Sebagai structural engineer atau insinyur (mahasiswa) teknik sipil yang menggeluti perencanaan konstruksi baja tentu akan mengetahui bahwa literatur bermutu untuk perencanaan struktur baja di Indonesia relatif susah didapat. Meskipun sudah ada SNI 03-1729-2000, tetapi keberadaaannya belum mencukupi. Dengan demikian bagi yang profesional, acuan asing masih menjadi rujukan utama. Salah satu yang populer adalah dari AISC (American Institute of Steel Constructions).
Bagi yang belum memiliki atau ingin dokumen yang teranyar , yaitu AISC 2005 (cetakan ke dua) ternyata dapat di down-load secara gratis di internet.
Dokumen yang dimaksud adalah:
Specification for Structural Steel Buildings, March 9, 2005
(ANSI/AISC 360-05)
2005 Specification provides the generally applicable requirements for the design and construction of structural steel buildings and other structures. This ANSI-approved specification is the first edition to incorporate both allowable stress design and load and resistance factor design methods. The design provisions for single angles and hollow structural sections are also included. Dual-units format provides for both U.S. customary and S.I. units.
Bila sesuai dan ingin mendapatkannya . KLIK aja INI







22 tanggapan so far ↓
Victor // Februari 24, 2007 pada 3:02 am
Terima kasih kalau Pak Wiryanto sudah mengshare AISC 2005 mudah mudahan informasi ini berguna bagi kita semua
Inra // April 10, 2007 pada 9:12 am
ThanQ Pak Wir
vianteo // Juli 25, 2007 pada 10:00 am
bagus neh sitenya, thank ya Pak Wir. oh iya kalo bisa dibanyakin tentang struktur dinamik.
JBU
Okta // September 25, 2007 pada 12:53 am
thanks pak wir. it’s great.
alfonso // September 25, 2007 pada 10:31 pm
Could you help me to get the ASCE-7-05.
rEGARDS….
donald essen // September 27, 2007 pada 12:04 am
To Alfonso browse this blog, someone already upload it.
amanda // Oktober 10, 2007 pada 2:41 am
pak saya akan mengambil tugas akhir tentang kuda kuda yg menggunakan profil curcular hollow sections dengan square hollow sections,nah saya bingung menentukan sambungan tg sesuai untuk kedua profil tersebut,barangkali bapak bisa membantu kesulitan saya tersebut
Hananto // Oktober 29, 2007 pada 7:19 am
mas wir…
kalo british standard pernah browsing ndak? kalo ada yang gratisan boleh juga. terutama BS 5950
salam
Hananto
badaruddin // Oktober 30, 2007 pada 9:31 am
Amanda,
Yang pernah saya lihat dan saya kerjakan untuk truss yang terbentuk dari circular hollow section (pipe) atau square hollow section , biasanya menggunakan welding joint (sambungan las) atau menggunakan joint ball. Untuk type welding joint bisa anda temukan di AWS D.1.1, sambungan ini sering kita jumpai pada konstruksi jacket platform 3 leg.
salam
badar
Wisnu Kusumoaji // Oktober 31, 2007 pada 2:13 pm
Untuk Mas Hananto khususnya dan Pak Wir serta seluruh pengunjung BLOG ini pada umumnya, emang kayanya di sini belom ada ya yang posting British Standard, ini saya baru upload-in di rapidshare:
upload ternyata lama juga ya..speednya kok ngedrop tinggal 10 kbps..
ya sudahlah, semoga terbantu..
Daftar isi file:
BS 5950-1 : 2000 Structural Use of Steelwork in Building
Part 1 : Code of Practice for Design - Rolled and Welded Sections
BS 8110 Structural Use of Concrete
Part 1 : Code of Practice for Design and Construction (1997)
Part 2 : Code of Practice for Special Circumstances (1985)
Part 3 : Design Charts for Singley Reinforced Beams, Doubly Reinforced Beams and Rectangular Columns (1985)
linknya di sini nih..
http://rapidshare.com/files/66491073/British_Standard.rar
oh iya, Pak Wir..
Bapak punya standard (peraturan) untuk ngitung chimney ga?
seperti CICIND Model Code for Concrete Chimneys, atau ACI 307-88?
apa di perpus UPH ada?
bisa dicopy ga ya kalo ada?
terima kasih..
Wassalam.
Wisnu Kusumoaji
mulyadi // Nopember 4, 2007 pada 12:05 pm
salam kenal pa wir….langsung saja, kan judul TA aku adalah struktur baja dengan menggunakan sni 2002 trus ada tidak dasar dari sni 2002 selain aisc 2005. aku dengan ada panduan aisc 2000 ata 89 mohon klo ada link. makasih
jaka // Nopember 23, 2007 pada 6:15 pm
pagi pak wir..
salam kenal dari saya.
bisa kasih referensi tentang perencanaan PC-I girder menurut standart (ACI, SKBI, AASHTO, BMS, BS, PCI, NI 2 PBI). Buat laporan KP ku.
coz, sulit banget browsing nya (mungkin mang ako gak tau aja…he.he), yng penting standar perencanaan PC-I girder, klo bisa sech yang komplit. (maaf ngrepotin). blsnya di (jack_sipil@yahoo.com). maturnuwun sanget
Asep Setiawan // Desember 22, 2007 pada 2:11 am
Nice Blog Mr. Wiryanto
Thanks for AISC 2005
Good luck…..God bless you.
Regards
Maschun A // Februari 8, 2008 pada 11:35 pm
Pagi Pak Wir, Salam kenal
lansung saja, saya mahasiswa UNS sedang mengerjakan skripsi menggenai analisis drift dengan kombinasi bracing type X dan type inverted V, mohon diberikan referensi yang memuat kedua jenis bracing tersebut. Thanks
ASD atau LRFD « The works of Wiryanto Dewobroto // Februari 12, 2008 pada 9:06 pm
[...] Masa-masa menunggu memang menimbulkan banyak tanda tanya. Tetapi karena “barangnya baik”, ya begitulah akhirnya tetap kepakai lagi. Itu dibuktikan dengan adanya ANSI/AISC 360-05 yang didalamnya terintegrasi keduanya, ASD dan LRFD dalam satu dokumen resmi. Jika belum pernah baca dan ingin punya, down-load aja di sini. [...]
eko // April 8, 2008 pada 2:26 am
Salam Kenal Pak Wir!
Saya design struktur Gable dengan tinggi kolom 14 m yang terbagi atas 8m kolom beton dan 6m kolom baja yang diangkur diatas kolom beton.
Saya design dengan SAP 2000. Bagaimana cara yang benar memodelkan hubungan kolom beton dan baja pada angkur?
Thanks for your advice!
SALAM EKO
amanda // April 11, 2008 pada 6:41 am
slm knal pak wir, sya msh bingung untk mnentukn jnis smbungan yg sesuai untk profil Hollow terutama CHS dan SHS, mgkin bpk bs mmbntu ksulitan sy tersebut:-)makasih
Amanda
amanda // April 11, 2008 pada 6:44 am
slm knal pak wir, sya mw mnyakn ttg perhitungan smbungab las untuk profil hollow
Amanda
wir // April 11, 2008 pada 7:15 am
@Eko,
Berbicara tentang cara pemodelan, wah bisa sangat banyak sekali variasinya. Tentu itu dipengaruhi oleh pengalaman, wawasan dari si perencana.
Meskipun demikian, ada kata kunci, yang kelihatannya menjadi benang merah dari setiap strategi tersebut, yaitu : (a) carilah model yang sederhana yang mudah dipahami cara kerjanya oleh si perencanan tersebut, jangan ikuti cara orang lain jika anda sendiri bingung; (b) konsisten-lah terhadap pemodelan yang anda pilih, mulai dari saat analisis, design, bahkan pada tahap pelaksanaannya. Jika ada yang menurut anda tidak konsisten maka cari tahu mengapa, dan apa resikonya. Jika tidak tahu jangan coba-coba melawan prinsip “konsisten” tersebut.
Berkaitan dengan problem yang anda hadapi, maka ada beberapa strategi yang dapat anda pilih.
Cara pertama, yang menurut saya cukup konservatif adalah :
* Pisahkan keduanya menjadi dua struktur yang berdiri sendiri. Dalam hal ini gable baja ketinggian 6 m tersebut dianalisis sebagai struktur gable-tumpuan-sendi-sendi. Baik terhadap gaya vertikal maupun lateral.
* selanjutnya, struktur kolom beton dianalisis sebagai struktur kantilever (Bawahnya terjepit). Reaksi-reaksi hasil analisis dari gable baja dipindahkan ke kantilever dan dijadikan beban.
Perlu diperhatikan bahwa sambungan kolom baja dan beton harus dapat mengatisipasi gaya lateral, yaitu aka ditahan oleh baut. Juga tempatkan baut dibagian dekat garis netral, ingat kita khan menganggapnya sebagai sendi.
Kalau anda menganggapnya sebagai jepit, ya bisa saja, tetapi detailnya lebih “berat”. Anda harus chek pengangkurannya segala.
Cara kedua: Ingin lebih aman lagi, yaitu anggap sebagai struktur gable sendi-rol, cara ini akan lebih boros, tetapi juga tergantung bentangnya. Rafternya akan lebih besar dibanding cara pertama. Hanya saja, gaya lateral reaksi pada kolom baja pada bagian bawah tidak ada.
Jadi nanti untuk perencanaan kolom beton, maka gaya lateral yang ditinjau hanya akibat beban sementara aja. Jika gable-nya bisa diganti dengan truss, mungkin cara ini cukup efektif.
Pada cara kedua ini, sistem pondasi pada kolom beton akan lebih ringan dari yang cara pertama.
Yak, itu mungkin dua cara yang umum di pakai.
@Amanda
detail sambungan profil Hollow memang menarik. Tentu saja ini tergantung dari fungsinya, apakah sebagai kolom tarik atau tekan, atau sebagai balok.
Ingat hollow cocok untuk batang tekan, karena punya r (radius girasi) yang paling besar untuk A yang sama.
Sistem hollow untuk kolom besar banyak dikembangkan di Jepang. Konsep sambungan yang sering diadopsi adalah dibuat stub khusus, dimana detail sambungan dipindahkan tidak pada satu titik yang sama. Biasanya yang dipilih adalah sistem sambungan end-plate.
O ya itu tadi sambungan baut, maksudnya adalah baut untuk di lapangan, sedang las untuk di fabrikasi. Adapun strategi perencanaan las, rasanya sama seperti yang lain. Jika bisa dengan las tumpul penuh maka bisa dianggap sekuat pelat tersebut. Hanya jika las sudut, maka harus dihitung.
O ya, untuk las, yang penting adalah pelaksanaannya harus baik.
Mungkin begitu amanda.
amanda // April 15, 2008 pada 4:30 am
trima ksh byk y p.wir udh mnjwab prtanyaan sya.Yang saya tanyakan lagi ttg sambungan las untuk kuda kuda yg menggunakan profil hollow CHS dan SHS, mungkin bapak bs memberitahu sya literatur yg berkaitan dgn hal tersebut. Sebelumnya sya sampaikan terima kasih banyak ya pak wir
Y.W // Juni 12, 2008 pada 8:16 am
kenapa ya AISC 2005 nya ngak bisa di down load???
mohon bantuannya saudara sekalian..
Good References - All About Structural Engineering For Free « gatotsipil // Juli 3, 2008 pada 6:01 am
[...] SNI 03-1729-2002 ya. http://wiryanto.wordpress.com/2006/12/03/aisc-2005-gratis/ =================================================================================== A m e r i c a n [...]
Tinggalkan Komentar