Jangan terkecoh bahwa materi pada halaman ini akan berisi code pemrograman, atau kunci rahasia. Kata itu aku pilih karena juga bisa berkonotasi peraturan, ya benar engineering code. Cukup pendek bukan.
Bagi engineer, memahami suatu engineering code (peraturan perencanaan) adalah perlu dan sama kuatnya seperti mempelajari falsafah pengetahuan lainnya. Memang sih, kadang-kadang ada pesan dari senior kepada yunior agar jangan langsung comot apa yang tersurat pada code dan langsung memakainya. Ya memang itu dapat dimaklumi karena code dibuat seperti halnya undang-undang, yaitu sependek mungkin asal esensi utama yaitu “apa yang harus“, atau “apa yang sebaiknya” dari suatu item dapat disampaikan. Tanpa memberi tahu mengapa itu perlu dilakukan.
Mengetahui materi suatu code bagi engineer penting, karena code mempunyai kekuatan hukum. Jika ada selisih pendapat terhadap suatu masalah yang bersifat subyektif maka materi code dapat dijadikan pedoman untuk diikuti. Code memberi peraturan minimal yang bersifat konservatif, jika engineer mendapat informasi ‘lebih’ bahwa sesuatu perlu ditingkatkan keamanan atau karena persyaratan pada code jelas lebih kecil dari yang kenyataan dan juga menyakinkan owner mengenai konsekuensinya, maka itu diperbolehkan. Tetapi sebaliknya, jika engineer menyakini bahwa suatu code menghasilkan sesuatu yang bersifat boros, padahal sang engineer berdasarkan pengalamannya mempunyai bukti bahwa nilai yang lebih kecil dapat dipakai (berani) maka hal tersebut tidak boleh dilakukan, jika dituruti adalah pelanggaran. Itu nggak boleh !
Selain memahami materi tersurat, maka akan sangat penting seorang engineer mengetahui apa yang tersirat dari suatu code. Latar belakang mengapa suatu code disampaikan. Ini yang paling penting.
Bagaimanapun code dapat dijadikan sebagai suatu guide awal untuk melihat suatu penyelesaian dari suatu permasalahan. Ingat engineer adalah engineer, bukan saintis. Saintis boleh meninjau suatu permasalahan secara terbatas, hanya benar di lingkungan laboratorium saja, yang penting bahwa pekerjaan atau penelitian mereka adalah benar dan dapat diulang. Tetapi engineer harus melihat suatu permasalahan secara komprehensif, yang penting hasil, oleh karena itu kadang-kadang ilmu pengetahuan teoritis saja tidak mencukupi, harus dilengkapi dengan hasil fakta empiris atau hasil uji eksperimen.
Kadang-kadang fakta empiris agak rumit atau kompleks untuk dijelaskan secara teoritis logis, sehingga itu dijadikan suatu batasan dalam penyelesaian masalah dan dicantumkan dalam code agar dijadikan pedoman.
Oleh karena code penting bagi engineer dan kemungkinan akses dapat berulang kali, maka halaman ini saya dedikasikan khusus untuk menyimpan ebook tentang code, semoga berguna. Jika teman-teman punya link-link khusus yang berkaitan dengan code silahkan, jika ingin digabung pada halaman ini. Nanti link-link lain yang bertebaran pada blog ini, secara pelan akan juga di-copy-kan disini. Semoga berguna.
STANDAR NASIONAL INDONESIA atau pedoman semacamnya
-
SNI 03-4814-1998 :Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang Panas (down-load PDF 44 kb)
-
SNI 03-6431 -2000 ( Pd M-19-1999-03) : Metode Pengujian Waktu Alir Beton Berserat Dengan Kerucut Uji Slump Yang Dibalik (down-load PDF 13 kb)
-
SNI 03-6814-2002 : Tata Cara Pelaksanaan Sambungan Mekanis Untuk Tulangan Beton (down-load PDF 74 kb)
-
SK SNI 03 – xxxx – 2002 (16 Desember 2002) : Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (down-load PDF 3.45 Mb)
-
SNI 03 – 1729 – 2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 2.7 Mb)
-
SNI – 1726 – 2002 : Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (down-load PDF 372 kb)
-
SNI 07-0329-2005 : Baja profil I-beam proses canai panas Bj.P I-Beam (down-load PDF 422 kb)
-
Pedoman Teknis : “Metode Pembangunan Jalan Berbasis Tenaga Kerja”, Edisi Pertama, dipersiapkan untuk Kementerian Pembangunan Perdesaan, oleh Bjorn Johannessen Engineering Consultant dan I.T. Transport Ltd Consultants in Transport for Rural Development (buku 195 halaman, down-load PDF 4.25 Mb)
Link pada artikel lain yang terkait dengan tema di atas
-
standard uji produk besi , dari ASTM
-
kiriman Wisnu Kusumoaji , tentang ASTM
-
spesifikasi pembebanan, dari ASCE
-
untuk tukang dan insinyur bangunan, tentang IBC 2003
-
Sayeed Hossain’s collections pernak-pernik digital yang menarik bagi engineers.
ASCE (American Society of Civil Engineers)
- Guide to the Use of the Wind Load Provision of ASCE 7-02
published by th American Society of Civil Engineers
138 pages ( download file size 15 Mb )
ACI (American Concrete Institute)
-
ACI 351.3R-04 : Foundations for Dynamic Equipment,
Reported by ACI Committee 351
This report presents to industry practitioners the various design criteria and methods and procedures of analysis, design, and construction applied to dynamic equipment foundations.
(download *.RAR 636 kb) -
ACI 318-08 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary
An ACI Standard, Reported by ACI Committee 318
(down-load PDF 16.463 Mb) -
ACI 315-99 : Details and Detailing of Concrete Reinforcement
Reported by ACI Committee 315
This document provides standards of practice for both the architect/engineer (A/E) and reinforcing steel detailer in showing reinforcing steel details. It is divided into three parts: one addressed to the A/E, one for the detailer, and a third providing a reference table and figures. It defines the responsibilities of both the A/E and detailer. It then establishes certain standards of practice for both the structural and placing drawings.
(down-load PDF 859 KB) -
ACI 318M-05 : Building Code Requirements For Structural Concrete And Commentary
ACI 318M-05 is a complete metric companion to ACI 318-05. ACI 318-05 is deemed to satisfy ISO 19338, “Performance and Assessment Requirements for Design Standards on Structural Concrete,” Reference Number ISO 19338.2003(E). Also Technical Corrigendum 1: 2004.
(down-load PDF 9.06 Mb) - ACI 336.2R : Suggested Analysis and Design Procedures for Combined Footings and Mats)
MCP06.part1.rar
MCP06.part2.rar
MCP06.part3.rar
MCP06.part4.rar
Eropa British dan sebangsanya
- CEB-FIP Model Code 1990 – Design Code 457 pages (down-load 44 Mb)
National Standard of the Peoples Republic of China
- Code for Design of Concrete Structures – GB 50010 – 2002
(down-load 24.4 Mb) - Code for Design of Steel Structure – GB 50017-2003
(down-load 15.6 Mb) - Code for Design of Civil Buildings – GB 50352 – 2005
(down-load 3 Mb)








117 tanggapan so far ↓
anggie // 9 Maret 2008 pada 06:10 |
pak wir, terima kasih banyak yaa..
salute untuk lecture seperti bapak..
keep on your best work..
suhartoyo // 14 Maret 2008 pada 05:02 |
Pak Wir, Terima kasih banget ya ACI 318 nya…
Sudah saya Download semua….
widi // 29 Maret 2008 pada 03:05 |
Terima kasih banyak Pak Wir atas Blog yang luar biasa ini…. Pak Wir, saya baru sebagian kecil saja mendownload Rak buku milik bapak. Untuk ACI Committee 544 dan ASTM- D 1557 ada gak pak? Sebagai referensi skripsi saya gitu! Saya juga mohon bimbingannya Pak!
Salam……
wika // 1 April 2008 pada 10:13 |
Terimaksih ats peraturannya..
Klo, UBC ada ga’ pak..? klo ada tolong di share…
terima kasih.
putratampubolon // 2 April 2008 pada 09:17 |
Pak, saya ada tugas mendesaign jembatan baja dengan peraturan eurocode. Eurocode seri ke berapa untuk mendesign jembatan Pak….
Terima kasih atas bantuannya Pak….
Salam..
Ruslin // 10 April 2008 pada 12:34 |
Halo Pak Wir,
Salam perkenalan, nama saya Ruslin, saya mohon petunjuk Bapak dimana saya bisa mendownload secara gratis Code atau Standard untuk Telecommunication Steel Tower, misalnya TIA-222-G.
Thanks yah atas perhatiannya.
Ruslin.
Rudy Tisna // 17 April 2008 pada 05:27 |
Ne comment pertama saya di blog Bpk.
Setelah sekian lama saya baca2 blog ini. bagus.. (terutama org civil).
Seperti Bpk. Wika diatas, saya juga mw cari peraturan UBC. Klo memang ada tolong Pak Wir di -share atao mungkin diberitahu link downloadnya. ;P Sebelumnya terimakasih banyak.
Regards,
Rudy Tisna
Hendra Ginting // 17 April 2008 pada 10:20 |
Hallo pak Wir,
Saya ada tugas desain gedung tetapi saya bingung Standard pembebanan untuk Lift, trus kalau saya pakai balok prestress bisa nggak saya modelin bersama-sama dengan kolom dan sebagainya di sap? kalau misalnya saya desain dinding geser di sap apakah sama akuratnya kalau saya desain menggunakan ETABS?
terima kasih Pak
Hendra Ginting // 17 April 2008 pada 10:42 |
Terima kasih atas jawab bapak, kebetulan saya telah kursus SAP dan ETABS pak, dan saya juga mau memperdalam ilmu masalash desain khusunya gedung. saya mahasiswa smester 6, saya juga pernah ikut lomba desain jembatan ITB dan salut buat team UPH yang mampu meloloskan 2 teamnya.
Terima kasih.
Handy // 17 April 2008 pada 14:47 |
Pak Wir, thanks buat ACI 318-08 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary, wah berguna sekali ini.
donaldessenst // 17 April 2008 pada 21:40 |
Silahkan berkunjung ke thread khusus sipil dan struktur.
http://kaskus.us/showthread.php?t=828254
galih adya taurano // 19 April 2008 pada 11:44 |
pak, saat ini saya dalm proses menyelesaikan tugas akhir.
saya menemui kesulitan kalo di program SAP 9 tentang prestress di Define-Tendon diameter yg dimasukkan ditugas saya ada 4 strand diameter 13 lalu apakah diameter yg dimasukkan itu total dari 4strand atau tidak.
Load Cases yang dimasukkan (Dead, Live dll) selain prestress itu sendiri apa saja dan berapa besarannya, lalu di load combination dimasukkan apa saja dan berapa scale factornya. Lalu dicek saat transfer timbul tegangan tarik solusinya kira2 apa saja pak.
Tolong ya pak, thanks be4.
wir // 19 April 2008 pada 12:18 |
sdr Galih
yang saya tangkap dari pertanyaan anda bahwa kecuali cara pengoperasian program SAP2000, anda juga belum memahami konsep prestressing itu sendiri.
pada prinsipnya, apa yang dikerjakan dengan program komputer, secara prinsip harus sama dengan hitungan manual. Jadi sebelum anda masuk dengan program komputer mestinya konsep-konsep perencanaan cara manual juga sudah anda kuasai.
Jika anda sudah menguasai cara manual, maka pertanyaan anda misalnya tentang “load cases” dan “load combination” akan dapat dijawab secara mudah.
Perlu anda ketahui (baca dong teori prestressing, atau tanya ke dosennya) bahwa untuk perencanaannya ada dua hal yang perlu dipertimbangkan yaitu :
(1) perencanaan elastis, untuk memperhitungkan struktur prestress pada kondisi layan (kerja), disini anda perlu mengecheck kondisi tegangan pada saat initial / transfer(saat pertama kali di stressing) dimana beban kerja dan juga mutu beton belum full. Sehingga jangan sampai struktur retak atau melembung ke atas. Di sini load case dicari kondisi yang ekstrim misalnya hanya berat sendiri balok atau termasuk slab-nya. Superimposed dead load juga belum masuk. Jadi tergantung metoda pelaksanaannya.
(2) perencanaan ultimate, untuk memastikan bahwa struktur prestressed mempunyai keruntuhan yang bersifat daktail untuk beban tak terduga yang mungkin ada.
Untuk check stress sendiri ada yang mempersyaratkan full prestreseing atau partial prestressing. Jika full maka tulangan pada kondisi layan dianggap tidak bekerja dsb.
Wah cukup banyak kalau mau menjelaskan secara detail pertanyaan anda. Bisa-bisa jadi makalah sendiri.
Cukup dulu ya. Silah merujuk ke textbook yang ada. Jadi itulah yang sebenarnya dari isi skripsinya, tidak hanya cara memakai sap2000. Ok.
tampubolon // 20 April 2008 pada 08:44 |
Pak…
Kenapa ya saya tidak mendapatkan tuntunan dalam mendesign jembatan di eurocode..Tidak demikian jika kita memakai peraturan PU..Kita dituntun dengan rumus yang dipakai, beban yang diizinkan, lebar , tinggi dan segala macam. Tolong saya Pak, dimana saya mendapatkannya..
Galih // 21 April 2008 pada 04:43 |
Pak Wir saya galih, melanjuti dari jawaban bapak. salah satu bahasan dari Skripsi saya yaitu stressing control dari sebuah desain yang sudah ada, desain itu dikeluarkan oleh Freyssinet diamana tebal platnya 0,2 m lebarnya 1,1 m. Sudah ada layout kabelnya, namun saya masih bingung apakah static load casesnya dimasukkan dan load combinationnya juga. Karena setelah saya cek di masa transfer masih ada tegangan tarik, apa solusinya, tolong ya pak.
Hendra Ginting // 22 April 2008 pada 12:12 |
Hallo Pak Wir,
kalau peraturan AASHTO kira-kira ada ndak ya pak yang bisa di download? kalau saya pakai peraturan BMS 92 untuk desain jembatan kayaknya masih kurang. kalau ada tolong ya pak.
terima kasih.
arif anwar // 5 Mei 2008 pada 08:11 |
Arif a
Halo pak wir,
Saya arif dari univ samratulangi manado.
Salam kenal untuk bapak.
Pak, saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir saya tentang struktur beton prategang menggunakan peraturan BS8110-1997.
Dapatkah bapak atau seseorang menolong dan membantu saya untuk mendapatkan softcopy, file pdf ttg peraturan BS8110 (BS code ttg struktur beton dan beton prategang)
Dimanakah saya bisa mendapatkan peraturan BS8110 yang terbaru?
Atau jurnal-jurnal tentang PC (prestressed concrete) khusus membahas mengenai balok ramping.
Dalam tgs akhir ini saya akan membandingkan peraturan ACI dan BS. Fokus nya adalah beton prategang bentang panjang yang akan di aplikasikan pada struktur gedung dengan menitikberatkan dimensi penampang (rectangular) yang optimum. Please help me.
Terima kasih sebelumnya pak..
arrazikani jamil // 10 Mei 2008 pada 21:20 |
terima kasih pak. informasi ini sangat membantu bagi kami untuk mengikuti KJI 2008.
sincerely,
-arrazikani jamil-
(civil engineering_ITB)
arif a // 17 Mei 2008 pada 12:21 |
Pak wir.. thanks a lot for ‘BS code’ nya..
arie // 17 Mei 2008 pada 15:16 |
Salam kenal pak wir.
Saya mahasiswa T.sipil dari Universitas muhammadiyah Yogyakarta. Saya kenal pak wir dari buku Aplikasi Rekayasa Kontruksi yang saya beli tahun kmrn. Buku-nya bagus banget pak, lebih mudah saya pahami ketimbang buku yang pernah saya baca sebelumnya.
Btw, saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir tentang uji kuat tekan beton. Beton yang saya gunakan ini menggunakan beton mutu tinggi, yang mana dalam perancangannya menggunakan metode erntroy dan schacklock.
Gini pak, dapatkah bapak membantu saya untuk mendapatkan softcopy, file pdf atau jurnal-jurnal yang membahas ttg perancangan beton mutu tinggi dengan metode erntroy dan schacklock.
Dan apakah ada jurnal-jurnal yang membahas ttg perbandingan perancangan beton menggunakan metode SNI sama erntroy dan schacklock?
Kalau ada, dimanakah saya bisa mendapatkannya. Tolong ya pak. . .
Terima Kasih sebelumnya . . .
arie // 22 Mei 2008 pada 16:13 |
Makasih banyak ya pak atas infonya.
Nanti saya coba cari.
Sukses selalu buat pak wir. . .
Donny B Tampubolon // 29 Mei 2008 pada 01:33 |
Dear Pa Wir dan Engineers..
untuk UBC 1997 vol 2 -structural sudah saya upload disini..
http://www.4shared.com/dir/6805527/ed9582c/code-standard.html
Syallom…
tannia paramita // 30 Mei 2008 pada 09:43 |
salam…
wah.. saya benar kagum sama blog ini.
this is what i’ve been look for..
Pak, tau tentang JIS nggak? saya cari2 nggak nemu2 ttg isi JIS.
apa perlu lisensi kalo mau produksi precast (spun pile) dalam jumlah besar? lisensi-nya bagaimana??trims ya, pak
tannia paramita // 30 Mei 2008 pada 11:00 |
thank u, pak
kalo JIS bagaimana, pak?
Japan Industrial Standards, dibuat oleh JAC.
Design spun pile itu berdasarkan JIS dan PCI. kalo PCI, saya udah punya, tapi JIS-lah dasar pembuatan spun pile dengan lisensi/paten khusus. saya udah cari2 JIS, nggak ketemu2…..
barangkali temen2 yang lain ada yang bisa bantu ya???
Trima kasih….
permana // 2 Juni 2008 pada 02:05 |
Pak Wir,
saya sangat salut dengan adanya situs ini. saya mau menanyakan di bagian code untuk di Indonesia kok belum tercantum PBI 1983? saya lihat hanya ada SNI saja, ataukah terlewat? mohon di-share juga kalo ada. terima kasih.
Erick Repie // 2 Juni 2008 pada 03:13 |
Salam
Pak wir , pls enlighten me …
1. bagaimana aplikasi scale factor buckling analysis (p.560)?apa tinggal dikali beban axial saja? ada referensi tambahan?
2. pak wir ada referensi pemodelan spring sebagai pemodelan tanah?
Syalom,
elisa // 10 Juni 2008 pada 11:19 |
Malem Pak, saya mau tanya nih.. Ada ga referensi untuk macam-macam tipe abutment dan pilar jembatan (kalau ada dengan gambar), baik digunakan untuk kondisi yang bagaimana berikut kelebihan dan kelemahan dalam pelaksanaan dan pemeliharaannya?
Trimakasih sebelumnya
Handi // 17 Juni 2008 pada 13:21 |
Hi semua mau nanya nih, kalo misalnya ada suatu balok concrete yang diberi tambahan beban baru dan ternyata tidak kuat. kemudian balok tersebut diberi balok baja dibawahnya. Nanti analisisnya gimana? apakah seperti balok komposit ato yang ekstrem hanya balok baja tersebut memikul semua beban dari balok concrete? thanks atas jawabannya
tentang sipil « Faridjunaidi’s Weblog // 27 Juni 2008 pada 13:35 |
[...] code [...]
herlambang // 10 Juli 2008 pada 08:31 |
Salam kenal P’ Wir
Saya baru belajar bikin blog peke wordpress, sy minta ijin boleh enggak link-link peraturan ” Engineering Code” saya tempel di blog saya dengan menyantumkan sumbernya
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih
herlambang // 10 Juli 2008 pada 09:02 |
makasih banyak, P’ Wir atas sarannya
Ardi Azis Sila // 24 Juli 2008 pada 16:39 |
Yth Pak Wir..
Saya mahasiswa teknik sipil UMI Makassar semester VIII dan saat ini sementara dalam proses penyelesaian tugas akhir, saya tertarik mengangkat masalah pushover dan saya belum faham betul mengenai prosedur pushover pada SAP2000, kalau boleh saya minta Pushover Example pada SAP2000 karena pada buku edisi terbaru bapak tidak ada yang membahas masalah pushover(kalau ada manualnya lebih bagus lagi) tapi saya sangat tertarik pada masalah Element Shell. Kalau bisa saya minta dokumen FEMA, ATC, SEAOC, dan NEHRP karena saya menggunakan acuan tulisan Bapak “Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa dengan SAP2000.
Terima Kasih sebelumnya…
junaid // 28 Juli 2008 pada 08:10 |
Yth Pak Wir…
Salam kenal pak Wir… saya juga seprofesi dengan bpk tapi di Univ Negeri Makassar dan juga aktif pada engineering konsultan. Salut buat bpk semoga suksess slalu….. Informasi blog ini saya peroleh dari buku bpk yang sudah saya miliki dan selama ini telah banyak membantu saya dalam memperkenalkan dan mengajarkan SAP2000 kepada mhs saya. Saya sangat berterimakasih atas adanya blog ini karena ternyata disini bukan hanya info SAP2000 yang saya peroleh tapi puluhan reverensi yang saya bisa down load gratis untuk menambah wawasan. Informasi blog ini juga saya telah perkenalkan dengan teman-teman seprofesi di UNM, biar tambah rame.
Selama saya menggeluti SAP 2000 sebagai pembanding dalam mata kuliah Mekanika Rekayasa, Struk. Beton dan Baja beberapa hal yang masih jadi kendala antara lain:
1.Cara mendefenisikan sendi Gerber sehingga hasil hitungan manual bisa sama dengan hasil SAP 2000
2.Bagaimana menampilkan sendi plastis dalam analisa pushover jika bangunan sudah berlantai banyak 3D (apakah ngaruh jika kita pake software bajakan)
3.Dokumen ATC dan FEMA sesuai acuan SAP2000 ada gak ya, sekalian reverensi yang lain ttg Pushover kalo ada?
4.Kapan terbit buku SAP 2000 khusus membahas Jembatan
agak kepanjangan kali pak ,thanks berat ya…. semoga selalu diBerkati…..
jefry // 30 Juli 2008 pada 08:19 |
sitenya ok’s bgt…..
makin dibanyakin ya pak code nya…
sangat ngebantu mahasiswa….
maju terus ya pak….
Leandra // 31 Juli 2008 pada 03:42 |
Halo pa wir. pernahkah dibahas mengenai teknologi bahan pada blog ini ?
Diar juwono // 31 Juli 2008 pada 03:47 |
Pa Wir yang baik, saya butuh jurnal atau publikasi mengenai teknologi bahan terbaru, misalnya pengunaan epoxy dan FRP sebagai penganti bahan konvensional pada beton.
selanjutnya informasi mengenai smart material, sepertinya di Indonesia belum banyak yang membahas mengenai bidang tersebut
wir // 31 Juli 2008 pada 13:18 |
@Leandra dan Diar,
Saya tidak banyak berkecipung pada teknologi material. Jadi dari saya sendiri rasanya belum ada artikel spesifik yang membahas tentang itu (teknologi bahan).
KRis // 8 Agustus 2008 pada 06:23 |
Great Site !
Mau nambah nih.
Sorry kalo ngulang.
untuk IBC code, cari di http://www.4shared.com
Amelynda // 15 Agustus 2008 pada 03:52 |
Pak Wir, saya mohon bantuan ni…
Bagaimana cara menganalisa dinamika pada rangka jembatan baja akibat gempa.
Bagaimana pemodelan struktur dan matematisnya untuk menentukan derajat kebebasannya?
Metode yang digunakan “time history” atau “respon spektra”?
Acuan gempa yang digunakan yang mana? Apakah gempa El-Centro(krn di buku2 itu yang ada)?
Bagaimana kinerja sistem redamannya?
Peraturan-peraturan apa saja yang mengatur analisa tersebut? Dimana saya bisa mendapatkannya? Saya kok sulit dapat yang spesifik ke rangka jembatan baja…
Maaf ya pak kalo pertanyaan saya buanyak, hehehe… mumpung ketemu ahlinya,
Mohon bantuannya ya pak…
Amelynda OS
nini // 18 Agustus 2008 pada 04:06 |
Salam kenal pak Wir,
Saya sedang mempelajari Pushover Analysis, bisa diterangkan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila kita menggunakan SAP 2000? Terimakasih Pak! Sukses Buat Bapak.
indra // 21 Agustus 2008 pada 05:50 |
Pak Wir,
Selamat siang.saya indra dari sby.
Apakah ada code / SNI yang mengatur desain pondasi genset secara khusus?
Adakah buku yang mengulas ini ?
terima kasih pak, atas jawabanya.
BR,
Indra
aan8civil // 26 Agustus 2008 pada 12:03 |
Pak Wir, ni aan dr UII jogja.
saya ingin TA tp bingung masalah judulnya.
saya ingin design gedung, kira2 yg menarik utk skr ini ap y?? coz dosennya gak mau klo design/ redesign (harus ad alasan yg jelas). atau kira2 Bpk ad judul yg menarik utk diangkat. mksh
Jimmy // 4 September 2008 pada 04:09 |
Pak Wir,
Bila saya mendesign suatu struktur baja, kadangkala beberapa kolom tidak masuk / warning (warna merah) bukan dikarenakan oleh stress ratio tetapi lebih kepada KL/R, saya mengartikannya kolom terlalu langsing, tetapi jika saya menghitung manual KL/R – kolom tersebut malah tidak masalah. Kenapa perhitungan pada SAP 2000 tidak masuk pak Wir? Bagaimana mensiasatinya dalam SAP apabila pada perhitungan manual masuk?
Terima kasih sebelumnya.
yanes // 23 September 2008 pada 05:41 |
Salam kenal pak Wir !
nama saya yanes mhs teknik sipil Universitas Palangkaraya,saya mau nanya pak dimana saya bsa dapatkan bahan2 yang mmbhas metode portal ekivalen secara lengkap mengenai plat dua arah ? terima kasih sebelumnya pak
Rr. M.I. Retno Susilorini // 14 Oktober 2008 pada 07:16 |
Apakah ada di antara pecinta blog yang punya file pdf lengkap dari SNI 03-2834-2000 tentang Tata Cara Perencanaan Beton normal? Saya dapat dari Litbang_PU, tapi cuma ringkasannya saja 1 halaman….
feri // 15 Oktober 2008 pada 08:10 |
pak wir,kmrn saya ngirim komentar mengenai dinding geser, abaqus, & beban siklik. saya lom sempat baca balasan dari pak wir, bisa saya minta balasannya pak?soalnya penting banget buat saya.
Dhono // 31 Oktober 2008 pada 12:08 |
pak wiryanto saya sangat terkesan dengan blog bapak, akan tetapi saya sudah mencoba berulang2 mendownload ACI318 vesi SI selalu gagal, mungkin bapak dapat membantu saya
email saya dhono_n@yahoo.com
aan uii // 6 November 2008 pada 05:57 |
pak, saya mo desain gedung pake shear wall, refernsi yg bagus ap y???bukunya ap Y???kasih gambaran ttg shearwall dong,buat blajar mo TA
matur nuwun
junaid // 17 November 2008 pada 09:12 |
Yth pak wir dan teman2 yang lain
saya lagi penelitian tentang Beton ringan,
mau minta tolong kalau ada SNI yang berkaitan dengan itu, mohon info downloadnya dimana?
saya sudah nyoba untuk download di BSN tapi ga ada, yang ada judulnya doang seperti dibawah ini:
-Spesifikasi agregat ringan untuk batu cetak beton
pasangan dinding
-Spesifikasi agregat ringan untuk beton ringan
struktural
-Spesifikasi agregat ringan untuk beton isolasi
-Beton ringan, Tata cara pembuatan campuran
dengan agregat ringan
-Agregat ringan untuk beton struktural, Spesifikasi
terima kasih sebelumnya…
jon // 18 November 2008 pada 15:07 |
syallom,pak Wir…
pak,sekarang ini saya sedng mengerjakan skripsi tentang beton dg fiber limbah plastik sebagai bahan pengisinya..
saya membuat benda uji silinder sebagai pengukur kuat tekan dan kuat tarik dari campuran beton tersebut..
kira2 bapak bisa memberikan sedikit masukan ataupun buku referensi mengenai beton serat/fiber??
mohon bantuan dan ulasannya..
GBU
jon // 20 November 2008 pada 11:07 |
syallom,pak Wir…
pak,sekarang ini saya sedng mengerjakan skripsi tentang beton dg fiber limbah plastik sebagai bahan pengisinya..
saya membuat benda uji silinder sebagai pengukur kuat tekan dan kuat tarik dari campuran beton tersebut..
kira2 bapak bisa memberikan sedikit masukan ataupun buku referensi mengenai beton serat/fiber??
mohon bantuan dan ulasannya..
GBU
tata // 25 November 2008 pada 16:21 |
pak…
blh sy tanya mengenai pondasi tiang pancang baja..
sy msi mahasiswa baru, bingung mengenai sambungan2 dan cara pemasangan poer-kolom nya jika menggunakan baja profil H..
juga mengenai perhitungan panjang pondasi untuk menanggung beban per kolomnya…
sudah berusaha cari co gbr kerja nya dr buku2 literatur, tapi blm menemukan yg detail…
sy hrs cari dr mn y pak?
trima kasih…
aquilina // 26 November 2008 pada 10:50 |
salam pak,
saat ini saya sedang dalam penyelesaian tugas akhir saya tentang jembatan, saya membutuhkan “Penilaian Kondisi Jembatan untuk Bangunan Bawah dengan Cara Uji Getar”
saya sudah membuka website dep.pemukiman dan prasarana wilayah, tetapi tidak bisa didownload.
Saya harus cari dimana ya pak ?
trimakasih
aquilina // 26 November 2008 pada 11:04 |
salam pak,
saya aquilina dari jogja, sya sedang membutuhkan buku “Penilaian Kondisi Jembatan untuk Bangunan Bawah dengan Cara Uji Getar” dari dep.pemukiman dan prasarana wilayah
yoga tama // 28 November 2008 pada 02:29 |
pak wir,,,
saya mau minta tolong ni..
saya butuh sni 03-17271987 untuk menyelesaikan tugas akhir saya..
kira kira dari mana bisa saya dapat???
TOLONG YA PAK..
thx,,
Naomi // 1 Desember 2008 pada 07:00 |
Dear Pak Wir,
Apakah Bapak ada SNI standard untuk mix proportion beton?
Terima kasih
andri // 1 Desember 2008 pada 16:47 |
mantaaaapsss….makasih banyak Pak Wir ya link-linknya. Kalau ada file BS-EN upload pak ya, soalnya disini tiap hari saya berurusan ma BS terus..susah nyari file pdf nya. Makasih Pak Wir..ditunggu ya BS-EN nya (kalau ada hehe).
Ariyadi // 25 Januari 2009 pada 03:20 |
pak wir, saya minta tolong.. bagaimana analisis dan desain struktur jembatan rangka baja?? seperti desain stringer, crossbeam, truss nya?? tolong ya pak.. trimss ..
junaid // 26 Januari 2009 pada 08:19 |
Pak Wir yang terhormat,
saya lagi meneliti tentang beton ringan yang agregatnya dari bahan organik yaitu cangkang kelapa dan kemiri. Mohon informasinya riset yang berkaitan dengan itu,
trima kasih
HAMALAN // 17 Februari 2009 pada 14:24 |
pak, saya hamalan mahasiswa teknik sipil univ.riau. sekarang sedang ngerjakan tugas akhir. kira-kira ada rumus-rumus perencanaan dinding geser gak?atau untuk masalah ditail dinding geser, referensinya apa saja ya?terima kasih atas jawabannya
suparto // 13 Maret 2009 pada 01:46 |
Shalom Pak Wiryanto & salam kenal
Saya salut atas pemikiran-pemikiran dan kepakaran bapak yang tertuang dan tertata rapi dalam blog ini. Juga referensi jurnal-jurnal, link-link, code up to date yang sangat berguna bagi kami praktisi yang sudah lama meninggalkan dunia kampus untuk terus meng-update pengetahuan struktur kami.
Saya juga berterimakasih atas kecanggihan blog yang sudah pak Wir buat sehingga bahkan file ACI 2002 yang 12Mbytes bisa di download dengan baik. Luar biasa.
Selamat juga atas gelar doktornya.
GBU
suparto
yun // 13 Maret 2009 pada 09:20 |
trims & semoga sukses
Boby // 18 Maret 2009 pada 14:49 |
Pak Wir yang terhormat,
Saya Boby GM dari PT. Produta Kencana Bandung, dalam waktu yang sangat dekat ingin melaksanakan proyek pembanguna Mall di Bandung. kami tertarik menggunakan pondasi sarang laba-laba karena kondisi tanah yang spesifik. Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon diberikan informasi Contack person, alamat,telepon atau email.
Kami harap tanggapan dari bapak segera.
Terima kasih
telp kantor : 022 5205588
ot sumargo // 24 Maret 2009 pada 00:58 |
Yth P Wir,
Saya praktisi proyek yang berkeinginan untuk selalu meng up-date ilmu, sangat berterima kasih atas blog bapak yang amat berguna bagi sesama, dengan ‘code’ nya yang yang sudah lama saya cari.Thank dan sukses selalu buat P Wir.
Salam kenal,
Ot Sumargo
adi nugroho // 31 Maret 2009 pada 03:21 |
pak wir, saya butuh tabel profil iwf, pipa baja konstruksi untuk perencanaan jembatan pelengkung dengan pipa baja saya pak buat tugas akhir
INTAN // 1 April 2009 pada 10:14 |
salam hormat,
terimakasih Pak Wiryanto saya banyak dapat referensi dari Website ini, untuk ACI 318M-08 kpn bisa di publish:)
thx
intan
regards
vivi // 5 April 2009 pada 09:20 |
Pak Wir,
kalau CEB/FIP Model Code 1990 itu dapat dicari di web bagian mana ya pak ?
Apakah bapak memiliki model code tersebut ?
Terima Kasih
syaifulsipil96 // 6 April 2009 pada 04:34 |
Untuk CEB-FIP Model Code 1990 bisa di coba disini :
http://syaifulsipil96.blogspot.com/2009/03/category-structural-analysis.html
vivi // 12 April 2009 pada 05:09 |
oke..
Terima Kasih banyak pak wir & pak syaiful.
Rifadli Bahsuan // 13 April 2009 pada 11:10 |
salam kenal pak wir, saya fadli seorang dosen dr gorontalo, saya ingin bertanya kepada pak wir apa pernah dengar dengan program ATENA dan bagaimana komentar bapak mengenai program itu..
Terima Kasih Pak….
wir // 13 April 2009 pada 11:44 |
@Rifadli Bahsuan
Salam kenal juga pak.
Program ATENA buatannya prof Cervenka, ya saya pernah dengar. Dr.-Ing. Andreas Triwiyono dari UGM mempunyai dan memakainya, ini menurut beliau sendiri.
Program tersebut adalah program non-linier utk struktur beton, oleh karena itu cocoknya adalah untuk analisis atau penelitian tingkat advance.
Pengalaman memakai program-program non-linier tingkat advance sekarang ini relatif gampang mengoperasikannya, yang susah adalah menginterprestasi hasilnya, apakah selaras dengan kasus real. Untuk kasus yang belum pernah sama sekali (baru) maka apa-apa yang dihasilkan oleh program hanya akan berupa hipotesis atau dugaan saja.
Jadi tantangan memakai program-program seperti itu adalah kemampuan user untuk mendapatkan hipotesis yang mendekati real. Untuk itu perlu pengalaman menjalankan program tersebut dan membandingkannya dengan hasil eksperimen. Oleh karena itulah menurut saya itu cocok dipakai penelitian.
O ya ini khan paper-paper ttg program ATENA tsb:
http://www.cervenka.cz/papers
Rifadli Bahsuan // 14 April 2009 pada 08:18 |
Terima kasih banyak Pak atas infonya…
adiaman // 21 April 2009 pada 03:58 |
Pak, saya punya masalah dalam mata kuliah saya…
yaitu menghitung pembebanan jembatan
ada gak code untuk tata cara pembebanan untuk jembatan bentang 28 meter…
kalo ada tolong di up-load ..
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih
parhyang // 23 April 2009 pada 10:07 |
ATENA dipakai di UGM, iya sya pernah baca2 jurnalnya buat prediksi keruntuhan/retak balok corbel (kalo gak salah) sdah lama sih jadi agak lupa, sya juga lupa siapa dosen penulisnya.
arriz // 28 April 2009 pada 16:06 |
yth Pak wir..
sy Arriz, mhs teknik sipil Universitas Sriwijaya semtr akhir..
saya mengalami kesulitan nie Pak untuk mengerjakan tugas akhir sy, bbrapa bulan trakhir sy mencari referensi mengenai Expansion Joints..
in “barang baru” ya pak dalam jembatan kita??
pada saat kondisi seperti apa kita menggunakan ex. joint ini..single, dual, triple atau mungkin multy expansion joints..
trimakasi atas jawabannya dan salam kenal pak
arriz
regards
wir // 29 Mei 2009 pada 22:06 |
Hallo Arriz,
Expansion Joints bukan barang baru, itu sudah menjadi bagian dari jembatan, khususnya deck jembatan yang berguna untuk mengisi gap atau celah yang ada antara deck pada struktur jembatan dan badan jalan yang dihubungkannya.
Adanya expansion joint menyebabkan kendaraan di atasnya dapat melewatinya secara smooth. Fungsinya dapat menerima beban kendaraan, sekaligus dapat berdeformasi horizontal sesuai pergerakan jembatan (akibat muai susut dsb.
Kapan memakai single atau dual atau triple, yaitu tergantung dari besarnya gap yang harus disediakan sekaligus beban kendaraan yang harus dipikulnya.
Jadi untuk struktur utamanya sendiri, dalam analisis struktur itu nggak diperhitungkan. O ya, informasi besarnya gap itu juga diperoleh dari analisa struktur, terhadap berbagai kondisi pembebanan yang ditinjau, termasuk gempa atau perbedaan suhu.
Begitu kira-kira prinsipnya.
Free Download Engineering Code- Civil Book, COMPLETE ! | UET Dedicated Blog // 9 Mei 2009 pada 17:35 |
[...] web site of a famous lecturers in which you can download free, Indonesian Code, the American Code, Click Here Or you can also download a free collection of books in PDF files, books, including rare books, from [...]
Alimur Puserbumi // 12 Mei 2009 pada 15:58 |
Salam Pak Wir,
Pak, punya koleksi standard australia tidak, khususnya mengenai precast.
Thanks
Muhammad nur // 20 Mei 2009 pada 04:31 |
Pak Wir ada SNI tentang pembebanan bangunan gedung yang bisa di download
HADI // 27 Mei 2009 pada 09:15 |
Pak Wir, blog yang anda bangun bermanfaat sekali. Saya mengikuti blog ini untuk mengetahui perkembangan bidang teknik struktur terutama dalam hal disain. Pak Wir, adakah British Standard yang bisa dilihat, karena sekarang banyak proyek dari luar yang menuntut para kontraktor memenuhi standard mereka.
Terima kasih
G. Ginanjar // 28 Mei 2009 pada 09:05 |
Salam kenal Pak Wir,
Saya merasa sangat terbantu dengan adanya blog anda ini.
Kalau boleh saya mengajukan permintaan, saya membutuhkan Manual Design untuk pelabuhan.
Saya tunggu balasannya Pak Wir.
Terimakasih banyak sebelumnya.
Salam,
G. Ginanjar
Khairil // 29 Mei 2009 pada 10:19 |
Pak Wir, sy sedang mengerjakan tesis tentang masonry, sy benar2 butuh Building Code Requirements for Masonry Structures ACI 530-95. kira-kira kemana bisa saya mendownloadnya secara gratis. terima kasih.
Fauzan // 31 Mei 2009 pada 08:27 |
Assalamu’alaikum pak wir, saya saat ini butuh tentang data bentang beserta profil dari balok prestress buat perencanaan gelagar jembatan yang umum digunakan atw yang jarang digunakan juga boleh.. kira2 dimana saya bisa dapat pak (gratislah tentunya..) terima kasih sebelumnya..
wir // 19 Juni 2009 pada 23:33 |
Mau gratis, tapi lengkap.
Coba deh down-load PCI Handbooks, disini
http://rapidshare.com/files/25237394/PCI_DESIGN_HANDBOOK_5th_Ed.7z
Moga-moga berhasil. Jika ya, pasti tuntas deh masalahmu. Tapi hati-hati 38 Mb, kalau down-load-nya pakai internet jam-jaman, wah perlu diperhatikan itu.
dedy pranata // 6 Juni 2009 pada 12:39 |
bisa nga minta situs sofware ntk cari mutu beton? thank…>>>
aan uii // 8 Juni 2009 pada 03:47 |
maaf pak, saya mahasiswa UII, mau tnya ttg literatur pelat lantai dg mengunakan baja (boundeck)??
kok di semua buku adanya komposit antara baja dg plat beton tapi tdk ada referensi utk desain plat lantai
Pranowo // 27 Juli 2009 pada 08:53 |
coba mas aan cari bukunya agus setiawan tentang baja…, digramedia jakarta ada tuh harganya Rp. 69.000…, tapi klo mo nanya lisan bisa sama saya…
oh ya perkenalkan pranowo alumni UII 01
Taib subardi // 19 Juni 2009 pada 14:09 |
Mas Wir, salam dari Jogja. langsung saja mas saya kesulitan mencari buku tentang cara desain elemen struktur baja dengan Indian IS: 800-1998. Tolong mas saya ditunjukan Buku apa yang mwngulas topig tersebut….. atau kalau bisa download disini. Tks dan ditunggu balasannya.
Salam
rama // 19 Juni 2009 pada 22:57 |
Pak wir, saya mau tanya tentang perencanaan pelat datar. Jika kita desain suatu gedung dengan pelat datar dan menggunakan software, setelah kita mendapatkan momen akibat transfer momen tak seimbang dari pelat.
Apakah desain struktur kolomnya sama dengan cara konvensional pak?
Hanya kita mendapatkan momen nya dari perencanaan DDM atau EFM..
Apakh begitu pak wir?
Mohon tanggapannya?
wir // 19 Juni 2009 pada 23:28 |
@Rama
Perencanaan DDM dan EFM diarahkan untuk desain pelatnya saja. Apalagi yang DDM, ingat itu hanya digunakan untuk perencanaan terhadap beban gravitasi saja. Artinya apa, bahwa pelat hanya menerima pembebanan vertikal, yaitu dari DL dan LL.
Padahal pembebanan bangunana selain vertikal juga ada lateral. Jadi untuk kolomnya perlu dilihat sistem penahan lateral. Karena pelat datar (flate plate) tidak didesain thd pembebanan lateral, paling-paling hanya sebagai diaghprahm maka perencanaan kolom harus mempertimbangkan bagaimana gaya lateral bekerja pada kolom tersebut.
Intinya, untuk perencanaan kolom tidak bisa hanya sekedar mengambil momen dari DDM. Untuk EFM, perlu dichek lagi karena metode tersebut sudah memasukkan kekakuan kolom secara rasional. Jadi untuk suatu konfigurasi struktur tertentu mungkin bisa langsung digunakan.
rama // 20 Juni 2009 pada 00:21 |
Jadi jika kita telah memisalkan kekakuan relatif terhadap komponen struktur kolom dan pelat, maka kita dapat memasukkan nilai momen tersebut langsung ke dalam perhitungan dengan software pak..
Karena maksud dari skripsi saya adalah perbandingan desain perencanaan gedung konvensional(pelat-balok-kolom) dan pelat-kolom (pelat-kolom) khususnya pada volume tulangannya pak?
wir // 20 Juni 2009 pada 02:05 |
@Rama
Jika yang akan dibandingkan adalah konstruksi gedung mandiri dengan dua macam system dan akan dibangun di Jawa yang notabene harus tahan gempa, maka rasanya perbandingan anda tidak relevan. keduanya mempunyai performance yang berbeda terhadap beban lateral.
Perbandingan yang hanya memperhitungkan pelatnya saja, kolom dianggap berukuran sama, akan cenderung mis-leading atau menyesatkan. Karena melihatnya sepotong-sepotong. Kecuali sistem struktur thd beban lateralnya juga berbeda, misalnya digabung dengan shear wall pada konstruksi pelat-kolom.
Jadi kalau anda mau membandingkan, harus dilihat secara komprehensif, secara keseluruhan.
Jadi biaya yang keluar tidak hanya bagian pelat lantaiya saja. Apalagi jika termasuk segi pelaksanaannya, karena konstruksi pelat-kolom biaya konstruksinya akan lebih murah dibanding konstruksi pelat-balok-kolom, juga didapatkan kemudahan lay-out ruang.
Konstruksi pelat-kolom selain dipakai untuk ruang parkir di basemen, juga sering dijumpai pada konstruksi apartemen.
rama // 20 Juni 2009 pada 17:29 |
Terima kasih Pak.Wir.
Jika kita membandingkannya keseluruhan dalam konsep gedung, dan kolom didesain akibat beban yang berbeda dari masing2 pembebanan (gedung konvensional&pelat datar) tetap tidak bisa ya pak?
Karena yang saya tahu pada flat plate, desain kolom didesain akibat momen tidak seimbang dari pelat akibat beban lantai, jadi pasti berbeda kan pak dengan sistem konvensional.
Apakah jika seperti itu masih tetap tidak bisa dibandingkan, karena dosen saya tampaknya iya iya saja dengan saya, saya tidak tahu beliau mengerti atau pokoknya iya aja terhadap skripsi saya?
Mohon pak, penjelasannya karena saya buntu banget..
Terima kasih pak..
wir // 20 Juni 2009 pada 22:09 |
@rama
lho kalau mau membuat perbandingan, khan harusnya bebannya sama, beban hidup dan juga beban mati tambahannya (finishing). Berat sendiri bisa berbeda.
Tentang beban gempa yang sama adalah misalnya direncanakan untuk wilayah mana, tetapi sama. Lha disini akan ada perbedaan, bangunan dengan massa lebih besar maka beban gempanya lebih besar.
pernyataan di atas pasti mengacu pada DDM, dimana momen-momen diperoleh dari tabulasi, yang bisa berbeda antara sisi kiri dan kanan. Ya itu betul-betul saja, karena dalam analisis struktur yang benar memang momen akan terdistribusi sesuai kekakuannya. Jadi itu akan terjadi juga pada struktur balok-kolom (konvensional). Jadi disini bukan itu masalahnya. Kelihatannya anda berpijak pada anggapan atau masalah yang belum tepat. Apa yang saudara ungkapkan itu hanya aspek lokal dari cara perhitungan dengan DDM, kalau EFM khan tidak seperti itu karena perlu analisis struktur yang sesungguhnya.
Kalau anda mau seru membandingkannya, maka masuk juga sampai ke pembebanan lateralnya. Intinya (biasanya, harus kamu buktikan), bahwa:
* system balok kolom lebih kaku, lebih ringan –> performance gempa lebih baik, kelemahannya adalah tinggi struktur lebih (ada balok yang menonjol), konstruksi lebih mahal (perlu bekisting balok dan pelat berbeda).
*system plate-flate, relatif kurang kaku, dan relatif lebih berat massa lantanya ini berdampak pada pembebanan gempa, keuntungan clean (tidak ada bagian yang menonjol) ini arsitek dan awam senang, selain itu juga pelaksanaan di lapangan lebih murah, tanpa bekisting khusus dan pemasangan tulangan sederhana. Ini di luar negeri cocok karena ongkos tukang mahal.
Jadi kalau kamu mau bagus, buktikan aja semua pernyataan saya tersebut. Jadikan itu sebagai hipotesis. Benar atau tidak. Beres khan.
O ya, menghitung flate-slab-nya pakai SAFE.
rama // 20 Juni 2009 pada 22:35 |
Alhamdulillah..
Saya banyak terbantu Pak..
Terima Kasih banyak Pak Wir..
Maka yang dapat saya bandingkan adalah dua konsep gedung yang berbeda tadi, akibat beban gravitasi dan lateral.
Berarti nantinya desain kolom akan berbeda pada dua gedung tsb akibat kekakuan itu pak?
Jika ada aral lagi, saya akan bertanya kembali pak..
Saya berterima kasih pak atas bantuannya..
wir // 21 Juni 2009 pada 02:22 |
@rama
nantinya desain kolom akan berbeda
Yak, begitulah. Bahkan bisa saja karena ukuran kolomnya harus sama maka perlu disediakan struktur penahan lateral khusus, misalnya shear wall agar konstruksi dengan flate slab menghasilkan kinerja yang sama dengan konstruksi balok-kolom-plate.
Konsep-konsep pemikiran seperti inilah yang memang belum bisa masuk di program komputer, itu adalah tugas structural engineer.
Jadi dengan tugas akhir yang seperti itu maka mahasiswa akan mendapatkan pemahaman bahwa ternyata tugas engineer tidak hanya menghitungnya saja tetapi perlu memikirkan secara keseluruhan, merangkai setiap tahapan hitungan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermakan.
Jika digabung dengan penguasaan software engineering maka dapat diketahui bahwa software tadi statusnya hanya pada detail perhitungan yang secara otomatis oleh komputer, tetapi merangkai secara keseluruhan agar bermakna masih perlu mengandalkan kemampuan manual si engineer.
farouk // 21 Juni 2009 pada 08:11 |
Halo pak wir,
saya mahasiswa universitas lampung ..
saya sdang mengerjakan skripsi tentang retrofit dengan pushover meggunakan etabs.
saya sudah menjalankan strukturnya dan sudah dapat kebutuhan tulangan, sendi plastis dan kurva demand-capacity (peformance based design)
yang ingin saya tanyakan :
1. karna tulangan eksisting sangat kecil, maka saya harus menambah sistem struktur baru dengan komposit dengan profil baja. untuk mengecek apakah penampang komposit memenuhi kapasitas bisa tidak di ETABS? hasil tulangan yang didapat untuk kolom lt.1 rata2 O/S . bagaimana pak penyelesaian yang terbaik agar bisa memenuhi?
2. untuk elemen struktur komposit apakah memang tidak bisa di define terhadap sendi plastisnya di ETABS 9 ? karna kondisi eksisting ada yang sudah melibihi CP (colapse prevention) . karna saya ingin mengetahui kondisi sendi plastis setelah retrofit.
3. dari hasil pushover dengan beban accelaration arah x + y didapat Vbase dan displacement yang aman , tapi mengapa ada sendi yang melewati CP.. bagaimana mengatur hasil kurva agar sesuai, apa saja yg perlu saya perhatikan ?
terima kasih
Hananto // 23 Juni 2009 pada 05:44 |
Mas Wir….
punya AASTHO CODE ndak yang electronicnya?
thanks
hnt
Thomas Yanuar // 30 Juni 2009 pada 10:06 |
Pak Wir, ijin share info.
Buar rekans engineer yang ingin lebih tahu tentang aplikasi struktur/sipil di lapangan migas dan multi disiplin, silahkan visit blog saya:
http://civilandstructure.wordpress.com.
Marthin // 4 Juli 2009 pada 02:30 |
pak saya maw redisain bangunan yg pake standar JIS ke SNI 2002. untuk detail tulangan da dapat. tapi saya belum dapat JIS untuk concrete, bs bantu ga carinya. tlong balas k email saya
hendra // 11 Juli 2009 pada 04:59 |
salam pak wiryanto…..
ada yang saya tanyakan…saya bingung dengan pembebanan (beban hidup) pada pelat ramp(untuk parkir) gedung akibat dari beban kendaraan.tolong bantuannya….saya sudah mencari dari berbagai referensi tapi tidak dapat.thanks
Khairil // 4 Agustus 2009 pada 04:59 |
Pak wir ada SNI -5 2002 (Tata cara perencanaan konstruksi kayu Indonesia)?? minta tolong pak!!
ahmad riyadi // 13 Agustus 2009 pada 14:40 |
Selam kenal pak wir ! sya mahasiswa di palangka raya pak. saya ingin menanyakan :
1. bagaimana analisis desain expansion joint pada rangka jembatan baja?
2. bagaimanakah pola pembebanan pada jembatan rangka baja akibat perubahan suhu pak??
terimakasih pak sebelumnya..
surya winata // 24 Agustus 2009 pada 12:11 |
Yang terhormat Bapak Wiryanto dan pengunjung web sekalian, salam kenal, saya sedang membutuhkan buku Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1983 untuk mengerjakan tugas baja, di mana saya bisa mendownload nya? terima kasih..
Andy Prabowo // 29 Agustus 2009 pada 05:44 |
@surya: hah masih pake PPBBI ‘83?? ga salah tuh.. harusnya kan sekarang uda pake SNI 2002..
@farouk: setahu saya utk pushover analisis belum bisa diterapkan untuk struktur komposit. Mungkin itu sudah terlalu kompleks and bisa aja baru sedang dikembangkan d CSI.. Biasanya utk retrofiting struktur beton bertulang seringnya dilakukan dengan menambah tulangan,tetapi hati2 ketika menambah tulangan..karena ada aspek daktilitas kurvatur yg harus Anda pertimbangkan..
@rama: sebagai contoh struktur flat slab + kolom banyak dijumpai di netherland karena di netherland tidak memperhitungkan beban gempa. Akan tetapi walaupun strukturnya slab+kolom masih diperlukan structure wall utk mendapatkan stiffness struktur thd beban angin..jadi kesimpulannya walaupun strukturnya flat slab+kolom saja itu masih kurang memenuhi kriteria “stiffness” dr sbuah struktur.. jgn lupa kalau d indonesia ada “strength”, “stiffness”, and “ductility”
hanjaya // 8 September 2009 pada 01:08 |
pak..saya butuh SNI tentang Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal….apa bisa di bantu…SNI 03-2834-2000 atau yang terbaru pak…
parhyang // 8 September 2009 pada 03:25 |
@Khairil
ini ada link cuman masih versi 2000 (draft)
http://hms.si.itb.ac.id/bosbis/document/2000-11%20SNI%2003-xxxx-2000%20(Kayu).pdf
GIEN SUHADI // 8 September 2009 pada 06:37 |
siang pak. saya sedang tugas akhir tentang analysis time history nonlinier SAP 2000. namun sya kesulitan mencari literatur langkah2 nya dalam SAP. mohon bantuan nya pak. Bagaimana cara inputnya dalam SAP 2000.
trims pak.
Jesus bless u.
amien..
Rein S-49 // 9 September 2009 pada 13:59 |
pak mw nanya.. saya mw mengajukan judul skripsi tentang perbandingan antara peraturan gempa sni 1726 dengan ASCE 7-05 dalam bentuk perencanaan struktur, kira-kira dari kedua peraturan tersebut topik yang bagus untuk dibandingkan kira-kira apa ya pak?? klo bisa scepatnya dibalas ke email saya ya pak… trima kasih
RUDI // 11 September 2009 pada 09:07 |
Salam kenal Pak Wir,
pak saya mau tanya untuk masalah pengaruh peretakan beton.. Biasanya kan momen inersia penampang unsur struktur ditentukan sebesar momen inersia penampang utuh dikalikan dengan suatu presentase efektifitas penampang seperti yang ada di peraturan gempa SNI 03-1726-2002 dan di peraturan beton SNI 03-2847-2002..
Misalnya pada per.gempa :
-U/ kolom dan balok rangka beton bertlg 0.75Ig
-U/ dinding geser beton bertlg kantilever 0.6Ig
Pada per.Beton :
-Balok 0.35 Ig
-Kolom 0 .75Ig
Nah masalahnya sebenarnya harus dipakai yang mana pak ? Dosen saya bilang sih harus pakai peraturan beton, mengapa ya pak ? Mohon penjelasannya. Terimkasih pak.
Mario // 12 September 2009 pada 04:27 |
pak, ada tutorial pushover di sap 2000 tidak?? thx
yuamar // 15 September 2009 pada 07:24 |
Terima kasih banyak Pa..
Sangat bermanfaat…
Semoga sukses Pa..
Priska // 5 Oktober 2009 pada 01:19 |
Salam kenal Pak Wir,
Saya sedang mencari SNI 03-1727-1989-F tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. apakah bapak bisa membantu saya?
aan UII // 5 Oktober 2009 pada 14:57 |
salam kenal p.wir, saya dah download AISC 2005 punya bapak,kok gak bisa y…mohon kasih tau cara download AISC 2005 + buku steel design Segui klo ada.saya cari k mn2 gak ada soft file nya
mksh pak bantuannya
Hizkia Handoko // 27 November 2009 pada 03:22 |
Terima kasih P Wir, andaikan banyak orang pinter mau berbagi seperti bapak.
Saya banyak belajar dari blog bapak untuk referensi2 yang diperlukan, terima kasih banyak..Tuhan Memberkati, amin
diskusi tentang code « The works of Wiryanto Dewobroto // 1 Desember 2009 pada 13:24 |
[...] code [...]
Arya // 8 Desember 2009 pada 07:08 |
Pak Wir, apakah bapak punya tabel profil baja hot rolled standard australia? Saya mendapat pekerjaan assesment jembatan rangka baja buatan transfield australia tapi tidak ada detail profil baja yang digunakan. Terima kasih pak Wir..