AISC – Steel Design Guide Series


I have AISC profesional guidance to design steel structure, which the message appear in the front of document is rewriten as below :

The information presented in this publication has been prepared in accordance with recognized engineering principles and is for general information only. While it is believed to be accurate, this information should not be used or relied upon for any specific application without competent professional examination and verification of its accuracy, suitability, and applicability by a licensed professional engineer, designer, or architect.

The publication of the material contained herein is not intended as a representation or warranty on the part of the American Institute of Steel Construction, Inc. or the American Iron and Steel Institute, or of any other person named herein, that this information is suitable for any general or particular use or of freedom from infringement of any patent or patents. Anyone making use of this information assumes all liability arising from such use.

I have four <up-dated 25 April 2007> guidance , you can down-load for free if you want to become an expert in steel structures.

I hope by visiting this blog, you will be better. Good Luck.

This is the document #1 , regarding the base-plate design.

Steel Design Guide Series
Column Base Plates

Design of Column Base Plates
John T. DeWolf
Professor of Civil Engineering
University of Connecticut
Storrs, Connecticut

Some Practical Aspects of Column Base Selection
David T. Bicker
Vice President, Engineering
The Berlin Steel Construction Company, Inc.
Berlin, Connecticut

The book contain 60 pages, down-load PDF 970 kb

This is the document #2 regarding the trick and tip for design low and medium-rise of steel building.

Design Guide for Low-and Medium-Rise Steel Buildings

Horatio Allison, PE
Consulting Engineer
Dagsboro, Delaware

The book contain 53 pages , down-load PDF 769 kb

**Document #3

Floor Vibrations

Due to Human Activity

Thomas M. Murray, PhD, P.E.
Montague-Betts Professor of Structural Steel Design
The Charles E. Via, Jr. Department of Civil Engineering
Virginia Polytechnic Institute and State University

Blacksburg, Virginia, USA

David E. Allen, PhD
Senior Research Officer
Institute for Research in Construction
National Research Council Canada
Ottawa, Ontario, Canada

Eric E. Ungar, ScD, P.E.
Chief Engineering Scientist
Acentech Incorporated
Cambridge, Massachusetts, USA

The book contain 73 pages, down-load 1,450 kb

** Document #4 **

Staggered Truss Framing Systems

Neil Wexler,
PE Wexler Associates
Consulting Engineers
, New York, NY

Feng-Bao Lin, PhD, PE
Polytechnic University Brooklyn, NY

The book contain 49 pages, down-load 681 kb

Note : if you can down load that documents, it is due to the kind person of Ardi Kurniawan , Senior Structural Engineer from Beca Consulting Engineer. Thanks Ardi. God may bless to you.

About these ads

64 thoughts on “AISC – Steel Design Guide Series

  1. Mohon saya dikasih info untuk download Handbook untuk standart JIS, dan juga tentang Sambungan (Baut dan Las)
    Trims.

  2. Terima Kasih saya ucapkan kepada Pak Ardi Kurniawan, yang telah memberkan materi strukturnya secara gratis untuk wawasan kita bersama.

    Salam buat Bpk Ir.Djuana Lesmana (senior saya di ARKONIN) dan rekan-rekan structure engineers di PT Bimatekno Karyatama Konsultan (Beca International Consultants Ltd -Consulting Engineers).

    Syallom..

  3. Untuk Pak Donny, salam anda sudah saya sampaikan ke pak Djuana, Dia sekarang lead engineer saya di Beca.

    Untuk rekan semuanya …terima kasih atas komentarnya.
    Masih ada beberapa steel design guide yang akan saya kirimkan .

    Thanks…

  4. Pak Wir,

    Tgl 24 April kemarin, saya sudah shared “Manual of Steel Construction 2nd LRFD 1993″ (kap 36MB) lewat http://www.4shared.com ke blog ini.

    Tapi kok belum muncul? Apakah sama dengan kasusnya Mas Ary diatas?

    Mohon konfirmasi.

    Syallom..

  5. Saya nggak terima apa-apa tuh mas Donny, di Akismet juga nggak ada tuh. Buktinya comment anda langsung muncul. Nggak ada masalah koq dengan comment anda.

    **up-dated tanggal 26 April 2007**
    Iya ternyata comments anda nyangkut di Akismet, yah terpaksa diselamatkan secara manual, ini hasilnya di bawah ada dua (2) comments dari anda. Trims ya.

  6. Salam sejahtera

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas informasi yang bapak sebarluaskan melalu blog bapak. informasi tersebut kami sangat berguna bagi kami di pekanbaru dan kami jadikan referensi di lingkungan UNILAK Pekanbaru.

    Saya memberanikan diri untuk meminta referensi dari bapak mengenai Jembatan Cable Steel dan Jembatan Rangka Baja.

    Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih

  7. Kepada Pa Wir dan Structural Engineers,

    Saya ingin men-share materi Structure secara gratis dan tanpa motivasi lain selain meningkatkan pengetahuan kita bersama sesama Structure Engineers Indonesia :

    http://www.4shared.com/dir/2541514/8ece5c0f/sharing.html

    Mohon kesabarannya untuk saya meng-upload materi-materi ini secara lengkap.

    Saya juga berharap rekan-rekan Structural Engineer mau menshare materi-materi Structure di blog ini, jangan kalah dengan rekan-rekan Structural Engineer negara lain yang mempunyai banyak blog-blog seperti ini dan saling menshare.

    Terima kasih untuk rekan-rekan Structural Engineer yang men-sharingkan file-file ini yaitu dari T.Y. LIN International Pte Ltd, Engineer Project Rasuna Epicentrum (PT Hutama Karya), Paruhum (IKPT), Mochamad dan Budi Satryo (TTW Indonesia), dan rekan-rekan lainnya.

    Tak lupa juga, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Wir yang atas blog ini.

  8. makasih pak….

    Mungkin ini yang aku cari-cari… dimana kita bisa sharing ilmu tentang teknik sipil….

    Pak klo ada referensi BAJA KOMPOSIT method LRFD pada bangunan bertingkat, sebab lagi nyusun Skripsi…. butuh banyak referensi…

    Makasih yaa.. pak….

  9. kepada Pak Wir,

    mohon dibantu.. untuk mempelajari struktur pondasi sarang laba-laba (KSLL). karya Ir. H. Sutjipto & Ir. Riyantori bagaimana pak?
    karena saya sangat tertarik untuk mempelajarinya…
    dan buku apa yang nantinya bisa menjadi referensi saya?

    Terimakasih.

  10. Meskipun saya belum pernah meneliti secara mendalam, tetapi kalau melihat sepintas bentuk pondasi tersebut yaitu berbentuk grid-grid ditambah diagonal pengisi, dimana element grid terdiri dari dinding yang tinggi lalu untuk bagian bawah, apa ya, ada pelat-nya nggak sih. Saya kurang detail. Jika ada maka saya bisa menginterprestasikan bahwa sistem pondasi tersebut adalah :

    1). Termasuk sistem pondasi dangkal, sehingga jika tanahnya dibawahnya bukan dari pasir maka sistem pondasi tersebut dapat mengalami penurunan jangka panjang akibat konsolidasi tanah. Yah, seperti sistem pondasi cakar ayam yang untuk jalan ke bandara sekarang.

    2). Sistem grid menghasilkan permukaan yang relatif kaku, tetapi menurut saya itu tidak ada yang khusus. pakai sistem grid biasa dimana bagian bawah dan atas ditutup pelat juga sudah kaku, khususnya jika tanah dibawahnya relatif homogen. Adanya grid diagonal mungkin menambah kekakuan untuk kondisi lokal (tanah dibawahnya nggak homogen). Tapi ini perlu dichek/ diteliti lebih lanjut. Dengan demikian konsepnya adalah membuat bagian bawah cukup kaku shg bisa menyebarkan beban di atasnya ke bagian bawah secara merata. Dengan catatan bahwa P / A lebih kecil dari tegangan ijin tanah di bawah pondasi tersebut. P adalah beban yang harus dipikul pondasi dan A luas bidang kontak pondasi ke tanah pendukungnya

    O ya itu hanya efektif untuk tanah lunak lho, untuk tanah keras (cadas) konsep tersebut tidak berlaku, mengapa, lihat text-book karangan Terzaghi (lho koq jadi geotechnical engineer nih :D )

    Itu dulu pendapatku. Kalau mau lebih detail, itu bisa dibuat pemodelannya pakai f.e.a misal Abaqus gitu secara solid. Wah sip itu.

  11. Mas Imam,

    Menurut referensi yang saya pernah baca, bangunan gedung yang memakai struktur pondasi KSLL ada yang mencapai 8 lantai loh..

    Pa Wir dan structure engineers,
    Kebetulan saya punya Blueprint gambar for construction struktur pondasi sarang laba-laba (KSLL).

    Tapi gimana cara sharingnya ya?? :(

    Syallom..

  12. **komentar untuk mas Donny**
    Jangan terkecoh, bahwa sistem pondasi dangkal hanya untuk bangunan rendah, bisa juga untuk bangunan gedung tinggi koq.

    Coba anda lihat itu, gedung Niaga Tower I di jalan Jendral Sudirman Jakarta, jumlah lantai 29 lantai, itu nggak pakai sistem pondasi dalam lho. Gedung itu pakai sistem pondasi rakit digabung dengan adanya sistem basement. Pondasi rakit itu terdiri dari grid dimana bagian bawah dan atasnya ada pelat. Konsepnya sama seperti KSLL, bahkan lebih sederhana lagi. Tahun-tahun awal di PT. W&A saya sempet terlibat langsung merencanakannya.

    O ya, juga gedung Ratu Plaza di depannya juga gitu, pakai pondasi dangkal yaitu raft-foundation. Kondisi tanahnya bagus, tergolong tanah berpasir, memungkinkan untuk itu.

    Rasanya pernyataan saya udah betul koq, saya nggak menyinggung itu gedung berapa lantai, tetapi lebih ke efek konsolidasi. Sistem pondasi dangkal beresiko terhadap hal tersebut, khususnya jika tanahnya bukan pasir. Begitu penjelasannya.

    Menurut saya KSLL nggak ada yang istimewa koq ditinjau dari sistem strukturnya. Kalau tentang cara pelaksanaannya, wah mungkin itu hal lain, disitu mungkin patent-nya.

  13. Daer Sir,

    Saya pernah mendapatkan penjelasan dari salah satu distributor / agen yang diberi kewenangan untuk menawarkan pondasi KSL.

    Dari penjelasan tersebut, berikut point-point yang saya tangkap.
    1. bentuk geometri pondasi KSL adalah grid segitiga, yang terdiri dari dinding tipis (ketebalannya antara 10 cm s/d 20 cm) dengan ketinggian bisa mencapai 60 cm.
    2. pada bagia bawah pondasi tidak terdapat plat/footing.
    3. pondasi ini digunakan bisa untuk bangunan sampai dengan 8 lantai untuk tanah dengan sigma tanah sedang.

    Dikalimantan pondasi ini sering digunakan, salah satunya gedung DPR malinau (CMIIW).

    Kesimpulan saya, dengan melihat geometri dari pondasi tersebut, mekanisme kerjanya adalah mengandalkan geser antara dinding balok grid dengan tanah, dimana tanah disini sekaligus sebagai pengaku dari balok grid yang cukup tipis tersebut ditambah lagi dengan end bearing.

    salam
    badar

  14. Setuju Pa Wir, trima kasih atas masukannya.

    Untuk penentuan sistem struktur bawah dan struktur atas harus melalui studi secara mendalam. Syukur-syukur pada akhirnya mendapatkan ide yang baru yang belum pernah dipikirkan orang sebelumnya seperti hal-hal yang diungkapkan diatas.

    Syallom..

  15. **mas Badar**

    pada bagian bawah pondasi tidak terdapat plat/footing

    Kalau hanya grid saja yang terdiri dari dinding tipis, dan pada bagian top atau bottom-nya tidak ditutup dengan pelat, maka konstruksi tersebut lebih diragukan lagi. Sistem grid-polos berlobang : tidak kaku, bila dibanding dengan sistem grid-pelat-top-bottom.

    geser antara dinding balok grid dengan tanah

    tanah yang berada di antara dinding-dinding grid tersebut adalah tanah urug bukan. Bagaimana bisa tanah seperti itu menghasilkan efek tumpuan (menahan), kalau menjadi beban sih boleh aja.

    tanah disini sekaligus sebagai pengaku dari balok grid yang cukup tipis tersebut ditambah lagi dengan end bearing

    Ini juga diragukan, penjelasan ilmiahnya agak susah. Mekanisme geser/friksi/lekatan dan end-bearing khan beda, khususnya dengan deformasi yang diperlukan untuk berfungsinya mekanisme-mekanisme tersebut. Sebagai contoh, anda punya pondasi dalam, kira-kira dari permukaan tanah sampai kedalaman 15 m tanah lunak, tapi dibawah tanah tersebut ada tanah keras (batuan keras) maka jika pondasinya panjang 12 m maka akan bekerja mekanisme friksi dan end-bearing (mungkin kecil sekali) pada tiang pondasi tersebut. Tapi jika panjangnya 16 m (masuk menghujam kebatu tersebut, anggap pondasinya dari pipa baja yang bisa penetrasi ke batu), maka yang kerja pada tiang pondasi tersebut adalah mekanisme end-bearing saja. Ini jadi ingat dengan kuliah yang diberikan prof. Paulus Pramono dari UNPAR.

    Penjelasan tersebut mempunyai analogi yang sama, misalnya ada sambungan baja pakai baut (samb geser) mempunyai kapasitas 1 ton, lalu ada sistem pakai las juga kapasitas 1 ton. Kalau digabung bersama-sama maka itu bukan berarti kapasitas sambungannya jadi 2 ton. I ya khan, kapasitasnya sama tetapi mekanisme kerjanya beda.

    O ya, pernah mas Badar dengar mengenai keruntuhan blok yaitu yang terjadi pada pondasi tiang yang dipasang rapat sehingga dianggap sebagai satu esatuan rigid yang disebut keruntuhan blok. Yah intinya, mungkin saja pada lokal (diantara dinding-dinding grid) mengalami kondisi yang istimewa (rigid misalnya) tapi dibawahnya pada jarak tertentu khan nggak lagi. Jadi perlu dilihat global.

    Penjelasan sebagai distributor

    emangnya pernah dilakukan penelitian secara mendalam.

    Terus terang ya mas Badar, bukannya saya mau mengecilkan penemuan-penemuan yang dilakukan bangsa ini. Bagaimanapun berinteraksi dengan Profesor senior yaitu Prof. Sahari Besari (guru besar ITB yang sudah pensiun) saya sering mendapat masukan berupa pemikiran-pemikiran berani dan baru yang kadang-kadang menyangkut nostalgia masa lampau. Maklum sebagai dedengkot di ITB waktu itu (sebagai dekan, juga guru besar, juga anggota senat dsb) jadi penemuan-penemuan dahsyat bidang teknik sipil yang kelihatan wah, yang terjadi di republik ini, tidak lepas dari pengamatan beliau, bahkan beliau sering dimintai pendapat atau masukan tertentu. Kesimpulan yang saya peroleh dari diskusi tersebut adalah bahwa banyak yang penemuan-penemuan yang dikatakan ciptaan bangsa ini ternyata hanya sekedar “propoganda belaka”. Itu keputusan politik pemerintah waktu itu.

    Jadi meskipun katanya bangsa ini banyak menemukan temuan-temuan baru, tetapi di kancah internasional tidak pernah terdengar. Mengapa, karena tidak ada penjelasan ilmiahnya atau tidak ada publikasinya. Kita lebih suka dengan penjelasan yang berbau mitos, apalagi bila kasat mata ‘kelihatan’ bahwa kita ‘berhasil’. Ya seperti tempo hari, negara kita sempat disebut macan Asia. Kenyataannya apa ? Jadi hati-hatilah. Ilmu kita itu eksak, sehingga jangan terjebak hal-hal yang wah tapi nggak jelas gitu.

  16. Selamat pagi P.Wiryanto Dewobroto

    Saya tertarik dengan rubrik yang diasuh oleh P.Wir, terutama tentang ilmu teknik sipil, dari rubrik Bapak banyak informasi yang saya dapatkan sebagai bahan referensi dalam perkuliahan, pada kesempatan ini apakah ada manual perhitungan struktur jembatan dari beton bertulang atau presstress dengan standart indonesia, bila ada mohon dengan hormat untuk dikirimkan lewat email,

    Terimakasih P.Wir,selamat berkarya demi bangsa
    dan negara.

    Ambar Susanto

  17. Pagi pak Ambar,

    Syukurlah kalau mendapat nilai lebih dengan berkunjung ke sini. Sebagian besar yang ada disini juga karena anda-anda semua koq.

    Tentang referensi yang berbasis standar Indonesia, belum banyak itu. Kalau yang luar, wah banyak lho. Ini saja saya baru dapat kiriman dari mas Donny 1 CD penuh, isinya ACI2005, ASCE7-05, AISC Steel Design Guide yang lain yang lebih lengkap dll. Hanya belum sempat di up-load karena sebagian besar > 10 Mb jadi harus di modif.

    O ya, untuk pengiriman via email, saya nggak melayani. Nanti kalau ada, saya akan up-load saja ya via blog ini. Oleh karena itu jangan segan untuk sering-sering mampir ke sini.

    Pokoknya structural engineer yang ke sini pasti puas … puas … puas ! :D

  18. Sore pa Wir,
    Saya baru selesai kuliah di jurusan teknik sipil, sebaiknya pekerjaan yang saya tekuni ke lapangan dulu atau ke perencanaan dulu?

  19. Dear pak Wir,

    Saya berencana bangun sebuah rumah.
    dan sekarang sedang menghitung anggaran yang akan saya pakai nantinya.
    sekarang saya kesulitan menentukan anggaran untuk pondasi cakar ayamnya, karena saya tidak tahu detail gambar untuk cakar ayam itu sendiri (bukan orang sipil).
    Mohon bantuan untuk gambar detail cakar ayam untuk rumah tinggal 2 lantai, untuk disudut dan ditengah!!!

    Terimakasih

    MOHON KIRIM GAMBARNYA Ke EMAIL Saya
    dalam bentuk format *.dwg (AUTOCAD)

    Wir’s comments : Maaf saya nggak punya !

  20. Pak Eko,

    Kenapa pakai pondasi cakar ayam???

    Setahu saya pondasi cakar ayam itu baru diaplikasikan pada perencanaan pavemnet bandar udara seperti yang ada di juanda airport serta polinia airport. seingat saya belum ada formula yang bisa mendekati untuk memodelkan pondasi cakar ayam ini.

    Tahun 2000 pernah dilakukan penelitian di LAB Tanah UGM untuk mendapatkan formula dan parameter yang berpengaruh dalam pemodelan pondasi ini namun hasilnya masih belum optimal, kalau gak salah saat itu dibuat pemodelan untuk mengecek penurunan yang terjadi di Polonia airport dan Juanda airpost dan hasilnya masih jauh.

    Kalau hanya akan membangun rumah pada lokasi dengan kondisi tanah lunak (NSPT 3-5) atau sangat lunak (NSPT 1-2), maka alternatif yang bisa digunakan adalah :
    1. Pondasi sarang laba-laba (saya juga sampai saat ini belum mendapatkan referensi mengenai hal ini, hanya pada brochure-nya disebutkan kalau pondasi ini masih cocok untuk bangunan sampai dengan 8 lantai pada kondisi tanah lunak).
    2. Pondasi Cerucuk, bisa dari bambu atau kayu (red: cordorai) lengkap dengan cap-nya dari concrete.
    3. Bisa menggunakan mini pile.
    4. Raft foundation juga bisa.

    Dari pilihan diatas, pemilihannya tergantung lokasi proyek, kalau didaerah yang banyak bambu atau kayu maka sistem no. 2 cocok untuk digunakan karena mudah dan murah.

    salam
    badar

    Wir’s comments : mas Eko itu bukan orang sipil, beliau khan sudah menyatakan itu. Apa ya paham dengan uraian mas Badar yang panjang lebar. Tapi baguslah, karena yang lain jadi tambah pengetahuan. :D

  21. Dear Eko,

    Melihat komentar anda disini :

    Mohon bantuan untuk gambar detail cakar ayam untuk rumah tinggal 2 lantai, untuk disudut dan ditengah!!!

    MOHON KIRIM GAMBARNYA Ke EMAIL Saya dalam bentuk format *.dwg (AUTOCAD)

    Menurut saya, anda harus lebih belajar TATAKRAMA..!!

    Disini adalah Forum buat kami para Civil Engineer Indonesia, Forum yang terhormat dan selalu menggunakan bahasa Indonesia yang sopan dan Intelektual !!

    Mohon maaf Pa Wir dan Engineers bila saya salah ucap..

    Regards,

    Donny B Tampubolon

    nb: Permintaan yang nada dan bahasanya seperti ini sebaiknya langsung didelete saja Pa Wir.. :

    Wir’s comments : tapi dari sisi lain, adanya permintaan dari mas Eko itu membuktikan bahwa BLOG ini telah dianggap sebagai terminal pengetahuan. Jadi dianggap kalau ada masalah tentang teknik sipil maka ke sini pasti SOLVED.

    Tapi dengan saya tampilkan (tidak di delete) dan kita terima dengan baik, juga kita katakan apa adanya (meskipun beliau jadi kecewa).

    Moga-moga beliau paham dan respek dengan bidang teknik gitu.

    Yang paling penting, dan ini juga yang menyebabkan mengapa mas Donny meradang adalah karena permintaan di atas seakan-akan menganggap bahwa solusi teknik sipil adalah sekedar selembar kertas bergambar (atau file AutoCAD).

    Begitu khan. :( :| :) :D

  22. mas wir.. nama saya Bambang Setiawan.

    Saya bingung terhadap permasalahan sambungan lewatan tulangan besi beton yang 40D, apakah sambungan lewatan itu kekuatan tarik besi betonnya dianggap sama dengan tulangan tanpa sambungan pada sebuah balok atau plat beton kantilever ?

    Rencananya saya mempunyai balok dan plat kantilever lama yang panjangnya hanya 1.13 meter dari kolom dan saya mau tambah panjangkan lagi 50 cm sehingga panjang kantilever tersebut menjadi 1.63 meter. Nah apakah untuk pertambahan panjang kantilever tersebut dapat menggunakan besi tulangan dengan sambungan lewatan 40D ataukah harus saya bongkar lagi balok tersebut sepanjang 1.63 meter dan saya buat baru kembali? atau saya harus melakukan cara yang bagaimana?

    Mohon bantuannya mas wir.. untuk memecahkan masalah ini..terima kasih

    Wir’s comments : saya kurang jelas, yang kantilever pelatnya atau baloknya. Ok lhah kalau begitu anggap aja ada kantilever panjang semual 1.13 m jadi tulangan yang keluar dari kolom juga 1.13 m. Begitu bukan. Lalu mau dipanjangkan jadi 1.63 m. Apakah cukup dengan sambungan lewatan agar panjang tulangan bertambah. Apa betul begitu.

    Jika demikian maka yang perlu diperhatikan bahwa untuk kantilever jika diperpanjang maka momen yang terbesar adalah pada pangkalnya (dekat kolom). Jadi pastikan dulu bahwa dengan penambahan bentang maka momen penampang pada pangkal kantilever tersebut masih cukup dengan tulangan yang ada. Jika lebih dari cukup maka panjang tulangan dapat dengan mudah ditambahkan dengan sambungan lewatan pada kantilever tersebut. Juga perlu diperhatikan karena momen ujung kantilver lebih kecil (bahkan no) maka bisa saja jumlah tulangannya lebih sedikit.

    Tetapi jika ternyata dengan penambahan panjang bentang kantilever ternyata tulangan yang tersedia tidak cukup wah itu masalahnya.. Harus ada strategi lain untuk nambah tulangan atau penambahan bentang memakai cara lain, misal atap ringan dari baja dsb.

  23. Dear Pa Wir,

    Betul.
    Karena setiap elemen struktur harus dihitung berdasarkan kondisinya masing-masing karena setiap proyek pasti berbeda kondisinya.
    Sesuatu yang instan membuat orang yang tidak mengerti Civil Engineering menularkan pengetahuan instannya kepada orang lain/termasuk mandor (tidak tahu bahwa itu sesuai atau tidak kondisinya) sehingga pada akhirnya seringkali kita para Engineer menghadapi tukang/mandor yang sok tahu dan “ngeyel” kalo diberikan pengetahuan teknis.

    Dan kalo udah kejadian di proyek, orang “instan” macam mereka tetap saja menyalahkan para Engineer.. ” kan saya memperoleh Gambar itu dari Pa Wir” katanya.

    Dear Pa Bambang,

    Sekarang sudah banyak metode penyambungan beton baru ke beton lama, yaitu cara mekanis, contohnya produk HILTI atau FISCHER, dengan menanamkan stek besi ke beton lama.
    Namun harus diperhatikan, Ini kantilever atap atau lantai?
    kalo kantilever lantai yang memikul dinding, harus dicheck kekuatan stek dari beton baru tersebut untuk memikul dinding diatasnya.

    Atau cara konvensional, bobok dengan hati-hati beton lama, sepanjang 40D, ikuti saja peraturan SNI, kemudian pasang pembesian beton baru ke besi beton lama (diameter besi dan mutunya disamakan).. lalu cor dengan mutu yang sama.

    Syallom..

  24. Pak, saya sangat terkesan dengan blog bapak.

    Saya mau menanyakan tentang pondasi tiang rakit. Apakah sistem transfer bebannya bisa dihitung dengan cara manual (tidak pakai komputer)? Bagaimana caranya ? Terus untuk perhitungan penurunan dan daya dukungnya apakah bisa dilakukan dengan hanya memakai perhitungan dari pondasi tiang atau harus digabung antara keduanya?

    Terima Kasih….
    Tolong dijawab ya Pak….

    Wir’s comments : pondasi rakit termasuk pondasi dangkal, sedangkan pondasi tiang adalah pondasi dalam. Jadi beda perilaku dalam menyebarkan gaya. Jadi tidak bisa langsung digabung (bukan penjumlahan ke duanya). Jika anda dapat memperhitungkannya sebagai pondasi tiang saja dan berat sendiri rakit sudah diperhitungkan dalam pembebanan maka menurut saya itu adalah kondisi yang konservatif (aman).

    Tapi kalau anda ingin keduanya saling sharing wah ini susah karena anda harus meperhitungkan interaksi keduanya dan itu tergantung kekakuan masing-masing. Misalnya, jika pondasi tiang sampai tanah keras dan yang dominan adalah bearing maka struktur rakit di atas tidak akan menyumbang bahkan hanya sebagai beban. Tetapi jika pondasi tiang anda mengambang (tidak sampai tanah keras karena keberadaannya dalam sekali) sehingga hanya mengandalkan tiang friksi maka rakit sedikit banyak juga membantu menambah kapasitas pondasi tersebut.

    Untuk referensi kayaknya di Paulos ada lho, saya lupa-lupa ingat. Sudah lama sekali nggak megang pondasi.

  25. pak wir bisakah saya mendapatkan gambar pondasi rakit (dalam bentuk nyata maupun dalam bentuk cad) dan cara pengerjaannya, fungsi dan syarat-syaratnya
    tolong kirimkan ke e-mail saya
    terima kasih

  26. sebagai tambahan saya membutuhkan gambar ini untuk penyelesaian kerja praktek yang sedang saya lakukan sekarang..
    terima kasih sebelumnya

  27. Pak, apakah Bapak dpt memberikan informasi mengenai proyek gedung yang menggunakan sistem struktur komposit (baja & beton) di Jakarta?
    Selain The City Tower- MH Thamrin yang sekarang sedang dibangun.
    Ditunggu jawabannya segera ya, Pak. Thaaannnkkkss :)

  28. Pak, saya mahasiswa ni. sedang melaksanakan TA. saya mau tanya, ada gak referensi tentang sambungan Lewatan pada beton/baja. kemudian apa ada buku standar terowongan kaca negara lain. Terima kasih.

  29. Selamat Tahun Baru!
    syalom

    Terimakasih atas paparan ilmu yang ada di blog pak Wir.Saya ingin minta tolong buat pak wir atau rekan – rekan yang mengerti akan konsep perhitungan castellated beams. Adakah tingkat kerumitan untuk memahami struktur tersebut>

    Buat Pak Donny Tampubolon sudah bisa buat blog sendiri aja, karenan pemaparan ilmu baik sekali. Mana tahu bisa menjadi blog favorit seperti blog ini.
    thanks

  30. Pak, wir saya ingin tanya metode perhitungan untuk perencanaan joist/joist girder apakah metodengan sama dengan perhitungan beam.

    Wir’s responds: secara prinsip adalah sama

  31. Pak, minta tolong..mohon dibantu untuk yang punya buku JIS handbook, tolong info untuk downloadnya..kalau ada yang berminat terhadap ASTM mohon hubungi saya..
    terima kasih pak..

  32. sore pak wir,
    setelah saya lihat web site ini, saya tertarik.
    Saya minta petunjuk, dimana saya bisa mendapatkan buku
    “Struktur Baja Desain dan Perilaku”
    Karangan: Charles G Salmon dan John E Joghson
    Edisi 3 jilid 1, penerbit P.T. Gramedia Pustaka Utama.
    Terima Kasih

  33. Saya boleh minta informasi atau buku mengenai formula-formula/rumus-rumus dalam mendesain bangunan(teknis) tapi yang dibuat oleh seorang arsitek baik arsitek dalam negeri maupun luar negeri.
    Terima kasih

  34. Salam Kenal Pak Wir
    2 hari yang lalu saya tahu tenteng blogs ini dari yahoo.Dan saya langsung tertarik. Saya mohon petunjuk mengenai metode pelaksanaan bangunan beton, baja, dll.
    Terima kasih atas perhatiannya. GBu

    wir’s responds : pertanyaan anda khan ibarat bertanya kepada dokter bedah, “minta petunjuk mengenai bagaimana caranya mengoperasi jantung”. Terus terang, agak bingung saya menjawabnya, juga rasanya tidak ada buku yang secara tuntas membahas hal tersebut.

    Tetapi mestinya, jika anda sarjana teknik sipil, tentunya pada masa kuliah dulu pernah merasakan apa itu “kerja praktek”. Maka tentunya anda dapat memakluminya. O ya, sebagai informasi, sebagian materi kerja praktek dari mahasiswa-mahasiswaku di UPH telah aku buat jadi artikel di blog ini. Coba aja cari pakai kategori “kerja praktek”.

    Semoga membantu.

  35. Baru pertama kali menjumpai web site di indonesia khusus civil struktural. Sejauh web site yang pernah saya jumpai berupa forum engineer. Boleh kah saya mendown load item AISC 1990

    Terima kasih

    Wir’s responds: monggo-monggo, kalau ada yang cocok silahkan di down-load secepatnya. Karena kadang-kadang setelah beberapa waktu lamanya maka storage penyimpanan sudah nggak bisa diakses. Maklum semuanya pakai gratisan, selain itu setelah di up-load juga nggak sempat di-check-check lagi validitasnya.

  36. Kalau melihat beberapa pertanyaan, sepertinya memang masih banyak yang kurang menghargai profesi terknik sipil ya pak.
    Meski begitu tetap salut dengan mas Wir, yang masih dengan sabar melayani …

    Wir’s responds: o begitu ya mas ya. Terus terang, memang ada yang saya rasakan seperti itu, biasanya aku biarkan, no comments.

  37. Salam kenal…
    saya Zulviqa, mhsiswa Arsitektur Brawijaya Malang..skrang saya sedang menempuh skripsi dgn judul “Pondasi rakit sebagai Alternatif elemen struktur pada rumah tinggal sederhana(Perumahan Type 36 m2)….saya minta pendapat, penjelasan dan gambaran awal Pak Wir…
    menurut saya pondasi rakit ini layak digunakan pada rumah tinggal namun kenyataan dilapangan jarang kita temui (bahkan sangat jarang)..saya pernah temukan pada sebuah rumah di komplek perumahan sederhana, tapi entah kenapa saya langsung berpikir bahwa penggunaan pondasi ini disebabkan oleh “permainan” pengembang….
    sebelumnya saya ucapkan Terima kasih

  38. Selamat Pagi Pak Wir,

    Kebetulan saya membuka blogg anda karena sedang mengumpulkan literatur mengenai Konstruksi Sarang Laba-laba..berkenaan dengan proyek konstruksi yang akan saya tangani yaitu bangunan Islamic Center 3 lantai di palembang, sumsel..mengingat kondisi lahan setempat yang labil karena berbasis tanah rawa-rawa..mungkinkah KSLL adalah jawaban yang tepat untuk persoalan diatas, mohon tanggapannya..dan apabila mungkin mohon attach gambar kerja KSLL untuk bangunan bertingkat.
    Terimakasih dan Salam hormat saya

  39. Pak Wiryanto Yth.,
    numpang menanggapi pertanyaan dari pak Teguh Dwinanto mengenai KSLL.

    Pak Teguh Yth.,

    Menanggapi pertanyaan dari bapak, mengenai penggunaan KSLL di tanah berawa, saya sarankan bapak harus mempunyai data ‘soil investigation’ dahulu seperti data Sondir (CPT), data SPT, dan data Borelog tanah tsb, jadi dpt diketahui sifat-sifat tanah nya.

    Dari brosur yg pernah saya peroleh mengenai KSLL, memang pondasi ini ramah gempa, dapat diaplikasikan pada : tanah dengan daya dukung rendah 0,15kg/cm2 sampai 0,5 kg/cm2, letak tanah keras cukup dalam, dan tanah yang memiliki kompresibilitas tinggi. Tanah berawa adalah tanah yang memiliki tegangan air pori cukup tinggi hal ini sangat berpengaruh terhadap penurunan.

    Penggunaan pondasi KSLL memang lebih ekonomis dari sisi material, biaya, dan waktu, selain pondasi ini lebih ringan dan kaku dari pondasi rakit/slab foundation pada umumnya. Pondasi yg ringan akan mengurangi beban yg harus di dukung tanah, sedangkan kekakuan struktur KSLL akan mendistribusikan beban di atas pondasi ke tanah dengan lebih merata, selain itu kekauan struktur pondasi KSLL akan mengurangi resiko penurunan yang tidak seragam. Penurunan akan tetap terjadi tetapi seberapa besar penurunan yang masih diizinkan itu tergantung dari si perencana tsb.

    Karena pondasi KSLL ini adalah pondasi mengapung ‘floating foundation’ jadi pondasi ini akan berlaku seperti slab foundation pada umumnya artinya hanya sebagai beban terhadap tanah tsb dan tidak ada friksi pada dinding-dinding rib tsb terhadap tanah di dalamnya. Pondasi KSLL ini juga tidak dapat dikombinasikan dengan penggunaan spun pile.

    Sehingga Pak Teguh harus mempertimbangkan daya dukung tanah terhadap perencanaan pembebanan struktur di atas nya.

    Untuk meningkatkan daya dukung tanah (soil improvement) banyak cara yang bisa dipilih, diantaranya dengan soil replacement, pemadatan dengan ‘impact load’, pre-loading, Vertical drain dan Vaccuum Method, Stone Column, dan juga penggunaan Soil-Stabilizer, semua disesuaikan dengan daya dukung tanah yang ingin dicapai.

    Demikian masukan dari saya, mungkin ada rekan-rekan yang mau menambahkan atau mengkoreksi. Terimakasih.

  40. Selamat sore Pak Wir,

    Pertama2 saya ingin memperkenalkan diri dulu, saya Syamsu Hidayat, Saya sekarang kerja di konsultan teknik di palembang. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya blog ini sehingga saya add to favorites di IE saya :)
    Yang saya ingin usulkan / sampaikan adalah alangkah baiknya bila blog bapak dilengkapi dengan fasilitas search, sehingga mempermudah para pengunjung seperti saya mencari topik yang ingin dilihat, agar kita bisa lebih fokus dengan masalah dan pemecahan yang ingin dicari. Demikian sekedar usulan dari saya, atas perhatiannya diucapkan terima kasih dan Semoga Sukses Selalu.

    Wir’s responds: eng, i eng, udah khan. ;)

  41. Pak wir, ada kepikiran gak buat forum untuk para structur engineer. Kita bellum ada wadah nih. Saya yakin masing masing dari kita punya pengalaman menarik di proyeknya masing masing. Yang kalau di sharing bisa dalam waktu singkat nambah ilmu kita. Ilmu praktikal langsung base on theory yang langsung diaplikasinkan di tempat. Bahkan bisa ada fotonya lagi.

    Ayo pak, kita bikin forum yuk

  42. Salam Mas………
    Pertama2 sy memperkenalkan diri….Sy ardi dari makassar…..sy sedang mendesain gedung 4 lantai..tp tanah kerasnya sedalam 16 m…sy bingung mau menggunakan pondasi jenis apa….teman sarankan pakai panjang…masalahnya kl pakai pancang tidak bisa karena ini bangunan dikawasan rumah sakit takutnya mengganggu pasien….terus ada yg menyarankan menggunakan pondasi rakit….tapi sy terkendala karena sy belum pernah mendesain pondasi tersebut…mohon bantuannya (kl bisa literatur tentang pondasi rakit dan KSLL…trims sebelumnya mas.

    • Tanah keras 16 m, itu berarti pondasi dalam (tiang pancang atau tiang bor). Kalau pakai pondasi rakit, itu berarti pondasi dangkal. Masalah kalau pakai pondasi dangkal adalah sudah jelas, tidak sesuai dengan pernyataan anda, yaitu pondasi tidak duduk di atas tanah keras. Padahal prinsip pondasi yang benar adalah berdiri di atas tanah keras. Memang sih, untuk konstruksi yang foot-step-nya kecil, seperti menara dan sebangsanya, maka pondasi dangkal seperti cakar ayam bisa saja digunakan, khususnya jika penurunan pondasi tidak menjadi masalah.

      Kalau hanya ganggunan di sekitar, maka penggunaan tiang bor saya kira dapat menyelesaikan masalah.

  43. Dear Ardi,

    Sharing dari saya…

    Kalau dari hasil soil test yang “akurat” dan bisa dipercaya, jika parameter daya dukung tanah ijin dikedalaman 1.5 – 2 meter itu = 0,65 – 1,0 kg/cm2 (65 – 100 kN/m2, sebaiknya pakai pondasi dangkal (Pondasi Setapak) dengan menggunakan cerucuk bambu atau dolken kayu diameter 8-10 cm dibawah pondasi yang secukupnya).
    NOTE : namun lihat juga kondisi/data lapisan tanah dibawahnya, HATI-HATI..

    Namun jika daya dukung tanah dan nilai SPT nya rendah, untuk 4 Lantai, saya rasa masih bisa memakai tiang pancang mini namun dengan sistim “Friction Pile” (ujung tiang tidak mencapai Tanah Keras – kedalaman 16 meter tadi) atau dapat juga dengan sistim “End Bearing Pile” (ujung tiang mencapai Tanah Keras) .
    Namun untuk sistim “Friction Pile”, anda harus benar2 memperhitungkan differential settlement nya masih pada kondisi aman atau tidak, berdasarkan parameter hasil soil test yang “akurat” dan bisa dipercaya.

    Apalagi di Makasar dan Surabaya, dipasaran sudah banyak tersedia tiang pancang kotak ukuran 20 cm – 30 cm (kapasitas ijin tiang = 30 – 55 Ton per tiang), disesuaikan dengan kemudahan ketersediaan material tiang pancang dan alat pancang yg akan digunakan.

    Sebaiknya pakai tiang pancang dengan sistim Pressure atau Jacking Pile (Hidrolis) jadi tidak menimbulkan getaran dan suara bising. Namun biaya Pancang dengan sistim ini lebih mahal ketimbang Sisitim Pancang Hammer (Pukulan).

    Untuk pemilihan jenis pondasi itu harus melihat kondisi sekitar, kadang jenis Tiang Bor tidak disukai oleh masyarakat/lingkungan sekitar proyek karena “buangan” hasil pengeborannya langsung dibuang kesaluran drainase yang menyebabkan “sedimentasi” dan pendangkalan saluran drainase.

    Ya ada nilai Positif dan Nilai Negatif dari semua alternatif yg dipilih..

    Syallom..

    Donny B Tampubolon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s