materi kuliah high-rise-nya Wiryanto


Salah satu ciri dari seorang penulis, selain tentunya dapat menulis makalah atau artikel dengan baik adalah dapat “menjualnya”. Maklum dapat menulis dan membuat karangan dengan baik tetapi tidak ada yang membacanya adalah sia-sia belaka. Itu sih seperti menulis pada buku harian, nulis-nulis sendiri dan membaca-membaca sendiri.

Karena itulah, maka jika diperhatikan materi yang kutulis kadang-kadang ada nada-nada provokatif, ada yang melihat kesannya sombong, ada juga yang memberi kesan terlalu percaya diri,  yang jelas rasa-rasanya tidak ada kesan bahwa tulisan-tulisanku terasa rendah diri. Nggak ada itu. :)

Buku karanganku yang habis dan masih dicari-cari terus,  karena  selalu banyaknya teman-teman yang menanyakannya, baik via email, facebook atau blog ini, adalah tulisanku tentang SAP2000. Apakah itu berarti aku hanya menguasai materi tersebut. Rasanya nggak seperti itu lho. Maklum basic kompetensi formalku adalah “structural engineer“, sedangkan SAP2000 hanya salah topik yang bisa dibahas, ditambah kompetensi informalku  sebagai “penulis“, maka rasanya “apa-apa” saja yang menarik pikiranku dapat kubuat tulisan. Jangan salah, apa yang kutulis rasa-rasanya punya mutu yang tidak kalah dengan bukuku SAP2000. Jadi mestinya jika dapat “dijual dengan baik” pasti akan laris manis.

Satu tulisanku yang ternyata “berhasil” adalah tentang gedung tinggi, super-tinggi dan mega-tinggi. Seperti halnya bukuku SAP2000 yang berbeda dari buku SAP2000 yang ada sebelumnya, maka tulisanku tentang gedung tinggi tentunya juga berbeda. Memang latar belakang kerjaku hanya di kampus, bukan perencana yang duduk di kantor konsultan bangunan tinggi itu sendiri, tetapi karena itulah maka  aku dapat melihat secara lebih holistik tentang perencanaan bangunan gedung sendiri yang mungkin bagi pelakunya langsung tidak merasa bahwa pekerjaannya adalah sesuatu hal yang lain. Jika tidak percaya, silahkan saja bagi yang merasa pekerjaannya adalah bangunan tinggi, bagaimana seorang Wiryanto melihat hal itu. Pastilah akan menemukan sesuatu yang lain. Maklum tidak sekedar insinyur, tidak sekedar dosen, tidak sekedar doktor teknik, tetapi yang lebih penting adalah karena merasa dirinya adalah seorang penulis.

Makalah yang dimaksud ada baiknya saya tampilkan abstraknya, ini:

.

Yah betul, materi itulah yang berhasil menarik perhatian teman-teman di kampus Jogja, Jakarta dan terakhir di Batam. Saya sebut itu sebagai materi kuliah bukan sekedar makalah seminar karena untuk membawakannya secara tuntas memerlukan waktu minimal 2 jam, bahkan di Batam dapat secara tuntas diceritakan dengan waktu sekitar 3 jam lebih. Banyak memang, meskipun hanya bercerita tentang gedung tinggi.

O ya ada yang istimewa, saya tidak hanya memandang secara teknis saja, saya mencoba melihatnya secara holistik. Tentang hal ini mohon dievaluasi, rasa-rasanya belum ada seorang engineer di Indonesia-pun yang pernah  mengungkapnya. Apa itu yang aku maksud, silahkan saja dibaca. Seperti biasa, tulisanku selalu orisinil dan berbeda dari yang lain.

Tertarik, silahkan ini : kuliah-tamu-unrika-batam-9-juni-2012.pdf  (5.12 Mb)

About these ads

11 gagasan untuk “materi kuliah high-rise-nya Wiryanto

  1. Sy sudah download tulisan pak Wiryanto. Dengan membacanya, sy itung2 ngecharge. Dalam 5 th terakhir ini, sy terlibat dlm proyek high rise bld sbg bagian tim owner engineer. Sebetulnya, njlimet tangani proyek high rise, tapi memang rejeki sy di proyek2 high rise ini. Memang sudah takdir. Setiap saat desain struktur selesai dan dihitung QS, sy selalu deg2 an menunggu rasio2 kuantitasnya. Rasio besi beton dan beton itu sendiri selalu jadi perhatian sy, krn memang itu salah satu KPI sy. Harapan sy, structure engineer Indonesia, tidak hanya mampu mendesain sistem struktur yang sesuai requirements, tetapi efisien juga.

    • mas Tjatur H.
      Wah kelihatannya hasil pengamatan atau kerja anda adalah suatu harta ilmu pengetahuan yang berharga. Bagaimana tidak, anda mempunyai data primer tentang rasio besi beton untuk berbagai high-rise di Indonesia. Jika itu dapat dikaitkan dengan tinggi bangunan, luasnya, sistem struktur yang dipilih, atau bahkan konsultan perancangannya. Itu bisa menjadi suatu pedoman yang sangat berharga untuk menentukan sistem struktur yang efisien.Perlu diolah dan dituliskan dalam makalah ilmiah itu mas. Bisa-bisa menjadi disertasi lho. :)

  2. Pak Wiryanto, sedikit komentar tentang tulisan Bapak dalam kuliah tamu di Batam. Tulisan Bapak sarat study literatur dan kutipan dari berbagai buku teks. Akibatnya, membacanya harus cukup teliti dan berpikir keras untuk mengerti. Jelas, skripsi mahasiswa S1 lewat dibanding tulisan Bapak ini. Sy membaca tulisan2 structure engineer lain yang berprofesi sbg praktisi. Memang lebih ringkas dan straight forward. Namun dua2nya memenuhi tujuan yang ingin dicapai, yaitu menyampaikan infomasi dan pencerahan.

    • “Tulisan Bapak sarat study literatur dan kutipan dari berbagai buku teks.”

      Mas Tjatur H. ini lucu juga. Jika yang saya tulis tidak beda dengan engineer lain yang berprofesi sb praktisi, lalu apa gunanya tulisan tersebut. Untuk memberi wawasan baru, mestinya harus berbeda dari yang biasa-biasa bukan. Maklum selain engineer, juga pendidik dan tidak kalah pentingnya adalah peneliti sekaligus penulis. Betul khan mas.
      Salam.

  3. Halo pak wir,
    wah menarik sekali temanya pak..
    pak saya mau tanya tentang pushover pak
    saya sudah memasukan Nonlinear Pushover analysis Casesnya pak
    Gravitasi arah X, arah Y, Push arah X dan Push Arah Y tetapi setelah saya lakukan Run Static Nonlinear Analysis kurva yang ada hanya Gravitasi saja pak..tidak ada kurva beban Pushnya..
    saya menggunakan ETABS pak..mohon bantuannya pak bagaimana supaya kurva akibat case push bisa muncul pak
    Terima Kasih
    God Bless

  4. Pak wir,
    Ada tidak tips membuat desain struktur (terutama beton dan baja) yang ekonomis, soalnya pengalaman saya (2 tahun bekerja sebagai structural engineer) biasanya dikomentari profilnya boros,,

    Terima Kasih

  5. Urun masukan buat mas Hastomi (sy bkn struc eng). Dlm mendesain struktur, baiknya anda merujuk kepada desain bangunan lain yg sudah jadi. Ini dimaksudkan agar dimensi2 yg anda tetapkan tidak menyimpang dari koridor kewajaran dan kebiasaan. Bila bangunan anda mempunya bentuk wajar (normal) dan beban hidup normal juga (misal office LL=250 kg/m2), seharusnya dimensi balok, beton, pelat dan dinding (termasuk rasio tulangannya) mirip dengan bangunan sejenis. Dlm aspek desain bangunan, selalu terbentuk angka2 pattern atau rule of thumb semacam itu. Angka tsb dpt anda jadikan acuan, apakah desain anda ekonomis atau tidak atau malah terlalu kecil.

  6. Ping-balik: nantikan buku jembatan kelas dunia ! | The works of Wiryanto Dewobroto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s