menulis Laporan KP


Salah satu mata kuliah yang menjadi tugas saya selama ini adalah melakukan pembimbingan bagi mahasiswa di Jurusan Teknik Sipil UPH yang melakukan Kerja Praktek, yaitu suatu mata kuliah khusus berbobot 2 sks bagi mahasiswa yang telah lulus mata kuliah dengan jumlah kredit sks > 100.

Adapun silabus dari mata kuliah tersebut adalah

TS 13824 Practical Work (Internship)
In the third year of studying, it is compulsory to perform work off the campus, practicing the theory and knowledge obtained during the earlier study years in a consulting or contractor firm.
Prerequisites: The cumulative credits should total at least 100

 

Dalam melakukan Kerja Praktek tersebut mahasiswa dapat melakukannya secara sendirian atau berdua. Tentu saja yang terakhir ini paling banyak peminatnya. :D

Sesuai dengan silabus di atas maka Kerja Praktek adalah seperti kerja magang pada perusahaan konstruksi (kontraktor atau konsultan) selama kurang lebih 1 bulan dengan asumsi, pelaksanaan efektif adalah sebanyak 130 jam kerja.

Sebelum membahas secara detail proses pembimbingan dan penulisan Laporan Kerja Praktek maka ada baiknya ditinjau terlebih dahulu: “tujuan”, juga  “kewajiban” mahasiswa maupun jurusan berkaitan dengan dilaksanakan mata kuliah kerja praktek tersebut.

Tujuan dari kerja praktek adalah memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mengenai kehidupan di luar kelas berkaitan dengan bidang pekerjaan yang akan menjadi profesinya nanti. Dunia real tepatnya, agar dapat menjadi feed-back positip bagi mahasiswa untuk sekaligus memantapkan langkahnya dalam menyelesaikan kesarjanaannya.

Kewajiban mahasiswa agar melaksanakan sesuai dengan kerangka administrasi jurusan, artinya pelaksanaannya harus terencana antara pengisian KRS dan pelaksanaan, ini perlu untuk menetapkan batasan jumlah SKS yang telah diperoleh dan tentu saja administrasi keuangan. Bagi jurusan, kewajibannya adalah menentukan kerangka waktu pelaksanaan kerja praktek dan evaluasi yang sesuai dengan jadwal perkuliahan pada umumnya, artinya dapat mengikuti jadwal UTS maupun UAS yang telah ada. Ini untuk memastikan bahwa pelaksanaan mata kuliah tersebut tidak lebih dari satu semester. Jika lebih berarti mengulang !. :(

Karena ini dilaksanakan selama masih berstatus mahasiswa maka tidaklah perlu takut jika diperoleh “keterkejutan” selama kerja praktek, biasa, namanya aja mahasiswa. Selanjutnya dari situ mahasiswa dapat mengatur siasat untuk menghadapinya (konsultasi dengan senior/dosen, belajar lagi dsb) sehingga nantinya saat lulus dan terjun ke masyarakat menjadi tidak “terkejut” lagi. :D

Hal yang menarik dari mata kuliah ini, adalah tidak adanya pengawasan langsung dari Jurusan berkaitan dengan pelaksanaan Kerja Praktek di lapangan, tidak ada koneksi langsung antara dosen penanggung jawab mata kuliah ini dengan pimpinan tempat dimana mahasiswa melakukan kerja praktek. Tidak ada pencatatan secara khusus, misalnya seperti absen untuk memastikan bahwa memang mahasiswa adalah benar-benar hadir di sana dan melaksanakan sesuai dengan tujuan di atas. Jadi mahasiswa benar-benar diberi kebebasan, kepercayaan secara mandiri untuk melaksanakan atau menjalankan mata kuliah tersebut. Prinsipnya mahasiswa dilatih mandiri dan jurusan memberi kepercayaan penuh bahwa yang bersangkutan mampu mengemban tanggung jawab.

Di sisi lain, terlihat bahwa mahasiswa di lepas sendirian (tidak ada pendampingan). Lalu bagaimana keamanannya ? Misalnya kalau ada mahasiswa putri ? 

Ya, karena alasan itulah maka khusus untuk mata kuliah ini maka diperbolehkan dikerjakan dalam bentuk kelompok, dengan jumlah maksimal anggota kelompok adalah dua orang. Adanya opsi tersebut maka diharapkan alasan-alasan di atas dapat diatasi. Jadi intinya dua orang tersebut bisa saling menjaga, mengawasi dan membantu satu sama lain.

Lalu bagaimana cara mengevaluasinya ?

Lha inilah uniknya, dan dosen pembimbing KP menjadi pribadi yang paling bertanggung jawab untuk memastikan mahasiswa-mahasiswa tersebut memperoleh yang seharusnya mereka peroleh yaitu wawasan baru tentang dunia kerja konstruksi.

Untuk itu maka selaku dosen pembimbing KP maka ada dua hal yang menjadi pertimbangannya dalam mengevaluasi yaitu (1) keaktifan konsultasi selama proses pembimbingan dan mengukur kadar diskusi yang dilakukan, dan (2) berdasarkan Laporan Kerja Praktek yang dibuat dan cara mempresentasikan serta cara menjawab pertanyaan-pertanyaan selama  sidang akhir di UAS. Dengan demikian maka Laporan Kerja Praktek menjadi dasar dilakukan evaluasi pelaksanaan Kerja Praktek tersebut.

Pak gimana kalau laporannya nyontek, karena selama di lapangan orangnya jalan-jalan ke mal di dekat proyek tsb ?

Bisa saja itu terjadi, toh mahasiswa khan diberi kebebasan dalam pelaksanaannya.

Kalau hanya sekedar nyontek dan tidak memahami materinya maka itu bisa terdeteksi dalam ujian sidang kerja praktek, dalam presentasinya. Biasanya khan dosen penguji, yang terdiri dari dosen pembimbing dan dua dosen tamu, akan memberi pertanyaan-pertanyaan sekitar materi tersebut. Kalau nggak tahu materi dan sekedar hapalan maka umumnya akan ketahuan. Maklum pengujinya khan lebih pengalaman.

Tapi kalau waktu itu orangnya mampu dan meyakinkan dosen pengujinya ?

Ya itu berarti mahasiswa tersebut sudah mempunyai wawasan yang cukup tentang lapangan. Jadi tujuannya tercapai dong. Artinya LULUS.

Kalau nyontek tadi pak ?

Ah kamu, itu mungkin membandingkan saja ! Namanya saja menulis maka sebelumnya tentu saja perlu membaca, dan kebetulan yang dibaca kepunyaanmu. Nggak berarti nyontek dong. :D

** Langkah Awal : Konsultasi ke Dosen Pembimbing KP **

Setelah memastikan bahwa persyaratan administrasi tercapai, juga telah melakukan konsultasi ke dosen pembimbing perkuliahan maka ada baiknya (disarankan) sebelum melakukan KP berdiskusi dulu dengan dosen pembimbing KP. Ini penting, dosen pembimbing KP anda juga merangkap dosen penguji KP maka dianya mempunyai hak priviliage penilaian dua kali. Jadi jika nilainya total 100% maka dosen KP punya bobot 50%, sedangkan penguji yang lain 25% dan 25%. Pastikan anda mendapat dukungan agar evaluasi akhir mak nyuss !!.

Lho koq gitu pak, khan nggak adil ! Protes ! Protes !

Lho itu khan berarti adil, kenapa ?!. Karena hanya dosen pembimbing KP-lah yang melakukan pengamatan selama proses KP berlangsung, melihat keaktifan mahasiswa selama KP tersebut, sedangkan dosen penguji khan hanya hadir saat sidang KP yaitu waktu UAS. Beliau hanya melihat hasil akhirnya saja. Jadi cukup wajar jika UPH menetapkan hal tersebut.

Dalam proses konsultasi awal tersebut sebaiknya mahasiswa sudah mengajukan rencana proyek atau perusahaan tempat akan dilakukan kerja praktek.

Dalam hal tersebut, pertanyaan klise dosen pembimbing adalah a.l : proyek apa itu, dimana, siapa yang punya, berapa lama, sekarang sedang dalam kondisi apa dan semacamnya. Jika itu cukup memuaskan maka pertanyaan dilanjutkan, mengapa anda tertarik mengambil proyek itu, apa yang anda harapkan dari proyek tersebut, adakah yang istimewa dibanding proyek yang lain. Sebutkan ! Ini menurut saya paling penting. Karena jika mahasiswa dapat menjawab dengan baik dan meyakinkan maka mereka sebenarnya sudah mempunyai program kerja selama sebulan tersebut. Itu juga nanti yang menjadi topik utama yang akan dilaporkan dalam Laporan KP yang akan dibuat.

Jika belum tahu jawabannya, maka ada baiknya mempelajari Laporan-laporan KP terdahulu, untuk mengetahui apa-apa yang telah dikerjakan mahasiswa untuk suatu KP tersebut. 

** Garis Besar isi Laporan Kerja Praktek (versi JTS-UPH) **

Versi JTS-UPH, ya jelas dong. Perguruan Tinggi lain bisa berbeda, dulu di UGM, KP itu dilaksanakan selama 3 bulan dan waktunya tidak dibatasi oleh semesteran. Jadi tentu saja konsepnya berbeda. Karena di UPH hanya 1 bulan dan umumnya dilaksanakan oleh para mahasiswa diantara waktu-waktu pergantian semester yaitu di bulan Desember atau Juli maka strateginya jelas-jelas bisa berbeda.

Waktu satu bulan untuk KP sebenarnya sangat terbatas, khususnya jika ingin mengetahui keseluruhan dunia kerja, jadi kita memang tidak menuntut itu, oleh karena itu sebelum melaksanakan mahasiswa harus sudah fokus apa sih yang akan dikerjakan selama 1 bulan tersebut. Itulah gunanya dosen pembimbing KP ditugaskan. :(

Laporan minimum terdiri dari Lima (5) BAB, masing-masing berisi

  • Bab I : berisi informasi umum apa, dimana proyek KP dilaksanakan. Latar belakang mengapa ingin memakai proyek tersebut sebagai KP-nya. Batasan-batasan yang perlu diperhatikan selama KP dan strategi pelaksanaan, penulisan materi pelaporan KP.

  • Bab II : berisi informasi yang berasal dari dokumen tertulis proyek tersebut, tentang dokumen-dokumen kontrak, ttg manajemen proyek, spesifikasi teknis dan gambar-gambar kerja. Mahasiswa diminta untuk mengolah data-data tersebut sehingga dapat menjadi informasi yang menarik tentang proyek tersebut, pekerjaan-pekerjaan apa yang dilakasanakan dalam proyek termasuk tanggung jawab dan kewajiban masing-masing unsur dalam proyek tersebut. Infomasi bersifat global, proyek secara keseluruhan.

  • Bab III: berisi wawasan pelaksanaan di lapangan, mahasiswa dapat memperoleh gambaran bagaimana suatu proyek dilaksanakan. Informasi bersifat global, proyek secara menyeluruh. 

  • Bab IV: hal yang spesific yang ingin diceritakan secara detail.

  • Bab V: pembahasan dan kesimpulan.

Jadi yang lebih diutamakan dalam mata kuliah tersebut adalah kemampuan mahasiswa untuk secara aktif menangkap fenomena di lapangan dan menjadikannya sebagai objek penulisan (laporan kerja praktek) serta dapat mengungkapkannya (presentasi) kepada lawan pembicara (dalam hal ini adalah penguji).

Mengenai tidak cukupnya waktu mengenal dunia real secara lengkap, wah itu masalah nanti. Tapi kalau para menguji sudah melihat bahwa mereka mampu memanfaatkan waktu yang pendek itu untuk dapat bercerita banyak maka kami yakin jika tidak ada batasan waktu maka mereka dapat secara cepat menyesuaikannya. Istilahnya mampu bersaing begitu.

Jadi dengan menyelesaikan mata kuliah ini  mereka mampu menunjukkan kemampuan menulis dan melakukan presentasi untuk meyakinkan penguji bahwa apa-apa yang dilaporkan tersebut adalah benar adanya (artinya = mereka paham betul).

Dari sisi pembimbingan artinya mampu memasukkan dua kompetensi sekaligus, (1) sesuai dengan tujuan awal dan (2) menyisipkan kemampuan menulis dan presentasi yang baik kepada mahasiswa tersebut.

Ya tentu saja yang terakhir itu (menulis) tergantung dari seberapa besar mereka secara intensif melakukan diskusi dengan dosen pembimbingnya yang kebetulan punya hobby menulis ini. Iya khan. :D

Sisi lain, mengelola mata kuliah tersebut dari sisi dosen sangat menguntungkan. Kenapa ? Ya kita sebagai dosen mendapat masukan-masukan yang baru dari para mahasiswa tersebut tanpa harus secara fisik berada pada proyek yang dimaksud.

Adanya diskusi dengan mahasiswa membuat memory engineering selalu aktif, yang sudah nggak cocok dengan kondisi real sekarang perlu di up-to-dated lagi, terus menerus.  Kadang-kadang dapat titipan salam dari para mahasiswa yang ketemu teman-teman lapangan yang mengenal.  Jadi intinya selalu up-to-dated dan terkoneksi gitu.

Hanya sayang, mungkin karena UPH ada disekitar kota besar. Sebagian besar proyek-proyek konstruksi yang menjadi topik kerja praktek adalah proyek-proyek gedung, kadang-kadang ada jalan raya. Jadi belum lengkap. Keberadaan proyek-proyek jembatan, bendung atau enerji belum menjadi topik yang menarik. Wah kalau ada khan jadi sip.

O ya, ini ada beberapa artikel di blog ini yang bersumber pada hasil KP mahasiswa-mahasiswaku di UPH:

<up-dated 25 Feb 2008>
Download petunjuk kerja praktek di Jurusan Teknik Sipil UPH

About these ads

15 thoughts on “menulis Laporan KP

  1. oiya pak…
    boleh minta ga tentang bahan2 metoda kontruksi bangunan air, dan proses pembangunannya..
    tx lg y..

  2. pak..
    masukan masalah nulis laporan kp ngebantu saya yang laghi buntu nic.. hehehe..
    oia, boleh minta referensi tentang pile cap tidak?? laghi buntu nic..
    sebelumnya makasih ya pak…

  3. bos, ak minta referensi mengenai tiang pancang donk….. jenis2 tiang pancang, keunggulan serta kelemahan tiang pancang bila ditinjau dari bahan pembentuknya (baja & beton)…
    please…..tolongin donk… hikz…
    ojo lali nggih…

  4. pak wir,

    mohon izinnya untuk mengkopi gambar2 proyek dari sini..

    makasih pak
    salam

    Wir’s responds: monggo-monggo aja bu Yanti, bahkan jika ada progress dari teman-teman Unand yang perlu diketahui teman-teman luar. Baik juga lho.

  5. Ping balik: petunjuk KP proyek jembatan « The works of Wiryanto Dewobroto

  6. saya ingin tanya…
    apakah laporan KP itu mesti diseminarkan??
    klo memang mesti di seminarkan apakah itu berdasarkan Bahasa Indonesia??

    • seminar ?
      Saya kira cukup dipresentasikan saja, kecuali memang ada materi kerja praktek yang spectacular yang perlu diketahui oleh teman-teman mahasiswa yang lain, seperti jika kerja praktek di proyek jembatan Suramadu.

      Presentasi yang dimaksud adalah untuk proses penilaian, seperti diketahui bahwa di UPH, penilaiannya dilakukan oleh tiga dosen senior. Satu dosen pembimbing dan ditambah dua dosen senior lain. Maksudnya adalah agar tidak terjadi subyektifitas. Ingat menilai suatu karya tulis khan tidak gampang.

  7. Pak…
    saya mau minta contoh laporan untuk kerja praktek..
    klo apak berkenan tlg kirim ke email saya…
    terima kasih

  8. Ping balik: KP-nya sampai KUPANG | The works of Wiryanto Dewobroto

  9. Ping balik: membuat tulisan ilmiah | The works of Wiryanto Dewobroto

  10. Mkasih banget p’ … artikel ini sangat membantu Z untuk mNylesaikan Tugas KP Z ,,, Bsa Minta tLOng g’ p’ ..?? apa bapa’ Punya cntoh Laporan KP pmbangunan Jmbatan ,,,?? bsa Z Mnta sbagai Contoh, untk pmbuatan Laporan Z nnti ,,, Trimakash sbLumX …

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s