Salah satu kolega senior, karena melihat ketertarikan kami di Jurusan Teknik Sipil UPH akan software-software engineering, ingin menghubungkan kami dengan salah satu developer program 3D untuk permasalahan rekayasa teknik.
Developer program tersebut dari manca negara. Harapannya dari kami adalah bahwa JTS UPH mau memakai software tersebut dan menguasainya, sehingga diharapkan dapat menjadi center of excellence di negeri ini. Itu sangat berguna tentunya untuk mendukung service nya nanti, misalnya pelatihan-pelatihan atau yang mirip dengan itu.
Aku akhir-akhir ini tertarik dengan program 3D karena software yang aku pakai untuk penelitian disertasiku adalah bersifat 3D juga. Model dibuat dengan element Solid, dibuat terpisah-pisah sebagai PART yang sederhana dan selanjutnya di ASSEMBLY menjadi suatu model lain yang lebih besar dan rumit. Proses interface-nya benar-benar simple sekali seperti halnya mengubah-ubah benda tersebut sesungguhnya.
Jika dibandingkan dengan program SAP2000, wah ini bukan apa-apanya. Jadi karena terlalu sering makai program 3D yang aku gunakan untuk disertasi maka ketika memakai program SAP jadi kagok rasanya. Koq terlalu sederhana sekali sih interface-nya.
Intinya aku suka sekali dengan era 3D yang dihasilkan oleh program komputer tersebut, yaitu ABAQUS dan SOLIDWORK. Keduanya mirip satu sama lain.
Dengan latar belakang pengetahuan 3D yang aku punyai tersebut maka ketika kolegaku tadi menawariku untuk menjajagi kerjasama lebih lanjut, ya aku setuju-setuju aja.
Selanjutnya agar tidak terlalu bingung nantinya, maka aku mencoba menyelusuri software-software 3D lain di internet untuk mendapat perbandingan apakah jika aku memilih software 3D tersebut apakah akhirnya cukup berharga untuk dikembangkan lebih lanjut.
Ternyata software 3D yang ada, sangat banyak sekali, dan hebat-hebat. Bagi yang belum tahu ini nama program yang ada dan contoh hasilnya.
**1** Autodesk 3ds Max



Sumber gambar dari CG Channel
**2** Rhinoceros



**3** Tekla


**4** StruCAD
**5** Solidworks




**6** SolidEdge
**7** ArchiCAD



**8** Autodesk MAYA


**9** AutoCAD Civil 3D



**10** Revit Architecture from Autodesk

**11** Revit Structure from AutoDesk




**12** Bentley Group
Microstation

Hebat-hebat khan, tapi mana yang cocok untuk diberikan ke level S1 untuk bidang teknik sipil. Nggak gampang bukan ! Bisa-bisa kalau salah milihnya maka investasi waktu yang telah digunakan untuk pembelajaran jadi nggak kepakai. Khan sia-sia.
**mikir berat mode on**
Saya berharap teman-teman yang mengetahui kelebihan dan kekurangan software-software di atas dapat membantu saya dengan sharing pengalamannya. Trims ya.








48 tanggapan so far ↓
badaruddin // 3 Januari 2008 pada 00:19 |
Mas Wir,
Sedikit menambahkan dari apa yang pernah saya alami dan dapatkan dari salah satu seminar yang dilakukan Bentley :
Umumnya bagi kita orang civil adalah kesulitan membayangkan dari gambar 2D menjadi gambar 3D, beberapa kawan yang sering menjadi checker pada satu project sering miss dalam beberapa hal :
1. Perhitungan kebutuhan material, sering kurang bahkan kadang berlebihan banyak karena dihitung double, disebabkan pada gambar sisi depan item material tersebut muncul sementara pada sisi lainnya juga muncul lagi sehingga menghitungnya double.
2. Accesibilty dalam design, seringnya kita sulit mengechek apakah ada item elemen struktur yang bertabrakan atau tidak, accesbility dari hasil design kita baik apa tidak karena gambarnya hanya dalam 2D tapi bagi designer yang sudah pengalaman hal ini mudah tapi buat yang masih junior ????
3. Waktu, dibutuhkan sangat banyak man-hour untuk melakukan pekerjaan perhitungan volume serta detail drawing apabila di run dengan gambar 2D, disamping itu apabila terjadi perubahan pada gambar plot plannya maka kita harus mengecek dan melakukan perubahan satu persatu terhadap detail drawing yang berkaitan dengan plot plan tersebut termasuk perubahan jumlah kebutuhan materialnya.
Dari hal – hal diatas maka menurut pendapat saya pribadi, sudah saatnya para engineer teknik sipil untuk mengetahui software berbasis 3D, dengan kemampuan : engineer hanya melakukan pemodelan 3D untuk item-item detil drawing serta bill of material langsung dilakukan secara automatic oleh software, sehingga waktu para engineer lebih banyak dicurahkan untuk hal-hal yang kritis saja, misal mengechek stress distribution pada plat ber lubang dll.
beberapa sofware yang mengusung ide ini adalah :
1. Autodesk revit
2. Tekla
3. Keluaran Bentley (saya lupa namanya)
kalau untuk konstruksi plant yang dilengkapi dengan item perpipaan bisa menggunakan PDMS.
salah satu keunggulan mereka lagi adalah, project management sudah di cover dalam beberapa sofware ini, sehingga tidak perlu beli software tersendiri seperti Primavera atau Microsoft Project.
semoga sedikit membantu mas wir.
salam
badar
Note : saya akan coba kirimkan mas wir salah satu contoh hasil drawing 3D dari PDMS di email mas wir.
donaldessenst // 3 Januari 2008 pada 03:22 |
Bentley ini lebih ngetop kayanya di offshore engineering dibanding civil engineering terutama PDMS itu.
Sudarsono Hutapea // 3 Januari 2008 pada 04:54 |
Ada yang tahu dimana bisa kursus software-software ini terutama Tekla ? Menurut teman saya yang di bekerja di salah satu EPC di Batam, lebih baik saya menguasai software AutoCAD dan Tekla.
Kalo mesti ke Singapore atau Malaysia agak repot…
kabarihari // 3 Januari 2008 pada 09:05 |
Betul pak Wir, software CAD 3d sekarang memang hebat-hebat. Saya sendiri bekerja sebagai engineer sebuah software CAD/CAM (tapi cenderung ke CAM). Kalo sepintas semuanya memang hebat, tapi yang terpenting menurut saya ’seberapa mudah menggunakannya’. Karena software bagus tapi ribet mengoperasikannya ya percuma saja.
kabarihari // 4 Januari 2008 pada 01:30 |
Kalo yang pernah saya coba SolidWork menurut saya yang paling gampang (karena berbasic Solid Modeling Parametric) dan termasuk cukup komplet,
Kalo SolidEdge memang lebih ribet dibanding SolidWork.
Kalo 3D max setau saya memang lebih unggul di surfacing (misal bentuk wajah dll) tapi konsekuensinya biasanya software spt itu ngga parametrik dan jelas lebih rumit penggunaannya dibanding SolidWork.
Untuk Software yang lain (arsitek, sipil dll) saya kurang begitu tahu, maklum software yang saya pakai lebih untuk teknik mesin (CAM).
watonmuni // 4 Januari 2008 pada 03:47 |
Wah..untuk S1 ya pak???Berat sekali … Kecuali untuk anak yang berbakat, suka tantangan, dan rajin belajar
Mardies // 4 Januari 2008 pada 15:46 |
Wooy! Situ pamer gambar, ya? Keren buanget!
Salam kenal!
Inra // 5 Januari 2008 pada 08:02 |
Trimakasih Buat Info..Softwarenya…Kalo boleh tau ada link Software Trialnya Gak..Pak,
Set Belajar Terus Mode On
Johny Warok // 9 Januari 2008 pada 03:31 |
Ada yg kurang pak .. Lightwave & software 3D ok poenya ( freeware lagi ) namanya Blender..
rafi // 10 Januari 2008 pada 14:38 |
bagaimana caranya kita membuat suatu bangunan 3 D dengan gampang menggunakan teknik Rendering, karena pada proses ini sering membuat saya lama untuk mebuat suatu hasil finishing yang maksimal
ari // 15 Januari 2008 pada 03:21 |
Ayo pak…
masak kalah sama trisakti mesin dengan CATIA dan NASTRAN-nya
Edo // 21 Januari 2008 pada 07:44 |
Enak jadi mahasiswa jaman sekarang… toolsnya sudah lengkap
untuk donaldessenst: Bentley jg kuat di infrastruktur. Dulu sebelum ada civil3d, program MOSS sudah dipakai buat desain tol jagorawi… :p
Di Indonesia, ya emang kurang ngetop. Tapi di Malaysia, Australia, Amerika, dan sebagian Eropa dia sangat kuat. Dan STAADPRO sudah masuk jajaran produk Bentley…
Ingin belajar 3D, harus liat buat apa dulu. Kalau cuma ingin buat visual, ngapain repot2 belajar software struktural CAD… Max aja cukup.
Tapi kalau untuk kebutuhan analisis, bisa pakai software yg sudah terintegrasi…
Misalnya Revit (Architecture, Structure, MEP) dan software analisis seperti IES, ETABS, etc…
Atau Bentley Architecture + STAADPRO + RAM Structural, etc…
Sekedar gambaran saja, Autodesk saja punya ratusan produk. Jangan jadikan software jadi batasan. Bisa satu program akan memudahkan mempelajari program lain yang sejenis. Jangan takut ilmunya akan tidak berguna.
Kalau ingin sharing soal CAD, mungkin bisa mampir ke blog saya: http://semua-tentang-cad.blogspot.com
Critics and comments are welcome…
santo // 10 Februari 2008 pada 14:10 |
pak Sudarsono Hutapea,
Maksudnya apa ya, soalnya saya mo ke malaysia, sebagai tekla detailer & tekhnical support for tekla
trims
wir // 10 Februari 2008 pada 14:29 |
Eh pak Santo ini.
Ayo pak, bikin liputan dan cerita tentang TEKLA yang bapak geluti, dan kirim ke blog ini, alamatnya wir (at) centrin (dot) net (dot) id. Juga gambar-gambar atau apa aja yang mungkin perlu dietalesekan. Biar teman-teman yang pada mbaca pada ngiler.
Sudarsono Hutapea // 11 Februari 2008 pada 04:12 |
Untuk Pak Santo,
Beberapa hari ini saya lihat ada tempat kursus Tekla di daerah Pasar Minggu.
Maksud saya kalo mesti ke Singapore atau Malaysia agak repot karena mesti lihat waktu, uang, dan tenaga kesana. Pendapat ini saya kemukakan karena saat itu saya belum menemukan tempat kursus.
Atau Pak Santo ada informasi mengenai hal ini?
santo // 21 Februari 2008 pada 14:56 |
untuk pak wir,
tawarannya akan saya usahakan
trim
santo // 21 Februari 2008 pada 15:02 |
pak Sudarsono Hutapea
Kalo menurut saya, kursus kurang perlu, asal bapak pernah gambar pake manual ato autocad, dengan latihan sendiri pasti bisa. Terus tanya2 sana sini, ato ke saya. Yang penting jam terbang pak,…….pasti cepet bisa.
Bapak latihan aja dulu, baru tanya apa yang menjadi kendala. saya pernah training sama temen, tp hanya 2 kali. terus otak-atik sendiri, trus coba dikantor, alhamdulillah sampai sekarang sudah mengerjakan beberapa project.
alamat saya kalom_steel@yahoo.co.id
ivan // 29 Februari 2008 pada 09:52 |
Mas santo
kalo mo ke malay , aku ikut donkkkkkk
he..he..he…
Ijo // 15 Maret 2008 pada 04:54 |
Kalo pengen belajar Solidwork dimana ya?
Aqla // 17 Maret 2008 pada 08:59 |
coey… ada yg ngerti bin mahir pake LandDevelopment nggak? untuk nggambar diagram superelevasi gimana ya… please deh bantu dong…
Ijo // 22 Maret 2008 pada 02:27 |
Setidaknya saya pernah lihat seseorang membuat model 3d yang siap dibuat di mesin CNC di solidwork
armando // 28 Maret 2008 pada 18:43 |
desainnya keren2, berminat gabung untuk memberikan alternatif pilihan kepada pemerintah timor leste soal perencanaan pembangunan bersama team kami????
sabra // 2 Mei 2008 pada 09:41 |
pengen punya sofware PDMS gimana ya cara memperolehnya? bisa bantu saya?
Arie Febry // 2 Mei 2008 pada 16:27 |
Buat gambar 3 dimensi …………….. kalo sekarang yang paling mudah, paling tepat buat s1 mungkin pake sketchup . trus add on podium buat render and add on su animation buat animasi
OLAN DANI LAREKTO // 2 Juni 2008 pada 05:55 |
Tekla Structure merupakan software sekali kerja(Dalam sekali pembuatan model bisa untuk detailing & analysis).
Kelebihannya :
- Minimize Human Error because,
1. Automatic GA,
2. Automatic Assembly Dwg
3. Automatic Single/Multi part dwg
4. Automatic Projection
5. Automatic MTO/BQ
6. Link model 3D dengan Drawingnya, maksudnya jika model berubah Drawing (GA, Erection dwg, Assembly dwg, Single/Multi part Dwg) ikut berubah.
7. Waktu bisa menjadi lebih cepat
8.Automatic Numbering
9. Meyediakan Clash Checking Part
10. YANG PALING PENTING SOFTWARE INI TIDAK SULIT UNTUK DIPELAJARI.
Fore more information please send me email to oln_lrk@yahoo.co.id
OLAN DANI LAREKTO // 2 Juni 2008 pada 06:03 |
OLAN DANI LAREKTO
——————————
TEKLA Detailer
Deber m Sihotang // 5 Juni 2008 pada 11:42 |
Dear
Saya sudah 3 tahun ini memakai sofw TEKLA STUCTURE,kelebihan utama tekla ini adalah pada clashchecknya dimana material yang tabrakan akan ditampilkan bila dilakukan proses clasceknya dan msh banyak lg spt komentar sebelumnya,bila ada yang berminat untuk training TEKLA dengan skala kecil mudah2an kita bs kerjasama.
alamat saya (deber_sht@yahoo.co.id)
horas
(halak hita)
Deber m Sihotang // 5 Juni 2008 pada 11:43 |
soryy khusus daerah JABODETABEK
santo // 6 Juli 2008 pada 08:07 |
Setelah sekian kali baca komentar mengenai tekla, saya ingin sharing untuk masalah pembuatan custom component di tekla.
Memang ada yang berkomentar custom component hanya untuk joint yg itu2 saja yang sifatnya simple. Tapi bagi saya yg simple itulah yg mudah dibuatkan custom component dan yang simple itu pula yang sering dihadapi tapi gimana supaya cepat pengerjaannya dan tidak salah. Dalam 1 buildingkan bisa banyak jumlahnya.
Setiap consultan berbeda-beda style jointnya, sehinggan sering kali modeler harus explode dan merubah system component menyesuaikan standard joint yang ada. Menurut saya hal itu bisa dihindari, karena bisa diperkecil kesalahnnya. Misalnya joint bracing, kelihatannya memang simple, tapi klo yang sering mengerjakan dg standard jepang pasti harus explode dan di sesuaikan lagi, itu mudah,…..tp klo banyak jadi makan waktu juga.
Enplate J144 sering kali harus ada scallop, champer,……yang harus disesuaikan dengan designnya, sedangkan di joint tersebut tidak ada fasilitas untuk membuat scallop ataupun champer, walaupun ada sering kali tidak sesuai dengan standard joint.
Itulah peran custom component. Custom component digunakan untuk melengkapi kekurangan2 yang ada di system component, itu dengan cara system component berada didalam custom component. Tetapi apabila system component tidak bisa mengcover, berarti harus dibuatkan custom component dari awal. Ada juga kebalikannya, sulit dibuat di dalam custom component tapi sudah ada di system component, spt cutting clearance 10 ato 15 terutama di bracing / miring. Hal spt itu kita bisa membuat custom componentnya, tetapi cuttingnya mengambil dari system component.
Selamat mencoba!
santo
Menggambar Rumah Dengan Sketchup « Taman Serua Sawangan // 7 Juli 2008 pada 08:54 |
[...] maupun versi 6-pro yang berbayar. Tidak perlu menghabiskan ribuan dollar amerika untuk membeli software arsitektur. Sebenarnya sketchup tidak hanya digunakan untuk arsitektur tapi juga untuk membuat model model [...]
dale manle // 3 Oktober 2008 pada 03:44 |
mas mau nyanya, apa resepnya biar cepat ngerti dan mahir mempergunakan CAD 3D maupun 3D max atau yg sejenis lainnya.
kalau untuk CAD 2D saya udah mahir dan udah sering dapat project untuk banguna rumah tinggal maupun ruko atau kantor.
terima kasih atas balasan ke email saya
tq
dale m
anto // 6 Oktober 2008 pada 04:19 |
Saya menggunakan SAP2000 v.9 untuk menganalisa truss, tetapi ada warning “numerical problems encountered during equation assembly”, maksudnya bagaimana ya pak ? terimakasih sebelumnya
wahyudinur // 10 Januari 2009 pada 09:26 |
Please help….mas-masnya..
saya mempunyai software cadworx keluaran autodesk & software ini di gunakan untuk routing piping, tapi ternyata setelah saya membuat pipe routing, command ISOGEN tidak activ, jadi gambar kerjanya tidak bisa di hasilkan, btw tolong kalo ada yg pernah kejadian kayak gini di share solusinya
aji // 13 Januari 2009 pada 13:56 |
Bapak2 semua ada yang tahu tidak Software khusus project Landscape. Kebetulan saya dari Sipil namun ngurusi Landscape juga, kalau pakai 3d AutoCAD kurang Simpel, terima kasih info2nya
ReRe // 30 Maret 2009 pada 01:19 |
pak wir, mohon maaf mau tanya, software2 yang bapak sebutkan di atas itu kesemuanya buatan luar negeri?? apa ada produk sejenis yang buatan orang Indonesia??
SONNY J. K // 28 April 2009 pada 13:37 |
Pak, mohon bantuan, saya mendapat tugas untuk mendesain Gudang khusus alat berat dengan menggunakan konstruksi rangka baja, saya dari Prov. Papua Barat, maklum prov. baru masi kekurangan literatur, suda saya cari kemana2 tetapi saya tidak menemukan, tolong kiranya bapak email ke saya detail gambar dan analisanya.
Bali Mouse // 10 Juni 2009 pada 10:38 |
terima kasih info bagus nih
fauzan // 6 Juli 2009 pada 03:35 |
Bapak bapak semua,
Mohon bantuan, saya sudah mecoba install tekla S13, tapi setiap mau dibuka, selalu muncul ” VALID PASSWORD WAS NOT FOUND “, kenapa ya pak, saya ingin sekali bisa mengoperasikan tekla untuk pekerjaan saya, atau ada yang bersedia menerima kursus?saya tunggu jawabannya, terima kasih
fauzanalfikri@yahoo.com
OLAN DANI // 17 Juli 2009 pada 17:58 |
Untuk Bapak Fauzan :
1. Pastikan Patch/Crack nya sudah terpasang , caranya letakkan PATCH tersebut ke directory C:\TeklaStructures\13.0\nt\bin(Default Directory), kemudian click 2x/jalankan PATCH tersebut, kemudian akan muncul warning untuk mensave file bernama LSERVRC kemudian masukan/save file tersebut ke directory C:\TeklaStructures\13.0\nt\PlateNesting(Default Directory),
setelah langkah langkah di atas sudah di ikuti, ikuti langkah di bawah ini.
2. CONTROL PANEL, Pilih dan klik 2x Network Connection, truss pilih dan klik kanan LOCAL AREA CONNECTION, PROPERTIES, Pilih CLIENT SERVICE FOR NETWARE, kemudian INSTALL, kemudian pilih opsi CLIENT, kemudian ADD ————- Selesai sudah,
*Note : Jika Komputer anda terhubung dengan LAN yang online maka STEP/LANGKAH NOMOR 2 Tidak perlu di lakukan, tapi jika komputer anda tidak terpasang LAN(Biasanya Home PC atau PC Pribadi anda) anda perlu melakukan STEP/LANGKAH NOMOR 2,
Fungsi langkah nomor 2 adalah untuk membohongi komputer anda sendiri bahwa seolah olah PC/komputer anda mempunyai CLIENT, ini terjadi di beberapa TEKLA CRACK Version, seperti Versi Xsteel 9, Tekla 13 & Tekla 14
Setelah Procedur di atas sudah di ikuti semua RESTART kembali komputer anda.
“SELAMAT MENCOBA dan SEMOGA BERHASIL”
"No Name" // 15 Agustus 2009 pada 07:20 |
Kapan kita bisa bersaing dengan negara negara luar, kita mah bisanya cuma make software import semua, kapan kita bisa memakai software karya anak bangsa indonesia. tak ada 1 pun software engineering yang di buat oleh anak bangsa sendiri, sebenernya orang orang indonesia pintar2, salah satu contoh yang membuktikan itu, ANAK INDONESIA bisa menang Olimpiade matematika, fisika terbaik di dunia. APA PENYEBABNYA ?
APAKAH INI FAKTORNYA :
1. Iming2 dari negara luar dengan gaji yang jauh lebih tinggi membuat orang kita tidak mau bekerja di sini(mungkin pemikiran dia, “dari pada gue kerja di tanah air mendingan gue kerja di luar negeri yang jauh lebih menghargai gue, skill gue di indonesia tidak di hargai)
2. Di beberapa sekolah atau Kampus sering terjadi(“Beberapa perusahaan asing meminta 10 lulusan Terbaik dari sekolah atau kampus tersebut yang nantinya akan di pekerjakan di perushaan tersebut, dan yang pastinya dengan Gaji yang besar, dan menjamin kesejahteraan, dan segala sesuatunya)
3. gak usah jauh jauh saya pun sendiri tidak kerja di perusahaan Indonesia, soalnya gaji perusahaan indonesia gak cukup buat kebutuhan hidup saya”Itu salah satu alasan kenapa saya tidak tertarik lagi dengan perusahaan2 indonesia. karena saya udah bolak balik interview di perusahaan indonesia(10 perusahaan ada kali yaa) , MENTOK MENTOK GAJINYA gak ada yang bagus. masih kalah sama perusahaan asing. 2 kali saya kerja di perusahaan asing gajinya selalu COCOK dan selalu jauh lebih baik gajinya dari pada perusahaan INDONESIA, truss kedua di perusahaan asing “SANGAT MENGHARGAI SKILL KITA”, tidak seperti negara kita, prinsip perusahaan Indonesia mah”PEKERJA DI BAYAR SEMURAH MURAHNYA) gak usah jauh jauh sama negara tetangga aja kalah(Malaysia), padahal rata rata orang engineering malaysia 80% orang kita semua(setahu saya dari teman2 saya yang berada di sana).
“JADINYA INTINYA ORANG-ORANG PINTAR DI INDONESIA SELALU MEMBANGUN NEGARA ORANG.”
“BUKAN BERARTI KITA TIDAK MAU MEMBANGUN NEGARA SENDIRI”
“JANGAN SALAHKAN MEREKA, JIKALAU MEREKA MEMBANGUN NEGARA ORANG”
Menurut pendapat pak wir bagaimana pandangan pak wir tentang permasalahan ini ?
Best Regards
Structural Designer Indonesia
"No Name" // 15 Agustus 2009 pada 07:21 |
Orang orang indonesia yang Pintar & bertalenta udah di Booking duluan sama orang BULE.
irnaldi // 26 Agustus 2009 pada 18:44 |
Cari tutorial tekla dimana ya?
ada yg jual buku nya g
Ryant // 9 September 2009 pada 14:24 |
Salam Tekla Detaiker Indonesia, kapan kemampuan kita bisa dihargai di negeri sendiri, tanpa harus lari ke luar negeri?………..
roel // 6 Oktober 2009 pada 05:08 |
kirimin dong tutorial tekla! soalnya bingung makainya bro……….
Randi // 20 Oktober 2009 pada 08:02 |
wah menurut saya kalo suka modeling karakter software paling powerful ZBRUSH… untuk interior dan arsitektur CAD&3Dmax/Maya (dengan Vray render) paling cocok menurut saya (:
Randi // 20 Oktober 2009 pada 08:03 |
http://randiyorke.multiply.com/photos/album/1/Some_Portfolio
Adrianus // 12 Desember 2009 pada 16:25 |
Saya seorang desainer yang sudah 11 tahun gambar dengan AutoCad dan software2 3D lain juga mengajar penggunaan 3D software. Setelah mencoba semua software… menurut saya AutoCad yang paling mantap dan paling mudah, dan belum ada yang menyainginya.. walaupun memang pasti ada batasannya. Namun sekali lagi dari segi kemudahan, Autocad-lah yang paling mudah, tinggal memaksimalkan saja semua fiturnya, dan kalau mau lebih sempurna tinggal export saja hasilnya ke software lain..
Razak // 24 Desember 2009 pada 23:28 |
saya lulusan SMA. tapi sy bekerja sudah 8 thn dgn seorang arsitek tamatan ITB. alhamduliilah ilmunya trun kpd sy. sy sudah dipercaya 4 thn untuk menanggani gambar kerja. sekarang juga sukur alhamdulillah saya udah bisa 3 dimensi autocad. tapi saya masih banyak kekurangan ilmu dalam pemberian materialnya. khususnya utk material atap genteng metal. dima saya bisa mendapatkan material 3D atap tersebut. mohon dibantu ?
karna saya mencintai pekerjaan ini ?