The works of Wiryanto Dewobroto

guestbook

Semakin lama, semakin banyak artikel yang ditulis, temanya bermacam-macam, mulai dari ranah rohani, pengembangan diri, pendidikan dan akhirnya bidang engineering yang merupakan core bidang peminatan utamaku.

Data di atas adalah catatan WordPress.com pada hari Jumat, 7 Maret 2008, mengenai produktivitas diriku dalam menulis pada blog ini. Sejak November 2006, jumlah pengunjung blog ini tercantum pula, dari sejumlah itu hanya sekitar 0.85% yang mau aktif dengan memberi respond di blog ini melalui komentarnya.

Tujuan utama dalam tulis-menulis di blog ini adalah untuk melatih kreativitas dan cara dalam mengungkapkan ide melalui ketrampilan menulis, yang mana itu merupakan modal utama dalam profesiku sekarang sebagai seorang guru.

Ternyata, seperti pepatah mengatakan : “sambil menyelam minum air”, kegiatan tadi juga bisa menjadi sarana silaturahmi dan bersosial, yang jika dibandingkan dengan dunia nyata maka cara sosialisasi di dunia maya ini begitu luar biasa hebat. Bayangkan aku dalam bentuk ide-ide tertulis yang ada diblog ini dikunjungi oleh ratusan bahkan ribuan setiap harinya.


Rekaman jumlah pengunjung tiap harinya dalam satu bulan
medio Februari-Maret 2008

Nggak percaya, lihat ini deh gambar grafik jumlah kunjungan per hari di atas, itu saya rekam pada saat bersamaan dengan data statistik sebelumnya di atas. Lumayan bukan.

Kecuali itu, ternyata ada situs-situs yang merekam aktifitas blog, termasuk blog kepunyaanku ini, sehingga dapat diketahui popularitas blog satu dengan yang lain, mau tahu blogku, ini lho.

Wiryanto Dewobroto Rank Page Rank Check Add to Technorati Favorites

Meskipun sudah diupayakan membahas bermacam-macam, tetapi ternyata ide/ komentar pembaca sangat bervariasi, sehingga sampai tidak tahu harus ditulis di bagian mana dari blog ini. Untuk menjawab permasalahan tersebut, saya mempersilahkan pembaca untuk menggunakan halaman ini, baik sekadar untuk basa-basi atau lainnya. Meskipun demikian, jika komentar tersebut sifatnya sementara, maka sedikit-demi sedikit nanti akan saya hapus. Biar tetap enak dibaca gitu lho. O ya, penting untuk diketahui bahwa aku tidak berjanji bisa menjawab semua pertanyaan yang ada.

Pertama-tama adalah bahwa semua komentar yang keluar pada blog ini pada prinsipnya telah aku baca karena harus melalui moderasi, mohon maaf terhadap komentar-komentar sampah, apalagi anonim, saya dengan tanpa berdosa akan menghapus dan tanpa pemberitahuan. Tahu sendiri khan, sampah khan memang harus dibuang. Kalau tidak, blog ini akan jadi tempat sampah. Masih banyak di luar sana, yang karena berpendapat bahwa kebebasan berpendapat adalah no.1 maka mereka tetap menampilkan komentar-komentar tersebut, yang menurut mereka bukan sampah. Mohon maaf kalau beda. :mrgreen:

Kedua, bahwa setiap komentar yang tampil di blog ini tidak mesti aku tanggapi. Menyadari bahwa sebagai seorang profesional, yang mana harus tahu apa yang dia tahu dan juga harus tahu apa yang dia tidak tahu, serta menyadari bahwa setiap manusia adalah tidak sempurna, sehingga sampai akhir hayat dikandung badan harus tetap mempunyai semangat belajar. Maka bagi komentar yang tidak dapat dijawab karena bukan kompetensiku. Akan kubiarkan saja, terbuka bagi yang lain. Kadang-kadang tidak se ekstrim itu, komentar yang dimaksud pada saat kubaca belum menarik, kalah menarik dengan komentar-komentar lain yang kadang-kadang datangnya pada saat bersamaan bisa puluhan, sehari terlupa maka biasanya terlantar. Mohon maaf atas kondisi seperti itu.

Ketiga, jadi bagi teman-teman yang kebetulan melihat ada komentar seperti itu dan merasa bahwa itu merupakan kompetensinya maka saya persilahkan untuk menanggapi. Kita disini semua adalah dengan motivasi untuk tumbuh, saling melengkapi satu sama lain, saling berbagi. Janga takut jika ada kesalahan, jika memang itu salah maka ada baiknya kita koreksi dan kita ambil hikmaknya karena tahu itu kesalahan dan yang mestinya akan mendapatkan yang benar. Itu harus kita syukuri dan itulah yang disebut pertumbuhan. Bahkan jika nanti ada pendapat yang salah dan ternyata itu memalukan bagi yang bersangkutan maka tidak segan-segan jika diminta maka komentar tersebut akan dihapus, atau minimal nama person yang bersangkutan diganti, agar topik yang dibahas tidak menyinggung pribadi tetapi kepada esensi yang menjadi permasalahan tersebut. Kadang-kadang belajar dari kesalahan adalah baik adanya sehingga tidak perlu harus mengalami sendiri.

Nggak ada gunanya menyatakan menang atau kalah, semuanya adalah bagi sesama, termasuk juga kita sendiri, yang pada akhirnya akan menunjukkan bahwa memang itulah kemuliaan-Nya.

Saya berharap, ini dapat menjadi ajang silahturahmi bersama.
Salam sejahtera semua.

O ya, tambahan yang aku temukan. Ternyata tulisan-tulisanku di sini di ulang tayangkan di beberapa agregat blog. Adapun lokasi-lokasi yang aku temui yang mencantumkan tulisan ini ada di :

& Komentar

246 tanggapan so far ↓

  • irma aswani // 20 Februari 2008 pada 15:01 | Balas

    Salam kenal Pak
    Sya irma dari makassar
    alumni sipil juga ceritanya
    kebetulan saya diminta bercerita ttg sloof beton dari pembebanan sampai penulangannya n perencanaannya.
    Mhon bantuan pak, ada filenya ga ya bisa di share.
    Sebelumnya makasih banyak

    Wir’s responds: udah tak tanggapi di sini.

  • heribertus // 22 Februari 2008 pada 04:15 | Balas

    Salam sejahtera buat bapak sekeluarga
    Saya heribertus dari pontianak, saya baru belajar n cuma tau cecuil tentang internet pak, n kebetulan saya kul di jurusan sipil n sekarang lagi nyelesaiin tugas akhir, sya ngambil penelitian tentang pondasi,dengan segala keterbatasan n kekuranga saya harap bapak bisa membantu saya dengan bahan sebagai tambahan referensi saya mohon bombingan ya………

    Wir’s responds: Tentang pondasi banyak koq dik, bahkan buku-bukunya juga. Hanya saja memang semua tersebar karena kiriman dari teman-teman anda juga.

  • hastomi // 22 Februari 2008 pada 23:42 | Balas

    salam kenal pak..
    saya mahasiswa teknik sipil semester 6,
    saya saat ini sedang mengambil mata kuliah perancangan struktur.
    yang saya mau tanyakan: peraturan pembebanan yang terbaru itu ada nggak ya pak? soalnya yang saya miliki saat ini adalah yang dari PU tahun 1987?
    terima kasih atas perhatiannya.

    Wir’s responds: kelihatannya demikian, bahkan yang sampulnya terlihat baru tetapi isinya masih sama dengan yang tahun 70-an. :mrgreen:

  • Setiyo Pramono // 25 Februari 2008 pada 02:08 | Balas

    Yth. Pak Wiryanto
    Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, bahwa saya seorang mahasiswa Jurusan Teknik Sipil & lingkungan Fak.Teknik UGM yang tinggal menyelesaikan tugas akhir.

    Di dalam menyelesaikan skripsi yang membahas tentang dermaga ini, saya menemui kesulitan tentang pemodelan konstruksi dermaga (proyek Pak Bambang Triatmodjo, dkk) dalam SAP 2000. Apakah asumsi jepit sampai tiang mulai tertanam dalam tanah, ataukah justru sampai kedalaman tiang pancang terakhir dlm tanah.

    Karena literatur yang membahas model SAP untuk tiang pancang dermaga ini sulit sekali ditemui.

    Terima kasih atas perhatiannya, kiranya Pak wiryanto berkenan membantu sesama alumni, Tks.

  • wir // 25 Februari 2008 pada 03:02 | Balas

    @Pramono
    salam kenal juga.
    Problem anda masuk dalam kategori soil-structure-interaction. Tanah yang mendukung pondasi harus dimodelkan, umumnya dapat dianggap sebagai spring-konstans (konstanta pegas).

    Berapa besarnya, lha inilah kesulitannya. Ini termasuk problem advance untuk dapat menetapkan parameter yang perlu dipakai sekaligus menginterprestasikan hasilnya secara benar.

    Kalau memodelkannya sih gampang, program SAP2000 dapat dengan mudah menginputkannya, tapi masalahnya adalah bahwa tanah kuat terhadap tekan tapi lemah terhadap tarik. Kira-kira begitu.

    Oya, kalau tidak salah permasalahan tersebut pernah dibukukan oleh Bowles, saya nggak punya sih, tapi pernah baca di Perpustakaan UNPAR, Bandung. Oya, kelihatannya sudah ada program komputer yang secara khusus menangani hal-hal seperti itu, misalnya Plaxis. Itu mungkin lebih mudah pengoperasiannya.

    Semoga membantu.

  • Bambang Ardiansyah // 25 Februari 2008 pada 13:20 | Balas

    Salam kenal Pak Wir. Saya alumni teknik sipil unv. Brawijaya Malang. Blog bapak berguna banget buat saya. Saya sedang mencari panduan tentang joint antara profil baja dengan abutment beton. Penjelasan di AISC third edition masih membingungkan buat saya. Mohon bantuannya. Terimakasih sebelumnya.

  • dian ardiyanto // 26 Februari 2008 pada 01:55 | Balas

    salam kenal bapak wiryanto.

    saya mahasiswa teknik sipil. saya sekarang sedang mengerjakan tugas akhir tentang potensi batuan kapur di daerah pesisir pantai utara untuk dijadikan pelabuhan atau semacamnya. kalau boleh saya minta bantuan bapak untuk mencarikan literatur yang tepat untuk mempelajari karakteristik batuan kapur tersebut.

    sebelumnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

  • victor // 26 Februari 2008 pada 13:44 | Balas

    salam jumpa pak wir, saya victor alumnus UKPetra SBY dan sekarang saya salah satu praktisi d bidang konstruksi. wah saya cukup senang ketika terhubung dengan blog bapak karena memuat banyak bahasan tentang dunia civil engineering dan juga memuat banyak file buku yang bisa di download untuk melegkapi pengetahuan saya. sebelumnya terima kasih buat blog yang bapak buat, ini sangat baik buat perkembangan Ilmu pengetahuan di Indonesia.

    satu pertanyaan pak:
    Bagaimana cara men-Download file-file yang ada di blog bapak ini? saya sudah coba download tetapi gak bisa! bgmana kalau saya diberitahu detail step by step untuk men-dowload file-file di blog bapak ini!

  • wir // 26 Februari 2008 pada 15:29 | Balas

    @Bambang Ardiansyah
    Jika anda bingung dengan AISC, ya jelas. Saya sendiri juga bingung dengan pertanyaan saudara ttg “joint antara profil baja dengan abutment beton”.

    Apa sebenarnya yang ingin ditanyakan, apakah baja dan abutment suatu kesatuan struktur, atau baja yang menumpu pada abutment. Ini sangat penting. Oleh karena itu perlu dilihat srategi analisis. Setelah tahu fungsinya, gampang itu dkembangkan detilnya.

    @dian ardiyanto
    kelihatannya kalau ditujukan ke saya pribadi salah tempat, saya jarang atau bahkan saat ini sudah lupa tentang masalah-masalah tanah. Apalagi jika tidak ada hubungannya dengan struktur. Kita tunggu teman pembaca lain yang bisa respons balik ya.

    @victor
    tentang cara down-load sendiri saya kira tida ada yang spesifik. Ingat link yang disini tidak hanya saya pribadi yang up-load ada juga teman lain. Tiap tempat yang jadi penyimpanan punya policy yang beda-beda.

  • irma aswani // 28 Februari 2008 pada 04:33 | Balas

    Salam sejahtera pak wir
    Apakabar ???
    Pak wir, sambung lagi yang tentang sloof yah. Boleh yah.. walau sepele kata pak wir..

    Kalo dengan sap 2000 kadang sy liat ada yang memasukkan sloof ke dalam gambar, dengan memikul beban sendiri dan beban dinding, setelah itu baru perletakan jepitnya.

    Tetapi ada pula yang setelah balok, langsung kolom terus perletakan jepitnya.

    Apakah ini yang bapak maksudkan tentang fungsi dari sloof itu sendiri yang berbeda-beda???

    Terus pak wir, kalo memang sloof adalah satu kesatuan dengan pondasi (dalam hal ini pondasi tiang pancang), jadi pada program SAP 2000, sloof tidak perlu digambar ??

    Mohon pencerahannya pak wir (he he)

    Wir’s responds : ya betul, memang seperti itu, fungsinya beda maka pemodelannya juga beda. Hanya ada yang saya ragukan dari pernyataan anda yaitu “perletakan jepit”. Asumsi seperti itu nggak gampang lho, mampukah berfungsi benar sebagai jepit (rotasi = 0). Mengapa tidak dijadikan sebagai tumpuan sendi aja. Wah kalau diterangkan, panjang ! Bisa jadi satu cerita lagi. Biar penasaran. :D

    Terima kasih

  • bagus // 29 Februari 2008 pada 15:00 | Balas

    Oke pak, mantap..

  • hermin // 1 Maret 2008 pada 05:18 | Balas

    pak….
    saya hermin…

    saya sedang mencari referensi mengenai precast.
    apakah bapak mempunyai file2 mengenai sambungannya?tapi yang bukan menggunakan corbel…..
    terimakasih…..

  • irma aswani // 1 Maret 2008 pada 11:14 | Balas

    pak wir berhasil buat saya penasaran… hahhahaha
    pak wir ada info ga bukunya yang sap 2000 kalo di makassar yang masih ada stoknya di toko mana ya??
    siapa tau bisa kasi infonya…
    ga apa2lah pak wir cerita ttg jepit n sendi…
    Demi kami di makassar…

  • wir // 1 Maret 2008 pada 12:29 | Balas

    @Bagus: trims dukungannya.

    @Hermin.
    Mencari referensi yang bukan corbel ?! . Apakah itu berarti hanya satu, dua atau tiga lembar begitu ?. Nggak mas Hermin, karena kemungkinannya banyak banget, sebanyak harapan anda. :D

    Ini tidak bercanda, topik precast/prestressed karena begitu banyaknya bahkan sanggup dibuat jurnalnya, yaitu PCI Journal.

    Oleh karena itu saya sarankan untuk bermain kesana, mereka menyediakan journal gratis, alamatnya di:

    http://www.pci.org/publications/journal/archive.cfm

    Tapi ingat, nanti kalau udah pinter, gantian ngasih ilmu ke sini ya.

    @Irma Aswani
    Wah cerita tentang jepit – sendi bagi sebagian orang mungkin terlalu diremehkan, bahkan nyeritainnya sih kaya dogma gitu. kalau ini mestinya ini, kalau nggak gini pasti salah.

    Kalau aku cerita, kalau nggak tuntas pasti bingung, karena jawabanku bisa-bisa begini. Itu tumpuan portal, dengan pondasi setempat, boleh aja didesain sebagai jepit, tapi kalau nggak suka boleh juga didesain sebagai sendi. Yang penting konsisten, he, he, he. Makin bingung khan. Ya seperti itulah aku cerita kemarin di seminar dan workshop SAP2000 di UPH. Untuk cerita itu aja perlu sekitar 90 halaman, kertas A4, satu spasi aja. Bayangin. :D

    Note: materi belum aku up-load karena akan dikembangkan jadi buku. Doain ya, sekolahku selesai dulu, nanti hal-hal seperti itu pasti produktif tinggi dan akan kubagi-bagi deh.

  • bank al // 2 Maret 2008 pada 05:42 | Balas

    Ternyata Mas Wiryanto Alumni UGM juga ya? Boleh saya agregasi blog-nya di http://kampung-ugm.org ?

    Wir’s responds: monggo mas, jika itu baik adanya.

  • Hermin // 3 Maret 2008 pada 12:33 | Balas

    iya pak. memang macam sambungannya ada banyak.saya sudah melihat beberapa referensi tapi foto2 di lapangan kurang (mungkin karna saya kurang jalan2)…..
    yang ada foto2nya sebagian besar corbel(salah satunya precast tangga yang bapak tunjukkan). atau karena itu yang paling sering digunakan di Indonesia?
    terimakasih….

  • agung dwi // 5 Maret 2008 pada 07:57 | Balas

    salam kenal sir..
    semoga Mr.wiryanto diberikan kesehatan&rahmat oleh Tuhan YME..saya pelaksana dibidang kontruksi yang masuk kategori pemula, karena saya baru lulus kuliah dan masih minim pengalaman..

    saya mau dibagi ilmu/buku pedoman mengenai cara menghitung/analisa biaya proyek(RAB) atau petunjuk dari Mr. Wiryanto tentang sofware yang membahas analisa RAB tsb..Hal ini sangat saya perlukan karena saya banyak meng-estimasi proyek2 besar yang ruwet , sehingga saya butuh metode perhitungan yang cepat dan akurat..tanks ya Mr,

    smoga Mr Wiryanto dapat membantu saya..Smoga sukses terus buat Mr,,

    Wir’s responds: sdr Agung, sayang sekali RAB tidak menjadi peminatan saya, sehingga saya juga tidak mengkoleksinya.

  • Stanley Sulistyono // 6 Maret 2008 pada 03:09 | Balas

    Salam Sejahtera Pak Wiryanto,

    Perkenalkan, nama saya Stanley Sulistyono alumni Teknik Sipil Unika Parahyangan dan Rekayasa Korosi ITB.

    Tahun 2003 saya membeli buku ini yang memberikan banyak ide untuk pembuatan program untuk menghitung sebaran potensial proteksi katodik pada baja tulangan (berdasarkan finite diference method) untuk thesis saya. Karena berpindah tempat tinggal (tahun 2005) bukunya hilang :( dan selama ini saya mencari-cari di toko-toko buku yang saya ketahui, namun tidak dapat menemukannya. Saya senang sekali menjumpai situs ini apalagi ketika melihat gambar cover berwarna pink dari buku Aplikasi Sain dan Teknik dengan Visual Basic 6.0 yang selama ini saya cari-cari.

    Pak Wir, bagaimana saya bisa mendapatkan buku ini? Terus terang, ide-ide yang bapak tulis sangat praktis, ringkas dan ampuh. Saya ingin sekali mendapatkan kembali hardcopy dari buku ini. Saya yakin cetakan ke-3 (apabila dipasarkan nanti) akan laris manis.

    Mengingat Bapak sebagai multi-talented person, saya yakin aktivitas Bapak sehari-hari amatlah padat, tapi sungguh-sungguh saya meminta bantuan/keterangan untuk mendapatkan buku ini. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    Selamat Paskah!

    Regards,
    Stanley Sulistyono

    Wir’s responds: terus terang senang sekali membaca surat sdr. Stanley, tapi mau dikata tentang cetakan ke-3 itu adalah hak penerbit (yang punya modal). Tergantung keyakinan mereka apa bisa kembali modal lagi atau nggak, karena bagi mereka lebih baik materi baru karena diyakin akan kembali modal lebih cepat.

    BTW tempo hari di gramedia Matraman saya masih melihat stock kalau nggak salah 10 buah, udah kesana belum. Itu saya lihat waktu pembukaan geray baru disana, ya satu bulan yang lalu.

  • ADI TRISWANDI,ST // 6 Maret 2008 pada 03:40 | Balas

    situs bapak sangat menarik, sangat membantu dunia engineering.
    Sukses selalu

  • gerardo sena // 6 Maret 2008 pada 21:25 | Balas

    gracias por compartir los manuales. la educación debe ser completamente gratuita y libre. solo un ignorante se puede llevar sus conocimientos a la tumba.

    thanks for share the handbooks. education most be free and gratuitous. just an ignorant could take its knowledge to the tomb

    gracias, desde argentina.

  • andy // 9 Maret 2008 pada 01:47 | Balas

    pak wir, masih ingat dengan saya? sekarang saya sudah lulus tinggal menunggu untuk yudisium dan wisuda. TAhun ini saya ada kemungkinan untuk mengambil gelar master, tapi saya bingung untuk memilih univ. Skripsi saya mengenai stuktur baja,kalau S2, di univ mana ya yg dosen-dosen bajanya bagus? Kalau di UGM bagaimana? S1 saya di UAJY.

  • wir // 9 Maret 2008 pada 02:24 | Balas

    sdr Andy
    Proficiat anda telah lulus, syukurlah.

    Bagus juga anda mau mengambil S2, di UGM ? Wah itu juga lebih baik, karena jika anda mengambil di tempat yang berbeda dari sewaktu mengambil S1 itu akan menambah wawasan dan juga kenalan. Ingat sekolah itu tidak hanya ilmu tetapi juga wawasan yang lain. Apalagi kalau bisa ke luar negeri sekalian, bahasa asing anda akan lebih di asah. Menurut saya itu lebih baik.

    Tentang struktur baja. Koq rasanya masih sulit yang untuk menentukan di univ mana jika bidang itu yang menjadi peminatan saudara. Terus terang disertasi saya juga ada kaitannya dengan struktur baja. Untuk memilih person yang senang ngulik baja aja rasanya nggak gampang. Jika waktu muda dulu saya berpendapat bahwa orang baja waktu itu adalah prof. Morisco dengan buku tabel bajanya, tetapi ternyata sekarang beliau lebih fokus ke bambu. Jadi siapa ya, saya sendiri juga kurang tahu.

    Tetapi karena yang nguji saya nanti (karena disertasinya tentang baja) harus tahu tentang baja maka akhirnya saya pilih pakar-pakar berikut yang saya anggap ahli baja di Indonesia (biar nanti nggak diragukan jika lulus), yaitu :
    * Dr.Ir. Muslinang Moestopo, (ITB) penggagas peraturan SNI baja.
    * Prof. Bambang Soeryoatmono, (UNPAR)
    * Prof. Sahari Besari (ITB)
    * Dr. Paulus Karta (UNPAR)

    Mereka-mereka saya anggap cukup kuat di baja. Jadi jika demikian UNPAR dan ITB. Itu setahu saya lho. O ya, kemarin dari lab struktur ITB, ketemu pak Burhan, nanya ahli baja selain pak Mus siapa ? Kata beliau prof Adang, tapi katanya sibuk sekali wakil rektor gitu. Jadi masih susah nyari orang baja di Indonesia, maksudku yang rutin penelitian dan nyebar ilmu dengan publikasinya. Kebanyakan kalau udah pegang baja dan pegang duitnya maka lupa bagi-bagi ilmunya. :D

  • iden wildensyah // 9 Maret 2008 pada 02:41 | Balas

    pak wir.. ada bahasan rangka atap baja ringan atau referensi buku lainnya yang membahas rangka atap baja ringan

    Wir’s responds: ada koq, lihat di halaman publikasiku, yaitu sewaktu ada lokakarya dosen baja di Udayana Bali, aku tulis bersama prof. Sahari (ITB) dan prof Bambang (Unpar).

  • anggie // 9 Maret 2008 pada 06:21 | Balas

    pak wir..
    lagi lagi salute nih..
    terima kasih yaa..
    terus membagi ilmu yaa..

  • Erick // 16 Maret 2008 pada 08:20 | Balas

    Salam pak wir,
    nama saya Erick, mahasiswa itb. Ada yang mau saya tanyakan negh pak, terkait pemodelan tulangan pada balok dan pelat.
    1. Bisa tidak saya menginput jumlah dan diameter tul untuk pemodelan balok dan pelat?
    2. Klo untuk tulangan sengkang di daerah sekitar kolom biasanya kan lebih rapat tulangannya, bisa tidak saya memodelkannya pada SAP?
    3. Pak, kapan negh keluarin buku untuk ETABS?? Kalau bisa pembahasannya sampai pada push over…..
    4. Ada tidak referensi buku untuk analisis push over?
    Ya, sekian dulu aj pak….Sukses slalu, GBU

  • wir // 17 Maret 2008 pada 01:32 | Balas

    @anggie: Trims ya.

    @Erick
    Bisa tapi secara manual begitu, tapi nggak terlalu signifikan hasilnya kenapa ? Karena analisis struktur pada program SAP2000 dan ETABS ditujukan pada analisis secara macro, dilihat secara keseluruhan, dimana elemen struktur disederhanakan menjadi element satu dimensi yaitu FRAME (untuk balok, kolom dan bracing), juga elemen dua dimensi yaitu SHELL untuk pelat, dinding dan cangkang.

    Jadi pemodelan macro bertujuan untuk melihat perilaku struktur secara macro. Itu cocok untuk bangunan sipil dan lain-lain yang besar.

    Jika anda tertarik untuk pemodelan yang micro, tentang efek penempatan tulangan dll, maka pakailah program micro, yang detail, misalnya program ABAQUS, ANSYS dll. Biasanya yang perlu ini orang mesin atau semacamnya gitu.

    Saat ini saya sedang riset pakai ABAQUS, pengalaman menunjukkan bahwa gampang-gampang susah, apalagi nyari orang yang bisa diajak diskusi secara detail. Ada sih, memang ada, tetapi melihat secara macro, dari luar. hanya membandingkan dengan fenomena nature-nya aja.

    Buku ETABS ? Dalam waktu dekat belum.

    Untuk push-over coba cari buku-buku dari FEMA, kalau nggak salah ada lho link-nya yang aku kasih dalam salah satu artikelku tentang gempa. Silahkan down-load disitu.

  • Erick // 17 Maret 2008 pada 12:23 | Balas

    wah, makasih y pak ud kasi input buat saya….
    nanti akan saya pelajari dulu…sukses deh buat pak wir…..GBU

  • Robby Permata // 28 Maret 2008 pada 07:40 | Balas

    P wir,
    karena di guestbook ini boleh sharing tentang apa saja, saya ada sedikit bahan diskusi nih..

    liat di sini :
    http://news.yahoo.com/s/afp/20080328/ennew_afp/usnetherlandsislamfilmpoliticsyoutube

    terus terang saya suka mual (sorry for the word..) liat banyaknya provokator yang kayaknya justru memanfaatkan perbedaan dan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. bukannya berkontribusi supaya keadaan menjadi lebih baik, eh malah hobi nya main api..
    pdhl jelas2 ada garis tegas antara ‘kebebasan berpendapat’ dengan ‘memprovokasi’ atau ‘menghina’.

    politisi Londo satu ini konon katanya hanya ingin mencari sensasi supaya menaikkan pamornya di panggung politik Belanda.

    kenapa saya angkat di sini? ya karena akhir2 ini di blog ini sering dibahas masalah sosial-kemasyarakatan..

    maaf jika kurang cocok, tapi terus terang saya sekarang lg punya banyak uneg2 soal hal ini, dan saya yakin dalam waktu yg tidak lama masalah ini akan menimbulkan ekses nya di Indonesia.. tentu kita semua mengharapkan kita tidak terprovokasi oleh Londo satu ini… Amien..

    -Rp-

  • leko // 28 Maret 2008 pada 07:47 | Balas

    Yth Pak Wiryanto

    Seneng sekali waktu bisa nemuin blog ini. Menambah wawasan dan ilmu.
    Perkenalkan saya leko, lulusan sipil UGM dan sma teladan juga.
    Sekarang makaryo di bumn tambang di sulawesi.

    Pak saya mau bertanya, saat ini kan yang banyak digunakan untuk menganalisa harga satuan pekerjaan adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan SNI.
    Apakah filenya bisa disharing?
    Susah sekali nyari yang bisa sharing.

    Terima kasih.
    luqman ea (leko)
    luqman.ea@antam.com

  • wir // 28 Maret 2008 pada 08:40 | Balas

    @Robby Permata
    Itulah hidup di dunia, yang kata orang rohaniawan adalah akibat dosa. Hal-hal seperti itu kelihatannya akan ada sampai akhir jaman. Sampai hari penghakiman akhir.

    Pernyataan tersebut rasanya cukup logis, bayangkan jika dengan yang namanya “demokrasi”, “kebebasan berpendapat” dll yang buatan manusia, lalu semua itu (kedengkian, iri hati, kejahatan dll) hilang sebelum kedatangan hakim agung. Lalu apa gunanya dong dia datang. Ha, ha, ha, …

    Oleh karena itu jangan terlalu dipikir serius, maksudnya jangan ditanggapi terlalu emosi. Karena kalau iya, maka tujuannya orang tersebut ya tercapai.

    Tunjukkan bahwa apa yang kita yakini adalah benar, jadi jika ada yang berbeda, seperti yang dituduhkan maka itu adalah perbuatan oknum.

    Jika bisa mengikuti pepatah : anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.

    Jika itu dituruti atau dilakukan semua pihak, maka rasanya orang tersebut juga akan kehabisan tenaga.

    Hanya memang, jika kita kurang mantap, lalu ada orang yang teriak-teriak, maka itu mengganggu, bahkan bisa menimbulkan keraguan. Jika yakin betul, rasanya itu nggak ada. Iya khan.

    @Leko
    kalau begitu sama-sama alumni jogja ya, salam kenal juga ya. Cukup banyak yang bertanya seperti anda, tetapi terus terang itu bukan bidang saya maka dari saya tidak ada. Mungkin teman lain yang punya, silahkan sharing.

  • Irwan Joe // 28 Maret 2008 pada 08:54 | Balas

    Pak Guru, mohon ijin menanggapi.
    @Lukman, analisa harga satuan (AHS) SNI yang sudah keluar hanya untuk gedung. Kalau Leko main di tambang, mungkin AHS pekerjaan galian dan dumpingnya tidak akan cocok. Karena SNI-nya untuk gedung, maka asumsinya access road-nya mudah. Kalau mau menggunakan SNI harus ditambah faktor remote-nya.

    Mudah-mudahan saya enggak salah mengerti maksud Leko.

  • andy // 29 Maret 2008 pada 15:08 | Balas

    Pak wir bisa jelasin cara desain pile cap ga pak ?

    Yang saya tahu dalam perencanaan tebal pile cap harus di check terhadap geser satu arah dan geser dua arah, saya pernah baca buku foundation engineering di situ ditulis bahwa tiang yang berada dalam zona bidang kritis baik untuk geser satu arah (d) atau geser dua arah (d/2) tidak perlu di cek karena dianggap tidak terjadi geser, kenapa bisa begitu ya pak ? saya coba cari penjelasan tetapi tidak ada, selain itu kalau di ACI tercantum yang namanya participating pile bahwa tiang yg langsung berada di as kolom dapat mereduksi axial kolom berikut jg untuk tiang yang berada dalam zona bidang kristis geser satu arah atau dua arah dapat digunakan untuk mereduksi axial kolom yang koefisien reduksinya dapat diinterpolasi nilainya berkisar antara 1(di as kolom) dan 0 (jarak d dari muka kolom), berarti ada 2 asumsi, pak diantara 2 asumsi itu mana yg benar ?

    Tolong dibantu pak,terima kasih & GBU

    salam

    Andy

  • dewa // 29 Maret 2008 pada 15:39 | Balas

    Maaf ya pak…
    itu Yesus bukan yesus..
    Tx

    Wir’s responds: yap betul. :D
    Semoga Tuhan Yesus memberkati.

  • Tutorial Jaringan Komputer // 31 Maret 2008 pada 12:01 | Balas

    Hmmm … situsnya bagus mas. Saya minta artikelnya untuk jadi referensi. :)

    Tutorial Jaringan Komputer

    http://www.networkandgame.890m.com

  • romy // 3 April 2008 pada 14:00 | Balas

    Dear pak wiryanto,

    terima kasih buat situs & buku2nya, sudah banyak membantu….

    Best regards

  • Achmad Basuki // 8 April 2008 pada 01:07 | Balas

    Pagi Pak Wir,
    Lho….ini lama kok nggak keluar ‘tulisannya atau komentarnya’. Padahal hampir tiap hari aku tunggu……..mungkin lagi sibuk ya Pak Wir.???

  • Hari Jonathan // 9 April 2008 pada 11:41 | Balas

    Salam kenal Pak Wir, habis blogflying dan terdampar disini nih. Ternyata sebuah blog yang menarik. Mohon ijin link keblog bapak ya …

    Salam,
    http://harijonathan.wordpress.com

  • wir // 10 April 2008 pada 00:15 | Balas

    @Romy: trims
    @Achmad Basuki: sejak jumat tgl 4-6 ke jogja ada lelayu, tgl 7 pagi baru sampai jakarta, langsung kerja kena macet karena jembatan 3 tol di perbaiki. Tapi posting di perjalanan khan udah ditampilkan. Trims ya dibantu mbaca blog ini setiap harinya.
    @Hari Jonathan: akan di link, monggo-monggo nggak perlu ijin segala. Pokoknya yang di blog ini sudah free of charge, apalagi jika itu untuk maksud kebaikan. :D

  • Ruslin // 10 April 2008 pada 07:31 | Balas

    Pak Wir dan rekan2 lainnya,

    Selamat kenalan Pak Wir dan rekan2 lainnya.

    Saya mohon bantuannya, saya pernah mendesign struktur baja Tower cellular baik 3 kaki maupun 4 kaki dengan menggunakan StaadPro 2004.

    Untuk menghitung Sidesway maupun Twist di puncak tower saya mengikuti contoh perhitungan yang dibuat orang lain. Saya ingin mengetahui dimana saya bisa lihat atau baca rumus2 tersebut.

    Thanks sebelumnya.

    Ruslin

  • kevlannietzsche // 16 April 2008 pada 12:24 | Balas

    salam kenal pak wiryanto,,, selamat berjuang memajukan teknologi bangsa Indonesia untuk kemuliaan bersama…..

  • wir // 16 April 2008 pada 12:48 | Balas

    @ruslin, salam kenal juga.
    Akan lebih baik jika anda mengikuti spesifikasi yang diminta, misalnya mengikuti suatu code tertentu yang ditetapkan oleh owner. Itu khususnya untuk menetapkan kondisi beban yang harus diperhitungkan. Adapun analisis strukturnya saya kira nggak ada yang khusus, umumnya masih mengandalkan analisis elastis-linier.

    Untuk desain, juga mestinya bisa mengacu ke code yang sudah ada, yang umumnya sudah built-in dengan program-program terkenal.

    @sdr kevl
    salam kenal,
    terima kasih jika tulisan-tulisan saya bisa dikategorikan sebagai perjuangan memajukan teknologi bangsa ini dan bahkan untuk kemuliaan bersama.

    Karena selama ini saya hanya menulis, apa-apa yang saya pahami (subyektif) , dan apa-apa yang membuat saya senang saja. :P

  • badaruddin // 17 April 2008 pada 00:09 | Balas

    @ruslin,

    sedikit menambahkan kalau untuk perhitungan struktur tower anda bisa merefer ke TIA-222 yang rerbaru kalau tidak salah rev-G.

    salam
    badar

  • Agaton // 17 April 2008 pada 04:55 | Balas

    pa wir, saya mau nanya kalo perhitungan rangka atap baja atau kayu kalo menggunakan softare sap2000 atau sejenisnya baiknya pakai model struktur truss atau space frame

    Wirs’ responds: ini jawabanku.

  • henceu // 22 April 2008 pada 06:26 | Balas

    salam kenal pak wiryanto…

  • J. Wiryanto // 25 April 2008 pada 18:11 | Balas

    Great Pak Wir..
    hobby bapak banyak menambah wawasan,
    kebeneran nama kita sama ya.. he3
    Salam pak

    Wir’s responds: nama Wiryanto adalah pemberian kakek kami (begitu kata bapak saya) yang artinya suka berkarya serta mendapat banyak berkat (kawiryan). Sedangkan dewobroto adalah nama resi bisma pada pewayangan mahabrata yang artinya ksatriya utama, yang mampu memegang janji, dan tak akan mati sebelum dia mau akan kematian tersebut.

  • wikan // 7 Mei 2008 pada 02:13 | Balas

    mohon informasi apakah ada kursus atau work shop mengenai desain struktur beton bertulang, perencanaan bangunan tahan gempa dan desain struktur baja memakai sni yang baru di tempat bapak, terima kasih atas informasinya

  • phiequn // 8 Mei 2008 pada 07:05 | Balas

    Numpang lewat mas..

    Info bagi adik-adik pengen sekolah gratis disini infonya http://infostan.wordpress.com/

    thanks mas.. Salam kenal.. ^^

  • phiequn // 8 Mei 2008 pada 07:09 | Balas

    Maaf.. Bukan mas.. Tapi pak..

    Maaf ya pak wir.. :-)

    “ilmu disebarkan, indonesia jaya”

  • Denny Chandra // 8 Mei 2008 pada 10:07 | Balas

    Pak Wir,

    Puji syukur kpd Tuhan YME, karena masih diberikan seseorang yang mau menyisihkan sebagian dari pengetahuannya untuk kepentingan yang sangat luas.

    Trims Pak Wir, this blog just help me so much. GBU always.

    Regards,
    Denny Chandra

    Wir’s responds: syukurlah pak jika berguna, ini media untuk saling share aja koq pak. :)

  • bagus-sipil // 19 Mei 2008 pada 06:56 | Balas

    pak, apakah metode direct displacement dari perumusan priestley bisa diaplikasikan ke steel structure?terutama untuk pengecekan target displacement dan daktilitasnya.mohon bantuannya.trims

  • Hadi // 23 Mei 2008 pada 04:12 | Balas

    Salam kenal pak…. Saya hadi.
    Saya senang sekali bisa menemukan situs seperti ini yang mau bagi-bagi buku gratis yang sangat sarat ilmu.

    Kalo ada saya boleh minta gak buat yang punya perhitungan ilmu gaya ( Mekanika Tekhnik ) untuk menghitung berapa beban sebuah balok dengan berat “x” pada titik “n”. Titik “n” sejauh “y” dari ujung balok. Saya sangat berterima kasih seandainya ada yang mau membantu saya. Thx’s.

  • efrin // 24 Mei 2008 pada 12:13 | Balas

    salam kenal pak,
    saya sangat kagum pada bapak…dari blog bapak ini saya bisa lebih tahu tentang dunia sipil, sehingga dunia ketekniksipilan saya bertambah dan juga dari buku – buku bapak.

    Perkenalkan saya Efrin mahasiswa teknik sipil UNDIP …
    begini pak, saya dan teman2 berencana untuk membuat seminar dan saya ingin sekali bapak dapat mengisi dan membagi ilmu secara langsung ke mahasiswa UNDIP, untuk itu boleh tidak saya meminta CP (contak person) bapak yang bisa saya hubungi.

    Terima kasih banyak atas perhatian dan semoga bapak bisa membantu.

  • wir // 24 Mei 2008 pada 12:27 | Balas

    salam kenal juga sdr. Efrin,

    Saya mendukung rencana anda, jika perlu saya akan membantu. Moga-moga waktunya tidak bentrok.

    Untuk contact person, silahkan kirim via email :

    w i r (at) c e n t r i n (dot) n e t (dot) i d

    Moga-moga dapat terealisir rencananya.

  • petrus // 2 Juni 2008 pada 12:54 | Balas

    Mas Wir, apa kabar? kaget saya ketika lg browsing ketemon blog sampeyan, kalo masih ingat saya petrus ugm 84, pernah juga bareng di wiratman

    Wir’s responds: Ha, ha, ha Petrus, sudah lama banget kita nggak ketemu ya. Aku jelas masih ingat, sama adik kelas yang IPK-nya hebat ini. Sekarang kamu bos di mana ? Nggak ngira ya aku sekarang jadi guru. Aku juga nggak ngira tuh. Padahal dulu yang namanya nulis karangan, wah malesnya kayak begitu. Tetapi sekarang, sehari aja tanganku nggak ngetik keyboard, jadi gimana gitu.

    Masih di bidang konstruksi nggak ? Eh, temanmu yang kurus itu yang sama-sama PT.W&A waktu itu(aduh koq lupa namanya), dimana ?

  • Andika // 3 Juni 2008 pada 04:26 | Balas

    Selamat siang Pak….

    Perkenalkan saya Andika dari Teknik Sipil UGM. Saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir dengan tema fondasi tiang. Dalam suatu buku saya pernah membaca tentang rumus Kisocon. Namun ketika saya cari2 untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang Kisocon itu saya mengalami kesulitan. Apakah Bapak dapat memberikan informasi tentang Kisocon ini??
    Terima kasih Pak..

    Sukses selalu untuk Bapak.

  • petrus // 3 Juni 2008 pada 06:06 | Balas

    namanya si Au alias Rosdy. As for me sekarang baru mau usaha sendiri, detailnya nanti lah kita bicara di private email. Sejak kapan sampeyan tertarik di dunia pendidikan? sudah doktor pula, wah…wah…aku bangga lho, dosen dan temen2 kita jg udah ada yg jadi profesor, bangga tenan aku mas…

  • iden wildensyah // 5 Juni 2008 pada 13:32 | Balas

    selamat malam pak.

    perkenalkan saya iden wildensyah, alumni teknik sipil UPI bandung, kini mahasiswa magister ilmu lingkungan UNPAD, bekerja di konstruksi rangka atap baja ringan.

    karena blog pak wir adalah rekomendasi terbaik bagi pencari info tentang dunia teknik sipil, saya minta ijin mentautkan blog pak wir di blog atapbaja.blogspot.com

    atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih

    salam hangat
    Iden Wildensyah

    Wir’s responds: Silahkan mas Iden, tapi saya nulisnya apa saja lho, nggak cuma bidang engineering. Biar nggak bosen.

  • Willyam // 9 Juni 2008 pada 14:46 | Balas

    Salam kenal Pak Wir….!
    Sudah lama saya membaca artikel dan beberapa buku yang bapak buat, saya kagum dan ingin seperti bahkan melewati Bapak, hehehehe..!

    Saya, mahasiswa (semester akhir) jurusan Teknik Sipil Fatek UNSRAT dan sekarang sementara menyusun skripsi menggunakan VB6 (saya terinspirasi dari salah satu buku bapak, hehehe)

    Saya punya masalah dalam membuat gambar atau model dari struktur 3 dimensi(3d), masalahnya : dalam VB6, perintah untuk membuat gambar object.line (x1,y1)-(x2,y2), trus bagaimana dengan koordinat z? Karena untuk membuat gambar 3d saya menggunakan sistim sumbu koordinat cartesius (x,y,z), hampir sama dengan SAP 2000, namun sumbu y menyatakan tinggi bangunan.

    Saya pernah coba dengan cara :
    x = x + z*cos(30*phi/180)
    y = y +z*sin(30*phi/180)
    (sudut 30, menurut saya perspektifnya bagus)

    Namun mengikuti (lebih tepat nyontek, hehehe) dari salah satu buku bapak menggunakan objek checklist (untuk menampilkan nomor join), hasilnya gambar 3d tersebut makin lama makin mengecil. Pernah saya hilangkan rumus z*sin(30*phi/180) atau z*cos(30*phi/180), namun hasilnya jadi gambar 2d dan gambarnya tetap tidak berubah bila saya aktifkan objek cheklist (nomor join).

    Jadi menurut saya penggunaan rumus diatas tidak cocok, dan saya kehabisan akal (sebenarnya sudah malas, hehehe) untuk memikirkan cara lain, apa lagi jadwal penyusunan skripsi saya udah mau habis (hikz, hikz..), dan lewat ini saya mencoba bertanya kepada Pak Wir, siapa tahu bapak mempunyai cara lain

    Jadi, dengan fasilitas blog ini, saya menceritakan kisah (kelam) saya, dan kiranya bapak mau memberikan beberapa petunjuk…..!

    Ok deh, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih banyak.

    Viva Civil Engineering………!

  • wir // 9 Juni 2008 pada 15:19 | Balas

    @Willyam
    Pertanyaan anda jadi membuat saya tertarik ngulik VB yang sudah saya simpan lama. Untunglah nggak jadi. Kenapa. Karena saya sedang konsentrasi mempelejari kasus dengan program FEM lain yang cukup berat.

    Oleh karena itu saya jawab dari ingatan saya aja ya.

    Tentang perintah object.line (x1,y1)-(x2,y2), itu adalah perintah untuk menggambar di bidang layar, 2D. Jadi meskipun anda mau bikin gambar 3D maka karena layarnya 2D harus tetap pakai perintah itu.

    Oleh karena itu anda harus mentrasformasi dulu koordinat 3D menjadi koordinat 2D, untuk itu perlu perhitungan matrik transformasi. Cobalah cari buku-buku matrik tentang trasformasi tersebut atau carilah buku computer grafik.

    OK.

  • Bayu // 9 Juni 2008 pada 17:42 | Balas

    Selamat malem Pak Wir , apa kabar
    Wah saya senang sekali rasanya bisa mengunjungi website Bapak kenapa kok saya ga dtg dr dulu-dulu… he.. he…

    Perkenalkan Pak saya Bayu alumni Fakultas Teknik Sipil UNS

    Sekarang bekerja di sebuah perusahan Developer. Saya sudah beberapa kali menggunakan program SAP2000 untuk memodelkan bangunan bangunan sipil seperti Dinding Penahan Tanah dan Pagar Pembatas Cluster, namun saya mengalami masalah ketika mencoba untuk memodelkan struktur yang agak lebih rumit seperti Bangunan Rumah Tinggal 2 lantai dengan 3 dimensi yang mana selalu saya menjumpai beberapa elemen balok dalam model saya menampilkan pesan berwarna merah ( Pembesian Tulangan Lentur Keluar tetapi gesernya OS# dan untuk itu ukuran balok diperbesar sampai elemen tsb berwarna hijau. Namun ukuran balok menjadi terlalu besar sehingga melebihi rasio Tinggi balok/ panjang bentang yang umum.) setelah saya chek ternyata disitu Torsinya besar. Dan setelah membaca buku Buku Bapak ternyata Property data bisa dirubah dengan maksud utk mendekati hasil perhitungan dengan metode Cross.

    Pak Wir apakah boleh apabila Torsional Constand-nya saya perkecil atau saya jadikan 0 sekalian ?

    Mohon tanggapan Bapak.

  • Hendra Hadyanto // 11 Juni 2008 pada 01:57 | Balas

    Salam kenal Pak Wir
    Perkenalkan nama saya Hendra,saya mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mulawarman Samarinda Kalimantan Timur. Saat ini saya sedang menpersiapkan untuk penyusunan Tugas Akhir saya pak,rencananya saya hendak mengambil tentang penelitian beton adapun judul yang akan saya teliti yaitu “Studi Penelitian Kekuatan Beton Bertulang Terhadap Kebakaran Dengan Menggunakan Bahan Dasar Yang Ada Di Samarinda”. NAmun saya mengalami kesulitan dalam mencari referensi dan metode pengujian di lab nya terutama mengenai referensi kekuatan beton terhadap api dan tata cara pelaksanaan pengujiannya di lab. Saya coba cari di SKSNI tapi tidak ketemu pak,mungkin pak Wir bisa bantu saya dan memberikan masukan kepada saya pak mengenai Tugas Akhir saya tersebut. Mohin tanggapan Bapak.
    Atas perhatian dan kesediaan bapak saya ucapkan Terima Kasih.

  • wir // 11 Juni 2008 pada 02:36 | Balas

    @Bayu
    Program SAP2000 tidak ubahnya seperti penyelesaian dengan metode Cross atau Slope-Deflection, dimana hasilnya perlu disesuaikan dengan keperluan kita. Dia hanya sebagai alat bantu, jangan langsung percaya atau pasrah kepadanya.

    Oleh karena itu saya sarankan belajarlah secara komprehensif memakai SAP2000 sekaligus memahami analisa struktur, logikanya begitu maksudnya. Itulah mengapa di buku saya, ketika membahas desain balok maka saya memulai dari pembebanan , bending-momen-diagramnya, yang dikerjakan secara manual baru setelah itu pemakaian program SAP-nya. Jelas materi di buku saya berbeda, karena ditujukan dengan strategi pembelajaran menjadi engineer, buku-buku lain hanya melatih anda menjadi operator program SAP.

    Tentang manipulasi konstanta torsi pada balok, maka saya persilahkan untuk belajar lagi tentang torsi pada beton bertulang. Bacalah buku-buku McGregor, disana akan dikenalkan dengan (1) torsi yang timbul akibat kondisi keseimbangan; dan (2) torsi yang timbul akibat kondisi compatibilitas. Itu dua hal yang berbeda, strategi penanganannya juga berbeda. Jadi nggak semata-mata main ubah aja.

    Ingat apa yang kita lakukan pada suatu kasus rekayasa pasti ada falsafah dibelakangnya. Tugas engineer adalah memahami falsafah tersebut dan melihatnya dipakai dalam kasus nyata. Jika hanya tukang, yang penting dikerjain, persis dengan sebelumnya dan dilihat hasilnya, jika belum berhasil, ambil contoh lain, di coba-coba.

    Silahkan pilih, anda mau jadi engineer atau jadi tukang.

    @Hendra Hadyanto
    Pertanyaan anda tentang skripsi perlu saya tanya balik. apakah ini berupa (1) studi literatur; (2) studi kasus (3) uji eksperimental.

    Pemilihan dari ke tiga topik tersebut tentu akan berbeda No.1 jelas memerlukan literatur yang komprehensif, sedang no.2 tentu perlu dokumentasi data yang lengkap, ditambah juga beberapa literatur yang mendukung (nggak selengkap yang pertama). Sedang yang ketiga, eksperiment, selama dukungan dana mencukupi maka persiapannya akan lebih mudah. Kenapa. Karena kita bisa tentukan sendiri variabel-variabel yang akan diteliti.

    Paling penting, anda harus mendefinisikan masalahnya apa. Dari masalah yang ada, cari tahu apa yang pernah dikerjakan orang terhadap masalah tersebut. kalau bisa tertulis. dst.

    Ok, pokoknya begitu. Sepintas lalu judul anda terlalu luas, beton itu apa, kolom atau balok atau pelat atau bagaimana. Itu gedung atau struktur yang lain. Kecuali jika itu studi kasus, maka topik tersebut tidak sederhana.

  • marhendra // 11 Juni 2008 pada 03:16 | Balas

    Saya disuruh membuat tulisan mengenai beton oleh atasan saya, berhubung kesulitan mencari referensi nya, coba saya tanyakan ke bapak. Yang mau saya tanyakan, Apa / dimana saja perbedaan karakteristik beton menurut PBI’71 dan SNI. Sebelumnya terima kasih.

  • Bayu // 12 Juni 2008 pada 11:08 | Balas

    Terima kasih atas sarannya Pak Wir… ..keliatannya susah ya tapi oke lah saya ikuti sarannya mudah-mudahan nanti saya bisa paham. tentu saja mau jadi engineer pak…..
    he… he…

  • wongkeban // 14 Juni 2008 pada 16:38 | Balas

    Maaf, boleh tau caranya ngisiin halaman baru gak, coz saya sudah buat halaman baru tapi gak ada isinya. setiap kali buat post baru gak pernah masuk ke halaman yang aku tuju. :) makasih tuk bantuannya

  • tirtaamijaya // 15 Juni 2008 pada 15:28 | Balas

    Pak Wiryanto Dewobroto…Salam Kenal..

    Hari ini Minggu tagl 15 Juni 2008 saya iseng buka internet di laptop saya dirumah, karena waktu saya agak kosong…asalnya sih cuma mau moderasi posting yang masuk blog saya dan mau masukan tulisan saya yang terakhir …

    Tapi tahu tahu saya iseng cari informasi tentang kasus Blue Energy nya Joko S yang diduga menipu banyak pihak termasuk SBY…lalu mampirlah ke blog bapak dengan artikel Mistery Blue Energy….

    Asyik juga bacanya, saya jadi mendapatkan banyak informasi tentang kasus B.E…

    Saya iseng masuk ke bagian About…Wah saya kagum ternyata bapak seorang Dosen Insinyur Tenik Sipil di UPH Tanggerang…dulu anak saya pernah kuliah disana selama 1 tahun sebelum berangkat sekolah ke Australia….

    Blog nya hebat sekali, diakses ribuan klik tiap hari…salut, hebat…

    Saya bloger pemula, situs saya hanya didatangi sekitar 300-500 klik setiap hari…

    Sekian dulu…salam kenal..

  • wir // 16 Juni 2008 pada 01:13 | Balas

    Yth. Bapak Nurhana Tirtaamijaya,

    Suatu kehormatan sekali Bapak berkunjung ke blog saya ini. Itu saya ketahui setelah saya juga berkunjung balik ke blog Bapak.

    Terus terang saya kagum dengan prestasi yang Bapak share ke publik via blog tersebut. Meskipun latar belakang Bapak militer dan juga muslim, tetapi setelah membaca tulisan-tulisannya, saya sebagai rakyat merasa ‘terlindung’.

    Perkenankan blog Bapak saya tempatkan secara khusus di link Inspirator, agar juga menginspirasi untuk berprestasi bagi engineer-enginer sebagaimana Bapak berprestasi di bidang militer.

    Saya yakin, jika banyak pemimpin-pemimpin negeri ini mempunyai ‘keyakinan’ dan ’sikap’ seperti yang Bapak berikan, saya yakin Indonesia menjadi negeri yang melindungin dan mensejahterakan rakyatnya.

    Salam hormat

    Wiryanto Dewobroto
    Juga ingin seperti Bapak di lingkungan engineer.

  • Julianto Prasetio // 21 Juni 2008 pada 03:07 | Balas

    Dear Wiryanto,

    Sori numpang lewat. Kita sedang ramai2 mendata ulang kontak alumni Teladan 83. Dari kelas P4 salah satu yg belum terlacak adalah Wahyu Sambiono. Aris Priatno habis memberi info bahwa dia bekerja (atau pernah bekerja) di Wirataman & Associates.

    Kalau betul Wahyu “Zombie” Sambiono P4 (Sipil ITB) kerja di Wiratman, apa Wiryanto bisa bantu menelusur atau memberi no kontak relasi yg ada di Wiratman untuk nguber?

    Tks,
    Cungi

    Wir’s responds:
    Ana sing menehi, mugo-mugo bener. Ini informasinya

    Wahyu Slamet Sambiono
    wahyu.ss@wiratman.co.id

    PT Wiratman & Associates
    Graha Simatupang
    TB. Simatupang, Kav.38
    Jakarta, Indonesia 12540
    Tel: (62-21) 781-7777 (Hunting)
    Fax: (62-21) 782-9370

  • Armen Adekristi // 30 Juni 2008 pada 06:33 | Balas

    Salam kenal, nama saya Armen Adekristi. Blog ini saya rasakan sangat bermanfaat dalam memperdalam dunia ketekniksipilan maupun mengikuti isu lain yang tengah berkembang.
    Pak Wir, saya mau numpang bertanya mengenai perilaku transfer energi gempa pada joint batang menerus dan mengenai reversal moment pada joint akibat gempa. Barangkali ada referensi atau Bapak dapat menjelaskan via blog/email.

    Trims

  • Kurniawan Agung Santoso // 3 Juli 2008 pada 04:04 | Balas

    Yth. Bpk Wiryanto

    Perkenalkan, saya lulusan teknik sipil UGM, sebelumnya juga sekolah di SMU 1 Teladan Jogja. Jadi saya punya 2 almamater yang sama dengan Bpk namun beda generasi hehe.
    Saya sangat terbantu dengan materi teknik sipil yang ada di blog ini.
    Saat ini saya sedang melakukan penilaian kinerja beberapa konsultan dan kontraktor yang bekerja sama dengan perusahaan tempat saya bekerja. Nah saya belum menemukan metode penilaian yang tepat dan objektif untuk memutuskan “raport” konsultan dan kontraktor tersebut.
    Apakah ada peraturan (code) tertentu atau buku yang membahas tentang penilaian tersebut?
    Terimakasih

    +agsan+
    Civilisme ‘01
    KATY’01 Teladan jayamahe

  • arief // 9 Juli 2008 pada 09:52 | Balas

    pak Wir…
    Mohon bantuannya Pak.
    Saya sekarang merencanakan menyusun skripsi tentang desain dinding geser.
    Yang saya ingin tanyakan, bagaimana cara pendistribusian gaya lateral gempa bila dinding geser tersebut direncanakan menahan gaya gempa.
    Karena gempa juga akan berpengaruh terhadap portal secara keseluruhan, bagaimana Pak Wir?
    Mungkin Bapak bisa memberi tahu referensi yang dapat saya gunakan.
    Terima Kasih Pak…

    Wir’s responds: silahkan di mulai dari Concrete Structure-nya Park dan Paulay, juga murid-muridnya. Saya kira materinya sudah cukup matang (lama).

  • Yusuf // 10 Juli 2008 pada 01:42 | Balas

    Mohon ijin untuk memuat artikel anda
    http://wiryanto.wordpress.com/2007/06/07/keselamatan-kerja-konstruksi/

    di http://www.portalk3.info

    Wir’s responds: Selama mencantumkan “nama penulis” silahkan mas, nggak perlu ijin-ijin. Artikel di blog ini memang untuk dibaca semua orang. Bahkan saya berterima kasih atas usaha menyebar-luaskannya. Salam. WD

  • Michael // 17 Juli 2008 pada 02:01 | Balas

    Yth. Bp.Wiryanto
    Saya tertarik dengan forum yang bapak bina ini.
    Mohon petunjuk berdasarkan pengalaman bapak dan secara teori.
    1. Dalam pelaksanaan pemancangan untuk struktur jembatan, apa yang harus kita laksanakan untuk melindungi struktur jembatan yang ada disampingnya (existing) yang sudah ada sebelumnya.
    2. Mohon saran juga apabila akibat dari pemancangan tersebut terjadi penurunan terhadap struktur yg sdh ada, apa yang harus kita lakukan.
    3. Mohon petunjuk mengenai pelaksanaan loading test untuk tiang pancang dan bore pile

    Mohon Petunjuk Bapak.
    Terima Kasih

  • evan // 22 Juli 2008 pada 02:21 | Balas

    Pak Iskandar saya butuh sekali bantuan bapak, Sabtu ( 12 Juli 200 saya baru saja seminar judul TA namun ditolak oleh penguji dan diberi waktu sampai tanggal 25 Juli Untuk perbaikannya .
    kesalahan fatal karena saya belum terlalu paham apa itu metode line chart /line skedul/line of balance.
    saya saya mengharapkan bantuannya karena ini adalah tahun terakhir saya di kampus.
    kalau boleh saya bertanya sedetilnya :

    1. Tujuan Metode Line chart ini apa?
    2. Langkah kerjanya bagaimana ?
    3. data-data apa saja yang dibutuhkan untuk mengolah LIne chart ini

    dari yang saya buat sebelumnya : saya menampilkan data-data kemajuan proyek per minggu lalu saya tampilkan dalam grafik eksel ( itu saja)
    HARUSNYA bagaimana Pak?

    NB:
    1. Dosen Pembimbing saya tidak paham metode ini ( saya disuruh mandiri)
    2. Buku referensi yang bapak kasih belum saya temukan ( saya hanya mengandalkan skripsi yg judulnya mirip eh ternyata skripsinya itu banyak perbaikan)

    Saya saya berterima kasih jika bapak memberi jawabannya

    Evan

    0815 3287 1323

    ———–
    Tolong Bantuanya Pak ..

  • Nugraha Purwosunu // 3 Agustus 2008 pada 05:26 | Balas

    Salam kenal Pak Wir.

    Saya sangat menggemari tulisan2 bapak yang berbobot tapi mudah dicerna. Saya adalah engineer struktur yang bekerja di kontraktor BUMN Indonesia yang sedang turut serta dalam pembangunan gedung-gedung tinggi di Dubai dan Abu Dhabi, UAE. Kami kebetulan juga insya alloh akan mendapat banyak pekerjaan di sini.

    Doakan kami Pak Wir, supaya lebih banyak lagi engineer Indonesia yang berkibar di timur tengah sehingga Indonesia tidak hanya terkenal sebagai pengirim TKI tangguh, namun juga engineer-engineer sipil hebat dan berbakat seperti teman-teman ..

    Terima kasih.

  • wir // 3 Agustus 2008 pada 08:05 | Balas

    @Michael
    Saya kira tepatnya ini disebut blog, bukan forum. Karena tidak setiap komentar yang masuk saya approve, khususnya yang sara. Kalau forum mungkin lebih bebas iya khan.

    Tentang pemancangan yang berdekatan dengan struktur didekatnya, maka perlu dipelajari bagaimana kondisi struktur didekatnya tersebut. Jika anda mancang, dan struktur didekatnya pakai pondasi dangkal, maka banyak kemungkinan terpengaruh. Apalagi kalau ada heave (tanah terangkat). Itu bisa dikurangi jika dilakukan pre-boring terlebih dahulu sampai kedalaman tertentu. Jika struktur didekatnya relatif mahal, maka perlu dilakukan monitor displacement untuk setiap kondisi pelaksanaan sehingga dapat dihindari kerusakan yang lebih parah. Saya kira cara ini cukup banyak dilakukan pada pemancangan di dekat bangunan-bangunan bersejarah.

    Efek pemancangan pada umumnya akan menimbulkan heave, tanah terangkat. Kalau bangunan mengalami penurunan, kenapa ya. Biasanya karena efek dewatering, itupun kalau pondasinya dangkal. Kalau menyebabkan keretakan sih, ya pasti karena getarannya. Itu diantisipasi dengan pondasi bor.

    @Evan
    anda bertanya tentang manajeman konstruksi, maka itu berarti saya seperti halnya dosen pembimbing anda, yaitu tidak paham metode itu. :(

    @Nugraha Purwosunu,
    Wah profisiat, sekarang engineeri-engineer kita sudah berani GO Internasional. Agar dapat menjadi motivasi bagi engineer lainnya, saya berharap sdr Nugraha dapat bersharing pengalaman, foto-fotonya khususnya. Sehingga rekan-rekan di tanah air tahu bahwa engineer kita juga LAKU di luar.

    Kita bersama berdoa, semoga anda dapat semakin sukses dan akhirnya berimbas untuk mengajak teman-teman engineer muda lainnya mengikutinya. Amin.

  • istiyanto // 4 Agustus 2008 pada 13:00 | Balas

    salam kenal

  • Irfan // 5 Agustus 2008 pada 10:34 | Balas

    Selamat Sore,
    Pak wir salam kenal.
    Saya adalah mahasiswa teknik sipil Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, NAD, semester 8 bidang struktur.
    Pak wir, saat ini saya sedang mempersiapkan untuk mulai membuat tugas akhir. dari diskusi dengan beberapa dosen dan teman, saya berencana mengambil tema Perencanaan Jembatan Baja.
    ini didasari dengan pada semester lalu saya mengikuti Kerja Praktek, atau juga dikenal dengan Praktek Kerja Lapangan, pada proyek Jembatan Baja di Aceh yang dikerjakan oleh PT. Wika atas bantuan dana USAID.
    Karena alasan tersebut, maka saya berencana mengambil judul Alternative Design Jembatan Baaja tersebut.
    namun kesulitan yang umum dialami oleh mahasiswa yang baru akan mengambil Tugas Akhir adalah kebingungan ‘how to start?’, dan itu juga terjadi pada saya selain juga dengan bahan-bahan yang akan menjadi resensi untuk tugas akhir tersebut.
    Dalam kesempatan ini sudi kiranya bapak berbaagi dengan saya dan memberikan informasi mengenai bahan resensi tugas akhir saya.
    kalau bapak berkenan sudi kiranya bapak mengirimkan ke email saya di irfan_miha@yahoo.com
    sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang Pak Wir berikan.

  • San // 7 Agustus 2008 pada 15:03 | Balas

    salam kenal pak. http://gurumuda.wordpress.com

    Wir’s responds: salam kenal juga San, lagi belajar di jogja ya. Enak khan. Itu kota masa kecilku. Sukses ya. GBU.

  • marganda // 8 Agustus 2008 pada 03:34 | Balas

    Selamat pagi pak..
    saya mau tanya nih tentang aplikasi geostudio 2004, bagaimana caranya memplot koodinat di geostudio 2004 ?? sebab data yang ad dalam bentuk dxf/dwg , saya sudah ekstrak dalam bentuk x,y ( format excell) . Sebab 1 minggu saya menganalisa penampang ( cross secton ) sebanyak 10 buah, 1cross section = 150 titik yang harus di plot.

    tks
    marganda

  • herman // 8 Agustus 2008 pada 08:15 | Balas

    salam kenal … pak
    memang nggak gampang ngeblog … apalagi nggak bisa jadi moderator seperti aku .. tapi ngeliat statistik diatas jadi semangat .. penting gak penting aku terus menulis ….

  • Susanto // 12 Agustus 2008 pada 23:14 | Balas

    Pak Wir, saya ini seorang mahasiswa teknik sipil semester akhir yang sedang skripsi. Langsung aja ya Pak. Masalah saya itu begini lho Pak Wir, kalau kita melakukan analisis statik pushover pada ETABS, kita kan bisa mendapatkan performance point, yakni: (Teff, Beff), (Sa, Sd), (V, D). Masalahnya performance point itu kan didapat setelah struktur kita dianalisa. Bisa nggak ya kita mengestimasi nilai Beff di awal sekali kita mendesain, sehingga saya bisa mendapatkan respon spektrum inelastis dari respon spektrum elastis yang ada di SNI 03-1726. Dengan cara yang ada di ATC 40, kita kan bisa mereduksi respon spektrum elastis menjadi inelastis, yaitu dengan memperhitungkan damping struktur pada saat keadaan nonlinear (Beff). Jadi, kalau Beff bisa diprediksi di awal kan bagus sekali Pak.

    Thanks a lot ya Pak atas masukannya

  • Adi Wijaya // 15 Agustus 2008 pada 15:34 | Balas

    nah, ini dy kayanya tempat yang tepat bwt curhat, klo keterusan takut mengacaukan thread nya…

    maaf pak, mungkin banyak komentar-komentar saya sebelumnya terlalu pakai hati, cause banyak hal yang terjadi sejak 2 tahun lalu kami ikutan kontes tersebut.

    saat mengetahui bahwa tahun ini bapak ikut serta menjadi tim juri terus terang, saya dan teman-teman merasa senang karena ada orang baru yang mungkin akan menjadi pencerahan dalam sistem secara keseluruhan.

    mungkin yang terjadi selama ini hanya kesalahpahaman dan miskomunikasi, dan mungkin itulah penyebab utama, karena ide-ide dari dewan juri yang tak tersampaikan kepada peserta dengan baik dan lengkap.

    kasus tahun lalu adalah adanya kesalahan pengumuman pemenang kategori jembatan tercepat,yang pada saat pengumuman diberikan kepada tim yang bahkan tidak dapat merampungkan pengerjaan jembatannya dalam waktu yang telah disediakan. (akhirnya dapat dimaklumi karena pada akhirnya juri meralat hasil penjurian tersebut)

    dan tahun ini, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, adalah permasalahan siapakah yang akan diputuskan untuk menjadi juara umum. mungkin tidak akan timbul permasalahan apabila dari tidak ada statement dalam TM yang menjelaskan bahwa juara umum adalah dari kategori jembatan baja.teman-teman dari tim lain pun menanyakan hal ini kepada tim dewan juri, dan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

    sebenarnya kesalahan-kesalahan penjurian tersebut adalah hal-hal kecil yang tak perlu terjadi, yang dapat mengaburkan penilaian para peserta terhadap kualitas penyelenggaraan even itu sendiri (yang sudah cukup memuaskan).

    wish a better condition next year.

    bagaimanapun juga,terima kasih atas kesediaan bapak untuk terus memberikan respon terhadap keluh kesah saya dan temen2 (walaupun mungkin komentar kami sangat menyebalkan, hahahaha)
    terima kasih juga, karena mengingatkan posisi saya (yang baru sebagai calon sarjana), pelajaran attitude (untuk komentar2 saya yang memalukan),
    dan untuk blog ini yang sangat bermanfaat buat saya dan teman-teman. :)

    Best Regards,

    Wir’s responds: moga-moga adanya penulis atau blogger yang menjadi JURI pada KJI ini dapat mengurangi atau menjembatani miskomunikasi di atas. Tentu saja itu perlu dukungan dari anda-anda juga untuk memberi masukan dan diskusi yang saling membangun. Semoga.

  • Budi Utama // 30 Agustus 2008 pada 21:28 | Balas

    Salam persahabatan selalu untuk P. Steffie, Fau, Budi Hartono, Nana, P Robert, P Yusuf, Irwan, Hui, Handoko, Lani, Yunus, Irawan, Stefanus, Ferrie, Irawan, Hanan, Harsono, Wiryanto, Charna, Delyon and ex PTW- Best regards-Budi Utama

    Wir’s responds:
    Hallo senior, untung tempo hari ketemu dengan anda sehingga sekarang dengan yang namanya struktur baja bukan sesuatu yang menakutkan lagi. Ingat nggak masa-masa dulu, waktu itu saya stress diplonco oleh Mr. Araki, bayangkan struktur sederhana atap ATD Plaza aja disuruh robah berkali-kali, untung ada pakarnya yang back-up :) . Kalau nggak, bisa-bisa ngacir dari dunia engineering. :(

    Sekarang masing bergulat di engineering ?

  • Agus Setiyawan // 1 September 2008 pada 01:57 | Balas

    Program PROMO (Beli SATU Dapat TIGA Topik, Dalam Dua CD)

    Jika anda membeli CD Presentasi ISO. K3, 5S dll anda bisa mendapatkan pula CD Database Alamat Perusahaan dan CD Sukses Melamar Kerja.

    Segera dan Terbatas.

    Perihal: CD Presentasi New Version 697MB/573Files (ISO, 5S, GMP, SM-K3, Hospital, Plastics,Sanitation Dan HVAC)

    Jika perusahaan Anda memiliki kebutuhan yang berkaitan dengan ISO (International Standard Organization), 5S (Dasar dasar tentang Rapi, Bersih dan Tertata), GMP (Good Manufacturing Practice), SM-K3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Hospital, Plastics (Dasar dasar Plastics), Sanitation (Kebersihan Sebenarnya) dan HVAC (Penyediaan AC Central yang Memenuhi Standard); akan tetapi mungkin perusahaan dimana Anda bekerja memiliki budget yang terbatas, waktu yang sempit, dan berbagai kendala faktor lainnya untuk mengikuti seminar atau training dengan topik tersebut di atas yang rata-rata kisaran harganya 1,5 – 2,5 juta per orang.

    Maka berikut ini adalah salah satu solusi terbaik yaitu kumpulan presentasi untuk kebutuhan perusahaan Anda atau bahkan untuk Anda pribadi yang dikemas dalam 1 (satu) CD yang berisi 697 MB/573 Files. Dengan isi sebagai berikut, dengan format semuanya powerpoint :

    I. 5S-5R-5P :
    1. Peningkatan Kualitas
    2. 5S5K di Progress
    3. 5S TPM Activity
    4. 5S Modul
    5. 5S PRODUKTIVITAS, KETENAGAKERJAAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
    6. 5S Training Modul
    7. Penerapan 5S
    8. Presentasi 5S
    9. Sosialisasi Lomba 5S
    10. Tatapan yang Baik

    II. CPOB-GMP :
    1. Contoh Pemahaman Global
    2. Gbr Cuci Tangan
    3. GMP Training
    4. Pelatihan Internal Auditor CPOB
    5. Training GMP K3 & SMK3

    III. Hospital :
    1. Bumi 2070 Tanpa Air
    2. Contoh Kasus AIDS
    3. HIVAIDS serta Dimensi Gender
    4. Keracunan Makanan (Trainee Vendor)
    5. Konseling Dan Tes Sukarela
    6. Pengatahuan Dasar HIV AIDS
    7. Pest Control Pabrik
    8. Pestisida
    9. Pocari
    10. Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS
    11. Prosedur K3 Khusus HIV AIDS
    12. Terapi Cairan Rasional
    13. Terapi Cairan untuk Anak

    IV. HVAC :
    1. Clean Room Seminar-Training
    2. Clean Room Std
    3. HVAC & CR Air Filtration
    4. HVAC Concept & Design for Cleanroom
    5. Introduction to LPM & CF
    6. Why Air Filter

    V. ISO 9001 :
    1. Audit Internal_Trainer
    2. ISO Presentation umum
    3. Ketentuan Penggandaan dokumen
    4. M7-Risk-Analysis-FMEA-HACCP
    5. MANAJEMEN PERSEDIAAN
    6. Materi Internal Audit 19011
    7. Pengenalan ISO 9001 & Dokumentasi
    8. Presentasi ISO 9001-2000
    9. Presentasi SNI 19-9001-2000
    10. Process FMEA
    11. Strategi Manajemen Pembelian dan Supply Chain

    VI. ISO 14001 :
    1. 1400 Certification
    2. Hazard Communication
    3. Internal Audit Training
    4. ISO 14001
    5. ISO 14001- OHSAS – SMK3 – Audit modifikasi
    6. OGSM pelatihan ISO 14001
    7. OHSAS 18000
    8. Pelatihan Internal Auditor
    9. Penanganan Limbah B3
    10. Pencapaian PROPER New
    11. Pengelolaan LK3
    12. Perbandingan Penawaran ISO 14001 2004

    VII. Others :
    Sebagai bonus (pengetahuan ringan), terdiri lebih dari 30 files

    VIII. Plastics :
    1. 2_Elements of the mold
    2. Applications
    3. Basic Design Issues With Copolyesters
    4. Basic Molding Issues With Copolyesters
    5. Chem Eng Plastic
    6. EBM Mkt Tech Presentation
    7. ESPBU General
    8. General Medical
    9. Hot & Cold Runner
    10. Keys to Successful Molding
    11. MOLDING
    12. MOULD MATERIAL DOLPHIN

    IX. Sanitation :
    1. Calmic & sanitact product
    2. Discreet presentation
    3. Food Medixair
    4. Initial Healthcare
    5. Medical – Medixair
    6. Presentation DCM
    7. Presentation for Caltex
    8. SARS For Medixair

    X. SM-K3 :
    1. 18001_OHSAS
    2. Acccident & Behaviour
    3. B-3 Training
    4. Bapedalda Emisi B3
    5. Biomechanics of Spine
    6. Defensif Driving
    7. Drive Safe1
    8. ERGONOMI
    9. Evaluasi Potensi Bahaya
    10. FIRE PROTECTION FACILITIES
    11. Fire Safety Management
    12. H 2 S
    13. Handling B-3
    14. Hazard Communication ( MSDS )
    15. Identifikasi Bahaya
    16. IR Inspection
    17. Irish Towtruckteam
    18. K3 di Industri Farmasi
    19. K3 Listrik
    20. Kesalahan Dalam Bekerja
    21. Keselamatan & keamanan kerja
    22. Konsep Emergency Response
    23. Modul A-02 Proteksi Bahaya Peledakan
    24. Modul A-03 Sistem Pengendalian Asap
    25. Modul A-06A Pengujian Sifat Bahan
    26. Modul A-08 Evaluasi Sistem Proteksi Kebakaran
    27. Modul A-09 Performance Based Design
    28. Modul AK3 Pengenalan SMK3___slide_6_20
    29. Modul Forklift Linde Yang Rusak
    30. Organisasi Tanggap Darurat
    31. P2K3
    32. Paradigma Baru Safety
    33. Pelatihan Anggota BK-3 MODIFIKASI
    34. Pencapaian Proper New
    35. PENGOLAHAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
    36. Perilaku Manusia Menghadapi Kebakaran
    37. POLWIL Malang
    38. Presentasi PENANGANAN BAHAN BERBAHAYA1
    39. Presentation Penyebab kecelakaan
    40. Prinsip-Prinsip Ergonomi
    41. Refresh K3L (Sifht Paradigm)
    42. Rencana Tanggap Darurat
    43. Rapat Tinjauan Management SMK3 & ISO
    44. Safety Training for family
    45. Seminar_safety
    46. Sistem Pelaporan Kecelakaan
    47. Sistem Pengawasan K3
    48. SMK3 – Manajemen Resiko (IBPR)
    49. Tabrakan Forklift
    50. OHSM (Fenomena Kebakaran)
    51. OHSM _Accident & Insident Investigation
    52. Upaya Management K-3

    Khusus bagi yang berminat kami menawarkan untuk mengirimkan 1 keping CD tersebut, dengan menggantikan biaya pembuatan dan biaya pengiriman (khusus untuk pulau Jawa) dengan biaya sejumlah Rp. 125.000,- (#seratus dua puluh lima ribu rupiah#) included, sedangkan untuk diluar pulau Jawa dengan biaya sejumlah Rp. 175.000,- (#seratus tujuh puluh lima puluh ribu rupiah#) included

    Bila bapak ibu telah melakukan transfer dari bank dibawah ini : Sebagai alternatif Bank, kami sampaikan 3 alternatif yang bisa dipilih salah satu untuk memudahkan dalam transfernya :

    1. Buku : Tabungan Mandiri,
    Kantor Cabang : Surabaya, Gentengkali,
    Nama : Silvia Eko Srisetiyoningsih,
    No. Rekening : 141 000 456 8127

    2. Buku : Tahapan BCA,
    No. Rekening : 331 020 8018,
    KCP : Jl. Ahmad Yani No. 183, Blimbing – Malang,
    Atas Nama : Silvia Eko Srisetiyoningsih.

    3. Buku : Tabungan Syariah Plus, BNI 46 Syariah,
    Kacab Syariah Malang : Jaksa Agung Suprapto,
    No. Rekening : 01 2501 4127,
    Atas Nama : Agus Setiyawan Mulyono

    Mohon untuk segera mengirimkan data alamat selengkap lengkapnya dan nama yang tercantum direkening yang melakukan transfer (untuk memudahkan kami dalam tracingnya di internet banking), sms ke 081 333 841183 atau ke email : piranhamasgroup@gmail.com. Demikian yang kami sampaikan, semoga bisa memberikan manfaat dan menjadikan ilmu yang berguna. Terima kasih banyak, dan sekali lagi mohon maaf bila tidak berkenan.

    Hormat Kami,
    INDEPENDENT “TRAINING-DEVELOPING-
    CONSULTING”
    Agus Setiyawan
    http://www.piranhamas.wordpress.com, piranhamasgroup@gmail.com
    HP : 081 333 841183, 0341 54 55330

    Bonusnya : CD Alamat Perusahaan yang sudah dikategorikan untuk seluruh Indonesia (yang biasa kami jual Rp. 350.000,-) dan CD Interaktif Sukses Melamar Kerja (yang bia sa kami jual Rp. 50.000,-). Jadi anda bisa menghemat Rp. 400.000,-

  • andreas andryanto // 5 September 2008 pada 13:40 | Balas

    selamat malam Pak, salam kenal.

    Nama saya Andreas Andryanto mahasiswa teknik mesin 2004 univesitas lampung. Saya ingin bertanya apakah Bapak mempunyai informasi / buku tutorial ANSYS 10? Saya bermaksud menggunakannya untuk simulasi komposit eksperimen saya tehadap ketahanan ombak. Terima kasih. GBU.

    Wir’s responds: saya nggak punya mas.

  • bramantha // 6 September 2008 pada 03:19 | Balas

    selamat pagi pak Wiryanto Dewobroto,

    salam kenal, saya mahasiswa teknik sipil.
    saya mau mempelajari manajemen bekisting dan scafolding, apakah bapak punya referensi buku ubtuk bacaan?

    terima kasih.

  • cenya95 // 8 September 2008 pada 08:45 | Balas

    Salam kenal, pak
    mo banyak belajar dengan bapak
    terima kasih

  • bukhori // 9 September 2008 pada 18:03 | Balas

    pak, njenengan sungguh luar biasa, tapi bisakah bapak membantu saya, saya kuliah 4 th D3 ga lulus-lus .pripun niki ?

    Wir’s responds: Nggih gampil.
    Padosi ndisik masalahe.
    - mboten wonten biaya
    - mboten wonten wedal dingge sinau
    - mboten dong-dong sing di sinau
    - mboten seneng kalih materine
    nopo pripun.

    Nek sampun dipun damel daftar masalah-masalahipun, lajeng dipun padosi strateginipun. Mekaten.

  • fachrur // 13 September 2008 pada 04:16 | Balas

    hallo mpak wir,

    bapak punya gak standar nasional/internasioanl untuk keamanan para pekerja bangunan.
    karena saya agak susah untuk dapetin standar2 tsb.
    kali aja pak wir atau teman2 yang lain punya bisa bagi-bagi
    thnks ya…

    Wir’s responds:
    kalau standar SII koq saya belum punya, tapi silahkan ini ada Australian Standar. Siapa tahu berguna, cukup lengkap koq. Ini link-nya :
    http://www.ascc.gov.au/ascc/AboutUs/Publications/NationalStandards/ListofNationalStandards.htm

  • delila pramana // 16 September 2008 pada 02:56 | Balas

    salam kenal pak . . .
    Pak, aku mo nanya tentang analisa harga satuan pekerjaan boring tanah untuk pemasangan kabel dalam tanah.
    Thanks ya…….

  • Dat // 23 September 2008 pada 03:44 | Balas

    Pak Wir, Saya Datyo-Malang, arsitek yang kesasar di pekerjaan sipil. mohon informasi apakah ada cara lain untuk perbaikan tanah lunak (SPT =0 sampai kedalaman 13m), selain menggunakan sistem Prefabricated Vertical drain ? yaitu perbaikan tanah dengan cara preloading (percepatan penurunan). Saat ini saya sedang melakukan perbaikan tanah di maspion manyar gresik dibantu oleh pak Sia Khaij Tjwan (mungkin bapak kenal). Cuma biaya untuk ini sangat mahal. Sehingga saya perlu memikirkan alternatif yang lain. Mohon informasi. Maaf kalau merepotkan.

  • Agustina // 25 September 2008 pada 07:22 | Balas

    Pak.. beberapa tahun lalu saya mengunjungi web Bapak ini. dan sekarang baru saya kunjungi lagi.. dan saya sangat kagum dengan Bapak.

    Banyak hal yang bisa saya dapat dari sini, terutama ilmu-ilmu di dunia keteknikan (sipil). Bahkan sekarang bisa share ilmu di web Bapak. Mulai saya kuliah sampai saya sekarang bekerja.. banyak sekali manfaatnya buat saya.

    Terimakasih Pak..

  • andreas andryanto // 28 September 2008 pada 17:10 | Balas

    malam pak, mau tanya lagi nih.. Bapak punya llyold register gak? Trims..

  • iqbal // 7 Oktober 2008 pada 00:29 | Balas

    pak wir bisa bantu saya referensi perancangan gempa untuk tangki air tidak??? Atw ada dari teman-teman yang punya ebook ttg perancangan tangki air prategang khususnya tentang peraturan-peraturan yang ada??? terima kasih banyak pak wir…

  • siput // 18 Oktober 2008 pada 09:06 | Balas

    Halo pak wir, dulu waktu kuliah sering bgt bacain blog bapak, amat bermanfaat… (pa lg pas bikin skripsi). skrg udah krj donk di konsultan.

    eh pak, saya fans nya bapak lho.. kemaren pas di seminar HAKI beberapa waktu lalu mo minta tanda tangan bapak, tp saya ga bawa buku karangan bapa… he3… (mungkin lain kali – ga norak kan pak?)

    btw thx buat code2 nya dan wawasannya jg..
    Gb

    Wir’s responds: Norak ?
    Ah nggak koq, itu khan karena adanya hukum ketertarikan (Law of Attraction) – tentang adanya kekuatan alam yang menarik semua pikiran manusia dan yang mengembalikannya kepada orang-orang yang memiliki pikiran sama atau yang saling membutuhkan satu sama lainnya – dikelola oleh alam dengan kekuatan yang dahyat. Sekaligus mengagumkan. (Tut Sayogya 2008)

  • Aloysius Arjito Fajar // 23 Oktober 2008 pada 07:31 | Balas

    Halo pak wir salam perkenalan, nama saya arjito fajar mahasiswa ITS Surabaya…

    Pak wir saya mau menanyakan tentang flat plate (pelat datar ), apakah saya bisa mendapatkan referensi dari bapak karena agak susah mencari referensi flat plate.

    Saya juga menayakan apakah flat plate efektif jika dibangun pada zona gempa tinggi 5 dan 6, meski dengan menggunakan sistem flat plate-shear wall. Setahu saya flat plate kuat terhadap beban gravitasi tetapi lemah terhadap gaya geser.

    Saya juga mau menanyakan berapa bentang efektif antar kolom pada flat plate dan tebal minimum plat.

    Sekian pak wir, mohon atas referensinya..Salam dari kami semua mahasiswa ITS buat bapak..Terima kasih

    Wir’s responds: sdr arjito,
    tentang flat plate silahkan baca manual program SAFE, disitu ada contoh-contoh perhitungan untuk flat plate dan perbandingan hasilnya antara cara manual dan komputer. Lalu baca Bibliografi-nya (pustakanya).

    Buku “Reinforced Concrete-mechanic and design”, dari mcGregor juga memuat contoh perhitungan flat-plate cukup lengkap. Saya yakin buku tersebut ada di perpustakaan ITS, itu khan buku wajib ahli struktur beton.

    Tentang pengaruhnya terhadap gempa. Sumbangan kekakuan terhadap beban lateral relatif kecil bahkan tidak memadai untuk bangunan tinggi, jadi atap flat-plate perlu sistem struktur penahan lateral tersendiri, bisa portal khusus atau shear wall. Tentang kaitannya dengan geser, itu karena beban vertikal lho. Memang sih, flate plate untuk bentang yang lebih besar maka akan kalah pada kapasitas gesernya, sehingga jika perlu ada penebalan pelat disekitar kolom. Jadi flat-slab.

    Tentang bentang efektif pada metode Direct Design Method dan Portal Equivalent sudah diberi petunjuk, seberapa besar lebar efektif yang bekerja sebagai jalur kolom dan jalur tengah. Kedua cara itu ada di bukunya McGregor, juga tercantum di SNI meskipun tidak lengkap.

    Ok, gitu dulu. Salam juga utk mhs ITS di Surabaya, kelihatannya udara di sana semakin panas aja ya.

  • z03r4 // 27 Oktober 2008 pada 03:52 | Balas

    Pak Wiryanto…
    Saya tertarik untuk membeli buku Bapak yang berjudul “Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000″, namun saya ingin melakukan payment dengan menggunakan Paypal. Apakah Bapak menerima metoda pembayaran tersebut?

    Mohon diinformasikan ke alamat email saya ( z03r4@yahoo.com ) segera.

    Terima kasih atas perhatiannya.

    Salam,
    Dewy Azura

    Wir’s responds: mohon maaf mbak Dewy, saya belum melayani bisnis yang dimaksud. Sampai hari ini masih sebatas pengarang saja, untuk buku yang bersangkutan mohon langsung ke toko buku atau penerbit. Tetapi sebagai gambaran, kemarin ke Gramedia Matraman, semua buku karangan saya sudah tidak ada di stock yang dipaparkan komputer. Padahal buku yang dimaksud sudah cetak ke-2. Apakah itu berarti sudah ludes atau masih ada, saya persilahkan kontak lansung ke penerbitnya.
    Salam
    WD

  • donaldessenst // 7 November 2008 pada 04:22 | Balas

    Pak Wir, saya titip alamat blog saya pak hehe. Baru belajar ngeblog nih.

    http://donaldessen.wordpress.com/

  • Taufik // 7 November 2008 pada 10:43 | Balas

    Sore Mr Wiryanto..boleh numpang nanya..?
    saya menemukan suatu kasus dimana ada sebuah gedung yang
    > sudah berumur +/-20 tahun, terjadi penurunan/lendutan pada tengah balok
    > tepat di atas entrance(pintu masuknya). agar pintu tetap bisa digunakan maka
    > setiap kali pintunya seret (pintu kaca) maka mereka (pemilik
    > gedung) membobok sisi bawah balok/bagian yang melendut tersebut sampai
    > sekarang sudah terlihat tulangannya. memang bentang antar kolomnya sangat
    > besar.
    > Nah ,kira2 ada suggest pak? terlebih lagi ada rencana untuk merubah
    > fasade bangunan tersebut (pakai curtain wall)… terima kasih
    >
    > taufik

  • r-son // 9 November 2008 pada 15:03 | Balas

    Selamat malam Pak Wir….
    Salam kenal. Saya ertson, domisili di Papua Barat. Sering surfing di blog Bapak, tapi baru pertama kali ini ngisi comment/reply.

    Saya ada pertanyaan Pak, ttg metode konstruksi top-down (or top-bottom?). Sebenarnya ide dasarnya apa? prinsip kerjanya bagaimana ya? Hal-2 yang harus diperhatikan sebelum, saat dan setelah pelaksanaannya apa saja? Yang terakhir, apa metode ini sudah harus dipertimbangkan sejak tahap pre design Pak? Maksudnya apakah metode ini mempengaruhi perhitungan structurenya?

    Terima kasih banyak sebelumnya untuk pencerahannya.

    God Bless

    Wir’s responds: apa betul yang dimaksud adalah pelaksanaan bangunan basement ?
    Karena di Jakarta itu dikaitkan dengan proses pelaksanaan bangunan tersebut. Artinya proses galian dilakukan setelah bagian atas di laksanakan terlebih dahulu. Ide dasarnya adalah karena dinding penahan tanah (retaining wall) – nya tinggi sehingga konsep kantilever nggak bisa dipakai. Jadi jika lantai atas bisa dibangun terlebih dahulu maka dianya bisa jadi horizontal strutting. Gitu kira-kira idenya.

  • r-son // 10 November 2008 pada 15:27 | Balas

    Malam Sir..
    hmm…. what a short explanation. Lg fokus ke tempat lain yah Pak? :) )

    Terima kasih banyak untuk jawabannya Pak Wir.

    God Bless

  • Mey // 12 November 2008 pada 14:54 | Balas

    malam pak wir..
    nama saya meyriana mahasiswa UNTAR. saya sedang membuat skripsi mengenai pushover tapi menemui masalah.

    Saya ingin bertanya, apa beda dalam analisis pushover dengan menggunakan SAP dan ETABS dengan pemodelan struktur yang sama? dan bedanya dalam desain struktur baja?

    Dan setelah memperoleh hasil pushover, sampai mana batasan dalam menentukan dmax di ambang keruntuhan untuk memperoleh faktor reduksi gempa R = dmax/dy x 1,6 ?
    Dan pada saat saya merencanakan struktur bangunan dengan R = 8,5, ternyata hasil analisis pushover memperoleh R < 8,5, bagaimana menurut bapak? apa tindakan lebih lanjut?

    daktilitas untuk bangunan dengan shear wall apakah selalu lebih kecil dari pada daktilitas dengan open frame? mungkin ga lebih besar? kenapa?
    Bagaimana menurut bapak?
    terima kasih atas tanggapannya.

  • donaldessen // 14 November 2008 pada 14:55 | Balas

    Saya bantu pak Wir tapi kao salah diralat saja pak.

    @ Meyriana

    Saya ingin bertanya, apa beda dalam analisis pushover dengan menggunakan SAP dan ETABS dengan pemodelan struktur yang sama? dan bedanya dalam desain struktur baja?

    Harusnya sama Mey karena yang buat sama dan post processor designnya juga sama. Kalau memang beda kemungkinan karena ada parameter design yang kita input berbeda dalam kedua program.

    Dan setelah memperoleh hasil pushover, sampai mana batasan dalam menentukan dmax di ambang keruntuhan untuk memperoleh faktor reduksi gempa R = dmax/dy x 1,6 ?

    batas ambang keruntuhan ini sebetulnya tergantung kriteria keruntuhan yang kita inginkan. Nah kalau kita belajar struktur tahan gempa kan pada dasarnya adalah pembentukan sendi plastis pada lokasi2 yang sudah kita rencanakan untuk disipasi energi. Jadi dmax tentu saja adalah displacement dimana “semua” sendi plastis yang kita inginkan sudah tercapai sedangkan dy itu displacement saat sendi plastis “pertama” terjadi.

    Dan pada saat saya merencanakan struktur bangunan dengan R = 8,5, ternyata hasil analisis pushover memperoleh R < 8,5, bagaimana mnurut bapak? apa tindakan lebih lanjut?

    daktilitas untuk bangunan dengan shear wall apakah selalu lebih kecil dari pada daktilitas dengan open frame? mungkin ga lebih besar? kenpa?

    Ini saya nyerah :) …tapi kalau boleh pake intuisi kalau kamu rencanakan struktur tahan gempa dengan R = 8.5 terus di desain dan kemudian di pushover ternyata R < 8.5 kemungkinan model sendi plastis (moment-rotasi atau moment- kurvatur) kamu kurang tepat dan juga ada sendi plastis terjadi dikolom, asumsi saya kamu mendesain special moment frame ya. Kurang tau juga ya hubungan Rstruktur dengan Rmember, yang pasti shearwall, kolom memiliki daktilitas lebih rendah dari balok karena adanya gaya aksial.

    Kalau ngomong soal daktilitas lebih besar atau lebih kecil secara konsep dalam artian keduanya didesain fully ductile ya daktilitas open frame akan lebih besar dari shearwall tapi kalau ngomong kondisi riil ya bisa aja daktilitas shear wall lebih besar kalau open frame tidak didetail untuk kondisi inelastik sesuai aturan dan persyaratan yang ada.

    Semoga membantu.

    Wir’s responds: trim dibantu menjawab. Lama nggak nongol. ;)

  • Erwin Lim // 15 November 2008 pada 02:31 | Balas

    @Meyriana…

    ini sumbangan saya,kalo salah, mohon dikoreksi aja sama yang ahlinya ^_^

    Kalo menggunakan SAP untuk menjalankan pushover analysis, sendi plastis harus di-defined per member, sedangkan kalo menggunakan ETABS, setelah memasukkan tulangan ke dalam software, ETABS bisa menghitung sendiri properties sendi plastis nya

    Bagaimana caranya men-define properties sendi plastis ? dengan berdasarkan diagram moment-curvature yang didapat dari analisis penampang (sectional analysis). Ada bbrp software yang bisa digunakan untuk ini, seperti Response 2000 (free) dan XTRACT (ada versi educational nya selama 30 hari). Untuk XTRACT, software ini bisa juga memperhitungkan efek kekangan pada penampang (confinement effect).

    Bagaimana hubungan antara Rmaterial vs Rmember vs Rstruktur ?
    Pada level material, setiap material mempunyai hubungan tegangan-regangannya sendiri. Sehingga Rmaterial bisa di-define sbg ratio antara regangan ultimit terhadap regangan leleh.

    Sekarang, mari kita naik ke level member. Hubungan tegangan regangan ini lah yang menjadi dasar dalam analisa penampang. Dalam analisa penampang (untuk mendapatkan diagram moment-curvature misalnya), untuk setiap step, dimana distribusi regangan sudah diasumsikan terlebih dahulu, maka distribusi tegangannya bisa diketahui dengan hubungan tegangan regangan material yang sudah ada. Dengan demikian, diagram moment-curvature yang lengkap bisa didapatkan. Di sisi lain, analisis struktur tiap member memberikan diagram moment. Dengan berdasarkan moment-curvature diagram yang sudah kita dapatkan, kita bisa menggambar diagram curvature untuk member yang bersangkutan. Dengan moment-area method, kita bisa convert diagram curvature ini menjadi lendutan. Dengan demikian, Rmember bisa didapatkan.

    Mari kita naik ke level struktur, untuk mengetahui daktilitas struktur, biasanya digunakan lah pushover analysis. Yang perlu diperhatikan saya rasa ialah bagaimana mendefinisikan properties sendi plastis itu sendiri ke dalam software. Singkatnya, setelah di-run akan didapatkan berbagai kurva yang bisa digunakan sesuai kebutuhan ^_^

    untuk lebih kurangnya, saya mohon petunjuknya

    salam,

  • wir // 15 November 2008 pada 03:26 | Balas

    @Meyriana…
    trim untuk jawaban sdr Donaldessen dan sdr Erwin, keduanya pada prinsipnya sama, jika mas Donald melihat secara global (umum), mas Erwin melihat secara detail.

    sekarang saya mencoba menjawab yang ini

    daktilitas untuk bangunan dengan shear wall apakah selalu lebih kecil dari pada daktilitas dengan open frame? mungkin ga lebih besar? kenapa?

    Untuk menjawab secara tuntas, maka perlu memahami perilaku struktur masing-masing. Dengan asumsi bahwa keduanya didetail dengan baik maka sekarang yang menentukan adalah perilaku natural-nya.

    Kekakuan struktur portal, dimana elemen-elemennya dapat dimodelkan sebagai elemen 1D maka umumnya perilaku lentur dominan. Semakin banyak elemen-elemen yang terkoneksi sehingga membentuk struktur statis tak tentu maka portal tersebut semakin kaku.

    Di sisi lain, struktur wall, karena ukurannya maka secara natural lebih kaku dibanding portal. Tergantung dari konfigurasinya, perilaku keruntuhannya bisa didominasi geser tetapi juga bisa didominasi lentur.

    Jika geser yang dominan maka meskipun sudah diberi tulangan maka tipe keruntuhannya non-daktail. Tetapi jika lentur yang dominan maka jika dipasang tulangan dengan baik maka tipe keruntuhannya adalah daktail.

    Struktur shear wall bisa mandiri (statis tertentu) tetapi bisa juga terdiri dari gabungan beberapa wall, yaitu digabungkan dengan balok-balok perangkai.

    Intinya, semakin statis tak tentu maka umumnya tipe keruntuhannya lebih daktail, karena terdiri dari beberapa titik keruntuhan dimana untuk penyebarannya biasanya tidak sekaligus yaitu memerlukan efek redistribusi. Itulah yang membikin daktail (tidak langsung runtuh) apalagi jika keruntuhannya adalah dengan memanfaatkan perilaku lentur. Tambah daktail lagi.

    Catatan : semuanya di atas bisa terjadi jika penampang lentur pada bagian tarik dipasang tulangan yang under-reinforced, sehingga keruntuhan dimulai dari kelelehan baja terlebih dahulu. Jika keruntuhannya terjadi pada beton (over-reinforced), maka sifatnya non-daktail. Ingat yang bikin daktail adalah karena ada baja yang dapat mengalami leleh (sifat natural dari daktail).

  • donakdessen // 15 November 2008 pada 11:41 | Balas

    @Pak Wir
    Wah iya, betul sekali jawaban pak Wir. Maklum pak, saya sudah gak nyentuh2 struktur cukup lama, skrg kerjaannya malah banyakan sipilnya semua serba disederhanakan dan otomatis. Jadinya malah gak belajar. :( Balok pun bisa saja non daktail kalo over reinforced. Memang kalau sudah tambah shearwall perilakunya jadi rame tapi harusnya pegang basic-nya jadi kita akan paham

    Saya jarang nongol pak Wir karena memang internet di kantor sekarang sudah lelet banget jadinya malas browsing2 lagi paling baca2 saja di blog Pak Wir kali aja ada info terbaru.

    @ Erwin Lim

    Ini Erwin Untar PTW?..seniornya MeyRiana donk nih kalo iya. Note tambahan untuk Rstruktur dan Rmember maksud saya sebetulnya antara daktilitas struktur dan daktilitas member ada korelasinya karena daktilitas struktur itu diukur dalam bentuk displacement dan daktilitas member/section diukur dalam kurvatur atau rotasi nah untuk struktur sederhana bisa dihitung kebutuhan daktilitas kurvatur member bila diketahui kebutuhan daktilitas displacement (dengan berbagai mekanisme keruntuhan yang mungkin) biasanya ini masuk ranah plastic analysis ya cikal bakalnya pushover juga. Tapi harap maklum cuma tahu dari buku gak pernah praktek langsung.

  • Erwin Lim // 15 November 2008 pada 14:23 | Balas

    @mas donald

    bukan bos….
    Mmmm…..saya dari ITB angkt’ 2001, gak pernah di PTW juga hehe…

    salam kenal,

  • donaldessenst // 16 November 2008 pada 05:16 | Balas

    @ Erwin

    Oh kuya juga tokh..salam kuya deh..

  • mey // 16 November 2008 pada 15:11 | Balas

    salam buat smunya..
    makasih atas smua tanggapannya..

    saya masih bingung, karena dalam desain etabs n sap, saya sudah memberikan bangunan yang sama persis dan memakai default yang sudah built in dalam program masing2. jadi saya murni menggunakan defaultnya. tapi hasilnya berbeda.

    nah itu yang saya bingung pak.. jika saya melihat batasan pada keruntuhan elemen, R nya menjadi < 8,5. jika melihat keruntuhan struktur, maka R menjadi besar sekali.

    Dan kenapa pengecekan rasio baja di etabs dan sap berbeda? saya menggunakan default LRFD yang sama antara sap dan etabs. apakah kriteria keduanya berbeda?

    terima atas tanggapannya.

  • James // 16 November 2008 pada 16:46 | Balas

    @Mey
    Apakah hasil analisis dari keduanya (ETABS dan SAP) sudah sama? Coba cek reaksi2 perletakan, mode getar, defleksi, apakah benar2 sudah sama sama hasilnya. Kalau hasil analisisnya blm sama, mana mngkin desainnya bisa sama

    LRFD default, apakah sudah dicek keduanya sama? Coba cek code yg dipakai buat desain

  • Krishna // 17 November 2008 pada 09:38 | Balas

    salam kenal pak, bagus sekali dosen seperti Anda memiliki blog seperti ini (informatif & komunikatif), saya merasa sangat terbantu.

    apakah Bapak mengetahui UPH Surabaya? Seperti apa kondisi perkuliahan di sana pak? (apakah sama dengan UPH Karawaci?)

    mohon infonya, terimakasih.

    Wir’s responds : UPH Surabaya secara detail saya kurang tahu, tetapi yang jelas dibawah koordinasi yayasan yang sama, jadi mestinya standar yang diberikan mengacu juga pada standar yang berlaku di UPH Karawaci. Kalaupun saat ini belum sama, tetapi saya yakin dalam jangka panjangnya akan sama. Tetapi yang jelas, tidak semua Jurusan di UPH-Karawaci ada di UPH-Surabaya. Sampai saat ini Jurusan Teknik Sipil belum ada rencana untuk dibuka di UPH-Surabaya. Jadi kalau jurusan itu adanya hanya di UPH-Karawaci.

  • Krishna // 28 November 2008 pada 11:11 | Balas

    Saya mencoba mengambil beasiswa 100% di UPH surabaya jurusan Sistem Informasi. Saya hanya ingin memastikan langkah saya untuk melanjutkan studi di sana adalah tepat. Berhubung UPH surabaya baru di buka jadi saya agak bimbang.

    Terimakasih atas penjelasan Bapak.

  • Yudi Wahyudi // 2 Desember 2008 pada 15:53 | Balas

    apa kabar p’ wir, saya yudi, teman kerjanya b’ suwantini. saya yang dulu direkomendasikan/diforward p’ wir ke b’ suwantini.
    oh ya.., sy baru menemukan blog ini, sangat membantu saya dalam melengkapi literatur sy, dan ,bisa mendukung saya sebgai Civil Engineer, terus dikembangkan pak, semoga tambah sukses.

    salam

    yudi

  • matias // 5 Desember 2008 pada 04:00 | Balas

    pak wir, pas banget saya ketemu blog ini.
    Numpang nanya ya pak, syukur-syukur kalo dijawab. Hehe..
    Tulangan pengekang dan tulangan peminggang itu apakah sama,pak? Fungsinya sebenarnya untuk apa,sih? Adakah beda fungsinya jika dipasang pada balok/kolom?
    Trimakasih…

  • Yanes // 7 Desember 2008 pada 04:41 | Balas

    Perkenalkan pa nama saya Yanes, saya mhs sipil Univ. Palangkaraya, saya sedang menyususn TA saya masalah lendutan seketika dan lendutan jangka panjang pada balok, apakah ada software untuk analisis lendutan pa ? terima kasih

    Wir’s responds: coba baca link berikut
    http://www.adaptsoft.com/specs-rc.php

  • Arjuna // 9 Desember 2008 pada 08:29 | Balas

    Pak Wir.

    beberapa waktu yang lalu saya pernah menjumpai buku tentang sambungan baut di blog ini (bahkan sudah saya download), tetapi sekarang saya cari kok gak ketemu (persisnya lupa). mohon bantuannya pak, makasih…. yang sudah didownload kemarin terhapus…

    Wir’s responds: ini ya
    http://wiryanto.wordpress.com/2008/03/30/uts-baja-1-2008/

  • Yanes // 9 Desember 2008 pada 12:08 | Balas

    Terima Kasih Pak !

  • islammarket // 12 Desember 2008 pada 23:11 | Balas

    kasih tahu triknya, biar banyak yang datang.

  • heri // 14 Desember 2008 pada 04:54 | Balas

    Selamat pagi pak Wir…

    Mohon diberikan referansi, mengenai cara untuk mempercepat kekuatan tekan beton. (target 50% kekuatan rencana umur 9-10 jam). diperusahaan saya (precast) sudah dijalankan metode curing steam dan penggunaan admixture(polimer) pada komposisi campuran.

    ada metode lain ngak ya pak?

  • kadek widyaswari // 14 Desember 2008 pada 09:40 | Balas

    Salam kenal Pak Wiryanto.

    Saya mohon pencerahan pak, saya saat ini sedang menyelesaikan studi Tugas Akhir.
    Saya mau menanyakan langkah-langkah define beban gempa dinamik Time History yaitu Linear Direct Integration Time History Analysis. Saya bingung masalah mode shape : kapan penggunaan ritz vector dan eigen vector.
    Atau jika bapak memiliki literaturnya, saya mohon bantuannya.

    Pak Wiryanto, studi yang sy selesaikan saat ini tentang perilaku dinamis struktur gedung dengan memperhitungkan interaksi tanah dengan struktur, jika bapak memiliki literatur masalah pemodelan daya dukung tanah lateral yang dimodel spring dan pemodelan solid (untuk pondasi dan tanah) saya mohon infonya,
    Mohon bantuan dari Bapak.

    Oya pak,kemana aja saya bisa hub bapak?
    Nanti tolong klo ada infonya,,tolong kirim ke email saya pak (widyaswaricivil@gmail.com)
    Arigatou.
    Trims.
    Terima kasih ats perhatiannya,
    Salut buat Pak Wir!

  • James J. O // 14 Desember 2008 pada 20:18 | Balas

    @Kadek

    Sudah pernah baca buku dynamics of structurenya chopra? Kalo saya gaq salah inget, dsana dijlasin tentang contoh kalkulasi ritz vector dan eigen vector. Cba jg baca buku2 lainnya seperti dari clough/penzien

    Skalian nanya nih, keknya mnarik skripsinya, hehehe, itu dimodel pake program kan? Nah tanahnya itu dimodel dengan elemen apa? selain itu bagaimana menganggap kekakuan tanah tersebut

  • James J. O // 14 Desember 2008 pada 20:20 | Balas

    Skalian komen tambahan, sjak tahun kemarin, pembaca blog ini sudah bertambah 500 000, kalo buat blogger itu sih dah mantep bnget pak wir, nanti klo pngunjung ke 1jt, traktir makan2 nih, he3

  • HD // 15 Desember 2008 pada 12:41 | Balas

    @Dat
    Untuk masalah reklamasi di atas tanah lunak ada alternatif yang murah akan tetapi handal. Kami sdh sering melakukan bahkan sudah digunakan di jalan tol makassar. Uji coba nya skala penuh dilakukan di Surabaya Eastern Ring Road. Struktur tersebut adalah matras dan cerucuk bambu.

    Semoga bermanfaat.

  • Arjuna // 17 Desember 2008 pada 04:52 | Balas

    Pak Wir.

    Menyambung komen saya tanggal 9 Des, maaf saya ngrepotin lagi. Maksud saya literatur tentang sambungan baut, yang masih dalam bahasa inggris, kalau nggak salah halamannya lebih dari 200.
    Makasih.

    Wir’s reponds: Mungkin ini
    http://wiryanto.wordpress.com/2007/03/14/research-council-on-structural-connections/

  • Yanes // 17 Desember 2008 pada 14:30 | Balas

    Perkenalkan nama saya Yanes Mhs.Teknik Sipil Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah,Maaf pak saya mau nanya tentang analisis pembebanan apabila penutup atap yang digunakan adalah dari bahan polycarbonat bagaimana menganalisa pembebanannya kepada kolom dibawahnya setahu saya pada standar perencanaan pembebanan tidak ada dijelaskan berat sendiri penutup atap polycarbonat ? terima kasih sebelumnya pak

  • Mulan // 18 Desember 2008 pada 14:41 | Balas

    Perkenalkan saya mahasiswa Semseter 4 Universitas Muhammadiyah Jember…

    Pak saya mempunyai tugas mencari perbedaaan dari berbagi macam peraturan beton bertulang..
    dari PBBI 1971,SK SNI,dan juga peraturan dari luar…]

    Saya ingin mencari referensi tentang itu pak, apakah bapak dapat menolong?
    dan saya liat PBBI 1971 dan SK SNI T 15 1991 kebanyakan provisinya sama pak, apa pak yang membedakannya..

    terima kasih

    GBU

    Wir’s respond: “kebanyakan provisinya sama pak”
    ??????? Masa, sudah dibandingin belum, coba mulai dari unit satuan, sampel uji, kode mutu beton, kemudian kondisi batas regangan dari beton-nya. Itu dulu, jika belum puas, coba bikin hitungan / desain penampang beton dan bandingkan satu dengan yang lainnya. Jika sudah dilakukan, info ke sini lagi ya buat pengetahuan teman-teman mahasiswa yang lain.

  • yadi // 19 Desember 2008 pada 10:21 | Balas

    sebelumnya perkenalkan nama saya “yadi” pak, mhsswa fakultas teknik univ. palangka raya. saya mau bertanya :
    1. bagaimana sistem pembebanan pada jembatana rangka baja (truss) di analisis menggunakan SAP 2000 3 D pak ??
    2. bapak punya buku “dasar-dasar perencanaan jembatan beton bertulang karya Ir. Iqbal Manu?? yang dari PU. dimana kira2 saya bisa mendapatkannya??
    trimakasih pak

    Wir’s responds: (1) itu rencana isi buku saya berikutnya. (2) bukunya pak Iqbal saya tidak punya, bahkan baru tahu kalau ada buku tersebut.

  • yadi // 21 Desember 2008 pada 05:24 | Balas

    terima kasih pak untuk responnya. saya sudah membeli buku SAP 2000 terbaru bapak, dan kemaren sisa 1 buku untung sempat beli. Sangat membahayakan sekali ternyata jika program SAP 2000 digunakan, tanpa memahami secara mendalam perilaku struktur seperti di mekanika rekayasa. trimakasih untuk pencerahannya pak, mudah2an saya bisa seperti bapak. menjadi orang yang mengerti, memahami, dan bisa menerapkan ilmu dalam dunia Engineering. ditunggu pak buku SAP 2000 yang paling baru , setelah terbaru. terimakasih.

  • Mulan // 22 Desember 2008 pada 07:54 | Balas

    Maaf pak,
    Mkasud saya sebenaranya terletak pada tabel momen tumpuan dan lapangan yang terdapat pada PBBI 1971, dimana di situ terdapat dua tabel tentang pelat dalam keadaan terjepit dan elastis,sedangkan sayan membaca buku tentang GIDEON yang berdasarkan pada SK SNI T !%-1991-03 terdapat tabel yang hampir sama,namun tidak dijelasakan pelat dalam keadaan apa??
    saya bingung PAk,padahal saya baca SNI T 15 1991 tesbt Tabel itu tidak ada,,

    Yang saya mau tanyakan,Tabel di buku Gideon Itu saduran dari mana ya Pak??
    Saya bingung mau pake Tabel yang mana??

    MOhon bantuannya??

    Wir’s responds:

    latar belakang pelat pada buku Gideon saya tidak tahu, terus terang belum pernah pakai. Selama ini berdasarkan pengalaman sejak dari PT. Wiratman dulu, saya pakainya tabel pelat dari PBI 71. Prakteknya cukup memuaskan.

    Tentang terjepit dan elastis, saya kira tergantung dari tumpuannya. Elastis jika dianggap dapat terjadi rotasi pada pelat, pemilihan ini menyebabkan tulangan lapangan dan tulangan tumpuan berjumlah sama. Detail penulangan slab lebih bagus (seragam).

    Konsep tersebut dimungkinkan karena pada beton bertulang dimungkinkan terjadinya retak yang menyebabkan ada rotasi yang terbatas (tidak sepenuhnya fixed), ini pula yang mendasari mengapa diperbolehkan redistribusi momen negatif ke positip. Lho apakah dosen kamu tidak mengajarkan falsafah perencanaan seperti itu.

  • hidayatus saniya // 22 Desember 2008 pada 08:42 | Balas

    pak wir, saya saniya. sekarang saya sedang training di suatu perusahaan migas dan sedang merancang jembatan untuk crossing dengan pipa gas.
    pertanyaan saya, bagaimana desainnya dan perhitungan konstruksinya? karena selama di bangku kuliah saya tidak pernah mendapatkan ilmu tentang hal tersebut. dan apakan bapak juga mempunyai referensi untuk hal tersebut.
    mohon bantuannya, pak wir.
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    Wir’s responds: pernyataan anda yang awam terhadap ilmu perencanaan jembatan menyebabkan saya menyarankan sebaiknya anda belajar magang ke senior, atau minta mempelajari contoh perencanaan untuk kasus sama yang telah sukses di aplikasikan pada proyek tersebut. Jika contoh tersebut dari lain proyek, maka bisa-bisa spek atau case-nya beda, jadi harus disesuaikan. Karena anda masih awam, maka saya kuatir penyesuaian tersebut tidak bisa dilaksanakan dengan baik. Jadi sebaiknya anda cari pendamping.

    Tentang sesuatu yang belum bisa, akui saja belum bisa, itu lebih baik dari pada mengaku-aku bisa, tetapi ketika diprakteknya terjadi malfunction. Itu khan berbahaya. Seorang profesional adalah orang yang bisa mengukur seberapa jauh antara omongan dan prakteknya. Dari situ orang tersebut patut dibayar. Toh anda khan sedang training.

  • Riri // 24 Desember 2008 pada 08:55 | Balas

    To: Websites administrator.
    Re: Replacement of domain http://www.ui.edu to http://www.ui.ac.id

    Dear Sir,
    Greetings from the university of Indonesia.

    I would like to inform you that from August 2008, the University of Indonesia (Universitas Indonesia) has changed its web domain and returned to http://www.ui.ac.id , based on the consideration that we use Indonesia (id) domain.

    We notice that in your web you have a link to our domain and would be very grateful if you could change the link in your web to http://www.ui.ac.id to point to our university. We appreciate you eagerness to collaborate with us, and look forward for further collaborative work with University of Indonesia’s member.

    Yours Sincerely

    Riri Fitri Sari
    CIO/ Head of Information Systems Development and services of the
    University of Indonesia
    7th floor Kampus Baru UI Depok 16424 Indonesia
    riri@ui.ac.id

  • erwin4rch // 24 Desember 2008 pada 16:13 | Balas

    Dengan rendah hati saya mengucapkan selamat Natal 2008 dan tahun baru 2009.
    Semoga kehangatan natal membawa hati yang berseri di tahun mendatang.
    Kasih Tuhan beserta anda selalu.
    Salam.

    Erwin

  • Acil // 1 Januari 2009 pada 06:39 | Balas

    salam kenal pak..
    salam damai selalu…
    saya mahasiswa teknik sipil, lagi masuk ke smester 4, di jogja,
    saya mau tanya pak, kalo saat ini apakah saya harus/perlu memiliki kalkulator program?
    jika memang perlu, tipe yang seperti apa yang saya butuhkan ya pak?
    karena harganya sangat beragam sampai ada yang jutaan.

    Terima kasih pak.
    Salam sejahtera.

  • Mulan // 5 Januari 2009 pada 16:03 | Balas

    Syallom Pak Wir..

    Tentang keadaan elastis ataupun terjepit penuh, dapat diketahui dengan melihat apakah terjadi rotasi atau tidak.
    apakah hal itu kita dapatkan dengan membandingkan antara tebal pelat dan balok, atau dengan perhitungan lainnya..

    Karena selama ini dosen saya selalu menggunakan tabel yang terjepit elastis dari PBBI 1971,
    Yang juga saya ingin tanyakan: Bilamana kita mengetahui hal tsb terjepi penuh dan elastis?
    Jika menggunakan rumus: rumus mana yang harus kita gunakan Pak?

    Mohon Pencerahannya Pak..

    Terima Kasih

  • didin // 6 Januari 2009 pada 06:17 | Balas

    Salam pak Wiryanto….

    Saya tergolong baru dalam mengenal dunia teknik sipil..
    Saya ingin bertanya saja pak, selam lima semester belajar sipil, saya masih bingung dengan cara kita menentukan jenis tumpuan.
    Soalnya saat menerangkan, dosen bisa seenaknya saja ngomong
    ” ini tumpuanya jepit!!”
    “pakai sendi saja..”

    mungkin buat mereka yang tahu konsepnya bisa dengan mudah memahami..

    Sebenarnya bagaimana sih cara kita menentukan sebuah tumpuan??

    Terima kasih seblumnya….

  • mulyadi // 7 Januari 2009 pada 06:08 | Balas

    gimana manual book Hammer diesel MH (Mitsubishi) ada ga? terutama Ram Stroek ya… tolong ya yang punya minta di email ke mulyadi.bjlpile@gmail.com
    penting masih

  • yudha newbie // 7 Januari 2009 pada 06:13 | Balas

    Regard Buat Pak Wir..

    @didin
    Menentukan jenis tumpuan seperti yang dosen anda terangkan, kita harus melihat struktur apa yang dosen anda terangkan.Mengingat ada banyak jenis tumpuan, secara sederhana:
    Misalkan tumpuan jepit, digunakan jika struktur tersebut tidak dapat atau kecil sekali mengalami rotasi ataupun deformasi. Contohnya balok yang trtumpu pada tembok, atapun pondasi pada tanah keras.
    Jika menggunakan sendi, struktur tersebut dapat mengalami rotasi namun dapat berotasi namun tidak dapat mengalami perpindahan vertikal maupun horisontal. seperti tumpuan balok anak terhadap balok induk pada portal.
    Ada juga rol, sistem ini dapat rotasi dan perpindahan horisontal namun tdak dapat berpindah pada arah vertikal.
    Tumpuan sendi dan rol dapat dipakai bersamaan pada ujung pada jembatan.
    Mengaetahui model tumpuan sangat penting digunakan pada perhitungan pada SSAP ataupun software teknik lainnya.
    Bukan begitu Pak Wir?

    @Mulan
    Sepertinya memang untuk mengetahui struktur tsb terjepit penuh ataupun elastis, kita harus mengetahui masing2 kekakuan balok ataupun kekakuan pelat.
    Namun memang selama ini saya menggunakan tabel elastis pada PBBI 71,mengingat saya selalu mengasumsikan balok pada perhitungan pelat sebagai beban saya anggap elastis.

    Maap jika masih banyak kesalahan.
    Maklum masih newbie.
    Mohon pencerhannya pak Wir.

    Best Regard again bwat P.Wir

  • sipil2006 // 8 Januari 2009 pada 07:30 | Balas

    Sya pernah dengar ada teman saya bilang kalau jembatan itu cuma didesain buat menahan beban berjalan saja melalui cara garis pengaruh, jadi bahaya banget kalo jembatan sampai macet.

    Soalnya didaerah saya, Solo, ada dua jembatan yang pada jalur keluar jembatan bepotongan sama perempatan, nah pada ujung jembatan itu dipasang lampu merah, padahal jembatan itu terletak dekat terminal, otomatis kendaraan yang berhenti di jembatan adalah kendaraan berat…

    apa sih perbedaan perencanaan jembatan dengan gedung???
    TErus apa perbedaan antara analisis menggunakan garis pengaruh dan analisis biasa???kata teman saya kalo analisis menggunakan garis pengaruh akan tercipta dimensi yang lebih kecil, benarkah????

    Terimakasih….

    • Thomas Yanuar // 9 Mei 2009 pada 12:12 | Balas

      @ Mas sipil2006,
      Kalau tidak salah, tentu jembatan didekat Terminal Besar Tirtonadi yang kearah Nusukan atau Purwodadi yang mas maksud.
      Parameter yang dominan dalam mendesain jembatan dan bangunan secara detail kan beda. Saya rasa itu pengetahuan basic buat seorang yang kuliah di teknik sipil.
      Untuk lebih detail tentang desain jembatan coba mas lihat-lihat dokumen Peraturan Perencanaan Teknik Jembatan DPU Ditjen Bina Marga Appendix A Persyaratan Tahan Gempa Document No.: BMS7-CA tgl. 26 May 1992. Lalu dibandingkan dengan perencanaan bangunan gedung.

  • Leonardy Widjaya // 11 Januari 2009 pada 02:50 | Balas

    Shallom,

    Salam kenal pak wir.

    Saya Leo…..Trims banyak atas informasi yang saya trima dari web ini. Awalnya saya tidak sengaja mencari data2 dgn google, sampai akhirnya bisa mgenal web ini. Web yg bapak buat sangat bagus dan isinya sesuai dgn kebutuhan kami.

    Pak wir, ijinkan saya memperkenalkan diri. Saya lulusan dari UNTAR – S1 Teknik Sipil konsentrasi struktur. Saat ini saya sdh wirausaha bergerak kontraktor – design and built “arsitektur,struktur &interior”. Adapun maksud saya, ingin berbagi sedikit pengalaman yang saya miliki waktu saya sebagai senior estimator. Saya ingin memberikan program excel yg saya buat “Analisa harga satuan Untuk pekerjaan STRUKTUR”. Kiranya program ini dapat berguna bagi rekan2 sejawat yg membutuhkannya. Karna saya pun belajar dari bpk Wir dan rekan2 smua.Trims.

    GBU ALL.

    Wir’s responds: terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada blog ini, tanggapan positip seperti dari mas Leo ini yang menjadi faktor pendorong untuk tetap menulis dan menulis.

    Silahkan juga jika ingin berbagi, tetapi ada baiknya software tersebut mas Leo up-load di server lain, dan tinggalkan link. Link itu saja nanti yang saya posting di blog ini. Silahkan lihat artikel dari mas Purbo sebelumnya. Ada baiknya jika software yang mas Leo buat sedikit dibuat suatu introduction, yah sedikit bla-bla-bla tentang apa sih software tersebut tanpa harus down-load terlebih dahulu. O ya silahkan kirim via email di wir (at) centrin (dot) net (dot) id atau di wiryanto (at) yahoo (dot) com.

    Mari kita bersama-sama menaikkan harkat engineer di negeri kita ini. Siapa lagi yang peduli kalau tidak kita sendiri. GBU

    Best regards’

    Leonardy Wijaya, HAKI

  • Yanes // 12 Januari 2009 pada 14:34 | Balas

    Perkenalkan nama saya yanes mhs. FT Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah , saya mau nanya untuk analisis lendutan seketika dan lendutan jangka panjang anlisis beban yg dilakukan kan hanya sebatas beban kerja, tidak dalam batas ultimate. Itu berarti tidak terjadi kombinasi beban dan reduksi terhadap beban tersebut, apa benar seperti itu pak ? tetapi saya pernah baca tentang lendutan pada batas ultimate itu mksudnya seperti apa pak ? , mhon ma’af atas pertanyaan saya terima kasih sebelumnya

  • wir // 12 Januari 2009 pada 15:18 | Balas

    “analisis lendutan seketika dan lendutan jangka panjang analisis beban yg dilakukan kan hanya sebatas beban kerja”

    Anda sudah betul Yanes, yaitu terhadap beban tetap. Biasanya terjadi akibat kombinasi berat sendiri + beban mati tambahan + dan porsi beban hidup yang konstan ada pada masa pembebanan tersebut. Jadi tentang kombinasi beban masih ada bukan.

    Kondisi batas ultimate adalah kondisi stabil sebelum runtuh, lendutan yang dicari pada tahap itu hanya dapat dicari jika diukur secara eksperimental. Anda tidak dapat menghitung secara analisis struktur biasa karena memerlukan analisis non-linier yang relatif sulit. Kondisi lendutan pada saat ultimate dimaksudkan untuk mencari tahu perilaku keruntuhan struktur tersebut. Daktail atau tidak. Ini biasanya diperlukan untuk melihat ketahanan struktur terhadap beban gempa atau beban berlebih yang mungkin terjadi. Tapi ingat, ini nggak gampang lho mencari lendutan pada kondisi ultimate.

  • Yanes // 13 Januari 2009 pada 11:39 | Balas

    Selamat Malam pak Wir, Saya mau nanya lg untuk analisis pembebanan pada balok akibat pelat bisa berbentuk segitiga atau trapesium, pada PBI 1971 pasal 13.3.10 di katakan besar intensitas beban maksimum adalah Q = 1/2.q.lx, bagaimana cara menganalisisnya (secara manual) ? di beberapa referensi mengatakan beban segitiga ataupun trapesium dapat eqivalentkan menjadi beban persegi.

    saya kurang begitu memahami cara analisisnya pak, tolong penjelasannya, d mna saya bisa mendapatkan bahan / referensi untuk analisis beban akibat pelat terhadap balok ? terima kasih sebelumnya, Tuhan Memberkati.

  • om ipit maripit // 15 Januari 2009 pada 05:49 | Balas

    salut buat pak wiryanto

    salam kenal dr cah cepu

  • Yanes // 22 Januari 2009 pada 04:30 | Balas

    Selamat Siang Pak, saya mau nanya tanggapan bapak apakah layak analisis atau evaluasi terhadap lendutan dalam strata beban kerja (studi kasus) diangkat sebagai objek tugas akhir jenjang sarjana ? mohon tangggapannya pak terima kasih sebelumnya, Tuhan Memberkati.

  • RATIHdian // 22 Januari 2009 pada 06:28 | Balas

    Selamat siang Pak,,saya mau tanya darimanakah referensi dan kjian literatur yang harus saya gunakan untuk tugas akhir s1 mengenai studi parameter rasio luas dinding dengan luas lantai pada bangunan tinggi untuk menghitung kebutuhan dinding geser? Sejujurnya dalam kuliah hanya sempat disinggung sedikit.. Mohon tanggapannya.. Terima kasih..

  • rosyid // 27 Januari 2009 pada 07:30 | Balas

    salam kenal pak wir, saya mahasiswa semester akhir universitas lampung. saya sedang menggarap skripsi dengn judul “PERENCANAAN PILAR TUNGGAL ( BENTUK T) FLYOVER BENTANG 40M” saya mohon bantuannya kalo ada link literatur yang berkaitan dengan skripsi saya…
    thanks b4.

  • Agung // 27 Januari 2009 pada 14:04 | Balas

    Pak Wiratman mohon informasinya ttg dilatasi, ketentuan penggunaan dilatasi untuk bangunan bertingkat, syarat maksimum panjang dan lebar bangunan dam kpmpleksitas struktur bangunan.
    Terima kasih

  • Yanes // 2 Februari 2009 pada 12:24 | Balas

    Selamat Malam Pak, Saya mau nanya untuk desain komponen struktur beton prategang berupa portal di mana saya mendapatkan bahan referensinya, saya kurang begitu memahami nya, dalam buku T.Y Lin dan E.G Nawy mengenai Prategang sedikit sekali di jelaskan desain beton prategang pda portal yang hanya ada untuk bentang sederhana saja, Terima Kasih Tuhan Memberkati.

  • Puput // 5 Februari 2009 pada 07:37 | Balas

    salam kenal pa…

    saya puput mahasiswi sipil yang sedang menyusun tugas akhir..
    mau nanya pa. tugas akhir saya kan tentang analisis kolom dengan tulangan persegi, silang dan diamond, di dalam tugas akhir saya itu saya mau mangetahui kapasitas penampang dan kapasitas geser dari kolom dengan pengkang tersebut.
    tapi software yang saya punya sekarang bulum dapat membantu saya. kira-kira saya sebaiknya menggunakan software apa ya pa?
    dan literatur apa yang banyak mengulas tentang tema tugas akhir yang sedang saya susun.

    terima kasih banyak pa sebelumnya…

    Wir’s responds: saya pernah menulis buku tentang software untuk analisis kolom dan juga berisi daftar buku-buku rujukan yang patut dibaca. Lihat di http://wiryanto.wordpress.com/2005/12/31/karya-ilmiah-utama-ke-3-2005/

  • Irfan // 9 Februari 2009 pada 06:01 | Balas

    selamat siang….
    saya irfan, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala Banda Aceh NAD.
    sudah lama saya ingin berkonsultasi dengan pak Wir. mudah2an kesempatan ini bisa bermanfaat.
    saat ini saya sedang menulis proposal Tugas Akhir (TA) dengan judul “Desain Alternatif jembatan Baja dengan tipe Jembatan Rangka Baja Dek Ganda (Double Deck Truss Bridge). Namun saya, masih kesulitan dalam memahami banyak hal mengenai jembatan tersebut. paling tidak perbedaan antara jembatan truss biasa dangan jembatan dek ganda ini.
    mohon penjelasan dari bapak mengenai jembatan dek ganda. trims.

    Wir’s responds : saya juga kurang paham dengan hal yang akan kamu bahas. Ada masalah apa dengan ke dua sistem jembatan tersebut. Dari sisi kekuatannya, kekakuan, kapasitasnya atau apa. Setiap pembahasan memerlukan info atau data yang mungkin belum sama.

  • Lintang Agung // 10 Februari 2009 pada 05:14 | Balas

    Pak, Salam kenal, permisi saya mau tanya
    untuk link ke
    “http://wiryanto.wordpress.com/2009/02/08/up-dated-ebook-gratis/”
    kenapa di hapus, Pak?

    Wir’s responds: ada masalah non-teknis. :(

  • Yenni // 10 Februari 2009 pada 08:03 | Balas

    Salam Sejahtera,
    Saya senang dengan adanya blog seperti ini.Menambah pengetahuaan saya akan bidang saya yaitu Teknik Sipil.
    Saat ini saya sedang menyelesaikan Tugas Akhir saya.Saya mohon untuk diberikan beberapa referensi mengenai perancangan atap baja dengan sistem portal.Selama ini saya hanya mempelajari perancangan atap baja sistem truss.
    Saya kuliah di Yogyakarta. Beberapa waktu yang lalu, saya mencari buku Bapak Wiryanto tentang Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan SAP2000. Namun buku tersebut sudah habis.Saya mencari dibeberapa toko buku.Apakah buku tersebut masih ada stocknya?Saya sudah memesan lewat toko buku Gramedia yang ada di Plaza Ambarukmo.Namun belum ada kabar. Apakah dapat dipesan secara online?
    Terimakasih atas bantuan dan informasi yang diberikan.

    Wir’s responds: Jika blog ini berguna, syukurlah.
    Tentang atap baja sistem portal rasanya di blog ini sudah ada bukunya yang di up-load, yang informasi link-nya diberikan juga dari teman-teman pembaca blog ini. Saya sudah download dan isisnya cukup bagus. Hanya sayang saya lupa di mana tempatnya (terlalu banyak sih). Untuk buku-buku saya memang sudah lama habis, dan yang saya punya hanya untuk koleksi pribadi (terbatas). Jadi maaf belum bisa membantu. Jika memang nanti masih banyak yang tertarik, saya coba mintakan lagi untuk di cetak-ulang atau perlu dicetak sendiri lagi, tapi sayang belum punya modal. Untuk sementara kamu foto copy dulu ya dari teman-temanmu yang ada.

  • Danan // 10 Februari 2009 pada 12:33 | Balas

    Pak wir,
    Link up-dated e-book-gratis kok hilang..?
    Padahal saya blm sempat download je, bisa di posting lagi pak..
    Thanks

    Wir’s responds : :cry:

  • yudha Nubie // 10 Februari 2009 pada 13:40 | Balas

    Pak Wiryanto juga rekan2 sekalian..

    Ada yang punya Link bwad download program SAFE full Version gag??

    sekalian share juga di blog ini ya..

  • Irfan // 14 Februari 2009 pada 14:35 | Balas

    begini pak, saya ditanya dengan salah seorang dosen, jika saya mendesain jembatan dua tingkat, bagaimana tinjauan pembebanannya. seperti tekanan angin, gempa, dst…. apa yang akan berbeda dengan jembatan biasa (1 dek)… selain itu apakah bapak punya referensi jembatan double deck? trims….

  • Halim // 16 Februari 2009 pada 03:14 | Balas

    Salam Kenal.
    Pak Wir, saya mau tanya seputar pembuatan database profil baja pada SAP2000. Yang saya mau tanyakan adalah rumus untuk mencari AVy dan AVx, sebelumnya saya udah pernah dapat rumus tersebut, tapi karena suatu hal buku dan file-file mengenai hal itu hilang. oleh karena itu saya minta tolong pada pak Wir. Terima kasih atas perhatiannya.

    Wir’s responds: itu ada di buku manual SAP2000 atau di buku saya tentang SAP2000. Untuk penjelasannya perlu gambar. Ok.

  • Yenni // 16 Februari 2009 pada 05:04 | Balas

    Salam kenal Pak Wiryanto. Saya Yenni mahasiswi Teknik Sipil.
    Langsung saja ya Pak Wiryanto, saya mau bertanya seputar program SAP2000. Selama ini saya belajar menggunakan program SAP2000 hanya otodidak sehingga saya kurang memahami output yang dikeluarkan dari hasil analisis menggunakan program SAP2000 tersebut. Ada beberapa pertanyaan yang akan saya tanyakan seputar perancangan gedung dan program SAP2000. Mohon Bapak bersedia memberikan penjelasan kepada saya.

    1. Setelah melakukan proses analisis dengan SAP2000, kita dapat menampilkan beberapa tabel hasil analisis. Beberapa diantaranya adalah tabel element force-frame dan tabel element joint force-frame.Yang saya bingungkan adalah berbedaan tiap tabel tersebut. Dan apa maksud dari setiap tabel tersebut (pengertian dari tabel-tabel itu) ?
    2. Untuk proses desain jumlah tulangan kolom atau balok beton bertulang secara perhitungan manual diperlukan input besaran momen positif dan momen negatif (dipilih yang paling besar). Besaran momen positif dan momen negatif tersebut didapat dari tabel hasil analisis yang mana?
    3. Sedangkan untuk proses desain kuda-kuda baja (pemilihan profil baja) secara perhitungan manual, perlu input besaran gaya tarik dan gaya tekan yang dialami oleh batang profil (dipilih yang paling besar) untuk dibandingkan dengan gaya yang mampu didukung batang profil. Besaran gaya tarik dan gaya tekan tersebut didapat dari tabel hasil analisis yang mana?
    4. Bila ingin menganalisis gedung bertingkat dengan sistem portal terhadap respon adanya gempa maka sebelumnya harus memasukkan input beban-beban yang bekerja pada sistem portal tersebut. Salah satunya adalah beban yang berasal dari kuda-kuda. Untuk beban kuda-kuda yang membebani balok ring apakah besarannya sama dengan besaran joint reaction kuda-kuda (hasil analisis kuda-kuda sebelumnya)?
    5. Untuk merancang joint pertemuan balok dan kolom diperlukan besar momen dan gaya geser. Besran tersebut didapat dari tabel hasil analisis yang mana?
    6. Apakah ada berbedaan langkah atau prosedur dalam perencanaan gedung bertingkat dengan atau tidak adanya basement?
    7. Menurut Bapak, untuk sebuah gedung yang berfungsi sebagai hunian sebaiknya menggunakan kuda-kuda jenis truss atau portal? Yang saya tau, kuda-kuda jenis portal ini biasanya diperuntukkan bagi bangunan dengan fungsi gudang yang memerlukan area luas dan sedikit perawatan bagi kuda-kuda atapnya. Namun jenis portal ini, kekakuannya sangat kurang apalagi jika menggunakan penutup atap jenis genteng keramik yang lumayan berat dibandingkan jenis penutup atap lainnya.Lebih mahal mana antara kuda-kuda jenis truss dan jenis portal?
    8. Untuk mendesain balok bordes apakah tabel hasil analisis yang digunakan sama dengan balok biasa?Lebih baik menganalisis tangga dengan 2D atau 3D?
    9. Saya membaca di SNI beton dan SNI baja terdapat perbedaan kombinasi pembebanan (besaran faktor pengali tiap-tiap jenis beban). Apa yang menyebabkan perbedaan tersebut?

    Mohon Bapak mau membantu saya dengan memberikan penjelasan. Maaf bila pertanyaan saya terlalu banyak. Seandainya saya masih mengalami kebingungan seputar perancangan gedung dan program SAP2000, apakah saya diperbolehkan bertanya pada Bapak?Terima kasih
    Oiya,hari ini saya sudah mendapatkan pinjaman buku Bapak yang tentang SAP2000 tersebut dari teman saya.
    Tuhan Yesus Memberkati Anda.

  • Halim // 17 Februari 2009 pada 06:00 | Balas

    terima kasih atas jawabannya. Kali ini saya mau memberikan informasi sekaligus bertanya tentang rumus plastis modulus (Zy) yang pada buku anda Aplikasi Rekayasa Konstruksi rumusnya adalah Zy= 0.5*tf*bf^2 + 0.25*tw*(d-2tf)tw^2
    sedangkan pada PPBBI 1984 rumusnya adalah
    Zy=0.5*tf*bf^2 + 0.25*(d-2tf)tw^2

    Pertanyaan saya adalah rumus tersebut manakah yang benar??. Terima kasih atas perhatiannya.

  • wir // 17 Februari 2009 pada 06:58 | Balas

    @Halim
    Trim anda cukup teliti. Notasi tw saya kebanyakan (saya kurang teliti sewaktu copy and paste dari rumus Zx di atasnya). Jadi yang PPBBI 1984 yang betul.

    Kesalahan tidak terdeteksi karena yang dipakai hanya Zx dan dalam buku tidak dibahas Zy.

  • evanrama // 17 Februari 2009 pada 13:56 | Balas

    Pak Wir , SNMPTN 2009 & Info Kampus silahkan kunjungi http://www.kampusku.tk

    trims :)

  • boypardede // 21 Februari 2009 pada 00:54 | Balas

    Pak Wir / Rekan,

    Selain PMP PMI, sertifikasi online untuk civil engineer di bidang Struktur, atau Metode Konstruksi, ada apa saja Pak?
    Dan bisa di browse dimana?

    Terimakasih banyak.
    boypardede

  • sofyan // 22 Februari 2009 pada 16:40 | Balas

    salam pak..
    sy mau nanya, sy diberikan peta topografi terus diminta merencanakan waduk… yang diminta adalah merencanakan kapasitas waduk berdasarkan :
    1. kebutuhan air
    2. topografinya
    3. perhitungan debit
    ada jg diberikan data on stream cauging and annual flow..
    mohon bantuannya pak!
    ini e-mail sy : sofyan_sirajuddin@yahoo.co.id
    terima kasih sebelumnya

    Wir’s responds: wah kalau itu, saya buta sama sekali mas.

  • yudi // 25 Februari 2009 pada 05:45 | Balas

    salam kenal,
    semoga blog’ pak Wir rame, amin.
    asal sy pekanbaru , salah satu mhsw d UNRI teknik.
    saya dah pesan buku d gramedia pak Wir, tapi udah gak bisa lgi?
    lgi nyelesaiin TA “Kajian Numerik Analisis Lentur Balok Beton Bertulang dengan Metode Kompatibilitas Regangan”
    sy membandingkan hitungan dengan matlab,
    mohon bimbingan pak Wir..

    Wir’s responds: itu mah ada di sini semua
    http://wiryanto.wordpress.com/2005/12/31/karya-ilmiah-utama-ke-3-2005/

  • Rizal // 4 Maret 2009 pada 05:23 | Balas

    Pak Wir yang terhormat
    Saya mau bertanya seputar Baseplate, karena saya ingin menulis skripsi tentang baseplate. Mohon saran dr pak Wir ditunggu.
    trima kasih Pak..

  • daniel // 5 Maret 2009 pada 18:20 | Balas

    Pa Wir……
    saya mau bertanya mengenai Etabs, yaitu :
    1. bagaimana cara memasukkan nilai reduksi kekakuan penampang akibat retak di program etabs untuk elemen membran/shell (sesuai SNI Beton 2002) ?
    2. sebaiknya memodelkan shearwall itu menggunakan elemen membran/shell ?
    3. sebaiknya elemen pelat lantai dimodelkan sebagai elemen membran, shell, atau pelat lentur ?

    untuk pertanyaan no.2 &3 pertimbangan apa saja yang dipakai untuk memutuskannya.

    NB : Pa wir, kapan ingin membuat buku mengenai Etabs, ditunggu pa bukunya….

    Terima kasih pa….

  • ucHie // 10 Maret 2009 pada 17:12 | Balas

    Shalom pak Wir..

    Wah,, saya senang bisa menemukan blog bapak..
    Tulisan bpk bner2 membantu saya..

    Saya mahasiswa jurusan D4 statistik..
    Saya saat ini juga sedang menjalani skripsi, baru akan memulai bimbingan.. Tapi ya itu pak,, mungkin sama kayak temen2 lainnya yg juga kesulitan dalam skripsinya..
    Terlebih lagi saya dpat pembimbing yang peminatannya juga kurang sesuai dengan topik yang akan saya buat..

    Metode analisis saya adlh analisis SNSE pak..
    Saya masih kurang mengerti bagaimana menentukan variabel endogen dan variabel eksogen untuk di injeksi..
    Mohon bimbingannya pak Wir..
    makasih banyak pak..

    God Bless..

  • david // 11 Maret 2009 pada 02:02 | Balas

    selamat pagi pak…

    saya ingin bertanya bagaimana melakukan tahapan-tahapan untuk analisis pushover pada ETABS??…input-input apa saja yang harus dimasukkan??…terima kasih.

  • iqbal // 19 Maret 2009 pada 00:20 | Balas

    numpang tanya…
    adakah yang memiliki link ebook Guide to stability design criteria for metal structures Oleh Theodore V. Galambos… bagus banget isinya, tapi sayang di perpustakaan UGM sini hanya yang terbitan 1976, padahal sudah ada yang terbitan 1998…
    terima kasih banyak…

  • giri // 19 Maret 2009 pada 08:36 | Balas

    salam kenal pak wiryo,

    sy alumni sipil dan punya blog yg isinya ebook teknik sipil di http://sipilteknik.blogspot.com
    sy tertarik dgn karya-karya bapk, dan punya salah satu bukunya tentang SAP2000.

    mohon ijin untuk ambil file2 ebook yg ada di sini, untuk nambahin koleksi sy. mudah2an koleksi sy bisa bermanfaat buat teman2 yg lain.

    terima kasih pak.

    salam…

  • http://syaifulsipil96.blogspot.com/ // 21 Maret 2009 pada 18:04 | Balas

    salam kenal

  • Irwan Joe // 25 Maret 2009 pada 06:46 | Balas

    Pak Wir, nuwun sewu. Konco kulo Donald Essen ngilang. Mugi-mugi Mas Donald mampir ting mriki….

    Donald where are you now? Back to Wiratman?

  • Adit // 3 April 2009 pada 09:42 | Balas

    salam pak wir…

    mau nanya nih, pak wir punya gak referensi yang membahas perancangan core wall??

    terima kasih…..

  • Irfan // 13 April 2009 pada 01:32 | Balas

    selamat pagi pak wir….
    saya kesulitan dalam menemukan bahan yang secara khusus menjelaskan mengenai jembatan dek ganda. bapak ada bahan yang memuat tentang itu atau juga contoh perhitungannya?

    oya satu lagi pak, bapak ada contoh perhitungan AASHTO LRFD untuk jembatan baja?

    trima kasih atas segala bantuan yang bapak berikan….

  • Muchlis DoE // 13 April 2009 pada 07:05 | Balas

    terima kasih atas ilmunya pak..

  • Suharta // 17 April 2009 pada 05:21 | Balas

    cukup baik. Bila lebih beragam yang disajikan makin keren. Ok

  • adeabdullah // 25 April 2009 pada 16:10 | Balas

    Aih…sama juga theme nya…
    ga berniat ngembarin lho
    saya berkunjung lewat google mau cari info kuliner di jogja.thanks..

  • dina // 28 April 2009 pada 14:08 | Balas

    slam kenal pak,,
    saya ingin bertanya tentang palaksanaan sheet pile beton flat (kotak)???
    trimaksaih

  • eduwonka // 3 Mei 2009 pada 01:44 | Balas

    salam hormat,
    Pak Wiryanto saya mau bertanya :
    1. untuk menghitung kuda kuda kayu dengan menggunakan sap2000 caranya bagaimana?
    2. jenis material di sap2000 untuk kayu apakah memang tidak ada?
    terima kasih atas informasinya Pak Wiryanto.

  • eduwonka // 3 Mei 2009 pada 02:38 | Balas

    Untuk sofyan,
    untuk desain waduk maka anda harus menentukan fungsi dari waduk tersebut. misalnya waduk untuk sumber air minum perusahaan daerah air minum (PDAM), maka anda harus menentukan kebutuhan minimum yang harus dipenuhi oleh PDAM tersebut. Jika PDAM melayani 1.000.000 jiwa per hari maka kebutuhan air per hari adalah 1.000.000 jiwa x 75 liter = 75.000.000 liter = 75.000 meter kubik.
    kebutuhan air setahun adalah 75.000 x 365 hari = 27.375.000 meter kubik

    kemudian waduk akan mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. sedimentasi total selama umur layanan waduk diperhitungkan.
    sedimentasi yang terjadi tergantung jenis tanah, jenis tata guna lahan, cara pengolahan lahan, kemiringan lahan dan topografi di daerah aliran sungai ( DAS).

    kebutuhan air karena kehilangan air akibat evatranpirasi, penguapan air permukaan waduk, rembesan ke wilayah sekitar.

    jadi total kapasitas / volume waduk yang diperlukan adalah = jumlah kebutuhan air PDAM + volume kehilangan air + volume sedimen (dead storage).

    debit air tahunan diperlukan untuk membuat neraca air. jadi selama setahun waduk akan mengalami saat air berlimpah sehingga sebagian air harus dibuang melalui spillway/saluran pelimpah dan saat air kurang yaitu saat musim kemarau.

    untuk bendungan dari urugan tanah air tidak boleh melimpas melalui bagian atas tubuh bendungan. hal ini dapat menimbulkan bahaya seperti yang terjadi di situ gintung.

    semoga dapat membantu anda.

  • deddy // 3 Mei 2009 pada 11:28 | Balas

    @eduwonka

    Setahu saya material kayu memang tidak ada.
    Dan saya rasa SAP kurang cocok untuk kayu yang notabene rawan akan kembang susut dan masalah teknis pada kayu sebagai benda organik.

    Namun apabila anda tetap mau kayu didesign pake SAP.
    Bwt saja input new material di SAP (seperti baja), data kayunya sendiri tinggal input saja datanya berdasarkan peraturan kayu.
    Tinggal hati2 memasukkan input data kayunya.

  • wir // 3 Mei 2009 pada 12:09 | Balas

    @eduwonka dan deddy
    Ini tentang program SAP2000.

    Perlu dipahami bahwa SAP pada program di atas adalah Structural Analysis Program, artinya bahwa program tersebut pertama kali dibuat adalah untuk analisis struktur. Dalam perkembangan lebih lanjut, karena keperluan praktis di lapangan maka program dilengkapi dengan proses design penampang untuk check stress, mereka menyebutnya sebagai post-processing.

    Keduanya adalah dua hal yang terpisah pada dasarnya, hanya karena pemrogramnya cerdik maka prosesnya seakan-akan seamless (menyambung / menyatu).

    Ini penting untuk menjawab pertanyaan eduwonka berkaitan dengan akan digunakannya kayu.

    Analisis struktur pada program tersebut mengacu pada penyelesaian struktur elastis linier dengan metode elemen hingga. Material bahan untuk struktur rangka cukup diwakili oleh properti Modulus Elastisitas (E). Jadi tidak secara spesifik menunjuk pada suatu bahan tertentu.

    Jadi selama suatu bahan dianggap mempunyai perilaku elastis dan dapat ditetapkan nilai E-nya, maka bisa dianalisis dengan program SAP2000. Tugas engineer dalam hal ini menetapkan nilai E dari bahan yang akan analisisnya tersebut.

    Adapun proses Design pada program SAP2000 yang orang menyebutnya sebagai post-processing dibuat berdasarkan standar atau code yang berlaku. Jadi untuk code yang terbaru maka perlu program SAP2000 yang baru juga. Lha, yang ini yang dijawab oleh sdr Deddy bahwa program SAP tidak bisa mendesain kayu. Tapi ingat, untuk analisisi nggak masalah. Ok.

  • anton huang // 4 Mei 2009 pada 01:07 | Balas

    Salam kenal buat pak Wir.
    Saya menemukan blog bapak ini dari googling, ketika saya diminta bantuan oleh paman saya menghitung rab, padahal saya dah 8 tahun tidak bergerak di sipil lagi. Jadi file rab saya yang dahulu sudah kehapus di komp, karena virus. Stelah googling, dapatlah file rab dari blog bapak ini. Thanks banget pak Wir. Baca tulisan di blog ini merefresh lagi ilmu-ilmu sipil yang dulu dipelajari. Mantap! Ini blognya profesional. Dari googling, kayaknya cuma blog nya pak Wir yang bertemakan tehnik sipil.

    Wir’s responds: syukurlah pak Anton, file RAB yang ada di blog ini juga karena teman-teman yang saling sharing.

  • budi nugroho // 6 Mei 2009 pada 07:21 | Balas

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih pak atas pentunjukknya yang lalu. Pak saya pernah baca tugas akhir S1 untuk analisis angin dan gempa yaitu dengan Dihitung dulu statis tanpa angin dan gempa, kalau sudah ok dicek terhadap gempa lateral statis ekuivalen (20 % terhadap beban mati jembatan) di tower terutama di pertemuan kabel pada puncak tower, kemudian dibandingkan dengan pengaruh gaya angin lateral pada jembatan, kalau angin lebih kecil maka gempa statis ekuivalen lateral yang dominan menentukan. Kok bisa demikian ya pak?
    Jembatan cable stayed untuk angin sebenarnya harus di tes dengan terowongan angin pak dengan membuat model skala kecil dan ini diluar lingkup skripsi saya karena mungkin merupakan pembahasan tersendiri. Dengan masalah seperti bagaimana solusinya ya pak?

  • yudha handika // 7 Mei 2009 pada 05:03 | Balas

    Syallom P.Wir

    Saya ingin mengambil tugas akhir dengan judul “Analisa lendutan pelat dua arah akibat ada tidaknya balok menggunakan metode DDM”
    yang nantinya saya bandingkan dengan hasil output SAFE.
    Menurut bapak judul saya di atas bisa diangkat sebagai tugas akhir tidak?

    Mohon pencerahannya?
    GBU

    Wir’s responds: metode DDM direncanakan untuk menghitung momen-momen pada pelat dua arah dengan cara penyederhanaan. Jika dibandingkan dengan output SAFE untuk nilai-nilai momen yang dihasilkan masih relevan untuk dibahas, tetapi jika dibandingkan lendutannya jelas tidak setara. Pada DDM nilai momen yang dihasilkan tidak diperoleh dari suatu analisis struktur tetapi didasarkan oleh koefisien pendekatan.

  • robby yussac tallar // 7 Mei 2009 pada 09:25 | Balas

    Pak Wir, thanks ya utk hospitality nya kematin di KOnteks…Pak bgm caranya ngeupload SEMNAS kami utk diiklankan di blog Bapak?thanks alot

    Rgds,
    Robby

    Wir’s responds: hallo Robby, kirim ke email wiryantod(at)yahoo(dot)com juga boleh.

  • yudha handika // 7 Mei 2009 pada 21:44 | Balas

    Jika saya menggunakan metode portal ekuivalen dan tetap membahas lendutannya, apakah relevan pak?

    Mungkin P.Wir ingin memberikan masukan pada judul yang saya ingin angkat tentang DDM, atau EFM..karena saya sudah lama mempelajarinya namun belum menemukan judl yang pas untuk TA saya??

    Mohon pencerahannya..
    GBU

    Wir’s responds: kalau metode portal ekivalen masih bisa jika dipaksakan untuk menghitung lendutan dengan alasan karena ada parameter EI yang digunakan. Tapi ingat, lendutan pada struktur beton bertulang pada prinsipnya tidak sederhana, parameter EI harus dimodifikasi untuk memperhitungkan pengaruh retakan, creep.

  • Thomas Yanuar // 9 Mei 2009 pada 10:50 | Balas

    Selamat sore Pak Wir,

    Sudah sekitar 6 bulanan ini saya mengikuti ulasan2 blog Bapak. Saat ini kebetulan saya sedang makaryo di negara asing (negara asing kelima selama saya bekerja), sesuai bidang saya, sipil dan struktur enjinering. Namun saya masih merasa kemampuan saya jauuuuh banget.

    Dengan membaca blog Bapak, banyak pencerahan dan penyegaran yang saya dapat. Btw, dimana ya saya bisa mendapatkan buku2 yang Bapak tulis ?

    Satu lagi Pak, dalam menterjemahkan getaran/vibrasi suatu mesin reciprocating/rotary/rotating (seperti pompa atau kompresor) dalam desain pondasi, faktor dominan apakah yang diutamakan ?

    Thx in advance Pak & JBU to you and family.

  • wir // 9 Mei 2009 pada 11:15 | Balas

    @Thomas Yanuar
    Senang sekali dikunjungi oleh anda, yang meskipun telah berkeliling di banyak negara bekerja di bidang keilmuan yang sama, tetapi masih menganggap bahwa apa yang saya tulis dapat memberi pencerahan dan penyegaran lagi. Pengakuan seperti ini jelas akan memberi energi baru untuk tetap menulis dan mengembangkan blog ini. Trims.

    Pertanyaan tentang buku-buku yang saya tulis, akhir-akhir ini banyak sekali. Terus terang ini tentu berita gembira jika stok buku masih ada, tetapi sayang, pihak PT. Elexmedia punya kebijakan untuk lebih memprioritaskan judul baru daripada mencetak ulang. Kalaupun mencetak ulang, lebih banyak pada buku-buku yang “cepat habis”. Buku saya, karena pembelinya hanya dikalangan engineer atau mahasiswa teknik sipil, maka jelas pasarnya terbatas dan kalaupun ada adalah dari mahasiswa baru (waktunya lama). Jadi tidak dicetak lagi.

    Berkaitan untuk itu, saya sedang mencari penerbit lain yang mau mencetak ulang. Tapi sampai saat ini belum dapat. Saya kira ini menjawab pertanyaan mas Thomas tentang buku saya.

    Untuk desain pondasi mesin, maka mengetahui frekuensi alami mesin yang bervibrasi adalah diperlukan, karena kalau pondasinya juga mempunyai frekuensi sama akan terjadi penguatan getaran.

    • Thomas Yanuar // 9 Mei 2009 pada 11:50 | Balas

      Terima kasih pak Wir atas tanggapannya.
      Dari pengalaman/khazanah Bapak, di rentang berapa ya Pak nilai rasio frekwensi natural mesin dibanding terhadap frekwensi pondasi yang menerima beban dinamis ini?
      Seperti yang saya pahami bahwa beban dinamis akibat unbalanced force dari pompa/kompresor akan menimbulkan excitation force pada ketiga sumbu (x, y & z).

  • aan uii // 14 Mei 2009 pada 04:29 | Balas

    p.wir, salam kenal
    saya dari UII jogja

    artikel bpk pancen maknyus tenan.matur nuwun

    bpk punya literatur ttg Boundeck tdk+hitungan, bingung nih mo ngerjain skripsi. mksh

  • A. Ramdan // 17 Mei 2009 pada 10:33 | Balas

    Salam Kenal pa Wiryanto..

    pa saya mohon masukan motivasi dari bapak.. saya cuma seorang teknisi laboratorium jalan raya yang bekerja di lapangan..

    dari dulu saya ingin kuliah tapi engga punya modal.. Sekarang ada modal tapi ga ada waktu.. saya sangat tertarik dan terkesan dengan wawasan bapak tentang ilmu sipil.. bagaimana caranya supaya saya tidak ketinggalan informasi mengenai rekayasa teknik sipil terutama jalan raya.. adakah bapak punya buku manual pengetesan yang bisa saya download dengan gratis.. Aasthoo atau yang lainnya..?

    adakah Universitas Terbuka untuk jurusan sipil ?

    Terima kasih sebelumnya..

    dan saya belajar membuat blog untuk menumpahkan semua pendapat dan pengalaman saya sebagai seorang teknisi laboratorium lapangan.. saya mohon kritik serta saran dari bapak kalau tulisan saya banyak yang tidak bermutu.. karena ilmu saya dapatkan di lapangan tanpa ada penuntun.

    • wir // 17 Mei 2009 pada 12:13 | Balas

      Salam kenal juga sdr. Ramdan

      Buku-buku teknik sipil silahkan cari di blogroll Ebook Hunting, khususnya di http://filecrop.com/
      Itu link yang cukup ampuh.

      UT ttg sipil koq rasanya belum ada ya.

      Membuat blog, wah bagus sekali itu, karena untuk itu anda belajar untuk menulis. Karena anda latar belakangnya di lapangan maka mungkin ada baiknya strategi menulisnya seperti beberapa artikelku tentang “kerja praktek mahasiswaku”. Informasi dari lapangan saya kira penting juga dan dapat menarik untuk dibaca.

      Ada baiknya anda menyajikan studi kasus, jangan sekedar informasi, tetapi perlu sedikit diberi ‘jiwa’ sehingga menjadi hidup. Salah satu topik misalnya : pengujian ASTM dibanding BS, atau SNI, lalu kasih komentar, apakah sama saja, atau ada yang lebih baik, ditinjau dari waktu, biaya atau kemudahan pelaksanaan. Jika itu dapat diungkapkan wah bisa luar biasa itu. Bahkan bisa disajikan di seminar teknik. Belum tentu dosen yang bergelar S3 yang berkutat di kampus sempat membuat perbandingan seperti itu. Jika itu berhasil, maka bisa-bisa orang di lapangan akan lebih baik wawasannya dibanding yang teoritis saja. Ingat pengalaman empiris merupakan fakta yang tidak dapat diganggu-gugat.

      Saya ada komentar, khusus pernyataan anda yang berupa

      “tulisan saya banyak yang tidak bermutu.. karena ilmu saya dapatkan di lapangan tanpa ada penuntun”

      Jangan sekali-kali anda bilang anda tidak bermutu, hilangkan keluh kesah tersebut, hormati diri anda. Usahakan apa yang anda kerjakan adalah yang terbaik menurut pikiran dan hati anda. Jika anda merasa belum baik, lebih baik jangan dipublikasikan.

      Jika anda sendiri tidak percaya akan hasil karya anda, lalu bagaimana bisa orang lain mempercayainya. Jika kita tidak menghormati diri sendiri, lalu siapa lagi.

      Itu adalah filosofi penting, karena bisa saja orang lain tidak setuju, karena merekalah yang seharusnya mengikuti.

      Konsekuensi dari filosofi tersebut, bila ternyata ada orang yang membantah karya kita, yang menilainya jelek, maka carilah tahu, mengapa itu terjadi. Jika ternyata argumentasi mereka benar, maka berarti kita harus belajar lagi sehingga mendapat keyakinan baru, dan akui saja jika itu salah. Jika ternyata cukup fundamental keyakinan tersebut yang perlu diubah, itu tandanya perlu sekolah lagi. Ini memang tidak gampang. Tapi banyak bukti yang menunjukkan bila dapat dilakukan lagi studi lanjut, pada bidang ilmu yang ditekuni, masa depan akan lebih baik. Tapi jika anda tidak yakin itu, maka jangan lakukan. Kata kuncinya jika anda yakin bahwa apa yang anda lakukan adalah baik adanya, maka terjadilah. :)

      Sukses untuk anda sdr. Ramdan

  • Sani Adipura Winata // 18 Mei 2009 pada 05:19 | Balas

    @ A. Ramdan

    Belajar lah dari orang terdekat dahulu..belajar dari Asisten Lab anda yang tentunya mengetahui basic pengetahuan tentang jalan raya..setiap anda melakukan pengujian coba tanyakan dimulai dengan hal hal yang kecil terlebih dahulu.
    misalnya ketika anda melakukan CBR test ..apa sih CBR itu? Untuk apa dan parameter apa yang didapat. dan ketika melakukan test sesuai dengan ASTM pelajari langkah langkah yang harus dilakukan kenapa harus dilakukan seperti itu…
    mulai lah dari yang terkecil, mulai lah dari yang paling mudah mulai lah dari sekarang..
    jangan berkecil hati dengan posisi anda sebagai teknisi karena sepengalaman saya ketika melakukan penelitian di lab teknisi adalah orang yang sangat berjasa.

    Salam.

  • orangdalam // 18 Mei 2009 pada 10:34 | Balas

    alo pak Wir, saya mohon ijin untuk memasukkan artikel Anda ke dalam website yang saya kelola. jika boleh mohon konfirmasinya ke email saya : adamantoi@yahoo.com

    Wir’s responds: selama dicantumkan sumbernya secara jelas, saya kira tidak perlu ijin khusus. Monggo-monggo aja, mana artikel saya yang dianggap menarik.

  • tjatur haripriambodo // 24 Mei 2009 pada 15:34 | Balas

    Salam kenal……saya beberapa kali mengunjungi blog pak Wiryanto. Di tengah kesibukan mengajar dan kuliah, masih cukup punya waktu ya pak…..

  • tjatur haripriambodo // 24 Mei 2009 pada 15:50 | Balas

    Pak Wir, saya ikut urun saran tambahkan komentar untuk mas Ramdan.

    Teknisi lab di suatu pekerjaan jalan raya bukan suatu posisi yang “cuma teknisi”. Peranan anda penting lho. Anda turut menjadi penentu kualitas hasil pekerjaan yang akan dinikmati oleh orang banyak. Bila anda berada di posisi teknisi lab kontraktor, nah….perusahaan anda tidak bakal bisa mengajukan tagihan ke owner tanpa dokumen back up quality (dan quantity tentunya).

    Masalah tambahan pengetahuan, saya setuju seratus persen. Bidang “quality” di Jalan Raya luas sekali. Silakan anda ingin mendalami rigid atau flexible pavement. Dua2nya menarik dan menantang. Tambahan pengetahun bisa juga dengan berguru ke senior anda. Banyak lho dedengkot lab yang udah kondang. Pernah dengar pak Juanda? Beliau ahli lab untuk flexible pavement. Beliau mengawali semuanya sebagai teknisi.

    Selamat menambah pengetahuan…

  • Nashya // 24 Mei 2009 pada 17:52 | Balas

    Wah… salut nih pak, pagerank sampe 4 (tapi kok aku cek 3 ya?). Udah berapa tahun nih dalam membuat blog ini? Hebat…..!!!!

    Aku lagi cari buku tentang cara membuat Javascript untuk saya tempatkan pada ‘paypal button’ dan ‘confirm button’ tapi buttonnya dapat kita ganti warnanya, jadi gak standard mulu hanya dengan kata2 ‘confirm’ nya. Saya udah cari tapi kok gak ketemu disini ya? Juga saya mencari buku tentang ‘HTML’ ; cara membuat border pada web, background dan lain2. Kalau Bapak tahu, tolong beri link nya untuk didownload gratis.

    Regards

  • Thomas Yanuar // 26 Mei 2009 pada 12:16 | Balas

    Yth. Pak Wiryanto,

    Mohon ijin untuk link blog Bapak ini dengan blog saya di http://civilandstructure.wordpress.com/. Kebetulan saya baru membuatnya beberapa hari lalu dan sekarang masih dalam tahapan pengembangan.

  • kohar // 3 Juni 2009 pada 12:38 | Balas

    pak dewa, saya mendapat tugas utk membuat semacam hoper dan peluncurnya. alat ini akan digunakan utk memindahkan material berupa tanah dr bucket loader ke wadah. yg ingin saya tanyakan hal – hal penting apakah yg hrs saya perhatikan dlm merancangnya.

    nb : alat harus portabel

  • NUNUNG MARTINA // 7 Juni 2009 pada 01:22 | Balas

    apa kabar pak Wir, sahabat yang luar biasa.

    saya merasa sangat tertinggal membaca blog pak Wir…… 5 tahun kita bekerja bersama dalam Kompetisi Jembatan Indonesia, tapi sebagai sahabat saya tidak pernah memperhatikan kegiatan pak Wir yang 10 langkah ke depan. SALUT!!!

    Setelah membaca tulisan-tulisan teman di blog pak Wir, ingin rasanya saya memberikan kontribusi untuk menambah wacana buat teman-teman yang lainnya. apakah menurut pak Wir tulisan2 mengenai agenda KJI ke 5 ini akan menjadi menarik untuk blog pak Wir ?

    dengan senang hati saya akan buat tulisan2 mengenai KJI 5 dan jika memungkinkan kontes Bangunan Gedung Indonesia. tentunya dengan gaya bahasa saya yang masih agak ngawur.

    terima kasih pak Wir.

    Selamat dan sukses…..jangan lupa kita maish akan bertemu dalam kegiatan KJI 5.

    • wir // 7 Juni 2009 pada 08:57 | Balas

      Hallo ibu Nunung, tuan rumah KJI di Poltek UI.

      Informasi tentang KJI 5 langsung dari sumbernya. Wah itu luar biasa. Ditunggu bu.

      salam
      wd

  • hafidzi // 9 Juni 2009 pada 03:11 | Balas

    Salam kenal….

  • Marlon Brando // 11 Juni 2009 pada 07:44 | Balas

    salam kenal untuk pak wiryanto.. blognya benar2 bagus.. dan saya sangt beruntung bisa menemukan blog bapak.. saya adalah seorang mahasiswa semester akhir dan sedang mengambil tugas akhir dengan judul “analisa tegangan pada balok tinggi berlubang”.. masalah nya saya terbentur di bab 3 dan 4 nya pak. teori tentang balok tinggi berlubang kurang literaturnya dan analisis perhitungannya pun tidak ada terutama di buku Timoshenko Theory Of Elasticyti.. Apa bapak punya buku yang membahas khusus tentang balok tinggi pak.. kalau ya, dimana saya bisa mendapatkannya.. Apa analisis perhitungan balok tinggi berlubangnya bisa dengan menggunakan metode strut and tie model (metode analogi rangka).. Tolong ya pak dikasih pencerahannya karena saya sudah benar2 buntu
    Terima kasih sebelumnya…. Salam GBU

  • Yusgian // 17 Juni 2009 pada 06:17 | Balas

    Pak Wiryanto yang terhormat,
    Dalam SNI diharuskan menggunakan besi ulir untuk perhitungan tulangan, kenapa tidak menggunakan besi polos saja, kan harganya jauh lebih murah. dan kalau kita terpaksa harus menggunakan besi polos sebagai tulangan perbedaan perhitungannya dibagian mana (antara besi ulir dan polos)

    • wir // 17 Juni 2009 pada 07:30 | Balas

      @Marlon Brando
      design balok beton berlubang khususnya pada balok tinggi dapat dijumpai pada buku-buku yang membahas Strut and Tie Model. Memang disitulah keunggulannya. Contoh-contoh penyelesaian menggunakan metode tersebut ada di buku SP208 yang dikeluarkan oleh ACI 2002. Sampulnya ada di sebelah kanan paling bawah dari buku-buku yang ada karyaku.

      @Yusgian
      Penggunaan besi polos dan besi ulir kalau dijelaskan dengan teori ultimate penampang pada saat perencanaan beton bertulang hanya berbeda pada tegangan leleh baja-nya saja, jika polos yaitu BJTP 24 (fy 240 MPa), sedang ulir BJTD 40 (fy 400 MPa). Jadi kalau pakai teori tersebut luasan tulangan lebih kecil.

      Karena orang-orang awam melihat dari volumenya saja maka mereka membandingkannya dengan harganya, sehingga ada pendapat seperti yang saudara kemukakan –> yaitu polos akan jauh lebih murah !

      Pada kenyataannya tidak hanya itu saja, baja tulangan ulir menjamin suatu pengangkuran yang lebih baik pada beton dibanding baja polos.

      Ingat, teori perhitungan ultimate penampang dalam anggapannya telah terjadi kesatuan yang baik antara beton dan tulangan baja, umumnya dengan anggapan terjadi karena faktor adhesi dari betonnya. Itu pula yan mendasari bahwa pada waktu pengecoran tulangan harus bersih dari oli dsb.

      Pada kenyataan, faktor adhesi beton-tulangan tidak dapat diandalkan ketika terjadi kondisi batas (ultimate) karena bagaimana bagian beton yang mengalami tarik akan retak. Jika demikian maka adhesi sudah tidak lagi efektif. Oleh karena itu pengangkurannya harus mengandalkan mekanisme fisik selain adhesi tersebut. Salah satu cara yang efektif adalah memakai ulir (deformed bar).

      Jadi bisa saja pada suatu penampang telah memenuhi persyaratan ultimate penampang, tetapi mengalami kegagalan karena achoring-nya tidak baik.

      Oleh karena itulah mengapa dalam perencanaan beton bertulang modern penggunaan baja ulir tidak hanya didasarka pada fy-nya saja, tetapi juga kemampuan achoring-nya yang lebih baik.

      Begitu mas Yusgian, jadi pakai besi ulir meskipun lebih mahal tetapi kinierja memang berbeda.

      Ada harga ada rupa. Ingat nggak pepatah itu. Itu benar lho mas.

  • Yusgian // 18 Juni 2009 pada 02:20 | Balas

    @ wir :
    Terima kasih atas informasi yg bapak berikan…
    oh ya pak wir, mengapa dalam perhitungan luasan penulangan faktor adhesi diabaikan? padahal hal tersebut sedikit banyaknya berpengaruh/mempengaruhi kekuatan konstruksi untuk menahan gaya tarik.

    satu hal lg yang membuat saya bingung, bagaimana cara menghitung rasio penulangan (rho) sehingga kita tidak perlu menggunakan (tidak tergantung) tabel lg. saya pernah membaca literatur bahwasannya harga “rho” tersebut berkisar antara 0,2 – 0,6 x rho balance, jd bagaimana cara menentukan faktor (0,2 – 0,6) yg tepatnya.

    Terima Kasih..

    Wir’s responds: kalau mau menghitung tanpa tabel, itu mah sudah lengkap tuntas di bahas di bukuku yang ini
    http://wiryanto.wordpress.com/2005/12/31/karya-ilmiah-utama-ke-3-2005/

  • YUSGIAN // 19 Juni 2009 pada 03:35 | Balas

    Dear pak wir
    Sebelum nya terima kasih atas segala informasinya, saya orang sipil lulusan edisi lama yang dalam perkuliahan beton hanya menggunakan PBI 71, saya sangat tertarik dengan makalah bapak yang membahas penggunaan SAP2000 untuk perhitungan struktrur. ada kendala dalam memahami makalah tersebut karena mengacu kepada SNI T-15-1991-03 sementara saya tidak punya SNI tersebut, dimana saya dapat mendonwload nya
    mohon dibantu.
    trims

  • Super Mobile Game // 27 Juni 2009 pada 02:16 | Balas

    Pak, kita menaruh API dari wordpress ke website kita bagaimana? Mohon pencerahannya.

  • miha // 1 Juli 2009 pada 11:03 | Balas

    sore pak wir.
    lgsg saja, dalam merencanakan pembebanan jembatan menurut AASHTO LRFD, apakah beban angin dan gempa termasuk dalam perhitungan bagian atas jembatan (superstruktur)? dan bagaimana cara pemasukannya dalam sap2000.
    trims.

    Wir’s responds: jika beban-beban tadi dianggap sebagai beban statis, maka beban-beban dapat diberikan seperti pembebenan biasa, yaitu beban merata di batang untuk angin dan beban terpusat di titik nodal untuk gempa. Jika dianggap dinamik, maka bisa dengan cara response spectrum maupun time history analysis.

  • Haris Ahmad // 2 Juli 2009 pada 11:06 | Balas

    salam kenal, saya berharap bisa banyak belajar dari artikel Anda

  • Insineese // 11 Juli 2009 pada 07:42 | Balas

    Wow!

  • aji rizki // 14 Juli 2009 pada 09:53 | Balas

    salam kenal….
    pak saya mau tanya dalam pemodelan dalam Etabs
    jika saya modelkan plat sebagai membran dan mesh nya di default pembagian beban dari lantai ke balok seperti metode amplop. tapi jika saya menggunakan shell dan mess option menggunakan auto mesh object into structural elements pembagian beban dari plat ke balok tidak seperti metode amplop. yang benar seperti apa untuk pemodelan plat lantai pada struktur gedung. masalahnya jika saya memodelkan shell, momen yang didapat lebih kecil jika saya menghitung manual dengan metode amplop

  • syaifulsipil96 // 14 Juli 2009 pada 15:25 | Balas

    @aji,
    kalau pelatnya dimodelkan sebagai shell dan menggunakan automesh, maka untuk elemen baloknya jg harus dilakukan juga automesh, supaya prinsip finite elementnya bisa saling ketemu mesh pelat dengan mesh balok.

  • aji rizki // 15 Juli 2009 pada 01:23 | Balas

    @saiful,
    tapi pembagian beban dari plat ke balok jika dimodelkan shell tidak seperti metode amplop yah???
    dan jika kasusnya pada sub beam momen sub beam dengan plat lantai dimodelkan Shell lebih kecil dari pada momen sub beam dengan plat lantai dimodelkan membran. mana yang harus dipakai untuk perencanaan sub beam tersebut.
    kalo pake shell takutnya pas dibangun nanti malah ambruk hehehehhehehe

    Thanks a lot b4

  • parhyang // 16 Juli 2009 pada 04:29 | Balas

    @aji rizki

    model amplop atau shell hasil pd total static force sama. yg beda distribusi beban arah balok satu dgn yg lain e.g perpendicular, dan jelas ke momen jga.

    metode amplop hanya pendekatan saja (not actual) apalagi ada secondary beams. Model shell lebih baik jika dimodelkan dgn benar, kalo anda bicara selisih hasil model shell lebih kecil dan khawatir underestimated. berapa persen selisihnya ?? liat lagi kemungkinan model anda ada yg miss.

    Sub beam, maksudnya secondary beams ya. hasilnya jelas lebih kecil karena perbandingan kekakuan lentur EI dgn main beam, model anda berapa kalinya? selisih brpa? kalo metode amplop diambil generalize ngga masukin pengaruh kekakuan tsb.

    Pembagian beban metode amplop mirip dan terlihat hampir sama dgn distribusi nodal reactive force element shell, coba anda plotkan.

  • aji rizki // 21 Juli 2009 pada 04:28 | Balas

    maksud saya begini, saya sudah membuat model bangunan 3 lantai pake ETABS dengan plat lantai saya modelkan shell. saya telah run dan saya pula telah design semua element2nya, semuanya ok……
    bos saya minta rekapan elemen2nya trus minta print momentnya trus boz saya tanya kenapa momen pada balok anak (sub beam) kecil ya….
    saya jawab ya hasilnya seperti itu .beban pun tidak ada yang salah aku masukan, shell pun sudah di mess.

    tapi kata bos saya” momenya kekecilan, coba kamu hitung manual katanya” maklum bos saya tidak pake software dia cm bs manual

    sayapun menghitung manual momen untuk sub beam tersebut dengan pembebanan dari lantai seperti metode amplop (yang nantinya menjadi beban trapesium pada sumbeam tersebut)

    dan memang benar momen yang saya dapat dengan hasil hitung manual lebih besar dari pada hasil momen dari etabs tsb. saya pun bingung menjelaskanya kepada boz saya kenapa ETABS bisa lebih kecil

    trus saya coba plat lantai tersebut saya modelkan menjadi membran eh bedanya gak jauh2 amat dari hasil manual saya

    aahh…. saya jadi tambah bingung
    mungkin gara2 saya belajar etabs otodidak kali yah…..

    • wir // 29 Juli 2009 pada 08:23 | Balas

      to Aji
      Saya belum nyoba dengan Etabs, tetapi dengan SAP2000 ver 11.00 saya sudah melakukan penelitian. Kira-kira cocok dengan kasus kamu. Hasilnya saya presentasikan kemarin ke engineer-engineer PT. WIKA yaitu dalam suatu pelatihan.

      Intinya, adalah jika kamu menempatkan elemen Area (istilah untuk element Shell) maka hati-hati, bagaimanapun itu kan menyumbang kekakuan ke frame, jadi meskipun kamu menfaatkan opsi Uniform to Frame (Shell) untuk pembebanan ke frame (itu istilah di SAP2000) maka sedikit banyak akan mempengaruhi kekakuannya. Jadi ada sebagian yang ke frame ada yang melalui shell. Jadi ujung-ujungnya gaya internal di frame lebih kecil.

      Jadi ketika kamu milih membran, maka kekakuan lentur dihilangkan. Jika pelatnya datar maka cara tersebut efektif, tetapi jika lantainya berbentuk lengkung maka nggak akan efektif.

      Memang untuk mengetahui lebih dalam, tidak hanya bisa sekedar trial-and-error. Harus tahu teorinya juga.

  • dhias // 27 Juli 2009 pada 07:42 | Balas

    mas tok, saya dhias, wayahnya eyang pujosumarto dari solo. mau tanya ni… saya sedang mencari buku pengantar fisika bangunan karangan romo mangunwijaya… apakah mas tok punya? terima kasih

    • wir // 29 Juli 2009 pada 08:05 | Balas

      Hallo Dhias,
      Fisika Bangunan karangannya romo Mangun adalah buku bagus, rasanya saya pernah mengoleksinya, tapi karena jarang dipakai, sudah lupa dimana menyimpannya.

      Kalau tidak salah, buku tersebut masih eksis di toko buku Gramedia. Ada juga sih di perpustakaan UPH.

      Kamu khan yang di Jakarta khan di Gramedia juga khan. Coba deh di cari dulu.

      Salam ya untuk keluarga besar bude (eyang) Pujo.

  • iman // 24 Agustus 2009 pada 05:55 | Balas

    Salam kenal,
    Nuwun sewu, saya mahasiswa pascasarjana UGM, baru-baru ini saya lagi mempelajari persoalan buckling dan kebetulan dari temen direkomendasikan tentang bukuBapak (Aplikasi Rekaysa Konstruksi dengan SAP 2000)”thats very usefull book for eng. application sir, unfortunetally it’s very difficult to find it again in book store anywhere”
    Ketika saya coba contoh hitungan analisis buckling dengan SAP pada bab terakhir buku BApak output saya untuk mode ganjil Buckling factor memberikan hasil yang sama but untuk mode genap hasilnya berbeda, output saya errornya 56% lebih kecil dari output pada contoh tersebut. Mohon penjelasannya ya Pak,
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  • AHMAD TAMBRIN // 28 Agustus 2009 pada 02:50 | Balas

    salam kenal,

    saya mahasiswa untag 17 agustus 1945 samarinda.rencananya saya mau TA, bahan yang saya pergunakan adalah metode CFRP WRAP LAMINATE ( Penanggulangan keretakan pada balok struktur ), yang saya mohon bantuan bapak, buku-buku serta bahan-bahan untuk perhitungan perencanaan penangganan keretakan balok tersebut,

    Mohon penjelasannya pak,
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  • AHMAD TAMBRIN // 29 Agustus 2009 pada 01:19 | Balas

    yang saya maksud,metode serat karbon CFRP WRAP laminate

  • tjatur haripriambodo // 29 Agustus 2009 pada 15:34 | Balas

    Pak Wiryanto,

    Sejauh yang pak Wir ketahui, apakah ada universitas yang menyelenggarakan program S3 tek. sipil dengan sistem sandwich atau lainnya yang bersifat distance learning?

    • wir // 6 Oktober 2009 pada 08:40 | Balas

      sdr tjatur
      coba ke UI, rasanya dulu ada rencana sandwich dengan Perancis. Kontak personnya di UI yaitu Prof. Irwan Katili.

      saat ini saya dengar teman di UNDIP, kasus per kasus ada yang sandwich juga, dengan Jepang.

      Informasi di atas saya dengar dari mulut ke mulut, informasi resmi saya bahkan belum pernah baca.

  • wahyoe // 2 September 2009 pada 14:03 | Balas

    pak wir
    minta tolong ada nggak ebook mengenai elemen hingga khusus shell + contoh perhitungannya, sebagai bahan referensi tugas akhir
    klo ad share k wahyoe_slipnot@yahoo.co.id terima kasih pak wir

  • irfan // 3 September 2009 pada 03:16 | Balas

    selamat pagi.
    dalam mendesign beban bergerak jembatan, biasanya kita mengasumsikan sebuah kendaraan rencana bergerak melintasi jembatan tersebut, lalu diambil daerah yg momennya terbesar sebagai acuan maksimum design dimensi profil baja.
    sedangkan yg sering terjadi adalah terjadi keadaan macet diatas jembatan yg akan menimbulkan momen jauh lbh besar.
    bagaimana pak wir melihat kasus ini?
    trims.
    -irfan

    Wir’s responds: tentukan berbagai kombinasi pembebanan yang menyebabkan kondisi ekstrim pada penampang rencana. Jika tahu ada yang lebih besar dibanding konfigurasi beban sebelumnya, maka konfigurasi penempatan yang baru, yang lebih besar yang diperhatikan. Itu adalah prinsip umum, tetapi juga baca dengan jeli peraturan yang digunakan khususnya dalam mendefinisi beban, karena untuk beban terpusat yang ekstrim hanya cukup digunakan pada satu jalur, nggak bisa berderet-deret, adapun yang berderet adalah mobil kecil, yang diwakili oleh beban merata penuh jalur.

    Intinya adalah kondisi beban macet di atas apakah sudah tercover belum dgn definisi beban rencana. Juga asumsi-asumsi beban rencana yang digunakan perlu dipelajari secara benar.

  • suyandra // 6 September 2009 pada 08:02 | Balas

    Yth, Pak Wir. DewaBroto
    D/h
    Saya mau tanya pak wir. pemodelan spring constants untuk pondasi tiang.k= P/s
    P = beban pondasi
    s = settlement.
    bagaimana menentukan nilai s yang paling mewakili kondisi real bangunan tingkat.
    apakah total settlement, immediate atau konsolidasi.
    Dan untuk pemodelan struktur pada kondisi
    crack. Reduksi untuk element struktur. angka reduksi untuk torsi dan moment inersia.yang bisa dipakai.
    demikian pertanyaan dari suyandra

    regards

    suyandra

  • Rina silitonga // 18 September 2009 pada 07:42 | Balas

    saya baru bergabubd disini pak jadi maklum aja

  • Rifa Liana // 21 September 2009 pada 16:50 | Balas

    Met Malam Pak Wir Saya Mahasiswa Sipil Yang Lagi Nyusun Skripsi Tentang Rangka Bresing Eksentrik… Saya Masih Bingung Di Pemodelan Nya Di SAP2000 Pak, Karena Secara Konseptual Di Jelaskan Bahwa Elemen Link Merupakan Elemen Yang Berfungsi Mendisipasi Energi Gempa, Sehingga Agar Fungsi Tersebut Tercapai Maka Elemen Lain Diluar Link Harus Tetap berperilaku Elastik Ketika Link Telah Mengalami Pelelehan..
    Ketika Kita Modelkan, : Link Tersebut Apa Sebagai Balok Biasa atau Menggunakan Non Linear Link (Plastic – Wen). Jika Digunakan Non Linear Link Bagaimana Supaya bebannya masuk ke link tersebut….. Mohon Masukannya Pak Untuk Mengatasi Kebuntuan Saya Pak… Sebelumnya Terima Kasih

  • Fadhilatul Muharram // 25 September 2009 pada 14:01 | Balas

    salam kena numpang absent… :)

  • Johannes // 6 Oktober 2009 pada 06:00 | Balas

    Selamat siang pa ..
    Saya mahasiswa dr Yogya .. Mau tnya perbedaan Rangka Baja Transfield dengan Warren Trus apa ya ??
    Kalau sudah direncanakan rangka baja transfield untuk jembatan bentang 80m, apa saya bisa ganti dengan rangka Warren Truss ??
    Tolong dukungan dan jawaban nya ??
    Thank u pak

    • wir // 6 Oktober 2009 pada 08:47 | Balas

      Rangka Baja Transfield adalah merujuk pada rangka baja yang dibuat /direncanakan oleh Transfied dari Australia. Ini popoler berkaitan dengan banyak pembangunan jembatan Indonesia memakai dana bantuan Australia.

      Sedang Warren Truss adalah nama salah satu jenis rangka batang yang ada di buku-buku analisa struktur atau baja. Nama jenis rangka batang yang lain adalah Pratt, Howe, Parker K-truss atau Baltimore (Ref. “structural analysis” dari R.C Hibbeler).

      Kebetulan sekali rangka baja Transfield yang di Indonesia kebanyakan adalah rangka Warren tanpa batang vertikal. Jadi . . ., mestinya bisa dijawab sendiri ya pertanyaan kamu di atas.

  • irfan // 13 Oktober 2009 pada 01:02 | Balas

    selamat pagi..
    pak wir saya mau tanya, SAP2000 versi brp aja bisa menganalisis jembatan secara 3D? apakah 7.42 bisa?
    yang kedua, saat memodelkan beban bergerak, apakah harus dilakukan terpisah dengan model 3D jembatan?
    mhn penjelasannya.
    thx.

  • tresna // 15 Oktober 2009 pada 06:03 | Balas

    A very nice site sir, Thank you for your article regarding bridges in Indonesia. I took some facts from it if you don’t mind, for my Bandung Ultimate BlogSite. My Diploma was on Civil Engineering,and the stuffs in your site is very interesting.

    Keep up the good work.

  • mulyono // 16 Oktober 2009 pada 13:29 | Balas

    salam pak wir
    domisili saya didaerah manyar gresik, mungkin pak wir punya teman teman yang dapat pekerjaan proyek timbunan tanah dalam volume kubikasi yang besar, saya siap untuk menjadi partner subconnya pak wir dalam mengerjakan proyek tersebut, pakwir dapat menghubungi saya di 03171382108 dan 081259829044 atau di alamat E-mail saya: yonoarnam@yahoo.co.id. sekali lagi saya tunggu info dari pakwir.
    terimakasih

    mulyono.ST

  • Aditya Theodorus // 28 Oktober 2009 pada 15:14 | Balas

    Salam sejahter pak wir,..aq mahasiswa teknik sipil Unhas,aq mahasiswa Kbk geoteknik di jurusan sipil,apa bapak punya referensi blog/web di indonesia yg membahas tentang penyelesaian konstruksi pondasi atau bangunan konstruksi dengan menggunakan plaxis 8.0??

  • Ponco Reko // 28 Oktober 2009 pada 19:55 | Balas

    Salam kenal Pak Wiryanto. Sukses selalu.

    Silakan sesekali mampir ke:
    http://kalisengara.wordpress.com/

  • fhay // 4 November 2009 pada 23:37 | Balas

    salam kenal pak,,
    skarang sya mhsiswa teknik sipil di slah stu perguruan tinggi di jawa tengah pak.
    saya dapat tugas untuk membandingkan, lrfd dan asd menurut standar orang jepang pak,,
    ada referensi ga pa???
    makasi ya pak..

  • Gada Bina Usaha // 6 Desember 2009 pada 15:21 | Balas

    Salam Kenal saya pembuat produk2 dari karet termasuk banalan kare jembaan,saya sedang ertarik untuk mengembangkan bantalan kare untuk bangunan/ yang tahan gempa.mohon kalau ada infonya yang bermanfaat

    Terimakasih

    Wir’s responds: salam kenal juga pak. Jika dimungkinkan kami tentu senang jika bisa melihat proses pembuatan, dan sekaligus pemasangan komponen yang bapak produksi.

  • Gada Bina Usaha // 10 Desember 2009 pada 10:25 | Balas

    salam kenal Pak Wir…kalo memiliki info tentang Bantalan karet Tahan Gempa,spesifikasi dan cara pemasangannya..mungkin memiliki info yang berkaitan,sebelumnya perkenalkan kami adalah pembuat bantalan2 karet /Elastomeric Bearing Pads,dan kami sangat ingin sekali untuk dapat memproduksi Bantalan Tahan Gempa yang mungkin sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat Indonesia.Terimakasih…

  • Gada Bina Usaha // 10 Desember 2009 pada 10:26 | Balas

    Monggo Pak kami berlokasi di Malang kontak saya 0818386648

  • Arga // 24 Desember 2009 pada 07:26 | Balas

    Salam kenal pak Wiryanto, saya kagum melihat blog bapak walapun belum sempat semua saya buka karena saking banyaknya. Sangat bermanfaat dan memberikan pencerahan. Saya dari Teknik Sipil juga pak, terutama struktur. Melihat blog bapak, saya jadi terinspirasi ingin membuat tulisan di http://rumah-kuat.blogspot.com . Isinya seputar permasalahan kekuatan bangunan, karena saya melihat begitu banyak ke-tidak tahu-an masyarakat tentang pentingnya kekuatan bangunan, dan bukan hanya pada estetiknya saja. Sehingga banyak yang menyerahkan 100% kepada kontraktor yang mengerjakan. Saya berusaha sebisa mungkin menggunakan bahasa yang dapat diterima oleh kalangan non-struktur. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi semua yang membacanya Salam, Arga.

Tinggalkan sebuah Komentar