Tidak dipungkiri lagi, menulis (tulisan ilmiah) bagi mahasiswa S1 merupakan suatu pekerjaan yang tidak mudah, minimal menyita waktu, khususnya bila tulisan ilmiah tersebut dievaluasi dan dipresentasikan.
Bentuk tulisan ilmiah yang secara formal dievaluasi dan dipresentasikan dalam penilaiannya di Jurusan Teknik Sipil UPH adalah membuat LAPORAN KERJA PRAKTEK (setelah minimal terkumpul 100 sks) dan SKRIPSI / LAPORAN TUGAS AKHIR MAGANG atau yang sejenisnya, yang menjadi syarat memperoleh gelar sarjana di level S1.
Laporan kerja praktek relatif tidak menjadi masalah karena tujuan utama adalah untuk melihat pengalaman mahasiswa peserta dalam mendapatkan wawasan bidang nyata di dunia konstruksi di luar kelas. Enaknya lagi yaitu di Jurusan kami bahwa pembuatan laporan kerja praktek tersebut dapat dikerjakan kelompok (maksimum dua orang). Kebetulan saya ditugaskan sebagai pembimbing kerja praktek.
**tentang mengerjakan berkelompok**
Dengan mengerjakan secara berkelompok tersebut, tentunya tidak bisa diketahui apakah tulisan tersebut dikerjakan bersama-sama atau hanya seorang saja yang aktif , sedang yang lainnya pasif. Tetapi karena penilaiannya adalah didasarkan pada presentasi dan tanya jawab secara oral (langsung), dimana laporan tertulis itu dijadikan dasar pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, maka dapat diketahui: mana dari mahasiswa tersebut yang aktif atau pasif atau bahkan tidak melakukan kerja praktek sama sekali (berbohong). Prakteknya di UPH, sudah ada mahasiswa yang digagalkan karena dari presentasi oral dapat diketahui bahwa ternyata mahasiswa tersebut tidak melaksanakan kerja praktek yang sebenarnya (sudah ada dua orang), lalu yang mengulang karena meskipun sudah melakukan kerja praktek, tetapi ternyata tidak memahami apa-apa yang ada di tempat kerja prakteknya (ada dua orang juga).
SKRIPSI (dan tugas akhir lainnya ) relatif lebih susah karena harus dikerjakan mandiri, tentunya dibantu oleh pembimbing skripsi yang bebas dipilih oleh mahasiswa (bila disetujui).
Dalam praktek, pembuatan skripsi adalah momok karena menyita waktu dan perhatian dari mahasiswa dalam membuatnya, selain itu juga kadang-kadang dijumpai bahwa meskipun dikerjakan cukup lama (berbulan-bulan) tapi hasilnya tidak begitu menggembirakan. Kadang perlu 1 semester atau 2 semester atau bahkan lebih, dan jika lebih terpaksa ganti judul dan ganti pembimbing. Jelas dengan pertambahan waktu tersebut biaya yang dikeluarkan mahasiswa menjadi berlipat-lipat. Kasihan orang-tuanya.
Karena dianggap sebagai penghambat kelulusan maka ada beberapa universitas (program studi) mencoba menghilangkannya dan mengganti dengan tugas-tugas di kelas. Jika anda menemukan kondisi seperti itu, coba amati : pasti jumlah muridnya banyak, mereka (yg membuat kebijaksanaan skripsi dihapus) sebenarnya kesulitan cari dosen pembimbing. Skripsi jadi lama, atau mutunya jadi dipertanyakan. Takut dianggap lulusannya sedikit maka skripsi dihapus. Jadi orientasi penyelenggaranya hanya berpikir jumlah kelulusan meningkat, tapi mutu dipertanyakan.
kemampuan seseorang dalam menuangkan gagasan secara tertulis merupakan representasi dari kualitas intelektualnya, karena melalui tulisan atau karya tulis (dalam bentuk apapun) seseorang mewujudkan pikirannya. … Dari tulisan memang akan kelihatan logika berpikir seorang. Apakah subjek, predikat dan objeknya jelas, atau kalimatnya kacau. Dengan menulis, seseorang belajar berpikir secara eksak dan padat. (Dedi Supriadi 1997)
Kesulitan membuat skripsi juga dirasakan penulis sewaktu menjadi mahasiswa. Jika mau mengingat kembali, maka lamanya waktu studi dulu adalah akibat penulisan tugas akhir, baik sewaktu jadi mahasiswa S1 di UGM maupun mahasiswa S2 di UI. Bahkan pada saat-saat awal jadi dosenpun kadang masih susah untuk mengevaluasi tulisan skripsi mahasiswa. Khususnya untuk menentukan apakah tulisannya baik atau buruk. Paling-paling dilihat tampilannya, formatnya atau bila ketemu kesalahan dalam ejaan atau kalimat.
Tetapi dengan berjalannya waktu, setelah cukup banyak mencoba untuk meneliti, menulis dan menerbitkan buku, akhirnya dapat diambil suatu kesimpulan bahwa sebenarnya menulis (baik skripsi atau lainnya) adalah relatif mudah jika sudah tahu tip-tip yang penting.
Langkah-langkah atau tip penting yang dimaksud adalah :
- Mampu melihat dan memilih masalah yang akan ditulis. Ini merupakan hal yang paling penting dari suatu SKRIPSI dan membedakan dengan menulis pada umumnya. Bagaimanapun skripsi adalah suatu bentuk karya tulis ilmiah yang mana mahasiswa diharapkan dapat berpikir ilmiah dengan membuat suatu penelitian sebagai objeknya. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah hal-hal yang akan sampaikan berikut.
- “APA” masalahnya tersebut, darimana anda mengetahui bahwa itu menjadi suatu masalah. Jika informasi tersebut diperoleh dari suatu studi pustaka berdasarkan jurnal-jurnal canggih up-to-dated maka tentunya lebih mudah meyakinkan orang lain bahwa masalah tersebut cukup baik untuk dibahas. Tetapi jika hasil pemahaman subyektif atau hasil pengamatan empiris pribadi belaka maka tentunya perlu data-data pendukung yang dibuat yang lebih banyak sehingga orang dapat yakin bahwa itu memang masalah yang patut dibahas (kerja lebih banyak).
- “MENGAPA” anda memilih masalah tersebut, karena dosen pembimbingnya yang memilihkannya, atau karena anda menyukai bidang dimana masalah tersebut berada, tentu akan membedakan strategi anda mengerjakan tugas SKRIPSI tersebut. Sebaiknya usahakan anda memilih karena anda memang menyenangi bidang dimana masalah tersebut ada. Untuk itu, apakah anda menguasai persoalan atau tidak itu tidak menjadi masalah. Jika anda menguasai persoalan , misalnya tentang pemrograman, maka tentu akan mempermudah anda menyelesaikan tugas itu. Tapi jika tidak, maka itu merupakan kesempatan berharga anda untuk mendapat knowledge yang lain (mendapat ilmu baru), meskipun itu perlu ekstra tenaga.
Ngelmu iku kelakone kanthi laku.
( indonesianya : menguasai ilmu itu perlu usaha keras, ingat cerita silat jawa: perlu bertapa dihutan-hutan atau di tempuran sungai agar digdaya ).Jika anda tidak tahu apa-apa (netral terhadap masalah tersebut) maka usahakan bahwa masalah tersebut dipahami oleh dosen pembimbing. Jika masalah itu yang memberi adalah dosen, maka diharapkan dosen tersebut juga tahu bagaimana dengan masalah tersebut. Jika benar-benar nggak tahu tentang masalah yang akan dipilih, maka pilihlah dosen pembimbing yang anda tahu kemampuannya, yang anda anggap dapat membimbing anda (anda punya respek terhadap dia).
- “BAGAIMANA” masalah tersebut akan dapat diselesaikan, ini tentu memperkirakan ilmu-ilmu apa yang diperlukan untuk memecahkan massalah tersebut. Bisa melihat publikasi sebelumnya. Apakah untuk itu perlu uji eksperimental, penyelesaian parametris atau pemrograman atau yang lain. Kira-kira anda mempunyai keyakinan mampu atau tidak dengan itu. Itu konsekuensinya biaya dan waktu lho.
- “BILAMANA” masalah tersebut terpecahkan , apa yang kira-kira anda dapatkan. Bila anda tahu apa yang dapat anda berikan jika masalah tersebut terselesaikan maka ini mendukung kepercayaan diri bahwa solusi dari SKRIPSI ini akan berharga. Bahkan kalau PD maka dapat diinformasikan ke teman-teman lain, misal ke seminar dsb. Menambah kepercayaan diri, juga nilai tambah jika membuat lamaran kerja.
- Mampu memformulasikan MASALAH yang dipilih. Jika telah mempunyai alasan yang kuat tentang suatu masalah maka untuk realitas kerjanya maka usahakan masalah tersebut diformulasikan dalam bentuk tulisan pendek. Dalam hal ini dalam bentuk ABSTRAK. Kaget ya ? . Khan biasanya bikin abstract jika tulisan sudah selesai, itu jika abstract diterjemahkan sebagai rangkuman. Lha inilah bedanya, pengalaman dulu yang mengatakan bahwa abstrak dibuat setelah selesai dikerjakan, itu SALAH. Jika kondisinya demikian maka pengerjaan skripsi anda belum berbentuk, bisa liar, bisa kesana-kemari, tidak jelas, bisa lama. Kenapa ? Karena spesifikasinya belum ada (belum jelas/samar). Dengan membuat ABSTRACT terlebih dahulu maka anda sudah berusaha memfokuskan pikiran ke masalah tersebut yaitu dengan menuliskannya. Apa abstract tersebut kaku, ya enggak. Rubah-sedikit-sedikit ya nggak apa, tetapi dengan membuat abstract, kita tahu : o000 ada perubahan, mengapa, tentunya agar lebih baik lagi. TERKENDALI.
- Dalam membuat abstrak tersebut, perlu untuk membagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu tahapan INTRO: yaitu mengenalkan masalah, apa, mengapa, dan batasan-batasannya (nanti jadi BAB 1 dan BAB2); tahapan PROGRES: yaitu tentang bagaimana masalah tersebut dicoba dipecahkan, termasuk juga pembahasannya (nanti jadi BAB 3 dan BAB4); dan tahapan KESIMPULAN tentang bilamana masalah dapat terpecahkan (nanti jadi BAB5).
- Evaluasi ABSTRACT bersama dosen pembimbing. Apakah abstract sudah menggigit. Bila perlu bisa juga dimasukkan ke seminar atau minta pendapat orang lain yang kritis. Tangkap masukan yang diberikan, evaluasi atau diskusikan dengan dosen. Jika mantap maka dapat dilanjutkan. Ingat, mutu tidaknya suatu hasil penelitian (skripsi) dapat dengan mudah dibaca dari abstract-nya. Jika abstract-nya nggak ada isi-nya maka kecil kemungkinan materi skripsi yang utama juga dibaca, paling-paling disimpan digudang. Tidak membanggakan untuk ditunjukkan orang lain. Tetapi abstract yang hebat kadang-kadang bisa mengecoh.
- Jika abstract sudah OK. Bisa dilanjutkan.
- Jika anda sudah tahu apa masalah anda, mengapa anda memilih masalah tersebut, batasan-batasan masalah yang dipilih dan strategi penyelesaian yang akan dikerjakan maka tentunya hal itu dapat dituangkan dalam BAB 1. Penulisan BAB1 sangat penting karena menentukan luasan atau cakupan yang didiskusikan dalam bab-bab selanjutnya. Bab1 merupakan pengikat, pedoman kerja untuk bab-bab berikutnya. Jangan biasakan meniru BAB1 orang lain, belum tentu cocok. Jadi intinya Bab1 adalah pedoman kerja untuk penulisan bab-bab selanjutnya.
- Untuk dapat mengerjakan skripsi sesuai dengan BAGAIMANA menyelesaikan masalah tersebut, tentu anda harus tahu lebih dahulu bagaimana strategi orang lain menangani atau bertindak terhadap masalah tersebut. Ini dapat diketahui dengan melakukan studi pustaka (BAB2), mereview publikasi orang lain dari jurnal-jurnal atau yang lainnya. Usahakan pakailah acuan jurnal-jurnal terkini (menurut salah satu profesor saya, gunakan jurnal dalam lima tahun terakhir). Tetapi bisa juga anda mengutip suatu karya yang pernah diterbitkan ratusan tahun yang lalu jika karya tersebut memang karya monumental di bidangnya. Sekali lagi, usahakan yang dijadikan referensi adalah jurnal ilmiah, bila terpaksa, baru textbooks.
Referensi dalam suatu penelitian and publikasi juga dapat menjadi indikasi kehebatan dari materi yang diteliti dan ditulis tersebut.
Jangan gunakan diktat kuliah sebagai referensi, karena kalau hanya diktat kuliah kayaknya kurang berbobot (kecuali yang telah dipublikasikan ke luar), jika hanya sekedar diktat copy-an sebaiknya hindari saja. Kecuali jika diktat itu diberikan oleh dosen yang terkenal pakar pada bidang yang dimaksud dan merupakan problem yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. **tetapi hati-hati, karena umumnya : dosen-dosen umumnya menyakinkan didepan kelasnya, tetapi kalau ketemu teman-teman sejawat-nya mejen **tak berkutik/pasif** Pengalaman menunjukkan bahwa diktat-diktat seperti itu di Indonesia hanya dibuat dari copy-and-paste aja. **kadang nggak bermutu**. Sorry nggak semua, tetapi kalau bisa cari rujukan yang dipublikasikan resmi.
- Dengan memahami publikasi-publikasi yang ada tentang masalah yang dibahas tentunya dapat diambil suatu kesimpulan atau dugaan, apa-apa saja yang telah dilakukan orang.
Selanjutnya kembali ke persyaratan pembuatan skripsi (level S1) tentunya bobotnya berbeda dengan tesis (level S2) atau disertasi (level S3). Pada level S1 tidak diperlukan suatu tingkat penelitian yang orisinil seperti halnya disertasi atau kedalaman seperti level S2. Menurut pemahaman penulis : pada level S1 , mahasiswa cukup diminta belajar memahami permasalahan, mengerti alasan mengapa permasalahan tersebut perlu dibahas, mengetahui tindakan orang lain tentang masalah tersebut termasuk tahu sisi baik dan buruknya masing-masing dan dapat menerapkannya pada kasus lokal (studi kasus) serta menarik kesimpulan dari tindakan yang dikerjakannya.
Jika laporannya (skripsinya) dapat dibaca dan memperlihatkan alur logika-logika seperti di atas maka mahasiswa tersebut mestinya sudah pantas lulus level S1. Proses tersebut mencakup bab 3 – sampai bab akhir.
Pada dasarnya penulisan skripsi yang paling sulit adalah pada cara memulainya, jika sudah sampai langkah ke-10 diatas maka penulisan dapat berkembang sangat cepat, dan bab-babnya bisa berkembang. Hanya ingat bahwa bab dibatasi pada suatu tahapan yang bisa mandiri, dan ingat bahwa setiap bab satu dengan yang lainnya harus ada benang merah yang menghubungkannya (terkait).
Urutan-urutan bab, yaitu pada awal adalah intro, berkembang pada progress dan diakhiri dengan kesimpulan. Kesimpulan penting sekali, itu menunjukkan apakah penulis (mahasiswa) memahami apa yang dikerjakannya atau tidak, tergantung dari kesimpulan yang diberikan. Kesimpulan harus suatu yang spesifik tentang masalah tersebut. Apa yang terjadi , juga dengan kesimpulan dapat diketahui bahwa tulisan tersebut berguna atau tidak, bisa dilihat dari kesimpulan yang diberikan.
Ingat dalam pembuatan skripsi, ketebalan tulisan tidak bisa menjadi ukuran apakah itu berbobot atau tidak. Suatu skripsi yang tipispun jika memenuhi konsep-konsep di atas bahkan kalau dikemas dengan baik itu dapat menarik untuk dipresentasikan diforum ilmiah yang lebih luas, dan dapat dibanggakan.
O ya, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan menurut saya adalah :
- Tampilan adalah nomer satu, isi baru ke dua. Jangan dibalik dan dibandingkan dengan manusia. Pengalaman menunjukkan bahwa bila tampilan (format) suatu tulisan tidak diperhatikan (jelek) maka isinya kemungkinan besar juga tidak akan dibaca. Dalam hal seperti itu, dosen penguji akan melihat-lihat lebih banyak tulisan anda, dan ada kemungkinan menemukan suatu kesalahan dari tulisan anda.
- Pastikan format yang digunakan sesuai dengan petunjuk dari Institusi (ini penting), berapa margin kiri-atas dsb, ukuran font, jumlah spasis pada baris, dsb-nya. Format yang baik kadang-kadang dapat mengecoh dosen penguji yang malas, sehingga ada kemungkinan tidak akan ketemu kesalahan yang ada (bila ada). Sehingga waktu di uji **selamat**.
- Tentang ISI. Kualitas kadang-kadang bersifat relatif. Tergantung dosen dsb. Tetapi yang jelas dan langsung bisa dinilai adalah KONSISTENSI. Suatu tulisan harus konsisten, antara satu bagian dan bagian yang lain dalam skripsi tersebut. Jika tidak konsisten, maka itu dapat dijadikan modal untuk menguji materi skripsi tersebut. Pendapat anda saling di adu sendiri.
- Tulislah APA-APA YANG DIKUASAI saja. Jika ada hal-hal yang tidak diketahui (meski sudah usaha kesana-kemari) maka usahakan bagian tersebut dihilangkan (itu jika tidak mempengaruhi bagian-bagian lain). Jika tidak bisa maka usahakan hal tersebut di luar cakupan masalah yang diteliti. Ini penting. Ingat sebagai penulis maka seharusnya penulis menguasai tulisan yang dibuatnya. O ya, penting juga untuk mencari alasan yang bagus mengapa anda tidak perlu membahas hal tersebut (persiapan bila ada dosen yang kritis yang tahu tentang itu, tapi ini jarang terjadi, ya siapa tahu.)
- Semua tabel harus ada judul tabel dan nomer tabel, semua gambar harus ada judul gambar dan nomer gambar. Konsisten baik font dan nomernya dikeseluruhan laporan. O ya, gambar yang ditampilkan pada bagian dalam tulisan hanya yang mendukung ulasan / tulisan pada bagian itu. Jika sifatnya umum dan ukurannya besar maka sebaiknya di tampilan pada lampiran.
- Daftar Pustaka harus ada, ciri-ciri tulisan ilmiah adalah adanya acuan pustaka, dan penting yang harus diperhatikan bahwa yang dicantumkan pada Daftar Pustaka adalah yang diacu saja. Jangan sekedar nampang. Bagi orang awam memang kelihatannya keren, tulisannya didukung jurnal-jurnal ilmiah hebat, tapi bagi yang ngerti : apa-apaan ini, koq semuanya dicantumin, pasti penulisnya nggak baca dan tulisannya biasanya nggak berbobot (nggak tahu apa yang dituliskan, jadi biar tebal sembarangan nulis aja). Dosen penguji (yg tahu) cenderung ingin membuat pertanyaan menguji, “apa bener mahasiswa ini membaca pustak yang tercantum tersebut”. Hati-hati.
- Yang terakhir, jangan segan-segan untuk membaca ulang, prinsipnya semakin banyak anda membaca ulang maka semakin kecil kemungkinan kesalahan akan timbul.
Apabila mungkin, biarkan draf anda agak sehari atau dua hari sebelum merevisinya. Hal ini akan memberi jarak mental anda dengan karya sehingga kemudian anda kembali dengan prespektif baru yang berbeda dan lebih segar. Saat itu anda bukan lagi pribadi yang sama dengan ketika anda menulis draf pertama. (Atmazaki 2006)
Selain itu dengan semakin banyak membaca ulang skripsi anda maka anda semakin memahami masalah tersebut (sebagai modal nanti waktu presentasi oral).
- Ketidak-mauan membaca ulang makalah anda menunjukkan bahwa anda belum mantap dengan karya tulis yang anda buat, ada ’sesuatu’ dengan tulisan anda. Jika anda sendiri tidak mantap terhadap karya anda. Bagaimana orang lain bisa mantap. Itu prinsip menulis yang baik.
**up-dated 4 Mei 2007 **

Untuk mendukung terciptanya skripsi yang baik dan akhirnya dapat mengantar mahasiswa mencapai kelulusan dengan mantap, maka banyak membaca merupakan kunci utamanya. Oleh karena itu, ada baiknya pada bagian ini diberikan link-link di internet yang mendukung gagasan di atas, sbb :
Research Methods Knowledge Base
by Prof. William M.K. Trochim
Department of Policy Analysis and Management
Cornell University.
The Research Methods Knowledge Base is a comprehensive web-based textbook that addresses all of the topics in a typical introductory undergraduate or graduate course in social research methods. It covers the entire research process including: formulating research questions; sampling (probability and nonprobability); measurement (surveys, scaling, qualitative, unobtrusive); research design (experimental and quasi-experimental); data analysis; and, writing the research paper.
It also addresses the major theoretical and philosophical underpinnings of research including: the idea of validity in research; reliability of measures; and ethics.
The Knowledge Base was designed to be different from the many typical commercially-available research methods texts. It uses an informal, conversational style to engage both the newcomer and the more experienced student of research.
It is a fully hyperlinked text that can be integrated easily into an existing course structure or used as a sourcebook for the experienced researcher who simply wants to browse.
You and Your Research
Dr. Richard W. Hamming
This topic centered on Hamming’s observations and research on the question “Why do so few scientists make significant contributions and so many are forgotten in the long run?”
From his more than forty years of experience, thirty of which were at Bell Laboratories, he has made a number of direct observations, asked very pointed questions of scientists about what, how, and why they did things, studied the lives of great scientists and great contributions, and has done introspection and studied theories of creativity. The talk is about what he has learned in terms of the properties of the individual scientists, their abilities, traits, working habits, attitudes, and philosophy.
Research and Consultancy in Civil Engineering
School of Civil Engineering, The University of Sydney, NSW 2006 Australia
The School of Civil Engineering has staff expertise and the facilities to perform high quality research, recognised around the world. They also provide professional consulting and testing services on a wide range of engineering issues. The School runs regular research seminars on current topics, and many of their publications are available for free download in PDF.
MIT’s OpenCourseWare:
a free and open educational resource (OER) for educators, students, and self-learners around the world.
Is a publication of MIT course materials
Does not require any registration
Is not a degree-granting or certificate-granting activity
A Guide for Writing Research Papers based on APA Styles
by the Humanities Department and the Arthur C. Banks Jr. Library
Capital Community College
Hartford, Connecticut
This guide is based on recommendations of the fifth edition of the Publication Manual of the American Psychological Association (2001)published by the American Psychological Association .
Catatan : Disana juga ada petunjuk, apa-apa saja yang dapat dijadikan bahan rujukan, juga dapat diketahui bahwa pernyataan lesan dll yang tidak dapat di-retrieve kembali, ternyata tidak boleh dimasukkan dalam daftar rujukan (daftar pustaka).
Free writing help and teaching resources open by OWL at Purdue University
KTH-Library E-resources (Stockholm, Sweden)
KTHB offers researchers, students and employees at KTH the most relevant bibliographic databases in science and technology, about 6500 electronic journals, about 24 000 electronic books and several e-reference works via internet.
Through KTHBs web you can also reach a lot of free web resources, accessible also to companies and to visitors not belonging to KTH
Project Gutenberg, the first producer of free electronic books (ebooks). There are over 20,000 free books in the Project Gutenberg Online Book Catalog. A grand total of over 100,000 titles is available at Project Gutenberg Partners, Affiliates and Resources.








209 tanggapan so far ↓
mei // 26 Februari 2007 pada 06:30 |
tulisannya bagus banget, ini bermanfaat banget buat kita. thanks
Luthfi // 26 Februari 2007 pada 16:43 |
*pura-pura gak pernah dateng ke halaman ini*
*log out*
*kembali ngerjain TA*
rarandro // 26 Februari 2007 pada 18:09 |
kirimin ke email aku dunk….thanks…
keren n kualitasnya buagus banget
Wahyu // 4 Maret 2007 pada 08:38 |
Bagus banget, membangkitkan rasa semangat saya untuk garap skripsi !!
Tapi ada yang punya jurnal tentang precast (perbandingan metode precast `n konvensional) ngga ?? coz saya kesulitan banget nih!
wir // 4 Maret 2007 pada 12:24 |
Syukurlah kalau begitu .
Tentang precast, wah banyak lho info dari internet, silahkan dicoba link ini:
http://www.pci.org/publications/journal/current_issue.cfm
Alimudin // 7 Maret 2007 pada 13:04 |
gimana saya bolak balik di judul he…he….
wir // 7 Maret 2007 pada 13:12 |
Sebelum balik, selesaikan dulu abstraknya. Kalau bisa juga kata-kata kunci (key-words) yang cocok untuk masalah itu.
Jadi waktu balik ke judul, chek apakah sudah saling cocok (mengena).
Kalau belum ya, terpaksa bolak-balik lagi. he, he, …

**lama-lama juga
bosenselesai**ayu // 16 Maret 2007 pada 03:49 |
duh, untung nemuin file ini. Aku seh belum mau skripsi tapi bentar lagi akan mulai .
Thanks atas artikelnya ya.
julius // 19 Maret 2007 pada 11:11 |
thanks dah mau nurunin ilmu buat qta2…
miuzz // 26 Maret 2007 pada 19:10 |
saya bingung buat proposal judul buat penelitiannya … langkah-langkahnya apa z ??? mentok terus jadinya ….
marni // 28 Maret 2007 pada 02:30 |
web yang kereeenn……..
saya sedang menggarap skripsi….perlu peraturan pembebanan gedung indonesia terbaru.,,,niiiii. ada saran…
wir // 28 Maret 2007 pada 15:11 |
Peraturan pembebanan kita kayaknya dari dulu sama, paling-paling beda sampul atau nomer sni-nya. Kayaknya siapa sih yang peduli di ’sana’ . Itu ganti sampul aja kemungkinan karena ada anggaran, biar kelihatan baru. Isinya sama aja koq.
yoyok // 30 Maret 2007 pada 04:17 |
aq lagi ngerjain Proposal judulnya studi pengaruh Fly ash terhadap khlorida menggunakan metode dipercepat..
temen2 ada ga yg punya referensi ttg judul itu, kalo ada plis dong bantuannya kirim ke Yo2k_key@yahoo.com.
Makasih ya..
bam // 1 April 2007 pada 14:58 |
saya perlu referensi tentang rekayasa transportasi, baik tentang traffic maupun tentang desain geometris serta perkerasannya.
dimana sy bs dapatkan di web.
hatur nuhun.
jenong // 3 April 2007 pada 10:59 |
mas, bikinin skripsi saya dong, bisa gak ?
wir // 3 April 2007 pada 14:10 |
Jenong, jangan bikin malu dosen dan institusi tempat anda belajar dong.
Saya tahu, nulis itu susah. Apalagi nulis skripsi. Saya dulu lama kuliah juga karena itu, padahal ujian yang lain sih lancar (on-time). Kemandirian anda sebagai calon sarjana sebenarnya sedang di uji pada masa penulisan tersebut. Anda dilatih bagaimana anda menata alur pikir anda secara logis dengan membahas suatu masalah, meyakinkan penguji atau pembimbing anda. Berlatih beradu argumentasi dengan dosen ttg sesuatu masalah atau ide yaitu pada saat anda konsultasi.
Tunjukkan usaha keras anda untuk mengatasi hambatan tersebut. Jangan kuatir, semua orang juga mengalami. Masalahnya hanya ada pada diri anda sendiri kok. Jika anda merasa mampu maka anda akan mampu, jika tidak, maka ya tidak. Yakinkan anda sendiri, bantu dengan doa menurut kepercayaan anda. Jangan melarikan diri dari masalah, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah tersebut.
Mulailah dengan membaca, membaca dan membaca. Hanya itu saja. Baca skripsi orang lain, nggak apa-apa, nyonto, juga nggak apa-apa, tetapi jangan plagiat ya. Serap inti penyelesaian permasalahan yang ada, terapkan pada kasus yang lain. Itu juga bisa jadi skripsi koq.
willy // 8 April 2007 pada 06:54 |
makasih loh mas atas petunjuk pembuatan skripsi, kena deh ……
Aku sementara cari bahan untuk penulisan skripsi tentang manufactured dampers atau isolator base dan lainya yang berhubungan, tapi bingung judulnya ????, ada masukan dan referensi yang bagus, ni mas ?
nisya // 9 April 2007 pada 02:44 |
saya sedang mencari masalah mengenai penerapan iso di lembaga pendidikan, kira-kira tentang apa ya biar lebih spesifik???
makasih yaa
Rudi Hartono // 9 April 2007 pada 16:47 |
Saya ini mahasiswa D4, sedang menyelesaikan Tugas Akhir (TA) disebuah perusahaan automotive di Jerman (disini khusus untuk menyelesaikan TA).
TA tersebut bukan ide sendiri, melainkan diberikan oleh pembimbing perusahaan (karena perusahaan memang membutuhkan penyelesaian tentang permasalahan tersebut).
Semua materi dan permasalahan disajikan dalam bahasa Jerman (sebagai pemula dalam hal bahasa jerman ini jg merupakan masalah bagi saya).
Ada ga mas tips-tips untuk saya, supaya lebih mudah membuat abstraksi, trus BAB 1 (seperti yg mas sarankan) terhadap masalah yg menjadi thema TA saya itu…?
Singkatnya, apakah ada tips-tips yang mempermudah menyimpulkan/mengintisarikan (misal menarik ide untuk abstraksi TA) dari permasalahan/thema TA yang notabene pemberian orang tersebut..?
Terimakasih sebelumnya atas saran yang diberikan…
wir // 10 April 2007 pada 11:41 |
Waduh di Jerman mestinya banyak ya ahli bagaimana menulis yang baik. Aku menjadi penulis dulu karena dapet pencerahan di Stuttgart.
Tapi okelah, saya coba bantu ya.
Materi TA adalah pemberian dari pembimbing wah mestinya khan lebih mudah, tinggal ngikutin petunjuk beliau. Selam beliau setuju, ya udah ikutin aja.
Sedang untuk menyimpulkan atau membuat intisari permasalahan yang diberi oleh orang khan tinggal menanyakan ke beliau pemberi masalah, misalnya pertanyaannya adalah
* apa sih pak yang harus saya kerjakan : jawabannya adalah definisi dari masalah
* mengapa itu yang harus dikerjakan, apa tidak ada yang lain pak : ini memberi latar belakang masalah apa yang akan diselesaikan.
* bagaimana cara mengerjakan :
* hasilnya dapat saya gunakan untuk apa : bisa kesimpulan
Ya sudah, abstrak anda nanti isinya adalah jawaban-jawaban pertanyaan tersebut.
djoni // 14 April 2007 pada 18:59 |
GINI PAK MASALAH SAYA DLM MBUAT SKRIPSI, JUDULNYA PENGARUH KINERJA PRODUK MOBILE BANKING TERHADAP LOYALITAS NASABAH, BAIKNYA LATAR BELAKANGNYA GIMANA ?
wir // 14 April 2007 pada 22:33 |
Untuk mulai belajar menulis yang baik, mulai perhatikan pengaruh huruf besar dan kecil. Coba perhatikan, pertanyaan di atas saya rubah menjadi sbb:
Beda khan. Fokus jadi lebih jelas.
Selanjutnya ada dua objek yang menjadi perhatian utama yaitu:
“Kinerja Produk Mobile Banking” dan “Loyalitas Nasabah”.
Jadi kelihatannya anda ingin mempertanyakan Loyalitas Nasabah suatu Bank bukan. Apalah nasabah-nasabah di suatu bank mempunyai loyalitas terhadap sesuatu, pada bank tersebut secara keseluruhan atau hanya terhadap produk mobil banking-nya saja ?
Saya kira mestinya loyalitas nasabah terhadap produk mobil banking-nya, karena tidak semua nasabah memakai produk mobil banking bukan. Jadi cukup spesifik.
Lalu dari mobile banking tersebut, apa yang membuat nasabah loyal. kelengkapan Fasilitas yang disediakan atau kinerjanya. Kenapa anda memilih kinerja dan bukan kelengkapan misalnya.
Bisa juga ditambahkan mengapa anda bicara loyal, itu khan artinya hanya mempertahankan, mengapa tidak menambah atau mengurangi, ada pertumbuhan. Kenapa kinerja dikaitkan dengan loyalitas, bagimana jika dikaitkan dengan peningkatan , khan menarik.
Dengan menceritakan hal-hal itu saja, anda sudah dapat menjadi latar belakang permasalahan dari skripsi anda. Itu udah banyak yang dapat diceritakan lho.
Wah saya kira kalau diperpanjangin , jadi ini skripsi.
Udah deh, nanti ndak dikira mbikinin skripsi, he, he, …
prima // 16 April 2007 pada 03:13 |
MMMmmm….. semua nya tergantung niat tulus dari dalam hati.
selamat bako // 24 April 2007 pada 05:19 |
pak Wir salam kenal.
saya adalah mahasiswa TS USU yang sedang skripsi.
dimana saya dapat temukan tentang perencanaan corbel dengan strut-and-tie model method?
reny // 4 Mei 2007 pada 08:59 |
pak Wir, alumni UGM ya…dari Fak apa?
aku lagi skripsi tapi lagi mentok di bab 4 ni, bagian analisis lagi ? Gimana menyiasati supaya bisa selesai tepat waktu ya…masa pengumpulan untuk ujian kurang dari sebulan ini lagi…
thanks
wir // 4 Mei 2007 pada 09:18 |
**Selamat Bako**
Untuk corbel dengan s.t.m coba lihat di link berikut
http://cee.uiuc.edu/kuchma/strut_and_tie/STM/examples/corbel/corbel.htm
di bukunya MacGregor yang terbaru juga lebih lengkap.
**Reny**
–Gimana menyiasati supaya bisa selesai tepat waktu ya–
Ya paling gampang : konsultasi terus dengan dosen pembimbing. Itu memang tugasnya koq, selain itu, beliaunya biasanya tahu apakah makalah anda sudah ’selesai’ atau masih banyak yang harus di ulik gitu.
dinand // 15 Mei 2007 pada 07:26 |
pak saya masih bingung dalam menentukan judul skripsi. saya ingin membuat suatu analisa yang dibantu dengan software rancangan sendiri. sedangkan pembimbing saya ingin software itu nantinya bisa untuk dipakai untuk mahasiswa lainnya secara continu. apa anda ada saran judul apa yg cocok????
wir // 15 Mei 2007 pada 07:52 |
sdr Dinand,
untuk mengetahui judul yang sesuai, tentunya anda harus melihat topik yang menjadi perhatian dosen pembimbing. Apa yang menjadi peminatannya, misalnya : meskipun bidang keahliannya sama-sama struktur, tetapi minatnya belum tentu sama, yang satu lebih suka membahas tentang kayu, atau tentang baja atau tentang beton dsb.
Apalagi jika dosen pembimbingnya sering membuat publikasi, baca terlebih dahulu materi-materi apa yang sering beliau bahas pada publikasinya
Lalu software yang akan dibuat nantinya akan berfungsi sebagai tool, alat bantu untuk menyelesaikan peneltian yang menjadi minat utama dosen tersebut.
Gitu.
Fikri P. Sofyan // 15 Mei 2007 pada 11:30 |
Pak, saya mau nanya:
Sebenarnya dalam skripsi itu kita harus menghasilkan sesuatu yang berguna, atau hanya sebagai semacam test untuk menentukan layak atau tidaknya kita lulus?
Skripsi saya tentang analisa perbandingan sistem struktur yang digunakan dalam bangunan tinggi. seperti tubular building, framed-shear wall, dan conc.bracing untuk menentukan pada jumlah lantai berapa sistem struktur tersebut layak digunakan.
Hasilnya berupa gaya dalam, defleksi, lateral drift dari masing-masing sistem struktur. Namun perbandingannya terlihat agak rancu.
Misalnya kekakuan bangunan framed-shear wall pasti bergantung terhadap konfigurasi letaknya, begitu juga dengan bangunan bracing. sedangkan parameter tetap yang saya gunakan hanyalah volume masing2 bangunan yang saya usahakan hampir sama untuk setiap sistem struktur.
selain itu luas lantai juga saya tentukan sendiri
Dan banyak lagi hal dalam skripsi saya yang bersifat relatif dan tidak dapat digunakan. ke “tidak bergunaan” dari skripsi saya ini membuat saya bingung dan merubah2 judul serta metoda analisanya. akhirnya 3 bulan habis dan proposal masih belum fix juga..
terima kasih sudah membaca uneg-uneg saya..
wir // 15 Mei 2007 pada 11:47 |
Skripsi, atau karya tulis, atau tulisan, harus menghasilkan sesuatu yang berguna !
Berguna bagi siapa ? Ya jelas, berguna bagi yang nulis.
Bagi orang lain? Peduli amat !
Kalau begitu skripsi bergunanya apa ? Ya itu, meyakinkan pengujinya bahwa anda memang patut lulus.
Agar tulisan pada skripsi menyakinkan, bagaimana caranya ?
Jelas !
Agar skripsi anda dapat menyakinkan orang lain / penguji skripsi , maka pertama-tama : anda harus yakin bahwa skripsi anda berguna.
Itu mutlak rasanya, kalau anda tidak yakin, maka saya yakin anda tidak akan berani ngotot mempertahankan skripsi anda. Ingat, anda yang harus ngotot meyakinkan penguji dan itu bukan dosen pembimbing.
Note : tugas dosen pembimbing, tentulah jika anda sudah menyakinkan beliau (sebelum ujian) akan menjelaskan ke penguji lain bila terjadi min-komunikasi, beliau nanti tugasnya membela anda. Memberi masukan yang menolong penguji memahami dari kaca mata lain.
Jelas khan !
Kalau melihat komentar anda pada calon skripsi anda, kelihatan sekali anda belum tahu permasalahan apa yang akan anda selesaikan dengan melakukan pekerjaaan hampir tiga bulan tersebut. Coba cermati lagi, masalahnya apa sih. Mohon cerna kembali, tip-tip saya di atas.
Setiawan // 16 Mei 2007 pada 08:02 |
Assalamu’alaikum Pak.
Salam kenal.
Saya sedang dalam masa penyusunan skripsi, sudah sekitar 3 semester tertunda. Itu karena saya bosan dengan suasana kuliah, sehingga saya mencoba bekerja. Sekarang sudah masuk tenggatnya. Tetapi, tetap permasalahan yang sama senantiasa menghadang, saya selalu kesulitan pada langkah pertama.
Memang pada artikel Bapak tentang tips skripsi, alasan yang saya kemukakan terkesan klise, tetapi ya… itulah kenyataannya. Saya mahasiswa angkatan 2002, kelahiran 23 tahun yang lalu. Jurusan yang saya ambil Ekonomi dan Administrasi, dengan Program Studi Administrasi Perkantoran.
Saya merasa perkuliahan saya selama ini, tidak memberikan kontribusi yang nyata terhadap diri saya.
Kembali ke skripsi, teman-teman seangkatan, sudah lulus, wah, entah harus semangat atau sebaliknya. Langkah pertama, langkah pertama, langkah pertama…….
Wassalamu’alaikum.
wir // 16 Mei 2007 pada 08:27 |
Salam sejahtera bagi anda, mas Setiawan.
Ya, saya melihat anda sedang dalam krisis motivasi.
Anda tidak melihat sesuatu yang menguntungkan dengan pendidikan yang anda tempuh selama ini, itu kelihatan dengan pernyataan anda sbb:
* saya bosan dengan suasana kuliah
* perkuliahan saya … tidak memberikan kontribusi nyata …
Padahal dari sisi lain, anda masih ada keinginan untuk lulus, yaitu dengan menulis pada blog ini.
Dua hal tersebut membebani anda, saling tarik-menarik, yang mengakibatkan tidak adanya produktivitas (saling melemahkan) Bahkan kalau mental anda lemah (tidak ada penghiburan lain yang positip) maka lama-lama akan stress, depresi, keputus-asaan.
Tip-tip saya di atas tidak berguna untuk kondisi seperti ini.
Meskipun demikian, masih ada harapan. Menurut saya, masalahnya sebenarnya tidak terlalu sukar. Kenapa ?
Karena anda sudah dapat mengindentifikasi dua hal tadi. Jadi solusinya adalah bagaimana mengantisipasi hal-hal tersebut. Carilah alasan-alasan yang memperkuat motivasi anda untuk menyelesaikan skripsi, misal :
- ok lah, ilmunya nggak kepakai tapi khan ada gelarnya, SE, minimal nanti kalau nyetak di kartu undangan (mau nikah) agak keren.
- nggak ada temen lama, nggak apa-apa, nyari temen baru
- kasihan ibu/bapaku yang telah membayar kuliah lama-lama koq nggak ada hasilnya
Cari apa aja, sampai anda mempunyai motivasi kuat untuk bikin skripsi, jika udah baru mbaca tip-tips di atas.
Ok !
Fei // 17 Mei 2007 pada 17:59 |
Wah… persis banget ama yang dialami oleh Setiawan…,
Sekarang tambahan motivasi saya karena adanya “surat perjanjian antara saya dengan pihak rektorat” yang isinya menyatakan bahwa saya bersedia untuk mengundurkan diri apabila dalam semester ini belum selesai jg…
apakah di PT lain kayak gini jg ga yah…?
Sekarang malah jd stress…, setelah googling akhirnya nemu blog ini, lumayan… ternyata “I’m not alone”
wir // 17 Mei 2007 pada 21:35 |
sdr. Fei, kondisi anda terjadi umumnya diakibatkan batasan masa studi yang telah ditetapkan sejak awal bagi anda telat lewat, selanjutnya adanya surat perjanjian tersebut diadakan sebagai suatu usaha pihak PT memberi kesempatan terakhir bagi anda. Optional.
Jika asumsi saya di atas benar, maka PT anda merupakan salah satu perguruan tinggi yang berorientasi mutu. Memang demikian suatu penyelenggaraan pendidikan yang baik. Keberanian menjalankan ketetapan yang dia buat sendiri. Melakukan evaluasi dan mengambil keputusan.
Jelas semua evaluasi yang hasilnya merugikan seperti yang anda hadapi itu, bagi yang bersangkutan memang nggak enak, terasa kejam. Saya sudah melihat itu semua terjadi pada perguruan tinggi berikut : UGM, UI, UNPAR (tempatku sekolah) ; IPB (tempat istriku sekolah) dan UPH tempatku bekerja.
Saran saya: jangan hanya berkeluh kesah. Ambil keputusan, sekolah selesaikan atau drop-out aja (merasa sekolah nggak ada gunanya) lalu fokus ke hal-hal lain.
Semuanya kalau anda lakukan dengan pikiran dingin, penuh kerelaan, mantap dan berorientasi ke depan (tidak akan menyesal dengan apa yang diputuskan). Nggak ada masalah. Hidup tidak berhenti dengan anda berhenti dari suatu sekolah.
Tapi kalau anda tidak ambil keputusan tersebut, selalu ragu-ragu, tapi tidak ada tindakan, pasif. Ya itu jadinya, stress. Stress ada dua tipe, merusak (di luar diri anda yang menderita) atau dirusak (diri anda yang rusak / sakit / lesu dsb).
Bagaimanapun, sebaiknya anda harus ambil sikap ! Tentukan pilihan anda dan ambil setiap konsekuensi yang terjadi ! Itulah hidup ! Hadapi.
Semoga Tuhan memberkati.
usman // 18 Mei 2007 pada 12:42 |
mlm pak wir…pak, saya mo nanya neh!sem dpn ini saya mo mulai nyusun skripsi, saya seh interest ny di perancangan struktur tahan gempa.saya jg sdh mengajukan denah ke dosen saya en dosen saya jg setuju denah tsb saya pke buat perancangan bsk.nah masalahny saya bingung pak mo nentuin topik apa yg bagus buat minat saya itu.mohon saranny pak.trims…
Fei // 18 Mei 2007 pada 14:32 |
Thanks Pak Wir….
Apa yang anda katakan persis seperti apa yang ayah saya katakan,nampaknya beliau jg sudah kesal dng saya, padahal berbagai fasilitas sudah disediakan seperti motor, mobil, komputer, akses internet dll tapi kenapa anaknya ga selesai2 kuliahnya?
sebagai peringatan buat yg lain: awalnya saya punya cita2 yaitu berbisnis sambil kuliah, kuliah kelar dan menjadi eksekutif muda yang sukses “mimpi yang sempurna ”
di awal menjalankan usaha, sepertinya akan berjalan mulus sesuai rencana, namun selanjutnya tidak semudah yang aku kira, kerugian demi kerugian menimpa usahaku sampai akhirnya Jatuh Bangkrut.
Okelah kalo gagal dalam berbisnis itu sudah biasa/merupakan suatu hal yang wajar, namun masalahnya aku ud ga punya modal lagi, minta ke ortu ga mungkin, modal awal yg dl jg minta :p .
Sekarang baru deh mikir klo buat modalnya itu bisa dari ngumpuin dari gaji (jd karyawan misalnya), namun cari kerja susah klo cuma pake ijazah SMA, sekarang baru nyadar klo ijazah S1 jg penting, dulu terpengaruh oleh buku-buku yang bilang klo titel sarjana ga penting, yang pengting itu Life Skill.
Trus satu hal lg kesalahanku, dl aku ga mengajukan cuti kuliah. Kerugiannya yaitu udah bayar iuran kuliah spp+praktikum trus masa studi jg jd nya dihitung, padahal aku ga ngapa-ngapain di kampus selama 2,5 tahun (ga terasa lho…), padahal hanya tinggal skripsi.
Thanks Pak, btw saya sudah memutuskan untuk menyelesaikan studi saya, tanggung sedikit lagi, lagian di luar sana banyak yang ingin sekolah namun tidak mampu, karena biaya yang cukup mahal, klo sekarang tidak selesai berarti saya menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga…
wir // 18 Mei 2007 pada 15:30 |
**usman**
tulisanmu koq kacau, kurang jelas maksudnya !
(tulisan nggak jelas, males mbaca)
**Fei**
Kalau ayah anda yang sudah memodali banyak dan masih bisa memberi nasehat seperti yang saya utarakan di atas, itu namanya hebat. Itu bukan kesal, beliau mempunyai hati yang lapang dan sabar. Rasanya saya belum sehebat beliau.
Selanjutnya jika keputusannya untuk meneruskan sekolah : ITU BAIK ! Saya kira waktu yang satu semester tersebut harus dimanfaatkan dengan seksama.
Untuk memanfaatkan dengan seksama adalah :
1. pilih dosen yang memahami permasalahan anda, dan tahu bahwa anda telah sadar dan mau fokus ke skripsi lagi.
2. diskusi dengan dosen tersebut, topik apa yang dapat diselesaikan dalam satu semester tersebut. Apakah dosennya setuju.
3. jika dosen ok, perlihatkan kemauan anda, usahakan setiap minggu melaporkan progress. Lebih cepat lebih baik, tetapi kalau terlalu sering muncul, dosennya juga bosen. Usahakan jangan sampai membuat beliau bosen.
4. Usahakan topiknya sesuai dengan peminatan dosen, sehingga jika membahas materi skripsis anda jangan membuat dosennya berpikir banyak.
5. baca dengan baik-baik tip-tip menulis skripsi di atas.
6. pertahankan motivasi anda untuk menyelesaikan skripsi tersebut, terus-menerus. Kesadaran anda tersebut merupakan enerji untuk menyelesaikan skripsi anda.
7. jangan lupa berdoa, memohon kepada-Nya, luangkan waktu ketempat ibadah, yang sepi. Ini merupakan strategi memfokuskan pikiran yang paling efektif.
Ok Sukes untuk Fei
usman // 19 Mei 2007 pada 02:04 |
pagi pak wir,maksud saya saat ini saya lg bingung nentuin judul buat skripsi saya.oh ya saya jg mo tny ttg pelat cangkang tuh sama gk dgn dome?tlg dijelasin y pak.trims…
wir // 19 Mei 2007 pada 02:45 |
usman, tulisanmu disingkat-singkat, kayak nulis sms, dari situ kelihatan “kamu itu mau nulis atau mau apa, kelihatan nggak serius gitu”, antara “mau-mau nggak mau”. Terus terang sebenarnya saya mau delete aja. Tapi ok-lah, sekali ini saya coba tanggapi. Saya harap tidak di ulang lagi.
Perhatikan, saya nulis jawabannya juga nggak setengah-tengah.
Pelat cangkang adalah istilah yang umum digunakan untuk menterjemahkan element SHELL, yaitu element meh dua dimensi yang mempunyai perilaku membran (gaya tarik/tekan searah bidang) dan perilaku pelat (momen). Element SHELL adalah element dua dimenasi yang dapat digunakan untuk memodelkan struktur DOME, tapi tidak terbatas pada struktur itu aja. OK.
usman // 19 Mei 2007 pada 05:44 |
kemudian untuk element shell, referensi apa yang dapat saya gunakan?dimana bisa saya dapatkan?
mohon saran bapak.thanks.
wir // 19 Mei 2007 pada 06:42 |
untuk teorinya, cara penurunan formulanya silahkan baca di banyak buku-buku tentang m.e.h (metoda elemen hingga) atau f.e.a (finite element analysis), karangan Cook atau Desai atau Bathe atau banyak lagi yang lain atau bisa juga baca buku klasik tentang shell dari Timoshenko (ini wajib hukumnya)
jika ingin tahu implementasinya bisa juga di buku-buku manual program seperti SAP2000, ABAQUS, ANSYS dll.
Judul-judul buku yang dimaksud ada di daftar pustaka buku saya yang terbaru SAP2000 Edisi Baru.
Fei // 20 Mei 2007 pada 04:09 |
Terima kasih pak Wir, artikel anda di awal, juga masukan-masukannya sangat berarti buat saya.
Rencananya ada jadwal sidang bulan Agustus nanti, semoga berhasil. Nanti saya kabari lagi bila sudah selesai.
Terima Kasih banyak Pak…
usman // 20 Mei 2007 pada 08:49 |
ok terima kasih atas info dan sarannya pak.
wir // 20 Mei 2007 pada 09:30 |
Salah satu hal yang disenangi dosen dari muridnya adalah kemauan untuk maju, pantang menyerah, dan tidak hanya kecerdasannya saja.
Adanya kemauan atau pantang menyerah itu biasanya didukung oleh motivasi kuat mahasiswa tersebut.
Fei, tunjukkan ke orang-tuamu, orang-orang disekitarmu, bahwa kamu bisa mensyukuri apa-apa yang telah diterima selama ini (sekolah tanpa mikir dananya, tinggal minta ortu), yaitu dengan menyelesaikan sekolah tersebut.
Pada tahap itu saja, saya yakin bahwa mereka yang memberi juga akan lega, dan bahagia. Baru setelah itu mikirin yang lain.
God Bless You.
daisy // 21 Mei 2007 pada 02:58 |
pak Wir,
mungkin pak udah lupa, saya waktu dulu pernah tanya tentang Judul Kar-Tul yang terus pak jawab “Gimana kalo tentang Indonesia sebagai pembabat hutan No.1 di dunia”
Menarik banget pak,..
hmm…tapi kalo judul di bidang sipil bapak ada saran tidak?
Saluut juga buat pak, pak kan dosen pasti sibuk, koq sempat ya setiap hari balas comment2 dan kasih saran-saran…
Makasih pak
..J B U..
wir // 21 Mei 2007 pada 07:54 |
Itulah enaknya jadi dosen, salah satu tugasnya adalah membuat tulisan (publikasi), termasuk blog ini.
Bagi dosen, semakin banyak nulis, semakin banyak kum-nya lho. Jadi kalau penulisan itu hobby dan bukan tugas maka khan enak hidup ini. Jadi dosen ngerjainnya yang hobby-hobby aja, tapi bisa menghidupi (khususnya jika di UPH lho).
Judul skripsi, wah banyak sekali lho. Topik apa yang akan dibahas. Pelajari aja setiap pertanyaan di blog ini, bisa dikembangkan jadi judul skripsi koq.
ilham // 21 Mei 2007 pada 13:26 |
Salam kenal pak wir,
Saya ingin tahu tentang tata cara penggantian karet peredam gempa pada suatu gedung, kira – kira pak wir ada info ga?
Terima Kasih
wir // 21 Mei 2007 pada 13:51 |
karet peredam gempa = base isolation system ?
untuk gedung ? Setahu saya gedung yang pakai sistem itu hanya bangunan percontohan sumbangan dari UNIDO yang dibangun di jawa barat (sukabumi ?). Betul ya ?
Apa sudah ada gedung yang lainnya ? Wah menarik itu. Hal-hal tentang ini (base isolation system) banyak menjadi topik tulisan / seminar dari pak Benjamin Indrawan (Dr., M.Eng.) alumni dari University of Tokyo, Japan. Beliau adalah direktur Phi-Delta konsultan, dosen Trisakti dan juga dosen UPH yang mengajar analisa metode matrik, analisa dinamik dan teknik gempa
Setahu saya, karet peredam tersebut banyak macam ya, tidak hanya sekedar karet bisa juga kayak Elastomeric-Based System seperti yang banyak dipakai di jembatan-jembatan sekarang ini.
Untuk penggantiannya kayaknya nggak ada yang khusus khan, paling-paling disiapkan jack hidraulik dengan kapasitas yang mencukupi. Biasanya kalau desainnya baik, sudah disiapkan tempat untuk dongkrak tersebut.
O ya, ingat masalahnya jika satu tempat diangkat bisa menimbulkan efek seperti differential settlement, pada ’struktur statis tak tentu’ hal itu bisa menimbulkan momen tambahan (over-stress). Untuk itu mungkin perlu dievaluasi terlebih dahulu dengan analisis struktur pengaruhnya. Tapi mestinya ini sudah diantisipasi lama saat desainnya dulu ya.
Prosedurnya, kalau efek ’statis tak tentu’ itu jelas bahwa hal tersebut akan berbeda-beda
Yah ngeliatnya harus kasus per kasus kalau begitu. Jadinya nggak ada prosedur yang seragam ya.
Setiawan // 23 Mei 2007 pada 06:17 |
Sebelumnya saya mohon maaf, karena baru sekarang bisa membaca nasihat dari Bapak, baru ada kesempatan internet.
Terimakasih atas gambaran penyelesaian masalah yang sudah
Bapak berikan. Saya coba Pak..
Tetapi, saya masih membutuhkan bimbingan lebih lanjut dari Bapak, itu juga kalau Bapak tidak keberatan…
Thank’s Friend….
ynos // 24 Mei 2007 pada 08:39 |
Saya mahasiswa teknik sipil jurusan manajemen konstruksi, saya kesulitan dalam mencari judul. Mungkin bapak tau dimana mencari jurnal yang gratis untuk bahan skripsi saya sebab selama saya browsing di internet kebanyakan jurnal yang berbayar.
Alur // 30 Mei 2007 pada 18:07 |
Pak wir salam kenal,
saya mahasiswa TS Unsyiah B.Aceh.
Sedang menulis Skripsi tentang Alternative Perencanaan Pondasi Tiang Pancang (Group Pile), bisa tolong referensi presentasi atau bahan2 yg berhubungan dengan judul saya tersebut.
terima kasih…
elza // 9 Juni 2007 pada 03:39 |
salam kenal pak
saya mahasiswa hidroteknik sedang cari informasi tentang perhitungan kedalaman gerusan lokal di hilir peredam energi pada bendung tipe bucket, kira-kira saya bisa dapat informasi dimana?
makasih sebelumnya
7oRr@ // 9 Juni 2007 pada 03:50 |
Selamat pagi pak
saya mahasiswa hidroteknik Unsyiah,
saya butuh bahan tentang studi kasus permasalahan pada belokan sungai (erosi tanggul dan sedimentasi dasar sungai) . Terima kasih
wir // 9 Juni 2007 pada 05:07 |
**Setiawan**
bagaimana sudah ada kemajuan ?
**ynos**
Manajemen konstruksi, ini juga bukan peminatan saya. Tapi seingat saya, tema ini banyak dijumpai di internet. Coba anda coba link di web site lamaku http://sipil-uph.tripod.com rasanya aku koleksi link yang gratis.
**Alur**
Apanya yang alternatif mas Alur. Untuk pondasi tiang pancang kayaknya buku wajibnya adalah bukunya karangan prof. Paulos, warna hitam. Itu harus dibaca dulu.
**Elza & 7oRr**
Bidang yang anda cari di luar peminatan saya. Jadi saya awam dengan hal tersebut.
Sendy // 9 Juni 2007 pada 16:43 |
Hallo Pak Wir,
Mengikuti perjalanan blog-nya Pak Wir ini emang enak. Great job. Saya dukung diskusi2/berita2 yg telah/akan dipost.
Hallo Mas Alur,
****Sedang menulis Skripsi tentang Alternative Perencanaan Pondasi Tiang Pancang (Group Pile), bisa tolong referensi presentasi atau bahan2 yg berhubungan dengan judul saya tersebut.****
Saya tidak berkecimpung di pile foundation (group pile) hanya saya memang pernah mendengarkan beberapa presentasi ttg topic tersebut di conferences. Setahu saya alternatif perencanaan untuk pile group (dan stone column) yg sedang banyak diresearch skrg adalah penggunaan homogeneization method. Kalao tidak salah method ini juga dipakai di concrete tech (saya hanya pernah denger, mungkin Pak Wir ato teman yg lain lebih ngerti). Metoda ini baru teruji secara static properties (ekuilibrium di stress, force, couple moment) tapi belum akurat dari sisi displacement, terutama lateral displacement (ini yg saya ingat dari presentasi-nya Dr Mina Karstunen – Univ Strachclyde, UK).
Alasan penggunaan dari method ini salah satunya adalah untuk menghindari penentuan interface definition antara piles and soil pada perencanaan pile group (dalam f e analysis penggunaan interface yg terlalu banyak merupakan time consuming dalam boundary problem yg besar).
Setahunya beberapa journal membahas ttg alternative perencanaannya: untuk analyticalnya bisa refer ke Prof Matsumoto. Untuk finite element yg banyak membahas: Prof Hary Poulos (U. Western Australia), Prof John Small (U. Tech. Sidney).
Kalo memang tahu pasti apa yg dicari, saya akan coba bantu untuk cari journal2 yg sesuai. Tapi tolong specific untuk keywords-nya, krn saya hanya tahu kulit dari pile group model & analysis.
best regards.
ndiang // 12 Juni 2007 pada 07:17 |
untung nemui blog ini!
talenta // 14 Juni 2007 pada 04:41 |
syalom pak..saya mahasiswi USU di Medan, saya lagi terhambat dalam selesaikan skripsi saya. Judul skripsi saya: “Analisa tekuk flens dan web profil IWF struktur Gable Fame dengan metode plastis”.saya mohon bantuan bapak untuk beri saran, komentar mengenai judul saya dan kira2 buku/sumber buku apa yang bagus dipakai untuk untuk judul saya tersebut.Saya agak pusing menganalisa tekuknya..mohon bantuannya. terimakasih..syalom..
wir // 14 Juni 2007 pada 05:52 |
sdr Talenta, wah bagus namanya.
“analisa tekuk flens dan web …” , apakah anda ingin melihat perilaku tekuk di flens atau di web ? Tekuk lokal, setempat ? Atau pengaruh flens dan web. Itu kurang jelas.
Karena anda mengkaitkan dengan metode plastis maka perlu diingat : bahwa metode plastis hanya dapat diterapkan pada profil compact. Apa itu ? Silahkan lihat definisi di AISC atau SNI baja yang terbaru yang mengacu AISC.
Pada profil compact sudah disyaratkan bahwa b/t atau perbandingan lebar atau tebal komponen-komponen baja di profil tersebut sudah di-check sedemikian sehingga tidak ada itu tekuk lokal. Dengan demikian profil tersebut dapat mengalami momen plastis.
Jadi intinya, metode plastis hanya dapat diterapkan pada profil yang mempunyai ketebalan yang mencukupi sehingga tidak mengalami tekuk terlebih dahulu sehingga keruntuhan terjadi pada materialnya (yielding).
Jadi judul skripsi anda berkaitan dengan hal yang berbeda, yaitu tekuk (tinjauan geometri) dan plastis (tinjauan materialnya).
Anda mau tinjau salah satu aja, atau kedua-keduanya. Wah nggak gampang itu, kecuali pakai fem.
@ngga // 18 Juni 2007 pada 06:17 |
Salam, pak wir.
Kenalkan nama saya Angga mhs semester akhir sipil UNRI riau.
Sy mw tanya ke Bapak, buku referensi prog delphi apa yg bagus bwt anak sipil? Ada gak,pak ? tolong direkomendasikan ke saya pak, ya.. Gini, lho.. Saya lagi dlm tahap untuk menuju ke tugas akhir. dan sekarang masih dalam tahap menyusun proposal. (saya mencoba tips yg bapak kasihkan dalam penyusunan proposal saya; bagus bgt !)
Saya dpt judul ttg analisis kolom bentuk +, L dan T. Output yg dihasilkan utk perancangan di lapangan disajikan dlm bentuk keluaran prog komputer (intinya tentu saya harus membuat program). Program delphi ini bagus ga ya klo saya gunakan dlm TA saya ?? (jujur pak, pengetahuan saya ttg pemrograman sangat minim sekali). Tapi dosen pembimbing sy sangat berharap agar saya bisa menguasai program tsb.
Oya, saya mengalami kesulitan dlm mencari jurnal2 ttg kolom btk +,L dan T. Kira2 bs gak bpk kasih website jurnal sipil yg up-to-dated khusus mengenai kolom beton bertulang? saya berharap bs konsultasi & sharing jg dg Bapak ttg dunia sipil (klo boleh sy minta alamat email Bapak).
terima kasih..
wir // 18 Juni 2007 pada 10:14 |
Saya merekomendasikan vb 6.0 dan bukan delphi!
Kenapa ?
Karena di buku ke-3 saya, telah termuat listing lengkap diagram interaksi kolom bentuk persegi, bulat, juga komposite. Lengkap dgn CD , tinggal di RUN. Saya yakin belum ada buku berbahasa Indonesia yang selengkap tersebut.
Jadi kenapa harus nyari lain !
Jika dosen anda ngotot pakai delphi, tanya kenapa ? Apa sudah baca buku saya tersebut, jika ada buku lain yang lebih lengkap dari buku saya tersebut. Bolehlah pakai delphi.
email, pakai ini aja, biar bisa sharing ke yang lain. Juga nanti kalau ada yang salah khan ada orang lain bisa kasih koreksi. Gitu lho.
@ngga // 21 Juni 2007 pada 06:01 |
Thanks,pak.. Saya akan cari buku yg bpk rekomendasi tsb. Oya, bg siapa saja yg membaca tulisan ini tlg dong bantuin ak nemuin jurnal ttg analisis kolom.
maria mahdalena // 27 Juni 2007 pada 10:44 |
syalomm…pak
kenalkan saya maria, saya mahasiswi di UNIMED jursan bhs Jerman skrg smster 6.
Saya mo konsultasi pak, saya lg binggung…. krn kmi ada tugas dari dosen u/ membuat proposal ataupun samapi bab 3. padahal saya msh binggung u/ memulainya. jgn kan merangkai penelitian tentukan judul dlm linggustik saja saya msh binggung. apalagi ini tugas smester.
dapatkan bapak membantu saya.
tlg berikan solusi ke email saya : implus_maria@yahoo.co.id
Makasi ya pak
GBU
wir // 27 Juni 2007 pada 11:05 |
Aku juga bingung, proposal apa sih yang kamu mau bikin.
Cerita dulu, UNIMED itu apa, proposal apa, tugas akhir (di semester 6 koq udah ya, diploma ya), temanya apa. Aku khan kurang memahami ttg bahasa jerman.
Gitu. Maria Mahdalena atau Magdalena sih.
YAN ANANTA // 27 Juni 2007 pada 13:23 |
halo pak Dewo
Aduh pak hampir saya kehilangan site ini !!
Pak Tolong dong, Punya peraturan tabel pada peraturan perencanaan Jembatan (BMS) Khususnya pada Baja Struktural.
Saya sudah ke Puslitbang J Jem, Tapi kok belum ketemu pak, wah untuk buat TA ini pak
Apa panjenengan Punya ?
Matur Nuwun
Gusti Yesus Amberkati
iqbal // 28 Juni 2007 pada 12:23 |
salam sejahtera , saya mau bertanya kepada bapak
-laporan karya ilmiah itu apa ya pak ?
-abstrak itu apa pak ?
-kata kunci itu apa pak ?
-cara buat daftar pustaka yg baik dan benar gimana pak ?
-unsur abstrak informatif itu apa pak ?
trus apa yg di perhatikan dalam menyusun abstrak ?
maaf pak seblemnya , karna pertanyaan saya banyak , mohon bantuannya pak
salam sejahtera untuk bapak
wir // 28 Juni 2007 pada 12:36 |
Jika tulisanku yang panjang lebar di atas masih belum menjawab pertanyaan Iqbal maka disarankan membaca langsung buku rujukan berikut:
Mien A. Rifai .(2001). “Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan, dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia“, cetakan ke-3, Gadjah Mada University Press dan Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Ditjen Dikti.
Pasti di perpustakaan yang cukup besar, buku itu pasti ada.
agung // 10 Juli 2007 pada 04:38 |
pa wir…slm kenal.aq mhs J@doel BeGeTe dr fak.olahraga d jkt.sedang go to skripsi about JUDO
……ehm bapak yg baik tolong kasi aq bahan judo (sejarah,tehnik,dll)cos banyaknya jepang n korea punya,maklum aja ya pa.//./.
indri // 10 Juli 2007 pada 06:23 |
Salam kenal Pak Wir
Saya mahasiswi fakultas ekonomi jurusan IESP
senang sekali bisa baca tulisan bapak berserta comment-commentnya…hehe…bener2 menjadi pemicu untuk menyusunan skripsi…
Pak Wir….
Dosen pembimbing yang saya dapat tidak sesuai dengan dosen pilihan yang saya tulis sewaktu pengajuan KIPS…beliau orang yang cukup keras dan idealis…pertama kali bimbingan, beliau langsung menolak beberapa judul yang saya ajukan…saya memang mengajukan judul yang berbeda dari bahasan beberapa mata kuliah (Ekonomi Mikro, Evaluasi Proyek & Ekonomi Syariah) yang diampu beliau…soalnya saya tidak tertarik sama sekali dengan bahasan mata kuliah tersebut…sampai akhirnya beliau menyetujui bahasan judul yang saya ajukan, yang juga tidak terkait dengan bahasan mata kuliah yang beliau ampu…(saya mengambil bahasan tentang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Makro)…
Beliau bilang “Ya sudah kalo kamu pinginnya bahasan ini ya gak papa dijalani dulu saja, saya akan coba bimbing dan sambil jalan saya juga ikut belajar”. Saya jadi merasa bersalah sama beliau karena sudah keras hati untuk tetap memilih pasar modal sebagai bahasan skripsi…
Apa tindakan saya salah?
Gimana nih Pak Wir apa saya nanti akan mendapat hambatan dengan tetap mengambil judul yang saya inginkan?
Trus apa saya akan merepotkan dosen pembimbing saya?
Minta saran………………..banget………..
wir // 10 Juli 2007 pada 11:01 |
@Agung
ttg judo, nggak ada tuh.
@Indri
Saya sarankan, carilah topik yang dosen pembimbing mempunyai minat dan kompetensi pada topik tersebut. Jika tidak, bagaimana beliau bisa membimbing. Selain itu, bagaimana nanti jika dosen penguji ternyata lebih ahli dan menemukan sesuatu yang diragukan. Bisa mentah.
Karena ini ttg skripsi, maka nggak usah terlalu ngotot topik diluar kompetensi dosennya. Apa alasannya. Mau ahli bidang tersebut, padahal dosennya nggak cocok. Jadi kayak kerja sendiri aja. Nggak ada nilai tambah, selain itu juga riskan, dosen pembimbing mbelanya kurang kuat jika ada penguji yang lebih ahli. Prioritas, pokoknya sekarang bisa lulus terlebih dahulu. Jika ingin ilmu yang lain, nanti belajar lagi.
Gitu mbak Indri, saya sendiri juga nolak jika mahasiswa ngajuin topik yang saya sendiri kurang sreg.
Bagaimanapun semakin profesional seseorang, umumnya lebih fokus ke hal-hal tertentu. Nggak bisa semuanya. Kalau ngaku bisa semuanya, akan diragukan … lho.
ryan // 12 Juli 2007 pada 14:37 |
mlm pak..
aq mhs jurusan sistem informasi ingin mengajukan skripsi pd smtr ini.tp aq msh bingung mo ngajuin apa.tlg bntuin sy y pak,mgkn bpk ada pandangan lain.kl bs,analisa aja pak.coz lg mls buat program.
matur thank u…..
email aq : kecoak_kecil@yahoo.com
wir’s comment : tulisan anda sangat hemat, membacanya susah, jadi saya juga akan berhemat komentar. Ok.
ubaid // 13 Juli 2007 pada 00:49 |
Salam kenal pak Wir,
saya mahasiswa Trunojoyo Madura jurusan Informatika, setelah saya baca mulai dari atas, saya salut dengan web ini karena sangat bermanfaat bagi saya, dan mungkin bagi orang banyak. Saya salut nih sama pak Wir sepertinya pak Wir menguasai di segala bidang, sebenernya bapak spesifikasinya di bidang apa ?
Saya mau curhat ni Pak !!!
Saya bentar lagi menginjak semester 7 pak. tapi yang saya rasakan ilmu saya itu ngawang semua dalam artian setengah-setengah.
Trus solusi buat buat saya untuk memfokuskan ilmu saya sehingga terbentuklah sebuah skripsi, gimana pak tahapannya? trus gimana cara memperoleh judul skripsi?
Terima kasih !!!
wir // 13 Juli 2007 pada 04:41 |
Salam kenal kembali Ubaid.
Bidang spesialisasi saya adalah structural engineering yang merupakan sub bagian keahlian dari civil engineering. Bidang yang membahas ttg kekuatan dan kekakuan untuk memastikan keamanan (safety) struktur-struktur bangunan sipil, misal gedung, jembatan, dam dll.
Ilmu masih ngawang, ya biasa itu. Jika anda konsisten dan tekun mempelajarinya pasti akan ada buahnya. Saya juga gitu, hanya saja saya menikmati bidang yang menjadi kompetensi saya, jadi rasanya bisa menggelutinya setiap hari, tidak bosan-bosan juga. Kerja menjadi kayak hobby aja.
Untuk membentuk skripsi maka anda harus cari masalah yang nanti akan dicari solusinya memakai ilmu yang anda pelajari. Bahkan untuk itu karena belum dikuasai maka anda terpaksa belajar ilmu yang baru. Nggak apa-apa itu. Jangan takut.
ubaid // 13 Juli 2007 pada 23:30 |
Gini Pak !!!.
sebenernya saya menekuni di bidang pemrograman web & jaringan. Mungkin Bapak bisa memberi suatu masukan nanti skipsi saya terarah ke mana dan membahas masalah tentang apa?
Trus tips menyusun judul skripsi itu gimana?
Apakah penyelesaian suatu masalah dalam skripsi itu harus menggunakan metode?
Terimakasih Pak Wir !!!
wir // 14 Juli 2007 pada 00:18 |
“di bidang pemrograman web & jaringan”, tentunya data-base bisa khan.
Kalau begitu membahas aja, misal toko buku on-line kayak Amazone. Bagaimana anda bisa menampilkan katalog buku yang terintegrasi dengan data-base bagian pergudangan juga pengiriman serta statistik buku-buku yang paling laku sekaligus informasi keuangannya. Jika susah tunjukkan dimana kesusahannya dsb-nya.
anggap hal di atas adalah masalah yang akan dibahas. Lalu siapkan untuk menjawab pertanyaan berikut:
a). Mengapa perlu membahas masalah di atas.
b). Strategi apa yang digunakan sbg solusinya
c). Apa kelebihan dan kelemahannya
dsb-nya
Penjabaran dari pertanyaan-pertanyaan tsb merupakan skripsi anda. Gitu lho. Gampang khan.
ubaid // 19 Juli 2007 pada 13:51 |
iya pak saya bisa web dengan data base. Pak emangnya boleh, membuat skripsi seperti yang bapak sarankan, itu khan sebagian tugas dari perkuliahan saya???
wir // 19 Juli 2007 pada 14:02 |
Kenapa nggak boleh, yang penting adalah bagaimana anda meyakinkan penguji bahwa yang kamu bikin tersebut merupakan bagian penting dari suatu penyelesaian masalah.
Jadi yang pertama terlebih dahulu adalah memformulasikan masalahnya, sehingga diperlukan web data base tersebut.
Gitu mas.
ubaid // 19 Juli 2007 pada 19:38 |
Apakah perlu mencari “Study Kasus” untuk mendapatkan suatu masalah yang Bapak sarankan?
Oh ya Pak… Saya minta link-link yang berisi jurnal ilmiyah yang sesuai dengan jurusan saya.
Terima kasih Bapak….!!!
wir // 19 Juli 2007 pada 22:32 |
Ya kalau sudah sampai situ, diskusi / konsultasi dengan dosen pembimbing diperlukan.
Link yg sesuai jurusan, lha kalau itu juga anda yang lebih tahu ! Google-ing aja.
the_godel // 25 Juli 2007 pada 05:36 |
pak wiryanto, saya ini termasuk HMA, himpunan mahasiswa abadi, tetapi ini bukan karena saya bodoh tapi mungkin juga saya malas, saya terharu atas beberapa blog yang membuat kita terinspirasi, saya sudah pernah bekerja di kontraktor BUMN, dan di konsultan tetapi hingga hari ini saya belum bisa menyelesaikan “tugas akhir” saya, mohon di beri pencerahan, thanks
wir // 25 Juli 2007 pada 06:05 |
Saya bisa memaklumi anda.
Ketika saya menulis jawaban ini, apa yang sebenarnya terjadi. Saya juga harus menyelesaikan ’skripsi’ saya, krn anda S1 maka disebut skripsi, tetapi karena saya S3 maka namanya beda yaitu disertasi. Tapi sebenarnya substansinya sama.
Membuat skripsi / disertasi, saya kira sama aja, hanya bedanya basic-nya beda. Yang paling susah adalah melawan diri sendiri. Anda tahu, untuk memfokus ke situ (skripsi) kadang-kadang susah bukan main, bahkan lebih mudah kerja di BUMN atau konsultan, begitu khan. Kalau saya, lebih mudah menyelesaikan buku yang tebalnya 500-an.
Jadi fokus untuk menyelesaikan skripsi perlu pengorbanan diri dan komitmen yang kuat. Anda tahu saya tiap hari (kecuali Senin dan Selasa) selalu berusaha fokus di depan komputer. Hanya untuk berusaha menyelesaiakan disertasi (skripsi S3).
Jika anda fokus, konsentrasi dan berkomitmen kepada diri sendiri untuk mau menyelesaikan skripsi, saya kira BISA.
Kerja di BUMN, konsultan, dll, dng iming-iming duit, itu hanya sekedar tedeng aling-aling menutupi kelemahan diri anda untuk tidak menyelesaikan skripsi.
Jika anda merasa hal-hal itu lebih penting maka nanti, “waktu” yang akan membuktikan bahwa menunda tanggung jawab (menyelesaikan skripsi) hanya akan mendatangkan penyesalan dikemudian hari.
Selamat menetapkan komitmen anda, mau berbeda untuk menjadi batu permata yang perlu digosok secara khusus agar cemerlang dan dihargai atau cukup puas menjadi batu jalanan saja. Menunggu pecah oleh kondisi sekitarnya. Berguna juga, tetapi selama berfungsi tidak ada yang memperhatikannya (menghargainya) hanya saja ketika pecah/ rusak dan tidak berguna maka baru ada yang memperhatikannya, yaitu membuangnya dan menggantinya dengan yang baru.
Anda diberi pilihan sendiri dan anda juga yang memilihnya. Akhirnya hanya anda sendiri yang dapat merubah anda, bukan orang lain.
ardiansyah // 25 Juli 2007 pada 19:37 |
Salam Sejahtera
Bapak, saya merasa beruntung dapat alamat blog ini. Saya mahasiswa Teknik Sipil UMY angkatan 1999.
InsyaAllah, saya akan mengerjakan TA saya tentang tiang pancang dengan judul “Perbandingan nilai perhitungan metode statis dan metode dinamis tiang pancang dikorelasikan dengan hasil test Pile Driving Analyzer”.
Mohon sumbangsarannya atas judul ini dan apa referensi yang harus saya punya. Terimakasih,Tuhan Memberkati Anda
wir // 25 Juli 2007 pada 22:33 |
sdr Ardiansyah,
Saya sarankan anda hadir di UPH pada saat EACEF 26-27 September besok, kenapa, karena Prof. Harianto akan menyampaikan makalah :
LESSONS on QUALITY ASSURANCE of PILE FOUNDATION USING STATIC / DYNAMIC LOAD and INTEGRITY TEST in INDONESIA
Beliau akan menyampaikan pengalaman ttd PDA pada berbagai perusahaan di Jakarta. Pas sekali dengan tema skripsi anda.
Jadi sekarang mempelajari dengan baik bersama dosen pembimbing anda selanjutnya sampaikan pertanyaan anda ke prof Harianto jika ada yang tidak jelas. Makalah tsb cukup orisinil dan up-to-dated karena prof. Harianto adalah salah satu direktur perusahaan penyedia jasa PDA tsb di Jakarta (selain juga guru besar di UPH, senior saya di sini).
O ya, beliau juga mempunyai sertifikasi sbg “Quality assessor for foundation testing”.
yanto // 30 Juli 2007 pada 06:51 |
Salam kenal Pak wir.
Saya mahasiswa Teknik Sipil Peminatan Manajemen Konst.
Saat ini saya mau mengajukan judul skripsi. Sebelum mengajukan judul skripsi saya sedang mencari-cari dulu literatur/buku-buku yang menunjang judul saya tersebut.
Judul skripsi yang mau saya ajukan adalah “Studi Perbandingan Analisa Biaya Metode Konst. Perkerasan Flexible dengan Perkerasan Kaku Pada Proyek Jalan Raya”.
Kira-kira ada gak buku yang membahas perhitungan biaya pada jalan raya. Atau mungkin Pak wir punya catatan atau file mengenai perhitungan analisa biaya pada jalan raya?
Soalnya saya lagi ngejar target sampai awal bulan September harus selesai kuliah.
Terimakasih Pak Wir, atas blog-nya bagus banget!
wir // 31 Juli 2007 pada 22:47 |
Bidang MK asing bagi saya.
iray // 2 Agustus 2007 pada 08:44 |
salam kenal pak wir,
saya mahasiswi jurusan Manajemen Perbankan Syariah saat ini sedang skripsi dengan judul “Analisa Penanganan Pembiayaan Bermasalah pada BPRS” bisa tolong kasi tips-tips buat sidang, karena saya sebentar lagi mau sidang.
aziz // 2 Agustus 2007 pada 09:18 |
salam kenal, pak wir
saya mhswa teknik sipil saat ini sedang TA dengan judul “analisis pemodean tiang 2d dengan bantuan plaxis untuk mencari gaya dalam dan penurunan”tips2 apa saja yang nanti buat sidang draft.mksh
wir // 2 Agustus 2007 pada 09:27 |
@iray dan azis:
Tip-tip ini saya rangkum dari pengalamanku yan pernah menjadi dosen penguji skripsi di JTS-UPH, sebagai mahasiswa S3 yang harus lulus ujian lesan dan tertulis dari beberapa profesor, dan juga sebagai presenter dibeberapa seminar ilmiah.
Tip-tip ini benar menurut pengalamanku tersebut, tetapi apakah cocok dan manjur jika diterapkan pada anda, wah itu soal lain.
Prinsipnya karena materi yang diujikan adalah hasil penelitian dan penulisan kita, maka mestinya dalam presentasi tersebut kitalah yang “paling” menguasai materinya, yang kedua tentunya dosen pembimbing. Betul nggak ?
Jika jawabannya “tidak”. Anda harus bertanya dulu, kenapa ? Ini penting, karena kalau anda masih ragu dan tidak bisa menjawab “ya aku paling tahu” maka anda perlu evaluasi dulu.
Langkah lain yang perlu adalah, sudahkah anda meyakinkan dosen pembimbing anda tentang apa-apa yang anda tulis ! Ini penting. Jika anda saja tidak bisa meyakinkan dosen pembimbing yang notabene secara resmi ditunjuk oleh institusi untuk membimbing anda, maka tentulah sulit untuk meyakinkan dosen lain yang ditunjuk sebagai penguji.
Jadi intinya, sebelum maju sidang anda harus mendapat dukungan dari dosen pembimbing ! Jika anda memenuhi prasyarat ini maka jelas kelulusan anda sudah di tangan. Jika demikian maka hanya anda dan dosen pembimbing anda saja yang mengusai masalah anda. Jika demikian maka pertanyaan pertama nanti akan ‘ya’. Masih ingat pertanyaan pertama saya tadi.
Ok. Jika anda memenuhi prasyarat-prasyarat tadi maka tentunya anda sekarang lebih PD untuk maju sidang.
Menurut saya ini penting, jika anda PD maka bawah sadar anda akan mendukung anda.
Jika mental telah siap, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan penampilan anda di sidang, antara lain :
fisik : kesehatan, cara pakaian (kalau perlu pakai dasi, rapi dan jangan terlalu menyolok / menarik perhatian, tampil wajar).
materi presentasi : pastikan file-file atau alat presentasi dapat bekerja dengan baik. Pastikan juga bahwa anda menguasai apa-apa yang anda tampilkan. Jika ada yang anda ragu, hilangkan saja (ingat : cari alasan yang elegant kenapa nggak ditampilkan). Pastikan apa-apa yang anda tahu dan apa-apa yang anda belum tahu. Jangan sekali-sekali sok tahu. Nanti bisa kejebak sendiri.
Berkaitan dengan hal tersebut, anda harus tahu dengan baik batasan permasalahan anda. Ini penting khususnya jika ada pertanyaan yang melenceng dari materi penelitian anda. Jika ada seperti itu, akui saja bahwa hal tersebut belum diteliti dan juga cari alasannya.
Untuk sementara ini dulu ya, masih banyak sebenarnya, mungkin perlu satu tulisan tersendiri.
OK ?
Dhea // 3 Agustus 2007 pada 04:11 |
siang pak..
Perkenalkan nama saya Dhea mhs semester akhir teknik sipil.
Saya sedang dlm tahap untuk menuju ke tugas akhir dan sekarang masih dalam tahap menyusun proposal. Sy mw tanya ke Bapak, buku referensi tentang analisa pondasi pada tower dan tentang jurnal2 ttg hal tersebut. Kira2 bs gak bpk kasih website jurnal sipil yg up-to-date untuk masalah tersebut?
sebelumnya saya ucapkan terima kasih..
asari // 6 Agustus 2007 pada 00:25 |
Selamat pagi Pk Wir,
Beruntung saya menemukan blog ini.
Begini, saya mahasiswa semester 7 Fakultas Ekonomi UB Malang. Rencananya, saya mau memprogram skripsi sekaligus KKN-P (Kuliah Kerja Nyata Profesi). Tapi masalahnya, pertama, saya masih ragu bisakah saya mengatur waktu…? tolong Bpk beri saran bagaimana mengatur waktu dengan baik.
Kedua, untuk judul skripsi, saya berencana mengambil tentang Sensual Marketing atau Sensual Advertising (konsentrasi saya manajemen pemasaran), tolong beri saya rekomendasi buku-buku yang membahas tentang Sensual Marketing atau Sensual Advertising.
Terima kasih sebelumnya Pak Wir, saya harap Bapak berkenan memberikan solusi dan jawaban dari masalah tersebut.
Sekali lagi, Terima kasih Pk Wir.
Fikri P. Sofyan // 9 Agustus 2007 pada 10:49 |
Pak, saya mau bertanya tentang skripsi mhs sipil s1
TA saya tentang bangunan tinggi, kmarin saya seminar proposal tugas akhir. semua berjalan lancar-lancar dan baik-baik saja hingga salah satu dosen mempertanyakan batasan masalah saya. batasan yang dipertanyakan adalah:
“analisa dibatasi hanya struktur atas saja dan dianggap terkekang sempurna pada lantai dasarnya”
yang beliau pertanyakan: “anda tidak meninjau basement? mana mungkin bangunan tinggi diatas 20 lantai tidak pakai basement? anda tidak bisa meninjau bangunan tinggi tanpa mamperhatikan interaksi tanah-struktur..”
Untunglah saya mendapat dukungan dari banyak dosen, shg proposal TA saya (yg sebenarnya sudah 90% selesai) bisa lolos.
yg jadi pertanyaan saya adalah:
1. apakah memang semua bangunan tinggi harus memakai basement? (krn referensi2 yg saya miliki ttg bangunan tinggi hanya tidak meninjau bagian bawah bangunan)
2. salahkah batasan masalah yg saya buat?
mohon kesediaan Bapak menjawabnya, kalau bisa sekalian tips – trik menghadapi dosen yg kritis spt itu. (krn mungkin harus saya hadapi lg pada sidang TA)
wir // 9 Agustus 2007 pada 11:20 |
@Dhea :
Ada yang bisa bantu Dhea ?
@Asari :
Anda ini lucu, saya itu dosen teknik, jadi kalau tanya tentang ekonomi, ya bengong dong. Yang namanya profesional itu, adalah tahu apa yang dia tahu dan tahu apa yang dia tidak tahu. Jadi kalau orang ngaku serba tahu, itu perlu dipertanyakan ? Jadi nanti kalau saya jawab yang bukan kompetensi saya, ada yang tertawa lho. Gitu Asari.
@Fikri P. Sofyan :
Lho kamu ini bagaimana, saya ini khan juga dosen. Jadi sesama dosen tidak boleh saling mendahului.
Siapa sih yang mengharuskan ?
Untuk menjawab hal tersebut tentu saja anda balik aja pertanyaannya. Kenapa harus pak ? (sambil senyum lho) Kalau owner-nya mau gitu, bagaimana. Takut kebanjiran katanya.
Secara umum dapat dinyatakan bahwa konstruksi ke bawah (bikin basement semacamnya) relatif lebih mahal dari pada bikin konstruksi ke atas. Apalagi kalau kondisi tanahnya tidak mendukung, misalnya kondisi air tanah tinggi, juga tipe tanahnya jelek sehingga penggaliannya tidak gampang.
Itu semua harus menjadi bahan pertimbangan, khususnya dengan biaya yang dikeluarkan dibanding fungsi yang akan diperoleh (umumnya sebagai ruang parkir). Itulah gunanya preliminary design.
Sebagai gambaran bangunan ATD Plaza di Jalan Thamrin setinggi 28-30 lantai tidak punya basement. Kenapa, karena tanah disitu jelek, pakai tiang pancang aja panjangnya lebih dari 20 m (harus nyambung). Jadi kalau bikin basement disitu ya bisa tapi mahal.
Sendy // 9 Agustus 2007 pada 14:29 |
Hallo Pak Wir,
Permisi ikut rembug untuk topiknya Mas Fikri.
Saya hanya ingin sharing pemikiran dari sisi positif dosen anda. Mungkin yang ingin ditanyakan adalah alasan anda mengambil batasan terkekang sempurna di lantai dasar, kenapa bukan sendi atau rol atau pegas. Misalnya dengan menggunakan pegas (arah horizontal dan vertical), maka efek dari deformasi tanah akibat beban juga diperhitungkan, walaupun dengan asumsi tertentu.
Disisi lain saya tidak tahu apakah dengan memperhitungkan interaksi tanah dan struktur pada behavior struktur secara keseluruhan sesuai dengan scope s1.
Good luck and regards.
Nurcahya // 9 Agustus 2007 pada 14:33 |
buat : yanto (posting tgl 30 Juli 07),
Bina Marga pernah mengeluarkan standar perhitungan harga satuan untuk Jalan dan Jembatan, yakni Panduan Analisa Harga Satuan No. 028/T/BM/1995.
Anda bisa men-downloadnya di link berikut:
http://www.pu.go.id/balitbang/sni/pdf/028/T/BM/1995.pdf
peter handika // 10 Agustus 2007 pada 06:57 |
pak, saya butuh referensi mengenai droppanel dengan semi precast . Kata dosen saya akan kesulitan dengan sambungan antara beton lama dan beton baru..Tolong cepat dikomentarin yah Pak…TUHAN memberkati.. Kapan – kapan saya bisa konsultasi gratis kan pak.. Nanti saya datang ke UPH..Thanks a lot..
Fikri P. Sofyan // 13 Agustus 2007 pada 12:16 |
numpang lagi pak wir,
skripsi saya ini analitik prospektif mas Sendy, jd saya rasa seperti apa kekangan pada dasar bangunan saya tentukan sendiri.. atau pak wir, mas sendy dan yg lainnya ada masukan lain?
terimakasih buat pencerahannya..
wiga // 15 Agustus 2007 pada 04:01 |
Dear Pak Wir,
sy bingung ngambil judul apa u/ skripsi sy.akhirnya ktemu, pdhal cm compare 2 metode. sy sedi, ud ditinggal tmn2 seangkatan. tp sy msh pny smgt, sy hrs lulus.
pak, pny info tentang drop panel?
sy nyari tp g nemu di web, ato sy krg jago nyarinya…:)
tq bgt sblmnya.
wiga // 15 Agustus 2007 pada 04:07 |
pak wir,
pny info tentang drop panel, sy sedang mbandingkan lantai + droppanel dg lantai konvensional.
sederhana si, tp..
sy sbenarnya bingung dgn apa yg sy tulis skrg,
tq bgt333
wir // 15 Agustus 2007 pada 21:43 |
@peter and wiga
tuh, dipostingan baru ada kiriman dari mas Eri Iwan Priyadi ttg ACI318M dan precast panel, kalau tentang drop panel atau semi precast mestinya ada ya. Down-load dan baca dulu yang baik ya, baru tanya lagi. Itu yang sedang skripsi, jangan lama-lama. Cepet-cepet lulus. OK.
@Fikri,
Tumpuan bawah dibikin terjepit, atau sendi, menurut saya sah-sah saja. Itu banyak dilakukan, jaman saya kerja dulu.
Lalu karena era komputer canggih banyak keluar, maka orang-orang tanah suka ngusulkan dengan konsep soil-structure interaction. Pondasi mengalami deformasi yang dimodelkan sebagai spring dll. Tapi menurut saya nggak gampang juga lho, khususnya ketika mengambil parameter tanah yang tepat (untuk level s1).
Saya kira, kasus anda dimasukkan aja dalam batasan permasalahan yang dibahas. Jadi fokus adalah analisis jika misalnya pondasinya fixed. Beres gitu.
Kalau ada yang nanya ttg pengaruh basement, tanah, bilang aja itu diluar konteks penelitian anda. Selesai.
alexa // 16 Agustus 2007 pada 03:06 |
siang,pak,,
thx God dee,, aQ bs masuk ke blog ini,, aQ alexa,,,
bapak bs tolong syay ga?? saya mhs sem 7 statistika,,, semester ini saya blom TA, tp semester dpn,, tp mulai skrg saya mw cari2 bahan untuk skripsi saya,, tp sayangnya, saya blom tau tema yg mw aQ ambil apa,,, pengennya siy ttg statistik ekonomi,, tp msiy blom tau apa,,, oiya, saya uda baca n save tips2 skripsi dari bapak,, makasiy yaaa,,, bs jd acuan saya untuk membuat skripsi bsk,,, oiya, ttg mslh saya, mgkn bapak bs ngasiy solusi ato paling nggak web yg harus saya buka,,, makasiy bgt ya pak,,’
*gbu*
wir // 17 Agustus 2007 pada 11:48 |
Selama mencantumkan sumbernya dan tidak dikomersialkan, silahkan mas.
Paul // 19 Agustus 2007 pada 01:12 |
wah pak wir benar2 rajin menulis, masih ingat saya pak? dulu yang mencoba melaporkan mengenai penulisan skripsi yang saya buatin, setelah ada “debat ” dengan bapak akhirnya saya memutuskan untuk menjalankan profesi menuliskan skripsi. sekarang saya memgang 6 orang anak UPH. Terus terang saya banyak belajar dari tulisan bapak. Makasijh banyak
wir // 19 Agustus 2007 pada 15:50 |
Terus terang saya prihatin dengan pernyataan anda tersebut. Anda mempunyai talenta lebih (mampu membuat skripsi-skripsi), tapi mengapa anda mengabil hak teman-teman lain yang seharusnya juga dapat mengembangkan talenta seperti itu (mhs yang anda buatkan skripsinya).
Jelaslah, bahwa dengan skripsi yang dibuatkan, si mhs itu mungkin dapat lulus sarjana. Tetapi mereka tidak mendapatkan pengalaman yang sebenarnya untuk menjadi sarjana.
Selaku pendidik, saya melihat bahwa skripsi diadakan dalam kurikulum sebagai sarana agar calon-calon sarjana (mhs) dapat belajar berpikir ilmiah. Belajar bagaimana merangkum permasalahan menjadi suatu ungkapan tulis yang dapat dipahami orang lain.
Bagi sebagian besar mahasiswa, ini tidak gampang. Orang yang pesimis akan berpikir inilah stress. Beban berat. Untuk itulah diperlukan pembimbing, yang secara intensip mengarahkan sehingga tujuan skripsi tercapai.
Jadi dengan anda mengerjakan skripsi mahasiswa tersebut maka si mahasiswa yang manja tersebut tidak akan dewasa-dewasa, tepatnya tidak terjadi transformasi berpikir yang seharusnya layak mereka terima sesuai dengan tingkat pendidikannya.
Cobalah tanya hati nurani anda, banggakah anda mendapatkan uang dengan cara membuatkan skripsi orang lain.
Mestinya kepandaian anda bisa anda alihkan untuk hal-hal positip yang lain secara lebih terhormat.
James // 21 Agustus 2007 pada 04:26 |
saya mahasiswa tingkat akhir jurusan elektro. saya sangat tertarik tentang masalah UWB ( Ultra Wideband) dan ingin menjadikannya sebagai bahan skripsi saya. saya mohon bantuan teman2, karena sulit mencari bahan pustakanya serta paper2 yang berhubungan dengan hal ini. source saya untuk ini masih minim di bagian dasarnya…source papernya dari IEEE seh….so, semoga ada masukan dari teman2 n mungkin dari mas Wir….
Thx n Gbu All
renno // 23 Agustus 2007 pada 08:17 |
tolong berikan masukan judul skripsi buat saya…saya jurusan ilmu komunikasi di malang, makasih byk
davy_jongrak // 24 Agustus 2007 pada 23:09 |
pak wir, saya mau nanya, buat apa sih mahasiswa bikin skripsi pakai standar-standar penulisan, pengujian di depan reviewer dsb, kalau toh akhirnya skripsinya cuma jadi tempat hinggapnya debu di perpustakaan,
gimana kalau syarat jadi sarjana itu hasil penelitiannya bisa dipakai oleh masyarakat, nah ketika outputnya ke masyarakat sudah jelas, tim penguji tanyain aja tuh yang make, kalau yang make puas, lulus deh, kalau nggak puas, perbaikan lagi…, he saya nggak becanda kog pak, hasil penelitian saya udah banyak yang pake selama 2 tahun, tapi saya masih terkendala skripsi cuma masalah-masalah penulisan dan urusan administrasi dengan penguji dan instansi, duh… nasib mahasiswa, kata orang ni banyak yang jadi syirik gara-gara nganggap dosen berkuasa atas kuliahnya, duh ampun Tuhan…… untunglah saya masih di jalan yang benar, pak wir thanks yah…
tapi syukur deh akhirnya saya selamat jadi sarjana, dan jatuh ke lembah pekerja dan perjuangan saya mulai dari nol lagi (dosen nggak tanggung jawab saya dapat kerja atau nggak), dosen yang dulu nuntut saya ini itu sekarang dah ganti nuntut adik2 kelas saya, nah saya ini yang udah lulus dari kampus, sama sekali nggak pernah pake yang namanya dulu itu standar penulisan bla bla bla, saya kerja di bidang saya lo pak wir…yang terpakai itu justeru filosofi2 ilmu yang saya pelajari autodidak (kuliah dosen kan cuma tutorial doank),
Proses penulisan skripsi yang menyandera saya 2 tahun di kampus hanya tinggal kenangan, karena untuk menulis laporan kerja, saya punya sekretaris pinter dan saya cukup buatkan skema di kertas dia langsung ngetik…jadi deh laporan, mungkin dosen-dosen sebaiknya belajar juga kalau dunia kerja tuh bukan hanya kampus dimana dosen-dosen hidup dengan individualismenya tapi ada pabrik, kantor, toko, pasar, dll
thanks pak
banyak maap
davy
Sonny Tanliady // 30 Agustus 2007 pada 16:09 |
Selamat malam pak…
Saya ini mahasiswa semester akhir…sekarang lagi memulai skripsi…
Setelah saya membaca artikel bapak, saya rasa semangat untuk menulis dan membangun skripsi saya mulai bertambah…hehehe…makasih banyak yah pak…
Beberapa hari yang lalu saya sempet stress mikirin judul yang tepat buat skripsi saya…tapi sekarang udah ngak lage ^_^
Oke deh…sekali lagi makasih banyak pak…
Kalo ada yang saya ngak ngerti tentang penyusunan skripsi, nanti saya tanya lagi yah pak…
Terima kasih banyak ^_^
ibnu // 4 September 2007 pada 08:35 |
Salam kenal Pak Wiryanto, Saya mahasiswa teknik Sipil perguruan tinggi di surabaya.
saya mau menanyakan mengenai skripsi saya sepertinya pak wir bisa membantu, minat saya di bidang struktur.
saya membahas mengenai analisis base design pada rumah sederhana maksimal 4 lantai di zona gempa 4,5,6 yang balok kolomnya saya menggunakan baja dingin,tapi saya bingung tentang referensi-referensinya mungkin bapak bisa membantu.
oh iya pak sekalian saya mau tanya alamat utuk mendownload AISI yang gratis(saya sudah cari diperpustakaan saya tapi nggak ketemu-ketemu pak).2 minggu lagi saya harus presentasi abstrak proposal tetapi saya bingung apa yang harus ditulis.
wir // 4 September 2007 pada 11:28 |
Perencanaan tahan gempa memakai baja cold-formed (bukan baja dingin Ibnu) merupakan materi yang tidak sederhana, khususnya pada level S1. Itu jika benar-benar penelitian yang baik. Kenapa, karena untuk tahan gempa baja cold-formed kurang bagus dibanding hot-rolled.
Baja cold-formed karena pengerjaan dingin maka properti bajanya berubah, kekuatannya meningkat tetapi daktilitasnya turun. Selain itu, karena baja cold-formed umumnya tipis maka cenderung mudah mengalami buckling. Jadi penggunaan baja cold-formed dengan cara seperti baja hot-rolled, misalnya dianggap sebagai portal terbuka akan menghasilkan kinerja yang lebih jelek.
Dalam praktek, agar diperoleh struktur baja cold-formed yang tahan gempa maka elemen non-struktur diberdayakan menjadi sistem struktur, misalnya dinding gipsum sebagai sekat pemisah dijadikan tambatan lateral pada baja tipis tersebut. Ini sangat membantu sekali.
Jadi saran saya, mulailah kasus yang sederhana aja ttg baja cold-formed tsb, misal perbandingan penggunaan baja cold-formed dengan kayu atau beton untuk atap sederhana. Berapa % penghematan yang dapat anda lakukan. Tinjau aja thd beban gravitasi dan angin. Jika skripsi anda bisa menjawab itu aja, saya rasa sudah cukup baik. Kecuali memang pembimbing anda ahlinya, dan buku-buku literatur pendukung banyak tersedia sehingga pemahaman seperti yang saya ungkapkan di atas dapat dicari solusinya.
Note : AISI versi PDF saya juga belum punya, adanya versi hard-copy.
salam dari UPH di Lippo-Karawaci
Robby Permata // 4 September 2007 pada 15:34 |
Tips menulis skripsi ? Nah ini dia..
Saya jadi ingat waktu TA dulu, sampai 2 tahun.. hehehe.. biarpun IPK sy memenuhi syarat untuk “cum laude” tapi status kelulusan malah “ke laut” gara2 waktu studi yang mencapai hampir 6 tahun.. Salah satunya gara2 pas TA dapat tawaran mroyek dari dosen… begitu nerima gaji pertama langsung lupa diri dan TA didiemin aja sampai berbulan2.. setelah proyeknya beres, saya mulai melirik TA dan ternyata cuman butuh 4 bulan sampai akhirnya lulus sidang..
Untung sekarang di ITB ada aturan kalau lewat 4 tahun maka SPP (yang sekarang udah mahal) jadi 2x lipat, maka semua mahasiswanya takut dan ngebut bikin TA..
Semoga saja tesis S2 saya sekarang tidak bernasib seperti TA S1 dulu.. Amiien.. (soalnya pas ketika kuliah s2 hampir beres dan sudah berniat memulai tesis dengan damai, tiba2 banyak tawaran mroyek lagi… aduh..)
bero // 5 September 2007 pada 02:40 |
Terima kasih mengenai artikel bapak yang telah saya baca, terus terang saja selama ini memang peroleh kesulitan mengenai bagaimana menulis sebuah skripsi nyatanya melelui artikel ini dapat menambah pengetahuan saya untuk menulis skripsi saya.
Jadi sebagai usulan meminta bolehkan bapak untuk memberkan saya sedikit gambaran bagaiman metode mengajar bahasa inggris yang baik untuk mengajar siswa-siswa SMA khususnya mengajar speaking di kelas,,,,,mohon ditanggapi yaaaaa thanks
Eri Iwan P // 7 September 2007 pada 18:39 |
@ Robby P
Ha ha…, ceritanya sama yach kita.
Begitulah kalo dah lupa diri mroyek, lupa ama kampus. Balik ke kampus, lho temen-temen seangkatan pada kemana? Dah pada lulus yach ternyata.
Anyway, semoga sukses Tesisnya. Sama soalnya, lagi mo garap Tesis lagi kok ya ada aja godaan muncul, dicuekin sayang banget, diambil bakalan lama lagi Tesisnya. Untung dosennya pengertian ama kondisi mahasiswanya yg ga pernah di kampus ini (Thanks ya Pak Andreas..).
skripsi, emangnya perlu ? // 8 September 2007 pada 21:01 |
Pendapat Wiryanto Dewobroto tentang perlunya membuat skripsi.
fei // 9 September 2007 pada 04:53 |
Halo pak Wir apakabar? saya dulu pernah berkonsultasi dengan Bapak sekitar bulan Mei yang lalu, waktu itu pekerjaannya sudah setengah jalan namun lg down.
Sekarang saya sudah lulus ujian sidang S-1.
Ternyata kalau sudah dilakukan serasa ringan yah… memang berat di awalnya, tapi kalo udah tenggelam sampe lupa waktu, sekarang malah kepikiran buat nerusin ke S-2
Buat yang lagi ngerjain skripsi atau sesuatu yg memerlukan perhatian ekstra, klo bisa sih fokus aja terutama buat cowok, pernah baca katanya klo pria sulit melakukan sesuatu dengan pikiran bercabang, mungkin ada benarnya juga dari pengalaman saya kemarin.
Emang ada juga yang sukses bisnis jalan kuliah kelar, untuk orang-orang seperti ini saya salut karena perlu ekstra kerja keras, kedepannya saya memang perlu belajar untuk jadi orang yang lebih efektif (di bukunya Stephen Covey hihihi…)
Terima kasih Pak Wir atas masukan-masukkannya waktu itu, mampu mempertahankan motivasi sampai akhirnya selesai….
Salam
hakim // 11 September 2007 pada 03:18 |
Boleh beri saya nota tentang stone column dalam bahasa melayu?
Longginus // 12 September 2007 pada 14:34 |
Salam kenal pak Wir,
saya Longginus mahasiswa teknik sipil yang sedang menyelesaikan skripsi.
Bisa minta tolong ga pak?
Kalo saya menulis tentang air tanah, buku referensi yang bagus apa ya?
Terima kasih.
fadhiel // 15 September 2007 pada 08:45 |
Salam sejahtera, P’wir bsa g bpk bantu saya tentang referensi dinding penahan segmental-tanah bertulang….. Thnx
gita // 17 September 2007 pada 07:56 |
salam kenal,
saya mahasiwi yang tengah mempersiapkan
skripsi.mohon bimbingan bapak dalam menyusun skripsi itu
Hela // 18 September 2007 pada 13:41 |
pak wir,saya minta tolong contoh perhitungan skripsi tentang Underpass boleh ga pa?
terima kasih atas perhatiannya pak…….
levogildo de Deus // 20 September 2007 pada 03:18 |
saya masih bingung dalam menentukan judul ta saya maka saya mohon bantuan bapak agar dapat memberi jalan keluar ia tolong dari timor dili
levogildo de Deus // 20 September 2007 pada 03:21 |
jurusan saya adalah managemen perkantoran maka sekarang saya lagi pkl. jadi saya masih bingung untuk menetukan judul kalalu bapak bisa bantu saya tentang judul managemen perkantoran DIII. Dili Timor Leste
wir // 20 September 2007 pada 03:39 |
Bagi yang sedang menyusun skripsi ada saran nih. Perhatikan ya !
Pertama : Carilah pembimbing skripsi yang benar, yang mau menolong dan menguasai bidangnya. Namanya saja pembimbing, mestinya benar-benar bisa membimbing dong dan tidak menjerumuskan. Termasuk juga menguasai bidangnya. Jadi karena bidang saya adalah structural engineering atau rekayasa struktur yaitu sub dari civil engineering maka yang tanya detail-detail di luar itu berarti salah tanya dong.
Kedua : mulailah dengan membaca dulu, yaitu literatur-literatur yang terkait, bisa dari proceeding atau jurnal. Ada banyak di blog ini. Jadi nggak ada alasan dong nggak bisa membaca. Setelah membaca dan disesuaikan (konsultasi) dengan pembimbing anda maka barulah memikirkan judulnya. Jadi jangan tentukan judulnya jika literaturnya aja nggak tahu atau belum pernah baca.
Begitu dulu ya sarannya. Sukses untuk anda!
angko // 21 September 2007 pada 08:13 |
semuanya bisa diatur, tapi jangan sembrono, teliti, klo perlu bantuan hub aku.
ibnu // 29 September 2007 pada 05:17 |
terima kasih atas sarannya pak wir ,
setelah saya berkonsultasi dengan dosen pembimbing saya saya malahan disuruh untuk membuat rumah sederhana 2 lantai di zone gempa tinggi lalu dicari tingkatan kinerja struktur memakai atc 40 dan yang semua materialnya menggunakan cold formed steel mulai dari balok kolom dan atap,
beliau bilang untuk dua lantai sepertinya kuat dan saya disuruh mencari sendiri baik artikel mau jurnal sebagai pegangan saya mohon bantuannya pak wir artikel maupun jurnal mengenai studi kasus saya ini, dan terakhir yang mau saya tanyakan mengenai keuntungan kelebihan cold formed steel dibandingkan baja biasa serta apakah di indonesia sudah digunakan cold formed steel ini ?
mohon bimbingannya pak wir
jahroni dawenan // 29 September 2007 pada 10:31 |
Pak…saya lagi buat skripsi dengan judul “analisa sistem multi-level marketing produk High-Desert di Jayapura” tapi saya kesulitan untuk mengetahui:
1.armada penjualan produk high-desert dibangun.
2.bagaimana penjualan produk high-desert dilakukan.
3.bagaimana pembagian keuntungan di high-desert.
karena saya bukan anggota dari bisnis High-desert.
jhon // 1 Oktober 2007 pada 01:46 |
salam kenal,saya mahaswa teknk di kalimantn sedang mncari bahan utk skripsi saya,pak…
kira2 saya mndapatkan materi tenteng soil cement sebagai bahan campuran pondasi jalan dimana ya? karna dikalimantn adaa proyek yng melaksnkan pekerjaan jalan dengan campuran antara soil cement dengn lmpung.
thank’s b4 n Gbu..
roziq // 1 Oktober 2007 pada 08:50 |
salam kenal pak wir
saya mahasiswa ITS semester 7, pertama saya ucapkan terima kasih atas adanya website ini, karena sangat membantu kami untuk menambah pengetahuan, website bapak juga banyak dikunjungi teman-teman di ITS karena banyak sumber yang didapat untuk membantu penyusunan tugas akhir khususnya.
- oya pak, saya mau nanya` tentang MODAL PUSHOVER ANALYSIS, tugas akhir saya membahas mengenai ini. saya boleh minta komentar bapak mengenai ini, dan bisa bapak menjelaskan secara singkat tentang Modal pushover Analysis, serta bedanya dengan Pushover Analysis biasa.
- bisakah Modal Pushover Analysis dirunning menggunakan SAP atau ETABS. soalnya analysis saya 3 dimensi. saya punya referensi mengenai Modal Pushover Analysis tetapi masih menggunakan drain2dx.
mohon bimbingannya pak wir.
terima kasih banyak.
wijaya // 1 Oktober 2007 pada 09:18 |
salam kenal pak wir,
Saya adalah seorang mahasiswa sebuah PT di Surabaya. Saat ini saya mengambil proposal TA mengenai struktur baja tahan gempa. Saya sudah berkonsultasi dengan dosen pembimbing saya. Beliau menginginkan desain bangunan baja yang saya kerjakan bersifat ” Strong Column Weak Beam “. Setelah saya browsing beberapakali di internet saya menemukan sebuah artikel untuk masalah saya yaitu ” reduction beam section ” . Aplikasi ini dipakai dengan cara memangkas bagian sayap balok di daerah sambungan balok dan kolom . bagi saya ini adalah sesuatu hal yang baru baru.
Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan :
1. Seberapa efektifkah metode ini untuk struktur baja tahan gempa ?
2. Untuk metode ini apakah di Indonesia yang memakainya ? jika sudah ada, dimana ?
3. apakah bapak punya referensi untuk metode ini? jika ada, dimana saya bisa download?
4. Untuk metode ini, Software apakah yang dapat dipakai ?
mohon bimbingannya
Sebelum itu saya ucapkan terima kasih banyak pak.
albert // 1 Oktober 2007 pada 15:16 |
Shalom pak wir, saya Albert kuliah di atmajaya jogja. Saya mau minta tolong nih pak. Saya mengalami kesulitan dengan penulisan skripsi saya tentang perhitungan gaya geser dinamik, P-delta, dan analisis T-Rayleigh. Saya sudah mencari di perpus kampus dan di internet tapi gak ada. Saya mau minta tolong dikirimin contoh perhitungan yang di atas. Mohon bantuannya terima kasih. Tuhan berkati.
wuri // 2 Oktober 2007 pada 01:28 |
Saya baru kenal sama pak Wir hari ini hehe…
Saya ada beberapa kendala dalam penggarapan proposal dan TA. Saya ngambil “Modifikasi Gedung baja dengan menggunakan profil Castellated Beam”. Saya kesusahan dalam mencari literatur.
1. software apa yang bisa dipakai ? setelah dibaca-baca, SAP ga bisa buat ngitung.
2. untuk yang octogonal, bagaimana menghitungnya? karena yang saya tahu dia dibentuk dari hexagon + plat persegi.
3. Buku2 yang bisa jadi acuan (mengenai perhitungan strukturnya pada konstruksi gedung)
4. Apakah castellated beam beratnya gak beda dengan baja solid (baja asalnya)? Mengapa profil ini tidak terlalu kuat menerima gaya2 lateral dan kurang tahan api ?
Terima kasih banyak pak wir atas perhatiannya… Saya berharap permasalahan2 saya dapat terjawab Amin
anggi purnama // 2 Oktober 2007 pada 07:47 |
salam hormat dan salut saya untuk anda pak Wir…..
hmmmmm memang bikin skripsi itu butuh energy extra banget. sebab sampai sekarang saya masih stag dan mengalami kebuntuan pada bab 2 (landasan teori).
Judul yang saya angkat sebagai berikut : “analisa pengaruh penggunaan steel box dan bucket pada target pemuatan clinker di P.T.MTI .” nah masalah selanjutnya belum ada teori yang mendukung pada judul tersebut.serta belum ada defini yang baku pada kamus ilmiah dan indonesia tentang steel box dan bucket ini.
jadi bagaimana mensiasati skripsi yang belum memiliki teori pendukung yang ada seperti itu. makasih sebelumnya
Evo // 2 Oktober 2007 pada 08:20 |
Webnya keren banget ne…
Salam kenal… saya Evo, Pak. Mahasiswa pendidikan bahasa Jerman se 7 yang sedang mencari judul skripsi. Saya bingung banget nee. sepertinya memang masih harus banyak membaca lagi…
lysflies // 4 Oktober 2007 pada 08:03 |
Salam, saya Lys, mahasiswi se 7 DKV UPH
sedang bingung mencari topik untuk dijadikan Tugas Akhir, nantinya toh saya akan membuat karya tulisnya juga, maka dari itu saya agak kebingungan. Terima kasih atas petunjuknya ^^
Anggi purnama // 6 Oktober 2007 pada 07:21 |
Salam Sejahtera pak wir…
Terima kasih banyak atas keterangan yang telah di berikan.. saya merasa telah memiliki semangat baru lagi untuk berjuang.
oh ya pak, memang pada bab 2 saya sudah memiliki rumus-rumus perhitungan yang sebelumnya memang telah lama digunakan pada perusahaan bongkar muat. namun teori tersebut belum pernah dibukukan. pertanyaan yang timbul adalah apa selamanya dalam bab 2 tersebut kita harus mencantumkan teori pendukung yang telah dibukukan( sudah banyak digunakan ).
nah sementara dalam dunia transportasi khususnya bongkar muat dan pergudangan, biasanya yang ada hanya teori yang disepakati dilapangan saja atau di beberapa perusahaan tertentu.
yudi // 26 Oktober 2007 pada 05:41 |
salam kenal pak Wir…, Saya mahasiswa salah satu institut ternama di surabaya, Saya mau tanya mengenai “confined concrete” apakah bapak punya referensi tentang hal tersebut?
agoenx // 26 Oktober 2007 pada 05:46 |
salam kenal pak wir, saya adalah mahasiswa semester akhir, sedang mengerjakan proposal dengan judul “alternative design type structure tembok penahan tanah lahan pembuangan akhir sampah”
Apakah bapak punya referensi tentang tugas akhir saya ini ? terutama tentang sudut geser dan gamma sampah….terima kasih sebelumnya.
aling // 30 Oktober 2007 pada 05:07 |
thx untuk artikelnya,sangat membantu banget loh ^..^gbu
adum // 31 Oktober 2007 pada 08:45 |
P’Wir, saya karyawan swasta sebuah perusahaan pengolahan kaca. Suatu saat atasan saya minta saya menyusun proposal pembuatan pabrik kaca karena beliau berniat memperluas expansi bisnisnya dari processing bahan baku menjadi factory dari bahan mentah ke bahan baku hingga proses finishing siap pakai Sebaiknya tahapan-tahapan apa saja yang harus saya kerjakan karena inputan yang saya dapat sangat minim.
Thanks banget ma responsnya.
Adum
widya // 5 Nopember 2007 pada 05:28 |
Pak Wir… mantep pak…
Saya dari ilmu komunikasi… topik yg dipilih di skripsinya udah ada, tapi ilmunya belom nemu yg tepat.. hehehe.. doain aja ya pak ya..
agem // 7 Nopember 2007 pada 10:39 |
Pak Wir yang terhormat.
Saya mahasiswa jurusan Akuntansi di sebuah Universitas Swasta di surabaya. Sekarang saya sudah semester 10 dan ingin segera menyusun skripsi. Sekedar kasih tau saja, saya sempet males banget untuk memulai menyusun skripsi, akhirnya sampe sekarang tidak selesai2 kuliahnya
Sekarang aku mencoba untuk mulai menyusun skripsi. Aku tertarik sama judul skripsi, yang juga saya baca di blog ini, “Pengaruh Mobile Banking terhadap Loyalitas dan Peningkatan Nasabah. Saya ingin Pak Wir membantu mencarikan jurnal yang cocok. Bank seperti apa yang bagus untuk sumber datanya? dan Apakah mungkin saya mencari data dengan tidak meneliti Bank secara langsung? Pokoknya saya ingin Pak Wir menjelaskan secara detail hal2 yang perlu saya ketahui. Sebelumnya maaf merepotkan hehe
reza // 8 Nopember 2007 pada 15:33 |
pak wir aq mnta tolong. KEPMEN apa yang menerangkan tugas konsultan perencana, kontraktor dan konsultan pengawas ? trima ksih sebelumnya.
martanda pardede // 10 Nopember 2007 pada 14:49 |
malam Pak Wir,
syalom
pak wir,saya sering membaca blog ini,saat ini saya bekerja di perusahaan pariwisata(lap.golf),dan kuliah di salah satu universitas di pulau batam
dan saat ini saya bermaksud mengajukan proposal untuk tugas akhir
dan perusahaan tempat saya bekerja akan di bangun tower bts salah satu operator gsm, untuk itu saya akan mengambil judul struktur pondasi untuk tower tsb,(mungkin kurang spesifik,karena data mentah belum saya dapat)
pak wir….tolong bantu judul apakah yang tepat untuk tugas akhir saya,dan adakah referensi yang bisa saya dapat dari tulisan bapak ini menyangkut hal yang saya sampaikan diatas…
terimakasih,
Tuhan Memberkati
martanda pardeded
Yohan // 17 Nopember 2007 pada 15:29 |
Pak Wir.. Tq banget info tips2 skripsinya..^^
Saya mahasiswa sipil Unpar. Rencananya semester 7 saya mau skripsi mengenai perancangan gedung struktur beton. Saya mau tanya.. buku2 apa saja yang dapat membantu saya untuk persiapan skripsi nanti?& info2 dari mana aja yang bisa jadi referensi ?
Saya tertarik banget dengan buku Pak Wir yang SAP2000 itu. Pak Wir ngeluarin berapa buku yang membahas mengenai SAP2000 ? kalo Etabs Pak ?
Pak Wir kuliah S3 di Unpar yah ? koq saya ngga pernah liat bapak di kampus hehe
Thanks Pak Wir..
Shalom,,,,,
andri // 25 Nopember 2007 pada 10:39 |
wah…pak wir thanks bgt yah!!
kayaknya bpk ini memang penolong semua orang hehe..
artikelnya berguna bgt!!!
walau saya masih semester 3 tapi gak ada salahn ya kan kalo saya belajar dari sekarang…
thanks bgt yah pak..
o y, saya jurusan arsitektur di atmajaya yogyakarta
thanks b4
JON // 26 Nopember 2007 pada 16:41 |
thanks, sir…
may god loves you…
YuDhiANt // 30 Nopember 2007 pada 19:03 |
salam kenal pak wir
saya mahasiswa ITS tingkat 7, pertama saya ucapkan terima kasih atas adanya website ini, saya tau website ini dari temen2 satu angkatan, katanya di website ini kita bisa tanya2 mengenai penyusunan proposal atau TA.
Saya ada beberapa kendala dalam pengerjaan proposal dan TA. Saya ngambil TA mengenai “Analisa Penampang Balok dengan Memperhitungkan Efek Pengekangan”. Saya kesulitan mencari usulan formulasi kurva tegangan -regangan beton terkekang pak Wir.
- Yang mau saya tanyakan pak:
1. Dimana saya bisa mendapatkan tentang formulasi kurva tegangan -regangan beton terkekang?
2. Saya boleh minta komentar bapak mengenai TA saya ini, dan bisakah bapak menjelaskan secara singkat tentang formulasi kurva tegangan-regangan beton terkekang (confined concrete)?
Sementara ini dulu pak……
mohon bimbingannya pak Wir.
terima kasih banyak.
Hartanto W. // 1 Desember 2007 pada 05:38 |
Mungkin bisa juga dibaca buku “Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings” karangan T. Paulay dan M.J.N. Priestley tahun 1992.
Di sana juga ada bab yang membahas itu. Semoga membantu.
Salam,
H.W.
ali // 2 Januari 2008 pada 19:52 |
salam,
pak Wir, tolongin saya dong! saya pusing dengan menentukan subjek kajian dalam skripsi saya! itu membuat saya stres dan depresi! mana calon mertua sudah mulai memojokkan saya (maaf pak Wir, saya jadi curhat, hehe). pokoknya tolong deh! saya benar-benar bingung dengan variabel-variabel dalam judul. tolong ya,…..
Wir’s quote : Ingat ! Hidup itu khan hanya bagaimana kita memilih suatu pilihan-pilihan yang ada secara tepat, dan secara konsisten melakoninya. Gitu aja koq bingung.
Hermansyah // 22 Januari 2008 pada 07:51 |
Selamat sore pak,
saya kuliah di universitas jambi jurusan ekonomi pembangunan
saat ini saya ditugasi membuat proposal untuk tugas semester dan saya ingin membuat proposal dengan judul yang sedang hangat saat ini dan berguna orang lain atau paling tidak pemerintah. kira kira apa judul yang bagus dan original pak ?
untuk sekedar diketahui bahwa saat ini saya dekat dengan bapak ketua DPRD Kota Jambi.
irawan // 27 Januari 2008 pada 08:13 |
bagaimana menyusun skripsi analisa harmonika
dyan // 30 Januari 2008 pada 12:19 |
pak saya skrg lg bikin skripsi perbankan syariah,tapi saya selalu mengalami kesulitan di latar belakang masalah.saya kesulitan mencari data.gimana ya solusinya?
lya // 5 Februari 2008 pada 03:25 |
halo,pak
saya lagi mulai skripsi ini.saya mengambil prodi kekhususan transportasi.menurut bapak,referensi yang bagus dari mana aj dan topik yang lagi update.
thanks.
dety // 14 Februari 2008 pada 08:54 |
gini pak saya mo tanya judul karya tulis ilmiah saya tentang jiwa, tapi masuk psikologi. Judulnya: “faktor-faktor yang mempengaruhi stress pada mahasiswa yang akan melaksanakan ujian akhir semester“, gimana latar belakang to pendahuluannya pak,,,, ??
Makasih,,,,!!
fajar // 14 Februari 2008 pada 11:41 |
setuju Pak untuk usul bagi bung Hermansyah, soalnya sekarang pejabat kurang memperhatikan sektor pendidikan, yang ada setelah menjabat urusan proyek untuk mengembalikan modal saat kampanye yang diurusi, janji-janji saat kampanye begitu aja dilupakan.
Lewat tugas akhirnya mungkin bung Hermansyah bisa “mengingatkan” kenalannya yang ketua DRRD itu secara tidak langsung
donaldessent // 15 Februari 2008 pada 00:23 |
To Dety dan Pak Wir
Saya hanya mau mengutip ucapan bapak Wapres kita, katanya “kalau murid atau mahasiswa stress waktu menghadapai UAN atau UTS atau UAS atau apapun itu, tandanya masa depan bangsa Indonesia akan cerah“.
he, he, he.
ade // 9 Maret 2008 pada 14:13 |
terima kasih p Wir atas jawaban dan tips yang bapak berikan.tips tersebut benar2 memberikan saya banyak inspirasi dan menambah semangat bagi saya dalam menyelesaikan tugas akhir saya ini.sekali lagi..terima kasih y pak.doakan y pak Wir,TA saya bisa segera selesai:-)
sukses selalu bwt pak Wiryanto
Dian // 15 Maret 2008 pada 15:54 |
Met malem pak wir…malem minggu gini malah bingung tentang skripsi pak…hehe, orientasi saya sedang ingin cepat lulus pak
saya dian, mahasiswa Teknik Sipil UII sekaligus mahasiswa Hukum UGM pak,
saya sedang akan menyusun skripsi untuk Teknik Sipil pak. Saya berencana mengambil tema tentang baja dan yang nantinya berguna untuk dipakai PERTAMINA pak.
Saya ingin menganalisa tentang perilaku “gelagar plat yang kemudian ditambahkan pipa yang dalam pikiran saya bisa digunakan untuk PERTAMINA nantinya, apakah bapak ada saran untuk judulnya? Dan sebaiknya bagaimana ya pak arah pemikiran saya harus saya arahkan, karena saya belum menghadap dosen pembimbing. Saya baru mencari2 judul yang kira2 datanya mudah untuk saya dapatkan, dan kira2 dimana pak saya bisa mendapatkan data atau paling tidak pembahasan mengenai tema tersebut.
Terimakasih pak…
Civil Minded
Dian // 15 Maret 2008 pada 15:57 |
Satu lagi pak, saya minta saran pak wir dengan amat sangat (hehe…mohon bantuannya), karena saya menginginkan bulan november nanti saya sudah wisuda pak…
Makasih lagi pak
hehe
=)
wir // 16 Maret 2008 pada 14:42 |
sdr Dian,
Wah hebat ilmunya dua, teknik dan hukum. Agar dapat saling mendukung kelihatannya di bidang teknik sipilnya anda sebaiknya ambil topik bidang kekhususan manajemen konstruksi.
Jika anda ambil struktur, misalnya dengan membahas “gelagar plat” maka saya yakin sekali ilmu hukum yang anda pelajari “tidak berguna”. Eh masih koq, itu lho hukum keseimbangan gaya.
Jika anda ingin cepat selesai, maka adalah sangat penting mengikuti topik sesuai dengan kompetensi dosen. Apalagi yang dikejar target, misalnya jadi bagian dari proyek dosennya. dll.
O ya, saya punya pengalaman membimbing, bahwa topik penelitian eksperimen di lab, misalnya uji kekuatan bahan, umumnya dapat dilaksanakan secara lebih cepat dibanding jika studi literatur.
O ya, langkap pertama adalah mencari masalah yang akan diselesaikan, setelah itu baru disusun judul skripsi. Jangan dibalik.
Dian // 18 Maret 2008 pada 13:00 |
Malem lagi pak Wir…
Makasih pak buat masukannya, tapi justru karena saya dikejar target(sebenarnya lebih dari itu juga gpp, cuma pengen jadi sarjana muda ajah, hehe…), skripsi yang nge-lab itu lebih cepat pak, hanya saja saya sedang mencari masalah apa yang kira-kira bisa saya bahas gitu pak, jadi saya memang tidak berkeinginan memakai ilmu hukum saya pak untuk skripsi sipil saya…
Siapa tahu pak Wir ada solusi dan ide untuk permasalahan apa yang mungkin dapat saya angkat untuk dijadikan permasalahan dalam menyusun judul skripsi saya pak, hehe…
Memang benar kata pak Wir, cari masalahnya dulu, baru habis itu kita susun judulnya, kalo terbalik akan terkesan dipaksakan dan terkadang pembahasannya tidak seakurat kalo seperti apa yang pak Wir katakan
malam pak
opee // 8 April 2008 pada 02:18 |
terima kasih banyak untuk banyak masukan yang saya dapat dari membaca tips yang dibuat. biarpun saya membuat laporan PKL dan tugas akhir untuk jenjang D III, namun semua itu sangat berarti bagi saya.
namun saya mau minta tentang literatur-lain yang bisa dijadikan acuan dan aturan baku penulisan laporan dan karya ilmiah (hanging, spasi, kertas, font, dll sampai dengan tahap penjilidan). terimakasih
ndro cute // 16 April 2008 pada 04:50 |
sebenarnya ortu ga maksain aku buat secepetnya lulus kuliah lagian sekarang malah uda dpt side job, tapi perasaan bersalah menghantui di tiap malam, sampai dengan membaca artikel ini nambah semangat buat nyusun skripsi, thank’s alot…..
muharomadhan // 24 April 2008 pada 12:08 |
salam kenal pak wir.
saya mahasiswa pendidikan bahasa inggris udah semester 6,sekarang saya ingin mengajukan judul sikripsi tetapi saya bingung harus mulai dari mana?
saya sangat tertarik masalah yang berkaitan dengan e-learning,kir-kirapa Wir bisa bantu ngak?
terimakasih sebelumnya!
Mencari Judul Skripsi Terbaru? » Blog Archive » Jangan menulis skripsi sebelum mengunjungi blog ini // 27 April 2008 pada 16:34 |
[...] 1. Tip-tip menulis SKRIPSI Tips ini ditulis Wiryanto Dewobroto, seorang dosen di Universitas Pelita Harapan. Banyak tanggapan dan mendiskusikan tipsnya. Bahkan tak sedikit yang “menculik” tips ini di blog lain. [...]
alvin jufitrick // 28 April 2008 pada 18:13 |
pak wir… kapan2 kita ngobrol2 yah di fdtp ttg skripsi….
boleh pinjem buku ga pak????
dendy // 1 Mei 2008 pada 03:22 |
met pagi pak wir,
saya dendy saya skrg sdng mau nyusun skripsi. saya belum mendapatkan gambaran yang jelas mengenai skripsi saya tentang pemilihan alat angkut (kend) mahasiswa dgn menggunakan metode multinomil logit.
mohon bantuan pak wir. utk perhatiannya saya ucapkan terima kasih
wir // 1 Mei 2008 pada 04:12 |
@muharomadhan
mencari ide memang tidak sederhana, salah satunya adalah dengan banyak membaca, khususnya jurnal-jurnal ilmiah, lalu diskusi dengan dosen atau teman, minta pendapatnya. Ini pepatah lama tetapi masih manjur juga yaitu : mulailah dari diri sendiri, bandingkan dengan pendapat orang lain, sampai mendapat keyakinan bahwa apa yang dipikirkan adalah sudah benar adanya.
@alvin jufitrick
tentang pinjem buku, ya diperpustakaan UPH dong, khan lebih lengkap.
@dendy
Mulailah dengan memahami masalah yang akan menjadi topik anda, bisa dengan cara membaca atau berdiskusi dengan ahlinya. Adalah aneh, anda sudah mempunyai judul masalah, tetapi ternyata belum mempunyai gambarannya. Apa itu berarti hanya “titipan” aja ya.
SKRIPSI yuk « Enlightning // 2 Mei 2008 pada 19:08 |
[...] 1. Tip-tip menulis SKRIPSI Tips ini ditulis Wiryanto Dewobroto, seorang dosen di Universitas Pelita Harapan. Banyak tanggapan dan mendiskusikan tipsnya. Bahkan tak sedikit yang “menculik” tips ini di blog lain. [...]
didik sugiyanto // 10 Mei 2008 pada 17:34 |
minta bahan penelitian yang hubungannya dengan defleksi pada plat dengan metode simulasi sofware Abaqus
shinta kristin // 11 Mei 2008 pada 14:57 |
maaf saya mau bertanya sebenarnya apasi yang dimaksud dengan soil-cement yang sebenarnya???
kalau boleh tlong dijawab juga dengan penjelasan tentang jenis-jenis dari soil cement. terimakasi….
agyz // 21 Mei 2008 pada 03:35 |
pak wir, apakah ada rumus untuk mengetahui daya angkat suatu konstruksi baja profil,klo ada tolong kasih tau saya…jadi detailnya ada kolom, balok smua dari baja profil,jadi gambarannya seperti alat angkat hidrolik untuk mengangkat trafo besar punya PLN.
anita_math '05 // 1 Juni 2008 pada 07:13 |
wahhhh,,, da web y lmyn bgini ic nambh pengtahuan wat mhssw y msh ancang2 mo buat skripsi.
lo bs dsertakan pilihan2 judul skripsi dunk.
thx
litanya // 9 Juni 2008 pada 14:06 |
pak wir, saya mahasiswa(lebih tepatnya taruna) D3 jurusan geofisika,saya lagi kebingungan ambil judul buat tugas akhir, pengennya c tentang gravitasi, yah eksplorasi gitu, tapi untuk ambil datanya tu susah, gak semuanya mau dikasih,atau gak yah tentang seismologi, saya c pengennya yang beda dengan yang lain gitu, gimana y Pak Wir, apa bapak bisa kasih saran, terima kasih sebelumnya,blog bapak cukup membantu saya Pak, pokoknya langkah pertama yang dibuat, BUAT ABSTRAK!!!!!
Katarina Sagita // 19 Juni 2008 pada 09:57 |
Salam kenal pak Wiryanto,,
Saya Katarina mahasiswa jurusan Bahasa Jerman , Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan.
Kalau boleh saya mengatakan kalau ..
Saya baru bener – bener merasa jadi Mahasiswa seteluh bergelut dengan skripsi !
Saya mau menanyakan satu hal saja..Di kemudian hari apakah ada pengaruh skripsi terhadap dunia kerja?
Tidak begitu penting, tapi cukup membingungkan bagi saya “_”
hutanto // 20 Juni 2008 pada 15:48 |
Alo Pak Wir…
Saya juga nyempil lagi di sini:)
Kalo saya pribadi, dengan TA saya jadi kaya orang gila…
Rasanya banyak banget masalah yang belum ke explore…
Tapi jadi berpikir sistematis sih
Emang judul skripsi pengaruh pada saat kita lamar kerja?
pengaruh skripsi terhadap dunia kerja « The works of Wiryanto Dewobroto // 22 Juni 2008 pada 15:49 |
[...] tip-tip menulis SKRIPSI (Februari 24, 2007 · 173 Comments) **recommended** [...]
juni herawati samosir // 13 Juli 2008 pada 13:38 |
hallo Pak Wir!!!!
saya juni, saya mahasiswa bahasa jerman, saya lagi bingung ne,saya lagi cari judul untuk skripsi saya. kalau bisa tentang kajian linguistik. Tapi di kampus saya masih kurang banget referensi2 buku tentang linguisti, kalau bisa saya mohon bapak bantu saya untuk mengetahui tentang website mengenai buku2 yang berhubungan dengan kajian linguistik.
tanx!!!!!
oh ya saya mahasiswa univ Medan, sem 7
getskripsi // 14 Juli 2008 pada 23:20 |
Barangkali ada yang mencari tambahan referensi tersedia banyak judul skripsi di http://getskripsi.com …
ading // 25 Juli 2008 pada 16:34 |
pak wir..saya kesulitan dalam mencari literatur yang berhubungan dengan wilayah pembangunan jembatan
angga // 21 Agustus 2008 pada 06:06 |
Salam pak wir,
Saya amat berterima kasih pada pak wir yg telah membuat blog yg bagus ini. Saya telah selesai sidang skrpsi pd hari sabtu yg lalu dg prediket amat memuaskan. Banyak-sedikitnya blog ini telah membantu saya dalam menyelesaikan skripsi saya.
Dulu bpk pernah merekomendasikan buku pd saya utk mendukung tugas akhir saya. Untuk itu saya berterima kasih pada bpk.
Oya, buku-buku bapak sungguh bagus,,saya berharap bpk utk tetap menulis buku.
Sukses selalu buat pak wir.
vandeemast // 14 September 2008 pada 16:13 |
Salam kenal pak !!!
Dah beberapa minggu ini saya sering bolak-balik ke blog ini. Akhirnya ada kesempatan juga buat nanya
Perkenalkan, nama saya Dimas, mahasiswa T.Sipil di Jogja, saat ini sedang mengerjakan tugas akhir dengan judul “PENGARUH PERBANDINGAN TANAH LIAT DAN PASIR TERHADAP MUTU DAN KUALITAS GENTENG KERAMIK PRODUKSI SOKKA, KEBUMEN”
yah walaupun agak kurang berbobot tapi biar cepet lulus cari yang gampang aja.. tapi masih masuk struktur kan pak ?! he he he…
Nah masalahnya, untuk bahan referensi yang saya temukan masih kurang dan untuk panduan dalam pengujian yang dilakukan juga masih kurang. Pertanyaan saya:
1. kira-kira dimana saya bisa dapat referensi tentang genteng keramik ?
2. pangujian apa saja yang dilakukan terhadap genteng keramik ? dari buku ajar Ir Kardiono, pengujian Gt.keramik di lab meliputi uji lentur genteng dan uji rembesan air. apa ada pengujian lain yang dibutuhkan ?
3. tentang langkah-langkah pengujian genteng keramik bisa download dimana ? soalnya saya brosing2 SNI ga ada yang bisa di download, buku SNI (spesifikasi bahan bangunan bagian A) di perpustakaan juga tidak ada yang menjelaskan tentang langkah pengujiannya.
mungkin 3 pertanyaan itu dulu bila bapak berkenan untuk membantu saya.
terimakasih sebelumnya..
vira (Sala3) // 16 September 2008 pada 03:49 |
sy mhs TI..
TA yg maw sy ajukan mengenai “kamus bahasa gaul berbasis mobile”..
kira2 jdul yg tepat apa y pak?
metode yang bs sy gunakan apa sj pak?
sy msh mncari2, yg sy temukan baru sifat metode yg bisa sy gunakan yaitu metode yang memerlukan mmory kecil dalam prosesnya…
apa bpk punya referensi yg bgs untuk skripsi sy ini?
Terimakasih byk pak!
^_^
wir // 18 September 2008 pada 00:38 |
@vandeemast
Ini nama asli, atau hanya panggilan aja ? Koq jarang denger, dari luar ya ?
Sebelum menjawab pertanyaan anda, ada satu pernyataan anda yang sebaiknya dihilangkan, ini lho:
Itu suatu pernyataan yang kontra produktif. Intinya, kamu bisa aja ngomong apa aja ke orang lain, hasilnya belum tentu terjadi, tergantung mental orang lain tersebut, tetapi kalau kamu ngomongin ke diri sendiri, maka akan terjadilah seperti yang kamu omongin. Jadi hati-hati !
Coba ganti omongan anda menjadi seperti ini :
Coba bandingkan afirmasi yang anda buat terhadap rencana kerja anda. Berbeda bukan. Baru setelah itu kepada proses kerjanya. Ok.
Tentang bahan referensi silahkan saja berkunjung ke Balai Besar Keramik (Center for Ceramics)
Jl. Jend. A. Yani No. 392 Bandung 40272
Telp. 022 – 7206221 &7206296 Fax. 022 – 7205322
email: keramik@bbk.go.id
http://www.bbk.go.id/
Tentang SNI genteng, mereka sudah buat koq.
@vira
Orang TI ? Mau bikin kamus ?
Langkah pertama konsultasi dengan orang bahasa, yang ahli tentang bahasa gaul, referensi apa yang sebaiknya dirujuk, baru ke tekniknya. Mestinya gitu khan.
Satriyo // 20 Oktober 2008 pada 14:54 |
Wah terima kasih banyak pak, artikelnya.
Saya mau sharing ni pak, saya adalah mahasiswa akuntansi yang sedang dalam proses penyusunan skripsi (masih awal-awal sih). Saya mengambil konsentrasi akuntansi manajemen atau sistem pengendalian manajemen. Nah sampai sekarang saya masih bingung nentuin judulnya, karena akmen sama SPM itu kan deket banget ama dunia psikologi, menurut bapak gimana ya biar judul saya tu kemudian bener2 dimasukkan dalam disiplin ilmu akuntansi.
dan gini juga pak, kebetulan dosen pembimbing saya cuma punya waktu 1,5 jam tiap minggu untuk konsultasi, ngantri lagi, dan beliau termasuk dosen senior yang sangat detaiiil sekali, saya konsultasi sekali malah di cecar pertanyaan seputar dunia penelitian, mohon advise-nya pak, makasih
wir // 21 Oktober 2008 pada 13:53 |
@Satriyo
Lho sharing atau minta advise ?
Tapi ok, baiklah. Mungkin maksudnya ikut berpartisipasi untuk dapat dibahas. Gitukhan.
Tentang gimana agar judul bener-bener dianggap masuk ke disiplin ilmu. Saya kira itu cukup mudah dilakukan, yaitu memakai rujukan jurnal-jurnal ilmiah bidang ilmu tersebut yang membahas masalah yang anda bahas. Gunakan jurnal yang terkini, atau yang paling baru. Jika ada keraguan dari pembahas atau bahkan pembimbing dan kemudian anda dapat tunjukkan bahwa masalah yang anda bahas tersebut telah menjadi pembahasan di jurnal ilmiah maka saya yakin beliaunya akan malu, karena ketahuan kalau ketinggalan ilmu.
Jika dosen hanya punya waktu 1.5 jam per minggu. Saya kira itu lebih dari cukup, emangnya mau berapa jam. Apalagi jika makalah yang akan menjadi bahan diskusi dapat disiapkan terlebih dahulu.
Maksudnya disiapkan terlebih dahulu, adalah bahwa dalam berdiskusi anda jangan pakai tangan kosong. Selalulah maju dengan progress. Jangan tanpa bawa apa-apa, lalu anda bilang “pak apa yang harus saya kerjakan”. Minimal anda harus mulai dari ide, yang anda peroleh dari membaca makalah-makalah ilmiah terdahulu. Type dosen seperti itu, apalagi yang aktif dan teliti, maka jika mahasiswa-nya aktif, maka dianya juga pro-aktif. Malu kalau kalah aktif dengan mahasiswanya.
Moga-moga berguna.
Add++Final Assigment « Creativity & Innovation // 11 Nopember 2008 pada 12:36 |
[...] http://wiryanto.wordpress.com/2007/02/24/tip-tip-menulis-skripsi/ [...]
calvin // 19 Nopember 2008 pada 09:51 |
terimakasih pak atas tulisan Bapak tentang tips menulis skripsi. saya mo tanya pak. awal tahun saya ingin skripsi. dmana ya saya bisa mendapatkan jurnal atau tulisan yang banyak berhubungan dengan perencanaan dan perancangan gedung bertingkat???rencana saya mo bahas tentang itu..
tapi untuk lebih mendalaminya saya belum tahu mo ambil yang mana.. Makasih Pak.. GBU
Jangan menulis skripsi sebelum mengunjungi blog ini | ngampus.com // 20 Nopember 2008 pada 16:35 |
[...] 1. Tip-tip menulis SKRIPSI Tips ini ditulis Wiryanto Dewobroto, seorang dosen di Universitas Pelita Harapan. Banyak tanggapan dan mendiskusikan tipsnya. Bahkan tak sedikit yang “menculik” tips ini di blog lain. [...]
ZAFANIDA // 24 Nopember 2008 pada 08:59 |
Pak, minta masukkannya saya kerja di Badan Amil Zakat Nasional, dan sedang mulai skripsi…., masukan judul dong, saya jurusan akuntansi
Indra // 26 Nopember 2008 pada 02:37 |
artikelnya bagus
….
Alam // 27 Nopember 2008 pada 05:46 |
Saya mahasiswa semester 5, gimana cara memulai nyari judul buat tugas akhir, apa aj yg harus dipertimbangkan dalam penentuan judul yang akan diambil. Makasih sebelumnya
wir // 27 Nopember 2008 pada 05:57 |
@Alam
untuk nyari judul skripsi, maka yang menjadi pertimbangan :
* minat anda di mana.
* dosen pembimbing skripsi mana yang tersedia, yang keahliannya sesuai minat anda tadi, anda merasa sreg nggak. Dari keahlian dosen yang sesuai minat anda tadi coba tuliskan ke kertas. Selanjutnya apa yang tertulis pada kertas tersebut jadikan keyword tentang masalah-masalah di dunia rekayasa, yaitu melalui membaca jurnal-jurnal
* selanjutnya dari masalah tersebut ketemukan dengan dosen pembimbing skripsi yang anda pilih di atas. Diskusikan. Ya, jadilah.
pentingnya menulis ! « The works of Wiryanto Dewobroto // 14 Desember 2008 pada 01:14 |
[...] tip-tip menulis SKRIPSI Februari 24, 2007 · 191 Tanggapan [...]
poengkey // 21 Desember 2008 pada 12:36 |
Halo…3
salam kenal sebelumnya,
saya lagi nyusun skripsi ne, tapi mentok di bab 3, saya gak ngerti mo tulis apa, ada yang tau creative strategi untuk skripsi tentang software educasi gak?
kalo ada, tolong kirim ke email saya poengkey@gmail.com
Thanks before ^^
utty // 14 Januari 2009 pada 14:46 |
Tulisannya inspiratif banget buat aku yang udah molor 1 semester buat bikin skripsi…mmmm kira2 bisa gak ya kasih info dimana bisa dapet inspirasi judul2 skripsi psikologi ????kebetulan aku pengen ambil psi.klinis atau psi.pendidikan, thx before
erik // 16 Januari 2009 pada 03:22 |
Salam Kenal pak,
Saya mahasiswa SE dari universitas terkemuka di Sidoarjo pak, saya sedang menjalankan skripsi sampai bab III, namun hasil percobaan saya selalu ditolak oleh dosen pembimbing sehingga buat saya bingung dan menyerah, yang saya mau tanyakan apakah lebih baik saya ganti judul dan dosen pembimbing ? dikarenakan jika saya teruskan skripsi saya seperti halnya bunuh diri,…minta tolong sarannya pak wir apa yang harus saya lakukan karena saya tidak ingin drop out dari kampus gara-gara skripsi saya?
terima kasih
wir // 19 Januari 2009 pada 11:20 |
@erik
Salah satu trik agar skripsi berjalan mulus adalah selalu keep contact dengan dosen pembimbing. Apalagi jika melakukan suatu tindakan besar, survey misalnya, maka sebelum dilakukan survey tersebut, metode yang akan digunakan, variable yang disurvey ada baiknya mendapat persetujuan pembimbing, kalaupun beliau belum setuju maka jika perlu ungkapkan argumentasi kenapa kamu memilih hal tersebut. Jika ada usulan dari dosen pembimbing maka ada baiknya dievaluasi, dan usahakan pilih yang terbaik. Tentunya dengan argumentasi yang diterima oleh dosen pembimbing.
Melihat kasus di atas, jika anda sudah sampai Bab III, mestinya metode yang dipilih untuk memecahkan masalah sudah ada, bahkan mestinya sudah disusun hipotesis untuk dibuktikan. Apakah ini sudah ada.
Proses-proses tersebut diatas jika sudah diusahakan dan tetap mentok maka kasusnya ada di dosen pembimbing. Mungkin beliau tidak suka dengan topik yang anda teliti sehingga tidak interest untuk melanjutkan, atau bisa apa saja. Jika sudah demikian maka bisa juga ganti dosen pembimbing. Tapi jika itu dilakukan maka artinya itu khan mulai dari baru lagi. Anda mau. Jika ok, maka itu dapat juga dipertimbangkan.
Terus terang saya sebagai dosen pembimbing, kadang-kadang kalau melihat mahasiswanya malas maka ikut juga malas membimbingnya. Moga-moga anda tidak seperti mahasiswa yang saya maksud. Ok.
mette // 20 Januari 2009 pada 03:26 |
terimakasih atas masukannya…..ini pasti akan sangat bermanfaat untuk menyusun skripsi saya
mette // 20 Januari 2009 pada 03:48 |
o iya pak, mau nanya kalo dalam penulisan laporan ada yang di kutip dari browsing internet, kemudian untuk menulis daftar pustakanya gimana y? apakah di cantumin semua website nya ato apa…..
makasih pak, mungkin bs dikirim di email saya mette_29@yahoo.com
Affan Mahbob // 10 Februari 2009 pada 12:13 |
bikin skripsi buat gw asyik2 aja cuma sayang dosen pembimbing gw kayak yang gak mau ngasih masukan cuma bisa nyuruh perbaiki doank. gw kesel!!!!!!!!
salam manis bwt Nadia binti Mohamad di FK UNPAD.
Banna // 25 Februari 2009 pada 03:41 |
Pak, salam kenal. Saya mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi IAIN Yogyakarta, saya masih kesulitan dalam memutuskan judul yang saya akan ajukan dan kedua-duanya adalah studi perbandingan antara dua software opensource katalog digital, pertama > studi komparasi sistem otomasi perpustakaan antara senayan dengan openbiblio. Dan yang kedua adalah > Analisis antara senayan dengan openbiblio (studi perbandingan terhadap efektifitas kerja perangkat lunak berbasis open source)
dan yang ingin saya kaji adalah tentang seluruh sistem baik dalam sirkulasi, master file, tampilan, dll.
Untuk itu saya mohon bantuannya, dalam mengambil judul yang lebih baik, atau bahkan kalau bapak memiliki inisiatif terhadap judul saya, mohon penjelasannya.
Terimakasih….
afifuddin // 7 Maret 2009 pada 11:49 |
ya, ku minya bantuan untuk menyelesaikan permasalahan tentang menganalisa dan membuat judul skripssi
Aprieli Telaumbanua // 1 April 2009 pada 10:45 |
woh….? bagus juga tu tipsnya tapi kalau boleh bagaimana kalau di cantumban judul rancangan sktipsipnya seperti saya dari jurusan pendidikan teknik bangunan masih belum mendapatkan judul. tanks
Andry // 5 April 2009 pada 05:42 |
Wah..bagus nih tips-tpisnya…thanks 4 share.
boleh disebarin ga nih pa…ke forum2 pendidikan??
pandan hendri utami // 14 April 2009 pada 06:55 |
makasih ya pak atas tipsnya, sangad membantu
lagi kuliah Pendalaman Metodologi Penelitiaan, di suruh bikin bab 3, mudah2an bisa jadi skripsi sekalian nantinya. doain ya pak
aguskarsayudha // 15 April 2009 pada 14:06 |
Saya lagi menyusun skripsi, tapi yang jadi masalahnya dalam pencarian judul skripsi masih membingungkan. Saya bingung dalam mendapatkan judul. I hope I will find and I’ll be Finish.
diyon // 19 April 2009 pada 21:54 |
saya sedang menyusun skripsi, bab2,3, sudah selesai. tapi masalahnya saya bingung di bab 1 terutama di batasan masalah. Bantuin dong ?
judul ” PENDETEKSI SUARA YANG MENGERAKAN BONEKA BERBASIS MIKROKONTROLER”
DIYON // 31 Mei 2009 pada 13:04 |
TOLONG BERIKAN GAMBARANNYA PAK WIR
Raditya Beer // 20 April 2009 pada 10:21 |
Perkenalkan saya Radit mahasiswa S1 Arnhem Business School (The Netherlands) majoring in International Business. Saya sangat tertarik membaca artikel bapak dan jadi ingin berbagi
Saat ini saya sedang mengerjakan graduation assignment atau yang biasa disebut TA disini. Perbedaan TA ini, saya mengerjakannya dalam bentuk practice based, jadi sekalian magang di salah satu perusahaan es krim cukup besar di indonesia. Kendala saya saat ini adalah dosen pembimbing yang pasif dan kurang adanya komunikasi yang membantu untuk saya, sehingga saya mengalami kesulitan saat ingin beranjak ke step berikutnya. masalahnya periode TA sudah berjalan 3 bulan, dan jika ingin merubah pembimbing akan ada penyusuaian baru dimana mungkin akan ada kemungkinan yang sama terjadi lagi jika kurang sreg.
Kemudian saya akhirnya mengambil topik “BRAND ACTIVATION”, dimana hal itu merupakan hal yg baru saya pelajari saat ini karena tidak diajarkan di jurusan saya. Dalam pemilihan topik ini saya pilih karena menarik dan merupakan hal yang baru namun berhubungan dengan marketing terutama dlm consumer goods industry.
yg jadi pertanyaan saya:
“Bagaimana saya bisa memperkuat alasan pemilihan topik saya trsbt? ” sehingga saya siap jika dihadapkan dengan pertanyaan seperti yang bapak biasa ajukan.
yang saya sudah lakukan adalah melakukan spesifikasi pembahasan mengenai promosi yang dilakukan perusahaan ini sebagai bentuk dari brand activation itu sendiri dan menganalisa apakah sudah effective atau tidak, kemudian saya juga menjelaskan theory2 seputar brand activation di bab2 landasan theory, dan selanjutnya akan saya mulai dengan melakukan reseach ke lapangan (quantitative atau qualitative, saya masih belum yakin)
terimakasih dan mohon maaf jika terlalu panjang.
wir // 20 April 2009 pada 11:36 |
@Beer
salam kenal juga.
Tanggapan saya tentu saja sifatnya “general”, karena bidang yang anda sampaikan di luar kompetensi yang saya tekuni.
Ada yang menarik mengenai topik yang anda pilih, yang anda nyatakan sbg “hal baru, yang tidak diajarkan di jurusan anda”.
Jika demikian, langkah pertama anda adalah meyakinkan pihak “jurusan” yang nantinya diwakili oleh dosen penguji atau pembimbing bahwa topik yang anda pilih adalah masih di dalam koridor ilmu yang anda pelajari.
Karena bisa saja hal tersebut menarik bagi anda, sesuatu yang baru, tetapi pada kenyataannya bagi dosen penguji ternyata tidak menarik. Bahkan sisi buruknya, bisa saja diinterprestasikan bahwa materi yang anda pelajari di luar bidang keilmuan yang saudara tempuh.
Jika dosen pembimbing dalam hal ini dapat diyakinkan bahwa topik yang anda pilih memang sesuatu hal yang baru dan memang penting untuk dibahas, maka rasanya anda sudah melangkah dengan benar. Selanjutnya sebelum masuk pada tahap riset dsb, maka mulailah dengan mengajukan masalah thd topik, seperti misalnya :
* perlukah brand activation dilaksanakan, mengapa ?
* tidakkah ada cara lain selain brand activation
dst.
Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut anda mencoba membuat dugaan jawabannya, ini yang disebut hipotesis.
Sedangkan research ke lapangan adalah mencari bukti bahwa jawaban anda itu benar atau salah.
moga-moga bisa membantu.