Sharing Knowledge – SNI 1726-2002


Hallo mas Wir,Berikut saya kirimkan SNI tentang gempa SNI 1726-2002 (down-load PDF size 373 kb), semoga bermanfaat dan bisa disharing keteman-teman yang lain yang membutuhkan.Salam
Badar – Yang ingin terus belajar

Trims mas Badar, semoga dapat dimanfaatkan oleh teman-teman yang membutuhkannya.

Catatan : mas Badarrudin adalah alumni teknik sipil UGM yang saat ini bekerja sebagai engineeer pada perusahaan minyak asing di lepas pantai.

**up-dated 23 April 2007**

SNI : Gempa – Beton -Baja

Mas Donny dari T.Y Lin Internasional (Indonesia Principal) juga tidak mau kalah, beliau menitipkan SNI tentang Gempa ; Beton dan Baja sekaligus. Saya belum membandingkan apakah dokumen tersebut sama dengan dokumen sebelumnya atau tidak. Tetapi karena sama-sama nggak ada versi resminya dan dokumen tersebut umumnya hasil compile pribadi maka lebih baik ditampilkan apa adanya, biar pembaca sendiri yang memilihnya.

O ya untuk SNI Gempa-nya adalah versi Wiratman (resmi), hati-hati katanya ada versi yang lain, yang berbeda pada halaman-halaman tertentunya !

Dokumen yang dimaksud adalah

  • STANDAR Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung, SNI – 1726 – 2002 (down-load 373 kb)
  • BSN : Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung, SK SNI 03 – xxxx – 2002 , versi 16 Desember 2002 (down-load 3,535 kb)
  • TATA CARA Perencanaan Struktur BAJA untuk Bangunan GEDUNG, SNI 03 – 1729 – 2002 (down-load PDF 2,693 kb)
About these ads

327 thoughts on “Sharing Knowledge – SNI 1726-2002

  1. Makasih pa Badar dan pa Wir atas sharing infonya, koleksi digital saya jadi bertambah. Oo ya dimulai dari situ saya juga coba-coba cari Peraturan Bangunan SNI lainnya, pake Google (a lot of thanks, best search engine lah :) makasih banyak juga untuk PIB Banten), kebetulan mungkin dapat. Link ke situs tsb :

    SNI 03-1726-1989 (Revisi) – Standar perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung.
    —————————————————————

    http://pib-banten.go.id/produk/pdf/bgn_gdg/Revisi_SNI_03_1726_1989.pdf

    SNI 03-1729-2002 – Tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung.
    —————————————————————

    http://pib-banten.go.id/produk/pdf/bgn_gdg/SNI_03_1729_2002.pdf

    SK SNI 03-XXXX-2002 – Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (16 Desember 2002)
    —————————————————————

    http://pib-banten.go.id/produk/pdf/bgn_gdg/SK_SNI_03_xxxx_2002.pdf

    Ya itu saja dulu pa Wir bagi2 infonya, semoga bermanfaat buat semua. btw, ada yang tahu ngga link ke Peraturan Pembebanan Gedung format digital ? bagi2 juga kesaya / lainnya. Terima-kasih, salam.

  2. Saat ini saya sedang mengerjakan skripsi mengenai perencanaan stadion.yang ingin saya tanyakan :
    1. Apakah ada peraturan pembebanan baru pengganti PBI 1983?
    2. Apakah anda mempunyai literatur yang dapat mendukung skripsi saya
    tersebut?
    Terima kasih

  3. **Apakah ada peraturan pembebanan baru pengganti PBI 1983?**
    ya sampul buku peraturan tsb sudah ganti tapi isinya kelihatannya masih sama. Biasa ;)

    **Apakah anda mempunyai literatur yang dapat mendukung skripsi**
    Maksudnya ttg pembebanannya. Ada! Yaitu ASCE 7-95: “Minimum Design Loads for Buildings and Other Structures”. buku setebal 210 halaman tersebut kayaknya lebih padat dibanding peraturan kita itu.

    Sekarang sudah bisa dicari versi PDF-nya di blog ini.

  4. Salut. Situs ini cukup membantu.

    Tapi pak, aku mau down-load semua SNI untuk teknik sipil, gimana caranya pak ?
    Maklum saya masih mahasiswa sipil suka cari-cari info dan peraturan yang berlaku di Indonesia atau tolong pak dikirimkan ke e-mail saya.
    trims pak.

    salam sejahtera.
    maju terus.

  5. Hai teman-teman dari Indonesia. Saya Fred dari Malaysia. Saya sedang mencari SNI 1726-2002 versi Bahasa Inggeris bagi mempersiapkan disertasi postgraduate saya.

    Harap teman dari Indonesia sudi mengirimkannya ke situs ini. Terima kasih.

  6. mas Wir, nama saya Anton Budi Dharma alumni pascasarjana UGM program studi Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT)

    mas kebetulan saya sekarang menjadi tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Teknologi Dumai (STTD) yang bertempat di Riau, jadi saya kekurangan bahan kuliah untuk mata kuliah Pelabuhan

    saya berharap bisa mendapatkan informasi secepatnya, trim’s ..

    • Mas Anton,saya honorer di disnaker Dumai dan Mahasiswa Tingkat Akhir di FKM Jurusan K3.Saya berminat mengajar K3 di STTD Dumai khususnya di Teknik Industri.Apakah Bapak bisa bantu saya?Meskipun jadi Asisten Dosen. Sebagai bahan pertimbangan Bapak, Saya Mahasiswa terbaik dengan IP CumLaude 4.0.Mohon Recommend Bapak.Jika Bapak bersedia,hubungi saya di Deasy_Fitzleopold@yahoo.co.id.

  7. Salam kenal Mas Anton,

    **saya kekurangan bahan kuliah untuk mata kuliah pelabuhan**
    masih mending kekurangan, saya bahkan tidak punya :(

    Tetapi kalau apa yang bisa dikerjakan oleh structural engineer di pelabuhan. Ok, saya bisa bantu :)

  8. Makasih ya mas Wir , mau respon komentarku.

    Oh ya thanks juga ya mas Wir, sukses selalu buat UPH, artikel di sharing mas ok bangetttt lhooo siip terus buat: SNI-03 baja, gempa, beton.. trimsss

    Mas ada file tentang design breakwater, terus tentang design dermaga (saya cuma pakai buku Bambang Tri : Pelabuhan , jd masih kurang untuk di ajarkan ke mahasiswa, ), jadi saya mau ke aplikasi ke lapangan terutama pelabuhan,, maklum saya berkedudukan di Riau, jadi banyak sungai dan banyak pantai, trus sharing file kemana supaya bisa dapat informasi lagi…,

    Mas buku Aplikasi SAP2000 terbaru saya mau mengkoleksi, saya tunggu tanggal nya ? di Gramedia Riau.. trims mas, semangat selalu civil indonesia..

  9. Nggak bosen koq, senang menerima surat dari rekan-rekan yang bersemangat mengejar ilmu. **jadi ikut bersemangat jg**

    Artikel ttg pelabuhan sy nggak punya, tapi siapa tahu ada rekan-rekan lain yang membaca dan mempunyai materi yang mas Anton inginkan jadi bisa saling sharing / mbantu.

    Buku SAP2000 dicetak relatif sedikit hanya 2500 eksp, di fokuskan diedarkan di P. Jawa. Agar tidak ketinggalan langsung ke penerbitnya Elex Media yang menyediakan fasilitas pembelian via on-line. Alamatnya nanti pasti kalau udah terbit aku beritahukan di blog ini.

    Sukses untuk teman-teman di Riau.

  10. Mas Wir, kalau bahan lapangan terbang punya file nya ? Terutama design perkerasan or masterplan airport, hanya sebagai bahan bacaan tambahan, karena di Riau akan ada rencana penambahan airport,,, yaaa jadi siapa tahu saya sendiri masuk dalam tim tersebut mas.

    Oh yaa masss saya mau tanya ama mas wir ? Mas kalau ngajar PBTS (Perancangan Bangunan Teknik Sipil) gimana ?
    Mas Wir sudah pernah jadi tenaga pengajar mata kuliah tersebut? trims ya mas…

    Wah repot buku nya enggak sampai ke Riau??,, tapi via on line okey juga tuchh… trimss ya mass,

  11. Tentang bahan lapangan terbang, mungkin ada. Karena nggak merhatiin sih. Wah kalau nggak ingat nyarinya repot, dimana ya, ribuan file PDF. Nanti kalau ketemu ya. Udah nyoba Google belum.

    PBTS silabusnya gimana. Biasanya saya ngajar materinya yang udah mengendap lama, udah luar kepala, nggak pusing persiapannya. Bahkan kalau lagi mood bisa bikin materi baru yang lebih baik.

    Eh apa nggak lebih baik bikin seminar aja di Riau lalu sayanya diundang.

    Distribusi buku tergantung penerbit, ya moga-moga sampai Riau.

    Ok.

  12. Salam Kenal,
    Selamat Siang Pak Wir, salam kenal dari saya Mahasiswa Tekniksipil Universitas Riau.
    Bapak Punya Link untuk Download SNI 2002?

    Ada saran, Coba bapak buka http://www.freedomain.co.nr ada nama domain gratis
    misal punya saya Hostingan di webng.com (GRATIS TANPA BANNER) terus di Redirect ke http://www.inra.co.nr

    Salam Kenal Pak, Buku Bapak Bagus…Tapi Mahal…Heeee

  13. **Buku Bapak Bagus…Tapi Mahal…Heeee**
    Nggak mahal koq mas dibanding beli pulsa, yang jelas jika anda menguasai apa yang ada di buku tersebut, maka kompetensi tersebut bisa dijual koq, Yakin. Kembali modal lho.

    Untuk itu mohon dukungan dari anda, karena jika buku tersebut dapat terjual maka penerbit mau nerbitin bukuku lagi. Karena ada yang mau nerbitin maka aku nulis lagi. Karena aku nulis lagi maka mas Inra bisa membaca, Gitu lho. Jadi kita saling membutuhkan. Penulis-pembaca.

  14. Siang Pak Wir,

    Yup bener banget. ;) :)

    Saya ada ide Pak gimana kalo bapak juga menerbitkan buku Perhitungan Rancangan Anggaran Biaya Bangunan tetap pake studi kasus Pak (Misal Bangun Ruko atau rumah), nanti yang jadi penulis teman-teman dari UPH yang menang kemarin. Ya tetap dalam Bimbingan Bapak, Pasti Banyak yang minat.

  15. Untuk RAB saya tidak terlalu menguasai, tapi mungkin ini mas Agung kemarin yang mbantu team UPH. Coba deh saya tawarin, siapa tahu beliaunya berminat.

    Trim ya Inra atas sarannya.

  16. Siang Pak Wir.

    Begini pak, saya ingin tahu bagaimana caranya menghitung BQ dengan cepat, seperti yang dilakukan anak didik bapak sewaktu mengikuti lomba rancang bangun di ITB? kasi tahu rahasianya ya pak! Trimsss…

  17. Kita BQ dibantu oleh Mas Agung, dari perusahaan kontruksi profesional, memakai tabulasi dalam format Excel (yang udah teruji pada proyek-proyke sebelumnya), kemudian kita evaluasi item-item-nya yang cocok kita pakai, yang tidak kita hapus.

    Cepet sih kayaknya nggak juga, lama juga lho mas.

    Tetapi karena memakai pola-pola yang udah teruji sebelumnya, ya pantas aja hasilnya mendekati sebenarnya.

    BQ khan masalah jam terbang aja khan mas.

  18. Pak wir,
    SNI 03-1729-1989 TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG. bidang saya bukan sipil pak, jadi saya cukup bingung membaca SNI tsb. sebenarnya saya mencari SNI tentang struktur baja untuk low rise building.

    pertanyaan saya, apakah ada SNI tentang perencanaan struktur baja untuk lowrise building, bila ada, mohon dieritahukan nomer dan judul dari SNI tsb, terlebih lagi bila saya dapat mendownload file soft copynya atau apakah SNI 03-1729-1989 sudah diakomodasikan untuk high rise building maupun low rise building.

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  19. **bidang saya bukan sipil pak**
    O mungkin anda butuh SNI untuk dagang ya, kalau yang di atas memang untuk orang sipil sdr Dwi.

    **struktur baja untuk low rise building**
    Untuk apanya, perencanaan low-rise building ? .
    Lho apa low-rise building itu bukan termasuk bangunan gedung ?

    Apakah SNI 03-1729-1989 sudah diakomodasikan untuk high rise building maupun low rise building ? Yah, kira-kira begitu rencananya.
    SNI 03 boleh dipakai untuk bangunan tinggi dan rendah, yang nggak boleh adalah jika SNI tsb dipakai untuk perencanaan struktur jembatan, karena ada SNI-nya tersendiri.

    Untuk industri (pabrik, alat-alat mesin berat) saya menganjurkan pakai AISC-LRFD langsung. Karena konfigurasi struktur untuk industri umumnya lebih bervariasi dibanding struktur gedung, jadi perlu spesifikasi yang bervariasi pula. SNI kita relatif ringan dibanding AISC yang jelas-jelas lebih tebal materinya (lengkap).

    Ok.

  20. betul pak wir.., buat dagang…
    pengertian high rise dan low rise itu sudah termasuk dalam kata gedung ya pak? saya khawatir kl ternyata ada SNI atau standar lain yang spesifik memberikan arahan untuk bangunan tingkat rendah (rumah).

    Rencananya tempat sy bekerja akan membuat produk rumah dengan struktur baja ringan. kaitannya adalah membuat produk yang dapat bertahan terhadap gempa, untuk itu saya sedang mencari SNI, standar-standar maupun peraturan pemerintah tentang struktur baja dan gempa..

    terima kasih byk pak wir…, seandainya bapak mempunyai informasi tentang standar maupun peraturan tersebut, mohon di share ke saya pak..

  21. Salam kenal.. Salute to Pak WiR…

    saya senang bisa masuk ke situs ini, banyak pengetahuan yg saya dapatkan di sini.

    Pak WiR… Saya sekarang lagi nulis skripsi ttg perencanaan gedung tahan gempa.

    Saya butuh penjelasan dari Pak WiR ttg: 1) daktilitas; 2) Perbedaan Klasifikasi jenis struktur tahan gempa berdasarkan [SNI '83 & SNI 1726-02].
    Mohon Saran dan bantuannya….

    >>>Trima Kasih.

  22. Mas Anton,

    Kalau buku pelabuhan yang biasa dijadikan referensi adalah Handbook of Port & Harbor Engineering Geotechnical & Structural Aspect; Gregory P. Tsinker, tapi saya belum punya e-filenya, hard copynya cukup tebal kurang lebih 700 halaman, jadi lumayan lengkap termasuk pembebanan dan kombinasi pembebanan yang digunakan.

    salam
    badar

  23. Mas Wir !!!
    saya juga alumni UGM
    saat ini saya mencari peraturan-peraturan jembatan rangka, jembatan gantung
    dimana ya saya dapatkan? sebab hard copy yang sudah saya punya sudah kemana-mana nggak tau rimbanya karena diturunkan pada yunior-yunior dulu
    mohon bantuan ya mas
    terima kasih

  24. Selamat malam pak wir dan teman-teman semuanya. Nama Saya rian, sekarang lagi kuliah program swadaya t sipil UGM. saya mau cari peraturan pembebanan untuk jembatan. Mungkin Pak Wir atau teman-teman bisa bantu saya, Terima kasih sebelumnya

  25. Salam Sejahtera Pak Wir
    Kami Mempunyai beberapa prog lisensi, Bagimana pendapat Pak Wir untuk program SansPro punya Pak Nathan.?

    Salam salut Pak Wir maju terus

  26. **Elieser**

    Saya butuh penjelasan dari Pak WiR ttg: 1) daktilitas; 2) Perbedaan Klasifikasi jenis struktur tahan gempa berdasarkan [SNI ‘83 & SNI 1726-02].

    Daktilitas adalah perilaku struktur yang menunjukkan deformasi besar sebelum mengalami keruntuhan, tepatnya istilah bahasa indonesianya adalah liat. Perilaku itu didapat karena memakai material yang daktail yaitu baja konstruksi. Jika demikian, maka bangunan pada baja pada secara natural adalah bangunan yang liat, tinggal strategi detailingnya.

    Baja berperilaku daktail karena dapat mengalami leleh, jadi untuk bangunan baja tahan gempa hanya memastikan saja bahwa lelehnya hanya akan terjadi pada balok-balok dan jangan tejadi pada kolom, kecuali bagian bawah.

    Sedang untuk bangunan dari beton bertulang, ini perlu diperhatikan, kenapa karena pada dasarnya beton adalah material brittle (getas / non-daktail) oleh karena itu harus dikombinasi dengan baja. Tahap pertama untuk daktail adalah memastikan bahwa penampang dalam kondisi under-reinforced (bajanya leleh), tahap kedua adalah memastikan bahwa keruntuhan geser tidak terjadi sehingga diperlukan sengkang yang cukup baik di daerah joint maupun daerah yang diharapkan akan terjadi sendi plastis di balok (yang ini kayak baja aja).

    Hal-hal di atas memerlukan pendetailan-pendetailan yang khusus agar dapat bersifat daktail, kadang-kandang bisa mahal, khususnya jika gaya gempa tidak dominan dibanding gaya gravitasi. Oleh karena itulah maka SNI gempa memberi kategori-kategori tertentu agar konsekuensi dalam pendetailan memang sesuai dengan tujuannya : dominan gempa maka sebaiknya daktail, karena kalau didesain agar bangunan bersifat elastis (tanpa pendetailan khusus) maka mahal dan sebaliknya.

    **Ary**
    Makasih atas sumbangannya, semoga membantu teman-teman yang membutuhkanya. Salam

    **Mhd Ridwan dan Ryan**
    Peraturan jembatan, koq belum ada ya. Kita tunggu, mungkin ada dari teman-teman yang bisa bantu.

    **FARIED**
    Wah bagus sekali, pak Nathan cukup serius koq mengembangkan program tersebut, kelihatannya menjadi salah satu obsesi dalam hidupnya. Bahkan saat ini sedang mengembangkannya untuk analisis dan desain struktur dengan baja cold-formed. Saya tahu itu karena beliau saat ini bersama-sama dengan saya dalam menyelesaikan disertasi doktoral di Pascasarjana UNPAR Bandung. Kalau saya pakai program FEA lain (buatan luar negeri), tetapi beliaunya buat program tersebut.

    Keuntungannya jika anda pakai program SANSPRO adalah bahwa penciptanya, pak Nathan dapat anda hubungi langsung, orangnya khan ramah (welcome) jadinya tuntas gitu lho.

    Ingat, program hanya sekedar tool, semuanya tergantung manusia dibelakangnya.

    Salam.

  27. saya pernah melihat di Internet ada SNI 03-3646-1994 tentang tata cara perencanaan teknik bangunan stadion.

    apakah itu masih bisa dijadikan acaun untuk merencanakan stadion? ataukah sudah ada SNI penggantinya ?

    Jika ada, apakah ada yang mempunyai file terbaru versi pdf.nya?atau versi SNI 03-3646-1994nya saja jika itu masih berlaku.

    terima kasih untuk bantuan yang diberikan.

  28. Iya aku dapat di

    http://www.pu.go.id/balitbang/sni/pdf/SNI%2003-3646-1994.pdf

    tetapi isinya bukan persyaratan teknik struktur, tentang kekuatan atau kekakuan suatu bangunan, tetapi lebih ke arah peraturan keolahragaan.

    Ini kutipannya

    Perencanaan bangunan stadion mengacu pada persyaratan teknis keolahragaan yang ditetapkan oleh organisasi olahraga nasional dan internasional yang digunakan untuk sepak bola dan atletik atau kegiatan lain selain olah-raga.

  29. o iya Pak, saya itu juga nantinya akan menggunakan program statika untuk menyelesaikan analisa struktur pada rangka atapnya. atapnya itu menggunakan struktur baja dan struktur kabel, apakah bisa itu diselesaikan dengan program komputer, program StaadPro atau SAP ? di buku Bapak apakah menjelaskan mengenai analisa yang seperti itu?

    Jika boleh, apakah saya bisa meminta alamat email Bapak, nanti akan saya kirimkan gambar rangka dari struktur saya.

    Terima kasih banyak pak untuk jawabannya, saya sudah sedikit pusing dengan skripsi saya…….

  30. **di buku bapak apakah menjelaskan analisa seperti itu ?**
    Bukunya sudah beredar koq, jadi tinggal dibuka-buka aja di toko buku (itu jika andanya nggak mau ngeluarin uang untuk membelinya).

    **akan saya kirimkan gambar rangka**
    Jangan.

    **saya sudah sedikit pusing dengan skripsi saya…….**
    Apalagi saya, jika anda skripsi, maka sayanya disertasi. Tidak hanya sekedar pusing lho, rambut bahkan sudah pada rontok semua. he, he .. ;) Untung sudah punya anak dua, gimana kalau belum, pasti nggak laku-laku.

    Hati-hati lho Rendy, jangan sampai botak.

  31. Iya pak, saya sudah pernah melihat buku itu. Menurut saya, itu tentang komputer statika tertebal yang saya liat dari tulisan bapak. Mungkin akan saya coba liat dan akan membelinya pak.

    Terima kasih jawabannya pak.

  32. Salam kenal pak

    Saya sedang mencoba menyusun skripsi mengenai perilaku pelat pracetak, tetapi saya kesulitan mencari literatur-literaturnya.
    Apakah bapak mempunyai literatur-literatur yang bisa saya gunakan untuk menyusun dasar teori saya.

    Terima kasih sebelumnya pak

  33. terima kasih buat mas Ardi kurniawan atas bantuan nya, dan file nya

    dan terima kasih juga buat mas wir atas blog nya

  34. salam kenal mas Wir.

    Saya Erik mahasiswa Sipil Trisakti.

    Saya sedang menyusun tugas akhir. tentang development and splices of reinforcement. saya menggunakan referensi dari buku Note On ACI 318-99 Building Code Requirement for Structural Concrete. pada bab tersebut ada rumus yang mengacu pada peraturan ACI 318M-89.

    Yang saya tanyakan mas Wir ada file pdf untuk peraturan tersebut tidak ? dan buku-buku referensi apa saja yang bisa saya miliki untuk menyelesaikan tugas akhir saya. satu lagi mas analisis apa ya..yang bagus untuk judul bab tersebut?

    saya kira itu saja mas, terima kasih.

  35. ACI 318 metric (SI) saya belum punya, yang ada ACI318-02 tetapi masih imperal (kip-in).

    Saya kira bukunya Mac Gregor dapat dijadikan awal untuk studi lebih lanjut. Pelajari bibliografi pada bab yang membahas tentang materi tersebut.

    Masalah tersebut kelihatannya sepele (padahal tidak), dalam praktek biasanya yang diperhatikan adalah bahwa panjang penyaluran sekuat tulangan adalah 40d atau mungkin 50d, lalu di kolom diperhatikan bahwa total jumlah tulangan dan splice yang ada harus kurang dari 8%. Juga panjang penyaluran atau daerah pengakurang tulangan dalam perencanaan amerika kurang mendapat perhatian, lebih banyak dijadikan rule of the thumb, misal tulangan positip pada balok minimal 1/3 -nya harus masuk ke tumpuan. dsb.

    Dalam kenyataan riset tentang itu, yaitu interface antara beton dan tulangan adalah bagian yang sulit dalam analisis numeriknya (FEA) , juga itu dikaitkan dengan strategi pendetailan tulangan. Ada baiknya anda membaca juga teori strut-and-tie model, karena panjang penyakuran dan pengangkuran menjadi hal-hal yang penting yang harus dianalisis dalam metode tersebut.

    O ya, coba pelajari code dari EUROCODE, kayaknya untuk hal tersebut lebih lengkap.

  36. salam kenal mas wir!

    Saya mau nanya apa sudah ada peraturan pembebanan jalan dan jembatan edisi revisi sebab saya sangat butuh u/ literatur tugas saya mengenai jembatan prategang, jika ada file PDF-nya apa bisa di-download aja.

    terima kasih atas bantuannya.

  37. Hai P’wir,

    Wah ternyata website bapak cukup komplit untuk mendownload.. banyak peraturan-peraturan baru yang saya dapat.

    Pa, saya mau tanya peraturan campuran beton (sni) terbaru untuk tahun 2004 (sni 2004) ada tidak ?

    Karena waktu di cek di website PU tidak ditemukan.

    Terima kasih bantuannya.

  38. Salam kenal Mas Wiryanto. Nama saya Rayhan Habibie Mahasiswa Teknik Sipil UNDIP.
    Saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir saya tentang gedung parkir. Untuk analisis beban gempa saya menggunakan software finite element seperti staad, sap,dan etabs. yang ingin saya tanyakan berapa akurat perhitungan dengan software dan bagaimana cara checking nya?
    Dan apakah ada program untuk menghitung daktilitas suatu struktur?

    terimakasih banyak atas perhatiannya.

  39. Terus terang saya senang dengan cara anda menyampaikan pertanyaan. Menyapa, mengenalkan diri baru bertanya. Saya jadi tergugah untuk menuliskan jawabannya, meskipun beberapa windows pada komputer saya juga sedang menuliskan sesuatu.

    Nggak tahu, apa karena sekarang sudah banyak komentar yang masuk, atau karena sudah lama kena budaya tanah kelahiran, maka jika ada pertanyaan yang kelihatan tidak serius, nulis dipotong-potong kayak sms, tahu-tahu nampilin sesuatu seakan-akan ini forum umum (nggak ada yang punya) maka maunya langsung menghapus itu komentar. Wah kalau mas Rayhan ini kayak orang jawa aja, tahu unggah-ungguh. :D

    Anda menanyakan akurasi ke tiga program di atas, maka jika modelnya sama, spesifikasi beban juga sama, termasuk strategi penyelesaiannya juga sama (khususnya analisis struktur elastik-linier) maka saya yakin mestinya hasilnya harus sama. Hanya karena sekarang perkembangan dunia penyelesaian numerik juga telah semakin maju pada pada program-program tersebut biasanya mempunyai option unggulan yang di program lain tidak ada (mungkin karena patent). Untuk itulah anda perlu menguasai batasan-batasan dari setiap program tersebut.

    Untuk menghitung daktilitas suatu struktur maka anda perlu program semacam DRAIN-2D (http://nisee.berkeley.edu/elibrary/getdoc?id=241279 ) atau IDARC (http://civil.eng.buffalo.edu/idarc2d50/), keduanya dapat di down-load. Ada juga Ruomoko dari New Zealan, tapi harus beli, juga CSI punya program serupa.

  40. pak wir saya emil kul di UNISSULA Semarang.

    pak saya mau tanya tentang pushover analysis,berapa scale faktor yang dimasukkan pada pushover case, saya pakai program ETABS v9.saya pernah lihat yang struktur baja, sama apa tidak dengan struktur beton bertulang? input2 apa yang paling penting dalam pushover analysis??

    terima kasih..

  41. sejak di uph ini saya nggak pernah megang etabs lagi, apalagi push-over analysisnya. Yang saya pernah pakai adalah sap2000 pada bangunan baja menurut fema. sudah agak lama sih, untuk detailnya coba lihat makalah saya yang saya presentasikan di sugiya pranata semarang tahun 2005 lalu. Udah baca belum.

  42. Thanks info nya Pak Badar dan Pak Wir, apakah ada info mengenai SNI untuk bidang elektonik juga Pak? Mohon info nya bila ada. karena untuk saat ini saya sangat memerlukan informasi tersebut. Mungkin juga dapat bermanfaat untuk reka-rekan lain . Terimakasih sebelumnya.

  43. Saat ini saya sedang mengerjakan skripsi mengenai perencanaan mall. menggunakan struktur baja yang ingin saya tanyakan :
    1. apakah pembebanan sama dengan struktur beton (ACI 318-02) ?
    2. Apakah anda mempunyai literatur yang dapat mendukung skripsi saya
    tersebut?
    Terima kasih

  44. pak wir saya sudah baca makalah bapak tapi saya masih bingung dengan input pushover case,mungkin bapak bisa menjelaskan??terima kasih sebelumnya.

  45. Hai Pak Wir dan teman-teman sekalian. Saya Fred. Saya mohon jasa baik teman-teman sekiranya memiliki SNI 1726-2002 English version, untuk dikongsi bersama di situs ini. Saat ini, saya sedang mengerjakan disertasi postgraduate saya.

    Terima kasih ya.

  46. salam kenal, dari mahasiswa TS UB
    saya mo nanya tentang SNI beton 2002, mengenai kuat geser.
    pada pasal 13 (kalo gak salah inget, hehe)
    dituliskan bahwa syarat dari kuat geser (phi Vu) lebih besar dari Vn atau V nominal.
    Apa gak seharusnya Kuat geser nominal nya yang harus lebih besar dari V ultimate yang udah ada??
    soalnya kemaren saya sempat bingung waktu mo ngerjain tugas beton.
    Atas balasannya, makasih….

  47. **viany**
    sni untuk elektronik jelas tidak ada di blog ini, mungkin di tempat lain ada. Kalaupun pernah ketemu yang karena bukan peminatannya maka diacuhkan saja. Ini khusus bidang teknik sipil dan yang terkait, lalu tulis-menulis dan sharing ttg kehidupan.

    **khidir **
    pembebanan ditentukan dari fungsi atau peruntukan bangunannya, jadi bukan beton atau baja strukturnya tersebut di buat. Literatur yang mendukung perencanaan mall, yah sebagian besar literatur yang ada disini , jika bisa atau tahu memakainya maka sebenarnya dapat digunakan. Silahkan down-load dan dibaca-baca.

    **emil**
    anda bingung ttg push-over, yah wajar mas emil. Itu masalah advance koq. Untuk memahaminya anda harus paham tentang perencanaan tahan gempa, juga performance base design. Coba lihat-lihat artikel ttg gempa, juga banyaklah membaca literatur FEMA. Ada artikelnya koq disini, misalnya http://wiryanto.wordpress.com/2007/03/16/menghadapi-bahaya-gempa/ di sana ada link ke FEMA, banyak tulisan tentang push-over analysis. Memang detail untuk pelaksanaannya di SAP belum ada. Namanya saja advance, untuk neranginnya sendiri perlu satu bab.

    **Fred**
    wah nyari yang berbahasa Inggris untuk sni itu koq rasanya jarang lho.

    **Loecy**
    Telah saya check ulang di SNI 03-2847-2002 versi yang diperbanyak oleh Jurusan Teknik Sipil – FTSP – ITB.
    di Bab 13 : Geser dan puntir , halaman 87 dari 278. tercantum dengan jelas bahwa phi Vn >= Vu

    Jadi sudah benar adanya. Kalau begitu anda salah baca kali. :(

  48. salam kenal pak wir!
    kami mahasiswa TS UH,
    kami sdg mengerjakan skripsi ttg evaluasi proyek,
    yang ingin kami tanyakan :
    1. apakah ada standar untuk pekerjaan galian tanah, baik galian biasa maupun galian batu, timbunan tanah, dan timbunan pilihan pada pekerjaan jalan?
    2. apakah ada diatur dalam SNI?

  49. salam kenal juga. UH itu singkatan apa sih, universitas hasanuddin ya ?

    Ttg galian tanah dan sekitarnya, terus terang saya tidak familiar, tidak ada pengalaman tentang itu.

    Mungkin ada teman-teman lain yang tahu ?

  50. Maaf Pak postting saya terdahulu salah dalam penulisan email. Email yg benar sudah saya tuliskan di kolomnya. Sepindah malih maturnuwun.

  51. salam kenal untuk pak wir. Pak saya mau menanyakan tentang perhitungan lantai pada jembatan, karena info yang saya dapat kurang saya fahami. Dan apakah ada standar peraturan jembatan yang baru?
    Untuk sementara ini mungkin ini yang dapat saya tanyakan, atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih

  52. **Irvan**
    untuk peraturan jembatan di Indonesia yang sering dipakai adalah BMS yang dibuat dengan kerja sama Australia.

    Yang baru kalau tidak salah telah dibuat revisinya oleh ibu Lanny Hidayat dari PU dan teman-teman UI. Kalau tidak salah lho. Udah beredar belum ya.

    Tempo hari saya dikasih tahu hal tersebut langsung oleh ibu Lanny sendiri.

  53. Pak Wir,
    Saya sedang cari SNI 03-3427-1994 versi digitalnya, kira-kira apa Pak Wir tahu dimana saya bisa download?

    thanks
    Bondan

  54. salam knal ya pak wir!!
    saya sedang nyusun tugas akhir mengenai metode pelaksanaan mass concrete nih pak wir..
    tapi saya sudah cari di internet dan perpustakaan kampus saya ga ktemu2..
    bapak punya literatur atau saran ga dimana saya bisa mendapatkan info tentang dasar teori dan metode pelaksanaan mass concrete khususnya pada pekerjaan pondasi.terimakasih ya pak wir.

  55. salam kenal juga Jonathan.

    mass concrete –> kuatir ada panas hidrasi yang tinggi –> retak.

    Apa itu yang anda kuatirkan ?

    Itu benar jika mass concrete pada bangunan dam dan yang sejenis dimana yang ditekankan adalah massa dari beton sebagai stabilitas. Untuk bentuk struktur seperti itu umumnya tanpa tulangan. Jadi disana kekuatan tarik beton memang benar-benar diperhitungkan. Jadi jika timbul retak akibat panas hidrasi maka kuat tarik beton hilang sekaligus berpotensi bocor.

    Karena takut ada retak tersebut maka diupayakan banyak hal untuk mencegah panas hidrasi tinggi, misal :
    * pakai agregat yang besar, sehingga cement-content sedikit kurang dari 150 kg/m3 . Kondisi tsb mengurangi panas hidrasi beton
    * pakai cement type IV atau pozzolan
    * sistem pendingan khusus yang ditanam

    Tetapi jika mass concrete tersebut untuk pondasi khan lain. Umumnya kalau struktur tersebut maka tulangannya dipasang untuk menahan tarik yang terjadi. Selain itu dalam perencanaan memang kuat tarik beton khan diabaikan. Jadi kalaupun ada retak yang dimaksud di atas khan nggak perlu dikuatirkan. Jadi intinya tidak ada hal khusus yang perlu dikuatirkan berkenaan dengan panas hidrasi tersebut. Paling-paling strategi pengecorannya saja. Biasanya pakai strategi papan-catur sudah mencukupi.

    Itu pernah terjadi pada proyek bank niaga untuk pondari rakit, lalu proyek silo di semen cibinong, waktu itu tebal pondasi solid > 2 m. Hanya pakai strategi papan-catur, nggak ada yang khusus lainnya.

  56. Salam Pak Wir,
    Maaf sebelumnya, saya memang baru ketemu situs ini.
    Itu lho pak, SNI tentang desain struktur kolam renang. Soalnya saya dengar, ada beberapa perbedaan dengan struktur biasa semenjak ada beban tetap yg relatif besar (air) dan pergerakannya. Saya pernah ketemu dengan alumni ITB (katanya), dia bilang kalo struktur kolam renang itu agak unik dan jangan diasumsikan sebagai “bak air”.
    Oh ya, kira-kira apa boleh jika saya perlakukan dinding kolam renang sebagai deep beam?
    Dan satu lagi, saya pernah baca buku yg memberi arahan desain deep beam berdasar aturan eropa dan india, tapi tidak dengan metode strut-and-tie, apa masih relevan pak?

    thanks.

  57. Setiap struktur mempunyai karakter sendiri-sendiri. Seperti oranglah begitu.

    Kolam renang yang dibangun di atas tanah langsung dan yang dibangun di atas bangunan, ya jelas sangat berbeda strateginya.

    Paling murah tentu yang diatas tanah, tergantung daya dukung (jenis) tanah dan tinggi muka airnya. Jika m.a.t cukup dalam dan tanahnya mempunyai daya dukung yang baik dan terbebas dari bahaya konsolidasi maka pakai sistem pelat tipis sekedar tidak bocor sudah mencukupi.

    Jika untuk dipasang di atas bangunan, selain meningkatkan berat beban yang harus dipikul untuk beban tetapnya maka meningkatkan resiko bahaya gempa, karena ada pertambahan massa dari air yang dipikul tersebut. Itu harus diperhitungkan.

    Dinding kolah sebagai deep beam, kayaknya nggak sesederhana itu, ada beban lateral juga khan dari tekanan air. Deep beam itu cocoknya jika beban di sisi atas deep-beam tsb.

    Metode strut-and-tie adalah metode perancangan deep-beam yang terkini, paling up-to-dated oleh karena itulah mengapa USA mengadopsinya ke ACI.

    Metode tersebut berani bersaing dengan metode numerik berbasis komputer yaitu F.E.A. Bahkan pada kondisi-kondisi tertentu dapat mengalahkan F.E.A dengan mudah.

    Paper saya yang akan saya sampaikan di EACEF bulan September nanti akan menunjukkan bagaimana s.t.m dapat dengan mudah mengalahkan f.e.a (dng program Abaqus).

    Itu juga akan menjunjukkan bahwa f.e.a bukan satu-satunya tool yang harus dikuasai oleh structural engineer. Tool-tool atau metode lain perlu dipelajari dan dikuasai juga.

  58. Trims Pak Wir atas tanggapannya.
    Jadi sebaiknya dinding kolam tetap dianggap sebagai dinding ya Pak? Ya… namanya juga ingin tahu pak.
    Lalu mengenai SNI-nya gimana pak? Atau mungkin rekan-rekan yang lain bisa bantu? Soalnya waktu saya agak sulit jika harus beli di PU (padahal sih gak punya duit…he…hehe…). Soalnya saya lagi mo belajar lagi, isi kepala saya udah lama tumpul (padahal emang gak pernah tajem).

  59. Salam kenal pak Wir, saya Robby mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi tentang bangunan yang memiliki basement. Sebelumnya diucapkan banyak terima kasih atas adanya blog ini.

    Saya ingin menanyakan kepada Bapak tentang beberapa hal:
    1. Apakah perencanaan struktur basement harus dipisah dalam perencanaannya dengan struktur atas, atau hanya perhitungan beban gempa rencananya saja yang harus dipisahkan. (mengacu pada pasal 5 SNI 03-1726-2002).

    2. Pengaruh beban gempa pada struktur bawah (pasal 9 SNI 03-1726-2002) terdiri dari pembebanan gempa dari struktur atas – yang terdiri dari gempa rencana dari sturktur atas dan momen guling – , untuk gempa rencana dari struktur atas bagaimana pembagiannya pada struktur basement dibawahnya (apakah pembagian gempa rencana dari struktur atas sama dengan pembagian beban gempa statik equivalen seperti pada pasal 6.1.3 SNI 03-1726-2002), apakah lantai basement yang paling bawah yang berhubungan dengan tanah (z=0) juga mendapat beban gempa dari struktur atas.

    Banyak harap atas info dari bapak, saya ucapkan terimakasih sebelumnya………..

  60. Pak Wir terma kasih atas adanya sharing knowledge yang sangat membantu bagi mahasiswa seperti saya.

    Oia pak bolehkah saya bertanya beberapa hal kepada bapak tentang SAP 2000.

    Pertama, Untuk retaining wall pada SAP 2000, kita menggunakan elemen jenis apa Asolid, Solid atau Area. Dan bagaimana penambahan beban tanahnya menggunakan surface pressure, pore pressure, atau uniform load. Bagaimana satuan tekanan tanah yang digunakan jika menggunakan jenis penambahan tersebut?

    Kedua, Bagaimana menambahkan beban lift pada balok jika lift diasumsikan digantung pada balok lantai teratas, jenis beban apakah yang digunakan, terus apakah beban lift dimasukan dalam perhitungan beban gempa rencana (V)
    Terima kasih kepada pak Wir sebelumnya.

    Ketiga, apakah jenis constraint yang digunakan jika retaining wall tersebut terkekang oleh balok pada sisi atas-bawahnya dan kolom pada sisi kiri-kanannya?, apakah sama dengan diaphragm constraint pada pelat lantai?

    Terima kasih

  61. **Robby**
    Pertanyaan anda sebenarnya tidak sederhana. Kasus per-kasus. Jika tanah di daerah basement cukup rigid (tanya soil engineer), sehingga pada waktu gempa dapat bergerak leteral sama-sama (rigid body motion) , terjepit bersama-sama dengan basement maka gaya gempa hanya berpengaruh pada stuktur lantai atas.

    Dalam hal tersebut, maka basement hanya menerima gaya gempa reaksi dari struktur atas. Gempa akibat reaksi tanah yang bergerak lateral dapat diabaikan. Intinya penjepitan lateral di atas permukaan basement.

    Sedang kalau sebaiknya tentu saja perlu dimodelkan berbeda, misal tanah dianggap ada tumpuan elastis.

    Apakah harus dipisah atau tidak. Mohon di chek lagi. Kalau tidak salah ada persyaratan bahwa pondasi harus berespons elastis, yang in-elastis hanya di kolom diatas permukaan pondasi. Dalam hal ini apakah basement mau dianggap sebagai bagian pondasi atau bukan. Ini engineering judgement.

    Cukup jelas ?

    Agak pusing ya. Kalau demikian maka prinsip yang dipegang adalah :

    1. Anda harus memastikan bahwa semua gaya-gaya yang bekerja dapat dialirkan dengan benar ke sistem pondasinya.

    2. Gaya gempa adalah akibat percepatan tanah, jadi perlu di ambil judgement apakah percepatan tanah di bawah pondasi dan di permukaan atas basement sama tidak. Jika sama maka dapat dianggap basement tidak terpengaruh gempa akibat pergerakan tanah. Hanya akibat struktur atasnya saja.

    **Dian**
    untuk retaining wall apa perlu pakai element Solid, Asolid atau Area. Apa cukup ditinjau per m panjang aja sehingga cukup pakai element Frame.

    beban lift – ya lihat data beban dari brosus lift yang digunakan dan check persyaratannya.
    Jika direncanakan sebagai elastis maka beban rencana untuk bagian tersebut tentunya berbeda. Kalau berbeda khan mestinya sebaiknya dipisah.

    constraint atau restraint, kayaknya kalau diaphragm constraint nggak cocok ya untuk ret. wall.

  62. Ass.. maaf klo cari mau tanya.!

    KLO cari referensi tabel kekuatan tarik dan momen inersia pada Steel bar ke situs apa yang mudah dan harus bagaimana..???

    ini buat referensi tugas akhir saya..

    makasih atas waktu dan kesempatannya..

    wir : kenapa nggak dihitung sendiri, “steel bar” khan hanya bulet doang

  63. Selamat pagi pak!
    Pak saya mau tanya mengenai Periode Waktu Getar.
    Untuk analisis beban statik ada 2 macam rumus untuk mencari T, pertama cara empirik dan yang kedua Rayleigh dimana ada syarat bahwa tidak boleh > 20% dari T empirik.
    Untuk mengetahui nilai di atau defleksi lateral pada rumus T Rayleigh apakah nilai Fi nya dimasukkan dahulu ke setiap titik pusat massa tingkat dan didapat hasil dari analisis SAP kemudian didapatkan nilai T Rayleghnya?
    Mohon pencerahannya!

  64. Kalau sudah bisa SAP2000 mengapa mencari T pakai empirik dan Reyleigh. Pakai saja analisa dinamik (eigenvalue analysis).

    Caranya ? Lihat aja buku karanganku yang paling baru di halaman 249 dan 252, ada dua kasus. Jadi nggak perlu ya diulang lagi.

    Udah punya belum ? Jangan sampai ketinggalan, belum tentu ada buku serupa akan terbit lagi.

  65. malem pak,

    saya ingin tanya mengenai tutorial SAP 2000 V.10. yang movie?,klo ada saya bisa download dmn ya pak??

    trims.

  66. malam pak.
    saya ingin tau tentang perencanaan fondasi tepi menurut SNI. bapak punya?mungkin saya bisa download. matur nuwun

  67. @ imam
    saya kurang tahu, di web resminya udah di chek belum. Alamatnya ? Google aja.

    @ bobby
    Saya kurang jelas yang dimaksud dengan “pondasi tepi”. Apa memang ada SNI khusus tentang pondasi ya ?

  68. Malem pak…..
    pak wiryanto..ni ana. saya lg nyusun skripsi tentang sistem struktur sekaligus penentuan nilai R(faktor modifikasi respon). diperkuliahan saya belum dapat banyak tentang hal itu. yang ingin saya tanya kan,sebenarnya R itu apa?digunakan untuk apa(fungsinya)? dan bagaimana mencari nilai R dari suatu bangunan yang sudah ada??ini masalah yang dasar sebenarnya, tapi saya kurang paham.kira-kira di jurnal atau di buku apa saya bisa dapat materi itu.
    makasih pak….

  69. @ anggi
    tentang RAB tidak punya

    @ ana
    Uraian cukup jelas tentang R (Response Modification Coefficient) dapat anda baca di “Earthquake Engineering from Engineering Seismology to Performance Based Engineering”, edited by Yousef Bozorgnia dan Vitelmo V. Bertero, terbitan CRC Press 2004

    Note: saya punyanya hardcopy. :(

  70. Salam Kenal Pak Wir……..
    Nama Saya Taufik,

    Saya barusan nyari2 link untuk download SNI 03-1727 tentang peraturan pembebanan, tapi ga ketemu2, mungkin pak wir punya….

    Sukses Selalu Pak….

  71. Met pagi pak wir,
    2 the point aza…saya kadang masih bingung dalam menentukan type structure untuk perhitungan base shear. Karena masing-masing orang yang saya tanya jawabnya berbeda-beda. Untuk itu mohon penjelasan dari pak wir .

    Type structure itu :
    – Special Moment resisting Frame ( SMRF )
    – Intermediate Moment resisting Frame ( IMRF )
    – Ordinary Moment Resisting Frame ( OMRF )
    – Ordinary Brace Frame
    – Steel Eccentrically Brace Frame
    – Special Concentrically Brace Frame
    – Special Truss Moment Frame of Steel

    Data ini diambil dari UBC code. Karena masing-masing structure mempunyai koefisien R yang berbeda-beda yang berpengaruh dengan design base shear.

    Bukan type structure itu juga mempengaruhi bahwa structure itu rigid , ductile .

    Mohon penjelasan pak wir mengenai type structure di atas and detailing connectionnya, dan application di structure nya.

    Matur nuwun banget……

  72. **bingung dalam menentukan type structure untuk perhitungan base shear**

    Agar anda tidak bingung, ada baiknya anda mempelajari

    1. ciri-ciri fisik yang membedakan masing-masing type struktur tersebut, mulai dari konfigurasi geometri, juga bentuk sambungannya.

    2. pola keruntuhan masing-masing struktur terhadap beban lateral, khususnya melihat hubungan antara beban-lendutan yang terjadi. Ini juga nggak gampang, perlu lihat dari jurnal-jurnal terkait

    Jika anda sudah bisa melaksanakan langkah ke-2 itu maka saya kira kebingungan anda akan banyak berkurang.

    Jika masih penasaran, cari tahu filosophi pemilihan sistem struktur dari gedung-gedung yang telah dibangun. Gunakan pertanyaan : mengapa sistem itu dipakai, kenapa nggak yang lain.

    Mengapa saya meminta anda melakukan langkah-langkah tersebut karena intinya bahwa R adalah kaitannya perilaku struktur pada saat runtuh. Tepatnya bahwa nilai R juga menunjukkan faktor daktilitas struktur yaitu nilai lendutan ultimate (juga runtuh) dibanding lendutan saat leleh pertama.

  73. saya baru sekarang ketemu website mengenai teknik yang lengkap, apakah tidak pernah membahas mengenai software etabs, dan mengenai analisa untuk bangunan tinggi tahap demi tahap, thx

  74. Salam kenal, Maaf pak saya mau bertanya beberapa hal tentang SAP 2000, dan tentang beton bertulang antara lain:

    1.Apakah perbedaan menggunakan elemen area, shell, plane, solid,asolid?

    2.Apakah perbedaan pembebanan area, surface pressure load, uniform load, gravity load, dan pore pressure load?, bagaimana outputnya?

    3.Pada output sap 2000 bagaimana menentukan geser dan torsi pada daerah lapangan balok, kalau untuk geser pada tumpuuan kan geser kritis sejarak d dari tumpuaan, bagaimana cara membaca untuk geser lapangan mengingat diagram geser dan torsi pada tengah bentang balok = 0?

    4.Bagaimakah mengitung tulangan geser dan torsi pada kolom, apakah pasal 13 SNI 03-2847-2002 dapat digunakan pada elemen kolom?

    5.Apakah perhitungan kekuatan balok (Mn) dengan tulangan tekan lebih banyak dari tulangan tarik (misalkan As=0,5 As’) (daerah tumpuan) dapat dihitung seperti pada balok lapangan, karena nilai (As- As’ nilainya poasti negatif), kalau dihitung dengan program Vb buatan bapak dihasilkan semua tulangan tarik?, atau perhitungannya dibalik dengan nilai As’ sebagai As?

    6.Oia , bapak punya referensi atau jurnal tentang perencanaan pile cap apa tidak?

    Maaf merepotkan atas banyaknya pertanyaan saya, Sebelumnya saya ucapkan terima ksih banyak atas atensi dan jawabannya

  75. Pertanyaan banyak, jadi fokusnya kemana nih?
    Saya coba jawab :

    1. Ya beda dong, kalau sama ngapain hal-hal tsb ada. Untuk element area, perhatikan manualnya apa yang sebenarnya dimaksud dengan element tersebut. Itu termasuk element di FEM tradisional nggak ada, tapi kalau element shell, shell, plane, solid,asolid ada koq penjelasannya di buku-buku FEM tradional. Apa ya nama bukunya ? Ada juga koq di daftar pustaka di buku karanganku SAP2000 Edisi Baru yang baru terbit bulan April yang lalu. Sudah punya ?

    2. Penjelasannya panjang, ada di manual program. Tapi ada yang mau aku tanya, pore-pressure, apa ada yang di SAP ? Koq aku belum pernah pakai.

    3. Untuk menentukannya coba anda sisipkan node tambahan.

    4. Untuk struktur biasa, saya kira bisa. Tapi untuk bangunan tahan gempa, tulangan geser adalah bagian penting untuk menghasilkan daktilitas penampang. Ada persyaratan khusus yang harus diikuti.

    5. Dibalik ? Iya.

    6. Referensi, banyak. Tapi hard-copy. Itu ada juga yg soft-copy di rak buku, tapi pakai cara strut-and-tie model. Menurut saya, metode itu yang paling baik untuk menghitung pile-cap dengan sedikit pile.

  76. Maaf pak, salam kenal saya mau bertanya tentang kolom biaksial, Bagaimana cara menentukan nilai beta , pada kontur beban lentur biaksial Parme (Chu Kia Wang Desain Beton Bertulang edisi keempat,jilid I, halaman 465), apakah asumsi semata atau penentuan khusus?. Apakah dalam perencanaan pada Output SAP 2000 bisa menggunakan 2 kombinasi untuk satu elemen kolom sebagai nilai maksimum momen sumbunya, sebagai contoh M2, dari kombinasi5, dan M3 dari kombinasi 7?
    Bagaimanakah tipe keruntuhan pada kolom dan apakah hubungannya dengan fs dan fs’, misalkan kondisi tekan menentukan apakah nilai fs dan fs’ selalu > atau <
    dari fy.
    Saya juga mau bertanya apakah ada program khusus untuk menggambar penampang betondengan mudah, dan adakah cara mempelajari Autocad termudah, khusus untuk menggambar penampang beton saja.

    terima kasih banyak sekali lagi saya ucapkan ……………………

  77. Pertanyaan anda tentang perhitungan kolom rasanya banyak dibahas di buku saya ke-3. Di buku tersebut saya membahas bagaimana membuat diagram interaksi kolom (berbagai macam bentuk kolom, persegi, bulat, berlubang juga komposit) dengan bahasa pemrograman Visual Basic. Memang sih yang biaksial nggak ada. Tapi kayaknya yang lain akan kejawab.

    Disana juga banyak terdapat gambar-gambar penampang kolom yang saya gambar sendiri semua pakai AutoCAD.

  78. Pak saya mau tanya lagi tentang arti kalimat ini berdasarkan buku biro penerbit tentang kolom beton bertulang, yang isinya “…tegangan fs’ pada baja dapat mencapai fy apabila keruntuhan yang terjadi berupa hancurnya beton Apabila keruntuhan berupa lelehnya tulangan baja, besaran fs harus disubstitusikan dengan fy. Apabila fs’ atau fs lebih kecil dari pada fy maka yang disubstitusikan adalah tegangan aktualnya, yang dapat dihitung dengan menggunakan persamaan segitiga sebangun…..” berati pak pada keruntuhan tekan nilai fs’ dan fs selalu bernilai > fy sedangkan pada keruntuhan tarik nilai fs’ dan fs < fy.
    Oia pak saya juga mau bertanya tentang metode kekuatan batas dan metode tegangan kerja. Apakah perbedaannnya yang mendasar?
    terima kasih sebelumnya

  79. Pak saya bantu ya pak saya mau belajar jadi dosen –dosen maya :) — semoga saya benar kalo salah tolong dikoreksi.

    Buat Diana:
    1. Bagaimana cara menentukan nilai beta , pada kontur beban lentur biaksial Parme (Chu Kia Wang Desain Beton Bertulang edisi keempat,jilid I, halaman 465), apakah asumsi semata atau penentuan khusus?
    Ans: rasa2nya nilai beta di trial and error nanti masukin dirumus dan grafik cek kembali dari asumsi awal kalau sama berarti asumsi benar kalo tidak trial lagi (kalo mau paper asli dari si Parme post email kamu nanti saya kirim). Rekomendasi saya gunakan strain compatibility dan sudah digunakan di semua software design yang ada.

    2. Apakah dalam perencanaan pada Output SAP 2000 bisa menggunakan 2 kombinasi untuk satu elemen kolom sebagai nilai maksimum momen sumbunya, sebagai contoh M2, dari kombinasi5, dan M3 dari kombinasi 7?

    Ans: yang kamu maksudkan ini adalah envelope momentnya dan harusnya tidak tepat. Cuma kadang2 org males cek semua kombinasi satu persatu jadinya diambil diambil Pmax, M2max dan M3max..yah boleh aja cuma ingat desain kamu bisa jadi sangat boros. Rekomendasi saya serahkan saja ke komputer untuk ngecek semua kombinasi.

    3. Bagaimanakah tipe keruntuhan pada kolom dan apakah hubungannya dengan fs dan fs’, misalkan kondisi tekan menentukan apakah nilai fs dan fs’ selalu > atau <
    dari fy.

    Ans: Saya menyarankan supaya belajar desain kolom dengan strain compatibility (don’t use approximate method unless you understand all the assumption and limitation) nanti akan terbayang dengan sendirinya perilaku keruntuhan kolom. Prinsipnya sama dengan balok cuma karena ada gaya aksial, lokasi garis netral bisa diluar penampang (jadi semua mengalami tekan) dan dari strain compatibility (Bernoully — linear strain sesuai asumsi penampang datar tetap datar sebelum dan sesudah bending) hitung regangannya pake hubungan segitiga dengan extreme conc. fiber 0.003, hitung stress pada baja dengan rumus fs = es*E fy sedangkan pada keruntuhan tarik nilai fs’ dan fs < fy.

    Ans: Dari bahasanya sih ini strain compatibility nah belajar saja cara itu lebih mudah dan kamu bisa buat programnya sendiri.

    6. Oia pak saya juga mau bertanya tentang metode kekuatan batas dan metode tegangan kerja. Apakah perbedaannnya yang mendasar?

    Ans: Pertanyaan yang paling sering kita dengan
    Allowable stress itu mendesian berdasarkan tegangan ijin dari elastic stress yang dihitung dengan ilmu mektek..(ingat tegangannya elastik)..no problem keliatannya tapi ternyata metoda ini dapat boros dan dapat juga gak aman (kapan-kapan saya kasih contohnya ya). Limit states datang dari kedua kelemahan itu dan didasari pada strength at ultimate (which no longer elastic) kadang disebut LRFD. Cuma diprestress masih ada lo pengecekan allowable stress saat service. Yah rajin2lah mendesain biar paham. Semoga membantu

  80. Salam sejahtera Pak Wir.

    Saya ada pertanyaan mengenai nilai ‘n’ yaitu number of stories seperti yang tercatat pada Equation 25 dalam SNI 1726-2002, lagi mengira limiting fundamental period, T1.

    Soalan saya, apakah nilai ‘n’ di atas mempunyai kaitan dengan height of building? Ini karena adalah payah sekali mengira number of stories untuk irregular building, lebih-lebih lagi industrial building.

    Apakah perlu untuk mematuhi equation 25 di atas sekiranya fundamental period, T bisa diperoleh dari analisis 3D?

    Pak Wir, please advise.

  81. Sdr Fred,
    Peraturan adalah peraturan, untuk apa itu dibuat. Adalah untuk menyamakan persepsi yang berkekuatan hukum. Tujuannya apa, adalah untuk menjamin keselamatan bagi pemakai.

    Seperti diketahui bahwa setiap isi peraturan adalah persyaratan minimum untuk struktur-struktur yang umum. Jadi tidak berlaku general. Apalagi peraturan SNI kita, yang relatif tipis dibanding peraturan serupa lain di luar negeri.

    Ttg n untuk menghitung T, maka itu valid untuk bangunan bertingkat yang umum. Untuk memberi guidance pada para engineer. Karena seperti diketahui bahwa T yang diperoleh dari analisis adalah didasarkan pada model struktur yang dibuat.

    Model struktur adalah berbeda dengan struktur real. Jadi tidak jaminan bahwa sudah pakai komputer-pun pasti hasilnya eksak. Jadi kalau hasilnya ada beda jauh antara analisis dengan yang tercantum di peraturan maka perlu klarifikasi khusus. Jika engineer mampu memberi klarifikasi tersebut secara memuaskan berarti bisa dipertanggung-jawabkan (peraturan bisa diabaikan).

    Ini tentunya jg menjawab pertanyaan yang terakhir ya. Pada prinsipnya untuk sembarang struktur maka analisis 3D dapat digunakan. Hanya yang penting bagaimana memodelkan struktur yang sembarang itu. Itu yang penting pointnya.

  82. salam kenal pak.wir..
    saya seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang mencari judul untuk penelitian (Tugas akhir) dibidang konstruksi.
    kalau bapak bersedia saya mohon bantuannya untuk judul apa yang bisa saya peroleh..
    saya pernah mengambil tema dibidang jalan raya dan transformasi tapi dibatalkan karena pihak kampus tidak menyetujui, untuk itu saya mohon bantuan dari bapak atas masalah saya ini…
    terima kasih sebelumnya..

    wir’s comment : anda bertanya tidak pada topik yang tepat, silahkan baca dulu tulisan saya ttg menulis skripsi di http://wiryanto.wordpress.com/2007/02/24/tip-tip-menulis-skripsi/

  83. Salam kenal Pak Wir ..

    Saya alumni teknik sipil UGM, saat ini kami mengimplementasikan MS project 2003 untuk Project Rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. Saya agak kesulitan untuk mengaplikasikannya pada project yang banyak dan ada di berbagai daerah. Adakan trik tertentu … (misal 1 desa ada 50 rumah, 1 kecamatan ada 10 desa, 1 kabupaten ada 3 kecamatan).
    Terimakasih atas bantuannya…..

  84. Pak wir,

    sebelumnya saya mohon maaf karena memberi tanggapan terlebih dahulu.

    Pak Asep, apakah yang anda maksudkan kesulitan dalam membuat work break down structure dari setiap item kegiatannya? atau ada permasalahan yang lain?

    Mungkin pertanyaannya lebih didetilkan dulu, sehingga tanggapan yang diberikan bisa langsung mengarah.

    salam
    badar

  85. Salam kenal pa wir, saya adalah pembaca setia buku sap 2000nya pa wir edisi lama + baru, saya merasa sangat terbantu dan terbuka wawasan saya dalam memahami sap 2000 secara menyeluruh, apalagi bab yang menjelaskan tentang shell elementnya (edisi baru), hidup pa wir…..saya tunggu karya selanjutnya pa…
    By the way saya dengar sekarang tengah di rancang peraturan gempa baru untuk pengganti peraturan gempa 2002, yang akan mengadop IBC 2006… apakah pa wir punya digital filenya pa? boleh minta dong… he…he..he…
    trus saya ingin belajar tentang push over pa, saya gak tau harus belajar dari mana pa ???
    mohon petunjuknya pa, makasih, semoga pa wir terus jaya
    salam
    sjanizar

    wir’s comments : file-file yang anda cari kelihatannya ada koq di blog ini.

  86. Terimakasih PBadar,

    Betul pak, bagaimanakah sebaiknya membuat WBS yg praktis dan tidak menyulitkan kita dalam kondisi seperti pertanyaan di atas? selain itu saya masih belum mendapatkan dasar dari progress …% yg dikeluarkan oleh MS project, resources dengan lengkap sudah saya masukan baik itu material used ataupun labour (dalam hal ini di borongkan). Demikian PBadarterimakasih dan semuanya atas pencerahannya…

    Asepmr

  87. Salam kenal.
    saya senang ada komunitas ini. sy memiliki konsultan perencanaan di papua barat. mudah-mudahan kelak kita bisa menjalin kemitraan untuk membangung provinsi yg ke 32 di Republik ini.

  88. Salam Pak Wir,
    perkenalkan saya alumni Petra Surabaya.
    saat ini saya bekerja pada salah satu investor jalan tol. Sebelumnya saya pernah bekerja pada perusahaan kontraktor dan konsultan di bidang infra struktur.

    Ada beberapa hal yang mungkin harus dipikirkan bersama mengenai nasib civil engineer di Indonesia.

    1. kenyataan bahwa enginer2 kita memang dituntut untuk all out dalam mendisain suatu struktur dengan mengedepankan profesionalisme sekaligus dengan tanggung jawabnya.

    2. kenyataan bahwa engineer2 kita di Indonesia memang benar-benar tukang di bawah bendera konsultan atau kontraktor. Ini menyangkut dengan remunerasi yang rasanya tidak sebanding debgan tanggung jawabnya.

    3. di jaman bung Karno engineer2 kita powerfull semua, bekerja dengan integritas yang tinggi dengan rasa bangga (ini saya dapat dari senior2 saya di beberapa proyek).. saat ini banyak engineer2 kita yang akhirnya melacurkan disainnya dengan mencontek engineer lain dan menjual dengan harga murah, mungkin disebabkan hal2 tersebut diatas.

    dari pengalaman saya tersebut di atas (meskipun tidak semua mengalami demikian) perlu untuk di pikirkan bersama. sehingga engineer2 civil kita bisa menatap masa depan yang lebih menjanjikan.

    kepada calon engineer2 , sedikit masukan bahwa di luar persaingan sangat keras, bahkan saling menjatuhkan di antara engineer2 sendiri (sedih tapi banyak terjadi)… tapi jangan sampai idealisme kita di bidang teknik luntur hanya karena keuntungan sesaat:) teknik adalah ilmu pasti..

    semoga usaha kita semua yang dengan niat baik diberkati olehNya.

  89. sdr Ricky meminta bahwa “harus dipikirkan bersama mengenai nasib civil engineer di Indonesia“.

    Betul itu mas Ricky !

    Itu tidak hanya engineer, nasib guru-guru kita juga lho. Dulu jaman tahun lima-puluhan, guru-guru kita dianggap “digdaya” sampai diminta ke Malaysia. Sekarang ?

    Padahal jaman orba, cukup banyak didirikan IKIP, institut keguruan ilmu pendidikan. Mestinya kualitasnya harus lebih baik bukan !

    Kenyataannya ? Bahkan sekarang dijumpai ada guru yang protes, demo. Jadi nggak beda dibanding buruh. Begitu bukan.

    Kenapa itu semua.

    Karena orientasi pendidikan kita sudah salah kaprah. Disebut sukses jika, jumlah kelulusan meningkat, IPK-nya tinggi, lulus tepat waktu. Dukungannya adalah angka-angka statistik yang didasarkan kuantitias.

    Lho, jadi kalau begitu itu salah.

    Nggak salah sih, tapi fokusnya jadi itu. Ada hal lain yang sebenarnya menjadi fokus tujuan pendidikan, yaitu : perubahan pola berpikir, perubahan mental dari pribadi-pribadi tergantung menjadi pribadi-pribadi yang mandiri.

    Jadi jumlah kelulusan dan ipk yang tinggi tidak menjamin itu semua. Jadi pantas aja, pendidikan S1 kita di teknik tidak menciptakan insinyur tetapi hanya sekedar tukang, menjalankan apa-apa yang diminta kerjakan. Untuk inisiatip sendiri : nggak berani atau tepatnya nggak PD.

  90. selamat malam pak Wir,
    Perkenalkan saya seorang mahasiswa UNS Solo. Saya ingin bertanya dimana saya dapat men Download SNI 03-XXX-2002 tentang analisis harga satuan upah ? mohon bantuannya..

    Terimakasih

  91. mas wir, saya kesulitan cari peraturan tata cara perhitungan untuk baja ringan dan spesifikasai dimensi profilnya mohon bantuan dan sarannya

  92. Pak Rus, sekiranya anda bisa buka websitenya bluescope steel, mereka adalah produsen sekaligus pre-engineered untuk baja ringan.

  93. Pak Yan,

    Apakah yang anda maksud dengan dinding dermaga? apakah sheet pile yang dipasang pada shoreline suatu dock?

    Apabila yang dimaksud adalah pemasangan sheet pile pada shore line, maka analisisnya dilakukan sama dengan perhitungan sheet pile biasa dimana yang diperhitungkan adalah :
    1. Ketahanan terhadap momen guling akibat tekanan tanah aktif dan pasif, bisa juga dengan sistem pengangkoran. pada saat perhitungan ini yang juga menjadi concern adalah posisi muka air sisi kanan dan kiri, harus di pilih kondisi yang paling kritis istilahnya dropdown condition.

    2. Perlu dimodelkan bidang gelincir dari tanah, sehingga diperoleh safety factor > 1.5 (nilai safety factor ini beragam tergantung sifat konstruksinya). pemodelan ini bisa dilakukan menggunakan plaxis (software berbasis finite element untuk pemodelan tanah).

    3. kapasitas dari tiang pancang dalam menahan momen dan geser sehingga tidak terjadi patah pada sheet pile.

  94. Mas Wir, saya mau download SNI tentang gempa SNI 1726-2002. Kenapa tidak bisa? Disitu tertulis ” This user is out of bandwidth. ” Please email support@box.net for support”..

    Mohon bantuannya Mas Wir..

    Txs

    The answer please read it (but in Bahasa Indonesia). To solve the problem, please come again next month.

  95. pak Wir, saya mahasiswa asal makassar.saya ingin bertanya mengenai wilayah wilayah gempa di indonesia.kapan suatu wilayah masuk wilayah 3 dan 5?bisakah bapak mengirimkan file mengenai faktor keutamaan dan koefisien gempa dasar?

    Wir’s comments : pertanyaan anda ada di SNI gempa.

  96. Mas Wir.. saya punya beberapa masalah yang belum terselesaikan, mohon bantuannya, yakni

    1. saya mau memperpanjang dak beton yang kantilever, sebelumnya dak beton kantilever tersebut sepanjang 1.13 meter dan saya mau memperpanjang menjadi 1.63 meter ( artinya bertambah 50 cm ), pertanyaan saya bagaimana model penyambungan tulangannya? apakah dengan membobok dak beton lapis atas untuk diambil tulangan lapis atas kemudian disambung dengan tulangan tambahan yang baru? kalau demikian disambung didaerah panjang mana? ( dengan prinsip sambungan lewatan 40D, atau disambung di bagian seperempat bentang panjang dak beton sebelumnya atau dimana? )

    2. Pertanyaan saya berikutnya apakah dengan penambahan dag kantilever beton tersebut masih dapat ditumpu oleh dinding bata dan tangga? ukuran plat 12 mm dan tulangan 2 lapis dengan besi 10 mm-20, balok kantilever ukuran 35 x 40.

    3. pertanyaan berikutnya apakah harus ada balok di tepi ujung dak beton kantilever tersebut?
    mohon bantuannya mas wir..trims..

    Wir’s comments : rasanya Bapak udah pernah bertanya dan saya udah pernah menjawabnya.

  97. Saya kok juga ketemu masalah seperti Andri ya pak Wir..” This user is out of bandwidth. ” Please email support@box.net for support”..

    Wir’s comments : ini mah penyakit akhir bulan, yang down load kebanyakan sih padahal pakai gratisan. Kunjungi lagi sekitar awal-awal bulan mas. Mestinya sekarang udah ok lagi ya.

  98. Syallomm…
    Pak Wir… Dlm SNI 1726-’02 subbab 5.5 Kekakuan Struktur…, dicantumkan ttg persentase efektif penampang.
    Gmna cara memasukkan persentase tersebut pada SAP 2000 V7.4???

    Wir’s responds :
    silahkan refer ke buku saya “SAP2000 edisi Baru” hal 72 ttg Data Penampang Batang.
    Ada dua cara :

    (1) Masukkan langsung parameter section properti jika anda memakai Data Type General Section (lihat Gambar 3.27).

    (2) Jika anda memasukkan via Perhitungan Otomatis Properti Penampang (hal 74) maka anda bisa memasukkan properti efektifnya via tombol Modification Factor (lihat Gambar 3.27 di form sebelah belakangnya).

    Adapun section property mana yang perlu dimodifikasi adalah tergantung dari modelnya, sebagai contoh jka modelnya 2D (frame) dan yang akan dimodifikasi adalah lentur maka section property yang dimodif adalah “Moment of Inertia about 3 axis”.

  99. Maaf mas wir.. saya cari tidak ada jawabannya..maka dari itu saya bertanya kembali, mohon bisa dikirim kembali mas wir jawabannya..trims dari bambang

  100. SAya berniat untuk mengambil tema perencanaan cable-stayed bridge atau suspension bridge. mohon bantuan untuk referensi apa saja yang kira-kira isinya sangat berkompeten dalam mendukung planning saya.
    Terima kasih sebelumnya, Pak.

  101. Dear Sir,
    Greetings in the name of Lord Jesus Christ.
    I am a structural engineer working in Malaysia.
    Recently I came across your site and find it very interesting.

    I have few doubts in SNI 1726-2002 and hope you would help me in clearing them.
    In the calculation of the base shear V by using equation 26 the value of R for a fully elastic steel structure is 1.6 as per Table 2 irrespective of the building structural system. However Table 3 gives the value of Rm for different building systems irrespective of whether the structure is elastic or ductile.

    Could you please tell me whether the value of R is always 1.6 for an elastic structure irrespective of the building system. Or if the values in Table 3 are to be used, what is the relation between the values given in these two tables and how to convert Rm to get R.

    The requirement is to use SNI-1726-2002 for seismic loads and design the structure as fully elastic steel structure adopting allowable stess design method as per AISC.

    Thanks and regards.

    May Our Lord Jesus Christ bless you and your work always.
    John

  102. Salam damai Pak Wir,

    Nah, di sini, saya ingin menanyakan tentang SNI-1726-2002.

    Saat ini, saya sedang membuat perencanaan satu struktur baja for industrial building menggunakan Allowable Strength Design (ASD) method.

    Saya menggunakan SNI-1726 bagi menghitung beban gempa. Apakah nilai beban gempa yang diperoleh menggunakan SNI-1726 boleh diguna terus untuk load combinations menurut ASD, misalnya yang terkandung dalam ASCE/SEI-7 (Minimum Design Loads for Buildings) ?

    Atau, apakah nilai beban gempa di atas hanya cocok untuk perencanaan baja menurut LRFD method. Saya bingung, setelah membaca dalam internet, SNI-1726 dikatakan ditulis menurut LRFD.

    Saya mohon jasa baik Pak Wir memberi nasihat bagi mengira beban gempa menurut ASD method.

    Saya dahulukan jutaan terima kasih.

  103. To John

    We understand your confusion. It’s simple actually you just need equation (6) which give 1.6<= R<=Rm. R value is a matter of choice but it should not exceed Rm in table 3 but of course all engineering firm will go for R = Rm for ductile structure because it will reduce the earthquake forces and still satisfy the code.

    For fully elastic structure yes it use R=1.6. But why you design it as elastic structure?, my guess is you want to design the structure in a low seismic area (perhaps Malaysia is) then usually we design it as ordinary moment frame which give R = Rm = 4.5 for steel structure. The limitation of SNI 1726 is that there’s no building category based on seismic zone, i mean it is ridiculous to design a structure as fully ductile in lowest seismic area (zone 1 in Indonesian seismic map).

    In that case i refers to UBC for building category. But it is also ridiculous if you design a structure as fully elastic structure even in a low seismic area if this structure is not really important like nuclear facility (R=1.6 and R=4.5 is a big difference).

    Pls don’t hesitate to ask us again. Anyway do you speak Indonesia? how do u read SNI 1726? I don’t think there’s an english version of it.

    Regards

  104. To Fred

    Saya sendiri kurang jelas tentang bangunan industri ini, kalau cuma gable frame untuk pabrik gitu rasa2nya angin yang dominan. Tapi mungkin bangunan industri ini seperti highrise building jadi gempa dominan.

    Jangan rancu antara LRFD, ASD dan beban gempa (jangan campur aduk analisis dengan desain). Beban gempa di ASD dan LRFD sama saja, karena beban dimasukkan hanya waktu analisis sedangkan ASD dan LRFD itu desain, jadi waktu mendesain tinggal dipilih mau pake cara ASD apa LRFD?.

    Soal Kombinasi Beban ya tergantung kamu diharuskan mendesain pake code mana, kalau di Indonesia ya harus SNI, kalau di Amerika ya SEI/ASCE itu. Beban gempanya ya itu2 saja.

  105. Dear Sir,

    Greetings.

    Thanks for your reply. It is very informative and useful.

    Let me share with you what I have understood from your reply. Please correct me if my understanding is wrong.

    1. According to SNI, for a fully elastic structure R=1.6 irrespective of the structural system being used.
    2. When the value of R is >1.6, the ductility factor (mu) is more than 1.0 and the structure is no longer in the elastic state . This would mean that the structure has already yielded and is in the plastic or ductile state either partially or fully, depending on the ductility factor (mu).
    3.Values of R in the range of 1.6<R<=Rm (for example R=Rm=4.5 as suggested by you) are applicable for ductile structures only and not for elastic structures.
    4. It is not appropriate/advisable to design ordinary steel structures either as fully elastic by using R=1.6 or fully ductile by using R=8.5 in low seismic zones. It is better to go for partially ductile design with intermediate R values (for example use R=Rm=4.5 for ordinary steel structures).

    In addition to the above I have one more thing to ask you. If I go for a partially ductile design by using 1.6<R<=Rm, do I have to carry out a plastic analysis/design for the structure or a simple linear elastic analysis by using Staad-Pro 2006 is still sufficient.

    For your information I am working on a project in Indonesia which is in seismic Zone 2 as per SNI. The structure is of steel and is approx 45 m high. The client’s specification says that elastic design by using allowable stress design (ASD) method as per AISC should be adopted. For this particular application, is it correct to use R=1.6 to satisfy the client’s requirements?

    Also as you rightly guessed I do not speak or understand Bahasa Indonesia. I take help of some of my good malaysian colleagues to understand SNI1726.

    Thank you for your time to read my long list of queries and hope you would help me in understanding them correctly.

    Thanks and regards.

    God bless.

    John

  106. John

    1. yes it is correct
    2. that’s is corect too
    3. yes it is right
    4. that’s correct..but you’re not wrong if you want to go with fully elastic structure if you think it is a very important structure. But pls keep this in mind…the concept of earthquake resistant design is that the building may be damage but not collapse which is ensured by capacity design..though in recent years this concept is not 100% acceptable (why?..because the owner of building will ask how big is the damage? is it repairable? can we reduce the damage? you see the damage can lead to the inoperable of the building and of course economic loss–that’s why a performance based design is emerging as new design tool or completeness of the capacity design). In capacity design you don’t need to do plastic analysis/pushover as in performance based design..so it is linear elastic analysis but when it comes into design you must apply the code requirements for the lateral resisting system you choose and of course the fully ductile (SMF) structure requires a more careful detail than partially ductile (IMF, OMF).

    Good Luck

  107. Salam kenal Pa. Wir…
    Ini loh, saya sedang mencari analisa bahan Dinding Conblok (Analisa Pembuatan Bahan Dinding Conblok) untuk dinding perumahan sederhana.Mungkin Pa. Wir dapat membantu infomasinya..Terima Kasih..

  108. Syalom Pak Wir. Nama saya Erie.
    Begini, saya mo nyoba unduh SNI-nya dari box.net, tapi yg keluar malah ‘..out of bandwith’.
    Kira2 ada gak link alternatif lainnya? soalnya kita di kalimantan sulit bgt buat ngedapatinnya, apalagi dgn keterbatasan bandwith dan kualitas jaringan yg rendah..
    Trims, Tuhan Yesus memberkati.

  109. Dear Sir,
    Greetings.

    Thanks for your reply. I understand the basic concept of capacity design and the performance based design. However to understand the capacity design method better I am giving the following 2 cases for your opinion and comments. The structure is a 45 m high steel framed building with OMFs in one direction and braced steel frames in the other direction located in Zone 2 of the Indonesian seismic map.

    Case1 :
    Design as a fully elastic structure with R=1.6. Linear elastic analysis is carried out by using Staad-Pro 2006. Design the members and the connections as per AISC in the traditional manner.

    Case 2 :
    Design the same structure as a partially ductile structure with R=Rm=4.5. Linear elastic analysis is carried out by using Staad-Pro 2006 similar to case 1. Design the members (i.e.OMFs and bracing members) and connections in the traditional manner, without any special considerations, similar to case 1.

    My doubt/questions are:

    1. Is the procedure in case 2 correct ? If so, what is the basic difference between the two cases ?

    2. In case 2 how and where do we really check the performance of the structure as per the assumed value of R=Rm=4.5. Or how and where is the assumed value of R integrated and used in the analysis and design except in the calculation of the base shear.

    3. How to cross check or verify the value of the assumed ductility factor after the analysis and design since we are only carrying out linear elastic analysis in both cases. (Deformation values dm and dy may not be available in the elastic analysis)

    4. The base shear and forces in case 1 will be more due to smaller value of R and the member sizes will be big making the structure stiff. The base shear and forces in case 2 will be less due to larger value of R and the member sizes may be relatively smaller making the structure flexible. How is the flexibilty of the structure in case 2 quantified to verify and match the correctness of the assumed ductility level.

    Hope you would help me in understanding the above better.

    Thank you once again for your time and patience to read my queries.

    Regards.
    God Bless.
    John

  110. To John

    Case 2 – you’re wrong if you say without special consideration like in case 1–i believe there are light restrictions for detailing in OMF compare to IMF and SMF but in some part you design as per specification requires (pls read AISC seismic provision).

    Q1 – As i stated above. The basic difference is in your decision actually as I said before if you want to design it as fully elastic go on it’s your decision i just added that if this structure it’s not so “important” so why fully elastic if the code permit you to design the structure as OMF in this case.

    Q 2&3&4 – I understand your doubt. I believe you understand about “equal displacement concept” in earthquake analysis (fig P1 in SNI1726 Appendix A-Commentary). I guess your understanding of the concept should answer Q2, 3 & 4. So where this Rm value come from…it’s not our resposibility, it’s agreement of the code regulator whether it came from their own research or copy from other code, I don’t care. I’m an engineer, I just follow the code. But if you want to verify the miu or Rm value then you must do your own research in this area. I think a book by Michel Bruneau about ductile steel structure (if I’m not wrong) address this concept into detail.

  111. Dear Pak Wir or somebody else.

    Would you help John with this R, Rm, equal displacement thing. I confuse myself hehehe :p. Did I explain right or I missed something. Thanks

  112. Dear John,

    Your question is

    #1. “Could you please tell me whether the value of R is always 1.6 for an elastic structure irrespective of the building system. Or if the values in Table 3 are to be used, what is the relation between the values given in these two tables and how to convert Rm to get R” ?

    #2.”How to cross check or verify the value of the assumed ductility factor after the analysis and design since we are only carrying out linear elastic analysis in both cases. (Deformation values dm and dy may not be available in the elastic analysis)” ?

    My opinion :

    #1 : from fig Pic 1 in SNI1726 Appendix A-Commentary, it show R = mu xf1.

    As Donald said : ” value in Table 3 , it’s agreement from the SNI code regulator and they addopt from ACI, etc.

    so, mu and f1 are from Seismic, Structural and material research include seismic experience from Kobe, Notridge, etc.

    Jhon, you can play with your R because we agree about dm (maxsimum deflection) are “same” in all condition (Vn, Vy, Vm and Ve)… see Pic 1 SNI1726 Appendix A-Commentary

    You can choose your value R by your self but not exceed from Table 3.

    It’s depend you “engineering judgement”, what structure you want to build and how they behaviour on regional seismic condition.
    Can you read again (SNI 1726, Appendix A-Commentary, A.4.3.4) very slowly…

    #2. You can cross check or verify the value of the assumed Your ductility factor after the analysis and design (carrying out only linear elastic analysis in both cases) from your self structural research . So you will get your Deformation values dm and dy from your elastic analysis.

    Syallom..

  113. salam kenal pak,
    saya mahasiswa Teknik Sipil Mercu Buana,
    sedang ambil Skripsi Tentang analisa daya dukung pondasi bor pile proyek fly over,
    mohon kiranya untuk membantu memberikan referensi tentang analisa yang harus dilakukan,serta SNI tentang pembebanan pada fly over

    maksih

  114. Dear Sir,
    Greetings.
    I understand that according to SNI-1726 the horizontal seismic force due to the weight of the substructure is 0.1*Ao*I*W (section 9).
    Could you please tell me whether there is any similar method or formula in UBC or IBC or in any other codes (,just for comparison and more understanding).
    I am particularly looking for this information to calculate the seismic force due to the weight of a reinforced concrete block foundation for an equipment.
    Hope you would help me.
    Regards.
    God Bless.
    John

  115. Salam sejahtera buat mas Wir dan temen-temen semua.

    Ngomong-ngomong mas Wir kemana yah?, kok sudah lama tidak me-reply comment teman-teman diblog?? wah sepertinya belakangan ini sibuk sekali, hehe…

    Oke deh.. aku pengen ngelanjutin ketidakpastian dari Mr.John dan statement-nya bang Donny…HORASS bang ( ini bukan SARA lho, cuma melestarikan budaya aja.. ).

    Ok..kebetulan saya juga masih rancu masalah nilai-nilai parameter untuk frame seismic design terutama pada nilai R yang berhubungan dengan nilai myu. Dari beberapa referensi yang saya baca pemilihan nilai parameter tersebut memang tidak lepas dari engineering judgment mengenai SRPMM, SRPMK, atau struktur elastis.

    Banyak kriteria yang harus dipertimbangkan mengenai:
    1.Bentuk dan konfigurasi bangunan—simetri ato tidak, ada loncatan pada tingkatannya ato tidak, batasan ketinggian,dll
    2.Kondisi dan jenis tanah
    3.Seismic zone
    dan banyak lagi

    Tapi lepas dari semua faktor untuk menentukan jenis frame yang akan didesain tersebut, saya pernah membaca dari tulisan dosen di Bandung yang sudah melakukan analisa 2 model struktur yaitu SRPMM dan SRPMK bahwa, struktur frame dengan SRPMM dan dengan desain SRPMK ternyata menghasilkan selisih jumlah tulangan yang sedikit sekali kuranglebih 1% pada tiap elemennya ( yang berarti gaya dalam yang dihasilkan tiap-tiap elemen dari kedua kriteria tersebut tidak berbeda jauh nilainya ).

    Lalu pertanyaan saya adalah seberapa besar pengaruh nilai R tersebut dalam perencanaan struktur bangunan gempa yang kita lakukan?? lagipula nilai R tersebut di SNI mempunyai range untuk nilai R struktur elastis ato R pada struktur non elastis dan range tersebut tidak dijelaskan dasar-nya sehingga cukup membuat rancu dan akhirnya cuma dipakai begitu saja sesuai ketentuan yang ada ditabel.

    Kalo menurut saya ( tolong dikoreksi salah ato benarnya, supaya saya tidak terlanjur salah prinsip ) intinya perencanaan gempa adalah keakuratan analisa pada elemen-elemen struktur terutama pada joint beam-column ( untuk struktur bangunan ), batasan-batasan yield moment capacity dari elemen, sehingga menghasilkan design capacity yang diinginkan yaitu “strong column weak beam”.

    Saya tidak tahu ini pertanyaan ato pernyataan tapi mungkin bisa dikoreksi oleh Mas.Wiryanto ato bang Donny atau ada kritikan dari teman-teman.

    Wir’s comments :
    Saya tetap ada koq. Selalu memonitor. Hanya saja banyak pertanyaan yang topiknya pas tidak tune dengan yang sedang saya pikirkan. Jadi saya biarkan saja, saya tampilkan apa adanya biar teman-teman lain yang sedang tune-in dapat menjawabnya. Namanya saja nggak tune, nanti ngejawab tapi nggak kena, khan sama aja seperti nggak jawab, bahkan bikin kecewa gitu mas Nicholas.

    Tentang perbincangan hangat mengenai R, kayaknya menarik ya. Juga info anda tentang sudah ada studi perbandingan teman dosen di Bandung, siapa ? Mungkin perlu kita cermati hasilnya dan bisa menjadi bahan pemikiran. Karena kalau betul cuma 1% aja bedanya dan hanya faktor itu yang dibahas lalu berkesimpulan bahwa faktor R tidak penting. Wah bisa menarik itu.

    Terus terang, riset saya terhadap perilaku gedung tinggi terhadap gempa cukup jarang. Maklum pikiran habis ke fokus disertasi. Tapi saya coba memberi pendapat, secara falsafah saja ya :

    Untuk apa sih, kita memilih-milih faktor R . Itu harus kita ketahui dahulu.

    Penjelasan mas Essen sebelumnya rasanya sudah menyinggung, bahwa engineer diberi kebebasan memilih R tertentu agar pada saat menerima gempa, strukturnya dapat direncanakan berperilaku elastis atau in-elastis (daktail).

    Kalau elastis maka gaya gempa rencana akan dianggap sama seperti halnya beban mati atau beban hidup lainnya. Jadi detail-detail struktur tidak ada yang khusus. Masalahnya adalah, jika beban gempa yang aktual lebih besar dari gempa rencana bagaimana. Ini tidak bisa diantisipasi. Oleh karena itu hanya cocok untuk struktur-struktur yang tidak dominan terhadap resiko terjadinya gempa. Ini konsep seperti pohon beringin, ada angin kencang (yang umum) maka pohon tidak goyah. Tetapi kalau ada angin yang tidak umum (katakanlah periode 500 tahunan) maka tahu-tahu tumbang beserta akar-akarnya.

    Sedangkan konsep in-elastis adalah dengan menganggap struktur berperilaku daktail, yah kayak cemara aja. Jadi kalau mau seperti itu, apa bebannya mesti sama dengan perencanaan elastis seperti diatas. Yang enggak dong. Itulah dibikin konsep R. Jadi ada reduksi gitu.

    Masalahnya adalah : in-elastis itu khan masalah non-linier. Apa benar detail struktur anda mampu berkinerja in-elastis. Gimana hayo desainnya. Nggak gampang itu. Non-linier itu bisa banyak koq penyebabnya. Lho tapi pak Wir , khan udah ngikutin detail. Memang, tapi itu terbatas pada kasus-kasus tertentu. Jadi dari hasil riset maka dapat diketahui bahwa untuk detail tertentu maka dia mampu berperilaku in-elastis tertentu. Lha disinilah seninya. Jadi kalau mau mengadopsi R yang bersifat in-elastis maka engineer harus bisa menggabungkan detail-detail tertentu pada strukturnya. Jadi ini bukan masalah hasil tulangannya sama atau tidak seperti yang mas Nicholas ungkapkan.

    Mungkin gitu dulu ya. Yah, maklum ini sedang riset in-elastis satu sambungan kecil aja dan udah pakai komputer Core 2 Duo 1.7 GHz dengan memori 2 Gb masih perlu running 28 jam. Pusing nggak !

    Jadi mohon dimaklum kalau nggak ngrespons banyak. :D

  116. siang pak,,
    saya ingin mendownload “Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung, SK SNI 03 – xxxx – 2002 , versi 16 Desember 2002″

    tapi ga bisa….kenapa ya pak?
    erorr terus pak…
    trimakasih

    Wir’s comments : nggak tuh. Saya barusan coba down-load pakai speedy. Lancar aja lho.
    Biasanya masalahnya kalau pakai http://www.box.net yaitu jatah bandwith untuk download dibatasi tiap bulannya. Nggak boleh lebih dari 1 gb gitu. Ingat, yang down-load di blog ini dari semua penjuru bumi lho. :D

  117. Inti perencanaan “tahan gempa” itu mungkin tepatnya adalah struktur boleh rusak tapi tidak roboh. Dalam bahasa teknisnya “tahan gempa” itu ” adalah can sustain large deformation without collapse..” kalau mau tau cikal bakal nilai R baca paper ini deh sebetulnya ada di buku ductile steel structure nya Bruneau dan Chia Ming Uang

    http://rapidshare.com/files/68242192/Paper.rar

    selamat belajar

  118. Dear Pa Wir, Nicholas and Engineers..

    Jangan terlalu menyanjung saya, Pa Nico.. saya ini Engineer yang baru lulus, pengalaman design building saya masih seumur jagung.. Saya belum pantas kalo diminta untuk mengkoreksi pernyataan prinsip Pa Nico mengenai Perencanaan Gempa untuk bangunan.
    Saya kan cuma penggembira aja kok di blog Pa Wir ini.. :)

    Latar belakang mengenai besarnya nilai R yang ada didalam Tabel yang kita adopsi dari peraturan negara luar, dapat dicari dari sumbernya yaitu para penyusun SNI gempa kita atau dari referensi Peneliti material/struktur di berbagai belahan dunia.

    Mengenai hasil perbandingan disain SRPMK dan SRPMM, kita baca sendiri saja dari SNI – 03 – 2847 – 2002 dan SNI 1726 – 2002. Saya tidak ingin berkomentar terlampau jauh mengenai perbedaan hasilnya. Boleh kita dengar hasilnya, namun tidak boleh serta merta menjadikannya “Ayat Suci” dalam Prinsip Disain kita. .

    Dalam disain SRPMK, memakai nilai momen ujung, Mpr, yang didasarkan oleh besarnya tegangan tarik tulangan baja, fy = 1,25 fy yang disyaratkan.
    Kalau disain SRPMM, memakai Mn, momen nominal tulangan terpasang.

    Oleh karena itu :

    1. Kemampuan bangunan dengan sistim SRPMK untuk berdeformasi, jauh lebih besar daripada bangunan dengan sistim SRPMM..namun harus besarnya drift juga harus dibatasi demi kenyamanan penggunanya.

    2.Karena deformasi yang besar ini, membutuhkan pengekangan/ confinement yang baik di setiap ujung balok dan ujung kolom yang menjamin seluruh elemen strukturnya berprilaku daktail terhadap gempa rencana, agar terjadi pola keruntuhan yang aman.

    Mari kita ikut peraturan yang ada yaitu SNI dan peraturan negara lain, pada intinya mempunyai tujuan yang sama yaitu merencanakan struktur yang aman di wilayahnya masing-masing.

    Mohon dikoreksi apabila pernyataan saya ini.

    Syallom..

  119. Pak Wir & all friends,

    1) According to SNI-1726, R value should be 1.6 for elastic structure. Am I right??

    2) Generally, steelwork design for R value less than 3 can be done using AISC-360. Therefore, by adopting R from 1.6 to 3.0, AISC-360 can be used. For this purpose, is elastic analysis sufficient to carry out design as per AISC-360?

    3) If R value greater than 3, what standard or code should I follow to do the steelwork design???

    Thank you.

  120. @ LULU

    1. Yes you are
    2. What i’ll do, I’ll use 4.5 for OMF if you are in low seismic zone (1&2), 5.5 for IMF if you are in moderate seismic zone(3&4) and 8.5 for SMP if you are in high seismic zone(5&6)..AISC360 apply to all the structural systems but require special consideration given by AISC 341 seismic provision.
    I don’t think you can go with R=3 for instance and design as fully elastic structure per AISC360. You must use R=1.6, and you can’t think of R=3 as partially “elastic” structure, there is no partially “elastic” structure. So even if you use 1.7 according to the code you are designing as ‘low’ ductile structure which means you should use OMF. Confuse, don’t be, i mean why use R=1.7 if you can use R=4.5.

    3. Read above

  121. Salam damai Pak Wir & teman2 sekalian,

    Terima kasih ya atas response mas Donald dulu.

    Wah, rancak banget diskusi mengenai nilai R ini yah…. bisa bikin bingung…..

    Saya ingin menambah satu soalan setelah terbaca soalan mas Lulu….Saya juga punya kekeliruan yg sama seperti mas Lulu.

    Bilakah masa elastic, inelastic, linear, non-linear, dan plastik analisis harus dipake? Atau ada apa2 persyaratan yg harus dipatuhi sebelum memake satu2 jenis analisis?

    Saya selalu membaca dalam banyak reference bahwa struktur bangunan yg didesain untuk menahan beban gempa dikatakan bersifat inelastik. Jadi, apakah elastic analysis bole dipake ?

    Terima kasih ya.

  122. Sore mas wid,
    Nama saya andi sopan. saya bekerja di sebuah perusahaan konstruksi.Blog bapak lengkap banget nih. Segala hal tentang structural engineer ada di sini. Viva civil.
    Ngomong-ngomong, saya lagi ngerjain project dermaga type jetty nih pk.
    Boleh minta tolong, jika bapak or temen2 lain punya e-book tentang metode konstruksi jetty bisa di share ke saya pak?
    Terimakasih

  123. Salam Kenal Pak…kulonuwuun…langsung saja ya pak wir…nyari bukunya pak wir SAP2000 susah banget..pada habis..kira2 yang masih ada stock dimana ya pak Wir…btw, blog ini bagus sekali, saya tiap hari buka, wah seneng..bisa liat orang2 pinter pada diskusi..ok deh..maju terus!

    Wir’s responds: di Gramedia Matraman Jkt , juga di Gramedia Metropolitan Bekasi, masing-masing kalau hanya empat aja. Ada lho.

  124. salam sejahtera buat semuanya..
    Terimakasih buat masukannya Mas Wir..sangat bagus untuk membuka wawasan saya dan temen-temen tentunya… jujur saya masih hijau banget soal desain gempa, masih banyak yang harus dipelajari.

    Saya juga lupa nama dosen yang pernah mengangkat tulisan mengenai perbandingan hasil desain penulangan struktur dengan perencanaan SRPMM dan SRPMK, karena sudah lama sekali saya download paper-nya, sepertinya saya masih punya file-nya.. Tadinya saya ingin sekali mencoba analisa perbandingan tersebut, tapi belum ada waktu ( sayang banget..) padahal bagus untuk di coba dan mungkin bisa jadi topik bahasan yang menarik di blog ini.

    O iya buat bang Donny thanks buat reply-nya dan tentunya masukannya juga, soal sanjungan?? HORAS itu bukan sanjungan lho bang.. itu memang karna kita satu huta saja ( cuma saya tidak menyantumkan marga saya saja).

    Kalo masalah menjadikan “ayat suci” suatu teori kebetulan bukan kebiasan saya..buat saya suatu teori akan terus berkembang dan bahkan yang sudah ada saja bisa terbantahkan sama sekali..so learning by experience is the best way to make everythings better, tentunya juga dengan tidak lupa melakukan verifikasi terhadap teori yang sudah ada.

    OK sukses buat risetnya Mas Wir, dan tentunya buat temen-temen semua…

  125. salam kenal pak Wir, saya Pieter dari UAJY.

    pak bisa tolong jelaskan dan panduannya mengenai perencanaan tebal lapisan tambahan aspal pada jalan raya. lalu perencanaan tebal lapisan tambahan pada jalan raya apakah sama dengan perencanaan tebal lapis tambahan pada landasan pacu pesawat.

    mohon referensinya untuk Tugas Akhir ini.

    saya jg mau menanyakan mengenai perencanaan struktur tahan gempa, bila mana pada literatur2 tertentu menulis “bila terjadi gempa, daktilitas harus dicapai terlebih dahulu sebelum getasnya” hal tersebut jg dipakai dalam perencanaan dinding struktur. mohon penjelasannya.
    Dimana terjadinya?

    mohon bimbingan.terimakasih

    Wir’s responds :
    tentang aspal saya tidak menggeluti, silahkan teman lain yang bisa menjawabnya.

    ** literatur2 tertentu menulis “bila terjadi gempa, daktilitas harus dicapai terlebih dahulu sebelum getasnya” **

    Untuk memahami pernyataan di atas kita coba lihat terlebih dahulu definisi dari kata-kata tersebut. Untuk itu kita gunakan SNI-1726-2002 sebagai patokan.

    “daktilitas” : kemampuan suatu struktur gedung untuk mengalami simpangan pasca-elastik yang besar secara berulang kali dan bolak-balik akibat beban gempa di atas beban gempa yang menyebabkan terjadinya pelelehan pertama, sambil mempertahankan kekuatan dan kekakuan yang cukup, sehingga struktur gedung tersebut tetap berdiri, walaupun sudah berada dalam kondisi di ambang keruntuhan.

    sedangkan “getas” adalah lawan dari “daktilitas”

    Kemudian kita melihat pada struktur bangunan yang sebenarnya yang terdiri dari banyak komponen dan tiap-tiap komponen mempunyai perilaku kekakuan dan kekuatan yang berbeda-beda, misal balok kantilever tentu mempunyai perilaku yang berbeda dengan balok menerus, kolom langsing beda dengan kolom tidak langsing dan sebagainya.

    Selanjutnya bila struktur bangunan tersebut kena gempa, maka bisa saja salah satu komponen akan rusak. Sekarang yang menjadi pertanyaan bagaimana perilaku rusaknya, misalnya bagian yang kritis adalah kolom langsing yang mendapat beban aksial besar ketika menerima beban gempa. Akibatnya kerusakaannya adalah buckling, yang sifatnya tiba-tiba atau non-daktail. Tapi bisa juga rusaknya akibat lentur yang mengakibatkan yielding padat tulangannya (misalnya). Kerusakan lentur dan terjadi yielding umumnya merupakan kerusakan daktail. Jadi komponen tersebut sebelum runtuh mampu mengalami deformasi yang cukup besar terlebih dahulu.

    Itu baru satu komponen. Jika satu komponen aja sudah getas (non-daktail) maka belum sempat terjadi redistribusi beban reaksi ke komponen-komponen lain. Bisa-bisa struktur langsung ambruk. Sedang yang daktail, ketika satu komponen rusak maka mengalami deformasi yang besar. Deformasi tersebut mengakibatkan terjadinya redistribusi beban ke komponen-komponen lain. Ada solidaritas kesetia-kawanan struktur gitu lho. Jadi komponen-komponen ikut memikul beban tadi, jika kemudian beban bertambah lagi dan komponen yang memikul tambahan redistribusi tersebut juga memperlihatkan perilaku daktail maka akan terjadi redistribusi lagi. Begitu terus menerus. Semakin banyak redistribusi dapat terjadi karena komponen-komponen lainnya daktail maka struktur secara keseluruhan akan memperlihatkan perilaku daktail.

    Agar berperilaku daktail maka tugas kita para engineer adalah memastikan (pakai analisa struktur) bahwa gaya-gaya yang terjadi pada setiap komponen akan tercapai terlebih dahulu pada komponen dengan perilaku daktail, karena yang nggak daktail mempunyai angka keamanan yang tinggi gitu.

    Itu maksudnya. Ok ?

  126. hehe.. boleh ikut nambahin ya pak wir ya.
    biasanya supaya si struktur dapat berperilaku daktail sesuai dengan yang diinginkan kita dapat menempatkan sendi-sendi plastis pada elemen-elemen tertentu (misalnya pada bagian ujung-ujung balok atau pada pangkal dinding struktur). ya salah satu tujuannya seperti yang pa wir bilang yaitu redistribusi kekuatan (“solidaritas struktur”).

    Adanya sendi plastis akan meredam semua energi gempa yang mengenai struktur maka dari itu perlu dirancang secara daktail. Diharapkan pada saat gaya gempa bekerja pada struktur, sendi plastis ini adalah elemen pertama yang mengalami deformasi hingga mencapai lelehnya dan kemudian elemen-elemen lain yang getas baru bekerja.

    Supaya bekerja seperti yang tadi kita harapkan maka pada bagian di luar sendi plastis (elemen-elemen yang akan berperilaku getas) dirancang lebih kuat. Nah biasanya konsep ini istilah kerennya capacity design.

    Eh, ya nggak sih pak wir? ya kalau ada yang salah mohon diberitahu, supaya konsep saya semakin kuat. Trims.

  127. salam kenal pak wir, saya seorang lulusan teknik sipil universitas di solo, senang saya membaca komentar komentar pak wir, komunikatif dan menambah wawasan.

    langsung aja ya pak wir, saya akan mendesain gedung dengan panjang 70 m, menurut yang saya ketahui waktu kuliah dulu, gedung dengan panjang lebih dari 40 meter harus ada delatasi atau pemisahan struktur, saya pernah melihat gedung dengan pemisahan tersebut tapi saya belum paham mengenai hal tersebut, mohon penjelasan dari pak wir. sebelumnya terima kasih.

  128. sdr Marnos

    Terima kasih suka membaca dan berkomentar pada blog ini.

    Bagaimanapun blog ini juga sarana saya untuk belajar. Ya gimana lagi, pada posisi seperti saya maka umumnya saya belajar hanya dari jurnal atau buku-buku, sangat jarang karena interaksi, kalaupun ada itupun terjadi di forum-forum ilmiah (seminar dll) . Karena di institusi kita mempunyai bidang keahlian kita sendiri-sendiri. Jadi kebanyakan sebagai tempat bertanya doang. Oleh karena itu jawaban yang saya berikan umumnya satu arah. Dengan memberi uraian pada blog ini maka jika belum benar khan ada yang koreksi. Feed back gitu, ada masukan dari individu lain yang mungkin lebih berpengalaman.

    Tentang siar dilatasi. Rasanya ACI telah memberikan petunjuk. Tapi karena saya di luar kota , referensinya tidak ada dan hanya mengandalkan ingatan, maka saya mencoba menjelaskan sebagai berikut.

    Umumnya siar dilatasi diperlukan karena ada tiga hal utama, yaitu :
    1. untuk menghindari pengaruh gempa, intinya membuat denah bangunan dari komplek menjadi sederhana.

    2. untuk menghindari pengaruh differential settlemen. Untuk suatu kondisi tanah tertentu yang rawan konsolidasi maka sangat sulit untuk menetapkan suatu penurunan tanah yang merata pada setiap sudut bangunan. Maka dengan memisahkan maka perbedaan yang terjadi tidak akan terlalu signifikan dibanding kekakuan strukturnya. Jadi intinya dengan memisahkan struktur maka struktur atas akan terhindar dari pengaruh differential settlemen karena strukturnya lebih kaku.

    3. Akibat pengaruh thermal. Seperti diketahui bahwa setiap bangunan mempunyai koefisien termal sehingga bangunan bisa mengembang dan menyusut, jadi dengan menghindari bangunan yang panjang maka pengaruh penyusutan akan tidak signifikan.

    Untuk kira-kira sebagai gambaran umum. Detailnya harus cari referensi dulu. ok.

  129. Selamat Pagi Pak Wiryanto, saya mahasiswa teknik sipil sedang mengerjakan tugas akhir. saya mengalami kesulitan dalam merancang atap baja ringan. mohon bantuan dan solusi bapak untuk memberikan pemecahan masalahnya.terima kasih

  130. Salam kenal Pak Wir, saya mahasiswa teknik sipil bekerja disuatu perusahaan swasta. Saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan perencanaan pelabuhan/dermaga khususnya rencana pancang. Yang saya tanyakan, apa ada buku pedoman perencanaan pelabuhan/dermaga?
    Terima Kasih

  131. pak.. salam kenal
    saya mahasiswa lagi tugas akhir….lagi menikmatin jadi mahasiswa yang sedikit streess..ha..ha….
    Pak.. apakah ada referensi mengenahi LRFD tentang baja komposit,mengenahi gedung bertingkat..sebelumnya makasih ya atasbantuannya…..

  132. salam kenal pak wiryanto.
    biasanya beton ada pengujiannya mulai dari kekuatanya dll. klo untuk besi betonnya ada pengujian bersamaan dengan beton apa sendiri 2x.

    tolong kasih tahu metode pengujian besi betonnya donk pak wiryanto mulai dari bending testing, chemical, dll

    Wir’s responds : ini jawabannya pak Kus.

  133. Salam Kenal Pak! Saya coba download SNI 03 1726 2002 dari link yang bapak kasih di atas tapi kok nggak bisa ya?
    Tolong dong Pak!

    Wir’s responds : untuk download code ada yang baru di sini.

  134. Salam kenal pak…saya pekerja freelance sbg estimator dan draftman CAD, saya mo minta tolong nih,…bisakah pak saya diberitahu metode perhitungan koefisien upah pekerja, bahan dan peralatan ( berat dan non berat )…/ link gratis untuk mendapatkan ebook/artikel berbahasa indonesia yang berhubungan dengan masalah saya di atas,…thanks alot pak…blognya sangat bagus pak dan sangat membantu banget

  135. Salam sejahtera P Wir,
    Saya senang membaca blog ini, saya sangat senang apabila saya bisa ngangsu kaweruh dari bapak.

    Sekarang saya sedang mengerjakan tugas akhir tentang redesign suspension bridge, saya mau tanya pak, bagaimana asumsi untuk menentukan tinggi pylonnya?
    matur nuwun.
    salam

    Wir’s responds: ini mas Dion atau mas Robby kayaknya yang cocok ngejawab

  136. Halo Ratna, dobel kanal kan tinggal single kanal yang didobelin back to back. Kayanya produk profil baja manapun cuma ngasih yang singlenya aja.

  137. wah, saya juga belum pernah ngurusin jembatan suspension pak.. jadi jg masih blank..

    cable stayed pun meskipun udh beberapa kali terlibat, tetap saja di setiap proyek ada masalah unik sehingga tidak bisa di generalisir.

    -Rp-

  138. salammm
    saya berada di kUpang Bisa minta tolong Pak Wir, kebetulan di Kupang saya bekerja sebagai Konsultan Perencana sudah setahun lebih.di sini saya kesulitan untuk perencanaan Jembatan beton maupun Baja, sangat kekurangan referensi.memang di waktu kuliah secara umum saja. Bisa minta tolong apakah Bapak Punya referensi Perencana jembatan Baja maupun Beton itu.
    Makasih sebelumnya, dengan adanya ini dari Bapak sangat membantu kami khususnya di wilayah Timur…

    Wir’s reponds: referensi ada koq. Silahkan bapak siapkan internet kecepatan tinggi, ada banyak link buku-buku dan peraturan, juga beberapa contoh. Karena banyaknya pakailah bantuan “kategori” untuk sortirnya. Saya yakin, nggak cukup satu hari itu mas.

  139. salam kenal Pak Wir, saya mahasiswa TS UII Yogyakarta yang saat ini sedang menyelesaikan tugas akhir dengan topik identifikasi perubahan code gempa 1983 dengan 2002 terhadap redisain bangunan..

    saya disini mulai kebingungan dalam mencari referensi2 tentang topik tersebut. manurut Bapak referensi apa y pak yang bisa saya gunakan sebagai bahan pembanding dan sekaligus menjadi “pembimbing setia” saya dalam saya menyelesaikan tugas akhir saya ini ?

    ada nasihat ga Pak buat saya agar saya bisa menyelesaikan tugas akhir ini tepat waktu?

    sebelumnya saya haturkan terima kaih:)

    sukses selalu y pak

    Wir’s responds : Tentang gempa saya kira di UII sudah cukup banyak ahlinya (prof Widodo, dan Dr. Sarwidi) yang cukup aktif, sedangkan tentang tip-tip sukses menyelesaikan skripsi atau tugas akhir saya ada artikel khusus di sini. Jika itu semua didukung oleh kemauan keras, saya kira akan selesai dengan tepat waktu. Salam.

  140. Salam kenal pak wir..
    Pak saya mhs TS UII sedang mengambil TA degan judul “ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA SKSNI 1991 DAn RSNI 2002 SERTA APLIKASINYA PADA BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK”
    Apakah bpk mempunyai saran bagi saya untuk dapat menyelesaikan TA ini..
    Sebelumnya TRIMA KASIH

  141. Selamat Malam Pak Wir,

    Perkenalkan Nama saya Fikry, salah seorang mahasiswa teknik sipil Maranatha Bandung. Saat ini saya sedang mengerjakan Tugas Akhir tentang balok silang baja dan untuk itu saya membutuhkan literaturnya. Kiranya bapak berkenan membantu saya untuk memperoleh literatur tersebut.

    Atas bantuan yang bapak berikan terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih banyak.

  142. @Andri
    Anda harus bisa mendeskripsikan perbedaan antara isi SKSNI 1991 dan RSNI 2002, kalau nggak salah pada phi untuk gesernya ya ? Coba chek, yang lain ? Mungkin persyaratan gempa ya ?

    Ya kalau udah tahu begitu maka pilih studi kasus yang banyak memakai parameter yang beda tersebut, jika itu parameter nggak disinggung misalnya untuk kasus tertentu maka yang penelitiannya anda akan ‘kosong’.

    @Fikry H. Hrp
    Literatur balok silang baja ? Wah nggak ingat aku, literatur lesan dari pikiranku aja, boleh ya ? He, he kayaknya itu aku pernah saya jadikan topik pembahasan tentang pemodelan struktur di buku SAP2000 karanganku. Udah punya belum ? Wah itu hukumnya wajib lho. :P

    Ayo, mumpung dicetak ulang lagi, jangan sampai kehabisan. Anda sudah luluspun nanti masih memakainya lho (itu jika masih kerja di teknik sipil / struktur).

    Jadi masalah balok silang baja adalah konsistensi pemodelan sebagai grid atau frame atau balok dengan sistem sambungan yang akan dipakai. Itu aja koq. Ingat profil H tidak baik jika digunakan untuk menahan torsi, bagusnya hanya untuk lentur.

    Gitu Fikry. Salam ya untuk pak Ginardi, pak Anang, pak Yosafat dan ibu Olga, dari Wiryanto di UPH gitu. :D

  143. Kebetulan pak saya anak bimbingnya pak ginardy
    Judul lengkap bukunya apa pak..??
    dimana saya bisa mendapatkan bukunya pak..??
    apa udah di pasarkan di bandung…
    makasih pak..
    ntar salamnya di sampaikan

    Wir’s responds: ah kamu Kry, sebelum berani nulis, berani baca dulu. Emangnya bukuku ada berapa sampai kamu bingung bacanya. :P

  144. Pak Wir, saya bekerja di Badan Pengawas Daerah. Selama ini sering memeriksa bangunan tetapi bangunan tersebut sudah jadi, baik bangunan gedung, jalan maupun irigasi. Yang jadi masalah adalah gimana saya bisa menentukan komposisi campuran semen dan pasir yang dipakai sebagai mortar untuk pasangan batu bata/batu kali. Kalau beton kami sudah punya hammer test.

    Selama ini saya hanya bisa meraba dan dari visual lalu saya bandingkan dengan sampel campuran yang sudah saya buat, kemudian komposisi campuran (pasir dan semen) tersebut saya perkirakan sendiri. Adakah cara yang lebih teliti atau praktis yang bisa dipertanggungjawabkan secara teknis untuk bisa menentukan komposisi campuran yang sudah jadi ?

    Terima Kasih Pak, solusi Bapak sangat saya nantikan…

  145. Met pagi pak Wir,
    salam kenal yach, saya Keristiyanto, sementara ini masih berkerja di sebuah Konsultan Perencanaan untuk EPC, Selama berkerja di tempat tsb saya menemui beberapa masalah yang di luar pengetahuan dan kemampuan saya, mohon di bantu yach Pak Wir,

    1. Pak Bagaimana yach sebenarnya perencanaan di tanah yang lunak ( Very Soft clay, N- SPT berkisar 0-1) dengan GWL pada Ground Soil Level, Terutama untuk perencanaan terhadap Liquidfaction, karena pengaruh Gempa di zone 4(kira-kira text books mana yach yang membahas fenomena Liquid faction secara jelas) karena saya sempat surfing mencari bahan di Internet tetapi belum ketemu nich pak?pengaruh pada structure karena viscous soil selain akibat Q negatif ketika pengaruh GWL turun seperti apa yach pak?Lalu bagaimana menganalisis Hu pile untuk tanah dengan parameter seperti itu, karena jika didekati dengan rumus empiris cu = 0.1 N nilai Cu = 0, akibatnya tidak dapat teranalisis Capacity Lateral force pilenya pak?minta diberi pencerahan yach pak.

    2. Dalam beberapa perencanaan seringkali tulangan yang di pakai jauh lebih besar daripada Tulangan yang di perlukan dalam mendukung beban (Momen) dikarenakan batasan rasio tulangan minimum, sebenarnya batasan rasio minimum ini untuk batasan tulangan shringkage yach pak atau ada phlosophy yang lain yang belum saya tahu, apakah nilai ini dapat di reduksi yach pak , karena kadang-kadang jauh lebih boros jika ditinjau terhadap tulangan yang sebenarnya di perlukan untuk mendukung momen (Pada beam maupun column) terutama bila struktur tsb berdimensi besar, seperti tie beam ? mohon di berikan pencerahan lagi yach pak.

    3. Dalam perencanaan suatu bangunan, berdasarkan pengalaman saya terutama dalam mendesain struktur terhadap pengaruh Gempa, Momen ataupun Gaya Geser (Shear Force) keluaran Program hampir-hampir tidak banyak gunanya karena perencanaan structure tersebut didasarkan pada perencanaan Momen Kapasitas dari struktur (Beam) apakah ada yach pak Program untuk menganalisis berdasarkan kemampuan dan kapasitas penampang (Mengikuti Kaidah “Strong Column Weak Beam”), Lalu untuk efect Portal Bergoyang (Sway Structure) apakah program analisis struktur seperti SAP 2000 maupun STAAD telah memasukan fenomena tersebut, Karena berdasarkan analysis manual ada beberapa parameter yang saya ragukan apakah sudah terikut dalam analysis Keluaran program tersebut seperti adanya parameter Inersia penampang retak = 0.7 Inersia gross penampang ?

    Trims yach pak, semoga bapak bersedia memberikan petunjuk, terimakasih atas kesempatannya yach pak wir.

  146. Selamat sore pak

    Nama saya Hendra Ginting, saya masih aktif kuliah di UPI YAI, semester 6, sudah 1 tahun saya terus rajin membuka blog bapak, buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 dari bapak juga sudah saya beli, pokoknya dah banyak tulisan-tulisan dari bapak telah saya baca, begitu juga Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa dari bapak telah saya baca, tetapi saya belum mengerti sampai sekarang (sudah 5 bulan dipelajari) di tulisan itu bapak menulis analisa statik pushover non-linear menggunakan pola beban sesuai dengan ragam pertama dan pola beban merata, kalau boleh saya tanya kepada bapak, itu dah dibahas pada mata kuliah untuk ukuran S1 ?

    Maaf kalau sebelumnya saya kurang tahu cara bertanya.

    Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan banyak terima kasih. Semua karya tulis dari bapak sangat bagus dan semoga makin bertambah karya tulis dari bapak yang berguna untuk perkembangan calon-calon sarjana sipil.

  147. Sdr Hendra Ginting,
    Cara anda bertanya, membuat saya senang. Oleh karena itu saya akan menjawabnya dengan senang hati. Apalagi anda juga telah mengenal via karya tulis saya sebelumnya. Bagus sekali itu. Usaha anda untuk mencoba memahami dulu baru bertanya adalah sangat positip. Teruskan hal-hal tersebut.

    Selanjutnya adalah sangat wajar jika anda mengajukan pertanyaan tersebut, karena materi PUSH-OVER sebenarnya bukan materi resmi S1. Bahkan tidak setiap dosen S1 pasti mengetahuinya.

    Materi tersebut adalah cukup baru di dunia rekayasa, dan populer dengan keberadaan komputer. Tanpa komputer dan software yang mendukungnya maka materi tersebut hanya tinggal wacana.

    Pada level S1, biasanya diberikan secara opsional untuk skripsi oleh dosen-dosen yang mengetahui. Banyak penelitian dari prof. Bambang Boediono di ITB, juga prof. Benjamin Lumantarna di Petra yang mengajak serta mhs S1. Untuk Level S2 mungkin juga lebih populer, tapi hanya jika dosen-dosennya familiar. Kondisi itu saya lihat di UNPAR. Tapi seiring dengan semakin banyaknya publikasi maka materi tersebut juga semakin populer.

    O ya, materi tersebut bila ada, biasanya dikaitkan dengan konstruksi tahan gempa.

    Begitu dulu, selamat belajar.

  148. Salam kenal buat Pak wir yang budiman

    Saya ingin menyakan kepada pak apakah ada SNI untuk perencanaan dermaga? kalau ada mohon di-upload. terimakasih atas perhatian pak wir.

  149. Dear Keristiyanto,

    Komentar saya :

    1.Refrensi untuk Liquid faction : “Geotechnical Earthquake engeneering handbook”, Robert W. Day.

    Untuk pengaruh pada structure karena viscous soil selain akibat Q negatif ketika pengaruh GWL turun namanya down drag force, dimana penurunan tanah lebih besar daripada penurunan tiang. Penurunan tanah akan mengakibatkan downdrag force pada tiang. Referensi :Foundation Analysis. (Bowles).

    Menganalisis Hu pile untuk tanah dengan parameter seperti : Rumus emperis cu = 4 – 7 N tergantung dari index plasticity. Untuk nilai N yang rendah, potential liquefaction akan besar sekali pada kondisi gempa.

    2.Mungkin masih bisa di ubah dimensinya, disesuaikan dengan gaya-gaya dalam yang terjadi. Namun alangkah lebih baik kita mengikuti saja Code/Peraturan yang berlaku, walaupun kita menganggapnya terlalu boros.

    Lebih gampang menjawab pertanyaan dari tim penguji / tim audit.

    3.Memang begitulah urutannya : analisa dan perhitungan struktur itu dimulai dari preliminary design sampai dengan desain kapasitas dari penampang berdasarkan tulangan terpasang (Bila didisain berdasarkan berdasarkan sistim SRPMK=Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus, mengikuti kaidah “Strong Column Weak Beam”).

    Untuk parameter Inersia penampang retak , sebaiknya ikuti saja SNI-03-2847-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.

    Ingat : Software adalah cuma alat bantu, semua tergantung dari Engineering Judgement Structural Engineernya

    Mohon dikoreksi Pa Wir dan rekan Engineer lainnya..

    Syallom..

  150. Dear Keristiyanto,

    Komentar saya :

    1.Referensi untuk Liquid faction : “Geotechnical Earthquake engeneering handbook”, Robert W. Day.

    Untuk pengaruh pada structure karena viscous soil selain akibat Q negatif ketika pengaruh GWL turun namanya “down drag force”, dimana penurunan tanah lebih besar daripada penurunan tiang. Penurunan tanah akan mengakibatkan “downdrag force” pada tiang. Referensi :Foundation Analysis. (Bowles).

    Menganalisis Hu pile untuk tanah dengan parameter seperti : Rumus emperis cu = 4 – 7 N tergantung dari index plasticity.

    Untuk nilai N yang rendah, potential liquefaction akan besar sekali pada kondisi gempa.

    2.Mungkin masih bisa di ubah dimensinya, disesuaikan dengan gaya-gaya dalam yang terjadi. Namun alangkah lebih baik kita mengikuti saja Code/Peraturan yang berlaku, walaupun kita menganggapnya terlalu boros.

    Lebih gampang menjawab pertanyaan dari tim penguji / tim audit.

    3.Memang begitulah urutannya : analisa dan perhitungan itu dimulai dari preliminary design sampai dengan desain kapasitas dari penampang berdasarkan tulangan terpasang.
    (Bila didisain berdasarkan berdasarkan sistim SRPMK=Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus, mengikuti Kaidah “Strong Column Weak Beam”).

    Untuk parameter Inersia penampang retak , sebaiknya ikuti saja SNI-03-2847-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.

    Ingat : Software adalah cuma alat bantu, semua tergantung dari Engineering Judgement dari Structural Engineernya

    nb: Mohon koreksinya Pa Wir dan rekan-rekan Engineer..

    tak lupa, saya ucapkan Trima Kasih kepada Pa Ardie Purwodihardjo atas masukannya..

    Syallom..

  151. met malam p’Wir. saya sekarang sementara mnulis skripsi tentang gedung tahan gempa. Saya mau tanya, bgmana pengaruh/perilaku balok anak terhadap kinerja struktur daktail, apakah p’Wir punya literaturnya? bagi donkk.

  152. sdr ezer,
    tentang balok anak, nggak ada tuh literatur yang dikaitkan dengan tahan gempa.

    Kenapa ?

    Karena sudah jelas, nggak akan ngaruh, khususnya sebagai elemen utama struktur dalam menahan gempa.

    Kalau pengaruh tidak langsungnya, mungkin ada, seperti adanya penghematan tebal pelat lantai, sehingga karena dipakai balok anak maka massa bangunan menjadi lebih ringan. Massa lebih ringan berarti gaya horizontal ekivalennya juga berkurang.

    Gitu Ezer.

  153. Selamat pagi pak wir..
    saya mahasiswa Teknik Sipil Universitas Lampung. Saya ingin bertanya sedikit pak..
    tentang masalah campuran beton dengan agregat menggunakan batu kapur dan agregat kasar (batu kali yg dipecah), mana yang lebih baik?
    ada yang bila kalau batu kapur daya ikat terhadap semen cukup baik sekali maka kekuatan yang muncul akan lebih besar dari pada batu kali…
    tapi ada yang bilang sebaliknya, kalau menggunakan batu kali daya rekatnya sangat besar dibandingkan batu kapur, karna permukaannya yang sangat kasar…

    terimakasih atas perhatiannya,,
    semoga saya mendapat jawaban yang signifikan mengenai masalah ini…
    thankz…

  154. Selamat siang Pak Wir,

    Mo tanya Pak, bagaimana menambahkan parameter stiffner pada suatu elament di program Sap2000? saya baru belajar memakai SAP2000, sedang mencoba menghitung struktur gable frame bentang 32m. Untuk mengurangi faktor tekuk, selain menambah stiffner apa ada cara yang lain?

    Demikian Pak, terima kasih banyak atas jawaban nya. Sukses selalu.

    agus sutiono
    Total E&P Indonesie
    Supervisor

  155. pa wir….
    makasih banget blog anda sangat membantu sekali dalam kuliah saya….
    mau nanya nih
    SNI yang baru ttg beton itu yg baru tahun 2006 yah…

  156. mas, tolong bantu saya kirimkan contoh cara perhitungan design rangka baja yang analisa struktur’a pakai METODE TAKABEYA dan Design jembatan rangka baja untuk kereta api metode LFRD….. sekian terima kasih.

    Wir’ responds: sudah lupa mas, itu saya pakai 20 tahun yang lalu ketika masih S1 di Pogung. Bukunya aja sudah ketumpuk, dimana ya ?

  157. Selamt Malam,….
    Mohon bantuannya…penting….
    Saya Lagi menyusun tentang sistem O & P jaringan irigasi
    bisa tidak saya diberikan contoh perhitungan Volume dan RAB tentang operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersebut
    dimana saya bisa dapatkan

  158. asslmlk…….
    salam kenal !!!!
    pak boleh saya minta contoh perhitungan jembatan rangka baja untuk kereta api khususnya kereta api jenis R54 dengan sepur 1435..

    terima kasih

    wassalam

  159. Dear Pak Wir,,

    Maaf Pak Wir,, apa di blog ini ada buku Analisa Satuan Upah dan Bahan SNI ?

    Terimkasih

    Laston

  160. asslmlkm….

    pak wir.. untuk cnth prhtngan metode takabeya yang baru juga bisa pak!!!
    pembebanannya yang kemarin saya minta ada pak wir..!!!

    tolong saya………..!!!

    terima kasih

  161. Met sore P.Wir……,mau nanya klo kiriman dari yogya naruhnya dimana? saya mau ambil AASTHO
    Tq,selamat berkarya

    Wir’s responds: wah saya juga nggak ngapalin satu-satu tuh. Coba pakai kategori ttg ebooks atau gratis gitu, moga-moga ketemu.

  162. pak wir saya sedang menyelesaikan tugas akhir ttg bracing pada protal 3d dgn pushover analsis.

    apa ada literatur tentang bracing pak?cara perhitungan dan penetuan dimensi bracing?buku bapak yang baru didalamnya ada tentang pushover?dikota saya udah ga ada buku bapak

    Wir’s responds: buku saya belum ada push-over. Jumlah halamannya menurut editor Elex sudah terlalu tebal, takut kalau harganya kemahalan nggak kebeli. Buku tersebut baru saja dicetak ulang. Stock di Gramedia Bekasi atau Gramedia Matraman masih banyak

  163. pak klo bs tabel baja juga donk, soalnya susah nyari tabel baja edisi terbaru….
    trus PPKI,PPI,PMI n PMU2JJR….thank’s pak?

  164. pak wir, ada ga literatur tentang cara menyambung pondasi tiang pancang bentuk segitiga sekalian cara perhitungannya..??
    metode SPT yang bagus buat menghitung kapasitas dukung pondasi tiang pancang apa???
    mohon bantuannya..terima kasih..

  165. selamat pagi pa….
    mohon bantuannya. soal SNI-SNI yang baru dan yang lama apa bedanya??syarat apa aja yang berubah..???khususnya SNI perencanaan baja tahun 2002. ato ada yang lebih baru.??
    mohon bantuannya…terima kasih

  166. syalom,
    pak wir, apakah dalam perencanaan menurut strut and tie model kombinasi pembebanan beban gempa dapat diikutsertakan khususnya pada struktur portal frame

    Wir’s responds: setahu saya perkembangan strut-and-tie-model (s.t.m) baru efektif untuk struktur-struktur terhadap pembebanan statis. Masalahnya beban gempa khan bolak-balik, jadi yang dulunya tekan bisa tarik dan sebaliknya. Padahal dalam s.t.m khan udah disepakati bahwa strut adalah beton sedangkan tie adalan baja tulangan. Jadi kalau bolak-balik gimana itu. Penelitian tentang itu belum banyak. Kayaknya itu masih terbuka lebar lho.

  167. Hallo Pak Wir, Pak saya bisa minta tolong barang x bapak punya pdf atau peraturan mengenai syarat-syarat mengenai instalasi kebakaran, baik masalah tangga kebakaran, pintu, kaca, ruang, tepatnya peraturan pemerintah.
    Atas bantuannya terima kasih

    Wir’s responds: kalau pemerintah kita, saya nggak punya tu Dwi. Itu khan scope pekerjaannya arsitek khan.

  168. Salam kenal pak Wir.
    Saya David mahasiswa TS UB Malang
    Saat ini saya sedang mengerjakan skripsi mengenai analisis pushover pada struktur gedung 3D, yang ingin saya tanyakan :
    1.Dimanakah saya harus meletakkan beban lateral pada struktur 3D guna mengetahui gaya-gaya dalamnya?
    Nb: struktur yang akan saya analisis adalah gedung dengan denah 16 sisi(hampir seperti lingkaran) dengan dinding geser inti.
    2.Untuk analisa pushover pada gedung beraturan 3D, apakah perlu mencari periode getar struktur dengan eigen value pada SAP? Bukankah Di SNI gempa, jika struktur beraturan cukup dengan Trayleigh dengan batasan Tmax=nxkoefisien dasar berdasar zona gempa?
    3.Saya sudah membaca jurnal-jurnal bapak tentang pushover, terus terang saya masih bingung cara analisis pushovernya! Apa di buku pak Wir yang terbaru ada penjelasannya? saya sudah mencari buku bapak yang terbaru di Toko buku Gramedia tapi sudah kosong!

  169. sdr David,
    “push-over struktur gedung 3D” . Ini skripsi S1 ?
    Dosen pembimbingnya sudah pernah melakukan push-over ?

    Jika sudah, coba kembangkan dari yang bapak dosen telah lakukan. Atau mungkin sama kualitasnya, tetapi bedakan bentuk bangunan yang di analisi, misal baja lalu beton. Atau metodenya FEMA 273, atau ATC.

    Teman-teman di jatim yang paling getol nglaksanain push-over adalah teman-teman dari PETRA di bawah arahan prof Benjamin Lumantarna.

    Jadi kalau dari makalah saya di Semarang belum jelas, maka pertama-tama baca literatur dari FEMA atau ATC40, jika masih bingung datang aja ke perpustakaannya PETRA kelihatannya banyak skripsi yang pakai topik tersebut.

    Tapi sekali lagi, jika dosen pembimbing anda sudah berpengalaman tentang itu. Jika belum, dan anda sendiri yang belajar. Maka saya sarankan, ambil topik yang lain. Kalau di Petra karena dosennya sudah mengusai, jadi jika berimbas ke S1 (skripsi) sih ok-ok saja.

    Ingat skripsi adalah kesempatan anda untuk belajar menulis ilmiah dengan bimbingan yang benar. Jika dosen pembimbing belum memahami topik yang anda teliti, dan sekedar mengandalkan kaidah-kaidah ilmiah, saya koq meragukan.

    Buku saya yang baru belum masuk pada topik tersebut. Buku saya yang SAP Edisi Baru sudah dicetak ulang, di Jakarta masih banyak. Nggak tahu kalau nggak sampai ke Malang. Hanya di cetak ulang sebanyak 1500 eksp saja koq.

  170. siang pak wir, kenalkan saya mahasiswa teknik sipil UNISSULA Semarang.

    Bulan2 ini saya sedang mengerjakan Tugas akhir dengan judul analysis pushover, saya sudah punya jurnal teknik sipil (analysis pushover baja) dari bapak yang saya download kemaren,
    permasalahannya saya tidak begitu paham dengan isi jurnal tersebut.

    saya berharap bantuan dari bapak, jika ada materi analysis pushover yang mudah dipahami, lebih2 disertai dengan contoh aplikasi di program sap, karena dibuku sap 2000 yang bapak keluarkan tidak tercantum,

    terima kasih sekali atas bantuannya

  171. Syalom Pak Wir dan teman2 sekalian,

    Mohon kalian bisa menjelaskan apakah kaitan ‘ground peak acceleration, g’ dengan Richter Scale…. karena banyak liputan di tv memake Richter Scale bila menceritakan kekuatan gempa. Manakala, sebagai engineer, ‘g’ diguna pake dalam desain. Bingung banget Pak Wir….

    Terima kasih ya.

  172. Kalau mengenai pushover, di Petra emang uda banyak, kira2 mungkin sudah 10 tahunan sejak pertama kali ada TA pushover di Petra, jadi koleksinya pasti sudah menumpuk di sana.

    Mengenai pertanyaan Sdr. Fred, kalau Peak Ground Acceleration itu adalah salah satu parameter frequency content dari suatu gempa. Di mana PGA menunjukkan akselerasi absolut maksimum suatu riwayat gempa. Kalau Richter Scale adalah parameter intensitas gempa. Intensitas secara kasarnya dapat diartikan seberapa besar pengaruh gempa pada suatu tempat berjarak tertentu dari pusat gempa.

    Nah, di sinilah sering terjadi salah kaprah antara media di Indonesia dalam menyampaikan informasinya karena selalu menyampaikan dalam “Skala Richter” padahal intensitas gempa yang dimaksud BELUM TENTU dalam skala Richter, bahkan skala Richter sudah jarang digunakan dalam praktik modern ini karena memerlukan alat (seismogram) khusus dan harus diletakkan pada jarak tertentu dari pusat gempa. Apalagi kalau yang angkanya besar2 (di atas 7) kemungkinan besar bukanlah skala Richter.

    Moga2 menjawab pertanyaannya.

    Salam,
    H.W.

  173. siang pak. wir
    saya fathoni mahasiswa jur. Arsitektur dari UNIBRAW Malang, sekarang lagi ngerjain skripsi tentang Public Aquarium.
    Saya kesulitan mencari literatur tentang Struktur Giant Aquarium… Mohon sarannya.
    Trus satu lagi…bagaimana pendekatan strukturnya ???
    itu saja pak terimakasih banyak atas bantuannya.

  174. Sebagai gambaran skripsi saya.. Mirip dengan Sea World. Yang ingin saya tau mengenai landasan teori yang bisa saya pakai..
    trimaksih

  175. To Fred dan yang lain

    Saya bisa bantu sedikit menjelasan soal Skala gempa. Untuk mengukur kekuatan gempa, digunakan dua tipe skala: 1) Skala magnitude, dan 2) skala intensitas.

    Skala magnitude (M) mengukur besarnya energi suatu gempa (energy released). Ada dua metode (dan satuan) yang umumnya digunakan utk mengukur Magnitude : Skala Richter (atau Local Magnitude) dan Moment Magnitude (Mw) . Skala Richter dinyatakan dalam besaran logaritmic. Jadi artinya, bila gempa A dan B memiliki magnitude 7 dan 6, maka gempa A besarnya 10 kali lebih daripada gempa B.
    Skala Richter punya kelemahan, hanya akurat pada gempa dgn magnitude <= 6.8. Untuk gempa yang lebih besar biasanya digunakan Moment Magnitude.

    Sedangkan skala Intensitas (I) mengukur besarnya getaran atau potensi kerusakan suatu gempa di suatu lokasi tertentu. Beberapa metode dan satuannya : Mercalli Intensity/Modified Mercalli (MM) di US, Shindo (Jepang) .

    Jadi menyatakan intensitas gempa dengan skala richter itu SALAH TOTAL!

    Analoginya kalau ada gempa di laut sunda maka magnitude gempanya ada satu, tetapi intensitas gempanya ada banyak karena intensitas getarannya dirasakan berbeda di lokasi yang berbeda pula.

    Faktor yang mempengaruhi intensitas gempa yang dirasakan di suatu wilayah adalah : jarak terhadap pusat gempa, laju dan arah rambatan gelombang gempa, focal depth, soil and rock deposit dan magnitude gempa itu sendiri.

    Peak ground Acceleration (PGA) adalah besarnya akselerasi gempa maksimum yang dirasakan di suatu tempat. PGA didapat dari time history response of accelerometer (seismometer) yang mencatat getaran gempa di tempat tertentu. Jadi PGA itu time domain dan bukan frequency domain. PGA ini berkorelasi dengan intensitas, dan adalah fungsi lokasi.

    Karena fungsi lokasi, besarnya PGA juga tergantung jarak lokasi tsb dari pusat gempa, kedalaman dan lapisan soil deposit. Untuk menghidarkan multi interpretasi, dalam perencanaan struktur besarnya PGA harus diukur pada lapisan bedrock.

    demikian,
    semoga bisa membantu

    Dion

  176. @atas
    Yap2, jd structural engineer emang ga bsa blang bangunan yang dia desain tahan gempa katakan 7 SR, soalnya besarnya percepatan gempa yang terjadi di tanah kan sangat tergantung pada pusat gempa (jarak psat gmpa ke bangunan kita), jenis tanah, amplitudo gempa, dan durasi gempa

    Meski gempanya kecil, kalau pusat gempanya dibawah bangunan kita, ya jebolll :D

  177. Ping balik: Good References - All About Structural Engineering For Free « Gatotsipil’s Weblog

  178. pak wir,
    Sudah pernah menganalisa perhitungan struktur untuk atap baja ringan?
    Apakah menurut bapak perhitungan yang banyak perusahaan2 baja ringan tawarkan itu sudah benar.

    Wir’s responds: benar dalam arti apa ? Kita di sini aja belum punya peraturan perencanaan tentang baja ringan (cold-formed). Jadi kalau ngomong benar dan salah ditinjau dari mana.

  179. Salam Pak Wir,
    Saya mau tanya…
    bagaimana mendefinisikan pondasi menerus-Pondasi Batu kali untuk rumah tinggal sederhana-pada SAP 2000, soalnya saya tidak menemukan penjelasannya pada BUku SAP punya bapak.

    Sebelumnya terima kasih banyak ya pak!

    Wir’s respond: kasus anda adalah masalah bagaimana membuat pemodelan struktur, yaitu meneliti objek real dan merepresentasikan dalam suatu data numerik agar dapat diolah oleh komputer yang umum disebut dengan model struktur.

    Ini merupakan advance knowledge yang sifatnya kasus-per-kasus, strateginya sebenarnya telah saya utarakan pada halaman awal di buku saya. Tetapi jika anda tidak memahaminya, ya saya maklumi. Wong namanya aja advance knowledge. Tentang hal ini, di kantor konsultan umumnya model yang dibuat perlu dikonsultasikan dengan yang senior.

    Dalam pemodelan tersebut juga tergantung “element” yang dipakai apakah element 1D (Framed) atau 2D (Shell). Bingung ya. Ya sudah sampai disini dulu. Tentang hal tsb saya cerita di depan kelas perlu waktu lama, sehingga saya yakin juga penjelasan ini tidak dipahami. :)

  180. Salam kenal pak wir
    saya mahasiswa Tek.sipil USU
    Saya mau nanya pak…
    bagaimana cara membuat Arch(struktur lengkung) untuk stadion dengan menggunakan program sap2000,soal-a saya baca buku SAP karangan bapak untuk struktur yang rumit harus menggunakan perintah/command format *.s2k. Mohon penjelasannya untuk langkah2 menggunakan command *.s2k
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih pak!

    Wir’s responds: jika buku yang saya dedikasikan untuk belajar SAP2000 saja bagi anda masih membingungkan, maka jawaban panjang lebar di blog inipun pasti juga akan membingungkan. Kenapa, karena di buku saya khan sudah lengkap dengan gambar-gambar bantu. Kalau di sini (blog) khan nggak. Apalagi. :)

  181. Pak Wir yang terhormat,
    Gimana khabar pa? semoga sehat dan ilmunya ditambah terus…. semoga bapak memegang motto ini: terus belajar untuk mengajarkan, keikhlasan adalah kunci kasih sayang dari Yang Maha Dahsyat. Bukan menggurui pak, tapi tip buat bina keakraban dari Makassar dgn bapak dan taman-teman di blog ini.
    Mau nanya nih ama pak Wir atau teman-teman disini, ada ga yang punya ASTM untuk uji bahan dan beton.

  182. P’ Wir..salam kenal, sy ahmad, PNS pada dinas Kimpraswil Kab Natuna, Kep.Riau. sebelumnaya slamat dan sukses atas web site bapak, snagat bagus dan bermanfaat dikalangan mahasiswa dan pekerja konstruksi Indonesia..
    dalam bekerja sy sering butuh SNI yg berkaitan dengan pek konstruksi, kami di daerah sangat kesulitan mendapatkan SNI, bgm ya pak caranya memperoleh SNI, kok Badan Standar Nasional (BSN) yg ngeluarin SNI itu sendiri kok ga di publikasikan lewat web site nya ya.. ?? mohon bantuan bpk agar memberikan masukan sama BSN, mungkin lebih diperhatikan/respon klo dr kalangan pendidikan memberikan masukan..trimakasih

    Wir’s responds: pak Ahmad, salah satu alasan mengapa blog saya ini ramai adalah karena hal tersebut di atas. Jadi dari pada nunggu pihak BSN bertindak, ya sudah, kita ramai-ramai berusaha sendiri. Lha saya bagian moderatornya, beres khan.

    Jadi bila ada teman yang punya SNI lengkap, nanti saya bikinkan halaman khusus SNI deh. Biar puas-puas !!

  183. mas wir saya mau tanya:

    mas wir saya berpendidikan D3 Arsitektur.

    Tuntutan di tempat kerja, saya menjadi seorang konsultan yang membantu tim untuk melakukan studi kelayakan. kira2 dengan ijazah d3 sanggup gak menjadi tenaga ahli untuk melakukan studi kelayakan di lapangan ? kalau tidak apa yang sebaiknya saya lakukan ?

    Ngomong2 saya senang koleksi buku tentang studi kelayakan, namun selama ini tidak ada yang merangkai buku tersebut membahas 1 masalah saja. kebanyakan permasalahan yang dibahas di buku berbeda2. Kira2 ada gak ya 1 buku yang isinya membahas tentang 1 macam studi kelayakan? Misalnya “studi kelayakan pembangunan gedung bertingkat di pedesaan”.

  184. sdr Damee,
    Tenaga ahli merupakan suatu pengakuan yang dapat diterima oleh orang yang memakainya. Jadi selama anda diakui oleh institusi tersebut maka tentu saja jawabanya : “Bisa saja !”.

    Tetapi untuk mendapatkan suatu pengakuan yang bersifat universal, wah itu lain lagi ceritanya. Biasanya perlu sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang diakui, tetapi kadang-kadang gelar ijazah tertinggi itu lebih universal sifatnya. Jadi kalau seorang bergelar S3 mengaku sebagai tenaga ahli tertentu maka rasanya lebih mudah mendapatkan banyak pengakuan daripada yang bergelar di bawahnya.

    Jadi mestinya kamu tahu khan apa yang sebaiknya kamu lakukan.

    Berbicara tentang studi kelayakan, memang gampang-gampang susah. Bahkan itu tidak diajarkan di jurusan teknik sipil karena sifatnya luas, bahkan bisa saja lintas ilmu. Untuk kasus anda saja, perlu tinjauan ahli ekonomi, arsitektur lingkungan dan dampak sosialnya. Jadi hanya yang berwawasan luas yang dapat memberi suatu studi yang baik.

    Saya kira itu jawabanku, moga-moga tidak mengecilkan hati. Tetap semangat.

  185. Terima kasih atas jawabannya.

    Kira2 jika saya melanjutkan kuliah program studi apa yang cocok untuk mengembangkan karir saya?

    Masalahnya selama ini aku masih bingung mau melanjutkan kuliah, mau di bidang Ekonomi (berarti saya harus mulai dari awal) atau di bidang Arsitektur?

    Mohon bantuan dan sarannya!!!

    Wir’s responds:
    Saya tidak tahu, apakah ini karena wawasan yang saya miliki, yaitu berada di kantoran atau institusi yang sudah baku. Menurut pemahaman saya, pendidikan D3 untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pekerjaan office / tulis / laporan dsb saya rasa tidak mencukupi. Apalagi jika sifatnya “creation”. Umumnya khan D3 lebih diarahkan ke ketrampilan.

    Menurut saya, pendidikan yang sebaiknya diraih adalah S1 terlebih dahulu. Mana yang menurut anda lebih cepat atau memungkinkan. Apalagi jika bisa sama dengan peminatan yang anda miliki.

    Menurut pengalaman yang saya jumpai, pendidikan yang baik adalah jika fokus, semakin tinggi jenjang akan lebih dihargai. Jika banyak gelar, pada bidang yang tidak sama, maka hasilnya adalah keraguan. Ilmu yang dikuasainya sebenarnya apa ?

  186. Selamat Sore pak Wir,
    Salam kenal pak.

    Saya sedang mendesain bangunan dengan atap lengkung dari beton bertulang tanpa beam, pak Wir ada referensi untuk mendesain atap lengkung dari beton bertulang.

    Kalau atap lengkung saya modelkan di SAP2000 sebagai beam lengkung, secara prinsip bisa tidak pak.
    Terimakasih pak Wir,
    GBU

    Wir’s responds: tergantung dari sistem atap lengkung anda. Jika perilakunya sebagai pelat lengkung satu arah (tumpuannya pada satu sisi saja) maka dapat dimodelkan atap lengkung tersebut sebagai balok. Tetapi jika perilakunya sebagai pelat dua arah (simetri pada dua sisi) maka pemodelan yang tepat adalah memakai element SHELL.

    Hati-hati dalam pemodelan pelat tersebut, pastikan terhadap beban tetap tidak terjadi tegangan tarik. Itu gunanya lengkung. Tetapi jika ternyata ada yang mengalami tegangan tarik pastikan tegangan yang terjadi relati kecil, masih dalam taraf elastis. Jika tidak maka inersia yang anda gunakan pada analisis harus dikoreksi jika tidak maka bisa saja lendutan yang terjadi bisa lebih besar dari yang dihitung.

    referensinya apa ya, ini aku baru buka bukunya Sargis S. Safarian dan E.C. Harris , judulnya “Design and Construction of Silos and Bunkers”. Kayaknya nggak ada, atapnya kebanyakan dari baja. Coba tak cari, rasanya ada dulu buku dari England, tapi yang ebook koq aku belum baca yang khusus.

    Tapi intinya, jika anda dapat memastikan bahwa semuanya tekan, tidak ada retak, maka analisis dapat digunakan cara elastis. Gitu dulu ya.

  187. Terimakasih pak Wir untuk informasinya.
    Tapi kalau nanti pak Wir ada referensi untuk pelat beton lengkungnya jangan lupa dishare ya pak :-)

  188. Sebenarnya dari dulu saya bekerja di developer sebagai drafter, namun sejak pindah kerja sekarang tidak lagi sebagai drafter, lebih ke konsultan pembangunan (karena ingin yang lebih baik).

    Mengingat pendidikan yang bagiku masih rendah kadang minder juga, tapi untuk mengurangi rasa minder tersebut aku belajar secara otodidak dari buku2. Tapi tetap aja minder bila ditanya jenjang pendidikan? (masak sih….bisa dipercaya gak ini..hehehehe)

    Maksud hati ingin berkembang walau jenjang pendidikan masih rendah. Mungkin gak pak wir???

  189. Salam kenal pak wir, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan nih, semoga bapak bisa bantu:

    1. Apakah boleh merencanakan bangunan dengan menggunakan pasal-pasal biasa dalam sni (bukan ketentuan khusus gempa), tetapi memasukan beban gempa didalammnya? ###Sebagai contoh bangunan saya direncanakan dengan beben gempa SRPMK tetapi bangunan saya direncanakan dengan pasal-pasal SNI biasa bukan ketentuan khusus SRPMK###, soalnya boros pak dimensinya dibatasi

    2. Apakah pasal tentang geser dan torsi (Pasal 13 SNI 03-2847-2002) bisa dipakai untuk menghitung geser pada kolom, oia pak jarak maksimum sengkang (pasal 15.3.4) bisa dipakai juga pada kolom?

    3. Pak apakah tulangan longitudinal torsi dihitung bersama tulangan momen lain dalam perhitungan kapasitas momen balok?

    4. Oia pak ada lagi, panjang penyaluran pada balok kenapa lebih banyak dipakai ¼ L, bukan seharusnya dihitung menggunakan pasal 14 SNI 03-2847-2002?

    Maaf nih pak ngeborong pertanyaannya, semoga bapak bisa membantu.
    Terima kasih yang sebesarnya,

  190. halo mas…
    mau minta pencerahan neh…
    aq mahasiswa dr medan. lg mw nyusun neh mas…
    tpi bingung banget, coz di medan nyari buku t.sipil susah bngt. kyk brng lngka…
    contohnya aj buku struktur betonnya istimawan…
    gimana ya mas nanggulanginya…

    oiy mas,klo boleh kasi masukan judul donk…

    Wir’s responds: dalam era ter-connect internet seperti ini, maka alasan yang anda kemukakan di atas hanya menunjukkan bahwa anda malas aja. ;)
    Cara nanggulangi ya gampang aja, anda harus lebih rajin membaca. Ok. Untuk soal itupun orang lain juga tidak bisa membantu, hanya diri sendiri yang bisa.

  191. @Rian

    Saya mau coba bantuin pak wir nih,berikut jwbn pertanyaan Anda:

    1. Sepengetahuan saya,kalo struktur Anda termasuk dalam kategori SRPMK maka perndetilan elemen struktur (balok,kolom,wall) harus mengikuti pasal 23. Memang pasal2 sblm psl 23 mendukung peraturan yang tidak ada di pasal 23. Karena SRPMK termasuk struktur yang khusus maka pendetilannya harus betul2 diperhatikan. Tujuannya agar pada saat terjadi gempa,elemen2 struktur diperkirakan mampu berperilaku daktail sebagaimana perilaku SRPMK.

    2. Seingat saya di SNI beton perhitungan geser untuk balok dan kolom ada rumusnya masing2. Tidak bisa disamakan. Karena perilaku akibat beban yg bekerja berbeda. Begitu juga untuk jarak maksimum sengkang. Anda perlu lebih mendalam lagi dalam hal membaca SNI beton.

    3. Perhitungan tulangan torsi longitudinal lebih detail dibahas di bukunya Mac Gregor yang terbaru. Kalo ga salah terjemahan, judulnya Struktur Beton Bertulang.

    4. Panjang penyaluran memang selalu diperhitungkan sesuai rumus di SNI. Mungkin maksud Anda 1/4L itu sbny daerah dimana tulangan tumpuan dipasang baik pada balok maupun kolom.

  192. Dear Mas Wir,

    salam kenal mas wir, banyak kebetulan antara mas wir dengan saya sepertinya. Sama-sama pernah tinggal di djogja (mas wir UGM – saya UII), mas wir mengajar di UPH Tangerang saya tinggal di Tangerang (deket UPH), mas wir banyak menggunakan SNI (dan standar lainnya) saya bekerja di Badan Standard Nasional Indonesia.

    Menarik sekali isi blog mas wir yang banyak mengupas tentang SNI. Sebagai informasi, SNI terbaru dapat diunduh secara gratis di situs BSN (www.bsn.go.id) dan mudah-mudahan dapat digunakan oleh semua pihak dengan baik. Salam.

  193. salam kenal pak wir!

    Saya adalah mahasiswa sipil tingkat awal, saya ingin tanya nih pak, beda antara SRPMK, SRPMB, SRPMM itu apa? trus kapan kita harus menggunakan sistem-sistem itu?,
    bila mungkin apa ada literatur PDF yang bisa didownload, hehe

    terima kasih atas bantuannya.

  194. salam kenal Pak Wir.
    saya diah,saat ini saya sedang mengerjakan skripsi, tapi saya mengalami kesulitan, karena saya kurang refensi dalam mengerjakan analisa harga satuan pekerjaan. saya sudah punya buku sni untuk menghitung analisa harga satuan, tapi ada beberapa pekerjaan didalam buku sni tidak ada seperti pekerjaan pemadam kebakaran, instalasi pengkal petir. Apa Pak Wir mempunyai hal yang saya butuhkan? Terima kasih, lo ada tolong kirim ke email saya.

  195. Dear Pak Wir,

    Pak saya melihat disini banyak temen2 dari kalangan Civil Engineering saling sharing informasi…..saya seneng sekali nih…bisa banyak dapet tambahan ilmu dari sini.

    Tapi saya kebetulan baru terjun di bidang Jembatan dan saya butuh BMS 1992 Bina Marga saat ini Pak Wir…Mohon kalo Pak Wir dan teman2 ada yang punya tolong di share linknya ya…

    Salam dan Sukses untuk semua

  196. Pak Wir, Gimana cara menentukan / menghitung nilai R representatif dari gedung yang tidak beraturan
    R = (Vx + Vy )/(Vx/Rx+Vy/Ry) …….( 219 ) SNI 03-1726-2002
    terima kasih

  197. Pak Wir, saya sedang mengerjakan skripsi tentang kekuatan lekatan baja tulangan dan beton. Tetapi saya kurang paham bagaimana pengaruh kekuatan lekatan baja dan beton tersebut pada kolom, balok, plat dan pondasi struktur beton bertulang. mohon bantuannya ya pak…!!!! Terima kasih!!!

  198. Hello dear sir,
    I have been looking for english version of seimic code of practice of countries like Indoneisia and other contries in the malaysia’s neighborhood.
    Is it possible to send me the links to download these codes?
    Best regards.

  199. pa Wir boleh minta cara perhitungan SRPMK & SRPMM dengan metoda pushover ga? trus klo bisa jelasin donk secara umum & klo bisa pake gambar ya?

    tks. pa Wir

  200. sore pak Wiryanto ,

    menurut bapak ,buku struktur beton bertulang karangan Chu kia wang dan Salmon bagus gak ??? ( yang terjemahan dalam bahasa indonesia )

    karena menurut saya terjemahannya itu sangat hancur..

    terima kasih .

    Wir’s responds:
    ah, apa iya ?
    Nulis buku, meskipun terjemahan itu nggak gampang lho. Lalu contoh buku yang nggak hancur itu gimana ?

    Saya sebagai penulis buku saja kadang nggak berani menyatakan baik atau buruk suatu buku, kecuali memang isinya tidak konsisten antara satu dengan yang lain, atau jelas-jelas mengandung kesalahana, atau memang nggak bisa dibaca. Tapi kalau yang terakhir ini, masih tetap dibaca, maka bukannya buku itu yang hancur, tapi yang bacanya. :)

  201. mungkin yang menterjemahkan bukan orang sipil jadi hasil terjemahannya kurang pas. misal buku Struktur karangan Daniel L. Schodek diterjemahkan oleh Ir. Bambang Suryoatmono, M.Sc. karena beliau orang sipil, bukunya enak dibaca. lebih baik baca buku versi aslinya dan silakan interprestasi sendiri.

  202. betul loh pak, coba deh bapak baca buku tu..

    maksud saya yang hancur itu susunan katanya ( yang terjemahan indonesia) . kalo bahasa inggrisnya sih bagus.

    buku terjemahan yang menurut saya bagus itu seperti buku struktur baja oleh salmon .

    nanti kalo sempat saya coba kirimkan beberapa kalimat dari buku tersebut yang menurut saya agak hancur tersebut .

    saya juga sempat berpikir pikir sejenak, apakah memang saya yang kurang konsentrasi (hancur ) atau memang penerjemahnya yang kurang bagus. hehe.. tapi sewaktu saya membaca buku pak wir dan buku lainnya, saya tidak menemukan masalah kok. atau buku chu kia wang tersebut terlalu tinggi buat aku .. haha

  203. Pak Wir, SNI ttg gempa kan tipis banget dan kadang ada yang kurang alias tidak dijelaskan secara detail atau bahkan tidak ada dalam SNI.
    nah, salah satu rujukan SNI adalah UBC, jadi saya kira ada baiknya kalo punya UBC juga. udah saya cari sendiri tapi ga dapat UBC-nya.
    bisa tolong Pak Wir kasi tau ga dimana bisa download UBC 1994 dan UBC 1997? yah biar bisa liat di UBC klo ga da di SNI. memang SNI 1726 terbaru pake UBC 1997, tapi rasany UBC 1994 perlu juga untuk liat bedanya dengan UBC 1997.
    Terima kasih Pak Wir.

  204. saya ada UBC tapi cuma halaman tertentu saja. soalnya di kasi sama dosen saya dulu waktu ambil Beton Tahan Gempa.

    Betul juga kata Rica, dimana bisa mendownload UBC tersebut .

  205. Saya bukan orang sipil, basic saya Geografi, tapi saya banyak dapat manfaat dari posting ini, karena komentator juga terkadang memberikan link yang juga bermanfaat. Trims

  206. Hai Pak Wir salam kenal..

    pak wir,bole mnta cara perhitungan perbandingan SRPMK dengn SRPMB khusus untuk beton bertulang dengan metode analisa pushover?klo ad sama bku yg bs ngejelasin tentang it..
    tlong bgt pak krim k email saya
    mohon bantuannya y pak
    terima kasih

  207. PAK WIR,.Ap kabar?
    saya mahasiswi UNSRI yg sedang skripsi
    pak..ap bedanya SRPMK,SRPMB,SRPMM ?dan bagaimana perhitungannya pada beton bertulang?kalo ada tolong pak literatur PDF ny..
    ^^,
    Terima kasih pak sebelumny

    Salam Hormat

  208. Salam Kenal Pak Wiryanto,

    Nama saya Hasmunadi Alumni Teknik Sipil Univ Tamansiswa Palembang ’97. saat ini saya bekekerja di Konstruksi Bangunan Gedung di Palembang, artikelnya sangat membantu saya, terima kasih banyak Pak.

  209. Pak Wir, blog Bapak sangat menolong.
    Saya baru saja membandingkan SNI kita khusunya hazard map, dengan hasil dari USGS. Keliatannya SNI kita sudah out of date. PGA dari USGS sepertinya 6x dibanding SNI kita.
    Gimana pendapat Bapak?
    Terima kasih,

  210. Dear Pak Wir,
    Perkenalkan saya xre mahasiswi USU
    Pak, ada referensi mengenai portal baja industrial building?saat ini saya sedang membandingkan beberapa jenis portal baja yg paling ekonomis.
    Mohon bantuannya ya pak.
    Terima kasih

  211. R = (Vx + Vy )/(Vx/Rx+Vy/Ry)
    @pak toto sudarmanto:
    utk menentukan nilai R dari suatu struktur 3 D biasanya diperlukan bantuan analisis dinamik 3D terlebih dahulu. Mungkin salah satu program bantu yg bisa dipakai yaitu ETABS. Dr hsl run dinamik yg dilakukan Etabs nanti bapak bisa menemukan base shear arah X (Vx) dan base shear arah Y (Vy). Sedangkan utk nilai Rx dan Ry tergantung dr hsl perhitungan nilai rerata R pada tiap arah X dan Y.

  212. Asslam
    Saya mau tanya apa ada produk Rangka Atap Baja Ringan yang punya Sertifikat SNI dan Nomor Berapa SNI nya. Saya sangat membutuhkan jawabannya karena menyangkut tawaran proyek pemerintah yang memakai rangka atap baja ringan namun dalam Bestek dibunyikan memakai Rangka Atap Baja Ringan yang memakai SNI.Terima kasih.

  213. halo pak Wir…
    bicara mengenai SNI, apakah SK SNI T-15-1991-03 tidak diberlakukan lagi bila sudah ada SNI 03-2847-2002..?

    tks sblmnya pak?!
    Gbu.

    • Peraturan atau code yang lebih baru diterbitkan dengan asumsi bahwa yang paling up-to-dated tentunya “harus lebih baik”. Jadi kalau sudah ada yang lebih baik, mengapa masih pakai yang lama. Dalam kenyataan, untuk dapat memakai yang “lebih baik” ternyata perlu belajar lagi, dan itu memerlukan usaha. Nggak setiap orang mau.

      Intinya, jika seorang engineer ingin diakui berorientasi mutu maka tentunya memahami peraturan-peraturan yang baru adalah suatu keharusan. Jika prakteknya dia masih memakai referensi lama (code lama) maka tentunya harus dapat memberi suatu argumentasi yang kuat.

      Catatan : ada juga sih, materi pada code yang baru ternyata tidak lebih hebat dari materi lama yang terlihat sederhana, misalnya untuk perhitungan pelat dua arah yang ada pada PBI-71, pada pelat di atas konfigurasi balok induk-balok anak.

  214. Salam Sejahtera…
    Pak wir smoga sehat n suksrs slalu
    pak wir saya pemakai SAP 2000 yang masih awam.
    di lapangan saya ngambil data hardness suatu beam,
    hasil hardness itu saya konversi ke tensile sesuai ASTM 370.
    Data tensile hasil lapangan tersebut dimasukkan dimn p.Wir masalahnya pada material propertis ada 4 inputan tensile baik minimum dan effektif.
    atas info dan bantuan trimakasih…

  215. mas punya ga analisa harga satuan atau contohan rab untuk pekerjaan sheet pile, bingung mas mau bikin rabnya

  216. Saya baru semester 3 teknik sipil di bandung, apa bapak punya SNI tentang beton bertulang gak? sy bingung nich banyak tugas!thanks

  217. assalamu’alaikum, salam kenal…tolong kirimkan saya contoh perhitungan rumah tahan gempa yang manual menggunkan SNI 2002

  218. Slamat malam Pak Wir. Sy butuh bimbingan Pak, tentang prinsip dasar perencanaan tulangan balok momen positif tumpuan (tulangan bawah) SRPMK.
    Apakah perencanaannya harus ditinjau sebagai balok T atau langsung dianggap sebagai balok persegi? Sekian Pak pertanyaan saya, sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

  219. Salam kenal pak Wir..
    Blog yang sangat bagus menurut saya+sangat membantu bagi saya(khususnya) yang sedang belajar struktur bangunan..
    semoga tetap exist.

  220. salam kenal pak wir..
    saya sedang mencari artikel analisa harga satuan pekerjaan track dan jembatan kereta api tapi ga dapet2.. mohon bantuannya jika mengetahuinya..
    trimakasih

  221. salam pal wir…….saya mahasiswa S2 yang sedang tesis, mo nanya bagaimana cara penggunaan analisa push over dan time history di sap 2000???ada contoh atau urutan kerjanya kalo ada…
    kalo bisa di email aja pak….terima kasih

  222. Bp Wir yang terhormat, salah hormat dan salam sejahtera. Blog Anda cukup memberi pencerahan….kebetulan baru saja saya membaca artikel tentang pemecah gelombang yang bagus dannampaknya ada hubungannya dengan pekerjaan bapak. Bapak bisa ke facebook terus mencari IAS Breakwater….bagus lho pak,silahkan berdiskusi

  223. dengan hormat,

    Bapak, saya searching precast beton di internet, akhirnya singgah ke halaman Bapak.
    saya ada kesulitan mengenai referensi precast pile cap pada bangunan pondasi jembatan, khususnya untuk perairan dalam. Jika Bapak berkenan, sudikah saya diberi link, kemana saya harus mencari, minimal alamat websitenya?
    Kalau Bapak berkenan pula, tolong jawab via email saya Pak.
    sekian, terima kasih.

    Wir’s responds:
    Saya belum pernah menemuinya. Nanti kalau ketemu ya.

  224. Bapak…
    saya mhasiswa yang sedang mengerjakan skripsi tentang balok pada jembatan beton
    Apakah bapak punya literatur ato pedoman dalam perencanaan beton precast, pretension, dan posttension..?? ato bpak punya usul kemana saya hrus mencari…??
    Terima kasih pak…

  225. dengan hormat,
    Pak, lendutan yang terjadi pada kantilever baja akibat beban lateral karena deformasi geser lebih besar atau deformasi lentur ?
    Trimakasih…

  226. dengan hormat…
    pak, ada gak hubungan/kaitan antara faktor beban pada teori plastis dengan faktor-faktor beban yang ada pada peraturan pembebanan pada struktur baja khususnya pada jembatan atau pada struktur bentang menerus, klo ada mohon penjelasannya Pak..

  227. saya diminta oleh desa untuk menghitung rab jembatan menggunakan sk sni, saya minta tolong contoh perhitungan rab untuk jembatan beton beserta sk sni nya y pak..terimakagih banyak

  228. malem pak, mau tanya…
    1. berapa biasanya kapasitas(produktivitas) untuk pekerjaan konstruksi rangka atap baja per group per hari?
    2. berapa jumlah group yang di gunakan?
    3. untuk pekerjaan kabel listrik, berapa m’ yang dapat dikerjakan oleh 1 group per hari dan brapa jumlah groupnya?

  229. Pak minta tolong berikan penjelasan mengenai : 1. dalam metode pelaksanaan, bagaimana cara menentukan jumlah group pekerja serta kapasitas pekerja yang dapat dilaksanakan per hari?
    2. bagaimana cara pembacaan kurva S sehingga kita dapat mengetahui waktu pelaksanaan masing-masing sub-sub aktivitas pekerjaan. karena dalam kurva s hanya berisi mengenai waktu pelaksanaan sub aktivitas saja.
    terimakasih pak.

  230. Salam kenal mas…..
    saya mahasiswa teknik….
    saya ingin mencari dasar pedoman pada ruangan safe deposit pada bangunan bank. saya ingin mengetahui bagaimana syarat2 dalam pembangunan ruangan itu.di mana saya bisa mendapatkannya ya mas???terima kasih….

  231. Askum,,,
    Bapak saya mau tanya???
    mengenai standard RAB Jembatan,,,
    Tolong diberikan perincian,,, terimakasih

  232. pagi pak wir.
    mohon bantuannya jika ada refernsi sambungan lewatan dan sambungan las pada beton bertulang.
    pak program sap bisa g ngecek kekuatan sambungan caranya gmn ya?

  233. Salam,,,

    Bpak wiryo saya lagi belajar mengenai perencanaan Jembatan, tentang plat lantai n balok gelagar baik dr beton, baja, ato kombinasi

    ada g contoh perhitungannya?

    file SNI dari baja, beton, gempa bisa didonlow dimana pa?

    terimakasih

  234. salam kenal pak wir,
    saya ingin tanya bagaimana /batasan membuat skripsi utk level S1?apakah perlu pembanding utk kasus yg dibahas?IP saya 3,71, tp saya betul 2 bodoh utk memulai menulis skripsi ini karena sering menerawang terutama memikirkan bagaimana mencari datanya.Sudah satu tahun saya jalan ditempat alias mentok! bahkan judulpun belum saya tentukan.Bisa bantu saya memberikan jalan keluarnya Pak?atau barangkali bapak/ibu/rekan lain yg membaca tulisan saya ini?Jika berkenan dapat mengirimnya ke email saya ini: dubeldude@yahoo.co.id
    terimakasih atas bantuannya.

  235. Salam kenal pak Wir..
    Kenalkan pak, nama saya Sukma Handarisal di banda Aceh. Saat ini saya sedang berusaha menyelesaikan Studi S2 saya jurusan teknik sipil Unsyiah.

    Saya berharap bisa di bantu untuk mendapatkan referensi dan saran Bapak mengenai cara mennghitung lentur dan geser balok beton menggunakan profil baja ringan Canal tersusun dengan sambungan las. Apa ada contoh perhitungannya pak?

    Penelitian saya menggunakan beton ringan foamed concrete (beton busa) mirip dengan beton Hebel, namun kualitasnya lebih rendah.
    Saya sangat berharap pak Wir bisa bantu.

    • lentur dan geser balok beton menggunakan profil baja ringan Canal tersusun dengan sambungan las.

      Mohon maaf, saya belum bisa membayangkan apa yang dimaksud dengan hal di atas. Apakah anda membahas balok komposit atau apa.

      Profil baja ringan, apakah yang dimaksud itu adalah baja cold-formed. Karena setahu saya tentang baja cold-formed kita belum mengeluarkan peraturan perencanaan yang berkaitan dengan hal tersebut.

      Mungkin ada teman lain yang lebih tahu. Silahkan dibantu.

      • Iya Pak, saya meneliti balok beton komposit dengan judul ” Perilaku lentur dan geser balok beton busa (foamed concrete) dengan serat sabut kelapa menggunakan profil baja”. Profil baja canal yang coba digunakan LLC 100x50x20x2,6 ( ] [ ) dilas dengan bantuan plat kopel 3 mm pada kedua sisi atas dan bawah. Pada penelitian saya terdapat 2 variasi dimensi balok (15 x 20) cm dan (15 x 25) cm, bentang balok 2,2 m. Nantinya balok tersebut akan diberi beban pada tengah-tengah bentang dengan asumsi 2 pembagian beban P/2 di 1/3 bentang.
        Saya sangat berharap dapat dibantu menemukan literatur ataupun jurnal yang dapat menjelaskan rumus-rumus yang dapat digunakan untuk perhitungan lentur dan geser pada balok.
        O iya, E-mail saya: risal_isal@yahoo.com
        terima kasih saya ucapkan pada pak Wir yang meluangkan waktu pd saya. Saya berharap bantuan dari pak Wir ataupun ada teman-teman lainnya. Blog ini bermanfaat sekali..
        Semoga sukses terus Pak…

  236. Iya Pak, saya meneliti balok beton komposit dengan judul ” Perilaku lentur dan geser balok beton busa (foamed concrete) dengan serat sabut kelapa menggunakan profil baja”. Profil baja canal yang coba digunakan LLC 100x50x20x2,6 ( ] [ ) dilas dengan bantuan plat kopel 3 mm pada kedua sisi atas dan bawah. Pada penelitian saya terdapat 2 variasi dimensi balok (15 x 20) cm dan (15 x 25) cm, bentang balok 2,2 m. Nantinya balok tersebut akan diberi beban pada tengah-tengah bentang dengan asumsi 2 pembagian beban P/2 di 1/3 bentang.
    Saya sangat berharap dapat dibantu menemukan literatur ataupun jurnal yang dapat menjelaskan rumus-rumus yang dapat digunakan untuk perhitungan lentur dan geser pada balok.

  237. O iya, E-mail saya: risal_isal@yahoo.com
    terima kasih saya ucapkan pada pak Wir yang meluangkan waktu pd saya. Saya berharap bantuan dari pak Wir ataupun ada teman-teman lainnya. Blog ini bermanfaat sekali..
    Semoga sukses terus Pak…

    • @risal
      Dalam beberapa seminar, kadang-kadang saya melihat beberapa telah mempublikasikan makalah yang materinya mirip dengan punyamu, yaitu memakai profil baja cold-formed , pelat baja tipis dan bukannya profil baja hot-rolled.

      Berbeda dengan komposit dengan profil baja hot-rolled, dimana betonnya digunakan sebagai kompesasi bagi tegangan tekan, sedangkan untuk profil cold-formed, isian beton lebih ditujukan agar tidak terjadi tekuk lokal (stabilitas). Kira-kira idenya seperti itu.

      Hanya saja sayangnya, karena di Indonesia tidak ada peraturannya yang jelas maka para peneliti itu dalam evaluasinya menjadi bervariasi (masih memakai cara pikir baja hot-rolled). Oleh karena ada baiknya cari literatur dari peneliti yang memang di negaranya telah memahami perbedaan antara tata cara perencanan baja hot-rolled dan cold-formed. Salah satu lembaga penelitian yang menjadi rujukan untuk materi baja cold-formed adalah University of Sydney, dibawah bimbingan Professor Gregory Hancock. Beberapa laporan penelitian mereka banyak dipublikasikan di internet secara bebas. Silahkan ke sana dulu.

  238. pak Wir,, saya mahasiswa dari Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) ingin tahu kekurangan dan kelebihan SNI 03 – 1729 – 2002 dibandingkan dengan AISC. Tolong beritahu saya, ataupun siapa saja.

    saya sedang menyusun proposal untuk Program Kreatifitas Mahasiswa yang diadakan oleh DIKTI. yang mana saya mengambil topik tentang baja komposit.

    mohon bantuannya, karena saya sangat membutuhkan referensi dan informasinya…

    jika bisa kirimkan ke email saya den_here@yahoo.co.id

    salam sipil

    • @deden
      Kelebihan SNI 03-1729-2002 dibanding AISC adalah karena SNI kita tersebut disusun berdasarkan gabungan PPBBI (Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia) dengan AISC LRFD 1999 dan juga peraturan Australia.

      Itu kelebihannya, adapun kekurangannya adalah karena gabungan maka ada hal-hal yang tidak konsisten atau membingungkan khususnya jika ingin mengetahui rujukan sumbernya. Dampaknya materi tersebut akhirnya tidak berkembang, stagnan. :(

      Moga-moga cukup jelas ya.

  239. Pak wir terima kasih atas informasi dasarnya….

    saya masih punya beberapa pertanyaan.
    1. Setelah saya membaca SNI 03-1729-2002 ternyata didalamnya kita sulit sekali untuk menentukan tabel dan diagram untuk mempermudah pengerjaan masalah baja komposit. Sedangkan ketika saya telaah AISC LRFD ternyata ada kemudahan untuk menentukan dan mempermudah pengerjaan baja komposit, yaitu adanya tabel. Atau saya salah tentang SNI itu? atau mungkin tabel untuk mempermudah itu ada di SNI? jika ada dibagian mana???
    2. JIka tidak ada, lantas bagaimana caranya untuk mengerjakan prmsalahan dari baja komposit? apakah kita sebaiknya menggunakan peraturan2 dari luar?
    3. JIka memang tidak ada tabel dalam SNI 03-1729-2002, memungkinkan tidak kita untuk membuat hal (tabel) itu? karena saya rasa terlalu tidak efisien untuk mengerjakan pemasalahan tentang baja komposit secara panjang tanpa ada tabel.

    mohon dibalas Pak Wir,,,

    terimakasih pak Wir…

    • Yah begitulah adanya SNI baja kita, “sulit”.

      Itu pula mengapa saya dalam mengajarkan mata kuliah baja di UPH tidak memakainya sebagai rujukan utama, hanya sebagai pembanding. Saya mengajarkan materi baja dari AISC (Amerika) karena jika mahasiswa saya dapat memahami dan bahkan menguasai materi ini maka SNI dapat dipahami juga dengan baik, plus dan minusnya. Plus-nya bahwa SNI adalah milik kita, minusnya adalah bahwa materi tersebut belum dapat dijadikan rujukan satu-satunya bagi perencanaan baja di Indonesia. :)

      Oleh karena itulah teman-teman pakar di baja generasi berikutnya akhirnya menyadari kondisi di atas dan telah bersama-sama sepakat untuk menggantikannya. Baca ini:

      http://wiryanto.wordpress.com/2010/08/24/kaji-ulang-sni-bidang-permukiman/

  240. Salam sejahtera pak wir,
    Perkenalkan nama saya dody, skrg sedang bekerja di konsultan di daerah jakarta. to the point aja ya pak wir :D . saat ini saya sedang mendesign bangunan pabrik dr struktur baja dgn tinggi 25 m. saya sedang bingung tingkat tinggi nih mengenai beban gempa nya, karna client nya rewel banget.hehehe.yg jd pertanyaan saya:
    1. Untuk framing struktur baja, berapa biasanya yg di gunakan nilai R?
    2. untuk analisa gempa, analisa apakah yg digunakan,gempa statik ekuivalin atau gempa dinamik??terus terang, untuk gempa dinamik, saya blm pernah menghitungnya.
    3. setelah mendapat gaya geser gempa dan gaya gempa dr perhitungan, dimana akan kita tempatkan beban gempa tersebut?? (pusat massa atau di setiap kolom?)

    Sekian dulu pertanyaan saya pak wir, sebelum dan sesudahnya saya minta maaf atas kelancangan saya.mohon pencerahannya.
    trims.

    dody

    • Nilai R ditentukan oleh kondisi struktur tersebut, apakah sambungannya daktail atau biasa-biasa saja. Silahkan lihat di buku gempa.

      Untuk struktur baja bangunan rendah, yang dominannya adalah beban gravitasi dan agar sistem sambungannya relatif sederhana maka gunakan R yang kecil saja, sehingga dianggap berperilaku elastis saat gempa. Tetapi jika bangunan tinggi dimana gaya gempa dominan maka gunakan R yang tinggi, tetapi untuk itu sistem sambungannya harus didesain sekuat profil (ductile). Jadi semua ada konsekuensi logisnya.

      Apakah statik atau dinamik, selama memenuhi persyaratan yang dicantumkan pada peraturan gempa maka tidak ada masalah, apakah mau dipakai salah satu.

      Gaya gempa diberikan pada pusat massa. Untuk bangunan gedung tinggi, pusat massa terletak pada lantai bangunan. Itu saja msalahnya.

  241. saya mau tanya apa nama peraturan pembebanan baru pengganti PBI 1983?
    kemudian diwebsite mana saya bisa mendapatkannya?& terakhir apa pak wir ada peraturan muatan utama jembatan jalan raya (PMUJJR No,12/1971)?sekian terima kasih pak wir.saya mahasiswa teknik sipil UNsyiah Aceh.

  242. met malam pak wir

    salam kenal n sukses selalu buat bapak.
    Pak wir saya mendapat tugas untuk mereview desain struktur pondasi retaining wall tipe cantilever , ada nggak contoh perhitungannya ?

    file SNI nya ada nggak n bisa didownlod dimana pak?
    trim’s atas ilmu nya

  243. pagi pak wir..

    mau nanya nih.. pemadatan beton yang baik itu pake vibrator dengan frekuensi berapa sampe berapa ya pak??

    thx

  244. pagi pak wir,,

    mau nanya nih,klo untuk perhitungan jumlah material yang dibutuhkan dalam suatu proyek (jembatan dan gedung) ada SNI nya g pak?? klo ada linknya pak..

    trims..

  245. Pagi pak Wir,
    mau Nanya nieh, Utk Balok dgn Bentang 8,5 – 9 mtr di ats 2 tumpuan. apakah sdh bs di sebut Balok dg Mutu Tinggi ? Metode penulangannya utk sengkang sy msh kurang fham?

  246. Selamat malam Pak Wir,
    Nama saya William, saya mahasiswa tingkat 4 S1 teknik sipil, sedang berencana menulis skripsi mengenai siar dilatasi pada bangunan gedung, kira-kira referensi apa yang dapat saya gunakan untuk menunjang penulisan nya ya? lalu untuk pemisahan itu bagaimana memodelkannya di software ya pak? (saya menggunakan etabs 9.7.3)

    Terimakasih! Best regards :)

  247. mohon maaf sebelumnya saya mahasiswa semester akhir yang ingin mengerjakan tugas akhir saya…. saya minta referensi perencanaan gedung menggunakan deep beam (balok tinggi) terima kasih….

  248. salam kenal pa wir,
    saya dina bekerja di sebuah kontraktor tapi lingkunp kerjanya merangkap desain struktur. ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan pa :
    1. Saya masih bingung mengenai perhitungan eksentrisitas rencana yang akan di input ke etabs. perhitungannya maksudnya pa
    2. Untuk kontrol drift guna memenuhi batas layan dan batas ultimate itu output dietabs yg dipakai yang mana? analisisnya seperti apa pa terhadap batasan ijin.
    Mohon dibantu pa wir…. terima kasih

  249. Mas Wir, bisa minta tolong gk?
    saya lagi kebingungan untuk mencari analisa harga satuan alat berat Kapal tongkang untuk pembangunan Breakwater.
    Makasih…!

  250. Dear Pak wir/yang lainya,

    Saat ini saya sedang mencari SNI SNI 03-1729-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung tapi dalam versi Bahasa Inggris. adakah yang memiliki file tersebut, mohon dishare, karena saya sangat membutuhkan itu.

    Terima kasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s