Steel Handbook


** free books **

 

ISBN: 0070087822
Title: Structural Steel Designer’s Handbook, 3rd edition, 1999-11
Author: Roger L Brockenbrough, Frederick S. Merritt
Publisher: McGraw-Hill Professional
Publication Date: 1999-11-11
Number Of Pages: 1208 

Editorial Description

The only A-Z guide to structural steel design Find a wealth of practical techniques for cost-effectively designing steel structures from buildings to bridges in Structural Steel Designer’s Handbook by Roger L. Brockenbrough and Frederick S. Merritt The Handbook’s integrated approach gives you immediately useful information about:

  • steel as a material – how it’s fabricated and erected
  • how to analyze a structure to determine internal forces and moments from dead, live, and seismic loads how to make detailed design calculations to withstand those forces  

This new third edition introduces you to the latest developments in seismic design, including more ductile connections, and high performance steels…offers an expanded treatment of welding….helps you understand design requirements for hollow structural sections and for cold-formed steel members….and explores numerous design examples. You get examples for both Load and Resistance Factor Design (LRFD) and Allowable Stress Design (ASD). 

This edition of the handbook has been updated throughout to reflect continuing changes in design trends and improvements in design specifications. Criteria and examples are included for both allowable-stress design (ASD) and load-and-resistance-factor design (LRFD) methods, but an increased emphasis has been placed on LRFD to reflect its growing use in practice.

CONTENTS

title (PDF 44 kb) ; preface (PDF 38 kb); t.o.c (PDF 252 kb) ; index (PDF 2123 kb)

Section 1. Properties of Structural Steels and Effects of Steelmaking and Fabrication
Roger L. Brockenbrough, P.E.
(PDF 299 kb)

Section 2. Fabrication and Erection
Thomas Schflaly
(PDF 214 kb)

Section 3. General Structural Theory
Ronald D. Ziemian, Ph.D.
(PDF 893 kb)

Section 4. Analysis of Special Structures
Louis F. Geschwindner, P.E.
(PDF 429 kb)

Section 5. Connections
William A. Thornton, P.E., and T. Kane, P.E.
(PDF 769 kb)

Section 6. Building Design Criteria
R. A. LaBoube, P.E.
(PDF 844 kb)

Section 7. Design of Building Members
Ali A. K. Haris, P.E.
(PDF 230 kb)

Section 8. Floor and Roof Systems
Daniel A. Cuoco, P.E.
(PDF 580 kb)

Section 9. Lateral-Force Design
Charles W. Roeder, P.E.
(PDF 392 kb)

Section 10. Cold-Formed Steel Design
R. L. Brockenbrough, P.E.
(PDF 320 kb)

Section 11. Design Criteria for Bridges

Part 1. Application of Criteria for Cost-Effective Highway Bridge Design
Robert L. Nickerson, P.E., and Dennis Mertz, P.E.
(PDF 426 kb)

Part 2. Railroad Bridge Design
Harry B. Cundiff, P.E.
(PDF 190 kb)

Section 12. Beam and Girder Bridges
Alfred Hedefine, P.E.,John Swindlehurst, P.E., and Mahir Sen, P.E.
(PDF 1,126 kb)

Section 13. Truss Bridges
John M. Kulicki, P.E., Joseph E. Prickett, P.E.,and David H. LeRoy, P.E.
(PDF 379 kb)

Section 14. Arch Bridges
Arthur W Hedgren, Jr., P.E.
(PDF  1,138 kb)

Section 15. Cable-Suspended Bridges
Walter Podolny, Jr., P.E.
(PDF 1,224 kb)

About these ads

135 thoughts on “Steel Handbook

  1. Pak, saya ada beberapa pertanyaan:

    1. Apakah ada tabel koefisien momen (pada perencanaan plat) berdasarkan SNI 2002 ?

    2. Apakah perencanaan dinding basement (yang sisi bawah&atasnya menumpu pada balok, dan sisi kiri&kanannya menumpu pada kolom) bisa direncanakan dan dianggap sebagai plat lantai?

    3.Bagaimana merencanakan kolom berdasarkan orde ke dua, di buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0 (Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03-2847-2002) bapak yang terbaru kurang terlalu dibahas mengenai kolom?

    4. Apakah perbedaan SNI 2002 dan SNI 1992 selain nilai beta1, faktor beban yang tidak tercantum di Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03-2847-2002 bapak ?

    5. Apakah yang dimaksud dengan SPRMK, SPRMM,?

    Terima kasih atas bantuannya, dan mohon segera dijawab ya pak …….
    Nb : Oia, Saya punya SNI 1726-2002

  2. Wah artikel di atasnya dibaca nggak nih saya mas Christian, di atas baja tapi koq yang ditanyakan ttg beton. Tetapi ok-lhah, saya coba jawab ya.

    **tabel koefisien momen**
    Tabel koef. momen spt yang ada tabel PBI 71 sudah tidak ada sejak SNI 1991, karena seperti diketahui bahwa peraturan kita mengacu pada ACI code yg juga sudah tidak mencantumkannya. Sebagai gantinya di berikan dua metode yaitu DDM (direct design method) dan Portal Equivalent. Tetapi kalau melihat aplikasi di dalam praktek, sebagian besar masih memakai tabel PBI 71, materi tsb juga masih sy ajarkan di UPH. Sedangkan untuk problem slab yang lebih rumit (flat slab dll) umumnya langsung pakai program SAFE (satu rumpun dengan SAP2000).

    **perencanaan dinding basement**
    Secara prinsip sebenarnya tidak ada masalah. Tetapi untuk dinding basement ada hal-hal yang perlu diperhatikan bahwa tekanan lateral dari tanah dan air di luar dinding umumnya lebih besar dibanding pembebanan lantai pada umumnya, selain itu yang menjadi perhatian utama bahwa kekuatan tidak menjadi ukuran utama, bahkan kadang-kadang faktor kedap air perlu menjadi pertimbangan, selain itu tebal beton penutup juga perlu diperhatikan karena berhubungan langsung dengan tanah (meskipun ada water-proofing sekalipun).

    **desain kolom orde ke-2**
    Pada prinsipnya dapat di atasi dengan momen rencana yang diperbesar (momen magnificient factor) sedangkan diagram iteraksi tetap. Pembesaran momen juga dapat diperoleh dari program, saya melihat analisa P-Delta dapat dengan mudah dikerjakan dengan program misal SAP2000 atau ETABS.

    Selain itu saya memang sengaja tidak membahas ttg hal tersebut, pengalaman menunjukkan bahwa sebagian besar kolom dalam praktek adalah kolom pendek apalagi kalau kolom tersebut dari beton bertulang.

    Juga tidak disarankan digunakan kolom langsing (yg wajib di perhitungkan dengan cara khusus, misal orde ke-2) untuk struktur tahan gempa. Jika arsiteknya memaksa maka jadikan kolom tersebut sebagai kolom struktur sekunder (tidak memegan peran banyak) dan didesain seperti balok (misalnya).

    **SNI lama dan baru**
    O ya tidak, yang paling besar pengaruhnya adalah faktor reduksi pada geser. Silahkan lihat kembali.

    **SPRMK, SPRMM**
    kayaknya apa ya .. buku saya nggak membahasnya lho, apa ya itu. Type str thn gempa ya.

  3. Pak, saya usul supaya di buku bapak tentang sap 2000 yang akan datang, dibahas juga mengenai bagaimana merencanakan struktur baja yang ekonomis menggunakan SAP 2000, atau desain struktur bangunan industri yang memikul beban dinamis dari crane bridge girder menggunakan SAP 2000.

    Saya sedang mengambil tugas disain struktur baja di UK Petra, Saya mendapatkan tugas disain bangunan industri dan saya ingin merencanakan steel box girder, bisakah penampang steel box girder dimodelkan di SAP 2000 memakai Assign-Frame Sections?
    Victor Jasuli Gomez, Civil Engineering Petra Christian University

  4. Sdr. Victor di PETRA
    Usul anda diperhatikan. Trims.

    EDISI BARU sudah masuk ke penerbit, halamannya sudah full 590 page , jumlah maksimum yang ditetapkan penerbit. Penerbit Elex Media masih belum yakin buku tersebut cepat diserap pasar. Jika pasar menyerap dengan baik, maka edisi selanjutnya dapat dengan mudah ditingkatkan. Mohon saudara Victor membantu, khususnya menginformasikan ke teman-teman di PETRA. O ya, prof Benjamin aja merekomendasikan lho, nanti pada beli ya.

    **SAP untuk perencanaan baja.**
    Untuk “analisa struktur” steel box girder, ya tentu saja program SAP2000 bisa. Prinsipnya jika anda bisa memodelkannya, maka program SAP2000 mampu untuk hampir semua struktur yang umum.

    Tetapi untuk “desain steel box girder”, rasanya program SAP2000 belum bisa, khususnya yang berkaitan dengan stabilitas lokal komponen box girder, jadi harus dianalisis secara manual atau program lain.

  5. Pak, apa bedanya asumsi moment frame dan braced frame dalam perencanaan portal baja ?

    Pada waktu saya selesai menganalisa struktur baja saya melakukan check dengan mengklik Design-Start Design / Check structure, ternyata profil baja yang saya desain rasionya 0.89 tetapi muncul warning Steel Stress Check Messages kl/r >200. apakah profil saya termasuk langsing sehingga tidak bisa dipakai ?

    Bagaimana mendesain profil baja sehingga mendapatkan ukuran yang ekonomis?

    Jika kita sudah mendesain profil yang ekonomis di SAP 2000, apakah bisa kita memverifikasinya dengan perhitungan memakai SNI-03-1729-2002 ?

    Victor Jasuli Gomez,
    Civil Engineering Petra Christian Univerity

  6. **apa bedanya asumsi moment frame dan braced frame**
    ya jelas beda, satu portal bergoyang dan yang satunya tidak bergoyang, perhitungan faktor tekuknya khan lain. Jadi bisa saja pada momen frame profilnya tidak masuk tetapi jika diubah ke braced frame maka profilnya jadi masuk.

  7. Pagi pa, pada buku gempa anda yang berdasarkan SNI baru yang warna sampulnya krem dan biru saya ada beberapa pertanyaan:
    1. Pada perhitungan joint balok-kolom semua Vu

  8. Pagi lagi Pak, ada yang kelupaan
    Dalam perencanaan balok tinggi, untuk kebutuhan tulangan lentur balok tinggi apakah perhitungannya sama dengan perhitungan balok biasa???

    Matursuwun

  9. **buku gempa anda **
    Rasanya sampai saat ini saya belum mengeluarkan buku gempa ! Ilmu gempa saya belum cukup matang untuk ditularkan untuk orang lain. Moga-moga nanti ada. Amin.

    **perencanaan balok tinggi**
    Jelas TIDAK SAMA dengan perhitungan balok biasa !!. Di SNI baru dijelaskan dengan TEGAS, karena di SNI kita belum ada metode yang dapat dipakai sebagai rujukan. Makalah saya ttg Transfer-Wall yang saya presentasikan di Unika Sugiyapranata Semarang (Desember 2006) adalah sebagai contohnya, dimana untuk itu perlu memakai metode strut-and-tie-model dari ACI 318-2002.

    Makalah tersebut belum saya publikasikan secara luas karena sedang dikembangkan lagi untuk dipublikasikan di Conference Int di UPH yaitu EACEF 26-27 September 2007 bersama-sama dengan expert-expert dari PT. Gistama Intisemesta, Consulting Engineers.

    Saya berharap anda dapat datang dan berpartisipasi di EACEF, untuk saling bersama-sama mengembangkan kompetensi kita dibidang civil engineering. Semoga.

  10. Pak, saya sedang mempelajari desain baja berdasarkan SNI baja terbaru dengan salah satu code yang digunakan oleh SAP2000 yaitu AISC-LRFD 1993. yang ingin saya tanyakan adalah : apa pengertian dari istilah compact, noncompact dan slender yang ada di SAP2000 Steel Design Manual

  11. SNI baja terbaru ?
    SNI 03-1729-2002 ya.
    Ok saya akan gunakan SNI tersebut sebagai dasar menjawab pertanyaan Marni.

    Pengertian tentang compact, non-compact dan slender yang ada di SAP2000.

    Untuk menjawab secara tuntas, sebenarnya di SNI kita sudah tersurat tetapi tidak jelas, khususnya jika tidak tahu sejarahnya. Oleh karena itu, saya anjurkan anda membaca dengan baik buku sumber rujukan dari SNI kita yaitu AISC, yang terbaru bahkan bisa anda download gratis di http://wiryanto.wordpress.com/2006/12/03/aisc-2005-gratis/ .

    Penampang compact, non-compact dan slender adalah kategori perilaku penampang berdasarkan perbandingan lebar/tebal dari bagian penampang tersebut.

    Dalam SNI nilai perbandingan disajikan dalam Tabel 7.5-1 halaman 30 – 32.

    AISC memberikan penjelasan sangat lengkap ttg istilah tersebut, yah maklum AISC sampai lebih 500 halaman (belum ttg komentarnya) sedangkan SNI cuma kurang dari 200 halaman. Jadi ada yang disingkat atau dihilangkan. Yah, jadi kalau baca novel di potong-potong itu kayak apa sih. Ya seperti itulah.

    Pengakategorian tersebut dimaksudkan untuk melihat perilaku penampang bila mengalami tegangan tekan, baik akibat tekan aksial maupun tekan lentur. Ini untuk mencegah bahaya TEKUK LOKAL.

    Perilaku yang dimaksud adalah :
    COMPACT , penampang profil mampu mencapai momen plastis dan mampu membentuk sendi plastis

    NON-COMPACT, penampang profil mampu mencapai momen plastis tetapi sebelum terbentuk sendi plastis akan mengalami tekuk lokal (fail).

    SLENDER, penampang sebelum mencapai momen plastis sudah mengalami tekuk lokal.

    Profil SLENDER di SNI belum ada cara perencanaannya.

    Moga-moga berguna.

  12. Salam Kenal Pak,
    Saya Punya Saran Gimana Kalo di Buku Bapak yang akan terbit Dilakukan Studi kasus, Misalnya Pembangunan Ruko atau Jembatan.

    Studi kasusnya di mulai dari Perhitungan Pembebanan sampai Disain Struktur Yang ekonomis dengan SNI 2002.

    Yah ini sekedar saran Pak

  13. Ide BAGUS. Tapi kayaknya itu untuk buku yang benar-benar baru khan.

    Karena kalau dimasukkan kebuku SAP maka jelas jumlah halaman yang sekarang yang 590 halaman sudah terlalu tebal.

    Untuk Studi kasus maka sebaiknya harus ada proyek yang sesungguhnya. Saya sudah lama nggak pegang proyek , ada yang mau bantu.

  14. Siang Pak Wir,

    Yup Bukunya Pasti tebal Pak Wir, Tapi Kenapa enggak di bagi dalam dua jilid, Saya yakin pembaca tidak akan merasa keberatan. Gimana Pak : )

  15. **Tapi Kenapa enggak di bagi dalam dua jilid**
    Itu editornya, pengalaman jika dibagi dua maka tidak semuanya dibeli , paling-paling jilid 1 atau jilid 2 aja.

    Selain itu, kalau ada studi kasus lengkap maka materi tersebut jadi tidak cocok dipakai sebagai materi kuliah. Seperti diketahui bahwa bukuku SAP2000 tersebut sebenarnya adalah materi perkuliahan yang aku berikan di UPH yang judulnya adalah Komputer Rekayasa Struktur.

    Materi kuliah tersebut adanya hanya di UPH, oleh karena itu satu-satunya maka aku sebagai penanggung jawab perlu menunjukkan bahwa memang materi yang aku berikan adalah materi yang berbobot, caranya yaitu tadi aku OPEN ke masyarakat. Sehingga masyarakat ilmiah luar bisa mengevaluasi langsung.

  16. thx ya pak…
    pak wir, ak baru mo nyusun skripsi tentang balok baja dengan metoda LRFD.
    menurut bapak kalo sistematika penulisan nya begini gmn???
    BAB I pendahuluan
    Latar belakang, tusar, metodologi,sistematika…
    BAB II Material Baja
    jelasin ttg material baja dan istilah2 yg mungkin ntar ditemuin… seperti leleh, lelah, parameter2 baja..
    BAB III LRFD
    jelasin tentang statikanya LRFD, faktor beban dan tahanan… filosofynya jg…
    BAB IV Desain dan analisis Belok Baja
    dasar teori desain dan analisis balok sekalian ada studi kasusnya…
    oh ya… untuk studi kasus kita menghitung semua elemen strukturnya… sambungan jg ikut…
    BAB V Kesimpulan

  17. sdr Othep,

    kayaknya isinya nanti cocoknya sebagai textbook gitu atau diktat kuliah, kalau untuk skripsi kurang cocok.

    Kenapa ?

    Karena nggak kelihatan masalah apa yang akan anda pecahkan atau yang akan dibuktikan , atau apa gitu.

    Skripsi yang paling penting bahwa mahasiswa (dibantu dosen) bisa menunjukkan ‘suatu masalah’, juga berargumentasi bahwa sesuatu tadi cukup layak untuk dibahas dengan ditunjukkan perhatian orang terhadap masalah tsb (bab 2 ttg studi pustaka), selanjutnya tunjukkan strategi apa yang akan anda kerjakan untuk menyelesaikan masalah tersebut (bab 3 atau 4) dan akhirnya kesimpulan dari apa yang anda kerjakan tersebut. Ok.

    Tetapi kalau hal tersebut menurut dosen pembimbing sudah OK, ya gimana lagi, ikuti aja. Semoga sukses.

  18. Pak saya sedang menyusun Tugas Akhir Perencanaan Struktur Baja Gedung Supermarket Dengan Metode LRFD. apakah metodenya sama dengan SNI 03-1729-2002 ya?

  19. Pak, dimanakah keunggulan dari SAP 2000 dibandingkan dengan program STAAD-PRO dan selain itu apakah saja kelemahan dari masing-masing program. Karena selama ini saya mempelajari program STAAD-PRO dan jarang sekali orang yang menggunakan program tsb. Apakah program yang saya pelajari selama ini kurang bagus atau “kadaluarsa” untuk digunakan artinya (boros untuk perencanaan/tidak aman dsb). Mohon infonya, trima kasih.

  20. Sdr. Elvin, saya tidak familiar dengan program STAAD-PRO sehingga saya belum dapat membandingkan langsung antar keduanya. Tetapi ada survey dari Modern Steel Construction yang mungkin membantu untuk mengevaluasi keduanya, tertarik klik aja ini link-nya.

    Berdasarkan pengetahuan saya selama ini, kedua program relatif dikenal oleh para structural engineer, konsultan yang banyak menangani gedung banyak yang terbiasa dengan SAP2000, sedangkan konsultan yang banyak menangani bangunan industri (minyak dsb) cukup banyak yang familiar dengan STAAD-PRO, mereka umumnya beralasan karena modul desainnya khususnya untuk baja cukup lengkap.

    Bisa menguasai kedua-duanya tentu saja sangat baik. Hanya saja karena mungkin faktor malas, atau juga kebiasaan yang menyebabkan seseorang lebih prefer ini daripada yang lain. Sebagai misalnya saya, karena sejak pengalaman di konsultan dulu sudah memakai SAP2000 dan diberbagai masalah ternyata terbukti dapat diandalkan maka menjadi pertanyaan mengapa harus yang lain.

    Tentang kadaluwarsa, wah rasanya tidak itu. Bagaimanapun, software yang kita gunakan itu hanya sekedar alat, tidak ada jaminan bahwa jika anda pakai yang paling baru tetapi anda belum menguasai maka anda akan mendapat hasil yang paling optimal. Bahkan dengan software buatan sendiri tetapi anda benar-benar tahu penyelesaiannya maka hasilnya tidak akan kalah.

    Jangan takut memakainya, terus saja, pengalaman anda nanti yang akan menjawabnya. Mana yang paling baik untuk anda.

  21. Saya sangat puas dengan jawaban dan info yang Bapak berikan.

    Dan saya mau informasi terbaru tentang buku terbaru bapak, saya punya buku karangan bapak “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000″.

    Jika dimungkinkan bapak bisa mengeluarkan buku yg versi “step by step” untuk perencanaan struktur bawah hingga struktur atas dengan menggunakan SAP 2000 khusus beton atau baja saja dan juga yang terpenting pembacaan hasil analisa. Ini hanya saran saja agar saya yang masih awam dengan SAP 2000 bisa langsung mempelajari, memahami dengan mudah dari awal sampai akhir.

    Dan semoga bisa segera “launching” amin.

  22. Saran mas Elvin tentang buku yang versi “step by step” kelihatannya menarik. Saya kira itu mudah dilakukan khususnya jika buku SAP2000 yang sedang beredar ini di mata penerbitnya dianggap sukses (cepat habis).

    Jadi tahap yang penting saat ini adalah bagaimana mensosialisasikan buku tersebut ke masyarakat berlatar belakang teknik sipil bahwa buku tersebut adalah ‘baik dan patut dibeli serta dimiliki’.

    Bantuan dan dukungan dari anda sangat diharapkan. Trims.

  23. Pagi Pak, Saya mau menanyakan fungsi Sap 2000 (Steel Design) dari:
    -Live Load reduction Faktor
    -Unbraced Length Ratio (Major)
    -Unbraced Length Ratio (minor LTB)
    -Effective Length Factor (K major)
    -Effective Length Factor (K minor)
    -Momen Coefficient (Cm Major)
    -Momen Coefficient (Cm Minor)
    -Bending Coefficient (Cm Major)
    Terimakasih Pak Wir

  24. Pak, tolong saya diajari / diberi contoh perhitungan perencanaan gedung bertingkat dengan konstruksi beton bertulang, saya dulu tidak bersungguh-sungguh waktu kuliah dan sekarang baru terasa efek dari semuanya, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih
    Hormat saya
    Yudistira

    wir’s comment : koq bisa lulus ya, padahal nggak sungguh-sungguh kuliahnya. Dosen kamu baik hati ya. :D

  25. Maaf Mr.Wir, saya dengar Mr. membuat buku tentang SAP, dan juga saya dengar, SAP adalah program yang tidak atau belum memenuhi standar perencanaan perhitungan bangunan dalamsebagaimana yang termuat dalam SNI perencanaan perhitungan struktur.

    Pertanyaannya, Apakah benar demikian dan apa implikasinya lebih lanjut, mengingat beberapa kontraktor (di tempat saya dan teman saya kerja praktek) hanya menjadikan hasil analisis struktur menggunakan SAP hanya sebagai lampiran saja?

    terima kasih.

  26. Pak,saya adalah mahasiswa USU.
    Saya ada beberapa pertanyaan ni pak?
    1.sekarang saya lagi tugas akhir ni pak.saya mengambil judul tentang perencanaan sambungan las dengan peraturan baja sni 2002.yang mau saya tanya kenapa dalam sni 2002 ketentuan sambungan las tersebut terbatas?apakah itu cukup untuk perencanaan sambungan baja pak?
    2.bisa gak kita memakai sap 2000 untuk merencanakan sambungan las karena program yang saya gunakan adalah macro-excel?
    terima kasih sebelumnya pak.

  27. @Joko Supriyadi
    Ada dua hal yang diperlukan dalam perhitungan struktur. Analisa struktur dan desain penampang. Untuk analisa struktur maka yang dipakai adalah prinsip-prinsip mekanika biasa yang sifatnya universal, yaitu tidak tergantung CODE (SNI atau AISC atau ACI). Sedangkan desain penampang berdasarkan CODE.

    Program SAP2000 mampu melakukan analisa struktur (fungsi utama) dan desain penampang (fungsi tambahan) juga. Hanya saja, CODE-CODE yang ada adalah CODE-CODE internasional (misal ACi atau AISC atau yang lainya). Jelas dalam hal ini SNI belum ada. Tetapi karena SNI merupakan derivasi dari CODE-CODE internasional maka tentu saja tidaklah terlalu susah memodifikasinya.

    Kontraktor melakukan hitungan hanya sebagai lampiran. ……. saya kurang jelas yang anda maksud. Satu pesan yang perlu saya sampaikan, jangan terkecoh dengan digunakannya SAP2000 atau lainnya yang sejenis. Jika nggak bisa menggunakannya maka ibarat hasilnya adalah sampah. Bisa berbahaya lho.

    @Ronald Eston Siregar
    SNI untuk kasus standar sudah cukup. Jika tidak, sebaiknya pakailah AISC. Ada koq di blog ini, silahkan di down-load.

    SAP2000 tidak bisa merencanakan sambungan las. SAP2000 adalah program untuk analisa struktur dan design (check stress).

  28. Dear Pak Wir,
    Saat ini saya lagi interest dengan castellated beam, sayangnya SAP2000 tidak built-in profile yang satu ini. Untuk perhitungan sebagai simple span menggunakan castellated profile tidak ada masalah dengan formula Ms. Excell saya. Tapi untuk bangunan yang bertingkat/komplit saya kesulitan. Mau pake program proper bawaaan sap2000 terlalu banyak input datanya. Mungkin Pak Wir punya solusi yang simple untuk input data program proper bawaan sap2000. Dan apakah nanti render view hasil input proper memperlihatkan castellated webnya??

  29. sdr Jurie,
    Kenapa pusing-pusing memikirkan bagaimana memasukkan data castellated beam ke program SAP2000.

    Pada kenyataannya apakah baloknya castellated, atau balok gabungan atau balok berlobang dll, sebenarnya program SAP2000 khususnya jika digunakan element Frame akan menganggapnya sebagai profil bi-simetri, yaitu profil dengan simetri ganda (misal profil I atau H dan semacamnya).

    Dengan kondisi tersebut maka jika anda memasukkan profil L atau C maka hasilnya tidak teliti karena shear centre dan centre of gravity-nya tidak berimpit. Resiko untuk konfigurasi batang bebas maka akan timbul torsi jika penempatan bebannya tidak tepat.

    Dalam kaitannya tersebut maka yang diperlukan input datanya hanya section properti (ada enam, lihat di buku SAP karangannya saya, ada itu penjelasannya).

    Jadi daripada pusing-pusing mencari cara bagaimana memasukkan data yang tepat maka gunakan saja “general section”.

    Konsekuensinya maka render view-nya tidak akan memperlihatkan gambar castellated beam di layar komputer. Rasanya ini nggak masalah, program SAP2000 khan program untuk analisa struktur bukan seperti autoCAD.

    Gitu mas Jurie, jangan mau dibikin pusing oleh SAP.

  30. Ronald Eston Siregar,
    SNI baja 2002, merupakan derivasi dari AISC dimana pada AISC sendiri tidak dibahas detil tentang pengelasan (Apalagi SNI, karena SNI adalah turunannya), akan tetapi pada AISC disebutkan rujukannya yaitu AWS D.1.1, disana dibahas lengkap tentang structural welding dari profil I, sampai sambungan las untuk tubular joint yang sering digunakan untuk konstruksi platform.

    Di AWS D.1.1. ini pula penjelasannya bukan hanya engineering calculation akan tetapi inspection untuk mencapai quality serta hal-hal lain misalnya metode pengelasan serta jenis kawat las kesesuaiannya dengan jenis baja yang akan di las.

    Oh ya ada satu lagi, sebelum melakukan pengelasan maka terlebih dahulu harus membuat WPS (welding procedure specification), kalau dibeton dikenal dengan mix design untuk menentukan jenis kawat las terhadap steel yang akan kita las. Belajar tentang welding asyik eui, sampai harus buka materi kuliah tentang bahan..

  31. pak wir yth;
    untuk input data ke SAP 2000 khususnya pada section properti untuk castellated beam (balok berlobang), apakah nilai momen inersia yang di-inputkan bisa dianggap rata2 dari inersia bagian yang berlobang dan yang tdk berlobang.
    Trims – salam

  32. yth. mas Toton
    bukan rata-rata mas, karena lubangnya merata sepanjang bentang maka pakailah inersia pada potongan yang berlubang saja. Nggak terlalu beda koq, karena inersia ditentukan oleh sisi yang paling jauh dari garis netral.

    Besok September 2007 ada Konferensi Internasional di UPH , datang lagi ke UPH ya. Sekarang sudah beda lho.

  33. Dear Pak Wir,
    Kembali ke castellated profile.
    Input data section properti dengan”general section tetap saja jatuhnya kita manual dan trial error untuk desain penampang struktur, dan ini makan waktu.
    Dengan mempunyai file properti sendiri maka desain penampang “auto select” bisa di terapkan.

    Membuat file properti dengan program proper memerlukan input data di “NOTEPAD” banyak sekali. Pengennya sih buat program kecil untuk mengentry data ke notepad, tapi saya nggak bisa programming (padahal buku VB nya pak Wir saya dah punya lama sekali lho). Khan asyk tuh punya database profile sendiri, umpamanya: castellated propertis, joist/trust properties. Atau kalau mau buat tappered column/girder (prismatik??) elemen atau built up member (pre-fabricated).

    Ngomong2 tentang Pre-fabricated building, Tempat saya sekarang ini lagi bangun multiple 3 workshop yang guede banget. PxLxT = 110m x 60m (clear span) x T 32m (column), 37m (ridge). Jumlahnya 3 unit, komplit dengan OH crane SWL
    32T 6 unit. Kolom dan rafternya segede bagong!. Waktu pre-tender saya sempat sequence building dengan SAP, tapi KO (saya yang knock Out :), pembebanannya lebih dari 30 kombinasi. Nanti kalau rafter naik saya sharing photo2nya.

    SAlam_

  34. Dengan mempunyai file properti sendiri maka desain penampang “auto select” bisa di terapkan.

    He, he, he, tidak sesederhana itu pak. Algoritma design yang tersedia pada program SAP2000 hanya dikhususkan pada profil hot-rolled sesuai AISC, yang versi 9 juga udah dapat dipakai untuk profil cold-formed sesuai AISI. Tapi bukan castelleted. Itu ada algoritmanya sendiri. Kayaknya post-processing castellated pada SAP2000 nggak bisa.

    Jadi ide yang saya sampaikan kemarin hanya untuk analisa struktur-nya aja.

    O ya, kalau ada foto-foto menarik, kirim aja ke blog ini. Biar temen-temen lain ikut juga mengaguminya.

  35. Nimbrung sekalian…
    Apakah Pak Wir punya database profil baja untuk SAP dan ETABS yang sesuai dengan profil baja Indonesia Pak?
    Jika ada, mungkin dapat di-share… Karena kalau tidak begitu kan kita bekerjanya akan lama jika harus meng-input satu per satu untuk Auto Select-nya.
    Terima kasih.

    Salam,
    H.W.

  36. Waktu bikin buku SAP2000 edisi I sekitar tahun 2005 , rasanya saya udah bikin.

    Tapi sekarang saya cari : dimana filenya koq nggak ketemu. Komputernya udah di format beberapa kali sih. :(

    Nanti tak cari ya. Moga-moga ketemu.

  37. Terima kasih, Pak…
    Rasanya juga banyak yg menunggu nih… :)
    Moga2 cepat ketemu… hehehe

    Salam,
    H.W.

  38. Pak Wir? Ada kabar terbaru mengenai database profil nya?
    Uda ga sabar pengen nyobain, Pak… Trus pengen bandingin juga ma yg hasil manual :)
    Terima kasih.

    Salam,
    H.W.

  39. salam kenal,
    saya adalah seorang junior engineer yang membutuhkan banyak pencerahan dari ahli seperti bapak.
    saya lagi mendesain balok castela – honey comb. adakah SAP 2000 bisa digunakan, dan buku apakah yang bisa dijadikan acuan.Terutama yang mempunyai dasar SNI.
    terima kasih atas bantuanya.
    BR,
    Indra

  40. Selamat sore Pa Wir saya tertarik dengan situs ini soalnya cukup membantu dalam menambah wawasan khususnya mengenai civil engineer
    ada hal yang ingin saya tanyakan mengenai bagaimana analisa kekuatan untuk baud mutu tinggi
    apa perbedaan antara baud mutu tinggi dengan hilty
    apa sama analisa design antara baud mutu tinggi dengan hilty
    makasih GBU

  41. Pak Wir,
    Saya sudah buat section properti castellated beam JIS G3101 series berdasarkan profilnya Gunung Garuda (www.grdsteel.com). Sudah juga saya pakai untuk desain warehouse baru saya. Stress ratio : 0.8<SR<1, lumayan tapi tetap saja saya gak puas (cenderung ragu) dengan castellated profile ini hanya dengan mengandalkan output SAP2000.

    Dari referensi lain (STAAD) beberapa hal yang harus di checking:
    1. Global Bending
    2. Vierendeel Bending
    3. Horizontal Shear
    4. Vertical Shear
    5. Web Post Buckling.

    Mohon info maksud dari 5 item di atas terutama Vierendeel Bending itu apa?? Karena ada menyebutkan “additional checking at openings area” antara lain:
    - Vierendel Bending at opening (Top Tee flanges & Btm Tee Flanges combine)
    - Reduced Vierendeel moment due to tension and shear in top tee & btm tee)
    - Web buckling at opening

    Kuncinya (mungkin) pada section modulus tiap potongan penampang. Mohon sharing info dari Pak Wir atau rekan2 lain formula untuk vierendeel bending.
    Nanti saya kirim sect prop castellated direct ke pak wir, atau rekan2 lain ada yang berminat??

    Terima Kasih,
    Jr_

  42. @Hartanto Wibowo
    database-nya ? Koq jadi lupa.

    @Indra

    mendesain balok castela – honey comb.

    Setahu saya, SAP2000 belum bisa untuk “desain” honey comb (yang disebut juga sebagai castellated profile).

    @paulus
    baut mutu tinggi alat sambung “baja dengan baja”.
    hilti alat sambung “baja ke struktur beton”.

    @Jurie Sulistio Kumara

    saya cenderung ragu dengan castellated profile yang mengandalkan output SAP2000

    Saya juga ! :D
    Maksudnya untuk “desain”-nya lho, sedang untuk analisisnya program SAP2000 bisa dipakai koq. “Analisis” dan “desain” beda lho.

  43. Selamat pagi P.Wir,

    Lewat rubrik yang diasuh oleh Bapak sangat membantu saya dalam pencarian referensi ilmu teknik sipil,apakah Bapak mempunyai artikel tentang design untuk jembatan dari beton bertulang dan prestress.
    Terimakasih atas bantuannya

  44. Halo Pak Wir, Bagaimana kabarnya? saya harap sehat-sehat saja saya tadi iseng- iseng buka situs web, eeeeh ketemu site pak wir.
    saya sangat senang karena ada Orang Indonesia yang mau berbagi journal2 kepada orang lain.

    saya senag membaca banyak pertanyaan dan jawaban yang ada di situs ini.
    Pak Wir Yang terhormat
    saya sekarang butuh IBC 2003 buat data ikut seminar nasional cara dapatnya gimana ya?
    Saya seorang mhs yang baru selesai kuliah di Atma Jaya Yogyakarta.
    salam hangat dari saya

    wir’s comments : ada koq

    • Terima kasih atas usahanya untuk membuat section castellated beam dalam SAP.
      Namun sepertinya profil yang ada baru pada ukuran dengan dimensi flange lebar 200mm ya?
      Untuk profil dengan flange selebar 300mm kelihatannya belum diinput
      Awalnya saya ingin mencoba menambahkan pilihan yang ada, dengan masuk ke menu – Add Copy of Property untuk kemudian diedit. Namun ternyata tidak bisa.
      Mohon kiranya jika tidak memberatkan, profil2 dengan flange lebar 300mm juga bisa ditambahkan.
      Terima kasih

  45. Wah, iya nih… udah lama ga denger kabar dr Pak Wir…
    Gimana Pak database profilnya uda ketemu?
    Hehehe… :)

    Salam,
    H.W.

    Wir’s comments : aduh jangan nunggu saya dong, bongkar-bongkar yang lama sudah nggak sempet nih. Komputernya yang waktu itu dipakai ngebuat profil itu, udah dipakai anak-anak (sudah penuh dengan game). Coba kontak Jurie Sulistio Kumara (komentar di atas). Dia bahkan sudah bisa membuat database untuk castelllated profil , apalagi yang profil biasa, pasti punya deh. :D

  46. salam kenal pak,

    saya mahasiswa teknik sipil, saya sering liat blog bapak, sungguh membantu saya,

    Akhir-akhir ini saya baru mau mengerjakan tugas akhir, yang ini saya tanyakan, dalam perencanaan gelagar pelat baja, terutama batang lenturnya, apakah ada perbedaan antara SNI dan AISC, kalau ada di bagian apa saja pak,

    sebenarnya saya sudah mulai mengerjakan dengan AISC, mau tanya juga adakah kelebihan AISC dibanding dengan SNI, setau saya SNI mengacu pada AISC, sekian pak, terimakasih atas bantuannya.

    Wir’s note : utk batang tekan saya dan mahasiswa bimbingan saya pernah melakukan penelitian, bahkan udah dipublikasikan (lihat didaftar publikasi saya). Tapi untuk batang lentur, belum dilakukan penelitian tersebut, jadi nggak bisa menjawab tuntas. Menurut saya SNI dan AISC nggak bisa dibandingkan. Jika ingin menguasai struktur baja, saya sarankan langsung aja ke AISC, di sana sumber-sumber acuannya sangat lengkap dan tersedia. Jika anda menguasai AISC maka memahami SNI akan mudah-mudah aja. Gitu.

  47. Terima kasih atas tanggapan yang di berikan oleh pak Wir, sungguh membantu saya, saat mengerjakan tugas akhir ini saya diminta oleh dosen saya kenapa saya memakai aisc, terus terang saya memakai aisc karena studi literatur dan buku yang saya baca kebanyakan memakai aisc ( timoshenko, salmon, johnson, dll ), jadi sampai saat ini saya blm bisa memberikan alasannya, adakah saran dari pak wir?terima kasih sebelumnya…

    regards..
    honas

    Wir’s note : kalau begitu bilang aja , “saya” pilih AISC karena buku-buku referensi maupun peraturannya dapat didown-load dengan gratis di blog-nya pak Wir ini. Bukunya juga, tebal-tebal (berbobot), kalau SNI apa ada pak ? (maksudnya pak dosen).

    Judul bukunya apa, karangannya siapa ? Kata pak Wir, buku baja yang berbahasa Indonesia yang berbobot itu karangannya POTMA tapi itu jaman belanda dulu, sedang yang baru (jaman sekarang) cenderung hanya kompilasi buku-buku asing di Indonesiakan. Tidak ada yang orisinil.

    Gitu aja kalau masih nggak puas dengan jawaban pertama. Memang gitu sih kondisinya.

    Terus terang jika kita membandingkan peraturan beton kita dengan peraturan baja kita, saya lebih salut ke peraturan beton. Penyusun peraturan beton kita, tidak sungkan-sungkan menuliskan buku-buku sumber yang menjadi acuannya sehingga kita bisa melengkapi pemahaman kita dengan literatur yang sudah berjibun. Tetapi coba lihat, peraturan baja kita tidak memperlihatkan buku sumber yang menjadi acuannya padahal jelas-jelas mirip AISC. Jadi kesannya tidak ilmiah gitu.

    Bandingkan dengan Code-code luar yang dapat dengan mudah dilacak darimana rumus-rumus yang mereka gunakan dan siapa yang menemukannya.

    Orang kita itu cenderung merasa pinter sendiri dan tidak berani mengakui bahwa ada orang lain yang lebih pintar.

  48. Siang Pak.
    Saya sedang mempelajari perhitungan disain baja dengan menggunakan SAP2000. apa yang hrs dilakukan untuk membuat batang truss aman terhadap tekuk walau sudah aman terhadap kapasitas tekan atau tariknya??
    Makasih sebelumnya..

    Wir’s comments : jika sudah aman terhadap tekan, mengapa harus takut terhadap tekuk ?

  49. selamat siang pak wir, saya mau menanyakan apakah pengertian dari ” post tension suspended slab ”
    Terimakasih pak atas semua pengetahuan yang bapak telah bersedia tuk berbagi….

  50. selamat siang pak
    salam kenal
    saya mahasiswa teknik sipil ui sedang mencari bahan skripsi

    saya tertarik dengan topik masalah
    fatique load pengaruhnya kepada struktur baja…..
    karena menurut saya fatique load ini kurang di pelajari oleh mahasiswa……..
    apakah bapak bisa memberikan referensi kepada saya???

  51. mo minta tLong nich pak.,
    saya mahasiswi Tek.Sipil ITS smester 7.skarang saya lagi nyusun TA tTg Design Rumah sederhana menggunakan baja dingin.,kira2 Bapak tau referensi apa aj yg saya butuh kan???bapak punya AISI yg terbaru ga???dan tTg tabel profilnya?tLong banget y pak…Thanks b4.

  52. Siang Pak

    Pak Wir, apakah ada syarat batasan maksimum joint displacement untuk rangka kuda-kuda yang terdapat di SNI 03-1729-2002??

    Makasih

  53. @Okta:
    Untuk Vierendel rasanya saya udah menjawab ya di bagian lain blog ini, intinya : dalam era SAP2000 dan yang sejenisnya maka apakah itu vierendel atau yang lain, nggak ada perbedaan tuh dalam perencanaannya.

    @Cha: ” post tension suspended slab ”
    slab yang menggantung ! Suatu istilah yang umum dipakai pada slab yang terletak di atas tanah (ground floor) dimana dalam perencanaannya dianggap bahwa tanah dibawah slab tidak bekerja sebagai tumpuan. Biasanya jika tanah dibawahnya jelek sehingga dimungkin ada penuruanan. Perencanannya mempertimbangkan bahwa mendesain sebagai suspended slab masih lebih murah daripada dilakukan perbaikan tanah di bawahnya. Sedang kalau posttensioned adalah jika bentang cukup besar, jadi jika pakai tulangan nggak cukup.

    @Yasin: ttg fatique
    Untuk konstruksi bangunan memang jarang, umumnya untuk struktur jembatan atau mungkin industri yang berkaitan dengan beban-beban yang menyebabkan timbul gaya bolak-balik. Untuk mengatasinya biasanya struktur direncanakan dibawah tegangan izin gitu.

    @Ratna: baja dingin atau cold-formed
    khan ada di atas dan bisa di down-load itu di section 10. Tabel profil bisa macam-macam tergantung produsennya. di section 10 tsb rasanya ada formula untuk mengetahui section properti untuk berbagai macam bentuk.

    @Nia: joint disp maksimum
    Ya jelas ada dong. Pertama-tama karena analisisnya adalah linier elastis maka harus dichek apakah asumsi bahwa geometri struktur sebelum dan sesudah dibebani adalah sama. Jika tidak maka jelas asumsi tsb menjadi tidak berlaku lagi. Brp agar dapat dianggap sama, yah itu sih empiris, tergantung persyaratan fungsinya misal L/250 utk struktur sekunder, umumnya L/360 atau lebih kecil lagi misal L/500 atau L/800. Semakin kecil semakin baik.

  54. slamat pagi Pak.
    website Bapak sangat membantu sekali terutama bagi mahasiswa T. Sipil.
    Pak saya mau minta tolong untuk diberikan contoh perhitungan struktur gedung 3 lantai SRPMK berdasarkan SNI 2847 dan SNI 1726 .
    terima kasih atas bantuannya.

  55. Salam kenal semuanya… Lagi browsing-browsing tiba2 terdampar di blog ini hahaha..

    Nama saya erwin, lulus ITB th 2005. Sekarang baru memasuki tahap baru sebagai mahasiswa S2 di National Taiwan University.

    Wah..ternyata ini tho pak Wiryanto Dewobroto Haha… saya banyak melihat buku ttg SAP dan pemograman untuk sipil. Namun, harus saya akui bahwa buku Bapak ialah yang terbaik yang selama ini pernah saya lihat. Haha…

    Wah…saya senang sekali di sini. Semuanya saling berbagi… What a perfect world !!

    Semoga suatu saat saya juga bisa ikut nimbrung hehe..

    @sud… –> untuk contoh perhitungan SRPMK, anda bisa melihat buku Reinforced Concrete (MacGregor dan JK Wight SI edition). Buku ini sangat bagus sekali…contoh soalnya komplit. haha.. cuman saya gak tahu ada versi digital nya gak buku ini hehe…

    salam,
    erwin

  56. Saya hascarya, mahasiswa semester akhir di Universitas Sebelas Maret, mau menanyakan tentang bidang manajemen konstruksi baik buku atau referensi yang lain tolong di muat di dalam web ini, sehingga bisa membantu saya dalam penyusunan tugas akhir.

    Terimakasih

    Wirs comments : mohon maaf, saya tidak mengkoleksi bidang-bidang di luar peminatan saya.

  57. Halo mas donald…
    Wah ternyata langsung di respons ama mas donald hehe… Saya banyak mendengar tentang anda hehe…
    One of the best students di ITB Haha… (kata pak BB loh) hehe…

    salam kenal,
    erwin

  58. pa wir,
    boleh ikut nanya ???
    tentang profil baja double siku di SAP2000 selalu saling membelakangi kalo perlunya yg saling berhadapan gimana caranya ???
    kalo dapetin tabel profil baja yang ada dipasaran dimana ya?/
    makasih banyak ya pa

    Wir’s comments : SAP2000 memang tidak menyediakan perhitungan profil otomatis setiap jenis penampang, adanya yang umum-umum aja. Kalau ketemu kasus begitu maka gunakan aja input data General Section, yaitu memasukkan parameter section property secara manual hasil hitungan sendiri. Untuk kasus seperti itu bagian design-nya belum tentu bisa dipakai lho, jadi SAP2000 hanya untuk analisis struktur-nya saja.

  59. Pak,, numpang lewat nih..

    Saya sedang mencari literatur tentang Gelagar Baja Komposit, mungkin bapak atau teman” bisa membantu saya..

    Jabat Erat..

  60. pak wir mau tanya kalo mo design beam pakai profil WF yang castellated gmn ya?/
    ada literaturnya ga?
    kasih tau ya..
    thanks

    wir’s responds : ini literatur klasik yang umum dipakai sebagai rujukan design castellated :
    Design of Welded Structures — Omer W. Blodget, published by The James Lincoln Arc Welding Foundation, pages 4.7-8 and 4.7-9

  61. Slamat pagi pak wir…..
    pak..saya mo nanya ni pak…

    1.klo jembatan baja kira2 untuk kereta seperti Monorail di malaysia ato di tempat lain dengan sambungan menggunakan las kira2 gmn pak ???

    2.Maaf ni pak.. Pak wir punya referensi ato contoh perhitungan las ngga ? …. .saya liat file2 di atas pnya bpk ga ada contohnya e pak… teori smua
    Saya baca SNI jg kurang puas..Alias Memusingkan..
    sebelumnya Trima kasih banyak ya pak:)

    o iya kmren saya hbis donlod file ttg contoh perhitungan tumpuan jembatan (elastomer)punya bapak….
    thanx ya pak wir…

    Wir’s responds : coba kamu baca kiriman dari mas Donald ini
    http://wiryanto.wordpress.com/about-me/#comment-8535

  62. Yth. Pak Wir..
    saya mau bertanya tentang modelling di SAP 2000 profil IWF yg webnya bolong/hollow/ opening..
    untuk desain/analisis strukturnya..
    gimana ya pak caranya??

    thx

    Wir’s responds: tergantung apa yang akan anda analisis. Jika hanya sekedar respons struktur global, secara keseluruhan, maka anda bisa pakai element FRAMED, tetapkan saja parameter section properti dari web bolong, misal Ix, Iy, A dll seperti yang diminta dari element tersebut. Mungkin anda harus membaginya dalam segmen-segmen 1D yang homogen, misal bagian tengah dan bagian tumpuan yang biasanya tidak sama.

    Tapi ingat, tiap segmen harus mengikuti batasan agar sesuai dengan elemen 1D, yaitu panjang longitudinal lebih dominan dibanding dimensi penampang.

    Jika selanjutnya ingin dilihat konsentrasi tegangan pada lubang (kondisi lokal, atau detailnya) maka anda harus pakai element 2D yaitu SHELL, bisa juga 3D yaitu SOLID, tapi ini kayaknya terlalu berlebih.

    Masalahnya tinggal anda memahami atau tidak element-element tersebut. Gitu.

    Ingat itu analisis, anda harus interprestasikan sendiri. Kecuali program yang dilengkapi desain yang biasanya parametris, ini mungkin lebih gampang. Tapi SAP2000 yang ada.

  63. Yth. pak Wir
    Selamat Siang ..
    Salam Kenal.
    Saya mau bertanya ditempat saya sedang membangun sebuah gedung dengan konstruksi baja, dengan bentang span 36 m dan antar kolom 8m.
    Dalam gambar rencana dibuat bracing silang dibuat satu dan selang seling antar span berikutnya.
    Apa perlu saya buat bracing silang itu dua ?
    Trimakasih pak..

  64. @Subada
    apakah bracing silang satu atau selang-seling atau bracing silang, nggak ada masalah itu. Biasanya yang menentukan adalah kebutuhan ruang. Mengenai perilaku keduanya berbeda ? Ya jelas, harus dilihat secara komprehensif. Misalnya, bisakah dilakukan berselang-seling, efek diagframa apa ada, atau harus dari bracing juga dll. Yah, variasinya bisa banyak gitu. Itulah yang disebut pemodelan, yaitu pekerjaan sebelum analisis dengan komputer.

    Untuk bisa melakukan pemodelan yang baik jika engineer-nya memahami betul periilaku struktur yang dibahas. Tanpa itu semua, saya kira itu susah.

    @Joko
    kalau kelangsingan di atas 200 pakai formula apa ?. Wah menarik itu, kelihatannya anda hanya berpikir jika kL/r > 200 maka formula design-nya aja yang dirubah. Padahal hasil analisis juga berubah.

    Jika langsing bisa apa sih, stabilitas terganggu, bisa juga problem geometri non-linier muncul. Jadi itu semua jelas akan bahwa analisa struktur dengan elastik-linier tidak valid lagi.

    Kiranya hal-hal seperti itu tidak dibahas atau dimengerti oleh engineer yang notabene sudah menguasai pemakaian komputer sebagai alat tool design. Seakan-akan bisa digunakan untuk semuanya. Padahal ingat apapun yang anda analisis dengan komputer hanyalah model dan bukan struktur sebenarnya.

    Untuk paham apakah hasil model sudah sesuai dengan real, itulah sebenarnya engineer bertanggung jawab. Hal-hal seperti ini pulalah yang akan saya sampaikan pada seminar SAP2000 di bulan Februari besok. Rasanya nulis satu halaman nggak cukup lho kalau mau tahu soal itu.

  65. 1. pak wir, saya butuh buku2 tentang castellated beam apa saja? tolong diberi tahu.
    2. Selama ini, gedung2 yang menggunakan castellated beam menggunakan peraturan apa?apakah LRFD bisa mengaturnya?
    3. Apa beda&kesamaan ASD-PPBBI dan LRFD-AISC LRFD?
    terima kasih

  66. Pak Wir, masih boleh minta free book – Structural Steel Dersigner’s Handbook ? Tadi saya download sudah ndak bisa.
    Maturnuwun sanget.

  67. to : P wir & P Joko

    biarpun udah telat tapi masih boleh ikut ngasih komentar kan? :)

    menurut AISC 2005, di bagian E.2 tertulis :

    For member designed on the basis of compression, the slenderness ratio KL/r preferably should not exceed 200.

    dan di bagian commentary nya ada keterangan :

    The concept of maximum limiting slenderness ratio has experienced an evolution change from a mandatory “… the slenderness ratio KL/r of compression members shall not exceed 200..” in the 1978 specification to no restriction at all in this specification (2005).

    Mungkin ini yg mendasari P Joko ingin mendesain batang tekan dengan KL/r > 200, menurut AISC aja boleh kok.. :)

    tapi mungkin tidak sesederhana itu Pak Joko, karena nilai KL/r yg besar menunjukkan safety factor yg rendah terhadap buckling.. Mungkin secara di atas kertas bisa saja kuat (biarpun critical stress nya jadi kecil banget), tapi masalah kesempurnaan fabrikasi dan pemasangan kan susah dijamin mutunya. Padahal kegagalan akibat buckling (apalagi elastic buckling) sangat getas.

    masih dari commentary AISC 2005 :

    the traditional upper limit of 200 was based on professional judgment and practical construction economics, ease of handling, and care required to minimize inadvertent damage during fabrication, transport and erection. it is not recommended to exceed this limit for compression members except for cases where special care is exercised by fabricator and erector.

    Jadi masalahnya lebih ke pelaksanaan ketimbang desain.. kalo utk perhitungan sih, persamaan2 untuk slender element pada bagian E di AISC juga bisa digunakan. tapi kalo saya sih, gak pernah berani nilai KL/r nya besar2.. Ngeri euy.. :) bahkan saya selalu mengusahakan agar element nya tidak tergolong slender element. kalo kata orang : biar begitu strukturnya dibangun kita bisa enak tidur.. gak was-was terus.. hehehe.. :D

    -Rp-

  68. wah pak, terima kasih banyak atas buku Steel Book-nya. Saya merasa sangat tertolong dengan adanya buku ini. Saya mahasiswa yang sedang menggarap skripsi, namun tertunda karena sudah bekerja di Kontraktor bidang Furnace Glass.
    emmm, ada tambahan referensi kah mengenai Furnace Glass…….?
    Salam sukses selalu untuk Bapak.

  69. matur nuwun pak…..buku gratisnya…
    gmn pak ya sistem struktur tower dengan steel frame braced pada suspension bridge??

  70. pak Wir…

    saya mhasiswi Sipil ITS yg mngambil judul TA tentang perencanaan gedung dg komposit baja-beton….

    dalam perencanaan kolom, dosen saya minta untuk menghitung inersia yang terjadi menggunakan inersia gabungan antara baja dan beton selubungnya…apakah bapak mempunyai contoh perhitungan inersia gabungan? jika ada referensinya menggunakan buku apa ya Pak?

    menurut Bapak, apa perlu perhitungannya menggunakan inersia gabungan? jikamenggunakan inersia dari beton selubungnya saja apa pengaruhnya? jika tidak perlu inersia gabungan, penjelasannya bagaimana pak?

    terima kasih sbelumnya Pak….dan terima kasih buku gratisnya….

  71. PakWir,ada link yang lain buatdownload bukubajanya
    atau kalau berkenan tolong dong kirim ke email saya
    Terima kasih sebelumnya

  72. Salam kenal Pak Wir, sebelumnya saya banyak mendapatkan referensi gratis dan bermanfaat sekali dari blognya ini. Terima kasih bangat….
    Tp ada beberapa buku misal SRUCTURAL STEEL DESIGNER’S HAND BOOOK ini ketika aka di download ada pesan “Kapasitas bandwitchnya habis” apa yg harus saya lakukan untuk mendownload file ini????

  73. bagaimanakah bentuk desain utuh sebuah jembatan kabel, karena saya seorang mahasiswa yang kurang data mengenai jembatan tersebut.trim,s

  74. tolong kirimin buku tentang SRUCTURAL STEEL DESIGNER’S HAND BOOOK ini ketika aka di download ada pesan “Kapasitas bandwitchnya

  75. siang pak, saya dk
    saya sedang mengerjakan TA dan terbentur kesulitan tentang momen inersia 3D bentuk profil Z tetapi memanjang…..
    sudah 3 dosen saya tanya, jawabnya bentar ya dek… saya pelajai lagi…heks…thanks pak

  76. Pak, saya mau tanya, boleh kan?
    bisa gak sih, merencanakan struktur komposit (gabungan beton-baja) dengan program SAP2000?

  77. @syarif, yandra, kawaii
    kayaknya saya belum pernah membalas permintaan tolong khusus via email. Kalau satu-satu, wah bagaimana repotnya. Jadi jangan pernah minta khusus via email ya, pasti deh dicuekin. :)

    @dhika
    Bentar juga ya dik, saya pelajari dulu. Berarti ini dosen ke-4 ya. :P

    Tetapi karena ini blog, jadi nundanya nggak kelihatan. Tentang momen inersia. Pada prinsipnya semua kasus di dunia rekayasa dapat dilihat sebagai kasus 3D. Itu yang disebut sebagai real. Sedangkan yang dihitung di atas kertas kita sebut model. Ingat, satu-satunya cara untuk menganalisis real adalah dengan uji empiris, misal pembebanana.

    Sedangkan yang di atas kertas adalah model, bukan real. Ok

    Untuk memindahkan kasus anda yang real ke model, maka perlu penyederhanaan. Menyesuaikan dengan metode yang akan digunakan sebagai alat analisis.

    Jika penampang anda itu mempunyai dimensi yang relatif kecil, dibanding bentang atau panjangnya maka kita dapat menyederhanakan sebagai elemen 1D, atau elemen garis, katakanlah itu terletak pada sumbu Z. Kemudian penampangnya bisa kita analogikan sebagai bidang pada yang terletak pada sumbu XY.

    Selanjutnya pada bidang tersebut penampang anda dapat digambarkan, profil Z berarti profil anti-simetri, kemudian dapat kita hitung inersianya terhadap sumbu tersebut. Masalahnya adalah bahwa sumbu Ix , Iy belum tentu sama dengan I max, Imin. Gitu aja, anda harus cari sumbu netralnya.

    Gimana cara nyarinya, o itu ilmunya ada di Mechanic of Material , coba deh cari bukunya GERE atau POPOV. Ada koq. Kalau mau buatannya, coba lihat laporan waktu Ujian Kualifikasi. Kayaknya ada http://sipil-uph.tripod.com web-ku yang lama.

    @Yusuf
    jika nggak ada SAP2000 aja bisa merencana struktur komposit. Jadi jika ditambah program tersebut maka pasti lebih bisa lagi.

    Masalahnya, apakah program sudah dapat secara otomatis menghitung struktur yang dimaksud. Kalau itu sih, kelihatannya belum. Ok.

  78. PAK WIR ADA AISC LFRD DALAM BAHASA INDONESIA?KALO ADA SAYA MINTA SOFTFILE.ATAU ALAMAT DOWNLODNYA.TERIMAKASIH

  79. Salam,

    Pa Wir saya baru lihat diskusi-diskusi diatas.
    Mengenai KL/r > 200, apakah penambahan pelat pengaku pada IWF dapat menjadi solusi kelangsingan tersebut ? bagaiamana dasarnya?

    Pak ada referensi free download JIS standard ?

    Terima kasih

  80. @rbudiman
    perencanaan Castellated Beam secara lengkap terdapat pada buku
    “Design of welded structures” , oleh Omer W. Blodgett , dari James F. Lincoln Arc Welding.

    @Ign. Teguh
    penambahan pelat pengaku menambah kekakuan profil terhadap tekuk lokal, tetapi tidak mempengaruhi bahaya terhadap tekuk global. Jadi untuk menghindari tekuk global tidak hanya dipasang pelat pengaku tetapi perlu ditambahkan bracing pada arah yang lemah tersebut. Untuk dasarnya silahkan dirujuk bukunya prof. Timoshenko atau buku buku-buku baja yang mendasar tentang buckling (tekuk).

  81. Salam,

    Terima kasih pak Wir.
    Pak, apakah penambahan pelat pengaku telebih yang cukup rapat bisa meningkatkan nilai r sehingga kl/r < 200 ?

    Belum ada referensi untuk mengunduh JIS Standard (steel) ya pak ?

    Terima kasih

  82. Dear Pak Wir dan all,

    Apakah ada yang punya referensi mengenai design steel truss untuk conveyor belt? Bisa tolong kasih tau cara analisa pembebanan dan strukturnya? Terima kasih

  83. Yth. Pak Wiryanto,

    Dapatkah saya meminta tolong tolong untuk dihitungkan modulus section terhadap steel sheet pile yang designnya saya dapat dari Armtec Canada.

    Saya mohon alamat email bapak untuk saya kirimkan pdf file nya.

    matur nuwun

  84. Ping balik: Estruturas Metálicas – eBooks « enGENIUM 2.0

  85. pak, klo download free tabel profil baja d mn?
    mohon bantuannya mungkin klo bp. punya tabel profil baja edisi terbaru.
    terima kasih

  86. Trims Pak Wir.
    Desain Baja pakai pakai standard AISC-LRFD 1993, fy 2500 kg/cm2, beban= 1.2DL+1.6LL didapat , rasio : 0.8.
    Cara manual fy 2500 kg/cm2, beban= 1.2DL+1.6LL , teg. izin= 2500/1.5=1667 kg/cm2, teg tg terjadi > 1667 kg/cm2 (tidak memenuhi). Apakah asumsi manual saya yg salah?. atau teg. izin <2500 kg/cm2 (bkn 1677 kg/cm2).

    Terima kasih

    • ya jelas cara anda salah, anda mencampur adukkan metode LRFD dengan metode ASD.
      Petunjuk : pakai salah satu cara secara konsisten. Dibuku saya ada contoh perbandingan hasil SAP2000 dengan cara manualnya.

  87. Salam kenal pak wir…
    Pak mau nanya tentang profil WF (king cross) dan (queen cross) aplikasi dilapangan seperti apa ya pak? kan selama ini kita taunya hanya profil wf biasa…, satu lagi pak perhitungan struktur menggunakan ( honey comb) di SAP seperti apa ya pak dan bisa ngga klo kita hitung dengan WF biasa trus kita konversi ke profil honey comb…

    Mohon pencerahannya…
    Pranowo

    • profil WF king-cross dan quen-cross, wah ini istilah rasanya belum menjadi istilah baku. Jadi bisa saja di interprestasikan berbeda jika tidak ada gambarnya. Kalau tidak salah di salah satu brosur PT. Gunung Garuda ada yang menyebutkan hal itu. Yang jelas, itu adalah profil pesanan, atau fabrikasi khusus dengan menggabungkan dua profil menjadi jadi. Maksud sebenarnya adalah untuk mendapatkan profil untuk kolom yang kuat dari dua arah saling tegak lurus.

      Aplikasinya bisa apa saja, tergantung tujuannya. Untuk bangunan biasa, maka jelas profil tersebut tidak diperlukan karena pasti relatif lebih mahal. Karena jika dipasang bracing pada arah sumbu lemah maka biasanya akan lebih murah. Jadi profil tersebut diperlukan jika pada sumbu lemahnya tidak bisa dipasang bracing. Ada juga itu digunakan untuk konstruksi up-down construction.

      Untuk honey comb di sap2000, untuk analisisnya bisa dilakukan untuk melihat perilaku lentur. Caranya dengan memasukkan section properti ekivalen. TEtapi untuk design, maka nggak bisa dilakukan di program SAP2000.

  88. Pak, apakah buku ini baik untuk di pelajari sebagai text book bahan kuliah? karena buku yang Segui belum ketemu juga.

    sekian terima kasih

  89. Hallo pa wir, pa bahas materi yang banyak tentang analisa plastis baja dong, kayaknya literatur sedikit sekali

  90. Dear Pak wir,

    Pak saya ingin menyusun TA tentang desain plastis dan elastis pada baja, tolong pak dibahas, dan literatur apa yang harus saya miliki.. terima kasih sebelumnya

  91. pak wir, saya pendatang baru,,,saya cukup berterimakasih atas terbitnya buku versi SAP 2000 karya bapak ..hal ini penting dalam keseragaman perhitungan SAP..Smoga bapak sehat selalu dan kami akan terus menunggu karya-karya bapak

  92. malam pak wir,
    saya mau tanya ttg teknik penyambungan baut girder jembatan; arah dan konfigurasinya dalam satu sistem penyambungan body girder dan diafragmanya, trims pak wir

  93. Selamat malam pak Wir, saya mau tanya tentang desain struktur baja honeycomb, kebetulan pekerjaan saya dibidang desain bangunan pabrik. Sewaktu kuliah saya belum mendapatkan materi perencanaan baja honeycomb, mungkin Bapak bisa bantu untuk contoh perhitungan / buku panduan yg harus dimiliki. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

  94. Pa, saya mau bertanya, biasanya bangunan dg konstuksi baja, dalam penentuan profil awal kira kira diambil seper berapa bentang? (kalau beton kan sudah jelas,umumnya 1/12),kalau baja? Trims.GBU.

  95. ngomong2 soal buku, kok buku2 bapak susah di dapat ya…terutama akhir2 ini, saya cari di toko buku + toko buku online (termasuk penerbitnya), ternyata stoknya kosong…. padahal saya ingin sekali mempelajari buku bapak, terus berkarya pak….sukses!

  96. minta informasi.. saya hendak merencanakan balok baja yang castillated.
    bisa di bantu, buku apa yang harus saya miliki, dan dimana saya bisa mendapatkan nya.

    terima kasih

  97. Pak saya sedang menyusun Tugas Akhir “GELAGAR BAJA YANG DIBERI PERKUATAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN EXTERNAL PRESTRESSING”. apakah bapak punya literaturnya,,, Kalo ada mohon di bagi pak,, Trims….

  98. Pak Wir,
    saya mohon bantuannya untuk referensi mengenai “precast composite castellated beam” dan kalo bisa yang bahasa indonesia pak
    makasih sblmnya

  99. Assalamualaikum Wr.Wb

    Salam kenal Pak Wir, saya seorang praktisi lapangan yang ingin tahu dasar teori perencanaan silo (baja boleh beton juga boleh).
    Saya ingin tahu konsep dan koefisien gesekan dari tiap jenis material yang ada didalamnya.
    Bisa bantu arahkan saya Pak Wir?
    Maturnuwun.

    Wassalamualikum Wr.Wb
    Adam

  100. salam kenal pak…
    sy mw nax….kalw kuda2 mnggunakan profil wf…berapah bntang maksimumx utk estimasi awalx…atau perlu d hitung dlu??
    bgmn carx hitungx pak??

  101. Selamat Malam Pak,, Saya mahasiswa yang lagi mengerjakan TA,, tapi saya kesulitan mencari text book atau jurnal nya :(, Tolong dimuat donk pak tentang tahap2 perencanaan tentang balok gedung komposit baja-beton dengan metode LRFD. Mohon bantuannya pak. Trims

  102. Terimakasih banyak pada Bapak wiryanto yang telah membiri down load gratis tentang buku struktur baja….
    totok rudianto…pekanbaru unilak

  103. Selamat siang Pak Wir,

    Saya ingin berkonsultasi mengenai kuda-kuda baja profil WF 588.300 yang di modifikasi menjadi kuda-kuda honeycomb 882.300.
    kebetulan saat ini saya sedang menjalankan konstruksi baja ini.
    panjang kuda-kuda ini 13,6 m (kolom-nok)
    pada desain awal lubang-lubang honeycomb tersebut di tutup pada area dekat dengan kolom dan di area dekat dengan nok.
    namun seiring berjalan waktu, ada beberapa rencana penambahan beban pada kuda-kuda, sehingga perlu dilakukan modifikasi pada profil tersebut. hasil perubahan nya adalah dengan menutup semua lubang honeycomb dengan pelat setebal pelat badan dengan metode pengelasan penuh.
    yang ingin saya konsultasikan adalah, apakah ini merupakan sebuah solusi yang tepat atau ada saran solusi yang lain dan apakah dampak dari solusi menutup semua lubang dengan pelat tadi?

    Terimakasih Pak

    Salam
    Eko

    • Anda pakai profil honey-comb tinggi 882 mm untuk bentang kuda-kuda hanya 13.6 m. Koq rasanya ada yang aneh ya. Maklum, profil honey-com setinggi itu cocoknya untuk balok bentang panjang, yang mana kekuatan lentur mendomisi. Jadi untuk menjawab lebih lanjut rasanya perlu melihat terlebih dahulu konfigurasi kuda-kuda secara lengkap.

      Ide anda untuk menutup lobang umumnya dengan alasan terjadi peningkatan beban terpusat atau gaya geser. Maklum langkah yang anda lakukan itu tidak berguna jika perilaku lenturnya dominan.

  104. pak saya mau tanya untuk mendesain kolom baja dengan mengunakan double profil WF bagaimana cara menginputnya kedalam frame section ? thax pak

  105. Maaf pak, link untuk mendownload ebook diatas sudah mati. Apakah ada link lainnya?
    Kalau bs 1 link yg sudah mencakup semua.
    Terima kasih banyak pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s