sistem on-line semakin mewabah, juga di dunia pendidikan

Dunia internet ini memang luar biasa. Bagaimana tidak, internet memberikan perubahan besar dalam cara berkomunikasi dan transaksi, dimana-mana. Meskipun demikian saya juga yakin, dalam bertransaksi memakai media internet (on-line) maka kesuksesannya tergantung dari tingkat kepercayaan yang dapat diberikan.

Yup betul, kata kuncinya adalah kepercayaan. Tentang hal itu, boleh juga aku bercerita bahwa sampai hari inipun, transaksi on-line yang pernah aku lakukan hanya beberapa saja. Kalau nggak salah baru dua saja, yaitu membeli buku-buku di situs Amazon.com dan CRCPress.com. Itupun hanya buku-buku yang menurutku dipabean atau di bea cukai tidak mesti disukai oleh setiap orang. Jadi di luar kondisi itu aku belum merasa aman atau percaya untuk melakukannya. :D

Bagaimana suatu kepercayaan dibentuk, ada baiknya baca ceritaku berikut.

Baca lebih lanjut

respons pembaca buku Struktur Baja

Menulis itu gampang, setiap orang yang mengaku diri sarjana pasti malu jika dianggap tidak bisa menulis. Apalagi yang punya gelar lebih, pastilah lebih biasa untuk menulis. Jika banyak menulis, dan kemudian dikumpulkan tentu bisa dirangkum menjadi buku. Tapi mungkin tidak sesederhana itu. Maklum, bisa membuat buku masih saja bisa membuat orang berdecak. Wah . . . .

Profesor apalagi, . . .

Jaman sekarang ini adanya sertifikasi dosen, dimana dosen dan profesor diberi tunjangan dari pemerintah. Salah satu tolok ukur kinerjanya adalah produk tulis. Bahkan seorang profesor adalah wajib hukumnya untuk setiap tiga tahun sekali harus membuat buku. Kalau tidak, maka bisa-bisa tunjangannya akan dicabut.

Nah profesor di Indonesia khan sudah banyak. Adanya kebijakan tersebut tentu akan dihasilkan banyak buku. Jadi dengan asumsi di atas, dan fakta adanya tunjangan untuk produktifitas profesor, maka buku-buku ilmu pengetahuan tentu semakin banyak. Jadi kalau akupun juga membuat buku, tentu apanya yang menarik. Maklum, tidak ada bedanya dengan profesor-profesor yang memang kewajibannya itu.

Baca lebih lanjut

usul untuk buku berikutnya

Buku Struktur Baja belum selesai didistribusikan keseluruh pembaca. Mohon sabar ya teman-teman, maklum pihak LUMINA dengan konsep pra-order ini agak kewalahan menanganinya. Pertama adalah karena bukunya hardcover yang lebih berat dibanding buku sebelumnya.  Kedua, konsep pra-order ternyata diminati banyak orang, sampai hari ini saya intip sudah lebih dari 300 pemesan. Itu kira-kira 25% dari total jumlah buku yang dicetak. Bayangkan saja, jika kedua hal tersebut terjadi bersamaan, yaitu berat dan jumlahnya banyak, maka dapat dimaklumi jika pihak LUMINA-nya dapat kehabisan tenaga. :D

Perlu istirahat . . . . . itu juga berarti pengiriman bukunya istirahat juga. :(

Baca lebih lanjut

buku STRUKTUR BAJA-nya telah jadi !

Hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu, maklum ada info dari kemarin bahwa buku Struktur Baja – Perilaku, Analisis & Desain – AISC 2010 akan dikirimkan dari percetakan. Akhirnya, siang ini LUMINA Press.mengirim foto mengenai buku yang aku maksud. Pimpinannya aku telpon : bagaimana kualitas buku yang dicetak. Beliau menyatakan bahwa untuk jacket cover yang berwarna biru dengan hotprint pada judulnya, cukup memuaskan. Ini fotonya : IMG-20150418-WA0010

Ini fotonya mungkin kurang bagus, tetapi kata direktur LUMINA Press : sangat mantap. Bahkan sempat terlontar kalimat : Wah itu harga bukunya terlalu murah pak Wir. Itu lho yang Rp 240 ribu. Apalagi yang telah berhasil membeli dengan cara pra-oder, yang hanya Rp 200 ribu ditambah ongkos kirim. Murah banget itu. Kalau moto copi, jelas nggak dapet buku semewah itu.

Jika jacket buku yang bewarna biru tersebut dibuka. maka akan terlihat sampul hardcover linen dengan tulisan yang lebih sederhana. Nah disini, Pak Direktur LUMINA Press agak kecewa melihat cetakan judul di sampul linen tersebut. Maklum, sampul linennya khan seperti kulit jeruk, jadi hasil cetakannya juga terkesan totol-totol. Mungkin memang cetak di linen seperti itu.

Ini sampul buku linen yang aku maksud, yaitu jika jacket cover dicopot. IMG-20150418-WA0011

Kecuali dari cetak yang agak totol-totol, tidak ada yang kurang, begitu reportase dari direktur LUMINA Press. Yah ini pengalaman pertama memakai sampul buku linen.

Yang penting namaku tercetak dengan benar. Jadi meskipun sedikit totol-totol, tetapi tentunya sangat jarang ada nama dosen teknik sipil yang dapat tercetak seperti itu. Bagaimanapun juga itu menurutku cukup istimewa, dan meskipun pada buku tersebut tidak ada gelar pada nama penulis yang ditampilkan, tetapi yakin sekali buku tersebut akan tetap laku.

Jika halaman pertama buku tersebut dibuka maka terlihatlah portofolio pemberi sponsor utama, yaitu PT. Gistama Intisemesta yang cukup elegant, disampul belakang buku yang hardcover tersebut. IMG-20150418-WA0006

Karena ada sponsor itulah maka buku-bukuku dapat tercetak pada kondisi yang terbaik yang bisa diakses di negeri ini. Mutu bukuku tidak hanya pada isi tetapi juga tampilan fisik. Seperti kecap maka semuanya harus No.1.

Pengiriman pertama dari buku-buku tersebut adalah kepada para pra-order, yang telah percaya dan sabar menunggu sampai buku tersebut selesai dicetak. Hampir dua bulan kesabaran menunggunya. Jumlah pra-order yang telah masuk ada sekitar 300 exp. Banyak juga ya. O ya ada masukan dari LUMINA Press bahwa harga pra-order masih sesuai janji di website-nya yaitu sampai tanggal 20 April ini. Jadi bagi yang belum sempat pra-order silahkan langsung ke http://lumina-press.com mumpung masih ada discount. Yakin deh, kalaupun anda foto copy sendiri, maka mutunya jelas nggak akan ngejar. Murah sekali harga segitu. Ini kata direktur LUMINA Press lho. Yang jelas kita tetap komitmen memegang harga yang telah dinyatakan jauh hari sebelumnya, untuk harga standar adalah Rp 240 ribu. Bagi para dosen stuktur baja, inilah buku struktur baja yang paling siap dengan kedatangan SNI baja yang terbaru. Unit satuannya sudah SI (Satuan International). Format penulisan sudah mengikuti isi AISC 2010 yang merupakan rujukan utama dari SNI baja kita.  Baca lebih lanjut

kurikulum Struktur Baja dan Beton

Tempo.co : Indonesia Kekurangan 800 Ribu Insinyur – KAMIS, 12 JUNI 2014 | 15:12 WIB

Nggak tahu apakah berita di atas jadi penyebabnya atau tidak, tetapi yang jelas saat ini telah dilakukan evaluasi kompetensi pendidikan para insinyur, khususnya bidang teknik sipil. Itu aku tahu karena siang kemarin bapak Dr.-Ing. Jack Widjajakusuma (Kajur Teknik Sipil UPH) memberi saya copy 6 (enam) lembar usulan Kurikulum Inti Teknik Sipil level S1 yang dibuat oleh BMPTTSSI (Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Teknik Sipil Seluruh Indonesia).

Baca lebih lanjut

standing banner

Karakter mahasiswa yang aku ajar di kampusku memang berbeda dibanding waktu dulu aku kuliah di Jogja. Teman-temanku dulu kebanyakan lahir dari keluarga petani, atau pegawai negeri, jadi cita-cita setelah lulus adalah jadi pegawai. Termasuk diriku ini juga, yang menjadi pegawai mengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di pinggiran ibu kota.

Baca lebih lanjut

Apakah syarat kelangsingan mutlak harus dipenuhi ?

Ada sedikit bahan yang dapat digunakan untuk kuliah Struktur Baja, yaitu pertanyaan dari sdr. Made Pande sbb:

Yth. Pak Wiryanto,

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas segala ilmu dan informasi yang sudah dishare di blog bapak ini.

Saya memiliki pertanyaan, pak. Ini terkait dengan syarat faktor kelangsingan yang dibatasi dalam peraturan untuk struktur kolom/elemen tekan seperti bracing, yang harus memenuhi nilai k.l/r </= 200. Pertanyaannya adalah, apakah syarat kelangsingan ini mutlak harus dipenuhi ? Karena dalam banyak kasus, untuk memenuhi syarat kelangsingan ini, dimensi profil yang dibutuhkan cukup boros, padahal stress ratio yang didapatkan cukup kecil. Dan bukankah dalam perhitungan tegangan ijin untuk elemen tekan ini sudah memperhitungkan efek kelangsingan tersebut untuk menghindari bahaya tekuk buckling ? Jika stress ratio yang didapatkan dari tegangan ijin ini masih di bawah 0.2 (warna batang masih biru royo2), apakah syarat kelangsingan dapat kita abaikan untuk memperoleh profil yang lebih ekonomis ?

Bagaimana menurut Pak Wir mengenai permasalahan soal k.l/r ini ? Apakah menurut bapak, kita mutlak harus mengikuti persyaratan k/l/r < 200 dengan konsekuensi material menjadi boros ? Atau faktor kelangsingan ini dapat kita abaikan selama stress ratio-nya masih masuk ? Di dalam program SAP2000 pun jika syarat kelangsingan ini tidak terpenuhi, SAP2000 akan memberikan warning. Apa dampaknya dalam kondisi aktual jika kita mengabaikan warning kelangsingan ini? Apakah berbahaya pak ?

Mohon pencerahannya, Pak Wir. Terima kasih.

Baik, mari kita membahas pertanyaan di atas.

Baca lebih lanjut