foto-foto gempa di Padang


Seperti yang pernah diceritakan sebelumnya ( di sini), bapak Dr. Ir. FX Supartono, pakar struktur senior sekaligus salah satu guru penulis sewaktu menimba ilmu di Pascasarjana UI, baru saja berkunjung ke kota Padang pasca gempa tempo hari. Tujuan utamanya adalah mengevaluasi struktur-struktur bangunan pada kompleks pabrik PT. Semen Padang, yang sebagian merupakan hasil rancangan beliau. Ibarat pepatah, sambil menyelam minum air, beliau juga berkesempatan berkeliling kota Padang memantau kondisi bangunan pasca gempa, khususnya di daerah kota tua yang relatif banyak bangunan-bangunannya yang roboh.

Jadi beliau mempunyai cukup banyak jepretan foto tentang dampak gempa pada bangunan-bangunan di sana. Mungkin kalau hanya foto-foto dampak gempa di Padang, saya kira dapat dengan mudah mencarinya dengan browsing di internet, yang umumnya adalah hasil jepretan wartawan surat kabar ataupun awam. Tetapi jika foto-foto tersebut diambil oleh seorang pakar struktur, yaitu bapak Dr. Ir. FX. Supartono, tentu sudut pandang pengambilannya bisa berbeda. Aspek struktur bangunannya tentu akan lebih menonjol. Atas dasar itulah, saat bertemu dengan beliau tempo hari ketika memberi kuliah tamu di UPH, saya menanyakan kepada beliau sekiranya saya dapat memiliki foto-foto yang dimaksud. Ternyata beliau senang, dan mendukung niat saya tersebut. Akhirnya setelah mengatur beberapa kali rencana waktu pertemuan, akhirnya sore ini kami dapat bertemu di kantor beliau di daerah Cideng. Nama kantornya adalah PT. Partono Fondas.

Dari hasil pemantauan beliau di kota Padang, jumlah bangunan yang rusak sebagian besar adalah bangunan-bangunan yang relatif lama. Kerusakan kebanyakan disebabkan oleh kondisi struktur yang tidak memenuhi syarat, khususnya detail kolom pertemuan dengan balok. Sebagai contohnya, beliau melihat pada daerah joint pada struktur beton bertulang tidak disediakan tulangan sengkang lagi. Juga kolomnya sendiri, penempatan sengkang confinement sebagian besar tidak ada (kurang).

Baiklah kita langsung melihat hasil foto-foto jepretan beliau.

foto1
Perhatikan, meskipun terlihat cukup banyak element vertikal tetapi yang berupa kolom struktur satu, yaitu yang ke dua dari sebelah kanan, yang lain adalah kolom praktis yang benar-benar praktis tidak memberi perlawanan terhadap gaya lateral gempa.

foto2
Kelihatannya utuh ya, padahal bangunan yang kiri kolomnya mengalami kegagalan. Meskipun jendela atau temboknya tidak terlihat mengalami kerusakan yang fatal, tetapi karena kolom merupakan struktur utama dari bangunan tersebut maka satu-satunya cara agar dapat digunakan dengan aman lagi adalah dengan ‘merubuhkannya’. Demikian pendapat bapak Supartono ketika menjelaskan mengapa foto di atas menjadi perhatian beliau. Jadi yang disebut kerusakan parah itu tidak sekedar tercerai berai, ada yang ‘ kelihatanya tenang’ tapi ternyata barbahaya.

foto3
Ini merupakan salah satu kerusakan tipikal bangunan-bangunan lama, yang mana fokusnya masih pada pembebanan vertikal. Perhatikan tembok satu batu saja dengan ringannya dapat terbelah oleh gempa, juga balok kayu di atas, meskipun masih utuh, tetapi tidak ada peranannya dalam memikul gaya lateral akibat gempa. Itu merupakan konstruksi simple beam, sedangkan tembok seperti kolom kantilever, bahkan mungkin seperti sendi-bebas (tidak stabil terhadap beban lateral).

foto4
Ini adalah tipe kerusakan yang cukup banyak dijumpai di sana, yaitu soft-storey effect. Lantai bawah kurang kaku dan kurang kuat dibanding bangunan bagian atas, akhirnya bagian bawah luluh lantah tidak terlihat. Hancur berkeping-keping. Kalau ada korban manusia di bawahnya ya jelas tidak bisa diapa-apakan lagi. :(

foto8
Jangan kaget, meskipun terlihat utuh, tetapi itu lantai dua dan tiga, adapun yang lantai satu, sudah luluh lantak. Ini juga soft-storey effect. Ingat, biasanya orang kalau ada gempa khan lari ke bawah, pas di bawah mau buka pintu keluar lalu tiba-tiba sudah seperti foto di atas, gimana coba, bayangkan. Orang di luar pastilah tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong. Masih mending kalau langsung mati, kalau tidak, bayangkan.

foto5
Hotel Ambacang, seminggu setelah gempa. Bangunan yang nampak adalah bangunan lantai ke-5 dan di atasnya adalah lantai ke-6. Hotel tersebut menurut penjelesan bapak Supartono adalah bangunan renovasi, yang dulunya berupa gudang atau semacamnya, yang merupakan bangunan peninggalan jaman belanda. Sekarang sudah hancur tertumpuk bangunan baru di atasnya. Ini merupakan pelajaran berharga, bahwa kalau sudah dikaitkan dengan gempa maka tampilan seindah apapun tidak ada gunanya. Para arsitek, agar jangan sampai terjadi bangunan hasil rancangan anda seperti di atas, pastikan ajak civil/structural engineer yang berkompeten terlibat pada proyek anda.

foto6
Soft-storey effect lagi, bahkan ini di kantor PU, kantornya orang-orang teknik sipil. Bayangkan, itu bisa juga terjadi.

foto7
Hotel Bumi Minang, hotel bintang empat di kota Padang rusak parah. Perhatikan kolom yang terlihat hancur itu ternyata hanya kolom artificial. Kurang jelas ya. Baik bagian yang terlihat hancur tersebut akan saya besarkan.

foto18

Nah ketahuan bukan, kolom tersebut ternyata isinya hanya batu-bata saja bukan. Bukan kolom beton. Itulah yang say maksud sebagai kolom artificial. Informasi dari bapak Supartono disitu sebenarnya konstruksinya adalah kantilever.

Coba kalau ketemu kasus yang seperti itu, yang pinter arsitek atau structural engineer-nya ya.  Jika ternyata dibagian tersebut dapat diberi kolom, tetapi mengapa perencana strukturnya pakai sistem kantilever. Kondisi itu dimungkinkan jika dibawahnya misalnya ada luasan lantai yang harus bebas kolom. Jadi bagi para perencana struktur, kolom yang menerus sampai pondasi adalah struktur yang paling penting untuk keamanan terhadap gempa.

Perhatikan kondisi Hotel Bumi Minang di atas pada waktu masih utuh, kesannya begitu kokoh bukan.

bumi_minang
Siapa mengira bentuk bangunan yang begini megah dapat luluh lantak akibat gempa tersebut. Jadi bentuk luar tidak jaminan ya bahwa bangunan tersebut kuat terhadap gempa.

foto16
Ini bangunan pemerintah kalau dilihat dari lambang yang terpasang pada dinding kiri. Bangunan tersebut terbelah dua lho. Bangunan utama mengalami soft storey, lantai satu rontok dan bangunan berdiri di atas lantai dua, sedangkan kolom-kolom pada selasar depan masih utuh. Jadi kondisinya memang parah.

foto9
Ini mungkin yang patut disebut sebagai luluh lantak akibat gempa bumi. Bayangkan hanya tinggal lantai, kolom-kolomnya tidak ada yang berdiri tegak satupun.

padang10
ini juga soft storey effect, bagian bawah yaitu kolom-kolomnya tidak kuat dan hancur sehingga bagian atas menimpa bagian bawah.

foto10
Bahkan ini terlihat seperti banguan dari baja. Rontok juga.

foto11

foto12_
Ini bukan hanya miring, lantai satunya juga sudah ‘terbenam’.

foto13
Ini bangunan LIA , diceritakan pada saat gempa terjadi, pada saat itu ada sekitar 12 orang anak muda yang sedang test TOEFL. Yah bagaimana lagi, tidak terselamatkan. :(

foto14
Kena dampak gempa ?

Betul. Nggak terlihat ya kalau gedung di dekat mobil parkir putih tersebut juga terkena dampak gempa. Bahkan parah sekali lho. Baiklah kita lihat lebih dekat.

foto15
Coba ada yang aneh tidak, itu yang terlihat dilantai bawah adalah balkon lantai dua dari bangunan yang sebenarnya. Kolom bawah hilang, itulah soft storey effect. Satu-satunya jalan yang dibongkar itu bangunan. :(

Melihat kondisi di atas orang awam tentu akan miris, atau bahkan mengkuatirkan kondisi bangunan bila ada gempa seperti yang terjadi di Padang tersebut. Untuk itu saya menanyakan ke bapak Supartono kira-kira apakah sebagian besar bangunan di kota kondisinya seperti foto-foto di atas. Ternyata jawaban beliau tidak, masih banyak bangunan yang utuh. Jadi yang rusak di atas adalah bangunan-bangunan yang persyaratan tekniknya kurang baik.

Jika bangunan telah direncanakan dengan baik, yaitu secara profesional oleh structural engineer yang berkopentsi, maka sebenarnya bangunan tersebut tidak masalah dengan adanya gempa tempo hari. Untuk mendukung hal tersebut, beliau menunjukkan foto-foto pabrik semen Padang. Pada salah satu areal pabrik ditunjukkan ada suatu bangunan yang merupakan bangunan tertinggi yang ada di kota Padang tersebut, bangunan tersebut tempat peralatan-peralatan untuk proses pembuatan semen, jika ditotal jendral, berat peralatan-peralatan yang dipikul bangunan  tersebut adalah 40.000, ton. Itu jelas lebih berat dibanding untuk bangunan rumah atau perkantoran biasa. Ternyata sewaktu diinspeksi ke sana khusus untuk bangunan tersebut tidak mengalami retak. Ini bangunan yang dimaksud.

pabrik-semen
Ini tampak dari atas pabrik, perhatikan asap cerobong asap yang tetap berfungsi. Seminggu pasca gempa, proses pabrik berjalan normal tidak terpengaruh oleh gempa. Bayangkan jika kondisinya seperti bangunan-bangunan di atas maka itu bisa mempengaruhi ekonomi negara, maklum pabrik Semen Padang khan aset nasional. Perhatikan bangunan bertingkat terbuka di sebelah kanan, itula yang dimaksud dengan bangunan tertinggi dan terberat di kota Padang, tetap berfungsi dengan baik, bahkan tidak ada yang retak sama sekali. Untuk jelasnya saya zoom ya bagian tersebut.

pabrik-semen_zoom
Jangan kaget bila foto di atas terlihat miring, itu karena fotonya memakai mode lensa wide angle, jadi karena bagian yang terfoto agak terletak di pinggir maka gambarnya terlihat mengalami distorsi. Perhatikan semua bangunannya, terlihat miring semua bukan. :)

Bangunan di atas mungkin satu-satunya bangunan besar (tinggi dan berbeban besar) yang benar-benar telah teruji terhadap gempa besar sesungguhnya di Indonesia. Jakarta khan jelas belum pernah menerima gempa sebesar gempa Padang tersebut bukan. Bahkan bapak Supartono menjelaskan karena waktu pembangunan bangunan tersebut sudah cukup lama maka perencanaannya belum mengimplementasikan peraturan yang terbaru karena memang waktu itu belum keluar. Nyatanya, perencanaan struktur bangunan dengan peraturan lamapun dapat menghasilkan bangunan yang ok-ok saja. Apalagi kalau digunakan peraturan baru, yang harapannya tentu akan lebih baik.

Selanjutnya saya tanyakan apakah tidak ada yang retak pada bangunan-bangunan pabrik tersebut. Bapak Supartono menjelaskan ada juga struktur yang menunjukkan retak, sambil menunjukkan foto bagian strutur yang dimaksud. Meskipun retak tetapi bagian beton bagian dalam, yang terbungkus stirrup dan tulangan memanjang ternyata tetap solid. Retak atau yang mengalami spalling adalah penutup beton di luarnya. Intinya struktur masih bisa diperbaiki dengan injeksi grouting. Selanjutnya beliau menjelaskan, retak tersebut terletak di bagian atas bangunan, dimana ada balok yang tidak menerus karena posisinya mengganggu penempatan mesin. Waktu perencanaannya dulu sebenarnya sudah diusahakan agar menerus, tapi persyaratan mesin tidak dapat diganggu gugat. Jadi kekuatiran yang dulu jadi terbukti (retak). Pengalaman ini jelas penting untuk diingat, bahwa salah satu unsur yang membuat suatu bangunan tahan gempa adalah jangan ada suatu detail atau konfigurasi struktur yang tiba-tiba berubah, usahakan smooth. Kalaupun ada balok usahakan menerus mengeliling elevasi lantainya.

Moga-moga sharing ini berguna.

Note :

Penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr.Ir. FX Supartono, yang berkenan memberikan foto-foto karya eksklusifnya untuk di sharingkan kepada  teman-teman di sini.

Kantor konsultan engineering beliau, yaitu PT. Partono Fondas sedang banyak terlibat dengan proyek-proyek jembatan dan industri. Berkaitan dengan hal tersebut, beliau mengundang engineer-engineer yang tertarik untuk dapat bergabung dan membantunya.

About these ads

23 thoughts on “foto-foto gempa di Padang

  1. tipikal proyek di indonesia malah lebih parah lagi kan pak. kalo bicara proyek pasti bicara mark-up. bangunan dibuat tidak sesuai spesifikasi teknis yang harus dipenuhi. kontraktor pengen ngeruk untung sebanyak mungkin dengan menyecilkan diameter besi tulangan, mengurangi semen, menipiskan lapisan aspal, dan sebagainya..

    makanya para ahli konstruksi juga harus dibekali dengan kepeka-an dan kepedulian serta rasa tanggung jawab yang tinggi

    benar bahwa arsitek harus melibatkan orang sipil, tapi yang lebih penting adalah pelaksanaannya!

    • tipikal proyek di indonesia malah lebih parah lagi kan pak.

      Yah informasi tentang hal itulah yang ingin aku sampaikan. Di Padang ada bangunan yang bertingkat paling tinggi, dan mempunyai beban yang paling berat. Apa itu ?

      Itu adalah salah satu struktur di pabrik PT. Semen Padang. Bangunan tersebut berupa rangka terbuka dari beton bertulang, memakai pondasi dangkal (pondasi rakit) memikul beban sekitar 40,000.00 ton, betul empat puluh ribu ton. Ternyata bangunan tersebut tergoyahkan saja tidak. Mengapa ?

      Karena bangunan tersebut telah didesain memenuhi persyaratan engineering yang baik. Fotonya nanti akan saya up-load seijin perencananya yaitu Dr. FX. Supartono.

      Jika demikian maka kata “tipikal proyek di Indonesia” saya kira kurang tepat untuk digunakan.

  2. tulisan yg bagus & informatif. lanjutkan ….

    saya bangun rumah saya dgn IMB, tidak tau gunanya buat apa… saya bangun rumah sesuai kemampuan dan pengetahuan saya … tidak tahu ada konstruksi yg harus tahan gempa … apalagi sekian SR ….

    apalagi gedung2 besar yg orangnya lebih banyak, belum lagi di-KKN-kan (bukan Kuliah Kerja Nyata) … lebih berbahaya lagi seperti foto2 di atas

    semoga pemerintah yg baru lebih tegas dalam menata daerah rawan gempa dalam berbagai terjemahan di lapangan …

    jika berkenan, silahkan ke blog saya terkait Pagi2 27 Oktober 2009 Gempa 4.1SR Pariaman Sumatra Barat. Tanda2 Prediksi Gempa Utara Sumatra 25-31 Oct 2009?
    atau blog saya lainnya
    Richmountain

    salam …

  3. Ping balik: Twitter Trackbacks for foto-foto gempa di Padang « The works of Wiryanto Dewobroto [wiryanto.wordpress.com] on Topsy.com

  4. Ping balik: Oleh-Oleh Dari Padang | Seputar Dunia Teknik Sipil

  5. Ping balik: uberVU - social comments

  6. ya sangat memprihatinkan tapi ya jika bangun bangunan yang spesifikasinya kuat gempa 8 SR tentunya sangat mahal biayanya beda dengan perusahaan yang modal investnya sangat besar thanks

  7. Wah, memang akan mahal untuk membangun bangunan yang tahan gempa. Arti bangunan tahan gempa sendiri bukan bangunan yang tidak rusak sedikitpun bila gempa datang. Tapi minimal, bangunan kita itu tetap berdiri walau rusak, jadi manusia yang ada di dalamnya bisa menyelamatkan diri saat gempa datang. Ya,dengan pertimbangan tersebut, dengan menambah biaya sedikit tapi ada hal yang paling penting yakni nyawa manusia ya harusnya tak apa lah. Apa memang nyawa manusia di Indonesia tak berharga lagi ?

    Dari gambar dan uraian Pak Wir,kita tahu nyawa manusia yang tak terselamatkan itu adalah karena kesalahan dalam perencanaan dan pelaksanaan struktur.

    Kalau DPR korupsi tuh diperiksa aparat keamanan. Nih,bangunan yang dibangun oleh para ahli konstruksi tuh diperiksa gempa. Si Gempa tuh tak bisa diajak KKN. Ya, kita manusia nih harusnya mau belajar dan tak lupa untuk memperbaiki. Itu sih kuncinya, karena kode dan standard untuk itu sudah ada.

    Sekarang, mau tidak semua pihak yang berkaitan memakai dan mematuhinya.Yang ngurusin IMB aja tuh gedung PU Padang rusak parah, apalagi lah yang diurusinya ya…nggak heran kalau bangunan yg lain jg parah.

    Tq deh Pak Wir untuk sharingnya, semoga yang mengerti semakin mau ditegur dan memperbaiki dan yang awam juga bisa mengerti apa dan mengapa bangunan harus dirancang sedemikian rupa. Pertimbangan tidak hanya bangunan bisa berdiri dengan harga yang murah tetapi juga harus memikirkan “life safety”

  8. banyakan kasusnya soft storey effect, terjadi 2 titik sendi plastis pada elemen kolom dasar. Sayang informasi yng menurut saya sangat penting yaitu tahun berapa bangunan tsb di desian/ dilaksanakan dan jarak gedung ke EQ source tidak disebutkan disini.

    Kalo jenis kerusakan gitu paling cuman bisa ngira-ngira tuh bangunan didesain sebelum tahun 1989, coz peraturan gempa saat itu sudah jelas bagaimana menghindari kerusakan jenis tsb, buku cetak introduce nya pak Teddy Boen tahun2 sebelumnya juga sudah.

    Penyebab soft storey effect karena kekakuan kolom dasar 25% dibawah rata-ratanya distribusi gempa ngga linear inverted triangle lagi artinya mode getar 2,3,..i cukup berpengaruh, kalo ngga ya akibat kontribusi dinding pengisi yang menambah kekakuan kolom atasnya yang hal ini bisanya ngga dimodelin di analisa strukturnya, belum lagi tinjauan detailing dan confinement daerah sendi plastis.

  9. Dengan hormat Bapak Dewobroto,

    untuk keperluan pemenuhan syarat mengajukan proposal penelitian ke Institusi Riset dan Pengujian Bahan di Jerman (Bundesanstalt für Materialforschung und -prüfung), kami memerlukan beberapa foto dari laporan Anda mengenai Gempa di Padang.

    Kami mohon supaya permintaan ini diluluskan.

    Terima kasih.

    Lieyanto

  10. Dengan hormat Pak Dewobroto,

    terima kasih atas izin Anda.
    Tentunya sebelum kami mengajukan proposal ini, kami akan mengirimkan Anda satu copy sebagai ucapan terima kasih (courtesy) atas ijin penggunaan hak cipta Anda.

    Salam hormat,

    Lieyanto

  11. Dengan hormat Pak Dewobroto,

    kami memerlukan alamat e-mail Anda supaya kami bisa mengirimkan Anda satu copy dari proposal penelitian untuk Institut Riset dan Pengujian Bahan di Jerman (Bundesanstalt für Materialforschung und -prüfung) sebagai ucapan terima kasih.

    Terima kasih.

    Salam hormat,

    Lieyanto

    Wir’s responds : silahkan di kirim saja ke email saya yang ini : wiryantod(at)yahoo(dot)com

  12. Ping balik: EERI Special Earthquake Report — December 2009 « The works of Wiryanto Dewobroto

  13. Bulan kemaren saya ke Padang, ternyata gempa Padang cukup kuat, banyak jembatan juga yang kena, namun kerusakan kebanyakan minor.

    Kalau dilihat memang kerusakan di Padang cukup aneh, setempat setempat, tidak merata gitu. Banyak kerusakan diakibatkan soft story. Gedung lama dan gedung baru sekalipun dirancang sesuai prosedur bisa kena. Yang kita rencanakan adalah tahan gempa minimal.

    Sudah saatnya kita berpindah ke perencanaan gempa performace based design. Mau tidak runtuh, tapi gedung tidak bisa dipakai, dan orang bisa menyelamatkan diri. Atau bahkan sampai kerusakan minimal. 100% berfungsi secara aman. Jadi kita memberikan owner opsi ketahanan gempa. Sekian

  14. ” Gedung lama dan gedung baru sekalipun dirancang sesuai prosedur bisa kena. Yang kita rencanakan adalah tahan gempa minimal.”

    btw, ya “kena” namanya gedung terkena getaran pastinya terjadi defleksi lateral. maksudnya tolerance ya ga ambruk.

    PBD/Pushover menurut pemikiran sya untuk kesitu analisa jenis tsb ckup kompleks untuk diterapkan dlm desain, kalo buat investigasi mungkin.. blum lagi imposible nya tanpa program bantu spek khusus/advanced.

    daripada kesitu, sya lebih tertarik dgn konsep desain dgn kontribusi diagonal strut (dinding pengisi). Jadi distribusi beban gempa tiap lantai bakalan mendekati jika dilakukan dgn analisa dinamis dan kakakuannya ada tambahan axial stiffness dari diagonal strut tadi. Analisa portal perlu dua model in/excludes diambil yg worst condition.

  15. Boleh usul Pak Wir? Kalau ada, tolong juga di-upload foto-foto detail kerusakan fatal terutama pada sambungan kolom-balok.

    Yang mengkawatirkan, di Jakarta (sebagai praktisi) saya kadang masih menemukan adanya pekerja yang tidak tahu bahwa pada pertemuan kolom-balok, sengkang kolom, mutlak harus dipasang.
    Dan yang menyedihkan lagi, pelaksana lapangan yang biasanya lulusan STM bangunan, yang bertugas sebagai supervisor kurang aware pada hal ini.

    Pada gempa Aceh akhir 2004, saya sempat mengamati foto-foto yang di-upload di internet. Detail kerusakan yang menyebabkan soft storey effect, hampir semuanya adalah masalah pada sengkang. Baik itu berupa jarak sengkang yang terlampau lebar, pertemuan kolom-balok tanpa ada sengkang, ataupun kait pada sengkang yang terlampau pendek.

    Dan mengenai kait pada sengkang, juga harus ditekuk hingga membentuk sudut 45 derajat. Kenyataannya, tanpa pengawasan yang maksimal, para tukang besi cenderung membengkok kait hanya sekitar 80 derajat saja. Sewaktu terjadi goncangan gempa, kait yang 80 derajat ini mudah sekali lepas karena selimut beton rusak.

  16. Ping balik: Teknik Sipil » Oleh-oleh dari padang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s