Buku SAP2000 Edisi Baru Siap Terbit !


Dapet email dari mas Vincent, kabar gembira :)

Pak Wir Yth,

Setelah kami diskusikan bersama mas Ari, tim redaksi & produksi, buku SAP2000 edisi baru bisa kami terima utk diterbitkan, dgn catatan sbb:

  • Judul buku ini nantinya sama seperti judul sebelumnya, hanya ditambah kata “Edisi Baru” di bawah judul utama (sama seperti judul yg bapak tuliskan di file pdf).

  • Desain covernya mungkin perlu dipercantik lagi pak karena -maaf- desain yg bapak berikan masih terlalu sederhana. Jadi nanti akan dipoles lagi oleh desainer kami supaya lebih marketable.

  • Mengenai content-nya, bapak boleh menambah bab lagi supaya isinya semakin dalam & menarik, hanya kami batasi halamannya maksimal 560 hlm (belum termasuk halaman romawi seperti halaman depan, kata pengantar, daftar isi, dll sekitar 30 hlm) sehingga total ketebalannya menjadi 590 hlm. 

  • Ketebalan sebanyak 590 hlm ini sudah kami diskusikan dgn bagian produksi agar harga jual buku ini nantinya tidak lebih dari Rp 85.000,- (sudah termasuk CD pendamping buku, oplah 2500 exp). Jika ketebalannya lebih dari 590 hlm, dikhawatirkan harga jual buku nanti melewati angka psikologis yg kami tetapkan sehingga bisa memberatkan kami saat memasarkan buku ini. Meski pak Wir nanti akan membantu juga upaya promo & sales-nya, namun kami tetap sbg penerbit yg akan memasarkan buku ini dan menanggung segala sesuatunya (risiko buku “slow moving”, beban inventory di gudang, dll) ==> tentu hal ini baru akan kita ketahui setelah buku diterbitkan. 

  • Selain penambahan dua bab yg bapak berikan, mungkin bab lainnya yg ada di buku edisi lama bisa bapak cek & revisi lagi supaya isinya semakin oke dan sesuai dgn kondisi saat ini (up-to-date).

Demikian beberapa hal penting yg bisa kami sampaikan. Untuk selanjutnya, bapak bisa langsung berkorespondensi dgn mbak Eli utk proses penerbitannya. Terima kasih.

Salam,
Vincent

O ya, untuk memahami mengapa penerbit setuju ! Maka ada baiknya saya up-load juga surat rayuan ke penerbit yang menyebabkan penerbit setuju. Jika penerbit mau mencetak maka artinya mau mengeluarkan modal yang cukup banyak (dalam jutaan lho) maka saya berharap anda juga ter-rayu untuk membeli buku itu nantinya.

**Surat Rayuan ke Penerbit PT. Elex Media Komputindo**

TO :  Ibu Nana untuk ditujukan Bapak A. Subagijo
CC :  Bapak Vincent dan Ibu Elly

Hal : Penerbitan Buku SAP2000 Edisi Baru

Dengan Hormat,

Dari pertemuan penulis-penerbit pada hari Sabtu, tanggal 20 Januari 2007 tempo hari, saya mendapat pemahaman bahwa ternyata penulis dan penerbit saling membutuhkan, meskipun untuk itu perlu diusahakan sinergi yang baik agar masing-masing pihak mendapat keuntungan (win-win solution).

Oleh karena itu tidak ada salahnya jika saya menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan keberlanjutan buku saya ke-2 yaitu “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000” yang telah diterbitkan Elex tahun 2004 sebanyak 2500 eksemplar dan yang saat ini sudah terjual habis (sudah tidak ada di daftar komputer di toko buku Gramedia yang ada).

Meskipun sudah terjual habis dan banyak email yang menanyakan keberadaan buku tersebut, ternyata tidak ada rencana penerbit Elex untuk mencetak ulang. Untuk itu saya sadar, karena record penjualannya belum bisa dianalogikan seperti pisang goreng, yang laris manis, atau mobil Avanza yang sampai indent begitu. Karena bagaimanapun, karakter pembeli buku saya jelas berbeda dengan karakter buku-buku umum seperti manajemen atau pengembangan pribadi. Pembaca buku saya tersegmentasi, hanya orang-orang dengan latar belakang tertentu yang mengerti pentingnya materi di dalam buku tersebut. Jika dikaitkan dengan hal itu, saya yakin dan seyakin-yakinnya bahwa buku tersebut merupakan master-piece di antara buku-buku saya lainnya, dan masih dibutuhkan oleh khalayak yang dimaksud.

Harus disadari bahwa pasar pembaca buku saya relatif terbatas (tersegmentasi), yaitu para profesional di bidang rekayasa konstruksi maupun calon profesional sendiri yaitu mahasiswa teknik sipil, baik ditingkat diploma (D3), sarjana (S1) maupun pasca-sarjana (S2 dan S3). Jelas profesi atau kalangan seperti itu tidak bisa disepelekan, mereka ada, sebagai kalangan yang diperlukan dalam era pembangunan di Indonesia.

Mengapa ?

Untuk menjawab hal tersebut kiranya kita dapat menengok kejadian gempa di Yogya, dimana banyak bangunan yang roboh dan menimbulkan korban jiwa. Mengapa terjadi. Siapa sih yang sebenarnya harus memikirkan hal tersebut (agar bangunan kuat dan tidak roboh karena gempa). Saya kira itu pertanyaan menarik, tetapi yang jelas itu bukan tanggung jawab orang-orang di bidang manajemen atau komputer atau public-speaking atau parenting atau komik yang merupakan pasar paling besar buku-buku terbitan Elex.  Jadi siapa. Ya itu tadi, para profesional di bidang konstruksi.

Meskipun relatif kecil, tetapi mereka punya daya beli, bila dirasa buku atau software tersebut dapat meningkatkan kinerja maka mereka akan menganggarkan untuk membeli. Apabila hal ini dapat dipahami dengan baik, tentu dapat menjadi peluang memperluas pasar buku-buku Elex Media, minimal menyampaikan brand awareness kepada mereka .

Karena pasar pembaca buku saya juga berada di institusi pendidikan, maka jelas bahwa kuantitas mereka bertambah dengan berjalannya waktu. Saya yakin, meskipun pelan tapi pasti buku yang baik yang ditujukan untuk kalangan tersebut pasti akan terserap habis.

Uraian di atas, saya sampaikan dengan pemikiran bahwa hanya buku-buku #1 atau #2 yang pantas diterbitkan karena hanya buku seperti itu yang nantinya mengisi etalase toko buku. Berkaitan dengan hal tersebut, rasanya buku saya dapat menempati rangking #1. Hal tersebut perlu disampaikan karena sampai saat ini belum terlihat saingannya dalam penyajian materi, kelengkapan maupun kedalamannya. Perlu diketahui bahwa topik buku tersebut adalah SAP2000, mas Vincent atau mbak Elly pada saat awal bahkan belum tahu apa itu SAP2000 di bidang teknik sipil sehingga perlu penjelasan khusus mengenai prospek pasarnya. Setelah buku saya terbit, saya melihat Elex telah menerbitkan buku SAP2000 yang lain (artinya ada pasar untuk topik tersebut).

Dalam menyatakan rangking #1, tentu saja didasarkan pada subyektifitas dan bukan dari penelitian, tetapi jika ditilik dari komentar-komentar praktisi atau akademisi perguruan tinggi yang cukup banyak di buku saya maka rasanya belum ada buku-buku serupa yang menyainginya. Dengan kata lain, buku saya tersebut adalah buku SAP2000 pertama yang mempunyai banyak testimoni positip dari pakar di industri konstruksi atau akademisi.

Oleh karena itulah, saya memberanikan diri mengusulkan : buku layak terbit kembali , dan terkesan dengan penuturan mas Ari kemarin tentang Elex maka sayapun setuju bahwa yang paling cocok menerbitkan kembali adalah PT. Elex Media Komputindo.

Berkaitan dengan pernyataan mas Ari bahwa sebaiknya “hanya menerbitkan judul baru”, maka saya mengusulkan buku tersebut ditingkatkan atau diperbarui yaitu dengan menambahkan dua bab (2) lagi (nambah sekitar 150 halaman lagi). Sehingga total halaman dari buku yang ditingkatkan tersebut menjadi 550 halaman. Sehingga nantinya kalau dipandang perlu, sampul buku atau judul dapat diremajakan kembali (tergantung kebijakan marketing).

Note : sebenarnya ada tiga bab baru, tapi bab yang terakhir belum selesai (in progress), boleh khan jika bab ke-3 tadi selesai akan nambah 20-30 halaman lagi (sehingga jadi 580 halaman).

Adapun dua bab yang baru yang telah selesai adalah :

  • Bab 7 : “Struktur Membran dengan Element Shell”  120 halaman

  • Bab 8 : “Engineering Judgement”  30 halaman

Dengan tambahan bab-bab baru tersebut maka pasar buku tersebut dapat menjangkau pembeli lama. Jika ditambah dengan pembeli baru yang terbentuk akibat adanya interaksi dengan pembaca buku lama maka tentunya jumlah buku yang terbit bisa lebih banyak dari sebelumnya yang 2500 eksemplar itu.

Demikian surat kami, jika mendapat sambutan yang positip maka saya siap berdialog tentang strategi pemasarannya, yang tentunya tidak bisa disamakan seperti jumpa fans di toko-toko buku, mengingat pasarnya yang khusus tersebut.

Atas perhatian yang diberikan, diucapkan banyak terima-kasih.
Salam

Lampiran : dua (2) file pdf tentang tambahan Bab 7 dan Bab 8 (lengkap).
 

**up-dated**

Seperti biasa, sebelum beredar secara terbuka maka saya memilih beberapa profesional di bidangnya untuk membaca terlebih dahulu dan memberi testimonial, jika positip maka saya gunakan untuk promosi juga, sedangkan jika negatif akan dijadikan masukan untuk melakukan revisi ulang dan selanjutnya disampaikan kembali untuk di review. Tahapan tersebut ternyata sangat menarik sekali untuk mendapat masukan-masukan yang berharga, itu pulalah yang membuat kami semakin PD bahwa buku tersebut bermutu.

Untuk kali ini, Mr. Lip , teman indonesia yg sudah 18 tahun tinggal di Australia berkenan membaca / mereview dan menyampaikan testimonal buku Edisi Baru ini, sbb:

**English Version**
Perhaps the most important parts to remember for a reader of this book are contained in Chapter 8. Here, the author illustrates some of the many pitfalls that may trip a user of SAP2000 in interpreting the computer analysis results. This chapter demonstrates that fundamental understanding of structural behavior is essential for the users of finite element analysis packages. This book will have done much good if the reader keeps the lessons learned from the examples presented in the chapter. 

**Indonesian Version**
Menurut saya, salah satu bagian yang sangat penting dari buku ini adalah Bab 8. Di sini penulis memberikan beberapa contoh jebakan yang “menanti” para pemakai paket SAP2000 yang percaya buta akan hasil analisa komputer. Contoh-contoh tersebut juga menunjukkan pentingnya mata kuliah mekanika rekayasa yang mengajarkan pemahaman dasar perilaku struktur bangunan. Bab ini sendiri saja merupakan sumbangan yang sangat berarti bagi pemakai program metoda elemen hingga di Indonesia. Semoga dengan adanya buku ini, banyak pembaca dapat menggunakan paket metoda elemen hingga secara bijaksana.

Lip H. Teh BE PhD CPEng
Senior Structural Engineer, Dematic Asia Pacific, Australia.
Honorary Associate, Department of Civil Engineering, University of Sydney, Australia.

**progress kerja – BAB 1 : telah finish**

membaca materi bab 1 pada buku lama terasa sekali belum berbobot, kayaknya hanya sekedarnya (kecuali halaman 1 tentang Disclaimer) oleh karena bab 1 dibongkar habis (> 50%). Materi-materi yang tidak berbobot di hapus dan diganti dengan materi yang lebih baru sehingga Bab 1 menjadi materi wajib yang harus dibaca terlebih dahulu sebagai pengantar bab-bab selanjutnya. Penulis melihat bahwa versi Indonesia materi di bab 1 yang baru tersebut belum ada yang nulis. Sehingga akan menjadi buku pertama yang membahas hal tersebut.

O ya , daftar isi dari bab 1 adalah sbb:

BAB 1 . SOLUSI REKAYASA BERBASIS KOMPUTER 
1.1 Pendahuluan ………………………………………………   1
1.2 Komputer Rekayasa Struktur…………………………   3

1.2.1 Bukan Sekedar Alat ……………………………   3
1.2.2 Prinsip Dasar Pemodelan Struktur ……….   3
1.2.3 Teknik Memahami Perilaku Struktur ……   4
1.2.4 Penggunaan Komputer Rekayasa …………   5

1.3 Solusi Umum Berbasis Komputer  …………………..   7
1.4 Analisa Struktur Berbasis Komputer ……………….   9
1.5 Sumber Pustaka ………………………………………….  10

**progress kerja – BAB 2: telah finish

 Ada beberapa perbaikan, tapi tidak prinsip. Bagian P-Delta rasanya perlu dikembangkan, mau dibongkar semua koq materi lama masih relevan meskipun rasanya nggak mantap sekali. Yah hanya diinterprestasikan ulang agar lebih mantap. Yang jelas Bab 2 lebih padat tulisan, yang kosong di isi.

**progress kerja – Bab 3: **  –> ada beberapa yang harus dikurangi agar Bab 9 ttg advanced analysis dapat dimasukkan.

 **updated lagi**

ketemu ide baru lagi yaitu Bab 9 tentang Advanced Analysis dengan SAP2000 v10.0.1 tentang problem tekuk (buckling). Akan dibahas tekuk untuk kasus yang sederhana, bagaimana menghitung dengan cara manual, pakai metode energi, lalu matrik kekakuan dan akhirnya dengan gampang dihitung ulang pakai program SAP2000 v10.0.1 (versi terbaru). Bab ini dapat juga digunakan sebagai pengantar memahami analisa struktur non-linier yang umumnya tidak diajarkan di tingkat S1, bahkan di tingkat S2-pun juga jarang.

** up-dated tanggal 14 Februari 2007**

Berkas NASKAH LENGKAP dikirim, kutipan surat pengantarnya adalah.

Hal : File lengkap “SAP2000 Edisi Baru”

Dengan hormat,

Bersama ini kami sampaikan file-file naskah lengkap (finish) buku “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000” – Edisi Baru dengan perincian sebagai berikut :

Nama File MS Word Ukuran
File
Jmlh
Hal.
#1-hal-depan.doc
#2-bab-1.doc
#3-bab-2.doc
#4-bab-3.doc
#5-bab-4-a.doc
#6-bab-4-b.doc
#7-bab-4-c.doc
#8-bab-5.doc
#9-bab-6.doc
#10-bab-7.doc
#11-bab-8.doc
#12-bab-9.doc
#13-Tentang Penulis.doc
832 kb
1,403 kb
1,768 kb
4,305 kb
4,493 kb
3,071 kb
3,301 kb
1,270 kb
465 kb
5,402 kb
1,637 kb
751 kb
417 kb
26
10
36
70
94
76
73
33
14
108
29
17
3

total

29,115 kb 589

O ya, ini saya CC-khan ke bag pemasaran biar mas Laras atau mbak Digna (jg mbak Nana) sudah bisa memikirkan strategi pemasarannya. Mungkin untuk itu perlu data ttg Testimonial yang sudah ada pada buku itu (ada banyak lho, bahkan dari Australia) untuk itu bisa di lihat file #1 . Juga kegiatan saya ikut seminar sbg pembicara dapat dilihat pada rekaman daftar karya saya di  file  #13.

Untuk mas Vincent, jumlah halaman sudah sesuai spec lho. Jadi beberapa bagian materi lama sudah di up-to-dated lagi. o ya, jumlah eksemplarnya nggak bisa diperbanyak lagi mas, yang pertama aja berani 2500, ini khan udah yang kedua, mestinya sudah belajar dari pengalaman yang lama. Saya berani jamin, PASTI terjual, yakin-seyakinnya. O ya ada usul, ini buku jangan di distribusikan ke sembarang kota, atau minimal ada kota-kota tertentu yang perlu di fokus khan, kecuali di jawa, dimana ada perguruan tinggi yang banyak, misal di Jabotabek sendiri, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Solo. Sedangkan di luar jawa kayaknya yang banyak peminat (dari respon pembaca) adalah kota Medan, Padang, Palembang, Makasar, Manado, Denpasar. Rasanya itu dulu yang difokus, sedang yang lain misal di Balikpapan, Palangkaraya adalah target ke dua. Yang lain lagi, perlu dipelajari dulu. Takutnya jika dikota-kota kecil juga didistribusikan maka buku tersebut terkesan idle, padahal ditempat lain sudah habis. 

Dalam penulisan tersebut maka prinsipnya adalah #1-tampilan dan #2-isi, jadi sepintas orang awam akan melihat keindahan dalam format naskah tersebut, yang dihasilkan dari faktor kerapian, konsistensi, pemakaian font yang seperlunya dan tepat.

Berkaitan dengan hal tersebut saya merasa bahwa semua format dalam file tersebut sudah dalam kondisi FINAL (kertas A4 tetapi untuk format A5). Mohon dipahami bahwa naskah saya berisi puluhan atau bahkan ratusan gambar, baik dari file *.GIF atau *.JPG maupun objek file AutoCAD. Jadi kalau ada kata atau kalimat apalagi paragraf yang bergeser, meskipun sedikit maka susunannya dapat bergeser à KACAU. Jadi sebagai editor, ibu cukup membaca ulang dan melihat kejanggalan yang ada, bila ada yang ‘kurang’ silahkan beritahu biar nanti saya edit kembali (pokoknya jangan sampai pusing).

Jika OK, ada baiknya dicetak draft terlebih dulu, lalu saya diberi, agar bisa bantu check lagi, semakin banyak dibaca sebelum di cetak akan memastikan hasilnya sempurna.

Demikian atas perhatian dan tanggapannya diucapkan banyak terima kasih.

Yah, selesai sudah nglemburnya, kembali fokus ke disertasi. O ya, jangan lupa doa agar Tuhan berkenan bukunya laku keras.

Berita-berita terkait tentang buku di atas :

About these ads

83 thoughts on “Buku SAP2000 Edisi Baru Siap Terbit !

  1. Wah selamat pak Wir atas buku barunya. Kok judulnya “Edisi Baru”. Nanti kalo tahun depan keluar edisi baru lagi, judulnya apa donk? “Edisi Lebih Baru” gitu? Kalo tahun depan keluar baru lagi, dikasih judul apa? “Edisi Paling Baru”? Kenapa gak pake “Edisi 2″, “Edisi 3″, dst?

  2. Mungkin nanti judulnya ganti “edisi kinyis-kinyis” atau “edisi anyar” gitu lho. Yah gitu lah Antony, kalau sama penerbit, katanya judul itu lebih bernilai pasar dibanding yang tadi kamu usulkan. Aku udah ngomong juga sih. Tapi ya gimana lagi, tapi itu untung hanya sebatas sampulnya aja. Kalau bagian dalamnya sih masih sepenuhnya dalam kendaliku.

    Kalau mau tahu, judul tentang “rekayasa konstruksi” itu juga tidak dikenal di komunitas teknik sipil, ada sih tetapi beda sekali dengan maksud yang akan disampaikan. Tetapi gimana lagi, itu juga yang ngusulin penerbit dan ternyata di pasar laku juga. Soal marketing masih bingung sih. Yang bener itu gimana sih. Khususnya untuk buku-buku teknik sipil.

    O ya, buku itu aku udah tawarkan ke penerbit-penerbit lain, tetapi yang berani nyetak 2500 eksp hanya Elex itu juga. Penerbit terbesar sih, yang lain paling-paling beraninya 1500 eksp. Nggak tahu kenapa, mungkin bidangnya kali, yaitu teknik sipil. Kalau manajemen, wah bisa ribuan lho. Itu Tung Desem Waringin bahkan nyampai 10,000 , laku keras lagi. Itu apa juga nunjukin bahwa orang teknik sipil disini “nggak suka baca ya”. O ya, kalau buku komputer aja masing mending, orang Elex berani langsung 3000 eksp. (bukuku pertama bahkan dicetak ulang, jadinya 6000 eksp).

    Aku lagi mikir, gimana bikin novel atau komik gitu, karena kalau bagus, cetaknya bisa puluhan ribu. Bisa kaya lho.

    Antony, kamu mbok kirim naskah ke Elex, biar bagi-bagi ilmu gitu lho ke temen-temen lain yang masih di Indonesia.

    Nb: belum sempet nulis ttg sttutgart, nanti ya.

  3. Pa….Kapan Buku SAP 2000 edisi baru terbit?
    Apakah isinya benar-benar baru semua atau edisi lama ditambah bab-bab baru?
    Penerbitnya Apa ?
    Pa kalau bisa tolong dibahas donk cara manual perhitungan gempa statik, dinamik dan Shear Wall.
    Saya Tunggu buku Anda Pa. God Bless U. Trims

  4. Hallo Christian, terima kasih dukungannya. Informasikan ke teman-teman kamu ya. Saat ini aku sedang mereview ulang dulu materi lama. Nggak semua baru sih, tetapi dua bab yang aku tambahkan benar-benar orisinil dan baru sama sekali, aku belum pernah lihat tulisan itu sebelumnya (kecuali aku yang nulis ya). Jadi meskipun tidak semua baru, tetapi tambahan yang ada sangat layak untuk dibaca. Jadi tetap beli ya :)

    Penerbitnya tetap sama, PT. Elex Media Komputindo, penerbit buku-buku komputer terbesar di Indonesia dan terbaik. Betul khan. ;)

    Tentang gempa, rasanya belum aku bahas di bukuku ini. Karena aku merasa kalau bicara ttg gempa sebaiknya pakai ETABS, yang memang #1 untuk perencanaan gedung tahan gempa. Juga aku belum merasa expert utk bicara ttg gempa, jadi cenderung aku hindari dulu.

    Ok, Christian, info keteman-teman ya. Jangan sampai kehabisan. Nyetaknya nggak banyak lho.

  5. menurut saya , yang masih menduduki perkuliahan teknik sipil…. penggunaan buku SAP2000 dari bapak sebelumnya sangat bagus dan sangat mendetail…

  6. GOD BLESS U

    Saya mau Tahu gimana caranya design jembatan Balok T dan Menara Radio Tinggi 60 meter dengan menggunakan SAP2000.
    mohon diinformasikan secara detail perhitungannya, juga saya membutuhkan bantuan bapak mengenai buku petunjuk panduan GPRS secara lengkap terperinci.

    atas bantuan dan kerjasamanya saya ucapkan terimakasih

  7. **mas adhitiri**
    Terima kasih, nanti yang Edisi Baru lebih baik lagi lho.

    **mas Ronal S.**
    Balok T , beton bertulang ? Mendesain tulangannya ?
    itu sudah ada di buku saya ke 3 yaitu “aplikasi rekayasa konstruksi dengan visual basic 6.0″

    Menara radio tinggi 60 meter -> kalau tinggi seperti itu biasanya ada dua pilihan, kalau radio bisa pakai guyed-tower (pakai kabel) kayak menara indosiar, rangkanya kecil tapi perlu luasan untuk menempatkan kabel. atau pakai rangka batang, luasan tanah kecil tapi struktur rangkanya besar.

    Kalau saya diminta menghitung seperti itu maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

    1. pelajari terlebih dahulu persyaratan teknis untuk antena tersebut, apakah batang besinya misalnya harus terisolasi dari tanah, rangkanya itu jadi antena, misal pada radio gelombang panjang / MW, kalau FM mungkin lebih gampang, apalagi menara BTS, antena numpang di struktur menara kita. Ini penting karena akan mengarahkan sistem-sistem struktur apa yang dapat di pilih.

    2. juga persyaratan kinerja struktur yang dibutuhkan antena tersebut, misal struktur harus kaku, tidak mudah bergoyang. Saya baru tahu itu karena pada menara BTS misalnya kalau strukturnya bergoyang sedikit maka ‘tembakan’ antena bisa meleset, ingat jangkauan gelombang radio karena gelombang sangat pendek (UHF atau apa ya) sangat fokus. Jadi ada persyaratan bahwa untuk kondisi angin tertentu maka lendutan lateral harus kurang dari nilai tertentu. Ingat, struktur yang kuat dan kaku itu tidak berarti kalau ada angin tidak bergoyang sama-sekali.

    3, Setelah itu, pelajari kondisi fisik alat-alat yang akan dipasang pada antena tersebut, bagaimana cara memasangnya, dimana kemungkinan-kemungkinan alat itu dipasang. Ini penting untuk memperhitungkan kemungkinan adanya eksentrisitas akibat beban tersebut, juga beban angin tambahan akibat cara atau bentuk alat yang dipasang tersebut. Berdasarkan data-data tersebut maka beban-beban akibat peralatan pada struktur menara dapat diprediksi.

    4. Jika sudah, maka saya sarankan, lihat bentuk-bentuk menara radio tinggi yang mirip dengan karakteristik bangunan anda. Mencontoh / nyontek. Ini merupakan strategi paling gampang, tapi ingat. Jangan telan mentah-mentah bentuk yang sudah ada. Pelajari mengapa dipilih bentuk itu, apa keunggulannya coba bandingkan dengan bentuk lain yang mungkin ada. Jelas untuk itu diperlukan wawasan yang lebih luas. Yak, itu benar. Anda khan bukan hanya tukang hitung saja bukan, tetapi engineer.

    5. Ingat untuk dapat melakukan perbandingan maka anda perlu melakukan analisa struktur dan desain penampang. Berkaitan dengan hal tersebut anda harus mengacu pada peraturan-peraturan atau code-code yang sesuai. Untuk bentuk struktur yang tidak biasa, rasanya code Indonesia atau SNI belum tersedia. Jadi akan lebih baik jika anda punya rujukan dari negeri lain. Cari itu, misal dari ASCE atau AISI atau apa ya **saya nggak punya**. Tapi menurut perkiraan saya maka beban angin akan lebih menentukan dibanding gempa,

    yak setelah dilakukan perbandingan dan mengevaluasi sistem struktur yang diusulkan (jangan hanya satu lho, khan ada komputer) maka anda akan mendapatkan. Ini struktur yang cocok untuk menara anda.

    gitu aja ya, yang dimaksud dng terperinci.

  8. Pertama saya ucapkan trimakasih atas tulisan2 bapak yang telah menambah wawasan saya.

    Saya adalah mahasiswa di salah satu PTN di sumbar, saat ini sedang mengerjakan tugas akhir ttg analisa sistem struktur bangunan tinggi dengan menggunakan program SAP dan ETABS. dan karena terdapat variasi jumlah lantai diatas 40 lantai, saya harus memakai analisa gempa dinamis. yang ingin saya tanyakan adalah:

    1. Mana yang lebih tepat saya gunakan : Time History atau Respon Spektra? karena disatu referensi disebutkan bahwa Respon Spektra hanya dapat digunakan untuk SDOF, namun di referensi lain disebutkan juga bahwa Respon Spektra dapat dikembangkan untuk MDOF. (dalam hal ini model struktur yang saya gunakan simetris). Dan kalau bapak berkenan tolong jabarkan keuntungan dan kerugian dari masing-masing penggunaannya.

    2. Jika saya menggunakan Respon Spektra di SAP, Apa perbedaan model combination dan directional combination pada Respon Spectrum Case Data?

    3. Jika saya menggunakan time history function, hal-hal apa saja yang harus saya sesuaikan?

    Terima kasih atas perhatiannya, mohon bapak berkenan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya.. sekali lagi terimakasih.

  9. sdr Fikri

    Ya bangunan bertingkat tentu saja MDOF, dengan digunakan komputer tentu saja tidak terlalu banyak kelihatan apakah problemnya SDOF atau MDOF.

    Analisis dng Response Spectrum dalam kasus nyata (pekerjaan) akan lebih praktis dibanding Time History Analysis. Memang untuk hasil yang lebih teliti (?) dipakai Time History Analisis. Tetapi ingat prosesnya terlalu banyak, yaitu untuk tiap-tiap gempa tertentu perlu dievaluasi dan pada setiap evaluasi datanya sangat banyak sehingga masalahnya adalah interprestasi data terlalu besar. Ketidak telitiannya nanti di sini.

    Umumnya Time History Analisis diperlukan untuk dibandingkan dengan analisa pushover untuk melihat perilaku struktur pada kondisi inelastik. Tapi programnya sudah beda lagi, biasanya pakai ruomoko (new-zealand) atau drain-2d (usa).

    Umumnya response-spectrum untuk proses desain untuk memastikan apakah perilaku dinamik aman dicapai.

    ‘Model combination’ bukan model tetapi ‘modal combination’, yaitu cara mendapatkan nilai maksimum dari setiap ‘mode’ . Ingat pada dinamik nilainya bervariasi (bolak-bolik) tidak mesti dalam arah yang sama (program sap atau etab adalah program 3D penuh), sedangkan directional comb jika yang direkam pada arah tertentu saja.

    Time-history function yaitu untuk memasukkan data-data rekaman gempa yang akan dipakai. diprogram sudah tersedia data gempa el-centro.

    gitu aja ya :)

  10. Selamat buat Pak Wiryanto akhirnya dapat menyakinkan pihak PT. Elex Media Komputindo untuk menerbitkan Karya Ilmiah Bapak semoga bermanfaat baik dunia konstruksi di Indonesia, sekali lagi Selamat.

  11. Terima kasih mas Kadar,

    Tapi yang lebih penting lagi adalah meyakinkan teman-teman di dunia konstruksi sendiri bahwa buku tersebut bagus dan mau membelinya.

    Bantu diinformasikan tentang buku tersebut ya mas.

    Karena menurut litbang Elex, buku tsb dari catatan yang ada belum bisa dikatakan laris seperti buku-buku komiknya atau manajemen-nya.

    Oleh karena itu mereka hanya berani nyetak 2500 eksp aja, padahal standar mereka umumnya utk buku-buku komputer adalah 3000. Ini emailnya:

    DH,

    Pak Wir, emailnya yg cukup panjang & detail sudah saya baca. Terimakasih atas semua penjelasannya, termasuk saran-sarannya yg membangun.

    Mengenai oplah, terus terang penentuan jumlah oplah bukan berada di tangan redaksi, tapi ada di bagian Litbang/Pemasaran. Tentunya penentuan oplah ini juga didasari atas pengamatan (sales) topik sejenis yg ada di pasar atau yg sudah pernah Elex terbitkan.

    Dari diskusi intens kami sebelumnya bersama mas Ari, oplah buku ini memang sudah ditentukan sebanyak 2500 exp. Oplahnya belum berani sampai 3000 exp karena kami melihat historis penjualan buku edisi pertama tdk terlalu spektakuler banget. Suatu buku dikatakan bagus/memuaskan penjualannya jika habis dalam waktu 6 bulan sejak buku itu terbit pertama kalinya. Utk buku SAP2000 edisi pertama, stoknya hingga saat ini (setelah 2 tahun lebih terbit) masih ada sektiar 100an exp di perwakilan Surabaya & Yogya.

    Memang banyak faktor penyebab laku-tidaknya suatu buku. Utk buku edisi kedua kami tetap optimis bahwa buku ini bisa mendapat respon yg baik dari masyarakat pembaca, khususnya para mahasiswa fakultas teknik. Tapi optimismenya tetap kami ukur sesuai historis penjualan buku sebelumnya, dan akhirnya ditetapkan di angka 2500 exp. Mudah2an nanti sales-nya bagus & bisa cetak ulang lagi dalam waktu singkat.

    Teriam kasih,

    Vincent

  12. Selamat Sore Bapak Wiryanto,

    saya mahasiswi S1 Teknik UNS di Solo, saya melakukan analisis pada kolom balok baja dengan bricks element (metode FEM) dengan memakai SAP yang outputnya berupa tegangan (S), yang ingin saya tanyakan..benarkah SAP tidak bisa menampilkan output regangan (strain) dan jika saya hendak melihat hubungan tegangan dan regangan dari hasil SAP berupa tegangan tersebut caranya bagaimana ?. dan adakah buku Bapak yg membahas bricks element?

    Terima kasih atas bantuannya dan Tuhan memberkati :) .

  13. sdri Santi
    di SAP tidak dikenal yang namanya bricks element, mungkin yang dimaksud adalah element Solid (element tiga dimensi). Element tersebut jarang dipakai oleh orang struktur, karena umumnya dapat didekati oleh model 2D, misalnya memakai element SHELL.

    Buku saya membahas element Shell utk aplikasi plane-stress (difungsikan membran-nya saja). Materi ini cocok dengan materi S1 ttg tegangan-regangan. Untuk solid, teorinya nggak diberikan di tingkat S1. Omong-omong apakah anda di UNS diberi pelajaran tersebut. Hebat lho. **tetapi rasanya terlalu berlebihan**

    Untuk element solid, tegangannya yang ditinjau juga 3D, wah saya sendiri baru belajar, pusing juga itu. Hebat anda.

    Kalau untuk element 2D (plane stress) , buku saya yang terbaru membahas cukup lhah. Saya melihat untuk buku berbahasa indonesia belum ada tuh yang membahas seperti itu. **pokoknya berani dibandingkan**

    Untuk element 2D, atau element dengan tegangan bidang (2D) maka outputnya hanya berkaitan dengan tegangan saja. Sedangkan lendutan yang dihitung bukan lendutan element tetapi lendutan nodal.

    Bagaimana mencari regangan ? Kalau untuk kasus elastis khan gampang, regangan = tegangan / E (modulus elastis).

    Gitu dulu ya !

    O iya jangan lupa, tolong dong sampaikan ke dosen anda, agar mau ikut berpartisipasi (aktif = mengirim abstrak) dalam seminar internasional di UPH sept besok.

    trim ya Santi.

  14. Terima kasih informasi terbaru buku ‘terbaru’ karya pak Wiryanto. Tentunya kalo sudah beredar, saya diberi info lagi. Sukses selalu buat Pak Wiryanto.

  15. Saya ingin beli buku SAP2000 Edisi Baru tapi di Jogja sampai sekarang belum ada barang yang datang ke toko buku.
    Trims.

  16. hallo mas wiryanto…senang bisa berbicara teks dengan anda.

    1. Saya ingin minta saran anda mengenai prinsip dasar bagaimana sebaiknya kita menuangkan gambar design yang akan kita analisa ke dalam SAP 2000, terutama untuk design bangunan dengan letak kolom yang tidak simetris di tiap lantainya maupun menyikapi bentang2 balok yang terlalu panjang dan lebar pada sisi lantainya.

    2. Pertanyaan lain saya adalah, bagaimana filosofinya SAP2000 saat analisa frame 3D, balok anak menjadikan balok induknya terbagi akibat eksekusi perintah select all element lalu break at intersection dilakukan. Bukankah balok induk tersebut seharusnya satu kesatuan elemen yang nantinya terbebankan oleh point load akibat dari balok anak?

    tolong dijawab yah mas, saya pengen sekali mengetahui karakter dari software SAP2000 ini. Seperti pepatah bilang tak kenal maka tak sayang…trims mas wir

  17. Hallo mas Nicholas,

    **letak kolom yang tidak simetris di tiap lantainya**
    Tetapi kolomnya tetap menerus bukan. Jika kolom tidak terletak beraturan maka sistem balok jadi sulit, untuk itu kadang-kadang konfigurasi lantai flat-slab atau flat-plate dapat menjadi solusi yang simpel. Untuk menghitung lantai seperti itu maka program yang sering digunakan adalah SAFE dari CSI juga. SAFE singkatan dari Slab Analysis by Finite Element.

    **bentang balok yang terlalu panjang**
    Hati-hati jika memakai Reinforce Concrete, analisis anda belum memperhitungkan crack. Jika lebih dari 10 m sebaiknya sudah mulai dipikirkan Prestressed Concrete.

    **filosofinya SAP2000 saat analisa frame 3D**
    Pada buku Edisi Baru ada tambahan yaitu Bab 8 yang judulnya adalah Engineering Judgement, disana dibahas suatu struktur lantai 3D karena sistem pelaksanaan dan kenyataan di lapangan menyebabkan pemodelan 3D juga berbeda. Jika tidak diperhatikan dengan baik maka harapan untuk berperilaku 3D bisa saja tidak terwujud. Selama ini rasanya belum ada orang yang membahas seperti yang ada di Bab 8 tersebut. Untuk yang berbahasa Indonesia, rasanya materi pada bab 8 tersebut belum ada yang nulis, bahkan profesor sekalipun.

    Kita berbicara balok induk dan balok anak jika analisis kita mengandalkan analisis 2D (rangka bidang). Kita yang menentukan mana yang balok induk dan mana yang balok anak. Intinya balok induk memikul balok anak, dan bukan sebaliknya.

    Sedang untuk analisis 3D, tidak semudah itu, karena mana yang jadi induk dan mana yang anak tergantung dari kekakuan masing-masing balok tersebut dan juga jenis tumpuan (konfigurasi struktur) yang bekerja padanya.

    **mengetahui karakter dari software SAP2000 ini**
    Untuk itu silahkan membaca buku saya ke-4 ini, rasanya dengan tebal sekitar 590 halaman , materinya cukup untuk hanya sekedar mengetahui karakter program tersebut.

    Jangan lupa ya, beli buku tersebut setelah beredar pada akhir bulan ini. ;) :)

  18. Pa’ Saya tunggu bukunya jangan lupa di daerah (Palembang) kirim bukunya yang banyak. Soalnya peminatnya banyak. Saya punya buku karangan pa’ Wiryanto, soalnya lain dari yang lain.

    Semoga sukses

    trim’s

  19. Mas Edi Yanson, di Palembang.
    Terima kasih ya, telah memilih buku saya. Jika banyak yang mau membaca tulisannya, maka pasti penulisnya senang sekali dan akan semakin bersemangat menulis. Jadi memang benar juga, bahwa penulis-penerbit-pembaca sebagai sebagai tiga kesatuan yang saling membutuhkan.

    **Soalnya peminatnya banyak**
    Ah, yang benar mas. Kemarin pernah ada diskusi dengan penerbit, karena topiknya pada buku saya khusus, hanya cocok dipakai oleh orang-orang tertentu (berlatar belakang teknik sipil) maka tentunya hanya ada di kota-kota besar, khususnya yang mempunyai sekolahan teknik atau universitas.

    Jadi bahkan kemarin ada ide bahwa buku saya hanya akan diedarkan di kota-kota besar di P. Jawa, sedangkan di luar Jawa hanya kota-kota tertentu yang sudah jelas banyak peminatnya yaitu misalnya Medan atau Makasar. Kenyataannya ada pembaca dari Palembang juga ya.

    Jadi gimana ya, untuk kota-kota lainnya. Karena masalahnya kalau disebar demikian (kesemua kota) dan kemudian tidak ada yang beli, maka dianggap bahwa bukunya stagnan. Tidak laku, untuk kota-kota tertentu, padahal di sebagian tempat ada yang nyari. Susah juga ya.

    Bagi pembaca di luar kota Jakarta, khususnya kota-kota kecil, lebih baik via email langsung ke Penerbit ya di:

    Layanan Langsung PT. Elex Media,
    telp (021) 5851473-1474,
    email : desy at elexmedia dot co dot id
    atau wisnu at elexmedia dot co dot id

    Pada nggak keberatan khan. Catatan, at = @ sedangkan dot = .

  20. Pak Wir… Saya mahasiswa Unissula Semarang, Saya sedang ambil TA tentang “Analisis Desain Join Balok Kolom Struktur Rangka yang Mengalami Sendi Plastis”.

    Bagaimana cara mandapatkan sendi plastis menggunakan SAP 2000 v.10 ?, dibuku pak Wir yang terbaru ada caranya tidak ? apa ada buku lain yang bisa buat referensi ? program yang lebih tepat saya gunakan SAP 2000 apa ETABS ?.

    Mohon bantuannya….pusing pak… sebelumnya terima kasih atas jawabanya.

  21. Pada buku SAP2000 Edisi Baru ini , saya belum membahas tentang sendi plastis yang anda maksud. Itu cukup advance, pembahasannya juga harus terintegrasi, tidak terpotong-potong, yaitu analisis dan desain bangunan tahan gempa.

    Berbicara tentang sendi plastis, hal itu dibahas pada option push-over analysis. Program SAP2000 dan ETABS dapat melakukan hal tersebut. Mana yang terbaik, karena saya belum mencoba dan membandingkannya maka saya kurang tahu. Tapi kalau bangunan bertingkat tinggi mungkin ETABS lebih baik karena memang dikhususkan untuk analisis dan desain struktur seperti itu.

    Pusing ? Yah jangan dianggap pusing lha. Itu tugas khan ada pembimbingnya, jika itu judul dari dosennya mestinya beliaunya juga tahu kira-kira apa yang harus dikerjakan. Khan tinggal tanya aja. Namanya pembimbing , lha itu tugasnya. (eh itu kalau di UPH, tapi mestinya sama juga ya).

    Salam

  22. Terima kasih pak atas jawabanya.

    Oh ya saya sudah beli buku bapak, ada push-over tapi saya kurang jelas cara menginput datanya. bapak bisa menjelaskan tidak ??

  23. Mas Emil, di buku saya yang baru tersebut belum membahas tentang push-over. Karena menurut saya terlalu advance.

    Coba down-load paper saya ketika presentasi di Semarang, yang kayaknya saya muat lagi di Jurnal Teknik Sipil UPH. Paper tersebut membahas push-over analysis sesuai FEMA tetapi untuk struktur baja, untuk beton saya belum buat.

  24. Oh ya, pak Wir saya sudah beli buku Aplikasi Rekayasa SAP2000 – versi yang Baru isi bukunya sudah bagus,,,

    Saya ingin agar lain waktu, Bapak bisa mengeluarkan buku SAP2000 yang lebih menitik beratkan tentang pembahasan perencanaan jembatan dengan detail …

    Thank ya pak..mohon kerja samanya

    >>Rikhi A Teknik Sipil UII jogja

  25. Terima kasih Rikhi, anda sudah membeli buku saya. Semoga bermanfaat dan mau merekomendasikan ke teman-teman yang lain.

    Saran anda cukup spesifik, terlalu khusus, apa peminat / pembacanya banyak ya. Tapi ok ditampung dulu ya, kita lihat respons buku saya yang ini yang relatif lebih umum. Kuncinya di penerbit, jika mereka puas dengan hasil penjualan sebelumnya maka judul berikutnya biasanya lancar tetapi jika sebaliknya.

    Jadi sekali lagi, bantu informasikan di UII ya, keteman-teman mahasiswa juga ke bapak-ibu dosennya.

  26. pak wir saya mau tanya lagi tentang push-over..menurut bapak TA tentang pushover terlalu advance gak.saya sudah cari2 tapi kebanyakan itu buat thesis.

    jujur ja dosen pembimbing saya juga belum menguasai tentang pushover..ada program lain gak selain SAP/ETAB yang kursus cari sendi plastis??terima kasih pak..

  27. Pushover-nya sendiri sebenarnya kalau sudah tahu sederhana karena yang mengerjakannya kan program. Yang susah adalah memahami hasilnya, apa makna atau artinya, kalau udah dikerjain lalu untuk apa. Ini khan membahas perilaku in-elastik bangunan, perilaku pasca runtuh, sifatnya non-linier.

    **jujur aja dosen pembimbing juga belum menguasai pushover**
    Kalau dosennya aja nggak tahu. Lalu siapa yang bisa tahu bahwa pekerjaan anda benar atau salah. Itu kayaknya pekerjaan sia-sia lho, anda nggak akan mendapat nilai tambah apa-apa.

    **cari sendi plastis**, ya ada, program itu umumnya dipakai untuk riset ttg pushover atau semacamnya yaitu DRAIN-2D ( http://nisee.berkeley.edu/elibrary/getdoc?id=241279 ) dan IDARC2D ( http://civil.eng.buffalo.edu/idarc2d50/ ). Tetapi umumnya cara pakainya masih primitip, lebih gampang SAP2000 atau ETABS. Kalau mau coba silahkan, tapi yang sabar ya.

  28. Buku yang membahas push-over ada yaitu “Earthquake Engineering from Engineering Seismology to Performance Based Engineering” edited by Yousef Bozorgnia dan Vitelmo V. Bertero, terbitan CRC Press 2004. Ada di perpustakaan UPH.

    Yang bahasa Indonesia, kayaknya kalau buku belum ada. Kalau paper sudah banyak lho, yang banyak nulis tentang push-over adalah Prof. Bambang Budiono dari ITB dan Prof. Benjamin Lumantarna dari PETRA. Biasanya beliau menyampaikannya di seminar nasional seperti HAKI.

  29. Wah trims mas Wir, atas commentnya.. terhadap pertanyaan saya beberapa waktu yg lalu…

    Sebenarnya banyak pertanyaan yang saya ingin ajukan, tetapi berhubung bukunya sudah mo keluar/ bahkan sudah keluar yah ? jadi saya akan pelajari dulu, mungkin nanti ada yg tidak saya pahami saya akan ganggu mas Wir lagi dengan pertanyaan-pertanyaan saya..hehehe, maklum mas, saya termasuk junior untuk aplikasi SAP2000…

    O iya satu hal lagi bahwa saya support banget forum ini, jangan sampe hilang atau terbengkalai mas Wir, VIVA Indonesian Civil Engineering …

    salute to mas Wir

  30. Mas Wir, saya udah beli bukunya..
    Isi & bahasa penulisannya bagus, enak bacanya..
    Tapi berhubung saya msh awam untuk SAP2000, boleh dong nanya2 ke Mas Wir kalo ada yang kurang jelas?

    Thanks.

  31. Terima kasih mas,
    dimana anda membelinya, kelihatannya tidak setiap toko buku ada lho. Ini baru saja dari Gramedia Merdeka Bandung, udah ngubek ke tiap rak, eh ternyata bukuku nggak ada. **kecewa**

  32. Pak Wiryanto,
    Saya sedang mempelajari buku bapak tentang elemen Truss 2D, ada yang saya kurang pahami.

    Pada bab ini (saya baru baca satu bab) di pembahasan bapak seperti menggantungkan permasalahan karena bapak tidak menjelaskan bagaimana cara menghilangkan pengaruh momen akibat beban merata.

    Dan saya pun mencoba dengan model lain namun hasilnya tetap sama walaupun modification factor pada momen inertia sudah saya nol kan dan pada fasilitas design pengaruh momen tersebut masih masuk dalam perhitungan tegangan.

    Karena saya penasaran akhirnya saya bandingkan dengan program STAAD Pro, ternyata hasilnya sedikit berbeda STAAD Pro sudah mampu menghilangkan pengaruh momen (yang timbul hanya gaya tekan/tarik dan geser saja). Mohon penjelasannya pak, terima kasih banyak…..

  33. Bapak seperti menggantungkan permasalahan karena Bapak tidak menjelaskan bagaimana cara menghilangkan pengaruh momen akibat beban merata

    Mas Agung yang terhormat, saya tidak menggantungkan permasalahan dengan tidak membahas cara menghilangkan pengaruh momen akibat beban merata. Karena menurut saya itu tidak perlu dibahas, karena memberi beban merata pada prinsipnya adalah bukan untuk elemen TRUSS.

    Untuk menjelaskan hal tersebut, perlu dipahami terlebih dahulu, apa yang dimaksud dengan Element TRUSS dan tolong bedakan dengan Struktur TRUSS. Nggak sama itu.

    Element TRUSS adalah formulasi model element satu dimensi (sama seperti FRAME) yang hanya memperhitungkan kekakuan aksial, yaitu AE/L.

    Sedangkan struktur TRUSS, adalah struktur yang disusun oleh bentuk-bentuk segitiga, yang apabila dibebani pada titik nodal (buhul) maka gaya-gaya dalam yang terjadi adalah gaya aksial.

    Dua hal yang berbeda khan. Jadi Element TRUSS digunakan sebagai formulasi matrik untuk menyelesaikan Struktur TRUSS tersebut sehingga dapat diperoleh gaya-gaya dalam berupa gaya aksial (tekan / tarik) dan lendutan yang terjadi.

    Jadi berangkat dari pernyataan bahwa Element Truss hanya memperhitungkan kekakuan aksial, tetapi kemudian anda paksa untuk diberikan beban merata yang tentu saja tidak diberikan pada buhul maka jelas itu menyalahi konsep analisa stuktur yang benar. Jika hasilnya tidak sesuai yang anda maksud ya wajar saja. Sekali lagi SAP2000 hanya tool, tergantung anda sebagai aktor intelektual dibelakangnya.

    Tapi mengapa ketika saya beri beban merata bisa !

    Dalam hal tersebut, itu merupakan optional yang diberikan SAP2000 untuk memudahkan anda mendistribusikan beban merata pada batang tersebut ke titik buhul. Untuk program yang benar-benar memakai Element TRUSS maka akan error, tetapi SAP2000 tidak error : inilah yang dimaksud sebagai bantuan ke anda. Ini memang maksud baik SAP2000, jika anda tahu. Tetapi ketika tidak tahu maka anda anggap suatu kesalahan seperti yang anda tanyakan.

    Jadi pada batang yang diberi beban merata tersebut, jelas tetap harus ada momen, hanya saja, jika anda kasih Inertia di nol-khan maka momennya hanya pada tengah bentang, di titik buhul dianggap sebagai sendi dan tidak mempengaruhi batang-batang yang lain. Jika tidak di-nol-khan maka struktur TRUSS tersebut akan berperilaku seperti FRAME ada momennya. Begitu lho.

    Kebetulan anda membandingkan SAP2000 dan STAAD Pro, dari pernyataan saya diatas, maka jelaslah bahwa ditengah bentang masih terlihat momen, dan itu terlihat pada SAP2000. Karena apa, karena secara otomatis program SAP2000 akan menampilkan gaya-gaya tidak hanya diujung-ujung saja jika di tengah bentang ada gaya yang berbeda. Dalam hal ini SAP2000 sudah berlaku benar, sehingga engineer dapat membuktikan pengertian di atas.

    Sedangkan pada STAAD Pro, mohon dilihat lagi : kelihatannya hanya menampilkan gaya-gaya pada ujung-ujung batang saja, yang mana seperti asumsi semula bahwa di titik buhul adalah sendi-sendi sehingga tidak kelihatan momen tersebut. Tetapi saya yakin momen di tengah bentang masih ada, kenapa, karena anda menyebutkan bahwa selain ada gaya tekan/tarik maka terlihat juga GAYA GESER.

    Jadi kesimpulannya bahwa program SAP2000 memberikan warning yang benar ke engineer daripada program STAAD Pro. Untung anda kritis, jika tidak, dan langsung bilang : bahwa STAA Pro hasilnya lebih baik maka dalam kenyataannya anda bisa kecewa.

    Sebagai contoh, anggap saja anda mempunyai struktur truss dari batang siku dengan batang yang cukup panjang, misal 4-6 m. Pada waktu perhitungan truss anda bebankan berat atap genteng sebagai beban merata. Yah bisa-bisa saja, lalu anda abaikan momen (karena di STAAD Pro tidak kelihatan). Anda hitung dan jadi dibuat, lalu karena anda merasa bahwa di analisis anda ketika diberi beban merata nggak apa-apa lalu sehingga dalam praktek anda laksanakan juga. Maka jika kapasitas siku yang terpasang mepet, bisa saja struktur atap anda bisa melengkung, kenapa ? Karena sikug pada bagian atas yang mengalami tekan akan timbul juga momen. Bisa over-stress.

    Catatan : untuk bentang-bentang pendek mungkin tidak terjadi (tidak kelihatan). Kenapa ? Karena kenyataannya dibantu kondisi real sambungan buhul yang kaku tidak seperti di model-nya yang kita anggap sendi.

    Demikian penjelasan yang dapat saya sampaikan.

    Ingat bahwa apa yang anda analisis dengan program hanyalah MODEL bukan stuktur real. Bagaimana mengubah real ke model hanya engineer yang dapat melakukan dan yang dapat mereview apakah memang komputer telah bekerja dengan baik. Untunglah bahwa struktur-struktur yang biasa dilaksanakan adalah struktur-struktur yang umum sehingga sudah diketahui bahwa struktur seperti ini modelnya adalah seperti itu, dsb. Jadi ada anggapan bahwa struktur real = model. Padahal bukan seperti itu.

  34. Terima kasih Pak atas penjelasannya……

    Ternyata masih banyak yang harus saya pelajari…tapi masih ada sedikit yang mengganjal….kalau saya tidak salah mengerti dari uraian di atas, bapak menunjukkan bahwa pengaruh momen memang harus diperhitungkan pada struktur TRUSS, karena yang saya tahu selama ini TRUSS tidak boleh ada momen (mungkin saya salah pengertian tentang hal ini). Bila pengaruh momen harus diperhitungkan mengapa pada analisa secara manual hal itu tidak di tinjau..????

    Pak, kalau pada titik buhul sambungannya bukan menggunakan baut tapi las, apakah pengaruh momen pada titik itu harus ditinjau karena sambungan las merupakan sambungan kaku…????

    Thanks

  35. Jika anda menempatkan pembebanan (terpusat atau merata) pada elemen batang dan bukan pada titik buhul stuktur TRUSS maka anda harus memperhitungkan momen yang timbul.

    **mengapa pada analisa manual tidak di tinjau .. ????**
    Coba anda lihat cara manual yang anda pakai, beban anda tempatkan di mana, di titik buhul bukan.

    **sambungan las merupakan sambungan kaku…????**
    Ya jelas, ingat struktur real tidak sama struktur model, itu hanya representative perilaku mayor dari real.

    Tapi mengapa sambungan kaku bisa dianggap sendi ?. Wah, mas Agung perlu nih, sekali-sekali mengikuti kelas saya di UPH.

    Itulah prediksi saya selama ini, dosen-dosen di perguruan tinggi memang pintar mengajarkan metode-metode analisis struktur, meskipun tujuan utama-nya sendiri yaitu mempelajari perilaku struktur belum bisa ditransferkan (atau mungkin memang tahunya : ngajar metode analisis-nya saja ya).

    Tujuan analisa struktur adalah untuk mempelajari perilaku struktur akibat suatu aksi luar. Jadi, mengetahui bagaimana struktur yang di las bisa berperilaku seperti truss itu sebenarnya yang perlu dipelajari, bukan cara menghitung pakai metode joint atau potongan. Meskipun sebenarnya dengan memahami hal tersebut dapat diperoleh pemahaman yang benar tentang perilaku struktur yang dimaksud. Tentunya jika ngajarnya benar dan tidak terkecoh mengajarkan mahasiswa hanya sekedar sebagai tukang hitung saja.

    Moga-moga tahu maksud saya. Agak idealis sih.

  36. Coba anda lihat cara manual yang anda pakai, beban anda tempatkan di mana, di titik buhul bukan

    Memang pak kalau cara manual kita menempatkan beban di titik buhul karena asumsi beban hanya boleh di titik buhul (yang saya tahu). Makanya saya bingung mengapa SAP2000 meninjau pengaruh momen di tengah bentang (dalam proses pembelajaran saya selalu mem-verifikasi hasil hitungan Program dengan manual). Ternyata pengaruh momen ini timbul akibat berat sendiri, pada cara manual berat sendiri di asumsikan menjadi beban buhul. Nah, pertanyaan lagi nih Pak….apakah boleh kita meng-asumsikan berat sendiri menjadi beban di titik buhul..????

    …..dosen-dosen di perguruan tinggi memang …..

    Saya setuju pak mengenai hal ini, karena sejujurnya banyak yang belum saya pahami mengenai pemakaian metode2 perhitungan yang mereka berikan, kapan dan bagaimana metode itu harus digunakan.

    Pak, saya belum mengerti tentang mengapa sambungan las bisa dianggap sendi..???

    Agak idealis sih.

    Saya senang orang yang idealis Pak, karena mereka orang2 yang dengan konsekuen mempertahankan prinsipnya. Saya juga idealis kok…. he..he..he…

  37. Pak Wir….maaf ya kalo banyak nanya, soalnya cari tempat bertanya sekarang ini sulit dan mungkin selama saya mempelajari buku bapak akan banyak pertanyaan yang saya ajukan….:-)

    Terima kasih

  38. Nah, pertanyaan lagi nih Pak….apakah boleh kita meng-asumsikan berat sendiri menjadi beban di titik buhul..????

    Itu masalah pemodelan mas Agung.
    Apapun strategi model yang anda pilih selama anda tahu konsekuensi memakainya juga nggak apa-apa.

    Masalah pemodelan dalam hal ini adalah masalah yang paling susah dalam analisis struktur, baik yang klasik maupun yang berbasis komputer. Saya bilang itu ada seninya. Kadang-kadang jawabannya hanya berlaku kasus per-kasus. Sama susahnya untuk mengevaluasi apakah jawaban hasil komputer sudah benar atau belum. Untuk kasus-kasus yang umum sih nggak masalah, tetapi untuk yang nggak umum, perlu keberanian engineer. Ingat pernyataan Prof. E. L Wilson ttg Engineering Judgement yang saya kutip di seminar di PU dulu.

    Masalah pemodelan dan interprestasi hasil komputer, untuk struktur-struktur yang tidak umum seperti yang terjadi di kantor konsultan besarpun masih memerlukan pak Wiratman (waktu itu belum Prof) untuk turun tangan sendiri, apalagi untuk struktur-struktur yang ‘beresiko’. Proses analisis dengan komputer-nya sih dilewati, bisa diserahkan anak buahnya (yunior).

    Ada baiknya: anda membaca buku prof. Ian. A. MacLeod (University of Strathclyide) yaitu ANALYTICAL MODELLING OF STRUCTURAL SYSTEMS – A Entirely New Approach with Empahsis on Behaviour of Building Structures. Saya punyanya copy-an, sudah buluk, di perpustakaan UNPAR kayaknya ada. Itu cukup menarik, tetapi untuk memahaminya memang tidak gampang, tetapi rasanya akan membantu pertanyaan-pertanyaan anda yang lain.

    saya belum mengerti tentang mengapa sambungan las bisa dianggap sendi..???

    Siapa bilang boleh dianggap sendi, kita tadi khan bicara tentang struktur TRUSS. Pernyataan anda seakan-akan berlaku umum bahwa las dapat dianggap sambungan sendi. Ya nggak benar itu. Sambungan las merupakan sambungan yang RIGID, yang berbeda dengan sambungan baut. Meskipun demikian, baut yang tidak RIGID-pun, tidak dengan sendirinya akan berperilaku seperti SENDI. Nggak sesederhana itu mas.

    Jadi kasus pernyataan saya sebelumnya hanya benar jika itu struktur TRUSS gitu lho mas.

    Jadi itulah sebenarnya tujuan belajar kita, memahami perilaku tiap-tiap struktur, apa yang boleh apa yang tidak dan bagaimana solusi penyelesaiannya yang sederhana tanpa mengurangi ketelitiannya, dst-nya dan

    akhirnya berkulminasi pada INOVASI sistem struktur yang paling cocok untuk suatu proyek tertentu.

    Itulah mengapa pendidikan ENGINEER masih diperlukan. Karena kalau tidak maka semuanya cukup diselesaikan oleh KOMPUTER, engineer pada nganggur aja. Masih mending kalau engineer-nya bisa ngajar kayak saya, jika tidak. Khan kasihan nanti.

    maaf ya kalo banyak nanya

    Nggak apa-apa mas, saya nyadari juga, bertanya itu nggak gampang. Jadi di kelas, di UPH, saya selalu mendorong mahasiswa untuk bertanya, meskipun kelihatannya sepele akan saya tunjukkan ke anak-anak yang lain bahwa pertanyaan yang sederhana itu dapat mendorong menjelaskan hal-hal yang tidak sederhana. Konsekuensinya, ada juga pertanyaan-pertanyaan yang canggih, yang nggak (belum) bisa dijawab. Kalau sudah begitu, ya bilang aja belum tahu. Gitu aja koq susah. he, he, he… :)

    Soal pertanyaan yang nggak bisa dijawab. Saya jadi ingat makalah saya di ITS dan di PU bersama Prof. Wiratman, berangkat dari permasalahan di kelas yang nggak bisa dijawab. Pada waktu itu keringat dingin juga keluar. Tapi untunglah, saya selalu tidak membiasakan diri untuk selalu merasa ‘sok tahu’ jadi saya bilang aja ke mereka ‘ok kita tunda dulu ya, saya belum bisa menjawabnya hari ini. Ketika di rumah akhirnya ketahuan bahwa masalahnya adalah bukan pada saya tetapi pada program SAP2000, dan memang baru diketahui. Gitu mas.

  39. Saya beli di Gramedia MM Bekasi mas..

    Agak lama juga nyarinya, di rak sipil nggak ada, di rak komputer nggak ada juga .. Saya kira udah habis.. Terus saya tanya ke yang jaga, dia juga nyari-nyari, akhirnya ketemu juga.. hehe .. ;)

    Lega rasanya, soalnya udah bela-belain lewat jalanan rusak di Pekayon ..

  40. Pak Wir…..bapak suka maen ke manga 2 mall ya…..
    pak minta referensi toko yang jual program T.Sipil yang cukup lengkap dong

    by the way….Pak Wir punya contoh, peraturan atau apa saja yang berhubungan dengan design struktur tower tidak ya ?

    Thanks
    Regard

  41. Alamatnya nggak ada, tapi dia ninggalin info : kunjungi http://www.e-digitalworld.com juga telpon 021-7001-0808 . Kira-kira lantai dua atau tiga gitu, dekat dengan lift tengah di sebelah utara gitu.

    Beberapa kali ke situ, nyoba program-program engineering yang aneh-aneh, aku minta contoh install ama petugasnya, bisa baru dibeli. Sampai rumah jalan semua. Lumayanlah.

    **peraturan untuk struktur tower**
    Wah nggak ada itu.

  42. pak kenapa tidak menulis buku tenyang etabs..apa sih perbedaan antara SAP 2000 dengan ETABS saya lihat menunya banyak yang sama.

  43. Hmm baru baca nih…
    Di SAP2000 memang tidak ada element truss murni..
    yang ada hanya element beam yang bisa dikurangi derajat kebebasannya dan stiffness inertia dan torsionnya dikecilkan.
    Aneh ya..makanya tetap ada moment…..tidak dengan sTAAD, SPACEGASS, MIDAS,GTSTRUDL,RSTAB,dll.
    Truss is truss..
    Beam is beam..

  44. Halo mas Wir,

    saya ada pertanyaan nih, tolong dibantu yah..

    saya kebetulan punya case mengenai hubungan antara frame dengan plate pada analisis 3D. Saya ingin meninggalkan kebiasaan saya menggunakan metode pembebanan amplop pada analisis frame dan sedang mencermati analisis frame pada sap2000 dengan menggunakan plate. Alasannya sih simple aja yaitu dengan plate/pun shell didapatkan perilaku yang mendekati sebenarnya antara plate dan beam nya( baik tinjauan terhadap torsi maupun design output dari plate langsung didapatkan).

    Masalahnya saat ini adalah saya selalu menemukan hasil perhitungan yang cukup signifikan (terutama pada gaya2 dalam dibalok tempat plat menumpu) antara metode pembebanan amplop dan dengan memasangkan plat pada frame yg saya tinjau. Saya sudah melakukan mesh pada plate yang saya sesuaikan dengan pembagian elemen2 balok tempat plat itu bertumpu. Apa mungkin ada hal yang terpenting yang saya lewatkan dalam analisa tersebut? dan dari pengalaman mas wir, seberapa besar seharusnya perbedaan hasil gaya2 dalam khususnya pada balok yang dibebani plat antara metode pembebanan amplop dengan menggunakan plate?

    O iya mas kalo boleh, saya bisa dikirimi flowchartnya prosedur untuk analisis dengan plate pada SAP2000 ga ke email saya (garis besarnya aja mas..) buat pengecekan apakah ada langkah saya yang miss ato tidak? hehe sori kalo ngerepotin mas…

    Trims mas
    viva indonesian civil engineering…..

  45. Sdr. Nicholas,

    Menarik sekali analisis yang anda lakukan, ini untuk penelitian di tingkat S1 atau S2 ? Atau untuk pekerjaan rutin sehari-hari (konsultan struktur). Jawaban berikutnya tentu akan berbeda.

    Jika ini untuk pekerjaan rutin (konsultan), maka untuk mendapatkan hasil yang benar mungkin terlalu mahal jika dibanding dengan metode pembebanan cara amplop.

    Tetapi jika ini adalah penelitian di tingkat S1 atau S2 mungkin maka anda harus paham filosofi dari element-element yang anda gunakan, ini asumsinya paka program SAP2000 ya, dimana :

    Element FRAME adalah element satu dimensi
    Element SHELL adalah element dua dimensi

    Meskipun sama-sama dihubungkan pada titik nodal, yaitu untuk FRAME perlu 2 titik nodal, sedangkan SHELL minimal 3 atau lebih, tetapi perilaku keduanya sangat berbeda. Formulasi penurunan formula pada element FRAME adalah eksak (pada titik nodalnya), jadi nilainya bisa dibandingkan dengan analisis manual klasik. Sedangkan formulasi element SHELL dihasilkan dengan cara interpolasi (shape function), yang mana bisa linier atau quadratik. Dari kedua hal itu saja perilaku kedua element sudah sangat berbeda. Jika solusi element Frame bisa langsung eksak, maka solusi memakai element SHELL: ketelitiannya tergantung dari mesh yang digunakan. Untuk itulah pada element SHELL diperlukan analisis konvergensi, yaitu untuk menentukan apakah mesh perlu diperhalus lagi atau tidak.

    Jadi, dengan memahami itu saja maka usaha anda untuk menggabungkan kedua element tersebut adalah tidak gampang. Menurut saya, untuk mendapatkan hasil yang benar maka solusi pembebanan dengan cara amplop masih lebih mudah pengerjaannya, khususnya jika kekakuan balok relatif cukup signifikan dibanding kekakuan pelat. Balok mempunyai ketinggian minimum 3 kali tebal pelat, lebih tinggi maka asumsi sebagai pembebanan cara amplop akan lebih baik.

    Kenapa saya bilang, cara anda jika untuk pekerjaan rutin kantor akan lebih mahal, adalah : balok terhubung pada kolom perlu dipecah-pecah menjadi segment-segment yang lebih kecil agar dapat bersatu dengan element plate. Kalau hanya dibagi dengan 4 , ya bisa aja, tetapi ya itu khan belum menerus.

    Kalau anda menggabungkan element Frame dng element Shell maka jangan bayangkan bahwa element Shell-nya akan langsung berada di atas dari balok (element Frame) tersebut, seperti balok T. Kenyataan model anda adalah sama-sama pada as-nya, jadi plate seakan-akan di tengah-tengah balok. Dengan demikian kekakuan sebagai balok T tidak secara otomatis terjadi jika anda menggabungkan kedua element tersebut. Anda harus pintar-pintar memasukkan parameter slab untuk memperhitungkan inersia balok, juga untuk menghitung konstanta puntir balok. Jadi dalam hal ini anda harus pintar-pintar menentukan dimensi balok yang diinputkan pada element Frame.

    Berdasarkan hal-hal itu saja maka alasan anda bahwa “dengan plate/pun shell didapatkan perilaku yang mendekati sebenarnya antara plate dan beam nya” koq nggak gampang-gampang juga lho. Bahkan nanti kalau nggak benar maka hasilnya dapat menyimpang jauh dari kenyataan di lapangan meskipun anda sudah menghabiskan banyak waktu dengan komputer anda.

    Saya punya quote untuk pemodelan, yang mana sampai hari ini masih banyak bukti keampuhannya, yaitu :

    dalam pembuatan model analisa struktur dengan komputer, gunakan model yang simple selama hal tersebut bisa anda pahami telah mendekati perilaku struktur real.

    Gitu dulu ya, o ya, prinsip penyelesaian dengan element 2D sudah sedikit banyak saya singgung di buku SAP2000 Edisi Baru. Sudah beli belum ?

  46. thanks for the influence mas…

    Mmm, terakhir saya ke Gramedia-Gramedia di Semarang dan beberapa toko buku di Semarang (kebetulan saya ngejobnya di Semarang mas) masih belum stock lagi tuh mas, pada abis, yah nunggu stock lagi deh mas (nanti tolong dikonfirmasi di forum ini mas, kalo udah mulai stock lagi).

    O iya case saya itu sebenarnya bukan untuk penelitian, tapi memang saya lagi pengen “sok-sokan” aja (hehehe) ngutak-ngatik masalah dengan aplikasi SAP2000, walaupun belum sampai kearah permodelan struktur yang rumit-rumit banget mas. Sebetulnya case yang lagi saya coba-coba dengan SAP2000 saat ini yaitu pelat yang hanya dipegang oleh satu balok pada satu sisi pelat yaitu sisi terpanjang (Ly) plat itu. Masalahnya dari case itu:

    1. Tidak bisa diselesaikan dengan metode pembebanan amplop karena teori leleh/retak 45 derajat pada pelat tidak sesuai kondisi.

    2. Saya belum menemukan teori yang membahas masalah plat yg dipegang hanya oleh satu balok saja, atau teori yg mendekati case ini. ( mohon petunjuk rujukan dari mas wir, buku-buku apa saja yg membahas hal ini) , dan oleh karena itu :

    3. Saya tidak tahu apakah pemodelan kasus itu yg saya lakukan diSAP sudah benar atau belum, karena biasanya output dari penyelesaian case dengan SAP selalu saya compare dengan penyelesaian pakai teori-teori manual yang ada yang saya ketahui. Oleh karena itu saya sedang mencoba dengan analisis frame pada SAP menggunakan plate/shell

    last question for today:
    apa arti dari special joint yang kita tempatkan pada elemen di pemodelan SAP ? apa kah bisa dibilang jepit atau hanya sekedar koneksi antar elemen saja ?

    jika kita melakukan pembagian pada suatu elemen, akan timbul join-joint pada tiap-tiap bagian elemen, apakah joint tersebut sama dengan special joint di menu toolbar?

    mohon masukannya nih mas wir? thanks

    viva indonesian civil engineering

  47. **pelat hanya dipegang satu balok pada sisi pelat terpanjang**

    Lho kalau begitu bukan two-way-slab ya, tetapi slab tersebut adalah one-way-slab . Perencanaan slab seperti khan seperti perencanaan balok biasa (sebagai balok kantilever) lalu di baloknya sendiri (yang menopang pelat) ada torsi yang harus diperhitungkan. Kasus seperti itu untuk desain struktur beton bertulang sudah aku bahas lengkap di buku ke-3 yaitu

    http://wiryanto.wordpress.com/2005/12/31/karya-ilmiah-utama-ke-3-2005/

    apa arti dari special joint ,
    wah saya juga nggak tahu, apa maksudnya. Tapi yang jelas titik nodal adalah bagian yang penting untuk mendapatkan informasi d.o.f (degree of freedom). Apa itu ? Mohon baca di bab 2 bukuku ttg SAP2000, cukup lengkap koq.

    Yah, kelihatannya kalau membaca pertanyaan-pertanyaan anda, alangkah baiknya anda membaca buku-buku tentang f.e.a (finite element analysis), kayaknya terjawab semua di situ. Untuk info buku-buku f.e.a yang baik ada di daftar pustaka di buku ku tersebut.

    Gitu dulu ya mas.
    salam

  48. Dear Pak Wir.
    Saya seorang civil engineer dan sekarang sedang kuliah S2 di salah satu perguruan tinggi di Medan.
    Saya pengen sekali mendapatkan buku SAP 2000 yang anda buat. Dimana saya bisa mendapatkannya. Apa anda juga ada membuat Buku tentang ETABS, dan SAFE. Soalnya saya selalu menggunakan program2x tersebut untuk menganalisa suatu struktur. Tetapi saya rasa, saya kurang puas dengan apa yang saya kerjakan. Karena dulunya saya belajar dari buku dan dari teman2x saya yang memang sudah tahu. Saya ingin memperdalamnya lagi. Oya saya juga mau bertanya kepada anda:
    1. Apakah di program ETABS, dan SAP 2000 bisa menganalisa/mendesain sloof.
    2. Bagaimana cara membuat agar suatu elemen (Bracing) hanya didisain berdasarkan gaya tarik saja. Gaya tekannya dihilangkan.
    Begitu saja dari saya. Dan saya nantikan buku Anda. Terima kasih atas perhatiannya.

    Deddi Iskandar
    Medan

  49. Mestinya di toko buku Gramedia ada ya, tetapi di luar Jakarta takutnya udah habis. Tempo hari ada kabar dari salah satu pembeli di Padang yang melihat di toko buku di sana hanya ada stock 5 (lima) buah yang langsung di beli pada saat itu (April 2007). Jadi karena sedikit stock-nya (di luar Jawa) maka ada kemungkinan sudah habis.

    Pesen aja langsung ke penerbitnya, alamatnya ada di http://wiryanto.wordpress.com/2007/03/20/karya-ilmiah-utama-ke-4-april-2007/.
    Saya nggak melayani pembelian langsung ya.

    Pertanyaan 1 : sloof, tergantung strategi pemodelannya, saya kira bisa aja.

    Pertanyaan 2: disain tarik aja, untuk versi lama (ver 7.4) belum bisa. Untuk SAP2000 versi baru (ver 11) mungkin sudah bisa.

    Begitu pak Deddy.

  50. Pak Wir Yth.

    Apakah bisa SAP2000 untuk menyelesaikan permasalahan Struktur gedung dengan menggunakan sistem flat-slab, dimana struktur hanya menggunakan pelat dan kolom tanpa balok ?

    Terima kasih atas tanggapannya.

    Wir’s responds : pada prinsipnya kalau untuk analisa struktur, program SAP2000 dapat digunakan untuk menganalisis banyak permasalahan struktur yang umum untuk pekerjaan Civil Engineering. Karena program tersebut sifatnya umum, yaitu general purpose. Tapi kalau kemudahan dan juga design, struktur-struktur semacam slab (termasuk flat-slab) maka adiknya yaitu SAFE (slab analysis by FE) akan lebih tepat (mudah).

  51. salam kenal pak wir,
    saya mahasiswa t.sipil ugm dan skg lagi nyusun tugas akhir…

    pak, kok buku edisi terbarunya susah ya di dapat di yogya ?
    katanya sih stocknya abis…

    Wir’s answer : ah masah, khan belum lama ini udah di cetak ulang, di gramedia Metropolitan Mal Bekasi ada lengkap koq. Jika susah, silahkan kontak langsung PT. ELEX, mereka welcome koq.

    saya sering menggunakan buku sap karya pak wir, terutama dalam pengerjaan tugas akhir saya dan buku pak wir sangat bagus dibandingkan dengan buku sap2 yang pernah saya baca.

    oh iya pak saya mau nanya :
    1. Dalam mendesain suatu gedung, apakah semua kombinasi pembebanan didefinisikan semua dalam sap2000, klo iya, trs gmn dengan gempanya, apakah pake kombinasi gempa statik ekivalen, respon spektrum atau riwayat waktu ?

    Wir’s answer: kombinasi diperlukan untuk memastikan bahwa struktur telah diperhitungkan terhadap berbagai kondisi beban yang memungkinkan terjadi. Untuk mendapatkan kesamaan tentang berbagai kemungkinan tersebut maka digunakannya code atau peraturan perencanaan yang telah menjadi kesepakatan bersama.

    Tentang kapan di pakai kombinasi gempa statik ekivalen (analisa statik) atau respons spektrum juga riwayat waktu (analisa dinamik) itu ada diketetapan SNI gempa, disana sudah ada petunjuknya. Ingat tidak setiap bangunan harus dianalisis dinamik. Jika batasan-batasan yang ditetapkan sudah tepat, maka pakai analisa statik sudah mencukupi.

    2. Untuk kombinasi beban angin dan gempa tanda + dan – (plus minus) itu pengertiannya apa pak? apakah arah datangnya angin & gempa yang berlawanan atau gmn pengertiannya pak? sebagai contohnya beban angin tekan datang dari kanan berarti bidang sebelah kanan akan tertekan dan bidang kirinya akan terisap (tarik). nah jika kita memasukkan kombinasi – (minus) maka kombinasi yang dimaksud apakah pembebanannya terbalik (kanan isap,kiri tekan) atau gmn pak ?

    Wir’s answer : pemberian tanda + atau – adalah pada dasarnya untuk kemudahan, bahwa beban tersebut bisa terjadi pada arah yang saling berlawanan. Itu umumnya ok, jika bangunannya sendiri simetri. Jika bentuk bangunan pada dua sisi berlawanan maka sekedar memberi kombinasi + dan – belum tentu betul. Ya harus lihat kasus per kasus. Intinya bahwa anda harus dapat memberikan suatu kondisi beban yang paling ekstrim tetapi logis dapat dipertanggung-jawabkan.

    3. Pada dinding geser dan pelat, output yang dihasilkan hanya berupa forces dan stress. Untuk mendesain penulangan dinding geser dan pelat lantai belum bisa dilakukan ya dalam sap2000? berarti harus melakukan perhitungan secara manual…?

    Wir’s answer : perhitungan tulangan pada program sap masih terbatas dengan menganggapnya sebagai balok, yaitu perilaku lentur. Padahal jika digunakan element 2D yaitu shell pada program SAP maka akan terlihat bisa saja element tersebut berperilaku sebagai pelat (lentur) atau membran (aksial tarik atau tekan pada dua arah). Jelas ini tidak mudah untuk secara sederhana dihitung jumlah tulangan perlunya. Perilaku keduanya lain, pelat khan seperti balok, sedangkan membran khan seperti kolom. Oleh karena itu akan lebih mudah dilihat kasus-per kasus manual oleh engineer.

    Kondisi tersebut jelas berbeda dengan program ETABS, dimana element shell telah didefinisikan secara khusus sebagai dinding. Dengan pembatasan itu tentu lebih mudah disiapkan modul untuk designnya. Program SAP2000 khan general purpose program.

    thanks pak wir,,,

  52. Mas, Wir , sekarang saya sedang membaca buku anda.. saya ingin bertanya .

    Bagaimana caranya memberi input beban titik pada shell (local axes 3). misalnya pada pelat lantai bangunan , ada beban titik sejajar gravitasi yang bekerja di tengah2 pelat tersebut. Apakah saya harus buat titik baru lalu menugaskan beban titik tersebut di sana atau ….. bagaimana?

    mohon petunjuknya …
    salam

    Wir’s responds: beban titik harus diberikan pada nodal, oleh karena itu pelat lantainya harus di bikin dalam mesh yang rapat (pakai element yang lebih banyak). Baca prinsip konvergensi pada pemakaian element dua dimensi (shell).

  53. Oya mas Wir,

    apakah nilai momen pada elemen shell pada pelat hasilnya sama dengan nilai momen yang kita lihat dari tabel momen pelat ? (contoh ly/lx=1 terjepit elastis pada ke-4sisinya—- two way slab— maka, M=0.036ql2),

    mohon bimbingannya

    Wir’s responds: kalau yang terjepit elastis tidak, karena yang itu sudah dilakukan redistribusi momen. Perhatikan aja momen tumpuan dan momen lapangan, cocokkan dengan hitungan elastis, misal untuk one-way slab.

  54. Salam kenal pak wir, saya salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta.. saya ingin bertanya..
    1. pada analisa pushover terdapat tabel moment/yield dan rotation/yield, itu maksudnya apa ya pak ? dapatnya dari mana ?
    2. nilai moment SF, live safety, immediate occupanya, itu menunjukkan apa ya pak ? dan dapatnya dari mana ?
    tabelnya dibuka dari define > hinge properties > modify…
    Thanks pak…

  55. pak Wir, sy mencari software original SAP, STAAd pro, primavera , belinya dimana ya? Jgn suruh ‘googling saja’ ya :) sy udah pusing cari kemana2. lokasi sy di Jkt. Kira2 harga brp USD? dan bgm cr belinya?
    Tks.

  56. @ Rini
    ke website resminya aja Rin, terus browse di situ cari dealer atau distributor resmi gitu mungkn ada untuk Indonesia. Kalau gak ada coba tanya lewat email aja ke website mereka pilih contact us.

  57. pak wir, mau tanya pak…
    secara konsep beda metode desain langsung dan metode rangka ekuivale dalam perencanaan flat slab itu apa ya pak…?
    di buku nya McCormax kalau tdk salah, dijelaskan metode desain langsung menggunakan satu kali distribusi momen sedangkan rangka ekuivalen lebih dari sekali distribusi momen, maksud nya apa ya pak…? mohon bantuannya ya pak…

    Wir’s responds:
    Metode desain langsung atau Direct Design (DD) mempunyai prinsip kerja yang mirip dengan metode rangka ekuivalent atau Portal Equivalent (PE) , bahkan kalau mau disebutkan bahwa DD adalah versi sederhana dari PE.

    Perlu diketahui bahwa dalam menerapkan kedua metode tersebut perlu dihitung kekakuan slab, kekakuan balok ekivalent arah tegak lurusnya, juga kolom-kolomnya. Intinya cukup ribet, oleh karena itu untuk kasus-kasus yang standar (umum) dimana kriteria bentang atau pembebanan mengikuti batasan-batasan tertentu maka metode DD dapat dipakai. Tapi metode DD ini hanya memperhitungkan pembebanan arah vertikal saja (gravitasi). Jadi untuk pembebanan lateral tidak bisa dipakai, harus di superposisi dengan sistem lain.

    Sedang metode Portal Ekivalent adalah versi lengkap dari perhitungan flat-slab, batasan-batasan yang ada pada DD dapat diatasi dengan metode ini. Bahkan dapat menghitung struktur sebagai portal untuk menerima gaya lateral, meskipun sebenarnya untuk struktur yang dominan dengan gaya lateral maka sistem flat-slab tidak disarankan.

    Memahami ke dua metode diatas sangat membantu merencanakan flat-slab memakai program komputer SAFE, khususnya dalam menempatkan tulangan-tulangan rebarnya. Jadi meskipun dalam praktek di Indonesia jarang dipakai, tetapi kalau memahami maka akan sangat membantu.

  58. Saya mau bertanya pak Wir, Apabila mendesain balok induk dan anak, apakah balok induk harus di break pada pertemuan dengan balok anak?

  59. mas, bukunya dapat saya beli di gramedia mana lagi? Saya cari cari di gramedia Jakbar dan pusat udah tidak ada lagi. Tks

    Wir’s responnds: sorry sudah lama habis mas. Tidak bersisa. :(

  60. Pak Wir, mohon penjelasannya, saya memasang beban pada plat lantai (SAP2000) dgn 2 cara yaitu
    1. Assign load UNIFORM
    *) Setelah beban dipasang, kemudian dilihat propertisnya, ternyata angka besarnya beban bisa berubah sesuai dgn perubahan pada unit satuannya.
    *) Namun dgn cara ini, program tidak dapat di Running.

    2. Assign load GRAVITY
    *) Setelah beban dipasang, kemudian dilihat propertisnya, ternyata Nilai yg menunjukkan besarnya beban TIDAK berubah meskipun unit satuannya dirubah.
    *) Dgn cara ini, program DAPAT di Running.

    Dari dua kejadian tsb, mana yg benar ??? Atau keduanya salah semua ???? Mohon penjelasannya.
    Thanks before

    Wir’s responds : wah ini sih tercakup pada materi yang tempo hari aku sampaikan di WIKA. Panjang nulisnya, ini sedang mau di transform ke buku. Sabar aja ya. Lagi bagi-bagi waktu nulisnya. :)

  61. “Dari dua kejadian tsb, mana yg benar ??? Atau keduanya salah semua ???? ”

    dua2nya bener, sperti sdh dijelaskan di manual.

    Area Loads > Gravity (All) command is a way to add a factored self weight.

    Area Loads > Uniform (Shell) command is used to apply uniformly distributed forces to the mid surfaces of area objects.

    dari situ dah jelas masalah nilai yg kalo di properties unit diubah kasus beban uniform nilai ganti namun yg gravity ngga. kalo masalah ga bisa run?? ga tau, sya coba bisa yield the same result.

    Tapi kalo keliatan ada yg lain, ya sya tunggu liat2 apanya ya …

  62. Saya mau menanyakan buku SAP 2000 edisi terbaru. Apakah akan di terbitkan lagi?
    Karena sudah saya cek di toko buku, sudah habis pak.
    Mohon agar buku tersebut bisa di cetak ulang.
    Terima kasih

  63. pak saya mau tanya bagaiman cara pemesanan buku ini
    soalnya diadaerah saya belum ada sama sekali
    saya sangat membutuhkan buku ini
    karena dilihat dari yang diajarkan dosen saya

    Wir’s responds: edisi tersebut sudah lama habis dik. Saat ini baru nulis up-grade-nya, dan akan diterbitkan oleh penerbit berbeda dan dengan judul berbeda, tapi isinya kira-kira 70 % sama, hanya lebih canggih. Doakan ya dik, biar cepet selesai nulisnya.

  64. wah,beneran nih pak wir,bku SAP 2000 edisi terbarunya bakal terbitk lagi??

    amin amin amin..
    semoga cepat selesai, karena saya juga ingin beli,hehehe..
    soalnya kemarin saya beli buku SAP, tapi g komplit pak.jadi sambil nunggu bkunya pak wir, sementara saya beli buku SAP yang lain, daripada tidak belajar sama sekali..

  65. pak . . .
    da gak ulasan tentang kinerja suatu konstruksi gedung ??
    saya telah mengusulkan skripsi dengan judul : studi komparasi kinerja portal beton bertulang dengan bentuk penampang kolom persegi dan bulat terhadap beban gempa statit. (pake SAP 2000)
    jd saya sangat membbutuhkan bantuan bapak untuk menyelesaikannya
    trima kasih

  66. Selamat Pagi Pak..,
    Saya baru saja balik dari proyek di pedalamana sulawesi,
    dan sekarang Saya kembali menggeluti dunia “structure Eng”.
    Saya tertinggal dengan kemajuan program SAP2000 sekarang ini,
    mengapa di versi lama terdapat “analyze – set option – dynamic analysis, P-delta dll”
    tapi di SAP 2000 edisi terbaru v.11 ke atas tidak ada menu tersebut ?

    Terima kasih

    • ada koq dik, tetapi caranya agak sedikit berbeda. Maklum opsi-opsinya semakin banyak, yaitu melalui menu Define – Load Cases . Secara default sudah ada “Modal” Load Cases Type untuk meminta analysis dinamik, untuk mengubah parameter tinggal klik “Modify Show Load Cases”. Jika belum ada maka dapat dibuat dengan “Add New Load Cases”.

  67. pak wir..mau tanya yang dimaksud dengan Incremental Dynamic Analysis ?? ada perumusan matematiknya n klo boleh saya diberitahu literatur yang menunjang pertanyaan saya..makasih pak wir..

      • salam knal pak..saya didi..saya ingin tau batasan dari software sap2000..kira-kira kalau kita ingin melihat kehancuran struktur dijembatan rangka baja..kehancuran apa yang bisa kita tinjau/ lihat di sap2000..

        • kalau analis yang anda pakai adalah elastis-linier, maka tentu saja anda tidak akan mendapatkan perilaku keruntuhannya.

  68. Salam kenal pak…
    Saya mau tanya apakah buku “Buku SAP2000 Edisi Baru” sudah gak di cetak lagi…?? karena saya cari di toko buku di semarang (gramedia) sudah tdk ada.
    Terus apakah sudah keluar lagi buku dengan versi yg lebih baru…?
    Kalo pembelian bukulewat situs ini bisa nggak..???

    terima kasih sebelumnya…..

  69. pak bagaimana mendapatkan buku cara menghitung simpangan pada pilar jembatan. Dan buku tentang simpangan pada pilar lengkap dengan efek tiang pancang dan tanah program sap2000 ver.14

    • sudah terbit pak. ini resensi dari teman-teman, lihat di sini :

      http://wiryanto.wordpress.com/2013/05/14/buku-sap2000-wiryanto-testimoni-dan-cara-pesan/

      hanya saja, buku tersebut baru dijual via online, yaitu di http://lumina-press.com
      yah, sampai saat ini sudah hampir 1 juta eksemplar lancar terjual via internet. Jika tertarik, silahkan ikuti pentunjuk di website tersebut sehingga anda mendapatkan I.D lalu berdasarkan info tentang alamat rumah anda, maka anda akan mendapatkan perincian harga buku + biaya kirim. Silahkan transfer via internet bank atau atm atau bank langsung. Jika sudah confirm ke website itu bahwa anda sudah membaya. Langsung deh, bukunya dikirimkan ke alamat.

      Gampang koq pak.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s