The works of Wiryanto Dewobroto

about

I am actually a structural engineer that familiar in design and construction of steel and concrete structures, so I am master with computer structural modelling, analysis and design.

However, I am also active in computer programming, digital photography and digital image manipulation, drafting, teaching, writing, and of course reading.

Now, I am working as lecturer at the Civil Engineering Department, Faculty Design and Planning, University of Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Banten , Indonesia.

Bless to GOD ! Base on letter from Indonesian Ministry of Education (Menteri Pendidikan Nasional) No. 31043/A4.5/KP/2007 , since 1 Mei 2007  :

I have additional title as Senior Lecturer or Lektor Kepala (670 kum) at the subject of Steel Structure, Structural Analysis and Computerized Structural Engineering. It is equal to Pembina Tk.I (Gol.IV/b) if I works in the public universities.

Office address

Civil Engineering Department
Faculty Design and Planning, University of Pelita Harapan,
Building B, 1st floor, Campus UPH Karawaci, Tangerang 15811
INDONESIA
Tlp. (021) 5460901 (Hunting)
Fax. (021) 5460910

Education background

  • Doctoral Candidate in Structural Engineering, University Katolik of Parahyangan, 2006 - present (I have the stories about the process, at the evaluation of Doktoral Qualification , Proposal of Research)
  • S2 (Master Degree) in Structural Engineering, University of Indonesia, 1998
  • S1 (Bachelor Degree) in Civil Engineering , University of Gajahmada, 1989
  • SMAN 1 Teladan Yogyakarta, 1983
  • SMPN 5 Yogyakarta, 1980
  • SD Kanisius Baciro Yogyakarta, 1976

Research experiences

  • June - October 2005, research with Prof. Harianto Hardjasaputra (UPH) regarding “Eksperiment of Reinforced Concrete Deep Beam for The Development of Strut-and-Tie Model Method” base on fund No.40/UPH-LPPM02/VII/2004 the report
  • May -July 2002, guest research in Institut für Leichtbau Entwerfen und Konstruieren (Institute for Lightweight Structures Conceptual and Structural Design), Universität Stuttgart, Stuttgart, German. (under supervision of Prof. Dr.-Ing., FACI Karl-Heinz Reineck). Read the report

Personality characters

Click to view my Personality Profile page

Description of my character according INTJ Type of Personality  

Teaching Subject at Civil Engineering Department - UPH

  • Computer Programming (2 sks) in first semester
  • Structural Analysis I (2 sks) in second semester
  • Steel Structure I (2 sks) and
    Concrete Structure I (2 sks) in fourth semester
  • Structural Analysis III (2 sks) ,
    Computerized Structural Engineering (2 sks) and
    Concrete Structure II (4 sks) in fifth semester

Professional Experiences

  • 1993 - 1998 : PT. Pandawa Swasatya Putra, Consulting Engineers, Jakarta ,
    as Chief Engineer
  • 1994 - 1995 : PT. BMP Indonesia Consulting Engineers, Jakarta,
    as Senior Structural Engineer
  • 1989 - 1993 : PT. Wiratman & Associates - Consulting Engineers,
    as Structural Engineer

Teaching Experiences

  • 1998 - present : Universitas Pelita Harapan, as lecturer in Civil Engineering Department
  • 1995 - 1998 : none , due to studying master degree program in Magister Teknik UI
  • 1992 - 1995 : University of Tarumanagara, Jakarta, as lecturer in Civil Engineering Department and Architectural Department
  • 1986 - 1989 : University of Gajahmada, Yogyakarta, as Lectures Assistant

Computer literate and experiences

  • MS Fortran (DOS programming)
  • Turbo Pascal (DOS programming)
  • Visual Basic 6.0 (Windows programming)
  • Microsoft Office and Visio (office productivity)
  • Photoshop (image manipulation program)
  • Dreamweaver (homepage tools)
  • AutoCAD (technical drafting)
  • SAP2000 (Integrated Software for Structural Analysis & Design)
  • ETABS (the industry standard for Building Analysis and Design Software)
  • SAFE (a special purpose program that automates the analysis and design of simple to complex concrete flat plates and foundation systems )
  • ADINA (fea program for dissertation)
  • ABAQUS (fea program for dissertation)

Project Experiences (in engineering design and supervision)

There are many story (in bahasa Indonesia of course) about myself that I have written in this blog

222 Comments

222 responses so far ↓

  • ruta ireng // Januari 2, 2007 at 2:49 am

    Salam kenal,
    Saya sangat menikmati blog pak Wiryanto.
    Banyak sekali yang ingin saya serap ilmu dari pak Wir.
    Mudah-mudahan setelah saya kembali ke Tangerang, kita bisa bertemu dan bertukar informasi.

    Ruta

  • Kang Kombor // Januari 4, 2007 at 7:38 am

    Salam Pak Wir.
    Ini blog pertama seorang dosen UPH yang saya temui. Apakah ada dosen UPH lain yang punya blog?
    Saya alumnus FE-Manajemen 94.

  • wir // Januari 4, 2007 at 9:12 am

    Salam kembali Arif.

    Kamu merupakan alumni UPH pertama yang memberi respons di blog-ku yang merupakan “yah semacam catatan harian lah untuk apa saja yang telah aku kerjakan”.

    Untuk blog dosen UPH yang lain saya kurang tahu, rasanya juga belum pernah ketemu. Yah mungkin belum ketemu aja. Tapi sekarang UPH sudah dilengkapi internet wireless, di setiap sudut bahkan di taman bisa nginternet. Mestinya sarananya sudah tersedia. Tapi kayaknya harus seneng nulis ya kalau mau bikin blog.

    Moga-moga ada dosen UPH lain yang baca dan selanjutnya mau bikin blog yang dimaksud.

    Sekarang kampus UPH sudah beda jauh dengan jaman anda kuliah lho, lebih besar, sehingga dosen-dosennya sekarang banyak yang nggak aku kenal. Banyak yang baru-baru. Waktu jaman kamu kuliah dulu, antara dosen satu dengan yang lain pasti kenal. O ya pak Michael tahun ini sudah pensiun.

    Sukses ya untuk Arif. Salam

  • calupict // Januari 5, 2007 at 2:32 am

    Salam kenal, Pak.
    Saya juga baru lihat blog dosen UPH yang ini.
    Saya mahasiswa aktif UPH angkatan 2005 fakultas Hukum.

  • Rachmat // Januari 5, 2007 at 3:09 pm

    Mudah-mudahan banyak dosen lainnya yang punya blog seperti Pak Wir ini. Jadi ilmunya tidak cuma disampaikan ke mahasiswa atau client saja, tapi ke lebih banyak orang.

  • Teh, Lip // Januari 10, 2007 at 11:33 pm

    Dear Prof. Dewobroto

    First let me congratulate you on your very “extensive” website, describing your many excellent works in structural engineering and computer programming.

    Indonesia needs more dedicated intellectuals like you, and I hope you will progress to more influential positions to the benefits of the country.

    I trust you’ll succeed in your doctoral candidature.

    Kindest regards

    Lip Teh, PhD CPEng
    Senior Structural Engineer
    Dematic Pty Ltd
    24 Narabang Way
    Belrose. NSW 2085
    AUSTRALIA

    Honorary Associate
    School of Civil Engineering
    University of Sydney
    Sydney, NSW 2006
    AUSTRALIA

  • wir // Januari 10, 2007 at 11:50 pm

    Dear Mr. Lip,

    I am very proud with your comments. So that, I am very keen to keep in maintaining and improving the blog.

    I do not imagine that the blog will be going aboard, because most of my letter and technical papers have been writen in Indonesian. Do you understand bahasa Indonesia ?

    Thank you. GBU

  • Teh, Lip // Januari 11, 2007 at 11:32 am

    Dear Prof. Dewobroto

    Thank you very much for your prompt response. It’s a most interesting website you have, but unfortunately the connection is a bit slow perhaps due to the Taiwan earthquake.

    Yes, I do understand Indonesian as I was born there and came to Australia 18 years ago. However, since it’s been a long time, my Indonesian is a bit rusty and I prefer to write in English to avoid embarrassment. Mohon maaf Pak :-) BTW, I’m quite concerned with the situation there, sooo many problems, natural and man-made.

    If you’re visiting Sydney, please let me know.

    Thanks

    Lip

  • Antony Pranata // Januari 23, 2007 at 8:01 pm

    Pak Wiryanto, masih inget saya gak? Dulu temen seperjuangan waktu di Stuttgart. Yang ikut2an angkat koper 70kg waktu mo pulang Indo itu loh.

  • wir // Januari 23, 2007 at 11:08 pm

    Ya pasti Antony :)
    Saya selalu inget teman-teman yg membantuku di Stuttgart. Kamu tahu, karena ketemu kamulah maka aku termotivasi menjadi PENULIS. **ada anak muda, masih muda lagi, koq sudah punya buku karangan banyak, padahal aku yang sudah tua gini dan ngaku dosen di perguruan tinggi, mana buku-ku — itu waktu itu, sekarang ya lumayanlah, ada yg nyebutku penulis**

    Bagaimana suasana di Kanada (aku selalu mampir lho ke website mu, melihat jalan suksesmu, mulai dari Singapore, lalu pindah ke situ). O ya, sikecil udah ada ?

    Aku kemarin dapet kartu natal dari Irwan Kwok, dia juga punya web ttg perkawinannya (sama dengan kamu jg). Teman-teman yang lain dimana?

    Kirimi dong fotomu dan keluarga, di Canada, sama info lengkap ttg kamu sekarang. Aku mau pamerkan ke temen-temen disini. Ini lho wir dengan ‘Antony Pranata’.

    O ya, aku mengenal seorang anak muda, jago hacker juga, nama belakangnya sama dengan kamu, dia kenal kamu karena sama-sama dari Yogya, dia ngefan berat. Pokoknya dia bilang, wah kalau ini **ttg nge-crak / atau semacamnya yg aku nggak tahu** dia bilang “belum apa-apanya kamu”. **ilmunya kamu dianggap mbahnya mbah guru –> guru hacker**

    Ok, aku ada rencana bikin post kecil , nostalgia ttg kamu dan teman-teman sewaktu di stuttgart. Moga-moga teman-teman lain ikut nimbrung.

    O, ya, bagaimana mama kamu, masih di Magelang, atau udah kamu boyong ke Canada ?

    Sukses ya, GBU

  • Antony Pranata // Januari 24, 2007 at 2:59 am

    Wah… motivasi pak Wiryanto jadi penulis itu dari saya. Malah sekarang saya sudah gak jadi penulis lagi. Untung masih nge-blog, jadi tetep nulis dikit2.

    Oh, aku masih ada foto kita yang bareng2 itu pak… sama Franhky n Larry juga. Nanti saya kirim via email aja (email bapak sekarang apa yah).

    Ide bagus tuh pak bikin posting kecil tentang kehidupan di Stuttgart dulu. Pasti jadi cerita menarik…. :)

  • Gamarosi // Januari 25, 2007 at 3:46 am

    Saya sangat menikmati blog yang anda buat, banyak sekali jurnal ataupun riset yang anda buat sangat membantu saya menambah pengetahuan mengenai dunia baja….

    Saya mahasiswa arsitektur tingkat akhir dari Jogjakarta, saya kuliah di Universitas Kristen Duta Wacana.

    Oh ya, saya mau tanya apakah bapak punya jurnal mengenai arsitektur ???

    Saya sangat ingin melihat koneksi antara sipil dengan arsitektur….

    Terima kasih

  • wir // Januari 25, 2007 at 10:22 am

    Sdr. Gamarosi, calon arsitek yang baik.

    Mengapa saya bilang baik, karena anda mempunyai ketertarikan dan mencari tahu bidang teknik sipil.

    Banyak arsitek-arsitek karena dalam pembangunan gedung dan semacamnya mereka yang sering ketemu owner, dan dapat proyek, maka umumnya mereka memandang rendah insinyur perencana struktur (structural engineer).

    Bahkan untuk kasus-kasus kecil, misalnya rumah tinggal, mereka tidak perlu insinyur sipil, cukup dengan tukang saja. Jadi mereka merasa bisa hidup tanpa teknik sipil. Bahkan saya menemui suatu kasus bahwa dalam mendidik calon arsitek, mereka tidak mengajarkan sama sekali bidang mekanika meskipun sekedar introduction ke mahasiswanya, mereka menganggap itu tidak perlu (mungkin karena pengalaman mereka yg seperti itu).

    Arsitek-arsitek seperti diatas dalam merencanakan bangunan gedung hanya menekankan pada sisi tampilan, wah, enak dilihat dari luar dan lain-lain yang mana itu semua mudah dipahami oleh owner. Sedangkan kekuatan atau kekakuan atau daktilitas maka mereka tidak tahu. Bagaimana tahu, wong nggak pernah belajar.

    Arsitek seperti itu apa bedanya dengan interior desain, desain grafis dan semacamnya pekerja seni yg penting penampilan gambar dan yang paling penting meyakinkan owner, yg umumnya awam tentang bangunan. Atau sekedar tahu tampilan luar saja.

    Dan itu memang terjadi di Indonesia, mereka bisa kaya, uang banyak dan tidak perlu ketemu orang-orang teknik sipil. Kalaupun ketemu maka orang teknik sipil itu sekedar kontraktor saja. Pelaksana, harus manut apapun yang digambar oleh arsitek.

    Itu kesan saya sama arsitek-arsitek indonesia saat ini (umumnya yg saya temui). Jadi terus terang saya tidak tertarik dengan jurnal-jurnal arsitek indonesia, pasti nggak ada kaitannya sama sekali dengan dunia teknik sipil. Paling-paling yang saya koleksi adalah gambar-gambar mereka yang bagus sekedar untuk menambah wawasan bagaimana jika rumah saya kayak itu, dsb.

    Lalu apa salahnya. Yah, memang kalau ditanya seperti itu saya juga nggak bisa njawab **dikira ngiri**

    Saya hanya mengingatkan, bahwa sebenarnya arsitek itu tidak sama dengan sekedar bisa menggambar, harus lebih dari itu, bahkan pengetahuan ttg kekuatan, kekakuan dan daktilitas perlu juga dipelajari. Minimal tahu, sehingga bisa memahami pekerjaan insinyur sipil.

    Mengapa ?

    Jawaban seperti itu tentu dapat dipahami jika anda mengalami kejadian gempa seperti di Yogyakarta tempo hari. Mengapa itu terjadi, bangunan mewah, megah, tetapi ternyata hancur, krn gempa.

    Arsitek-arsitek, dalam membangun rumah atau gedung tentu juga memahami bahwa kubah atau sistem atap yg dipilih tidak sesuai dengan kondisi tropis dsb. Terus terang ini banyak saya temui di rumah-rumah ibadah / gereja, yang dari luar tampak megah, tetapi di dalamnya panasnya bukan kepalang. Arsitek-nya ini gimana !

    Jadi menjadi arsitek itu sebenarnya harus belajar banyak hal. Tidak hanya cukup indah , bagus, wah, berbeda dsb.

    Dari berbagai arsitek lokal, saya hanya terkesan dengan seorang arsitek indonesia, yaitu Romo Mangun (YB Mangunwijaya), bagaimanapun beliau didikan luar (jerman).

    Arsitek-arsitek luar terus terang saya kagum, kadang-kadang mereka bisa menghasilkan keindahan dan harmonis dari struktur-struktur bangunan itu sendiri. Kalau di Indonesia khan cenderung yang ditekankan adalah bungkus luar (struktur nggak ada yang ditonjolkan, artinya struktur bagi arsitek itu nggak penting)

    Jepang misalnya, arsitek-arsiteknya dalam menentukan lay-out bangunan mengikuti kaidah-kaidah tahan gempa. Bagus lho, belajar dari arsitek jepang.

    Jadi kalau anda mau belajar banyak, diluar bidang yang sekarang ini digeluti oleh arsitek lokal (kecuali romo td). Wah yakin nanti pasti jadi arsitek yg beda, apalagi di Yogya. Tidak hanya bangunan yg megah, indah, wah, tetapi juga kuat, kaku dan tahan gempa selain itu relatif murah karena anda bisa memanfaatkan str yg ada utk keindahan itu sendiri (bukan mengandalkan bungkus luarnya saja).

    Salam

  • priandoyo // Februari 2, 2007 at 6:07 am

    Halo pak Wir, salam kenal, blognya bermutu banget nih, keren. Btw kalau tentang rumah-rumah mungil gitu pak Wir suka nulis-nulis engga? saya tertarik nih didongengin itung2annya hehehe, terlalu receh-receh ya pak :D

  • wir // Februari 2, 2007 at 11:08 am

    Wah trim ya, sanjungannya.
    Salam kenal kembali mas Priandoyo.
    Ndongeng rumah mungil ? Dongeng apanya ya ? **bingung**

    Rumah kecil atau besar, sepertinya nggak ada bedanya, semuanya tentunya harus kuat dan aman. Apalagi kalau ada gempa kaya di yogya tsb. Jadi harusnya dipersiapkan dengan baik.

    Pada umumnya untuk rumah-rumah seperti itu yang perlu diperhatikan adalah detail-detail sambungannya. Jaman sekarang khan sudah umum setiap rumah bata pakai kolom dan balok praktis. Konsep seperti itu sudah ok, yang belum ok pada umumnya detail sambungan antara balok-kolom yang umumnya belum menjadi perhatian.

    Dengan detail yang baik, sehingga terjadi kontinuitas penulangan maka dapat dihasilkan suatu struktur yang daktail. Struktur spt itulah yang umumnya diharapkan pada struktur tahan gempa.

  • Richard S.W. // Maret 1, 2007 at 10:37 am

    Dear Pak Wir..

    Apa kabar pak di UPH, terakhir saya denger ada Open House yah. Kemaren sempat diminta Christopher kasi foto dan pesen cuma kayanya telat di upload deh.. saya uda 2 minggu kerja nih pak.. uda sempet desain curtain wall buat small apartment. Sekarang masih adjusting dengan atmosfir kerja yang bener-bener baru buat saya.

    Berdasarkan pengamatan saya selama 2 minggu ini, mestinya banyak mahasiswa UPH yang bisa bersaing disini… Kebetulan saya yang dapat kesempetan kali ini.. Kemampuan lulusan UPH cukup lengkap untuk nyandang gelar engineer disini.. Sampai disini dulu deh pak. lain kali dihubungi lagi..

    o ya, klo ada apa-apa bisa langsung ke email saya.. Terima kasih ya pak buat bimbingannya selama 4,5 tahun.. You take a great part forming foundation of my future. Thank You..

    Regards
    Richard S.W

  • wir // Maret 1, 2007 at 1:04 pm

    Yah itu tadi sapaan dari alumni teknik sipil UPH dari Dubai.

    Jadi dalam hal ini tidak hanya tentang UPH Global Campus, tetapi lulusannya juga sudah berani bertindak global (mendunia bekerja ke luar negeri) dan tidak hanya lokal (di Indonesia saja). Dan yang penting lagi, tidak sekedar berani kerja (jadi tki sembarangan aja), tapi memang sesuai bidangnya yaitu civil engineer.

    Kerja keras ya Richard, tunjukkan bahwa kamu mampu. Pak Wir sangat yakin itu.
    God Bless You.

    Kesuksesan kamu disana, beritanya saja (tanpa kamu memberi apa-apa saja) sudah merupakan penyejuk / inspirasi / kebanggaan bagi adik-adik kelasmu, temen-temenmu atau dosen-dosenmu di Lippo Karawaci. ;)

  • doeytea // Maret 7, 2007 at 6:21 am

    Salam kenal Pak Wir, ternyata pak Wir Penulis ya? Saya selalu ingin menulis tapi gak jadi-jadi padahal saya merasa bidang ilmu saya sudah cukup layak untuk dituliskan. Bagaimana kiatnya pak Wir?

  • wir // Maret 7, 2007 at 6:51 am

    **saya merasa … sudah cukup layak**
    Bagus, anda sudah yakin mempunyai bahan yang layak untuk ditulis. Saya yakin anda pasti bisa.

    Selanjutnya anda tinggal menuliskannya, membaca ulang, menuliskan lagi, terus sampai anda yakin bahwa tulisan anda sudah terbaik menurut versi anda. Itu yang penting, selanjutnya lagi cari penerbit yang sesuai dan yakinkan mereka bhw anda punya tulisan yang baik dan laku jual serta untung. **ini paling penting, menurut kaca mata penerbit**

    Kalau ditolak jangan kecewa, kembali teguhkan keyakinan awal anda, jangan sampai kena erosi dan ulang lagi, terus, dan terus menulis dan teruslah menulis jangan bosan. Pasti berhasil. YAKIN.

    I tell you the truth, if anyone says to this mountain, ‘Go, throw yourself into the sea’, and does not doubt in his heart but belives that what he says will happen, it will be done for him.
    Mark 11:23

    Catatan : untuk penerbit yang anda tawari, usahakan bahwa materi tulisan anda sejalan dengan buku-buku yang biasa mereka terbitkan. Contoh, materi saya bidang teknik sipil, jadi karena penerbitnya Elex Media yang kondang dengan buku komputer maka materi saya tadi saya kemas, seakan-akan yang menonjol adalah komputer-nya dan bukan teknik sipilnya. Kalau saya ngotot ke teknik sipil ya pasti Elex langsung nolak. ;(

    Apa itu bisa disebut kiat ya.

  • Martin // Maret 19, 2007 at 6:37 pm

    Hello,
    I’m structural engineering student far away from that land. An I’m rather interested in structural engineering. I was wondering if Prof. Dewobroto has an e-mail addrees.
    Thank you,
    Martin

  • wir // Maret 20, 2007 at 11:12 am

    Hello Martin,
    Where do you come from ?
    What can I do for you ? I try to help you, but please don’t ask me to translate my blog. It is a very hard work.

    If you have something to discuss, just put a message in this blog, because with this blog I can acces the information in anywhere with any computer so it is more easier for me. Ok. ;)

  • Martin // Maret 20, 2007 at 5:49 pm

    Hi,
    I’m from Europe.

    Well I’m doing my diploma work.I wanna find out more about prestressed pretensioned beam calculation.To be more specific end block (anchorage zone) design. I have managed to get some english books about prestressed concrete design. These books give only general view about this end block question: something about that transvered length and stress distribution. But it is not enough for diploma work.

    My diploma work has two parts: theoretical and then give the way to design the anchorage zone. This theoretical should consist this finite element method as well and design part is supported by standards. I have tried to find some articles about this problem. I have only managed to get articles from year 1960-s…

    I was wondering if there are some articles from nowadays or something else.

    Thank you,
    Martin

  • wir // Maret 21, 2007 at 3:59 pm

    Hello Martin,

    Ok, I will help you.

    I have ACI 318-99 Code, because it is so large so I excerpt just section 18 about Prestressed Concrete Design
    (down load PDF 394 kb).

    I hope the information is usefull for you.

    Regard
    wir

  • Martin // Maret 25, 2007 at 4:51 pm

    Hi,Thank You for this information.

    Well, my work is to write a computer program (calculation program) to design the anchorage zone for prestressed pretensioned beams. I use Borland Delphi. For designing, I use some part of “Eurocode 2″ and “CEB-FIP MODEL CODE 1990. DESIGN CODE”.

    But thing is I have to add some theoretical part of this transmission length and stress distribution. As I understand this is based on finite element method. So I’m kind a looking some articles about this theory. I have only found articles since year 1960 and 1970. I have found this http://www.sciencedirect.com as well. Tried all possible anchorage zone search words but articles are two specifial for my work.

    Thank you,
    Martin

  • Sendy // Maret 27, 2007 at 9:15 pm

    Hi Martin,

    I am not sure about your interested point of view in anchorage zone for prestressed pretensioned beams; As i only working in sand like granular material i am sorry that the following point of view does not suit to the prestressed concrete engineering. However I’d like to share something i have related with modeling in civil engineering. As above mentioned that you might want to know more about the theoretical part of the transmission length and the interface behavior (stress/state variables distribution) between two materials via finite element method. So …..

    In the modeling of behavior of interface between two materials, i.e. steel rebar and granular particle (concrete) via finite elements method (or discrete element) one may need to defined the contact behavior (i.e. mechanically) between those materials in addition to the definition of material behavior itself (i.e. elastic, elasto-plastic) and the meshing description (i.e. total Lagrangian or Updated one or even Eulerian description —> I don’t have any experience for the last one).

    In the case of the mechanical behavior of contact between two nodes lying on two different surfaces one may need to define the tangential and normal interaction to the surface. For the tangential interaction Coulomb friction or the modified one (i.e. with the capability of yielding for developed equivalent horizontal shear stress) would be the simplest and the most applicable one while the so called “hard” contact would be the simplest one for normal interaction to the surface with some limitations related to the singularity or rigid body movement (i.e. ridicules high displacement of node/s due to very small external loading pressure/displacement). However, there are other approaches for normal interaction, i.e. soft contact, penalty approach —> I’ve no experience for the last one. In my opinion, the best way would be to look at the User Manual or Theory Manual of certain commercial program, i.e. ABAQUS so that the dis/advantages can be clearly seen, i.e. related with the convergence criteria.

    The choice of the material models (whether macro or micro point of view) and the meshing description are also important, especially when one want to see the crack or opening or debonding between these two materials.

    All theoretical part of mesh description, material definition and contact definition would be best (in my opinion) by combining the writing in these books:

    Nonlinear finite elements for continua and structures by Belytschko T, Liu W.K. and Moran B. (2000),
    Nonlinear finite element analysis of solid and structures Vol. 1 (1991) & 2 (1997) by Crisfield M.A.

    About the stability of your continuum such as whether the localization in your granular body is expected due to shearing / pulling of the steel bar or only the numerical rounding error which lead to the localization is occured you might want to visit:

    Stability of structures by Bazant Z.P. and Cedolin L. (1991).

    In addition to the advances in contact mechanics you might want to refer the papers by Peter Wriggers (Hannover Univ).

    As far as I always ever face the problem in contact it mostly is related with the singularity which means that there might be something wrong with the constraint of degree of freedom if the formulation is correct.

    I am sorry if the above “story” is too long ‘cauze sharing knowledge with others may help to improve that knowledge itself (i think).

    Hope this helps abit.

    regards,
    Sendy.

  • yanti // Maret 28, 2007 at 3:45 am

    Dear Pak Wir…

    Saya staff pengajar di sebuah PTN di Sumatra. Blog bapak benar benar membantu saya membagi ilmu dan materi kepada mahasiswa. Terimakasih Pak Wir.. Sepertinya saya akan jadi pengunjung setia blog Bapak nih..

    Salam..

    Yanti

  • wir // Maret 28, 2007 at 3:05 pm

    O jadi sama-sama dosen ya bu. Salam kenal juga bu, mari sama-sama membuat murid-murid kita lebih pintar dari gurunya. Amin.

  • Dhea // April 11, 2007 at 4:46 am

    Dear Pak Wir….

    Salam kenal, saya mahasiswi sebuah PTN di Sumatra.

    Saya sangat terkesan dengan blog bapak. Jarang-jarang ada dosen yang sempat untuk membuat blog seperti ini dan bersedia untuk membagi ilmunya untuk umum. Saya ingin meminta bantuan masalah judul TA, karena saya adalah mahasiswa tingkat akhir.

    Saya berminat pada bidang transportasi. Saya mohon bantuan bapak …

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih…

    Salam

  • wir // April 11, 2007 at 8:56 am

    Salam kenal kembali Dhea.

    Bidang transportasi yang saya minati hanya struktur-struktur penunjangnya, misal jembatan, dsb.

    Untuk mendapatkan ide ttg tugas akhir anda tentang transportasi saya sarankan diskusi dengan dosen anda, boleh juga membaca-baca judul abstract di konferensi EACEF ( http://eacef.wordpress.com ) , siapa tahu ada ide.

    O ya, sudah membaca ini khan
    http://wiryanto.wordpress.com/2007/02/24/tip-tip-menulis-skripsi/

  • Belpas Hadiyanto, ST. // April 16, 2007 at 5:08 pm

    Puji syukur kehadirat Tuhan bahwa bertambah lagi orang yang berfikir dan berjiwa besar di Indonesia ini (setidaknya menurut perspektif saya) yang mau berbagi dengan ikhlas.

    Perkenalkan nama saya Belpas, seperti Bpk saya juga seorang civil engineer. Jujur, sejauh ini saya belum pernah menjumpai Blog seorang akademisi yang komunikatif, interaktif disertai dgn literaratur-literatur yang berkualitas pula.

    Kedepan, saya mengharapkan Pak Wir terus berkarya secara obyektif dan komprehensif sehingga banyak menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas lainnya. Dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas koleksi-koleksi berbobot Pak Wir yang dipublikasikan tanpa biaya ini.

    Semoga Tuhan membalas budi dan niat baik Bapak.

  • Paul // April 28, 2007 at 8:50 am

    Pak Wir yth,
    adapun saya ingin mengetahui apakah sanksi yang dikenakan kepada mhs UPH yang KTA bukan buatan sendiri ?
    Pada siapa saya harus mengirim email ? karena yang dijiplak adalah tulisan yang saya buat, bila dia mengambil study pariwisata ?

    salam.

    Paul
    123456ABCSEF

  • wir // April 28, 2007 at 2:23 pm

    **Paul**
    Untuk menuduh bahwa itu “bukan buatan sendiri” rasanya nggak sesederhana itu. Bagi Paul mungkin yakin sekali. Tetapi bagi kita, dosen, nggak gampang dengan semena-mena menuduh hal tersebut. Umumnya anggapan itu timbul, jika ternyata dalam presentasinya di sidang ujian atau diskusi ternyata isinya tidak konsisten dengan materi tulisnya. Tetapi jika mahasiswa dapat dengan meyakinkan baik dalam presentasi dan tanya jawab maka rasanya kita tidak punya hak menuduh bahwa itu bukan buatannya.

    Karena bisa saja, anda bilang bahwa anda yang membuatkan, tetapi sewaktu dikonfrontasi, dianya bilang bahwa ini teman konsultasi, yah itu wajar-wajar aja. Ya memang bisa itu. Khan susah khan.

    Inilah kalau bekerja dengan hal-hal yang tidak jujur, dapetnya nggak jujur juga khan. Kalau anda ngotot mau buktikan ini atau itu, rasanya juga nggak gampang, maksud saya, ngapain para dosen tersebut menanggapi anda. Kalaupun anda menunjukkan file-file data anda, maka jika mhs tersebut bilang andanya yang nyonto dia, maka mentah juga pendapat anda.

    Kecuali jika anda mempunyai skripsi yang telah dipublikasikan sebelumnya, lalu si mhs tadi ketahuan bahwa skripsinya persis dengan skripsi anda. Yah hal tersebut bisa dikategorikan PLAGIATISME. Kalau itu ada sanksinya, di skripsi kita (UPH) mahasiswa menanda-tangani pernyataan bahwa materinya adalah orisinil dan bukan karena menjiplak. Jika ketahuan maka sanksinya gelarnya di permasalahkan (bisa juga di cabut).

    Kalau anda ngotot maka anda harus bisa buktikan bahwa si mhs tersebut melakukan PLAGIAT. Jangan asal omong, atau hanya pakai bukti-bukti subyektif anda sendiri. Anda harus bisa menunjukkan secara jelas di skripsi dia mana yang menjimplak dari skripsi anda. Yah kasusnya kayak di UGM dulu itu lho.

  • daisy // Mei 4, 2007 at 6:01 am

    Pak Wir, salam kenal..aku Daisy. aku dari Teknik sipil UAJY =)
    P Wir saya diharuskan untuk mengikuti lomba karya tulis yang bertemakan “Masa Depan Ke-Indonesiaan”..

    Saya bingung nih p’, g ada ide…
    saya mohon bapak bisa bantu saya memberikan ide (lingkup sipil)

    Sub tema: - Kekayaan Alam : Pengolahan dan nilai tambah
    - Penguasaan dan Keunggulan IPTEKS

    tolong bantu saya pak..saya juga sedang cari referensi..

    Makasih banget y P Wir..
    GBU ^-^v

  • wir // Mei 4, 2007 at 6:34 am

    **Sub tema: - Kekayaan Alam **
    Lha itu Kompas hari ini di halaman 12 membahas
    Indonesia Masuk “Rekor Dunia” - Tercatat sebagai Penghancur Hutan Tercepat di Dunia

    Itu khan bagus sebagai tema tulisan, bahas juga bagaimana itu peran fakultas Kehutanan yang ada di UGM atau IPB atau PT yang lain, apa ada gunanya, apakah untuk itu perlu Fakultas Teknik yang turun tangan atau karena terlalu lembut dng pembabat hutan mungkin perlu lulusan IPDN gitu yang bisa melawan dengan kekerasan.
    Wah hebat itu, kalau bisa nulis seperti itu.

    **Penguasaan dan Keunggulan IPTEKS**
    Bahas itu, bahwa meskipun fasilitas infrastruktur internet sudah terjangkau dengan SPEEDY murah, tetapi mengapa kualitas riset kita tidak meningkat, ahlinya hanya friendster gitu. Katanya berpikir global bertindak lokal. Gimana mengatasinya.

    Khan masih banyak yang lain khan.

  • Dino // Mei 19, 2007 at 11:09 pm

    Wah orang jogja ya pak? salam kenal..

  • Friandos // Mei 28, 2007 at 5:24 pm

    Menarik Sekali….. :)

  • sintje banteng // Juni 2, 2007 at 9:06 am

    pak salam kenal dari saya di gorontalo saya paling senang membaca tentang kritikan pendidikan disamping sebagai motivasi untuk membuat kita lebih maju membuat saya untuk bisa terpikirkan bagaimana upaya pemecahan nya

  • wir // Juni 2, 2007 at 10:09 am

    **Dino**
    saya juga udah mampir lho ke blog anda. Saya sapa anda dengan tulisan jawa halus. Kalau orang jogja moga-moga tahu artinya.

    **Friandos** :D:)

    **sintje banteng**
    salam kenal juga untuk orang gorontalo,
    buku-buku saya sampai sana nggak ? Jauh sekali ya, daerah gempa lagi.

  • Sugiarti // Juni 3, 2007 at 2:08 pm

    Wah komplit & update banget ( terutama karena sudah ada berita tentang mba Rini ) website nya. Sepertinya bakalan seru deh kalo bapak bisa ikutan Toastmaster, karena banyak sekali info yang bisa dibagikan ke club.

    Kapan Pak Wir sidang terbuka - boleh tau ga ? Jadi tertarik nih …..

    OK d, keep contact…
    Thanks

  • wir // Juni 3, 2007 at 3:04 pm

    Toastmaster , tertarik sih, tapi nggak berani sekarang takut nggak fokus, ini lagi memfokuskan diri nyusul mbak Retno.

    Sidang terbuka, lha itu, ini sedang dikejar. Moga-moga bisa tahun depan. Bantu doain ya. Sukses juga untuk anda dan Toastmaster-nya.

  • Djuana // Juni 4, 2007 at 7:05 am

    Salam Kenal Pa Wir,

    Saya seorang structural engineer di sebuah perusahaan konsultan struktur di Jakarta. Saya mendapatkan banyak manfaat dari blog Bapak ini, seperti artikel tentang “Strut and Tie Method” yang sangat membantu saya untuk mempelajarinya.

    Oh, ya Pa Wir, kebetulan pada saat ini Perusahaan saya sedang mencari staff untuk perencana struktur bangunan. Apakah saya boleh ikut meng”iklan”kannya di blog Bapak ini? Mudah2an ada alumni UPH yang tertarik untuk bergabung di Perusahaan ini.

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih Pa.

  • wir // Juni 4, 2007 at 12:14 pm

    Salam kenal pak.
    Iklan ? Kirim aja pak, disertai sedikit pengantar, jika nggak jauh-jauh dari visi - misi blog ini. Nanti akan saya bantu deh.

    O ya, sekalian nih pak. Survey ke calon pemakai. Bagaimanakah kesan bapak terhadap alumni kami. Darimanakah kesan tersebut bapak peroleh. Moga-moga jangan dari blog ini aja, karena yang nulis juga uph maka tulisannya khan cenderung begitu. Hati-hati lho. :D

  • indrayana // Juni 5, 2007 at 6:06 am

    Pak Wir,

    Kembali tentang profesi arsitek, apa benar kurikulum ars jaman sekarang tidak dikenalkan mengenai dasar2 teori struktur.
    Waktu bulan Januari 2007 saya mengantar anak daftar ke Unpar dan kebetulan ada pameran karya tugas akhir mhs2 arsitek Unpar (terbuka untuk umum).

    Saya amati mereka juga merancang bentuk frame struktur yg nantinya akan mendukung ‘obsesinya’. Kasarnya mereka juga memahami ‘jeroan’ dari bangunan mimpi-nya sekalipun mungkin hanya kulitnya tok.

  • yustinus yudo // Juni 7, 2007 at 5:19 am

    Sebelumnya, salam kenal buat pak Wir.
    Saya mahasiswa S2 dari T. Sipil UGM bidang keahlian Geoteknik (bimbingan Prof. Kabul Basah Suryolelono) dan Puji Tuhan bulan Juli nanti saya wisuda.

    Saya sangat tertarik dengan blog ini, banyak ilmu yang saya dapatkan. Meskipun pendalaman saya di bidang geoteknik, sebelumnya saya banyak berurusan dalam masalah struktur. Skripsi S1 saya (T. Sipil UGM, lulus Februari 2003) adalah masalah struktur (analisis dinamis jembatan gantung sederhana), kebetulan menggunakan SAP 2000 v 7.42 .Pembimbing saya adalah Dr. Bambang Supriyadi dan Penguji Prof. Bambang Suhendro (mungkin pak Wir masih ingat).

    Setelah lulus S1, saya sempat kerja selama 1 tahun di sebuah konsultan struktur di Jakarta (Davy Sukamta and Partners). Selama 1 tahun tersebut saya dapat lebih mendalami masalah perencanaan struktur gedung bertingkat tinggi, sekaligus mempelajari perangkat lunak yang lain (ETABS, SAFE, PCA-COL, PCA-BEAM, OASYS-FREW, dan beberapa program kecil lain).

    Setelah membaca blog ini, saya sangat tertarik untuk men-share sedikit apa yang saya tahu, khususnya dalam bidang geoteknik. Sebelumnya saya meminta ijin pak Wir apakah boleh membagi-bagi ilmu tapi kaitannya dengan masalah geoteknik. Saya pikir permasalahan struktur tidak bisa dilepaskan dari masalah geoteknik. Apabila diijinkan, saya sangat berterima kasih.

    Segitu dulu pak, perkenalan dari saya. Betewe, satu almamater juga pak, dari Pawitikra SMP 5.
    Salam
    Yustinus Yudo

  • wir // Juni 7, 2007 at 8:20 am

    Salam kenal juga mas Yudo,

    Wah proficiat lulus magister, diteruskan doktoralnya nggak ?

    Kalau mau berbagi cerita dipersilahkan, jika hal tersebut dapat dipahami dan cukup menarik ditinjau dari kacamata orang structure. Kenapa tidak.

    Dengan Prof. Bambang Soehendro, ya sering ketemu koq, th 2005 di ITS, th 2006 di UNUD. Biasanya dengan temen-temen struktur yang aktif dipertemuan ilmiah , sering ketemu koq.

    Kemarin di UNPAR baru saja ketemu dengan pak Andreas Triwiyono, beliau nguji mhs doktoral. Beliau kayaknya cukup aktif juga. Anda diajar juga nggak ?

    Sukses untuk anda ya.

  • yustinus yudo // Juni 8, 2007 at 4:46 am

    Terima kasih pak.

    Minta doanya aja pak, saya tertarik untuk meneruskan ke Perancis, tapi mungkin mengulang S2 lagi, soalnya untuk mengambil doktoral di Perancis harus mengambil dulu S2 di Perancis (D.E.A). Saya mendapat saran dan rekomendasi dari Pak Prof. Kabul Basah yang lulusan Perancis.

    Kalo pak Andreas dulu saya diajar waktu S1, untuk S2 beliau tidak mengajar di bidang geoteknik. Tapi dulu waktu di S1 sempet banyak komunikasi dengan beliau karena jadi dosen pelindung Perhimpunan Mahasiswa Katolik T. Sipil UGM.

    Ok pak Wir, nanti dalam waktu dekat saya akan aktif disini, memberikan informasi-informasi dalam hal geoteknik yang saya harapkan juga berguna untuk bidang struktur.

    Salam
    Yudo

  • Rio Kurniadi // Juni 8, 2007 at 6:28 am

    salam kenal pak Wir,

    saya Rio Kurniadi mahasiswa Teknik Sipil UNS Solo.
    saya sangat senang dan berterima kasih atas terbitnya buku bapak : SAP 2000. buku tersebut dapat sangat membantu kami dalam menyelesaikan tugas-tugas kami.

    Kami ingin tahu juga apakah bapak bersedia menjadi dosen tamu di kampus kami ? karena kami sangat berharap bisa langsung belajar SAP 2000 dari master-nya.

    terima kasih sebelumnya.

  • wir // Juni 8, 2007 at 8:04 am

    Tentu saja, mengapa tidak. Adalah suatu kebanggaan jika institusi anda, UNS, berkenan mau mengundang saya sebagai dosen tamu.

    Saya tunggu mas Rio, undangannya. :D

  • Paulus Estee // Juni 12, 2007 at 7:32 am

    Selamat Pak, blog-nya ciamik. Saya lulusan Teknik Sipil UAJY tapi sekarang hanya bergerak di penerapan praktis dari ilmu ketekniksipilan. Jelasnya saya sekarang mengorganisasi tukang dan mandor saja. (Jadi minder sama yg pinter2. He…he..)
    Saya hanya pengin minta job saja Pak. Barangkali ada proyek yg dapat saya sub. Kan relasi Bapak seabreg.
    Oke itu saja Pak dan “kersaa maringi pangapunten menawi seratan kula kathah kalepatanipun lan kula amung ngaturaken maturnuwun.”

  • wir // Juni 12, 2007 at 12:13 pm

    Paulus Estee: “ada proyek yg dapat saya sub. ”
    Lho gimana bisa ngasih job, kalau dengan anda saja saya belum tahu. Kirim-kirim portofolio dong, “ini lho saya”. Nggak janji sih, tapi siapa tahu lho !?

  • Faiq // Juni 12, 2007 at 2:55 pm

    Salam kenal pak Wir, blog anda menarik dan banyak ilmu. Saya tahu blog anda dari sdr. Donny B Tampubolon yang sudah sempat berkunjung ke blog saya. Blog anda langsung saya tautkan di blog saya ya pak?
    BTW, saya juga ada satu kawan dosen dari FT Sipil Unissula yang ngambil S3 Geotek di Unpar. Namanya bu Rinda Karlinasari, anda kenal pak?

  • wir // Juni 12, 2007 at 3:16 pm

    Salam kenal mas Faiq. Saya sudah mengunjungi blog anda, tapi bingung mau kasih komentar. Saya familiar-nya dengan wordpress aja sih. :D

    O dari Unisula ya, sedang ambil di UTM. Sama-sama dosen dong kalau gitu. Dengan ibu Rinda jelas kenal dong, kalau nggak salah sedang ambil cuti ke Australi khan.

    Sukses ya.

  • Sadma L // Juni 14, 2007 at 3:59 am

    Salam kenal Pak Wir,

    Saya kira saya cukup beruntung waktu searching di google tentang concrete structure dan menjumpai artikel yang dibuat oleh orang Indonesia yaitu pak Wir.

    Saya juga pernah bekerja di PT Wiratman dari 97-2003 dan sekarang bekerja di owner (PMA di Batam) dan lebih banyak ke urusan manajerial.

    Namun demikian saya masih mengikuti perkembangan keteknik sipilan dan memang blog anda sangat memikat.

    Terima kasih.

  • wir // Juni 14, 2007 at 4:10 am

    Salam kenal juga pak Sadma.
    Terima kasih anda berkenan menghargai blog ini.
    Salam.

  • Rovicky // Juni 14, 2007 at 7:42 am

    Mas Wir,
    Bisa crita kira-kira gimana menangani LuSi (lumpur Sidoarjo) nggak ? Dari sisi engineering saja, termasuk menangani semburan, mengalirkan atau bahkan menutup BLEG !! :P

  • wir // Juni 14, 2007 at 8:52 am

    Salam mas Rovicky, wah dikunjungi. Terima kasih.

    Pertanyaan anda sederhana, sebagaimana orang banyak juga bertanya. Sebenarnya saya yang patut bertanya kepada anda, dan anda yang menjawabnya. :D

    Tetapi OK siapa tahu ini membawa ide-ide juga ke teman-teman lain.

    Bidang ilmu yang saya pelajari adalah structural mechanic atau structural analysis atau juga solid mechanic (bukan soil mechanic lho). Untuk bidang-bidang tersebut umumnya perilaku material strukturnya dapat diteliti dengan baik dan umumnya cukup dilihat pada kondisi elastis linier. Hal tersebut mencukupi untuk perencanaan-perencanaan rekayasa yang umum.

    Bilamana dikaitkan dengan katastropik / keruntuhan atau bahaya maka barulah di evaluasi perilaku non-linier dari struktur yang ditinjau. Itupun juga sebenarnya terbatas, hanya mengambil parameter-parameter yang dominan.

    Selanjutnya, yang dievaluasi bukanlah struktur real tetapi lebih kepada struktur model (representatif dari real). Jadi, setiap keputusan yang diambil adalah didasarkan pada model yang dianalisis.

    Karena tadi, parameter real dapat diambil representatifnya dengan baik maka hasil model mendekati hasil real. Tentunya parameter-parameter tersebut diambil memakai alat-alat laboratorium yang baik dan teliti.

    Kembali ke Lusi.

    Untuk dapat menganalisis dengan baik tentulah perlu dibuat model dari kasus real yang ada. Kemudian dibuat hipotesanya, mengapa bisa begitu, mengapa bisa begini dsb. Jadi jika modelnya sendiri belum representatif menjelaskan fenomena tersebut tentulah susah untuk membuat solusinya.

    Untuk mengetahui bahwa model tersebut sudah representati maka pada problem structural engineering maka dapatlah dibuat penelitian di laboratorium. Masalah-masalah untuk kasus structural mechanic dan semacamnya umumnya dapat diungkapkan dalam bentuk fisik real yang kecil.

    Sedangkan untuk kasus Lusi sendiri, bagaimana, khan nggak gampang bukan. Masalahnya sendiri cukup baru, dan belum ada sebelumnya. Jadi solusi yang diberikan berdasarkan model yang dibuat adalah trial-and-error (coba-coba). Artinya apa, bisa sukses bisa nggak. Itu juga terbukti bukan seperti kasus bola-bola beton, ada nggak hasilnya ? Mereka para peneliti mencoba membuat solusi berdasarkan anggapan-anggapan yang mereka buat. Apakah anggapan tersebut representatif atau nggak, khan juga tidak tahu. Jadi perlu dicobakan. Kalau gagal, saya bisa memaklumi itu. Manusia berusaha Tuhan juga yang menentukan. Tetapi yang saya nggak paham adalah bagaimana mereka menuntut bayaran yang milyaran tersebut. Kerjanya aja nggak ngaruh koq ngotot bayaran, selain itu juga seakan-akan kita menyalahkan ke lapindo kenapa nggak dibayar ? Bukannya saya membela Lapindo, lho.

    Bahwa para ilmuwan itu minta bayaran yang sampai milyaran, itu yang nggak habis pikir. Idenya aja belum terbukti koq mau minta duit, kalau biaya untuk membuat bola-bola beton ok lah saya juga setuju. Kalau untuk sekedar membeli kopi atau biaya bensin ok lah. Mereka ilmuwan khan selama ini sudah digaji pemerintah (jadi dosen) , ya tugas dialah untuk menyumbang ide. Baru setelah idenya terbukti berhasil maka wajarlah kalau mereka dibayar, ini tentunya adalah bentuk syukur. Bahkan kalau bisa ya lebih dari satu milyar, coba kalau nggak khan bisa rugi trilyunan.

    Kalau soal ide aja, saya juga bisa, mas Rovicky apalagi. Kasihan ya bangsa ini. Motivasi semuanya uang-uang dan uang, bahkan belum kelihatan hasilnya sudah : mana uangnya !!!!

    Ok, kembali ke lap…op

    Bagi kami para structural engineer sadar bahwa alam adalah tidak untuk dilawan, jikapun ngotot maka kadang-kadang itu usaha yang sia-sia. Tugas kita hanya menselaraskan sehingga apa-apa yang kita desain tidak melawan alam. Gempa misalnya : engineer tidak akan berupaya mencegah gempa, tetapi lebih kepada bagaimana menghindari bahaya gempa akibat gempa tersebut, misalnya membuat rumah dengan detail tertentu yang memang terbukti lebih tahan terhadap gempa, dsb-nya.

    Demikian mas Rovicky, sedikit pendapat saya berkaitan dengan Lusi. Mohon maaf belum ada solusi yang pas. Moga-moga dipahami.

  • Donny B Tampubolon // Juni 14, 2007 at 10:52 am

    Salam Pa Wir,

    Mengamati blognya Pa Wir ini, saya melihat peningkatan yang pesat pada jumlah visitornya. Pastinya Pa Wir juga bertambah sibuk untuk menjawab respon dan pertanyaan rekan-rekan di blog ini.. ditambah ngurus EACEF.

    Saya hanya mengingatkan bapak agar tetap konsentrasi pada penyelesaian Disertasi Doktoralnya (S3) bapak.

    “Jangan Terlena” ya pak (seperti judul lagu dangdut.. :p )

    Saya juga paham kok kalo Pa Wir agak lama menjawab respon di blog ini. karena kesibukan Pa Wir…

    Syallom..

  • wir // Juni 14, 2007 at 11:05 am

    Terima kasih mas Donny. :D

  • Sisca // Juni 18, 2007 at 2:35 pm

    Yth Pak Wir,

    Salam perkenalan dari saya. Nama saya Sisca. tinggal di Sydney, umur 32 tahun, seorang ibu dengan anak penderita autis berumur 8 tahun, saya tertarik mengontak bapak setelah melihat koleksi foto2 tarian Manukrawe yang kebetulan sekali saya butuhkan saat ini, yaitu informasi tentang riwayat tari Manukrawe, yang kebetulan saya pernah belajar di Indonesia. Mengapa saya sangat antusias menhubungi bapak, karena pada saat ini, saya terdesak oleh waktu dimana saya hrs mementaskan tarian manukrawe (kostum blm saya miliki)dan pendet.(kostum sudah ada). Yaitu pd tgl 3 Juli. Adapun cd lagu tari bali yang saya miliki rusak semua karena dirumah 2mg lalu ada storm, sdgkan saya hrs sdh mengadakan mementaskan tarian tsb di KBRI Sydney., Austalia. Saya merasa Bpk dpt menolong saya dlm mengatasi kesulitan ini, bagaimana saya dpt mendptkan kaset, kostum dan foto2 Manukrawe(tampak dpn dan belakang) spy saya bisa merias sendiri, adapun pementasan ini, saya harapkan dapat, sebagai batu loncatan utk mengumpulkan uang utk pengobatan anak saya.
    Bagaimana sebaiknya mengubungi bapak dan mudah2an saya akan mendptkan balasan dari bapak secepatnya. Terima kasih atas bantuan dan perhatian yang bapak akan berikan. Salam hormat, dari saya, Sisca

  • KHOBUL P.J // Juni 19, 2007 at 7:24 pm

    Selamat pagi Pak!

    Buku bapak Aplikasi……..dengan SAP 2000 Edisi baru sudah saya beli, saya dapat bulan April 2007 yang lalu!
    Ada yang ingin saya tanyakan Pak! Buku seri pendahulunya mengenai Aplikasi…..SAP 2000 apa tidak diterbitkan lagi? Saya penasaran ingin tahu isinya! Saya mencarinya sudah sejak Maret 2006 di Jogja sudah gak ada. Sampai ke kantornya Elex segala lho pak.

  • wir // Juni 19, 2007 at 9:38 pm

    **bu Siska**
    Informasi telah disampaikan via email.

    **Khobul**
    mas Khobul, isinya pada prinsipnya sama koq, hanya ada improvement di Bab 1, yang dulu sekedar “intro” yang sekarang suatu “pernyataan”.
    Kemudian ada tambahan bab-bab baru, yaitu bab 7,8 dan 9.
    Kalau edisi yang lama, memang sudah lama habis. Laris koq. Untung mas Khobul sudah beli, sebentar lagi itu akan jadi edisi yang dicari-cari. :D

  • Andy Prabowo // Juni 21, 2007 at 4:55 am

    pa Wir, salam kenal ya… saya mhs S1 TS UAJY, kebetulan 1 angkatan dengan Daisy dan saya adik kelas Usman Wijaya. saya ingin bergabung dlm obrolan2 bpk, boleh kan ??? oya, kebetulan saya mulai sekarang sedang menyusun tugas akhir.. saya mohon bantuannya ya nanti baik dlm hal saran, data, jurnal, dll yg saya perlukan dari bapak.

    O ya tema besar saya ttg baja. saya juga barusan mendownload paper bpk yg di Sugijapranata. Terima kasih atas publikasinya shg saya bisa mendownload dgn mudah.. oya email dari bpk saya tunggu. nanti saya bakal crita banyak ttg TA saya.
    terima kasih…. salam kenal…

    ANDY

  • wir // Juni 21, 2007 at 5:12 am

    Salam kenal juga Andy.

    Udah koleksi buku-buku saya belum ?

  • Richard // Juni 21, 2007 at 7:48 am

    Halo pak wir..

    pa kabar?

    kayaknya makin produktif buat tulisan ya… salute pak… seneng saya baca blog bapak..

    salam..

  • wir // Juni 21, 2007 at 8:07 am

    Ya Richard, gimana di sana. Lancar-lancar bukan.

    Blog ini memang jadi tempat untuk berimprovisasi dalam tulis menulis.

    Saat ini saya sedang memotivasi temenmu Jimmy untuk mau mempresentasikan TA-nya dalam suatu seminar nasional. Materinya relatif mudah, tetapi cukup orisinil sehingga cukup layak (dapat dibanggakan) ke orang luar. Kemarin sudah diskusi dan kayaknya bagus juga.

    Sekalian promosi UPH, ini lho typical mahasiswa kita. Kayaknya selama ini, anak-anak lulusan Sipil UPH membanggakan semua (termasuk kamu) . O ya, kakak kelasmu cukup jauh, kemarin ke kampus mencari surat keterangan dan rekomendasi prof. Har, ternyata dianya beasiswa di Swedia untuk S2 di bidang CM. Padahal dulu kayaknya nggak terlalu serius lho, maklum playboy. Eh ternyata fokus ke sipil lagi.

    Selanjutnya ttg trik-tip penulisan ilmiah sedang saya uji cobakan ke anak-anak UPH yang ambil TA ke saya. Jika mereka berhasil menyelesaikan TA dng baik dan bisa mempresentasikan ke masyarakat luar dalam suatu seminar. Berarti ketrampilan tulis menulis saya bisa ditularkan bukan. Menularkan hal-hal yang positip. Gitu.

  • Richard // Juni 21, 2007 at 10:38 am

    Sejauh ini cukup lancar pak..

    beberapa minggu lalu sempet kelabakan karena mesti design ngikutin BS 6399 buat beban angin.. padahal selama ini pake CP3: chapter V.. jadi mabok deh saya.. tapi syukur uda lewat semua.. secara ga langsung jadi ngerti BS 6399 walopun dengan stres dan sakit kepala. hahaha..

    Saya denger akhir bulan ini uda pengumpulan softcover buat pra sidang ya pak, terus 2 minggu kemudian pra sidang. Kali ini banyak yah yang skripsi?.. ada 7 kalo ga salah (*lohh* di UPH 7 orang per semester yang skripsi termasuk banyak) hehehe..

    Tentang jimmy, wah bagus donk pak klo bisa presetasi hasil skripsi ke seminar nasional.. saya sendiri sempet beberapa kali kontek dia pak. Saya doakan supaya jimmy tetap semangat, skripsi dia lancar dan bisa langsung di presentasiin di seminar nasional pak.

    Wah emang siapa pak.. saya kenal ngak seniornya? UPH connection nya makin lebar donk nih.. Uda sampe Swedia sekarang.. :)

    Klo masalah pas kuliah ga terlalu serius terus pas kerja malah serius, kayaknya frans bisa jadi contoh pak… hehehe.. kuliah lama banget, yang kirain ga bakal sentuh2 dunia sipil.. eh malah jadi Steel Design Engineer.. :)

    Saya setuju dengan maksud bapak.. Saya sendiri baru menyadari susahnya nulis pas buat skripsi.. ternyata susah juga memberi penjelasan ke orang lain lewat tulisan… Sedangkan tulisan bapak, contohnya buku aplikasi VB 6.0, itu enak banget bacanya.. semuanya sistematis.. jadi bener2 ngerti pas baca.

    salam

  • wir // Juni 21, 2007 at 11:02 am

    Siapa pak.. saya kenal ngak seniornya ?

    Lulusnya tahun 2000, namanya Denan, dulu jago basket. Kenal ?

    Untuk Jimmy, ya kamu bantu ngasih semangat ke dia ya. Untuk seminar nasionalnya, bilang jangan khawatir khan aku ikut jadi penulis ke-2 nya.

    Klo masalah pas kuliah ga terlalu serius terus pas kerja malah serius, kayaknya Frans bisa jadi contoh pak

    I ya memang, terus terang aku berbangga ke dia lho. Kenapa ? Itu khan artinya UPH mampu mempengaruhinya menjadi sesuatu yang positip. Aku yakin orang tuanya juga berbangga dan tidak kecewa dengan pembiayaannya selama kuliah di UPH ini. Begitu khan.
    Jika Frans saja bisa serius, apalagi kamu Richard.

    Kejadian-kejadian tersebut menyadarkan saya bahwa dalam mendidik tersebut maka penguasaan ilmu teknik sipil tidak boleh dilepaskan dengan bagaimana memotivasi mahasiswa-mahasiswanya bahwa ilmu yang dipelajarinya adalah baik dan tidak hanya untuk syarat kelulusan saja. Gitu khan ?

    Sedangkan tulisan bapak, … itu enak banget bacanya.. semuanya sistematis

    He, he, he … itu khan dosenmu. :D

    Kalau kamu punya keyakinan bahwa kamu juga bisa, pasti kamu bisa. Begitu khan. Tuhan kadang-kadang memberi sesuatu yang kita tidak sadari bahwa kita punya itu. Mempercayakan itu semua kepada-Nya, yakin bahwa itu adalah juga untuk memuliakan nama-Nya. Maka terjadilah. Amin.

  • Donny B Tampubolon // Juni 22, 2007 at 3:48 am

    Pa Wir dan Structure Engineers.

    Sepertinya HAKI tidak mau ketinggalan di dunia maya ini..

    Ini website HAKI apa bukan yah? karena saya lihat masih belum siap, masih under construction gitu loh..

    http://www.haki-konstruksi.com

    Semoga cepat selesai pengerjaannya dan kita bisa ikut nimbrung sama-sama.

    Syallom..

  • Miko // Juni 22, 2007 at 9:14 am

    Hallo Pak Wir,
    Saya Miko, dulu kita pernah kuliah bareng waktu Bapak bersama teman-teman S3 UNPAR mengambil kuliah Pak Is (Dr. Iswandi Imran) di kelas S2-ITB untuk mata kuliah Experimental, inget nggak pak ???

    Anyway, saya sangat senang akhirnya saya menemukan blog atau tempat yang isinya semua mengenai materi-materi structural eng. dan setelah saya explore isinya ternyata WUIHHH….. sangat bagus untuk saya atau yang lain (baca: structural engineer) yang pengen terus belajar. Dan yang paling penting bisa download buku-buku bagus, code, paper, jurnal, dll secara GRATIS (hehehe… ;)

    Terima kasih banyak atas materi-materinya karena saya termasuk orang yang akan memanfaatkannya.

    Saya setuju dengan tulisan bapak mengenai “seni dalam structural eng.” karena memang sebagai seorang structural eng. harusnya bukan saja ilmu struktur yang harus dikuasai, tapi juga harus kreatif menciptakan struktur yang bukan hanya kuat, kaku dan daktail secara struktural tapi juga “sedap” dipandang mata. Karena dengan mental seperti ini artinya bukan hanya kreatifitas saja yang dimiliki tapi juga butuh pemahaman yang mantap mengenai konsep-konsep dasar mekanika struktur dan sifat materialnya.

    Ngomong2 pak wir punya materi tentang fatique dan crack ? Thx ya pak

    regards,
    Miko

  • wir // Juni 22, 2007 at 9:26 am

    Salam Miko,
    Trims dulu atas bahan-bahan perkuliahan yang di copy. Teman-teman ITB memang menyenangkan.

    Sekarang sudah pada kemana ?

    Fatique dan crack pada baja ya. Coba nanti tak cari-cari. Ini file-file saya terlalu banyak, jadinya lupa sendiri. Dibilang nggak punya, ternyata suatu saat ketemu, yang repot itu kalau dibilang punya ternyata nggak ada, khan malu. :D

  • Andy P. // Juni 23, 2007 at 6:34 am

    saya sudah pernah baca buku bpk yg aplikasi rekayasa konstruksi dgn VB tetapi blm sempet beli pak. Tapi saya lebih seneng ke perilaku Struktur Baja. TA saya rencananya akan membahas tentang eccentrically braced frame, bagaimana tanggapannya pak??? oya saya boleh ga tahu alamat email bapak?? saya butuh sekali lho pak… mudah2an bapak bisa membantu saya dlm menyelesaikan beberapa masalah dalam TA saya. Oya mengenai buku bapak, kira2 ada ga buku bapak yg membahas bagaimana memodelkan gedung dgn bresing ekesentrik dalam software SAP 2000?? atau pada software ETABS???
    TERIMA KASIH…

  • CoyKo // Juni 23, 2007 at 1:54 pm

    Salam sukses untuk Bapak, terima kasih
    atas buku Visual Basic yang bapak tulis,
    saya mendapat banyak manfaat. Thanks

  • Audrey // Juni 24, 2007 at 11:51 am

    Salam Pak Wiryanto! :) I found your link on my referrer list. I didn’t realized that you are a Catholic! And little did I know that there is actually a faithful Catholic like you who’s online!!

    Good to meet you, and thank you for adding me to your link. My little humble blog has no special articles… just experiences and my personal encounter.

    Thank you and God bless!

  • Miko // Juni 25, 2007 at 4:15 am

    Terima kasih juga pak, karena pak wir minjem copyan ke saya jadinya saya dikenal sama pak wir (hehe… ;)
    Sekarang teman2 sudah pada terpencar2 semua ada yang masih di dalam negeri tapi ada juga yang sudah di luar negeri. tapi mayoritas kami bekerja di Konsultan yang rata2 di industri migas dan telekomunikasi. Seperti saya sendiri sudah 1.5th bekerja di konsultan telekomunikasi.
    Saya akan coba cari mengenai fatique dan crack di file2 pak wir yang per bulan itu mudah2an ketemu, tapi kalo pak wir ada yang lain saya akan sangat berterima kasih.
    Ngomong2, saya boleh ikut menjawab pertanyaan2 yang ditujukan ke pak wir?

    regards,
    miko

  • wir // Juni 25, 2007 at 5:27 am

    Untuk file yang saya up-load di blog ini, rasanya belum ada yang membahas masalah fatique dan crack. Masih sangat banyak yang belum di up-load. Nanti kalau ketemu, saya up-load ke blog ini.

    **boleh ikut menjawab pertanyaan2 **
    Ya kalau Mico bisa membantu dalam menjawab masalah yang ada, langsung saja ikutan memberi komentar dan diskusi di topik yang sedang dibahas. Santai aja mas Nico. Jadi tidak harus saya yang pertama menjawab. Biasanya nanti kalau ada tambahan maka pasti saya nimbrung.

  • nasikhin // Juni 25, 2007 at 6:27 am

    saya tertarik dengan blog bapak, dan berencana akan membuat blog yang temanya mirip dengan bapak, mungkin saya akan sering mengunjungi blog bapak sebagai bahan inspirasi saya,
    salam kenal,

  • wir // Juni 25, 2007 at 11:20 am

    Salam kenal juga pak Nasikhin, di Semarang ya. Silahkan jika blog ini dapat menjadi inspirasi Bapak, itu suatu kehormatan bagi saya.

  • nasikhin // Juni 25, 2007 at 2:31 pm

    lagi ada di aceh nih pak, lagi ikutan bantu rekonstruksi sama bantu diri sendiri ( cari sesuap nasi) he he he.., Cuma aslinya semarang, seangkatan S1 nya Rinda Karlinasari (dosen unisula), kalau ketemu salam ya..
    saya punya ketertarikan dengan pemrograman teknik sipil dengan excel atau visual basic, bisa saya dibantu contoh2 yang sudah ada pak

  • wir // Juni 25, 2007 at 9:53 pm

    O begitu ya mas Nasikhin, kalau ada foto-foto bagus ditayangkan dong disini, biar temen-temen banyak yang tahu.

    Temennya mbak Rinda ya, beliau kayaknya masih di Australi. Nanti kalau udah kembali dan ketemu di Bandung lagi, tak sampaikan salamnya.

    Excel dan VB, kalau VB-nya ok, tapi pemrograman dengan Excel saya kurang berminat (tak banyak pengalamannya). Tempo hari ada tuh terbitan Gramedia, udah beli belum?

  • Andy // Juni 26, 2007 at 1:19 am

    pa wir, kalo model EBF saya pushover terlalu sulit untuk dibuat tugas akhir ga ya pa?? yg saya evaluasi kinerja panjang link beamnya… saya modelkan 3 gedung EBF dengan kategori short link beam, intermediate link beam, dan long link beam lalu saya pushover… lalu saya awalnya saya emang agak semangat cuma kok rasanya belakangan ini saya agak kurang percaya diri… takut terlalu sulit… bagaimana menurut bapak???
    terima kasih buat jawabannya…

  • wir // Juni 26, 2007 at 1:43 am

    Sdr. Andy,

    Jika saya pembimbing S1 anda, materi pushover untuk struktur EBF rasanya terlalu advance.

    Masih banyak materi lain yang lebih mudah tetapi cukup menarik, misalnya kenapa sih dipakai struktur EBF, apa diperoleh suatu penghematan dibanding struktur biasa, berapa persen penghematan tersebut.

    Atau, bisa juga anda membandingkan jika dipakai struktur shear wall dari beton bertulang. Gimana itu. Intinya bagaimana menyakinkan para engineer untuk memakai EBF dan bukan yang lain

    Untuk menjawab hal-hal itu saja rasanya sudah cukup jadi topik S1. Itu kalau yang membimbing mampu memberi arahan yang baik lho.

    Yang dimaksud skripsi yang menarik adalah dapat di presentasikan dalam suatu seminar terbuka. Siap menerima pertanyaan dari floor dan si mhs mampu menjawab dengan baik, minimal bisa menjelaskan bahwa pertanyaan itu ada dalam topik penelitiannya atau tidak, khususnya terhadap pertanyaan yang belum bisa dijawab.

    Itu menurut saya lebih baik, dari pada anda skripsi pada topik khan yang hebat tetapi waktu di tanya mlempem.

    Tetapi jika topik di atas (pushover EBF) untuk level S2 ok lah. Sip. :D

  • Andy Prabowo // Juni 26, 2007 at 4:03 am

    waduh,terima kasih banyak pak buat masukannya yg sangat bermanfaat..

    terus terang dosen saya juga masih menggantung pada waktu pembuat kurva histeresis perilaku tiap link beam agar menjadi kurva yang elastik sedangkan perilaku link beam yang seseungguhnya adalah inelastik untuk meredam energi gempa..

    kalau saya mengkomparasikan antara EBF dan shear wall kira2 memakan waktu lebih dari 1 thn ga pa kalo saya garap dengan serius?

    saya sendiri ingin agar skripsi saya membahas baja, krn saya merasa pengetahuan baja saya sgt kurang…
    kalo ttg shear wall sendiri, saya yakin dosen saya disini cukup kompeten karena ybs dulu mengambil S2 di McMaster Univ Canada dan mendapat kuliah shear wall langsung dari Tom Paulay…

    Saya juga ada keinginan mudah2an skripsi saya nantui bisa menjadi makalah dalam seminar,shg bisa berbagi pengetahuan dg yg lain…
    oya pak,utk desain EBF sendiri ada detail yg harus diperhatikan tdk??? bapak pny referensi apa saja ttg EBF?? saya sudah baca bukunya prof. uang dan breunau dan bbrp jurnal ASCE..

    iya deh,mungkin ttg pushover saya simpan dulu utk bhn saya di S2 nanti… (hehehe… itu juga kalo ada kesempatan untuk kuliah di S2)

  • Sugiarti // Juni 26, 2007 at 1:26 pm

    Masih ingat saya pak ? - temennya rini - DR. unpar.
    BTW boleh minta kisi kisi apa aja yang perlu diperhatikan kalo mesti membuat review untuk disain struktur beton untuk high rise building,
    Thanks atas bantuannya.

    Sugiarti
    0818 802 370
    450 8000 ext 257

  • wir // Juni 26, 2007 at 2:24 pm

    @ Andy
    Prof Tom Paulay khan dari New Zealand, apa beliau ke Kanada juga ya ?

    @Nasikhin
    versi digital-nya belum ada tuh.

    @ Sugiarti :
    Ya jelas masih ingat dong. :)

    Utk review design high-rise-building dari beton bertulang di Jakarta tentu saja adalah kesiapannya terhadap beban-beban rencana.

    Untuk beban tetap (beban hidup / beban mati ) : perhatikan balok-balok bentang panjangnya, biasanya di daerah lobby / podium. Hati-hati jika ada balok >> 9 m. Check hitungan lendutannya, adanya retak pada penampang apakah sudah diperhitungkan. Juga lihat E (modulus elastis). Selain itu gimana pengaruh creep. Jika itu nggak ada maka mungkin sistem prestress perlu dipertimbangkan.

    Untuk beban sementara (beban gempa atau angin). Untuk lantai dibawah 30 lantai maka gempa lebih dominan dari angin. Jika lebih dari 40 maka hati-hati, angin bisa saja lebih dominan dari gempa. Perlu dilihat strategi perencananya.
    Bagaimana mereka mengkaitkan perencanan dengan faktor daktilitas bangunan.

    Mungkin itu dulu ya.

  • andy // Juni 27, 2007 at 3:46 am

    iya prof paulay sempet ngajar di kanada juga koq.. oya bpk pny bukunya popov yg ada membhs tentang EBF ga??? atau bpk sudah pny file yg bisa di download??? kalo bpk pny saya bisa download ga?? trims.
    atau buat sapa aja yg ikutan di blog ini ada yg bisa bantu saya? trims.

    wir’s comment : udah baca ini belum, barusan di up-dated.

  • Ivan // Juni 27, 2007 at 10:09 am

    Pak Wir, saya ingin bertanya yg berhubungan ttg buku bapak mengenai aplikasi rekayasa struktur dgn visual basic 6.0, bagaimana kondisi flow-chart untuk penampang CFST(concrete-filled steel tubular column) yang lingkaran yang dibebani konsentrik,dalam memprediksi model Momen-Kurvatur dan juga Diagram Interaksi (P-M). Dalam pemodelannya, saya mendiskritisasi penampang sampai n pias.

    Jika bapak memiliki journal yg berhubungan, sudi kiranya berbagi dengan saya,karena keterbatasan journal yg saya miliki (harus bayar dari providernya).

    bole tau no hp bapak ngga? untuk akses bertanya yang lebih cepat pak.

    sukses s’lalu ,Tuhan Memberkati.
    Terima Kasih

  • wir // Juni 27, 2007 at 10:27 am

    Untuk CFST mestinya sama aja ya, bedanya khan hanya di kurva tegangan-regangan dari betonnya yang mengalami efek confinement, lebih daktail gitu.

    Rasanya saya sering mbaca artikel tentang itu, udah tak up-load belum ya? Kalau belum nanti tak cari ya.

    Yang bikin pusing itu nama file pdf-nya belum tentu sama dengan isi, jadi perlu dibuka satu persatu, kalau hanya 10 file aja ok, tapi kalau ratusan bahkan ribuan. Wah nggak janji lho.

  • jpie // Juli 4, 2007 at 5:51 am

    salam kenal pa,
    saya alumnus t.sipil uajy jogja 97,sy baru baca blog bpk.skrg sy sbg kontarktor pek sipil,khususnya perumahan.kalo jd kontraktor,sedikit teori yg bs dipakai,so mudah2n blog bpk bs jd tempat diskusi +menambah wawasan sy.
    tks

  • Helmi Akbar // Juli 11, 2007 at 4:04 pm

    maaf pak…..
    saya mahasiswa Unisba jurusan jurnalistik angkatan 2005
    saya bangga masih ada orang yang peduli dengan pendidikan seperti bapak..
    apakah bapak juga memiliki tulisan yang tentunya berkaitan dengan dunia jurnalisme juga? toh biasanya orang seperti bapak pasti memiliki resensi buku yang lebih banyak dibandingkan dengan saya yang masih bisa dikatakan bau kencur….
    klo ada mohon dibagi pak….
    untukm proses pembelajaran bagi saya dan yang lain-lain apabila melihat blog punya bapak….
    terima kasih banyak…..
    semoga makin banyak tulisan yang bapak tuangkan dalam blog ini……

  • wir // Juli 11, 2007 at 10:47 pm

    Jurnalisme atau juga strategi komunikasi tertulis merupakan ilmu penting tidak hanya bagi mahasiswa jurnalistik aja. Bagi kami, para engineer, cukup penting. Apalagi dosen.

    Oleh karena itu apa-apa yang berkaitan dengan tulis-menulis saya baca juga. Ada buku yang menarik ttg itu misalnya “Professional Journalism” karangan MV Kamath, Vikas Publishing House PVT LTD, 1980 (third reprint 2005) cukup menarik juga. Ada kutipan yang mungkin relevan juga dengan kondisi negara kita, misalnya:

    Good journalism can exist in a poor country, but it is unlikely. Journalism is fuelled by a nation’s economy. The more powerful the economy, the more relevant becomes the country’s journalism.

    gitu Helmi, sayang softcopy-nya saya nggak punya. :(

  • rara // Juli 12, 2007 at 4:03 pm

    pak saya mahasiswa yang sedang mengambil TA mengenai beton self compacting concrete, tapi saya tidak punya literaturnya mohon bantuannya pak. terimakasih sebelumnya

  • wir // Juli 12, 2007 at 10:33 pm

    ada koq di blog ini, di rak buku ! Tapi kalau nggak mau report pakai google aja.

  • Catur JP // Juli 20, 2007 at 4:00 am

    Dear Mr.Wiryanto

    I found this site from Google today (20 August 2007) and the key that I looking for is “ACI 318″. I want to say thank you for this code. Actually I worked at Vendor Company as Engineer that concern about geosynthetic engineering and FRP (Fiber Reinforced Concrete).

    I want meet you to talk about our company. May be we can cooperate and do some business.

    I know your time is valuable and I would really appreciate if we can meet together.
    Thank you.

    Best Regard,
    Catur J P

  • wir // Juli 20, 2007 at 4:54 am

    You are welcome Mr. Catur.

    Please attend to our office, UPH Campus Lippo Karawaci. I alway there on Monday and Tuesday from 7.00 - 15.30.

    Otherwise, maybe in Jakarta or Bekasi or Bandung finishing my disertation.

  • Gunawan // Juli 25, 2007 at 7:43 am

    Salam kenal Pak Wiryanto,

    Saya lulusan dari UNDIP semarang, sekarang kerja di PT.Meinhardt Indonesia dulu bapak kenal namanya BMP, saya tau bapak dari Pak Irawan yang sekarang jadi Manager saya. Sebenarnya Pak Irawan mau download SNI dengan Steel Handbook bapak, berhubung over quota jadi gak bisa.

    Saya tertarik dengan manual SAP2000 bapak, dulu saya belajar SAP education dan SAP lanjut dari dosen saya (SAP versi 8 sekarang sudah keluar yang di atas versi 9, sekarang saya ingin belajar lagi SAP. Sekarang di kantor kami menggunakan ETAB saja karena ada licensinya, dan saya juga masih harus belajar dari Pak Steefie untuk design-nya.

    Sekian dulu deh Pak, saya akan mulai baca-baca jurnal dari Pak Wiryanto dulu.

  • wir // Juli 25, 2007 at 8:01 am

    Salam kenal juga pak Gunawan.
    Terima kasih mampir di blog ini, salam untuk pak Irawan, juga pak Jinadi dan pak Manowarda. Moga-moga masih ingat.

  • Gunawan // Juli 26, 2007 at 12:28 pm

    Salam-nya sudah disampaikan Pak wir.

  • Andi // Juli 30, 2007 at 7:15 pm

    Salam kenal Pak Wiryanto,
    Baru kali ini saya lihat ada dosen teknik sipil yang punya blog…

    Saya lulusan teknik sipil dan ingin menekuni bidang quantity surveyor atau estimator. Kendalanya, jarang sekali saya mendapatkan aturan baku, pedoman,maupun buku tentang aturan baku perhitungan bill of quantity terutama untuk perhitungan volume pekerjaan. Selama ini pedoman yang saya lakukan hanya berdasarkan pengetahuan dari kuliah ditambah dengan pengalaman.

    Sejujurnya, bidang QS ini diluar negeri memegang peranan penting bahkan sampai ada jurusan khusus di universitasnya. Saya perlu masukan dari pihak Bapak untuk pedoman untuk bidang QS baik itu buku,artikel ataupun perkuliahan/kursus khusus di bidang ini. Kiranya dapat dibantu oleh Bapak. GBU……

  • wir // Juli 31, 2007 at 10:30 pm

    Saya tidak punya minat thd QS, oleh karena itu saya tidak punya kompetensi. Bidang tersebut asing bagi saya. :(

    Saya sarankan anda mengambil kuliah lebih lanjut tentang bidang tersebut. Saya sarankan di S2 UPH di kampus Slipi, langsung saja kontak bapak Dr. Manliand Ronald, teman saya yang kebetulan bertanggung jawab pada program Magister Teknik Sipil kekhususan Manajamen Konstruksi. Jika anda ragu-ragu, saya persilahkan untuk kontak langsung beliau dan minta waktu bertemu untuk konsultasi. Pasti welcome.

    Jika anda fokus dan mau belajar, berkerja keras pasti suatu saat anda akan ahli pada bidang tersebut. Satu hal yang anda harus tetap pegang, yaitu senang / menikmati bidang keahlian tersebut, tepatnya jadikan itu sebagai hobby.

  • nasikhin // Agustus 2, 2007 at 5:13 am

    hallo pak wir,
    pak wir punya temen soil engineer yang ada blognya seperti punya bapak ini?
    saya mau tanya dikit tentang soil nich.

  • wir // Agustus 2, 2007 at 5:27 am

    Nggak tuh pak, saya juga sedang nyari. Ngajak gabung, di UPH sedang ada vacancy.

  • Rudy Panjaitan // Agustus 3, 2007 at 8:25 am

    Salam Kenal Pak Wir,
    Selamat ya atas blog anda, saya lulusan MM UPH Finance, S1 dr Hukum, sepertinya saya salah masuk habitat ke struktur (Sipil), walaupun profesi di dunia keuangan tapi saya sangat suka nonton National Geografi dan Discovery, khususnya tentang bangunan tinggi.

    Mungkin klo boleh dengan ijin anda, kita membahas struktur dari bangunan Taipe 101 dan Regata di Pantai Mutiara karena kita sangat mengetahui bahwa Indonesia adalah lintasan gempa dan bagai mana dengan struktur bagunan yg paling fenomenal yg lagi di bangun Burj Dubai yang akan mengalahkan Taipe 101 karena di Dubai itu sendiri perbandingan cuaca antara siang dan malam berbeda sangat extrem di tambah angin yang kencang. karena secara financial ongkos yang di keluarkan jauh lebih besar dari bangunan serupa di Amerika (kalau tidak salah).

    Mohon pencerahannya.

  • wir // Agustus 3, 2007 at 9:10 am

    “suka nonton National Geografi dan Discovery”
    wah menarik itu mas, bikin ulasan dong. Nanti kita bahas rame-rame gitu. :D