Karya Ilmiah Utama ke-4 (April 2007)


Telah tersedia di toko-toko buku.

<up-dated tanggal 15 April 2007>

Hari minggu tanggal 15 April 2007, mampir ke toko buku Gramedia Mal Taman Anggrek, ternyata ada tiga tumpuk tinggi buku karanganku ini, wah cukup banyak stock.

Jika di toko buku di kota anda belum ada buku tersebut, jangan menunggu terlalu lama, pesan aja langsung via telpon atau email ke penerbitnya yang menyediakan divisi khusus yaitu

SHOWROOM Elex Media Komputindo Jakarta
62-21 585 1473-4
62-21 536 99 123-4
email  cs.retail@elexmedia.co.id

Sampul Buku SAP2000 Edisi Baru 2007

<tanggal 11 April 2007>

Rabu tanggal 11 April 2007 ini saya barusan check di toko Buku Gramedia Metropolitan MALL Bekasi. Sudah ada di counter CAD dan grafis. Harganya Rp. 82.500,-.

Wah mahal juga yah, untuk penglaris saya beli satu, he, he. :)

Meskipun mahal, tetapi buku tersebut akan menjadi buku SAP2000 berbahasa Indonesia yang paling lengkap, paling tebal yang pernah ada, yaitu 590 halaman (hasil survey bulan Maret 2007 ini). Kecuali itu, yang paling penting bahwa isinya bukan sekedar menerjemahkan saja tetapi benar bahwa sebagian besar adalah betul-betul orisinil sehingga dapat menjadi buku pendamping manual program SAP2000 yang sudah ada.

Buku ini, akan menjadi buku SAP2000 yang cocok dibaca bagi pemula untuk belajar sendiri, maupun referensi perkuliahan, yang di Jurusan Teknik Sipil UPH disebut mata kuliah Komputer Rekayasa Struktur. Suatu mata kuliah khusus yang mungkin tidak ada duanya di Indonesia, yang dikemas agar terjadi link-and-match perolehan yang didapat di perguruan tinggi dan dunia industri kontruksi.

Mata kuliah tersebut tidak sekedar mendidik siswa untuk mengoperasikan program SAP2000 seperti halnya yang terdapat pada kursus-kursus yang banyak ditawarkan, yang umumnya materinya tidak banyak berbeda jauh dengan materi-materi yang ada pada buku manual program. Sedangkan buku ini berbeda sama sekali, tidak didasarkan pada penerjemahan buku manualnya tetapi benar-benar merupakan hasil kulminasi pengalaman bertahun-tahun selaku praktisi (structural engineer) yang berorientasi pada hasil (nggak peduli bagaimana cara mendapatkannya) dan selaku guru (dosen) yang berorientasi pada proses.

Adanya mata kuliah tersebut merupakan petunjuk bahwa Jurusan Teknik Sipil UPH mampu untuk secara mandiri memberikan content yang berbeda, dan tidak sekedar mengekor dari yang lain-lain.

Ini juga merupakan bukti, bahwa kami di UPH mempunyai keberanian menyatakan karyanya secara nasional untuk dapat dievaluasi (oleh siapa saja) dalam bentuk buku yang beredar ke seluruh Indonesia oleh penerbit yang bereputasi tinggi dalam penerbitan buku-buku bermutu, khususnya untuk buku-komputer. Terbukti, sejak pertama kali terbit tahun 2004, edisi pertamanya habis di serap pasar.

Sebuah buku SAP2000 atau tentang program analisa struktur yang mendapat opini positip tertulis oleh lebih dari lima Profesor struktur dari P. Jawa yang dikenal sebagai pusat perkembangan rekayasa di Indonesia, sekaligus mendapat opini tertulis juga dari pakar bereputasi international (Universitas Sidney, Australia).

Kecuali untuk pemula dan mahasiswa yang mengambil perkuliahan teknik sipil, diharapkan juga bahwa buku ini berguna bagi rekan-rekan yang sudah ber-jam terbang tinggi memakai program tersebut untuk pekerjaan sehari-harinya (praktisi di konsultan  rekayasa = structural engineer), khususnya untuk melihat apakah kuantitas penggunaan program sudah se-variasi seperti yang ada pada buku ini.

Diharapkan buku ini dapat menjadi pemicu penulisan buku-buku serupa oleh pakar-pakar teknik sipil di Indonesia, yang saat ini lebih suka menyimpan ilmunya sendiri, yang mungkin sebenarnya lebih banyak dan lebih bervariasi dari pengetahuan penulis. Akhirnya diharapkan masyarakat luas mendapatkan pencerahan dari karya-karya tulis yang tercipta. 

Kinerja keilmuan (scientific performance) ialah produktivitas para ilmuwan dalam mempublikasikan karya-karya keilmuannya.
(Donald Pelz 1963)

Sehebat-hebatnya seseorang, seluas-luasnya pengetahuan yang ia miliki, sekaya-kayanya gagasan yang ada dalam benaknya, tanpa ia mampu menuangkannya khususnya secara tertulis, belumlah cukup dan belum terbukti kehebatannya.
(Dedi Supriadi 1997)

Majulah Indonesia !

Kami di UPH bekerja keras untuk itu! Kami tidak mau “hanya menjadi segelitir elit di negeri ini”. Kami ingin menjadi berkat bagi bangsa ini. Semoga buku ini memberi banyak manfaat sebagaimana harapan kami tersebut.

You are the light of the world. … , let your light shine before men, that they may see your good deeds and praise your Father in heaven.
(Matthew 5:13,16)

Berita-berita terkait tentang buku di atas :

About these ads

220 thoughts on “Karya Ilmiah Utama ke-4 (April 2007)

  1. Salam kenal pak Wir, nama saya Endy Sudeska, saya kuliah di Jurusan Teknik Sipil di Universitas Riau.

    Begitu saya membaca buku-buku bapak, saya bersyukur karena saya diberi kesempatan untuk membaca buku-buku Bapak sebelumnya. Saya sangat tertarik dengan apa yang bapak ajarkan. Tidak lama lagi insyaallah, saya akan menamatkan kuliah D3 saya. Saya ingin melanjutkan S1 kalau bisa di UPH, apakah ada pak program penyetaraan dari D3 ke S1 di UPH ? Berapa kira-kira biayanya ya pak ?

    Oh ya pak, saya sangat tertarik sekali dengan rekayasa struktur menggunakan SAP2000, sebagai orang awam seperti saya ini apakah yang harus saya siapkan agar saya dapat menguasai program itu dengan benar dan dapat menggunakannya dengan baik ?

    Apakah bapak membuka kursus SAP2000 di luar UPH ?

    Saya mohon sudi kiranya bapak menjawab pertanyaan saya ini, karena ini akan sangat berarti sekali bagi saya. Saya sangat senang sekali bisa berkenalan dengan Bapak dan saya ingin Bapak bisa menjadi guru bagi saya.

    Terimakasih pak Wir.

  2. sdr Endy

    Senang menerima komentar anda, seorang anak muda yang sudah bisa menikmati buku-buku di bidang ilmunya dan tidak hanya sekedar asal bisa lulus ujian. Peminatan anda terhadap buku-buku ilmu yang baik itu (he, he buku saya termasuk khan :) ) merupakan investasi yang berharga untuk masa depan anda, khususnya jika anda berkarir pada bidang ilmu tersebut.

    Banyak buku-buku saya yang di koleksi sewaktu mahasiswa, dimana pada waktu itu buku-buku bajakan menjamur, ternyata berguna sampai hari ini, dan jika nyarinya baru hari ini, rasanya susah sekali lho dapetnya.

    Syukurlah anda sudah hampir selesai sekolahnya, jika anda mempunyai kesempatan dan dana yang cukup, saya sarankan untuk menyelesaikan program S1-nya, karena tinggal sedikit lagi.

    Bagaimanapun jika anda mempunyai gelar S1 maka anda mempunyai sesuatu untuk investasi jangka panjang yang sangat berguna dan tidak akan pernah anda sesali. Saran saya, untuk S1, carilah sekolahan lain agar anda mendapat wawasan yang berbeda, tidak hanya ilmu tetapi dengan lingkungannya juga.

    Keinginan anda untuk masuk UPH sangat baik sekali. Sudah ada beberapa orang yang seperti anda, punya gelar D3 dan mau ambil S1, biasanya ditangani kasus per kasus, mereka akan diminta transkrip perkuliahan yang telah diperoleh, selanjutnya sidang jurusan akan mengevaluasi mana mata kuliah yang dapat disetarakan dan mana yang tidak, sehingga nanti akan ketahuan berapa SKS lagi anda perlu tempuh di UPH untuk mendapatkan S1-nya. Dari situ baru diketahui berapa biaya yang kira-kira masih diperlukan lagi.

    Adanya mata kuliah yang dapat disetarakan dan ada yang hangus (tidak dapat disetarakan) itu mungkin terjadi, karena masalahnya, bidang D3 khan lebih fokus pada praktek, sedang S1 lebih pada ilmu dasar (fundamental). Umumnya D3 khan tujuannya agar bisa langsung kerja di tingkat madya. Sedangkan S1 baru menjadi dasar untuk pendidikan lanjut lainnya yaitu S2 (master) dan S3 (doktor).

    Jadi, bagi pribadi yang mempunyai kesempatan (waktu) dan biaya (dukungan finansial) yang cukup maka pendidikan D3 adalah tanggung sekali, karena nambah satu setengah tahun lagi harusnya akan bisa S1 (itu jika konsisten masuk S1 dari awal ya, dengan asumsi untuk menyelesaian S1 adalah 4.5 tahun).

    Sekali lagi, jika ada kesempatan (waktu) dan dukungan finansial , saya sarankan setelah selesai D3 langsung lanjutkan ke S1 dulu, nggak perlu kerja, mumpung umur masih muda dan belum kawin.

    Pengalaman yang umum menunjukkan bahwa jika hanya mengandalkan D3 lalu bekerja pada orang, lalu kawin maka langit anda akan terbatas. Ingat itu kerja standar ya, kerja pada perusahaan. Kecuali jika berwiraswasta atau kebetulan mendapat kepercayaan khusus (beruntung) maka pendidikan formal tidak terlalu kelihatan bedanya. Tapi ingat itu pendapat umum, memang ada sih yang istimewa, bahkan ada yang tidak berpendidikan saja bisa jadi konglomerat, tergantung orang (dan nasib :) ).

    Untuk saat ini belum ada kursus SAP2000 yang saya selenggarakan. Nanti kalau ada yang ngundang mungkin perlu dipikirkan.

    Ok saudara Enda, saya tunggu anda di kampus UPH Lippo Karawaci.

    salam

  3. Sabar mas Kusmara, saat ini sedang naik cetak.
    Menurut pihak PT. Elex Media Komputindo baru selesai dan akan segera beredar minggu ke-3 April, yah akhir April atau awal Mei.

    Untuk mendapatkannya, pasti di toko buku Gramedia khususnya di Jakarta. Untuk edisi pertamanya waktu itu paling banyak di toko Buku Gramedia Salemba, mestinya sekarang juga ya.

    Besok kalau udah waktu edar tiba dan ternyata di lingkungan anda tidak ada toko buku Gramedia maka pesan aja langsung via email ke

    Layanan Langsung PT. Elex Media,
    telp (021) 5851473-1474,
    email : desy at elexmedia dot co dot id
    atau wisnu at elexmedia dot co dot id

    catatan untuk menghindari spam maka @=at dan . = dot

  4. Aku mahasiswa program pascasarjana UNHAS Makassar, tesis aku masalah cable stayed non-linier, pertanyaan : bagaimana caranya menginput kabel di SAP2000 v.9

    Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih

    NB: bagaimana cara mendapatkan SAP2000 edisi 2007

  5. Sdr Syarif, mahasiswiku Rani pernah membahas pemodelan kabel tatapi waktu itu dibatasi pada problem linier dan pakai SAP2000 v7.4. Mungkin ada kemiripan, tetapi masalah anda khan non-linier dan pakai SA2000 v.9 khan lebih advance. Tetapi sebagai sekedar perbandingan boleh juga, silahkan dilihat makalah Rani di halaman lain di blog ini.

    Note : perlu juga di pelajari non-linier apa yang akan dipertimbangkan pada analisis kabel anda. Non-linier geometri, material atau kontak. Setiap problem mempunyai strategi yang berbeda.

  6. Saya junior engineer, belum lama berkecimpung di bidang perencanaan. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Pak Wir, diantaranya :

    1. Dalam menganalisa struktur (bangunan gedung) Program SAP2000 lebih unggul dan akurat dibandingkan dengan ETABS apakah benar demikian, meskipun ETABS sudah dikhususkan untuk bangunan gedung ?

    2. Bagaimana cara membuat koordinat massa bangunan gedung di SAP2000, apakah secara manual ? Setahu saya di ETABS koordinat massa bangunan tiap lantai dapat ditentukan secara otomatis dengan menggunakan Assign –> Diafragma.

    3. Untuk analisa gempa, kapan kita dapat menggunakan analisa cara Statik dan kapan harus menggunakan cara dinamik ?

    4. Dari hasil output design SAP2000 dan ETABS, bagaimanakah caranya untuk dapat memilah / memberi penulangan (STRUKTUR BETON) secara cepat dan efisien. Mengingat bila hanya 1-2 lantai dapat dilakukan secara manual tidak terlalu rumit, namun bila sudah lebih dari 3-5 lantai cukup rumit dan memakan waktu lama untuk memilah-milahnya.

    5. Seperti pada point 4, bagaimana pula halnya dengan STRUKTUR BAJA dimana kita harus menghitung sambungan joint-jointnya. Apakah ada secara cepat dan efisien memilahnya.

    Maaf sebelumnya bila pertanyaanya cukup panjang.
    Terima kasih

  7. sdr Nang,

    SAP2000 dan ETABS adalah program unggulan dari CSI, masing-masing mempunyai keunggulan tersendiri dan tidak perlu diperbandingkan. Untuk analisis bangunan gedung bertingkat maka ETABS-lah programnya, sedang untuk struktur yang lain (misal jembatan, menara, crane, dll) maka SAP2000 lebih fleksibel.

    Program ETABS secara otomatis menganggap lantai sebagai diagframa, sedang SAP2000 tidak. Jadi dalam menetapkan massa juga berbeda. Lihat manual masing-masing.

    Statis jika bebannya bukan sebagai fungsi waktu, sedang dinamik jika bebannya adalah fungsi waktu, misal beban gempa, ledak / impak dsb.

    Ingat analisis dan desain dari suatu program tidak mesti saling berhubungan. Itu sebenarnya dua buah program yang saling lepas. Jadi anda harus mengetahui batasan masing-masing program. Untuk desain struktur beton bertulang misalnya, program ETABS mungkin lebih mudah dibanding SAP2000 karena pada input data program ETABS sudah dibedakan apalah ini elemen balok, atau kolom atau shear wall. Sedangkan pada SAP2000 tidak demikian.

    Program SAP2000 dan ETABS rasanya belum sampai pada tahap menghitung detail sambungan joint-jointnya.

    **Apakah ada secara cepat dan efisien memilahnya.**
    Yah itu menyangkut jam terbang, artinya semakin anda memahami kekuatan tool-tool yang anda gunakan maka akan semakin tahu : bagaimana sebaiknya. Misalnya : program analisa struktur saat ini semakin mudah, cepat dan digabung dengan gambar CAD maka seluruh komponen struktur dapat dengan mudah dimodelkan. Apakah itu balok induk atau balok anak semuanya dijadikan input program. Komputer sih nggak ada masalah, dia akan menghitung dengan teliti dan penurut. Masalahnya adalah outputnya begitu banyak, lalu anda harus membacanya untuk membuat gambar kerja. Yah baru tahu, pusing khan.

    Kalau sudah begitu mungkin cara lama akan lebih mudah, yaitu mengelompokkan stuktur-struktur utama, sedangkan struktur sekunder dipisah. Sehingga kita lebih mudah dalam mengelolanya. Ini merupakan cara yang aku pilih.

    Ok. gitu dulu yah.

  8. Saya mahasiswa Universitas swasta yang ingin sekali memperdalam ilmu SIPIL khususnya tentang Software SAP2000 dan orang yang sangat tertarik dengan buku yang bapa buat karena itu saya ingin memilikinya.

    Ada beberapa pertanyaan dan saya harapkan bapa bisa menjawabnya :

    1. Atas pertanyaan sdr. Nang tgl 31 Maret bapa kasih jawaban kalau program analisa struktur saat ini semakin mudah, cepat dan digabung dengan gambar CAD maka seluruh komponen struktur dapat dengan mudah dimodelkan.Apa maksudnya dan bagaimana caranya??

    2. Saya orang yang juga menghargai hak cipta seseorang, saya sangat mengagumi bapa atas ketegasan bapa untuk tidak menggunakan software bajakan..walaupun dikomputer saya gunakan bajakan, karena saya sulit kalau harus belajar ke kampus dan kalau beli yang asli, saya mana sanggup pa. Saya mau tanya bagaimana saya bisa dapatkan SAP Versi Student dan bagaimana cara mendapatkannya???

    Mudah-mudahan pertanyaan saya tidak membingungkan bapa.
    Terimakasih sebelumnya

  9. Saya juga dosen universitas swasta koq. Jadi sama-sama SWASTA ya :)

    **program analisa struktur saat ini semakin mudah … **
    Lha iya khan, sudah pernah membandingkan belum ? Kalau baru pertama kalinya, dan anda langsung memakai program versi Windows, yah bersyukurlah ;) . Pemakaian program tsb dibanding 5 – 10 tahun yang lalu (versi MS-DOS) seperti bumi dan langit. Tahu MS-DOS nggak, kalau nggak ya udah nggak usah diceritain, toh juga nggak tahu.

    **SAP Versi Student **
    udah baca ini belum : http://wiryanto.wordpress.com/2006/11/27/sap2000-ver-740-student-version/

  10. “Statis jika bebannya bukan sebagai fungsi waktu, sedang dinamik jika bebannya adalah fungsi waktu, misal beban gempa, ledak / impak dsb”

    Maksud pertanyaan saya, beban statik disini adalah pembebanan gempa dg cara statik.Jadi bagaimana memutuskan pembebanan gempa apakah suatu bangunan perlu hanya memakai beban gempa statik atau kapan diperlukan beban gempa cara dinamis..

    Terima kasih

  11. Yah itu khan udah jelas ada di SNI-1726-2002 pasal 4.2 ttg “Struktur gedung beraturan dan tidak beraturan

    Jika gedung anda dapat dikategorikan “Gedung Beraturan” maka cukup analisa statis dan sebaliknya jika dikategorikan sebagai “Gedung Tidak Beraturan” maka harus analisa dinamik.

    Perlu diketahui bahwa dalam bidang engineering, tidak semuanya bisa mengandalkan logika sain teoritis, karena masukan dari sain empiris diperlukan juga. Lha berkaitan dengan empiris wah bisa banyak pendapat dan pengalaman orang berbeda-beda jadi perlu kesepakatan bersama. Suatu kesepakatan yang dikuatkan oleh tata aturan hukum menjadi CODE atau PERATURAN PERENCANAAN , contohnya SNI itu.

    Jadi menguasai CODE perlu juga lho.

  12. dear mas Wir dan sdr. Nang,

    Izin ikutan berdiskusi ya.. boleh ya mas ?

    Menurut ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan, bila gedung anda ketinggiannya melebihi 40 meter, maka anda harus memperhitungkan aspek dinamis dari gempa. Namun bila kurang dari itu, analisa statis ekivalen sudah dapat mewakili masalah pembebanan gempa.

    itu menurut peraturan indonesia. kalo di amerika peraturannya membatasi sampe ketinggian 60 meter.

    oke itu dulu,

    salam

  13. Sdri Santi betul, tetapi hanya sebagian !
    Ingat, evaluasinya tidak hanya ketinggian saja, masih banyak yang lain. Agar teman-teman yang lain tidak terkecoh dan tahu betul kapan menghitung dengan analisis statik ekivalen dan kapan harus analisis dinamik maka baiklah saya kutipkan SNI-1726-2002 pasal 4.2 sbb:

    4.2 Struktur gedung beraturan dan tidak beraturan

    4.2.1 Struktur gedung ditetapkan sebagai struktur gedung beraturan, apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut :

    Tinggi struktur gedung diukur dari taraf penjepitan lateral tidak lebih dari 10 tingkat atau 40 m.

    Denah struktur gedung adalah persegi panjang tanpa tonjolan dan kalaupun mempunyai tonjolan, panjang tonjolan tersebut tidak lebih dari 25% dari ukuran terbesar denah struktur gedung dalam arah tonjolan tersebut.

    – Denah struktur gedung tidak menunjukkan coakan sudut dan kalaupun mempunyai coakan sudut, panjang sisi coakan tersebut tidak lebih dari 15% dari ukuran terbesar denah struktur gedung dalam arah sisi coakan tersebut.

    Sistem struktur gedung terbentuk oleh subsistem-subsistem penahan beban lateral yang arahnya saling tegak lurus dan sejajar dengan sumbu-sumbu utama ortogonal denah struktur gedung secara keseluruhan.

    – Sistem struktur gedung tidak menunjukkan loncatan bidang muka dan kalaupun mempunyai loncatan bidang muka, ukuran dari denah struktur bagian gedung yang menjulang dalam masing-masing arah, tidak kurang dari 75% dari ukuran terbesar denah struktur bagian gedung sebelah bawahnya. Dalam hal ini, struktur rumah atap yang tingginya tidak lebih dari 2 tingkat tidak perlu dianggap menyebabkan adanya loncatan bidang muka.

    – Sistem struktur gedung memiliki kekakuan lateral yang beraturan, tanpa adanya tingkat lunak. Yang dimaksud dengan tingkat lunak adalah suatu tingkat, di mana kekakuan lateralnya adalah kurang dari 70% kekakuan lateral tingkat di atasnya atau kurang dari 80% kekakuan lateral rata-rata 3 tingkat di atasnya. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan kekakuan lateral suatu tingkat adalah gaya geser yang bila bekerja di tingkat itu menyebabkan satu satuan simpangan antar-tingkat.

    – Sistem struktur gedung memiliki berat lantai tingkat yang beraturan, artinya setiap lantai tingkat memiliki berat yang tidak lebih dari 150% dari berat lantai tingkat di atasnya atau di bawahnya. Berat atap atau rumah atap tidak perlu memenuhi ketentuan ini.

    – Sistem struktur gedung memiliki unsur-unsur vertikal dari sistem penahan beban lateral yang menerus, tanpa perpindahan titik beratnya, kecuali bila perpindahan tersebut tidak lebih dari setengah ukuran unsur dalam arah perpindahan tersebut.

    – Sistem struktur gedung memiliki lantai tingkat yang menerus, tanpa lubang atau bukaan yang luasnya lebih dari 50% luas seluruh lantai tingkat. Kalaupun ada lantai tingkat dengan lubang atau bukaan seperti itu, jumlahnya tidak boleh melebihi 20% dari jumlah lantai tingkat seluruhnya.

    Untuk struktur gedung beraturan, pengaruh Gempa Rencana dapat ditinjau sebagai pengaruh beban gempa statik ekuivalen, sehingga menurut Standar ini analisisnya dapat dilakukan berdasarkan analisis statik ekuivalen.

    4.2.2 Struktur gedung yang tidak memenuhi ketentuan menurut Pasal 4.2.1, ditetapkan sebagai struktur gedung tidak beraturan. Untuk struktur gedung tidak beraturan, pengaruh Gempa Rencana harus ditinjau sebagai pengaruh pembebanan gempa dinamik, sehingga analisisnya harus dilakukan berdasarkan analisis respons dinamik.

  14. oke deh mas wir.. santai aja… :)

    semoga sdr. nang bisa puas dengan jawaban pak wiryanto yang panjang lebar. lha wong ada di peraturan kok ya..? :)

  15. Mbak Santi, nanti temen-temen Univ. Andalas pada berpartisipasi ya di Konferensi Internasional UPH, di Lippo Karawaci 26-27 September 2007 ini.

    Banyak lho yang ikut, yang kirim abstrak aja udah 125, pak Rendy Thamrin yang sedang sekolah (?) juga udah ngirim abstrak, mau ikut. Kalau dilihat, kira-kira separo pengirim abstrak dari luar negeri lho. Yah cari suasana baru, menambah jaringan se profesi gitu.

    Salam untuk teman-teman di Univ. Andalas.

  16. Masih buka pendaftaran abstraknya, mas Wir ? kita di FT-Unand kebetulan juga sedang mempersiapkan simposium internasional about kebencanaan. multidisiplin sih.. Juli ini.

    dan juga kita sedang disibukkan dengan evaluasi gedung dan perumahan se-Sumatera Barat akibat gempa awal maret kemarin..

    oke mas Wir.. mudah-mudahan media ini bisa jadi ajang diskusi yang bermanfaat buat staf pengajar agar bisa menjadi dosen yang bener-bener dosen..

    salam..

  17. Yah kalau minggu ini sih saya bisa bantu. Ini lagi nungguin paper alumni Jerman, karena kebetulan sponsor utamanya khan DAAD. Jika dirasa cukup ya kita tutup. Ikut aja mbak, kalau bikin abstrak khan cepat selama idenya ada. Mumpung ngumpul peserta-peserta dari manca-negara (lebih dari 16 negera). Itu rekan-rekan dari ITB ngirim papernya banyak sekali lho. Hanya sayang, rekan-rekan dari Jakarta dan sekitarnya kurang menanggapi acara kami. Kenapa ya ?. :(

    Note : tapi tetangga ITI Serpong mendukung acara tsb dengan tiga (3) paper. Trims.

    Ngumpulin peserta aktif yang banyak, susah lho, kebetulan kita bisa karena ada bantuan komitmen dari Uni-Stuttgart yang mau mengirim Profesor-profesornya, kalau karena usaha UPH sendiri kayaknya susah. Hebat, nama besar Uni-Stuttgart memang dapat dijual.

    **ajang diskusi**
    Semoga mbak, kita saling berbagi lha. Ilmu kalau dibagi-bagi nggak hilang koq, bahkan bertambah.

  18. Begini pak wir.

    Saya ingin menanyakan tentang program SANSPRO :
    Apakah bapak pernah menggunakan program analisa struktur tsb ?

    Pada versi tingginya program SANSPRO dapat menghasilkan output berupa perancangan pondasi yang secara otomatis langsung ditentukan oleh programnya, dengan kita merancang strukturnya spt yang kita lakukan pada program SAP2000, maka pada program SANSPRO hasilnya sudah bisa menentukan bagaimana pondasinya.

    Apakah hasil dari program tsb yang berupa perhitungan pondasinya langsung ditentukan oleh programnya sudah sangat mendukung untuk dilaksanakan dilapangan pak?

  19. Kalau sama pembuat atau pencipta program SANSPRO yaitu bapak Nathan Madutujuh (down-load paper beliau di PETRA tentang software engineering di Indonesia), yah kenal banget, sama-sama kandidat doktor teknik sipil di UNPAR, dan sama-sama mengambil topik penelitian baja cold-formed.

    Kalau menggunakan program tersebut belum pernah. Saya kira sama aja dengan program SAP2000 yang kebetulan telah saya kuasai cukup lama selain itu juga eksplorasi pada SAP2000 aja belum tuntas, masih banyak yang bisa dieksplore khususnya untuk pembelajaran. Itulah alasannya mengapa buku SAP2000 ada Edisi Baru-nya. Tetap beli ya mas Endy.

    **sudah sangat mendukung untuk dilaksanakan dilapangan ?**
    Wah mas, setiap penyelesaian program komputer untuk analisa atau desain struktur itu pasti didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu. Selama anda pahami benar asumsi-asumsi yang digunakan dalam program dan melihat bahwa asumsi tersebut sesuai dengan kondisi lapangan yang sedang anda analisis, maka kemungkinan besar hasilnya juga akan sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Pada prinsipnya program-program tersebut mempermudah kita menyelesaikan permasalahan rekayasa yang akan kita kerjakan. Tetapi hasil akhir tetap pada insinyur-nya dan bukan ditentukan oleh program tersebut. Kalau ada kesalahan atau kegagalan, yang salah bukan programnya tetapi pemakainya, yaitu insinyur-nya itu sendiri.

    Gitu mas. Materi buku saya juga intinya seperti itu, tidak mengandalkan bagaimana mengoperasikan program tetapi mencoba memberdayakan insinyurnya untuk memahami apa yang bisa dikerjakan program agar mengurangi pekerjaannya yaitu dengan mendapatkan penyelesaian yang cepat dan akurat (1?). Oleh karena itu pula, program yang dipakai dalam pembahasan buku ini masih ver 7.4 (disertakan juga di dalam CD buku) . Jadi programnya bukan yang terbaru, tetapi jelas masih tetap reliable khususnya untuk problem-problem analisa struktur pada tingkat S1 (S2 juga cukup relevan).

  20. Oh ya pak, kok buku SAP2000 yang baru belum beredar ya di Pekanbaru, padahal saya udah pesan jauh-jauh hari di toko buku Gramedia, apakah buku tsb dikeluarkan dalam jumlah terbatas ?

    Bagaimana pak caranya menghitung BQ dengan cepat pak ? Seperti yang dilakukan teman-teman UPH yang mengikuti lomba rancang bangun di ITB kemaren ? Bisa kasih tahu rahasianya pak ?

  21. Mas Endy, buku SAP2000 memang belum beredar koq, katanya minggu ke-3 April ini. Semoga on-time. Nanti kalau belum ada di kota anda, lebih baik langsung via email ke mbak Dessy dan mas Wisnu, alamatnya ada di atas tuh.

    BQ secara cepat dan tepat. Yah itu berkat bantuan mas Agung praktisi kontraktor yang meluangkan waktu memberikan konsultasi teknik ke mhs-mhs team UPH. Selain itu juga didukung oleh contoh-contoh kasus dan juga masukan-masukan yang diberikan oleh ibu Lanny Hidayat, pakar dari PU ttg jembatan (ini empunya jembatan) yang setelah pensiun berkenan untuk mengajar di UPH pada mata kuliah struktur baja dan jembatan .

    Jadi memang karena didukung banyak ahli gitu, jadinya persiapan tim mahasiswa kita pada waktu itu memang mantap ;) .

  22. Halo Pak Wiryanto Dewobroto,

    Salam kenal, saya senang ada figur seperti bapak yang rajin menulis blog termasuk ilmu-ilmu teknik sipilnya. Mudah-mudahan makin banyak lagi yang berminat menulis buku-buku teknik sipil dalam bentuk penyajian yang gampang dimengerti.

    Satu hal yang jadi perhatian saya melihat banyaknya buku-buku teknik sipil yang beredar di Indonesia adalah kecenderungan untuk memberikan ‘jalan pintas’ pada penyelesaian masalah-masalah teknik. Mudah-mudahan lambat laun, kecenderungan ini dibarengi juga dengan kemampuan menalarkan logika teknik dalam bahasa sederhana bagi para pembaca, sehingga teknik sipil makin diminati tidak hanya secara praksis tapi juga secara metodologik.

    salam,

    Dionysius Siringoringo

  23. Salam kenal juga mas Dion, ini sedang belajar atau sedang jadi ekspatriat di luar negeri, di Jepang ya.

    Wah kunjungannya ke Milau bagus juga, memang hebat Perancis dalam membangun jembatan, nggak mau kalah dengan Jerman. Di Perancis sempat kemana aja, ke Lourdes sempat nggak.

    **buku-buku teknik sipil di Indonesia cenderung memberi ‘jalan pintas’ **

    Apa itu mas maksudnya, yang jelas buku teknik sipil lokal jarang lho di Indonesia. Jumlahnya sih bisa dihitung jari. Tapi dari sisi lain, saya salut dengan almamater saya di UGM yang cukup produktif menerbitkan buku-buku teknik sipil dan beredar sampai Jakarta yaitu dengan Beta Offsetnya. Sedangkan yang lain, umumnya hanya untuk ngejar kum, misal mau jadi profesor, jadi nyetaknya juga terbatas, nggak sampai beredar luas.

    Kondisi buku teknik sipil lokal jarang, saya maklumi, karena para penerbit umumnya masih melihat bahwa pasar buku-buku teknik sipil relatif sedikit dibanding buku-buku komputer atau manajemen. Jadi mereka takut nggak laku. Saya nggak tahu kenapa itu, apa karena rekan-rekan yang berprofesi teknik sipil memang jarang baca buku, atau males beli buku. Saya nggak tahu. Tapi dari sisi lain, buku-buku teknik sipil terjemahan terbitan Erlangga ternyata laku keras juga. Jadi kalau begitu kualitas buku-buku teknik sipil kita masih dibawah yang dari luar, jadi pada nggak mau beli. Akhirnya penerbit punya persepsi buku lokal jarang pembelinya.

    Dari sisi lain, banyak teman-teman insinyur atau peminat bidang konstruksi / sipil belum memberi apresiasi terhadap buku lokal. Jika mereka dengan senang hati membeli pulsa misalnya 100 rb sekedar telpon teman (sehari habis) tetapi jika beli buku sipil seharga 75 rb dibilang mahal.

    Ujung-ujungnya nulis buku hanya kerja sosial atau hobby, dan tidak bisa digunakan sebagai tambahan mata pencaharian. Akhirnya orang juga segan mencurahkan pikiran untuk bikin buku yang baik. Itu khan berbeda dibandingkan di Luar Negeri yang umumnya udah melek literer.

    Jadi memang serba salah sih mas Dion, untuk dapat membuat buku yang baik, apalagi buku teknik yang banyak dilengkapi gambar dan grafik, perlu komitmen tinggi dari penulis. Khususnya waktu. Tapi jika dari situ nggak ada keuntungan finansialnya, maka dari mana sipenulis bisa hidup. Kalau saya mending, kebetulan jadi dosen di UPH dimana tunjangan finansialnya mencukupi tanpa harus kesana-sini jadi dosen terbang, jadi ada waktu untuk nulis. Coba kalau nggak, saya yakin, saya juga nggak bisa jadi penulis. Dan nulis bagi saya adalah hobby, jadi nulisnya dengan hati. Nggak laku juga nggak apa-apa, pokoknya yakin itu adalah yang terbaik bagi saya. Eh kalau kebetulan ternyata teman-teman sependapat, maka syukurlah.

  24. “Kalau sudah begitu mungkin cara lama akan lebih mudah, yaitu mengelompokkan stuktur-struktur utama, sedangkan struktur sekunder dipisah. Sehingga kita lebih mudah dalam mengelolanya. Ini merupakan cara yang aku pilih”

    Pak Wir, kalau tidak keberatan tolong beri tips-nya dalam pengelompokkan struktur memakai menu-menu yang ada dalam sap2000.

    Apa yang membedakan antara struktur utama dan struktur sekunder ?

    Oya buku barunya sudah terbit belum pak? Kok sampai skrg saya lihat di Gramedia belum muncul. Tolong beri tahu saya via email ini bila memang sudah terbit.

    Terima Kasih

  25. **pengelompokkan struktur memakai menu-menu … sap2000.**
    Kalau pakai menu itu sebenarnya hanya pengelompokan bagi misalnya material, atau section-nya, atau mana yang perlu didesain dll, itu saja. Itu bukan memisahkan mana str-utama dan mana yang str-sekunder.

    Jadi pengelompokan tersebut harus dimulai pada tingkat pemodelan struktur. Misal struktur sekunder hanya memikul pembebanan gravitasi saja, yang bisa di analisis secara lokal (setempat) dan hanya dipengaruhi oleh beban yang dipikulnya saja.

    Sedang struktur utama umumnya selain memikul beban gravitasi juga memikul beban lateral (angin dan gempa) selain itu pengaruhnya harus dihitung secara keseluruhan, umumnya reaksi dari str sekunder akan diterima oleh str utama ini.

    Konsep di atas umumnya dilaksanakan sebelum dikenal analisis 3D.

    Analisis 3D memang membantu, tetapi belum tentu setiap analisis 3D menguntungkan, bahkan yang jelas data output yang perlu dievalusi semakin banyak. Pusing. Ujung-ujungnya hasilnya bahkan bisa boros atau bahkan berbahaya. Lha soal ini, aku telah memberi contoh kasus di bukuku SAP2000 Edisi baru.

    **Oya buku barunya sudah terbit belum pak? **
    Aku barusan check ke editornya mbak Eli di Elex, menurut beliau jadwal terbit di sana adalah 4 April, mestinya khan udah ada di toko buku. Anda di mana, kalau di Jakarta, coba deh chek ke Gramendia Salemba. Aku besok mau check, meskipun penulis aku juga penasaran sih.

  26. Hallo pak wir..

    Pak, mau tanya donk pak..

    Klo mau cari tahu Torsional Constant dari profil tertentu gmn yah pak? terus klo mau cari Plastic Elasticity dari profil yang fully compact gimana yah pak…

    Mohon petunjuk pak, terima kasih.

    Richard S. Wiriyanto
    Structural Engineer
    Gulf Extrusions Co. (L.L.C.)
    Tel: +971 4 8846146
    Fax: +971 4 8846830
    Mob: +971 50 6761575

    “never ignore your own dream…”

  27. Richard,

    Konstanta torsi khan sudah lama ada di buku ku SAP2000 ini khan, halaman 17.

    Jika mau yang lebih lengkap lagi , juga tentang plastic section modulus, lihatlah “ROARK’S Formula for Stress & Strain” 6th Ed. , karangan Warren C. Young (1989) pada Chapter 5 : Properties of a Plane Area. Untuk konstanta torsi di Chapter 9: Torsion.

    salam
    wir

  28. Salam kenal Pak Wir,

    Saya beberapa tahun ini bekerja sebagai structure engineer, dari yang saya rasakan kita sebagai engineer kadang susah sekali menerapkan tata cara desain yang ideal seperti di peraturan atau teori, hal ini dikarenakan waktu yang sangat terbatas untuk proses desain.

    Selain itu permintaan arsitek yang kadang melanggar etika struktur, tapi mau tidak mau mesti kita layani karena menyangkut nilai jual bangunannya, juga menjadi dilema bagi kita orang teknik sipil. Kalau mau jujur sekarang ini konsultan yang idealis ya tidak dapat proyek, yang dicari yang bisa fleksibel, cuma saya sering lihat fleksibelitas itu membuat orang sipil melanggar keilmuan sipil.

    Gimana tanggapan bapak mengenai ini?

  29. Mas Tomy ditempat,

    Saya bisa merasakan kegelisahan anda, dulu saya juga pernah begitu. Kuncinya hanya satu, REPUTASI.

    Saya bisa merasakan bedanya, saya ingat, dulu sewaktu masih jadi structural engineer yunior di PT. W & A pada suatu rapat proyek dengan arsitek, owner, m&e karena adanya modifikasi arsitek yang berdampak terhadap struktur, kita berdebat cukup lama di meeting. Meskipun saya memberi argumentasi sampai berbusa-busa tetapi sampai meeting diakhiri, nggak ada kesepakatan, ngambang. Selanjutnya masalah dibawa ke kantor, diskusikan, waktu itu masih dengan pak Steffie, beliau setuju dengan alasan saya. Minggu depan karena kebetulan beliau juga mau ketemu dengan owner maka beliau hadir di meeting. Dalam kesempatan tersebut dibahas masalah yang sama. Beliau menjelaskan, jika modifikasi dilaksanakan maka akan ada masalah. Jika tidak mau ada masalah harus dihitung kembali pengaruhnya, dan hitungan tersebut tidak sederhana , ujung-ujungnya ada kesepakatan jika mau dilaksanakan maka perlu kerja tambah bagi engineer. Alasan yang digunakan sama, tetapi yang jelasin beda, hasilnya beda. Kenapa ?!

    Hal tersebut merupakan contoh sederhana. Bagaimana engineer yang bereputasi memberi penjelasan, tentunya penjelasan tersebut adalah demi kepentingan client. Misal : jika anda hilangkan kolom ini, bisa saja, tetapi balok di atasnya bertambah besar, mungkin perlu pakai prestress, selain itu harus dichek kolom-kolom lain , terhadap beban gravitasi atau gempa. Kalau nggak di chek : bisa rusak lho kalau gempa. Owner mau nggak. Kalau nggak, maka harus dihitung ulang/ desain, artinya kerja tambah. dsb.

    Note : kesalahan saya waktu itu adalah, saya ngotot menurut pola pikir saya sendiri (konsultan), sedangan pak Steffi dengan pintar menekankan pada resiko yang harus ditanggung oleh owner, termasuk juga pemahaman yang benar terhadap kontrak pekerjaan (scope pekerjaan).

    Ini jadi ingat presentasinya pak Safir Senduk di pertemuan para penulis Elex, bersikaplah membela client jangan diri sendiri (meski ujung-ujungnya juga diri sendiri, tapi nggak usah disebutin, he, he, … )

    Kondisi di atas, kadang-kadang nggak bisa dipakai kalau ketemu arsitek sok pinter, yang menyatakan sesuatu diluar profesionalitasnya. Banyak lho. Itu kebanyakan arsitek-arsitek rumah tinggal / rumah mewah. Semboyannya adalah : nggak ada insinyur, juga bisa koq aku bikin rumah. Buktinya itu, ini, itu dll.

    Kalau ketemu arsitek seperti itu, susah mas. :(

    Ya memang, untuk bangunan rumah tinggal, kalau kita mau jujur, untuk pembebanan gravitasi, kebanyakan juga cukup pakai tulangan minimum. Yah, pantas, itu arsitek, mbangun tidak dengan hitungan pun juga nggak apa-apa, hanya berdasarkan pengalaman sebelumnya.

    Kalau mau jadi structural engineer yang dihormati, masuklah ke struktur-struktur yang ‘besar‘, yang ‘beresiko tinggi‘ , yakin deh, omongan anda pasti akan didengar. Untuk gedung ya harus gedung tinggi, atau berbentang lebar atau berbeban besar. Tapi untuk itu ya anda sendiri harus menyiapkan ‘bekal‘ dan ‘mental‘ yang memadai.

    O ya, menurut pengalaman, bangunan-bangunan dengan bentang besar, lalu memakai prestressed terhadap pembebanan gravitasi bagi ‘orang awam’ lebih menakutkan dibanding jika yang digunakan sebagai acuan adalah analis gempa. Yang pertama kalau gagal, langsung ketahuan, retak atau melendut, kalau gempa itu tidak langsung hasilnya.

    Untuk membangun reputasi maka salah satu kuncinya adalah tidak plin-plan. Suatu keputusan yang pernah dikeluarkan tidak boleh berubah-ubah, oleh karena setiap keputusan harus dipikirkan masak-masak, atau telah dilakukan analisis yang baik sebelumnya. Analisis tidak harus pakai komputer, pakai manual-pun jika ok maka baik juga hasilnya.

    Setiap keputusan yang diambil, tentukan adalah suatu keputusan terbaik, untuk menjadi terbaik maka anda tentunya telah mempertimbangkan solusi-solusi lain yang mungkin ada. Semakin anda berpengalaman maka anda akan semakin banyak mempunyai wawasan tentang solusi-solusi lain tersebut. Untuk melihat solusi yang terbaik tersebut maka kriteria safety (kekuatan), serviceability (kekakuan) tetap menjadi kriteria utama, baru setelah itu tentu saja faktor ekonomy (cost) , sumber daya manusia dan waktu .

    **melanggar keilmuan sipil**
    Saya kurang jelas dengan istilah tersebut, apa sebenarnya yang disebut dengan melanggar keilmuan sipil. Apakah kalau kita tidak sama dengan peraturan lalu bisa disebut melanggar. Tentu saja tidak, kalau kita tahu latar belakang mengapa hal tersebut tercantum di peraturan dan lalu kalau beda apakah akan beresiko lebih buruk atau tidak. Dalam hal tersebut tentu insinyur harus meyakini bahwa desainnya adalah yang terbaik dari apa yang bisa dibuat untuk kasus tersebut. Jika anda telah menyatu dengan ilmu anda, maka ilmu anda adalah keyakinan anda, jika anda melanggar keilmuan anda maka berarti anda mengingkari keyakinan anda. Kalau anda meloloskan yang menurut anda tidak baik, pasti suatu saat nanti anda akan menyesal akibatnya. Jangan sampai itu terjadi. Materi itu dapat dicari mas, mungkin belum rejekinya, tetapi kalau keyakinan diri hilang, wah susah nyarinya. Bisa terbawa mimpi, apalagi kalau ada korban sebagai akibatnya, sudah tahu nggak kuat, dibiarin aja, ketika ada masyarakat lewat, runtuhlah, jatuh korban, gimana itu. :(

    Agar bereputasi maka kita harus mengenali diri kita sendiri, apa yang kita punya (kompetensi) dan apa yang kita tidak punya (harus belajar lagi atau diserahkan ke profesional yang lain). Kita harus berani menyatakan itu.

    Agar bereputasi maka kita harus berani tampil, menampilkan karya-karya kita, berani menyampaikan argumentasi bahwa desain atau ide kita adalah yang terbaik. Misalnya dalam forum-forum ilmiah dsb-nya. Pada waktu jadi structural engineer waktu itu, saya tidak menyadari hal tersebut. Mengapa bapak Wiratman, bapak Steffi berbeda dengan structural engineer lainnya di kantor konsultan tersebut, kuncinya ternyata mereka aktif membuat karya tulis dan mempublikasikannya. Saya tahu itu waktu bapak Wiratman diangkat jadi Prof., beliau waktu itu telah mempublikasikan lebih dari 180 makalah ilmiah.

    Kalau anda punya perencanaan struktur yang ‘hebat’ atau ‘bagus’ dan mempunyai keistimewaan jangan segan-segan dipublikasikan. Kalau segan, kirim aja ke blog ini, biar dilihat antar kita dulu. Lumayan lho, pembaca blog ini setiap hari lebih banyak dari 200 orang, bahkan kadang sampai 700 orang per hari.

  30. Maksud saya melanggar keilmuan sipil contoh nyata saya pernah suruh cek pondasi, bangunan sudah dicor sampai lantai 8 (podium) dari 30an lantai (termasuk podium+tower), dan owner minta tambah lantai, karena ada perusahaan oil company yang mau sewa dengan harga tinggi selama 20 tahun. Kita cek strukturnya, terutama pondasi, dan pondasi yang ada hanya bisa masuk jika tanpa digunakan Safety Factor, itupun benar-benar mepet. Menurut saya ini terlalu beresiko, karena artinya saya main-main dengan yang namanya probabilitas. Tapi desakan owner membuat kita tidak bisa apa-apa kecuali membiarkannya. (Kita tidak mungkin menambah pondasi, karena kondisi lapangan tidak memungkinkan)

    Contoh lain, saya sering lihat orang sipil, bahkan konsultan struktur mengabaikan gempa (meski tidak sepenuhnya). Seperti kata bapak terutama untuk low rise building. Gempa dianggap sesuatu yang jarang terjadi, kalau terjadipun itu bencana, statement seperti itu benar-benar buat kita orang sipil kecewa. Kalau mau sedikit buka aib, kita lihat kontraktor2 design&build, orientasi mereka sehemat mungkin, dan kadang design gempa memang diabaikan, ini nyata tapi saya tidak berani sebut nama.

    Sebenarnnya saya cinta sipil Pak, tapi beberapa tahun lihat dunia sipil yang nyata, sedikit buat saya kecewa. Kenapa sipil kita tidak bisa seketat di luar negri, dari segi peraturan, desain, sampai aplikasi lapangannya. Peraturan gempa kitapun sekarang ini tidak jelas gitu, banyak aliran sesuai idealismenya, mestinya kan duduk bareng bikin peraturan yang tidak membingungkan.

    Terus mengenai fee untuk konsultan struktur di Indonesia juga sungguh menyedihkan, demi dapat proyek banyak yang banting harga sampai “tidak manusiawi” kalo dibanding kerjaannya. Ini yang nurut saya mesti di kaji oleh petinggi-petinggi negara atau HAKI. Karenanya dampaknya konsultan dalam setahun bisa kerjakan banyak proyek (bisa 5-10) demi kejar setoran buat survive perusahaannya, lha gimana bisa konsentrasi kerjanya. Di Amerika perusahaan konsultan dalam setahun cukup kerjakan paling banyak 2 proyek, tapi sudah bisa survive dan untung. Makanya structur engineer disana bisa totalitas dalam kerjanya.

    Buat temen-temen butuh info buku sipil kita bisa sharing bersama, saya ada banyak copyan buku-buku baru luar negri yang tidak beredar disini. (Saya copy dari temen buku saya yang sering ke Amerika, untuk kemajuan ilmu sipil membajak sedikit gak pa2 kan ya Pak Wir, pinter kan gak harus mahal he..he..).

    Sory Pak Wir ya curhat saya banyak banget, makasih juga untuk jawabannya. Salam

  31. Wah yang namanya masyarakat mas, ya memang begitu, ada yang berhati malaikat ada yang berhati setan. Ya kita memang ada di dunia ini khan untuk menerima ujian, mau ikut yang mana.

    Jadi yang paling penting integritas, visi misi apa, apa tujuan kita hanya materi dan menghalalkan segala cara. Setiap pribadi jelas berbeda-beda. Sebagai contoh berkaitan dengan hal di atas, tanggung jawab kita selesai pada saat kita menyatakan bahwa itu tidak layak, masalah apakah itu diterusin oleh pemiliknya, itu hak dia. Kewajiban kita sudah terlaksana dengan berani menyatakan. Ya seperti nabi aja, teriak saja, teriak sini belum tentu yang dengar ngikutin. Ya kita juga seperti itulah. Jangan kecewa. Kecewalah jika anda tidak berani menyatakan.

    Kalau anda terus konsisten, dengan hal tersebut dan juga mempertajam ilmu anda dalam memprediksi kebenaran pernyataan anda, lama-lama kelihatan koq. Omongan anda akan menjadi pegangan. Itulah yang membedakan antara engineer sejati dan pegawai tukang hitung bangunan.

    **Makanya structur engineer disana bisa totalitas dalam kerjanya.**
    Yah, kita manusia selalu melihat kebun tetangga selalu lebih hijau dari kebun sendiri, mensyukuri adalah suatu kata yang gampang-gampang susah. Tetapi sekali anda bisa mensyukuri maka itulah kebahagiaan. He, he berfalsafah, tetapi memang begitu koq.

  32. Saya udah pantau dari 3 bulan yang lalu, setelah saya tunggu lama akhirnya muncul juga…soale buku yang dulu saya punya hilang..

    Akhirnya saya dapet di TB. Toga Mas (Ring Road – Yogyakarta), tapi koq cuman ada 8 stok ya…padahal katanya baru dateng.. Hmm, mungkin karena lumayan mahal kali untuk kelas mahasiswa hehehe .

    Ok, saya bantu promosinya deh pak, di UTY klo ngajar ke mahasiswa saya, juga di UGM klo pas ngajar pelatihan SAP…

    Btw sepertinya kualitas kertasnya jauh dibawah yang Ed.pertama yah.., trus shell-nya ngga begitu mendalam, padahal saya nunggu bagian shellnya yang lebih lengkap, bisa jadi buku sendiri tuh pak, mungkin dikolaborasikan sama ABAQUS. Pak wir punya bahan2 tutorial tentang shell (fem) yang lengkap, atau saya bisa lihat ke web apa untuk SAP ini? (mohon pencerahannya ya pak…) ..

    Anyway SAP yang baru ini kualitas penulisannya jauh lebih baik dari yang pertama, the best lah pokoknya…

    Sukses selalu ya pak..

    salam
    Indra

  33. **shell-nya ngga begitu mendalam**

    Itu materi khan untuk level S1, sedangkan shell nggak setiap level S1 ngasih, di UI diberikan di level S2. Karena itu diarahkan ke plane stress biar bisa dipahami pada level tersebut sekaligus dan sinkron dengan materi strength of material (ttg tegangan).

    Penting juga diungkapkan bahwa di bab ttg plane-stress tersebut dibahas secara rinci bagaimana pemodelan dengan element SHELL yang memerlukan proses konvergensi. Pemahaman tsb sangat penting karena waktu memakai element FRAME hal tersebut tidak kelihatan.

    Penulisan tahap-bertahap sampai memakai proses konvergensi merupakan hal yang nggak gampang khususnya yang belum memahami konsep FEM yang benar. Ini yang mau diungkapkan. Karena kalau hal tersebut sudah dipahami apakah itu element membran atau bisa sebagai SHELL penuh ya nggak terlalu kelihatan. Bedanya kalau SHELL khan gabungan dari membran dan plate aja khan.

    Untuk shell (fem) yang lengkap secara teoritis itu bukunya Prof. Katili dari UI, yang menerbitkan Biro Penerbit UI, tapi nggak tahu sampai Yogya nggak ya. Tapi menurut saya, uraian Prof. Katili cenderung bagaimana membikin formulasi element bukan cara pakainya, termasuk juga konsep konvergensi tidak terlalu ditekankan.

    Sepengetahuan saya, khususnya yang buku yang berbahasa indonesia, belum ada yang mengungkapkan pemakaian element dua dimensi (SHELL) sedemikian detail seperti yang ada di tulisan saya tersebut lho.

  34. salam pak wir..
    pak buku bapak yang baru membahas sap2000 versi berapa? v.10?

    (saya belajar versi 7 tapi waktu mo ngoperasiin v.10 koq ada hal2 yang serupa tapi tak sama yah.)

  35. Utamanya adalah versi 7.4 Student Version, tetapi pada bab 7 tentang element Membran (SHELL) karena jumlah nodal cukup banyak harus memakai versi 7.4 full version (tidak dibatasi nodal).

    Selanjutnya pada bab 9 yang berbicara tentang buckling (advanced analysis) harus memakai versi 10.0.1 karena versi 7.4 belum mempunyai option tersebut.

    Dalam buku saya juga dituliskan bahwa versi lama dan versi baru pada kasus-kasus umum tidak berbeda, versi baru perlu jika memang ada opsi baru yang diikutkan (biasanya ini advanced) sehingga tidak setiap pemakai mesti perlu yang baru. Ini penting karena di sini (orang indonesia) yang suka memakai program bajakan maka kalau ada yang baru langsung pakai. Pokoknya keren kalau mau pakai yang baru, padahal yang lama juga belum tuntas menguasainya.

    Di luar negeri karena copy-righted sudah ketat sehingga hanya bisa membeli versi yang resmi yang umumnya kalau ingin ganti harus menyiapkan anggaran khusus maka mereka benar-benar menelitinya terlebih dahulu apakah anggaran yang saya keluarkan ini (untuk beli yang baru) cukup pantas untuk mendapatkan fasilitas baru pada program yang akan dibeli tersebut. Karena hal itulah mereka umumnya lebih mengenal programnya lebih dalam dibanding kita pada umumnya.

  36. Sebenarnya ketika melihat kata-kata yang saya coret di atas, saya langsung akan men-delete comment sdr Mbilung tersebut. Terus terang saya muak dengan berita-berita ttg IPDN itu, tetapi setelah saya lihat blog tsb ternyata isinya satire. Ok-lah jadi saya biarkan tampil di blog saya.

    **tidak sesuai harga mahasiswa pak **
    Nggak juga, coba anda beli pulsa dengan anggaran seperti itu, sebulan pasti udah habis, padahal jika anda beli itu dan anda baca, itu bisa untuk ngembaliin modal.

    Tapi kalau menurut anda itu mahal, ya jangan dibeli dong. Kita harus beli sesuatu yang berguna, pada masa ini uang harus di investasikan ke hal-hal ‘benar’.

    Meskipun ‘benar’ menurut pendapat orang bisa berbeda-beda. Misalnya, kayak kita sekolah aja, ada disediain duit boleh beli mobil atau boleh untuk sekolah. Bila beli mobil bisa untuk jalan-jalan, langsung seketikan, jika untuk sekolah sudah membayar tetapi bikin pusing juga. Pilih mana mas. Sekarang sekolah juga nggak murah koq. Kalau mau gratis, resikonya akan seperti yang ditemui di institusi yang saya coret tsb. **sedih**

  37. Kepada pak Wiryanto.

    Pak terima kasih atas informasinya.
    Saya telah memesan di Gramedia Jl. Manyar Surabaya, kemarin bukunya baru datang dan saya diberitahu pihak Gramedia oleh karena itu saya langsung beli edisi baru tersebut .

    Terima kasih banyak semoga sukses dan sehat selalu dan kapan bapak menulis mengenai ETABS saudara kembarnya SAP.

  38. Terima kasih pak Halim, bapak mau membeli buku saya, semoga berguna dan berkenan untuk merekomendasikan ke teman-teman Bapak.

    Untuk sementara saya belum berpikiran untuk membahas ETABS, karena saat ini saya sedang berkonsentrasi mempelajari ABAQUS dan SOLIDWORKS atau COSMOS, mungkin Bapak pernah dengar. Tapi ok-lah, moga-moga saya ada pencerahan seperti yang bapak maksud, siapa tahu lalu belok ke ETABS.

    Sekali lagi, terima kasih pak atas dukungannya.

    salam

  39. Pak Wir apa kabar ?

    Pak ingat saya to, teman seangkatan 83 di JTS FT UGM, ingat tahun-tahun 1991-1993 kita ketemu di Benhil, aku minta tolong “ngetungke” konstruksi atap tanki ?

    He..he.. makasih selalu lho ya… Aku tak pernah lupa sama susu Sarihusada-nya dulu lho … aku masih penggemar SAP2000 lho Pak Wir… aku masih ingat betapa serunya nginput data dengan SAP 90 …

    Aku pasti beli bukunya Pak Wir.

  40. Kabarku baik mas Himawan, masih selalu bisa ngisi blog, pokoknya masih bisa idealis-idealis gitu. Gimana kabar mas Himawan, apa masih di Yogyakarta, sudah ‘mbathi’ belum.

    Aku jadi ingat radio-pemancar-nya dulu, sekarang masih ada ? Ingat nggak lampu tabung 807 atau 813 yang selalu diganti itu lho. Sekarang udah pakai FM ya.

    Lho sekarang emangnya masih otak-atik SAP2000, apa mas Himawan masih di bidang teknik sipil kegiatannya.

    **Aku pasti beli bukunya Pak Wir.**
    Terima kasih mas Himawan, karena anda-anda semua yang mau membaca itulah maka menulis buku menjadi suatu hobby yang menyenangkan.

  41. Terimakasih, saya orang awam tapi saya senang membacanya.

    Sebenarnya buku ini sangat bermanfaat untuk beredar di Negeri kami, tapi karena berhubung fee nya, oleh karena jarak antara Dili dan Jakarta harus lewat di laut dan udara, maka di tempat kami tidak akan mendapat kebagian dari buku ini.

    Saya sebetulnya mencari International relation tapi kebetulan menemukan kolom ini ya terima kasih.

    Regards

  42. Pak Wir, saya awam yang mau bertanya.
    Untuk lisensi SAP2000 ini caranya memperolehnya gimana ya ?
    Kalau misal buat kebutuhan resmi kantor seperti apa prosedur yang harus saya ikuti ?

  43. Weh hebat mas Wir sudah 4 buku .. gile…
    salut…

    menurut saya element cable SAP2000 aneh….
    itu menurut saya lo.

    entar beli deh kalo sempet mampir ke toko buku, ada jembatannya nggak ? moving load ?

  44. **Dul Manuel Santos**
    Materi buku saya tidak tergantung negara, dimanapun diperlukan khususnya jika ingin mendalami program analisa struktur yang bereputasi internasional yaitu SAP2000

    **Bowo**
    Untuk lisensi maka sebaiknya hubungi agennya di Indonesia, caranya anda bertanya aja di http://www.csiberkeley.com/ tanya mau beli atau apa gitu. Nanti anda akan dihubungi oleh agennya di sini.

    Tips : jika dihubungi jangan kaget ya. Apa itu ? Yah, pokoknya gitu.

    **Ary **
    Bukan ‘sudah‘, tetapi ‘baru‘ empat buku, gitu lho.
    Dukung ya. ;) .

  45. Sebelumnya saya mohon maaf karena belum membaca buku Bapak.

    Saya adalah seorang wiraswasta kecil-kecilan yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi di kota Palembang. Saat ini saya sedang aktif mengerjakan proyek di perusahaan asing, yang menjadi kendala adalah pihak perusahaan tidak mau menerima analisa upah dan bahan standar Indonesia, pihak perusahaan meminta analisa yang standard amerika.

    Saya kesulitan mencari buku analisa standar Amerika semua dosen kuliah saya termasuk Dekan sudah coba saya tanya, tapi beliau-beliau tidak mempunyai buku tersebut dan tak mempunyai referensi dimana saya dapat memperoleh buku tersebut. Maka melalui surat ini saya mohon kiranya Bapak bisa memberikan referensi dimana saya dapat memperoleh buku tersebut.

  46. Sdr Romey,
    ‘analisa upah dan bahan’ adalah bukan bidang keahlian maupun peminatan saya. Tetapi diharapkan kesulitan anda segera mendapat tanggapan dari teman-teman yang lain.

  47. Sebelumnya perkenalkan saya mahasiswa dari Politeknik Negeri Jakarta,..

    Saya berkeinginan untuk mengadakan seminar di kampus saya dan saya berharap bapak bisa membantu saya sebagai pemateri / pemakalah dalam seminar yang temanya berhubungan dengan SAP2000.

    Kebetulan saya Sekum dari Himpunan Mahasiswa Sipil, dan saya harus menghubungi bapak ke mana ?

    Terimakasih

    ttd
    Rifki
    0817 822 448

  48. Salam kembali mas Rifki,

    **bapak bisa membantu saya sebagai pemateri **
    Ya senang sekali jika bisa membantu anda. Tapi kalau ingin topik yang ‘baru’ mohon waktunya jangan mendadak, kecuali topik-topik ‘lama’. Kapan rencana seminar anda akan diadakan ?

    Untuk menghubungi saya, untuk hal-hal yang umum pakai blog ini aja, saya selalu keep-contact koq dengan blog ini, sedangkan kalau ingin lebih detail info lengkap ada di buku saya di atas.

    Begitu mas Rifki, sampaikan salam saya untuk bapak Fauzri Fahimuddin, tempo hari ketemu di seminar di Hotel Borobudur Jakarta.

  49. Bapak Wiryanto yang saya hormati,

    Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak karena belum mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah Bapak berikan sehingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir saya dengan baik.

    Hal ini disebabkan kesulitan dalam mencari internet yang nyaman di kota saya ini (Makassar) namun saat ini saya telah menemukan warung internet yang cukup dekat dengan rumah saya.

    Saya lulus Oktober tahun lalu dan telah kembali ke Makassar. Minat saya pada bidang rekayasa kegempaan serta aplikasinya pada program SAP akan saya perdalam lagi. Untuk itu saya membutuhkan referensi dari buku Bapak yang terbaru. Semoga distribusi buku Bapak sampai di kota saya ini. Apabila tidak, saya akan meminta teman saya di Yogyakarta untuk mengirimkannya.

    Terima kasih atas informasi yang Bapak berikan serta atas bantuan Bapak yang sangat menolong saya menyelesaikan tugas akhir.

    Apabila ada ilmu Bapak yang lain yang Bapak tuangkan dalam buku, saya mohon Bapak menginformasikannya pada saya.

    Bila Bapak berkesempatan jalan-jalan ke Makassar, saya sangat terhormat apabila dapat mengenalkan Bapak kepada orangtua saya sebagai salah seorang guru saya yang sangat memperhatikan kelancaran studi siswanya.

    Terima kasih.

  50. Dear Luna,

    Terima kasih Luna, semoga sukses juga untuk anda.
    Sampaikan salam hormat saya untuk orang tua anda, tentunya mereka bangga anaknya telah selesai sekolah dan berhasil meraih gelar sarjana.

    Salam sejahtera

  51. Pak wir,
    kemaren minggu saya baru aja beli ni buku di depok.
    wah keren banget ya…

    Menurut saya buku ini sangat recommended untuk para konsultan, kontraktor, dan mahasiswa untuk memahami aplikasi finite elemen pada dunia teknik sipil.

    Didalamnya ada teknik teknik pemodelan, cara membaca keganjilan, statik, eigen, dynamic, non linear geometrik statik sampai patch test, problem mesh refining, dan ilmu dasar degree of freedom.

    Sebuah buku yang komplit yang dipersembahkan orang yang tahu tentang Finite elemen, tahu tentang kelemahan metode numerik sebagai programer, tahu tentang seluk beluk aplikasi teknik struktur lapangan sebagai ahli struktur dan tahu menyampaikan kepada anak didik sebagai dosen.

    Well done..
    Kritikannya entar dulu, bacanya juga belum selesai.
    baru baca daptar isi.
    oh ya pak ada typo, STAAD, bukan STAD he he he.

  52. Terima kasih mas Ary, dengan membeli buku tersebut anda ikut men-support kegiatan saya untuk terus menulis.

    Terus terang, paragraf anda pendek tetapi ternyata mengena betul lho :

    Sebuah buku yang komplit yang dipersembahkan orang yang tahu tentang Finite elemen, tahu tentang kelemahan metode numerik sebagai programer, tahu tentang seluk beluk aplikasi teknik struktur lapangan sebagai ahli struktur dan tahu menyampaikan kepada anak didik sebagai dosen.

    Jadi ingat artikel kompas hari Minggu tentang copy-writer gitu. Kalimat pendek yang menarik minat konsumen. Wah ada bakat juga mas Ary jadi art-director. Sekali lagi terima kasih banyak ya mas.

    God Bless You

  53. Pak Romeynandi, Setahu dalam menyusun anggaran biaya sama saja baik itu standard amerika ataupun standard lokal, yang membedakan adalah faktor atau koefien kuantity yang digunakan sebagai pengali dalam menghasilkan satu satuan pekerjaan baik itu material, labour serta equipment, karena tingkat produktifitas orang bule dengan orang lokal berbeda (contoh untuk masang batako saja, produk satu orang bule setara dengan dua orang lokal, contoh kasus proyek pembangunan kiani kertas oleh flour daniel sebagai kontraktor).

    terus yang membedakan lagi adalah format laporan serta bahasa, tapi ini bukan hal yang penting.

    Apakah perusahaan asing yang anda maksud adalah chonoco philips?

    salam
    badar

  54. Selamat Pagi Pak,

    Saya sedang mengerjakan tugas akhir dan kebetulan pembimbingnya Pak Andreas T. Tugas akhir saya merencanakan jembatan gantung pejalan kaki dengan bentang 55 meter dan lebar 1,5 meter.

    Saya tanya sedikit tentang permodelan jembatan gantung pada SAP 2000,
    Bagaimana permodelan kabel pada SAP 2000, agar sesuai dengan perilaku struktur sebenarnya.
    Apa yang perlu dimodifikasi dan tolak ukur modifikasinya?

    Saya sudah coba menggunakan element steel rod sebagai kabel, dan mereduksi moment inersia material tersebut menjadi 25 % saja, tapi saya tak tahu apakah itu benar atau salah.

    Terima kasih Pak.

    NB:saya telah beli buku Bapak yang terbaru di Gramedia Jogja, tapi harganya lebih mahal rp 500 rupiah :).

  55. Jembatan gantung kemungkinan besar lebih mudah dianalisis secara manual yaitu mengacu pada

    Section 15. Cable-Suspended Bridges
    Walter Podolny, Jr., P.E.
    Structural Steel Designer’s Handbook
    info lengkap ada di:
    http://wiryanto.wordpress.com/2007/01/29/steel-handbook/

    Sedangkan memakai program komputer, harus hati-hati, karena analisis jembatan gantung dapat dipengaruhi oleh efek geometri non-linier. Seperti diketahui bahwa kabel hanya mempunyai kekakuan aksial tarik, sehingga jika geometri struktur kabel dapat ditempatkan lurus seperti pada jembatan Cable-stayed maka strukturnya dapat dimodelkan seperti struktur truss karena deformasi yang terjadi hanya pada arah aksial yang relatif kecil.

    Sedang jembatan gantung umumnya geometri membentuk lengkung, shg memodelkan perlu ditempatkan titik-titik nodal sebagai tempat element kabel tersebut. Selanjutnya pada saat dibebani karena kabel tidak mempunyai kekakuan lentur maka titik-titik tersebut akan berubah tempat. Jika perubahannya besar maka efek geometri non-linier terpengaruh. Untuk mengatasinya maka perlu iterasi dan diberi beban bertahap. Itu kalau pakai SAP2000 ver 7.4.

    Membaca kemampuan SAP2000 ver 10.0 ada kemampuan large deformation analysis, berarti program tersebut sudah mampu mengatasi hal-hal di atas, selain itu ada juga element kabel tersendiri pada program tersebut. Terus terang karena saya belum mempelajarinya, maka saya belum tahu strategi penyelesaian yang dapat diberikan pada versi tersebut.

    Alasan anda untuk mereduksi 25%, kurang jelas dasar ilmiahnya.

    ttg buku saya. Di gramedia Yogya lebih mahal Rp.500 rupiah ya. Wah kalau itu sih sebenarnya wajar mas, dari jakarta ke yogya aja ongkosnya lebih lho. he, he … :)

  56. ADa manual jembatan gantung pedestrian kerjasama PU dan JICA. Coba pelajari dari situ lengkap kok sama contohnya. Coba cari di PU.

    Design Manual for Small Scale Suspension Bridge, December 1991, KAWAGUCHI Koji, JICA Expert in BINPRAN, Bina Marga.

    Cable di SAP2000 ribet..sampai versi 11 juga sama..
    tension only nya payah, coba pakai yang lain aja.

  57. sugeng siang pak……………

    gini pak lho pak wir, saya mahasiswi Universitas Sebelas Maret Surakarta dan saat ini sedang mengerjakan tugas akhir. Kebetulan ngambil topik analisis sambungan kolom balok baja dengan metode elemen hingga (pake Solid Element pak). saya mo nanya pak ? kalo nganalisis struktur nonlinear pake SAP2000 itu gimana ya pak ? Dalam hal ini yang non linear itu materialnya. terus cara input material non linear di SAP nya gimana ya pak ? saya pakenya SAP 2000 versi 8. menurut pak Wir, biar relevan dengan kasus saya, cocoknya saya pake SAP versi berapa ?

    Oh ya pak, saya sudah beli bukunya pak Wir yang baru lho di Gramedia Solo. Keren pak……lebih lengkap dari yang edisi 2004. tapi finite element-nya kok cuma sampe Shell Element ……..

    matur nuwun pak………..

  58. sdri Farida,

    Saya tidak menyarankan anda memakai program SAP2000 untuk analisis FEM non-linier dengan elemen solid. Tidak banyak literatur yang mendukung untuk itu.

    Umumnya program SAP2000 dipergunakan untuk analisis makro, sedangkan yang anda maksud yaitu untuk menghitung detail sambungan termasuk analisis mikro.

    Non-linier umumnya berkaitan dengan keruntuhan, jadi anda akan memprediksi keruntuhan sambungan dengan SAP2000 bukan ? Jika anda tetap ngotot, maka saya sarankan memakai program ABAQUS atau ANSYS, disana banyak contoh-contoh yang dapat dipelajari. Selain itu materi serupa di internet pakai program tersebut juga banyak.

    Karena itulah maka dalam buku saya juga tidak membahas hal tersebut, lebih banyak ke hitungan makro (analisis struktur).

    Materi yang anda rencanakan termasuk pada level advance, pertanyaannya apakah anda benar-benar memahami dengan bentul atau hanya sekedar bisa running, tanpa tahu apa yang sebenarnya anda kerjakan. Kecuali itu, jika anda pakai element Solid berarti anda akan meninjau 3D, berarti ada kemungkinan terjadi non-linier geometri. Apakah anda juga pakai baut, yang dapat menyebabkan non-linier kontak.

    Saran saya, lakukan aja pada level elastis, lalu anda runut hasilnya dengan mekanika bahan cara manual. Kalau anda bisa lakukan itu, rasanya skripsi anda sudah berbobot.

    **kok cuma sampe shell element ……..**
    Apakah anda sudah bisa memanfaatkan element FRAME dan SHELL secara maksimal ?

    99.9% untuk urusan analisa struktur makro cukup pakai element tersebut, bahkan ETABS element utamanya hanya element tersebut, dimana element FRAME mewakili balok dan kolom, sedangkan element SHELL untuk shear wall , mungkin juga lantai (?).

    Gitu dulu ya.

  59. Yth. Bp. Wiryanto Dewobroto

    Salam kenal,

    Saya seorang alumni Teknik Sipil UGM dan sekarang sedang melanjutkan jenjang S2 di Universitas yang sama. Saat skripsi dahulu saya dibimbing oleh Bp. Andreas Triwiyono dengan topik gedung bertingkat tinggi menggunakan SAP2000. Setelah lulus dan sampai saat ini saya masih membantu beliau mengerjakan proyek-proyek terutama dalam hal analisis struktur dengan SAP2000.

    Judul buku yang Bapak terbitkan dan bahasan dalam buku tersebut langsung menarik perhatian saya karena sesuai dengan pekerjaan yang saya lakukan (analisis SAP2000). Walaupun pada edisi pertama dahulu saya hanya meminjam buku teman (karena terlambat dan kehabisan) namun rasa penasaran saya telah terobati dengan munculnya edisi baru yang langsung saya beli (karena takut kehabisan lagi).

    Salut untuk Pak Wiryanto yang telah menerbitkan buku bahasan SAP2000 yang lain daripada yang lain, karena tidak sekedar menyajikan contoh penggunaan namun yang terpenting justru dasar-dasar analisis dan kemungkinan kesalahan interpretasi dan pemakaian yang mungkin terjadi. Bab yang membahas tentang “engineering judgement” adalah satu hal yang membuat perbedaan dengan buku lainnya. Bahkan menurut saya, bila Bapak berkenan membuat edisi selanjutnya lagi, maka bab tersebut layak untuk mendapat porsi yang lebih besar lagi, atau mungkin justru diterbitkan sebagai buku tersendiri. Selain itu materi tentang elemen shell saya kira juga laik untuk dibahas lebih mendalam lagi, terutama bila mengingat belum banyak buku tentang SAP2000 yang membahas masalah tersebut.

    Sekalian juga saya ingin bertanya, dahulu sewaktu Bapak membuat buku tersebut kira-kira membutuhkan waktu berapa lama? Karena muatan materinya yang cukup banyak menurut saya pasti cukup lama ya Pak? Kemudian tentang versi program yang digunakan, apakah jika mengarang buku tentang program/software versi tertentu kita juga harus memiliki lisensinya atau hanya boleh memakai versi bebas/student/demo saja? Saya pernah mendengar bahwa kabarnya tidak apa-apa (tidak perlu lisensi resmi) karena toh buku tersebut secara tidak langsung juga akan ikut mempromosikan program tersebut.

    Demikian komentar dan tanggapan dari saya. Semoga Pak Wiryanto dapat terus berkarya menghasilkan buku-buku bermutu lainnya, terutama yang berkaitan dengan masalah ketekniksipilan dan software seperti SAP2000, pasti banyak ditunggu Pak.

    Terima kasih,

    Purbolaras N., S.T.

  60. sdr. Purbolaras,

    Terima kasih anda telah membeli buku saya dan memakainya, moga-moga teman-teman di UGM dapat menggunakannya juga.

    Bab 8, tentang “engineering judgement”, istimewa ya ? Syukurlah, saya juga menganggapnya istimewa, rasanya sepengetahuan saya, materi tersebut belum pernah dipublikasikan orang lain. Itu benar-benar pengalaman pribadi lama tetapi baru tuntas jawabannya saat menjadi mahasiswa doktoral. Semoga berguna juga bagi teman-teman yang lain.

    “tidak perlu minta ijin”, wah saya kurang tahu tepatnya, tetapi alasan anda masuk akal. mestinya juga begitu. Tetapi ketika buku saya yang pertama ttg SAP2000 minta ijin ke vendor-nya waktu itu, ternyata perwakilannya di Indonesia menolak mentah-mentah, bahkan bikin surat bahwa ‘dia’ melarang menulis buku tentang SAP. Pokoknya begitulah. Oleh karena itu, karena saya merasa bahwa materi saya juga bukan sekedar terjemahan maka saya minta dukungan teman-teman seprofesi, bahkan karena itulah Prof. Wiratman juga berkenan memberi dukungan moril.

    Ya memang kadang-kadang kita punya maksud baik, tetapi ternyata nggak setiap orang juga punya pendapat sama. Rambut sama-sama hitam (atau ubanan) tetapi pendapat bisa macam-macam.

    Demikian dulu mas Purbo di UGM.
    Salam untuk mas Andreas.

  61. Pak Wir,

    Salam kenal, saya Arief Rachman sekarang kerja di konsultan.

    Saya sedang mempelajari Lifting analysis (untuk Basket/ Container/ Platform). Saya lebih banyak pake STAAD/SACS, tapi menurut saya pada dasarnya sama saja dengan SAP2000.

    Saya ingin menanyakan, bagaimana pemodelan sling/wire rope/kabel yang baik dan benar?

    Beberapa hasil yang pernah saya dapat kurang memuaskan :) :
    1. Terjadi defleksi yang besar (saya belum mempelajari tentang Large Deflection Analysis),
    2. Significant digit lost agak tinggi (5-6 digit) (berkurang setelah penambahan spring)
    3. Masih ada moment di sling.
    4. Bila dilakukan Code Check pada sling maka hasil UC-nya sangat besar.

    Yang pernah saya coba:
    1. Section memakai tubular pejal / steel rod sesuai diameter sling.
    2. Selfweight = 0, agar moment akibat berat sendiri tidak terjadi.
    3. Release FY, FZ, MX, MY, MZ; agar sling cuman mengalami axial loading (baik di STAAD, tapi sering gagal di SACS).
    4. E= diambil angka yang besar misal 20e+08 kN/cm2; agar tidak terjadi deflection pada sling.
    5. Member di set Tension only/Gap Element.

    Apakah asumsi ini dapat di pakai untuk memodelkan sling, atau ada yang lebih baik?

    Dan saya sangat senang sekali dengan adanya sharing ilmu dari Pak Wir dan temen2 yang lain, moga-moga saya juga bisa ikut sharing nantinya ( kalo dah punya bandwith yang cukup :) )

    karena saya jarang pake SAP2000, saya awalnya tidak tertarik, tapi kalo liat sinopsis buku bapak, saya jadi tertarik sekali terutama bab 8 nya itu :) saya belum beli tapi kalo liat pasti saya beli pak :)

    btw, apa di buku tersebut juga menjelaskan pemakaian wave loading, response spectra, serta interpretasi hasilnya?

    Sebelumnya terimakasih,
    Arief Rachman
    arief dot r dot id at gmail dot com

  62. Sdr Arief, salam kenal.

    Pemodelan kabel memang tidak sederhana, perlu pemahaman yang benar. Terus terang, meskipun pernah melakukan riset kecil dengan mhsi saya, utk skripsinya, bahkan sempat di presentasikan di PETRA tetapi pengalaman pemodelan dengan kabel bagi saya belum tuntas. Rasanya masih banyak yang perlu di-eksplore.

    Kabel mempunyai ciri-ciri berikut : kekakuan lentur dan tekan adalah nol, sedangkan kekakuan aksial tarik adalah sangat besar. Dalam pemodelannya maka kabel tidak bisa direpresentasikan sebagai element beam atau element truss biasa. Element untuk kabel selain memasukkan kekakuan elastis juga harus memperhitungkan kekakuan geometri yang besarnya merupakan fungsi gaya aksial (tekan/tarik) pada struktur tersebut. Karena gaya aksial tersebut baru diketahui setelah dianalisis maka jelas perlu dilakukan iterasi. Program SAP2000 sudah mempunyai option yang memperhitungkan hal tersebut, yaitu untuk memperhitungkan effek p-delta. Pada versi lama hanya berlaku pada struktur linier elastis (belum memperhitungkan non-linier geometri).

    Di sisi lain, kekauan transversal dari element kabel sangat kecil (akibat kekakuan lentur kecil), ini menyebabkan jika kabel diorientasikan pada arah lateral (misal jembatan gantung) maka posisi (geometri) kabel dapat berpindah tempat , jadi problem non-linier geometri.

    Untuk struktur yang rumit, bisa saja dari analisis memperlihatka gaya-gaya pada kabel adalah tekan, jika timbul seperti ini barulah member yang mempunyai option Tension only berguna.

    Jadi jika program kita dapat memperhitungkan ketiga hal tersebutlah maka saya kira pemodelan kabel dapat mendekati real.

    Petunjuk di SAP menunjukkan bahwa me-relase gaya-gaya di element tidak diperlukan, bahkan memintanya membuat properti yang apa adanya, jikapun ada momen lentur rasanya relatif kecil.

    O ya dari hasil skripsi tersebut dapat diperoleh pemahaman jika posisi kabel dapat seperti trus (rangka batang) misal cable-stayed maka analisis seperti struktur rangka batang nggak terlalu beda jauh. Tapi kalau strukturnya seperti jaring atau net maka ketiga petunjuk di atas baru berguna.

    Catatan : di SAP2000 versi 10 sudah ada element kabel khusus dan katanya sudah memperhitungkan geometri non-linier, tetapi terus terang saya belum pernah memakainya.

    Mungkin ada teman yang bisa sharing ?

  63. Salam kenal pak Wir,

    Maaf, karena saya baru memperkenalkan diri setelah sebelumnya ikut nimbrung ngasi komentar pada tulisan Bapak (The art of Structural Engineering).

    Saya Wayan Artana dari Bali, saya mahasiswa S2 Struktur di Universitas Udayana, saya juga bekerja pada sebuah konsultan di Bali .
    Terimakasih ya Pak atas sharing jurnal, tulisan, buku dan lain-lain !

    Saya sudah punya kedua buku Bapak (tentang SAP2000). Bahasa yang “user friendly” dan mengajak interaktif sangat menarik. Banyak pencerahan yang bisa saya dapat didalamnya.
    (Buku Bapak tentang Pemrograman dg VB saya belum punya dan tidak saya lihat di Gramedia (Bali) ….bisa saya dapat dimana ya Pak?)

    Pembuatan model dalam buku bapak banyak menggunakan text input (*.s2k), pada contoh-contohnya – sangat mendasar dan bagus bagi pengguna untuk pemahaman philosopi program agar tidak tersesat. …. Tapi pak, terus terang saja dengan adanya mode interface, text input itu jarang saya gunakan. Disamping membutuhkan waktu lebih lama penggunaan text input juga sering menyebabkan “error” yang sulit dideteksi (maklumlah, saya tidak terlalu mengerti notasi-notasi pada bahasa pemrograman). Apalagi dengan adanya fasilitas import dari format DXF, pembuatan model yang rumit bisa dilakukan lebih cepat pada AutoCAD….

    Oh ya pak, saya lagi membuat tesis tentang “aspek perencanaan dan pelaksanaan Ballanced Cantilever Bridge” saya menggunakan program bantu SAP2000 karena hanya meninjau perilaku struktur global saja …., memang sudah ada fasilitas “bridge” pada versi 9.03 dan 10.01, tapi untuk jembatan kantilever (yang dominan menggunakan staged construction) saya mengalami kesulitan dalam pemodelannya dengan fasilitas itu.

    Alternatifnya saya menggunakan elemen frame dengan fasilitas Section designer untuk membuat section “box girder”. Menurut bapak apakah hasil fasilitas Section designer itu bisa valid ? dan bagaimana sebaiknya strategi pemodelan tendon prategang ( banyak tendon dengan posisi yang berbeda dalam sectionnya)….mohon bantuannya ya pak!

    Selain itu apa Bapak punya jurnal atau artikel tentang topik Tesis tersebut, kalau ada mohon sharingnya ya Pak!
    (Waduh banyak maunya ya Pak…..!!! )

    Terimakasih Banyak !!!!!!

    Waktu ada Lokakarya pengajaran Mekanika Teknik di Unud, saya juga hadir bersama teman-teman… kapan ke Bali Lagi ?!

  64. text input itu jarang saya gunakan, disamping membutuhkan waktu lebih lama penggunaan text input juga sering menyebabkan “error” yang sulit dideteksi”

    He, he, he mas Artana, yah, itu mungkin dari pengalaman anda. Pengalaman saya lain, mungkin dulu karena awalnya pakai SAP90. Waktu itu pernah analisis atap baja untuk bangunan silo industri, bentang 60 m, tiga tingkat, jumlah batangnya sekitar 8000. Waktu itu kalau pakai layar, karena terlalu kecil, matanya sampai capek. Ternyata dengan strategi penomoran yang baik jika pakai mode teks maka semua batang dapat ditelusuri dengan mudah. Kalau pakai layar, pusing geser-geser zoom, itupun bingung karena garisnya saling menempel. Maklum grafisnya SAP2000 belum seperti AutoCAD.

    Setelah pakai SAP2000, grafisnya juga semakin mudah, meskipun demikian akibat kemudahan pemakaian program SAP kadang-kadang program memberi nilai default yang kitapun mungkin tidak menyadarinya. Itu khususnya jika pakai mode grafis. Berbeda dengan mode text, ini mungkin yang membuat anda males pakainya. Tetapi dengan demikian semua data bisa kita kendalikan. Saya sering menemukan, pada waktu pengajaran, murid-murid saya mendapatkan hasilnya berbeda dengan yang dicontohkan meskipun telah berusaha mati-matian teliti. Ketika nyari kesalahan di layar, lamanya minta ampun, tetapi ketika disuruh export ke mode teks maka langsung ketahuan ada data tambahan yang nangkring yang tidak diundang sebagai penyebab error.

    Untuk balanced cantilever saya belum pernah menggunakannya. Nanti tak cari ya kalau ada jurnalnya.

    Waktu lokakarya itu anda hadir ya. O gitu. Kalau begitu salam ya ke pak Sukrawa dan pak Sudarsana. Beliau-beliau nanti September ke UPH membawakan makalah. Ada rencana ikut konferensi internasional, siapa tahu dapat kenalan profesor dan beasiswa S3 di luar negeri.

  65. Terimakasih Pak, Wir.

    Ya, Nanti saya sampaikan. Beliau berdua adalah pembimbing saya!

    Tapi tesis saya agak tersendat2 maklumlah karena saya juga harus bekerja mencari sesuap nasi untuk keluarga jadinya kurang konsen, mudah-mudahan bisa selesai!.

  66. Pak Wir, mungkin saya telat membuka website bapak yang membahas tentang steel structure. ini pun saya nggak sengaja dapat website bapak, saya coba browse di google (design baja) saya klik dan yang keluar website bapak.

    Menurut saya website ini sangat berguna, untuk saya yang saat ini bekerja di perusahaan steel structure. Saya yakin informasi yang bapak berikan sangat berguna untuk saya yang saat ini saya menggunakan Tekla (x-steel) untuk design drawing steel fabrication dan SAP2000.
    Terima kasih pak.

    Hormat saya zaki

  67. Trims mau membaca blog ini. Saya pernah dengar Tekla, tapi belum pernah memakainya. Moga lain kali ada kesempatan mencobanya.

  68. Pertama saya ucapkan terima kasih atas balasannya dan salam balik dari P.Andreas (katanya sudah ketemu ya Pak waktu beliau ke Bandung).

    Kalau dilihat dari email-email pada blog bapak banyak pertanyaan tentang SAP menyangkut struktur-struktur yang cukup kompleks (jembatan, tower, dll.) Saya sendiri baru analisis platform wah cukup susah juga. Mungkin bapak bisa jadi konsultan SAP saja pak hehehe…

    Memang benar bahwa program semakin canggih dan makin memanjakan user, yang kalau tidak memahami teori dan dasar analisis (terutama asumsi dalam program) bisa terjebak dalam kesalahan.

    Terkait dengan hal tersebut saya ingin mengutarakan satu hal terkait dengan SAP yang mungkin terlihat sepele (maaf kalau ada yang sudah tahu duluan), yaitu mengenai perbedaan satuan kg dan kgf. Saat diskusi laporan dengan teman, saya baru mengetahui hal tsb, yang selama ini kurang saya hiraukan. Dalam SAP (dan secara umum internasional pastinya) satuan 1 kgf tidak sama dengan 1 kg (kgf=gaya, kg=massa). Misal saat input beban nodal (joint load forces) kita isikan 1KG di kotak isian lalu satuan kita ubah ke Kgf maka isian akan muncul angka 0.102 (1 kg = 0,102 kgf = 1/9.81 kgf), jadi sebenarnya 1 kgf TIDAK SAMA dengan 1 kg pengertian kita pada umumnya. Namun demikian setelah dicermati lagi ternyata 1 kg dalam definisi sehari-hari ternyata sama dengan 1 kgf dalam SAP. Misalnya dapat dilihat pada Define Materials misal untuk Concrete, jika dilihat dalam satuan kgf maka pada Weight per Unit Volume muncul angka sekitar 2400 (kgf/m3) alias sama dengan angka berat jenis beton 2400 kg/m3 dalam pengertian kita.

    Demikian saja dari saya, semoga bisa bermanfaat, terutama dalam mengantisipasi hal-hal yang kelihatan sepele padahal sebenarnya salah kaprah.

    Untuk Pak Wir, mungkin bisa lebih bagus jika dibuat forum diskusi SAP sebagai tempat sharing dan curhat (tentang SAP lho tentunya…).

    Salam

    Purbolaras N.

  69. Ayo pak bikin buku Etabs…, buku saya yang sap karangan bapak belum dikembalikan bos sampai sekarang jadi belon kebaca…

    Untuk benchmarknya bisa dipake buku tall buildings pak.

  70. untuk mas artana
    Balanced Cantilever sejauh ini menurut saya baru bisa dimodelkan oleh program sipil MIDAS dan TDV SpaceFRAME RM2000 [mungkin ADAPT-ABI dan LARSA juga bisa]. Ini dikarenakan faktor non linear dari rangkak dan susut beton itu sendiri, stage construction , alinyemen prestress yang diprestress per stage, beban yang bertahap seperti crane yang bergerak di ujung cantilever, waktu konstruksi [langsung 2 pier atau 1 pier dulu], monolith/bearing.

    SAP2000 Stage Construction belum secanggih itu.
    Dapat juga dimodelkan dengan FEA seperti Ansys, Abaqus, LUSAS namun perlu kerja keras untuk memodelkan stage construction.

  71. Ary :”Ayo pak bikin buku Etabs…, ”

    wah kelihatannya menarik juga ya, perlu dipikirkan deh.

    Apalagi kalau bisa berkolaborasi dengan engineer-engineer yang masih aktif di lapangan, kayak mas Ary itu. Juga yang lain boleh juga.

    Maksudnya kolaborasi, bahwa engineer aktif umumnya dalam pekerjaan sehari-hari ketemu kasus khusus dengan program tersebut yang tidak standar. Lalu solusinya bagaimana. Saya lalu menelaah kenapa begitu, kalau solusi begitu kenapa bisa.

    Wah itu akan jadi buku yang hebat lho.

  72. Selamat siang, Pak…
    Saya baru saja lulus dari FTUI.
    Walaupun saat kuliah saya belajar mandiri mengenai SAP dan ETABS, tapi saya tetap ingin memiliki sertifikasi dalam hal penguasaan program-program tersebut.
    Apakah Bapak membuka kursus bersertifikasi untuk itu? Kalau tidak, apakah Bapak tau lembaga-lembaga kompeten yang membuka kursus mengenai SAP dan ETABS yang bersertifikasi?
    Kalau iya, mohon berikan informasi2nya.
    Saya tunggu di e-mail saya.
    Terima kasih.
    Jbu always

  73. Laura, anda koq jadi kurang PD sih seperti guru-guru SD begitu, perlu sertifikasi segala.

    Kalau engineer itu berorientasi hasil. Meskipun punya sertifikasi rangkap, belum tentu itu menjamin yang punya sertifikasi bisa mengerjakan. Kenapa ? Karena untuk menguasai software yang dimaksud perlu jam terbang tinggi. Jadi kalau memang ingin ahlinya maka bekerjalah dengan software tersebut untuk kasus-kasus real. Hanya jangan sendirian, cari senior yang bisa membimbing. Paling gampang kalau kerja di konsultan teknik yang baik. Otomatis sih ada yang membimbing.

    Terus terang saya juga nggak punya sertifikasi yang dimaksud. Kemana ya sebaiknya ?

    Jurusan Teknik Sipil UPH kalau buka, mungkin laku ya ?

  74. ini sedang on the way, riset tentang :

    Strategi pemodelan pelat lantai beton bertulang dengan SAP2000, ETABS dan SAFE

    Moga-moga nanti bisa dipresentasikan dalam suatu forum publik yang ilmiah (seminar / konferensi nasional). Kelihatannya sepele tapi banyak yang nggak terduga lho yang diketemukan.

    Bahkan, bisa-bisa mengubah asumsi-asumsi yang sudah biasa kita kerjakan selama ini. :)

  75. Wah, ternyata yang nulis disini ada yang dari Universitas Andalas juga yah.

    Pak Wir, teman saya ada yang TA tentang karet (elastomerik) untuk mengantisipasi gempa pada bangunan. karet tersebut dimodelkan sebagai perletakan pegas. Apakah tepat jika perletakan pegas (karet) tersebut dimasukkan sebagai point springs ? lalu bagaimana cara mendapatkan spring stiffnessnya ? data-data apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan spring stiffness ?

    program yg digunakan adalah Etabs
    terima kasih Pak.

  76. “pegas (karet) tersebut dimasukkan sebagai point springs”
    saya kira cukup tepat.

    “spring stiffnessnya”
    dari brosur produknya, atau jika perlu uji eksperimental.

    tetapi jika strukturnya tidak peka terhadap parameter kekakuan pegas misalnya struktur statis tertentu , maka dapat juga dengan dicoba-coba nilai-nilai tertentu.

  77. Saya seorang pegawai honorer di Dinas Kimpraswil Bojongoro. Sudah beli buku Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 yang Edisi Pertama dan banyak membantu utamanya untuk Asistensi Karya Perencanaan Konsultan untuk proyek pemerintah di Bojonegoro. Kira-kira What’s New in “Edisi Baru” ini tolong dikasih bocoran ya….? soalnya kalo mau beli saya harus ke Surabaya ongkos perjalanan PP Rp. 150rb maklum ‘wong ndeso’ he.. he.. he.. Gaji kan cuma Rp. 350rb/bulan susah deh…. :-D

  78. hallo Pak Wir,

    sekedar informasi saja, Minggu 19 agustus 2007 saya rencananya mau membeli Buku “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000″ edisi baru di Gramedia Mal Taman Anggrek namun pas saya cari ternyata sudah kosong.

    kemudian saya bertanya ke petugas gramedia dan
    info dari petugas Gramedia, katanya bukunya sudah dikembalikan ke Elex.

    Apakah bukunya masih beredar di Toko Buku saat ini?

    Untuk masukan juga Pak, mungkin bisa dipertimbangkan untuk menulis buku mengenai Progam SAFE juga.
    karena selama ini saya mengalami adanya keterbatasan ketika merencanakan bangunan dengan SAP2000/Etabs dalam hal perencanaan pondasi. selama ini saya masih menggunakan cara manual atau dengan bantuan microsoft excel yang tentunya memerlukan waktu yang cukup lama.

    jika ada teman-teman yg sependapat mungkin bisa memberikan dukungan??

    hayooo..

  79. Salam Pak Ary,
    Terimakasih info tentang software untuk balanced cantilever bridge (staged construction), maaf saya ngucapinnya agak telat karena saya baru kembali buka2 blog pak Wir ini, yang ternyata maju pesat, semakin ramai dan semakin banyak referensi yang bisa didapat untuk menambah wawasan bidang teknik sipil.
    Untuk P. Ary dan rekan lain, jika kiranya punya referansi tentang Design, Analisis Jembatan Balanced cantilever Beton cast in place, dan permasalahan-permasalahannya dalam pelaksanaan, saya mohon ketulusan hatinya untuk bisa sharing agar saya bisa dapatkan referensi yang lebih banyak untuk Tugas saya!

    Untuk Pak Wir, terimakasih atas blognya, sharing buku dan jurnal2nya…
    “Jayalah Structural Engineer dengan adanya orang seperti Pak.Wir”

  80. wah harus nabung dulu neh mas wir…..,
    mudah2han klo bukunya dah nyampe malang tabungannya dah cukup, amin…

    buku yang baru masih pake SAP student version 7.40 y…….., klo pake versi yag baru bakal susah tuh cari software nya?

    Wir’s comments : mestinya udah lama beredar ya di Malang, atau bahkan sudah habis ?

  81. buat Artana :
    kalau mau nyari info jembatan Balanced Cantilever bukannya di Bali gampang? Maklum, jembatan Tukad Bangkung kan baru diresmikan.. Jadi tinggal tanya ama PU, kontraktor (Istaka) atau konsultan (Konsultan MK-nya dari Bali kan? tapi saya lupa nama perusahaannya)..

    datanya saya sih ada, soalnya yang desain dulu kantor saya :).. tapi yang in charge di Tukad Bangkung bukan saya, tapi senior engineer saya, yaitu Toni Budianto Sihite (bos Toni ini bahkan ikut tim MK dari awal sampai selesai, sekarang dia lagi di proyek jembatan Perawang-Siak, Riau.. jembatannya masih balanced cantilever, jadi bisa di bilang dia sudah pengalaman desain dan construction-nya)..

    Kalau memang berminat, ntar saya kasih emailnya biar bisa bertanya langsung ama dia..

    warm regards
    -Rp-

  82. pak wir,

    saya cari buku bapak yang edisi baru kok nggak ada di GRAMEDIA Malang, mohon informasinya.

    Thank’s before

    Wir’s comments : Ah masa mas ? Luar Jawa aja nyampai koq, Malang yang dekat nggak kebagian. Mungkin udah habis kali.
    Jika masih penasaran, langsung aja ke Penerbitnya mumpung masih stock. Belum tentu diterbitkan ulang lagi lho mas, buruan !
    Alamatnya

    Penerbit PT. Elex Media Komputindo
    Jl. Palmerah Selatan 22, Jakarta 10270
    Telp. (021) 5483008, 549 0666, 5480888
    ext. 3323
    Web Page: http://www.elexmedia.co.id

  83. Terimakasih Mas Robby Permata, maaf saya baru tahu kalau ada yang ngasih info, (bukannya tak pernah buka blog P. Wir, tapi tidak sempat mampir ke postingan ini saja).
    Memang sebenarnya saya ngambil contoh kasus di Jembatan Tk. Bangkung, tapi berhubung saya baru turun saat proyek sudah selesai, maka info dan data yang saya dapat tidak utuh lagi, dan proses pelaksanaan dan permasalahannya juga terbatas saya ketahui.
    seandainya Mas Robby ada info e-mail Mas Toni Budianto, tolong diinformasikan ke email saya, yanartana@telkom.net
    Siapa tahu beliau mau sharing!
    Terimakasih sekali lagi, Mas Robby.
    Juga buat P. Wir.

  84. Salut buat pak Wir
    Trims pak atas saran-saran yang ada di web Bapak.
    Saya lagi tertarik akan makons nich pak…, ada ngak jurnal-jurnalnya atau tulisan-tulisan yang lainnya untuk saya pelajari.

    Tq

  85. Ping balik: rasanya jadi SELEB « The works of Wiryanto Dewobroto

  86. pak wir mo tanya kalo kita mau buat input dalam bentuk file teks kita buat file teksnya dmn? kayaknya di buku bapak kok tidak saya temukan cara kalo ingin buat file teks.
    matur nuwun sanget…

  87. salam pak wir….
    pendatang baru ikut gabung nih….
    salut banget lihat isi blognya..
    kl ga ketinggalan info .. mo tanya untuk buku ETABs yg dijanjikan di bulan june pa sdh beredar?? kl bs isinya jgn cuma untuk bahas strategi plat lantainya sj ya pak.. krn sy benar2 pengguna baru dlm ETABS.
    tks b4 n GBU

    Wir’s responds : “yg dijanjikan di bulan june
    yang janji siapa ya ?

  88. Perkenalkan nama saya haryoko ,semarang. Saya pingin punya buku aplikasi rekayasa kontruksi dengan SAP 2000,bagaimana cara untuk pemesanan, kalau bisa harganya berapa ya? Terima kasih sebelumnya

    Wir’s responds : saya tidak jualan buku tersebut secara langsung, silahkan kontak penerbitnya yaitu PT. Elex Media Komputindo, informasi ada di atas cukup lengkap untuk mengontaknya. Kalau mau langsung, silahkan lihat saja toko buku Gramedia di kota anda, moga-moga masih ada stock. Kalau di gerai yang di Bekasi yaitu Mall Metropolitan kelihatannya sudah habis (laris manis).

  89. salam sejahtera..

    sebelumnya saya ingin merperkenalkan diri dulu. saya rachmat.s mahasiswa semester 6 fakultas perumahan bangunan dan perancangan dengan major program teknologi bangunan universiti sains malaysia..

    bulan juni nanti saya akan magang slama 4 bln di salah satu perusahaan konstruksi di malaysia sesuai rencana saya akan ditempatkan dibawah divisi structural analysis di perusahaan tersebut..

    kata senior yang sudah magang di perusahaan tersebut mereka menggunakan program sap2000 dalam mengalisis struktur bangunan yang mereka tangani dan mereka sangat berharap mahasiswa yang magang diperushaan mereka bisa menguasai sap2000 dengan baik sehingga kami bisa di ajak untuk ikut dalam meeting/presentasi dengan klien sehingga dapat menambah pengalaman serta mengharumkan nama perusahaan dan universitas..

    masalahnya saya tidak bisa sama sekali dalam mengoperasikan program sap2000, oleh karena itu selama 1 bulan penuh saya hunting buku bapak APLIKASI REKAYASA STRUKTUR DENGAN SAP2000 EDISI BARU tapi smua toko buku bahkan yang online pun sudah kehabisan stok saya juga sdh menelepon ke penerbit kata juga sudah habis stok?? jadi satu-satunya cara untuk mendapatkan buku tersebut adalah dengan menghubungi bapak..

    karena setahu saya bapak telah membeli buku bapak sendiri di salah satu mall di bekasi? jadi dengan segala kerendahan hati saya memohon supaya bapak sudi kiranya menjual buku tersebut kepada saya. biar kusut2 dikit pun gak pp, asal saya bisa memperolehnya.kalo bapak bersedia menjualnya, bapak kirim no rek bank bapak ke saya untuk saya tranfer duit+ongkos,saya tinggal di aceh pak.(e-mail: rachmatsofyan@yahoo.com)

    jadi saya sangat berharap bapak dapat mempertimbangkannya, apalagi kondisi di aceh saat ini sangat susah untuk mencari buku, bahkan gramedia pun tidak ada disana? beli buku dimalaysia??

    saya bukan orang kaya, saya hanyalah anak korban tsunami yang sedang mendapat beasiswa di malaysia, lagipun buku sejenis itu harganya sangat mahal bisa mencapai Rp 3oo,000 kalo ditukar dengan uang rupiah dan dalam bahasa inggris pula..sekian saja pak wir mudah-mudahan bapak dapat mempertimbangkannya..

    terima kasih sebelumnya dan mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang yang berkenan, mohon maaf juga karena terlalu panjang…

  90. Ping balik: ternyata laku lho ! « The works of Wiryanto Dewobroto

  91. Ping balik: Workshop SAP 2000 « HMJ Teknik Sipil UPH

  92. Ping balik: workshop SAP2000 - detail « The works of Wiryanto Dewobroto

  93. Ping balik: pak, mahasiswa complaint lho ! « The works of Wiryanto Dewobroto

  94. malam pak Wir…….
    saya mahasiswa unpar….sekarang saya sedang menyelesaikan skripsi saya…dan didalam skripsi ,saya akan melakukan uji ekperimental terhadap baja.. hasilnya akan dibandingkan dengan metode elemen hingga…kesimpulan yang bisa saya ambil dari coment diatas..buku SAP 2000 bapak akan sangat berguna sekali buat penyelesaian skripsi saya….yang jadi masalah adalah sudah semua daerah dibandung saya jelajahi tapi buku bapak habis semua….saya sangat membutuhkan buku tersebut..bagaimana caranya saya mendapatkannya pak?
    kapan kiranya buku tersebut diterbitkan kembali? mohon bantuannya pak…:)
    thanks….

    Wir’s responds:unpar ? … wah adik kelas dong. Baru saja tempo hari saya main ke kajur anda, pak Adijoso. Ya, ttg buku, emangnya sih mau dicetak ulang, tapi kapan selesainya ? Coba nanti saya tanya. O, ya kalau mau tahu hal baru lagi ttg SAP2000 ikut aja seminar dan workshop SAP2000 di UPH besok tgl 20-an Feb di kampus Lippo Karawaci. Murah lho, mahasiswa cuma 50rb-an. Hanya harus ke Jakarta. Tapi sekarang Bandung – Jakarta khan dekat. Saya aja ke UNPAR langsung terusan bolak-balik. Gimana, nanti kamu kasih pertanyaan banyak juga boleh. Langsung gitu …

  95. iya saya juga pernah mendengar nama bapak dari pak Bambang Suryoatmono..kalo tidak salah bapak sedang menyelesaikan S3 di UNPAR ya pak?..sukses ya pak..:)

    wah kayaknya sangat menarik workshop-nya Pak…tapi sangat berat buat saya untuk bisa ke Jakarta..soalnya harus meninggalkan kuliah yang sangat menumpuk diakhir semester saya ini…dan resikonya saya bisa ketinggalan pelajaran..atau jika tidak ikut quis pada hari yang ditinggalkan malah bisa tidk lulus..lebih beratnya lg masalah absensi sangat riskan buat ditnggalkan…soalnya bisa2 tidak diizinkan buat ikut ujian…:(
    mudah2an kita bisa ketemu di Unpar ya pak..hehe

    Btw..masalah buku bapak tersebut tolong ya pak…saya sangat membutuhkan..
    makasih pak Wir..

  96. dear pak wir..
    Saya kul di FT Untan, renc.ya saya mau skripsi tentang perencanaan gedung bertingkat dengan analisa design menggunakan program sap2000, saya jg ingin membandingkan dengan analisa menggunakan program sans for window, bapak tau ga buku panduan untuk program sans?? klo ada tolong dmn saya bs mendapatkanny??
    trims……

    wir’s responds: saya kurang tahu, emangnya ada ?

  97. Hmm.., saya malah msh cari2 informasi untuk itu pak, emang bapak tau ga tentang aplikasi ini??
    saya tertarik coz katanya buatan orang indonesia!! paling enggak kita bs membandingkan program buatan orang asing dgn buatan org kita!!

  98. Salam kenal Pak Wir…..
    Nama Saya Andriansyah, bekerja pada salah satu perusahaan konsultan di surabaya, saya mau tanya tentang nilai scale factor yang harus dimasukkan pada analisa dinamis response spectrum pada SAP2000 itu berapa ? (apa betul yang dimasukkan adalah nilai gravitasi 9,81 m/det2…?) mohon petunjuknya… trims…

  99. Halo Hendra

    Sanspro itu buatan Pak Nathan Madutujuh, beliau sekarang lagi S3 barengan Pak Wir. Saya sendiri pengguna Sanspro sekarang udah versi 9. Manualnya sih kayanya gak terlalu komplit deh masih sama aja dengan versi yang lama. Pengembangan Sanspro saat ini masih stagnan rasanya karena yang empunya sibuk dengan disertasi dan juga proyek.

    Bagus juga untuk studi banding SAP dengan Sanspro, saya sendiri udah bandingin untuk static analysis ya cuma selisih numerik aja tergantung algoritma yang dipakai jadi no problemlah.

    Kalo dynamic nah ini dia..kalau kamu belajar pemrograman untuk vibrasi ada solusi untuk mencari frekuensi untuk determinan = 0 kan. Pak Nathan sendiri kasih banyak pilihan metoda, yang paling terkenal dan dipake juga oleh SAP2000 itu inverse iteration dengan starting vector (rasanya semua metoda, basicnya ya inverse interation ini tinggal di modifikasi aja). Karena yang buat SAP 2000 ini juga ahli matematika jadinya dibuat modifikasi untuk solusi matriks dengan ukuran sangat besar (DOFnya buaaanyaakkk bgt). Program2 FEM/Anstruk apapun di seluruh dunia akan diuji untuk problem matriks yang sangat besar. Walau di metoda numerik nanti diajarin berbagai metoda untuk mereduksi ukuran matrik tapi rasanya di program seperti SAP2000 itu udah sangat efisien/efektif dan tentunya jadi rahasia perusahaan dan mungkin hanya sedikit yang dilempar di jurnal2 internasional. Sanspro sendiri saya gak tau apa sudah teruji untuk matriks yang sangat besar tapi kalau untuk matriks yang kecil udah oke koq.

  100. Salam kenal pak wir,

    Saya mahasiswa semester akhir, lagi mau buat TA tentang Analisa high rise building dengan sistim Struktur beton Rangka Pemikul Momen Khusus/Menengah di kombinasi dengan sistim Shearwall.

    boleh minta saran saya bisa dapat referensinya dari mana-mana saja, dan apakah bab di buku bapak yang membahas tentang “wall dengan lubang” itu juga bisa dipakai referensi? Bisa kasih saya general stepnya untuk ngitung desain struktur tersebut ngga pak? (Generalnya aja juga amat membantu koq.. :)

    Terima kasih atas waktu luangnya membaca posting saya :) (meskipun kemungkinan ga di reply :P)

    Demy _ T.Sipil _ISTA

    May God always Bless you sir… :)

  101. Pak Wir,

    Mohon dibantu jika mungkin dari teman-teman milis ada yang mempunyai info tentang download tabel profil standart australia freeware.

    Terima kasih

  102. to : Demy

    ikut nimbrung boleh kan?

    referensi untuk sistem ganda shearwall-moment resisting frame? wah, buanyak buanget… bahkan sebenarnya belajar dari ACI aja udah cukup tuh.. atau yg lebih detail teorinya ada di Paulay & Priestley : Seismic Design of Reinforced Concrete & Masonry Buildings.

    di sana juga dibahas teori tentang coupling beam (maksudnya wall dengan lubang kan double wall yg dihubungkan coupling beam kan?)..

    -Rp-

  103. Pak Robby Permata happy birthday ya..

    Wir’s responds: wah selamat ulang tahun juga lho. Semoga panjang umur, lancar dalam cita dan cinta , serta Tuhan memberkati.

  104. Thanks a lot buat Pak Robby :)
    (and happy B’day juga ya..*ikut-ikutan nich*)

    Memang banyak sih pak, tapi sangking buanyaknya saya jadi “mumet” juga tuh.. :P , referensi dari ACI mirip banget sama SNI kita ya pak? Btw, saya pernah coba baca buku Paulay & Priestly kok susah banget mencernanya..:P (mungkin karna bahasanya ya.?) lebih enak baca terbitan Amrik sana :) soalnya sekarang saya coba refer ke bukunya S.K Gosh, menurut bapak gimana?

    Kalo maksudnya Pasal 7.2.1 SNI gempa 03-1726-2002 tentang “pengalian ordinat respons spektrum dengan faktor koreksi I/R” itu jelasnya gimana ya pak..? (juga pemodelannya di software-software anstruk.)

    Sekali lagi terima kasih banyaaakkk… Pak Robby.. :) :)

    Really appreciate your assistances sir..,

    Demy

  105. pa gimana hitungan manual untuk kekaluan lateral baja ada ndak bapak punyasoalnya saya lagi desain gedung empat lantai pake etabs. oya tegangan nya dimana ya untuk etabs?

    Wir’s responds: saya ngga tahu yang anda maksud, mungkin teman lain ada yang bisa bantu ?

  106. Salam kenal Pak Wir. Nama saya Soetanto dari Pontianak.
    Saya sudah membeli buku Bapak APLIKASI REKAYASA KONSTRUKSI dengan SAP 2000 Edisi Baru. Dengan adanya buku bapak tersebut semangat untuk mendalami masalah struktur bangkit lagi. Kebetulan saya punya program sap2000 v.7.40 versi bajakan. Sebelumnya saya sudah instaal versi student yg ada di cd buku pak Wir tapi file ikernellnya error waktu diinstall, jadi saya install yg bajakan.
    Selanjutnya saya mulai coba latihan dengan contoh aplikasi sederhana pasal 3.4.5 tentang truss hal 63. Setelah membuat template untuk model truss dengan klik menu File-New Model from Template muncul pesan SECURITY DEVICE NOT FOUND, PROGRAM WILL RUN IN DISPLAY MODE, kemudian klik ok, muncul template truss, diklik muncul kotak dialog untuk pengisian number of bays, height, truss bay lenght. Sesudah diisi dilanjutkan dengan memodifikasi template yg ada agar model sesuai dengan gambar dalam buku. Saya lanjutkan klik menu Edit- terus mau klik menu DIVIDE FRAMES, tapi menu tsb tidak aktif.sudah coba berulang kali diinstall ulang tidak bisa juga.
    Karena sudah mentok saya mesti bertanya ke bapak. Mohon penjelasannya, apakah program bajakan tsb yg error atau ada hal-hal yg belum saya ketahui. Andaikata yg student version yg saya install, memperbaiki error tsb bgm? Mesti download ulang lagi??
    Sebelumnya terima kasih atas penjelasannya.
    Salam.

    Wir’s respond: pada buku edisi baru, pada CD-nya silahkan di explore lebih lanjut, di sana sudah ada SAP2000 Student Version 7.4. Jadi tidak perlu susah payah untuk download. Semoga berhasil.

  107. Sap2000 Student Version 7.4 didalam CDnya sudah kami coba instaal Pak, tetapi muncul error di ikerneellnya.Muncul pesan seperti itu. Ada jalan keluar Pak?
    Sebelumnya terima kasih.
    Salam.

  108. Salam kenal pak wir,

    Saya mahasiswa semester akhir, lagi mau buat TA tentang respons dinamik lintasan mainan yang berputar di Ancol (saya tidak tahu nama lainnya), dosennya nyuruh saya buat judul seperti itu, tapi saya lebih mengerti tentang respons dinamik jembatan berikut struktur pemodelannya

    boleh minta saran dari pak Wir tentang gambaran T.A saya tidak? Apa ada jurnal bapak yang membahas skripsi semacam itu? saya bisa dapat referensinya dari mana-mana saja, tetapi gambaran struktur pemodelannya belum jelas, analisis perhitungan menggunakan metode analisis dan SAP 2000, apa bapak bisa memberikan gambaran jelas tentang T.A saya dan apa ada buku bapak tentang perhitungan analisis SAP 2000 tentang respons dinamik, karena saya sangat bingung pak dengan judulnya… dan saya ingin membeli bukunya kalau ada..

    Terima kasih atas waktu luangnya membaca posting saya tlg direplay ya pak, karena ini sangat penting buat saya. kalau bisa ke email saya juga tidak apa-apa..

    Brando _ T.Sipil _USU, Medan

    May God always Bless you sir…

  109. pa gimana tentang shear wall yang saya tanyakan. tegangan apa saja yang terjadi pada shear wal dalam bentuk kotak untuk lift saya desain dengan menggunakan etabs. ooya… apa boleh saya minta email bapak

    terima kasih

    ardana

  110. Selamat siang Pak Wiryanto…

    Wah buku SAP nya OK banget tuh Pak …
    Saya mau japri ke email bapak ttg cetak mencetak buku boleh …? Alamat email pak Wiryanto apa ya…

    satu lagi pak..
    Mohon pencerahannya Pak tentang perhitungan gaya gaya dalam design welding struktural seperti untuk jembatan, atau suatu girder. Jenis jenis jenis gaya dalam sambung las, seperti tarik, geser, puntir, bending dll.

    Mungkin Pak Wiryanto bisa menerangkan lebih detail cara menghitung masing masing gaya tersebut…

    Atas informasinya saya ucapkan terima kasih …

    http://www.hazwelding.wordpress.com

  111. Salam kenal pak wir,

    Saya mau tanya perbedaan yang significan secara teoritisnya antara GIRDER & BEAM tuh apa, trus perbedaan antara COLUMN & STRUT tuh juga apa ? saya masih bingung, saya sering menemui hal tersebut saya bingung karena pola/ bentuk design dari berbagai macam client/Main Conctractor SAMA tetapi menggunakan nama yang berbeda.

    Saya seorang Detailer Tekla Structure

    Thank’s

    OLAN DANI L

    Wir’s responds: setahu saya judul gambar struktur nggak ada kesepakatan, tergantung kebiasaan mereka (perencana). Biasanya ditentukan dari fungsinya atau ciri-ciri tertentu. Oleh karena itu adalah penting untuk melihat gambar keseluruhan. Sebagai contoh, GIRDER dapat dipakai untuk menyebutkan balok induk, tetapi juga bisa digunakan pada balok buatan (bukan hot-rolled), sedangkan BEAM untuk yang lain, yan mungkin lebih kecil dari yang disebut GIRDER. Untuk tempat lain bisa juga itu disebut BEAM saja, atau bisa MAIN BEAM sedang yang lain SECONDARY BEAM. Pokoknya yang perencana suka aja lha.

    Tentang COLUMN dan STRUT, untuk column bisa juga diaplikasikan pada sistem beam-column, selain aksial ada juga momen, tetapi kalau STRUT lebih ditekankan pada aksial saja, umumnya untuk menyebutkan elemen batang yang berfungsi sebagai penyokong.

    Sekali lagi, tidak ada ketentuan khusus terhadap suatu nama, itu tergantung kesepakatan bersama saja. Oleh karena itu biasanya dipilih standardisasi apa yang akan dirujuk.

  112. saya cari buku bapak yang edisi baru cetakan ke-2 kok nggak ada di GRAMEDIA Banjarmasin, mohon informasinya.

    Wir’s responds: menurut penerbit cetakan ke-2 hanya sebanyak 1500 eksp dan akan disebar ke toko buku di kota-kota besar di Indonesia. Karena di Banjarmasin tidak ada, berarti itu bukan kota besar ya. :P

    Langsung aja pesan ke Elex Media di Jakarta. ok. (catatan : saya tidak menerima pesanan).

  113. Mo tanya tentang SAP Pak. Kalo ada beban titik di tengah plat pada pemodelan 3 dimensi itu gmn pak? Kalo cuma sekedar ditaruh di tengah plat gitu kok gak ada efeknya ke struktur? Tolong dijawab ya Pak. Sekalian satu lagi Pak, apa sih keuntungannya kita melakukan mesh area? Dan apa efeknya? Terimakasih.

  114. Pak Wir Yth,
    output desain yg muncul pada SAP adalah luas area tulangan, permasalahannya
    1. bagaimana menentukan posisi tulangan dalam balok apabila tulangan tersebut memikul momen dan torsi?
    2. Peraturan kita SNI peraturan beton – 2002 mengadopsi ACI 318 -99 atau ACI 318-02? yang mana kita pakai sebagai referensi dalam SAP?

    Terima kasih Pak Wir..

    Wir’s responds: itu yang dihitung oleh SAP2000 adalah luas tulangan tarik. Untuk melihat tariknya maka perlu dilihat bending momen diagramnya. Selanjutnya SNI kita mengaci ke ACI 318-99.

  115. Pak Wir yang baik,
    Saya sedang mengerjakan analisa balok beton prategang post tension dengan tendon parabolik menggunakan software ANSYS. Saya menemui kesulitan dalam pemodelan. Setelah saya run anlysis, ternyata efek prategang kabel yang saya harapkan tidak terjadi. Di mana kesalahannya ya Pak? Bila Bapak memiliki informasi apa saja tentang pemodelan ini mohon dibagikan Pak. Sebelumnya terima kasih.

    Wir’s responds: mengapa harus ANSYS, saya kira masalah anda dapat dengan mudah di analisis dengan SAP2000 versi yang terbaru, atau kalau mau spesifik khusus untuk PC adalah program ADAPT, dari Biyan O Alami, yang memang dikhususkan untuk PC.

    Program ANSYS, mempunyai kapabilitas seperti ABAQUS atau ADINA, cocoknya untuk analisis masalah mikro atau detail, misalnya solid 3D , untuk makro, apalagi yang dapat dimodelkan sebagai frame standar program-program seperti SAP2000, GTStrudl, atau STAADpro akan lebih unggul.

  116. Terima kasih untuk respon Bapak.
    Memang demikian maksudnya Pak, Balok ini hendak dianalisa detail tegangan pada elemennya. Lagipula, balok PC ini akan diberi beban thermal dan struktural. Apa software lainnya memadai untuk analisa ini pak?

    Wir’s responds:
    Ini baru dapat, ada tesis seperti yang dimaksud (pakai Ansys).
    Judulnya

    FLEXURAL BEHAVIOR OF REINFORCED AND PRESTRESSED CONCRETE BEAMS USING FINITE ELEMENT ANALYSIS
    by Anthony J. Wolanski, B.S.
    Thesis for the Degree of Master of Science, Marquette University, Wisconsin, May, 2004
    (down-load 3.2 Mb)

  117. donaldessent says :

    “…Karena yang buat SAP 2000 ini juga ahli matematika jadinya dibuat modifikasi untuk solusi matriks dengan ukuran sangat besar (DOFnya buaaanyaakkk bgt)..”

    on feb’08 – kayaknya agak telat nih bales comment tapi gak papa kali buat wawasan aja.

    setahu saya untuk yg new version CSI ngga buat sendiri solver engine, namun pake core engine sparse matrix nya TAUCS yg dikembangkan sendiri lebih lanjut. did u know? ntu program free/opensource multi platform buat linux juga ada, calculix juga pake engine yg sama. just comment :) thanx

  118. salam pak Wir.
    udah 1 tahun lebih ,biasanya karya bapak yang baru udah muncul.Saya sedang menantikan karya baru bapak..

    kok belum ya pak…

  119. saya berminat untuk kursus SAP 2000 di awal bulan (november). Apakah bapak mengadakan kursus SAP 2000 di yogyakarta atau bandung? bila tidak privat, berapa biayanya? bila diadakan 3 kali pertemuan per minggu, berapa biayanya? satu kali pertemuan, berapa jam?
    Salam

  120. Salam kenal Pak Wir, semoga bapak selalu dalam keadaan sehat. Saya Rafsan mahasiswa Universitas Riau sedang tugas akhir tentang perbandingan analisa struktur balok I girder postension antara metode precast dengan metode monolit. Metode yang saya pakai metode FEM.Yang ingin saya tanyakan apakah dalam buku bapak (SAP2000) ada menjelaskan tentang itu. Mohon pencerahannya pak, soalnya saya masih dangakal mengenai metode FEM, trims pak.

  121. saya desainer produk..dan mau belajar solidworks..dan saya belajar melalui helpnya..dan saya mau memiliki tutorial yang berbentuk buku..apa bapak tau gimana cara mendapatkan buku tutorial solidworks..atau tempat les ato kursusnya…

    Wir’s responds: saya juga kurang tahu, selama ini saya otodidak, belajar sendiri. ;)

  122. Slmat malam p’Wir.
    saya smentara belajar struktur daktail, khususnya kolom pake SAP2000 V.9.
    Dalam SNIbeton2002 disebutkan bahwa total momen nominal kolom (Me)>=6/5*total momen nominal balok(Mg) pada joint.
    di bukunya p’Wir “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000 Edisi Baru” hal 390 dituliskan:
    (Hasilnya, perhatikan Design M2,…….. yaitu 1.27 kali dari Mu….dst).
    Nilai 1.27 dari mana ya pak? msh bingung nihh…
    Trus, kontrol (totalMe >= 6/5*totalMg),cara hitung momen nominal kolom (Me) terhadap sumbu2 & sumbu3 gimana ya…??

    Wir’s responds: yang ini hanya mau menjelaskan masalah yang di buku saya. Nilai 1.27 adalah faktor pembesaran momen arah sumbu lemah yang dianggap sebagai kolom langsing, yang dihasilkan dengan mengaktifkan opsi P-delta. Buku saya tidak atau belum membahas struktur daktail. :(

  123. Yth : Pak Wir

    Sebelumnya saya mo selamat terhadap blog ini, kereeen abissss…( telat…banget..) :(

    Pak Wir saya kemarin tgl 18 jan’09 mencari buku bapak dg judul “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP 2000 edisi 2007 (terbaru)” di Mall Anggrek dan Mall Puri Indah, tetapi nihil.. kemudian saya ikuti saran bapak untuk kirim email ke CS nya PT Elex Media, eh ternyata stock buku juga habis semua..

    Saya mohon pencerahannya Pak Wir bagaimana saya bisa mendapatkan buku tersebut. Buku itu sangat saya butuhkan untuk saat ini sbg referensi dimana tempat saya bekerja.

    Sekali lagi saya mohon bantuannya dan terima kasih.

    Salam

    Syaiful Angga

  124. @Syaiful Angga M.
    Saya prihatin juga dengan kondisi yang ada. Sebenarnya buku tersebut sudah di cetak ulang 2x oleh PT. Elex Media Komputindo, dan itupun langsung habis. Untuk cetak ulang lagi, kelihatannya penerbit lebih suka judul baru dari pada cetak ulang dengan judul lama.

    Untuk mengatasi kondisi tersebut, mungkin ada baiknya perlu diterbitkan lagi. Lha masalahnya itu tadi, kelihatannya penerbit lama kurang tertarik. Eh siapa tahu disini ada penerbit lain yang baca dan tertarik untuk menerbitkan lagi. He, he, moga-moga.

    Jadi untuk sementara untuk sdr Syaiful, kayaknya harus minjam dulu ya ke teman lain. Peace. ;)

  125. Yth : Pak Wir.

    Menanggapi comment bapak, saya turut prihatin pak dan sedih buat saya sendiri..kenapa ada buku bagus kayak gitu kok susah banget mo dicetak ulang lagi.padahal itu adalah sebuah sumber ilmu karya anak bangsa sendiri.

    Masalahnya Pak, sepengetahuan saya, tidak ada teman saya yang memiliki buku tersebut. dan lagi referensi yang saya pakai dari dulu isinya hanya langkah pengerjaanya saja.

    Yang saya tanyakan adalah sampai kapan hal ini akan berlanjut Pak…?? apakah saya harus menunggu tanpa waktu yg tdk pasti dan dilain pihak tuntutan pekerjaan mengharuskan saya harus menggunakan buku ini.
    Sekali lagi saya mohon pencerahannya Pak Wir. Dan mohon maaf atas pernyataan saya yg sekirannya tidak berkenan pak.

    Salam

    Syaiful Angga.

  126. Pak Wir,

    Sebelumnya saya mohon maaf bila ada kata2 yg tidak berkenan. Saya sudah mencari buku ini hampir d semua toko buku baik On-Line maupun toko dan juga penerbitnya. Sampai saat ini belum menemukan buku ini, tolong kiranya bapak bisa memberi petunjuk, atau pasti kan bapak sebagai penulis menyimpan hard copy atau soft copy-nya..
    mungkin bisa bapak pinjamkan atau dijualbelikan..demi kecerdasan bangsa pak.

    Terima kasih atas tanggapannya

  127. Yth:

    Pak Wir, beberapa waktu yang lalu saya belajar SAP 2000 menggunakan media video tutorial yang mirip seperti bamboe media. Cukup seru, Fun, dan mengena (mudah dimengerti). Karena proses pembelajaran langsung di tampilkan. Apalagi ada yang menuntun kita lewat lisan, seolah-olah kita di ajari langsung.

    Mudah – mudahan P. Wir, punya waktu untuk membuat video tutorial versi-nya. Aku yakin pasti laris manis…

    Apalagi ga usah menunggu-nunggu penerbit buku lagi. P. Wir, cukup membuat kopi’an cd tutorial yang banyak trus di jual. Biar kita kebagian.

    Insinyur Indonesia Maju, Indonesia Maju…

  128. Saya sudah beli, nga nyangka saya sering membuka blog bapak dan membaca beberapa artikel. nga nyang pas buka blog bapak nga sengaja liat buku karangan pak wir , eh ternyata buku yg ane bli kmaren itu adlh buku yang sama. padahal sya nga ngerencanain lho……
    kebetulan………….

  129. Salam Pak Wir, baru-baru ini saya membeli buku bapak yg judulnya “aplikasi rekayasa konstruksi dengan SAP2000 edisi baru”.. boleh nanya dikit ga pak tentang salah satu isi subbab-nya?? tentang analisis gempa dengan response spectrum subbab 4.3.9 hal 304. agak bingung nih hehe.. jadi saya pikir, kenapa ga coba tanya aja sama penulisnya langsung kalo boleh..

    yang ingin saya tanyakan yaitu pada hal 310 no 4 paragraf terakhir, “isi scale factor dengan 0.25g dimana g=32.2 ft/sec2.”, angka 0.25 itu apa yah Pak Wir? apakah itu akselerasi puncak tanah? tapi di bagian awal halaman 304, akselerasi puncak muka tanah 0.5g. oleh karena itu, saya agak bingung mengapa pada scale factor tsb gravitasi dikali dgn 0.25?
    mengapa scale factor itu bukan hanya kita isi dengn nilai gravitasi saja? seperti respons spektra SNI 1726-2002, kalo kita masukkan dalam SAP, scale factornya bukan diisi 9.81 m/s2 saja?

    mohon bantuannya yah Pak Wir. Terima kasih.

    Wir’s responds: soal di buku saya harus dikoreksi, dari scale faktor 0.5 menjadi 0.25 sesuai dengan Chopra, sedang penyelesaian yang saya berikan di buku sudah betul. Terima kasih atas koreksinya.

  130. Pak…
    numpang tanya…

    apakah ada buku panduan SACS ver 5.1 atau ver lainnya yang berbahasa indonesia dan kalo ada berapa harganya en belinya di mana pak….?

    trima kasih banyak pak

  131. Selamat Sore Pak Wir,saya ingin menanyakan tentang desain baja dengan SAP2000. Untuk Balok yang memikul beban diatasnya berupa Pelat Beton Bertulang dan dipasang Shear Connector.apakah kita boleh mengabaikan tekuk torsi lateral dan gaya tekan akibat gempa? jika diperbolehkan bagaimana kita mengatur agar program SAP2000 tidak memperhitungkan pengaruh Tekuk Torsi Lateral?
    Terima Kasih.

  132. @Albert
    apa sih SACS ver 5.1, aku koq nggak familiar.

    @Anthony
    rasanya buku saya sudah membahas, itu ada kaitannya dengan Lb, yang secara otomatis jaraknya adalah jarak nodal-ke-nodal. Jadi jika dianggap ada shear connector maka perlu masuk bagian modifikasi tentang panjang Lb.

    Kalau gaya tekan, maka nilainya tergantung proses analisisnya. Untuk mengabaikan maka perlu di modifikasi pada saat pemodelannya. Karena jika dari modelnya, udah keluar gaya normal tekan, maka desainnya dianggap sebagai beam-column. Itu jelas tidak sama dengan beam saja.

  133. @Anthony
    saya baru ingat kalo buku pak Wir yang ke 4 udah membahas tentang tekuk torsi lateral .

    pada buku tersebut sih diterangkan cara mengabaikan efek tekuk torsi lateral, dengan cara membagi elemen tersebut menjadi beberapa elemen elemen kecil, dimana panjang tiap tiap elemennya lebih kecil dari panjang tekuk dari profil tersebut. sehingga permodelan seperti itu akan memberikan keadaan yang sama seperti balok yang terkekang oleh pelat lantai.

    begitu kan pak Wir ??

    jadi kalau menurut saya sih efek tekuk torsi lateral itu tidak bisa dihilangkan, kecuali dengan mengatur panjang tiap tiap elemen ( nodal ke nodalnya ).

  134. iya bisa di-break gitu tapi seharusnya khan node tersebut di restraint arah translasi weak/minor axis dir nya buat representasi unbraced length, ngga cuman break aja. cara lain jika ngerasa wasting your times :) pake opsi design overwrites, LTB ratios <1. ngomong2 berapa ya nilai tsb, apa berdasarkan jarak shear conector? kalo ngga ada shear connector berarti unbraced Ltb = L beam ? hmm kayaknya ngga gitu, tekan dari slab sudah menahan torsi lateral grkan top flens, .. ga gampang belum lagi kalo baloknya jenis honeycomb atau truss, kantilever lagi.

  135. Pak, Wir..

    kata orang : SACS itu untuk khusus desain bangunan lepas pantai kayak SAP 2000 juga…

    saya lagi belajar tapi karena ngga bisa bahasa inggris makanya mau cari manual nya yang pake bahasa indonesia…

    teman-2 lain juga kalo ada mohon diberitahu ya…

    mohon bantuannya pak wir..

    terima kasi banyak

    Wir’s responds: waduh Albert, aku ketinggalan tentang itu. Nunggu belajar dari kamu aja deh. Sukses ya.

  136. membaca beberapa karya bapak di situs ini saya merasa tergerak untuk mengetahui lebih banyak mengenai ilmu teknik sipil. trima kasih atas hasil karya bapak ini. pak saya mau tanya sedikit. saya mahasiswa t.sipil tingkat I. belum mendapatkan pelajaran analisa struktur. kebetulan saudara saya mau membangun asrama berlantai tiga. saya dimintai bantuan untuk merancang strukturnya. terus terang pak saya tidak tahu apa-apa. tapi jika pak Wir berkenan untuk membatu saya, kira2 langkah-langkah apa saja yg harus saya buat. tk

    Wir’s responds: langkah paling efektif adalah menghubungi senior anda yang memahami analisa struktur, atau kalau bisa yang jadi asisten dosen pada mata kuliah tersebut. Beres. :)

  137. Pak Wir Yth,
    saya ingin sekali mendalami program SAP2000, tp saya amat sangat kesulitan mencari buku bpk, saya sudah tanyakan ke penerbit, katanya sudah habis, mohon info bagaimana saya bisa mendapatkannya.
    Tx b4

    Wir’s responds: yup. Betul sudah habis. Saat ini sedang disusun modul latihan utk suatu perusahaan, pakai SAP2000 versi 11.0. Wah ternyata beda banget dengan yang versi 7.4, lebih asyik. Jadi mohon sabar aja, karena nanti kalau sudah agak tebal pak Vincent dari Elexmedia sudah janji untuk diterbitkan. Tapi kapan ya, wah doain aja ya. Biar cepet selesai. :)

  138. pak wir yang terhormat,,

    Saya sudah lama kunjungi blog bapak ini, karena menurut saya blog seperti ini sangat menarik bagi saya, yang seorang engineer di salah satu konsultan. Saya mau tanya tentang penggunaan software struktur, selama ini saya lebih sering pakai STAAD PRO 2004 dan juga terkadang pakai SAP 2000. Kenapa kok jarang sekali yang membahas tentang STAAD PRO ?? menurut bapak hasil desain staad pro lebih reliable mana dibanding SAP 2000.

    ada satu lagi pertanyaan mohon bapak memberikan masukan pada saya.

    saya seorang praktisi di konsultan yang sering menangani permasalahan struktur bangunan ringan, tapi yang masih menjadi pertanyaan bagi saya tentang penggunaan mutu tulangan dan beton. ketika saya kuliah, saya salah memasukkan mutu tulangan hanya kurang 1MPa. hasilnya dianggap salah. karena menurut dosen saya hal seperti itu akan mengakibatkan terjadi keruntuhan pada struktur yang saya desain. padahal puluhan kali saya tes tulangan baik deform maupun polos hasilnya selalu jauh di atas yang saya rencanakan. saya khawatir terjadi over reinforced.

    menurut bapak berapa mutu tulangan yang harus saya ambil dalam perencanaan beton ???

    terima kasih saran dan masukan dari bapak sangat saya harapkan.

    • @zaka
      Trim mau berkunjung ke blog ini.

      hasil desain staad pro lebih reliable mana dibanding SAP 2000

      Untuk kasus elastis, seharusnya keduanya menghasilkan hasil yang sama. Nggak ada beda dalam sisi numerik. Tetapi kalau namanya perbedaan ya mestinya harus ada, biasanya dari sisi fitur, ada yang menurut orang tertentu relatif lebih baik atau bagaimana begitu, jadi sifatnya subyektif. Biasanya juga ditentukan oleh kebiasaan, saya dulu di PT. W&A, puluhan tahun lalu terbiasa pakai SAP (waktu itu SAP90) dan selama itu memang mencoba-coba yang lain, tapi karena mungkin udah kebiasaan, udah mendarah-daging, maka kembali lagi ke yang sudah biasa tersebut.

      Menurut pengamatanku, orang-orang yang berlatar belakang oil-and-gas cenderung pakai STAAD, sedang kalau gedung pakai SAP. Dulu STAAD unggul pada modul post-processing baja, tetapi sekarang program SAP juga ok. Jadi mau pindah ke STAAD nggak jadi.

      Pada dasarnya semakin banyak program engineering yang bisa dikuasai akan semakin baik.

      itu akan mengakibatkan terjadi keruntuhan pada struktur yang saya desain

      ah, kalau hanya kurang 1 MPa sih nggak akan terjadi. Nilai yang ditetapkan untuk spesifikasi suatu bahan adalah nilai statistik, jadi kalau ada naik atau turun dari nilai yang dispesifikasikan tersebut adalah wajar-wajar saja. Intinya di semua bidang engineering ada saja yang disebut toleransi, hanya saja besarnya memang bisa berbeda-beda.

      Untuk over-reinforced khan sudah disepakati bahwa rho tulangan maks <= 0.75 rho balanced. Juga sebaiknya nilainya jauh dari rho maks, termasuk ada tulangan desak. Rasanya kemungkinan terjadinya over-reinforced relatif sangat kecil (lagi-lagi ini pernyataan statistis lho, nggak ada yang mutlak).

      Mutu tulangan yang sesuai spesifikasi pabrik sertifikasi yang dipakai. Tentunya itu perlu juga test uji sample. Jadi intinya pakailah selalu data tertulis yang bisa dijadikan bukti nanti.

  139. @zaka , Pak Wir , dan saudara saudara lainnya :

    menurut saudara sekalian , apakah skill/kompetensi/ilmu yang kita pelajari saat kuliah itu di pakai pada saat bekerja ???
    Dan kompetensi / skill/ilmu apa sih yang di perlukan Waktu bekerja nanti ??

    Terima kasih

  140. Ping balik: apa sih yang di perlukan waktu bekerja nanti « The works of Wiryanto Dewobroto

  141. pak wir yang terhormat
    saya mahasiswa tingkat akhir ni, saya lagi nysun TA
    masalahnya saya terbentur dengan buku2 yang mendukung TA saya, Pak kalau uji getar darat (GVT) untuk menghasilkan code data prosesing ada ga dalam buku karya bpk?
    kemudian bagaimana caranya menghasilkan mogus getar? kenapa jg modus getar itu penting ya Pak?
    terima kasih Pak

    • Uji getar darat (GVT), apa itu ya. Koq saya juga belum tahu gunanya. Apakah riset anda untuk tugas akhir di level master ?

      Karena saya saja tidak tahu, maka pasti di buku saya TIDAK ada. :(

  142. Yth. Pak Wiryanto
    Salam Kenal Pak.

    Saya berminat untuk mendapatkan buku bapak tentang Strut N Tie, bagaimana saya bisa mendapatkannya pak, berapa harga, dan kemana saya harus bayar, kebetulan saya tinggal di Lampung, kemudian saya bertanya pak dulu pernah ada Link ke CAST Corbel software untuk Strut N Tie kemana saya mengelink nya pak.
    Atas perhatiaanya terima kasih.

    Wir’s respond : buku tersebut diterbitkan oleh ACI amerika, tulisan saya hanya dalam bentuk salah satu bab di buku tersebut. Silahkan kontak ke sana, moga-moga masih ada stock, saya sendiri tidak menjualnya.

    Tentang link ke CAST, wah saya tidak tahu. :(

  143. Ping balik: jembatan selat sunda « The works of Wiryanto Dewobroto

  144. Ping balik: Spesifikasi Jembatan Selat Sunda « D4 Jalan Tol [ Talk Less Do More ]

  145. pak, saya dah nyari buku anda di toko buku yang ada di jogjakarta, tapi stok pada kosong. bisa bantu saya untuk dapat membeli buku anda?

  146. Ping balik: testimoni buku « The works of Wiryanto Dewobroto

  147. Salam pak Wir, saya ingin membeli buku Aplikasi Rekayasa konstruksi dengan SAP 2000 edisi baru, saya sudah mencari buku anda di toko buku yang ada di jogjakarta,semarang dan di gramedia on line tetapi kehabisan, mungkin pak Wir ada saran?

    • @Wahyu
      Buku tersebut sudah habis. Meskipun demikian jangan kuatir, kemarin baru saja ada orang yang akan membantu menawarkan buku tersebut untuk diterbitkan lagi. Doakan saja ya agar lancar sehingga buku tersebut akan hidup lagi. :)

  148. salam sejahtera pak wir.
    pak, saya ingin bertanya, bagaimana sih membuat element yg hanya bekerja pada gaya compression pada SAP2000?
    misalnya untuk modeling dinding bata dengan compression strut.
    terima kasih banyak pak. GBu

  149. Ping balik: link-and-match « The works of Wiryanto Dewobroto

  150. Salam Pak Wir, saya sangat tertarik sekali ingin mendalami SAP 2000. Saya cari-cari bukunya di sana sini pada kosong. Kira-kira kapan nih mau diterbitkan lagi???
    Karena saya sangat ingin sekali mendalami tentang SAP 2000!!

    • @andi
      kalau hanya buku tentang program SAP2000, saya kemarin melihatnya di Gramedia, terbitan PT. Elexmedia juga. Tapi mohon dimaklum karena editornya bukan berlatar belakang civil engineer maka isinya lebih ke arah “bagaimana mengoperasikan program SAP2000″.

      Saat ini saya merencanakan untuk mencetak ulang sendiri, ini sedang menjajaginya. Nanti kalau udah pasti akan saya umumkan di blog ini. Ok.

  151. Ow kemarin saya sudah mencari buku bapak yang Aplikasi rekayasa kontruksi dengan SAp 2000 tapi tidak pernah menemukannya!! Oke pak ditunggu!!
    Oh ya pak mau nanya sedikit bagaimana cara kita menyelesaikan persamaan 3 momen di SAP saya kebingungan memasukan nilai kekakuan batangnya misalnya batang 1, 3EI, batang lainya 2EI. bagaimana cara memasukkan nilai kekakuan tersebut?? Dan apa fungi dari diaphragma?? Mohon penjelasannya

  152. pak, untuk analisa statik ekivalen kan untuk analisa gedung beratura,, klo gedung nya memiliki denah berbentuk lingkaran, apakah masih bisa di analisa secara statik ekivalen??

  153. Ping balik: perlunya berprestasi « The works of Wiryanto Dewobroto

  154. Ping balik: Tips Kerja Cepat (& Tepat) SAP2000 (Part 2 – Pendahuluan) « The Web Logs of Purbo

  155. pak Wiryanto Masih masih terbit ngga buku SAp 2000 yang edisi april 2007 saya di gramedia dah ngga ada yang jual…………..

  156. kalau perhitungan abutment jembatan dengan SAP 2000 gmana caranya , apa harus bangunan atasnya dihitung juga……padahal kita ingin tau bentuk dan dimensi abutment saja…….. tolong beritahu saya triknya sebelumnya trimakasih pak WIryanto……

  157. Ping balik: Jembatan Selat Sunda « Kuliah Transporter

  158. salam kenal pak wir.
    saya mahasiswa teknik sipil ITS,saya mau menanyakan apakah bisa mensesain di zona gempa 5 dengan menggunakan flat slab yang diberi shear wall?
    jika bisa,saya mohon diberi referensi-referensi buku y?
    sebelumnya saya sampaikan terima kasih pak wir

  159. Ping balik: harapan tentang buku SAP2000 Edisi III « The works of Wiryanto Dewobroto

  160. saya seorang mahasiswa sebuah pts di surakarta.saya mau tanya pak,kalau mau kursus abaqus dimana ya?

  161. maaf pak, slam kenal sebelumny…
    hr ni sy dah keliling toko bku d senen, k gn. agung dan k gramed artha gading bahkan smpai gramed pusat matraman, tp sy g nemu bku bapak…
    apakah bku bpk ni masih diproduksi atau tidak…?
    mngkn karena 2 thun lalu diproduksiny…?
    jika masih da stok, lalu dmn sya bisa mendapatkannya….?
    trima kasih…

  162. Halo pak wir, mau tanya kenapa buku bapak dengan judul

    aplikasi rekayasa konstruksi dengan sap 2000 di makassar sudah tidak ada yang dijual di gramedia? atau ada cara lain untuk membelinya?
    thanks for your attention.

    rante

  163. salam Pak wir…

    pak, saya nyari di toko buku gramedia makassar dan palu, tapi buku bapak sudah tidak ada stoknya (habis). apa bisa saya pesan via online buku itu pak? karena saya ingin skali mendalami sap2000. makasih sebelumya.

  164. salam kenal pak wir…saya juga nyari buku bapak yang SAP ini tapi udah no stok…dmn pak saya bisa dapet????apa buku tersbt tidak di cetak ulang lagi???pasti temen temen yang laen sangat senang jika buku tsb. dihidupkan kembali dari tidunya yang panjang…hehehe thanks pak wir

  165. Maaf Pak, saya mau beli buku anda tentang SAP2000 yang terbaru koq ga ada di Gramedia, ya? Bisa pesan via Bapak?

  166. salam kenal pak, saya mahasiswa salah satu PTS di jogja. saat ini saya sedang menempuh tugas akhir. saya mengambil tema struktur dinding geser. dalam tugas akhir ini saya menggunakan program ETABS versi 9.0.7. saat ini saya mengalami kendala dalam pengaplikasian program ETABS tsb. saya tidak bisa menampilkan display simpangan maksimal diafragma bangunan yg terjadi setelah dikenai beban gempa statis. maksud saya, gambar simpangan tsb tidak mau muncul pada layar. padahal saya sudah memasukkan beban gempanya. kira2 apa ya pak penyebabnya? apakah program ETABS saya ada yg corrupt filenya atau ada yang salah dalam penginputan datanya. mohon jawabannya pak dan terima kasih sebelumnya.

  167. salam sejahtera
    saya berminat mempelajari stage construction SAP 2000
    mungkin dari bapak punya refrensi buku yang khusus membahas materi tersebut..??

  168. salam pak..

    untuk sekarang 2011, buku tsb masih ad nggak? klo ad bgaimana cara membelinya?
    atau akan dicetak kembali?
    apa masih bisa dipakai dgn versi 10 atau yg skrg v.14

  169. Pak Wir..
    Salam Sejahtera..

    Mau menanyakan pak, mengenai isi buku bapak diatas

    kenapa ya untuk perhitungan balok non perismatik beban sendiri dihitung sendiri?
    Maaf ternyata jika jawabannya ada di halaman lainnya di buku bapak yg mungkin belum saya temukan atau saya lewatkan dalam membacanya..

    trimakasih pak sebelumnya

  170. pak wir buku nya kok sulit sekali dcari di daerah semarang ya??semua toko buku sudah saya cek tak satu pun yg ada..bahkan di gramedia pun sudah tidak ada..mohon petunjukny dimana n bagaimana cara untuk mendapatkan buku bapak..

  171. pakkk….saya merasa sedih dimana saya kuliah di universitas swasta di CIREBON…susah untuk mendapatkan referensi buku2 seperti sap ini…saya dah ke gramedia tetapi tidak tersedia buku sap milik bapak ini…saya mohon agar bapak dapat bilang untuk dapat memasarkan nya di tempat saya tinggal…harap balasan komentar ini…
    atas perhatiannya saya ucapkan banyak terimakasih pak….

  172. Ping balik: MIDAS dan Jurusan Teknik Sipil UPH | The works of Wiryanto Dewobroto

  173. Pak Wir SAlam kenal Dari saya, saya Mahasiswa magister Universitas Brawijawa, dan saya selalu bekerja menggunakan buku ini , tetapi setelah saya mendapat studi kasus tentang Cangkang saya mendapat kesulitan, yaitu :
    bagaimana memasukan nilai LAS TULANGAN dan JARAK antar rulangan ke arah x dan y, untuk mendapatkan internal force dan lendutan
    saya menggunakan template shell – Barrel Shell

    terimakasih banyak

  174. salam kenal Pak Wir,
    saya butuh banget buku ini tapi sayang, sepertinya sudah tidak cetak lagi :(
    *berharap ada cetak ulang-nya, atau boleh lah kalau dijual dalam bentuk e-book.

    -fendy-

  175. di pekanbaru di mana di jual buku sap 2000…
    o.ai bantu lah mahasiswa t.sipil riau untuk mendapatkan buku t.sipil masalhnya di raiu sangat susah mendapatkan buku t.sipil…
    mohonbatuanya…

  176. Ping balik: progress buku yang akan diterbitkan | The works of Wiryanto Dewobroto

  177. pak wir salam kenal dari saya, pak wir saya ini mahasiswa dan saya mengetahui blog ini dari dosen saya yang pasti pak wir kenal. saya senang sekali dengan blog pak wir, karena pak wir sangat enak dan jelas dalam menerangkan pelajaran sipil saya pun tertarik untuk membeli buku yang pak wir jual ini.
    saya udah mencari-cari ke seluruh gramedia di jakarta, mengenai buku yang pak wir buat tapi tidak satupun ada yang masih menyimpan stoknya. kira-kira pak wir masih menjual buku yang pak wir buat yaitu “aplikasi rekayasa konstruksi dengan sap 2000″. Saya mau membeli secara online tapi stocknya juga habis atau saya siap mendatangi kampus UPH untuk membeli langsung dari pak wir. saya sebagai mahasiswa sangat membutuhkan buku tersebut dan merasa amat tertolong jika buku yang pak wir buat tersebut masih mau pak wir cetak dan jual. sekiranya pak wir bersedia menjualnya kembali terima kasih pak wir. mohon maaf yang sebesar besarnya jika perkataan saya ada yang salah pak wir

    hormat saya
    roby aditiansyah
    kira_haislesgens@yahoo.com

    • sdr Roby,
      surat anda saya kira mewakili banyak teman-teman yang lain, yang tertarik untuk memiliki buku SAP tersebut. Sayang, saat ini sudah habis. Tetapi jangan kuatir, saat ini pula sedang dalam rangka up-dated, doakan ya moga-moga cepat kelar dan terbit.
      Salam

      • iya pak wir terima kasih karena tanggapan saya sudah dibalas, saya tunggu karya pak wir berikutnya, udah gak sabar nih pak wir kali ini gak mau sampai kehabisan

  178. Pak Wir, buku sap dan buku aplikasi dengan VB masih ada nggak ya di pasaran saat ini? kalau mau pesan lewat mana?

    terima kasih

  179. Dear Pak Wiryanto,

    Apakah buku-buku Bapak masih ada di toko buku lain selain gramedia?

    Saya sudah cari dan konfirmasi ke toko Buku Gramedia dan penerbitnya, tetapi ternyata sudah tidak ada lagi.

    Terima kasih atas perhatiannya.

  180. Dear Pak Wir
    Ya, kebetulan saya juga sangat memerlukan “trilogi” buku bapak, termasuk yang ini, kira-kira saya bisa mendapatkannya?
    Terima kasih

  181. Dear Pak Wir, kami butuh buku Aplikasi Rekayasa Untuk Struktur dg SAP2000, edisi terbaru 2007. Dimana kami bisa mendapatkannya.
    Kami sdh coba mencari di kota Yogyakarta dan Bandung.
    Tapi semua toko buku yang kami kunjungi kehabisan stock.

  182. Salam kenal pak wiryanto,
    nama saya rangga, saya sudah baca beberapa bagian dari buku SAP2000 yang terdahulu. bagus pak bukunya dan disajikan dengan baik. sayang, saya cuman pinjem, soalnya kehabisan hehe… semoga bukunya yang baru cepat keluar.
    ada hal yang ingin saya tanyakan yang ada di buku SAP2000 yaitu di bab analisa plastik portal bidang. pada grafik perilaku keruntuhan portal in-elastik, di garis yang menghubungkan mekanisme-2 ke mekanisme-3 sudutnya lebih curam daripada garis yang menghubungkan mekanisme-1 ke mekanisme-2. yang ingin saya tanyakan mengapa hal tersebut dapat terjadi? karena yang saya tahu kekakuan struktur akan berkurang seiring dengan bertambahnya sendi plastis. atau apakah sudut kemiringan yang dimaksud bukan menunjukan kekakuan? dan sudah saya coba ke beberapa struktur portal sederhana yang lain, ternyata beberapa ada yang hasilnya seperti itu. mohon penjelasan dari bapak. terima kasih sebelumnya.
    salam sejahtera.

  183. Ping balik: nantikan buku SAP2000 edisi 2013 | The works of Wiryanto Dewobroto

  184. Pak wiryanto Saya ada beli buku bpk applikasi rekayasa konstruksi dengan SAP 2000 edisi pertama, Sy ingin sekali memiliki buku yang edisi terbaru 2013, Apakah sudah terbit ?

  185. Ping balik: buku SAP2000 Wiryanto – testimoni dan cara pesan | The works of Wiryanto Dewobroto

  186. selamat siang pak,
    saya sovia dari program master FT Universitas Negeri Padang, apakah buku bapak ini masih ada, karena digramedia Padang sudah abis, bisa saya lewat mana pak?
    terimakasih sebelumnya

  187. Akhirnya setelah saya baca2 blog bapak, saya pesan di lumina saja, sebenarnya saya mau edisi 2007 , tapi gak ada lagi saya pesan yag edisi baru saja, saya sudah dapat code, besok ditranfer, semoga cepat sampainya ya pak, karena saya ada mata kuliah analisa struktur

    • syukurlah dik, setelah nanti transfer konfirmasikan lagi ke http://lumina-press.com biar divalidasi. Setelah ok, nanti dikirim koq. Memang masih agak semi manual, ini sedang diusahakan (oleh programmer web-nya) agar bisa otomatis transfer via bank. Tak perlu validasi secara manual terlebih dahulu. O ya, edisi yang baru falsafah-nya lebih banyak, juga bagian desain beton atau baja di up-dated, lebih mantap. :D

      • oooo, Begitu ya pak…baiklah saya akan pelajari dengan sungguh-sungguh, untuk mempertajam ilmu saya juga berharap mata kuliah ini ujung2nya dapat A ya pak. Amin…
        sukses terus untuk bapak, ditunggu gebrakan berikutnya ….!

      • Syukurlah pak, barusan bukunyasudah sampai, kebetulan banget besok kuliahnya analisa strukturnya… Tks ya pak wir dan lumina

  188. Dear Pak Wiryanto,

    Apakah software SAP 2000 bisa digunakan untuk mendesain offshore unit , sesuai standar BSEN 12079,DNV 2.71 / DNV 2.73 ?
    di standar tersebut untuk metode kalkulasi menggunakan von misses stress analysis apakah di SAP 2000 bisa menggunakan metode tersebut ?

    terima kasih.

    salam,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s