PHK . . . akhirnya !

Berita akan terjadinya PHK, lagi merembak dimana-mana. Pagi tadi ketika dalam dalam perjalanan di mobil menyetel radio, maka lagi seru dibahas tentang PHK. Lalu membaca berita bahwa yang melakukan PHK nggak tanggung-tanggung, yaitu perusahaan Toshiba dan Panasonic. Ini beritanya dari Kompas.com.

Bagi orang yang telah merasa settle bekerja, dan sedang menikmati kehangatan berkeluarga, maka yang namanya PHK tentu seperti mendengar petir di siang hari bolong, mengagetkan. Masih mending kalau punya tabungan, untuk hidup beberapa bulan ke depan, sambil cari pekerjaan baru. Nah, yang tidak bagaimana, apalagi kalau punya utang, cicilan rumah atau kendaraan yang harus dilunasi setiap hari. Maka kagetnya tentu seperti mendengar bom bali. Menakutkan.

Intinya itu, kalau yang namanya PHK itu tentu tidak enak, tidak sekedar menyedihkan tetapi menakutkan. Hanya saja, yang namanya PHK biasanya lebih ditekankan pada kerja atau pekerjaan. Nah manusia itu umumya mempunyai dua lingkungan dalam kesehariannya, yaitu Kerja (pekerjaan) dan Keluarga. Jadi kalau kena PHK di kerja masih bisa disyukuri jika punya keluarga. Itu akan menjadi penghibur. Amit-amit kalau PHK kedua-duanya, Kerja dan Keluarga. Gawat itu.

makamphk-2-140103

Illustrasi sedihnya buruh yang kena PHK (Sumber : Liputan 6)

Baca lebih lanjut

Gusset Plate atau Pelat Buhul

Catatan : ini sedikit bocoran dari materi Struktur Baja Edisi ke-2, saya tampilkan bagian introduction dari Sub-bab baru, Bab 8.12.1. Untuk detail lebih dalam, nanti silahkan baca di buku baru tersebut ya.

Sekedar juga untuk bukti, bahwa untuk menguasai ilmu struktur baja, maka selain membaca buku-bukunya William T. Segui, Louis F. Geschwindner atau Charles G. Salmon, maka membaca buku karangan Wiryanto Dewobroto akan memberi wawasan yang baru, karena banyak tulisannya bukan sekedar hasil menerjemahkan semata, tetapi karena pemahamannya tentang materi tersebut lebih dari yang lain. :D

8.12.1   Umum

Gusset plate atau pelat buhul adalah sistem sambungan memakai pelat baja, bisa tunggal atau berpasangan. Fungsinya adalah untuk menyatukan elemen-elemen dari struktur rangka batang (truss).

Baca lebih lanjut

koq bisa sih ?!!

Anak adalah segala-galanya. Begitu pemikiran sebagian besar orang tua pada umumnya. Salah satu upaya positip adalah membekali anaknya dengan pendidikan terbaik, yang bisa diusahakan.

Begitu juga orang yang hidupnya di dunia pendidikan, murid adalah segala-galanya. Itu dapat dimaklumi, karena tanpa murid maka tidak ada yang dapat disebut guru atau dosen. Membekali murid agar menjadi terbaik adalah salah satu usahanya. Kalau muridnya hebat maka guru atau dosen yang mendidik dan mengajarnya akan disebut hebat juga. Ibarat pepatah, kualitas pohon dapat dilihat dari buahnya. Jadi orang tua, guru atau dosen bisa saja merasa seperti pohon, dan anak atau murid tersebut sebagai buah-buahnya. Jadi keduanya sama-sama berkepentingan terhadap kemajuan anak atau murid tersebut.

Baca lebih lanjut

cover buku Baja EDISI ke-2

Namanya penulis, nggak terlihat hasil kerjanya kalau belum muncul tulisannya. Betul, memang sudah lama saya tidak menulis di blog. Waktunya habis untuk menyiapkan Edisi ke-2 dari buku Struktur Baja, yang laris manis.

Saya cenderung membuat edisi ke-2 karena ada beberapa topik yang menurut saya kurang lengkap, jika buku tersebut dijadikan buku teks di level S1. Harapannya dengan diterbitkannya edisi ke-2 ini maka materi perkuliahan Struktur Baja I, II dan III yang saya ajarkan di Jurusan Teknik Sipil UPH tercakup semua.

Baca lebih lanjut

menulis perlu memiliki tujuan, antusiasme, dan kreatifitas

Banyak sekali anak-anak muda zaman sekarang, termasuk saya, meremehkan apa yang disebut dengan “menulis”. Banyak yang mengatakan bahwa menulis itu melelahkan, ditulis pun tidak akan dibaca, apa yang kita tulis pun tidak akan membuat kita menjadi terkenal, dan masih banyak lagi keluhan yang diutarakan banyak orang. Tetapi kita tidak sadar bahwa apa yang kita pelajari dari kita kecil sampai sekarang adalah hasil dari tulisan-tulisan orang terdahulu kita, Saya membayangkan jika saya dilahirkan dan tidak ada buku pelajaran (tulisan), saya hanya bisa meraba-raba dan tidak tahu apakah hal yang dibicarakan itu benar atau tidak.

Baca lebih lanjut

Bagaimana Seorang Penulis yang tak Mengenalku Telah Mengubah Hidupku

Menulis. Sebuah kata yang sangat klasik dan cenderung dipandang remeh karena dianggap membosankan. Banyak di antara kita khususnya orang Indonesia yang secara implisit tidak menghargai karya-karya berupa tulisan. Tidak sedikit pula orang-orang yang sampai kematiannya pun tidak mengetahui betapa tulisan dapat mengubah hidupnya. Saya berbicara mengenai menulis dan membaca karena kedua hal ini adalah sepaket. Tulisan ditulis untuk dibaca dan untuk membaca diperlukan seorang penulis. Lantas sepenting apakah tulisan itu ?

Baca lebih lanjut