Prospek Insinyur Sipil di Industri Oil-Gas


Wir’s comments : Ini merupakan tulisan dari sdr. Badaruddin (Civil & Structure Engineer), alumni teknik sipil UGM yang bekerja di industri Oil & Gas. Agar enak di baca maka beberapa kalimatnya diedit, tanpa mengubah arti. Semoga menjadi infomasi yang bermanfaat karena menurut beliau, “salary” di industri tersebut cukup menarik. :D

Tulisan ini terinspirasi oleh pertanyaan seorang bapak, teman ngobrol di kereta saat pulang dari Madiun ke Jakarta, yaitu: “Lulusan teknik sipil kok bisa kerja di industri oil dan gas, ya ?”. Itu tercetus setelah mengetahui bahwa saya yang berkarir di sektor industri oil & gas ternyata lulusan teknik sipil.

Mungkin dalam benak bapak tersebut, “industri oil and gas adalah tempat kerja para lulusan teknik geologi, teknik perminyakan, teknik kimia dll”. Mungkin banyak teman-teman pembaca yang lain, juga bepikir demikian. Betul khan.

Selanjutnya bapak tersebut mengajukan pertanyaan yang lebih detil: “Apa yang bisa dikerjakan oleh lulusan teknik sipil di industri oil and gas, yang sesuai bidang ilmunya ?”.

Mendengar itu, dalam hati saya berpikir “Sepertinya bapak ini lupa, kalau ilmu teknik sipil itu merupakan nenek moyang atau embrionya semua ilmu teknik lainnya“. Setahu saya, jurusan teknik mesin UGM belum ada ketika universitas tersebut didirikan. Baru setelah selang beberapa tahun, itupun merupakan pecahan jurusan teknik sipil.

Rasanya bapak tersebut perlu penjelasan yang lebih detail tentang peranan insinyur sipil khususnya di industri oil and gas.

Secara garis besar saya menekankan bahwa hampir setiap aktivitas di sektor industri oil & gas memerlukan sarjana lulusan teknik sipil. Semua aktivitas tersebut memerlukan fasilitas ruang, fasilitas ruang inilah yang menjadi tugas lulusan teknik sipil untuk menyediakannya, baik bekerja sebagai perancang (konsultan), pelaksana (kontraktor) ataupun pengawas pelaksanaan (konsultan pengawas).

Di sektor industri oil and gas, khususnya perusahaan – perusahaan yang dikenal sebagai owner (pertamina dan kontraktor production sharing), lulusan teknik sipil paling banyak kita temukan berkarir pada dua departemen yaitu Facility Engineering Department serta Supply Chain Management Department.

Apa itu, baiklah saya akan menerangkan satu persatu, sbb :

Facility Engineering Department.

Garis besar tugas dari facility engineering adalah menyiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan aktifitas produksinya, mulai dari sumur gas / minyak sampai minyak / gas tersebut siap untuk diexport.

Fasilitas tersebut berupa pipa penyalur gas / minyak (flow line, trunk line serta pipe line), pabrik pengolahan minyak/gas (plant), pelabuhan (port), jalan (acces road), termasuk didalamnya fasilitas pendukung yang dibutuhkan oleh karyawan untuk menjalankan semua aktifitas tersebut berupa camp perumahan, mess hall, sport hall serta fasilitas lainnya.

Item – item pendukung tersebut (pondasi, pelabuhan dll) merupakan pekerjaan yang harus ditangani oleh sarjana lulusan teknik sipil mulai dari perancangan, konstruksi serta pengawas pelaksanaan. Di sini, seorang civil engineer harus bisa bekerja sama dengan disiplin engineer lainnya, karena hasil rancangan yang dihasilkan merupakan satu kesatuan.

Apabila salah satu pekerjaan dari satu disiplin engineer keliru atau salah maka akan mengakibatkan disiplin engineer lainnya akan salah pula. Sehingga fasilitas tersebut tidak dapat digunakan untuk produksi, misalnya :

  • satu vessel berupa separator, equipment ini dirancang oleh mechanical engineer dan akan di install diatas pondasi yang dirancang oleh civil engineer, apabila tidak ada koordinasi yang baik diantara keduanya tentunya equipment tersebut tidak dapat terinstall dengan baik.
  • untuk fasilitas plant (onshore / didarat) , disana terdapat banyak equipment berupa mesin baik pompa, compressor dll, serta vessel dan system perpipaan, semua equipment tersebut memerlukan pondasi sebagai dudukan, shelter sebagai pelindung, rak pipa serta fasilitas platform untuk mendukung pekerjaan operasional serta maintenance atau perawatan.

Pertanyaan Bapak teman ngobrol itu nggak salah juga. Ada benarnya, selama kuliah di jurusan teknik sipil, dosennya lebih banyak memberi contoh aplikasi bangunan-bangunan publik, misalnya high-rise building, jembatan, bendungan, pelabuhan umum serta bangunan publik lainnya. Hal ini berdampak sehingga para lulusanya hampir tidak pernah berpikir untuk bekerja di industri oil and gas. Mereka langsung tertuju pada perusahaan – perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa konstruksi publik seperti PT. Hutama Karya, Jaya Konstruksi, Pembangunan Perumahan dll.

Adapun perusahaan kontraktor yang bergerak pada industri oil and gas, misalnya : PT. Inti Karya Persada Teknik, PT. Kelsri, PT, Kellog Brown & Root, serta Technip terasa asing bagi fresh graduate lulusan teknik sipil.

Penulis berharap, tulisan ini dapat membuka wawasan mahasiswa teknik sipil, sehingga ke depannya : orientasi mencari pekerjaan tidak terbatas hanya pada konsultan atau kontraktor bangunan public, tetapi mulai melirik ke konsultan serta kontraktor bahkan owner di dunia industri oil & gas, sehingga sejak dini mempersiapkan diri kesana.

Penting untuk diketahui bahwa rate salary yang diberikan perusahaan di dunia industri oil & gas lebih layak dibandingkan dengan perusahaan di sektor public.

Apa yang harus disiapkan untuk menjadi engineer di sektor industri oil & gas?

Apa bedanya dengan menjadi civil engineer di sector public ?.

Sektor industri oil and gas di Indonesia masih banyak diramaikan oleh perusahaan – perusahaan asing, baik sebagai owner maupun konstruktor (perusahaan EPC, engineering procurement & construction), sehingga spesifikasi pekerjaan yang disyaratkan merujuk ke negara-negara pemegang saham dari perusahaan tersebut, misalnya Amerika. Perencanaan beton merujuk ke ACI-318, struktur baja merujuk ke AISC, peraturan pembebanan merujuk ke ASCE 7 dan peraturan-peraturan lainnya seperti ANSY dan API.

Untuk itu para mahasiswa yang tertarik, maka sebaiknya akan membiasakan diri dengan peraturan-peraturan tersebut, sehingga tidak asing lagi saat bekerja.

Wir’s comment : penjelasan tentang Supply Chain Management Department mungkin menyusul , begitu khan mas Badar ?.

<<up-dated 21 August 2007>>

Ada saudara ingin berbagi pengalaman ttg oil dan gas, ini foto-fotonya, jika mas Badaruddin memperlihatkan site di darat, yang ini di laut. Bagi yang nggak bisa renang, jangan mimpi deh.

<<up-dated 10 Nov 2008>>

Seseorang sarjana teknik sipil  pelaku di dunia oil dan gas ingin menambahkan :

Saya mau menambahkan info tentang bidang pekerjaan civil engineering di oil & gas. Di dalam artikel – oil & gas ini hanya dibahas tentang Oil Rig, Petrochemical Refinery & Mining. Ada satu bidang yang terlupa – FPSO/FSO (Floating Production Storage & Offloading/Floating Storage & Offloading) – tempat kerja saya sekarang. FPSO/FSO ini mirip dengan tanker dengan modules process untuk memroses crude oil di atas deck-nya. Menurut saya, sekarang ini yang lagi seru, dan prospek ke depannya bagus karena lebih ekonomis dibanding jack-up rig.

Bisa jadi apa orang sipil di perkapalan ?

Pekerjaan mendisain dan membangun kapalnya memang dikerjakan oleh Naval Architec. Seperti yang disebutkan dalam artikel – segala macam equipment foundation, tower & platform, pondasi crane bahkan accomodation module+helideck – dikerjakan oleh insinyur sipil. Termasuk Project Management (Contract, QS, Construction Engineering, HSE, etc). Mengenai ‘salary’ – memang tidak sebesar ‘Rig Construction’ tapi masih lebih OK dibanding sector public.

Perusahaan-perusaha an ‘FPSO Builder/Conversion Contractor’, ‘owner’ dan operator bisa dilihat di
http://en.wikipedia .org/wiki/ Floating_ Production_ Storage_and_ Offloading# Designers_ .26_Builders
Bagi yang baru lulus bisa masuk ke perusahaan2 ini melalui – internship. Biasanya di website mereka di halaman career ada pilihan professional dan internship

Ingin lebih banyak tahu tentang FPSO bisa dilihat di

http://www.ukooa. co.uk/issues/ fpso/

About these ads

77 gagasan untuk “Prospek Insinyur Sipil di Industri Oil-Gas

  1. Dear pak Wir and Engineers,

    Sewaktu saya masih mahasiswa, saya berfikir persis sama “Bapak lawan bicaranya sdr Badaruddin“. Tidak tahu dan tidak kepikiran untuk bekerja di Industri Oil and Gas.

    Sehingga saya terdampar di bidang sektor Publik yang salary-nya kalah jauh dibandingkan dengan para Engineer di EPC/Oil and Gas :(

    Namun saya tidak kecil hati, yakin bahwa saya mempunyai kemampuan yang tidak dipunyai oleh rekan-rekan engineer EPC/Oil and Gas dan itulah yang menjadi “nilai jual” saya dimanapun berada.

    Semoga Tulisan ini menjadi Informasi yang bermanfaat buat Mahasiswa, Orang Tua dan kita semua, serta memacu Engineer dan Calon Engineer untuk berani Fight dengan Engineer Import.

    Syallom..

  2. Salam pak Wir,

    Untuk teknik sipil bukan hanya di oil dan gas saja,tetapi sudah merambah mining /pertambangan. Lingkup pekerjaannya nggak jauh beda sama di oil dan gas, cuman untuk pertambangan pada saat pekerjaan konstruksi pertama kali dibuka, orang sipil lah yang berada paling depan atau ujung tombaknya, kita harus melakukan pembukaan lahan, kemudian membuat jalan akses masuk untuk unit-unit / alat berat.

    Untuk ditambang sendiri kita orang sipil ditempatkan di departemen construction and infrastructur, untuk bangunannya paling banyak kita menggunakan struktur baja, karena bangunan ini yang paling aman untuk daerah pertambangan, karena setiap 2 hari sekali ada peledakan di tambang, yang getarannya bisa buat struktur beton retak-retak.

    Ada pekerjaan earth work, yang lebih di fokuskan pada pekerjaan alat berat untuk pemeliharaan jalan, dan pembuatan slope untuk tebing-tebing yang sangat curam. Kalau boleh di bilang menurut pengamatan saya, untuk ilmu teknik sipil di pertambangan banyak manfaatnya dan nggak jauh beda ilmunya dengan orang-orang yang mengambil di jurusan pertambangan. Kita punya jurus pamungkas mekanika tanah, pemindahan tanah mekanis dan alat berat, struktur baja.

    Soal salary gak jauh beda saya rasa, cuman harus betah tinggal di tengah hutan dengan sistem kerja 12 jam sehari dan libur 2 minggu sekali, siapa yang mau bergabung…………

  3. Ikut nimbrung ya pak Wir…

    Soal gaji memang beda jauh antara bekerja di industri oil and gas dan highrise building.

    Saya cukup punya pengalaman di highrise building tapi baru mencoba di industri oil and gas. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan2 lokal, adalah kita tidak dibimbing dengan tepat dan kadang lebih bahayanya lagi ada istilah “orang buta memimpin orang buta“.. nah sekarang saya di KBR rasanya berbeda sekali, kita dibimbing dari hal-hal yang terkecil dan dibiasakan berpikir kritis dan harus berani mengambil keputusan.

    Soal ilmu dasarnya ya sama saja menurut saya karena mekanika dimana2 sama saja cuma design yang beda tapi itu juga mirip2 menurut saya (hal ini menurut pengalaman saya lho bisa beda untuk orang yang lain)

  4. Mungkin kalo dibanding dengan highrise building / bangunan public, mungkin salary civil / structural engineer untuk oil & gas lebih tinggi. Tetapi kalo dibandingkan dengan bidang lain semacam Process ( teknik kimia), Electrical, Instrument ( teknik fisika), Mechanical & piping, untuk di oil and gas, salary seorang civil engineer mungkin yang paling rendah dibanding bidang di atas, dengan pengalaman yg sama.

    Kalo dasarnya sih sama saja antara oil and gas and public.

    Mengenai salary, mungkin nggak ada standard yang jelas di Indonesia mengenai pengaturan salary. Sehingga berdasarkan supply and demand, dan supply yang paling banyak di engineering itu lulusan teknik sipil karena mungkin hampir tiap universitas ada jurusannya.

  5. Benar, Standardnya ngga jelas !

    Kebijakan pemerintah, konsultan tenaga kerja dan HRD Indonesia sendirilah yang mengkondisikan seperti itu. Bila Engineer Indonesia, salarynya : “cukuplah segini saja”. Tidak imbang dengan keuntungan yang diraup perusahaan oil and gas dari kekayaan alam Indonesia, di Venezuela, perusahaan seperti ini langsung di Nasionalisasi !

    Bandingkan dengan salary dan fasilitas lengkap yang diterima EXPATRIAT bila bekerja di Indonesia :(
    padahal EXPATRIAT yang bekerja di Indonesia kebanyakan engineer yang nggak laku bekerja di negeri asalnya sendiri :(

    Syallom..

  6. Kayanya bener nih pak Donny..

    Saya kerja sama engineer asing tapi mereka gak sehebat yang saya kira..

    Saya kasih pertanyaan, eh dia bingung dan langsung contact temennya di (sana lah). Saya nunggu sejam, hasilnya temannya disana juga gak tau, akhirnya saya disuruh pake cara yang saya tau. :D

    Ya begitulah, bagaimanapun juga mau engineer asing atau lokal kembali keorangnya lagi, akan ketauan engineer yang memang pengalaman dalam merancang dan nggak, karena biasanya yang sering mendesain lebih kritis dalam hal-hal yang menurutnya perlu perhatian khusus.

    Kalo yang gak pengalaman, berani taruhan, gak akan ada rasa curiga sama sekali akan hasil rancang orang lain (banyak engineer kaya gini and i know them)

  7. Saya setuju dengan pendapat P Donny dengan P Donald, memang benar engineer yang ngak laku di negri asalnya lalu jadi expatriate di Indonesia begitupula dengan saya, karena nggak laku di Indonesia yah jadi oversea ..

    wir’s comments : ah pak Sani itu, jangan gitu dong. Banyak yang pengin lho. Info khan dong disini, strategi anda bisa jadi expat gitu. Ditunggu ya.

    memang betul pendapat P Donald ilmu mekanika dimana mana sama aja seperti ilmu ekonomi suplai harus lebih besar dari pada kebutuhan kalau dalam ilmu sipil suplai dapat diartikan kapasitas struktur..mungkin suplai kebutuhan ini juga yang di adopsi pada design berbasis kinerja? …(Tolong betulkan jika saya salah)

    rasa rasanya saya pernah dengar nama Donald essen kalau tidak salah pernah persentasi dengan P Wiratman di seminar Unpar 2 atau 3 tahun lalu dulu P Davy juga jadi pembicara. dikenalkan sama P Nathan Madutujuh..maaf bila salah yach..

    Salam

  8. Dear Engineers,

    Menurut saya malah Engineer Indonesia yang ditarik ke Overseas malah Engineer yang kualifikasinya tinggi dan sayangnya mereka (Perusahaan PMA di Indonesia) berlaku TIDAK ADIL, …mereka salary Engineer Indonesia yang ditarik ke Overseas jauh lebih murah dibandingkan expatriat yang bekerja di Indonesia atau malah kalah jauh dengan salary Fresh Graduate Engineer yang berasal dari negeri asal perusahaan PMA tersebut :(

    Saya berharap Pemerintah dan Konsultan Tenaga Kerja Indonesia jangan berpikir untuk keuntungan sesaat saja…
    Bayangkan jika para Profesional Indonesia hengkang dari Indonesia karena merasa nyaman bekerja di Perusahaan Asing dan tidak betah bekerja di negaranya sendiri !

    Tanya Kenapa??

    Syallom..

  9. Buat Sani – ‘tul San saya dulu pernah presentasi di hotel apa ya itu dulu di pasteur brg pak Wiratman yang dihina2 trus sama pak SM hehe.

    Buat Donny T – tau aja pak Donny ini, begitulah pak..mereka UMRnya gede sih jadi bayar kita dua atau tiga ama dengan ngegaji 1 eng mereka dengan UMR. Apalagi Australia pak, karena partai buruh yang berkuasa UMR pasti gede, dimana2 juga sama makanya coblos partai buruh aja pak pemilu nanti semoga upah kita menjadi manusiawi asal gak dikorup aja :p

  10. Pak Wir sekarang Australia lagi banyak proyek pak (AUS$ lagi menguat terus) , jadi saya rekomendasikan cari perusahaan2 asing dari sana atau punya cabang disana. Saya cuma tau beberapa..

    1. Kellog Brown Root
    Di Australia tapi mereka hanya bergerak di proyek2 pemerintah dan Infra, kalo mau mereka saat ini sedang mencari Infrastructure dan Railway Engineer.

    2. Meinhardt
    Pak Wir pasti tau Pak Irawan Wibawa jadi kalo mau teman2 engineer mau masukin low lewat email pak Irawan aja. Mereka civil engineering tapi lebih ke arah Highrise building kayanya. Email: … (wir’s comment : sengaja dihapus, takut beliaunya kena SPAM)

    3. Taylor Thompson Whitting
    Googling saja langsung. Teman saya kemarin udah dipanggil dia belum ada pengalaman highrise building tapi diterima berati memang lagi banyak proyek di sananya pak.

    4. Connel Wagner
    Googling juga. Ini kayanya bagus bgt, mirip kaya KBR banyak departementnya kayanya dan ada highrise building (di KBR gak ada tuh rasanya). Saya tertarik dengan departemen Defense–bisa2 jadi agen mata2 walaupun kerja sehari2nya sipil hehe

    List World Largest Engineering (semua disiplin) Company (bukan oil company ya) yang bagus2 versi saya dan yang saya tahu silahkan ditambah:

    1. Fluor Daniel
    Gedung BRI II, Suite 901
    JL. Jend. Sudirman No. 44-46
    Jakarta 10210, Indonesia

    2. Bechtel Corp.
    Saya kurang tahu nih kantornya dimana tapi
    yang pasti ada deh di Jakarta sini. Telpon aja
    langsung.
    Tel: (62-21) 5291-6000
    Fax: (62-21) 5296-2278

    3. Kellog, Brown and Root
    Landmark Centre Tower II
    JL. Jend. Sudirman
    Jakarta
    Indonesia

    4. BHP Billiton (mining)

    5. Freeport (mining- gold and cooper)

    Kalo mau nikmat ya Oil Company aja.

    • saya masih mahasiswa sipil semester 4.. kerja sambil kuliah. alhamdulillah saat ini kerja di migas.. walaupun di finish lubricant posisi supply chain.. tapi berharap setelah lulus nanti bisa mencoba ke upstream…kebetulan saya di chevron..

  11. Ok kalo gitu saya tidak salah orang, senang ketemu di blognya P Wir. P SM itu yang mau buat terowongan jawa sumatera itu bukan ya He..he..

    Salam.

  12. hehehehehe, larinya kok ke salary jadinya nih,

    emang seh klo eng expat tuh gajinya bisa buat ngerekut 10 eng lokal, padahal kerjanya biasa-biasa aja tuh, tapi rasa kepedulian mereka lumayan tentang safety

    soal kinerja bolehlah diadu dengan yang lokal, yang lokal jangan mau kalah, kita tunjukan dong kalo kita memang berkualitas, walaupun gaji kita kalah gedetapi harga diri jangan mau di remehkan

    Jangan mau kalau kita dianggap bodoh, kita masih mampu mengerjakan tanpa mereka…….

  13. Salam kenal Pak Wir,

    Memang betul pak, banyak orang sipil di O&G Industry, selain salary menarik, juga tantangannya jadi lebih besar terutama masalah safety.
    Apalagi yg gawe di EPCI-nya O&G Company yang termasuk structure engineer itu banyak juga dari civil engineer, memang seh banyaknya dari teknik kelautan.

    Ga jarang yang dari civil malah cepat memahami off-shore structure, tapi ya itu jadi ga ngikutin perkembangan struktur gedung, jalan, jembatan.

    Ngikutin gimana ? tiap hari yang dibahas cuma jacket & deck aja.

    Tapi saya salut dengan pak Wir, dengan membuka blog ini saya bisa tetap mengetahui diskusi masalah struktur gedung, apalagi download2nya, gratis gituuuu…

    Sungguh menyesal tukang insinyur sipil yang ga tahu blog ini
    nuwun Pak Wir

  14. Hello, Saya lagi browsing cari buku manual Abaqus 6.7 dan ketemu blog ini. Saya cuman mau nanya disini ada nggak pdf versionnya ? karena yang di Purdue Univ pakai html.

    Yang pasti Blog ini sangat bagus karena dijaman dulu saya kuliah rasanya para calon insinyur itu pada susah bagi buku dan bagi ilmu.

    Soal Oil and Gas, memang salarynya lebih menggiurkan. Saya Insiyur Civil yang saat ini bekerja di bidang pemasangan pipa bawah laut ( deep Water Pipeline ). Program yang saya pakai Offpipe, Orcaflex, Flexcom, Pipelay, ANSYS, Abaqus ( lagi mau coba ). Dalam masa kerja saya selama ini, saya sempat jalan jalan ke semua benua. Lunmayanlah karena dulu nggak pernah kepikir ke situ.

    Saya punya cukup banyak referensi untuk Offshore Engineering, entar saya akan forward kan ke bapak karena saya punya cita cita untuk punya E-library di kampung saya di Magelang. he.. he….

    Salam kenal untuk semaunya…..

    Wir’s respond : salam kenal mas Gunawan. Saya juga nggak punya versi pdf yang asli. Ada juga sih pdf, tapi itu hasil cetak dari html help-nya. Jadi potong-potong juga.

  15. Helo, kalau boleh ikutan nih.

    Emang kerja di oil & gas salarinya lumayan juga dan pengalaman yang diambil dari metode kerja serta pengetahuan spesifikasi baik sekali untuk dipahami.

    Adanya komentar bule2 yang gak laku kerja di negeri asalnya tidak selalu begitu, karena waktu saya bekerja 2 tahun di QP (Qatar Petroleum) banyak sekali orang asing yang pandai, memang untuk di Indonesia misal Proyek Oil & Gas di Tangguh Papua kebetulan sedikit orang asing dari luar asia, cuma Australia dan sebagian besar orang Jepang, yang saya nilai banyak yang pintar-pintar (kebetulan saya juga terlibat di Tangguh).

    Saat ini saya bekerja di mining di kaltim dengan orang Australia dari White Energi, dan disini banyak orang pintar yang mana menambah ilmu saya, dan mereka tidak segan2 memberikan informasi.

    Di tempat saya yang baru ini ada industri peningkatan energi batubara (upgrading coal) dengan teknologi Australia dan untuk pekerjaan sipilnya sangat menarik dan banyak tantangan.

    Mungkin nanti kalau industri sudah berjalan, kalau sempat saya informasikan sejauh mana peran penting sipil/ serta foto2nya di Oil & Gas serta mining (sekarang dalam tahap construction).

    Thankx

  16. Salam kenal dari saya,

    Pertama nama saya itu yang di atas, kemudian saya mau mengomentari artikelnya.

    Yah… itu semua betul, dalam dunia perminyakan / pertambangan teknik sipil mempunyai peranan yang sangat penting, dan akan terasa (sangat) pada kegiatan land clearing, factory construction, dan reklamasi untuk tambang umum (bahan galian golongan C; gamping untuk pembuatan semen; indo-cement, semen-padang, karimun-granite, bijih; newmont, freeport, batubara; kaltim-primacoal, dll) Kebetulan saya merupakan mahasiswa teknik pertambangan Institut Teknologi Medan.

    Dan terakhir saya mau minta tolong boleh ga’ saya minta imagenya Drilling Rig yang berukuran besar A2/A0 sehingga semua bagiannya terlihat dengan jelas karena saya sudah browsing kemana-mana juga ga ada, dan trim’s sebelumnya.

  17. salam kenal semuanya…

    saya tertarik dengan komunikasi seperti ini..bisa menjadi tambahan wawasan saya di bidang sipil & struktur..trims & sukses buat rekan saya pak Dony..

    trims

  18. wah…
    blog nya pak Wir makin rame nih..
    pertama-tama saya ingin mengucapkan banyak terima kasih pada pak Wir
    karena melalui blog bapak, saya bisa mendapatkan buku2 gratis yang saya butuhkan
    sekali lagi MAKASIH ya pak..

    o iya…
    dari diskusi2 di atas, sangat menarik
    kebetulan, saya adalah seorang yang kecemplung di dunia teknik sipil
    yang hingga saat ini masih bingung nantinya akan kemana
    *karena saya masih sekolah* :)
    masukan-masukan dari bapak2 di atas
    agak sedikit membuka mata saya
    kalo ternyata dunia sipil bukan hanya building construction

    kebetulan saat ini saya dalam semester terakhir
    makanya, diskusi-diskusi seperti inilah yang amat saya butuhkan
    saya jadi tau, apa saja yang saya butuhkan jika saya ingin mulai menapak ke suatu tempat yang baru bagi saya

    terimakasih semua…
    kedepannya..
    saya harap blog bapak makin ramai

    SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA
    bagi yang menjalani

    regrads,
    v(^0^)

    -irma-

  19. Maaf, saya tdk bisa menyebutkan identitas saya disini.

    Menurut saya memang sebenarnya engineer2 lokal itu tidak kalah dengan asing. Saya sering bekerja dengan engineer2 asing terutama Jepang. Saya rasa soal kemampuan mereka tidak lebih pintar dari engineer2 lokal.

    Mungkin pak Dicky tahu sendiri ketika gabung dengan tangguh Project. Kebetulan saya juga ikut di Tangguh Project di Sentra Mulia. Saya kebetulan juga bekerja di JGC Indonesia sudah 5 tahun dan sudah beberapa kali di undang ke negara mereka makanya saya tahu persis bagaimana engineer2 Jepang ini.

    Namun yang membuat mereka beda dengan engineer2 lokal adalah rasa tanggung jawab dan disiplin mereka yang tinggi dalam bekerja. Mereka rela kerja overtime tanpa dibayar *kalau saya sih ga rela.. :) *. Mungkin banyak yang akan berkomentar itu semua gara2 gaji mereka sudah tinggi. Menurut saya tidak begitu alasannya. Soal gaji untuk civil engineer fresh graduate di Jepang cuma sekitar 350.000JPY. Jumlah tersebut relatif kecil dgn biaya hidup yang tinggi di Jepang. Sebagai contoh saja sewa apartement untuk single di Jepang (Tokyo dan sekitarnya) adalah 120.000JPY. Sepertiga gaji mereka. Belum lagi biaya hidup dan biaya transportasi yang tinggi.

    Jadi memang harus diakui ketekunan, disiplin serta kecintaan mereka terhadap pekerjaan adalah kelebihan mereka di banding engineer2 lokal. Pa Dicky bisa lihat sendiri di Tangguh Pj (Sentra mulia). Ada tiga perusahaan yang terlibat di sana dan engineer2 nya bekerja dalam satu tim. Bisa di lihat begitu 16.30 siapa yang pulang duluan ? Ga peduli schedulnya mepet atau tidak. Pokoknya begitu jam 16.30 teng langsung pulang.

    Menurut saya salah satunya hal2 seperti ini yg membuat harga engineer lokal jadi turun.

  20. Saya lagi belajar strucad (steel detailing system). Setelah itu saya pingin coba cari nafkah alias buka steel detailing company. Saya dengar proyek offshores besar2, jadi saya tertarik dengan proyek2 tersebut. Mungkin ada yang berkecimpung di offshore dan tahu sambungan2 yg sering dipakai, sehingga saya bisa mempersiapkan macro2nya, sehingga bisa siap menangani proyek tersebut.
    Mungkin ada yang tertarik dan kita bisa kerja sama.
    Email saya : handoyo@creativesg.com
    Terima kasih.

  21. Pa Wir, bukunya bisa didapat dimana ? Saya cari di toko buku kok gak ada ? Saya pernah beli buku SAP karangan Bapak. Tapi bukan yang tebal sekali. Saya lihat dari blog ini bapak terbitkan buku baru lagi ?

    Saya pingin belajar hitung struktur yang bertingkat banyak. Punya contohnya gak pa, karena saya pingin tahu cara perhitungan gempanya. Pakai etab atau sap juga boleh. Bagaimana input gempa dinamik ke etab atau sap ?
    Kapan kita mesti pakai gempa statik dan gempa dinamis ?
    Terima kasih

    Wir’s comments : rasanya di toko buku Gramedia Matraman atau Metropolitan Bekasi ada lho, belum lama saya cari dari daftar di komputer data basenya (biasanya ada di toko-toko buku Gramedia). Memang sih tinggal sedikit, yang ada di rak juga udah kucel. Tapi ada koq. Kalau mau dapat lagi ya cari langsung di penerbitnya, check dulu via telpon. Ada khan nomernya di artikel yang terkait.

    Terus terang, ide di kepala cukup banyak untuk dituliskan, tetapi saat ini harus saya redam dulu untuk menyelesaikan disertasi. Moga-moga tahun depan sudah bisa produktif lagi.

    Tentang perencanaan gedung tinggi, ada lho artikel saya yang saya bawakan di Unika Soegijapranata Semarang. Udah baca belum ?

  22. Thanks Pak Wir atas infonya.

    Kalau yang di rak sudah kucel berarti banyak yang baca tanpa bayar ya, he…he..he.. Tapi memang buku Bapak lain dari buku-buku yang lain, isinya berbobot.

    Moga-moga disertasinya cepet selesai dan bisa aktif karang buku lagi.

    Wir’s comments : AMIN

  23. this is what i am looking for: be a professional in practical and academic. keren pak!

    doing things are good, but writing what we are doing is certainly great!


    (see my wordpress and share your idea!)

    salam dari melaka, malaysia

  24. Mudah-mudahan masih ingat sama saya Pa. Wir
    21960016

    Mo ikut nimbrung nih pak,
    saya baru 2 tahun terakhir ikutan di dunia oil & gas setelah sebelumnya di konstruksi baja, cuma masih di downstream area, jadi soal salary nggak high flyer amat cuma cukuplah buat biaya hidup di Jakarta, anyway thanks a lot atas semua ilmu yang sudah bapak berikan selama saya kuliah, nanti kalo ada waktu insya allah saya akan berkunjung ke kampus.

    Wassalam

    Wir’s comments : Terima kasih Subhan atas kunjungannya.
    Sama muridnya jelas dong, apalagi kalau masih mengaku Wiryanto sebagai gurunya. Senang. :D

    Syukurlah kamu bisa menjadi anggota perusahaan Oil dan Gas, kamu jadi pioner ya untuk alumni JTS UPyang di oil dan gas. Kalau ada cerita-cerita yang menarik boleh juga lho sharing untuk adik-adik kelas atau teman-teman seprofesi lainnya.

  25. Sya masih bodoh.
    Kira2 yang prospek bagus (terutama sektor oli&gas), masuk peminatan mana ya?
    1. Struktur
    2. Manajemen Konstruksi
    3. Geoteknik
    4. Transportasi

    Trus, civil engineer tu dibutuhkan saat kapan aja ya? saat buka lahan, konsultasi, ato perawatan sajakah???

  26. wah lagi ribet ribetnya nyari bahan buat tugas geologi teknik, eh ketemu web ini. bagus banget.

    saya mahasiswa semester 3 (masih gak ngerti bidang kerjaan) di t.sipil itb. kemarin kebetualan lagi ada carieer day di aula. nah yang dateng banyakan dari oil and gas company. saya sempet nanya nanya ko ke beberapa stand. contohnya aja schlumberger, chevron, freeport, baker huges (kalo ga salah), dan lain lain. mereka menjelaskan kalo lulusan teknik sipil ‘dipake’ di perusahaan mereka. tapi yang saya bingung, apa kesempatan lulusan teknik sipil tuh sama besarnya sama lulusan teknik perminyakan, pertambangan? apa tingkatan jabatan bisa sama ama mereka (minyak n tambang)?

    oia, saya ingin tau, bedanya kerjaan teknik sipil dengan teknik kelautan di oil & gas company apa? kesempatannya lebih besar mana? mereka (oil & gas company) lebih suka rekrut lulusan teknik sipil apa teknik kelautan?

  27. Salam kenal Pak Wir,.

    Saya lulusan Teknik Sipil di ITB. Saat ini berkecimpung di dunia Telekomunikasi yang cukup rumit dan jelimet, tapi yang namanya kesempatan tidak datang dua kali. Mungkin bisa berbagi ilmu kepada saya.

    Pada saat ini saya ditugasi untuk membangun menara Tower Offshore untuk Hess yang sangat berbeda dengan yang bisa saya kerjakan. Saya harapkan bapak punya referensi buku ataupun bantuan ilmunya mengenai hal tersebut,.

    Terimakasih sebelumnya pak Wir

    Lesvieto

    Wir’s comments : Mungkin lebih spesifik, kesulitannya dimana. Siapa tahu saya, atau pembaca yang lain, bisa sumbang saran dan pemikiran. Kita di sini sama-sama belajar koq mas.

  28. pak Wiryanto,
    Senang sekali mendapatkan penjelasan tentang ilmu teknik sipil. Saya seorang engineer yang telah berkecimpung di public project ataupun oil and gas.

    memang terdapat ketimpangan yang sangat mencolok antara dua sisi tersebut. Tapi, ibarat masakan…silahkan memilih menu yang kita suka…

    apakah menu X atau menu Y……
    Sekali lagi terima kasih atas rewind-nya tentang teknik sipil….:)

    oh ya, apa yang harus dipersiapkan kalo kita ingin kerja di overseas ??? apakah kita diterima dulu kerja di company tersebut atau kita menyiapkan paspor dll dulu….??

    terus, alamat lengkap Kellog Brown Root di Jakarta dimana ya???

    thks

  29. SALAM KENAL
    Saya Toni A pak Wir, anak jatim yg numpang kerja di JKT. kebetulan alumni teknik sipil dari Malang.

    Saat ini saya bekerja di Kontraktor Swasta (Subcont specialist THERMAL INSULATION WORKS). Pekerjaan ini jg gak nyambung dg ke-insinyuran saya, tapi saya bisa enjoy dan menikmati karier dari th 2000 sampe sekarang. “Insulation” sangat banyak scope worksnya di oil & gas plant dan chemical industri. Saat ini sy msk ke jajaran Bussiness Development utk pengembangan project insulation.

    Nah…lewat blognya p’Wir ini saya berharap dapat info project ato maintenance sub pekerjaan Thermal Insulation. Mudah-mudahan ada yg berkenan untuk memberikan informasi, syukur malah memberi kesempatan utk mensupport project.

    Special kepada bpk Subhan Zaki, Dicky P, Rio, Donald Essen ….salam kenal pak.

    Trims Pak Wir.

    Wir’s comments : media promosi ya mas. Boleh-boleh. Kalau dapat order, jangan lupa blog ini ya. :)

  30. Blog Pak Wir enak di simak pak….
    Dah kaya kuliah lg rasanya, numpang promosinya sambil lalu aja..(ngapunten lho p’wir).
    Banyak artikel ato comment yang sdh sy ambil
    untuk backup saya dalam kerja….(gratisan he he he..).

    Nuwon Pak Wir. Sukses selalu.

  31. Salam kenal P’Wir

    Blog P’ Wir Keren abis !!!

    Sekalian titip ngenalin produk Corrugated Steel Pipe Helical ( boleh kan …) banyak nyambungnya add bisa dipake di Oil & gas .

    Suwun P’ Wir , Suklses selalu
    PT. Cipta Surya Persada
    P : 021 548 2077 .

  32. Pak, saya mahasiswa teknik angkatan 06, tolongin saya donk… saya kebingungan nyari bahan referensi untuk jenis pondasi lepas pantai

    beserta fotonya jg….hee..

    kalo sampean berkenan ,mbok saya dibantu…
    suwun nggih,pak…
    wss..

  33. Pak, saya seorang mahasiswa, sedang bingung u/ tgs akhir,,ada 2 istilah yg sangat esensial bagi saya yg ingin saya tanyakan pada P.Wir, yaitu tentang surface eng. & facilities eng., tlg dijelaskan arahnya kemana dari 2 hal tsb, atau gambaran pastinya seperti apa ??

    masih ad korelasinya, saya pernah m’dengar ttg surface facilities,,tlg dijelaskan jg P.Wir,,

    terima kasih, semoga web ini makin rame, jadi makin banyak info yg bisa didapat,,
    -salam hormat-

    Wir’s responds: saya kurang tahu yang dimaksud, silahkan bagi teman lain yang mengetahuinya, mohon bisa dibantu.

  34. Dalam industri oil & gas processing plant, terdapat dua kegiatan utama, yaitu sub surface engineering dan surface engineering.

    Sub-surface engineering adalah engineer2 yang bekerja untuk aktifitas bawah tanah, dalam hal ini study reservoal sampai dengan drilling, sementara surface engineering yang bekerja untuk engineering setelah oil & gas keluar dari sumur termasuk diantaranya facility engineer yaitu para engineer bertugas membuat platform, di facility engineer ini ada civil engineer, mechanical engineer, electrical engineer, instrument engineer serta mechanical engineer.

    Kebetulan saya bekerja pada facility engineering department di salah satu KPS sebagai civil engineer.

  35. Wah, benar-benar bloq pak Wir bagus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Saya sangat dibekali dengan penjelasan / comments dari pak Wir dan yang laennya .. Pas banget, saya kerja di salah satu perusahaan distributor industrial electrical components & equipments (certified EEX’e), dan biasa dipakai untuk oil & gas.

    Siapa tau bapak atau teman-teman yg lain membutuhkan sesuatu, mungkin saya bisa bantu.

    Salam,

    Syerly

    PT. Nego Electrindo
    42882255
    syerly@negoelectrindo.co.id

  36. selamat sore ,pak wir yang O.K!! hehehe…..

    saya bangga sekali akhirnya ketemu dengan tulisan bapak-bapak hebat ini..

    saya frshgraduate teknik sipil Univ.Gunadarma ,pak wir!

    saya interest bgt dgn oil,tadinya saya ingin sekali ambil jurusan tehnik permiyakan,dll

    tapi karena orangtua lbh mengiginkan saya masuk sipil, yach..saya ikuti saja kemauan orangtua..bukannya sbgai anak,harus ikut kata orang tua,, omngn orang tua adalah bisikan tuhan..bener khan pak,wir..

    hehehe..

    bgini pak wir,, sya agak kesulitan mencari pekerjaan yang saya senangii.. sperti di oil company,ddll..

    kemrn2.. saya sempat bkerja di beberapa perusahaan konsultan maupun kontraktor.. tapi sya merasa tidak puas,ada yang mengganjal.. mungkin ada [perasaan yang belum tercapai seperti cita-cita saya dulu yaitu berkerja di oil company…

    sya sdh mencoba beberapa prshaan oil di jakarta,ttpi kebnykan mrka lbh intrst yang expairdnya 5-15 thn. ya iyalah… sudah itu sya terus mencoba smpai saya masuk blog pak wir..dechh…

    izinkan saya untuk meminta.. apabila ada pekerjaan di oil & gas company … sya siap kapan saja,pak wir!! trmkash…

    sukses,pak!

  37. Kami juga alumni tehnik sipil dimana kami bisa dapatkan informasi kalau ingin bergabung dengan perusahaan gas dan oil

  38. Malam Pak Wir,

    Saya Hary, mahasiswa semester 4 Teknik Sipil ITB. Mulai semester depan (semester 5), di ITB sudah mulai pake kurikulum mayor dan minor (seperti IPB). Mayor tuh jurusan sekarang. Minor tuh jurusan yang kita pilih (bebas). Dan saya berencana untuk ambil minor teknik perminyakan. Tapi saya masih ragu pak, sejauh mana sih jika saya ambil minor, pengaruhnya terhadap keahlian saya nanti waktu kerja. Mengingat saya tetap bertitle sarjana teknik sipil namun di sertifikat bertuliskan minor teknik perminyakan. Saya ragu kalau ilmu perminyakan saya tidak terlalu terpakai karena saya bertitle sarjana teknik sipil. Mohon Sarannya. Terima kasih.

    Wir’s responds: saya jawab khusus dalam suatu artikel di sini.

  39. jadi seorang civil engineer itu di oil & gas,Plant ,Petrochemical adalah arsitek plant tersebut,saya bekerja di sebuah EPC di jakarta, mulai mendesain dari earth work,mengorientasikan pipe line ,Structure Construction, apapun tak lepas dari peran Civil Engineer

    Wir’s responds: berarti belajar di bidang teknik sipil untuk masa sekarang masih relevan, begitu khan pak.
    **yang lagi prihatin karena sudah ada beberapa jurusan teknik sipil di jakarta yang beritanya konon harus tutup, karena tidak ada mahasiswa**

  40. Duuh.. senang sekali bisa ketemu blog ni,, banyak ilmunya,, terima kasih,, saya juga lulusan teknik sipil,, masih 0 experience,, saya ingin kerja di oil n gas company,,

    Pak Wir,, saya rencana mau ambil sertifikat pelatihan teknik/keahlian, seperti di b4t or midc (klu ng salah),, kalau untuk perusaahan oil n gas itu bagusnya keahlian apa Pak Wir yang sesuai dengan jurusan saya??? mohon saran dari Pak Wir … Terima Kasih …

  41. salam kenal pak wir..
    saya rendy,mahasiswa t.sipil unpar (univ.parahyangan)..baru masuk tahun ini (semester 1)..
    saya mau bertanya..apakah d saat melamar pekerjaan nnti, lulusan darimana seseorang itu berpengaruh..?
    saya dengar dr org2 katanya klo yg univ.negri lebih d prioritaskan d bandingkan dengan yang swasta..
    dan terkhir..saya denger2 dr org2 yg juga civil engineer..ktnya t.sipil unpar itu bagus..termasuk salah satu yg di perhitungkan..apakah bnar demikian..?bagaimana menurut bapak menanggapi pertanyaan2 saya tersebut..?

    (kpd para civil engineer yg lain..d mohon juga untuk memberikan komentar2nya terhadap pertanyaan2 saya :>)

  42. Saya sangat ingin bilang, Ini Blog Luar Biasa!!

    @Juliann Bagus H
    Mengenai CV, betul kata Pak Wiryanto, tapi sebagai tambahan, setelah melihat/melakukan seleksi CV (saya prefer Resume), sebaiknya ketika kita menulis, kita harus befikir bagaimana orang mudah ketika membacanya dan Terlihat Menjual. Caranya :

    Di Bagian Atas Sebaiknya Ditulis PenPics / Gambaran Umum tentang Anda, Contoh :

    Resume : Tukul Arwana
    ” Tukul Arwana adalah Civil Engineer dengan pengalaman 2 tahun, memiliki keahlian di bidang Struktur Umum dan Struktur Lepas Pantai. Tukul juga memiliki pengalaman dalam Struktur Jembatan.”

    Kualifikasi : Sarjana – S1 Teknik Sipil UnBlog ’75

    Alamat Kontak : Jl. Ini No Itu, Kota Eta Telp. 111 Mobile. 222

    Skills :
    - Software A
    - Pelatihan A
    - Mampu Memanage XX Orang.

    Pengalaman :

    2007 – Sekarang
    Civil Engineer
    PT X

    2006 – 2007
    Civil Engineer
    PT Y

    Project :
    2007
    Project A
    PT. Pemilik Proyek/Main Kontraktor
    Proyek A Adalah proyek pipanisasi minyak dengan nilai 5 Juta Dolar, proyek ini menghubungkan bla..bla..bla
    Perhitungan Pipe Rack dll..

    2006
    Project B
    PT. Pemilik Proyek/Main Kontraktor
    Proyek B Adalah proyek pipanisasi minyak dengan nilai 5 Juta Dolar, proyek ini menghubungkan bla..bla..bla
    Perhitungan Pipe Rack dll..

    Cukup Segini Saja Ga Perlu ditambah yang lainnya, mengenai hobby, organisasi yang pernah di ikuti. Cukup Lulusan Terakhir tulis Kualifikasi – Universitas Angkatan. Makin Banyak, makin malas bacanya, yang di perlukan cuman itu saja, itu sebabnya format Resume lebih laku sekarang di Dunia Industri / non akademis.

    Yang di sukai sebetulnya yang bisa Praktis dalam Berpraktek dan Berfilosofi KISS. Karena, setiap keterlambatan dalam deliver per harinya misal harusnya bisa produksi x000 barrel/hari, karena terlambat 1 minggu karena terlalu memikirkan teorinya yang panjang… mending lebih cepat 1 minggu toh ketutup sama biaya produksi yang ribuan barel/hari. Kalo mau jujur disini desain berlebih sebesar 10 ton baja bisa di tutup 0,001 jam produksi doang dan itu juga bisa di Minta Lagi ke Pemerintah.

    Practical But Reasonable..
    And Always Keep It Simple and Stupid (KISS)..

  43. Berhubung saya adalah calon mahasiswa baru, tahun 2009 ini, yang sedang “seliwar-seliwur” kebingungan mencari jurusan yg sekiranya dapat bermanfaat bagi kehidupan saya kedepan.

    ternyata T.Sipil yg terkenal dengan “konstruksi Bangunan”, Fisika yg amat begitu sulit, kuliah yg berat, prospek kerja yg hanya tertuju 1, yaitu Bangun membangun (menurut teman2 yg Lbh tua) ternyata bisa bekerja di perminyakan.

    Sungguh artikel yg “Membuka Mata” untuk bangkit! Thx a lot

  44. Ping-balik: keluhan mahasiswa teknik sipil « The works of Wiryanto Dewobroto

  45. Lulusan Teknik Sipil jelas dapat bekerja dalam berbagai posisi di sektor Oil/Gas termasuk didalamnya petrokimia, pembangkit dan jaringan transmisi, offshore (fabrikasi, instalasi, piling), land drilling (dalam hal ini pembuatan fasilitas/utility seperti water well & relief, surveying & mapping, struktur pendukung), pipeline, fabrikasi, marine dan masih banyak lagi.

    Bisa di departemen engineering design, project management, QA/QC/Sertifikasi dan Audit dll. dan banggalah jadi Engineer Indonesia, karena kemampuan kita tidak kalah. Dan itu telah saya buktikan.

    Sebagai lulusan sipil, saya sudah bekerja 15 tahun di Oil/Gas dari total 19 tahun pengalaman kerja di dunia sipil dan struktur sampai saat ini.

  46. Dear Pak Wiryanto,

    Salam kenal.
    Saya Taufik, alumni T. Sipil UGM.

    Pengalaman saya 1.5tahun di banking (Credit analize) dan 2.5tahun industri pelayaran hingga kini (Marketing).
    Akhir2 ini saya berpikiran untuk melamar ke oil&gas company. Hanya saja untuk apply sisi teknik sipil rasanya kok sudah tidak pas / tdk confident lagi.

    Mungkin kalo sisi marketingnya, saya lebih confident.

    Idealnya saya rasa yang mix (T.Sipil dan pengalaman marketing). Tapi ada ngga ya di oil&gas company ?
    Kalo ada dimana kira2 yang peluangnya lebih besar bagi S1 lulusan dlm negeri (Saya lihat umumnya marketing oil company mensyaratkan S2/MBA)

    Mohon masukan dan saran.

    Terima kasih.
    Salam,
    Taufik

    (Bapak2/Ibu2 yang paham, appreciate & terima kasih jika ada masukan dan saran)

  47. @ Pak wir & Oil Company Employee : Thanks pak, sangat bermaanfaat. terimakasih.

    sekarang saya sudah di oil company lumayan besar, sebut saja che***n , , hehehe.. memang benar” keajaiban menulis di blognya pak wir ini, seperti menulis pesan untk peri pemberi saja. hehee..

    thanks all.

  48. salam kenal pak wir,
    saya pembaca setia blog anda(cie..ile)…,oh ya saya mahasiswa teknik sipil UNSRI tingkat akhir.
    dari awal kuliah saya emng memiliki minat u/ kerja di bidang oil & gas, tapi agak kurang info apakah civil engineer bisa di tempat itu atau tidak.

    melalui tulisan yang bapak buat ini, makin membuka wawasan saya mengenai prospek kerja teknik sipil, makasih ya pak.

    @ u/ mas julian : mungkin bisa berbagi info & tips, sehingga bisa masuk di perusahaan yg c*****n itu, hehehe..(kalo berkenan sih mas.)

  49. salam semua..
    saya senang membaca blog ini karena dapat mengarahkan kemana lulusan teknik sipil dapat ditampung. saya pernah bekerja di overseas, multinational company, dan local company untuk bidang sipil. Betul sekali engineer kita tidak kalah dengan engineer asing tapi terlihatnya setelah 6-12 bulan bekerja dalam team.

    Saya ingin memberi masukan agar engineer2 muda kita dapat langsung menonjol bila bekerja di overseas atau multinational co. marilah untuk para senior jadilah guru jangan jadi hakim, berikan wawasan dan ilmu serta bimbingan yang dapat menjadi bekal adik2 kita karena lewat merekalah nantinya engineer kita diperhitungkan dunia.

    untuk para adik2 tetap mempunyai idealis bahwa bangunan sipil harus sesuai dengan umur rencana dan kekuatan bangunan adalah yang utama sehingga jangan pernah membangun asal jadi dengan dalih ada maintenance. Selalu concern dengan keselamatan kerja, gunakan alat sesuai fungsinya, dan yang terpenting selalu mencari metode kerja yang tepat, cepat, ekonomis dan aman.

    Kelebihan engineer kita adalah semangat ingin belajar dan bisa, dinamis dan kreatif.

  50. ass…..salam kenal semua untuk senior2 saya…..

    saya lulusan baru mau nanya info untuk kursus Geographic Information System Majoring Architecture and Civil (GIS) di JKT dimana ya….

    klo berkenan infonya boleh di email Pak Wir….

    terima kasih…

    wass

  51. cuma ane yg paling bego disini..kerja jadi quality control structure di perusahaan main contractor besar di indonesia..gaji cuma seiprit..mana kalw pulang sampai pagi ngk dihitung lembur..:(..tapi walau dgn berdarah2 dan semangat hampir mw copot alias mw kendor saya jadi semangat lagi setelah membaca blog ini..moga saja otak & fisik saya masih kuat..thanks a lot bapak’e .. :) GBU

  52. Dapatkah lulusan teknik sipil PEREMPUAN Bekerja di bidang oil n gas???Seperti apa prospek lulusan teknik sipil perempuan???ataukah hanya bisa menjadi seorang perencana????????

  53. pak wir saya minta tolong. Berikan tips biar lulusan tek. sipil bisa kerja di oil and gas company

    trima kasih, tolong jawabany ya pak.

    • Insyaallah sangat mudah kok kira kira sbb:
      1. Minimum TOEFL >512 atau setara dengan skor bhs inggris sekitar 75 -80 dalam skala umum.
      2. Pelajari buku-buku asing yg berhubungan dengan Oil&gas atau mining civil structure. Bisa dihunting di pertokoaan buku bekas dan foto copy di ITB bandung, buanyakkkkk banget
      3. Lebih memperdalam Konstr. Baja dan standarisasi Amerika dan eropa ( ACI , BS, LRFD, AISC DLL)
      4. Perdalam ilmu metode konstruksi Baja ( Steel const. method) karena umumnya pekerjaan Civil nya sangat kental dng konstr. baja
      5.Pelajari bidang ilmu Teknik Kelautan ( Prof. Bambang & Prof. Sudjono dll)
      Cukup berat memang, tapi pesan saya tidak ada yg berat di dunia ini, yg berat cuma melawan kemalasan diri setuju ????
      Cukup geluti 5 point itu lalu saya yakin anda diterima saat wawancara pada perusahaan Oil & gas amin
      Wasalam Eddy w (P. ewal)

  54. Salam kenal untuk pak WIr.
    dengan membaca tulisan bapak ,
    saya makin semangat untuk memilih teknik sipil…
    padahal dulu saya sempat ragu dengan teknik sipil….
    sekali lagi makasih banyak pak ,
    sudah memberikan pencerahan

  55. terima kasih banyak pak….telah paparkan motivasi yang sangat bermakna bagi calon lulusan sarjana teknik sipil…karena sekarang ini saya masih ada pada tahap belajar di Institud Teknologi malang…..saya sangat bangga dengan motivasi bapa….termakasih banyak pak

  56. Salam kenal Pak Wir, saya Rio, mahasiswa tingkat akhir Teknik Kelautan ITS.

    Saya sih tidak heran Pak, bahwa lulusan Teknik Sipil (sangat) bisa bekerja di bidang oil & gas. Karena memang pada dasarnya, pekerjaan membangun (construction) adalah cakupan kerja Teknik Sipil. Jadi tidak terkecuali konstruksi untuk bangunan lepas pantai. Meskipun kami yang dari Teknik Kelautan dikhususkan mempelajari tentang bangunan lepas pantai (seperti Jacket Steel Platform, dsb.) dan lebih familiar dengan struktur –struktur yang demikian, saya pribadi tetap mengakui bahwa lulusan Teknik Sipil lebih ahli untuk urusan perancangan dan konstruksi bangunan lepas pantai tersebut.

    Menurut saya, beberapa alasannya adalah karena pemahaman lulusan Teknik Sipil tentang ilmu struktur, struktur baja, dan manajemen konstruksi lebih dalam dibandingkan lulusan Teknik Kelautan (mungkin juga karena Teknik Kelautan hanyalah bagian atau pengembangan ilmu dari Teknik Sipil). Bagi kami mahasiswa atau lulusan Teknik Kelautan, jelas saja bekerja di industri oil & gas adalah tujuan utama. Namun Pak Wir, saya sendiri sebenarnya tertarik dengan pekerjaan teknik sipil, khususnya di bidang perancangan dan konstruksi bangunan gedung (utamanya high-rise dan/atau skyscraper, karena saya sangat tertarik dengan bangunan-bangunan tinggi). Nah, kalau banyak lulusan Teknik Sipil yang telah bekerja bertahun-tahun di bidang perancangan dan konstruksi bangunan gedung ingin beralih ke industri oil & gas, saya justru sebaliknya.

    Meskipun tujuan utama saya adalah industry oil & gas, saya berharap suatu hari bisa bekerja di bidang rancang bangun bangunan gedung. Pertanyaan saya Pak Wir, bisakah sarjana atau lulusan Teknik Kelautan bekerja di bidang perancangan dan konstruksi bangunan publik tersebut. Sebagai contoh, seorang lulusan Teknik Kelautan telah bertahun-tahun bekerja di bidang oil & gas, khususnya di bagian perancangan dan konstruksi bangunan lepas pantai, ingin beralih ke pekerjaan yang berkaitan dengan perancangan dan konstruksi bangungan gedung (bangunan publik). Entah itu sebagai konsultan perencana ataupun kontraktor pelaksana. Apakah bisa seperti itu?

    Terima kasih sebelumnya Pak Wir. Hormat saya.

    • Sdr Rio,
      ketika anda katakanlah sudah bertahun-tahun menggeluti suatu bidang tertentu, lalu mau beralih ke bidang lain. Maka kata kuncinya adalah “maukah anda belajar lagi”. Jika ya, maka tentu saja tidak ada masalah.

      Semakin berbeda bidang yang menjadi tujuan kemudian, maka tentu semakin banyak hal yang harus dipelajari. Bahkan, pengalaman saya saja menunjukkan bahwa meskipun bidang ilmunya sama, yaitu teknik sipil, tetapi ternyata ketika berpindah dari dunia praktisi (perusahaan konsultan rekayasa) ke pekerjaan akademisis, ternyata perlu belajar lagi yang banyak.

      Belajar itu bisa formal maupun informal. Jika dunia akademik, maka belajar formal lagi adalah kewajiban, adapun di dunia praktisi maka belajar itu hasilnya perlu dibuktikan, bisa atau tidak. Begitu dik, komentar saya, semoga berguna.

  57. pak, sy mw nanya nih, kalo dr teknik sipil
    ingin masuk dunia migas atw
    pertambangan, hrs ngambil sertifikasi
    apaan yah? trus klo ngelamar kerjaan nya
    bgs nya perusahaan yg mana, mengingat
    blm py pengalaman dlm dunia migas,
    sebelumnya suami ku sbgai consultan sipil,
    brpglmn 15thn di dunia sipil, high rise
    building, jalan raya dan jembatan,
    keahlian khusus di surveyor dan baja

  58. salam kenal pak wir… ,,
    saya sudarto
    saya ingin membuka dunia saya,kebetulan saya merupakan mahasiswa dari UPI Bandung Kebetulan saya jurusan Pendidikan Teknik Sipil prodi Pendidikan Teknik Bangunan.kalau yang dibahas diatas merupakan teknik sipil murni (ST),nah bagaimana jika bukan dari teknik murni sperti saya, ( Pendidikan Teknik Bangunan S.Pd) apakah ada kesempatan untuk berkecipung di dunia Oil & Gas..?
    sebenarnya itu niat saya,sebelum saya menjadi tenaga pengajar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s