The works of Wiryanto Dewobroto

spesifikasi pembebanan

Agustus 10, 2007 · & Komentar

Ingin menjadi insinyur sipil yang profesional adalah keinginan setiap orang (lulusan teknik sipil yang seneng struktur tentunya). Profesional yang dimaksud di sini adalah bukan mempunyai sertifikat profesional aja lho, tetapi benar-benar mampu bekerja sesuai yang diharapkan oleh owner (pemberi kerja), mampu memberikan solusi yang menyelesaikan permasalahan. Tentu saja itu di bidang engineering.  

Kriteria kepuasan owner tentu saja harus dimulai dari fungsinya terlebih dahulu yaitu keselamatan (strength and ductile), kenyamanan (stiffnes) yang sekarang mungkin ada unsur keselamatan lingkungan. Baru setelah itu unsur-unsur bisnis, misalnya sesuai budget (ekonomis), dapat dikerjakan dan sebagainya.

Untuk mendapatkan hal-hal seperti itu bagaimana caranya. Salah satu cara yang ampuh / efektif adalah kemampuan engineer untuk memperkirakan beban-beban apa yang akan bekerja pada struktur rancangannya tersebut. Ini tidak gampang, pengalaman tidak menjamin (tergantung pengalamannya di mana), untuk itu insinyur harus selalu meningkatkan pengetahuan dan wawasannya, juga perlu saling berinteraksi satu sama lain, mempelajari pengalaman orang-orang lain yang pernah sukses dengan kasus serupa. Langkah yang efektif adalah banyak membaca dan juga yang paling penting (menurutku) adalah selalu rutinlah berkunjung pada blog ini.

Mengapa sih ?

Blog ini ternyata sudah menjadi kebutuhan bersama para engineer, khususnya di Indonesia. Buktinya ? Mereka-mereka sudah tidak segan-segan berbagi pengetahuan maupun informasi yang mereka miliki. Diskusi maksudnya pak ? Bukan, tidak hanya diskusi lebih dari itu, yaitu literatur-literatur digital. Itu tidak hanya sekali, beberapa teman engineer telah banyak yang mengirim jurnal, code, dsb-nya tentang structural engineering. Ada beberapa CD ya, wah lupa, pokoknya kalau mau baca seminggu aja pasti udah teler.

Misalnya ini lho tentang spesifikasi pembebanan , udah punya belum :

A m e r i c a n  S o c i e t y  o f  C i v i l   E n g i n e e r s

M i n i m u m  D e s i g n  L o a d s  f o r B u i l d i n g s  a n d 
O t h e r   S t r u c t u r e s

A. S_ C. E atau S. E_ I  seri 7 tahun 05

Chapter 1 – General (down-load PDF 178 kb)

Chapter 2 – Combinations of Loads (down-load PDF 75 kb)

Chapter 3 - Dead Loads Soil Loads and Hydrostatic Pressure
(down-load PDF 53 kb)

Chapter 4 – Live Loads (down-load PDF 221 kb)

Chapter 5 – Flood Loads (down-load PDF 164 kb)

Chapter 6 – Wind Loads (down-load PDF 2,232 kb)

Chapter 7 – Snow Loads (down-load PDF 474 kb)

Chapter 8 – Rain Loads (down-load PDF 37 kb)

Chapter 9 - Reserved for Future Provisions (down-load PDF 26 kb)

Chapter 10 - Ice Loads-Atmospheric Icing (down-load PDF 576 kb)

Chapter 11 - Seismic Design Criteria (down-load PDF 498 kb)

Chapter 12 - Seismic Design Requirements for Building Structures
(down-load PDF 1,242 kb)

Chapter 13 - Seismic Design Requirements for Nonstructural Components
(down-load PDF 553 kb)

Chapter 14 - Material-Specific Seismic Design and Detailing Requirements
(down-load PDF 528 kb)

Chapter 15 - Seismic Design Requirements for Nonbuilding Structures
(down-load PDF 760 kb)

Chapter 16 - Seismic Response History Procedures
(down-load PDF 118 kb)

Chapter 17 - Seismic Design Requirements for Seismically Isolated Structures
(down-load PDF 533 kb)

Chapter 18 - Seismic Design Requirements for Structures with Damping Systems
(down-load PDF 734 kb)

Chapter 19 - Soil Structure Interaction for Seismic Design
(down-load PDF 134 kb)

Chapter 20 - Site Classification Procedure for Seismic Design
(down-load PDF 88 kb)

Chapter 21 - Site-Specific Ground Motion Procedures for Seismic Design
(down-load PDF 1,633 kb)

Chapter 22 - Seismic Ground Motion and Long-Period Transition Maps
(down-load PDF 1,424 kb)

Chapter 23 - Seismic Design Reference Documents (down-load PDF 147 kb)

Appendix 11A Quality Assurance Provisions
Appendix 11B Existing Building Provisions
Appendix C Serviceability Considerations (down-load PDF 239 kb)

COMMENTARY (down-load PDF 6,616 kb)

Note : ini sumbangan dari teman anda Donny B. Tampubolon yang sering nongol memberi komentar di blog ini. Trims ya mas Donny.

Kategori: Civil Engineer · Reference · gratis · teknik sipil

52 tanggapan so far ↓

  • Donny B Tampubolon // Agustus 11, 2007 pada 4:20 am

    Dear Pa Wir,

    Sama-sama Pa Wir.

    Dengan adanya Blog bapak ini, saya juga sangat terbantu dalam mencari info yang berkaitan dengan masalah pekerjaan yang saya hadapi.. :)

    Saya tergerak untuk mensharingkan file yang saya punya, agar rekan mahasiswa, engineer maupun para Dosen yang jauh dari Jakarta dan kota-kota besar, tidak usah bingung mencari referensi, buku dsb.. Karena kebanyakan file ini juga Jarang/tidak ada ditemui di Toko buku.. kalaupun ada, harganya pasti mahal.. :(

    Supaya mahasiswa di luar Jakarta juga semakin cerdas dan Dosen-dosennya semakin terpacu membaca referensi dari luar sehingga tidak kalah dengan Engineer dan Dosen yang ada di Jakarta dan kota besar lainnya :)

    Saya senang sekali melihat para mahasiswa yang kritis dan aktif berinteraksi di blog ini :)

    Semoga Bermanfaat !

    Pa Wir,

    Blog ini juga menghilangkan kepenatan saya dalam bekerja seharian di kantor..

    Kecanduan gitu loohh.. Kalau mulai start kerja, yang pertama saya buka adalah Blog ini, setelah itu saya mulai kerja..hehehe..Jadi ketahuan deh sama Bos :) sorry ya bosss…

    Syallom..

  • Donald Essen // Agustus 12, 2007 pada 11:25 pm

    Pak Donny ini memang top abis lah thnks bgt ya pak.

    Syalom juga pak.

  • sudar // September 5, 2007 pada 4:42 pm

    Pa Wir,

    Adakah tulisan Pa Wir yang membahas tentang pondasi (baik pondasi dangkal ataupun pondasi dalam borpile/tiang pancang).

    Metode mana yang sebaiknya digunakan untuk menentukan daya dukung pondasi, dasar-dasar yang menunjang bahwa metode tersebut paling direkomendasikan untuk dipakai.

    Mohon penjelasannya…. terima kasih

    Wir’s respond : saya belum pernah membahas tentang pondasi, kalaupun ada nanti mungkin lebih ke arah soil-structure-interaction, atau mungkin strateji pemilihan suatu sistem pondasi yang tepat untuk suatu struktur. Apakah bisa pondasi dangkal yang relatif murah tapi aman, atau harus pondasi dalam yang relatif mahal, dsb-nya. Jadi untuk kekuatan pondasinya sendiri yang berkaitan dengan parameter-parameter tanah maka cenderung itu grey area, kepunyaannya soil engineers.

  • hendry // September 10, 2007 pada 8:37 am

    Pak Wir,
    Saya lagi design struktur dengan bentangan antar tiang 15 m n 10 m. tinggi tiang 4,8 m. tampak atas plat lantai berbentuk trapesium. Saya coba design balok prestress.
    Permasalahan nya apa ada solusi lain apabila menggunakan struktur baja atau struktur dengan beton bertulang biasa.

    Saya minta tolong juga perhitungan prestress.
    kalo ada rekan yg bantu aku dah buat permodelan di Sap 2000 v.10.
    Jika ada saya berikan alamat mail saya : inok_iyung@yahoo.com.
    Terima kasih pak wir

  • juriesk // September 16, 2007 pada 2:21 pm

    Dear All,
    Mohon bantuannya untuk PPIUG (Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung), hard copy terima kasih akan saya ganti ongkos kirimnya atau kalau ada yang softcopy terima kasih sekali.

    Rgd,

    Jr_

  • Donny B Tampubolon // September 17, 2007 pada 1:13 am

    Dear Juriesk,

    Silahkan Anda mencarinya di folder : Code and Standard, pada :

    http://www.4shared.com/dir/2541514/8ece5c0f/sharing.html

    Syallom..

  • dolly // September 18, 2007 pada 3:27 am

    Tips2 tentang skripsi yang bapak muat, benar-benar membantu saya dalam memulai tugas akhir saya, pak !

    Ada pertanyaan, saya punya judul sbb: “analisis pre stress pada struktur melengkung”. Kira-kira dimana saya dapat memperoleh referensinya khususnya tentang struktur melengkung ?

    Oh ya pak, ini juga mengenai kerja praktek saya tentang jembatan yang meggunakan tumpuan elastomer. Sebenarnya prinsip kerja elastomer itu seperti apa ? Seperti diketahui sistem sendi-sendi, sendi-rol tidak cocok untuk jembatan. Jadi, sebenarnya sistem elastormer itu bekerja sebagai apa pak ?

    Mohon penjelasannya. Terima kasih.

  • wir // September 18, 2007 pada 12:09 pm

    @Hendry:
    Lantai (dng pelat beton ?) untuk bentang 15 m relatif cukup besar jika digunakan balok beton bertulang, check lendutan dengan memasukan pengaruh retak dan creep (rangkak). Amannya ya pakai prestress. Balok baja juga bisa koq (retak dan creep nggak dominan).

    @Dolly:
    Prestress untuk struktur melengkung, apa itu ? Kubah, atau bisa juga dinding struktur silo. Bisa beda itu strateginya. Jika struktur memang sudah menerima gaya tekan (compression) seperti pada kubah, mungkin prestress nggak perlu. Tapi jika akibat beban didalamnya sehingga terjadi tarik pada komponen lengkung tersebut (misalnya silo) maka prestress sangat diperlukan.

    Untuk itu perlu diperhatikan loss of prestress shg stressing tidak bisa sekaligus (ingat jika konfigurasi strand-nya lengkung maka timbul losses).

    “Seperti diketahui sistem sendi-sendi, sendi-rol tidak cocok untuk jembatan”. Siapa bilang ?

    Ini tanggapan khususku tentang elastomer

  • Jurie // September 22, 2007 pada 4:00 pm

    Thanks a lot Bung Donny untuk sharing files nya.

    Regard,

    Jr_

  • cahyo // Nopember 11, 2007 pada 5:35 am

    Mantap Pak,….

    saya sangat terbantu..dengan file2x pdf nya,…maklum kalo beli mahal..gak terjangkau sama kocek saya…apalagi cmn pegawe kecil (yg dituntut karnya besar,he3x)

    salam

  • eusebius purwadi // Nopember 13, 2007 pada 7:05 am

    Mas..saya eusebius purwadi…saat ini saya bergerak di lembaga sosial untuk kegiatan pengawasan pembangunan di Jawa TImur..

    Saya ingin bertanya…mengapa dalam pengadaan tender..kegiatan pengadaan kerangka jembatan dan bahu jembatan dipisahkan? apakah itu masuk akal…apakah ada permainan dalam proyek tersebut?

    mohon penjelasannya

    Wir’s comments : Pak Pur, masalah anda kayaknya masuk pada bagian Manajemen Proyek. Saya mencoba menganalisis dari kaca mata engineer. Kerangka jembatan (mestinya baja ya) mestinya ini konstruksi utama jembatan (main proyek) sedangkan bahu jalan sebagai konstruksi sekunder (finishing). Juga waktu kegiatannya berbeda. Maka berdasarkan konsep tersebut bisa aja displit, dipisahkan. Apalagi jika konstruksi bahu jalan bukan dari baja.

    Ya tapi itu relatif, bila itu dikerjakan oleh kontraktor utama, maka melibatkan kontraktor spesialis, misal khusus kerangkan dia beli dari fabrikasi baja (Transfield / Transbakrie) sedangkan pondasi dll dan bahu jalan kontraktor tersebut. Jadi kalau begitu orang awam melihatnya sebagai satu kesatuan tidak displit.

    Tergantung kontraknya kelihatannya mas.

    “ada permainan dalam proyek tersebut?”, bisa juga. Mungkin ada kontraktor lain yang punya info (koneksi) tetapi nggak punya kompetensi memadai, lalu minta porsi yang nggak beresiko gitu. Menurut saya wajar-wajar aja, bahkan untuk tipe yang tahu diri gitu masih lebih baik daripada yang merasa punya koneksi tapi nggak kompeten lalu minta jatah semua (lalu di sub-kontrak-kan).

    Yang penting anda kendalikan mengenai mutu (sesuai spek perencanaan), biaya dan waktu-nya aja mas. Bandingkan dengan pekerjaan sejenis, wajar nggak ? Ini mah yang bisa menilai MK profesional. Selamat bekerja ya mas

  • yoyok // Nopember 15, 2007 pada 1:50 am

    pak.apa saya bisa minta ppiug 2002

  • Arif Budiman // Nopember 16, 2007 pada 4:33 am

    Pak Wir,
    Terimakasih atas kehadiran blog ini dimana insinyur Indonesia bisa share buku / spesifikasi / code sehingga membuat insinyur Indonesia menjadi lebih banyak tahu, yang akhirnya akan membuat lebih pintar.

    Sekarang saya sedang mencari spesifikasi / code negara Canada seperti :
    CSA : Canadian standard association
    NBC : National Building Code

    apakah Pak Wir atau rekan-rekan lain dapat membantu ?
    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih.

    Arif Budiman
    NB: buku P Wir : Aplikasi rekayasa konstruksi dgn VB 6 - bagus !!!! ada rencana terbitkan buku baru ?

    Wir’s respond :
    semoga ada yang sharing.
    Syukur pak kalau bukunya bagus.

    Saat ini belum ada rencana membuat buku lain selain buku disertasi. Moga-moga nanti juga berguna, disitu saya memakai ABAQUS untuk mikro model. Tetapi karena di Indonesia sangat jarang yang menguasai maka kalau jadi buku komersil maka nggak ada yang beli. :(

  • harwanto // Nopember 16, 2007 pada 4:35 am

    Pak Wir,
    web site Bapak sangat berguna sekali dan mudah-mudahan Bapak selalu dalam keadaan sehat dan bahagia.

    Mohon ma’af pada chapter 6 dari file Minimum Design Loads for Buildings and Other Structures yang dikirim oleh Bpk. Tampubolan tidak dapat didownload karena ada kerusakan. Apakah dapat dikirim lagi revisinya?

    Sekali lagi terima kasih atas perhatian dan kebaikan Bapak-Bapak Sekalian
    Hormat saya,
    Harwanto

    Wir’s comments : salam sejahtera pak Harwanto, saya langsung coba klik chapter 6 yaitu tentang Wind Load. Nggak ada masalah itu pak, file ukuran 2.2 mb bisa di down-load dan bisa dibuka pada PDF itu.
    Saya pakai Speedy pak.

  • harwanto // Nopember 16, 2007 pada 8:15 am

    Salam Sejahtera Pak Wir,
    Ma’af saya ingin bertanya lagi, setelah saya coba dengan Laptop saya (sebelumnya dengan desktop) untuk membuka chapter 6 dari file minimum design load …. ternyata muncul comment yang sama yaitu : “there was an error opening this document. The file is damaged and could not be repaired” tetapi file lainnya dapat dibuka. Selain itu file mengenai Handbook of Civil Enginering Calculations juga tidak dapat dibuka walaupun saya sudah mengikuti petunjuk dari Bp. Eri Iwan P untuk mengcopy paste beberapa tulis yang disarankan. Sekali lagi terima kasih banyak dan ma’afkan saya bila ada kata-kata yang tidak berkenan.
    Salam

    Wir’s comments : kalau begitu saya juga tidak tahu, karena ditempat saya tidak ada masalah. O ya, saya pakai Acrobat 7.0.

  • rhendy // Nopember 17, 2007 pada 4:30 am

    Salam kenal Pak Wir,
    Saya skg sedang menyusun skripsi ttg design jembatan menggunakan struktur balok beton prategang dengan bentang total 230 m.

    saya minta tolong referensi untuk perhitungan balok prategangnya dengan bentang 40 m dan 50 m. Oya Bapak ada gak file NAASRA?

    Mohon bantuannya, dan salut atas hadirnya blog ini…
    Terima kasih.

  • Arif Budiman // Nopember 17, 2007 pada 5:02 pm

    Pak Wir,
    Aku dulu pernah pake ABAQUS di workstation, pake SUN-Xwindow. tapi udah lama sekali, tentunya sekarang sudah ada versi PC. Kayaknya memang sedikit di Indonesia yang pakai kalah popular dengan yang lain.
    Bye.
    Arif Budiman

    Wir’s responds : Pak Arif pakai ABAQUS versi berapa ? Untuk menyelesaikan kasus apa ? Dimana pak ? Waktu masih sekolah ya ?

    Saat ini saya pakai untuk material metal, yaitu sistem sambungan pada dua bagian metal yang terpisah pakai alat mekanik penyambung (seperti kokot) tetapi ditekan hingga menghasilkan alur pada kedua metal yang pasangkan menyamping. Baru kemudian keduanya ditarik sampai runtuh. Jadi opsi yang dipakai non-linier material, geometri dan kontak sekaligus. Menarik juga.

    Saya nggak yakin bisa nggak itu dilakukan oleh program lain yang populer di Indonesia. Apa sih yang populer, SAP2000 atau ETABS atau STAAD. Kayaknya kalau itu nggak bisa ya.

  • yusen // Nopember 18, 2007 pada 6:47 am

    siang Pak donny dan juga Pak Wir,

    saya ingin mendown load peraturan pembebanan indonesia untuk gedung yang di kasih sama Pak donny diatas tapi gak bisa…gimana ya pak?
    trima kasih

  • Arif Budiman // Nopember 18, 2007 pada 9:35 am

    P Wir,
    Saya gunakan ABAQUS waktu saya kerja di Obayashi Corp. Tokyo, Civil department- design section. sudah lama tahun 1993, versinya lupa, untuk perhitungan finite element.

    Waktu itu PC masih intel pentium 1- 100 khz, aku pakai SUN work station yg lebih cepat drpd PC. (sekarang sih sudah lewat oleh PC ) untuk perhitungan jembatan precast segmented, 3D solid element, nonlinear geometrik, nonlinear material. prestressed load. dibebani hingga runtuh, sampai ada gap/retak di antara segment. dan perhitungan kerjaan lainnya jembatan cable stayed bridge, water tank tower, riset work horizontal resistance tanah pada wall pondasi.

    SAP, ETAB, STAAD fokusnya untuk kerja bukan untuk riset.

    Program yg besar waktu itu MARC ( waktu aku ambil Master di Nagoya University ), yang lain tp aku belum pernah coba mungkin ANSYS, NASTRAN. yang punya kemampuan nonlinear material, geometrik, kontak.

    Apakah hasil perhitungan P Wir akan diperbandingkan dengan uji laboratorium ?

    Wir’s responds : wah asyik juga ada yang pernah pakai ABAQUS. Saat ini kelihatannya udah ok, rasanya cukup logis hasilnya. Problem kontak yang bikin lama, pernah terlalu kecil mesh-nya, running sampai 28 jam. Harus pakai dekstop Core 2 Duo, memory 2GB. Laptop sudah nggah bisa lagi.

    Nanti kalau tahap numerik sudah cukup matang, dan dapat dipilih konfigurasi sampel yang paling baik dilanjutkan ke eksperimen. Rencana sih ke PAU ITB, ke lab-nya bapak Muslinang. Rencana tahap numerik saya maju akhir tahun ini. Jadi awal tahun depan udah bisa eksperiment lalu dipakai untuk kalibrasi ke FEA-nya gitu pak.

    Sekarang anda di mana, masih di Jepang atau mana. O ya, anda sekarang di industri atau riset / peneliti gitu.

    Salam

  • Arif Budiman // Nopember 19, 2007 pada 7:50 am

    Saya kembali ke Indonesia thn 1995, kerja di kontraktor - Jaya Obayashi, bagian desain- bangunan industri, pakai program STAAD, kemudian Tatamulia menjadi CM gedung Menara Prima, selesai september 2007, Oktober 2007 baru mendarat di Vancouver-Canada, masih sibuk mencari pekerjaan di bidang struktur engineering.

    Wir’s responds : Syukurlah pak, kalau begitu. Semoga cepat dapat pekerjaan yang dimaksud. Ada beberapa teman Indonesia yang sudah bekerja disana yang sempat mampir di blog ini. Siapa tahu dapat saling berbagi info. Kami di sini hanya bisa mendoakan semoga teman-teman yang diperatuan dapat berhasil, mandiri dan mampu mengangkat nama bangsa. Amin.

  • aryo // Nopember 27, 2007 pada 7:09 am

    saya mahasiswa ITS Surabaya mau menanyakan tentang tugas saya mungkin bapak atau rekan2 para engineer lain bisa mengajari, mengenai permodelan struktur tangga bagaimana memodelkan struktur tangga dengan benar???

  • riang // Desember 5, 2007 pada 9:06 am

    saya sangat terbantu dengan adanya blog dari bapak ini, saya sendiri seorang self learner .
    Ada web menarik dari MIT (Massachuset Institute of Technology ) yg konon paling terkenal di dunia membuka kesempatan belajar bagi yang berminat dengan GRATIS.
    buka link berikut :
    http://ocw.mit.edu
    semoga universitas dalam negeri bisa mengikuti jejak mulia ini.
    Juga ini saya tanyakan ,
    Apakah ada yang mempunyai SNI untuk analisa pembebanan dan konstruksi.
    saya coba download dari web SNI tetapi error.maklumlah buatan dalam negeri.

  • eko prasetyo adhi // Januari 5, 2008 pada 3:52 am

    Dear Donny B. Tampubolon

    Saya coba buka http://www.4shared.com/dir/2541514/8ece5c0f/sharing.html,
    tapi kok dah dihapus sama admin ya ????
    Bisa minta lagi gak ya ?????
    Thaks and GBU

  • Donny B Tampubolon // Januari 5, 2008 pada 8:24 am

    Dear All,

    Saya persilahkan rekan-rekan engineer untuk membuat list yang anda inginkan. Mungkin saya akan mengupload kembali di folder sharing saya tersebut, karena di bulan ini ada deadline proyek-proyek di kantor yang harus saya penuhi.

    Untuk menguploadnya kembali semua data saya, sepertinya tidak mungkin untuk saat ini… capcay deh.. :(

    Harap maklum, karena semua file itu di luar negeri cukup mahal loh harganya ratusan US$ dan mereka sangat melindungi hak cipta.

    Pa Wir, semoga blog bapak ini tidak di embargo juga..hehehe.

    Syallom..

    Wir’s responds :
    **mahal** , wah pantes saya banyak menemuin materi-materi disini udah di link langsung dari web-site luar. Jadi yang kita jadi nggak kebagian. Itu perlu trik mas Donny.
    Tapi ya memang hal-hal seperti inilah yang membuat blog ini terkenal, he, he, he. Trim ya mas.

  • agung // Januari 18, 2008 pada 6:47 am

    Pak wir, adakah tulisan bpk tentang perhitungan struktur sistem beam melingkar(elips), ataupun perhitungan beban2 jembatan karena saya melakukan sedang melakukan kajian terowongan melayang dibawah air dengan bentuk terowongannya adalah elips. atau tulisan yang lain yang berhubungan dengan kajian tersebut. thanks u

  • dwee // Januari 19, 2008 pada 2:11 am

    Pak Wir, saya ingin menanyakan apakah bapak mempunyai referensi soal perhitungan bracing atau tulisan tentang hal tersebut untuk bahan skripsi saya
    Thanks

  • Rusmawan // Januari 21, 2008 pada 9:17 am

    nama saya rusmawan….Maaf apa ada yang punya buku pedoman tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung

  • don // Februari 10, 2008 pada 4:14 pm

    salam kenal pak wir!!!

    saya kuliah di teknik sipil universitas udayana bali..
    terima kasih atas referensi yang pak berikan.

    saya ingin tanya tentang analisis struktur yang belum saya mengerti, mohon bantuan bapak kalau punya cara-cara pembelajaran yang mudah dimengerti.

    terima kasih pak wir.

    Wir’s responds: lho belum mengerti, berarti belum lulus mata kuliah itu dong. :lol:
    Itu berarti anda harus aktif tanya dosennya.

  • donaldessent // Februari 12, 2008 pada 1:16 am

    Hehe saya juga anstruknya payah pak Wir…emang kelemahannya mungkin males ngulak ngulik buku kali ya..

  • adenin nasution // Februari 28, 2008 pada 2:21 pm

    saya mau bertanya untuk pembesian plat lantai mana yang lebih kuat menerima beban pembesian rangkap atau pembesian pakai teromol. terima kasih pak.

    Wir’s responds: saya nggak paham pertanyaan anda, apa itu semacam rem maksudnya. Ada teromol dan ada yang disc-brake. :P

  • Agus // Maret 27, 2008 pada 9:31 am

    Dear P’ Donny,
    Salam kenal, betul kata bapak; dengan adanya info di blog ini dan sharing filenya- akan banyak membantu mahasiswa, dosen & engineer sipil. Bravo tuk Mas Donny.

  • Donny B Tampubolon // Maret 27, 2008 pada 10:45 am

    Dear Pa Agus,

    Mau cerita sedikit niy, saya jadi ingat waktu jadi mahasiswa, saya sering fotocopy buku2 dari perpus takaan di kampus, potong uang saku tiap bulan..
    Sekarang kayaknya udah ngga jaman lagi deh dengan menjamurnya e-books gratis yang bertebaran di dunia maya.

    Seharusnya mahasiswa dan engineer (khususnya di Indonesia ) jaman sekarang lebih pandai dari sebelumnya..

    Salut juga untuk Pa Wir yang rela menyediakan waktunya untuk berdiskusi bersama di blog ini, tapi bukan tentang Dewi Persik loh..

    Salut juga atas kesediaan pa Wir, untuk membagi file ke dalam bentuk yang lebih kecil, maksudnya agar mudah didownload oleh rekan-rekan Engineer yang mempunyai speed download komputernya kecil/terbatas..

    Salam kenal juga pa Agus, smoga apa yang telah terjalin sekarang ini semakin berkembang dan membawa berkat untuk kita semua..

    Syallom..

  • eko priyo utomo // April 8, 2008 pada 3:55 am

    Salut, pak WIR, saya dosen T.Sipil Untag Surabaya, sejak tahun 1989 sampai sekarang. Mengampu mata kuliah ASMM dan Aplikasi Komputer untuk Rekayasa Konstruksi.
    Sudah lama kami mengumpulkan buku ASMM, dari yang bhs indonesia, sampai yang berbahasa inggris. Termasuk dua buku karangan Anda, dan saya mewajibkan bagi siswa saya memiliki buku anda, SAP 2000. Dan mengunjungi Website anda. Semoga karya dan web anda bermanfaat bagi dan mencerdaskan dunia komunitas sipil di Indonesia. Sukses untuk Pak Wiryanto.

  • wir // April 8, 2008 pada 4:29 am

    salam sejahtera mas Eko,
    Salam kenal dan terima kasih untuk turut mempromosikan buku tersebut. Tanggapan seperti anda inilah yang membuat saya tetapi ingin menulis baik itu di buku maupun di blog. Juga semoga kesenangan menulis ini dapat ditiru oleh teman-teman sekaliyan, sehingga bersama-sama dapat turut serta mewarnai bangsa ini dengan hal-hal yang baik.

    Salam
    wiryanto dewobroto

  • agung // April 8, 2008 pada 3:20 pm

    PAK wir… aku mau cari sni pengujian plat lantai ada nda????..kok sni nya jarang….aku lagi nyari sni tentang beton, pengujian, mix design,ddd

  • ezer // April 9, 2008 pada 3:41 pm

    Slmt malam, p’Wir n komunitas konstruksi yang lain… saya skarang lagi nulis skripsi tentang perencanaan gedung. ada yang bisa bantuin ga..? saya lagi butuh file Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung. klo ada yg punya tolong kirim ke emailku: eszershark@gmail.com
    trima kasih sblumnya.

  • chafid // April 10, 2008 pada 1:49 am

    pak wir, saya mahasiswa tingkat akhir mau nyusun skripsi tentang PBD (Performanced Based Design) dengan pushover pake metode kapasitas spektrum!
    1.Apakah bapak punya code ATC-40 yg free download? atau mungkin bisa kasih linknya!
    2.Untuk struktur core wall yang jd sistem kantilever desainnya pakae manual SNI kan ga ada detailnya, apakah di manual ACI ada?
    thanx

  • ardana utama // April 14, 2008 pada 8:44 pm

    pa apa ada manual untuk kekakuan lateral dinding geser

  • ambiyar // April 19, 2008 pada 9:03 am

    pak wir…
    perkenalkan,,,,
    saya bombi,
    saya mahasiswi teknik sipil UNSRI angkatan 2005,,,
    sekarang kami lagi dapet tugas perancangan jembatan baja kereta api dengan peraturan eurocode….
    kami benar2 bingung pak tentang peraturan eurocode, khususnya masalah pembebanan…
    pak, km juga minta peraturan eurocode untuk kereta api,,,
    mohon bantuan pak wir…..
    trima kasih…

  • emo // April 23, 2008 pada 9:14 am

    syallom,pak wir!!!

    nama saya emo dari universitas swasta di jember,,saat ini sedang mengerjakan skripsi dengan judul analisa balok beton prategang pada rangka portal..pake SAP pak!!
    saya udah beli buku bapak yang SAP tebaru, sangat membantu skripsi saya pak..

    saya ingin bertanya pak
    apakah sistem postension dan pratension punya perbedaan pada perhitungan bebannya??

    terima kasih pak!!

  • wir // April 23, 2008 pada 10:44 am

    Hallo Emo,
    Trims udah beli bukuku.

    Tentang post-tensioning dan pre-tensioning, yang anda harus perhatikan adalah :
    * tahapan pembebanan, chek secara detail, bikin list perbedaan antara keduanya.
    * konfigurasi atau lay-out kabel, karena untuk bikin konfigurasi yang tidak lurus di pre agak susah.
    * juga tentang anchorage zone, ingat yang pre khan tergantung dengan lekatan strand dengan beton, sedang yang post pakai anchorage. Jadi pemodelannya harus hati-hati (nggak sama).

    Jika ketika faktor tersebut sudah kamu pertimbangkan dengan baik, rasanya yang lain sama aja lho.

    Gitu cukup.

  • civilian // April 24, 2008 pada 2:56 pm

    maaf,tolong jelasin perhitungan jembatan cable stayed siak sri indrapura doooonk
    dah buntu bgt ne…………..
    tugas akhir lum jg slesai”……….
    bantu aQ ya……………
    mksh…………….

  • ilman // April 28, 2008 pada 4:37 am

    yang terhormat pak wir,

    saya adalah mahasiswa tingkat akhir di PTN di riau
    skripsi saya adalah mengenai teknologi beton menggunakan campuran kimia dari limbah kayu akasia.

    yang ingin saya tanyakan adalah buku2 referensi dan literatur2 tentang teknologi beton.

    kemudian semua standar yang digunakan dalam pembuatan,perawatan,dan pengujian beton.

    saya merasa sangat terhormat dan senang sekali jika pak wir yang terhormat dapat membantu saya dalam menyelesaikan tugas akhir saya.

    terimakasih..

    Wir’s responds: teknologi beton memang tidak menjadi fokus saya selama ini. Saya lebih konsentrasi ke struktur beton, meskipun demikian penggunaan campuran kimia hasil limbah kayu akasia, cukup baru saya dengar. Apakah itu dalam bentuk abu atau potongan-potongan kayu.

    Buku-buku tentang beton rasanya cukup banyak tersedia, coba lihat publikasi dari ACI.

  • RYAN // Mei 8, 2008 pada 4:43 am

    pak, tolong informasinya mengenai dilatasi gedung pak. seperti analisis pada joint-nya dan penentuan jarak dilatasinya. atau bapak mungkin bisa menyarankan referensi yang harus saya baca.
    terima kasih banyak pak.

  • budi // Mei 18, 2008 pada 7:40 am

    mas, sy lagi bkin desain jmbatan kayu bentang 20 metr….
    bisa bantu saya??
    1. Praturan trbaru ttg jmbatan
    2. mnghitung gaya2 nya bisa SAP gx??
    3.langkah-langkah mnghitung bban yg trjai….

    Matur nuwun sblmnya mas…

  • apryadin // Juni 14, 2008 pada 6:04 am

    selamat siang p wir n salam kenal
    saya udah lama mengkoleksi buku SAP karangan p wir, cukup bagun n lengkap.
    ada beberapa pertanyaa yang saya ingin ajukan
    kemaren saya mencoba mendesain struktur bagunan dengan baja setelah di desain muncul pertanyaan dari saya, apakan SAP juga mendesain Jumlah baut atau tidak pada sambungan joint ? atau harus di desain secara manual…..

    matur nuwun n thnks p wir atas jawabanya

    Wir’s responds: SAP2000 untuk desain sambungan (baut or las) belum bisa.

  • James Jatmiko Oetomo // Juni 15, 2008 pada 3:35 am

    @ Ryan
    Aturan dilatasi gedung bisa dibaca melalui peraturan SNI gempa, dsitu ada aturan mengenai jarak antar bangunan agar tidak terjadi benturan antar bangunan

    @apryadin
    Nah, menurut saya buat desain detail2 sambungan, khususnya buat baja, emang ini kelemahan utama SAP2000 buat masalah desain baja.

    Klo pak wir bnyak wktu gmana bapak kalo tulis2 juga tentang STAAD Pro/Tekla, disitu detail desain sambungannya khususnya buat struktur baja lebih bagus, hehehe :-)

    Sama satu lagi pak wir, saya liat bapak punya publikasi tentang strut & tie model, klo saya mau cari contoh2 soalnya buat dipelajari tentang strut & tie kira2 ada saran untuk referensi yang bagus gaq yah. Makasi :D

  • dito // Juni 18, 2008 pada 6:09 am

    hi pak wir….
    salute buat website ini;
    ajang diskusi untuk kalangan structurer & mhs sipil.
    pak wir kapan buku terbaru nya terbit lagi?
    ditunggu.

    Wir’s responds: idenya sudah numpuk, tapi waktunya sudah habis untuk menyelesaikan disertasinya dulu, karena tahun ini sudah harus selesai, kalau tidak bisa didepak. :P

    Pokonya jangan kuatir, ini disertasinya aja juga layak terbit lho. Hanya memang terlalu advance, kualitasnya nggak kalah lho dengan terbitan Elexmedia, bahkan ada formula baru atau rumusan baru dari suatu produk yang layak paten. He, he, itu kata prof Sahari lho.

    By the way, trims ya atas dukungannya. Salam sejahtera dan sehat selalu, agar bisa mampir ke blog ini terus.

  • angga // Juni 19, 2008 pada 9:28 am

    Hallo pak wir? apa kbr?
    ngomong2 apa disertasi bpk sdh selesai? saya enak lho liat semangat bpk yg menggebu2 utk meraih title doktor. kok msh bisa gitu di tengah2 kesibukan bpk saat ini? apa krn sering bergaul dg para akademisi kampus shg bpk ingin melanjutkan studi ke jenjang yg lebih tinggi.
    Saya mhs yg sdg merampungkan skripsi, msh bingung apa hrs cr kerja dulu atau lanjut ke S.2?mana yg bagus menurut bpk?

    Oya,numpang tanya pak? apa sih yang membedakan kolom konvensional biasa dg kolom kuat tekan tinggi? ditinjau dr apanya yg membedakan kedua jenis kolom tersebut?
    Ada beberapa teman saya yg TA-nya membahas ttg kolom dengan variabel mutu beton & tulangan mutu tinggi. TA-nya ini membahas pengaruh kekangan pd kolom tsb. Mereka mengatakan bahwa yang membedakan nya dg TA yang lain adalah pengaruh sengkangnya. Mereka menganalisis pengaruh sengkang mutu baja tinggi terhadap kolom kuat tekan yang tinggi. Mereka mengatakan bahwa kebanyakan para perencana kurang memperhatikan pengaruh kekangan (tul.transversal) pada kolom. Apa benar itu pak? Jadi selama ini apakah perencana, praktisnya, hanya memperhatikan tulangan longitudinalnya saja?

  • James Jatmiko Oetomo // Juni 19, 2008 pada 11:17 am

    @ Angga
    Nanggepin yah, hehehe,
    1. Kolom terkekang menurut beberapa penelitian memang memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa kekangan, umumnya secara matematis dirumuskan seperti ini

    fcc = fc0 + k1 fl, dimana

    fcc = confined concrete (beton dengan sengkang)
    fco = kuat tekan normal
    k1 = koefisien pengaruh kekangan (biasanya merupakan fungsi dari spasi sengkang)
    fl = lateral pressure confinement

    2. Untuk perbedaan antara beton mutu normal dengan kuat tekan tinggi, perbedaannya kira2 sebagai berikut:

    - Beton normal, kekakuan rendah, kekuatan rendah, daktilitas tinggi
    - Beton mutu tinggi, kekakuan tinggi, kekuatan tinggi, daktilitas rendah (artinya lebih getas)

    Daktilitas yang dimaksud = displacement ductility ratio

    3. Untuk analisis kolom, stau saya program2 yang ada umumnya belum memperhatikan kekangan (sengkang), biasanya yang umumnya dilakukan adalah analisis penampang yang mengikutsertakan tulangan longitudinal

    Namun desain kolomnya tetap memperhatikan “strong column weak beam”

  • angga // Juni 28, 2008 pada 4:53 pm

    Pak wir,saya mw ucapin trm ksh buat pak james yg telah mnjawab pertanyaan saya pd tgl 19 lalu.
    Saya mau tanya pak. Bgm sebenarnya prilaku yg baik bg balok&kolom jk mengaplikasikan tulangan yg cukup banyak.
    Maksudnya mana kekuatan yg bagus bagi balok&kolom jika tulangannya trdistribusi merata atau tulangan yang bnyak itu diidealisasikan menjadi tulangan 1 lapis pada sisi tarik & tekan.mengingat tujuannya utk mmperbsr lengan momen?? Jadi dg mmbndingkn 2kasus tsb mn yg bgs?Pak wir atw tmn yg lain,tlg jwb ya.

  • Leo Setiawan // Juli 3, 2008 pada 5:44 am

    Halo Pak Wir, dan salam untuk semua.
    Terima kasih untuk semua literatur yang sudah bapak share disini. Terusin yah pak, ga percuma koq.
    Saya ada pertanyaan sedikit yang berhub dgn pembebanan.
    Selama ini saya design struktur bangunan selalu saya breakdown jadi 2 dimensi. Sekarang baru mau belajar 3D. Begini Pak, apakah masih relevan kalo kita pake pembebanan Live Load sistem papan catur (kosong-isi-kosong etc.)?
    Gimana modelingnya di 3D? (saya lagi belajar sap 2000). Masih perlu ga sih Pak? Saya tadinya beranggapan kalo load factor 1.6 x LL, itu udah mengcover masalah ini. Tapi lalu saya baca di ACI 318-05 (btw, sekali lagi trim’s), di chapter 8.9 arrangement of live load, ada sedikit mention hal ini. Yang mana yang paling baik pak? Apa masih perlu checker board, apa boleh langsung dihantam kromo semua live load penuh tiap span/area? Kalo masih relevan, gimana menerapkannya di 3D? Kalo 2D selama ini saya manual dengan 2 Cycle.Tolong ya pak, atau siapapun yang bisa bantu berikan saya ‘pencerahan’. Terima kasih.

Tinggalkan Komentar