BLOG : alat bantu penyusunan PORTOFOLIO GURU


Jadi guru jaman sekarang kelihatannya lebih susah, tidak bisa sekedar hanya mengandalkan ijazah saja.

Kenapa ?

Karena untuk meningkatkan karier (gaji) di jaman sekarang ini perlu dievaluasi kompetensi dan perannya sebagai agen pembelajaran melalui penyusunan portofolio.

Apakah anda sudah tahu, apa yang disebut dengan portofolio ?

Jika belum maka ada baiknya saya informasikan dulu definisi portofolio menurut dirjen dikti – depdiknas, yaitu

Portofolio adalah bukti fisik (dokumen) yang menggambarkan pengalaman berkarya/prestasi yang dicapai dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru dalam interval waktu tertentu. Dokumen ini terkait dengan unsur pengalaman, karya, dan prestasi selama guru yang bersangkutan menjalankan peran sebagai agen pembelajaran (kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial).

Yang pertama-tama perlu ditekankan adalah bahwa yang dinilai adalah bukti fisik berupa dokumen, dan bukan dinilai langsung bagaimana guru tersebut mengajar di kelas. Meskipun mungkin muridnya sampai termehek-mehek terhadap ilmu yang diperolehnya tetapi jika tidak bisa diungkapkan dalam suatu dokumen tertulis, yang tentunya baru dievaluasi di waktu kemudian, maka jelas fakta-fakta positip tersebut tidak dapat diungkapkan.

Bayangkan, tahukah cara anda bagaimana memasukkan unsur ceria, penuh semangat sewaktu mengajar dalam bentuk dokumen tertulis, yang terkesan formal lagi. Itu sangat beda lho dengan prakteknya di kelas. Jika dikelas mungkin hanya dengan modal perut kenyang dan gembira (penuh senyum) , serta tentu saja persiapan yang matang akan materi yang akan diajarkan maka suasana yang dimaksud segera dapat diciptakan. Apalagi kalau didukung oleh murid-murid yang responsif. Tapi coba itu diungkapkan pada bahasa tulis. :|

Jadi kemampuan menulis dalam hal ini adalah sangat penting. Karena yang ditulis ini adalah fakta, yang menyangkut suatu kebenaran yang harus dapat dibuktikan maka dukungan data tertulis adalah sangat penting. Jadi dalam hal ini si guru wajib untuk mendokumentasikan secara tertulis semua kegiatan-kegiatan positip (prestasi) yang patut untuk ditampilkan sesuai dengan makna portofolio tersebut.

Padahal tahu sendiri, menulis dan mencatat serta mendokumentasi secara rutin adalah suatu yang tidak gampang. Mungkin kalau hanya sekedar satu atau dua hari, ya bisa saja, tetapi kalau rutin. Saya yakin ini masih menjadi suatu yang langka, yang dirasakan sebagai beban berat.

Tapi ya gimana lagi, karena prestasi guru (juga dosen) ditentukan oleh portofolio. Itulah yang saya maksud dengan semakin berat saja. Untuk ngajar dan menyiapkan materi perkuliahan saja sudah banyak, apalagi ditambah dengan dokumentasi tersebut. Jadi untuk jadi guru di jaman sekarang perlu dipikir matang-matang. Jika hanya pengin kaya, kayaknya akan banyak kecewanya lho. ;)

Bagi guru atau dosen yang diberi kemudahan akses internet, maka saya akan memberikan tips, untuk mengatasi masalah menulis dan mendokumentasikan tersebut. Ternyata untuk hal itu, BLOG seperti yang anda baca ini akan sangat banyak membantu. Ini dapat digunakan sebagai tempat menyimpan tulisan dan dokumen-dokumen digital hasil prestasi anda.

Adanya TAB dan KATEGORI dapat anda manfaatkan untuk proses searching untuk setiap artikel yang dibuat, yang mungkin perlu diklasifikasikan terlebih dahulu.

Dengan mengisi (menulis) BLOG anda secara rutin, maka secara tidak sadar akan melatih anda dalam menuangkan gagasan tertulis. Itu jelas sangat membantu dalam menyusun karya tulis dan sebangsanya yang merupakan salah satu komponen yang memberi nilai pada portofolio tersebut.

Jadi bagi para guru dan dosen, yang merencanakan menyusun portofolio. Mulailah menulis dan mendokumentasikan via BLOG. Hanya sayang, cara ini belum dapat diaplikasikan bagi guru atau dosen yang belum ter-connect ke internet.

Ini contoh simpanan data digital yang dapat dengan mudah di retrieve lagi di kemudian hari :

About these ads

4 thoughts on “BLOG : alat bantu penyusunan PORTOFOLIO GURU

  1. Betul pak…
    Makanya saya coba bikin blog..hehehe..
    Saya pikir, semasih ada wordpress dan blog hosting provider gratisan, bagusnya kita dokumentasikan pengetahuan dan informasi ..
    Jadi kalau ada materi yang kurang disampaikan di kelas, tinggal bilang :
    “buka blog saya” : http://gurungeblog.wordpress.com..
    maju terus!

  2. internet juga ada keterbatasan, semua guru di bumi indonesia ini juga ingin membuat blog segala macamnya, namun apa boleh dikata, sarana yang ada masih terbatas dan lagi di indonesia tentunya biaya akses internet masih terasa mahal.

    Boleh dikata nafsu besar tenaga kurang lho oom. Kita yang ada di pedalaman kalau mau mengakses harus harus berjalan berpuluh-puluh KM

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s