seminar HAKI 2008


Hari pertama seminar Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) tahun 2008 ini berlangsung meriah, meskipun rencana semula akan dibuka oleh Gubernur DKI Jaya, bapak Fauzi Wibowo tidak jadi. Topik seminar yang dibawakan kali ini adalah tentang masalah WIND and SEISMIC. Sebagian besar topik yang disajikan adalah uji model jembatan terhadap beban angin. 

Topik atau makalah yang dibahas rasanya tidak menjadi masalah penting bagi peserta HAKI, itu terlihat dari session tanya jawab yang tidak terlalu antusias. Menurut pendapat saya, seminar HAKI ramai adalah karena acara tersebut merupakan ajang silaturahmi para praktisi di bidang konstruksi, khususnya bidang konstruksi gedung, meskipun hari ini cukup banyak membahas masalah jembatan.

Saya bilang gedung, atau orang-orang yang banyak berkecipung pada gedung, meskipun terlihat juga banyak teman-teman atau senior yang sekarang merambah ke jembatan bentang panjang, seperti bapak FX Supartono, yang akhir-akhir ini banyak menangani proyek-proyek jembatan bentang panjang khususnya cable stayed.

Karena dapat menjadi ajang silaturahmi itulah maka saya juga menyempatkan diri untuk menghadirinya. Dengan demikian dapat dimaklumilah kalau pada sesi presentasi lebih banyak ngantuknya. Ajang silaturahmi tersebut diperlukan untuk sekedar bertemu teman-teman di dunia praktisi yang sudah hampir lebih dari 10 tahun ditinggalkan setelah terjun di dunia pendidikan. Jadi intinya dengan sekali datang pada acara ini, maka akan bertemu dengan banyak teman-teman lama. Kecuali itu, acara-acara publik seperti ini juga menambah teman, khususnya banyak teman-teman pembaca blog ini yang memperkenalkan diri. He, he, seperti KOPDAR gitu lho.

Dalam acara tersebut, tanpa rencana dapat bertemu dengan Ir. Junaedi Utomo M.Eng. yang menjabat KAJUR Teknik Sipil Universitas Atmajaya Yogyakarta, yang mana bersama-sama Prof. Harianto kami bertiga bersepakat untuk menyelenggarakan kolaborasi seminar bersama ATMAJAYA-UPH di Kampus Lippo Karawaci. Seminar yang dimaksud adalah seminar KONTAK yang selama ini telah berhasil diselenggarakan sebanyak dua kali oleh teman-teman Atmajaya. Diharapkan semangat keberhasilan seminar tersebut dapat berlanjut lagi di Lippo Karawaci.


saya dan bapak Junaedi, diambil foto oleh juru photo keliling, sesaat sebelum seminar mulai.

Yah, benar-benar suatu event yang dapat dijadikan media bersilahturahmi.

Hanya sayang, sajian makanannya cepat habis, khususnya snack. Ya dapat dimaklumi yang datang banyak sekali, jadi pantas juga jika sponsornya banyak dan juga cukup laris dikunjungi.

Sebagai oleh-olehnya, saya sampaikan makalah yang dibawakan pada acara tersebut, sbb:

HARI PERTAMA TGL 19 AGUSTUS 2008

Keynote Speaker

  • Kecenderungan Perkembangan Konsep Perencanaan Struktur Tahan Gempa di Dunia
    Dradjat Hoedajanto (Abstrak PDF 20 Kb)
  • Designing High Rise Building – Australian Experience
    Richard Green

Wind Resistant Design

  • Aerodynamic Response Of Long Span Cable Stayed Concrete Bridge
    FX. Supartono (PDF 2852 kb)
  • Analisis Flutter Jembatan Tacoma Narrows Lama
    Made Suangga & Andi Wiryana (PDF 483 kb)
  • Perencanaan Ketahanan Angin Jembatan Cable Stayed Suramadu
    Made Suangga & Subagyo (PDF 742 kb)

Earthquake Resistant Design and Construction

  • Analisa Dinamik Arah Gaya Geser Tower pada Struktur Podium Multi Tower
    Josia I Rastandi (PDF 203)
  • Cara menentukan pemberhentian Tulangan Balok Sistem Penahan Beban Gempa dengan memanfaatkan Output Post Processor ETABS dan Drawaing Interchange Format (DXF)
    Sugia Mulyana
  • Bottom-Up Construction pada Gedung 48 Lantai + 5 Basement Plaza Indonesia II – Jakarta
    Davy Sukamta (PDF 476 Kb)
  • Pengujian Tahan Gempa Sistem Pracetak untuk Bangunan Bertingkat Tinggi dan Penerapan Pada Program Pembangunan 1000 Tower Rumah Susun Sederhana Bertingkat Tinggi
    Hari Nugraha Nurjaman, H.R. Sidjabat (PDF 4.57 Mb)
  • Korelasi Nilai N-SPT dengan Unit End Bearing dan Skin Friction untuk Fondasi Bored pile pada tanah Clay-Shale, Studi Kasus Jembatan Surabaya – Madura
    Masyhur I, Nugroho A. Endra S, Atyanto B Soebagyo, Siska R.I., E. Prasetyo, M. Suangga (PDF 492 Kb)

Seismicity and Earthquake Engineering

  • Ketahanan Beton Mutu Tinggi dengan Kandungan Fly Ash kelas C terhadap Abrasi dan Tumbukan
    Annisa M. Magenda, Andreas Bambang, Mudji Irmawan
  • Use of Fine Mesh for Confinement of Rectangular RC Columns
    Tavio, Rachmat Purwono, E. Dwisukmawati
  • Reinforcement Sistem – Ficher Carbon Fiber
    Muljady Wongsonegoro
  • Perilaku Lentur Kolom Beton Mutu Tinggi yang dikekang dengan Baja Mutu Tinggi
    Zulfikar Djauhari, Iswandi Imran (PDF 592 Kb)

HARI KE-2 TGL 20 AGUSTUS 2008

Keynote Speaker

  • Active Faults, Tsunami, and Ground-Motion Hazard Assements
    Danny Hilman Natawijaya (PDF 1180 Kb)
  • Necessity of Site Effect Assement in Seismic Microzonation for Indonesia
    Fumio Kaneko, Shukyo Segawa, Tatsukichi Tanaka (PDF 79 Kb)

Earthquake Engineering and Design

  • Analisis Struktur Daktail pada Struktur Portal Terbuka dan Sistem Ganda dengan Metoda Kekakuan Sekan
    Bambang Budiono, Edo Permana (PDF 141 Kb)
  • Applicability Metoda Desain Kapasitas pada Perancangan Struktur Dinding Geser Beton Bertulang
    Iswandi Imran, Ester Yuliari, Suhelda, A. Kristianto (PDF 257 Kb)
  • Analisis Kapasitas Struktur dengan Incremental Dynamic Analysis (IDA) Pendekatan Modal Pushover Analysis (MPA) Struktur Beton Bertulang
    Bambang Budiono, Ferry Wibowo (PDF 468 kb)
  • Performance Based Design, Sebaiknya menggunakan Model Pushover Analysis atau Capacity Spectrum Method ?
    Benjamin Lumantarna (PDF 77 Kb)

Material and Component – Seismicity

  • Penggunaan Baja U-50 dan Permasalahannya
    Hadi Rusjanto T. (PDF 111 Kb)
  • Pengaruh Pengaku tengah dalam meningkatkan kuat tekan Penampang Baja Ringan – Studi Analitis dan Experimental
    Nathan Madutujuh, Bambang Suryoatmono, Iswandi Imran
  • Russia Federation Towers – A Structural Glazing Facade at the Highest Stage of Energy Saving
    Jorg Szybalski
  • Necessity of Seismic Disaster Assement for Intra-Plate Earthquakes : An Example of Active Fault Investigation in Japan
    Michio Morino, Fumio Kaneko, Tatsikichi Tanaka
  • Seismisitas dan Model Zona Subduksi di Indonesia Resolusi Tinggi
    Sri Widiyantoro (PDF 828 Kb)

Seismicity and Earthquake Engineering

  • Seismotektonik Ujung Lemah Abang –  Ula Jepara – Jawa Tengah
    Engkon K. Kertapati, Sukahar Eka A. Saputra
  • Recommendation on Seismic Hazard Spectra for Highrise Building in Jakarta Area Based on Probabilistic Analysis Adopting Next Generation Attenuation Functions
    I Wayan Sengara
  • Usulan Ground Motion untuk Batuan Dasar Kota Jakarta dengan Perioda Ulang Gempa 500 tahun untuk Analisis Site Specific Response Spectra
    Masyhur Irsyam, Hendriyawan, Donny T.D., Engkon K, Bigman M.H, Davy Sukamta (PDF 224 Kb)
  • Uncorrelated Synthetic Ground Motions Compatible with SNI 03-1726-2003 Design Spectra
    Sindur P. Mangkoesoebroto
About these ads

26 thoughts on “seminar HAKI 2008

  1. Salam kenal pak Wir!

    Sejak terdampar di blognya Pak Wir, aku selalu buka dan dapat info2 terbaru yang gres. Sayangnya tidak setiap hari aku berkesempatan ngenet !

    Profesi kita sama, tapi aku kalah jauh ilmunya dari Bapak, karena waktuku yang lain aku pakai untuk mengabdi pada keluarga. Tapi aku tetap bersemangat menambah ilmu koq !

    Boleh dong bahan seminarnya (makalahnya) dibagi! Tq n sukses buat Pak Wir!

    Wir’s responds: ok bu, sebagian sudah saya up-load. Semoga semakin semangat menambah ilmu. Minimal untuk motivasi putra-putrinya. :)

  2. Salam kenal dulu Pak Wiryanto, saya pemerhati konstruksi, alumnus Undip th 99. Senang bisa ikut dalam pertemuan HAKI yahun ini Pak. Saya untuk tahun 2007 masih sempat ikut sebentar dalam acara tersebut, untuk tema tahun 2008 dan tahun 2007 kok hampir sama ya, tentang gempa.

    Apa mungkin tahun 2009 diusulkan aja untuk tema “penanganan problem – problem struktur yang bermasalah“.

    sehingga menambah pengetahuan kami selaku pemerhati permasalahan struktur di daerah ( Semarang).tks.
    Bravo Indonesia

    Wir’s responds: semoga menjadi perhatian para panitia. :)

  3. Saya baca paper tentang cable-stayed bridge di atas, Section Model Test untuk aerodynamic coefficients dan drag, lift, moment coeffs-nya harus dilakukan di China. Apa di kita ngga ada wind tunnel ya? Atau karena emang yang desain dari China? Ada komentar ngga kemarin soal ini Pak Wir :)

    Wir’s responds: menurut salah satu pembicara, yaitu pak Bagya, preliminary untuk jembatan Suramadu dilakukan juga pengujian di BPPT Serpong. Tapi karena tidak dikhususkan untuk jembatan, tetapi untuk pesawat maka design akhir dilakukan pengujian di Tongji, China.

    Sempat berbincang-bincang dengan bapak Supartono pemrakarsa pengujian di Tongji untuk jembatan yang sedang beliau kerjakan (bukan Suramadu). Beliau berpendapat bahwa yang di Tongji merupakan salah satu yang terbesar di dunia. (???). Bahkan memberitahukan bahwa laboratorium serupa di Jepang sudah tutup. Benar nggak sih mas Dion. Alasannya ongkos pengoperasiannya tidak ‘cucug’. Gimana itu mas Dio ?.

  4. P.Wir, bisakah saya memperoleh informasi mengenai test pracetak untuk pemakaian di Rumah susun (tower). Kebetulan kemungkinan kami akan kebagian proyek 1000 tower (kalau dapat?).

    Trims

    Wir’s responds: udah pak ! Filenya gede sih, jadi kalau nggak ada yang minta ya tidak di up-load. :)

  5. Pak Wir,
    Tolong papernya pak bambang budiono yang judulnya Analisis Kapasitas Struktur dengan Incremental Dynamic Analysis (IDA) Pendekatan Modal Pushover Analysis (MPA) Struktur Beton Bertulang diupload juga dong pak…
    Matur nuwun…

    Magda

    Wir’s responds: sudah mba’ . :)

  6. O begitu ya Pak. Saya sempat baca dokumen dari A.J. Persoon dari NLR yg menguji suramadu di wind tunnel BPPT. Jadi itu hanya preliminary test.

    Soal wind tunnel di Tongji, saya kurang tahu pasti apakah salah satu yg terbesar. Tapi yang jelas memang mereka sangat aktif di riset wind engineering. Apa lagi di China sekarang sedang booming long-span bridge.

    Di Jepang ada sekitar 30-an wind tunnel milik negara, company dan university. (list lengkapnya ada di: Marshall, Wind tunnels applied to wind engineering in Japan, J. Struct Eng ASCE, 1984 (110), 1203-1221)

    Dari jumlah itu gak tau berapa tepatnya yang masih beroperasi. Mungkin benar sebagian sudah tutup. Maklum masa hey-day nya long-span bridge di Jepang sudah lewat. Sekarang giliran Korea dan China.

    Di bangunan sebelah saya ada wind tunnel yang lumayan besar juga. Terakhir dipakai utk test jembatan BaiChay di Vietnam (full-bridge scaled test). Sepertinya sewanya memang mahal. Biaya bikin model jembatan juga mahal sekali.

    Sebaiknya memang kita punya wind tunnel sendiri ya. Apalagi banyak rencana utk membangun jembatan bentang panjang. :)

  7. Siang Pak Wir,
    Tolong materi shortcourse yang dibawakan Pak Iswandi Imran diupload juga donk, tentang Perencanaan Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Untuk Bangunan Gedung. Terima kasih sebelumnya.

    Wir’s responds: Saya nggak ikut short-course pak ! Hanya seminar doang. Siapa mau berbagi ?
    Kirim dong ke wir (at) centrin (dot) net (dot) id

  8. Siang Pak Tanto, Pak Wir
    Kebetulan saya ikut short-course nya, hanya saja untuk short-course nya yang dibagikan cuma hard copy saja. Untuk soft copy akan di upload di websitenya HAKI.

    Adi

    Wir’s responds: trim mas Adi.

  9. terimakasih atas informasinya, pak Adi, tapi saya cari2 kok ga ketemu ya ? atau belum di upload ? mohon infonya, kalau ada yang sudang mendownload. thx

  10. Selamat sore, Pak Wir.
    Mengenai seminar HAKI, Bapak mengatakan mengenai Pak FX Supartono. Beliau dosen saya sewaktu saya kuliah di UI mengajar tentang pre stress cable. Sebenarnya ada keinginan saya untuk bisa bertemu dgn Bapak suatu saat nanti. Krn banyak tulisan Bapak yang menarik dan saya ingin belajar. Terima kasih

    Wir’s responds: lho koq sama. Pak FX Supartono itu guru saya di bidang prestressing. Saya ingat waktu itu sekitar tahun 1994, sebelumnya saya nggak berani mengaplikasikan PC, setelah belajar pada beliau maka men-design PC jadi PD gitu lho. Maklum otak saya ini kayak “mesin diesel”, untuk bikin panas agak susah, tapi kalau udah panas, wah luar biasa. :)

  11. Saya Penggemar Buku2 karya Bapak. Saya Berharap Buku2 karya bapak semakin banyak lagi, sehingga dapat menambah wawasan kami mahasiswa d luar Jawa yang notabene minim buku2 teknik sipil.

    Terima kasih karya bukunya pak, buku bapak banyak membantu saya dalam mata kuliah konst. beton / komputer.

    Semoga Tuhan Selalu memberkati bapak.

    Wir’s responds: penulis itu hanya akan berarti jika apa yang ditulisnya ada yang membacanya. Oleh karena itu, diucapkan juga banyak terima kasih. GBU.

  12. salam kenal pak wir,

    saya dari atmajaya jogja mau tanya2 tentang dinding geser..
    saya saat ini sedang memplajari ttg dinding geser tapi masalahnya saya bingung harus blajar dari mana dulu(apa dari dinamika struktur,atau gempanya,atau mananya dulu?)

    Saya udah ngambil kelasnya pak Junaedi tapi kok tetep ga ngerti apa sih yang diomongin?rasanya tu kok kayak ada “sesuatu”yang belum saya pelajari yg membuat saya ga ngerti…tapi ga tau apa itu..

    apalagi kemarin nyari2 buku dinding geser yg bahasa indonesia kok g nemu2 y?
    mohon pencerahannya apa yang harus saya pelajari dulu untuk memahami ttg dinding geser dan buku apa yang secara lengkap menjelaskan ttg dinding geser…

    terimakasih banyak…

    p.s. ditunggu kedatangannya di Konteks hehe

  13. @Sam
    “Dinding geser” jika konstruksi tersebut direncanakan sebagai “element struktur penahan gaya lateral gempa”. Jika hanya untuk penahan lateral tanah, umumnya disebut dinding penahan tanah atau dinding basement, jika hanya untuk menopang beban gravitasi disebut saja sebagai dinding beton.

    Oleh karena itu pasti ada ciri-ciri khas. Ini yang harus dimengerti. Apa itu ?

    Disebut dinding geser karena perilaku struktur tersebut terhadap beban lateral (gempa atau angin) berbeda dibandingkan frame. Jika frame, kekakuannya mengandalkan perilaku lentur, sedangkan dinding geser ditentukan oleh perilaku geser dan lentur, bahkan kadang-kadang gesernya lebih dominan. Jadi dengan adanya dinding geser maka perilaku bangunan terhadap beban lateral sangat berbeda secara signifikan.

    Oleh karena perbedaan itulah maka perencanaannya tidak bisa disamakan seperti kolom beton.

    Jika anda ingin mendalaminya, maka saya mengusulkan baca dulu buku

    Reinforced Concrete Structures
    by Robert Park and Thomas Paulay
    800 pages, Wiley (July 1975)
    ISBN-10: 0471659177

    Saya kira merupakan buku wajib mata kuliah struktur beton bertulang yang harus dibaca oleh setiap mahasiswa teknik sipil. Jika belum pernah baca buku ini, jangan ngaku telah menguasai ilmu struktur beton. :)

    Selanjutnya jika sudah tuntas, dan mau agak advance silahkan dilanjutkan ke buku ini.

    Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings
    by Thomas Paulay and M. J. N. Priestley
    768 pages, Wiley-Interscience (March 1992)
    ISBN-10: 0471549150

    Jika keduanya juga sudah tuntas, maka tentu lebih mudah memahami materi-materi yang terkait. Jika ingin disebut “suhu” saya persilahkan untuk membaca dengan cermat jurnal-jurnal ACI dan ASCE.

    Jika itu sudah semua, maka kami persilahkan untuk share ilmu ke rekan-rekan yang lain.

    Semoga sukses.

  14. wah, thanks for the references ya pak..

    jadi pengin tanya lagi nih ttg dinding geser… hehe

    1.hal2 apa saja yg perlu diperhatikan(prinsip2) dalam perencanaan tulangan lentur dan geser pada pangkal dinding geser berdasar konsep perencanaan kapasitas?
    yang saya tahu kan dinding geser harus di design runtuh daktail jangan sampai brittle utk itu tul.geser harus banyak utk menambah kapasitas geser.tapi, dengan banyaknya tul. geser keruntuhannya menjadi semakin tidak daktail. bagaimana ya pak?

    2.mengapa dalam mendesign dinding geser jumlah tul. vertikal utk menahan kuat lentur perlu(Me/ф) tdk boleh berlebihan shg momen lentur nominal(Mi) hanya sedikit lebih besar dari Me/ф?
    Dari literatur yang saya baca disitu dijelaskan hal ini utk menghindari Flexural Overstrength Factor yg terlalu besar, sehingga menyulitkan perencanaan tul2 geser… kok bisa?setau saya makin “over” “strength”-nya makin bagus hehe..

    3. Dari yang saya pernah denger(kalo ga salah denger ya pak) katanya design dinding geser itu bisa diibaratkan design balok kantilever cuman bedanya yg ini di”ncep”kan dalam tanah.
    apakah dalam menaksir posisi garis netral pd dinding geser caranya = pada balok?

    terimakasih dan mohon maap merepotkan..

  15. to: Sdr. Sam

    Saya kira mata kuliah dinding geser bukan untuk satu atau dua kali dipelajari dengan mudah. Anda harus membaca banyak refenrensi sperti yg dianjurkan Pak Wir. Saya mengusulkan Anda baca buku kedua yg dianjurkan pak Wir. Saya yakin setelah Anda baca buku itu,Anda paling tidak menguasai konsep2nya. BAgi saya konsep dan filosofi perencanaan lebih penting ketimbang Anda mempelajari contoh soal saja. Sewaktu saya kuliah dulu,saya ingat Pak Jun punya diktat kuliah. Sebenarnya isinya merupakan rangkuman bukunya Paulay. Itu bisa jadi pijakan yang baik untuk masuk ke bukunya yang lumayan berat. KAlau Anda mau menguasai ilmu beton bertulang tahan gempa, Saya usulkan Anda WAJIB baca bukunya Paulay… Hehehe…

  16. saya mau coba jwb untuk sdr sam:

    1. Dalam capacity design anda harus menentukan dimana anda meletakan sendi plastis. untuk structural wall sendiri sendi plastis ditempatkan pada pangkal dinding geser. Supaya keruntuhan yang terjadi daktail desain terhadap geser harus lebih besar dari lentur. Artinya komponen yang pertama kali di desain adalah tul lenturnya baru kemudian diikuti tulangan geser dengan didasarkan pada kekuatan lentur maksimal yang mungkin terjadi saat terjadi gempa. HAl ini bertujuan supaya keruntuhan akibat lentur lebih dahulu terjadi dari pada kegagalan akibat geser.
    2. KAlo overstrength lentur berlebihan maka desain terhadap gesernya akan menjadi besar akibatnya sapasi tulangan geser menjadi terlalu dekat dan rumit sekali pada waktu pelaksanaan di lapangan. Tentunya hal ini berkaitan dengan penjelasan di nomor satu tadi.
    3. Prinsip mencari letak garis netral sebenarnya sama untuk semua perencanaan, yaitu supaya terjadi keseimbangan antara desak yang terjadi pada beton dan tarik yang terjadi pada baja. Hanya kelemahannya untuk wall sendiri memerlukan trial yang cukup panjang apabila Anda melakukannya dengan perhitungan manual.

    Mungkin seperti itu dulu,kalo ada yg salah bisa dibetulkan oleh pak wir. hehehe…
    trims.

    Regards,

    Andy P.

  17. halo ko Andy!

    piye kabare di jakarta?
    dah kaya y..?
    hehehe..

    Iya ni mumet banget aku di ajar pak Jun ga donk2..

    padahal niat e mau masuk struktur…T.T

    Ini lagi berjuang mbaca2 bukunya Paulay di tangan kanan dan kamus di tangan kiri..

    btw ini bram yg harusnya jadi praktikanmu tapi mbok tinggal jakarta hehe…

  18. Salam knal p’wir,,,,
    saya feri dari unand padang.

    rencana saya,tugas akhir yg akan saya ambil yaitu mengenai analisa dinding geser akibat beban siklik.dan software yang akan saya gunakan yaitu abaqus 6.0.
    1.apa yang harus saya ketahui dan pelajari agar dapat mendesain dinding geser????
    2.bagaimana cara membuat pemodelannya di abaqus?saya udah pernah cba tapi terkendala di pemodelan tulangannya,dan pemodelan yang saya buat selalu error.
    3.tolong dijelaskan sedikit mengenai beban siklik?apakah dalam pemodelannya saya harus tahu dlu mengenai material siklik ato lain sbgainya?
    4.bagaimana juga saya membuat & menginput beban siklik pada abaqus?
    5.mnurut bapak,mana yang lbih bagus membuat pemodelan TA saya ini di abaqus 6.0 ato di etabs?

    saya mohon banget bantuannya p’wir……….
    trima kasih,,,,,,,,

  19. oooo….
    aku kira siapa…
    pake nama sam segala,hehehe…
    Kamu uda tepat masuk ke blog ini…
    Di sini kamu bisa cari ilmu sebanyak2nya…
    Btw, penjelasanku gimana?
    Masih ada yg ga ngerti?

  20. hehe iya kan biar misterius(halah)..

    akhirnya lumayan ngerti juga…

    pnjelasannya trnyata ada dibuku ya.. dasar males mbaca ae..

    kemaren abis ujian sih semoga penjelasanku yang panjang lebar tidak sia2 hehehe…

    thx bgt ya pnjelasannya..

  21. Salam Pak Wir
    saya mau tanya tentand desain dinding geser pada program etabs. saya masih awam dengan program ini, mohon petunjukknya.
    setelah kita running, kalau kita ke menu : design – shear wall design, nanti kita bisa melihat rasio tulangan shear wall 2 buah, ada bagian top dan bottom. itu maksudnya apa ya? lalu bila tertulis overstressed, bagaimana kita mendesain ulangnya?mohon masukkannya, terima kasih :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s