spesifikasi pembebanan


Ingin menjadi insinyur sipil yang profesional adalah keinginan setiap orang (lulusan teknik sipil yang seneng struktur tentunya). Profesional yang dimaksud di sini adalah bukan mempunyai sertifikat profesional aja lho, tetapi benar-benar mampu bekerja sesuai yang diharapkan oleh owner (pemberi kerja), mampu memberikan solusi yang menyelesaikan permasalahan. Tentu saja itu di bidang engineering.

Kriteria kepuasan owner tentu saja harus dimulai dari fungsinya terlebih dahulu yaitu keselamatan (strength and ductile), kenyamanan (stiffnes) yang sekarang mungkin ada unsur keselamatan lingkungan. Baru setelah itu unsur-unsur bisnis, misalnya sesuai budget (ekonomis), dapat dikerjakan dan sebagainya.

Untuk mendapatkan hal-hal seperti itu bagaimana caranya. Salah satu cara yang ampuh / efektif adalah kemampuan engineer untuk memperkirakan beban-beban apa yang akan bekerja pada struktur rancangannya tersebut. Ini tidak gampang, pengalaman tidak menjamin (tergantung pengalamannya di mana), untuk itu insinyur harus selalu meningkatkan pengetahuan dan wawasannya, juga perlu saling berinteraksi satu sama lain, mempelajari pengalaman orang-orang lain yang pernah sukses dengan kasus serupa. Langkah yang efektif adalah banyak membaca dan juga yang paling penting (menurutku) adalah selalu rutinlah berkunjung pada blog ini.

Mengapa sih ?

Blog ini ternyata sudah menjadi kebutuhan bersama para engineer, khususnya di Indonesia. Buktinya ? Mereka-mereka sudah tidak segan-segan berbagi pengetahuan maupun informasi yang mereka miliki. Diskusi maksudnya pak ? Bukan, tidak hanya diskusi lebih dari itu, yaitu literatur-literatur digital. Itu tidak hanya sekali, beberapa teman engineer telah banyak yang mengirim jurnal, code, dsb-nya tentang structural engineering. Ada beberapa CD ya, wah lupa, pokoknya kalau mau baca seminggu aja pasti udah teler.

Misalnya ini lho tentang spesifikasi pembebanan , udah punya belum :

A m e r i c a n  S o c i e t y  o f  C i v i l   E n g i n e e r s

M i n i m u m  D e s i g n  L o a d s  f o r B u i l d i n g s  a n d
O t h e r   S t r u c t u r e s

A. S_ C. E atau S. E_ I  seri 7 tahun 05

Chapter 1 – General (down-load PDF 178 kb)

Chapter 2 – Combinations of Loads (down-load PDF 75 kb)

Chapter 3 – Dead Loads Soil Loads and Hydrostatic Pressure
(down-load PDF 53 kb)

Chapter 4 – Live Loads (down-load PDF 221 kb)

Chapter 5 – Flood Loads (down-load PDF 164 kb)

Chapter 6 – Wind Loads (down-load PDF 2,232 kb)

Chapter 7 – Snow Loads (down-load PDF 474 kb)

Chapter 8 – Rain Loads (down-load PDF 37 kb)

Chapter 9 – Reserved for Future Provisions (down-load PDF 26 kb)

Chapter 10 – Ice Loads-Atmospheric Icing (down-load PDF 576 kb)

Chapter 11 – Seismic Design Criteria (down-load PDF 498 kb)

Chapter 12 – Seismic Design Requirements for Building Structures
(down-load PDF 1,242 kb)

Chapter 13 – Seismic Design Requirements for Nonstructural Components
(down-load PDF 553 kb)

Chapter 14 – Material-Specific Seismic Design and Detailing Requirements
(down-load PDF 528 kb)

Chapter 15 – Seismic Design Requirements for Nonbuilding Structures
(down-load PDF 760 kb)

Chapter 16 – Seismic Response History Procedures
(down-load PDF 118 kb)

Chapter 17 – Seismic Design Requirements for Seismically Isolated Structures
(down-load PDF 533 kb)

Chapter 18 – Seismic Design Requirements for Structures with Damping Systems
(down-load PDF 734 kb)

Chapter 19 – Soil Structure Interaction for Seismic Design
(down-load PDF 134 kb)

Chapter 20 – Site Classification Procedure for Seismic Design
(down-load PDF 88 kb)

Chapter 21 – Site-Specific Ground Motion Procedures for Seismic Design
(down-load PDF 1,633 kb)

Chapter 22 – Seismic Ground Motion and Long-Period Transition Maps
(down-load PDF 1,424 kb)

Chapter 23 – Seismic Design Reference Documents (down-load PDF 147 kb)

Appendix 11A Quality Assurance Provisions
Appendix 11B Existing Building Provisions
Appendix C Serviceability Considerations (down-load PDF 239 kb)

COMMENTARY (down-load PDF 6,616 kb)

Note : ini sumbangan dari teman anda Donny B. Tampubolon yang sering nongol memberi komentar di blog ini. Trims ya mas Donny.

About these ads

121 thoughts on “spesifikasi pembebanan

  1. Dear Pa Wir,

    Sama-sama Pa Wir.

    Dengan adanya Blog bapak ini, saya juga sangat terbantu dalam mencari info yang berkaitan dengan masalah pekerjaan yang saya hadapi..:)

    Saya tergerak untuk mensharingkan file yang saya punya, agar rekan mahasiswa, engineer maupun para Dosen yang jauh dari Jakarta dan kota-kota besar, tidak usah bingung mencari referensi, buku dsb.. Karena kebanyakan file ini juga Jarang/tidak ada ditemui di Toko buku.. kalaupun ada, harganya pasti mahal.. :(

    Supaya mahasiswa di luar Jakarta juga semakin cerdas dan Dosen-dosennya semakin terpacu membaca referensi dari luar sehingga tidak kalah dengan Engineer dan Dosen yang ada di Jakarta dan kota besar lainnya :)

    Saya senang sekali melihat para mahasiswa yang kritis dan aktif berinteraksi di blog ini :)

    Semoga Bermanfaat !

    Pa Wir,

    Blog ini juga menghilangkan kepenatan saya dalam bekerja seharian di kantor..

    Kecanduan gitu loohh.. Kalau mulai start kerja, yang pertama saya buka adalah Blog ini, setelah itu saya mulai kerja..hehehe..Jadi ketahuan deh sama Bos :) sorry ya bosss…

    Syallom..

  2. Pa Wir,

    Adakah tulisan Pa Wir yang membahas tentang pondasi (baik pondasi dangkal ataupun pondasi dalam borpile/tiang pancang).

    Metode mana yang sebaiknya digunakan untuk menentukan daya dukung pondasi, dasar-dasar yang menunjang bahwa metode tersebut paling direkomendasikan untuk dipakai.

    Mohon penjelasannya…. terima kasih

    Wir’s respond : saya belum pernah membahas tentang pondasi, kalaupun ada nanti mungkin lebih ke arah soil-structure-interaction, atau mungkin strateji pemilihan suatu sistem pondasi yang tepat untuk suatu struktur. Apakah bisa pondasi dangkal yang relatif murah tapi aman, atau harus pondasi dalam yang relatif mahal, dsb-nya. Jadi untuk kekuatan pondasinya sendiri yang berkaitan dengan parameter-parameter tanah maka cenderung itu grey area, kepunyaannya soil engineers.

  3. Pak Wir,
    Saya lagi design struktur dengan bentangan antar tiang 15 m n 10 m. tinggi tiang 4,8 m. tampak atas plat lantai berbentuk trapesium. Saya coba design balok prestress.
    Permasalahan nya apa ada solusi lain apabila menggunakan struktur baja atau struktur dengan beton bertulang biasa.

    Saya minta tolong juga perhitungan prestress.
    kalo ada rekan yg bantu aku dah buat permodelan di Sap 2000 v.10.
    Jika ada saya berikan alamat mail saya : inok_iyung@yahoo.com.
    Terima kasih pak wir

  4. Dear All,
    Mohon bantuannya untuk PPIUG (Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung), hard copy terima kasih akan saya ganti ongkos kirimnya atau kalau ada yang softcopy terima kasih sekali.

    Rgd,

    Jr_

  5. Tips2 tentang skripsi yang bapak muat, benar-benar membantu saya dalam memulai tugas akhir saya, pak !

    Ada pertanyaan, saya punya judul sbb: “analisis pre stress pada struktur melengkung”. Kira-kira dimana saya dapat memperoleh referensinya khususnya tentang struktur melengkung ?

    Oh ya pak, ini juga mengenai kerja praktek saya tentang jembatan yang meggunakan tumpuan elastomer. Sebenarnya prinsip kerja elastomer itu seperti apa ? Seperti diketahui sistem sendi-sendi, sendi-rol tidak cocok untuk jembatan. Jadi, sebenarnya sistem elastormer itu bekerja sebagai apa pak ?

    Mohon penjelasannya. Terima kasih.

  6. @Hendry:
    Lantai (dng pelat beton ?) untuk bentang 15 m relatif cukup besar jika digunakan balok beton bertulang, check lendutan dengan memasukan pengaruh retak dan creep (rangkak). Amannya ya pakai prestress. Balok baja juga bisa koq (retak dan creep nggak dominan).

    @Dolly:
    Prestress untuk struktur melengkung, apa itu ? Kubah, atau bisa juga dinding struktur silo. Bisa beda itu strateginya. Jika struktur memang sudah menerima gaya tekan (compression) seperti pada kubah, mungkin prestress nggak perlu. Tapi jika akibat beban didalamnya sehingga terjadi tarik pada komponen lengkung tersebut (misalnya silo) maka prestress sangat diperlukan.

    Untuk itu perlu diperhatikan loss of prestress shg stressing tidak bisa sekaligus (ingat jika konfigurasi strand-nya lengkung maka timbul losses).

    “Seperti diketahui sistem sendi-sendi, sendi-rol tidak cocok untuk jembatan”. Siapa bilang ?

    Ini tanggapan khususku tentang elastomer

  7. Mantap Pak,….

    saya sangat terbantu..dengan file2x pdf nya,…maklum kalo beli mahal..gak terjangkau sama kocek saya…apalagi cmn pegawe kecil (yg dituntut karnya besar,he3x)

    salam

  8. Mas..saya eusebius purwadi…saat ini saya bergerak di lembaga sosial untuk kegiatan pengawasan pembangunan di Jawa TImur..

    Saya ingin bertanya…mengapa dalam pengadaan tender..kegiatan pengadaan kerangka jembatan dan bahu jembatan dipisahkan? apakah itu masuk akal…apakah ada permainan dalam proyek tersebut?

    mohon penjelasannya

    Wir’s comments : Pak Pur, masalah anda kayaknya masuk pada bagian Manajemen Proyek. Saya mencoba menganalisis dari kaca mata engineer. Kerangka jembatan (mestinya baja ya) mestinya ini konstruksi utama jembatan (main proyek) sedangkan bahu jalan sebagai konstruksi sekunder (finishing). Juga waktu kegiatannya berbeda. Maka berdasarkan konsep tersebut bisa aja displit, dipisahkan. Apalagi jika konstruksi bahu jalan bukan dari baja.

    Ya tapi itu relatif, bila itu dikerjakan oleh kontraktor utama, maka melibatkan kontraktor spesialis, misal khusus kerangkan dia beli dari fabrikasi baja (Transfield / Transbakrie) sedangkan pondasi dll dan bahu jalan kontraktor tersebut. Jadi kalau begitu orang awam melihatnya sebagai satu kesatuan tidak displit.

    Tergantung kontraknya kelihatannya mas.

    “ada permainan dalam proyek tersebut?”, bisa juga. Mungkin ada kontraktor lain yang punya info (koneksi) tetapi nggak punya kompetensi memadai, lalu minta porsi yang nggak beresiko gitu. Menurut saya wajar-wajar aja, bahkan untuk tipe yang tahu diri gitu masih lebih baik daripada yang merasa punya koneksi tapi nggak kompeten lalu minta jatah semua (lalu di sub-kontrak-kan).

    Yang penting anda kendalikan mengenai mutu (sesuai spek perencanaan), biaya dan waktu-nya aja mas. Bandingkan dengan pekerjaan sejenis, wajar nggak ? Ini mah yang bisa menilai MK profesional. Selamat bekerja ya mas

  9. Pak Wir,
    Terimakasih atas kehadiran blog ini dimana insinyur Indonesia bisa share buku / spesifikasi / code sehingga membuat insinyur Indonesia menjadi lebih banyak tahu, yang akhirnya akan membuat lebih pintar.

    Sekarang saya sedang mencari spesifikasi / code negara Canada seperti :
    CSA : Canadian standard association
    NBC : National Building Code

    apakah Pak Wir atau rekan-rekan lain dapat membantu ?
    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih.

    Arif Budiman
    NB: buku P Wir : Aplikasi rekayasa konstruksi dgn VB 6 – bagus !!!! ada rencana terbitkan buku baru ?

    Wir’s respond :
    semoga ada yang sharing.
    Syukur pak kalau bukunya bagus.

    Saat ini belum ada rencana membuat buku lain selain buku disertasi. Moga-moga nanti juga berguna, disitu saya memakai ABAQUS untuk mikro model. Tetapi karena di Indonesia sangat jarang yang menguasai maka kalau jadi buku komersil maka nggak ada yang beli. :(

  10. Pak Wir,
    web site Bapak sangat berguna sekali dan mudah-mudahan Bapak selalu dalam keadaan sehat dan bahagia.

    Mohon ma’af pada chapter 6 dari file Minimum Design Loads for Buildings and Other Structures yang dikirim oleh Bpk. Tampubolan tidak dapat didownload karena ada kerusakan. Apakah dapat dikirim lagi revisinya?

    Sekali lagi terima kasih atas perhatian dan kebaikan Bapak-Bapak Sekalian
    Hormat saya,
    Harwanto

    Wir’s comments : salam sejahtera pak Harwanto, saya langsung coba klik chapter 6 yaitu tentang Wind Load. Nggak ada masalah itu pak, file ukuran 2.2 mb bisa di down-load dan bisa dibuka pada PDF itu.
    Saya pakai Speedy pak.

  11. Salam Sejahtera Pak Wir,
    Ma’af saya ingin bertanya lagi, setelah saya coba dengan Laptop saya (sebelumnya dengan desktop) untuk membuka chapter 6 dari file minimum design load …. ternyata muncul comment yang sama yaitu : “there was an error opening this document. The file is damaged and could not be repaired” tetapi file lainnya dapat dibuka. Selain itu file mengenai Handbook of Civil Enginering Calculations juga tidak dapat dibuka walaupun saya sudah mengikuti petunjuk dari Bp. Eri Iwan P untuk mengcopy paste beberapa tulis yang disarankan. Sekali lagi terima kasih banyak dan ma’afkan saya bila ada kata-kata yang tidak berkenan.
    Salam

    Wir’s comments : kalau begitu saya juga tidak tahu, karena ditempat saya tidak ada masalah. O ya, saya pakai Acrobat 7.0.

  12. Salam kenal Pak Wir,
    Saya skg sedang menyusun skripsi ttg design jembatan menggunakan struktur balok beton prategang dengan bentang total 230 m.

    saya minta tolong referensi untuk perhitungan balok prategangnya dengan bentang 40 m dan 50 m. Oya Bapak ada gak file NAASRA?

    Mohon bantuannya, dan salut atas hadirnya blog ini…
    Terima kasih.

  13. Pak Wir,
    Aku dulu pernah pake ABAQUS di workstation, pake SUN-Xwindow. tapi udah lama sekali, tentunya sekarang sudah ada versi PC. Kayaknya memang sedikit di Indonesia yang pakai kalah popular dengan yang lain.
    Bye.
    Arif Budiman

    Wir’s responds : Pak Arif pakai ABAQUS versi berapa ? Untuk menyelesaikan kasus apa ? Dimana pak ? Waktu masih sekolah ya ?

    Saat ini saya pakai untuk material metal, yaitu sistem sambungan pada dua bagian metal yang terpisah pakai alat mekanik penyambung (seperti kokot) tetapi ditekan hingga menghasilkan alur pada kedua metal yang pasangkan menyamping. Baru kemudian keduanya ditarik sampai runtuh. Jadi opsi yang dipakai non-linier material, geometri dan kontak sekaligus. Menarik juga.

    Saya nggak yakin bisa nggak itu dilakukan oleh program lain yang populer di Indonesia. Apa sih yang populer, SAP2000 atau ETABS atau STAAD. Kayaknya kalau itu nggak bisa ya.

  14. siang Pak donny dan juga Pak Wir,

    saya ingin mendown load peraturan pembebanan indonesia untuk gedung yang di kasih sama Pak donny diatas tapi gak bisa…gimana ya pak?
    trima kasih

  15. P Wir,
    Saya gunakan ABAQUS waktu saya kerja di Obayashi Corp. Tokyo, Civil department- design section. sudah lama tahun 1993, versinya lupa, untuk perhitungan finite element.

    Waktu itu PC masih intel pentium 1- 100 khz, aku pakai SUN work station yg lebih cepat drpd PC. (sekarang sih sudah lewat oleh PC ) untuk perhitungan jembatan precast segmented, 3D solid element, nonlinear geometrik, nonlinear material. prestressed load. dibebani hingga runtuh, sampai ada gap/retak di antara segment. dan perhitungan kerjaan lainnya jembatan cable stayed bridge, water tank tower, riset work horizontal resistance tanah pada wall pondasi.

    SAP, ETAB, STAAD fokusnya untuk kerja bukan untuk riset.

    Program yg besar waktu itu MARC ( waktu aku ambil Master di Nagoya University ), yang lain tp aku belum pernah coba mungkin ANSYS, NASTRAN. yang punya kemampuan nonlinear material, geometrik, kontak.

    Apakah hasil perhitungan P Wir akan diperbandingkan dengan uji laboratorium ?

    Wir’s responds : wah asyik juga ada yang pernah pakai ABAQUS. Saat ini kelihatannya udah ok, rasanya cukup logis hasilnya. Problem kontak yang bikin lama, pernah terlalu kecil mesh-nya, running sampai 28 jam. Harus pakai dekstop Core 2 Duo, memory 2GB. Laptop sudah nggah bisa lagi.

    Nanti kalau tahap numerik sudah cukup matang, dan dapat dipilih konfigurasi sampel yang paling baik dilanjutkan ke eksperimen. Rencana sih ke PAU ITB, ke lab-nya bapak Muslinang. Rencana tahap numerik saya maju akhir tahun ini. Jadi awal tahun depan udah bisa eksperiment lalu dipakai untuk kalibrasi ke FEA-nya gitu pak.

    Sekarang anda di mana, masih di Jepang atau mana. O ya, anda sekarang di industri atau riset / peneliti gitu.

    Salam

  16. Saya kembali ke Indonesia thn 1995, kerja di kontraktor – Jaya Obayashi, bagian desain- bangunan industri, pakai program STAAD, kemudian Tatamulia menjadi CM gedung Menara Prima, selesai september 2007, Oktober 2007 baru mendarat di Vancouver-Canada, masih sibuk mencari pekerjaan di bidang struktur engineering.

    Wir’s responds : Syukurlah pak, kalau begitu. Semoga cepat dapat pekerjaan yang dimaksud. Ada beberapa teman Indonesia yang sudah bekerja disana yang sempat mampir di blog ini. Siapa tahu dapat saling berbagi info. Kami di sini hanya bisa mendoakan semoga teman-teman yang diperatuan dapat berhasil, mandiri dan mampu mengangkat nama bangsa. Amin.

  17. saya mahasiswa ITS Surabaya mau menanyakan tentang tugas saya mungkin bapak atau rekan2 para engineer lain bisa mengajari, mengenai permodelan struktur tangga bagaimana memodelkan struktur tangga dengan benar???

  18. saya sangat terbantu dengan adanya blog dari bapak ini, saya sendiri seorang self learner .
    Ada web menarik dari MIT (Massachuset Institute of Technology ) yg konon paling terkenal di dunia membuka kesempatan belajar bagi yang berminat dengan GRATIS.
    buka link berikut :
    http://ocw.mit.edu
    semoga universitas dalam negeri bisa mengikuti jejak mulia ini.
    Juga ini saya tanyakan ,
    Apakah ada yang mempunyai SNI untuk analisa pembebanan dan konstruksi.
    saya coba download dari web SNI tetapi error.maklumlah buatan dalam negeri.

  19. Dear All,

    Saya persilahkan rekan-rekan engineer untuk membuat list yang anda inginkan. Mungkin saya akan mengupload kembali di folder sharing saya tersebut, karena di bulan ini ada deadline proyek-proyek di kantor yang harus saya penuhi.

    Untuk menguploadnya kembali semua data saya, sepertinya tidak mungkin untuk saat ini… capcay deh.. :(

    Harap maklum, karena semua file itu di luar negeri cukup mahal loh harganya ratusan US$ dan mereka sangat melindungi hak cipta.

    Pa Wir, semoga blog bapak ini tidak di embargo juga..hehehe.

    Syallom..

    Wir’s responds :
    **mahal** , wah pantes saya banyak menemuin materi-materi disini udah di link langsung dari web-site luar. Jadi yang kita jadi nggak kebagian. Itu perlu trik mas Donny.
    Tapi ya memang hal-hal seperti inilah yang membuat blog ini terkenal, he, he, he. Trim ya mas.

  20. Pak wir, adakah tulisan bpk tentang perhitungan struktur sistem beam melingkar(elips), ataupun perhitungan beban2 jembatan karena saya melakukan sedang melakukan kajian terowongan melayang dibawah air dengan bentuk terowongannya adalah elips. atau tulisan yang lain yang berhubungan dengan kajian tersebut. thanks u

  21. Pak Wir, saya ingin menanyakan apakah bapak mempunyai referensi soal perhitungan bracing atau tulisan tentang hal tersebut untuk bahan skripsi saya
    Thanks

  22. nama saya rusmawan….Maaf apa ada yang punya buku pedoman tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung

  23. salam kenal pak wir!!!

    saya kuliah di teknik sipil universitas udayana bali..
    terima kasih atas referensi yang pak berikan.

    saya ingin tanya tentang analisis struktur yang belum saya mengerti, mohon bantuan bapak kalau punya cara-cara pembelajaran yang mudah dimengerti.

    terima kasih pak wir.

    Wir’s responds: lho belum mengerti, berarti belum lulus mata kuliah itu dong. :lol:
    Itu berarti anda harus aktif tanya dosennya.

  24. saya mau bertanya untuk pembesian plat lantai mana yang lebih kuat menerima beban pembesian rangkap atau pembesian pakai teromol. terima kasih pak.

    Wir’s responds: saya nggak paham pertanyaan anda, apa itu semacam rem maksudnya. Ada teromol dan ada yang disc-brake. :P

  25. Dear P’ Donny,
    Salam kenal, betul kata bapak; dengan adanya info di blog ini dan sharing filenya- akan banyak membantu mahasiswa, dosen & engineer sipil. Bravo tuk Mas Donny.

  26. Dear Pa Agus,

    Mau cerita sedikit niy, saya jadi ingat waktu jadi mahasiswa, saya sering fotocopy buku2 dari perpus takaan di kampus, potong uang saku tiap bulan..
    Sekarang kayaknya udah ngga jaman lagi deh dengan menjamurnya e-books gratis yang bertebaran di dunia maya.

    Seharusnya mahasiswa dan engineer (khususnya di Indonesia ) jaman sekarang lebih pandai dari sebelumnya..

    Salut juga untuk Pa Wir yang rela menyediakan waktunya untuk berdiskusi bersama di blog ini, tapi bukan tentang Dewi Persik loh..

    Salut juga atas kesediaan pa Wir, untuk membagi file ke dalam bentuk yang lebih kecil, maksudnya agar mudah didownload oleh rekan-rekan Engineer yang mempunyai speed download komputernya kecil/terbatas..

    Salam kenal juga pa Agus, smoga apa yang telah terjalin sekarang ini semakin berkembang dan membawa berkat untuk kita semua..

    Syallom..

  27. Salut, pak WIR, saya dosen T.Sipil Untag Surabaya, sejak tahun 1989 sampai sekarang. Mengampu mata kuliah ASMM dan Aplikasi Komputer untuk Rekayasa Konstruksi.
    Sudah lama kami mengumpulkan buku ASMM, dari yang bhs indonesia, sampai yang berbahasa inggris. Termasuk dua buku karangan Anda, dan saya mewajibkan bagi siswa saya memiliki buku anda, SAP 2000. Dan mengunjungi Website anda. Semoga karya dan web anda bermanfaat bagi dan mencerdaskan dunia komunitas sipil di Indonesia. Sukses untuk Pak Wiryanto.

  28. salam sejahtera mas Eko,
    Salam kenal dan terima kasih untuk turut mempromosikan buku tersebut. Tanggapan seperti anda inilah yang membuat saya tetapi ingin menulis baik itu di buku maupun di blog. Juga semoga kesenangan menulis ini dapat ditiru oleh teman-teman sekaliyan, sehingga bersama-sama dapat turut serta mewarnai bangsa ini dengan hal-hal yang baik.

    Salam
    wiryanto dewobroto

  29. PAK wir… aku mau cari sni pengujian plat lantai ada nda????..kok sni nya jarang….aku lagi nyari sni tentang beton, pengujian, mix design,ddd

  30. Slmt malam, p’Wir n komunitas konstruksi yang lain… saya skarang lagi nulis skripsi tentang perencanaan gedung. ada yang bisa bantuin ga..? saya lagi butuh file Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung. klo ada yg punya tolong kirim ke emailku: eszershark@gmail.com
    trima kasih sblumnya.

  31. pak wir, saya mahasiswa tingkat akhir mau nyusun skripsi tentang PBD (Performanced Based Design) dengan pushover pake metode kapasitas spektrum!
    1.Apakah bapak punya code ATC-40 yg free download? atau mungkin bisa kasih linknya!
    2.Untuk struktur core wall yang jd sistem kantilever desainnya pakae manual SNI kan ga ada detailnya, apakah di manual ACI ada?
    thanx

  32. pak wir…
    perkenalkan,,,,
    saya bombi,
    saya mahasiswi teknik sipil UNSRI angkatan 2005,,,
    sekarang kami lagi dapet tugas perancangan jembatan baja kereta api dengan peraturan eurocode….
    kami benar2 bingung pak tentang peraturan eurocode, khususnya masalah pembebanan…
    pak, km juga minta peraturan eurocode untuk kereta api,,,
    mohon bantuan pak wir…..
    trima kasih…

  33. syallom,pak wir!!!

    nama saya emo dari universitas swasta di jember,,saat ini sedang mengerjakan skripsi dengan judul analisa balok beton prategang pada rangka portal..pake SAP pak!!
    saya udah beli buku bapak yang SAP tebaru, sangat membantu skripsi saya pak..

    saya ingin bertanya pak
    apakah sistem postension dan pratension punya perbedaan pada perhitungan bebannya??

    terima kasih pak!!

  34. Hallo Emo,
    Trims udah beli bukuku.

    Tentang post-tensioning dan pre-tensioning, yang anda harus perhatikan adalah :
    * tahapan pembebanan, chek secara detail, bikin list perbedaan antara keduanya.
    * konfigurasi atau lay-out kabel, karena untuk bikin konfigurasi yang tidak lurus di pre agak susah.
    * juga tentang anchorage zone, ingat yang pre khan tergantung dengan lekatan strand dengan beton, sedang yang post pakai anchorage. Jadi pemodelannya harus hati-hati (nggak sama).

    Jika ketika faktor tersebut sudah kamu pertimbangkan dengan baik, rasanya yang lain sama aja lho.

    Gitu cukup.

  35. maaf,tolong jelasin perhitungan jembatan cable stayed siak sri indrapura doooonk
    dah buntu bgt ne…………..
    tugas akhir lum jg slesai”……….
    bantu aQ ya……………
    mksh…………….

  36. yang terhormat pak wir,

    saya adalah mahasiswa tingkat akhir di PTN di riau
    skripsi saya adalah mengenai teknologi beton menggunakan campuran kimia dari limbah kayu akasia.

    yang ingin saya tanyakan adalah buku2 referensi dan literatur2 tentang teknologi beton.

    kemudian semua standar yang digunakan dalam pembuatan,perawatan,dan pengujian beton.

    saya merasa sangat terhormat dan senang sekali jika pak wir yang terhormat dapat membantu saya dalam menyelesaikan tugas akhir saya.

    terimakasih..

    Wir’s responds: teknologi beton memang tidak menjadi fokus saya selama ini. Saya lebih konsentrasi ke struktur beton, meskipun demikian penggunaan campuran kimia hasil limbah kayu akasia, cukup baru saya dengar. Apakah itu dalam bentuk abu atau potongan-potongan kayu.

    Buku-buku tentang beton rasanya cukup banyak tersedia, coba lihat publikasi dari ACI.

  37. pak, tolong informasinya mengenai dilatasi gedung pak. seperti analisis pada joint-nya dan penentuan jarak dilatasinya. atau bapak mungkin bisa menyarankan referensi yang harus saya baca.
    terima kasih banyak pak.

  38. mas, sy lagi bkin desain jmbatan kayu bentang 20 metr….
    bisa bantu saya??
    1. Praturan trbaru ttg jmbatan
    2. mnghitung gaya2 nya bisa SAP gx??
    3.langkah-langkah mnghitung bban yg trjai….

    Matur nuwun sblmnya mas…

  39. selamat siang p wir n salam kenal
    saya udah lama mengkoleksi buku SAP karangan p wir, cukup bagun n lengkap.
    ada beberapa pertanyaa yang saya ingin ajukan
    kemaren saya mencoba mendesain struktur bagunan dengan baja setelah di desain muncul pertanyaan dari saya, apakan SAP juga mendesain Jumlah baut atau tidak pada sambungan joint ? atau harus di desain secara manual…..

    matur nuwun n thnks p wir atas jawabanya

    Wir’s responds: SAP2000 untuk desain sambungan (baut or las) belum bisa.

  40. @ Ryan
    Aturan dilatasi gedung bisa dibaca melalui peraturan SNI gempa, dsitu ada aturan mengenai jarak antar bangunan agar tidak terjadi benturan antar bangunan

    @apryadin
    Nah, menurut saya buat desain detail2 sambungan, khususnya buat baja, emang ini kelemahan utama SAP2000 buat masalah desain baja.

    Klo pak wir bnyak wktu gmana bapak kalo tulis2 juga tentang STAAD Pro/Tekla, disitu detail desain sambungannya khususnya buat struktur baja lebih bagus, hehehe :-)

    Sama satu lagi pak wir, saya liat bapak punya publikasi tentang strut & tie model, klo saya mau cari contoh2 soalnya buat dipelajari tentang strut & tie kira2 ada saran untuk referensi yang bagus gaq yah. Makasi :D

  41. hi pak wir….
    salute buat website ini;
    ajang diskusi untuk kalangan structurer & mhs sipil.
    pak wir kapan buku terbaru nya terbit lagi?
    ditunggu.

    Wir’s responds: idenya sudah numpuk, tapi waktunya sudah habis untuk menyelesaikan disertasinya dulu, karena tahun ini sudah harus selesai, kalau tidak bisa didepak. :P

    Pokonya jangan kuatir, ini disertasinya aja juga layak terbit lho. Hanya memang terlalu advance, kualitasnya nggak kalah lho dengan terbitan Elexmedia, bahkan ada formula baru atau rumusan baru dari suatu produk yang layak paten. He, he, itu kata prof Sahari lho.

    By the way, trims ya atas dukungannya. Salam sejahtera dan sehat selalu, agar bisa mampir ke blog ini terus.

  42. Hallo pak wir? apa kbr?
    ngomong2 apa disertasi bpk sdh selesai? saya enak lho liat semangat bpk yg menggebu2 utk meraih title doktor. kok msh bisa gitu di tengah2 kesibukan bpk saat ini? apa krn sering bergaul dg para akademisi kampus shg bpk ingin melanjutkan studi ke jenjang yg lebih tinggi.
    Saya mhs yg sdg merampungkan skripsi, msh bingung apa hrs cr kerja dulu atau lanjut ke S.2?mana yg bagus menurut bpk?

    Oya,numpang tanya pak? apa sih yang membedakan kolom konvensional biasa dg kolom kuat tekan tinggi? ditinjau dr apanya yg membedakan kedua jenis kolom tersebut?
    Ada beberapa teman saya yg TA-nya membahas ttg kolom dengan variabel mutu beton & tulangan mutu tinggi. TA-nya ini membahas pengaruh kekangan pd kolom tsb. Mereka mengatakan bahwa yang membedakan nya dg TA yang lain adalah pengaruh sengkangnya. Mereka menganalisis pengaruh sengkang mutu baja tinggi terhadap kolom kuat tekan yang tinggi. Mereka mengatakan bahwa kebanyakan para perencana kurang memperhatikan pengaruh kekangan (tul.transversal) pada kolom. Apa benar itu pak? Jadi selama ini apakah perencana, praktisnya, hanya memperhatikan tulangan longitudinalnya saja?

  43. @ Angga
    Nanggepin yah, hehehe,
    1. Kolom terkekang menurut beberapa penelitian memang memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa kekangan, umumnya secara matematis dirumuskan seperti ini

    fcc = fc0 + k1 fl, dimana

    fcc = confined concrete (beton dengan sengkang)
    fco = kuat tekan normal
    k1 = koefisien pengaruh kekangan (biasanya merupakan fungsi dari spasi sengkang)
    fl = lateral pressure confinement

    2. Untuk perbedaan antara beton mutu normal dengan kuat tekan tinggi, perbedaannya kira2 sebagai berikut:

    - Beton normal, kekakuan rendah, kekuatan rendah, daktilitas tinggi
    - Beton mutu tinggi, kekakuan tinggi, kekuatan tinggi, daktilitas rendah (artinya lebih getas)

    Daktilitas yang dimaksud = displacement ductility ratio

    3. Untuk analisis kolom, stau saya program2 yang ada umumnya belum memperhatikan kekangan (sengkang), biasanya yang umumnya dilakukan adalah analisis penampang yang mengikutsertakan tulangan longitudinal

    Namun desain kolomnya tetap memperhatikan “strong column weak beam”

  44. Pak wir,saya mw ucapin trm ksh buat pak james yg telah mnjawab pertanyaan saya pd tgl 19 lalu.
    Saya mau tanya pak. Bgm sebenarnya prilaku yg baik bg balok&kolom jk mengaplikasikan tulangan yg cukup banyak.
    Maksudnya mana kekuatan yg bagus bagi balok&kolom jika tulangannya trdistribusi merata atau tulangan yang bnyak itu diidealisasikan menjadi tulangan 1 lapis pada sisi tarik & tekan.mengingat tujuannya utk mmperbsr lengan momen?? Jadi dg mmbndingkn 2kasus tsb mn yg bgs?Pak wir atw tmn yg lain,tlg jwb ya.

  45. Halo Pak Wir, dan salam untuk semua.
    Terima kasih untuk semua literatur yang sudah bapak share disini. Terusin yah pak, ga percuma koq.
    Saya ada pertanyaan sedikit yang berhub dgn pembebanan.
    Selama ini saya design struktur bangunan selalu saya breakdown jadi 2 dimensi. Sekarang baru mau belajar 3D. Begini Pak, apakah masih relevan kalo kita pake pembebanan Live Load sistem papan catur (kosong-isi-kosong etc.)?
    Gimana modelingnya di 3D? (saya lagi belajar sap 2000). Masih perlu ga sih Pak? Saya tadinya beranggapan kalo load factor 1.6 x LL, itu udah mengcover masalah ini. Tapi lalu saya baca di ACI 318-05 (btw, sekali lagi trim’s), di chapter 8.9 arrangement of live load, ada sedikit mention hal ini. Yang mana yang paling baik pak? Apa masih perlu checker board, apa boleh langsung dihantam kromo semua live load penuh tiap span/area? Kalo masih relevan, gimana menerapkannya di 3D? Kalo 2D selama ini saya manual dengan 2 Cycle.Tolong ya pak, atau siapapun yang bisa bantu berikan saya ‘pencerahan’. Terima kasih.

  46. pa Wir, saya seorang mahasiswa S1 ITS, sedang menyelesaikan tugas akhir saya, judulnya tentang design jembatan suramadu dengan konstruksi gantung,, panjang main span yang saya rencanakan 2000meter,, mungkin bapak punya referensi yang berkaitan dengan TA saya,, saya mohon bantuannya pak,, yang saya cari saat ini peraturan AASHTO LFRD bridge design specification, AASHTO LRFD for highways and bridges,,

  47. Dear Aditya,

    Saya sudah upload untuk anda, AASHTO LRFD Bridge 2005 Full Edition-SI 3rd Ed

    http://www.4shared.com/dir/6805535/f9cc0841/CivEng_ebooks.html

    Semoga bermanfaat membantu anda dan skripsi anda cepat selesai.

    Kalo boleh nanti dipublikasikan di blog ini ya… setuju tidak pa Wir?

    Pa Wir, tolong dibuatkan folder di blog bapak untuk publikasi skripsi/thesis/disertasi (dari UPH dan Non UPH)..

    Sepertinya blog ini sudah jadi perhatian Engineer-engineer di luar negeri loh..

    Syallom..

  48. Dear Aditya,

    Saya sudah upload untuk anda, AASHTO LRFD Bridge 2005 Full Edition-SI 3rd Ed

    http://www.4shared.com/dir/6805527/ed9582c/code-standard.html

    Semoga bermanfaat membantu anda dan skripsi anda cepat selesai.

    Kalo boleh nanti dipublikasikan di blog ini ya… setuju tidak pa Wir?

    Pa Wir, tolong dibuatkan folder di blog bapak untuk publikasi skripsi/thesis/disertasi (dari UPH dan Non UPH)..

    Sepertinya blog ini sudah jadi perhatian Engineer-engineer di luar negeri loh..

    Syallom..

  49. Dik Adhitya Saputra mbok ya mulai dari yang sederhana aja. Span 2000 m jembatan gantung ntuk S1? Jembatan gantung terpanjang di dunia saja saat ini 1991 m kok (Akashi-Kaikyo Bridge). Yang realistis dong kao bikin skripsi :)

  50. Pak Donny Tampubolon .boleh gak minta AISC 1999/1994 atau 1986. salah satunya saja juga boleh?

    terimakasih sebelumnya

  51. Dear Y.W,

    Anda minta pdf dari :

    Code of Standard Practise for Steel Buildings & Bridges

    atau

    Specification for Structural Steel Buildings?

    Untuk keduanya, saya punya yang keluaran tahun 2005..

    Syallom..

  52. Halo Pak Wir, Pak Donny, dan untuk semua kontributor di website ini.

    Bagaimana bapak-bapak (juga ibu-ibu kalau ada), apakah ada yang bisa membantu saya dengan pertanyaan saya di atas dari 2 minggu yang lalu?

    Saya masih bingung nih, tolong dibantu dong mengenai pola pembebanan beban hidupnya. Saya baca di ACI untuk portal ekivalen beban hidupnya bila lebih kecil dari 3/4 beban mati maka boleh didesign bgn menaruh LL terfaktor di seluruh bentang, tapi apabila lebih besar dari 3/4 beban mati, harus diselang seling, tetapi dgn memakai hanya 3/4 LL terfaktor (ACI 13.7.6.3 hal 236). Sedangkan di peraturan baja SNI, harus LL terfaktor penuh (SNI 7.3.2, hal 21) mana yang betul bapak-bapak?

    Pak Wir, pada menu options-preferences untuk design baja ataupun beton di SAP 2000, ada Pattern Live Load Factor dgn harga default 0.75. Ini apa ya Pak?

    Apakah ini faktor 3/4 yang dimaksud di ACI? Apakah ini berarti SAP 2000 sudah melakukan kombinasi pembebanan LL secara otomatis dalam perhitungannya?

    Tolong dijawab ya Bapak-Bapak, karena saya kebingungan sekali. Mohon dibantu. Terima kasih.

  53. Dear Leo and Engineers,

    Latar belakang dari patterned Live load (dari berbagai sumber) adalah pada kenyataannya pembebanan beban hidup yang terjadi diatas elemen pelat lantai/atap itu tidaklah sepenuhnya bekerja merata sepanjang bentangnya , kemungkinan saja dibagian tertentu pada suatu bentang menerus itu tidak ada beban hidupnya alias kosong) dan dapat saja beban hidupnya berpindah-pindah, sehingga terjadilah apa yang dinamakan “Fenomena papan catur” (“checkerboard pattern”) yang lebih didasari oleh “Mueller-Breslau Principle” (Prinsip garis pengaruh).

    Fenomena ini sangat sulit untuk dimodelkan disoftware (akan banyak sekali model yang harus dibuat dengan berbagai rupa kombinasi beban dan pembebanan) yang dianggap menyerupai/mirip dengan fenomena papan catur ini.

    Sap 2000 maupun ETABS tidak mempunyai kemampuan untuk secara otomatis melakukan fenomena papan catur ini Namun mereka memberikan kebebasan melakukan “judgement engineering” user (pengguna) untuk menentukan berapa factor beban hidup yang diambil, pada menu options-preferences untuk design baja ataupun beton ada “Pattern Live Load Factor” dgn harga default 0.75.

    Refernsi dari ACI 318-05 menyebutkan :

    General 8.9.2
    8.9.2 It shall be permitted to assume that the arrangement of live load is limited to combinations of:
    (a)Factored dead load on all spans with full factored live load on two adjacent spans; and
    (b)Factored dead load on all spans with full factored live load on alternate spans.

    Two-way slabs 13.7.6:
    13.7.6.1 When the loading pattern is known, the equivalent frame shall be analyzed for that load.

    13.7.6.2 When live load is variable but does not exceed 3/4 of the dead load, or the nature of live load is such that all panels will be loaded simultaneously, it shall be permitted to assume that maximum factored moments occur at all sections with full factored live load on entire slab system.

    13.7.6.3 For loading conditions other than those defined in 13.7.6.2, it shall be permitted to assume that maximum positive factored moment near midspan of a panel occurs with 3/4 of the full factored live load on teh panel and on alternate panels; and it shal be permitted to assume that maximum negative factored moment in the slab at a support occurs with 3/4 of the full live load on adjacent panels only.

    13.7.6.4 Factored moments shall be taken not less than those occurring with full factored live load on all panels.

    Peryataan ACI 318-05 diatas untuk kasus Two way slab (pelat dua arah) yang sering terjadi pada struktur bangunan beton, untuk bangunan baja umumnya menggunakan pelat satu arah (one way slab)…(my opinion)

    Saya persilahkan jika ada rekan-rekan engineer dan Pa Wir untuk mengkoreksi..

    Syallom..

  54. to Leo
    Mas Donny telah menjabarkan statement-statement dari code yang berkaitan dengan pembebanan papan catur. Ada baiknya saya membantu juga dengan kalimat yang lebih sederhana, tapi yang menjadi ensensi konsep tersebut.

    Bagaimanapun, code hanya sekedar petunjuk agar dihasilkan suatu struktur yang aman dan berfungsi sehingga berguna bagi masyarakat. Jadi yang paling penting adalah memahami mengapa code mencantumkan hal tersebut (tinjauan papan catur).

    Struktur yang memerlukan tinjauan papan catur adalah struktur menerus, dimana beban pada bagian lain mempengaruhi keberadaan beban di tempat lain. Struktur tidak menerus adalah statis tertentu, yang menerus adalah statis tak tentu. Jadi jika strukturnya tidak menerus, tidak menyatu dalam mekanisme kerjanya maka pembebanan papan catur tidak diperlukan.

    Struktur baja pada umumnya lebih susah dibikin sebagai struktur menerus, yaitu karena memakai sambungan momen. Lebih mudah memakai sambungan geser yang berperilaku seperti sendi. Kondisi tersebut menyebabkan momen pada satu balok tidak diteruskan ke balok yang lain. Jadi kalau ada beban di kiri penuh dan di kanan kosong, maka pada balok kosong tidak berpengaruh. Jadi ngapain pakai konsep pembebanan papan catur.

    Tetapi jika sistem sambungan balok baja menerus, maka tentang konsep papan catur pada struktur baja perlu dipertimbangkan. Meskipun demikian dampaknya tidak se kritis jika pada struktur beton. Kenapa, karena baja pada umumnya mempunyai penampang yang mempunyai ketahanan terhadap momen negatif dan positip yang sama besar. Tetapi hati-hati jika desainnya pakai komposit.

    Untuk struktur beton, dengan pengecoran di tempat, maka membikin struktur menerus atau struktur statis tak tentu adalah lebih mudah. Selain itu, kapasitas nominal penampang terhadap M+ dan M- adalah tidak sama, tergantung dari distribusi tulangan tariknya. Jadi jika ada fluktuasi beban, maka momen + atau – yang terjadi pada penampang bisa berbeda.

    Perbedaan beban hidup yang terjadi mungkin tidak menjadi masalah karena umumnya berat sendiri (Beban Mati) relatif besar, sehingga ketika di kombinasikan antara beban hidup dan beban mati, maka hasil akhirnya tidak memberi perbedaan yang signifikan. Hal ini sudah diantisipasi oleh code tentang 3/4 di atas.

    Jadi jika falsafah di atas dapat dipahami, maka masalah pemodelan saya kira lebih gampang.

    Mungkin itu sedikit gambaran perlunya konsep pembebanan papan catur dan strateginya.

    • mungkin intinya metode papan catur adalah mendapatkan gaya-gaya dalam yang maksimum untuk dipakai dalam perhitungan perencanaan. karena pemodelan terhadap cara-cara pembebanan terhadap struktur tujuannya mendapatkan besarnya gaya/momen maksimum yang terjadi.
      bukan begitu pak Wir?
      salam kenal dari Grevardo Laheba, mhsw smstr akhir Univ. Sam Ratulangi Manado

  55. Syalom
    pak saya sangat tertarik dengan blog ini, saya yakin dengan adanya blog ini kita bisa saling berdiskusi, saya sangat interest terutama dalam di bidang earthquake engineering khususnya di keahlian geoteknik yang selama ini saya geluti, dari tugas akhir dan tesis saya semuanya tentang gempa juga termasuk soil structure interaction
    salam
    Stephanus Alexsander, GBU

    Wir’s responds: makasih pak.

  56. syalom
    pak wir saya sebenarnya sudah lama mengagumi blok ini, saya sudah lama juga memiliki buku yang bapak tulis untuk sap 2000 baik edisi pertama dan yang kedua terima kasih buat pak wir bukunya yang bagus. saya juga ngajar kadang pake buku bapak untuk referensi buat mahasiswa saya, saya selalu mengikuti perkembangan teknik sipil dari blog ini
    terima kasih pak Tuhan memberkati
    salam stephanus

  57. Dr. Donny Tampubolon,

    saya ingin bertanya apakah bentul ini Dr Donny yang pernah tinggal di Tanjung Enim dan Palembang?? kalau memang benar, tolong hubungi saya di ariane_sa@yahoo.com
    Saya Pauline yang pernah tinggal di tj.Enim, mohon dibalas ya, trims

  58. Salam Sejahtera untuk Pak Wir dan Pak Donny,

    Terima kasih sudah meluangkan waktu dan ilmu untuk dibagi ke saya. Most appreciated.

    Tapi saya masih belum jelas, mohon kesabarannya, maklum, tis’ hard to teach an old dog a new trick.

    1. Jika SAP 2000 belum bisa melakukan pola pembebanan LL otomatis, jadi apakah yg dimaksud dgn patern live load 0.75 itu? Tolong diperjelas.

    2. Jika struktur dari beton, dan LL nya lebih besar dari 3/4 DL nya, maka kita di”wajibkan” untuk melakukan pola pembebanan papan catur (dgn 3/4 x factored LL). Pertanyaannya, bagaimana saya harus memodelkannya di SAP 2000 jika bangunannya luas dan multistorey? Saya temukan hal ini waktu saya mendesign pabrik benang, struktur beton, 4 lt, lt1=1000 kg/m2, lt2=500 kg/m2, lt3=1000 kg/m2, lt4 sebagian 100 kg/m2 sebagian 1000 kg/m2. Luas 40 mx 20 m. Bagaimana modeling bebannya dengan SAP 2000 untuk memenuhi kriteria di atas? Apakah harus satu persatu? waduh bisa berapa kombo tuh? :)

    Tolong dijawab lagi ya bapak-bapak biar kita semua bisa sama-sama belajar. Kalo ada yang punya opinion yang lain silakan bergabung, any input’s greatly appreciated.

    Sekali lagi Trima kasih untuk Pak Wir buat site ini, excellent! Salute!

    God Bless Everyone!

  59. pak Wir yg terhormat,
    saya mahasiswi ptn riau yg ingin tugas akhir mengangkat masalah lendutan pada balok beton partegang,
    mohon tanggapan bapak mengenai hal tersebut,
    saya sangat mengharapkantanggapannya,, termakasih

  60. Selamat Pagi..
    Pak Wir dan rekan2 engineer di blog ini, saya mau tanya berbahayakah atap rumah yang atapnya dari seng? Apakah beresiko tinggi thd kilatan petir? Mohon sarannya atap rumah lantai sebaiknya pakai apa??

  61. Salam kenal Pak Wiryanto,
    kami di Bali Pak,kebetulan sedang melakukan penelititan tentang DILATASI PADA STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG.
    Pak Wir,tolong kami tentang handbook atau referensi lain yang mendukung. Terima kasih banyak Pak…..

  62. Pak wir,
    Bagaimana beban tangga beton diperhitungkan dalam struktur gedung? (beban tangga tersebut bekerja pada bagian struktur yang mana??)
    Terimakasih…..

  63. sorry kalau telat menjawab, saya senang jika ada teman lain yang tahu masalah yang ditanyakan kemudian dapat menjawabnya. Kadang-kadang karena banyak yang komentar, jika hari itu tidak dijawab, tahu-tahu sudah lupa. :)

    @Widya
    Tentang lendutan, ya maksudnya bagaimana. Untuk kasus prategang maka kondisinya ditinjau tiga tahap (1) saat di pretension, dimana ada kemungkinan belum semua beban mati bekerja. (2)saat beban rencana, jika pelat dll belum ada pada waktu tahap ke-1 dilaksanakan dan (3) jangka panjang, dimana loss of prestress sudah terjadi.

    O ya, untuk kasus jembatan, seperti balanced cantilever maka lendutannya diperhitungkan bersamaan dengan tahapan-tahapan pelaksanaannya. Jadi intinya anda harus tentukan secara spesifik, apa yang akan anda teliti.

    @Bayu
    Tentang atap rumah dari seng, maka yang perlu diperhatikan jika ada angin ribut. Bisa-bisa itu kabur. Itu terjadi juga di Jogja tempo hari. Padahal jarang lho selama ini terjadi. Jadi pastikan juga terhadap beban hisap.

    Tentang takut kena petir, ya pasang grounding yang baik. Beres saya kira.

    @Dharma Putra
    Dilatasi untuk apa dulu. Untuk gempa, differential settlement atau shrinkage atau juga untuk finishing. Saya kira persyaratannya agak beda. Untuk gempa kelihatannya harus lebih diperhatikan karena bisa terjadi tumbukan. Bisa menghancurkan.

    Tentang referensinya kelihatannya ACI udah ada ya.

    @Bagus
    Tentang tangga. Umumnya dianggap sebagai komponen non-struktur, sebagai beban saja. Dimana beban diberikan pada struktur dimana tangga tersebut menumpu. Itu yang biasa orang lakukan, karena bagaimanapun dengan konfigurasi tangga yang ada maka umumnya struktur tangga kurang kaku dibanding struktur utamanya. Jadi jika tidak diperhitungkan tidak terlalu signifikan pengaruhnya. Jadi abaikan saja.

  64. malem pak wir…(kebetulan pas negtik udah malem hehehe).

    salam kenal pak…maaf ni pak saya ngak bisa basa basi..jadinya langsung mo nanya aja ke bapak (hehehehe jadi malu)

    Pak minta tolong dijelasin tentang filosofi beban gempa terhadap struktur bangunan pak..karena di dalam program STAAD Pro (saya belum mlihat di SAP sich pak soalnya ini pertama kali saya desain dgn program software..jadi selama ini kmana ya hehehehe) dengan menggunakan code UBC bebang empa yang terjadi kok malah terbebani ke member (balok) juga ya karena sepengetahuan saya beban gempa harusnya membebani ke kolom jadinya klo dilihat kok hasilnya jadi agak aneh…

    saya jadi ragu apakah saya yang salah input ato ada sesuatu yang saya belum paham…oleh karena itu saya minta tolong penjelasan dari bapak..semoga kekhawatiran saya ini bisa tersembuhkan..hiks..hiks..

    makasih ya pak.

    Wir’s responds: kelihatannya anda perlu duduk dulu menyimak pada perkuliahan “Analisis Dinamik” dan “Perencanaan Bangunan Tahan Gempa” di perkuliahan S1 teknik sipil. Pasti filosopi gempa dapat diketahui.

  65. Salam buat para ahli2 bangunan indonesia semuanya.
    Khususnya juga buat pak Wiryanto yang buku-bukunya maupun tulisan-tulisannya telah menjadi inspirasi bagi kami, para mahasiswa-mahasiswa yang sedang menjalani tugas akhir.

    Saya mahasiswa PTN di Medan salut dengan buku bapak “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0“. Dengan membaca buku itu timbul ide membuat website perhitungan rekayasa konstruksi sebagai tugas akhir saya dengan menggunakan bahasa PHP 5.2.6 yang terbaru.

    Tapi masih bingung apa yang mau dihitung. Seperti pada buku tersebut bapak membuat program tentang perhitungan desain penampang beton, baik tulangannya maupun tulangan sengkangnya.
    Saya mohon saran bapak sedikit mengenai kira2 perhitungan apa yang bagus untuk dibuat dalam website ini.

    Terima kasih pak Wir.

    Wir’s responds:
    sdr Fikri, saya mencoba mencari tahu tentang PHP. Wah ternyata banyak juga bahasa pemrograman yang saya belum kuasai. Kalau tidak salah kekuatan bahasa program tersebut adalah bisa dimasukkan pada html, tetapi prosesnya di server. Begitu ya.

    Kalau begitu coba gabung kekuatan bahasa program tersebut, yaitu kamu bikin program seperti yang ada pada bukuku tersebut, selanjutnya diakses via html. Aksesnya via ponsel (misal Communicator) yang bisa akses blog. Intinya kamu bisa kendalikan server di tempat lain dari ponselmu di sembarang tempat. Jika itu berhasil, maka bisa dikembangkan ke program-program lain. Kayaknya masih jarang lho ini untuk jadi tema skripsi.

  66. Iya pak Wir, rencananya juga saya membuat perhitungan seperti yang ada pada buku bapak. Yaitu perhitungan tulangan dan sengkang balok berdasarkan peraturan SNI 2002.
    Apalagi dengan flowchart yang bapak jabarkan sudah sangat membantu dalam mendesain program tersebut.

    Hanya saja bapak menggunakan Visual Basic 6.0, saya memakai PHP. Sehingga perhitungan tersebut ada di website.

    Iya pak, PHP adalah bahasa program dinamis web. Sperti login yang ada pada email, web counter, dll. PHP bisa melakukan perhitungan matematika. Sehingga program perhitungannya melalui website. Cukup hanya dengan akses internet, membuka situs, dan kita sudah bisa menghitung desain rekayasa konstruksi tanpa menggunakan CD.

    Terima kasih pak, semoga website ini bisa segera launching dan dapat membantu dalam mendesain struktur meskipun hanya perhitungan sederhana, tak selengkap program2 lain seperti SAP, STAAD, dll.

  67. Yth pak wir!

    perkenalkan, saya bekerja di konsultan di pekanbaru, di sini susah sekali mencari referensi tentang buku-buku teknik sipil. saya sedang mengerjakan bangunan yang strukturnya dari baja. saya mengealami kesulitan dalam menentukan sambungannya terutana dalam menentukan kapasitas baut. mohon kepada bapak, atau rekan-rekan lainnya, untuk memberikan daftar atau panduan lain tentang standar mutu baut berikut tegangan ijinnya. terima kasih sebelumnya

    Wir’s responds: lho di blog ini khan ada buku hebat tentang baut. Silahkan aja down-load sendiri di
    http://wiryanto.wordpress.com/2007/03/14/research-council-on-structural-connections/

  68. pagi pak wiryanto…
    Saya mahasiswa Teknik Sipil Unsoed Purwokerto, nama saya Marisa Kusuma Hegarwati panggil saja saya Icha.

    Saya ada beberapa pertanyaan, saat ini saya sedang dalam proses mengerjakan TA. TA saya mengenai analisis pengaruh perubahan posisi kendaaraan pada jalan layang Cawang-Tj.Priok. maksud dari TA ini adalah apakah posisi kendaraan truk yang biasanya di lajur sebelah kiri, jika dipindah ke sebelah kanan akan mempengaruhi struktur balok beton pada jalan layang tersebut.

    Yang ingin saya tanyakan disini, menurut bapak apakah hal tersebut sangat berpengaruh? dan untuk analisis saya menggunakan software SAP 2000 v.09. Untuk beton prategang, pada software tersebut apakah berbeda dengan penggunaan beton biasa?? dan kombinasi pembebanan untuk prategang apakah sama dengan beton bertulang?

    Tolong dibalas ya pak….
    Saya membutuhkannya…

    Wir’s responds: struktur jembatan Cawang-Tj.Priok adalah girder biasa diatas pilar. Jadi merupakan struktur statis tertentu biasa. Jadi ketika girder di sebelah dibebani maka tidak ada pengaruhnya digirder yang lain, selama pelatnya tidak dibebani. Jadi girder baru bekerja jika di atasnya ada beban. Oleh karena itu, ketika beban dipindahkan dari kiri ke kana atau sebaliknya maka pengaruhnya sama saja. Beban untuk beton biasa dan beton prategang ya sama saja, ketika beban melewati di atasnya maka pemakai tidak peduli di bawahnya PC atau RC .

    Terima Kasih…

  69. Saya mau nanya Pak untuk konstruksi atap yang menggunakan penutup atap berbahan polycarbonat dengan rangka atap dari pipa besi, bagaimana menanalisa pembebanannya ?, setahu saya untuk Peraturan Pembebanan belum ada yang menjelaskan mengenai berat sendiri penutup atap polycarbonat dan rangka dari pipa besi, Terima Kasih sebelumnya Pak

  70. saya mahasiswa Tsipil dari UNLAM kalsel. bapak pastinya punya referensi spesifikasi daya dukung tiang pancang dari pabrik. yang saya dapat baru dari PT WIKA itu dari dosen saya. kata beliau cari lagi.
    saya buat penelitian pak
    mohon bantuaannya..

  71. wah saya salah alamat k bapak
    bapak ahli struktur rupanya
    paling tidak bapak punya kenalan
    yang telah saya tanyakan tadi

  72. Dear Pa Sigit,

    Mohon maaf saya agak lama meresponnya.
    Saya telah mengecek keluhan pa Sigit atas link free ebook saya ini, ternyata link itu masih berfungsi.

    FYI:

    1.Beberapa free share ebook saya telah diperingatan oleh Admin http://www.4shared.com untuk didelete karena ada komplain, oleh karena itu saya cuma merubah judul ebook saya (menunggu apa yg terjadi selanjutnya).

    2.Bila rekan2 semua mempunyai link free share di http://www.4shared.com, hendaknya jangan lupa hanya untuk Log In minimal sekali sebulan, karena Admin akan mendelete otomatis semua link yang tidak aktif di log in dan di log out oleh pemilik accountnya.

    3.Jika ada file telah diperingatan untuk didelete, cari file tsb di folder abuse, segera rename file tersebut lalu CUT and PASTE ke tempat semula..

    Syallom…

    ……………………………………………………….

    Dear
    Bpk. Donny B Tampubolon

    Mohon bantuannya untuk PPIUG (Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung).
    ……….
    link di atas tak dapat dibuka. Mohon bantuannya untuk dibuatkan link yang baru. Sangat berguna bagi saya untuk referensi nyusun TA…..

  73. Selamat malam dan salam sejahtera pak wir dan untuk engineer-engineer yang handal.

    saya numpang tanya nih ama pak wiryanto.

    1. kalo kita desain baja (contoh kasus, lebar 40 m, dan panjang 48 m) untuk panjang bentang per span lebar =13.33 m, dan span pendek = 6 m.
    pertanyaannya: untuk memodelkan di sap bahwa profil yang kita pakai dikasih pengaku lateral (dari balok anak) asumsinya seperti apa pak?….ada yang kasih tau di edit di “view/revise over write” tapi saya blm puas jawabannya.

    2. pada buku sap 2000 karangan bapak ada desain berdasarkan sway special, sway intermediete, dan non-sway. pada sap versi 10 kira2 gimana ya pak?

    atas jawaban bapak saya ucapkan terima kasih

  74. Salam kenal Pak Wir

    Berdasarkan artikel yang bapak tulis beberapa waktu yang lalu, ada 2 aturan mengenai persyaratan besi tulangan, yaitu ASTM A615 dan ASTM a706, pertanyaan saya adalah :
    a. Kondisi seperti apa kita harus melakukan review dengan ASTM A615 dan ASTM A706, karena persyaratan ASTM A706 saya lihat ‘lebih berat’ bila dibandingkan dengan ASTM A615, kareana ASTM hanya mensyaratkan minimum tegangan leleh dan minimum tegangan putus.
    b. Melihat ASTM A706 ‘lebih berat’ saya sebetulnya ingin melakukan review terhadap semua besi tulangan dengan ASTM A706, tetapi bukankah ASTM A706 hanya untuk persyartan besi tulangan mutu/ greade 40, (BJTD-40). Bila besi tulangan mutunya/ gradenya diatas 40, misalnya BJTD 50 apakah meriview-nya dengan ASTM A615? Kalau benar, saya yakin semua besi yang diproduksi oleh pabrik manapun pasti akan memenuhi persyaratan, karena ASTM A615 persyaratannya ‘lebih ringan’
    c. Bila hasil pengujian besi tulangan di review dengan ASTM A615 dan SNI, besi tulangan yang di produksi oleh beberapa pabrik tidak memenuhi persyaratan, karena SNI juga mensyaratkan minimum rasio kuat leleh dan kuat putus. Apakah kita dibenarkan apabila hanya melakukan review terhadap ASTM A615 saja, tidak melakukan review lagi dengan SNI.

    Terimakasih………..

    Wir’s responds:
    o artikel saya yang ini ya mas
    http://wiryanto.wordpress.com/2008/03/08/standard-uji-besi/#comment-11244
    Terus terang saya belum membacanya secara tuntas, monggo yang sudah mengetahuinya silahkan mas Nova dijelaskan. Trims.

  75. pak,, saya ridho anak sipil UNSRI 2005..

    saya maU naNya…

    aPakaH baPak taU teNtang prograM LUSAS ??

    riDho Lg nYari tuToriaL LUSAS untuK ngerJain Lantai jeMbatan yaNg 2 D dengan yaNg 3 D paK..

    aDa ga y paK yg paKe baHasa iNdoNesiaNya??
    hehehe

    maKasih paK seBeLumNya…

  76. salam kenal, pak wir ternyata banyak juga yang sedang membthkan PPIUG.tlong donk pak low ada file nya kasih kita2.terima kasih.

  77. saya cuma ingin tahu bagaimana cara pengerjaan gedung tersebut:
    1. akses pekerja dari bawah keatas?
    2. apakah tetap pakai TC seperi biasa?
    3. cara pengecoran lantai demi lantai, sedang yang saya alami lantai setinggi 32 lantai saja pompa sering jebol?

  78. met pagi pa…
    saya menganalisis suatu banguna gedung yg membandingkan antara hasil program STAAD Pro 2004 dan secara manual berdasarkan peraturan SNI 2002… pa wir.. sebenarny untuk program STAAD Pro 2004 apakah program ini bs mengeluarkan tulangan rangkap.??? dalam kasus saya yg dhasilkan 4 tulangan atas dan 4 tulangan bawah, sebanarnya untuk program STAAD Pro 2004 untuk membaca dan menjelaskan tulangan rangkap trsebut bagaimana.????

  79. salam kenal pak wiryanto, saya edy mahasiswa teknik sipil universitas negeri malang (UM), saya mau bertanya tentang tumpuan2 sendi pada konstruksi beton bertulang itu seperti apa? andaikata dalam struktur cangkang, bagaimana dasar2 perencanaannya dalam bangunan tersebut dan saya mnta contoh2 perhitungannya.
    saya tunggu balasan dari bapak……makasih.

  80. Pagi pak wir…. salam kenal… saya dwie, seorang engineer baru. Saya ada beberapa pertanyaan dari beberapa kasus yang saya pelajari :
    1. Bagaimana menentukan modelisasi tumpuan pondasi? Kapan digunakan asumsi jepit dan kapan sbg sendi? Kalo diasumsikan jepit….berarti kan ada momen yg timbul…nah lalu siapa yg menahan gaya momen tersebut..???
    2. Bagaimana cara menentukan pembagian jalur pada prestress… Contoh kasusnya: Pada pier head flyover prestress. Biasanya jmlh kabelnya sekitar 16 bh (tergantung beban). Nah… jika spt itu tentunya area lapangan akan saling tumpang tindih, tp jg tidak mungkin menentukan tanpa ada dasar kan?
    3. Masih masalah prestress, seberapa besar kemampuan beton dalam menahan tarikan (stressing) kabel yang dilakukan sampai >2x. Misalnya karena penggunaan temporary stressing… Maka bagian temporary stressing tsb ditarik terlebih dahulu,baru setelah kondisi memungkinkan dilepas dan baru dilakukan stressing thd kabel utamanya. (Kasusnya jika beton tersebut dibagi dalam beberapa segmen)

    Terima kasih sebelumnya…
    Salam hormat.

  81. Maaf mengganggu pak wir.
    Pak wir punya SNI 03-2834-2000 tidak ??? Kalau punya nyuwun tolong dikirimi ke email saya.
    Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

  82. salam kenal pak wir….
    begini pak,saya mahasiswa akhir yang sedang mengambil tugas akhir mengenai perkerasan jalan dengan menggunakan metode NAASRA,
    mohon bantuan bapak untuk memberi saran mengenai literatur / tinjauan pustaka yang dapat saya gunakan dalam perhitungan perkerasan kaku tersebut…..
    trima kasih pak

  83. Salam kenal Pa Wir. Saya Finanda, saya seorang karyawan swasta bergerak di bidang konsultan bangunan. Saya bisa minta bantuan bapak kalau ada SNI tentang peraturan pembebanan seperti SNI 03-1727-1989.
    Terima kasih atas bantuannya, smoga tidak merepotkan.

    Salam

  84. Salut n salam kenal pak Wir…., saya adalah karyawan rumah sakit yang ditugaskan untuk membuat rencana awal pembangunan gedung 5 lantai dengan bentang / jarak antara kolom 5 m dengan tipe pondasi telapak
    Kira-kira berapa ukuran pondasi telapak dan apakah perlu strous/tiang pancang. berapa ukuran standar untuk kolom.
    Terima kasih atas perhatiannya

    • Mas Hudi Eriawan,
      Perkenalkan saya Wahyu dari mahasiswa Universitas Brawijaya Jurusan Teknik Sipil.
      Sebelumnya saya mau menceritkan untuk pengalaman saya. Untuk beberapa jenis konstruksi bangunan gedung memang di rencanakan dan dihitung berdasarkan jenis beban yang bekerja pada struktur tersebut.
      Sehingga dengan kata lain, beda fungsi bangunan juga beda perlakuannya.
      Saya ada penjelasan terkait penggolongan jenis pondasi yang sesuai dengan jumlah bangunannya.
      1.Pondasi telapak (untuk Rumah Panggung)
      2.Pondasi Rollag Bata (untuk Bangunan Sederhana)
      3.Pondasi Batu Kali (untuk Bangunan Sederhana 1-2 lantai)
      4.Pondasi Batu Bata (untuk Bangunan Sederhana)
      5.Pondasi Tapak atau Ceker Ayam (untuk Bangunan bertingkat 2-3 Lantai)
      6.Pondasi Sumuran (untuk Bangunan Bertingkat 3-4 Lantai)
      7.Pondasi Bored Pile atau Strauss pile (untuk Bangunan Bertingkat)
      8.Pondasi Tiang Pancang atau Paku Bumi (untuk bangunan bertingkat)

      NB: Perlu diingat masing-masing pondasi di atas memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, sesuai dengan jumlah bangunan yang di rencanakan.

      Salam kenal dari saya.
      Wahyu Nursamhuda, ST.

  85. dear pak wir…saya mahasiswa S1 Universitas Jember sedang menempuh Skripsi tentang Plat tak beraturan menggunakan metode garis leleh..saya masih kesulitan tentang Equilibrium Method dari garis leleh…mohon penjelasannya…terimakasih..

  86. dear pak wir…saya mahasiswa S1 Universitas Jember sedang menempuh Skripsi tentang Plat tak beraturan menggunakan metode garis leleh..saya masih kesulitan tentang Equilibrium Method dari garis leleh…mohon penjelasannya…terimakasih..
    email saya: aristafirsantoro@yahoo.co.id

  87. dear pak wir…saya seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi jur Teknik Sipil di jogja, saya mau tanya pak wir bagaimana analisa perhitungan struktur untuk Ground Reservoir kebutuhan air Hydrant, terimakasih pak wir.

  88. pak saya lg desain bentangan bak 4m X 4m dengan balok 17/35 dan tebal lantai 17 cm dan beban pikul 1 s/d 2 ton /m2 kalau pembesian pokok 4 dia 10 dan 2 dia 8 dan plat tebal dia 8 jarak 20cm bisa ngak pak ths

    • Ayo coba di hitung dulu mas Frendy.
      Kalau permasalahannya seperti itu. Mas, harus tahu dulu konsep dasarnya.

      Di antaranya:
      1. Data beban yang bekerja.
      2. Desain dimensi struktur.
      3. Desain mutu beton dan tulangannya.
      4. Kontrol terhadap gaya yang terjadi (apakah sudah aman atau tidak)
      5. Jika tidak, maka desain ulang (hitunng kembali ke nomer 2 sampai 4)

      Semoga bisa membantu.

      NB: apabila mas Frendy masih antusias mencari penjelasan lebih detail bisa kontak by email saja.
      samdeart@gmail.com

      Salam kenal dari saya.
      Wahyu Nursamhuda, ST.

  89. salam kenal Pak Wir,
    saya mau nanya, pemodelan prestress dalam program SAP biasanya memakai koefisien bebannya berapa ya? dan alasan kenapa memakai koefisien tersebut kenapa Pak?
    terima kasih.

  90. buwat pak wir,trimaksih banget info” tentang teknik sipil,jadi bertambah ilmu saya mengenai sipil…bwat yang lain yg share tentang dunia teknik sipil sy capkan terima kasih juga,,,karena ada komunikasi yang lebih dari 1 subjek saja sehingga banyak masukan dari yang lain…

  91. Salam kenal, saya hendra. Mau tanya, apakah ada perbedaan perhitungan plat lantai baik satu arah ataupun dua arah dalam peraturan SNI 2847-2002 dan ACI 2008? Terima kasih

  92. terima kasih bapk Wir. atas infonya melalui blog ini
    dan oleh karenanya dapat membantu dalm memahami lebih dalam
    mendesain struktur bagunan yang lebih baik…….
    terima kasih…………..

  93. pak tanya deh, apakah kita perlu mempelajari faktor snow load, ice load, yang dalam perhitungan, kita mengalikannya dengan faktor reduksi supaya bisa menahan beban beban tersebut, sedangkan kita tinggal di negara yang tidak ada salju atau dsb?
    hehe, makasih pak

  94. Ping balik: Download Berbagai Pedoman Peraturan Dalam Teknik Sipil | Argajogja's Blog

  95. salam kenal, pak, saya mau tanya. cara membedakan tulangan pelat lantai untuk area lobby dan hunian pada apartemen gmana ya? terutama pada pemasangan tulangan. terimakasih.

  96. mau tanya, ane lagi pkl d gedung parkir..
    nah kebetulan ane dapet spesifikasi suruh itung RAmp way..
    yang ane tw, d ramp way kan ada beban kejut..
    nah koef beban kejun n perhitungan beban kejut itu gmana ya?
    mohon d bantu…
    kalo ada referensi buku, mohon d cntumn, byar ane bsa cari bukunya…
    thanks sebelumnya

  97. shaloom pak wir..
    senang rasanya bisa membaca tulisan2 di blog ini..
    saya mau tanya apa bapak punya peraturan tentang pendetailan tulangan???
    thank’s

  98. Dear Pak Wiryanto & Pak Donny

    Terima Kasih atas file nya
    senang sekali rasanya menemukan file pdf asce 7-05
    saya sudah mencari file ini berhari-hari akhirnya ketemu
    seorang mahasiswa tidak mungkin mampu membeli file ini yang di official webnya saja 160 USD.
    mohon ijin digunakan sebagai bahan referensi untuk skripsi saya :D

  99. Pak..
    saya mohon diberi pencerahan..
    memasukkan Strand, cable ato tulangan untuk batang tarik kanopi itu bagaiman input ke staadpro-nya??
    di section wizard kok g mau di add..
    tolong dengan sangat pak..

  100. Pak wir
    Tolong informasi tentang cara perhitungan struktur untuk Inhoff Tank, kemudian beban apa saja yang harus diperhitungan.

  101. Salam kenal Pak Wir,
    Saya Wahyu mahasiswa Universitas Brawijaya jurusan teknik Sipil. Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan. Setahu saya untuk desain konstruksi dengan elemen hingga masih bisa diselesaikan menggunakan software StaadPro dan SAP 2000. Apakah program ini bisa digunakan mendesain konstruksi untuk elemen tak hingga (infinite elemen) ? Karena setahu saya untuk desain konstruksi terowongan harus menggunakan metode elemen tak hingga (infinite elemen).
    Kalau misalkan Bapak mempunyai beberapa literatur terkait cara ataupun konsep dasar dalam mendesain konstruksi untuk elemen tak hingga (terutama konstruksi terowongan) bisa di share dong..
    Saya tunggu balasannya pak Wir.
    Terima kasih sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s