mengintip materi buku baru #1

Kebiasaan membeli di toko buku, kalau tertarik pada suatu buku (ini tentu dari covernya) maka tentunya ingin dibaca isinya. Dengan situasi toko buku, jelas tidak seluruh halaman dapat dibaca. Paling hanya satu atau dua. Itu saja bisa menjadi petunjuk apakah bukunya bisa dibeli atau ditinggalkan saja, untuk mencari buku lain. Itu kira-kira yang akan dilakukan calon pembeli buku pada umumnya.

Baca lebih lanjut

menjadi berkat bagi negeri ini

Sebelumnya kepada teman-teman muslim, pada bulan ini diucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankannya.

Pada bulan-bulan seperti ini khususnya, yang namanya amal ibadah adalah sesuatu yang sering kita dengar. Penting karena ada keterkaitannya apa yang kita lakukan dan balasannya. Konsepnya sebab dan akibat, apa yang kita lakukan di dunia ini akan ada balasannya di surga nanti. Bahkan ada yang berkeyakinan pula, bahwa akibatnya bahkan dapat dirasakan langsung di dunia ini pula, tanpa harus menunggu nanti ketika sudah mati (ketika sudah di surga).

Baca lebih lanjut

evaluasi sampul belakang buku

Semua desain sampul buku karanganku, adalah karya aku sendiri. Memang sih, secara formal aku tidak mempunyai latar belakang pendidikan atau pelatihan yang mendukung. Modalku hanya karena aku senang membaca dan mengkoleksi buku-buku. Tahu mana buku yang menarik, dan yang tidak. Hanya mengandalkan pada naluri, sebagaimana pria bisa melihat wanita cantik atau tidak, tanpa perlu training khusus. Begitulah modalku dalam mendesain karya-karyaku.

Baca lebih lanjut

para SPONSOR di buku Baja Ed. ke-2

Untuk mewujudkan idealisme memang tidak gampang. Kita boleh saja ngomong idealisme setinggi langit, tapi kalau itu lalu dikaitkan dengan kebutuhan dana pendukungnya, maka banyak teman yang sebelumnya bersemangat mendukung idealisme tersebut akhirnya mundur teratur. Membuat buku teks di bidang struktur baja yang terbaik yang bisa dibuat, adalah idealisme yang dimaksud, tetapi untuk bisa menjadi sesuatu real, nggak sekedar semangat, perlu fulus. Nah disitulah peran SPONSOR.

Baca lebih lanjut

Ada apa dengan Buku Baja Edisi ke-2

Manusia berencana, tetapi Tuhan-lah yang menentukan. Ini mungkin alasan yang dapat disampaikan terkati dengan janji beberapa bulan lalu untuk menerbitkan Struktur Baja Edisi ke-2 di bulan April 2016 yang lalu. Saat ini buku tersebut belum terbit.

Itu bisa terjadi karena apa daya, begitu banyak ide baru yang ingin dituliskan. Jadi karena menuruti kata hati, maka materinya jadi bertambah. Bahkan kalau saat ini juga masih saja mengikuti keinginan hati, rasa-rasanya belum selesai juga.

I ya pak Wir, saya sudah pra-order lho ?

Nah itu. Saya juga sudah melihat bahwa yang pra-order di http://lumina-press.com , sudah cukup banyak. Pihak penerbit juga sudah mengingatkan,  Bahkan kata beliau : “Tambahkan sedikit saja tulisan yang baru pak Wir, toh pembaca yang pesan sudah banyak. Daripada tebel-tebel, lebih baik bikin judul buku baru lagi. Itu lebih menguntungkan lho“.

Benar juga. Kalau pikiranku lebih didominasi bisnis, maka tentu akan seperti itu. Pokoknya sedikit tebal, 200 halaman misalnya, langsung saja jadi judul buku baru. Bisa-bisa kalau begitu, buku karanganku akan banyak sekali. Orang Indo itu khan kadang terkecoh dengan jumlah yang wah khan.

Tapi aku khan bukan seperti itu. Ini buku (Edisi ke-2) belum dicetak juga bukan karena kurang dana. Rencana dana masuk dari sekitar 17 sponsor yang sudah berkomitmen, dan sebagian juga sudah membayar, rasa-rasanya sangat mencukupi untuk sekedar mencetak buku teknik sipil dengan kualitas cetak terbaik. Masalahnya tinggal mendefinisikan, seperti apa buku yang dimaksud, dan mau dicetak di mana. Jadi kalau bukan dana, mengapa bisa terlambat. Ini mungkin yang perlu diungkapkan.

Baca lebih lanjut