jawaban UAS Struktur Baja I – 2012


Saya teringat salah satu pengalaman ketika bertemu dengan teman dosen yang kebetulan baru saja menyelesaikan program S3-nya. Kalimat pembukanya begini: “Pak Wir, bisa nggak saya mengajar di program S2 UPH yang baru dibuka“. Seperti biasa, kalau ada pertanyaan seperti itu maka  jawabannya kira-kira begini : “Mau mengajar di program S2 ya pak, kalau begitu pada mata kuliah apa yang merupakan kompetensinya. Ini daftar mata kuliahnya“. Maklum, alasannya bahwa yang namanya program S2 adalah spesifik (misal peminatan manajemen konstruksi atau struktur atau transportasi), jadi untuk dapat mengajar mestinya dosen yang benar-benar menguasai bidangnya, ahlinya. Begitu khan.

Jadi dialog yang terjadi sebenarnya biasa-biasa saja, yaitu dialog keseharian dari orang-orang yang bekerja di kampus, yaitu adanya kesempatan untuk mengajar. Maklum, mengajar di program S2 jelas lebih “baik” daripada mengajar di S1. Tetapi yang tak kuduga itu adalah jawabannya, bahkan sampai-sampainya ditulis seperti sekarang ini. Begini jawabannya : “Lho koq tanya tentang mata kuliah tho pak Wir. Sekarang ini khan saya sudah DOKTOR, jadi mata kuliah apa saja, bisa koq !“.

Suatu jawaban yang tak kuduga dari seorang senior (sepuh) yang baru saja mendapat gelar DOKTOR. Jadi hanya ini yang dapat kubilang:”Baik pak“.

Terus terang aku tidak menduga atas jawabannya tersebut. Sisi lain yang aku ketahui tentang beliau adalah meskipun sudah senior (sepuh), tapi selama ini setahuku hanya mengajar saja, S-2 nya saja bahkan belum lama diambilnya. Adapun tentang S-3, kalau beliaunya tidak memberitahu, aku juga tidak tahu, maklum bidang yang diambilnya bukan lagi teknik, tetapi bidang pendidikan.

Jadi meskipun secara formal beliaunya sudah menyandang gelar Doktor, tetapi ketika dirinya menyatakan bisa mengajar apa saja, koq jadinya bahkan diragukan kompetensinya. Memang sih untuk selanjutnya beliaunya memang tidak mengajar diprogram S2 yang dimaksud.

Jadi meskipun  sudah punya gelar DOKTOR, tidak berarti dapat dengan mudah menyatakan diri, dapat mengajar mata kuliah apa saja.

Akhir-akhir ini, pak Wir kelihatannya begitu juga lho. Nggak fokus, terkesan materi yang dibahas tersebar. Sekali-sekali Bapak membahas tentang pemodelan struktur memakai program SAP2000, lalu lain hari bersemangat ngomong tentang kayu, dilain waktu membahas struktur baja khususnya tentang baut mutu tinggi, tetapi kenapa kemarin seminarnya tentang bangunan super tinggi, bahkan yang mengherankan sekali ternyata buku yang bapak tunggu penerbitannya itu bukan buku SAP2000 tetapi buku tentang jembatan-jembatan di Indonesia. Bisa-bisa suatu saat nanti, bapak diragukan seperti kasus temannya bapak tersebut lho ?!

Betul juga dik. Tidak ada yang salah dengan pernyataan adik. Minatku untuk menulis tentang bidang-bidang yang terkait dengan struktur memang sangat banyak. Bahkan kalau lama tidak menulis, rasa-rasanya belum melakukan sesuatu. Kondisi tersebut juga menimbulkan kesan bahwa “apa-apa juga bisa”. Begitu khan. Apakah itu ada yang salah ?

Lho tadi bapak sendiri yang bilang, bahwa seorang DOKTOR tidak berarti yang bersangkutan pasti dapat mengajar mata kuliah apapun. Itu khan pak, bahkan kalau bilang begitu dapat diragukan kompetensinya. Itu lho pak maksudnya.

Memang betul sih, sepintas lalu ada kesamaan antara dosen yang aku ceritakan di atas dengan kondisiku sekarang ini, yaitu sama-sama punya gelar doktor dan berkesan apa-apa saja dibahas, tidak fokus. Begitu khan.

Padahal kalau direnungkan adalah sangat berbeda. Temanku dosen yang tadi memakai gelar doktor agar mendapatkan perkecualian, yaitu meminta kesempatan untuk dapat mengajar, apapun mata kuliahnya. Fokusnya dalam hal ini adalah meminta, hasilnya bisa diberi atau tidak diberi. Jika diberi maka kompetensi dapat dilihat, level doktor atau bukan, tetapi jika tidak diberi (diragukan) ya pasti tidak akan ada yang tahu kompetensi sesungguhnya.

Adapun saya saat ini lain lho, meskipun sama-sama bergelar doktor tapi saya tidak menggunakan itu untuk meminta. Apa-apa yang saya bahas, yang terkesan bisa apa saja (bervariasi) saya posisikan dalam istilah memberi. Apa itu, ide-ide yang kutulis seperti saat ini. Maklum saya khan hanya seorang guru, mungkin akan berbeda kalau saya adalah juga konglomerat. Meskipun hanya berupa ide-ide yang kutulis tapi rasa-rasanya itu aku buat tidak asal-asalan, aku anggap itu adalah yang terbaik saat aku tuliskan.

Jelas ada perbedaan yang esensi dalam menerima dan memberi. Pada saat memberi, bisa saja ada yang tidak berkenan dan mengacuhkannya. Nggak masalah itu. Tetapi karena yang namanya memberi itu ada sesuatu yang tertinggal yang dapat dilihat oleh orang lain, maka bisa-bisa ada orang yang menyukai dan menerima ide tersebut. Jadi jika ada yang menerima maka jelas bahwa apa-apa yang aku sampaikan itu (ide-ide) jelas adalah sesuatu yang berguna.

Seperti sekarang ini, karena kebetulan saya ini adalah dosen struktur baja di jurusan teknik sipil UPH maka boleh dong saya berbagi contoh penyelesaian soal. Bisa digunakan untuk bahan referensi pembelajaran lho. Monggo dilihat dan dibaca jika diperlukan:

Tertarik dan ingin download versi PDF lengkap, silahkan saja di sini (227 kb). Tapi ingat, tidak ada jaminan sudah bebas dari kesalahan (maklum ngerjainnya larut malam), bahkan disinilah motivasi utama tulisan ini di up-load, yaitu agar dapat dibaca dan dievaluasi bersama. Jika sudah bagus, syukurlah. Tetapi jika dijumpai sesuatu yang dianggap salah mohon memberi tahu agar dapat dievaluasi kembali.

About these ads

6 gagasan untuk “jawaban UAS Struktur Baja I – 2012

  1. pak wir mau nanya.. itu kan profil double symetric mengapa pakai AISC-LRFD E4-2? AISC-LRFD E4-2 dipakai untuk double angle atau tee-shape kan pak? kalau doule symetric mestinya pakai AISC-LRFD E4-4 bukannya pak? mohon maaf kalau saya salah..

    • Ya-ya betul, ternyata ini versi yang masih salah, yaitu mulai dari perhitungan J (konstanta torsi). Itu masih hasil copy paste profil siku ganda. Tetapi tahap-tahap yang sebelumnya sudah ok. Yah akan diperbaiki dulu. Thanks Ivan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s