keselamatan kerja konstruksi


Insinyur perencana struktur (structural engineer) dan pelaksana (site engineer) umumnya berfokus agar hasil kerjanya yaitu bangunan yang dikerjakannya dapat memenuhi persyaratan teknis yang berlaku, orang menyebutnya kuat (strength) dan kaku (stiff). Dengan demikian pada saat berfungsinya, bangunan tersebut dapat menjamin keselamatan pemakainya.

Sebagian besar, prosentasi pembelajaran di perguruan tinggi adalah untuk itu tadi, menghasilkan bangunan (struktur) yang dapat menjamin keselamatan pemakai dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Lalu bagaimana dengan proses pelaksanaan bangunan kostruksi itu sendiri. Bagaimana mendapatkan bahwa proyek berjalan dengan lancar tanpa ada atau timbul kecelakaan kerja, apalagi sampai jatuh korban jiwa.

Wah kalau itu, sesajinya harus kuat pak !

Apa betul seperti itu. Mau diakui atau tidak, yang terjadi adalah seperti itu. Harus ada sesajinya ! Ada saudara yang kebetulan terlibat pembangunan tol Cipularang, menangani satu segment pada proyek tersebut. Beliau mengatakan bahwa sesaji potong sapi kambing telah dilakukannya beberapa kali, bahkan tahlilan segala. Biayanya ? Itu sudah masuk anggaran kerjanya. Itu sudah biasa, tolak bala katanya. Hebat khan. Ini sungguh-sungguh terjadi. Tapi apa itu menjamin bebas kecelakaan ? Nggak juga, saya dengar ada juga yang meninggal, meskipun katanya itu terjadi di luar pagar proyek. :-

Jadi sebenarnya yang bertanggung jawab itu siapa sih kalau berkaitan dengan keselamatan kerja di proyek. Engineer-nya, kontraktornya atau owner-nya. Saya kira hal ini masih belum baku, khususnya di Indonesia. Benar tidak ?

Adanya safety belt merupakan tolok ukur bahwa mereka concern terhadap keselamatan, tapi kalau orang bodoh akan berkata “yang pakai itu, penakut !” :(

Kalau ada kecelakaan, “Wah itu sudah nasibnya. Lagi apes !”. Itu khan yang sering kita dengar berkaitan dengan kejadian tersebut.

Sebenarnya berkaitan dengan ‘kejadian’ tentang kecelakaan kerja, banyak terjadi. Tidak hanya kemarin, saat inipun juga sering terjadi. Kecuali yang besar-besar, maka kalau hanya jatuh korban sedikit, maka dapat dianggap kelalaiannya sendiri, biasanya pihak kontraktor memberi santunan kepada keluarga, lalu diberi embel-embel dengan kata-kata di atas, ya sudah selesai.

Jadi keselamatan kerja bagi pelaksana konstruksi di lapangan masih menjadi sesuatu yang jarang. Oleh karena itulah ketika ada mahasiswa UPH yang kerja praktek, pada saat bimbingan kerja praktek menceritakan bahwa prosedur keselamatan kerja di kontraktor proyeknya cukup ketat, wah ini menjadi sesuatu yang menarik. Ini perlu disosialisasikan. Bahwa keselamatan kerja itu tidak hanya bagaimana menyiapkan sesaji, tahlilan, kenduri atau sebagainya itu, tetapi itu suatu disiplin kerja dan harus mengikuti prosedur yang ketat.

Yang bagus juga, bahwa untuk mendapatkan keselamatan kerja di proyek tersebut perlu dibikin sistem dan ada yang bertanggung jawab terhadap sistem tersebut yaitu safety manager. Bahkan bila ada yang tidak mentaati sistem tersebut ada sangsi, yang bertahap tergantung dari tingkat kesalahan yang ditimbulkannya, bahkan kalau perlu PHK. Hebat khan. Proyek yang dimaksud adalah proyek Senayan Tower di Jakarta dengan kontraktor utama, Kajima Indonesia. Berikut kami sampaikan gambaran yang didapat di proyek tersebut berkaitan dengan bagaimana mereka mengusahakan keselamatan kerja bagi pekerja-pekerja di proyeknya.

Di pintu masuk kantor proyek, terpampang peraturan-peraturan yang berkaitan dengan safety. Karena setiap pekerja kalau gajian atau nagih uang ke kantor tersebut maka tidak ada alasan bahwa mereka tidak tahu itu. Benar-benar di sosialisasikan. Serius ! Bravo PT. Kajima Indonesia.

Ini peraturan yang harus ditaati! Baca !

Lalu ditunjukkan juga, apa-apa yang harus ada pada setiap pekerja. Ini kondisi idealnya.

Perhatikan, diatasnya gambar pekerjanya ramah (senyum, tampangnya kayak orang jepang ya :) ) tapi lihat bawahnya, kalau nggak ngikuti dan melakukan pelanggaran bisa dipecat. Siapa berani ?

Ini formulir sanksi yang akan diberlakukan bila ada yang melanggar.

Perhatikan itu, ada yang bertanggung jawab lho. Mereka menyebutnya Safety Manager. Jadi tidak hanya sekedar berdoa aja, memohon aja, tetapi memang ada yang bekerja keras untuk memastikan keselamatan tersebut.

Ada proses pembelajaran bagi pekerjanya, hal-hal yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan pekerja. Waspadalah ! Itu maksudnya.

Selain mengingatkan, maka pengelola proyek juga memberi petunjuk praktis bergambar bagi pekerjanya. Jadi bagi pekerja yang sehat, dan patuh, mestinya paham yang sebaiknya dilakukan.

Jika sudah dilakukan upaya-upaya seperti tadi, maka yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa itu harus diingatkan setiap hari, harus ada yang ‘berkoar-koar’ , yah minimal ke supervisornya. Itu lah mengapa sampai perlu ada ‘manager’-nya.

Reward : Artikel ini dapat ditulis karena disiapkan datanya oleh sdr. Iwan dan sdr. Hendrik, mahasiswa jurusan teknik sipil UPH yang telah melaksanakan kerja prakteknya di proyek Senayan Tower, waktunya telah mereka pergunakan dengan baik dan dapat menyerap wawasan-wawasan di lapangan yang up-to-dated. Bravo juga anda berdua.

Itu helm Kajima, o itu tho engineer Kajima yang dari Jepang ?!

Eh sorry, itu tadi khan Iwan, muridku. Belum lulus, tapi koq udah pantes sekali ya, kayak engineer ekspat lagi. Cepet-cepet lulus ya ! :D

About these ads

121 thoughts on “keselamatan kerja konstruksi

  1. Dear Mas Wir,

    Membaca tulisan ini saya jadi ingat betapa berbedanya ketika saya masih berkecimpung dengan dunia konstruksi di Jakarta yang dikerjakan oleh perusahaan Indonesia notabene BUMN atau BUMD dengan tempat saya bekerja sekarang salah satu KPS (kontraktor production Sharing) Indonesia.

    Salah satu paradigma yang dianut oleh petinggi2 perusahaan konstruksi nasional adalah safety adalah mahal serta buang-buang duit yang mengakibatkan harga suatu proyek menjadi mahal, sepintas paradigma ini adalah benar, akan tetapi mengapa perusahaan asing sangat ketat dalam menerapkan safety dengan mengeluarkan banyak duit???

    Fenomena gunung es, itulah jawaban yang menjadi dasar penjelasan dalam satu training safety “safety training observation program” , berdasarkan suatu penelitian dari beberapa kasus yang telah terjadi, cost yang harus dikeluarkan dari satu accident (fatality or only lost time accident) nilainya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan cost yang harus kita bayarkan dengan mengadakan system safety serta peralatan yang dibutuhkan.

    Safety punya system lho, dan harus dibeli untuk menggunakannya, selain beberapa peralatan yang sebagai pendukung, seperti safety shoes, helmet, glasses etc like safety body harness (safety belt sudah tidak recomended base on OSSHA), jadi bisa dibayangkan berapa cost yang harus dikeluarkan untuk itu semua???

    sekarang perhatikan berapa cost yang harus dikeluarkan baik yang direct maupun yang indirect dari satu kecelakaan??, Contoh kasus saja pada proyek saya tahun 2001, pembangunan kantor walikota Jakarta selatan, ada satu karyawan yang terjatuh dan meninggal dunia, setelah saya perhatikan, cost yang harus dikeluarkan direct meliputi : membayar santunan kepada keluarga yang bersangkutan, penanganan jenasah apalagi jenasahnya harus dikirim ke Manado dll, secara tidak langsung adalah citra perusahaan menjadi buruk sehingga para owner akan menghindar atau tidak akan memanggil kontraktor semacam ini disaat bid, yang berarti pangsa pasarnya akan berkurang dan akhirnya tutup.

    ya begitulah, safety like gunung es, yang muncul kepermukaan laut sedikit tapi dibawah permukaan laut sangat besar..

    satu lagi mas Wir, yang selama ini belum dikembangkan di Indonesia, engineer kita saat akan melakukan konstruksi tidak dilengkapi dengan Hazard identification, sepertinya pembahasan hazard identification ini bisa kita diskusikan lagi, karena cakupannya cukup luas, insya Allah kalau sempat saya akan buatkan tulisan sedikit sebagai prolog dalam diskusi nantinya.
    salam
    badar

  2. O begitu ya.
    Ternyata tentang safety itu tidak sepele. Koq nggak diajarkan ya di perguruan tinggi, di UPH kayaknya belum ada yang secara khusus membahas hal tersebut. Mungkin di mata kuliah Manajemen Konstruksi ya, perlu dibukakan wawasannya ke sana.

    Kalau begitu sharing-nya ditunggu lho, dan saya kira tidak hanya saya saja yang pengin tahu.

    Agar structural engineer tidak dikatakan tukang hitung saja, maka hal-hal seperti ini sebaiknya juga harus dipahami dengan baik atau minimal tahu.

  3. Akan saya coba mas wir, tapi harap maklum saya ini kan tidak ada bakal nulis seperti mas wir, jadi kemungkinan tulisannya nanti akan banyak menyadur referensi sana – sini (tentunya dengan tetap menuliskan sumbernya, sebagai kode etik yang tetap harus kita patuhi sebagai praktisi ataupun akademisi)..

    oh ya mas, sebagai informasi saja, pada perusahaan asing, kontraktor yang akan ikut dalam bid diharuskan memiliki CSMS (Contraktor safety management system) seperti ISO 9001 tapikan ISO 9001 spesial untuk project management and quality insurence, dimana dalam salah satu clausal CSMS adalah contraktor harus telah menerapkan safety system dalam pekerjaan pekerjaannya terdahulu.

    Hal ini menjadi boomerang bagi kontraktor2 nasional untuk ikut dalam bid, padahal nilai kontrak pada project – project asing nilainya waaaahhhhhh (gede banget maksudnya)..

    salam
    badar

  4. Saya turut prihatin terhadap kecelakaan beruntun yang baru-baru ini terjadi di Proyek Gedung di Kuningan – Jakarta.

    Seharusnya hal-hal itu dapat dicegah bila ketentuan dalam Keselamatan Kerja Konstruksi diterapkan dengan benar oleh para pelaku proyek dan manajemen perusahaan, tidak hanya sebagai semboyan belaka di spanduk proyek.

    Syallom..

  5. Jadi inget filemnya James Bond terbaru: “Casino Royale”.Action di tengah pekerjaan konstruksi..pake ledakan segala..gilee

  6. Pelajaran safety memang sudah waktunya diajarkan di perkuliahan, mahasiswa jangan diajarin finite element mulu.

    Beberapa minggu yang lalu,ditempat kerja kami ada 2 pekerja yang lagi tahlilan diruang K3 dilindas truk. Masalahnya sepele,supir truk mau mundur tapi persneling masuk ke gigi maju. Sekarang gantian kami yang harus ber”tahlilan” untuk arwah mereka.

  7. Tertarik membaca ulasan mengenai KKK sebenarnya di Indonesia sendiri sudah ada training untuk Keselamatan & Kesehatan Kerja Konstruksi, dimana nanti peserta didiknya akan diangkat menjadi Ahli K3 Konstruksi, cuma sayang belum semua perusahaan konstruksi benar2 nerapin OHS Management System yang benar.

    Seharusnya pada tahap design, structural engineer & safety engineer sudah bisa duduk bareng untuk menentukan Hazard Identification.

  8. pada tahap design, structural engineer & safety engineer sudah bisa duduk bareng

    Kalau hanya sekedar duduk-duduk bareng, boleh-boleh aja sih. Tapi kalau si safety engineer juga minta jatah jasa konsultasi pada tahapan design tersebut maka menurut saya, itu terlalu berlebihan. Apalagi kalau biaya jasa itu diambil dari jatahnya si structural engineer.

    Pada tahap design, bisa apa sih yang dapat dikerjakan si safety engineer tsb. Usulan-usulan, tentang kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan bahaya ? Bahaya dari mana, dulu ?

    Pada tahap pelaksanaan ?

    Wah nggak benar itu, karena hasil rancangan si structural engineer umumnya tidak menentukan cara pelaksanaan. Kontraktor diberi kebebasan berdasarkan pengalaman dan keahliannya, sehingga biaya dapat bersaing, yang penting spesifikasi teknis terpenuhi. Jadi kalau structural engineer menentukan mutu beton berdasarkan sisi kuat tekannya saja maka cukup disebutkan K350 atau fc 33 gitu aja, kita nggak peduli pakai semen apa (kecuali memang ada di spek) atau kerikil dari mana dsb. Juga tidak menentukan mau pakai ready-mix siapa aja.

    Nanti kalau ditentukan, dikira structural engineer-nya KONG-KALINGKONG atau KKN atau apa git. Bisa-bisa kena KPK itu.

    O ya, penjelasan saya di atas terbatas pada pembangunan struktur gedung saja ya. Kalau untuk struktur jembatan, kayaknya lain, tahapan pelaksanaan menjadi bagian integral dalam perencanaan struktur. Perlu diperhitungkan metoda-metoda pelaksanaan. Istilahnya kontraktornya adalah design-built (perencanaan dan pelaksanaan sekaligus). Structural enignernya kerja pada kontraktor gitu. Jadi owner-nya beli jadi gitu. Yah maklum lah, karena jembatan pada umumnya khan hanya fungsinya aja. Nggak perlu arsitek gitu.

    Sedangkan jika yang dimaksud sumber bahaya adalah yang mungkin diterima struktur nanti setelah dipakai, maka hal tersebut umumnya sudah dapat diidentifikasikan dalam code-code yang berlaku. Jika tidak ada pada code maka perlu prosedur khusus, mengapa itu perlu dibahas dsb. Jadi nggak bisa usul seenaknya gitu, kenapa ? Karena ada konsekuensi biaya dan juga belum ada sanksi bahwa usulan tersbut harus dituruti. Kalau di dalam code khan harus dituruti

    Jadi yang penting, tentukan aja regulasi apa yang perlu diikuti. Structural engineer bisa koq mewujudkannya, jangankan hanya untuk menghindari kecelakaan mobil seperti kemarin itu (mobil Jazz yang menabrak batas pengaman) , kalau perlu untuk mencegah kendaraan truk-pun kalau memang diminta saya yakin structural engineer juga bisa merencanakan.

    Apalagi kalau untuk jadi Ahli K3 Konstruksi hanya perlu ikut training seperti yang disebutkan oleh mas Erwin tersebut. Itu sih sepele, sedangkan jadi structural engineer itu perlu waktu tahunan, selain pendidikan dasar S1 maka perlu magang dulu pada engineer yang senior.

    Menurut saya safety engineer lebih diarahkan pada bagaimana mengelola sistem yang terdiri dari benda mati (alat-alat produksi dan yang terkait) dan manusia pelaksananya sehingga interaksi keduanya tidak menimbulkan kerugian baik moril maupun materiil. Pada safety engineer maka kemampuan memimpin atau leadership lebih menonjol. Jadi intinya lebih kearah manajemen dari pada perhitungan njilmet gitu lho.

  9. Mari simak apa yang tertulis dalam terjemahan dari Peraturan tertulis bangsa Mesopotamia (Irak), Tahun 1795-1750 BC (Sebelum Masehi).
    CODE HAMMURABI
    ……
    228. If a builder build a house for some one and complete it, he shall give him a fee of two shekels in money for each sar of surface.
    229: If a builder build a house for some one, and does not construct it properly, and the house wich he built fall in and kill its owner, then that builder shall be put to death.
    230. If it kill the son of the owner, the son of that builder shall be put to death.
    231.If it kill a slave of teh owner, then he shall pay slave for slave to the owner of the house.
    232. If it ruin goods, he shall make compensation for all that has been ruined, and in as much as he did not construct properly this house wich he built and it feel, he shall re-erect the house from his own means.
    233. If a builder build a house for some one, even though he has not yet completed it:if then the walls seem toppling, the builder must make the walls solid from his own means.
    ……
    Regards,
    KING OF BABYLONIA
    nb : Untuk teks tertulisnya dapat di download :
    http://www.4shared.com/dir/2541514/8ece5c0f/sharing.html

  10. Kebetulan bgt nech…bisa sharing2..mengenai K3 Konstruksi..sebenarnya untk jadi Safety Engineer tidak hanya training az..tp sekarang sdh ada jurusan K3 di PPNS ITS yg mana nantinya akan mendapatkan sertifikasi Ahli K3 dari Depnaker..salah satu materinya juga diajarkan mengenai K3 koNsBa (konstruksi bangunan) tp untuk lebih spesifik mnjdi Ahli K3 bangunan diperrlukan training lg… safety engineer dan structural engineer perlu du2k bareng untuk mengetahui potensi bahaya, resiko dan konsequensi yg akan dihadapi dalam proses konstriksi..lha untuk mengetahui potensi dll.. maka safety engineer perlu design awal dr structural engineer.. dr design tsb seorang safety engineer bisa mengidentifikasi bahaya2 yg timbul….mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan…

    Regard,
    MasrHu…

    Wir’s note :
    Structural engineer yang kerja di konsultan bangunan pada umumnya fokus pada perilaku / performance struktur setelah construction. Itu umumnya karena metode konstruksi menjadi hak kontraktor, tepatnya untuk struktur yang umum si structural engineer harus membebaskan metode konstruksi yang akan dipakai. Ini dng asumsi agar kontraktor dapat memilih sesuai dengan kaahliannya. Harapannya, harga proyek dapat lebih murah.

    Jika strukturnya khusus maka juga membahas metode pelaksanaan / erection. Hal-hal yang khusus yang berkaitan dengan hasil rancangannya biasanya telah dituliskan dengan baik di gambar dan dokumen spesifikasi teknis. Jadi kalau engineer lapangan sudah dapat membaca dengan baik serta mematuhi dokumen-dokumen tersebut mengapa si structural engineer mesti duduk bareng ya.

    Construction engineer di kontraktor mungkin yang lebih fokus pada K3, karena berhadapan langsung dengan pekerja dan metode pelaksanaannya. Ini jadi ingat saudara yang kerja di kontraktor, disuruh ke jkt untuk kursus K3.

  11. membaca beberapa article, membuat aku bertanya, sebenarnya K3 dalam bekerja di lapangan membingungkan, karena ada ahli K3 itu sendiri yang mana university juga meluluskan jurusan khusus K3, terus K3 enginer, terus K3 kontraktor, bagaimana nih untuk berkoordinasi antar K3-K3 tersebut agar tidak saling bentrok ilmunya satu dengan yang lainya

  12. Safety itu sebetulnya paling penting tapi juga paling ditidak sukai di segala bidang.

    Untuk yang pernah kerja konstruksi apalagi di dalam negeri dengan perusahaan lokal yang cuma mau cari untung dan cepat selesai, safety jadi nomor paling belakang.

    Jadi untuk mereka yang tertarik bidang safety harus kuat mental dan orientasi karena terutama di dalam negeri, safety engineer / officer cuma ada di dalam bagan organisasi atau dalam proposal saja, kenyataan di lapangan para project manager lebih cenderung memperhatikan (lebih sayang) pada si pelaksana yang cepat datangkan progress dari pada safety engineer / officer yang cuma (dianggap) menghambat progress, apalagi buat mereka yang tidak mengerti sefaty (terutama pekerja lokal) petugas safety itu cuma nyusahin saja.

    Tapi jabatan ini itu sebetulnya dekat dengan kebajikan, jika dilaksanakan dengan baik kepuasannya di dapat pada akhir proyek, dimana didalam safety report ditulis “no body injure, zero accident, no loss day work, apalagi tidak ada kematian” wah rasanya bangga dan puas. Tapi tetap saja yang dapat bonus gede mereka yang mendatangkan progress bagi perusahaan, Safety engineer / officer cuma gede puasnya.

    Tapi rasanya paling enteng beban mentalnya plus enteng karena kesempatan korupsi sangat tipis dan hampir tidak ada, paling-paling kalau ada PPE yang mau dibeli, baru dapat bonus kaos kaki atau sepatu dari supplier (kalau prosentasi jatahnya bagian purchansing men).

    Tulisan ini bukan untuk membuat pesimis para calon petugas safety, karena kedepan safety merupakan syarat utama untuk pekerjaan dapat dilaksanakan dan perusahaan multinasional yang beroperasi didalam negeri mulai menerapkan dengan keras peraturan keselamatan kerja termasuk untuk para subkontraktor lokal.

    Sebaiknya juga para calon atau yang sudah jadi petugas safety harus dilengkapi dengan memperdalam pengetahuan contract management dan terus memonitor regulasi-regulasi baru dalam dan luar negeri.

  13. salam pak wiryanto. kebetulan saya menemukan artikel bapak ini karena saya sedang menyusun tugas akhir tentang k3 di bidang konstruksi indonesia jadi maksud saya disini ingin menanyakan tentang peraturan atau perundangan yang khusus membahas tentang k3 ini untuk dijadikan referensi saya pak.
    Karena saya belum menemukannya nih, mohon bantuannya pak.
    Terima kasih sebelumnya.

  14. wow..
    kebetulan sekali saya membaca artikel ini saat saya sedang mencari bahan ajar tentang K3 untuk murid2 saya…
    sama seperti bung teguh nih. saya juga sedang mencari perundang-undangan tentang keselamatan kerja.
    mohon bantuannya juga ya pakk..

  15. Peraturan Perundangan-undangan yang dicari tentang K3 sudah dibukukan lho, ini saya baru dapat dari Toko Buku Elvira CV, Jl. Ir. H. Juanda 10, Bandung. FAX (022)4200486. TLP (022) 4235960

    Judul bukunya:

    Peraturan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja
    dihimpun oleh Hadi Setia Tunggal, SH
    Penerbit HARVARINDO 2007

  16. Kebetulan sekali saya membaca artikel ini saat saya sedang mencari bahan bagi menyiapkan projek akhir.
    saya juga ingin mengetahui tentang tahap keselamatan pekerja pada masa kini di tapak bina. Karena saya belum menemukannya nih, mohon bantuannya pak.
    Terima kasih sebelumnya.

    Wir’s responds : “tapak bina” ????

  17. sekedar perkenalan, saya Taru, kerja jadi “buruh” safety di kontraktor surabaya, jebolan UNS jur.Hiperkes & KK (sekalian promosi,he..he..), baru buka google ngetik accident of contruction,eh keluar nich page, baca artikel2nya bagus banget, comunicative, santai, tapi tetep informative n mengena.

    ada sedikit pertanyaan nich pak,.tentang cara membangun kesadaran K3 dipekerjaan kontruksi, kalo pekerja lapangan kaya’ carpenter, rebarman, dll sich lumayan gampang,. tapi aneh,orang2 yg ngakunya lbh profesional seperti project manager,site manager, dan orang2 kantoran malah sulit memahami arti pentingnya k3, beliau2 sering melanggar sendiri peraturan K3 yang dalam tanda kutip mereka tandatangani sendiri,.

    tolong pak beri masukan yang “profesional” untuk orang-orang yang “profesional” juga kalo ada minta foto-foto accident dipekerjaan kontruksi,. budaya orang indonesia, “belajar dari pengalaman”, kalo gak ada pengalaman dulu katanya sulit belajar, semoga dengan gambar2 ‘ngeri’ dari orang2 yang udah mengalami accident menjadi pembelajaran visual, dan tentunya kecelakaan dapat dihindari,.

    makasih atas advise’nya..
    bravo K3

  18. Salam kenal pak wir.
    sy praktisi k3 di dinas kesehatan. S1 k3 sy di FKM UI dan S2 Kesehatan kerja di FK UGM. Membaca blog bapak yang oke bangetz, sy terinspirasi pengen jadi ahli k3 konstruksi jg nich he he serius kira2 saya bs ikut diklat ahli k3 konstrks gak ya n setahu bapak materi diklatnya apa aja ? trims sebelumnya

  19. pak nyuwun sewu kulo mahasiswa politeknik negeri malang,saya butuh referensi tentang K3 mohon bantuannya,dihubungi lewat email saja tkz..Minta safety plan proyek konstruksi bangunan gedung,khususnya baja terima kasih…

  20. Saya mahasiswa jurusan K3 di PPNS ITS
    Saya ingin bertanya, bagaimana prospek jurusan K3 di masa mendatang?
    apakah dibutuhkan atau cuma sebagai pelengkap saja?
    Lalu apakah banyak terdapat lowongan kerja yang memperkerjakan ahli K3?
    Jujur saya masih bingung dengan arah ke depannya jurusan K3 ini
    mohon dibantu

    Wir’s responds: Jujur saja. Saya mendengar bahwa K3 ada jurusannya di perguruan tinggi ya dari anda-anda yang menulis komentar di blog ini.

    Bahkan di dalam hati, ada pertanyaan, apakah K3 tersebut perlu dijadikan jurusan khusus ?

    Bayangan saya sih, K3 adalah semacam spesialisasi gitu dari jurusan yang sudah ada, misal teknik sipil atau semacamnya gitu. Menurut pengalaman yang saya ketahui, teman-teman di kontraktor umumnya berlatar belakang teknik, selanjutnya diambil yang berpengalaman, dan ada “bakat” untuk selanjutnya mengambil kursus khusus sebagai lanjutan untuk menerapkan / mengelola K3 di perusahaannya.

  21. ow gitu ya pak,,
    Jadi kesimpulannya, jarang ada ahli K3 yang “benar-benar” asli dari K3 sendiri
    Mau tanya lagi nih,, Setelah lulus, saya akan mendapat sertifikasi ahli K3 umum. Saya tertarik untuk melanjutkan mengambil spesialisasi dari K3 itu sendiri (cont; K3 boiler,K3 lingkungan, dll)
    Yang saya tanyakan, bagaimana cara untuk menempuh spesialisasi tersebut? Berapa lama trainingnya dan berapa biaya administrasinya?
    Thanks

  22. sdr Devan

    Mungkin karena saya tidak mendalami langsung, dan tahunya hanya dengar dari kanan-kiri. Maka pendapat saya pribadi, untuk dapat disebut ahli K3 adalah jika keahlian yang diperolehnya berasal dari pengalaman lama di bidang tersebut, dan bukan orang yang baru lulus dari sekolah dengan ijazah atau sekedar sertifikat K3.

    Mohon maaf, mungkin ini agak menyinggung anda. Pemahaman ini saya peroleh karena saya sempat berbincang-bincang lama dengan seorang pakar K3 dari jawa tengah. Meskipun mungkin beliau nggak punya sertifikat atau ijazah K3, tetapi kalau beliau memberi seminar atau semacamnya maka doktor K3 yang teoritispun tidak bisa menggugat. Bayangkan, doktor K3 tersebut berlatar belakang dokter.

    Ini merupakan fakta, yang jelas pakar K3 tersebut yang puluhan tahun bertanggung jawab terhadap mesin-mesin di perusahaannya sangat memahami hal-hal yang berkaitan dengan K3. Beliau pernah mengantar perusahaannya tersebut mendapat sertifikat tanpa kecelakaan selama berapa ribu jam.

    Intinya, menurut beliau, untuk menjadi ahli K3 adalah orang-orang yang mempunyai “indera ke-6″, itu hanya dapat diperoleh oleh pengalaman empiris dan bukan karena mengikuti pendidikan saja. Beliau pernah bercerita, tentang boiler yang akan meledak itu punya ciri-ciri khusus, atau yang lain, yang mana dokter yang doktor K3 pun hanya bisa mengangguk-angguk, karena meskipun bergelar Ph.D tetapi minim pengalaman lapangan. Juga selain itu, yang bersangkutan juga mempunyai ketegasan / sifat kepemimpinan untuk mengambil sikap tegas untuk melaksanakan sesuatu. Itu hanya dapat jika yang bersangkutan mempunyak pengalaman memimpin, dianggap mempunyai kelebihan. Bayangkan, ada suatu perusahaan sedang beroperasi, lalu datang perintah untuk mematikan suatu mesin yang mempengaruhi proses. JIka tidak dimatikan, pabrik bisa meledak (ekstrimnya), tapi kalau dimatikan, proses produksi gagal, rugi ratusan juta juga. Siapa yang berani memberi perintah itu kalau tidak didasarkan keyakinan kuat bahwa itu akan terjdi maka saya kira tidak hanya didasarkan oleh sertifikat atau bukan. Bayangkan juga, jika ternyata keputusan tersebut salah, kayak apa rek. :(

    Jelaslah bahwa faktor-faktor tersebut tidak dapat diperoleh dari pendidikan di sekolah, yang umumnya lebih banyak kepada penambahan ilmu pengtahuan.

    Oleh karena itu, daripada anda setelah lulus lalu cari pendidikan lanjut lagi untuk bidang yang sama, maka akan lebih baik anda mengembangkan wawasan pengalaman anda. Apalagi jika bisa bekerja pada perusahaan yang cukup terkenal. Saya yakin, ijazah formal K3 yang anda punyai, sekaligus pengalaman pada bidang tersebut merupakan kunci sukses untuk karir anda selanjutnya. Jika itu sudah dipunyai (pengalaman) maka kalau anda mau lanjut pendidikan lagi maka itu akan lebih baik.

    Ya, ini cara pandang orang luar, yang mungkin agak menyinggung anda. Tapi silahkan pikirkan lagi dengan masak-masak.

  23. Kok seperti nya Pemerintah tidak terlalu memperhatikan tentang hal K3 ini.

    Kalau pun ada ditemukan perundang-undangan tentang hal K3 tersebut tetapi dalam aplikasi jarang ditemukan adanya Proyek milik Pemerintahan yang mempunyai budget K3 dalam item RAB – nya.

    Tapi iyalah…..

    Toh dana kita untuk hal yang gituan tidak memadai.

    Mudah-mudahan dengan ditambahnya persentase alokasi di bidang pendidikan lebih memberi warna dan rasa dalam kehidupan khusunya K3 ini.

    Dan hilangkan KKN toh galih…!!!

  24. maaf pak, saya jefri, salah satu mahasiswa teknik sipil
    menurut bapak, apakah ada hubungannya antara perubahan metode konstruksi pada aspek K3?
    karena saya melihat dari tempat KP, terdapat perubahan metode kerja dari penggunaan crane menjadi mobile crane.
    kira-kira, situs apa ya pak, yang bisa saya gunakan untuk mencari hal-hal yang mengenai perubahan metode konstruksi terhadap aspke K3?
    – Terima Kasih-

    Wir’s responds: K3 prioritasnya adalah pada keselamatan kerja, yaitu zero accident. Itu berkaitan dengan aspek manusianya. Jadi jika perubahan tersebut merubah juga interaksi manusia dengan alatnya maka jelas hal tersebut perlu dipikirkan lagi, minimal manusia yang terkait tahu adanya perubahan tersebut dan faktor-faktor yang menyertainya.

    Tentang situs, saya kurang tahu. Tapi coba lihat di kolom samping kanan, itu ada situs khusus tentang K3 versi pemerintah Australia. Siapa tahu dari situ ada ide atau informasi lebih.

  25. Dear all,

    Saya tertarik banget dengan apa masalah yang di bahas, K3 memang udah jadi bahan yang sangat penting dalam dunia konstruksi bangunan, maupun konstruksi baja. Tapi kenapa dalam konstruksi bangunan umumnya masih kurang memperhatikan safety, Apa kurang budgetnya Ya ! Mungkin krn berani ambil tender murah akibatnya safety di abaikan. Saya sekarang juga butuh bahan untuk mata kuliah manajemen keselamatan konstruksi di offshore. Thanks klo ada yang mau bantu saya.

  26. Ping balik: Safety for them at Construction site « ~* Lunary In Eternity *~

  27. Pak wiryanto.. saya naro link ke post ini di post saya ya.. ma link ke beberapa gambar.. menurut saya ini post yang bagus banget ttg standard yang harus diikuti soal K3 di Indonesia..

    Wir’s responds: terima kasih telah dijadikan rujukan.

  28. wah trima kasih pak wir ulasanya..hehehe

    btw,masih ingat saya pak?..hehe
    saya akan pakai ulasan pak wir tentang ke selamatan kerja ini untuk tugas saya,soalnya saya lagi butuh info tentang health and safety di pit construction.apa pak wir ada info lain lagi mengenai pokok ini?seperti apa saja yg perlu di perhatikan untuk keselamatna kerja(mksdnya pake alat apa?ato tmpt konstruksi kita harus pake pengaman apa)..wah trima kasih bnyk sekali lagi atas infonya pak wir.

  29. Sangat menarik apa yang ditulis dan komentar2 diatas.

    Pak Wir,

    Untuk jurusan K3 sangat ini memang sdh ada cukup lama, bahkan yang pertama kali ada UI dan skrg sudah berjamur ke beberapa Universitas & Akademi.

    K3 kalo kita menilik keluar (overseas) sudah ada cukup lama, sejak tahun 1993 ada instansi dari luar (USA) – NSC (National Safety Council) kerjasama dengan Depnaker untuk memberikan pelatihan2 K3, sehingga terbentuk sebuah intutisi independent dibawa naungan Depnakertrans – yaitu DK3N (Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional), untuk memberikan pelatihan2, informasi tentang K3.

    Dan sekarang DEPNAKERTRANS sendiri telah mengembangkan departemen dibawah SEKJEN setara dengan Direktorat, melebur dan menitik beratkan permasalahan K3 dengan serius, dengan memberikan nama instansi tersebut Pusat K3 yang dipimpin oleh ekselon II dengan membawa Balai2 Besar pelatihan di 8 propinsi.

    Jadi, K3 saat ini sangatlah penting dan tidak dapat kita abaikan begitu saja.

    Kalau perusahaan asing seperti tempat kerja pak Bahar, sudah tidak asing. Saat ini, yang perlu kita perhatikan adalah K3 untuk kalangan bawah bahkan sampai rumah tangga (HOME SAFETY).

    Saya hanya orang yang pelaku K3 diluar struktural perusahaan maupun instansi pemerintah.

    Ternyata mengasyikkan, bahkan hampir tiap menit, selalu ada aja perkembangan K3 diberbagai sektor.

    Saya sangat tertarik dengan pak Wir dan Pak Bahar, untuk selalu sharing untuk teman2.

    Saat ini kami dengan (senior K3 dari berbagai unsur: Praktisi, Pensiunan, Pabrikan, Akademisi, dll) sedang mencoba merumuskan adanya kajian baku untuk Profesi K3.

    Semoga kita yang peduli K3 bisa memajukan K3 untuk negeri ini.

    Tahun 1993-1997, rekan2 K3 selalu dijadikan barometer rekan K3 dari negeri tetangga. Tetapi sejak krisisi moneter, kita telah ketinggalan jauh.

    Bravo K3

  30. pak Wir, makasih bgt ulasan ttg K3.

    saya jurusan teknik industri UKRIDA dan sedang mengambil mata kuliah K3.

    saya sangat senang dengan mata kuliah ini karena keselamatan manusia mmg nomer 1.

    tlg ulas, dari pandangan pak Wir, peraturan apa saja yang diterapkan pak Wir sebagai kepala k3 di suatu perusahaan. tnx

  31. safety itu mahal, untuk membangun suatu sistem mungkin dengan kerjasama dan komunikasi bisa dilaksanakan tapi yang terpenting dari semua yaitu komitmen yang kuat, tanya kenapa ? kadang proyek berorientasi pada keuntungan yang besar sehingga budget untuk safety kadang di anaktirikan. jangan lupa fenomena gunung es bung……..

  32. Sebenarnya UU tentang pelaksanaan K3 dalam industri konstruksi bertujuan untuk mengurangi resiko kecelakaan dalam kerja, dimana secara tidak langsung dapat dihubungkan dengan efektivitas kerja. Bayangkan saja jika terjadi kecelakaan, banyak dampak yang bisa ditimbulkan mulai dari hilangnya jam kerja sampai pada kehilangan jiwa dan kehilangan secara materiil. Banyak sekali penyedia jasa konstruksi di Indonesia belum sepenuhnya melaksanakan K3 dalam proyek, banyak yang berpikir pelaksanaan K3 dapat menambah pengeluaran yang berdampak pada pengurangan benefit….

  33. Met kenal aku baru baca n coba gabung untuk beropini, mumpung belum bayar :D.

    Ga ada habisnya membicarakan tentang keselamatan kerja apalagi soal kepedulian pekerja ataupun perusahaannya. tapi klo saya berpendapat bahwa banyak perusahaan yang mengerti pentingya K3 dalam suatu project tapi mereka kadang berpola pikir seperti penjudi atau pun pekerja yang over confident. mereka kadang beranggapan bahwa mereka pernah melewati berbagai project dengan sukses tanpa harus mengeluarkan biaya mahal dengan melengkapi alat – alat keselamatan atau pun peralatan yang sesuai standard. mereka dapat menyelesaikan dengan progres yang cepat, dan kalaupun terjadi suatu kecelakaan perusahaan tidak mengeluarkan uang banyak untuk menanganinya.Padahal kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi esok hari.Kita bisa saja mengeluarkan banyak uang karena suatu kecelakaan.

    Kita mungkin sering dengar bahwa pekerja yang berpengalaman berkata ” Saya sudah 12 tahun bekerja dengan cara seperti ini dan saya tidak pernah celaka “, dia tidak sadar bahwa mungkin bila esok celaka dia tidak akan dapat bercerita lagi tahun depan bahwa dia sudah melakukan cara ini selama 13 tahun…

    Sebuah pesan saja : ” BILA KITA INGIN MEMBERIKAN SESUATU YANG BAIK UNTUK KELUARGA KITA DI ESOK HARI, MAKA KITA HARUS BISA MENJAGA DIRI KITA HARI INI “

  34. Kami sedang mencari Informasi mengenai Peraturan Perundangan & Persyaratan lainnya dalam kemasan Softcopy.
    Tks
    HSE-HK Div.Jln-Jemb.

  35. yth Bp.Wiryanto,

    Artikelnya sangat menarik dan menyeluruh. Saya sedang mengumpulkan artikel yang berhubungan dengan keselamatan kerja untuk dimasukkan email bulanan di sebuah perusahaan minyak di jkt. Bila tidak keberatan artikel bapak saya sadur penuh dengan menyantumkan sumbernya untuk dapat dibagi dengan pekerja lapangan lainnya. Semoga berbuna.
    terima kasih sebelumnya.

    Wir’s responds: silahkan mas.

  36. Yth. Pak Wir,

    Tahun 2009 ini oleh menteri tenaga kerja dan transmigrasi telah dicanangkan sebagai tahun K3 konstruksi. Harapannya mengajak semua stakeholder di konstruksi untuk lebih care terhadap safety.

    Saya ada ide, bagaimana kalau rekan2 di perguruan tinggi membuat suatu survey untuk mendapatkan data frequensi rate (FR) dan Severity Rate (SR) di proyek2 konstruksi di indonesia. Data ini nantinya dapat dijadikan baseline dan mengukur kinerja dari seorang project manager.

    yusuf
    Direktorat Pengawasan Norma K3
    Depnakertrans

    Wir’s responds: moga-moga ini dapat menjadi inspirasi para peminat K3 ya pak. Terima kasih atas idenya.

  37. Saya harap juga demikian pada perusahaan kontraktor kelas menengah kebawah,hendaknya selalu memikirkan safety bagi bawahannya. Contoh kasus yang saya lihat sendiri saat pembangunan Tol waru – Juanda banyak yang tidak menjalankan atau melaksanakan K3 safety ini,tetapi dibiarkan saja,misal safety shoes,safety helmet dan safety glasses. Dari kasus diatas hendaknya aparat terkait dari pemda harusnya sering kontrol bilamana ada pembangunan dalam bidang kontruksi di daerahnya masing – masing, seharusnya tindak tegas kontraktornya bila mengetahui ada pekerja yang tidak melaksanakan dan menggunakan peralatan K3 safety yang harus dipatuhi.

    Aktifis LSM.

  38. just wondering..

    K3 bukan hanya masalah di kontruksi aja deh kayanya…industri lainnnya juga,,, bagaimana dengan industi bioteknologi..yang memanfaatkan bakteri2, jamur atau virus untuk produksnya, industri kimia ynag memakai chemical sebagai raw mat-nya, itu juga harus ada K3nya kan?

  39. Bener sekali K3 sangat penting, tapi pelaksanaannya masih sangat sulit untuk perusahaan di Indonesia, perusahaan masih setengah setengah dalam melaksanakannya. Ya paling tidak kita mulai dari diri kita sendiri, semoga yang telah menulis coment2 di sini termasuk orang -orang yang concern akan pentingnya k3.

  40. Halo pak wir,
    Di UPH, K3 juga belum menjadi mata kuliah ya pak?
    Sepertinya di Universitas memang K3 belum menjadi mata kuliah. Saya sendiri tidak pernah mempelajarinya di Universitas Sumatera Utara.
    Namun, di Politeknik Negeri Medan tempat saya mengajar, K3 menjadi satu mata kuliah di semester 5. Waktu saya tahu mata kuliah itu, saya berpikir harusnya saya mempelajari mata kuliah itu.
    D3 itu kan tenaga terampil sedangkan s1 itu kan tenaga ahli.Tenaga terampil menguasai K3, kog nggak ada tenaga ahlinya. Karena kurangnya tenaga ahli yang menguasai k3, mungkin karena itulah proyek2 di Indonesia terutama proyek pemerintah memandang tidak perlu menggunakan k3.
    Pernah mahasiswa saya yang pernah kerja praktek di pembangunan Gedung Cambridge yang notabene ownernya dari luar, k3nya bagus seperti yang bapak jabarkan di blog bapak.
    Ok deh, berarti walaupun kita yang di s1 tidak mendapati mata kuliah ini, patut lah kita mengetahui dan mempelajarinya.
    thaks pak wir atas sharingnya…
    GBU

  41. Untuk Bu Erni dan rekans lainnya,

    Silahkan visit ke milis migas indonesia (www.migas-indonesia.com). Kebetulan saya juga anggota disitu dan anggota KMI Pusat dibidang keahlian Sipil dan Struktur. Dimilis kami, berkumpul para expert Safety (K3) disamping berbagai expert bidang lainnya dan terbuka untuk sharing pengetahuan bagi semua engineer Indonesia yang berminat. Dunia Safety sangat luas dan bukan sekedar PPE (personal protective equipment) saja.
    Kebetulan saya certified untul level II Opito Oil/Gas. Jika Pak Wir sebagai pemilik blog mengijinkan, bisa saya share beberapa artikel praktikal mengenai safety.

  42. duh pak artikel safetynya sangat menarik apakah masih ada yang lainya, kalau belum saya tunggu deh, soalnya manfaat banget thx ya

  43. Keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi kalau mau dibicarakan sangat menarik, dan benar kata ibu Erni dari Politeknik USU.

    Di tempat kami Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) juga sudah menjadi mata kuliah sendiri bahkan mahasiswanya harus mengerjakan tugas membuat SMK3L yang dikerjakan selama 1 semester, selanjutnya dipresentasikan dengan data real dari proyek.

    Untuk asosiasinya sudah ada lho…. yaitu A2K4Indonesia silahkan lihat di web nya.

    Sehubungan dengan K3K, saya sedang mengajukan hibah di DIKTI untuk penyelenggraan simposium dan menerbitkan jurnal-jurnal tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (K3K). Bagi yang memiliki penelitian maupun tesis dan desertasi mohon bantuannya untuk menyampaikan judul dan penulisnya. Selanjutnya apabila usulan hibah disetujui, yang menyampaikan artikel akan diberikan kompensasinya dan diundang untuk menghadiri simposium. Saya butuh minimal 30 judul dan ditunggu sampai tanggal 20 Juli 2009.

    Mohon maaf ya Pak Wir….., ini saya ikut nimbrung demi partisipasi program DIKTI.

    Trimakasih Pak Wir atas dimuatnya komentar saya.

  44. terima kasih pak wir atas ulasan mengenai K-3, selama 5 tahun terakhir saya meneliti tentang safety in construction, dan saya menemukan bahwa pola pikir ahli-ahli konstruksi di tanah air harus sedikit diubah untuk memperhitungkan aspek keselamatan kerja di dunia konstruksi sebagai sebuah aspek yang unik sekaligus penting adanya…..

  45. Saya telah membaca semua penjelasan diatas dan mulai memahami dan mengerti topik diatas.
    Masalah-masalah yang berhubungan dengan Safety in Construction dan memperhitungkan keselamatan kerja.

  46. Sekarang safety belt sudah dilarang dan sebagai penggantinya adalah full body harness.
    Beberapa kejadian terbukti safet belt menyebabkan patah pinggang.
    Salam

  47. Ulasannya bgs bgt pak Wir, Indonesia sgt butuh orang2 spt pak Wir utk memajukan dunia kontruksi kita, spy kita gak diserang ama kontraktor / konsultan dr luar, sekarang ini sy lg study S3 di UI dgn topik research SMK3, boleh gak diskusi dgn pak Wir n dibantu referensix pak? tq

    Wir’s responds : selama bisa membantu, monggo-monggo saja. :)

  48. Trima ks atas responnya pak Wir
    Penelitian kami sdh pada tahap pengumpulan data2 pelaksanaan SMK3 di industri kontruksi Indonesia, klo pak Wir dan teman-teman punya referensi : data, bahan, jurnal ttg K3 ato foto2 kegagalan konstruksi, mohon kiranya dapat disharing ke kami via email : rosmariani_ar@yahoo.com,
    Bantuannya sgt kami harapkan utuk melengkapi penelitian kami, dan kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi dibidang K3 di Indonesia

  49. Dear all..
    Mau nanya nih…unutk bekerja dibawah power line apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk keselamatan….tolong dibantu ya….

  50. All . . . . ,
    Mau tanya , apakah ada yang tau , daftar perusahaan konstruksi yang bersertifikat smk3 dari sucofindo , mohon bantuannya .

  51. Saya karina, mahasiswi K3, FKM UI. Tulisan yang bapak tulis menarik sekali. Saya mau minta izin mengunduhnya untuk tugas kuliah.
    terima kasih

  52. salam pak wir

    terima kasih dapat sharing di blok bapak

    saya bekerja di sebuah galangan kapal di surabaya sebagai Blasting and painting supervisor, sekaligus sebagai koordinator K3 di lingkungan kerja, mungkin saya tdk punya keahlian khusus dibidang K3, hanya pernah mengikuti Diklat K3 di ITS selama 15 hari untuk mendapatkan sertifikat AK3 umum.

    awalnya perusahan saya tdk concern dgn hal ini, tetapi fenomena tentang gunung es itu terbukti, bagaimana keadaan di galangan kapal yg nota bene adalah heavy industri tdk menjalankan prosedur K3, sungguh suatu kecerobohan tingkat tinggi, berbagai persoalan terjadi utamanya yg menimpa pekerja lapangan, jatuh dari platform, tersengat listrik tegangan tinggi yg tereduksi di air, kejepit pipa, kebakaran pada area tak terlihat akibat pemotongan blander sembarangan, ledakan tangki akibat gas solvent yg masih tersisa, ledakan tabung elpiji akibat terkena percikan las, silikosis akibat penggunaan material balsting yg keliru, dan masih banyak lagi kejadian2 yg terjadi, dan itu semua sangat merugikan.

    tetapi itu di atas adalah cerita dulu… sekarang kami benar2 menerapkan sistem p2k3 yang walaupun sederhana dan praktis tapi terkontrol dan di patuhi mulai dari jajaran management sampai office boy, taat akan aturan-aturan yg di tetapkan sehingga sampai sekarang kami masih dalam koridor zero acident.

    yg membanggakan kami walaupun management K3 yg kami laksanakan masih sederhana tapi sudah menarik minat mitra kerja kami dari Belanda yaitu Damen Shipyard gorinchem untuk menjalin kerja sama pembangunan kapal2 eksport digalangan kami.

    kamipun sudah mendapatkan ISO 9001 – 2000 dan sekarang sedang dalam jenjang upgrade ke ISO 9001 – 2008 dari LR.

    intinya dari K3 adalah yang pertama adalah Kepatuhan semua karyawan dan sadar bahwa musibah akan datang kapan dan dimana saja jadi kami selalu hanya memberikan peringatan setiap saat tanpa merasa bosan…….

    karena kita bekerja untuk mencari nafkah, maka datang selamat pulang kerumahpun harus selamat dan sehat agar semua bahagia…..

    trimakasih…

  53. Dear Pak Wir,
    Salam kenal

    Saya sangat tertarik dengan ulasan mengenai K3 yang bapak sampaikan diatas, mungkin bapak bisa kasih saya artikel lain mengenai K3 atau referensi. trims

    Buat Mas Thomas Yanuar,
    Salam kenal

    bisa share artikel praktikal mengenai safety atau K3. trims

  54. sebagai PNS yang ditugasi mengawasi pelaksanaan K3 di tempat kerja / konstruksi, saya sangat merasa bahagia ternyata masih ada yang peduli dengan K3. Untuk rekan kami di Dit. PNK3-Depnakertrans saya berharap kalau PT. Jamsostek sudah mampu berpromosi lewat media TV, mudah-mudahan Depnakertrans / Dit.PNK3 dapat / sudah ada anggaran untuk mempromosikan K3 pada media yg sama

  55. Saya butuh info nich pak, kaitannya dengan penggunaan cage pada forklift untuk mengangkat orang menurut buku manual tidak diperkenankan, tapi ada kegiatan di gudang untuk stock taking membutuhkan forklift mengangkat orang, dan selama ini saya menggunakan cages spy safety & telah dilakukan risk assessment …mohon penjelasan saat menghadapi auditor apa yang perlu dijelaskan…! Thanks http://www.pergudangan.wordpress.com

  56. pak Wiryanto, apakah saya boleh mengutip artikel ini untuk keperluan internal kantor. saya kepingin mengingatkan kembali masalah safety first, saya pikir artikel ini akan menjadi contoh yang bagus.

    Wir’s respond : semakin banyak yang mengutip, semakin senang koq penulisnya. He, he, asalkan nama penulisnya disebutkan.

  57. salam hangat selalu,apa apa saja yang diperlukan untuk mendukung K3 dan bagaimana kalau kontrak kerja di bidang kontruksi yang kita dapat hanya satu bulan perlindungan apa yang di dapat oleh karyawan secara hukum kalau perusahaan tersebut tidak ada diterapkan k3

  58. Salam Pak Wir…

    Saya Zaini dari Singapura. Kebetulan saya sedang mencari bahan dan artikel mengenai “Keselamatan di Tapak Binaan/Petrochemical” dalam bahasa Indonesia. Semuga tulisan Pak Wir dan “comment” teman teman disini bisa saya gunakan untuk manfaat pekerja pekerja di Kota Singa ini…
    Selamat dan Teruskan Perjuangan… Kerna “Safety is a Mission and not an Intermission”

    Saudara baru…
    AbgZai (Zaini Abdullah)
    HSE Advisor
    ExxonMobil
    Singapore

  59. Salam hangat bagi yang peduli K3.

    4 tahun saya mengenal cara kerja yang hebat, begitu tertib, disiplin, persiapan yang terrencana, SDM yang kompeten, ditunjang peralatan yang prima dan metoda kerja yang jelas. PDKB adalah singkatan dari Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan pada instalasi tenaga listrik 150000 Volt dan 500000 Volt. Saya merasakan kenyamanan selama bekerja di PDKB meskipun dengan resiko yang tinggi, bersentuhan langsung dengan tegangan 500 ribu Volt.

    Bagaimana tidak? Manajemen begitu perhatian, anak buah disiplin, alat kerja prima, metoda kerja jelas, komunikasi terbuka, semua diberdayakan agar dapat memberikan pelayanan maksimal.

    Ratusan milyar rupiah terselamatkan tiap tahunnya dari kWH yang mungkin tidak tersalur, artinya Milyaran Watt Hour yang tetap mendukung konsumen agar tidak padam.

    Paradigama telah berubah menjadi: Jika dimungkinkan tetap menyala, mengapa listrik harus padam!!!
    Nah, bagaimana dengan instansi yang lain?!

  60. Salam sejahtera buat semua terutama Pak Wir,

    Saya sangat senang jika ada orang yang peduli akan K3 apalagi jika ada tulisan, atau komentar berdasarkan pengalaman … yang pasti saya akan menjadi pembaca dan pengdengar yang baik …

    Terus terang saya seorang PNS yang bergerak di bidang Riset, Perekayasa dan Jasa Teknis mungkin dari sekian ribu pegawai yang ada saya lah melihat celah untuk menjadi orang yang peduli K3 dan saat ini saya melakukan terobosan yang tidak populer di tempat saya … walaupun ada yang suka atau tidak suka dan banyak hambatan terutama UUD … tapi saya tetap menjadi kan K3 sebagai budaya kerja yang aman, nyaman, lebih produktif yang jelas menciptakan citra yang lebih baik.

    Jika dibandingkan negara tetangga yang dulu belajar dari kita dimana Para Pejabat Pemerintah begitu sangat peduli akan K3 tapi di NKRI yang peduli K3 swasta lah yang lebih dominan walau pun ada peraturan dan perundangan-undangan tentang SMK3 … tetap saja hati nurani belum tergerak.

    Mudah2 an bangsa ini menjadi bangsa yang punya komitmen dan peduli akan K3LKM (peduli keselamatan, kesehatan kerja, lingkungan, keamanan, mutu)

    Salam,

    sur2211@yahoo.com

  61. Salam Hangat bagi bapak2 Safety….
    Saya sangat berterimah kasih tentang pengetahuan safetynya saya baru di safety, untuk itu saya sangat mengharapkan bantuan bapak2 yg lama bergelut dibidang Safety : apa saja yg paling penting diterapkan dalam Pekerjaan Proyek Konstruksi Gedung bertingkat Seperti Hotel? mohon bantuannya…..

  62. Salam kenal
    saya kuliah dijurusan Teknik Sipil,saya termasuk orang yang malas membaca,tetapi setelah saya membaca-baca di BLOG bp ternyata sangat menarik dan sangat bermanfaat bagi saya karena memberikan masukan dan motifasi. Apalagi skarang saya sedang Skripsi mengenai MK3,mudah-mudahan ada ilmu-ilmu lainnya yang bisa saya peroleh!

  63. setelah saya membaca blog bapak. saya sangat tertarik untuk lebih memahami tentang keselamatan dalam bekerja,
    untuk lebih bisa menerapkan K3 ini sendiri saya ingin belajar ilmu dari k3 itu sendiri..
    apakah saya harus ambil kuliah lagi ato bisa dengan program2 pelatihan saja.. mohon masukan nya pak..
    terima kasih

  64. Ping balik: belajar ilmu dari k3 « The works of Wiryanto Dewobroto

  65. Safety Firs….
    Accident NO…
    Itul adalah salah satu Moto safety.
    Bagi yang ingin mendalami tentang K3 (Keselamatan & Kesehatan kerja) bisa ikut training-training tentang K3 atau membaca buku-bukunya dan perlu diketahui bahwa sekarang ini sudah banyak universitas yang ada k3nya, dan kebetulan saya lulusan dari universitas negeri di surakarta untuk progam Hiperkes dan Keselamatan kerja (K3).

    • iyaa, pelatihannya banyak bgt pengen bgt bs ikutan
      tp cenderung mahal dan ckp berat untuk kantong mahasiswa sprt sy
      hikss.. apalgi HSE tkait OnG atau Petrokimia…

      andaikan ada komunitas diskusi smcm training spti itu ya

  66. kalau di luar negri, kalau ada accident, liabilitinya tinggi sekali. makanya semuanya takut.

    mungkin pemerintah harus bikin peraturan biar yang bikin celaka bisa didenda yang banyak, tidak boleh ikut tender untuk proyek baru,

  67. Assalam wrwb,

    Komentar,
    Kalau dilihat sekilas bagus penerapan K3 nya, tapi kebiasaan buruk orang kita, jika menghukum apalagi bisa memotong gaji pekerja akan bangga dan perlu diketahui menyangkut pemotongan gaji (deduction) bagi yang melanggar itu tidak dibenarkan, saya juga belum melihat peraturan didepnakertrans, Bila jika sistim pemotongan gaji dilakukan akan banyak terjadi penyimpangan2 pada akhirnya keselamatan akan diperjual belikan. masih ada cara lain yang lebih baik karena akar permasalahan K3 harus dilihat dari root cause nya, karena para pekerja kita (diindonesia) rata2 berangkat dari daerah2 yang bekerja musiman jadi mereka tidak tahu peraturan tentang K3.
    Jadi para HSE Manajer atau K3 Officer harus membuat rencana K3 yang bagus mulai dari :
    – Induction trainning bagi pekerja
    – Safety talk
    – Safety/Daily monitoring
    Saat monitoring disini sangat menetukan apakah pekerja menurut atau
    tidak dengan peraturan K3, Disini safety officer harus mempunyai sense
    of psychology (cara mempengaruhi pekerja) artinya tidak kaku dalam
    menegur pelanggar.
    – Punishment
    a. Seperti biasa kita kasih teguran 1,2,3 diskorsing.
    perlu diketahui dalam tehnik menegur :
    – Bila pekerja mematuhi peraturan kita kasih ucapan terima-kasih atau
    sesuatu yang membuat mereka merasa diperhatikan
    – Bagi yang melanggar kita tanya mengapa tidak mematuhi peraturan
    kalau perlu kita ajak dalam keruangan kita sampaikan pentingnya K3.
    b. Kehadiran dan keaktifan para mandor yang harus ditekankan.
    b. Terakhir dikeluarkan dari tempat kerja
    Ini bagi pekerja yang sudah tidak bisa ditoleransi.
    Demikian sedikit komentar dari kami dan ini bukan jalan yang terbaik karena kondisi dilapangan lebih sulit tapi untuk mengurangi kesalahan dalam menerapkan peraturan K3 perlu diperhatikan.

    Wassalam,

  68. asslkm..

    pak wir, bgs bgt ulasan ttg K3nya.. menarik..
    saya juga pengen bgt mendalamin ttg K3 or HSE
    ada ga ya, perusahaan yang terima magang untuk posisi ini,
    jd biar tw aplikasi ilmunya sblm terjun k dunia kerja,
    kebetulan sy mhsw smstr 7

    trmksh p’

    virleen

  69. Untuk informasi bagi rekan-rekan sekalian para netter , berdasarkan pengalaman saya di kontraktor sebagai penanggung jawab system termasuk SMMutu ISO 9001 , SMK3 Permenaker 5 -1996 , OHSAS 18001 dan SMLingkungan ISO 14001 , implementasi semua sistem ini hanya akan berjalan efektif apabila dilakukan secara top down , role model dari para pimpinan yang dimulai dari pemahaman para pimpinan terhadap semua sistem tersebut , tidak kenal maka tidak cinta. Pemahaman terhadap semua manfaat sistem tersebut akan berdampak positif terhadap efektifitas implementasinya. Disisi lain saya perlu menyampaikan Salut juga kepada Program Magister Teknik Sipil UI yang memasang Manajemen K3 dan Lingkungan dalam kurikulum dimana saya bertugas sebagai staff pengajar pada mata kuliah tersebut. Dengan berakhirnya masa bakti saya di perusahaan BUMN Konstruksi saya menawarkan jasa saya untuk membangun Sistem yang saya sebutkan diatas. Untuk lebih mengenal saya lebih baik silakan kunjungi http://www.liliksumarliadi.blogspot.com. Salam dan selamat juga untuk ibu Ros yang mengambil SMK3 sebagai obyek penelitian disertasi program Doktor di UI.

  70. hai salam kenal dari 3G (3 gadis)
    kami baru bergabung dengan PT.WASKITA KARYA dibagian staff K3LM boleh doang…………..yach kasih saran untuk lebih mendalami k3 bantu kami yaaaa pak biar kerjaan kita bisa lancar and disang bosssssssssss

  71. hai salam kenal dari 3G (3 gadis)
    kami baru bergabung dengan PT.WASKITA KARYA dibagian staff K3LM boleh doang…………..yach kasih saran untuk lebih mendalami k3 bantu kami yaaaa pak biar kerjaan kita bisa lancar and disayang bosssssssssss

  72. salam kenal pak Wir, saya dosen Fakultas Teknik Jurusan T Sipil Unpar (Universitas Palangka Raya), kebetulan saya semester ini ngajar MK K3, kalau boleh dan bapak berkenan bagi-bagi dong bahan kuliah K3-nya supaya lebih mantaf lagi ngajarnya. Tks & GBU

    • Saya tidak mendalami K3, meskipun demikian karena saya mengelola mata kuliah Kerja Praktek, yang mana mahasiswa saya dapat berinteraksi dengan lapangan maka memang banyak masukan informasi K3 yang dapat saya peroleh. Jadi kalau ada yang menarik tentang K3 tentu akan saya tuliskan di blog ini. Silahkan check secara rutin blog ini. Salam.

  73. Salam sejahtera, kepada seluruh pengurus Blog ini.
    Saya salah satu dosen T.Sipil, saya sering mengikuti berita tentang K3 pada dunia jasa konstruksi, semoga dengan adanya blog ini semua pengetahuan tentang K3 yang diaplikasikan pada bidang konstruksi dapat terus dikembangkan dan diinformasikan. terimaksih. sukses

    Saran: Mohon gambar Blog-nya disesuaikan dengan isi informasinya tentang K3-Konstruksi. (gambar pembukanya). terimakasih

    • Maaf pak ini blog pribadi, tidak dikhususkan untuk sesuatu, seperti misalnya K3 atau apa, kalaupun ada yang sesuai dengan sesuatu maka itu dapat dipastikan bahwa yang menulis sedang tertarik saja memikirkannya.

  74. Mas Wir,
    Membaca blok anda tentang K3, saya senang sekali bahwa K3 sudah disosialisasikan secara tepat. Harapan saya yang menjadi ahli K3 semestinya juga mengerti konstruksi. Sehingga tujuan zero accident yang sebenarnya dapat tercapai berkat disampaikan oleh petugas K3 yang mengerti konstruksi itu sendiri.
    (Eh masih ingat saya mas…. salam dari Surabaya… semoga sehat selalu)

    • Lho kita khan sama-sama di atas panggung seminar HAKI 2010 itu khan pak. Syukurlah berkenan mampir di blog ini. Selamat tahun baru 2011 pak.

  75. salam kenal ja pak wir.saya muslim chaniago.jurusan K3 sekolah tinggi ilmu kesehatan indonesia padang.hehe sedikit promosi.sya sekarang slah satu kontraktor sebagai safety.kita berharap mdah2an k3 kedepannya lebih bagus lagi.K3 itu btuh dukungan dari semua kalangan project..tetapi walaupun ada ahli K3 diperusahaan dan berkoar koar mengingatkan K3 utk pekerja tetapi kalaw kurang dukungan dari semua pihak tetap aja penerapanya gak optimal.maaf ada uneg2 ge nech.jurusan kusus K3 sudah ada ne tapi kenapa ya distus loker yg diminta jurusan teknik kebanyakan.apakah kami dari jurusan K3 apakah bisa ngeplay jga dari lowongan yg ada iitu nanti.hehe.mhon kmentarnya.buat teman2 gw menda.dinda.lira suskses aja.safety first

  76. rata-rata pekerja kontruksi berpendidikan rendah dan suka ngeyel bila di kasih tahu, tentang kelengkapan K3 saat beraktifitas, bagaimana cara yang pas memberitahu / penjelasan terhadap mereka, selama ini saya sudah berusaha memberi penjelasan, pengertian pentingnya K3, bahkan resiko melanggar kelengkapan K3 di proyek saat beraktifitas, dengan cara pendekatan sampai sikap tegas, tetapi masih saja ada yang menganggap hal sepele, kalau terjadi kecelakaan tetap saja saya yang dicari, untuk menyikapi hal seperti ini bagai mana, Pak…?

  77. saya mahasiswa kesehatan kerja uns. . . .saya juga bingung sih bagaimana realnya k3 itu di dunia kerja. .masih byak perusahaan yg mengabaikan aspek k3,, bahkan sistem regulasi yg sekarang jga tidak dijalankan pemerintah secara tegas,, jadi yg paling berpengaruh dalam k3 adalah direktur perusahaan itu sendiri,, kesadaran owner ato direktur mungkin yg sekarang jadi aspek utama penunjang k3 d perusahaan. . .satu lgi saya jga bingung masalah sertifikasi ahli k3,, kita yg belajar 4 tahun ttg k3 belum bisa mendapatkan sertifikasi itu namun org lain yang hanya mengikuti training sertifikasi ahli k3 yang hya beberapa bulan bahkan hanya minggu bsa mendapatkan sertifikasi tersebut ?? trus apa guna kita belajar 4 tahun,, lo sama aj yang beberapa bulan. . . ??????

  78. TERIMAKASIH UNTUK SEMUA INFORMAN K3 DAN KHUSUSNYA PAK WIR. LEBIH-LEBIH LAGI UNTUK MAHASISWA BIMBINGANNYA YANG KP DI KAJIMA. SALUTE…

  79. Need your comments on the issue to enhance Safety Culture in Indonesia:
    Indonesian need to improve on:
    1. Commitment from top management. government. ministers and goes to public
    2. Safety is not talking about dollar and cents.
    3. More website and information pertaining to safety. TV is the best media to escalate information
    4. Safety must be built in and not bolted in to workers. Meaning it should start from school.
    5. Safety is everybodys responsibility
    6. Equip Safety practitioner with knowledges
    7. No short cut in dealing with safety issue
    8. Indonesian Safety practitioner need more exposures
    9. Safety practitioner is someone that be able to talk, lead by example, competent, knowlegable and confident ALARP.

    If all these statement be able to tackles, Indonesian will be the best in implementing safety as “DOA” after morning or weekly breifing is already a part of the culture.

    grateful to see that one day, Indonesia Bisa..

    Regards

  80. makasih infonya.. sy instruktur pelajaran k3 di sekolah menengah.. terang sy belum tahu real nya K3 dilapangan. skrng da ada gambaran de,, mks ya Om.

  81. Dear Pak. Wiryanto
    Saya baru baca artikel ini, kapan UPH mengadakan kunjungan ke Kajima lagi? kebetulan saya sekarang Deputy Construction Manager PT. Kajima Indonesia Proyek Senayan Square Apartment tower C & D.

    Best regards

    Brury

  82. Sebaiknya mulai diperkenalkan pada kurikulum sekolah dari mulai SD, SMP SMA sampai Perguruan Tinggi, agar jiwanya terbiasa dengan pola K3

  83. pengalaman saya sebagai safety konstruksi kebanyakan tingkat kedisiplinan pekerja sangat kurang sehingga kami terapkan denda yang bervariasi dari tdk menggunakan helm, sepatu , safety body hardness, kaca mata , sarung tangan bahkan kebersihan diarea kerja masing-masing mandor kami terapkan 5R harus selalu dijaga kalau tidak kita akan beri sangsi dan denda, sampai2 mandor pusing kalau denda terhadap pekerja sangat banyak , ya itulah yang harus kami terapkan ….bahkan kami rutin setiap seminggu sekali kami lakukan safety induction kesemua pekerja dan safety talk 1 bulan satu kali. disitu kami beri penjelasan bagaimana pentingnya suatu kelengkapan dari APD , metode kerja , alat yang digunakan serta dampak resiko apabila kesemua itu tidak terpenuhi akibatnya akan fatal….bahkan kami menunjukan foto kecelakaan yang terjadi , dengan itu kesadaran kedisiplinan semua pekerja mulai lebih maximal lg…walaupun ada beberapa orang masih kurang mematuhi..

  84. masalah k3 adalah budaya sehingga marilah kita ubah paradigma pekerja yg mengangap k3 adalah suatu peraturan menjadi sebuah budaya sehingga pekerja mengangap k3 sebuah hak bukan sebuahkewajiban dengan begitu k3 akan berjalan lancar di sebuah proyek

  85. Ping balik: my study | blitza85

  86. berarti yang menentukan berangkat tidaknya adalah pihak Bnp2tki ya gan
    usia max berapa jika ingin seleksi ke korea
    soalnya untuk para kenshusei tidak bisa kembali ke jepang jadi rencana ikut seleksi yang ke korea
    Salam,,
    mohon bantuannya

  87. apa yang di terapkan di lakukian di lapangan jauh berbeda boooosss, rugi mas broo, kalau ada kontraktor yg menjalakan k3 pada rugi bro. saya setuju denagn mas badaruddin. mas wiir jangn bicara metode penelitian kalau anda belum terjun lapangan. apa pernah mengindentifikasikan kepatuhan kontraktor terhadap penerapan peraturan” K3 pada bangunan kontrukasi dan lain”.

    • mas wiir jangn bicara metode penelitian kalau anda belum terjun lapangan.

      Mas Nugi, mas Nugi . . . ., wong jelas saya ini dosen bukan orang lapangan koq nanyanya begitu. Jika merasa punya banyak pengalaman di lapangan dan merasa bahwa yang saya tulis tidak benar atau kurang baik, ya silahkan dilawan dan ajukan saja apa yang menurut anda itu lebih baik secara tertulis.

      Kondisi seperti itu maka pertama dapat menunjukkan bahwa pengalaman anda di lapangan dapat memberikan informasi atau pengetahuan yang lebih baik lagi dari informasi yang sudah ada. Itu khan memang esensi ilmu pengetahuan. Kedua, jika kondisi adanya engineer lapangan yang tidak mau kalah dengan engineer kantoran seperti saya ini dalam berbagi ilmu, maka tentunya kondisi atau suasana keilmuan tentu akan lebih baik lagi. Ada perbandingan ilmu yang dapat dibaca oleh banyak orang. Mana yang lebih baik, silahkan para pembaca yang akan mengevaluasi.

      Terus terang, fakta menunjukkan bahwa “lamanya seseorang bekerja di lapangan” kadang kala tidak dapat dijadika indikasi akan tinggi ilmunya seseorang. Maklum, mereka bisa menggunakan analogi “bisa karena biasa”. hal itu tentu tidak terkait dengan faktor innovasi dan kreatifitas.

      Nah sekarang silahkan sdr Nugi Haryanto, tunjukkan hal itu. Jangan hanya sekedar “tong kosong berbunyi nyaring”. Tunjukkan bahwa “tuanya anda di lapangan” adalah sepadan dengan “tuanya ilmu” yang saudara miliki.

  88. Bersama ini saya sangat berminat mengabdikan diri saya dengan sedikit pengalaman di bidang safety pada management construksi .selama ini dgn komitmen yg tegas dari apa yg saya lakukan terhdap kinerja kerja kontraktor yg saya awasi, dapat menyelesaikan proyek dgn zerro accident. Harapan jika ada peluang buat saya tolong di infokan ke saya
    Ahmad sofyan
    02180345752
    Email :sofyanman674@esia.blackberry.com. Atau di sofyan_prosys@yahoo.com

  89. baru ketemu ini sharing2 tentang K3, memang K3 sangat di perlukan pak wir. penting sekali. cm di negara ini memang belum membudaya K3 itu. salam kenal saya praktisi HSE di berbagai project EPC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s