pakai model struktur truss atau space frame


Ini pertanyaan dari Agaton :

kalau perhitungan rangka atap baja atau kayu memakai software SAP2000 atau sejenisnya maka sebaiknya memakai model “struktur truss” atau “space frame”.

Suatu pertanyaan sederhana, yang mungkin bagi sebagian engineer maka langsung  akan menjawabnya dengan menentukan salah satu dari dua alternatif tersebut.

Bagaimana dengan anda ? Kalau bisa sharing khan lebih baik.

Ok, untuk itu ini pendapatku. Pada prinsipnya semua alternatif di atas adalah memungkinkan, karena semua pilihan mempunyai batasan-batasan yang harus diikuti secara konsisten. Ini gunanya kenapa engineer perlu memahamai perilaku dasar dari setiap fenomena engineering dan tidak sekedar bisa menghitung benar dan strukturnya aman untuk dipakai. Jika hanya sekedar menghitung, tanpa dapat mempertahankan pendapat mengenai “mengapa tipe itu yang dipilih” , tetapi hanya dapat berkilah berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya yang telah sukses. Maka dapat dipastikan yang bersangkutan adalah tukang kelas 1, dan belum bisa dikategorikan sebagai engineer yang baik.

Sebelum menjelaskan pada kasus, perlu dijelaskan terlebih dahulu definisi “struktur truss” dan “space frame”. Kelihatannya ok, tetapi itu rancu. Mestinya agar tidak rancu sdr Agaton membandingkan yang setara, misalnya :

  • struktur truss vs struktur frame
  • struktur plane truss vs struktur space truss
  • struktur plane frame vs struktur space frame

karena jika yang dibandingkan adalah struktur truss dan space frame jadi membingungkan.

Lho koq membingungkan, mungkin anda tidak tahu yang saya maksud ya. Bahwa “frame” di dalam istilah di atas tidak dapat diterjemahkan sebagai “rangka” dalam bahasa indonesia sehari-hari. Karena secara visual oleh orang awam, bisa saja “truss” dan “frame” dapat merujuk ke struktur yang sama. Sebenarnya istilah itu adalah istilah bagi structure engineer untuk mengkategorikan suatu struktur yang terdiri dari elemen-elemen batang yang disambung satu sama lain, yang mana elemen-elemen tersebut dalam analisis dapat dimodelkan sebagai elemen 1D, yang mana gabungan-gabungan elemen-elemen 1D dapat membentuk elemen 2D (plane) dan elemen 3D (space).

Bingung nggak sampai disini ? Itu belum menyinggung “truss” dan “frame”-nya lho. :)

Sedangkan “truss” atau “frame” lebih diarahkan kepada bagaimana gaya-gaya luar yang bekerja pada struktur tersebut dialihkan ke tumpuan. Struktur “truss” jika gaya-gaya luar tersebut dialihkan melalui perilaku aksial pada elemen 1D tersebut, sedang “frame” adalah selain aksial juga memanfaatkan perilaku lentur maupun geser pada elemen 1D.

Bingung lagi nggak ? Penjelasan ini paling baik kalau disertakan dengan gambar, dan itu semua ada dibukuku yang SAP tersebut. Omong-omong sdr Agaton sudah baca belum sih.

Untuk bisa menentukan apakah atap bajanya “truss” atau “frame” tentu tergantung konfigurasi geometri bagaimana elemen batang (elemen 1 D) tersebut dipasangkan dalam membentuk struktur. Jika bisa membentuk suatu rangka yang terdiri dari segitiga-segitiga tertutup maka dimungkinkan dapat dianalis sebagai struktur truss. Sedangkan jika itu tidak memungkinkan, seperti gable, maka jelas harus dianalis sebagai struktur frame.

Selain bentuk geometri, maka cara penyambungan dari elemen struktur tersebut juga cenderung menentukan apalah “truss” atau “frame” yang perlu  dipilih. Untuk kayu misalnya, paling sederhana jika dapat dimodelkan sebagai struktur truss saja, karena sambungannya hanya meneri gaya aksial. Sederhana. Tetapi untuk baja, juga tidak mudah, jika profil bajanya dari profil WF tentu akan berbeda dengan jika dibuat dari profil pipa.

Nah, lho pusing khan. Bisa ngebayangken nggak. Saya yakin, bagi orang non-teknik pasti nggak dong dengan apa yang saya ungkapkan ini.

Ok, sampai mana ini. O, baru sampai “truss” dan “frame”. Bagaimana dengan “plane” dan “space”. Ini juga ditentukan oleh banyaknya tumpuan, lokasi dan konfigurasi geometeri struktur. O ya, juga cara pemasangannya. Karena struktur space frame memerlukan strategi pemasangan yang khusus pula.

Lho koq, jawabannya jadi panjang ya. Ok, saya tutup saja, takut saya cerita banyak tetapi mas Agaton nggak jelas. Intinya adalah banyak hal yang menjadi pertimbangan memilih sistem struktur, semuanya memungkinkan jika pertimbangan-pertimbangan tersebut telah dipikirkan. Selanjutnya harus dapat secara konsisten diterapkan sejak dari perencanaan, pelaksanaan bahkan pemakaiannya pula.

Ok begitu !

About these ads

29 gagasan untuk “pakai model struktur truss atau space frame

  1. Pak Wir,

    Jika saya udah input data di ETABS atau SAP, bagaimana saya kontrol hitungan saya secara manual (verifikasi manual).

    Thanks

  2. Pak wir, Salam kenal.

    saya mau bertanya.. Kalau untuk perhitungan struktur rangka atap baja menggunakan software SAP 2000, sebaiknya menggunakan permodelan 2d atau 3d?lalu bagaimana menentukan tumpuan sendi-jepit nya untuk menghitung rangka atap yang berbentuk limasan/piramid bila menggunakan permodelan 3d?

    Terimakasih..

  3. salam kenal pak wir.aku mahasiswa baru lulus neh.perbedaan strutur atap baja model howe ama model2 atap baja yang lain pak wir???aku masih bingung walau udah lulus.trus kelebihan masing2 atap baja yang lebih baik mana dari berbagai model.minta perhitungannya juga ya bos.makasih banyak semoga ilmu yang bapak berikan padaku ntar bermanfaat pada temen2 kampusku yang lain kalo ada yang nanya.

  4. @Welly,
    Tentang kontrol hitungan manual, yang paling penting adalah anda harus tahu parameter yang dominan. Apa itu. Lentur, geser, aksial atau apa gitu. Misalnya tentang dinding geser, jika perilaku geser tidak dominan maka anda bisa dekati dengan balok kantilever biasa tanpa memasukkan deformasi geser. Juga check apakah deformasi aksial dapat diabaikan.

    Ya kayak gitulah prinsipnya, karena perbedaan pokok antara komputer dengan manual adalah jika komputer maka berbagai paramater dapat dengan mudah dihitung, sedangkan manual hanya yang utama saja yang perlu diperhitungkan, yang bisa diabaikan ya diabaikan saja.

    @Dhanie
    Tentang pemodelan 2D atau 3d umumnya tergantung case-per-case, bisa geometri, kondisi tumpuan juga strategi pelaksanaannya. Jadi setiap kasus bisa berbeda. Pada prinsipnya, jika dapat dimodelkan dengan cara yang paling sederhana tetapi memberikan hasil yang tidak terlalu banyak bedanya dengan yang rumit maka itu lah pemodelan yang terbaik.

    Sebagai catatan : pemodelan 3D untuk baja maupun beton nggak ada permasalahan khusus, tetapi pelaksanaan di baja rasa nggak gampang agar perilakunya adalah 3D beneran.

    @Riza
    bentuk-bentuk atap, umumnya ditentukan oleh strategi pendetailannya. kalau dalam analisis dengan komputer nggak ada bedanya.

  5. Salam kenal,
    Pak Wir, saya mau nanya teori cara perhitungan reduksi kekuatan beton di kolom maupun balok akibat adanya bahan utilitas yang ditanamkan didalamnya (spt: pipa air kotor, bersih dll), apakah luas penampang kolom cuma ditambah sesuai luas pipa yg ditanam & bagaimana kl di balok ?

  6. saya aryo dari Sby, perkenalkan saya mhs D3 Sipil ITS tingkat akhir, sekarang saya sedang mengerjakan TA yg berjudul Perencanaan gedung 3 lantai Dengan metode SRPMM.

    Yang mau saya tanyakan kpd bapak:
    1.Dalam perencanaan tulangan lentur balok menurut bapak metode apa yang paling baik, apa dengan metode seperti di buku Chu Kia Wang?

    2. untuk permodelan struktur di SAP dengan bangunan 3 lantai dan model atap rangka batang ganda mungkin bpk bisa memberi alternatif Combination apa aja dipakai? apa cukup yg ada d SNI aja?

    3. saya agak bingung mengenai perbedaan plat lantai satu arah dengan dua arah?

    Mungkin bapak wiryanto dapat membantu kesulitan saya ini Terima KAsih

  7. Pak saya masih kurang jelas tentang tipe penyambungan antara sambungan truss dan frame terutama untuk sambungan baja WF.

    Jika rangka atap kita pakai pipa dan penyambungannya menggunakan LAS apakah bisa dikategorikan sebagai stuktur frame ? Apakah benar sambungan antara elemen struktur dengan menggunakan baut bisa membuat elemen tersebut hanya menerima gaya tarik dan geser saja tanpa adanya gaya lentur ?

    Mohon pencerahannya. Matur Nuwun. GOD BLESS YOU

  8. @Robinson
    Penempatan pipa utilitas pada umumnya jarang dimasukkan sebagai komponen struktur, kecuali anda bisa memastikan detailnya dapat menyatu. Bahkan mengurangi kekuatan struktur. Jika pipa di tengah kolom, maka hanya mengurangi kekuatan aksial, lentur ditentukan oleh tulangan tepi. Untuk balok, hati-hati. Tergantung penempatan pipa, menyilang atau bagaimana. Kalau searah longitudinal, hati-hati juga, karena utilitas khan perlu kemiringan, padahal di balok khan sulit seperti itu.

    @Aryo
    #1: Buku saya ke-3 membahas banyak tentang perhitungan tulangan lentur balok.
    #2: Atap baja dan gedung tiga lantai khan terpisah. Kombinasinya sebanyak mimpi anda. Banyak sekali.
    #3. Beda slab satu arah dan dua arah = kuliah beton atau baca bukunya McGregor, atau buku-buku beton luar di perpustakaan.

    @Andreas Herjuno
    masalah anda adalah tentang pemodelan struktur real. Strukturnya frame atau truss tidak bisa dilihat hanya sistem sambungannya secara lokal, harus dilihat konfigurasi geometri dan tumpuan. Perhatikan banyak jembatan kereta api pakai baut yang banyak (kelihatan kaku), bahkan ada yang full-las, tetapi dapat dimodelkan hanya menerima gaya aksial saja (tekan dan tarik) .

  9. kalau perhitungan rangka atap baja atau kayu memakai software SAP2000 atau sejenisnya maka sebaiknya memakai model “struktur truss” atau “space frame”?

    alow..mau sharing juga nih

    setuju dengan arahan Pak Wir, sebelumnya kita harus mengerti dulu mengenai jenis struktur antara lain yang dipelajari di S1:
    1. struktur rangka batang bidang (2d) yakni plane truss
    2. struktur rangka batang ruang (3d) yakni space truss
    3. struktur rangka kaku bidang atau sering juga disebut portal bidang (2d) yakni plane frame
    4. struktur rangka kaku ruang (3d) atau sering disebut portal ruang yakni space frame

    (plane = bidang artinya cuma 2 dimensi misalnya x dan y)

    (space = ruang artinya 3 dimensi misalnya x,y dan z)

    jadi rangka bidang dan rangka ruang adalah struktur yang elemen-elemen penyusunnya hanya menerima gaya-gaya aksial saja (tekan atau tarik) dengan kondisi sambungan antar elemen batang struktur adalah sendi (tidak bisa memikul momen).

    sedangkan untuk portal bidang atau ruang, elemen-elemen struktur memiliki sambungan yang kaku yang dapat memikul gaya lentur (momen).

    Jadi dalam perencanaan seharusnya kita menentukan pilihan terlebih dahulu jenis struktur mana yang akan kita pakai sehingga kita bisa menentukan model struktur apa yang akan kita pilih jika menggunakan bantuan program SAP, karena pada pemilihan tersebut akan menentukan gaya-gaya dalam yang terjadi pada elemen struktur yang kita hitung.

    di mana jika rangka batang faktor inersia diabaikan sedangkan jika rangka ruang faktor inersianya diperhitungkan.

    Penentuan 2d atau 3d?
    yah sebaiknya struktur dimodelkan sesederhana mungkin..agar mengurangi kemungkinan kesalahan karena ketidak telitian.

    sekian dulu, mohon koreksinya jika ada kekurangan.

    salam

    -
    tony lai

  10. Ass…
    Saya mahasiswa POLITEKNIK Makassar yg sedang mengerjakan P.A. dengan judul yg berkaitan dengan Atap Space frame.

    Yg saya ingin tanyakan, “apa mmg ada software khusus untuk menghitung kekuatan rangka Space?”
    Kalau mmg ada, tolong bapak beritahu nama softwarenya dan bisa didapatkan dimana?

    Maaf…..
    stu lagi pertanyaan saya, “jika software nya sudah ada, apa bisa di konversi ke software SAP?”

    Makasih…

  11. Kalau Pakai Rangka atap baja ringan trus bottomnya di pasak pakai kayu, plafonnya berdiri sendiri tapi supaya lebih kaku di di paku di kayu yang sudah di pasak di bottomnya itu, nah… kebanyakan seperti ini yang dilakukan dilapangan bagaimana menghitungnya??? pusing… pusing…

  12. Dalam aplikasi program masih rumit, sehingga uji coba beban masih menggunakan logika perkiraan, saya coba dengan beberapa program pasar, terasa masih sulit, apakah tidak bisa disederhanakan, sehingga dalam membuat perencanaan bisa dicapai standarisasi seperti jembatan, karena kebanyakan beban yang dipakai kan tidak banyak berubah alias beban mati

  13. Wah jadi inget waktu asistensi nih, pernah dibantai dan membantai rekan sejurusan dengan pertanyaan sejenis, pertanyaan sederhana tapi filosofis sekali :)

    Buat mas Agaton, perbedaannya adalah moment release di tiap membernya, untuk truss maka member rotation direlease, untuk frame member end rotation di fixed. (entah rotation atau moment ya, sudah lama gak pegang SAP 2000 nih, tapi sama aja koq)

    Nah kapan member difixed atau direlease tergantung desain koneksinya, koneksi yg bisa menahan momen tentunya membernya difixed dan koneksi yg tidak bisa menahan momen yg direlease deh…

    udah ah kepanjangan

  14. Yup, setuju sekali dengan pak wir dan tonilay…..

    Sebelum membuat permodelan struktur, engineer harus terlebih dahulu menentukan jenis struktur yang akan digunakan. Gaya2 seperti apa saja yang nantinya akan di pikul masing2 member. Sambungan type seperti apa yang akan digunakan.

    Dibuatlah permodelan struktur yang bisa mengakomodasi parameter2 yang sudah ditentukan sebelumnya…..

  15. Sistem struktur rangka terdiri atas:
    1. Sistem struktur bidang
    a). Plane Truss (PT)
    b). Plane Frame (PF)
    c). Grillage (GL)
    2. Sistem struktur ruang
    a). Space Truss (ST)
    b). Space Frame (SF)

    Sebelum masuk dalam pemakaian struktur diatas, perlu difahami dulu tentang:
    1). Pemodelan struktur
    Terdiri atas:
    a). Properti dan hubungan batang
    Terdiri atas: Titik Awal, Titik Akhir, luas penampang, momen inersia, modulus elastisitas bahan, hubungan dengan batang lain (sendi , jepit)
    b). Sistem tumpuan
    Tumpuan yang menahan gaya arah vertikal, horizontal dan perputaran sudut.
    Rol hanya menahan 1 arah saja, umumnya gaya vertikal
    Sendi menahan gaya vertikal dan horizontal
    Jepit menahan gaya vertikal, horizontal dan perputaran sudut.

    2). Pembebanan Struktur
    Jenis beban terdiri:
    a). Beban Titik
    Adalah beban yang bekerja pada titik simpul, arahnya bisa pada sumbu X, Y, atau Z
    Beban Titik ini berupa beban terpusat.
    b). Beban Batang
    Adalah beban yang bekerja pada batang struktur, bisa merupakan beban terpusat (P) atau beban merata (Q)

    Suatu model struktur setelah dibebani akan terjadi adalah:
    1) deformasi
    2) gaya batang
    3) reaksi perletakan

    yang jenisnya akan tergantung pada sistem struktur yang dipilih

    Karakteristik Struktur Rangka:
    1). Plane Truss (PT)
    Batang2 disusun membentuk segita tertutup dengan hubungan batang adalah sendi
    Beban yang bekerja adalah beban titik, bisa pada arah X (Px) atau Y (Py)
    Setelah dibebani, akan terjadi deformasi perpindahan titik arah X atau arah Y (dx dan dy), (2 degree of freedom) atau batang mengalami perubahan panjang
    Gaya batang yg terjadi hanya gaya Aksial, gaya yg bekerja sejajar sumbu batang (Tarik atau Tekan atau Nol)

    Reaksi perletakan adalah gaya arah X atau Y (Rx dan RY) tergantung jenis tumpuannya

    2) Plane Frame (PT)
    Batang disusun secara bebas dengan hubungan antar batangnya sebagian besar adalah menerus / jepit. Bisa memakai hubungan sendi pada beberapa tempat tertentu yg direncanakan untuk kebutuhan tertentu
    Sistem tumpuan bis roll, sendi atau jepit
    Beban yang bekerja bisa bebanTitik pada arah vertikal / horizontal (Px / Py) dan beban batang (kebanyakan nya)

    Setelah dibebani struktur akan mengalami:
    Deformasi perpindahan titik arah X, Y dan perputaran sudut (3 degree of freedom)

    Gaya batang yang terjadi adalah:
    Gaya Aksial (Px), Gaya Geser (Py) dan Momen Lentur (@z)

    Reaksi perletakan adalah Gaya Arah X, Y dan Momen (Rx, Ry dan Momen)

    3). Struktur Space Truss (ST)
    Secara singkat sama dengan Plane Truss dalam 3 Dimensi (Ruang)
    Gaya yang bekerja beban titik arah X,Y atau Z (Px, Py dan Pz)
    Tumpuan dipakai untuk menahan gaya arah X, Y dan Z
    Setelah dibebani, struktur akan mengalamai:
    Deformasi perpindahan titik kearah X, Y, dan Z ( dx, dy dan dz) (3 degree of freedom)
    Gaya batang hanya gaya aksial (Px)
    Reaksi perletakan berupa gaya Arah X, Y dan Z (Rx, Ry dan Rz)

    4) Struktur Space Frame (SF)

    Secara singkat sama dengan Plane Frame / Portal dalam 3 Dimensi (Ruang)
    Gaya yang bekerja beban titik arah X,Y atau Z (Px, Py dan Pz) dan beban batang
    Tumpuan dipakai untuk menahan gaya arah X, Y dan Z, rotasi pada sumbu X, Y dan Z (@X, @Y dan @Z)
    Setelah dibebani, struktur akan mengalamai:
    Deformasi perpindahan titik kearah X, Y, dan Z ( dx, dy dan dz) dan perputaran sudut pada sumbu X,Y dan Z (2X,@y dan @Z)(6 degree of freedom)
    Gaya batang hanya gaya aksial (Px), gaya geser arah vertikal (PY), gaya geser arah horizontal (PZ) , Momen Lentur arah Vertikal (MZ), Momen Lentur Arah Horizontal (MY) dan Momen Torsi (Mx).
    Reaksi Perletakan terdiri dari Gaya Arah X,Y dan Z (RX, RY dan RZ) dan Momen arah X,Y dan Z (MX, MY dan MZ)

    Catatan:
    Degree of Fredom (DOF) adalah derajat kebebasan suatu titik simpul, yang akan menentukan jumlah persamaan yg harus dikerjakan. Satu buah titik pada PT hanya perlu 2 persamaan, sedang 1 titik pada SF perlu 6 persamaan.

    Demikian sekilas pengetahuan tentang struktur rangka, agar para pembaca dapat lebih menstrukturkan pengetahuan analisis struktur rangka

    Bandung, 24 Juni 2009
    Hidayat Amir
    Staf Pengajar KK Teknologi Bangunan
    Prodi Arsitektur ITB

  16. @Hidayat Amir
    Di arsitek dikenalkan juga ya DOF’s (derajat kebebasan) wah bisa tuh ngoperasiin SAP or program sejenis buat preliminary design biar realistis, karena DOF itu essential bgt bagi penggunaan software struktur metode matrik.

    btw, disampaikan juga ngga contoh real lapangan dan batasan2nya? jika nrabas gimana resikonya, prediksi worst condition seperti apa. reff dri mana aja … thx4share

  17. Sebenarnya di Prodi Arsitektur diajarkan secara explisit. Namun sebagai pengajar tentu harus dapat memahami pengetahuan itu agar bisa menjawab pertanyaan dalam perkuliahan.Pada tahun 1988 saya pernah diberi Buku oleh seorang kolega tentang struktur rangka ini, sayang buku tersebut dipinjam oleh seseorang yang sampai sekarang tidak tahu keberdaannya. Karena saya suka dengan pemograman komputer, dari buku tersebut saya sudah berhasil membuat program aplikasi analisis dari Plane Truss, Plane Frame, Grillage, Space Truss dan Space Frame.
    Memang tidak secanggih SAP, tetapi dapat dikembangkan sesuai dengan yang kita inginkan.
    Misalnya pemasukan data dari Excel, atau pemasukan data dari gambar AutoCad, bisa dikembangkan untuk menhitung dimensi termasuk pembuatan gambar kerja juga

    Program yang intensif saya pakai untuk mengerjakan proyek adalah Plane Truss dan Space Frame.

    Pemodelan untuk Plane Truss relatif sederhana, tapi untuk Space Frame sangat kompleks. Untuk Space Frame ini pemodelan dan data entri, saya membuat pre processor dengan membuat model dalam Acad 3 dimensi, kemudianoleh program aplikasi diolah menjadi data numerik format data Space Frame, mulai koordinat titik simpul, properti batang, tumpuan dll untuk disimpan dalam database atau excel

    Dalam perkuliahan saya mengembangkan Plane Truss untuk konstruksi atap baja yang saya namai HAPTRUSS, berisi mulai dari pemilihan bentuk kuda2 dan pembebanan, kemudian analisis mekanika teknik nya / besarnya gaya batang dan langsung perhitungn dimensi batang berikut kekuatan sambungan (baru untuk baut).
    Setelah itu dengan sedikit mengedit data modelnya bisa dibuat gambar kerjanya termasuk simpul2 dan baut2 nya, juga detal tumpuan. Kalau gambar 2d ini selesai, bisa diteruskan untuk membuat gambar 3D nya.
    Pengerjaan nya dilakukan dengan Autocad dengan bantuan aplikasi AutoLisp untuk penggambaran & Visual basic untuk analisis numerik nya

  18. @Hidayat Amir
    dari Archie Dept. namun sudah expert di Struct. Eng. banyak lho pak yg dri sipil masih bingung konsep struktur dan batasan (dof&boundary condition) apalagi sampai programing gitu wah bisa2 kalah kompeten nya nih … hayoo CE student/lecturer :)

    Program yg telah Bpk buat mungkin hampir sama konsepnya dgn NISA Design Studio. Saat sya klik detail drawing dia buka AutoCAD keliatannya pake lisp juga. Gbr detail yg ditampilkan sudah komunikatif mungkin bisa dibilang cukup/standar.

    Saya juga banyak menggunakan waktu luang sya bikin module design sama template buat pre-processor, kalo structural analysis nya pake yg udah jadi dri proyek luar Pak jdi sudah ada source codenya. Ini lgi bikin gimana bisa connect module sya … blum bisa agak bingung juga bhsanya C yg sya anggap susah jadi masih sendri2 skrg.

  19. @pak parhyang
    Programnya saya buat dalam visual basic, ada source code nya
    Sebagai perkenalan saya dapat berikan ke pak parhyang, source code modul analisis untuk Plane Truss dulu, tapi mungkin perlu sedikit waktu untuk merapikan nya agar informasinya mudah / dapat dimengerti.
    Saya berikan ini semata-mata untuk sumbangan bagi ilmu pengetahuan sambil menjalin hubungan interest group dalam analisis struktur, termasuk pre processor ataupun post processornya yang dapat kita kembangkan bersama
    Mohon Pak Paryang dapat memberikan email bapak kepada saya, paling lama 1 minggu dr sekarang sudah bisa saya kirimkan

  20. @Hidayat Amir

    itu account sya di yahoo.com

    thx Pak, sebenarnya saat ini sya banyakan bikin module desain dulu karena baru bisa ini yg memungkinkan bgi saya. Sedangkan analisa struktur nya diserahkan yg lebih ngerti aja deh :) walo sya gak blank bgt gituan.

    yg sedang sya sdg cari itu bagaimana VB/C memanggil dan diperintahkan run suatu eksternal program misal Matlab beserta script file nya, kemudian menyimpan hasil keluarannya dlm format txt.

    mohon bantuannya Pak yg sdah lma di programing. lewat e-mail bisa, nanti kalo sdh jadi sya kirim balik hasilnya untuk di-review/koreksi. Thx

  21. Ping-balik: Seputar Dunia Teknik Sipil » Tukang Insinyur Kelas 1

  22. komentar diatas sangat menarik , ada satu hal yang perlu saya tanyakan mengenai bagaimana actual pelaksanaan dilapangan untuk mendekati tumpuan sendi, roll, jepit yang ideal. thanks

    • melihat kondisi real dan model, apakah itu jepit atau rol atau sendi. Saya kira itu pertanyaan yang umum diajukan bagi yang masih yunior, dengan bertambahnya pengalaman, kemudian juga melihat bukti-bukti pengalaman yang dijumpai, seperti misalnya jika dimodelkan jepit dan secara konsisten di-design berdasarkan gaya-gaya yang dihasilkan maka pada akhirnya engineer punya feeling, ini cocoknya jepit atau ini cocoknya sendi.

      Itulah mengapa, tahap pemodelan dari kasus real maka senior engineer perlu turun tangan.

  23. bisa gk penutup atapnya pakai space frame,kalau bangunan saya meniru analogi yg bentuknya sedikit extreme…….tapi sedikit sekali menggunakan dak beton sbg penutup atap atau sun shadding,,

  24. pak saya kurang mengerti dengan struktur dinding pada space frame. bisakah anda jelaskan tentang struktur dinding pada space frame?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s