hallo konstruktor jembatan indonesia


Dead line hampir tiba. Tanggal 15 Mei ini diminta untuk menyampaikan T.O.C, itu lho Table of Content dari materi yang akan disampaikan.

Apa itu ?

Itu lho yang tempo hari pernah saya sampaikan, yaitu tulisan yang akan menyajikan jembatan-jembatan di Indonesia. Tulisan itu nanti jika berhasil maka akan dijadikan salah satu bab dari buku yang akan diedarkan kenalan saya di luar sana. Karena ini menyangkut nama Indonesia, maka jelas informasi yang saya dapat dari Ibu Lanny Hidayat dan juga dari internet perlu dicheck lagi. Semakin banyak yang mengcheck dan memberi masukan maka tentunya akan semakin baik. Oleh karena itu maka jaringan internet di blog ini akan dimanfaatkan.

Jadi bagi para konstruktor, baik itu dari sisi perencana, atau pelaksana, atau pemasok, bahkan dari kalangan pemerintah yang mengetahui dengan pasti keberadaan suatu jembatan besar mohon daftar isi dari calon materi tulisan saya berikut dibaca dan diberi masukan, mungkin ada data yang sudah tidak up-to-dated lagi, atau mungkin merasa mengetahui ada jembatan non standar (besar) yang seharusnya diinformasikan ke dunia, eh ternyata belum terdata.

Saya tidak bisa menjanjikan apakah benar data dibawah ini dapat dipublikasi secara luas, karena main-author-nya bukan ditangan saya, tapi karena diundang untuk mengisi satu bab, maka jika materinya ini memuaskan mereka, maka bisa saja rencana tulisan berikut jadi buku yang menjadi referensi engineer dunia. Jadi ini merupakan kesempatan bahwa Indonesia adaah negara yang besar, dan juga maju di bangunan-bangunan jembatannya.

Ini rencana daftar isi tulisan yang dimaksud :

Table of contents

  1. INTRODUCTION
    1. Geography characteristic
    2. Authority Policy in Bridges Development
  2. BRIDGES DESIGN SPECIFICATIONS
    1. Code References
    2. Bridges loads
  3. INDONESIAN STANDARD BRIDGES (Bina Marga Standard for Super Structure)
    1. Reinforced Concrete T Girder
    2. Prestressed Concrete I Girder
    3. Prestressed Concrete T Girder
    4. Composite Girder for span 20 – 30 m
    5. Voided Slab for span 6 – 16 m
    6. Steel Truss Bridges for span 40 – 60 m
    7. Prestressed Concrete Box Girder for three span
    8. SPECIAL BRIDGES
      1. Continued Precast PC Girder Bridges
      2. Continued Concrete Box Girder Bridges (main span 76 m  160 m)
        1. Rantau Berangin Bridges, Riau (1972 – 1974)
        2. Rajamandala Bridges, West Java (1972 – 1979)
        3. Serayu Kesugihan Bridges, Mid Java (1978 – 1985)
        4. Mojokerto Bridges, East Java (1975 – 1977)
        5. Arakundo Bridges, Aceh (1987 – 1990)
        6. Tonton – Nipah Bridges (1995 – 1998)
        7. Setoko – Rempang Bridges, Batam Island (1994 – 1997)
        8. Siti Nurbaya Bridges, West Sumatra (1995 – 2002)
        9. Tukat Bangkung Bridges, Bali Island (2006)
        10. Teluk Efil Bridges, South Sumatra (2006)
      3. Continued Steel Box Girder Bridges (main span 75 m  120 m)
        1. Ampera Bridges, South Sumatra (1962 – 1965)
        2. Danau Bingkuang, Riau (1968 – 1970)
      4. Arch Concrete Bridges (main span 60 m  245 m)
        1. Serayu Cindaga, Mid Java (1996)
        2. Rempang – Galang, Batam Island (1995 – 1998)
        3. Besok Koboan Bridges, Lumajang, East Java (2000)
        4. Bajulmati Bridges, East Java (2007)
      5. Arch Steel Bridges (main span 150 m  250 m)
        1. Kahayan Bridges, Mid Kalimantan (1995 – 2000)
        2. Rumbai Jaya Bridges, Riau (2002)
        3. Martadipura Bridges, Kotabangun, East Kalimantan ( 2004)
        4. Mahulu Bridge, Samarinda, East Kalimantan (2008)
        5. Rumpiang, East Kalimantan (under construction)
        6. Batang Hari II (under construction)
        7. Siak III, Riau (under construction)
        8. Teluk Masjid, Riau (under construction)
      6. Cable Stayed Bridges (main span 81 m  434 m)
        1. Batam – Tonton Bridges, Batam Island (1998)
        2. Pasopati Bridges, Bandung (2005)
        3. Grand Wisata Overpass, Bekasi (2007)
        4. Siak Indrapura Bridges, Riau (2007)
        5. Suramadu Bridges, Eas Java (2009)
        6. Sukarno Bridges, Menado (under construction)
        7. Mahkota II Bridges, East Kalimantan (under construction)
      7. Suspension Bridges (main span 235 m  270 m)
        1. Membramo Bridges, Irian Jaya, main span = 235 m (1994)
        2. Barito Bridges, South Kalimantan (1995)
        3. Mahakam II Bridges, East Kalimantan (2001)
    9. FUTURE BRIDGE PROJECTS
      1. International Crossing Bridges
      2. Island Crossing Bridges
        1. Bali Strait Bridges (Java – Bali)
        2. Sunda Strait Bridges (Java – Sumatra)
      3. Bay Crossing Bridges
        1. Balikpapan Bay Bridges
        2. Ambon Bay Bridges
        3. Yotefa Bay Bridges
        4. Kendari Bay Bridges
      4. Wide River Bridges (Tayan River Bridges)

    Catatan : bagi yang berkenan memberi masukan pada data di atas, diucapkan terima kasih. Ini tidak sekedar kepentingan pribadi saya selaku penulis utama, maupun penulis kedua yaitu ibu Lanny Hidayat, tetapi juga bagi kebaikan bersama, agar Indonesia dikenal secara luas, tidak hanya berita politiknya, tetapi juga sedang dalam tahap membangun negeri. Majulah Indonesia.

    About these ads

    30 gagasan untuk “hallo konstruktor jembatan indonesia

    1. Pak Wir,
      Salam kenal.

      Sepertinya Jembatan Pela belum masuk dalam daftar bapak ?

      Ini satu jembatan bertipe Steel Box-Arc bridge dengan aplikasi prestressing pada main beam-nya, sekarang sedang dalam tahap konstruksi. Berlokasi di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kertanegara – Kalimantan Timur. Melihat model / visualisasi jembatan tersebut sepertinya terinspirasi dari Lupu Bridge, satu jembatan megah di Shanghai, China

      Bentuk jembatan tsb cukup unik, mengaplikasikan teknologi eksternal stressing dengan total span mencapai 400 m lebih (termasuk jembatan pendekat).

      Koreksi sedikit Pak Wir, sebenarnya untuk jembatan Rumbai Jaya di Sungai Siak-Riau, bentang utama hanya 120 meter saja (tidak sampai 150 m)

      Dan justru ada jembatan satu-tipe dengan jembatan Rumbai Jaya yang tengah under construction di wilayah Kabupaten Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah, tepatnya di sekitar muara sungai Seruyan, dengan main span nya mencapai 150 meter – belum termasuk jembatan pendekat.

      Demikian Pak Wir, mudah2an bisa membantu melengkapi bukunya.

    2. Ada lagi tambahan pak Wir.. kelupaan,
      Di kota Palu sudah berdiri jembatan tipe Steel Arch (Box) dengan total bentang 2×125 meter = 250 meter, namanya Jembatan Ponulele.

      Sedangkan untuk composite steel box girder bridge di atas 75 meter, di Jakarta ada jg Pak, tepatnya di Fly over Roxy bagian yang melintas di atas banjir kanal (tepat di samping Roxy Square). Bentangan sekitar 80 meter-an dengan aplikasi eksternal prestress.
      Demikian Pak Wir tambahan informasinya. Tks.

    3. Halo Pak Arron,

      Saya adalah murid magister teknik struktur (dengan fokus bridge engineering). Dilihat dari respon bapak, kelihatannya sangat mengetahui jembatan2 di indonesia. Saya mau tanya, apakah bapak sekarang bekerja sebagai insinyur jembatan atau murid, dosen, dll?

      Saya kebetulan kuliah bukan di Indonesia, tetapi sangat tertarik tentang teknik jembatan di Indonesia.

    4. sory y mas kalo komen nya ga sesuai dg posting,

      saya siceptea, mau nawarin kerjasama, saya mau pasang iklan di blog mas ini bentuknya cuma link doank, disimpen di blogroll atau side bar,,harganya saya nawar 10rb/bulan per link,,jd kalo saya pasang 10 link, maka dalam satu bulan mas saya bayar 100rb/bulan (baru penawaran, masih bisa nego)…itupun kalo mas bersedia,,,

      kalo tertarik, email saya di siceptea@gmail.com
      iklan nya gakan berhub, sama adult ataupun gambling kok,,kalem

      regards

    5. selamat malam pak wir…

      saya tidak berkomentar lebih jauh tentang tulisan pak wir saya hanya wait and see. hasil tulisan pak wir tentang jembatan.

      kalau boleh saran, di masukin analisis jembatan menggunakan SAP 2000, seperti buku2 pak wir yang terdahulu. Maupun yang saya baca komentar bapak di blog ini. pak wir pernah bilang klau penjelasan suatu masalah dalam buku2 pak wir tidak dapat dijelaskan dengan rinci dikarenakan hal tidak mencukupi.

      saya harap pada buku2 selanjutnya tidak terbatasi oleh hal buku karena sekali lagi insinyur muda indonesia perlu pencerahan yang lebih mendalam tentang dunia teknik salah satunya saya sendiri. semoga sukses ……..

      Wir’s responds: semoga Adin, bantu doa ya.

    6. Salam kenal pak Wir,

      Pembuatan Buku Jembatan di Indonesia sangat saya dukung. Cuma setelah lihat Table of Content atau Daftar Isi-nya, selain jembatan yang besar dan kompleks, juga ada jembatan standar bina marga (untuk bangunan atas).

      Yang ingin saya tanyakan, nanti isi dari chapter ini seperti apa? Kebetulan saya bekerja di Dinas Bina Marga di daerah, jadi setiap tahun selalu membangun jembatan standar bina marga, terutama yang Reinforced Concrete T Girder dengan bentang 5-15 m atau Prestress Concrete I Girder 25-45 m atau voided slab 12-15 m.

      Saya dengan senang hati mau meng-informasi-kan.

      Candra

      • @Mas Candra,
        Terima kasih atas dukungan yang diberikan.

        Chapter yang direncanakan memang terbatas jumlah halamannya, karena selain bagian saya masih ada juga chapter-chapter oleh pengarang yang lain. Oleh karena itu isinya bukan “bagaimana membuat jembatan di Indonesia”, tetapi “bagaimana pembangunan jembatan di Indonesia”. Jadi lebih umum sifatnya.

        O ya, itu berbahasa Inggris, jadi untuk komsumsi luar.

        Selanjutnya jika itu berhasil (jika Tuhan berkenan) maka data-data jembatan yang begitu banyak akan compile lagi untuk bisa dijadikan buku, berbahasa Indonesia, untuk kosumsi dalam negeri.

        Jika mas Candra mempunyai informasi jembatan-jembatan tersebut, maka tentu jika dapat di share akan berdaya guna bagi masyarakat karena jika informasi tersebut dapat dipublikasikan dalam buku tersebut tentu sifatnya lebih abadi daripada disimpan. Jika dimuat, tentu saya sebagai editor tidak akan lupa untuk menampilkan info sumbernya sebagai reward.

        O ya informasi yang diharapkan adalah berupa :
        (a) foto-foto sewaktu pelaksanaan, misal saat pengangkatan girder, atau gambar bekisting dan pengecoran.

        (b) foto-foto jembatan setelah jadi yang memperlihatkan struktur secara cukup jelas dan lengkap.

        (c) gambar autocad (dan semacamnya) bisa juga scan tampak sampaing, dan potongan yang mempelirhatkan dimensi atau ukuran jembatan yang sifatnya tipikal.

        (d) juga kalau bisa latar belakang mengapa tipe jembatan tersebut yang dipakai dan bukan yang lain.

        Begitu dulu mas Candra. Partisipasinya ditunggu.

    7. Pak Wir
      Maaf mau numpang respon u/ mas BW :
      “Saya kebetulan seorang engineer yang pernah eksis pada sebuah perusahaan kontraktor jembatan2 baja Indonesia.
      Jika mas BW ingin berdiskusi lebih lanjut, bisa japri via wikank@gmail.com. ”
      Tks pak Wir.

    8. Salam Kenal ….
      Aku punya kendala untuk analisa harga satuan BOW untuk jembatan,
      1. Sambungan siar muai type tertutup,type asphaltyc plug (7.11(1))
      2. Pemasangan kayu cerucuk (7.6(1))
      3. Landasan elastomer neophrene (7.12(3))
      4. sandaran (railling)(7.13)
      5. Baja BJ 24 polos(7.3(1))
      6. Baja BJ 32 Ulir (7.3(3))
      7. Baja BJ 39 Ulir (7.3(4))

      Tolong dong Pak Wir bantu aku kirim ke rully_rll@ymail.com
      trims’

    9. pak wir… saya punya data foto-foto pelaksanaan dan animasi pelaksanaan lengkap untuk jembatan Suspension Bridge, jembatan mahakam II Samarinda… kalau penulisnya mau, bagaimana saya bisa membantu?

      kemudian, untuk Steel Arch Bridge, jembatan mahulu, bisa saya photo kan…
      karena memang saya ada niatan untuk ambil banyak photograph nya… tapi jelas tidak dalam 2 bulan ini…
      (sedang mendalami Structure Photographic, hehe)

      • @Fachrezakbar
        Senang sekali jika bisa dibantu, apalagi kalau jepretan anda sendiri. Pasti saya belum punya, siapa tahu lebih bagus dibanding data yang ada pada saya. Jangan lupa diberi nama jelas untuk apresiasinya nanti jika termuat.

        Ditunggu lho, kirim aja via email di jembatan.indonesia(at)yahoo(dot)com

    10. wow… bagus banget pasti nanti kalo bukunya udah jadi. kira2 terbit di indonesia juga Pak?

      Oya, Suramadu yang baru aja diresmikan pastinya masuk dong…

      Sekedar info aja, tugas akhir saya dulu juga tentang jembatan, jembatan modern tentunya, yaitu cable stayed bridge. Waktu saya menulis thesis tersebut, seingat saya Suramadu belum mulai pelaksanaannya, tapi sudah ramai berita dan artikel yang membahasnya.

      Jembatan cable stayed yg sudah berdiri (baru berdiri) saat itu cuma Barelang. ini setahu saya loch… bener kan? jadi sampai sekarang ini type cable stayed baru ada 2 di indonesia, suramadu & barelang….

      Oya, saya penggemarnya Santiago Calatrava, gara-garanya dosen pembimbing saya waktu itu, Senot Sangadji, MT memperlihatkan buku “Calatrava Bridges”… memang cantik2 sekali desainnya… maklum aja, Calatrava adalah seorang arsitek yang juga insinyur, jadi otak kanan (estetika) dan otak kiri (analisa) -nya sama-sama kuat…..

    11. pa wir mau nanya apakah di SAP 2000 versi 10 bisa memodelkan void slab atau jembatan pelat berongga mohon batuannya pak

    12. Hi Ryan,

      yang kamu maksud void slab itu gimana?
      Apakah yang kamu maksud itu mungkin precast box.

      Sulit saya bayangkan ada bridge yang void slab, karena slabnya pasti tdk tebal dan it wont be strong enough untuk beban vehicles. Saya coba google tapi tdk keluar juga yang namanya void slab.

      Kalau itu precast pre tensioned box maka biasanya di desain pake software yang seperti ini http://www.con-span.com/CON-SPAN/nof_main.html

      Salam.

    13. wah, harusnya saya dan teman2 di kantor Pak Jodi Firmansjah bisa bantu nih.. tp berhubung deadline pekerjaan yg kadang2 bikin gak bisa pulang dan keseringan tidur di kantor, rasanya sulit teman2 bisa bantu.. :(

      Kami terlibat sebagai perencana untuk Jembatan Soekarno, Pasupati (review design), Dompak, 3 jembatan tol Semarang-Bawean (Banyumanik 1, Banyumanik 2, Gedawang), Mahkota 2, Ngarai Sianok, Batam-Bintan, Siak sri Inderapura, Pedamaran 1 dan 2, Baturusa 2, Musi Banyuasin. Pak Jodi sendiri adalah owner engineer pada proyek Barelang.

      Mudah2an paper nya Pak Jodi yg saya kirim lewat Donald bisa sedikit membantu ya Pak..

      regards
      -Rp-

      • Terima kasih sekali mas Robby atas niatnya.

        By the way, tulisan tentang jembatan di atas dalam perkembangannya selain dengan ibu Lanny Hidayat berhasil juga menggandeng bapak Herry Vaza sendiri. Belaiu adalah Kepala Subdit Teknik Jembatan, DIREKTORAT BINA TEKNIK, DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM. Jadi materinya saya sudah dapat sangat lengkap. Maklum semua jembatan di Indonesia khan diketahui juga oleh beliau.

        O ya, materi tulisan tersebut versi bahasa Inggrisnya sudah selesai dan sudah saya submit ke editornya, di USA. Jadi bola sudah bukan ditangan saya lagi. Ini sedang menunggu ‘jadinya’. Yah buat nambah kum, maklum dosen, he, he . . . :)

        • sekiranya sudah terbit.
          bagaimana kah saya bisa mendapatkan nya?
          apakah ada edisi bahasa indonesia nya pak?

          terima kasih
          salam hormat
          yudi

    14. Pak Robby, selamat menempuh hidup rumah tangga yang baru dan semoga sukses dalam studi lanjutnya.

      Halo semua praktisi konstruksi jembatan di Indonesia. Kebetulan Pak Robby mentioned ttg jembatan Soekarno. Saya sangat familiar dgn jembatan ini karena letaknya in my own backyard di Manado. Saya ngak mengerti kok jembatan ini lama sekali bikinnya, yang saya pernah baca di koran manado bahwa Hutama Karya lelet bikinnya. bayangkan sudah lebih dari 5 taon jembatan ini baru rampung setengah.

      Jembatan Megawati juga begitu, kok jembatan 3 bentang precast bisa butuh 7 taon. padahal jembatan ini sangat vital yang menghubungkan manado utara dan pusat kotanya. Apakah ini masalah dana? ya kalau duitnya belum cukup, jangan dulu di demolish yang lama. tunggu duitnya cukup lalu bikin sekaligus sampai rampung, supaya jalur transportasinya ngak terganggu. Teman teman saya di mdo tanya kalau jembatan kayak gini di luar bikinnya berapa lama? saya bilang 3 BULAN. saya pernah involved construction 35 bridges dalam kurun dua tahun.

      Kadang saya berpikir apakah baik kita menghabiskan energi begitu banyak utk proyek mercusuar seperti selat sunda. bikin jembatan yang simple aja ngak pernah beres. menurut saya jembatan jembatan kecil yang begini sungguh sangat vital buat ekonomi daerah. Coba aja bayangkan kalau dana proyek selat sunda buat yang jembatan kecil kecil begini bisa di bangun ribuan jembatan kecil.

      Salam.

    15. salam kenal pak sanny,

      kl udh membahas masalah pendanaan proyek jembatan, hehehehe, ini gak ada sekolahnya Pak.. :D atau tepatnya sering diurus tidak dengan kaidah ilmu yg didapat di sekolahan.. hehe masalah ini jaaauuuuuuuh lebih rumit drpd urusan teknis perencanaan dan teknis pembangunan.. karena disini pertarungan kepentingannya kuat sekali, bahkan kadang2 masalah pertarungan kepentingan ini juga mempengaruhi teknis desain dan teknis pembangunannya..

      khusus utk kasus jembatan soekarno, saya juga gak tau atau mending ngaku gak tau deh… hehehehe bisa ditanyakan ke PU atau HK nya langsung aja Pak? :)

      kl saya mah, taunya cuma hitung2an diagram gaya dalam dan metode konstruksi.. hehehe :D

      regards,
      -Rp-

    16. Ping-balik: mohon doa restu untuk buku yang akan terbit | The works of Wiryanto Dewobroto

    17. Salam sejahtera Pak Wir..
      Pak,klo melihat “Table of contents” diatas klo jembatan type continued truss bridges sudah masuk belum? apa memang ga dimasukin? kayak jembatan timpah di kalteng itu lho pak? kebetulan kami pernah melaksanakan tipe sejenis dengan panjang 52,5m-105m -52,5m di Sungai Kutai Lama,Kaltim. tahun 2002….sekedar bertanya boleh kan pak??

    18. Ping-balik: membuat tulisan ilmiah | The works of Wiryanto Dewobroto

    19. Ping-balik: progress buku yang akan diterbitkan | The works of Wiryanto Dewobroto

    20. Ping-balik: nantikan buku jembatan kelas dunia ! | The works of Wiryanto Dewobroto

    21. Ping-balik: sudah bisa di order bukunya | The works of Wiryanto Dewobroto

    22. Ping-balik: Handbook of International Bridge Engineering | The works of Wiryanto Dewobroto

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s