlu banyak gambar lho untuk menerangkannya.

  85. Salam Pak Wir..

    Pak saya mahasiswa magister teknik sipil di Jakarta. Saya sudah beberapa kali melihat halaman ini, isinya sedikit banyak dapat membantu sekali bagi teman-teman teknik sipil. LAngsung deh ke pokoknya… hee.hee… Saya sudah beberapa kali n muter – muter cari program Ansys for finite element untuk pendukung laporan saya mengenai keretakan pada balok post tension namun sampai sekarang tidak dapat. Mungkin Pak Wir bisa bantu kasih info saya mendapatkan program tersebut.
    terima kasih banyak sebelumnya PAk Wir.

    Wir’s responds: Ansys kelihatannya ada agentnya di Singapore, tempo hari pernah korespondensi dengan mereka. Tapi nggak jadi beli. Mahal.

  86. Yth.
    Pak. Wiryanto

    Mohon penjelasan pak, jika saya akan memodelkan struktur baja dari file *.dxf aotucad berbentuk lingkaran kemudian saya import ke SAP 2000, pertanyaannya jika model struktur kita berbentuk lengkung (memiliki radius) hasil import SAP hasilnya dalam bagian terpisah pisah sehingga dan membentuk utuh kesatuan bentuk lengkung, jika dibandingkan dengan buku bapak SAP 2000 Bab.4.5.3 dalam pemodelannya kubah gedung bundar memiliki R 2500 bpk bagi per 5 mtr menjadi 3 segmen, kemudian jointnya dibresing, bagaimana seandainya kita buat lengkung R nya dibuat seperti apa adanya apakah nilai gaya dalam (TEKAN/TARIK) akan sama pak ?
    kemudian Saya ingin bertanya masalah balok prismatik pak, jika saya menggunakan SAP 2000 v.9.03 keatas ada menu insertion point pada perintah Assigan/Frame-cable/insertion point. jika kita buat balok kantilever bentuk prismatik seperti bentuk Bab 4.2.4 anggap bentang 5 mtr tetapi tidak dimodelkan Diskrit dimodelkan seperti aslinya memakai insertion poin, apakah akan berpengaruh nilai gaya dalamnya, trima kasih.

    Wir’s responds: model melengkung tidak bisa dianalisis sebagai satu kesatuan, harus dipecah menjadi segment-segment yang mana tiap segmen memakai element Frame yang lurus. Konsep pemodelan rasanya udah saya bahas di awal tulisan di buku saya terakhir.

  87. Salam kenal pak.
    Saya dosen teknik sipil di Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo, ingin tanya :
    1. Bagaimana cara mengetahui momen maksimum dalam satu bangunan gedung bertingkat (5) secara cepat.
    2. Apa yang dimaksud dengan P, Vu pada hasil output sap 2000.
    3. Mohon dijelaskan output yang keluar bila kita klik details (yang muncul gambar penampang kolom / balok), karena saya belum pernah mendapatkan buku yang mengulasnya.
    Trim, maaf pertanyaan saya cukup mendasar.

    Nasyiin Fq
    faqihn@yahoo.co.id

    Wir’s responds: dosen tanya dosen, he, he. Salam kenal.
    Untuk mengetahui momen maksimum pada gedung bertingkat, ya tergantung kondisi beban yang ditinjau. Jika hanya terhadap beban gravitasi (vertikal) maka momen maksimum akan terjadi di sekitar balok dengan bentang yang paling besar, sekaligus beban vertikal yang paling banyak. Jika ditinjau terhadap pembebanan lateral, gempa misalnya, maka check apakah ada shear-wall nggak, jika tidak maka tentu momen paling besar ada pada kolom paling kaku pada bagian bawah.

    P adalah gaya aksial, dan Vu adalah gaya geser.

    Tentang Klik detail, saya kurang jelas. Apakah di buku saya belum ada ?

  88. Pak Kalau saya mau beli SAP2000 yang asli, dimana ya Pak?

    Wir’s responds: vendor SAP2000 di Indonesia adalah bapak Teddy Boen. Tapi saya kurang tahu alamatnya.

  89. Yth Pak Wir…
    Saya mau tanya apa buku bapak yang terbaru tentang SAP2000 sudah diterbitkan??apa buku itu juga diedarkan di wilayah sumatra??
    Mengingat saya sekarang berdomisili di Aceh
    Terima kasih atas jawaban bapak…

    Wir’s responds: setahu saya sudah ada pembaca yang membelinya di Medan, juga di Palembang, kelihatannya di Riau juga. Coba deh, lihat di toko buku Gramedia setempat.

  90. salam kenal Pak Wir..
    Saya Ario dari UNPAR, saat ini saya sedang skripsi dengan bimbingan dari pak Djoni (mudah2an bapak kenal)…
    skripsi saya menggunakan program Tekla Structures 14..terus terang saya belum familiar dengan program ini pak, saya lebih familiar dengan ETABS & SAP…
    saya mau tanya pak, secara garis besar apa beda tekla dengan etabs ??….
    oiya pak, apa bapak punya file pdf tutorial tekla 14 ?? kalau ada mohon bantuannya pak…
    Terima Kasih Pak Wir….

    Wir’s responds: sampai saat ini, saya belum mendalami Tekla. Coba kamu kontak Yudi di sini

  91. Bagaimana cara mengetahui besarnya lendutan pada analisis sebuah balok?
    analisis tsb menggunakan SAP 2000 versi 9
    terimakasih …

    Wir’s responds: saya kira pertanyaan seperti ini tidak perlu ada jika yang bersangkutan mau membaca dan merampungkan buku-buku saya tentang SAP2000. Itu khan masalah sangat sepele. :)

  92. Dengan hormat,
    Pak mau tanya nih, kata teman dimensi balok beton itu tingginya 1/12 bentang. Mohon informasi berapa ukuran lebar baloknya dan bagaimana pembesiannya? Selain itu bagaimana memperkirakan dimensi kuda-kuda beton (balok datar/miring dan balok tegak) dan pembesiannya serta perletakkannya pada ring balk? Mohon contoh untuk bentang 9m dan 6m ya Pak sebab saya awam sekali untuk hal ini.
    Terima kasih sebelumnya.
    Hormat saya,
    Widyantoro

    Wir’s responds: meskipun pada dasarnya yang anda tanyakan relatif sederhana, tetapi jika bapak awam tentang struktur dan beton, maka lebih serahkan saja ke yang biasa menangani. Masalahnya apa yang ingin bapak dapat (informasi dimensi beton bertulang) tergantung kasus yang ditinjau.

  93. Salam kenal Pak Wir…..
    ada yang mau saya tanyakan, berhubung saya belum sempat membeli buku sap 2000 di gramedia bandung karena stok sedang kosong dan saya masih pemula di program sap ini.

    Pertanyaan saya adalah bagaimana cara input beban angin pada struktur 3D gedung bertingkat? apakah harus membuat dinding atau input beban anginnya hanya di frame saja. mohon bantuannya, terima kasih

  94. pak wir

    saya mahasiswa tehnik sipil. pak saya mau mengdownload sap 2000 version student kok nggak bisa ya pak ! tolong kasih tahu ya pak, please?

  95. salam kenal pak wir,
    kapan bapak nulis buku lagi, soalnya saya sangat terbantu dengan buku-buku karangan bapak (saya dah koleksi empat buah buku bapak), menurut saya sih bapak punya dedikasi yang tinggi dalam memajukan “keteknik-sipilan” di Indonesia, hmmm….

  96. Halouw Pak Wir….!
    Boleh nanya lagi nggak….? (Boleh dong… :-) )

    Begini pak Wir, kebetulan saya tertarik dengan pembahasan pada bagian 3.5.5 Memanfaatkan sifat simetri struktur (Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000 Edisi baru)

    Yang menjadi pertanyaan saya :
    Bagaimana mereduksi portal 3D (antisimetri geometrisnya-beban simetri) menjadi portal 2D? contoh kasusnya seperti bagian 4.5.2 (di buku yang sama) namun beban t’bagi rata pada batang 1 dan 2….

    Plz……..

  97. Salam kenal Pak Wir! Pak Saya mau tanya, kenapa ya, setelah instal SAP2000 V.9, tidak bisa jalan! Errornya pada Sapgo.dll

  98. Baru search di google eh nemu blog nya pounya Bapak. BAGUS BANGETS materinya.Jadi pengen belajar SAP juga nih. Pak saya ini sebenernya lulusan Arsitek cuma pengen nambah wawasan aja untuk program SAP ini. kira2 kalau untuk saya (Arsitek) bisa mengoprasikan program SAP ini tidak ya. Dulu pelajaran Mekanika teknik cuma sampai semester 2 aja. he…he.. Kantor saya sih biasanya menggunakan konsultan struktur dari luar negeri, sekedar pengen tahu aja sih. Mungkin Bapak bisa liat website saya. proyek2 tersebut kalau saya liat dari gambar mereka faktor aman nya tinggi bangets (saya liat dari gambar tulangannya) yang larinya ke Harga bangunan yang tinggi. Apa di SAP ini ada ketentuan faktor aman yang bisa diatur?

    SAP ini apabila di gunakan tiap orang

    Makasih pak atas jawabannya.
    Nb: Maaf Pak tulisana di Blog bapak sulit. kurang Nyaman he..he.. Mungkin maksud Bapak biar lebih hati2 bacanya ya pak. :)

    Salam Hormat
    Slamet

  99. @Widyantoro dan Yoyo : trims kembali

    @Haris
    Input beban angin tergantung model yang diambil. Umumnya untuk bangunan gedung, modelnya cukup sebagai struktur rangka (yaitu memakai element 1D dan tidak memakai element 2D seperti Shell), jika demikian maka bebannya diberikan pada rangka tersebut.

    @Ferry
    jika quota di BOX.net habis (tiap bulang hanya dijatah 1 Gb) maka anda tidak bisa. Quota cepat habis karena kelihatannya link-nya di copy habis oleh teman lain yang males nulis, bisanya copy and paste aja. Maklum fasilitasnya cari yang gratisan.

    @Junaidi
    Ya, tangan saya juga gatal untuk menulis lagi. Bantu beri semangat dan ingatkan dalam doa anda juga ya, biar saya bisa berkarya lagi untuk anda.

    @Willyam
    Konsep simetri, memang agak pelik. Saya tidak terlalu banyak mendalaminya. Saya sarankan anda bikin riset kecil-kecil, mulailah dari model yang sederhana, pakai prinsip trial-and-error. Software sekarang khan mudah memasukkan datanya khan. Bandingkan antara model penuh dan reduksi dengan prinsip simetri atau antisimetri, bikin kesimpulan sendiri. Wah kalau berhasil bahkan bisa di-sharing-kan di sini lho.

    @Adhynk dan anton : program-program tersebut nggak punya.

    @Slamet W. Liono
    Program SAP2000 dan sebangsaya tidak sama dengan program AutoCAD atau sejenisnya. Karena apa yang diproses adalah bukan struktur sebenarnya, tetapi hanya model.

    Jika anda dapat mengintreprestasikan hasil model yang related dengan struktur sebenarnya maka anda bisa menggunakan program SAP2000 tersebut.

    Di jurusan teknik sipil, kita belajar banyak sekali mekanika teknik, fungsinya adalah untuk memahami berbagai macam struktur dan modelnya, sehingga secara tidak sadar kita (insinyur sipil) diberi pemahaman atau hubungan antara struktur sebenarnya dan model, sehingga dapat memanfaatkan dengan baik di perencanaan struktur.

    Interprestasi arsitek dan sipil, meskipun menghadapi suatu bangunan yang sama, bisa berbeda. Jadijika itu terjadi, maka saya kuatir anda menginterprestasikan hasil program SAP2000 seperti itul pula.

  100. Pak, terima kasih atas dibukanya situs ini. situs ini sangat membantu kami yang awan di bidang sap ini.

    Pak, saya mau nanya bagaimana cara mendownload tutorial( audio-vidio) sap 2000 dari pabrikan sendiri seperti yang ada situs csiberkeley.com.

    Kalau ada cara lain untuk mendownloadnya tolong di kasi tahu ya pak.

    Trims

  101. Pak, Saya mau tanya, Apakah bisa beban gempa dan beban angin secara otomatis dihitung SAP2000? Bagaimana Caranya?

    Wir’s responds: ya, oleh karena itu perlu didefinisikan oleh kita.

  102. Pak Wir, kok setelah men-download semua file yang dari Box, saps.bat-nya ga jalan?Filenya yang error atau bagaiamana?
    terimakasih

  103. Syalom P.Wir..

    Bapak punya link untuk download software SAFE tidak?
    Saya memerlukannya untuk menghitung pelat datar (Flat Plat) karena saya bingung jika memodelkannya menggunakan SAP 2000 mengingat pada Flate Plate, plate sebagai struktur bukan sebagai beban..

    Mohon Replynya P Wir..

  104. syalom pak Wiryanto.

    slama ini saya mamakai SAP 2000 ver 8.3.5

    kalo saya hendak memakai material kayu pada program SAP2000,

    berapa nilai spec kayu yang harus diisikan di define material, type materialnya harus saya pilih apa?

    lalu pada preferencesnya saya harus mengacu pada apa? ato klo merubah preferencesnya berapa nilainya?

  105. syalom pak Wiryanto.

    slama ini saya mamakai SAP 2000 ver 8.3.5

    kalo saya hendak memakai material kayu (dengan aneka mutu dan kelas kayu) pada program SAP2000,

    berapa nilai spec kayu yang harus diisikan di define material, type materialnya harus saya pilih apa?

    lalu pada preferencesnya saya harus mengacu pada apa? ato klo merubah preferencesnya berapa nilainya?

    maklum di tempat saya masih banyak memakai material kayu.

    terimakasih sebelumnya atas responnya.

  106. Dear Pa Robert Pramono,

    Terima kasih atas pertanyaannya yang saya rasa sangat menarik untuk didiskusikan.

    Khusus untuk material kayu, pengalaman saya, saya masih lebih suka untuk menghitungnya secara manual (hand calculation) dalam bentuk 2D berdasarkan PKKI 1967 dan buku kuliah “Konstruksi Kayu” yang disusun oleh seorang dosen senior UGM.

    Dengan alasan, adalah (just my opinion) bahwa material kayu sebenarnya bukan material yang homogen (tidak seperti Baja dan Beton).
    Material kayu ini unik karena sangat dipengaruhi oleh kondisi alam dimana tempat kayu itu berasal walaupun nama/jenis pohonnya sama ditambah ada hal2 yang yang tidak dipunyai material baja/beton yaitu adanya “mata kayu” yang mempengaruhi kekuatannya.

    Oleh karena itu saya sungkan untuk menggunakan software untuk memodelisasikan bangunan kayu 2D/3D, apalagi menentukan nilai “define material” kayu tersebut.

    Saya berharap opini dari rekan2 yang lain untuk mendiskusikan hal ini, saya rasa penting karena sebagian besar engineer Indonesia menemui kasus yang sama dengan yang dialami Bpk Robert Pramono.

    Syallom…

  107. @robert pramono and Donny B Tampubolon
    Bolehlah saya ikut memberi masukan.

    Berbicara tentang konstruksi real dan pemodelan untuk komputer maka perlu diingat bahwa keduanya adalah tidak sama.

    Engineer
    -nya saja yang menganggapnya sama atau mirip, khususnya untuk memprediksi perilaku mekaniknya.

    Untuk dapat dianggap sama, maka perlu dilihat batasan-batasannya, karena kadang-kadang bisa sangat mirip, tetapi kadang-kadang bisa berbeda jauh. Jadi selama kita bisa pintar-pintarnya mencocokkan antara batasan dalam pemakaian program dengan kondisi real-nya maka dapat diperoleh link-and-match antara keduanya. Orang awam melihat bahwa prediksi si engineer tepat. Pintar sekali itu engineernya. :)

    Untuk bisa mengetahui tepat atau tidaknya, maka pemahaman mekanika bahan atau juga disebut mekanika tekniknya harus cukup baik.

    Sebagai contoh, untuk struktur statis tertentu, dengan sistem sambungan yang relatif baik maka dapat diketahui bahwa parameter E (modulus elastis) tidak terlalu berpengaruh terhadap prediksi gaya-gaya pada batangnya. Jadi anda pakai E yang nggak terlalu pas, antara model dan real, maka itu tidak terlalu signifikan perbedaannya. Tetapi kalau untuk memprediksi lendutan, maka hati-hati, E punya pengaruh yang signifikan, juga slip pada sambungan (jika ada).

    Sedangkan kalau statis tak tentu, maka parameter E selama seragam maka hasil gaya-gayanya juga tidak terlalu berbeda. Tetapi masalah bisa timbul karena statis tak tentu khan biasanya kontinyu, wah gimana itu kalau pakai sambungan kayu. Itu khan berarti sistem sambungannya harus baik.

    Tentang analisis 3D, saya sarankan pemakaiannya hati-hati. Kalau untuk beton sih ok-ok, tetapi kalau baja dan kayu maka itu juga tergantung dari metode pelaksanaannya, juga ke-presisian dari sistem sambungan. Karena di baja ada toleransi pelaksanaan, maka bisa timbul stress konsentrasi. Kalau bajanya cukup daktail sih ok, tetapi jika tidak wah bisa-bisa fraktur.

  108. @Donny B Tampubolon & Wir

    Terimakasih atas masukannya bapak bdua, masukan dari rekan2 lain jg masih saya harapkan. Mungkin pernah mengalami kasus ato pernah membuat konstruksi dari kayu tapi dihitung dng sap2000.

    Kesimpulan sementara saya berarti define material untuk kayu di sap 2000 kurang disarankanya ya?

    kalau pemodelan bentuk/struktur, materialnya dikerjakan dengan SAP hanya untuk memperoleh perilaku struktur dan analisa resultnya(misal gaya batangnya tarik ato tekan), kemudian untuk pendimensian profil dan sambungannya saya memakai hitungan manual sesuai PKKI 67 . kira-kira nanti aman ato tidak nya konstruksinya?

    terimakasih sebelumnya atas responnya.

  109. @topik: mat prop, kayu,beton,homogen

    bahan dikategorikan homogen itu jika nilai E dan Nu pada 3 arah sumbunya (x,y,z ) sama, ini berpengaruh hanya pada analisa FE dengan element 2Dim or 3Dim. kalo yang dianalisa jenis truss atau balok/kolom khan jenis elemen 1Dim jadi hanya arah normal saja yang ditinjau, pengaruh homogen gimana ?? trus “beton” dapat dikategorikan “homogen” ya bener sih kalo meterialnya emang cuman beton, tapi kalo aplikasi struktur khan perlu pembesian jadi ata material baja tul Es dan Nu_s.

    Sama aja ketika ngitung defleksi balok/pelat beton bertulang ada pengaruh nilai “n” perbandingan mod elastisitas baja dgn beton.

    Material prop kayu dari lab itu kalo bener2 perlu, kayaknya dapet di praktikum Fisika Dasar.

    Jadi menurut saya, penyederhanaan properties selama masih seragam ngga begitu beda signifikan hasilnya. Klo yg bakalan selisih besar dari hasil analisa jika dilakukan perbandingan real yaitu bakalan pada defleksi/deformasi bukan di internal force ‘coz equilibrium. kalo itu beda juga ya penyebabnya asumsi sambungan/tumpuan.

    simplified isn’t always useless, thx.

  110. salam kenal pak wir,
    saya mahasiswa yang TA tentang menganalisis struktur gedung beton bertulang yang ada dengan SAP 2000,masih awam tapi biar belajar,salah satunya dari buku bapak.

    yang ingin saya tanyakan pak,tentang pembuatan model struktur real ke SAP :
    jika diketahui elevasi antar lantai misal= 4m,apakah pembuatan balok induk dan anak as-nya dipakai elevasi itu atau elevasi as balok induk?

    atau menggunakan fasilitas inserted point untuk menggeser longitudinal axisnya ke bagian atas sehingga balok induk dan anak terletak sejajar dengan bagian atas balok pada elevasi 4m sesuai dengan kondisi gedungnya?karena dimensi balok juga beragam

    saya coba ketiganya,hasilnya beda.yang benar mana ya pak?
    apa ruang lingkup pemakaian inserted point? bingung dalam memakai sumbu as-nya pak.
    mohon bantuannya,terima kasih.

    • @putra

      apakah pembuatan balok induk dan anak as-nya dipakai elevasi itu atau elevasi as balok induk?

      ya seperti itulah pemodelan, yaitu suatu penyederhanaan suatu masalah kompleks menjadi sederhana sedemikian sehingga dapat dianalisis tetapi hasilnya tidak menyimpang jauh dari kenyataan (real).

      Pada program vesi lama, biasanya diambil elevasi lantai sebagai as balok, dengan catatan bahwa lantainya sendiri tidak dimodelkan kalaupun mau cukup dianggap sebagai diagframa kaku saja. Selama ini pemodelan dengan cara ini sudah cukup memuaskan, kalaupun ada eksentristas maka dapat diatasi karena adanya lantai yang menyatukan lantai-lantai tersebut, selain itu beban yang dominan khan arahnya adalah gravitasi bukan lateral.

      Pada program sap2000 versi baru, misal ver 11.0 memang ada inserted point, itu untuk menggeser posisi garis berat dan garis pada model. Jika memang diperlukan sekali pengaruh adanya eksentristas maka dapat juga dipakai. Tetapi kalau hanya sekedar pemodelan dengan frame (garis atau model 1D) mungkin tidak terlalu signifikan hasilnya. Kecuali jika anda akan memodelkan sekaligus lantainya dengan element 2D (misal element SHELL) dan element 1D (element Frame) sekaligus.

      Maka misalnya akan membuat balok T, nah itu baru signifikan hasilnya kalau pakai inserted point.

      Pada prinsipnya jika inserted point dapat digunakan dengan baik maka hasilnya konsisten koq. Ini saya baru meneliti pemakaian inserted point tadi untuk pemodelan balok dan lantai sekaligus. Ini moga-moga jadi buku SAP2000 berikutnya ya, tunggu dengan sabar.

  111. Salam sejahtera Pak Wir,

    Saya mahasiswa UGM yang sedang melakukan Tugas Akhir tentang pemodelan candi prambanan dengan menggunakan software SAP2000 versi 11.
    Dalam pemodelannya saya menggunakan elemen solid untuk memodelkan batuannya dan frame untuk memodelkan perkuatan beton didalamnya… Saya ingin bertanya kepada Pak Wir, apakah ada perlakuan khusus untuk elemen solid dan frame yang digabung? Apakah perlu diberikan automesh untuk elemen solid dan frame? Mohon tanggapannya

    Terima kasih sebelumnya.

  112. Saya juga sedang mendalami program SAP 2000. Saya mengalami kesulitan dalam menguasainya dikarenakan tertinggal dan tidak mampu mengimbangi. Tapi saya harap dalam menyelesaikan suatu tugas, saya mampu menyelesaikannya. I hope, i will success….

  113. selamat siang pak…..
    salam kenal !
    saya sedang mencari informasi seputar pemakaian gable frame untuk struktur beton bertulang ataupun baja..apakah analisa perhitungannya bisa juga menggunakan SAP 2000..
    Terima Kasih Pak…..

  114. Selamat pagi pak…
    Salam kenal Pak Wir…

    Saya mahasiswa yang sedang melakukan analisis gedung 5 lantai yang memiliki irregularity plan dengan menggunakan SAP 2000. Gedung yang saya analisis menggunakan pondasi berupa pondasi matfooting. Dalam pemodelan geometrinya saya menggunakan SAP 2000 versi 7 kemudian saya buka di SAP versi 11. Ada perbedaan pada hasil analisisnya yaitu pada momen balok sloof (pada lokasi pondasi matfooting), sedangkan pada momen balok lantai yang lainnya sama nilainya. Pada balok sloof tersebut perbedaan yang saya peroleh yaitu pada SAP 2000 versi 7 momen yang terjadi ada yang bernilai positif dan negatif, sedangkan pada hasil analisis SAP 2000 versi 11 momen yang terjadi pada balok sloof tersebut bernilai negatif semua. Pertanyaan yang ingin saya sampaikan adalah apakah ada perbedaan asumsi pada SAP 2000 versi 7 dengan versi 11 mengenai balok sloof yang langsung menempel ke tanah atau apakah ada sesuatu yang error pada saat data dari SAP 2000 versi 7 dibuka di SAP 2000 versi 11.

    Mohon Tanggapannya dan sebelumnya saya ucapkan Terimakasih.

  115. perkenalkan nama saya misbach, mahasiswa semester menengah tehnik sipil
    kemarin saya dapat tugas dari dosen untuk menghitung analisis bangunan dengan sap2000
    bangunan awalnya dirancang 3 lantai dan sudah dihitung dengan sap2000, kemudian saya diminta untuk menganalisa/menghitung kembali dengan menambahkan 1 lantai sedang saya cuman dibekali hasil cetak sap2000 dengan hasil 3 lantai, karena saya masih awam dengan sap2000 mohon bantuan kepada rekan2 atau moderator untuk membantu saya gmana cara memulainya q dah beli banyak buku tapi gak bisa(mungkin gak ngerti caranya), atas bantuannya saya sampiakan terimakasih

  116. PAK WIR TOLONG BANU SAYA MENCARIKAN JIS/ JAPAN INTERNASIONAL STANDARD TENTANG WORKING-STRESS DESIGN. TUGAS AKHIR AKU ME-REDISIGN BANGUNAN BERSTANDARKAN JIS 2006 KE SNI 2002. AKU GA DAPAT2 JISNYA. TOLONG BANTU PAK WIR.
    MARTHIN A PANJAITAN
    USU

    Wir’s responds: JIS saya belum punya, mungkin ada teman yang bisa membantu.

  117. Saya seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di sumatera barat…
    Mohon bantuan bapak.. saya punya program Sap 2000 versi 7.4 dan versi 8.. kalau ditanya mana yang mudah dipahami untuk mengajar lebih mudah sap versi 7.4.. tapi saya kesulitan menginstalnya(selalu ga’ jalan), tapi kalau versi 8 gampang banget menginstalnya.. Mohon bantuan bapak gmn cara menginstall yang benar, kalau bisa dikirim juga via email saya.. trimakasih..

    • Buku saya memakai SAP2000 ver 7.4 Student Version.
      Program ada pada CD-nya.

      Masalahnya adalah bahwa buku tersebut sudah lama habis. Moga-moga di perpustakaan ada.

      Selama anda tahu positip dan negatif program tersebut maka ver 7.4 atau ver 8.0 rasanya tidak ada masalah. Tetapi karena ver 8.0 sudah banyak yang meng-introdusir non-linier system maka pemakaiannya harus hati-hati. Tentang hal itu sebenarnya saya sudah bercerita banyak di buku saya tersebut, ada juga makalah seminar di ITS. Silahkan lihat di daftar publikasi.

  118. pak wir, ada yang ingin saya tanyakan, klo di sap2000 versi 11 apabila kta ingin mendefinisikan frame sebagai sway ordinary sebelum melakukan design bagaimana pak caranya?
    untuk versi 7.4 sudah anda jelaskan di buku pak wir, tpi karena sedang memakai versi 11, malah tidak tahu dimana opsi tersebut..
    Untuk v.11 yang saya tahu hanya melalui opsi overwrite setelah melakukan design…
    trima kasih…

  119. salam sejahtera pak Wir,

    2 bulan terakhir ini banyak sekali rekanan yang menawarkan produk baja ringan untuk kontruksi atap. Ada yang menyertakan cara perhitungan dengan software khususnya, ada juga yang yang sekedar mencontoh dari model rangka baja ringan yang sudah dan masih terpasang.

    sebenarnya apakah SAP 2000 bisa dipergunakan untuk menghitung konstruksi rangka atap baja ringan? mengingat profil baja ringan yang sedemikian tipisnya.

    saya lihat mulai sap2000 versi 8 ada material properties CLDFRame. apakah ini cocok untuk memasukkan material propertis untuk material baja ringan? mengingat proses pabrikasi dari profil2 baja ringan juga cold frame .

    saya cari2 dan tanya2 temen di BSN SNI untuk meterial baja ringan ini lum ada. apakah preferences di SAP2000 yang bisa dipergunakan untuk melihat hasil analysis dari material dari baja ringan?

    Mohon tanggapannya dan sebelumnya saya ucapkan Terimakasih.

  120. Untuk Pak Wir dan rekan-rekan yang tertarik untuk berdiskusi masalah finite element (FEM) secara umum (tidak hanya untuk sipil) bisa mendaftar ke :http://groups.yahoo.com/group/FEM_Struktur_Material

    Selama 6 tahun belum pernah saya temui hasil perhitungan dengan FEM yang valid, jika hanya dikerjakan oleh satu orang tanpa diskusi. Permasalahan yang “rawan” umumnya menyangkut kondisi batas dan pembebanan.

    Didalamnya saya sertakan solver FEM open source yang saya bikin sendiri (Ababil). Masih terbatas pada truss dan beam element (shear deformable) dengan nodal load dan constraint untuk sembarang orientasi pada ruang 3D. Validasi terbatas sudah saya lakukan dengan Nastran dan hasilnya nyaris sama (hanya beda 0.001% – kemungkinan akibat numerical treatment).

    Solver tersebut dapat dijadikan pendukung materi kuliah dan tugas akhir atau skripsi S1.

    Sugeng Waluyo

  121. Pak wir, saya sedang mendesign bangunan pabrik 2 lantai dengan bentang 60m (lantai atas untuk mesin dan lantai bawah untuk gudang) dan menggunakan konstruksi baja dengan atap metal. Jarak melintang antar kolom adalah 10m dan jarak memanjang antar kolom adalah 6m. Yang mau saya tanyakan kepada pak Wir adalah
    a. Cara menghitung panjang tekuk rafter tegak lurus sumbu kuat dan lemah.
    b. Dengan adanya dinding di sekeliling bangunan, apakah bisa dianggap portal tidak bergoyang?
    c. Untuk menghitung panjang tekuk kolom tegak lurus sumbu kuat, saya pakai chart dengan Ga=10 (sendi) dan Gb=(I/l-rafter)/(I/h-kolom). apa benar? atau cukup diasumsikan sendi-jepit bebas?
    d. Struktur menggunakan pondasi tiang pancang @ 3bh/kolom, apakah masing-masing pile cap itu harus saling berhubungan satu dengan lainnya via sloef? ataukah sloef hanya dipasang di sekeliling bangunan aja? bolehkah lantai beton di lantai dasar itu dianggap sebagai pengikat pondasi tiang pancang?.

    makasih pak Wir, ditunggu jawabannya.

    salam

    koernaiwan

    • @Koerniawan
      item a dan c perlu dilihat konfigurasi model strukturnya. Saya khawatir salah menerjemahkan uraian anda, seperti misalnya anda menyebutkan bentang 60 m, tetapi dibawahnya ada jarak melintang kolom 10 m dan memanjang 6 m. Bingung.

      item b, dinding pada umumnya dianggap sebagai non-struktur, element pengisi, tetap diperlukan bracing yang secara khusus direncanakan untuk memikul gaya horizontal jika dianggap sebagai portal tidak bergoyang, tentunya tidak bergoyangnya searah dengan penempatan bracing tsb.

      pemakaian balok sloef tergantung pemodelan kolom, apakah sendi atau jepit. Selanjutnya check pondasinya terhadap gaya lateral atau momen yang timbul dari kolom tersebut, terhadap berbagai kombinasi pembebanan.

      Dengan persyaratan tadi dan biasa untuk low-rise building, apalagi tiap kolom terdiri dari tiga pile maka penempatan sloef cukup pada sekeliling bangunan saja.

  122. Pak Wir,

    Maksud saya adalah lebar bangunan itu 60m dan untuk lantai dasar, jarak antar kolom 10m (jadi ada 7 kolom baja) dan untuk lantai atas, jarak antar kolom 30m (ada 3 kolom baja).

    Sedangkan jarak antar portal arah memanjang adalah 6m. Rafter membentuk sudut kemiringan 9 derajad. Pemodelan sendi, bukan jepit.

    Mudah2an sekarang cukup jelas, dan mohon jawabannya untuk point a dan c.

    untuk (b), penempatan bracing terbaik itu dimana? cukup pada trave awal dan akhir aja atau bagaimana?. Selain kekakuan dan kekuatan bracing yg mencukupi, apakah ada ketentuan lain agar portal memanjang itu tidak bergoyang?
    apa besaran simpangan portal hasil analisa itu menentukan juga bergoyang tidaknya suatu portal?.

    makasih atas bantuannya, pak. GBU

    koerniawan

  123. Ping balik: ARCHLINK-bimbingan belajar GRATIS teknik sipil satu-satunya di Sumatera Utara - ITM - FORUM

  124. Selamat siang pak Wir
    perkenalkan nama saya Suyunus Mahasiswa smtr 7 teknik mesin. saya mau tanya pak, kemarin saya mendownload Sap2000 dari situs bapak, setelah saya ekstrak (sprti langkah yang pakWir kemukakan ) dan saya instal , dipertengahan penginstalan ada perintah untuk memasukkan CD drive . Tolong kasih petunjuk apa yang harus saya lakukan untuk menginstal Sap2000.
    Terima kasih.

  125. tolong dong ada tutorial perhitungan gempa dengan sap yang mengacu pada peraturan gempa sni 2002 atau contoh penyelesaian, entri besar pembebanan apa bisa dilakukan otomatis(dengan memasukan koevisien2 gempa) atau manual dengan mengitung besarnya gaya ? makasiih y aaa

  126. Kepada Yth Pak Wir
    Setelah mendownload semua file SAP 2000 dan menjalankannya (setup), baru berjalan 2% muncul

    Setup Needs The Next Disk
    Please insert disk 1 that contains the file data2.cab

    Bagaimana caranya untuk bisa menjalankan sampai 100% (instal) dan berhasil digunakan ?
    Terima kasih Pak Wir

  127. pak..wir yang terhormat
    pak saya mau tanya, nih..! saya lagi belajar mendesain konstruksi rangka kuda-kuda kayu dengan bentang 12 m menggunakan sap 2000 persi 7.0 , tapi saya kesulitan memasukan klasifikasi kayu di program sap 2000 tersebut, selama ini saya ketahui dan menghitung konstruksi jenis bahan beton dan baja saja..tolong penjelasannya ya pak! klo bisa saya minta contoh perhitungan konstruksi kayu rangka kuda-kuda, atau ada saudara-saudara yang berkenan membantu saya untuk memberi contoh perhitungan nya..sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  128. pak wir saya mau tanya…nih!
    Program SAP 2000 bisa ga di pakai untuk menghitung bangunan segerhana menggunakan konstruksi kayu….kalau kami di daerah..masih selalu menggunakan bahan-bahan kayu misalnya rangka kuda-kuda! sebenarnya bisa aja sih digunakan perhitungan manual..tapi pihak proyek maunya menlengkapi perhitungan strukturnya dengan koputer seperti sap 2000, pertanyaan ini sama dengan pertanyaan saudara ridho..trims atas penjelasannya..!

  129. mo tanya pakwir…?
    1.klo kita mendesain rangka kuda-kuda, dulu saya dapatkan waktu kuliah dengan cara manual atau konfensional untuk menghitung rangka batangnya beban mati,hidup,beban angin kiri dan kanan dihitung terpisah, kemudian dibuat kombinasinya setelah itu dari kombinasi diambil gaya batang yang terbesar, dari situ kemudian didesain dimensi batangnya? yang menjadi pertanyaan saya untuk menghitung dengan menggunakan sap 2000 apakah beban angin kiri dan kanan itu dimasukkan kedalam satu entri pembebanan atau cukup diambil satu arah angin saja misalnya kanan? apakah hasilnya nanti sama antara manual dan cara sap2000?
    2. klau kita mendesain perhitungan struktur dengan sap 2000 ketika kita banyak membuat desain kombinasinya apakah secara otomatis sap2000 akan mendesain dimensi batangnya mengambil gaya batang yang terbesar dari setiap kombinasi tersebut?
    3. pak. bagai mana kalau beban yang bekerja pada rangka batang tidak berada pada titik simpulnya atau berada pada bentang batangnya misalnya beban gording yang tidak pada titik buhulnya melainkan pada bentangnya karena dilapangan sering ditemui seperti itu dengan alasan jarak antara gording agar seragam..nah apakah dalam sap2000 itu untuk memasukkan beban gording tersebut otomatis batang tersebut di bagi menjadi dua apakah sap2000 itu akan membaca bahwa batang tersebut dibaca menjadi 2 batang ??dan untuk rangka-kuda-kuda kayu fakta realnya kan batng tersebut tidak bersambung alias ukran satu batang?nah bagaimana momen yang bekerja pada bentang khusus bentang tersebut akibat beban gording itu, trus gimana desain dimensinya padahal momen maks yang bekerja berada pada titik beban tersebut apakah sap2000 dapat mengatasinya
    mohon dijelaskan pak ya….sebelumnya terima kasih!!!

  130. saya mahasiswa smt 7, saya ada tugas perencanaan baja,,butuh masukan ato ide ni..untuk menyelesaikan kasus portal tipe Gable roof dengan sap 2000, gmn caranya ya..trus terang saya belum mahir memakai sap2000, apa ada referensi?trims

  131. saya mau tanya mas2 kira2 sdh ada belum perangkat lunak teknik sipil atau sejenis sap2000 yang berbahasa indonesia siapa tahu teman2 ada info saya pernah lihat teman dari china memiliki perangkat lunak atau sap2000 yang berbahasa china? trims

  132. mau tanya nih pak, maklum baru belajar sap tentang mesh area pada plat, misalkan saya buat sebuah struktur portal 3d dengan plat, ketika saya buat mesh pada area, momen yang terjadi pada balok portal hasilnya labih besar ketimbang ketika saya tidak membuat mesh pada areanya kenapa ya sebabnya.?

  133. pak wir mau tanya… itu cara mendownload sap nya… pas masuk ke Box.net dan ada box download… saya click dan ada tampilan
    “This user is out of bandwidth. ”
    kenapa ya pak?

  134. Salam Pak wir.
    Pak Wir, jika di STAADpro ada fasilitas tension member, untuk mendesain batang tarik misalnya jika menggunakan sagrod, kalau di SAP pakai apa ya pak wir ? mohon penjelasannya. Terima kasih
    Salam

  135. Selamat sore pak wir, file SAPS 12 nya tidak ada sehingga saya tidak bisa install part 1 nya? apakah memang belum di upload?

  136. Met malam Pak Wir. Saya seorang mahasiswa jurusan Teknik Sipil. Pengen nanya dikit mengenai teknis pelaksanaan Proyek Konstruksi Bangunan Gedung itu mulainya dari mana Pak? Terima kasih sebelumnya.

  137. mat sore sebelumnya, Pak Wir. Saya mahasiswi jurusan teknik sipil. Skrg lagi blajar ETABS dan SAP, saya mau tanya pak, bagaimana cara kita menempatkan beban geser ataupun gravitasi di satu titik pada bagian plat, bukan pada frame’y….? dan bukan beban merata. Terima kasih sebelumnya….

    • pelat tidak bisa dimodelkan sebagai element frame, pakailah element shell.

      Apakah yang anda maksud adalah beban lateral pada lantai dengan memakai model element frame ?

      Jika seperti itu, maka tempatkan suatu titik pada lantai yang dianggap adalah pusat massa dan secara lateral diikat dng constraint diapghragma.

      Moga-moga menjawab.

  138. Terima kasih jawabannya pak.
    Jadi maksudnya di saat awal kita buat gambar struktur gedung, define lantainya dengan shell?

    Ya pak, beban lateral, soalnya hasil dari perhitungan gempa statis ekivalen. kita tentukan pusat massa tiap lantai, rupanya letaknya di tengah lantai…

    maaf merepotkan pak, kalo bisa langkah-langkahnya di Etabs bisa dikasih tahu, mhon dibagikan ilmu dan waktunya pak…

    jujur saya tidak tahu bagaimana cara meletakkan beban tersebut di tengah lantai, karena di pilihan area load cuman ada uniform (untuk seluruh) tidak 1 titik.

    terima kasih banyak pak….

  139. Selamat Sore Pak Wir..
    Saya mahasiswi jurusan teknik sipil. Ada yang ingin saya tanyakan.
    dalam “define mass source” pada program SAP 2000.. terdapat 3 “mass definition”. yang ingin saya tanyakan, bagaimana dasar penentuan mass definition yang akan digunakan? kemudian jika opsi yang digunakan dalam mass definition yang juga terdapat “load” nya… berapa faktor pengali untuk load yg digunakan? berdasarkan apa faktor pengali tersebut dan beban apa saja yg dimasukan..

    Terimakasih sebelumnya Pak..

  140. Dear mas wir,
    Mas.. saya pernah beli buku tulisan yang membahas sap2000″ aplikasi rekayasa konstruksi dengan sap2000″
    yang menjadi masalah sekarang adalah
    saya pernah mencoba hasil hitungan yg menggunakan metode cross dengan sap2000 sesuai dengan contoh soal yg mas wir gunakan sebagai perbandingan untuk mencari hasilnya dan ternyata sama, namun ketika saya mempraktekkan hal tersebut dengan urutan langkah yg ditulis dibuku,ketika di run programnya analisa tidak komplit alias gagal.
    ketika saya mengganti angka menjadi 1e9 pada cross section area..yang tadinya secara default adlah angka 1
    kira-kira apa yg menjadi permasalahnya ?
    terima kasih

  141. Dear Pak Donny B. Tampubolon,
    Sap 2000 V 7.42 sudah saya download tetapi cara menginstallnya belum paham. Mohon petunjuk Pak.
    Syallom

  142. Pak Wir, trima kasih atas Sofware SAP2000 ver 7, yang telah di dimuat internet secara free download. bisa dibaca n di pelajari untuk menambah wawasan…

  143. Ping balik: harapan tentang buku SAP2000 Edisi III « The works of Wiryanto Dewobroto

  144. Mudah-mudahan harapan Pak wir tercapai, saya turut mendoakan biar Tuhan memberikan kebijakan dan kepintaran serta solusi bagi bapak…, karena saya melihat sumbangsih pak wir kepada generasi mudah Indonesia cukup banyak lewat blog ilmiah/ilmu pengetahuan tehnologi ini. sukses selalu …..

  145. informasinya sangat membantu Pak Wir..terima kasih banyak… maju terus , sukses selalu buat anda..

  146. Terima kasih Pak Wir atas tersedia nya file SAP 2000. Saya cukup kesulitan untuk mencari nya. Saya mahasiswa Teknik Sipil Universitas Udayana. Saya sempat bertemu Bapak saat acara Konteks 4 di Sanur, Bali. Saya juga sering download materi dari Blog Bapak. Sekarang saya juga tulis Blog yang berisi materi tentang Teknik Sipil. Terima kasih, Pak

    • @Putu
      O ya, sempat bertemu dengan saya ya, yang mana ya mas Putu itu. Sempat hadir pada saat saya presentasi makalah nggak.

      Syukurlah anda sudah bisa mulai menulis. Jika sejak awal suka menulis, wah prospeknya bagus lho.

  147. Saya yang operator laptop untuk presentasi Bapak. Kalau tidak salah Bapak membahas tentang kelemahan program SAP 2000. Ada penggambaran model yang berbeda antara teori Teknik Sipil dengan yang dipakai oleh SAP 2000. Kalau tidak salah Bapak membahas tentang itu

  148. syalom Pak Wir,.
    saya nugraha,. saya baru kali ini gabung ke blog bapak,.
    begini Pak Wir, saya mau tanya,. bisa tidak SAP2000 memodelkan dan menganalisis perkerasan kaku untuk jalan raya yang dimana ada perlakuan pretension dan post tension? apakah itu di bahas juga d buku bapak? klo iya, kira-kira apa masih dicetak buku bapak tahun ini?
    mohon di balas ya pak.
    atas perhatiaannya, saya ucapkan terima kasih.

    • @nugraha
      SAP2000 yang baru, bisa untuk memodelkan kasus di atas. Tetapi untuk saat ini belum dibahas dibuku saya. Moga-moga pada lain kesempatan.

      • syalom pak Wir,.
        terima kasih atas balasannya.
        oh,.jadi begitu ya pak,. wah,. pantas saya kesulitan untuk memodelkannya di SAP2000. Trus menurut bapak program apa ya selain SAP yang bisa di pakai untuk memodelkan perkerasan kaku tersebut? atau klopun memakai SAP yang versi baru, bisa tidak bapak memberikan petunjuk bagaimana memodelkan Rigid pavement yang dikenai perlakuan pretension dan post tension? mohon bantuannya pak,. karena hal ini berkaitan sama tugas akhir yang saya kerjakan.
        atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
        Tuhan memberkati

  149. Salam semuanya,

    Halo semuanya, maaf nih ada yang tau ga linknya ABAQUS/CAE yang gratis …
    Trimakasih atas infonya.
    Trimakasih.
    Izudin

  150. pak saya mau tanya ,,,apa buku bapak sudah sampai di banyuwangi jawa timur,,,kog saya mencari gag keteku ya pak>>????mohon petunjuknya

  151. salam kenal pak wir…
    saya mau tanya, apakah SAP bisa digunakan untuk menganalisis ketahanan gempa pada bangunan kayu? jika bisa dan jika bapak berkenan, saya ingin sekali mengetahui setiap tahap metodenya.

    terima kasih

  152. pak wir… mau nanya, kalo mau ngitung pakai SAP atau ETABS dengan menggunakan WF Castellated apakah hanya memasukkan data ukuran Castellated itu sendiri atau perlu modifikasi propertynya pak. terima kasih

  153. yth. pak wir.
    saya adala pemula dalam pembelajaran ttg SAP 2000. kebetulan saya punya software SAP 2000 versi 14.0 langka2 apa yang harus saya pelajari supaya cepat Paham! apakah dengan beli buku bapak udah cukup!!

    • Ya jelas dong, tidak akan cukup.

      Materi buku saya, meskipun sudah setebal hampir 600 halaman sebagian besar hanya membahas element Framed, itupun belum semua.

      Tetapi yang jelas, dengan membaca buku saya, anda tahu apa yang sebaiknya anda kerjakan untuk belajar lebih baik dan lebih cepat lagi.

  154. Dear Pak Wir,

    bagaimana cara mendapatkan buku anda apakah saya boleh dapat langsung dari anda dengan biaya khusus, saya sudah cari di beberapa gramedia tetapi tidak ada, thx

    Wir’s responds: Senang sekali sebenarnya mendapakan permintaan saudara, tetapi sayang sekali sudah habis dan tidak diterbitkan lagi oleh penerbitnya. Tapi jangan kuatir, Google telah memindainya secara elektronik, silahkan klik di sini.

    Semoga berguna.

  155. Pak Wir, salam knal, saya lia mahasiswi teknik sipil univ jember. saya mau tanya. untuk fitur prategang eksternal pada SAP2000 apa menggunakan draw->cable? thanks b4.

  156. Yth Pak wir,

    salam kenal. saya mahasiswa teknik sipil univ. muhammadiyah Luwuk (sulteng). saya mau naya, kenapa kalau menganalisis dengan sap2000 hasilnya beda dengan manual. contoh kecilnya pada problem batang menerus dengan tumpuan sendi-rol dengan bentang 2 meter dibebani beban titik (P) sebesar 10 ton (kebawah) dengan jarak 1 meter dari tumpuan (pas ditengah /simetris). kenapa hasi reaksi perletakannya beda.. kalau dimanual… pasti hasil reaksi kedua tumpuan masing-masing 5 ton. jadi kontrolnya pasti 0 (nol) atau RA+RB-P=0… atau 5+5-10=0. tapi kalau di sap2000, RA+RB agak lebih sdikit dari 10. itu gimana pak? apa ada setting tersendiri agar hasil p erhitungannya sama persis dengan manual ? sebelumnya makasih

    • Sayang, buku karanganku tentang SAP2000 sudah habis dan belum ada yang mau menerbitkan lagi. Jika ada buku tersebut, maka rasanya pertanyaan panjang di atas tidak akan ada. Kenapa, karena pada bukuku tersebut selalu dibandingkan antara hitungan manual dan hasil program SAP2000 bahkan dijelaskan faktor-faktor apa yang mungkin menyebabkan hal tersebut. Bayangkan saja di buku tsb yang jumlah halamannya saja sekitar 550 halaman, maka banyak hal yang dapat didiskusikan.

      Untuk kasus kamu, coba kamu check, opsi perhitungna berat sendiri struktur apakah sudah kamu matikan (off-kan).

  157. oh iya pak. beberapa waktu yang lalu, saya juga pesan tapi tidak ada (mungkin sudah habis). gimana caranya (langkah-langkah) nya pak.. untuk mematikan (off-kan) opsi perhitungan berat sendiri struktur? salam supriadhi

  158. Dear Sir…
    Mohon ijin untuk menjawab pertanyaan di atas
    saya coba bantu mas Asri ….

    emang kalo dilihat sepintas nilai reaksi perletakan yang ada secara manual tidak akan sama dengan nilai yang dihasilkan oleh program.
    hal ini dapat terjadi bila fungsi perhitungan berat sendiri penampang tidak diubah. biasanya secara default program akan otomatis menghitung berat sendiri penampang, jika mau dibandingkan dengan MT klasik yang tidak memperhitungkan berat sendiri penampang jelas nilai reaksi perletakan tidak akan sama.

    untuk menghilangkan perhitungan otomatis berat sendiri penampang, silahkan masuk ke menu DEFINE – STATIC LOAD CASES.
    di situ akan tertera Self Weight Muliplier. Pada beban mati (dead load) ganti angka 1 (satu) menjadi angka 0 (nol). Hal ini berarti fungsi perhitungan berat sendiri penampang ditiadakan.
    bila input data lainnya tidak ada yang salah, silahkan nge-run. harusnya tidak ada perbedaan lagi….

    Selamat belajar
    :)

    • Dear Son,
      oh iya. thanks mas Son, salam kenal juga. tolong mas son add acount Facebook saya “Yadhi Mayerhof Sahiru”. saya butuh skali orang seperti mas Son bwt shearing tentang ilmu teknik sipil.. .

      Thanks juga bwt pak Wiryanto yang sudah membantu, saya senang bisa gabung di Blog ini. salam

  159. mau nanya pak, saya baru belajar SAP.

    Saat mendefine kolom beton, apa si bedanya reinforement to be checked, dengan to be designed?

    Trus kenapa jika kolom d buat reinforement to be design, warna tingkat keamanan selalu merah/ orenge, berbeda dengan reinforement to be checked?Apa memang betul demikian?

    Trus, untuk merencanakan perhitungan struktur qta pilih yang mana?

  160. Senang sekali saya membaca blog ini. Apalagi saya juga mahasiswa Unpar yang terseok-seok lulus kuliah, belajar lebih lama berarti mempelajari lebih mendalam, hehehe.. (ngeles)
    Saya pernah belajar SAP2000 dengan Pak Bambang Suryo, juga Kerja Praktek dengan ibu Winarni senangnya bisa dikasih B saja juga dengan Pak Paulus Karta Analisis Struktur dengan Matriks juga bangga dapat B yang jarang di dapat.

    Masalahnya saya dikantor disuruh mengecek beban talang airyang menyeberang saluran dengan bentang 15 meter tapi dengan dijadikan beban terpusat tengah bentang beton saja beratnya sampai 16 ton. Dengan gambar tapakan pondasi tebal 1,2 x 1,5 m2 dan ketinggian 1,5 meter dengan tiang pondasi….

    Intinya apasaja kira-kira yang mesti saya perhatikan agar tidak terjadi guling baik pada tiang maupun pada tapakan atau crack dtengah bentang. Talang air tersebut bisa efektif dan tidak terlalu berat.

    Walaupun kuat juga tapi tetep aja tidak imbang/boros besi/efektif talang tersebut. Gmana saran bapak.. terimakasih sebelumnya : Okta Sipil 96

  161. halo pak, numpang nanya ya pak…
    1. apa tulangan lentur dan geser pada balok, dan aksial pada kolom yang didisain dengan SAP2000 terdefinisikan/teraplikasikan secara otomatis kedalam balok atau kolom yang sudah didisain tersebut. atau hasil disain harus kembali di inputkan manual kedalam section properties balok/kolom tersebut.

    2. saya baru membaca tulisan bapak yang berjudul ‘Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa dengan SAP2000′, dan saya mencoba untuk ikut menganalisa struktur baja yang ada didalam studi kasus tulisan tsb. namun, ada satu hal yang membuat saya bingung, yaitu gaya reaksi dasar yang anda hasilkan dalam tulisan tersebut. dalam tulisan bapak dikatakan bahwa:
    ‘Untuk memperhitungkan percepatan gempa yang
    sembarang terhadap struktur gedung, pengaruh
    pembebanan gempa dalam arah utama dianggap
    efektif 100% dan dianggap terjadi bersamaan dengan
    pengaruh pembebanan dalam arah tegak lurus pada
    arah utama pembebanan tadi dengan efektifitas
    sebesar 30%’.

    namun, gaya reaksi dasar yang dihasilkan:
    untuk eq-x: fx=30821.24, fy=826.44
    untuk eq-y: fx=826.44, fy=27118.05,
    nah logika saya gini pak, kalo memang pengaruh pembebanan dalam arah tegak lurus 30%, kenapa nilai gaya gesernya kurang dari 30%, malah kalo dihitung cuma 3%? misalnya: eq-x: fx=30821.24, nah dalam arah y, fx cuma 826.44….maaf kalo saya salah pak, mohon pencerahannya…

    terimakasih pak Wir…
    Gbu

    • Itulah dik, karena yang digunakan adalah analisa dinamik (Analisa ragam spektrum respon) dimana bebannya berupa respon spektrum yang diberikan pada arah x dan arah y.

      Dalam mengkombinasikan arah x 100% dan y 30% (tegak lurusnya) digunakan cara CQC (complete quadratic sum of squares). Jadi bukan penjumlahan biasa.

      Oleh karena itulah pada langkah berikutnya ada kalibrasi, sesuai peraturan bahwa hasil analisa dinamik tidak kurang dari 90% gaya geser dasar statik ekivalen.

      Kondisi adik dapat dimaklumi bahwa dosen analisa dinamik biasanya mengacu pada hitungan klasik dan bukan nya numerik pakai komputer, sehingga kasus-kasus di atas menjadi tidak terlihat.

  162. makasih pak buat jawabannya. tapi sebenarnya ada yang masih mengganjal.
    soalnya saya sudah coba untuk mendefinisikan beban respon spektrum dengan model kombinasi CQC. dan menggunakan faktor skala untuk x (U1)=1 dan y (U2)=1, setelah itu saya ganti faktor skala yang berbeda, maka nilai base reaction akan bergerak linier atau sesuai dengan faktor skala yang diberikan. jika 100% maka nilai base reaction dikali 1. kalo 30%, maka nilai base reaction dikali 0,3.

    maaf pak, opini beginner y gini…hehe…
    tapi setidaknya dengan baca tulisan2 bapak, ada rasa ingin tahu yang membuat saya belajar lebih…
    berharap suatu saat bisa menganalisa struktur seperti pak Wir ini…ato yang sering bapak sebut ‘engineering judgement’…

    • @ary
      argumentasi anda betul, khususnya jika yang bekerja adalah dua gaya orthogonal yang bekerja pada pada pusat massa yang berhimpit pada pusat kekakuan, sehingga yang terjadi hanya translasi saja. Sedangkan pada makalah saya, pusat massa tidak berhimpit pada pusat kekakuan karena diberikan eksentrisitas tambahan. Pada kondisi tersebut, selain translasi juga akan terjadi rotasi. Adanya gaya rotasi tersebut mengakibatkan gaya kopel yang tegak lurus dengan gaya yang diberikan. Inilah yang mengakibatkan nilainya tidak linier, bisa menambah dan mengurangi.

      Adanya gaya yang lebih kecil dari 30% itu mungkin perlu dilihat lagi, ada kemungkinan arah penambahan eksentrisitas kurang tepat, jadi maksudnya mencari kondisi ekstrim tetapi hasilnya tidak seperti itu. Pada makalah itu memang tidak ada peninjauan lebih lanjut. Nah, menarik juga itu untuk dievaluasi. Atau bisa juga diakibatkan besarnya eksentrisitas arah x dan y juga berbeda. Tetapi terus terang pada saat itu memang tidak diteliti, karena maksud response spectrum pada kasus tersebut adalah untuk mencari distribusi gaya geser tingkat secara dinamik sehingga diperoleh gaya geser dasar dinamik (V dinamik) agar nanti dapat telah diskalakan ke 0.9 V statik (gaya geser dasar statik ekivalen).

      Jadi intinya, adanya analisa dinamik respose spektrum adalah agar mendapatkan pengurangan V statik menjadi 0.9 V statik, tetapi distribusi tingkatnya tidak melalu statis momen seperti cara statik ekivalen tetapi distribusi berdasarkan hasil responses spektrum.

      Moga-moga dapat dipahami.

      • Terima kasih banyak pak Wir sudah mau menanggapi komentar-komentar saya. hehe…setelah saya perhatikan lagi, pengurangan bukan hanya terjadi pada V dinamik, namun juga pada V dinamik yang telah diskalakan (0,9V statik). besar nilai 0,9Vstatik sumbu yg tegak lurus sumbu beban utama kurang lebih 3% dari 0,9Vstatik arah tersebut. saya nanti akan coba lakukan evaluasi pengurangan gaya tersebut akibat perubahan eksentrisitas pusat massa dan kekakuan yang terjadi atau jika ada kemungkinan lainnya..

        tapi mungkin sementara ini saya fokus pada tujuan tulisan tersebut yaitu untuk mengevaluasi kinerja struktur baja tersebut dengan pushover…dari awal memang saya pengennya mempelajari analisa pushovernya. kok saya malah jadi bahas gaya geser y…hehe..

        sekali lagi terima kasih banyak y pak Wir..
        Gbu.

  163. selamat sore pak wir,

    sebelumnya terima kasih pak, dari blog ini saya belajar banyak tentang dunia keteknik sipilan yang tidak saya dapatkan di perkuliahan.

    pak wir, saya sudah mendownload file-file sap2000 ver 7.40 student. saya pun sudah melakukan sesuai dengan apa yang tertera, tapi kok tetap ga bisa jalan ya pak? terutama yang SAP2000 Student#1.zip, setelah saya jalankan sap bat nya ada yang corrupt waktu saya zip.mungkinkah ada yang salah ya pak? padahal saya downloadnya juga sudah komplit semua.

    terima kasih…:D

  164. Wah kebetulan sekali nich pak wir ada artikel yg membahas masalah SAP…
    Maaf pak izin bertanya.,
    Yang saya tau program SAP memang memiliki bnyk fungsi, dan ada yang bilang bisa jg digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan jalan beton dengan menganggap sebagai pelat lantai.
    Nah yg saya bingung bagaimana reaksi perletakannya itu spt apa?? Apakah program SAP ini bisa digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan.
    Mohon pencerahannya pak…..

    • @Dicki,
      Program SAP2000 adalah general purpose structural analysis program. Jadi selama bisa memodelkan sembarang struktur maka solusi force-displacement akan mendapat penyelesaiannya. Memang yang susah adalah strategi membuat model struktur yang sesuai, itu perlu kedalaman pemahaman tentang masalah, khususnya perilaku struktur dan juga kedalaman pemahaman algoritma numerik yang digunakan oleh program.

      Umum yang biasa dilakukan orang, adalah bentuk-bentuk struktur yang umum, yang sering dijumpai, untuk kasus tertentu akan tahu model yang tepat dsb.

      Tentang masalah kamu, yaitu perencanaan tebal perkerasan jalan, ini masuk pada kategori soil-structure-interaction, gampang-gampang susah. Gampangnya adalah model dapat dengan mudah dibuat dengan SAP, susahnya adalah korelasi yang tepat antara model dan strutur nyata yang perlu judgement tertentu. Maklum untuk memodelkan tanah sebagai spring konstan adalah ada seninya.

      Kasus anda adalah disebut sebagai slab-on-grade, solusinya seperti beam on elastic foundatioan. Tumpuannya bukan sendi, rol atau jepit, tetapi pakai spring konstan arah vertikal. Ini ada opsinya di program SAP2000.

      • Terima Kasih banyak atas ilmunya pak.,

        Setelah saya cari dibeberapa referensi ternyata ada yang memodelkan seperti yang bapak sampaikan dan ada juga yang memodelkan dengan cara lain tetapi dukungannya masih berupa spring konstan. Apakah boleh cara itu digunakan??

        Mohon maaf pak, saya mohon dijelaskan mengenai pernyataan bapak ……..”Maklum untuk memodelkan tanah sebagai spring konstan adalah ada seninya”…….
        Saya belum faham maksudnya

  165. pak Wir untuk sap 2000 saya mengunakan tuk perhit rangka atap baja ringan/truss, hanya kurang begitu yakin akan keakuratanya mungkin bapak bisa bantu cara perhitungan tuk truss tsb… makasih

  166. pak, saya ardhi. mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. kebetulan tugas akhir saya mengenai analisa struktur jembatan penyeberangan orang (JPO) akibat beban dinamis menggunakan program SAP2000. Saya mencari frekuensi JPO akibat beban dinamis manusia menggunakan response spectrum curve. yang saya bingung, pertama kita harus menentukan joint yang ditinjau. apa fungsinya pak? apakah kita bisa mengetahui frekuensi berdasarkan titik yang ditinjau saat beban berada pada jarak x? lalu apa bedanya PSV, PSA, SV sama SA pada response spectrum curve pak? ketika absis frekuensi dan ordinat PSV, bagaimana kita melihat nilai frekuensinya? lalu fungsi dari nilai PSV apa? trima kasih banyak pak atas perhatiannya.

    • Untuk mencari frekuensi alami struktur jembatan, cukup memakai Eigenvalue analysis saja. Dimana parameter yang menentukan adalah kekakuan struktur (EI dan bentuk geometri) serta massa bangunan. Spectrum curve adalah untuk perhitungan dinamik gempa.

  167. Salam Kenal Pak Wiryanto Dewobroto,
    Pak Saya johan Japri, sangat senang sekali bisa ketemu dgn blog bapak seorang dosen, yang berbagi kasih kepada orang yang butuh, khususnya dlm bidang pendidikan (sebagai inspirasi) maaf pak Wir, Bisa bantu saya untuk alamat link mencari jurnal ilmiah bhs indonesia tentang Teknologi pangan.(analisa Mikrobiologi pangan) karena berbagai cara saya belum ketemu untuk penyusunan skripsi saya

    Terima kasih Pak Wir (GBU)

  168. Salam kenal pak wir….. mo nanya dongk.
    sy melakukan alanisis struktur terhadap bangunan 3 lantai dengan portal dan rangka atap struktur baja dengan SAP 2000, terus sy bingung pak’ pada saat mau di runingnya..Set Analyesis Options sy harus pilih spae frame atau space Truss pak? karna sy pikir klo struktur rangka atap itu bersifat truss dan portalnya sendiri bersifatframe pak, sebenernya bolah apa engga tu pak melakukan permodelan penggabungan model 3D yang seperti itu? thankas pak wir

    • Konsep menggabungkan portal dan atap baja pada prinsipnya tergantung pada tahapan pelaksanaan dan sistem sambungannya. Jika portal dan struktur rangka atap dikerjakan bersama sampai selesai dan baru dibebani secara bersamaan dan diharapkan perlu bekerja sama maka tentunya pemodelannya jadi satu.

      Tapi seperti misalnya, portal dari beton, dan rangka dari baja, yang mana pelaksanaannya tidak bisa bersamaan dan juga sistem sambungannya tidak bisa menyatu (monolith) maka akan lebih mudah dan aman, jika atas dihitung dahulu, yang mana gaya-gaya reaksinya diberkan kepada portal sebagai beban tambahan.

      Jika ingin dianalisa bersamaan maka tentu untuk analysis dipilih space frame. Sedangkan jika ingin rangkanya berperilaku sebagai truss maka cukup pakai option release atau cara manipulasi lain.

  169. Salam Kenal Pak. Saya Supriadi dari Fakultas Teknik (sipil) Universutas Muhammadiyah Luwuk (SULTENG).
    Pak Wir, Saya mau tanya :
    1. apakah ada perbedaan hasil output SAP2000 (licensi) dengan SAP2000(non licensi) ?
    2. saya pernah baca bahwa bapak sudah lama tidak lagi menggunakan program ETABS. Mengapa bapak tidak lagi menggunakan program tersebut pak? apa-apa saja kekuranganya pak?

    Untuk sementara itu saja pak. Trima kasih sebelumnya.

  170. Salam Kenal Pak. Saya Sujianto dari Fakultas Teknik (sipil) Universutas Sebelas Maret Surakarta yang sedang mengerjakan skripsi tentang analisis struktur perkerasan jalan.
    Pak Wir, Saya mau tanya :
    1. dalam skripsi saya jalan saya mdelkan sebagai shel,, dalam perkerasan jalan saya ada 3 lapis, yaitu PBS, WLC, dan Sub Base yang ketiganay saya modelkan sbg shel (pelat), yang ingin saya tanayakan bagaimana cara menyatukan ke 3 pelat tsb supaya kalau pelat yang paling atas bilai dikenai beban bisa menyalur samapai pelat paling bawah….???

  171. Salom pa….
    sekarang sy lg modelin suatu bangunan yang menggunakan struktur open frame dan shaer wall mengunakan program sap 2000, na cara untuk menentukan besar gaya geser yang diserap sama shear wall itu gimana ya pa,,?
    soalx mau bandingkan gaya geser yang diserap sama shear wall dan open frame..
    Thanks…!!!

  172. Ping balik: MIDAS dan Jurusan Teknik Sipil UPH | The works of Wiryanto Dewobroto

  173. Assalamu’alaikum War. Wab.
    Salam kenal dari Lukito. Bagaimana saya bisa pesan buku “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000 Edisi Baru” + CD-nya, pak? dan berapa ongkirnya? mohon diinformasikan di e-mail: lukito75fatwa@gmail.com
    Trims,
    by Lukito, Poso, Sulawesi Tengah

    • sdr Lukito,
      Buku yang anda maksud sudah lama habis. Meskipun demikian, saat ini saya sedang berbagi waktu untuk menerbitkan edisi yang diperbaharui dengan judul “Komputer Rekayasa Struktur – dengan SAP2000″.
      Di doain ya biar cepat selesai.

  174. salam kenal pak.
    pak kalau mau cari buku panduan sap untuk ngerjain sap jembatan prategang itu bukunya judul bukunya apa ya pak. apakah saya bisa pesan bukunya?? & apakah dasar-dasar pengerjaan sap jembatan prategang sama dengan kalau mengerjakan sap gedung bertingkat. mohon infonya ya pak, terimakasih

  175. maaf terputus pak…salam knal pak..saya didi..saya ingin tau batasan dari software sap2000..kira-kira kalau kita ingin melihat kehancuran struktur dijembatan rangka baja..kehancuran apa yang bisa kita kita tinjau dengan sap2000. karena disini kita memakai profil baja…

  176. syalom,pak..
    saya dapat tugas dari dosen membandingkan hasil perhitungan sap2000 dengan manual pada portal 4tingkat , untuk manualnya saya pake fem dan cross. pas diliat hasilnya, selisih fem sama crossnya lumayan kecil, tapi sama sap2000 jauh berbeda, padahal dicek lendutannya gak jauh beda juga (selisih 0.01mm), apa saja yang perlu dicek pada sap2000 untuk memastikan hasilnya. mohon pencerahannya pak

  177. Syalom pak…
    saya kurang paham dalam menginstall SAP 200 Ver 7.40,setelah file-file tersebut saya extract dan menjalankan setupnya ternyata proses installnya tidak dapat dilanjutkan..mohon bantuannya pak.
    terimakasih

  178. Ping balik: my study | blitza85

  179. Siang Om Wir…
    Butuh pencerahannya ne om, saya dapat tugas desain kantilever steel beam dengan bentang 12 m, dikekang dengan kabel prestress diatasnya. Trus yang mw saya tanyain om:
    1. Input Material dari kabel prestress tersebut.
    2. Output Tegangan dari kabel prestress tersebut.
    3. Cek keamanan kabel prestress dengan sapnya.
    4. Ini yang paling penting om, cek manual kabel prestress tersebut. Mungkin om pny referensi (plis yang pake b. indonesia aja y om) heheehehe….
    thanks Before and Regards Om Wir.

    • pertanyaan kamu kurang jelas. Seperti misalnya, apa yang dimaksud dengan “dikekang”. Istilah terkekang, lebih banyak mengacu pada kata tertambat atau tepatnya sama seperti istilah diberikan pertambatan lateral yang mencukupi.

      Tentu saja fungsinya sangat berbeda dengan digantung.

      Maklum penjelasan ini diperlukan karena dikaitkan dengan material kabel yang kamu gunakan. Kabel lebih mudah digunakan sebagai penggantung daripada dijadikan pertambatan lateral.

      Juga kaitannya dengan tegangan prestress, apakah itu diperlukan. Apalagi bentangnya hanya sekitar 12 m. Apakah nantinya juga akan diberikan prategang sebagaimana dengan analisisnya.

      Jika kabel digunakan sebagai penggantung, maka dalam analisisnya jelas akan keluar gaya-gaya pada kabel tersebut. Memang benar, agar keluar gaya-gaya maka pada saat digunakan atau dipasang, maka kabel tersebut perlu punya ketegangan tertentu. Jika hanya itu saja, maka penggunaan clevis atau turn-buckle sudah mencukupi, tidak perlu angkur khusus.

      Sekian dulu ya, mungkin berguna.

      salam

  180. Salam Pak Wir, semoga kita dalam keadaan sehat walafiat, amiin.. n pak Wir jd sempat ngjawab keluhan saya ini.
    1) apakah kita bisa memodelkan tie beam pada model analysis kita pak, dan sekaligus dinding basementnya? yg saya pernah lihat jarang ada yg memodelkan tie beam langsung, mengapa demikian, dan apa solusinya pak?
    2) seandainya bisa, apa yg mesti kita perhatikan dalam pemodelan tie beam>dinding basement langsung pada model utama tersebut pak…
    Terimakasaih sebelumnya pak..

    • tie beam !
      Istilah tie-beam adalah sangat relatif, maklum fisiknya adalah balok yang menghubungkan kolom-kolom di bagian bawah.

      Jika fondasi di bawah kolom adalah berupa pile-cap yang besar (di atas pondasi tiang), dan tie-beam-nya relatif kecil dibanding ukuran pile-cap maka fungsi tie-beam hanya berfungsi sebagai pengikat lateral antar kolom. Untuk memastikan bahwa kolom terikat secara lateral pada saat gempa. Jika kondisi ini yang menentukan maka tie beam cukup didesain menerima 10% dari gaya aksial kolom (besarnya 10% kelihatan ditentukan oleh code, bukan dari hasil analisa struktur). Adanya lantai pada level ini menyebabkan ketentuan ini tidak terlalu berarti, maklum lantai dapat bekerja sebagai diagframa. Jika itu terjadi, maka umumnya perencanan tie-beam ditentukan oleh berat lantai (itu kalau lantainya menyatu).

      Jika dibawah kolom dipasang tiang pancang,maka pengaruh differential settlement bisa diabaikan. Kalaupun mau dihitung hanya sebagai penambah faktor aman apabila nanti terjadi kegagalan fondasi. Kecuali khusus untuk pile cap yang terdiri dari hanya 1 atau 2 tiang (pancang atau bor) maka tie beam diperlukan untuk memikul momen dari kolom.

      Pemodelan tie-beam biasanya diabaikan adalah untuk penyederhanaan saja. Maklum gaya-gaya yang terjadi pastllah dari kolom yang dihubungkannya saja. Juga dinding basement diabaikan untuk perencanaan struktur atas adala untuk penyederhanaan. Tetapi ternyata dimensinya terbatas dan akan menerima gaya gempa yang besar maka tentu saja perlu dimasukkan dalam model. Hanya saja memodelkan efek spring akibat gaya lateral tanah adalah tidak mudah untuk mendapatkan nilai yang tepat. Maksudnya, sudah susah-susah memodelkan, eh ternyata hasilnya tidak tepat juga. Jadi bisa saja mubazir.

  181. Penasaran bagaimana bangunan tinggi di masa lalu dihitung…….saya jadi melihat ada kondisi bahwa ketergantungan kita pada tools program begitu tinggi…apalagi mahal kalau beli aslinya…bagaimana dengan sense kita terhadap perilaku bangunan?…
    Saya berharap suatu masa pak wir bisa membuat buku soal filsafat bangunan secara sederhana…saya teringat mario salvadori yang membuat sebuah buku kecil ttg seni struktur.. kesederhanaan itu membuka kerumitan…
    teruskan perjuanganmu bung wir…untuk bangsa Indonesia……

  182. sepertinya tak bisa di download? mohon bantuannya, mau di pake belajar Mner, soalnya saya barusan beli bukunya Mner.

  183. Ping balik: advanced science bagi para mahasiswa | The works of Wiryanto Dewobroto

  184. Pak..
    saya mohon diberi pencerahan..
    memasukkan Strand, cable ato tulangan untuk batang tarik kanopi itu bagaiman input ke staadpro-nya??
    di section wizard kok g mau di add..
    tolong dengan sangat pak..

  185. Bukunya bagus sekali pak, oh yah ada yang mau saya tanyakan menu “prestressing” untuk masalah “PC BEAM” beton prategang pada SAP2000 versi yang lebih baru dari versi student version terletak dimana yah? koq saya udah cari2 tetep gak ketemu (SAP 2000 v10 dan v14). soalnya di dalam buku bapak contohkan memakai versi student

    • prestressing pada program versi lama (v7.4) dianggap sebagai beban ekivalen saja seperti analisis cara manual balok prategang. Adapun yang baru, selain sebagai beban ekivalen maka keberadaan tendon juga menyumbang kekakuan. Itulah mengapa pada program baru disebut element Tendon, seperti juga element Frame atau element Shell. Ini sangat berguna misalnya untuk mendesain lantai prestressed, karena dengan element Tendon kekakuan bertambah tidak sekedar pengaruh lentur tetapi juga efek membran yang terjadi.

      • pada program versi baru tendon di draw secara tersendiri yah pak? apa tidak bisa kita masukkan tendon tersebut pada balok seperti pada versi student? oh ya pak mau tanya lagi, apa bedanya Eigen Vectors dan Ritz vektor pada pembebanan dynamik, terus bagaimana caranya kita tau berapa jumlah “mode shape” yang diperlukan untuk mengetahui frekuensi alami struktur

        • yang versi baru juga ada pilihan, apakah perilakunya seperti dulu(hanya dianggap sebagai beban) sebagai menyumbang kekakuan. Maklum, perhitungan cara manual khan umumnya hanya menganggap sebagai beban. Untuk tepatnya baca bukunya Naaman atau T.Y Lin tentang beton prategang.

          Eigen Vectors atau Ritz Vector adalah algorithma numerik untuk penyelesaian natural frekuensi pada analisa dinamik. Menurut pembuat program SAP, algoritma yang terakhir lebih teliti. Keduanya merupakan pilihan waktu menghitung T dinamik.

          Seberapa banyak mode ditentukan oleh persyaratan minimum 90% dari Modal Participaton Factor. Jadi jika misalnya struktur kantilever satu tingkat (yaitu satu titik nodal di atas saja) dan yang diaktifkan hanya 1 d.o.f saja arah lateral misalnya, maka dengan 1 d.o.f itu akan dihasilkan 100% Modal Participation Factor. Tetapi kalau katakanlah kantilever tersebut dibagi jadi kata 4 elemen jadi ada 4 nodal bebas di atasnya, lalu hanya digunakan dua mode shape maka pasti Modal Participation Factor-nya hanya 50%, jadi kurang, dan sebagainya.

          Untuk jelasnya lihat buku SAP2000 karangan saya tentang analisa dinamik, seperti di halaman 263 atau 347. Kalau belum punya, buku tersebut bisa diorder di http://lumina-press.com

  186. maaf, menggangu Pak.. saya sudarman, mahasiswa teknik sipil yg lagi smntara mau susun skripsi. saya tertarik dengan materi jurnal bapak tentang Pushover,. namun saya kurang referensi tentang pushover dan bagaiman step – step pemodelan pushover pada SAP2000…. mohon penjelasanya..
    atas penjelasanya saya ucapkan banyk terima kasih.

  187. Pak Wir mohon pencerahannya ne Pak,
    1. Apa perbedaan antara shell,pelat,dan membrane?
    2. klu untuk design rumah tinggal atau office 2-3 lt sebaiknya kita menggunakan yg mana?
    3. saya ada case project, sistem structurenya lantainya menggunakan sistem panggung atau seperti platform,balok-baloknya menggunakan profil baja WF dan lantainya menggunakan bondek dan concrete. tetapi lantai tersebut akan digunakan untuk access porklift, yang mau saya tanyakan klu lantai tersebut saya modelkan diSAP 2000,sebaiknya menggunakan yg mana shell,pelat atau membrane?,dan untuk menginput beban porkliftnya permodelannya seperti apa?

    Terima Kasih
    Salam
    Hendra

  188. Pak salam kenal ! saya Taufiq Efendi dari blitar, saya pengen beli buku bapak yang terbaru tapi di blitar kok belum ada ya pak?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s