** free books **

ISBN: 0070087822
Title: Structural Steel Designer’s Handbook, 3rd edition, 1999-11
Author: Roger L Brockenbrough, Frederick S. Merritt
Publisher: McGraw-Hill Professional
Publication Date: 1999-11-11
Number Of Pages: 1208
Editorial Description
The only A-Z guide to structural steel design Find a wealth of practical techniques for cost-effectively designing steel structures from buildings to bridges in Structural Steel Designer’s Handbook by Roger L. Brockenbrough and Frederick S. Merritt The Handbook’s integrated approach gives you immediately useful information about:
- steel as a material - how it’s fabricated and erected
- how to analyze a structure to determine internal forces and moments from dead, live, and seismic loads how to make detailed design calculations to withstand those forces
This new third edition introduces you to the latest developments in seismic design, including more ductile connections, and high performance steels…offers an expanded treatment of welding….helps you understand design requirements for hollow structural sections and for cold-formed steel members….and explores numerous design examples. You get examples for both Load and Resistance Factor Design (LRFD) and Allowable Stress Design (ASD).
This edition of the handbook has been updated throughout to reflect continuing changes in design trends and improvements in design specifications. Criteria and examples are included for both allowable-stress design (ASD) and load-and-resistance-factor design (LRFD) methods, but an increased emphasis has been placed on LRFD to reflect its growing use in practice.
CONTENTS
title (PDF 44 kb) ; preface (PDF 38 kb); t.o.c (PDF 252 kb) ; index (PDF 2123 kb)
Section 1. Properties of Structural Steels and Effects of Steelmaking and Fabrication
Roger L. Brockenbrough, P.E.
(PDF 299 kb)
Section 2. Fabrication and Erection
Thomas Schflaly
(PDF 214 kb)
Section 3. General Structural Theory
Ronald D. Ziemian, Ph.D.
(PDF 893 kb)
Section 4. Analysis of Special Structures
Louis F. Geschwindner, P.E.
(PDF 429 kb)
Section 5. Connections
William A. Thornton, P.E., and T. Kane, P.E.
(PDF 769 kb)
Section 6. Building Design Criteria
R. A. LaBoube, P.E.
(PDF 844 kb)
Section 7. Design of Building Members
Ali A. K. Haris, P.E.
(PDF 230 kb)
Section 8. Floor and Roof Systems
Daniel A. Cuoco, P.E.
(PDF 580 kb)
Section 9. Lateral-Force Design
Charles W. Roeder, P.E.
(PDF 392 kb)
Section 10. Cold-Formed Steel Design
R. L. Brockenbrough, P.E.
(PDF 320 kb)
Section 11. Design Criteria for Bridges
Part 1. Application of Criteria for Cost-Effective Highway Bridge Design
Robert L. Nickerson, P.E., and Dennis Mertz, P.E.
(PDF 426 kb)
Part 2. Railroad Bridge Design
Harry B. Cundiff, P.E.
(PDF 190 kb)
Section 12. Beam and Girder Bridges
Alfred Hedefine, P.E.,John Swindlehurst, P.E., and Mahir Sen, P.E.
(PDF 1,126 kb)
Section 13. Truss Bridges
John M. Kulicki, P.E., Joseph E. Prickett, P.E.,and David H. LeRoy, P.E.
(PDF 379 kb)
Section 14. Arch Bridges
Arthur W Hedgren, Jr., P.E.
(PDF 1,138 kb)
Section 15. Cable-Suspended Bridges
Walter Podolny, Jr., P.E.
(PDF 1,224 kb)






90 tanggapan so far ↓
christian // Februari 11, 2007 pada 4:53 pm
Pak, saya ada beberapa pertanyaan:
1. Apakah ada tabel koefisien momen (pada perencanaan plat) berdasarkan SNI 2002 ?
2. Apakah perencanaan dinding basement (yang sisi bawah&atasnya menumpu pada balok, dan sisi kiri&kanannya menumpu pada kolom) bisa direncanakan dan dianggap sebagai plat lantai?
3.Bagaimana merencanakan kolom berdasarkan orde ke dua, di buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0 (Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03-2847-2002) bapak yang terbaru kurang terlalu dibahas mengenai kolom?
4. Apakah perbedaan SNI 2002 dan SNI 1992 selain nilai beta1, faktor beban yang tidak tercantum di Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03-2847-2002 bapak ?
5. Apakah yang dimaksud dengan SPRMK, SPRMM,?
Terima kasih atas bantuannya, dan mohon segera dijawab ya pak …….
Nb : Oia, Saya punya SNI 1726-2002
wir // Februari 12, 2007 pada 12:17 am
Wah artikel di atasnya dibaca nggak nih saya mas Christian, di atas baja tapi koq yang ditanyakan ttg beton. Tetapi ok-lhah, saya coba jawab ya.
**tabel koefisien momen**
Tabel koef. momen spt yang ada tabel PBI 71 sudah tidak ada sejak SNI 1991, karena seperti diketahui bahwa peraturan kita mengacu pada ACI code yg juga sudah tidak mencantumkannya. Sebagai gantinya di berikan dua metode yaitu DDM (direct design method) dan Portal Equivalent. Tetapi kalau melihat aplikasi di dalam praktek, sebagian besar masih memakai tabel PBI 71, materi tsb juga masih sy ajarkan di UPH. Sedangkan untuk problem slab yang lebih rumit (flat slab dll) umumnya langsung pakai program SAFE (satu rumpun dengan SAP2000).
**perencanaan dinding basement**
Secara prinsip sebenarnya tidak ada masalah. Tetapi untuk dinding basement ada hal-hal yang perlu diperhatikan bahwa tekanan lateral dari tanah dan air di luar dinding umumnya lebih besar dibanding pembebanan lantai pada umumnya, selain itu yang menjadi perhatian utama bahwa kekuatan tidak menjadi ukuran utama, bahkan kadang-kadang faktor kedap air perlu menjadi pertimbangan, selain itu tebal beton penutup juga perlu diperhatikan karena berhubungan langsung dengan tanah (meskipun ada water-proofing sekalipun).
**desain kolom orde ke-2**
Pada prinsipnya dapat di atasi dengan momen rencana yang diperbesar (momen magnificient factor) sedangkan diagram iteraksi tetap. Pembesaran momen juga dapat diperoleh dari program, saya melihat analisa P-Delta dapat dengan mudah dikerjakan dengan program misal SAP2000 atau ETABS.
Selain itu saya memang sengaja tidak membahas ttg hal tersebut, pengalaman menunjukkan bahwa sebagian besar kolom dalam praktek adalah kolom pendek apalagi kalau kolom tersebut dari beton bertulang.
Juga tidak disarankan digunakan kolom langsing (yg wajib di perhitungkan dengan cara khusus, misal orde ke-2) untuk struktur tahan gempa. Jika arsiteknya memaksa maka jadikan kolom tersebut sebagai kolom struktur sekunder (tidak memegan peran banyak) dan didesain seperti balok (misalnya).
**SNI lama dan baru**
O ya tidak, yang paling besar pengaruhnya adalah faktor reduksi pada geser. Silahkan lihat kembali.
**SPRMK, SPRMM**
kayaknya apa ya .. buku saya nggak membahasnya lho, apa ya itu. Type str thn gempa ya.
wir // Februari 15, 2007 pada 8:07 pm
**Nb : Oia, Saya punya SNI 1726-2002**
bagi-bagi dong.
Victor // Februari 22, 2007 pada 5:38 am
Pak, saya usul supaya di buku bapak tentang sap 2000 yang akan datang, dibahas juga mengenai bagaimana merencanakan struktur baja yang ekonomis menggunakan SAP 2000, atau desain struktur bangunan industri yang memikul beban dinamis dari crane bridge girder menggunakan SAP 2000.
Saya sedang mengambil tugas disain struktur baja di UK Petra, Saya mendapatkan tugas disain bangunan industri dan saya ingin merencanakan steel box girder, bisakah penampang steel box girder dimodelkan di SAP 2000 memakai Assign-Frame Sections?
Victor Jasuli Gomez, Civil Engineering Petra Christian University
wir // Februari 22, 2007 pada 6:46 am
Sdr. Victor di PETRA
Usul anda diperhatikan. Trims.
EDISI BARU sudah masuk ke penerbit, halamannya sudah full 590 page , jumlah maksimum yang ditetapkan penerbit. Penerbit Elex Media masih belum yakin buku tersebut cepat diserap pasar. Jika pasar menyerap dengan baik, maka edisi selanjutnya dapat dengan mudah ditingkatkan. Mohon saudara Victor membantu, khususnya menginformasikan ke teman-teman di PETRA. O ya, prof Benjamin aja merekomendasikan lho, nanti pada beli ya.
**SAP untuk perencanaan baja.**
Untuk “analisa struktur” steel box girder, ya tentu saja program SAP2000 bisa. Prinsipnya jika anda bisa memodelkannya, maka program SAP2000 mampu untuk hampir semua struktur yang umum.
Tetapi untuk “desain steel box girder”, rasanya program SAP2000 belum bisa, khususnya yang berkaitan dengan stabilitas lokal komponen box girder, jadi harus dianalisis secara manual atau program lain.
Victor // Februari 23, 2007 pada 4:03 am
Pak, apa bedanya asumsi moment frame dan braced frame dalam perencanaan portal baja ?
Pada waktu saya selesai menganalisa struktur baja saya melakukan check dengan mengklik Design-Start Design / Check structure, ternyata profil baja yang saya desain rasionya 0.89 tetapi muncul warning Steel Stress Check Messages kl/r >200. apakah profil saya termasuk langsing sehingga tidak bisa dipakai ?
Bagaimana mendesain profil baja sehingga mendapatkan ukuran yang ekonomis?
Jika kita sudah mendesain profil yang ekonomis di SAP 2000, apakah bisa kita memverifikasinya dengan perhitungan memakai SNI-03-1729-2002 ?
Victor Jasuli Gomez,
Civil Engineering Petra Christian Univerity
wir // Februari 23, 2007 pada 4:26 am
**apa bedanya asumsi moment frame dan braced frame**
ya jelas beda, satu portal bergoyang dan yang satunya tidak bergoyang, perhitungan faktor tekuknya khan lain. Jadi bisa saja pada momen frame profilnya tidak masuk tetapi jika diubah ke braced frame maka profilnya jadi masuk.
AGENG // Februari 25, 2007 pada 2:36 am
Pagi pa, pada buku gempa anda yang berdasarkan SNI baru yang warna sampulnya krem dan biru saya ada beberapa pertanyaan:
1. Pada perhitungan joint balok-kolom semua Vu
Ageng // Februari 25, 2007 pada 2:41 am
Pagi lagi Pak, ada yang kelupaan
Dalam perencanaan balok tinggi, untuk kebutuhan tulangan lentur balok tinggi apakah perhitungannya sama dengan perhitungan balok biasa???
Matursuwun
wir // Februari 25, 2007 pada 9:02 am
**buku gempa anda **
Rasanya sampai saat ini saya belum mengeluarkan buku gempa ! Ilmu gempa saya belum cukup matang untuk ditularkan untuk orang lain. Moga-moga nanti ada. Amin.
**perencanaan balok tinggi**
Jelas TIDAK SAMA dengan perhitungan balok biasa !!. Di SNI baru dijelaskan dengan TEGAS, karena di SNI kita belum ada metode yang dapat dipakai sebagai rujukan. Makalah saya ttg Transfer-Wall yang saya presentasikan di Unika Sugiyapranata Semarang (Desember 2006) adalah sebagai contohnya, dimana untuk itu perlu memakai metode strut-and-tie-model dari ACI 318-2002.
Makalah tersebut belum saya publikasikan secara luas karena sedang dikembangkan lagi untuk dipublikasikan di Conference Int di UPH yaitu EACEF 26-27 September 2007 bersama-sama dengan expert-expert dari PT. Gistama Intisemesta, Consulting Engineers.
Saya berharap anda dapat datang dan berpartisipasi di EACEF, untuk saling bersama-sama mengembangkan kompetensi kita dibidang civil engineering. Semoga.
marni // Maret 28, 2007 pada 5:20 am
Pak, saya sedang mempelajari desain baja berdasarkan SNI baja terbaru dengan salah satu code yang digunakan oleh SAP2000 yaitu AISC-LRFD 1993. yang ingin saya tanyakan adalah : apa pengertian dari istilah compact, noncompact dan slender yang ada di SAP2000 Steel Design Manual
wir // Maret 28, 2007 pada 3:01 pm
SNI baja terbaru ?
SNI 03-1729-2002 ya.
Ok saya akan gunakan SNI tersebut sebagai dasar menjawab pertanyaan Marni.
Pengertian tentang compact, non-compact dan slender yang ada di SAP2000.
Untuk menjawab secara tuntas, sebenarnya di SNI kita sudah tersurat tetapi tidak jelas, khususnya jika tidak tahu sejarahnya. Oleh karena itu, saya anjurkan anda membaca dengan baik buku sumber rujukan dari SNI kita yaitu AISC, yang terbaru bahkan bisa anda download gratis di http://wiryanto.wordpress.com/2006/12/03/aisc-2005-gratis/ .
Penampang compact, non-compact dan slender adalah kategori perilaku penampang berdasarkan perbandingan lebar/tebal dari bagian penampang tersebut.
Dalam SNI nilai perbandingan disajikan dalam Tabel 7.5-1 halaman 30 - 32.
AISC memberikan penjelasan sangat lengkap ttg istilah tersebut, yah maklum AISC sampai lebih 500 halaman (belum ttg komentarnya) sedangkan SNI cuma kurang dari 200 halaman. Jadi ada yang disingkat atau dihilangkan. Yah, jadi kalau baca novel di potong-potong itu kayak apa sih. Ya seperti itulah.
Pengakategorian tersebut dimaksudkan untuk melihat perilaku penampang bila mengalami tegangan tekan, baik akibat tekan aksial maupun tekan lentur. Ini untuk mencegah bahaya TEKUK LOKAL.
Perilaku yang dimaksud adalah :
COMPACT , penampang profil mampu mencapai momen plastis dan mampu membentuk sendi plastis
NON-COMPACT, penampang profil mampu mencapai momen plastis tetapi sebelum terbentuk sendi plastis akan mengalami tekuk lokal (fail).
SLENDER, penampang sebelum mencapai momen plastis sudah mengalami tekuk lokal.
Profil SLENDER di SNI belum ada cara perencanaannya.
Moga-moga berguna.
Inra // April 9, 2007 pada 7:18 am
Salam Kenal Pak,
Saya Punya Saran Gimana Kalo di Buku Bapak yang akan terbit Dilakukan Studi kasus, Misalnya Pembangunan Ruko atau Jembatan.
Studi kasusnya di mulai dari Perhitungan Pembebanan sampai Disain Struktur Yang ekonomis dengan SNI 2002.
Yah ini sekedar saran Pak
wir // April 9, 2007 pada 11:53 am
Ide BAGUS. Tapi kayaknya itu untuk buku yang benar-benar baru khan.
Karena kalau dimasukkan kebuku SAP maka jelas jumlah halaman yang sekarang yang 590 halaman sudah terlalu tebal.
Untuk Studi kasus maka sebaiknya harus ada proyek yang sesungguhnya. Saya sudah lama nggak pegang proyek , ada yang mau bantu.
Inra // April 10, 2007 pada 8:20 am
Siang Pak Wir,
Yup Bukunya Pasti tebal Pak Wir, Tapi Kenapa enggak di bagi dalam dua jilid, Saya yakin pembaca tidak akan merasa keberatan. Gimana Pak : )
wir // April 10, 2007 pada 11:31 am
**Tapi Kenapa enggak di bagi dalam dua jilid**
Itu editornya, pengalaman jika dibagi dua maka tidak semuanya dibeli , paling-paling jilid 1 atau jilid 2 aja.
Selain itu, kalau ada studi kasus lengkap maka materi tersebut jadi tidak cocok dipakai sebagai materi kuliah. Seperti diketahui bahwa bukuku SAP2000 tersebut sebenarnya adalah materi perkuliahan yang aku berikan di UPH yang judulnya adalah Komputer Rekayasa Struktur.
Materi kuliah tersebut adanya hanya di UPH, oleh karena itu satu-satunya maka aku sebagai penanggung jawab perlu menunjukkan bahwa memang materi yang aku berikan adalah materi yang berbobot, caranya yaitu tadi aku OPEN ke masyarakat. Sehingga masyarakat ilmiah luar bisa mengevaluasi langsung.
othep // April 12, 2007 pada 4:25 pm
pak kok section 6 ama 7 nya ga ada pdf file nya???
jd ga lengkap deh…
any way thx bgt lho pak wir…
wir // April 13, 2007 pada 8:23 am
Sekarang udah lengkap lho !
othep // April 16, 2007 pada 7:17 am
thx ya pak…
pak wir, ak baru mo nyusun skripsi tentang balok baja dengan metoda LRFD.
menurut bapak kalo sistematika penulisan nya begini gmn???
BAB I pendahuluan
Latar belakang, tusar, metodologi,sistematika…
BAB II Material Baja
jelasin ttg material baja dan istilah2 yg mungkin ntar ditemuin… seperti leleh, lelah, parameter2 baja..
BAB III LRFD
jelasin tentang statikanya LRFD, faktor beban dan tahanan… filosofynya jg…
BAB IV Desain dan analisis Belok Baja
dasar teori desain dan analisis balok sekalian ada studi kasusnya…
oh ya… untuk studi kasus kita menghitung semua elemen strukturnya… sambungan jg ikut…
BAB V Kesimpulan
othep // April 16, 2007 pada 7:18 am
thx ya pak
wir // April 16, 2007 pada 11:51 am
sdr Othep,
kayaknya isinya nanti cocoknya sebagai textbook gitu atau diktat kuliah, kalau untuk skripsi kurang cocok.
Kenapa ?
Karena nggak kelihatan masalah apa yang akan anda pecahkan atau yang akan dibuktikan , atau apa gitu.
Skripsi yang paling penting bahwa mahasiswa (dibantu dosen) bisa menunjukkan ’suatu masalah’, juga berargumentasi bahwa sesuatu tadi cukup layak untuk dibahas dengan ditunjukkan perhatian orang terhadap masalah tsb (bab 2 ttg studi pustaka), selanjutnya tunjukkan strategi apa yang akan anda kerjakan untuk menyelesaikan masalah tersebut (bab 3 atau 4) dan akhirnya kesimpulan dari apa yang anda kerjakan tersebut. Ok.
Tetapi kalau hal tersebut menurut dosen pembimbing sudah OK, ya gimana lagi, ikuti aja. Semoga sukses.
khidir // April 17, 2007 pada 11:20 am
Pak saya sedang menyusun Tugas Akhir Perencanaan Struktur Baja Gedung Supermarket Dengan Metode LRFD. apakah metodenya sama dengan SNI 03-1729-2002 ya?
wir // April 17, 2007 pada 11:45 am
mirip (nggak semua) dan lebih sederhana.
Elvin // April 21, 2007 pada 3:03 pm
Pak, dimanakah keunggulan dari SAP 2000 dibandingkan dengan program STAAD-PRO dan selain itu apakah saja kelemahan dari masing-masing program. Karena selama ini saya mempelajari program STAAD-PRO dan jarang sekali orang yang menggunakan program tsb. Apakah program yang saya pelajari selama ini kurang bagus atau “kadaluarsa” untuk digunakan artinya (boros untuk perencanaan/tidak aman dsb). Mohon infonya, trima kasih.
wir // April 21, 2007 pada 3:30 pm
Sdr. Elvin, saya tidak familiar dengan program STAAD-PRO sehingga saya belum dapat membandingkan langsung antar keduanya. Tetapi ada survey dari Modern Steel Construction yang mungkin membantu untuk mengevaluasi keduanya, tertarik klik aja ini link-nya.
Berdasarkan pengetahuan saya selama ini, kedua program relatif dikenal oleh para structural engineer, konsultan yang banyak menangani gedung banyak yang terbiasa dengan SAP2000, sedangkan konsultan yang banyak menangani bangunan industri (minyak dsb) cukup banyak yang familiar dengan STAAD-PRO, mereka umumnya beralasan karena modul desainnya khususnya untuk baja cukup lengkap.
Bisa menguasai kedua-duanya tentu saja sangat baik. Hanya saja karena mungkin faktor malas, atau juga kebiasaan yang menyebabkan seseorang lebih prefer ini daripada yang lain. Sebagai misalnya saya, karena sejak pengalaman di konsultan dulu sudah memakai SAP2000 dan diberbagai masalah ternyata terbukti dapat diandalkan maka menjadi pertanyaan mengapa harus yang lain.
Tentang kadaluwarsa, wah rasanya tidak itu. Bagaimanapun, software yang kita gunakan itu hanya sekedar alat, tidak ada jaminan bahwa jika anda pakai yang paling baru tetapi anda belum menguasai maka anda akan mendapat hasil yang paling optimal. Bahkan dengan software buatan sendiri tetapi anda benar-benar tahu penyelesaiannya maka hasilnya tidak akan kalah.
Jangan takut memakainya, terus saja, pengalaman anda nanti yang akan menjawabnya. Mana yang paling baik untuk anda.
Elvin // April 21, 2007 pada 4:07 pm
Saya sangat puas dengan jawaban dan info yang Bapak berikan.
Dan saya mau informasi terbaru tentang buku terbaru bapak, saya punya buku karangan bapak “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000″.
Jika dimungkinkan bapak bisa mengeluarkan buku yg versi “step by step” untuk perencanaan struktur bawah hingga struktur atas dengan menggunakan SAP 2000 khusus beton atau baja saja dan juga yang terpenting pembacaan hasil analisa. Ini hanya saran saja agar saya yang masih awam dengan SAP 2000 bisa langsung mempelajari, memahami dengan mudah dari awal sampai akhir.
Dan semoga bisa segera “launching” amin.
wir // April 21, 2007 pada 4:39 pm
Saran mas Elvin tentang buku yang versi “step by step” kelihatannya menarik. Saya kira itu mudah dilakukan khususnya jika buku SAP2000 yang sedang beredar ini di mata penerbitnya dianggap sukses (cepat habis).
Jadi tahap yang penting saat ini adalah bagaimana mensosialisasikan buku tersebut ke masyarakat berlatar belakang teknik sipil bahwa buku tersebut adalah ‘baik dan patut dibeli serta dimiliki’.
Bantuan dan dukungan dari anda sangat diharapkan. Trims.
zaki habibie // Juni 15, 2007 pada 2:17 am
Pagi Pak, Saya mau menanyakan fungsi Sap 2000 (Steel Design) dari:
-Live Load reduction Faktor
-Unbraced Length Ratio (Major)
-Unbraced Length Ratio (minor LTB)
-Effective Length Factor (K major)
-Effective Length Factor (K minor)
-Momen Coefficient (Cm Major)
-Momen Coefficient (Cm Minor)
-Bending Coefficient (Cm Major)
Terimakasih Pak Wir
wir // Juni 15, 2007 pada 2:36 am
Yah, itu semua khan istilah-istilah yang dipakai dalam AISC-LRFD.
Sudah menguasai itu dulu belum ?
yudistira // Juni 23, 2007 pada 1:34 am
Pak, tolong saya diajari / diberi contoh perhitungan perencanaan gedung bertingkat dengan konstruksi beton bertulang, saya dulu tidak bersungguh-sungguh waktu kuliah dan sekarang baru terasa efek dari semuanya, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih
Hormat saya
Yudistira
joko supriyadi // Juli 11, 2007 pada 2:54 am
Maaf Mr.Wir, saya dengar Mr. membuat buku tentang SAP, dan juga saya dengar, SAP adalah program yang tidak atau belum memenuhi standar perencanaan perhitungan bangunan dalamsebagaimana yang termuat dalam SNI perencanaan perhitungan struktur.
Pertanyaannya, Apakah benar demikian dan apa implikasinya lebih lanjut, mengingat beberapa kontraktor (di tempat saya dan teman saya kerja praktek) hanya menjadikan hasil analisis struktur menggunakan SAP hanya sebagai lampiran saja?
terima kasih.
Ronald Eston Siregar // Juli 11, 2007 pada 3:36 am
Pak,saya adalah mahasiswa USU.
Saya ada beberapa pertanyaan ni pak?
1.sekarang saya lagi tugas akhir ni pak.saya mengambil judul tentang perencanaan sambungan las dengan peraturan baja sni 2002.yang mau saya tanya kenapa dalam sni 2002 ketentuan sambungan las tersebut terbatas?apakah itu cukup untuk perencanaan sambungan baja pak?
2.bisa gak kita memakai sap 2000 untuk merencanakan sambungan las karena program yang saya gunakan adalah macro-excel?
terima kasih sebelumnya pak.
wir // Juli 11, 2007 pada 3:48 am
@Joko Supriyadi
Ada dua hal yang diperlukan dalam perhitungan struktur. Analisa struktur dan desain penampang. Untuk analisa struktur maka yang dipakai adalah prinsip-prinsip mekanika biasa yang sifatnya universal, yaitu tidak tergantung CODE (SNI atau AISC atau ACI). Sedangkan desain penampang berdasarkan CODE.
Program SAP2000 mampu melakukan analisa struktur (fungsi utama) dan desain penampang (fungsi tambahan) juga. Hanya saja, CODE-CODE yang ada adalah CODE-CODE internasional (misal ACi atau AISC atau yang lainya). Jelas dalam hal ini SNI belum ada. Tetapi karena SNI merupakan derivasi dari CODE-CODE internasional maka tentu saja tidaklah terlalu susah memodifikasinya.
Kontraktor melakukan hitungan hanya sebagai lampiran. ……. saya kurang jelas yang anda maksud. Satu pesan yang perlu saya sampaikan, jangan terkecoh dengan digunakannya SAP2000 atau lainnya yang sejenis. Jika nggak bisa menggunakannya maka ibarat hasilnya adalah sampah. Bisa berbahaya lho.
@Ronald Eston Siregar
SNI untuk kasus standar sudah cukup. Jika tidak, sebaiknya pakailah AISC. Ada koq di blog ini, silahkan di down-load.
SAP2000 tidak bisa merencanakan sambungan las. SAP2000 adalah program untuk analisa struktur dan design (check stress).
Jurie Sulistio Kumara // Juli 11, 2007 pada 11:41 am
Dear Pak Wir,
Saat ini saya lagi interest dengan castellated beam, sayangnya SAP2000 tidak built-in profile yang satu ini. Untuk perhitungan sebagai simple span menggunakan castellated profile tidak ada masalah dengan formula Ms. Excell saya. Tapi untuk bangunan yang bertingkat/komplit saya kesulitan. Mau pake program proper bawaaan sap2000 terlalu banyak input datanya. Mungkin Pak Wir punya solusi yang simple untuk input data program proper bawaan sap2000. Dan apakah nanti render view hasil input proper memperlihatkan castellated webnya??
wir // Juli 11, 2007 pada 2:24 pm
sdr Jurie,
Kenapa pusing-pusing memikirkan bagaimana memasukkan data castellated beam ke program SAP2000.
Pada kenyataannya apakah baloknya castellated, atau balok gabungan atau balok berlobang dll, sebenarnya program SAP2000 khususnya jika digunakan element Frame akan menganggapnya sebagai profil bi-simetri, yaitu profil dengan simetri ganda (misal profil I atau H dan semacamnya).
Dengan kondisi tersebut maka jika anda memasukkan profil L atau C maka hasilnya tidak teliti karena shear centre dan centre of gravity-nya tidak berimpit. Resiko untuk konfigurasi batang bebas maka akan timbul torsi jika penempatan bebannya tidak tepat.
Dalam kaitannya tersebut maka yang diperlukan input datanya hanya section properti (ada enam, lihat di buku SAP karangannya saya, ada itu penjelasannya).
Jadi daripada pusing-pusing mencari cara bagaimana memasukkan data yang tepat maka gunakan saja “general section”.
Konsekuensinya maka render view-nya tidak akan memperlihatkan gambar castellated beam di layar komputer. Rasanya ini nggak masalah, program SAP2000 khan program untuk analisa struktur bukan seperti autoCAD.
Gitu mas Jurie, jangan mau dibikin pusing oleh SAP.
badaruddin // Juli 12, 2007 pada 12:33 am
Ronald Eston Siregar,
SNI baja 2002, merupakan derivasi dari AISC dimana pada AISC sendiri tidak dibahas detil tentang pengelasan (Apalagi SNI, karena SNI adalah turunannya), akan tetapi pada AISC disebutkan rujukannya yaitu AWS D.1.1, disana dibahas lengkap tentang structural welding dari profil I, sampai sambungan las untuk tubular joint yang sering digunakan untuk konstruksi platform.
Di AWS D.1.1. ini pula penjelasannya bukan hanya engineering calculation akan tetapi inspection untuk mencapai quality serta hal-hal lain misalnya metode pengelasan serta jenis kawat las kesesuaiannya dengan jenis baja yang akan di las.
Oh ya ada satu lagi, sebelum melakukan pengelasan maka terlebih dahulu harus membuat WPS (welding procedure specification), kalau dibeton dikenal dengan mix design untuk menentukan jenis kawat las terhadap steel yang akan kita las. Belajar tentang welding asyik eui, sampai harus buka materi kuliah tentang bahan..
joko supriyadi // Juli 12, 2007 pada 6:34 am
Terima kasih pak, atas jawabannya.
Toton // Juli 12, 2007 pada 7:12 am
pak wir yth;
untuk input data ke SAP 2000 khususnya pada section properti untuk castellated beam (balok berlobang), apakah nilai momen inersia yang di-inputkan bisa dianggap rata2 dari inersia bagian yang berlobang dan yang tdk berlobang.
Trims - salam
wir // Juli 12, 2007 pada 7:32 am
yth. mas Toton
bukan rata-rata mas, karena lubangnya merata sepanjang bentang maka pakailah inersia pada potongan yang berlubang saja. Nggak terlalu beda koq, karena inersia ditentukan oleh sisi yang paling jauh dari garis netral.
Besok September 2007 ada Konferensi Internasional di UPH , datang lagi ke UPH ya. Sekarang sudah beda lho.
Jurie Sulistio Kumara // Juli 14, 2007 pada 6:12 am
Dear Pak Wir,
Kembali ke castellated profile.
Input data section properti dengan”general section tetap saja jatuhnya kita manual dan trial error untuk desain penampang struktur, dan ini makan waktu.
Dengan mempunyai file properti sendiri maka desain penampang “auto select” bisa di terapkan.
Membuat file properti dengan program proper memerlukan input data di “NOTEPAD” banyak sekali. Pengennya sih buat program kecil untuk mengentry data ke notepad, tapi saya nggak bisa programming (padahal buku VB nya pak Wir saya dah punya lama sekali lho). Khan asyk tuh punya database profile sendiri, umpamanya: castellated propertis, joist/trust properties. Atau kalau mau buat tappered column/girder (prismatik??) elemen atau built up member (pre-fabricated).
Ngomong2 tentang Pre-fabricated building, Tempat saya sekarang ini lagi bangun multiple 3 workshop yang guede banget. PxLxT = 110m x 60m (clear span) x T 32m (column), 37m (ridge). Jumlahnya 3 unit, komplit dengan OH crane SWL
32T 6 unit. Kolom dan rafternya segede bagong!. Waktu pre-tender saya sempat sequence building dengan SAP, tapi KO (saya yang knock Out :), pembebanannya lebih dari 30 kombinasi. Nanti kalau rafter naik saya sharing photo2nya.
SAlam_
wir // Juli 14, 2007 pada 3:22 pm
He, he, he, tidak sesederhana itu pak. Algoritma design yang tersedia pada program SAP2000 hanya dikhususkan pada profil hot-rolled sesuai AISC, yang versi 9 juga udah dapat dipakai untuk profil cold-formed sesuai AISI. Tapi bukan castelleted. Itu ada algoritmanya sendiri. Kayaknya post-processing castellated pada SAP2000 nggak bisa.
Jadi ide yang saya sampaikan kemarin hanya untuk analisa struktur-nya aja.
O ya, kalau ada foto-foto menarik, kirim aja ke blog ini. Biar temen-temen lain ikut juga mengaguminya.
Hartanto Wibowo // Juli 14, 2007 pada 4:08 pm
Nimbrung sekalian…
Apakah Pak Wir punya database profil baja untuk SAP dan ETABS yang sesuai dengan profil baja Indonesia Pak?
Jika ada, mungkin dapat di-share… Karena kalau tidak begitu kan kita bekerjanya akan lama jika harus meng-input satu per satu untuk Auto Select-nya.
Terima kasih.
Salam,
H.W.
wir // Juli 14, 2007 pada 4:24 pm
Waktu bikin buku SAP2000 edisi I sekitar tahun 2005 , rasanya saya udah bikin.
Tapi sekarang saya cari : dimana filenya koq nggak ketemu. Komputernya udah di format beberapa kali sih.
Nanti tak cari ya. Moga-moga ketemu.
Hartanto Wibowo // Juli 15, 2007 pada 5:11 am
Terima kasih, Pak…
Rasanya juga banyak yg menunggu nih…
Moga2 cepat ketemu… hehehe
Salam,
H.W.
Hartanto Wibowo // Juli 23, 2007 pada 5:50 pm
Pak Wir? Ada kabar terbaru mengenai database profil nya?
Uda ga sabar pengen nyobain, Pak… Trus pengen bandingin juga ma yg hasil manual
Terima kasih.
Salam,
H.W.
indra // Agustus 9, 2007 pada 7:15 am
salam kenal,
saya adalah seorang junior engineer yang membutuhkan banyak pencerahan dari ahli seperti bapak.
saya lagi mendesain balok castela - honey comb. adakah SAP 2000 bisa digunakan, dan buku apakah yang bisa dijadikan acuan.Terutama yang mempunyai dasar SNI.
terima kasih atas bantuanya.
BR,
Indra
paulus // Agustus 9, 2007 pada 9:55 am
Selamat sore Pa Wir saya tertarik dengan situs ini soalnya cukup membantu dalam menambah wawasan khususnya mengenai civil engineer
ada hal yang ingin saya tanyakan mengenai bagaimana analisa kekuatan untuk baud mutu tinggi
apa perbedaan antara baud mutu tinggi dengan hilty
apa sama analisa design antara baud mutu tinggi dengan hilty
makasih GBU
Jurie Sulistio Kumara // Agustus 9, 2007 pada 2:10 pm
Pak Wir,
Saya sudah buat section properti castellated beam JIS G3101 series berdasarkan profilnya Gunung Garuda (www.grdsteel.com). Sudah juga saya pakai untuk desain warehouse baru saya. Stress ratio : 0.8<SR<1, lumayan tapi tetap saja saya gak puas (cenderung ragu) dengan castellated profile ini hanya dengan mengandalkan output SAP2000.
Dari referensi lain (STAAD) beberapa hal yang harus di checking:
1. Global Bending
2. Vierendeel Bending
3. Horizontal Shear
4. Vertical Shear
5. Web Post Buckling.
Mohon info maksud dari 5 item di atas terutama Vierendeel Bending itu apa?? Karena ada menyebutkan “additional checking at openings area” antara lain:
- Vierendel Bending at opening (Top Tee flanges & Btm Tee Flanges combine)
- Reduced Vierendeel moment due to tension and shear in top tee & btm tee)
- Web buckling at opening
Kuncinya (mungkin) pada section modulus tiap potongan penampang. Mohon sharing info dari Pak Wir atau rekan2 lain formula untuk vierendeel bending.
Nanti saya kirim sect prop castellated direct ke pak wir, atau rekan2 lain ada yang berminat??
Terima Kasih,
Jr_
wir // Agustus 9, 2007 pada 2:31 pm
@Hartanto Wibowo
database-nya ? Koq jadi lupa.
@Indra
Setahu saya, SAP2000 belum bisa untuk “desain” honey comb (yang disebut juga sebagai castellated profile).
@paulus
baut mutu tinggi alat sambung “baja dengan baja”.
hilti alat sambung “baja ke struktur beton”.
@Jurie Sulistio Kumara
Saya juga !
Maksudnya untuk “desain”-nya lho, sedang untuk analisisnya program SAP2000 bisa dipakai koq. “Analisis” dan “desain” beda lho.
ambar susanto // Agustus 10, 2007 pada 2:30 am
Selamat pagi P.Wir,
Lewat rubrik yang diasuh oleh Bapak sangat membantu saya dalam pencarian referensi ilmu teknik sipil,apakah Bapak mempunyai artikel tentang design untuk jembatan dari beton bertulang dan prestress.
Terimakasih atas bantuannya
Jakobus Rante // Agustus 11, 2007 pada 2:26 am
Halo Pak Wir, Bagaimana kabarnya? saya harap sehat-sehat saja saya tadi iseng- iseng buka situs web, eeeeh ketemu site pak wir.
saya sangat senang karena ada Orang Indonesia yang mau berbagi journal2 kepada orang lain.
saya senag membaca banyak pertanyaan dan jawaban yang ada di situs ini.
Pak Wir Yang terhormat
saya sekarang butuh IBC 2003 buat data ikut seminar nasional cara dapatnya gimana ya?
Saya seorang mhs yang baru selesai kuliah di Atma Jaya Yogyakarta.
salam hangat dari saya
Jurie Sulistio Kumara // Agustus 11, 2007 pada 4:16 pm
Yaahhh…………. gak solved dong Pak
Any way, rekayasa engineering harus ada jalan penyelesaiannya, walau tanpa pembimbing the show must go on. Betul kan Pak.
Salam hangat dari Batam.
Jr_
NB: Gak ada yang mau sect prop castellated beam saya yaa?? Silahkan ke http://www.4shared.com/dir/3525705/4503e0f5/sharing.html
Hartanto Wibowo // Agustus 11, 2007 pada 4:31 pm
Wah, iya nih… udah lama ga denger kabar dr Pak Wir…
Gimana Pak database profilnya uda ketemu?
Hehehe…
Salam,
H.W.
Honas Firdaus // Agustus 25, 2007 pada 12:47 pm
salam kenal pak,
saya mahasiswa teknik sipil, saya sering liat blog bapak, sungguh membantu saya,
Akhir-akhir ini saya baru mau mengerjakan tugas akhir, yang ini saya tanyakan, dalam perencanaan gelagar pelat baja, terutama batang lenturnya, apakah ada perbedaan antara SNI dan AISC, kalau ada di bagian apa saja pak,
sebenarnya saya sudah mulai mengerjakan dengan AISC, mau tanya juga adakah kelebihan AISC dibanding dengan SNI, setau saya SNI mengacu pada AISC, sekian pak, terimakasih atas bantuannya.
Honas Firdaus // Agustus 27, 2007 pada 6:22 am
Terima kasih atas tanggapan yang di berikan oleh pak Wir, sungguh membantu saya, saat mengerjakan tugas akhir ini saya diminta oleh dosen saya kenapa saya memakai aisc, terus terang saya memakai aisc karena studi literatur dan buku yang saya baca kebanyakan memakai aisc ( timoshenko, salmon, johnson, dll ), jadi sampai saat ini saya blm bisa memberikan alasannya, adakah saran dari pak wir?terima kasih sebelumnya…
regards..
honas
marni // September 24, 2007 pada 8:25 am
Siang Pak.
Saya sedang mempelajari perhitungan disain baja dengan menggunakan SAP2000. apa yang hrs dilakukan untuk membuat batang truss aman terhadap tekuk walau sudah aman terhadap kapasitas tekan atau tariknya??
Makasih sebelumnya..
Okta // September 25, 2007 pada 12:43 am
pak, tolong informasinya mengenai vierendeel
cha // September 26, 2007 pada 4:52 am
selamat siang pak wir, saya mau menanyakan apakah pengertian dari ” post tension suspended slab ”
Terimakasih pak atas semua pengetahuan yang bapak telah bersedia tuk berbagi….
yasin // September 27, 2007 pada 5:59 am
selamat siang pak
salam kenal
saya mahasiswa teknik sipil ui sedang mencari bahan skripsi
saya tertarik dengan topik masalah
fatique load pengaruhnya kepada struktur baja…..
karena menurut saya fatique load ini kurang di pelajari oleh mahasiswa……..
apakah bapak bisa memberikan referensi kepada saya???
ratna // Oktober 1, 2007 pada 3:38 am
mo minta tLong nich pak.,
saya mahasiswi Tek.Sipil ITS smester 7.skarang saya lagi nyusun TA tTg Design Rumah sederhana menggunakan baja dingin.,kira2 Bapak tau referensi apa aj yg saya butuh kan???bapak punya AISI yg terbaru ga???dan tTg tabel profilnya?tLong banget y pak…Thanks b4.
Nia // Oktober 3, 2007 pada 6:36 am
Siang Pak
Pak Wir, apakah ada syarat batasan maksimum joint displacement untuk rangka kuda-kuda yang terdapat di SNI 03-1729-2002??
Makasih
wir // Oktober 3, 2007 pada 12:59 pm
@Okta:
Untuk Vierendel rasanya saya udah menjawab ya di bagian lain blog ini, intinya : dalam era SAP2000 dan yang sejenisnya maka apakah itu vierendel atau yang lain, nggak ada perbedaan tuh dalam perencanaannya.
@Cha: ” post tension suspended slab ”
slab yang menggantung ! Suatu istilah yang umum dipakai pada slab yang terletak di atas tanah (ground floor) dimana dalam perencanaannya dianggap bahwa tanah dibawah slab tidak bekerja sebagai tumpuan. Biasanya jika tanah dibawahnya jelek sehingga dimungkin ada penuruanan. Perencanannya mempertimbangkan bahwa mendesain sebagai suspended slab masih lebih murah daripada dilakukan perbaikan tanah di bawahnya. Sedang kalau posttensioned adalah jika bentang cukup besar, jadi jika pakai tulangan nggak cukup.
@Yasin: ttg fatique
Untuk konstruksi bangunan memang jarang, umumnya untuk struktur jembatan atau mungkin industri yang berkaitan dengan beban-beban yang menyebabkan timbul gaya bolak-balik. Untuk mengatasinya biasanya struktur direncanakan dibawah tegangan izin gitu.
@Ratna: baja dingin atau cold-formed
khan ada di atas dan bisa di down-load itu di section 10. Tabel profil bisa macam-macam tergantung produsennya. di section 10 tsb rasanya ada formula untuk mengetahui section properti untuk berbagai macam bentuk.
@Nia: joint disp maksimum
Ya jelas ada dong. Pertama-tama karena analisisnya adalah linier elastis maka harus dichek apakah asumsi bahwa geometri struktur sebelum dan sesudah dibebani adalah sama. Jika tidak maka jelas asumsi tsb menjadi tidak berlaku lagi. Brp agar dapat dianggap sama, yah itu sih empiris, tergantung persyaratan fungsinya misal L/250 utk struktur sekunder, umumnya L/360 atau lebih kecil lagi misal L/500 atau L/800. Semakin kecil semakin baik.
sud // Oktober 4, 2007 pada 3:56 am
slamat pagi Pak.
website Bapak sangat membantu sekali terutama bagi mahasiswa T. Sipil.
Pak saya mau minta tolong untuk diberikan contoh perhitungan struktur gedung 3 lantai SRPMK berdasarkan SNI 2847 dan SNI 1726 .
terima kasih atas bantuannya.
Erwin, Lim // Oktober 4, 2007 pada 4:31 am
Salam kenal semuanya… Lagi browsing-browsing tiba2 terdampar di blog ini hahaha..
Nama saya erwin, lulus ITB th 2005. Sekarang baru memasuki tahap baru sebagai mahasiswa S2 di National Taiwan University.
Wah..ternyata ini tho pak Wiryanto Dewobroto Haha… saya banyak melihat buku ttg SAP dan pemograman untuk sipil. Namun, harus saya akui bahwa buku Bapak ialah yang terbaik yang selama ini pernah saya lihat. Haha…
Wah…saya senang sekali di sini. Semuanya saling berbagi… What a perfect world !!
Semoga suatu saat saya juga bisa ikut nimbrung hehe..
@sud… –> untuk contoh perhitungan SRPMK, anda bisa melihat buku Reinforced Concrete (MacGregor dan JK Wight SI edition). Buku ini sangat bagus sekali…contoh soalnya komplit. haha.. cuman saya gak tahu ada versi digital nya gak buku ini hehe…
salam,
erwin
donald essen // Oktober 4, 2007 pada 6:38 am
ada win cuma sayang di password
hascarya // Oktober 4, 2007 pada 7:32 am
Saya hascarya, mahasiswa semester akhir di Universitas Sebelas Maret, mau menanyakan tentang bidang manajemen konstruksi baik buku atau referensi yang lain tolong di muat di dalam web ini, sehingga bisa membantu saya dalam penyusunan tugas akhir.
Terimakasih
erwin // Oktober 10, 2007 pada 1:49 am
Halo mas donald…
Wah ternyata langsung di respons ama mas donald hehe… Saya banyak mendengar tentang anda hehe…
One of the best students di ITB Haha… (kata pak BB loh) hehe…
salam kenal,
erwin
detty // Oktober 26, 2007 pada 4:10 am
pa wir,
boleh ikut nanya ???
tentang profil baja double siku di SAP2000 selalu saling membelakangi kalo perlunya yg saling berhadapan gimana caranya ???
kalo dapetin tabel profil baja yang ada dipasaran dimana ya?/
makasih banyak ya pa
Mirza // Nopember 22, 2007 pada 4:46 pm
Pak,, numpang lewat nih..
Saya sedang mencari literatur tentang Gelagar Baja Komposit, mungkin bapak atau teman” bisa membantu saya..
Jabat Erat..
jamal // Desember 12, 2007 pada 10:03 am
pak wir mau tanya kalo mo design beam pakai profil WF yang castellated gmn ya?/
ada literaturnya ga?
kasih tau ya..
thanks
Tiyas k // Desember 15, 2007 pada 11:52 pm
Slamat pagi pak wir…..
pak..saya mo nanya ni pak…
1.klo jembatan baja kira2 untuk kereta seperti Monorail di malaysia ato di tempat lain dengan sambungan menggunakan las kira2 gmn pak ???
2.Maaf ni pak.. Pak wir punya referensi ato contoh perhitungan las ngga ? …. .saya liat file2 di atas pnya bpk ga ada contohnya e pak… teori smua
Saya baca SNI jg kurang puas..Alias Memusingkan..
sebelumnya Trima kasih banyak ya pak
o iya kmren saya hbis donlod file ttg contoh perhitungan tumpuan jembatan (elastomer)punya bapak….
thanx ya pak wir…
Joko // Desember 17, 2007 pada 9:11 am
Selamat Sore Pak.
Apakah Bapak punya AWS standard juga ? Atau dimana saya bisa mencarinya ?
Anton // Januari 7, 2008 pada 8:03 am
Yth. Pak Wir..
saya mau bertanya tentang modelling di SAP 2000 profil IWF yg webnya bolong/hollow/ opening..
untuk desain/analisis strukturnya..
gimana ya pak caranya??
thx
Subada // Januari 17, 2008 pada 6:55 am
Yth. pak Wir
Selamat Siang ..
Salam Kenal.
Saya mau bertanya ditempat saya sedang membangun sebuah gedung dengan konstruksi baja, dengan bentang span 36 m dan antar kolom 8m.
Dalam gambar rencana dibuat bracing silang dibuat satu dan selang seling antar span berikutnya.
Apa perlu saya buat bracing silang itu dua ?
Trimakasih pak..
Joko // Januari 23, 2008 pada 9:34 am
Yth. Pak Wir
Kalau analisis tekuk kolom dengan kelangsingan diatas 200 lebih baik pakai formula apa ya ?
Terima Kasih
wir // Januari 23, 2008 pada 9:50 am
@Subada
apakah bracing silang satu atau selang-seling atau bracing silang, nggak ada masalah itu. Biasanya yang menentukan adalah kebutuhan ruang. Mengenai perilaku keduanya berbeda ? Ya jelas, harus dilihat secara komprehensif. Misalnya, bisakah dilakukan berselang-seling, efek diagframa apa ada, atau harus dari bracing juga dll. Yah, variasinya bisa banyak gitu. Itulah yang disebut pemodelan, yaitu pekerjaan sebelum analisis dengan komputer.
Untuk bisa melakukan pemodelan yang baik jika engineer-nya memahami betul periilaku struktur yang dibahas. Tanpa itu semua, saya kira itu susah.
@Joko
kalau kelangsingan di atas 200 pakai formula apa ?. Wah menarik itu, kelihatannya anda hanya berpikir jika kL/r > 200 maka formula design-nya aja yang dirubah. Padahal hasil analisis juga berubah.
Jika langsing bisa apa sih, stabilitas terganggu, bisa juga problem geometri non-linier muncul. Jadi itu semua jelas akan bahwa analisa struktur dengan elastik-linier tidak valid lagi.
Kiranya hal-hal seperti itu tidak dibahas atau dimengerti oleh engineer yang notabene sudah menguasai pemakaian komputer sebagai alat tool design. Seakan-akan bisa digunakan untuk semuanya. Padahal ingat apapun yang anda analisis dengan komputer hanyalah model dan bukan struktur sebenarnya.
Untuk paham apakah hasil model sudah sesuai dengan real, itulah sebenarnya engineer bertanggung jawab. Hal-hal seperti ini pulalah yang akan saya sampaikan pada seminar SAP2000 di bulan Februari besok. Rasanya nulis satu halaman nggak cukup lho kalau mau tahu soal itu.
uye // Februari 19, 2008 pada 6:06 am
1. pak wir, saya butuh buku2 tentang castellated beam apa saja? tolong diberi tahu.
2. Selama ini, gedung2 yang menggunakan castellated beam menggunakan peraturan apa?apakah LRFD bisa mengaturnya?
3. Apa beda&kesamaan ASD-PPBBI dan LRFD-AISC LRFD?
terima kasih
Achmad Basuki // Februari 24, 2008 pada 2:00 pm
Pak Wir, masih boleh minta free book - Structural Steel Dersigner’s Handbook ? Tadi saya download sudah ndak bisa.
Maturnuwun sanget.
Robby Permata // Februari 25, 2008 pada 6:37 am
to : P wir & P Joko
biarpun udah telat tapi masih boleh ikut ngasih komentar kan?
menurut AISC 2005, di bagian E.2 tertulis :
dan di bagian commentary nya ada keterangan :
Mungkin ini yg mendasari P Joko ingin mendesain batang tekan dengan KL/r > 200, menurut AISC aja boleh kok..
tapi mungkin tidak sesederhana itu Pak Joko, karena nilai KL/r yg besar menunjukkan safety factor yg rendah terhadap buckling.. Mungkin secara di atas kertas bisa saja kuat (biarpun critical stress nya jadi kecil banget), tapi masalah kesempurnaan fabrikasi dan pemasangan kan susah dijamin mutunya. Padahal kegagalan akibat buckling (apalagi elastic buckling) sangat getas.
masih dari commentary AISC 2005 :
Jadi masalahnya lebih ke pelaksanaan ketimbang desain.. kalo utk perhitungan sih, persamaan2 untuk slender element pada bagian E di AISC juga bisa digunakan. tapi kalo saya sih, gak pernah berani nilai KL/r nya besar2.. Ngeri euy..
bahkan saya selalu mengusahakan agar element nya tidak tergolong slender element. kalo kata orang : biar begitu strukturnya dibangun kita bisa enak tidur.. gak was-was terus.. hehehe..
-Rp-
ali // Maret 15, 2008 pada 9:04 pm
wah pak, terima kasih banyak atas buku Steel Book-nya. Saya merasa sangat tertolong dengan adanya buku ini. Saya mahasiswa yang sedang menggarap skripsi, namun tertunda karena sudah bekerja di Kontraktor bidang Furnace Glass.
emmm, ada tambahan referensi kah mengenai Furnace Glass…….?
Salam sukses selalu untuk Bapak.
dae // Maret 19, 2008 pada 5:13 am
matur nuwun pak…..buku gratisnya…
gmn pak ya sistem struktur tower dengan steel frame braced pada suspension bridge??
anggi maharani // Maret 31, 2008 pada 2:00 am
pak Wir…
saya mhasiswi Sipil ITS yg mngambil judul TA tentang perencanaan gedung dg komposit baja-beton….
dalam perencanaan kolom, dosen saya minta untuk menghitung inersia yang terjadi menggunakan inersia gabungan antara baja dan beton selubungnya…apakah bapak mempunyai contoh perhitungan inersia gabungan? jika ada referensinya menggunakan buku apa ya Pak?
menurut Bapak, apa perlu perhitungannya menggunakan inersia gabungan? jikamenggunakan inersia dari beton selubungnya saja apa pengaruhnya? jika tidak perlu inersia gabungan, penjelasannya bagaimana pak?
terima kasih sbelumnya Pak….dan terima kasih buku gratisnya….
syarif // April 21, 2008 pada 12:01 pm
PakWir,ada link yang lain buatdownload bukubajanya
atau kalau berkenan tolong dong kirim ke email saya
Terima kasih sebelumnya
Yandra // April 29, 2008 pada 3:23 am
Salam kenal Pak Wir, sebelumnya saya banyak mendapatkan referensi gratis dan bermanfaat sekali dari blognya ini. Terima kasih bangat….
Tp ada beberapa buku misal SRUCTURAL STEEL DESIGNER’S HAND BOOOK ini ketika aka di download ada pesan “Kapasitas bandwitchnya habis” apa yg harus saya lakukan untuk mendownload file ini????
joe // Mei 18, 2008 pada 12:41 pm
bagaimanakah bentuk desain utuh sebuah jembatan kabel, karena saya seorang mahasiswa yang kurang data mengenai jembatan tersebut.trim,s
kawaii // Mei 20, 2008 pada 10:03 am
tolong kirimin buku tentang SRUCTURAL STEEL DESIGNER’S HAND BOOOK ini ketika aka di download ada pesan “Kapasitas bandwitchnya
dhika // Juni 1, 2008 pada 7:13 am
siang pak, saya dk
saya sedang mengerjakan TA dan terbentur kesulitan tentang momen inersia 3D bentuk profil Z tetapi memanjang…..
sudah 3 dosen saya tanya, jawabnya bentar ya dek… saya pelajai lagi…heks…thanks pak
YUSUF // Juni 4, 2008 pada 7:44 am
Pak, saya mau tanya, boleh kan?
bisa gak sih, merencanakan struktur komposit (gabungan beton-baja) dengan program SAP2000?
wir // Juni 4, 2008 pada 9:43 am
@syarif, yandra, kawaii
kayaknya saya belum pernah membalas permintaan tolong khusus via email. Kalau satu-satu, wah bagaimana repotnya. Jadi jangan pernah minta khusus via email ya, pasti deh dicuekin.
@dhika
Bentar juga ya dik, saya pelajari dulu. Berarti ini dosen ke-4 ya.
Tetapi karena ini blog, jadi nundanya nggak kelihatan. Tentang momen inersia. Pada prinsipnya semua kasus di dunia rekayasa dapat dilihat sebagai kasus 3D. Itu yang disebut sebagai real. Sedangkan yang dihitung di atas kertas kita sebut model. Ingat, satu-satunya cara untuk menganalisis real adalah dengan uji empiris, misal pembebanana.
Sedangkan yang di atas kertas adalah model, bukan real. Ok
Untuk memindahkan kasus anda yang real ke model, maka perlu penyederhanaan. Menyesuaikan dengan metode yang akan digunakan sebagai alat analisis.
Jika penampang anda itu mempunyai dimensi yang relatif kecil, dibanding bentang atau panjangnya maka kita dapat menyederhanakan sebagai elemen 1D, atau elemen garis, katakanlah itu terletak pada sumbu Z. Kemudian penampangnya bisa kita analogikan sebagai bidang pada yang terletak pada sumbu XY.
Selanjutnya pada bidang tersebut penampang anda dapat digambarkan, profil Z berarti profil anti-simetri, kemudian dapat kita hitung inersianya terhadap sumbu tersebut. Masalahnya adalah bahwa sumbu Ix , Iy belum tentu sama dengan I max, Imin. Gitu aja, anda harus cari sumbu netralnya.
Gimana cara nyarinya, o itu ilmunya ada di Mechanic of Material , coba deh cari bukunya GERE atau POPOV. Ada koq. Kalau mau buatannya, coba lihat laporan waktu Ujian Kualifikasi. Kayaknya ada http://sipil-uph.tripod.com web-ku yang lama.
@Yusuf
jika nggak ada SAP2000 aja bisa merencana struktur komposit. Jadi jika ditambah program tersebut maka pasti lebih bisa lagi.
Masalahnya, apakah program sudah dapat secara otomatis menghitung struktur yang dimaksud. Kalau itu sih, kelihatannya belum. Ok.
PURNAWAN // Juni 30, 2008 pada 7:26 pm
PAK WIR ADA AISC LFRD DALAM BAHASA INDONESIA?KALO ADA SAYA MINTA SOFTFILE.ATAU ALAMAT DOWNLODNYA.TERIMAKASIH
Tinggalkan Komentar